Ilmu Tauhid Islam : Pengertian, Hukum dan Jenisnya

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ilmu tauhid islam adalah ilmu yang mendasar dalam islam. Ilmu tauhid berkenaan dengan keyakinan dan ketundukkan kita kepada Allah SWT. Tentu saja sebagai pengatur kehidupan, Allah menyuruh kepada umat manusia untuk tunduk dan taat kepada Allah semata. Hal ini disampaikan pada ayat berikut,

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran : 103)

Untuk itu perlu diketahui jenis-jenis tauhid yang menjadi dasar dan keyakinan umat islam. Sebagai pondasi, maka ilmu tauhid ini tidak boleh rapuh atau retak. Ilmu tauhid lah yang melandasi keimanan dan kehidupan manusia sampai kelak nanti di akhirat. Berikut adalah penjelasan mengenai ilmu tauhid islam beserta bagiannya :

Tauhid Rububiyah

Tauhid rububiyah adalah sifat Allah sebagai pencipta, pemilik, pengatur seluruh kehidupan. Sifat ini tentunya harus diakui oleh seluruh manusia dan tiada yang dapat menandingi sifat rububiyah Allah SWT. Dari mulai nabi Adam hingga nabi Muhammad mereka senantiasa membawa pesan tauhid rububuiyah ini.

  1. Allah Maha Pencipta

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al A’raf : 54)

Ayat di atas menerangkan bahwa segala apa yang ada di langit dan bumi beserta isinya juga berjalan nya adalah ciptaan dari Allah. Tentu ini menjawab dan menentang paham atheis yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah ciptaan alam itu sendiri atau rekayasa dari kehidupan manusia.

  1. Allah Maha Kuasa

“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (QS Al Furqan : 2)

Allah yang Maha Kuasa berarti Allah menguasai segala hal yang ada di muka bumi ini. Kekuasannya tidak terbandingkan oleh apapun. Manusia hanya bisa berkuasa di satu tempat atau daerah saja, namun Allah meliputi seluruh alam jagad raya. Jelas tidak ada yang bisa disombongkan oleh manusia.

  1. Pemilik Segala Sesuatu

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Baqarah : 284)

Allah adalah yang memiliki segala sesuatu. Untuk itu tidak akan ada yang bisa menandingi nya. Bahkan apa yang dimiliki oleh manusia hakikatnya adalah kepunyaan dari Allah semata dan pemberian darin-Nya. Tidak ada yang benar-benar milik Allah pribadi.

Tauhid Mulukiyah

Tauhid mulukiyah berarti Allah sebagai raja dari segala raja. Ialah yang memimpin, membuat hukum, menjadi tujuan dari hidup manusia. Untuk itu, walaupun ada raja atau peimipin di muka bumi itu hanya sebagian kecil dari kekuasaan kerajaan Allah. Berikut adalah sifat Raja yang mnejadi kekuasaan Allah.

  1. Pemimpin dan Pelindung

“Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.” (QS Al a’raf : 196)

Allah adalah pemimpin dan pelindung. Sebagaimana fungsi dan sifat Raja, ia memberikan perlindungan dan memimpin ummatnya. Begitupun dengan Kemaha Rajaan Allah. Allah memberikan kita perlindungan dengan petunjuk dan rezeki serta sunnatullah yang dibuatnya. Manusia disuruh untuk ikuti apa yang diaturnya selayaknya pemimpin. Jika tidak diikuti, maka manusia sendiri yang rugi dan akan kehilangan arah.

  1. Pembuat Hukum

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al A’raf : 54)

Allah adalah pembuat hukum yang sejati. Hukum Allah meliputi kehidupan di seluruh jagat raya ini mulai dari kehidupan sosial, alam, manusia, dan berbagai fungsi nya hingga makrokosmos atau mikrokosmos. Semua itu Allah yang mengatur hukumnya namun terkadang manusia yang merusat hukum-hukum tersebut dengan melanggar dan lalai daripada Nya.

  1. Yang Dituju

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS An’Am : 162)

Allah adalah sebagai tempat yang dituju. Tanpa tujuan tentu manusia tidak akan bisa hidup dan mengarahkan hidupnya. Untuk itulah Allah sebagai tujuan yaitu beribadah, hidup dan mati juga mengarahkan segala bentuk keyakinan dan aktifitas pada-Nya.

Illah yang Abadi

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS Al-Ikhlas : 1-4)

Di dalam Al Quran Surat Al Ikhlas di atas dijelaskan bahwa Allah adalah tempat bergantung bukan Allah yang bergantung. Untuk itu, manusia lah yang membutuhkan Illah seperti Allah bukan Illah Illah lain yang menjadi tandingan Allah. Adanya Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam semua hal tersebut manusia jalankan semata-mata untuk dapat mengikuti segala bentuk aturan Allah dan selamat di dunia dan akhirat.

Untuk itu, bentuk pengillahan kita kepada Allah sejatinya dilakukan dengan meyakini dan mengamalkan segala bentuk kehidupan kita berdasarkan atas rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

fbWhatsappTwitterLinkedIn