25 Nama – Nama Nabi Dan Rasul

Nabi dan Rasul adalah para utusan Allah SWT yang wajib kita percayai, yakini, dan imani. Adapun dengan percaya, yakin, serta beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan salah satu bentuk keimanan kita   kepada Allah SWT. Ini adalah rukun iman dalam islam yang keempat. Lalu bagaimanakah cara kita membuktikan keimanan tersebut? Jawabannya adalah dengan mempercayai kenabian dan kerasulan mereka, melaksanakan ajaran-ajarannya, menjauhi segala larangan-larangannya, serta menjadikan mereka sebagai teladan dalam kehidupan kita.

ads

Firman Allah SWT :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ

Artinya

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.” (QS. Al- Mu’min ayat 78)

Pengertian Nabi dan Rasul

Pada dasarnya Nabi dan Rasul memiliki pengertian yang berbeda, berikut ini penjelasannya :

  1. Nabi

Dalam bahasa Arab,  kata Nabi berasal dari kata naba, dimana ia merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk menerima wahyu dari-Nya sebagai pedoman hidup bagi dirinya sendiri dan ia tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang ia terima tersebut kepada orang lain.

  1. Rasul

Kata rasul berasal dari kata irsal yang artinya memberikan arahan atau membimbing. Jadi dengan begitu, rasul dapat didefinisikan sebagai manusia pilihan Allah untuk menerima wahyu-wahyu dari-Nya untuk disampaikan kepada manusia.

Dari pengertian di atas bisa kita bisa tahu dimana letak perbedaan antara nabi dan rasul, dimana :

  • Seorang Nabi belum tentu seorang rasul, sedangkan seorang rasul pastilah seorang nabi
  • Rasul diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada manusia atau umatnya, sementara nabi tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang ia terima kepada manusia yang lainnya.
  • Asy-Syaukaany dan al-Aluusy berpendapat bahwasannya Rasul merupakan utusan Allah yang membawa syariat yang baru, sedangkan Nabi sifatnya menguatkan atau melanjutkan syariat dari para rasul tersebut
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa rasul diutus kepada kaum yang menentang, sedangkan Nabi merupakan utusan bagi kaum yang telah tunduk kepada syariat dari para rasul sebelumnya.

Akan tetapi meskipun berbeda, nabi dan rasul sama-sama ciptaan Allah SWT yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya seperti makan, minum, berkeluarga, sakit, bekerja, bermasyarakat, dan lain sebagainya. Nabi dan Rasul merupakan ciptaan Allah SWT yang sama-sama menerima wahyu dari-Nya, Beriman dan mengesakan Allah, serta selalu terjaga dari perbuatan dosa dan tercela.

Jumlah dan Nama-Nama Nabi dan Rasul

Dalam ajaran agama islam, jumlah Nabi dan Rasul yang wajib diyakini adalah ada 25, meskipun di dalam Al-Qur’an sendiri tidak terdapat penjelasan tentang berapakah jumlah Nabi maupun Rasul yang menjadi utusan Allah SWT. Akan tetapi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah memberikan paparan terkait dengan hal tersebut, yaitu ketika beliau ditanya tentang berapakah jumlah Nabi dan Rasul utusan Allah Ta’alaa.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya beliau pernah bertanya kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, berapakah jumlah rasul?” lalu Rasulullah pun menjawab :

ثلاثمائة وبضعة عشر جمّاً غفيرا

Artinya “Sekitar tiga ratus belasan orang. Banyak sekali.” (HR. Baihaqi)

Akan tetapi dalam riwayat lain, jumlah tersebut dipertegas yaitu 315 Rasul, bahwasannya Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا

Artinya “Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad)

Mengapa hanya 25 nama nabi dan Rasul yang wajib kita yakini?

Allah SWT telah berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

Artinya

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (QS. Al-Ghafir ayat 78)

Dari Firman Allah di atas, bisa disimpulkan bahwa memang hanya sebagian dari sekian banyak nabi dan rasul yang nama-namanya disebutkan di dalam Alqur’an, dan nama-nama itulah yang wajib diketahui dan diyakini oleh umat manusia, khususnya umat muslim. Akan tetapi meskipun dalam Al-qur’an hanya tercantum 25 nama Nabi dan Rasul, kita sebagai hamba Allah SWT harus tetap mengimani seluruh jumlah Nabi dan Rasul meskipun mereka tidak dikisahkan dalam Al-qur’an.

Adapun 25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui dan yakini adalah :

1. Nabi Adam As.

Nabi Adam Alaihissalam merupakan Nabi sekaligus manusia pertama ciptaan Allah SWT. Selain itu, Nabi Adam juga merupakan khalifah Allah yang memiliki tingkat derajat yang tinggi dan mulia. Penciptaan Nabi Adam Alaihissalam adalah kehendak Allah SWT agar bumi yang diciptakan oleh-Nya dapat terhuni, terisi, serta terpelihara dengan baik.

Nabi Adam diciptakan dari segumpal tanah, dan awal mulanya ia ditempatkan oleh Allah SWT di Surga. Dan karena kekuasaan yang dimiliki Allah SWT, maka diciptakan juga oleh Allah Ta’alaa pasangan dari Nabi Adam Alaihissalam tersebut yang bernama Siti Hawa, dimana ia diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri Nabi Adam.

Pada akhirnya atas kehendak Allah SWT Nabi Adam dan istrinya diturunkan ke bumi. Nabi Adam Alaihissalam ditugaskan oleh Allah SWT untuk memberikan peringatan bagi anak cucu Adam kelak untuk menyembah kepada Allah SWT.

Adapun keistimewaan Nabi Adam Alaihissalam adalah :

  • Ia Merupakan Nabi, manusia, sekaligus khalifah Allah yang pertama kali diciptakan dari segumpal tanah.
  • Terdapat cahaya dari Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam di dalam sulbinya. Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam sebuah hadist yang artinya “Wahai Rasulullah, bilakah engkau dicatat sebagai seorang Nabi?” Baginda bersabda: “Ketika Adam ‘alaihis salam antara ruh dan jasad.”
  • Adam adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diberikan anugrah sedemikian rupa, dimana hal tersebut tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk Allah lainnya, yaitu berupa ruhul quddus (roh suci).
  • Allah SWT melengkapi penciptaan Nabi Adam alaihissalam dengan rahasia ma’rifat Ketuhanan. Hal inilah yang tidak ada makhluk lain ciptaan Allah SWT termasuk para Malaikat yang dapat menandingi pengetahuan Nabi Adam Alaihissalam.

2. Nabi Idris As.

Nabi Idris merupakan keturunan ke enam dari Nabi Adam Alaihissalam, dan ia menjadi keturunan pertama dari Nabi Adam Alaihissalam yang ditunjuk oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya.  Nabi Idris merupakan kakek dari ayah Nabi Nuh, dimana nama sebenarnya dari Nabi Idris adalah Akhnukh.

Di dalam Al-Qur’an, Nabi Idris telah dinyatakan sebagai manusia pilihan Allah SWT yang diangkat ke langit oleh-Nya. Di dalam agama Yahudi dan Nasrani, nabi Idris dikenal dengan nama Henokh. Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dalam sebuah tafsir bahwasannya Nabi Idris wafat ketia Beliau sedang berada di langit keempat bersama dengan seorang malaikat.

Nabi Idris berdakwah untuk mengajarkan tauhid, menegakkan agama Allah, mengajarkan untuk beribadah kepada Allah, serta memberikan pedoman hidup bagi para pengikutnya agar mereka dapat selamat dari siksa baik di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT telah berfirman :

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (٥٦)وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (٥٧

Artinya

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam kitab (al-qur’an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,” (QS. Maryam ayat 56-57)

Adapun beberapa keistimewaan Nabi Idris adalah :

  • Allah SWT telah menganugerahkan kepandaian, kemahiran, serta kemampuan dalam menciptakan peralatan yang nantinya dapat memudahkan pekerjaan manusia, seperti pengenalan tulisan, astronomi, ilmu berhitung (matematika), dan lain sebagainya.
  • Nabi idris merupakan manusia pertama yang menjahit serta mengenakan pakaian dari kain.
  • Nabi idris merupakan manusia pertama yang mempelajari tentang ilmu perbintangan, ilmu berhitung, serta menulis dengan menggunakan pena.
  • Allah SWT mengangkat Nabi Idris pada kedudukan yang tinggi.
  • Allah SWT mensifati Nabi Idris dengan beberapa hal seperti kejujuran

3. Nabi Nuh As.

Allah SWT berfirman :

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”. (QS. An-Nisa` ayat 163)

Nabi Adam Alaihissama pernah berkata :

وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ

Artinya

Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Nabi Nuh merupakan rasul yang pertama, dimana kisah yang paling terkenal dari Nabi Nuh adalah tentang bahtera Nabi Nuh, yaitu ketika sebagian besar manusia binasa dalam peristiwa banjir besar yang kala itu terjadi. Mereka yang binasa adalah orang-orang yang tidak mau mengikuti dan justru mengingkari ajaran-ajaran Nabi Nuh.

4. Nabi Hud As

Nabi Hud adalah utusan Allah bagi kaum Ad (yaitu sebuah wilayah yang terletak diantara Oman dan Yaman) yang pada waktu itu membangkang terhadap perintah Allah dan menyekutukan-Nya. Sampai pada akhirnya Allah SWT menurunkan adzab bagi kaum tersebut berupa bencana kekeringan serta adzab gumpalan awan hitam berupa angin topan dan petir.

5. Nabi Saleh As.

Nabi Saleh Alaihissalam merupakan utusan Allah SWT bagi kaum Tsamud, yaitu kaum yang bermukim di daerah Al-Hijr (saat ini bernama Mada’in Salih) yang berada di wilayah pegunungan antara Madinah dan Syam (Syiria). Kaum Tsamud telah mengingkari nikmat yang diberikan Allah SWT. Dan pada akhirnya Allah SWT mendatangkan adzab bagi kaum tersebut layaknya adzab yang Allah berikan pada kaum Nabi Hud, yakni kaum Ad.

Allah SWT memberikan Mu’jizat bagi Nabi Sholeh, yaitu berupa seekor unta betina yang lahir dari celah-celah batu. Hal ini sebagaimana firman Allah :

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu. Unta betina Allah ini menjadi menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al- A’raf ayat 73)

6. Nabi Ibrahim As.

Nabi Ibrahim mendapatkan julukan sebagai “Bapak para Nabi”, beliau juga mendapatkan gelar sebagai sahabat Allah (khahlil Allah). Nabi Ibrahim lahir di daerah Ur, yaitu daerah bagian dari selatan Irak pada zaman Raja Namrud bin kan’an, dimana masyarakat pada waktu itu banyak yang menyembah berhala.

Dan pada suatu hari, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala yang menjadi Tuhan mereka tersebut. Hal inilah yang membuat raja Namrud dan masyarakat penyembah berhala marah serta memutuskan untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan cara dibakar. Dan Allah SWT memberikan mu’jizat-Nya kepada Nabi Ibrahim, yaitu beliau tidak mempan dibakar oleh api.

Allah SWT berfirman :

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (٦٨)قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ (٦٩)وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأخْسَرِينَ (٧٠

Artinya

Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi.” (QS. Al- Anbiya’ ayat 68-70)

Bagi umat islam, Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi yang terpenting, karena selain mengajarkan tauhid, Nabi Ibrahim juga merupakan penggagas berdirinya Ka’bah. Dalam Tarikh Makkah, Al- Azraqi berkata

Setelah peristiwa banjir besar, lokasi Ka’bah dulu telah hilang. Lokasi tersebut berbentuk bukit kecil berwarna merah yang tidak terjangkau oleh aliran air. Saat itu, manusia hanya tahu bahwa di sana ada tempat yang amat bernilai, tanpa mengetahui pasti lokasinya. Dari seluruh penjuru dunia, mereka yang dizhalimi, menderita, dan butuh perlindungan datang ke tempat ini untuk berdoa, dan doa mereka pun dikabulkan. Manusia pun selalu mengunjunginya hingga Allah memerintahkan Ibrahim untuk membangun Ka’bah kembali. Sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi, Baitullah selalu menjadi tempat yang dimuliakan dan diperbaiki terus oleh setiap agama dan umat dari satu generasi ke generasi lainnya. Tempat itu juga selalu dikunjungi para malaikat sebelum Nabi Adam turun ke bumi.”

Selain itu juga, Nabi Ibrahim juga mengajarkan bagi kita untuk berkurban, dimana keika itu Beliau hampir saja mengorbankan putra kesayangannya yaitu Ismail atas perintah Allah SWT.

7. Nabi Luth As.

Nabi Luth merupakan keponakan dari Nabi Ibrahim Alaihissalam. Ia diutus Allah SWT bagi kaum Sodom dan Gomorrah yang memiliki perilaku seks yang menyimpang.

Allah SWT berfirman :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠)إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١)وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (٨٢

Artunya

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu 551 yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (QS. Al- A’raf ayat 80-82)

Karena itulah maka Allah SWT menurunkan Adzab bagi kaum tersebut yaitu dengan adanya gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan kota Sodom berserta semua penghuninya.

Allah SWT berfirman :

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٨٣)وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Artinya

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. Al- A’raf ayat 83-84)

8. Nabi Ismail As.

Nabi Ismail merupakan putra dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, dan beliau merupakan kakak dari Nabi Ishaq Alaihihssalam. Bersama ayahnya, Beliau bersama-sama membangun Ka’bah yang saat ini menjadi pusat peribadatan kaum muslim diseluruh dunia. Kisah yang terkenal daripada Nabi Ismail adalah ketika ia dengan rela menerima keputusan ayahnya (Nabi Ibrahim) untuk menyembelihnya sebagai kurban atas perintah Allah SWT.

9. Nabi Ishaq As.

Nabi Ishaq merupakan putra kedua dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan beliau merupakan adik dari Nabi ismail alaihissalam. Nama Ishaq berasal dari bahasa Yahudi Yis.h.a-q yang berarti tersenyum atau tertawa. Allah menjadikan Ishaq sebagai utusan-Nya bagi kaum Kana’an, khususnya di kota Hebron (al-Khalil) yang pada waktu itu tidak mengenal Allah SWT. Nabi Ishaq meninggal pada usia 180 tahun yaitu pada tahun 1717 Sebelum Masehi.

10. Nabi Yaqub As

Nabi Yaqub merupakan putra dari Nabi Ishaq dan merupakan cucu dari Nabi Ibrahim. Beliau merupakan utusan Allah SWT bagi kaum Kana’an yang tinggal di syam (syiria). Nabi Yaqub memiliki 12 putra yang salah satu diantaranya adalah Nabi Yusuf Alaihissalam. Nabi Ya’qub wafat di Mesir, dan setelah tubuhnya sempat dipertahankan di negara tersebut, lalu kemudian jasad Beliau dibawa ke Palestina untuk dimakamkan di sana, yaitu di Gua al-Makfilah, di kota Hebron (al-Khalil) .

Adapun Wasiat dari Nabi Ya’qub Alaihissalam kepada putra-putranya termaktub dalam Al-qur’an Surat Al- Baqarah ayat 133 yang artinya:

Apakah kalian menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Rabbmu dan Rabb nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa, dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

11. Nabi Yusuf As

Telah diketahui di point sebelumnya bahwa Nabi Yusuf Alaihissalam merupakan salah satu dari keduabelas putra Nabi Ya’qub Alaihissalam. Beliau lahir di negeri Kan’an dan memiliki satu saudara kandung yang bernama Banyumin. Sedangkan 10 saudaranya yang lain berasal dari ibu yang berbeda.

Kasih sayang yang diberikan Nabi Ya’qub pada nabi Yusuf telah membuat saudaranya yang lain merasa iri, sehingga mereka merencanakan untuk membuang Nabi Yusuf, yaitu menjatuhkannya ke dalam sebuah sumur. Akan tetapi kekuasaan dari Allah SWT telah menolong Nabi Yusuf, yaitu dengan perantara para kafilah dagang yang kemudian menjual Nabi Yusuf ke negara Mesir.

Lalu Nabi Yusuf dibeli oleh seorang raja mesir yang mendapat julukan Al- Aziz, yaitu raja Qithfir. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al- Bukhari, Rosulullah sholallahu Alaihi wassalam memuji Nabi Yusuf yaitu

Dia adalah orang yang mulia, anak orang mulia, cucu orang mulia, dan cicit orang yang mulia: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.

12. Nabi Ayyub As.

Sosok Nabi Ayyub Alaihissalam digambarkan sebagai orang yang paling sabar dalam menghadapi cobaan. Hal ini telah terbukti ketika Allah SWT menguji Beliau dengan harta, keluarga, dan juga badannya. Dimana suatu ketika Nabi Ayyub Alaihissalam kehilangan seluruh harta yang dimilikinya, padahal sebelumnya Beliau termasuk salah satu orang yang paling kaya di negerinya.

Cobaan yang lain adalah ketika Beliau begitu menderita akibat penyakit yang dialaminya dan kemudian Beliau ditinggalkan oleh istri dan keluarganya sehingga Beliau merasakan kesunyian. Akan tetapi Nabi Ayyub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman :

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya

Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS. Shaad ayat 44)

Nabi Ayyub Alaihissalam merupakan utusan Allah SWT bagi Kaum bani Israil dan Amoria di Haran, Syam.  Usia Nabi Ayyub mencapai 120 tahun yaitu dari tahun 1540 hingga 1420 Sebelum Masehi. Selama hidupnya, Nabi Ayyub dikarunia 26 anak.

13. Nabi Syu’aib As.

Nabi Syu’aib merupakan salah satu Nabi yang berasal dari bangsa Arab. Nama Syu’aib memiliki arti sebagai yang menunjukkan jalan kebenaran. Nabi Syu’aib merupakan utusan dari Allah SWT bagi kaum Madyan yang berada bagian Barat Laut Hijaz, tepatnya di daerah Al- Bada’.

Kaum Madyan merupakan orang-orang yang pandai dalam urusan perdagangan dan bercocok tanam, akan tetapi mereka merupakan kaum yang suka menipu dan sangat licik ketika berinteraksi dengan sesamanya. Selain itu, Kaum Madyan juga terkenal dengan perbuatan mereka yang telah menyekutukan Allah dan banyak yang menempuh jalan sesat.

Sama seperti Nabi-Nabi yang lain, tidak mudah bagi Nabi Syu’aib untuk mengajak kaum tersebut ke jalan yang benar, dan justru kaum Madyan mengancam, menyiksa, serta mengusir Nabi Syu’aib dan para pengikutnya. Hal itu disebutkan dalam sebuah ayat Alqur’an yang artinya:

Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari negeri kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami”. Berkata Syuaib: “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?” (QS. Al-A’raf ayat 88)

Allah lalu menurunkan adzab bagi kaum Madyan yaitu berupa angin panas yang dapat membakar kulit serta membuat dahaga. Selain itu, Allah juga mendatangkan awan hitam, petir, serta gempa bumi yang dapat menghancurkan kota serta kaum madyan. Semasa hidupnya, nabi Syu’aib dikarunia 2 anak perempuan, dan beliau wafat ketika berusia 110 tahun, yaitu pada tahun 1490 Sebelum Masehi.

14. Nabi Musa As.

Nabi Musa Alaihissalam yang juga sebagai Rosul Allah SWT mendapatkan julukan Kalimullah (كليم الله) yang artinya manusia yang diajak Allah SWT untuk bicara. Nabi Musa merupakan rasul utusan Allah SWT dan merupakan saudara dari nabi harun Alaihissalam. Beliau dilahirkan atas kehendak Allah SWT di negara Mesir pada masa pemerintahan raja Fir’aun.

Kelahiran Musa dirahasiakan oleh kedua orang tuanya karena pada waktu itu Raja Fir’aun mengeluarkan peraturan untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Nabi Musa sendiri besar di dalam lingkungan kerajaan Fir’aun, dimana ketika bayi Musa berusia 3 bulan orang tuanya menghanyutkannya ke sungai Nil dan pada akhirnya Musa ditemukan oleh seorang wanita yang merupakan istri dari Raja Fir’aun bernama Aisyah.

Nabi Musa menerima wahyu dari Allah SWT di suatu malam di Bukit Tursina. Allah SWT berfirman yang artinya:

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada ilah selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku,” (QS. Thaha ayat 14).

Adapun mu’jizat yang pernah diterima oleh Nabi Musa Alaihissalam sebagai karunia dari Allah SWT adalah berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular serta tangan yang putih berseri-seri. Kepada nabi Musa alaihissalam, Allah juga menurunkan sebuah kitab suci yang bernama Taurat. Yang di dalamnya terdapat pedoman atau panduan ke jalan yang diridhoi Allah SWT secara terperinci.

15. Nabi Harun As.

Nabi harun Alaihissalam adalah Kaka dari Nabi Musa Alaihissalam. Beliau dilahirkan atas kehendak Allah SWT untuk menjadi pemimpin bagi bani Israil  untuk menuju jalan yang benar. Masa hidup Nabi harusn Alaihissalam adalah selama 123 tahun. Beliau Wafat sebelas bulan sebelum wafatnya Nabi Musa Alaihissalam, yaitu pada tahun 1408 Sebelum Masehi di Bukit nabu’ di Jordania.

Kisah-kisah Nabi Harun Alaihissalam tidak pernah terlepas dari kisah Nabi Musa Alaihissalam, karena memang keduanya melakukan dakwah secara bersamaan, dimana waktu itu tugas nabi Harun adalah untuk membantu Nabi Musa.

16. Nabi Zulkifli As.

Kisah Nabi Zulkifli Alaihissalam tidak banyak dikisahkan di dalam Al-Qur’an. Beliau memiliki nama asli Basyar dan merupakan putra dari Nabi Ayyub Alaihissalam yang terselamatkan dari reruntuhan rumah Nabi Ayyub dan menewaskan seluruh anak-anaknya. Nabi Zulkifli merupakan utusan Allah SWT bagi kaum Rom yang berasal dari bangsa Amori dan Arami yang tinggal di daerah Syiria dan Jordania agar mereka tidak menyembah berhala dan agar mereka selalu mengingat satu Tuhan yaitu Allah SWT.

Zulkifli adalah nabi yang sabar, suka menolong, dan selalu membela kebenaran. Dalam Al-Qur’an Surat Al- Anbiya’ ayat 86 Allah SWT telah berfirman yang artinya

“(Ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.”

Nabi Zulkifli Alaihissalam wafat dalam usia 75 tahun, tepatnya pada tahun 1425 Sebelum Masehi di Damaskus.

17. Nabi Daud As.

Beliau merupakan Nabi sekaligus Rasul utusan Allah SWT bagi kaum bani Israil dan merupakan ayah dari Nabi Sulaiman Alaihissalam. Kepada nabi Daud lah Allah SWT menurunkan kitab Zabur. Selain itu, Allah SWT telah memberikan berbagai mu’jizat bagi Nabi Daud Alaihissalam seperti beliau dapat mengert bahasa burung, memiliki kecerdasan akal, serta beliau mampu melembutkan besi tanpa menggunakan suatu alatpun atau hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Dalam Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 10 Allah SWT telah berfirman yang artinya

Sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.”

Selain dianugrahi memiliki wajah yang tampan, Nabi Daud Alaihissalam juga memiliki suara yang sangat merdu, sehingga ketika beliau sedang melantunkan Zabur, burung-burung serta gunung-gunung  turut serta dalam mengagungkan nama Allah SWT. Nabi Daud Alaihissalam sangat dihormati, dimuliakan, serta sangat dihargai oleh kaum Bani Israil, karena Beliau mampu memutuskan perkara di antara manusia dengan adil serta mampu menyelesaikan dan menjadi penengah saat di masyarakatnya terjadi pertengkaran dan perselisihan.

Nabi Daud adalah pendiri Baitul Muqqadis (atau yang dikenal dengan Masjid Al- Aqsa) yang tahap penyelesaiannya dilanjutkan oleh putranya, yaitu Nabi Sulaiman. Nabi Daud Alaihissalam wafat pada usia 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis di Yerusalem.

18. Nabi Sulaiman As.

Nabi Sulaiman merupakan putra dari Nabi Daud Alaihissalam, dimana Beliau lah yang melanjutkan pembangunan Baitul Muqqadis yang dahulunya dibangun oleh ayahnya. Nabi Sulaiman mulai diangkat menjadi seorang Nabi pada tahun 970 Sebelum masehi, dimana sedari kecil beliau memiliki kecerdasan akal serta ketajaman pikiran.

Nabi sulaiman dikenal sebagai  raja dari segala makhluk. Ketika Ayahandanya wafat, Nabi Sulaiman diangkat menjadi Raja bagi kerajaan Israil. Akan tetapi selain sebagai raja bagi kaum tersebut, Nabi Sulaiman juga merupakan raja bagi para binatang serta makhluk halus seperti jin dan lainnya. Adapun beberapa keistimewaan dari Nabi Sulaiman Alaihissalam antara lain adalah :

  • Nabi Sulaiman dikaruniai kebijaksanaan yang luar biasa meskipun usianya masih remaja.
  • Nabi Sulaiman mampu memahami dan berbicara serta memahami bahasa hewan, sehingga mekhluk tersebut mau menuruti kehendaknya
  • Nabi Sulaiman mampu menundukkan jin dan angin, sehingga mereka mau menuruti segala perintahnya

Nabi Sulaiman Alaihissalam meninggal di usia 66 tahun di Baitul Maqqdis Yerusalem. Beliau wafat ketika sedang terduduk di kursi dengan sebuah tongkat ditangannya yang kala itu Beliau sedang mengawasi para jin yang sedang bekerja. Allah SWT berfirman

Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka setelah kematiannya itu melainkan rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, nyatalah bagi jin itu bahawa sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam seksa yang menghinakan.”

19. Nabi Ilyas As.

Nabi Ilyas Alaihissalam merupakan utusan Allh SWT bagi kaum finisia dan bani israil. Beliau menyeru kepada kaumnya agar berjalan di jalan Allah SWT, akan tetapi mereka mengabiakannya dan tetap menyembah berhala yang merka namakan Ba’l.

Adapun firman allah SWT terkait dengan Nabi Ilyas adalah dalam Al-Qur’an Surat ash-Shaffat ayat 123-132 yang artinya:

Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, iaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka mereka mendustakannya, kerana itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang yang datang kemudian. (Iaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

20. Nabi Ilyasa As.

Nabi Ilyasa merupakan keturunan keempat dari Nabi Yusuf Alaihissalam dan merupakan anak angkat dari Nabi Ilyas Alaihissalam. Beliau melanjutkan tugas kenabian Nabi Ilyas setelah Nabi Ilyas Alaihissalam wafat, yaitu menyerukan pada umatnya yaitu kaum Bani Israil dan Arami agar mereka kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT.

Sepeninggalnya Nabi Ilyas Alaihissalam kaum Bani Israil dan Arami banyak yang kembali menyembah berhala, dan meskipun Nabi Ilyasa telah menunjukkan berbagai macam mu’jizat dari Allah SWT, akan tetapi mereka justru menganggapnya sebagai tukang sihir. Nabi Ilyasa Alaihissalam wafat di Palestina ketika beliau berusia 90 tahun.

21. Nabi Yunus As

Nabi Yunus alaihissalam adalah Nabi utusan Allah SWT bagi kaum Asyiria di Ninawa yang merupakan daerah di utara Iraq. Beliau merupakan salah satu dari dua nabi yang namanya dinasbkan kepada ibunya. Nabi Yunus memberikan ajaran Tauhid dan Iman kepada kaum Asyria serta mengajak mereka untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala dan beralih menyembah kepada Allah SWT.

Akan tetapi ajaran Nabi Yunus tersebut ditentang oleh kaum Asyiria di Ninawa merupakan suatu hal baru yang baru mereka dengar, sehingga mereka tidak mau menerima serta menggantikan ajaran serta kepercayaan dari nenek moyang mereka dengan ajaran dari nabi Yunus Alaihissalam.

Pada akhirnya Nabi Yunus alaihissalam meninggalkan daerah tersebut karena penduduk Ninawa berkeras hati dan tidak memperduliakn sama sekali ajaran dari Beliau. Dan sepeninggal Nabi Yunus dari daerah tersebut, Allah SWT menurunkan Adzab bagi mereka yang telah membangkang terhadap ajaran Nabi Yunus Alaihissalam. Saat dalam perjalanan meninggalkan Ninawa Nabi Yunus mengalami sebuah kejadian dimana Beliau ditelan oleh ikan paus selama beberapa waktu.

Ketika berada di dalam perut ikan tersebut nabi Yunus memohon pengampunan dari Allah karena telah meninggalkan  kaumnya. Akhirnya atas kehendak Allah SWT ikan paus tersebut memuntahkan kembali dan melemparkan tubuh Nabi Yunus ke pantai dalam keadaan sakit, lemah, dan kurus.

Dan Dengan rahmad-Nya, Allah SWT menumbuhkan pohon labu dimana dengan pohon tersebut nabi Yunus dapat bernaung dibawah daun-daunnya serta dapat memakan buahnya. Setelah sehat, Allah SWT kembali memerintahkan kepada beliau untuk kembali ke Ninawa. Nabi Yunus alaihissalam wafat di Ninawa pada usia 70 tahun.

22. Nabi Zakaria As.

Nabi Zakaria merupakan utusan Allah SWT bagi kaum Bani Israil di Palestina yang senang pada kemaksiatan, kezhaliman, kemungkaran, serta menimbulkan kerusakan di mana-mana. Saat itu Palestina dipimpin oleh seorang raja yang paling jahat dan suka melanggar yang bernama herodes.

Herodes jugalah yang memerintahkan untuk membunuh Nabi Zakaria beserta putranya Nabi yahya Alaihissalam. Kisah yang terkenal dari nabi Zakaria Alaihissalam adalah ketika Beliau berdo’a kepada Allah SWT agar diberikan keturunan, Dan Allah SWT punmengabulkan do’a tersebut. Kisah ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 4-6 yang artinya

Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”

Nabi Zakaria wafat di Halap (Aleppo) pada usia 122 tahun, yaitu ketika Beliau lari dari kejaran para prajurit raja Herodus.

23. Nabi Yahya As.

Kelahiran Nabi yahya Alaihissalam dikabarkan oleh Malaikat Jibril kepada nabi Zakaria Alaihissalam. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 4-6 di atas. Akan tetapi Nabi yahya Alaihissalam wafat di usianya yang masih muda, yaitu 32 tahun di damskus. Ia dibunuh atas perintah Raja Herodes yang saat itu menguasai bani Israil.


24. Nabi Isa As.

Nabi Isa Alaihissalam masih memiliki hubungan persaudaran dengan nabi Yahya Alaihissalam, dimana keduanya merukana saudara sepupu. Nabi Isa Alaihissalam diutus Allah SWT ke tengah-tengah masyarakat yang bersifat materialistik serta mengingkari ruh dan hari kebangkitan. Mereka itu termasuk juga kedalam golongan orang-orang yang disesatkan oleh falsafah dasarnya menyatakan bahwa penciptaan alam memiliki sumber pertama, seperti sebab dari akibat.

Allah SWT telah berfirman:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “”(Tuhan itu) tiga””, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa, ayat 171)

Nabi Isa Alaihissalam dikarunia oleh Allah SWT dengan berbagai macam Mu’jizat, diantaranya :

  • Saat masih dalam buaian, Nabi Isa Alaihissalam mampu berbicara dengan manusia yang lainnya.
  • Nabi Isa diajarkan kitab taurat, meskipun saat itu kitab isi dari kitab tersebut telah banyak mengalami perubahan akibat ulah kaum yahudi
  • Nabi Isa mampu membentuk tanah menyerupai bentuk burung, lalu beliau meniupkannya. Dan tanah itupun berubah menjadi burung
  • Nabi Isa Alaihissalam mampu menghidupkan orang-orang yang telah meninggal dunia
  • Nabi Isa Alaihissalam mapu menyembuhkan orang-orang yang buta dan belang
  • Nabi Isa memiliki kemampuan untuk menurunkan makanan dari langit atas permintaan Hawariyin
  • Nabi isa Alaihissalam mampu melihat hal-hal yang ghaib meskipun beliau tidak menyaksikan secara langsung
  • Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan tanpa adanya seorang ayah
  • Nabi Isa Alaihissalam diangkat ke langit ketika Beliau disalib oleh para penguasa.

Selain mu’jizat-mu’jizat tersebut, Allah SWT juha menurukan kitab Injil bagi nabi Isa.

25. Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi wassalam

Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir yang diutus Allah SWT  sebagai pembawa ajaran agama islam, dan tidak ada lagi Nabi setelah Beliau. Ajaran-ajaran yang dibawakan oleh nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam merupakan penyempurna bagi ajaran-ajaran agama yang disampaikan oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Allah SWT telah berfirman yang artinya

diutus kepada seluruh manusia, dan beliau merupakan khataman nabiyyin (penutup para nabi)”

Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam dilahirkan di tengah-tengah masyarakat yang suka dengan kekerasan dan pertempuran. Beliau menerima wahyu dari Allah SWT pertama kalinya pada tanggal 17 ramadhan, yaitu ketika Beliau sedang menyendiri di Gua Hiro’ yaitu sebuah gua yang terletak di sebelah timur kota Mekkah yang sekarang dikenal dengan sebutan Jabal An Nur.

Wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tersebut tercatat dalam al-Qur’an yaitu Surat Al- Alaq ayat 1-5 yang artinya:

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Mu’jizat terbesar dari nabi Muhammad Sholallahu alaihi Wassalam adala Al-qur’an. Selain itu, Rosulullah juga dipercayai pernah membelah bulan yaitu melalui peristiwa Isro’ Mi’raj dalam jangka waktu kurang dari satu hari. Keistimewaan lain yang dimiliki Rosulullah adalah dengan kecerdasan yang beliau miliki terkait dengan ilmu ketauhidan.

Dalam pandangan Islam Nabi Muhammad memiliki perbedaan dengan Nabi-Nabi sebelumnya dalam Hal berdakwah, dimana Nabi Muhammad Sholallhu Alaihi wassalam diutus Allah SWT bagi seluruh umat manusia, sedangkan nabi dan Rasul sebelumnya diutus hanya untuk kaumnya masing-masing.

Sedangkan persamaan antar nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam dengan Nabi dan Rasul yang sebelumnya adalah sama- sama mengajarkan tauhid, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah atau diibadahi itu hanyalah Allah.

, , , ,




Post Date: Friday 27th, November 2015 / 10:10 Oleh :
Kategori : Tauhid