3 Pengaruh Tauhid Terhadap Ilmu Sosial Masa Kini

Manusia merupakan makhluk sosial yakni tidak bisa hidup sendiri sehingga membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Ilmu sosial merupakan ilmu yang kita temui sehari-hari dalam lingkungan di sekitar kita. Ilmu sosial kian mengalami perkembangan dari hari ke hari seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Indonesia merupakan suatu negara dengan sistem demokrasi yang memiliki jumlah penduduk muslim lebih besar daripada keyakinan yang lain. Populasi umat Islam yang lebih dominan ini tentu mempengaruhi interaksi sosial di lingkungannya masing-masing.

Sebagai umat muslim, memahami hakekat ilmu tauhid merupakan suatu hal yang wajib. Sebab tauhid ialah konsep dasar dari agama Islam. Mereka yang mempelajari dan mengamalkan ilmu tauhid dengan benar hanya akan menyembah kepada Allah subhanahu wa ta’ala tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي

“Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (QS. Az-Zumar 39 : 14)

Ilmu tauhid ternyata tidak hanya berpengaruh pada agama Islam setiap muslim. Namun, juga memberikan pengaruh terhadap ilmu sosial di antara sesama manusia. Apa sajakah pengaruh tauhid terhadap ilmu sosial?

Marilah simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

1. Berbuat Baik Kepada Sesama Tanpa Memandang SARA

Islam merupakan agama yang paling baik dan mengajarkan kebaikan. Saling tolong-menolong dalam kebaikan merupakan salah satu perbuatan yang disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. al-Mâidah 5 : 2)

Tolong menolong dalam Islam tidak sebatas pada antar individu saja. Gerakan kepedulian ini kemudian diwujudkan dengan adanya komunitas, lembaga, yayasan atau lain sebagainya yang berfokus pada bantuan untuk program kemanusiaan, bencana alam, pendidikan dan lain-lain. Di Indonesia sendiri, sudah banyak lembaga non-government berbasis Islam yang tersebar di berbagai daerah.

2. Kemudahan dalam Mencari Rezeki yang Halal

Tauhid erat kaitannya dengan takwa, yakni mengerjakan perintah Allah dan menghindari larangan-Nya. Baik laki-laki maupun perempuan yang telah berusaha sepenuh hati untuk bertakwa, maka Allah akan memudahkannya dalam mencari rezeki yang halal. Sebagaimana yang terdapat dalam ayat berikut ini.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaaq : 2-3).

Setiap individu perlu mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Nafkah dapat diperoleh dengan jalan bekerja, berdagang atau lainnya. Tentunya semua itu harus bisa dipastikan kehalalannya.

Hampir setiap pekerjaan memerlukan campur tangan orang lain karena uang tidak datang dengan sendirinya. Nah, di sinilah tingkatan takwa seseorang mempengaruhi rezeki yang dia dapatkan.

3. Berperan Penting dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Banyak penemuan-penemuan yang ada di dunia ini yang kemudian dikaitkan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala. Misalnya saja, obat herbal yang berasal dari alam seperti minyak zaitun, kurma, madu dan lainnya.

Sebelum marak di pasaran dalam kemasan yang sedimikian rupa, Allah sudah lebih dulu menerangkannya dalam Al Qur’an. Lebih dari itu, Al Qur’an sendiri merupakan obat hati dalam Islam yang diturunkan langsung oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pedoman hidup.

“Dan Rabbmu mengilhamkan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.’ (QS. 16:68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. 16:69)” (QS. an-Nahl : 68-69)

Itulah beberapa pengaruh tauhid terhadap ilmu sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga darinya.