7 Fungsi Puasa Ayyamul Bidh Dalam Islam

Puasa ayyamul bidh adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ayyamul bidh biasanya dilakukan pada hari ke 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah. Puasa ayyamul bidh memiliki beberapa fungsi atau kegunaan yang sangat baik seperti di bawah ini:

1. Mengikuti sunnah Nabi

Puasa ayyamul bidh adalah puasa yang biasa dikerjakan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Mengerjakan puasa ayyamul bidh merupakan slaah satu bentuk meneladani sunnah Rasul.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

2. Mendapat pahala seperti puasa setahun

Puasa ayyamul bidh tak hanya menambah pahala, namun pahala yang didapatkan sama seperti puasa selama setahun. Sungguh balasan yang begitu besar bagi para pelakunya.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Baca juga:

3. Mendapatkan dua kebahagiaan

Orang yang melakukan puasa ayyamul bidh akan mendapatkan dua kebahagiaan sebagaimana yang telah Allah janjikan. Dari Abu Hurairah  yang berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Setiap amal Bani Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah subhana hua ta’ala berfirman, ”Kecuali puasa, ia untukKu dan Aku yang membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku.” Orang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Kebahagiaan pada waktu berbuka dan kebahagiaan pada waktu bertemu Rabbnya. Sungguh aroma mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah)

4. Mendapatkan pintu khusus di surga

Orang yang suka melaksanakan puasa, termasuk puasa ayyamul bidh akan mendapatkan jalan masuk khusus di surga kelak. Mereka akan masuk ke dalam surga melalui sebuah pintu yang hanya bisa dilewati oleh orang yang suka berpuasa.

Rasul bersabda,

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Di katakan : Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim).

Baca juga :

5. Mendapatkan ampunan

Puasa ayyamul bidh tak hanya memberikan pahala pada pelakunya, namun juga akan diampunkan segala dosanya. Hal ini sesuai dengan janji Allah dalam Al Quran,

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu’, dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” [A-Ahzab : 35]

6. Menjaga diri dari maksiat

Puasa ayyamul bidh juga akan melindungi kita dari perbuatan maksiat lainnya, terutama zina. Maka dari itu, bagi mereka yang belum menikah sangat dianjurkan untuk mengamalkan puasa sunnah ini sebagai pengontrol diri.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

يَامَعْشَرَالشَبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba’ah[3] hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa’ (pemutus syahwat) baginya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]

Baca juga :

7. Dijauhkan dari neraka

Puasa ayyamul bidh juga akan membuat kita jauh dari neraka. Hal ini dikarenakan puasa ayyamu bidh menjauhkan kita dari perbuatan dosa dan membuat kita mendapatkan pahala yang besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : “70 musim” yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]

Itulah beberapa fungsi dari puasa ayyamul bidh yang sangat baik dikerjakan secara rutin. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga kita termasuk orang yang mampu merutinkan sunnah Rasul yang satu ini dan berada di barisan orang sholeh. Aamiin.