Peristiwa Kehancuran Berhala Arab di Tanggal 20 Ramadhan

Sebelum Rasulullah salalalhu ‘alaihi wa sallam diturunkan Allah SWT di tanah Makkah,penduduk kala itu adalah penduduk yang kafir dan menyembah berhala, pecandu khamr dan pecinta zina. Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam diturunkan ke bumi sebagai pengobat akhlak manusia dan Rasul yang bertugas menyebarkan ajaran Islam.

ads

Itulah kenapa, setelah Rasulullah menerima wahyunya yang pertama, perlahan-lahan Islam mulai bangkit dan akhlak manusia mulai menjadi benar dan menjauhi yang mungkar. Tentu saja di segala macam prosesnya, banyak sekali hambatan yang terjadi dikarenakan beberapa manusia yang masih tidak menerima ajaran Islam yang dibawakan Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah yang diburu oleh kaum kafir Quraisy kala itu terpaksa harus hijrah ke madinah dan meninggalkan tanah kelahirannya Makkah dengan sedih. Bahkan sepeninggalnya paman Rasulullah tatkala itu, tambah memberikan kesedihan yang mendalam bagi Rasullullah salallahu ‘alaihi wa sallam.

Peristiwa 20 Ramadhan dan Pembebasan Kota Makkah

Kala terjadinya kehancuran berhala Arab di tanggal 20 Ramadhan, dan jauh setelah masa Rasulullah hijrah, posisi muslim sudah kuat. Rasulullah memimpin tentara muslim dari Madinah menuju Makkah untuk membebaskan kota tersebut dari cengkeraman kaum kafir Quraisy.

Upaya pembebasan ini terjadi dikarenakan Kaum Kafir Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah dengan menyerang Kabilah Kuza’ah (salah satu kabilah yang memutuskan membela Rasulullah dan tentara Islam) dengan sergapan di malam hari. Setelah pengkhianatan tersebut Amir bin Salim Al Khuza’i berangkat ke Madinah untuk mengabarkan kepada Rasulullah.

Itulah kenapa Rasulullah memutuskan untuk berangkat ke Makkah, memimpin kurang lebih 10.000 sahabat untuk melakukan pembebasan kota Makkah. Abu Sufyan, selaku pihak dari Kafir Quraisy awalnya dikirim untuk melakukan perundingan ulang kepada tentara muslimin, Namun sayang Rasulullah sudah terlanjur mengirim 10.000 pasukan dan sudah bersiap-siap mengepung Makkah.

Baca juga :

Abu Sufyan kala itu bertemu dengan Al-Abbas (salah seorang tokoh muslimin) dan kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah. Abu Sufyan paham kala dia melihat 10,000 pasukan yang dibawa Rasulullah, bahwa kaum Kafir Quraisy tidak akan bisa menang dalam peperangan yang akan terjadi.

Ketika Rasulullah dan Abu Sufyan berjumpa, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Celaka engkau Abu Sufyan, bukankah sudah tiba saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah? Bukankah sudah tiba saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?”

Detik itu juga Abu Sufyan langsung memeluk Islam dengan berucap dua kalimat Syahadat.

Penghancuran 360 Berhala yang Ada di Makkah

Pasukan muslimin tiba dengan gagah di kota Makkah, membagi 10.000 sahabat ke beberapa pleton, Rasulullau salallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pasukan untuk mengepung kota Makkah. Rasulullah masuk ke kota Makkah dengan penuh ketawadhu’an. Merendahkan dirinya di hadapan Allah karena telah memuliakan beliau dengan membebaskan kota Makkah.

Pasukan muslimin sudah berada di seluruh penjuru Mekkah. Tidak ada satupun pasukan kafir Quraisy yang bisa menghadang mereka. Rasulullah kemudian memerintahkan para sahabat untuk bergotong royong menghancurkan berhala-berhala sesembahan palsu yang tersebar di seluruh penjuru Mekkah.

Saat menghancurkan berhala-berhala tersebut, Rasulullah ikut turun tangan sembari membaca 2 Ayat Al Qur’an :

قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ

Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”. (Saba’: 49)

Baca juga :

Dan


وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-Isra: 81).

Total ada 360 berhala yang dihancurkan. Saat itu, di Ka’bah terdapat gambar dari Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq dalam keadaan sedang mengundi nasib dengan anak panah. Gambar-gambar itu diwarnai dengan za’faron (sejenis bunga). Rasulullah tidak mau masuk ke dalam Ka’abah sebelum gambar-gambar itu dikeluarkan.

Beliau bersabda,

“Semoga Allah memerangi mereka. Ibrahim tidak pernah mengundi nasibnya dengan anak panah.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain bakhan disebutkan juga terdapat gambar Maryam. Dan juga ditemukan patung merpati yang terbuat dari kayu. Rasulullah salalalhu ‘alaihi wa sallam  pun kemudian membuang benda benda syirik tersebut keluar Ka’bah. Setelah Ka’bah dibersihkan, beliau kemudian saalat dua rakaat di dalamnya.

Berhala Berhala Raksasa yang Dihancurkan Kaum Muslimin

Selain benda-benda seupa yang ditemukan di dalam Ka’bah, terdapat benda-benda besar yang berfungsi sebagai sesembahan orang-orang kafir. Beberapa dari benda tersebut adalah :

1. Berhala Al-Uzza

Al Uzza adalah pohon-pohon yang berdiri diantara Makkah dan Thaif, dikelilingi oleh bangunan dan ditutupi kelambu. Dijaga oleh seorang juru kunci. Penduduk mengira bahwa pohon ini bisa berbicara kepada Manusia, padahal syetan-syetan lah yang menggunakan pohon ini sebagai alat untuk menyesatkan manusia.

Rasulullah Mengutus Khalid bin Walid untuk menghanirkan Al Uzza. Khalin pun menebang pohon-pohon tersebut dan membunuh Jin wanita yang menyesatkan Manusia.

2. Berhala Manat

Manat merupakan sebuah batu besar yang disembah oleh penduduk Makkah dan Sekitarnya. Terletak diantara Makkah dan Madinah dan berdiri di sebuah tempat bernama Al-Musyalal, sebuah tempat di dekat Qudaid. Rasulullah mengutus Saad bin Zaid bersama dua puluh orang muslimin untuk menghancurkan batu besar tersebut.

Baca juga:


3. Berhala Al-Latta

Al-Latta merupakan berhala besar berwujud patung. Al-Latta sendiri dulunya merupakan seorang yang saleh yang sering menumbuk gandum, memasaknya dan memberikannya kepada jamaah Haji. Sayangnya saat dia wafat, dibangunlah rumah diatas makamnya, diberikan kelambu dan dijadikan sesembahan selain Allah.

Bahkan ada teras disekelilingnya yang dijaga oleh Juru kunci. Kelambu-kelambu yang mengelilingi berhala tersebut dibuat sedekimian rupa menyerupai bentuk Ka’Bah. Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu’bah lah yang diutus Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghancurkan berhala tersebut.

4. Berhala Suwa’

Berhala ini adalah berhala milik Huzail. Kala itu Amr bin Al-Ash lah yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk menghancurkannya. Berhala tersebut berdiri di Ruhath, daerah yang berada kurang lebih 3 Mil dari Makkah. Suwa dianggap sebagai tuhan perempuan oleh masyarakat Makkah.

Atas berhala-berhala diatas, merupakan beberapa diantara banyaknya berhala yang ada. Berhala-berhala besar tersebut merupakan berhala yang disebutkan dalam QS, An-Najm ayat 19-20 :

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ . وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْر

“Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?” (An-Najm: 19-20)

Begitu panjang perjuangan Kaum Muslimin dalam menegakan kebenaran. Upaya pembebasan Makkah tersebut merupakan satu dari sekian sejarah Islam yang tidak terlupakan, Pasalnya di hari itu 20 Ramadhan 8 Hijriyah, Makkah akhirnya terbebas dari segala macam dosa syirik yang telah dibudayakan dan dipelihara oleh kaum kafir Quraisy.

Sekian kisah dari peristiwa kehancuran berhala Arab di tanggal 20 Ramadhan semoga dapat menjadi penambah ilmu yang lebih baik dibanding hari kemarin. InsyaAllah

Hamsa,

, , ,




Post Date: Wednesday 22nd, May 2019 / 10:29 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah