Kisah Hidup Putra Rasulullah – Ibrahim, Abdullah dan Qasim

Banyak umat Muslim yang jarang mengetahui mengenai kehidupan Rasulullah. Salah satu hal yang jarang diketahui adalah mengenai kehidupan anak-anak Rasulullah saw. Enam dari tujuh anak Rasulullah sendiri lahir dari Khadijah. Hal inilah yang membuatnya semakin mencintai Khadijah. Rasul bersabda,

ads

قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)

Rasulullah juga memiliki seorang putra dari istrinya yang lain yang dinikahi setelah Khadijah wafat, yakni Ibrahim, putra dari Mariyah binti Syam’un. Namun dari semua anak Rasulullah, terdapat 3 anak laki-lakinya yang meninggal di usia yang masih sangat muda. Untuk lebih mengenali mereka putra Rasulullah, berikut ini adalah kisah hidup putra Rasulullah yang jarang diketahui:

Ibrahim bin Muhammad

Kisah hidup putra Rasulullah berikutnya adalah tentang Ibrahim bin Muhammad. Beliau merupakan putra Rasulullah yang lahir dari hasil pernikahan Mariyah binti Syam’un. Mariyah binti Syam’un atau Mariyah al Qibthiyah adalah seorang budak Kristen yang dihadiahkan oleh penguasa Mesir kepada Rasulullah saw. Mariyah memeluk Islam kemudian menikah dengan Rasulullah saw.

Baca juga:

Namun pernikahannya dengan Rasulullah menimbulkan kecemburuan pada istrinya yang lain, ditambah lagi kehamilannya setahun setelah ia dibawa ke Madinah oleh Rasulullah.

Bahkan Aisyah pun sangat mencemburuinya,
“Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu’man al-Anshari, lalu ia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, ia sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi ia tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi kami.” Di dalam riwayat lain dikatakan bahwa Aisyah berkata, “Allah memberinya anak, sementara kami tidak dikaruni anak seorang pun.”

Kecemburuan para istri juga semakin menjadi ketika terbongkarnya pertemuan Mariyah dengan Rasulullah di rumah Hafshah ketika Hafshah tidak ada di rumah. Kejadian ini membuat Rasul mengharamkan diri Mariyah atas dirinya. Namun lalu Allah menurunkan firman-Nya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِى مَرْضَاتَ أَزْوَٰجِكَ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (At-Tahrim 66:1)

قَدْ فَرَضَ ٱللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَٰنِكُمْ ۚ وَٱللَّهُ مَوْلَىٰكُمْ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.:” (At-Tahrim 66:2)


وَإِذْ أَسَرَّ ٱلنَّبِىُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَٰجِهِۦ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِۦ وَأَظْهَرَهُ ٱللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُۥ وَأَعْرَضَ عَنۢ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِۦ قَالَتْ مَنْ أَنۢبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِىَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْخَبِيرُ

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (At-Tahrim 66:3)

إِن تَتُوبَآ إِلَى ٱللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِن تَظَٰهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ مَوْلَىٰهُ وَجِبْرِيلُ وَصَٰلِحُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ

“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.” (At-Tahrim 66:4)

عَسَىٰ رَبُّهُۥٓ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُۥٓ أَزْوَٰجًا خَيْرًا مِّنكُنَّ مُسْلِمَٰتٍ مُّؤْمِنَٰتٍ قَٰنِتَٰتٍ تَٰٓئِبَٰتٍ عَٰبِدَٰتٍ سَٰٓئِحَٰتٍ ثَيِّبَٰتٍ وَأَبْكَارًا

“Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (At-Tahrim 66:5)

Meskipun pernikahan Mariyah dan Rasulullah menimbulkan kecemburuan, namun pernikahan mereka membuat Rasulullah bahagia dengan lahirnya Ibrahim. Nama Ibrahim sendiri diambil dari Nabi Ibrahim yang menjadi bapak dari tiga agama, Yahudi, Nasrani, dan Islam.

Baca juga:

Ibrahim merupakan putra bungsu Rasulullah. Ibrahim lahir pada tahun 8 Hijriah atau 630 Masehi di Madinah. Namun sayang, pada usianya yang menginjak 17 atau 18 bulan di tahun 10 Hijriyah, Ibrahim harus meninggal akibat sakit yang dideritanya.

Rasulullah begitu bersedih atas kepergian anaknya hingga ia berkata,

“إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري

Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).


Abdullah bin Muhammad

Abdullah bin Muhammad adalah putra Rasulullah yang lahir dari Khadijah. Abdullah bin Muhammad lahir setelah Bi’tsah, yakni setelah Rasulullah diangkat menjadi Rasul Allah. Abdullah mendapat panggilan Thayyib dan Thahir yang artinya mulia dan suci. Panggilan ini diberikan karena Abdullah lahir di masa kenabian Rasul.

Baca juga:

Namun sayang, Abdullah wafat dalam usia yang begitu muda ketika masih anak-anak. Ia meninggal di kota Mekkah di masa awal kenabian Rasulullah. Ketika Abdullah meninggal, ‘Ash bin Wail berkata:

“Muhammad sudah “Abtar” (Orang yang sudah terputus keturunannya) dan semua anak lelakinya meninggal.

Namun perkataannya ini dibantah lewat firman Allah SWT.

إِنَّ شانِئَکَ هُوَ الْأَبْتَ

Sesungguhnya musuh kamu sendiri yang tidak punya keturunan dan terputus keturunannya.” (Al Kautsar: 3)

Qasim bin Muhammad

Putra pertama Rasulullah adalah Qasim bin Muhammad. Qasim bin Muhammad adalah anak dari pernikahan Rasulullah dengan Khadijah. Qasim lahir di Mekkah sebelum Rasul diangkat menjadi Nabi. Qasim meninggal pada usia 2 tahun.

Nama Abul Qasim juga digunakan sebagai kunyah oleh Rasulullah saw. Kunyah adalah istilah yang digunakan oleh orang Arab sebagai pengganti nama asli. Biasanya diawali dengan Abu atau Ibnu untuk laki-laki dan Ummu untuk perempuan.

Itulah kisah hidup putra Rasulullah yang sangat singkat. Namun dengan ketegaran dan keimanan yang begitu kuat, Rasulullah saw mampu melewati ujian kesedihan dari Allah ini dengan baik. Semoga kita pun bisa selalu meneladani Rasulullah dalam kehidupan kita.

, ,




Post Date: Monday 25th, March 2019 / 19:18 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah