Mengenal Ruqayyah Putri Rasulullah – Wanita Dua Hijrah

Dalam sejarah Islam, kehidupan Rasulullah saw memang tidak bisa dipisahkan. Rasulullah adalah sosok teladan yang begitu mulia dalam Islam, begitu pula dengan putra putrinya. Salah satunya adalah Ruqayyah. Ruqayyah adalah putri kedua Rasulullah dari pernikahannya dengan Khadijah. Berikut kisah lebih lanjut untuk mengenal Ruqayyah putri Rasulullah.

ads

Mengenal Ruqayyah Putri Rasullah

Ruqayyah lahir pada saat Rasulullah berusia 33 tahun dimana Rasul belum mendapatkan kenabiannya. Ia lahir pada tahun 603 Masehi atau 20 tahun sebelum Hijriah. Ketika Ruqayyah belum genap berusia 10 tahun, Rasulullah menikahkan Ruqayyah dengan Utbah bin Abu Lahab. Namun pada saat Ruqayyah telah memeluk Islam, Utbah justru tidak mau memeluk Islam sebagaimana istrinya.

Namun terjadi suatu peristiwa yang mengubah kehidupan rumah tangga Ruqayyah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَصَعِدَ إِلَى الْجَبَلِ فَنَادَى يَا صَبَاحَاهْ فَاجْتَمَعَتْ إِلَيْهِ قُرَيْشٌ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ حَدَّثْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ مُصَبِّحُكُمْ أَوْ مُمَسِّيكُمْ أَكُنْتُمْ تُصَدِّقُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا تَبًّا لَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ إِلَى آخِرِهَا

“Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, “Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?”

Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih.” Akhirnya Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “TABBAT YADAA ABII LAHAB..” Hingga akhir ayat.”

(HR. Bukhari no. 4972 dan Muslim no. 208)

Baca Juga :

Akibat peristiwa ini, kemudian turun surat yang mencela tentang Abu Lahab, Allah berfirman,

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”

(QS. Al Lahab: 1-5)


Mendengar adanya surat tentang penghinaan pada Abu Lahab, Utbah pun diperintahkan oleh kedua orang tuanya untuk menceraikan Ruqayyah. Atas berkat izin Allah, Ruqayyah yang memang belum dicampuri oleh Utbah pun akhirnya berpisah dengan sang suami.

Pernikahan dengan Usman bin Affan

Mendengar berita perceraian Ruqayyah dengan Utbah membuat Usman bin Affan merasa sangat bahagia. Ternyata Usman telah lama menyimpan rasa suka pada Ruqayyah, hanya saja terhalang karena Ruqayyah terlanjur menikah dengan Utbah.

Begitu berita perceraian Ruqayyah terdengar, Usman bin Affan pun langsung mendatangi rumah Rasulullah dan meminta Ruqayyah sebagai istrinya. Keduanya pun segera dinikahkan Rasul. Usman bin Affan yang merupakan pria dari kalangan Quraisy terpandang menjadi pasangan yang sangat cocok dengan Ruqayyah yang cantik jelita.

Baca juga :

Ketika semakin banyak hinaan dan siksaan kaum kafir pada kaum Muslim, Rasul meminta Usman dan Ruqayyah hijrah ke daerah yang lebih aman yakni Habasyah.

Dalam sebuah riwayat Anas bin Malik disebutkan,

“Utsman bin Affan keluar besama istrinya, Ruqayyah, menuju negeri Habasyah. Lama Rasulullah SAW tidak mendengar dua kabar orang itu. Kemudian datang seorang wanita Quraisy berkata, ‘Wahai Muhammad, aku telah melihat menantumu bersama istrinya.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Bagaimanakah keadaan mereka ketika kau lihat?’


Wanita itu kemudian menjawab, ‘Dia telah membawa istrinya ke atas seekor keledai, sementara dia memegang kendalinya.’ Kemudian Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah SWT menemani mereka. Sesungguhnya Utsman adalah laki-laki pertama yang hijrah membawa istrinya, sesudah Luth AS.”

Selama berada di negeri tersebut, keduanya hidup dalam perlindungan penguasa sehingga bebas dari siksaan kaum kafir. Bahkan keduanya dikaruniai seorang putra yang diberi nama Abdullah bin Usman. Setelah mendengar berita bahwa penyiksaan terhadap Muslim mulai menghilang, keduanya kembali ke Mekah.

Baca juga :

Namun sayang, sekembalinya Ruqayyah, ia justru mendengar berita kematian ibunya, Khadijah. Dengan penuh ketenangan, Rasul menenangkan Ruqayyah. Ia pun kembali tenang dan menerima dengan ikhlas.

Tak berapa lama setelah mereka tinggal di Mekah, Rasul memerintahkan untuk hijrah ke Madinah. Ruqayyah pun membawa serta putranya. Sesampainya di Madinah, semua berjalan dengan baik hingga Abdullah bin Usman menderita demam tinggi di usianya yang keenam. Putra Ruqayyah pun akhirnya meninggal dunia, menyusul sang nenek yang terlebih dahulu pergi.

Mendapat berita menyedihkan tersebut membuat Ruqayyah menjadi sedih. Ia pun akhirnya jatuh sakit dan mengalami demam tinggi. Di saat itu pula seruan untuk perang Badar. Usman adalah orang pertama yang menjawab seruan tersebut, namun ia dilarang Rasul untuk ikut dan diperintahkan untuk menjaga Madinah dan istrinya.

Namun ketika Zaid bin Haritsah masuk ke Madinah menyampaikan kabar gembira tentang kemengan di Badar, saat itu pula kabar duka mengaduk suasana. Putri Rasulullah ﷺ dikabarkan wafat di sisi suaminya, Utsman bin Affan. (Ibnu Hibban dalam ats-Tsiqat, 2/144). Ruqayyah wafat pada usia 22 tahun dan dimakamkan di Baqi’ al-Gharqad, Madinah. Demikianlah sepenggal kisah untuk mengenal Ruqayyah Putri Rasulullah.

, ,




Post Date: Sunday 05th, May 2019 / 11:36 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah