Perbedaan Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah – Definisi, Asal Usul dan Perkembangannya

Ada perbedaan Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah yang perlu dipahami karena memiliki era dan pemerintahan yang berbeda. Pada masa itu juga Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah mengalami perkembangan dan terutama pada sastra. Berikut ini terdapat perbedaan pada masa Bani Ummayah dan Bani abbasiyah dari beberapa aspek.

ads

Definisi Bani Ummayah dan Abbasiyah

Bani Ummayah

Bani Ummayah merupakan pemerintahan islam yang pertama kali menggunakan pola dinasti atau kerajaan. Dinasti ini didirikan oleh Muawiyyah bin Abi Sufyan. Pada mulanya, ia adalah seorang gubernur di wilayah Damaskus, Suriah.

Bani Abbasiyah

Daulat Abbasiyah adalah daulat (negara) yang melanjutkan kekuasaan dari Daulat Ummayah. Sementara dinamakan bani abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas (Bani Abbas), paman Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :

Asal Usul Bani Ummayah dan Abbasiyah

Bani Ummayah

Masa dinasti Ummayah ini bermula ketika Muawiyyah dinobatkan sebagai khalifah di Illiya (Yerusalem) Pada tahun 660 M. Dengan penobatan tersebut, Damaskus, Ibu kota Suriah, berubah menjadi pusat pemerintahan agama islam. Kehidupan pada masa Bani Ummayah berbeda dengan kehidupan di masa Jahiliah.

Selain karena keyakinan beragama berubah, ilmu pengetahuan, sistem politik, dan ekonomi juga berubah. Pada saat yang sama juga puisi tumbuh dengan subur karena adanya perhatian besar para khalifah terhadap perkembangan kesusastraan

Bani Abbasiyah

Sementara yang menjadi perbedaan Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah adalah, pendiri Dinasti abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah Abu Abbas As Saffah. Sebelum Abbaws memeluk agama Islam, pernah membantu Nabi Muhammad Saw dalam peristiwa Baitul Aqabah kedua, kemudian Abu Abbas memeluk islam menjelang Fathul Makkah serta menampakkan kegigihannya membela islam dalam perperangan Hunaian.

Perkembangan Bani Ummayah dan Abbasiyah

Bani Ummayah

Pada masa dinasti Ummayah ini , kesusastraan kembali menjadi perhatian pemerintah. Pada masa itu jugalah didirikan sekolah – sekolah dan pusat studi yang terkait dengan bahasa dan kesusastraan Arab. Contohnya saja Basrah dan Kudah sekolah puisi provinsi yang dikepalai oleh Farazdaq dan al – Jarir. Selain perkembangan dari segi fasilitas, kesusastraan Arab masa Ummayah juga berkembang dari segi bentuk dan pemilihan diksi.

Baca juga :

Pada masa Bani Ummayah ini pula dapat dikatakan bahwa kesusastraan Arab mempunyai pengaruh penting bagi masyarakat Arab. Dan juga para penyair memiliki peran utama karena dianggap sangat penting. Di masa Dinasti Ummayah ini, penyair memiliki kedudukan penting didalam Masyarakatnya. Ziyad bin Abihi merupakan seorang sastrawan sekaligus panglima perang Bani ummayah.

Bani Abbasiyah

Untuk melihat perkembangan Bani Abbasiyah yang mendasari perbedaan Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah, maka telah terbagi menjadi beberapa periode :

A. PeriodeAwal/Masa keemasan (750-847)

Masa ini diawali sejak Abu Abbas menjadi Khalifah dan berlangsung selam satu abad hingga meninggalnya khalifah Al-Wasiq. Masa ini dianggap sebagai masa keemasan bagi Bani Abbasiyah. Masa keemasan ini antara lain karena keberhasilannya dalam memperluas wilayah kekuasaan. 

Salah Satu Karakteristik dari Bani Abbasiyah yang berbeda dengan Pemerintahan Dinasti Ummayah adalah menghilangnya Arabisme dalam pemerintahan. Hal ini menjadikan keragaman masyarakat faktor yang menguntungkan bagi kemajuan negara. Dengan hilangnya Arabisme dalam pemerintahan, unsur – unsur selain Arab mulai terlihat dalam sistem pemerintahan Bani Abbasiyah.


B. Periode Lanjutan (847-945)

Pada masa ini pemerintahan Bani Abbasiyah tidak efektif yaitu ketika pemerintahan hampir mayoritasnya dipegang oleh Bangsa Buwaihi dan Saljuk. Periode ini diawali dengan meninggalnya Khalifah Al-Wasiq dan berakhir kerika keluarga Buwaihi bangkit memerintah. Masa ini juga bisa ditandai dengan bangkitnya pengaruh negara Turki pada pemerintahan Abbasiyah.

Periode lanjutan ini orang – orang Turki memegang jabatan penting di pemerintahan, mereka semua juga dibawa oleh Khalifah Al-Mu’tasim dan bermukim di Baghdad. Periode ini juga ditandai dengan persaingan antara kekuatan militer di Baghdad dan di Samarra, bahkan antarkelompok dari masing masing kota.

Baca juga :

C. Periode Buwaihi (945-1055)

Periode ini dimulai dengan bangkitnya Bani Buwaihi hingga munculnya Bani Saljuk. Dimana kekuasaan Buwaihi menyebar sampai ke wilayah Irak dan Persia Barat. Pada ini Dinasti Buwaihi tetap cukup kuat dan berkuasa karena masih menguasai Baghdad yang merupakan pusat peradaban Islam saat itu berikut pusat kekuasaan kekhalifaham Abbasiyah.

Tema-Tema Syair yang Berkembang Era Bani Ummayah dan Bani AbbasiyahBani Ummayah

Bani Ummayah

1. Al-Madhu (Pujian)

Jika pada masa pra-Islam tema ini banyak dan pada masa permulaan Islam tema ini terbatas, maka pada aman Dinasti Umayyah, tema ini berkembang lagi. Al-Madhu sangat popular kala itu karena tema ini dimanfaatkan oleh para penyair untuk mendapatkan hadiah dari para khalifah.

Jika pada masa sebelumnya, tema ini hanya terbatas pada pujian – pujian terhadap tema kesetiaan, kemulian, dan keberanian. Maka, pada masa Bani Abbasiyah, pujian ini berkembang juga ke dalam aspek agama, sosial dan politik

2. Al-Hija (Satir)

Tema Al-Hija berisi tentang sistem politik dan gaya kehidupan sosial, baik yang memuat hal baik atau yang buruk. Perkembangan tema sangat pesat hinga memunculkan tema baru yang disebut Al-Naqa’aid

3. Al-Ghazal (Cinta)

Al-Ghazal merupakan syair yang bertema cinta. Tema ini mengalami perkembangan pada masa Bani Umayyah karena pada masa itu bermunculan kehidupan serba mewah di beberapa tempat. Tema Al-Ghazal dibagi menjadi dua yaitu Ghazal Udzri dan Ghazal Maksuf.

Ghazal Udri adalah puisi cinta bertema cinta platonic. Sedangkan Ghazal Maksuf adalah puisi cinta erotis. Syair ini juga terkadang menggambarkan keindahan tubuh wanita. Penyairnya yang terkenal adalah Umar bin Abi Rabi’ah

Baca juga :


Bani Abbasiyah

Tema-tema puisi (syair) pada era Abbasiyah mayoritasnya masih sama dengan era sebelumnya, tetapi muncul pula beberapa tema baru seperti zuhdiyyat (merujuk pada sikap zuhud para sufi)., khamriyyat (minuman keras), dan thardiyyat (perburuan).

Tema Fakhr yang ada pada era jahiliah dipergunakan pernyair untuk membanggakan suku dan kehormatan kelompoknya, di era ini tema yang sama digunakan untuk membanggakan diri, kehidupan dan perasaan penyair sendiri.

Tema Fakhr yang ada pada era jahiliah dipergunakan pernyair untuk membanggakan suku dan kehormatan kelompoknya, di era ini tema yang sama digunakan untuk membanggakan diri, kehidupan dan perasaan penyair sendiri.

Munculnya tema-tema baru dalam puisi, memisahkan para penyair era ini ke dalam dua kelompok. Bentuk puisi yang baru disebut dengan Syi’rut-tajdidi (puisi pembaruan), dengan tokoh tokohnya Abu Nawas (758-814M) sebagai pengusung khamriyyat dan Abu Al-Atahiyah (748-814M).

Ciri-ciri khutbah pada era ini adalah gaya penulisannya sederhana, kata-katanya mudah dimengerti, penggunaan kalimat –kalimat yang seimbang antara kalimat panjang dan pendek, kadang kala bersajak, banyak mengutip ayat-ayat al-quran atau puisi-puisi Arab yang bertemakan kata-kata bijak(hikmah), dipengaruhi pula oleh gaya penulisan baru yang berbeda dari sebelumnya, seperti pengungkapan yang santun dan halus.

Kesimpulan

Perbedaan Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah, adalah pada masa Bani Umayyah dikenal pula sebagai sastra Islam, karena mayoritas tema sastra dari berbagai genrenya didominasi tema – tema keislaman. Meski tema-tema era jahiliah juga masih ditemukan. Tetapi seringkali dengan cara penulisan dan pemaknaan yang berbeda. Dinasti Umayyah adalah tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam, karena pada masa inilah bentuk pemerintahan berganti, dari kekhalifaan menjadi monarki.

Sedangkan Bani abbasiyah adalah kelanjutan dari bani Ummayah. Salah Satu Karakteristik dari Bani Abbasiyah yang berbeda dengan Pemerintahan Dinasti Ummayah adalah menghilangnya Arabisme dalam pemerintahan. Pada masa bani abbasiyah untuk tema pada sastra mengalami perkembangan. Dan untuk perkembangan Bani Abbasiyah. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada salah kata oleh penulis. 

, ,




Post Date: Friday 19th, April 2019 / 20:15 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng