Perkembangan Islam – Sejarah dan Karakteristik Peradaban

Islam berkembang dari mulai masyarakat di Mekkah-Madinah hingga ke berbagai pelosok dunia. Persebaran islam tersebut bukan hanya dari aspek religiusitas dan nilai-nilai saja melainkan disertai perkembangan ilmu, teknologi, sosial, dan politik yang dihadapi di tiap zaman.

ads

Tentunya, zaman berbeda dan senantiasa terus berkembang. Islam pun turut berkembang karena nilai-nilai dasar islam tidak berubah sedangkan secara teknis pelaksanaan mengalami berbagai varian yang memicu dan memunculkan perbedaan.

Hal ini tentu bukan suatu masalah jika disikapi dengan bijak. Manusia memang serba kekurangan untuk bisa memahami segalanya secara sempurna. Untuk itu islam pun di tengah perkembangannya sangat banyak dinamika baik itu yang mengarah pada kemajuan, kesatuan, dan kekuatan atau malah sebaliknya.

Awal Mula Islam dan Perkembangannya

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT secara langsung. Nilai dasar islam adalah ketauhidan yang berarti menganut Tuhan yang Esa yaitu Allah SWT. Dalam sejarah agama Islam, ia tidak mengenal Tuhan lebih dari satu begitupun kepercayaan yang menganggap Tuhan adalah berbentuk material.

Melihat sejarah Islam dunia, sebetulnya islam adalah ajaran yang telah dibawa Nabi-Nabi terdahulu, karena sejak dahulu mulai zaman Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW, penyembahan terhadap Allah sudah diperintahkan dan diturunkan. Untuk itu substansi islam adalah ketauhidan. Seluruh perintahnya adalah berasal dari Allah SWT.

Islam yang berarti aslama atau keselamatan merupakan ajaran yang mengajak pada manusia agar selamat dalam hidupnya. Begitupun sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah senantiasa berdakwah dan mengajak umat manusia untuk mengikuti jalan yang benar yaitu jalan Islam. Jalan islam adalah jalan yang mengarah kepada perbaikan masyarakat, mengarah pada pemecahan masalah, dan keselamatan dunia juga akhirat.

Pada awalnya islam hanya ada di kota Mekkah dan Madinah yang diawalli oleh Nabi dan Para Sahabat seperti Istrinya (Khadijah binti Khuwalid), Umar, Abu Bakar, Ustman, Ali, dan sahabat-sahabat lainnya yang mengawali masuk islam. Sekian lama Muhammad berdakwah, melakukan perjuangan di kota tersebut selama kurang lebih 23 tahun (13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah), bersebaranlah islam di muka bumi lewat para sahabat –sahabat, walaupun rasul sudah tiada.

Perjuangan Rasulullah menyebarkan dan menegakkan islam bukanlah tanpa hambatan besar mulai dari kekejaman musuh-musuhnya yang ingin membunuh, kebencian kaum-kaum munafik, tantangan fisik, tantangan dari internal umat islam yang memiliki kepentingan politik, dan lain sebagainya. Untuk itu, wajar jika Rasulullah dikatakan sebagai orang nomor 1 di dunia karena kegigihan, kecerdasan, dan kemampuannya untuk bisa mengubah kondisi masyarakat yang ada di dunia.

Di masa tersebut banyak yang dapat dilakukan oleh Rasulullah SAW. Diantaranya adalah :

  • Mengenalkan Tuhan dan Pencipta yang benar
  • Mengangkat derajat kaum yang lemah atau tertindas seperti budak, wanita, dan orang-orang kaum fakir/miskin
  • Mengenalkan dan mengajak menggunakan akal pikiran yang benar (Rasional) agar tidak terbelenggu kebodohan
  • Mengenalkan konsep-konsep keseimbangan dan keadilan dalam berbagai sektor masyarakat di bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, Seni, Politik, dsb.

Dari kisah teladan nabi Muhammad, Rasulullah SAW, mampu menyebarkan islam hanya dengan berawal dari 20 orang kurang namun hingga bersebaran ke dunia hingga berratus tahun lamanya.

Karakteristik Peradaban Perkembangan Islam

Dalam perkembangannya islam selalu mengenal 4 hal yang menjadi karakteristik dalam perkembangan peradabannya. Jika dalam perkembangannya tidak mengenal hal-hal berikut, dapat dipastikan bahwa itu bukanlah islam yang sebenar-benarnya.

  1. Universalitas

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS As Saba : 28)

Rasulullah SAW tidak diturunkan hanya untuk kalangan atau kaum tertentu saja melainkan kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi, sebagaimana disampaikan oleh ayat diatas. Untuk itu, fungsi agama islam adalah ajaran yang sifatnya universal bukan ajaran lokal atau yang hanya bisa diakui oleh umat tertentu saja. Maka itu islam dalam perkembangannya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Untuk itu, bisa diterapkan secara prinsip oleh siapapun.

Hal ini sebagaimana pula bahwa islam tidak mengenal suku, bangsa, atau warna kulit dalam hal kebenaran, kemuliaan dan ketaqwaan.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujurat : 13)

Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa islam adalah agama yang universal dengan menyampaikan kebenaran, keadilan, kebaikan, dan persamaan seluruh manusia tanpa melihat hal-hal fisik yang ada. Karena itu, peradaban islam adalah risalah universal yang dapat menyatukan seluruh umat manusia dan membawakan manfaat toleransi antar umat beragama, tanpa harus mengurangi penerapan islam dengan seluas-luasnya.

  1. Tauhid

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS Al Ikhlas : 1-4)

Substansi ajaran islam Tauhid, yaitu Tuhan yang satu. Sebagaimanapun zaman dan waktu berganti, ajaran ini dalam perkembangan islam tidak akan berubah. Tauhid adalah prinsip dasar yang harus dipegang dan menjadi dasar dalam kehidupan umat manusia. Ada sangat banyak manfaat beriman kepada Allah SWT  jika manusia mau merenunginya. Tentunya dijauhkan dari segala kesesatan hidup yang berlandas hawa nafsu manusia semata.

Masyarakat yang menyembah kepada selain Allah akan terkena dampak yang buruk dan kebodohan yang turun temurun. Bagaimana mungkin batu, manusia, alam, jin dapat menjadi sesembahan manusia, padahal itu semuanya adalah ciptaan bukanlah Yang Menciptakan. Untuk itu Tauhid tercermin dalam rukun iman dan rukun islam sebagai bentuk aplikasi dari ketauhidan seorang manusia.

Hal-hal Tauhid ini adalah sebagaimana prinsip berikut :

  • Tidak menuhankan seorang hakim manusia, karena hanya Allah yang memberikan aturan secara prinsip dan mendasar
  • Tidak ada perbedaan derajat antar manusia, karena semua sama, yang membedakan hanyalah ketaqwaan terhadap Allah, dan Allah lah yang paling mampu untuk menilai
  • Meniadakan sekutu selain Allah
  • Penggambaran yang benar tentang sang pencipta dan alam semesta serta Hari Hisab.

Untuk itulah ketauhidan merupakan kekhususan dari perkembangan peradaban islam yang tidak bisa untuk dirubah. Nilai inilah yang turut memberikan sumbangsih dalam menyamakan manusia dan memerdekakannya dari para triani dan menghadapakannya kepada Allah saja yang menciptakan alam semesta dan arah perjalanannya.

  1. Seimbang dan Moderat

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu . Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. “ (QS Ar Rahman : 7-9)

Keadilan dan moderat (wasathon) merupakan karakteristik peradaban islam yakni moderat dan adil antara dua sudut yang saling berhubungan, memberikan fungsinya, dan menjaganya satu sama lain agar tidak saling bertabrakan.

Setiap ilmu islam bertujuan untuk kemaslahatan manusia, menegakkan keselamatan dengan kewajiban sebagai khalifah di bumi ini, dalam berbagai bidang baik yang berhubungan dengan syariat atau kehidupan secara umum. Untuk itu sangat banyak sumbangsih dan kreativitas umat muslimin dalam berbagai bidang ilmu kehidupan.

Sikap Tawazun (seimbang) yang dimaksud adalah berhubungan dengan hak dan kewajiban antara pribadi dan masyarakat. Tujuannya agar terwujud kesimbangan antara kepentingan pribadi dan kemaslahatan umat. Maka manusia tidak hidup sendiri terpisah dari masyarakat. Namun ia harus hidup bersama di dalam wilayah suatu komunitas. Dengan demikiran ia bisa saling memberikan manfaat dan maslahat serta mewujudkan hubungan yang baik. Dari ikatan itulah lahir hak dan kewajiban yang diatur oleh syariat islam.

Untuk menjaga keseimbangan dan keadilan lah, tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT di muka bumi. Hakikat penciptaan manusia sesungguhnya adalah menjaga apa yang telah Allah berikan untuk dioptimalkan oleh kita, bukan justru merusak keseimbangan tersebut.

  1. Sentuhan Akhlak

Keunggulan akhlak peradaban islam adalah sisi kemanusiaannya. Manusia berwatak keras di sudut terdalamnya. Ia diperintah untuk mensucikan demi menjamin persaudaraan dan kemuliaan serta kemaslahatan yang ada di peradaban. Untuk itu, akhlak dalam islam bukan hanya berdasar atas akhlak terhadap Allah SWT saja, melainkan sesama manusia (Habbluminannas).

Islam sangat memuliakan manusia menjaga toleransi dan tidak hendak merusak atau memecah belah manusia menjadi permusuhan. Akhlak dalam sudut pandang islam adalah bagaimana manusia menempatkan seseorang atau masalah berdasarkan hak dan kewajibannya, status dan kedudukannya, serta dampak-dampak yang menyertainya.

Allah telah telah memberikan kemuliaan pada setiap manusia secara sama rata. Tubuh manusia adalah sama sejak diciptakan oleh Allah. Perbedaannya hanya dipada perbedaan wujudnya saja. Kemuliaan ini diberikan Allah kepada manusia bukan pada makhluk lainnya. Hal ini merupakan anugerah dari Allah kepada manusia yang berupa kemuliaan akal, kebebasan kehendak, hak-hal dalam keamanan, harta, dan keturunannya yang harus dioptimalkan dan dijaga.


Untuk itu tidak ada perbedaan antara wanita dan laki-laki, selain dari akhlaknya. Kedudukan wanita dalam islam sama seperti laki-laki. Begitupun dengan peran wanita dalam islam. Tentu hanya akhlak dan ketaqwaan yang membedakannya dihadapan Allah SWT. Begitu adil dan mulianya akhlak islam.

Untuk itu sebagai manusia khususnya umat muslim hendaknya senantiasa mencari tahu cara meningkatkan akhlak agar tidak terjebak pada akhlak yang merusak, justru mencari dan membentuk akhlak yang membangun.

Kondisi Umat Islam Hari Ini

Islam diturunkan untuk membawa kejayaan dan kesematan umat manusia. Namun, yang terjadi hari ini tidak terlihat banyak wajah islam yang teduh dan begitu menentramkan. Tentunya ini adalah PR bersama bagi seluruh umat muslim di dunia untuk mengembalikan wajah islam yang kini penuh dengan noda terorisme, kekerasan, ashobiyah, fundamentalis, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan itu bukanlah ciri-ciri akhir zaman yang akan membuat islam semakin terpuruk kedepannya.

, , , , ,




Post Date: Tuesday 16th, August 2016 / 05:06 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah