Perkembangan Islam Abad Pertengahan

Sejarah islam dunia selalu memiliki hikmah dan kisah yang menginspirasi bagi umat islam di masa-masa selanjutnya. Sejarah Yahudi pun turut andil dalam perkembangan dan kemunduran islam di dunia. Sudah sepatutnya sejarah islam menjadi bagian dari pendidikan islam. Hal ini dikarenakan hakikat pendidikan islam dan filsafat pendidikan islam banyak dipengaruhi oleh sejarah islam di masa lalu sebagai pembentuknya. Apalagi, di masa kini tengah berkembang paham bahaya islam liberal yang merusak filsafat dan epistemologi islam.

Masa perkembangan islam abad pertengahan dimulai dari tahun 1250-1800 M. Di zaman ini islam mengalami dua fase yang bertentangan yaitu sebagai fase kemajuan dan sekaligus fase kemunduran. Fase yang saling bertentangan, namun sangat mempengaruhi perkembangan islam di masa-masa yang selanjutnya.

Dinasti Abbasiyah di abad pertengahan, dianggap sebagai puncak peradaban islam yang menghantarkan islam meraih golden age dan menghasilkan berbagai karya yang mengubah pandangan dunia. Akan tetapi, pasca kehancuran dinasti Abbasiyah, islam pun mengalami kemundurandalam banyak hal, terutama disebabkan masalah sosial politik.

Setelah mundurnya Dinasti Abbasiyah, muncul dinasti-dinasti lainnya seperti Dinasti Usmaniyah di Turki, Safawiah di Persia, dan Mughal di India. Di mulai tahun 1500 M hingga 1800 M kerajaan-kerajaan tersebut menemukan kejayaannya masing-masing. Namun, tidak lama setelah masa kejayaannya mereka mengalami kemunduran dan akhirnya mengalami kehancuran. Adanya kemajuan pada tiga kerajaan tersebut banyak dipengaruhi atau diwariskan oleh kemajuan di masa periode Dinasti Abbasiyah yang konsen pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerajaan Islam Turki Ustmani

Kerajaan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan islam di abad ini adalah terdapat di Kerajaan Islam Turki Ustmani.

Kerajaan ustmani adalah salah satu kerajaan islam yang didirikan oleh bangsa Turki dari Kabilah Oghuz yang berada dalam wilayah Mongol dan daerah utara negeri China yang bernama Usmani atau Usmani Idan. Mereka memploklamirkan diri sebagai Raja besar keluarga Usman pada tahun 1300 M (699 H). Kerajaan ini selanjutnya memperluas wilayah kekuasaannya ke benua Eropa dan menyerang daerah Byzantium (Kota Boressa, 1317 M) setelah tahun 1326 dijadikan sebagai Ibukota Negara.

Di masa kerajaan Orkhan, kerajaan usmani menaklukkan amir pada tahun 1327 M, Tahawasyanly, tahun 1330 M, uskandar tahun 1338 M, Ankara 1354 M, dan Galipoli tahun 1356 M. Wilayah tersebut adalah bagian benua Eropa yang ditaklukkan Kerajaan Usmani.

Dalam beberapa abd, kerajaan Usmani, dalam beberapa abad, dipandang sebagai negara yang kuat terutama dalam sektor militer. Kemajuan kerajaan usmani adalah banyak dalam bidang pemerintahan dan kemiliteran, ilmu pengetahuan dan budaya, pembanguan masjid-masjid, sekolah, rumah sakit, gedung, jembatan, saluran air, pemandian umum, dan agama yang didominasi oleh fatwa atau pemikiran ulama dan menjadi hukum yang berlaku.

Di masa pemerintahan Sultan Al Qanuni, kerajaan usmani mengalami masa kemunduran yang dipengaruhi oleh beberapa problem. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Keheterogenan Penduduk Turki
  • Tidak dapat menguasai wilayah yang luas
  • Lemahnya kepemimpinan
  • Lemahnya moral pada masyarakat islam
  • Krisis ekonomi
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi yang kurang berkembang sebagaimana sebelumnya

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pada Abad Pertengahan

Di beberapa wilayah kekuasaan islam di abad pertengahan dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan mengalami perkembangan. Salah satunya di masa Kerajaan Mongol yang banyak dibangun sekolah-sekolah yang banyak mengajarkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, filsafat, logika, geomoteri, sejarah, geografi, matermatika, dan politik.

Di wilayah mesir, banyak terjadi perkembangan ilmu pengetahuan seperti sejarah, astronomi, matematik, dan ilmu-ilmu agama yang luas. Dalam sejarah tercatat, terdapat nama-nama besar seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Taghribardi.

Di dalam bidang astronomi dikenal nama Nasir Al dan Al Tusi. Di bidang matematika Abu Faraj Al’Ibry. Bidang kedokteran : Abu Al Hasan, Ali Al Nafis yaitu penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia. Dalam budang ophtamologi dikenal nama salah Salaahuddin bin Yusuf yang terkenal juga Ibnu Taimiyah yang terkenal dalam bidang keagamaan.

Pada masa pemerintahan Mamud Ghazan yang merupakan raja ketujuh Dinasti Ilkhania membangun perguruan tinggi untuk mahdzab ulama Syafii dan Hanafi, perpustakaan besar, observatorium, dan gedung-gedung lainnya yang memiliki fungsi besar untuk ummat saat itu.

Di masa Kerajaan Syafawi, Ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembanga besar, diantaranya adalah ilmuwan-ilmuwan sebagai berikut :

  • Baha Al Din Al Syaerazi adalah Generalis ilmu pengetahuan
  • Sadar Al Din Al Syaerazi seorang Filosof
  • Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damad seorang Filosof, sejarah, teolog, dan observer lebah

Pada abad pertengahan juga terdapat cendekiawan muslim seperti An Nuwairy, Ibnu Fadlullah, dan Jalaluddin As Suuyuti yang berhasil membuat buku yang berjudul Mausu’at yang berisi tentang sekumpulan berbagai ilmu pengetahuan.

Dalam hal keagamaan, di Abad pertengahan terdapat berbagai karya yang dibuat oleh ulama-ulama india berupa kitab yang memuat tentang kumpulan fatwa dari Mazhab Hanafi. Buku ini dibuat atas permintaan Sultan Abu Al Muzaffar Muhyidin yang dikenal dengan sebutuan Kitab Al Alfatwa Al Alamgariyah.

Ulama besar lainnya ada di Mesir saat pemerintahan Mamluk. Terdapat ulama-ulama besar seperti Ibnu Hajar Al Asqalani, Ibnu Khuldun, Ibnu Hajar, dsb. Ibnu Hajar memiliki karya buku dengan judul Fath Al Baru fi Syarh Al Bukhari. Sedangkan Ibnu Khaldun adalah sejarawan dan ahli sosiologi islam.

Ulama besar lainnya di abad pertengahan seperti Ibnu Katsir, Imam Nawawi, dan Jalaluddin Al Mahali beserta Jalaluddin Assuyuti. Semuanya adalah ulama tersohor dari Abad pertengahan yang terkenal dan karyanya sangat digunakan hingga asaat ini.

Perkembangan Kebudayaan Islam

Perkembangan kebudayaan islam di abad pertengahan muncul beberapa diantaranya adalah terlihat dari beberapa bangunan dan arsitektur yang dibangun disana seperti, Masjid Al Muhamadi, Masjid Agung Sulaiman, Masjid Abi Ayyub Al Ansari disertai dengan kaligrafi dan ukiran yang indah. 235 bangunan oun dibangun dan diatur oleh Sinan yang merupakan seorang arsitek dari Anatolia di Masa Kerajaan Usmani.

Adapun di abad pertengahan muncul nama-nama sastrawan yang hidup dan berakrya di masanya, diantaranya adalah :

  • Fuzuli dengan karya yang berjudul Shikeyetname atau pengasuan, tinggal di Irak
  • Jalaluddin Ar Rumiyang, yang membuat puisi 33.000 bair dan dibuat dalam waktu 10 tahun
  • Sa’adi Syuraj dari Persia, dengan karya Bustan dan Kebun
  • Fariduddin Al Attar, dengan karyanya Mantiq At Tair atau Musyawarah Bunga
  • Hamzah Fansuri, Nuruddin Ara Raininir, dan Syamsudin Pasari, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang

Hikmah dari Perkembangan Islam Abad Pertengahan

Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari perkebangan islam di abad pertengahan. Hal ini untuk menjadikan kita belajar dari sejarah di masa lalu dan meperbaiki kesalahan atau kekurangannya di masa yang akan datang.

  1. Pengunaan Akal dan Ilmu Pengetahuan

Penggunaan akal dan ilmu pengetahuan sangat dibuka dan didukung. Untuk itu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang. Tidak dibatasi oleh ilmu apapun, namun ilmu yang bermanfaat dan menunjang hingga hari ini bisa kita dapatkan dari banyak sumbangsih dari ulama di Abad Pertengahan.

Islam dan ilmu pengetahuan adalah satu kesatuan. Contohnya saja bagaimana tentang proses penciptaan manusia dalam Al-Quran tidak bertentangan dengan Ilmu Biologi. Padahal, ilmu biologi baru lahir jauh setelah Al-Quran turun. Tentu membuktikan bahwa islam bukan agama yang jauh dari kebenaran ilmu.

Kemajuan suatu ummat atau bangsa tidak akan terjadi tanpa adanya keluluasan akal dan ilmu pengetahuan yang digunakan dan dikembangkan. Tujuan hidup menurut islam manusia adalah sebagai khalifah fil ard. Konsep manusia dalam islam dan hakikat manusia menurut islam adalah untuk mengabdi dan membangun bumi-nya dengan sebai-baik kondisi. Tanpa penggunaan akal dan ilmu pengetahuan maka hal ini sulit untuk dilakukan.

  1. Dukungan Pemimpin di Masa Tersebut

Adanya dukungan pemimpin di masa tersebut membuat islam dan perkembangan pengetahuan bisa berkembang sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Untuk itu, sangat penting adanya elaborasi antara pemimpin dan hubungan yang baik dengan masyarakat untuk menghasilkan karya-karya spekakuler yang luar biasa besar.

  1. Masalah Sosial dan Politik

Masalah sosial dan politik tentunya adalah hal yang mengahcnrukan atau memudarkan kejayaan islam di masa tersebut lembat waktu demi waktu. Adanya berbagai kepentingan golongan, kerajaan, dan friksi-friksi yang terjadi di masyarakat membuat akhirnya kemunduruan islam terjadi. Hikmah besar adalah kepentingan islam adalah kepentingan bersama dan universal. Adanya kerajaan dan kepentingan perseorangan atau kelompok bukanlah di atas segalanya melainkan hal yang harus di nomer duakan.

Di masa kini islam tengah berkembang sebagaimana ada Perkembangan Islam di Inggris, Islam di Amerika, dan terdapat banyak kisah Mualaf yang lahir disana. Untuk itu perkembangan islam di abad kapanpun dan di daerah manapun hendaknya masuk dalam tujuan pendidikan islam, agar umat islam mengenal sejarahnya lebih mendalam dan mengambil hikmah yang sebanyak-banyaknya.