Sejarah Kebangkitan Islam di Turki

Sejarah Islam memang selalu menarik untuk diikuti. Kejayaan Islam di masa lampau menjadi bukti bahwa Islam selalu membawa kemakmuran dan kejayaan bagi setiap negara yang menganut syariat Islam. Salah satunya adalah Sejarah kebangkitan Islam di Turki.

ads

Salah satu bukti kemajuan Islam dalam sebuah negara adalah Turki. Periode bangkitnya keislaman di Turki terbagi dalam beberapa periode.

  1. Periode pertama berlangsung mulai tahun 1299 hingga 1402. Periode ini merupakan periode mulai berdirinya kerajaan, ekspansi pertama hingga kehancuran sementara oleh serangan timur yaitu dari pemerintahan Usman I sampai pemerintahan Bayazid.
  2. Periode kedua berlangsung mulai tahun 1402 hingga 1566 dan ditandai dengan restorasi kerajaan serta cepatnya pertumbuhan sampai ekspansinya yang terbesar. Periode ini berlangsung dari masa Muhammad I sampai Sulaiman I.
  3. Periode ketiga berlangsung mulai tahun 1566 hingga 1699. Periode ini ditandai dengan kemampuan Usmani untuk mempertahankan wilayahnya hingga lepasnya Honggaria. Namun sayangnya, kemunduran segera terjadi dari masa pemerintahan Salim II sampai Mustafa II.
  4. Periode keempat berlangsung mulai tahun 1699 hingga 1838. Periode ini ditandai degan berangsur-angsur surutnya kekuatan kerajaan dan pecahnya wilayah yang berada di bawah para penguasa wilayah. Periode ini berlangsung dari masa pemerintahan Ahmad III sampai Mahmud II.
  5. Periode kelima berlangsung mulai tahun 1839 hingga 1922. Pada periode ini ditandai dengan kebangkitan dari kultural dan administrasi negara yang berada di bawah pengaruh ide-ide Barat, dari masa pemerintahan Sultan A. Majid I sampai A Majid II.

Kejayaan Kesultanan Usmani

Kebangkitan Islam di Turki tak lepas dari kesuksesan Kesultanan Usmani dalam memperluas wilayahnya. Pada mulanya perluasan wilayah dilakukan mulai dari Anatolia bahkan wilayah Eropa seperti Adrianopel, Macedonia, Bulgaria, Serbia, Bosnia, Herzik dan lain-lain.

Baca juga:

Meskipun terdapat beberapa daerah yang terpisah dari Turki akibat beberapa serangan, namun Muhammad l dan Murad II berhasil mengembalikan daerah yang melepaskan diri tersebut.

Dalam sejarah kebangkitan Islam di Turki, puncak kejayaan Kesultanan Usmani berada pada masa Muhammad II atau lebih dikenal dengan nama Muhammad Al Fatih. Keberhasilan terbesar dari Muhammad Al Fatih pada tahun 857 H/1453 M kala itu adalah tumbangnya Konstantinopel di tangan Turki.

Konstantinopel adalah ibukota dari Kerajaan Byzantium, yang dipimpin oleh Kaisar Constantinus IX. Konstantinopel telah lama ingin ditaklukkan. Mulai dari masa Umawiyah, Abbasiyah, hingga kakek dan ayah Al Fatih pun tidak mampu menaklukkan wilayah itu.

Baca juga:

Mengapa Kesultanan Usmani sangat ingin menguasai Konstantinopel?

Hal ini dikarenakan terdapat dalil yang mengatakan tentang jihad di Konstantinopel.


Dari Abu Qobil, ia berkata:

كنا عند عبدِ اللهِ بنِ عمرو بنِ العاصِ ، و سُئِلَ أيُّ المدينتيْنِ تُفتحُ أولًاالقسطنطينيةُ أو روميَّةُ ؟ فدعا عبدُ اللهِ بصندوقٍ له حِلَقٌ ، قال : فأخرج منه كتابًا قال : فقال عبدُ اللهِ : بينما نحنُ حولَ رسولِ اللهِ نكتبُ ، إذ سُئِلَ رسولُ اللهِ : أىُّ المدينتيْنِ تُفتحُ أولًا القسطنطينيةُ أو روميَّةُ ؟ فقال رسولُ اللهِ : مدينةُ هرقلَ تُفتحُ أولًا : يعني قسطنطينيةَ

Kami berada di sisi Abdullah bin Amr bin Ash dan beliau ditanya tentang mana kota yang dibuka terlebih dahulu, apakah Konstantinopel ataukah Romawi? Maka beliau meminta untuk diambilkan sebuah kotak, lalu beliau mengeluarkan sebuah kitab lalu berkata: ‘Berkata Abdullah bin Mas’ud: Tatkala kami bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk menulis, tiba-tiba beliau ditanya: Manakah kota yang terlebih dahulu dibuka, apakah Konstantinopel ataukah Romawi?’. Maka beliau menjawab: ‘Yang dibuka terlebih dahulu adalah kota Heraklius’. Yaitu Konstantinopel“.

Dalam sejarah kebangkitan Islam di Turki, tepat pada tanggal 6 April 1453 M, pasukan Turki Usmani berjumlah sekitar 250.000 mengepung kota Konstantinopel, Selama 53 hari kota itu digempur dengan meriam-meriam yang dipimpin langsung oleh Muhammad Al Fatih. Mendapatkan serangan selama sebulan lebih, maka hancurlah benteng-benteng pertahanan Konstantinopel.

Akhirnya pada tanggal 29 Mei 1453 M, Konstantinopel menyerah. Tak hanya mendapatkan Konstantinopel, Kaisar Constantinus IX pun tewas terbunuh. Sejak saat itu, Sultan mengubah namanya menjadi Istanbul dan menjadikannya sebagai ibukota Kerajaan Turki Usmani. Setelah itu, penaklukkan berlanjut ke Athena, Mora, Trabzun, Bosnia, pulau Aga Karman, pulau Venezia, Kroasia, Sekudra, dan Toronta.

Sejak takluknya Konstantinopel, Kesultanan Usmani pun semakin berjaya dalam memperluas wilayahnya, begitu pula dengan kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Islam pun semakin disegani oleh dunia.


Baca juga:

Meskipun sempat mengalami kemunduran, terutama pada masa perubahan kerajaan menjadi negara sekuler hingga terjadinya krisis besar pada tahun 1997, Turki tetap mampu mempertahankan kejayaan Islam hingga detik ini.

Kejayaan Islam di Turki Saat Ini

Sempat mengalami keterpurukan, Turki kembali bangkit sebagai negara yang membawa kejayaan Islam. Bangkitnya kejayaan Islam di Turki saat ini tak terlepas dari peran Recep Tayyip Erdogan yang terpilih sebagai Presiden Turki.

Erdogan yang terpilih ketika Turki dalam keterpurukan langsung melakukan banyak perubahan. Dimulai dengan membenahi fasilitas publik, memberantas korupsi, hingga memperbaiki mata uang agar kembali kuat.

Sejak kepemimpinan Erdogan, Turki semakin berkembang pesat. Islam di Turki juga kembali bangkit sehingga Turki semakin dikenal namanya sebagai negara Islam paling maju.

Baca juga:

Demikianlah Sejarah kebangkitan Islam di Turki. Sebagai negara dengan jumlah Muslim yang paling banyak di dunia, sudah seharusnya Indonesia juga mengikuti jejak Turki yang semakin berkembang namun tetap mempertahankan keIslamannya. Maka sudah menjadi tugas kita sebagai seorang muslim untuk menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kita.

, ,




Post Date: Monday 25th, February 2019 / 04:32 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah