Sejarah Kisah Cinta di Balik Taj Mahal

Siapa yang tak kenal dengan Taj Mahal? Ikon wisata dari India ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Taj Mahal terkenal karena desain bangunannya yang begitu megah. Bukan hanya karena keindahan bangunannya saja, tapi juga kisah di balik pembangunan Taj Mahal yang terkenal ini juga memberikan magnet yang begitu besar bagi banyak orang untuk mengunjunginya. Salah satunya adalah sejarah kisah cinta di balik Taj Mahal ini.

ads

Kisah cinta yang ada di balik pembangunan istana yang super mewah ini membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasakan betapa kuat ikatan cinta di dalamnya. Bangunan yang terletak di Agra, negara bagian Uttar-Pradesh, India, 200 kilometer dari New Delhi ini memerlukan waktu selama 20 tahun untuk proses pembangunannya. Berikut sepenggal cerita tentang sejarah kisah cinta di balik Taj Mahal.

Shah Jahan, si Raja Dunia

Taj Mahal dibangun karena begitu besarnya rasa sayang Raja Shah Jahan atau Sultan Jehan kepada istri ketiganya, Arjumand yang biasa dipanggilnya dengan sebutan Mumtaz Mahal atau istana pilihan. Shah Jahan adalah raja yang berasal dari Dinasti Mogul yang lahir pada tanggal 5 Januari 1592. Shah Jahan sendiri memiliki arti ‘Raja Dunia’.

Baca juga:

Shah Jahan adalah raja yang sangat cerdik dalam strategi perang sejak ia kecil sehingga ayahnya begitu percaya bahwa Shah Jahan aken menjadi raja yang tangguh dan paling kuat di India. Tak hanya jago dalam perang, Shah Jahan juga sangat dikenal sebagai raja yang memiliki kemampuan membangun yang menakjubkan.

Ia merupakan raja yang terlibat langsung dalam pembangunan Red Fort di Delhi, Jama Masjid Delhi, Bagian dari Agra Fort, Masjid Wazir Khan dan Masjid Moti di Lahore, Pakistan. Kemampuannya dalam memimpin di segala bidang inilah yang membuatnya menjadi raja terkuat di India.

Pertemuan dengan Sang Pujaan Hati

Pertemuan pertama Shah Jahan dengan Mumtaz Mahal adalah ketika ia berusia 15 tahun dan Mumtaz Mahal berusia 14 tahun. Mumtaz Mahal atau Arjumand Banu Begum adalah cucu dari seorang bangsawan Persia. Keduanya dijodohkan dalam sebuah ritual pada tahun 1607.


Pada tahun 1612, keduanya pun menikah. Meskipun Mumtaz Mahal adalah istri ketiga, namun Shah Jahan justru mencurahkan segala cinta dan kasih sayangnya hanya pada Mumtas Mahal. Bagi Shah Jahan, hubungannya dengan istri lainnya hanyalah sekedar hubungan pernikahan saja, tidak ada keterikatan batin yang ia rasakan sama sekali.

Mumtaz Mahal adalah seorang wanita yang sangat terkenal dengan kecantikannya. Ia juga seorang pecatur yang sangat hebat, bahkan kehebatannya dalam memainkan catur melebihi kemampuan dari suaminya sendiri.

Baca juga:

Kecintaan Shah Jahan semakin bertambah karena Mumtaz Mahal juga seorang istri yang sangat cerdas. Mumtaz Mahal bahkan selalu menemani suaminya setiap akan melakukan kesepakatan dengan kerajaan lain atau masalah diplomasi lainnya.

Kematian Mumtaz Mahal

Mumtaz Mahal juga sangat mencintai suaminya, Shah Jahan. Bahkan ia rela melahirkan banyak anak untuk suaminya. Menurut sebuah versi, Mumtaz Mahal sendiri meninggal akibat melahirkan anak ke 14. Ketika itu mereka sedang dalam perjalanan ke Dataran Tinggi Dekhan pada tahun 1630.

Mereka bermaksud untuk menaklukkan Kekaisaran Lodi. Namun di tengah perjalanan, Mumtaz Mahal melahirkan anak ke 14 mereka. Sayangnya, Mumtaz Mahal pun meninggal setelah melahirkan. Perjalanan itu menjadi perjalanan terakhir mereka. Dalam hembusan nafas terakhirnya, Mumtaz Mahal meminta agar suaminya tidak menikah lagi dan membuatkan istana untuknya sebagai lambang cinta abadi. Shah Jahan pun langsung menyetujuinya.

Namun ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa pembangunan Taj Mahal adalah akibat adanya rasa bersalah sang raja pada istrinya. Pembangunan Taj Mahal dibangun akibat sang raja mendorong istrinya hingga mengalami pendarahan dan mengakibatkannya meninggal.

Baca juga:

Mumtaz Mahal tak hanya dikenal sebagai pribadi yang cerdas, namun juga sangat ambisius. Dalam beberapa literatur dikatakan bahwa Mumtaz Mahal yang memiliki kemampuan dalam bermain catur menantang suaminya untuk menyerahkan semua tahta kerajaan padanya jika kalah.

Keinginannya untuk berkuasa di kerajaan membuatnya berani menantang suaminya. Sayangnya, sang suami pun kalah. Namun perdebatan pun terjadi dan tanpa disengaja Shah Jahan mendorong istrinya tersebut hingga terjatuh. Mumtaz Mahal yang sedang hamil tua pun mengalami pendarahan dan meninggal ketika melahirkan putrinya.

Shah Jahan pun merasa sangat bersalah karena telah mendorong istrinya tersebut. Demi mengobati rasa bersalah pada istri yang sangat ia cintai itu, Shah Jahan pun membangun Taj Mahal untuk sang istri.


Pembangunan Taj Mahal

Taj Mahal segera dibangun setelah istrinya wafat. Pembangunan istana yang super mewah ini melibatkan 20.000 pekerja yang terdiri dari buruh bangunan, pemotong batu, pelukis, seniman bordir, seniman kaligrafi dan lainnya. Tak hanya pekerja manusia, pembangunan Taj Mahal juga membutuhkan 1.000 ekor gajah yang digunakan untuk mengangkut batu marmer putih yang digunakan sebagai bahan utama dari istana mewah tersebut.

Taj Mahal dibangun pada tahun 1632 dan baru selesai pada tahun 1653. Pembangunan Taj Mahal sendiri menghabiskan dana hingga 32 juta rupee pada masa itu atau sekitar 1 trilyun rupiah saat ini. Bangunan ini bukan hanya dibuat dari batu marmer putih saja, namun ada banyak batu berharga lain yang ada di dalamnya. Sayangnya banyak batu yang hilang akibat pemberontakan pada tahun 1857.

Keindahan Taj Mahal

Tak hanya megah, Taj Mahal juga memiliki keindahan lain yang tak bisa ditemukan pada bangunan lain. Taj Mahal yang dibangun untuk istri tercinta ini benar-benar menggambarkan seorang wanita. Warna dari istana megah ini ternyata bisa berubah-ubah layaknya mood seorang wanita.

Ketika pagi hari, Taj Mahal akan berubah warna menjadi merah muda. Sedangkan pada siang hari, istanan megah ini kembali berubah warna menjadi putih bersinar. Dan di malam hari, istana ini berubah menjadi berwarna emas akibat pantulan sinar rembulan.

Baca juga:

Keunikan lain adalah Taj Mahal merupakan bangunan paling simetris di seluruh dunia. Tidak ada bangunan lain yang mempunyai kesimetrisan seperti ini. Bahkan kesimetrisan ini merupakan kesempurnaan yang hampir tidak ditemukan pada jamannya.

Hanya ada satu sudut saja yang tidak simetris dalam bangunan ini, yakni makam Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yang ada di bawah bangunan. Makam asli yang ada di bawah bangunan memiliki ukuran yang berbeda untuk membedakan makam laki-laki dan wanita. Meskipun seorang raja, namun makam ini sangat sederhana karena anaknya, Aurangzeb, merupakan muslim yang sangat taat sehingga makam tidak boleh dihiasi apapun.

Itulah sejarah kisah cinta di balik Taj Mahal yang begitu pilu. Keindahan Taj Mahal memang tidak ada bandingannya dan sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap mempertahankannya sebagai warisan dunia.

, ,




Post Date: Monday 04th, March 2019 / 13:32 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah