Sejarah Kubah Hijau yang membentang di atas Makam Rasulullah

Dalam perjalanan mensyiarkan agama Islam, tidak diragukan lagi bahwasanya perjuangan Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam merupakan perjuangan yang sangat luar biasa. Saking luar biasanya, seluruh umat Islam di dunia yang ke tanah suci dan berziarah ke makam nabi akan merasakan sensasi yang menggetarkan hatinya.

ads

Mengingat betapa besar pengorbanan beliau dalam menyebarkan ajaran Allah. Namun, sebagai umat islam kita perlu tahu mengenai sejarah kubah hijau yang membentang di atas makam rasulullah.

Peristirahatan Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam yang terakhir berada di areal masjid Nabawi, Madinah. Tempatnya diistirahatkan dahulunya merupakan rumah Aisyah radiyallahu ‘anha yaitu tempat dimana Rasulullah meninggal dunia.

Dan alasan kenapa sekarang berada di komplek masjid Nabawi, adalah karena pada zaman dahulu di tempat tersebut memang berdiri rumah Aisyah namun saat masjid Nabawi diperluas, makam Rasulullah pun kini kini berada di area masjid Nabawi.

Tujuan Pembangunan Tembok Tinggi di Sekeliling Makam Rasulullah

Makam Rasulullah tersebut juga berubah tampilan luarnya seiring perkembangan zaman. Pada pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, dibangun tembok tinggi yang berukuran sekitar 5 meter di sekeliling makam Rasulullah. Pembangunan ini bertujuan untuk mencegah orang-orang yang akan berbuat syirik di makam beliau seperti melakukan amalan-amalan ataupun perbuatan lain yang dilarang dilakukan di makam.

Bahkan pada masa ini, ada penjaga khusus yang menjaga area Makam Rasulullah yang disebut Askar, penjagaan mereka bertujuan untuk mengingatkan para peziarah untuk tidak bersikap berlebihan di makam nabi. Seperti menangis maupun menjurus kemaysrukan seperti salat menghadap makam.

Baca juga :

Makam Rasulullah dan Dua Sahabatnya yang Saling Berdekatan

Di samping makam Rasulullah pun, terdapat makam dua sahabatnya yaitu Umar Bin Khattab dan Abu Bakar As-Siddiq. Perlu diketahui bahwasanya jarak antara ketiga makam (Makam Rasulullah, Makam Abu Bakar, Makar Umar bin Khattab) itu sangat berdekatan, hanya berjarak satu sampai dua langkah, oleh karena itu lokasi makam tidaklah seluas apa yang terlihat oleh peziarah pada masa kini ini.

Bahkan makam Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua sahabat beliau tersebut awalnya tidak terlihat dari luar. Yang terlihat sekarang hanyalah bangunan dengan empat buah pintu yang berhiaskan kaligrafi berwarna kuning keemasan. Pintu yang ada di makam Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam tersebut antara lain :

  1. Pintu sebelah selatan yang mengarah ke kiblat bernama at-Taubat
  2. Pintu sebelah timur bernama pintu Fatimah
  3. Pintu sebelah utara bernama pintu Tahajjud
  4. Pintu sebelah barat yang mengarah ke Raudhah (yang kini sudah ditutup)

Jika kita berziarah di masa kini, adapun kita akan melihat (jika dari luar) sebuah kubah hijau besar yang melintang menudungi areal makam Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. Disini, kita akan membahas perihal kubah tersebut.

Sejarah Pembangunan Kubah Hijau di Masjid Nabawi

Siapakah yang membangun kubah hijau tersebut? Dalam sejarah kubah hijau yang membentang di atas makam rasulullah, para ahli sejarah menjelaskan bahwasanya kubah hijau di atas makam Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam baru muncul atau ada pada abad ke 7 Hijriyah. Yang pertama kali dalam menginisasi pembangunannya adalah Sultan Qalawun. Awalnya kubah tersebut tidak dicat, dan hanya polos bertekstur kayu. Namun kemudian dicat putih, lalu cat biru dan yang terakhir di cat berwarna hijau hingga sekarang.


Baca juga :

Perlu digaris bawahi bahwasanya kubah tersebut bukanlah dibangun pada zaman nabi maupun kekhalifahan kulafaur rasyidin. Melainkan kubah tersebut adalah kubah yang diawali oleh Sultan Qalawun dan dilanjutkan ke raja raja setelahnya. Berikut adalah sejarahnya :

  • Pada masa kepemimpinan Sultan Qalawun As-Shalihi, beliau menginisiasi pembangunan kubah tersebut pada tahun 678 H. Awalnya berbentuk empat persegi panjang yang memanjang dari sisi bawah. Diatasnya berbentuk delapan persegi yang dilapisi dengan kayu. Penyangga yang memanjang ini didirikan di atas tiang-tiang yang mengelilingi kamar (ruang makam Rasulullah). Dikuatkan dengan papan dari kayu lalu kemudian dikuatkan lagi dengan tembaha. Lalu ditaruh di atas kayu dengan kayu yang lain
  • Pada masa kepemimpinan An-Nasir Hasan Bin Muhammad Qalawin, kubah tersebut diperbaharui. Namun kemudian papan yang ada di tembaganya retak.
  • Pada masa kepemimpinan Al-Asyraf sya’ban bin Husan Bin Muhammad kubah tersebut dikuatkan. Penguatan ini dilakukan pada tahun 765 H. Namun pada akhir kepemimpinannya terjadi kerusakan
  • Pada zaman Sultan Qaytabai, kerusakan tersebut diperbaiki. Perbaikan ini terjadi pada tahun 881 H. Pada tahun 886 H, Rumah di komplek masjid dan kubah tersebut ikut terbakar tatkala ada kebakaran di masjid Nabawi.  Masih pada masa kepemimpinan Sultan Qaybatai tahun 887 H kubahnya diperbarui dan dibuat pondasi kuat di tanah masjid nabawi. Pembaruan ini dilaksanakan dengan meninggalkan bata nya.
  • Pada masa kepemimpinan Sultan Abdul Hamid Al-Utsmani dikeluarkan perintah mengecat kubah diatas makam Rasulullah dengan warna hijau. Hal ini dilakukan pada tahun 1253 H. Beliau lah yang pertama kali menginisiasi untuk mengecat kubah dengan warna hijau. Hingga pada masa kini, cat berwarna hijau tersebut terus diperbaharui hingga hari ini. Dan sekarang lebih dikenal dengan kubah hijau.

Baca juga :

Tentu saja berbagai pembaharuan tersebut merupakan kisah yang ada di balik kubah ikonik yang ada di atas Masjid Nabawi. Perlu dipahami bahwa banyak sekali kejadian yang sudah berlalu seiring berlalunya masa semenjak Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Dalam berziarah ke makam Rasulullah, tentu saja penampilan masjid Nabawi yang sekarang merupakan campur tangan dan perbaharuan yang dilakukan oleh banyak generasi. Meskipun begitu, kita juga harus bersyukur bahwasanya makam Rasulullah merupakan makam yang menjadi pengingat kepada kita semua perihal perjuangan Islam dari awal hingga maju sampai zaman sekarang. Dan dimakamkannya Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab di samping makam Rasulullah merupakan sebuah kisah persahabatan yang sangat luar biasa.

Begitulah sejarah kubah hijau yang membentang di atas makam rasulullah. Semoga penjelasan perihal Sejarah Kubah Hijau di atas Makam Rasulullah menjadi pengingat kepada kita dan menambah pengetahuan yang lebih baik dibanding kemarin. InsyaAllah,

Hamsa,

, ,




Post Date: Tuesday 23rd, April 2019 / 00:47 Oleh :
Kategori : Sejarah dan Sirah