Sejarah Naga Dalam Al Quran dan Dalilnya

Allah merupakan sebaik-baik pencipta. Allah menciptakan bumi dengan segala isinya. Alam dan makhluk hidup di dalamnya saling bersinergi satu sama lain. Begitu banyak spesies yang Allah ciptakan hingga tak semuanya dapat kita ketahui.

Bahkan meski beberapa sudah dituangkan dalam firman-Nya, tetap saja butuh penelitian bertahun-tahun lamanya untuk membuktikan kebenaran tersebut.

Perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini.

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

“Diantara tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan langit dan bumi, dan makhluk-makhluk yang melata yang disebarkan pada keduanya (langit dan bumi) dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendakiNya.” (QS. Asy-syura : 29)

Salah satu yang mungkin tidak biasa ialah makhluk yang dikenal dengan sebutan Naga. Jika di serial televisi, Naga sering kali dimunculkan sebagai tokoh kartun, serial anak-anak atau sekadar hiburan dalam film. Namun, tahukah Anda jika Naga ini benar-benar ada? Ataukah hanya sebatas dongeng belaka?

Mari simak ulasannya berikut ini.

Dalam pandangan Islam, Naga memiliki sejarahnya tersendiri. Inilah yang mesti dipahami oleh umat Islam. Seperti yang tertuang dalam QS. Asy-syura ayat 29 bahwa Allah menciptakan hewan melata. Seperti ular, kadal dan sebagainya. Pastinya jenis hewan melata itu cukup luas dan tidak seluruhnya dapat diketahui oleh manusia.

Naga dalam serial televisi digambarkan sebagai hewan mirip ular yang memiliki kaki atau sayap dan mampu menyemburkan api dan terbang. Sosok Naga dalam bentuk animasi sering kali dimunculkan dan membuatnya terlihat seperti nyata. Hal ini pun semakin diperkuat dengan penemuan fosil purbakala yang bentuknya mirip Naga oleh beberapa peneliti.

Memang tidak diuraikan secara jelas tentang Naga di dalam Al Quran. Namun, segala makhluk yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah dengan maksud dan tujuan tertentu.

Sementara itu, menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Naga justru erat kaitannya dengan cerita rakyat yang berbau mistis. Bahkan tiap daerah mungkin memiliki kisah Naga yang berbeda-beda.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka””. (Ali ‘Imran [3] : 190-191).

Yang jelas apapun itu, jangan sampai membuat keimanan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala kita berkurang. Jadikan hal-hal yang tak biasa dan menakjubkan yang kita ketahui sebagai alasan untuk terus memuji kebesaran-Nya, sehingga dapat menaikkan tingkatan iman dalam Islam terhadap diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Aamiin.

Itulah sejarah Naga dalam Islam yang dapat kami ulas untuk Anda. Semoga mampu memberikan manfaat pengetahuan untuk pembaca sekalian. Mari tetap istiqomah dalam meraih keridhaan-Nya.

Allahu a’lam.