7 Cara Merapatkan Shaf Saat Berjamaah

Shalat adalah salah satu ibadah kepada Allah swt. Shalat terdiri dari dua macam, yakni shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat lima waktu seperti shalat subuh  yang dilaksanakan setiap hari merupakanu shalat fardhu dan merupakan shalat yang diwajibkan bagi setiap umat muslim yang telah memasuki usia akil baligh. Sementara shalat sunnah merupakan shalat yang dianjurkan karena memiliki keistimewaan saat melaksanakannya, seperti shalat rawatib, shalat tahajjudshalat hajat, dll.

ads

Berbicara masalah shalat, tentu berkaitan dengan bagaimana pelaksanaanya. Dalam artian, dilaksanakan sendiri atau secara berjamaah. Shalat sendiri dengan shalat berjamaah tentu saja memiliki perbedaan berdasarkan sisi keistimewaannya di mata Allah SWT. yang dimana menurut sumber syariat islam seorang muslim/muslimah lebih dianjurkan untuk shalat secara berjamaah. Hal itu dapat dilihat dari hadis di bawah ini:

نْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.”

Di dalam pelaksanaan shalat berjamaah, di dalamnya terdapat istilah shaf. Shaf sendiri merupakan baris di dalam shalat. Menurut sumber ajaran islam, sebaik-baiknya shaf saat melaksanakan shalat adalah dengan shaf yang rapat dan lurus. Hal itu disebutkan dalam hadis yang artinya berikut ini:

“Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Iqamah shalat telah dikumandangkan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kami kemudian berkata, ‘Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena aku dapat melihat kalian dari belakang punggungku.’” (HR. Bukhari dengan lafazhnya, sedangkan diriwayatkan oleh Imam Muslim secara makna) [HR. Bukhari, no. 719 dan Muslim, no. 434]

Anjuran untuk merapatkan serta meluruskan shalat ini memiliki faidah yang salah satunya adalah untuk menunjukkan persatuan yang terjalin dengan erat di atas nama akidah. Selain itu, merapatkan shaf juga bisa menutupi celah yang bisa saja ditempati oleh syaitan untuk mengganggu kosentrasi anda saat salah.

Namun, terkadang ada beberapa muslim/muslimah yang sepertinya kurang memahami tentang keutamaan merapatkan dan meluruskan shaf sehingga biasanya saat melaksanakan shalat berjamaah, masih ada beberapa tempat yang bolong atau tidak terisi. Padahal salah satu faktor penentu kesempurnaan shalat berjamaan bergantung pada kesempurnaan shaf. Untuk itu, ada baiknya jika dalam artikel kali ini, dibahas mengenai cara merapatkan shaf saat berjamaah:

  1.  Mengisi Tempat yang Kosong

Dalam merapatkan shaf, hal yang pertama yang bisa anda lakukan adalah mengisi tempat yang kosong terlebih dahulu. Dengan begitu, kemungkinan merenggangnya shaf saat shalat berjamaah pun bisa terminimalisir.

  1. Menempelkan Telapak Kaki dengan Telapak Kaki Orang yang Ada di Samping Anda

Salah satu cara merapatkan shaf saat shalat berjamaah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw adalah dengan menempelkan telapak kaki anda dengan telapak kaki orang yang berada di samping anda. Hal ini didukung oleh Hadits Riwayat Anas bin Malik:

Dari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad shallaAllah alaih wasallam: ”Tegakkanlah shaf kalian, karena saya melihat kalian dari belakang pundakku.” Ada seorang di antara kami yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan telapak kaki dengan telapak kakinya. (HR. Al-Bukhari)

  1. Menempelkan Pundak dengan Pundak Orang di Sebelah Anda

Selain menempelkan telapak kaki, dalam hadis yang telah disebutkan di atas, Rasulullah Saw juga mengajarkan seorang muslim untuk menempelkan pundak satu sama lain saat melaksanakan shalat berjamaah.

  1. Memenuhi Shaf Pertama Terlebih Dahulu

Saat tiba di masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, usahakan untuk senantiasa mengisi shaf bagian pertama terlebih dahulu. Ketika shaf pertama telah terisi lengkap maka barulah yang lain bisa mengambil shaf kedua dan ketiga, bergantung jumlah jamaah yang ada. Dengan demikian kita tidak perlu lagi khawatir akan ada tempat yang tak terisi karena luput oleh jangkauan orang-orang yang datang belakangan.


  1. Merapatkan Sajadah

Di dalam masjid biasanya disediakan sajadah, namun jika diperhatikan batas yang dimiliki oleh sajadah di masjid cukup luas untuk memberikan kerenggangan shaf antar jamaah satu dengan jamaah yang lain. Oleh karena itu, barangkali akan lebih baik jika kita membawa sajadah sendiri dan kemudian merapatkan posisi sajadah kita dengan sajadah orang disamping kita.

  1. Tidak Menyisakan Celah

Untuk merapatkan shaf saat shalat berjamaah, usahakan untuk tidak menyisakan celah sedikitpun antar jamaah satud dengan jamaah lain. Jika melihat tempat kosong, maka segeralah mengisi tempat tersebut.

  1. Meluruskan Shaf

Selain merapatkan shaf, anda juga perlu memperhatikan apakah shaf sudah lurus atau belum. Untuk memastikan hal tersebut, Imam Ibnu Ustaimin dalam kitabnya Asy Syarhul Mumti’ menjelaskan,

“Yang menjadi patokan lurusnya shaf ialah pundak bagian atas badan dan mata kaki di bagian bawah badan. Yang menjadi patokan adalah lurusnya pundak-pundak karena ia ada di atas tiangnya badan. Dan mata kaki ada di bawah betis, dan betis merupakan pondasi badan, maka inilah yang dijadikan patokan. Adapun ujung-ujung kaki tidak menjadi patokan, yang demikian karena ujung-ujung kaki seseorang berbeda satu sama lain. Sebagian manusia ukuran kakinya panjang sebagian lagi pendek, maka dari itu yang dijadikan patokan adalah mata kaki”. 

 

, , , ,




Post Date: Tuesday 07th, August 2018 / 08:40 Oleh :
Kategori : Shalat
Short Movies

Manusia memang jarang bersyukur, padahal nikmat dan rencana Tuhan yang sangat indah sudah diberikan pada dirinya. Saksikan film pendek berikut ini.