Hukum Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi umat islam. Keistimewaan ramadhan tidak hanya dirasakan oleh umat muslim di Indonesia tetapi juga oleh seluruh umat muslim di dunia. Pada bulan ramadhan umat muslim menunaikan ibadah puasa ramadhan dan memperbanyak ibadah lain seperi shalat sunnah, membaca Alqur’an (baca manfaat baca Alqur’an setiap hari), berzikir ( baca keutamaan berzikir) dan melaksanakan shalat malam atau Qiyamul lail yang disebut dengan shalat tarawih.

Shalat tarawih berbeda dengan shalat malam lain seperti shalat tahajud (baca manfaat tahajud dan keutamaan shalat tahajud) karena untuk melaksanakan shalat tarawih seseorang tidak perlu tidur terlebih dhulu dan dapat langsung melaksanakannya sesudah shalat wajib yakni shalat isha, tidak perlu menunggu sepertiga malam. Shalat tarawih biasa dilaksanakan dengan 11 atau 23 rakaat dan diakhiri dengan shalat witir.

Hukum Shalat Tarawih

Berdasarkan hadits dan dalil-dalil yang ada ulama menyatakan bahwa hukum shalat tarawih adalah sunnah. Shalat sunnah qiyamul lail terutama shalat tarawih sangat dianjurkan atau dikategorikan sebagai sunnah muakkad. Hal ini sesuai dengan ayat-ayat Alqur’an dan hadits-hadits yang tertera berikut ini mengenai hukum shalat tarawih di bulan ramadhan :

1. Berdasarkan Alqur’an

Berdasarkan Firman Allah SWT bahwa Qiyamul lail sangat dianjurkan untuk umat islam terutama yang disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini :

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونتَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُو

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang
apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajadah : 15- 16)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُون آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚإِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ  كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepadaAllah).”  (QS. Adz-Dzariyat : 15-17)

2. Berdasarkan Hadits

Berdasarkan hadits rasullullah SAW yang diriwayatkan para sahabat, shalat tarawih adalah salah satu ibadah utama di bulan ramadhan ( baca Keutamaan Shalat Tarawih ). Sebagaimana yang tertera dalam hadits berikut ini :

“Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) Bulan Allah Muharram dan
seutama-utama sholat setelah (sholat) fardhu adalah sholat lail.

“Datang kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam seorang lelaki dari Qudho’ah lalu berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau andaikata saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan engkau rasul Allah, saya sholat lima waktu,saya puasa bulan (Ramadhan), saya melakukan Qiyam Ramadhan dan saya mengeluarkan zakat ?. Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : “Siapa yang meninggal di atas hal ini maka ia termasuk dari para shiddiqin dan orang-orang yang mati syahid”.”

3. Berdasarkan pendapat ulama

Meskipun telah disebutkan dalam hadits, para ulama juga memiliki beberapa pendapat diantara adalah sebagai berikut :

  1. Berkata Imam An-Nawawy dalam Al-Majmu’ 3/526: “Dan sholat Tarawih adalah sunnah menurut kesepakatan para ‘ulama.”
  2. Lihat juga Syarah Muslim 6/38. Dan berkata Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid 1/209 : “Dan (para ulama) sepakat bahwa Qiyam bulan Ramadhan sangat dianjurkan lebih dari seluruh bulan.”
  3. Berkata Ibnu Qudamah dalam Al-Mughny 2/601 : “Ia adalah sunnah muakkadah dan awal kali yang menyunnahkannya adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam.”
  4. Dan Al-Mardawy dalam Al-Inshof 2/180 juga memberi pernyataan sama dalam madzhab Hanbaliyah namun beliau menyebutkan bahwa Ibnu ‘Aqil menghikayatkan dari Abu Bakr Al-Hanbaly akan wajibnya.

Berdasarkan ayat Alqur’an, hadits dan pendapat-pendapat ulama di atas maka jelaslah bahwa hukum shalat tarawih di bulan ramadhan adalah sunnah muakkad. Namun, manakah yang lebih afdhol? Shalat tarawih berjamaah atau sendirian dirumah? Simak penjelasan berikut ini

Hukum Shalat Tarawih Berjamaah dan Sendirian

Meskipun terdapat perdebatan tentang mana yang lebih baik dilaksanakan shalat tarawih secara berjamaah atau sendirian, sebagian besar masyarakat memilih untuk melaksanakan shalat tarawih dsecara berjamaah sesuai dengan hadits Rasullullah SAW namun meskipun demikian umat islam tetap boleh melaksanakan shalat tarawih di rumah sendirian

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : “ Amma ba’du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama’ah” [Hadits Riwayat Bukhari Muslim]

Sedangkan menurut pendapat ulama yang memperbolehkan shalat tarawih sendirian di rumah adalah berdasarkan hadits yang berbunyi :

“Sesungguhnya sebaik-baik sholat seseorang adalah dirumahnya kecuali sholat wajib.”

Demikianlah hukum shalat tarawih di bulan ramadhan. Tidak diragukan lagi bahwa berdasarkan dalil-dalil dan pendapat ulama shalat tarawih termasuk shalat sunnah mukkad atau yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah maupun sendririan dengan melihat situasi dan kondisi seseorang dalam kemampuannya melaksanakan ibadah. Untuk mendapatkan pahala berlimpah di bulan ramadhan maka hendaknya kita menjalankan ibadah puasa dengan tulus ikhlas ( baca puasa ramadhan dan fadhilahnya) serta menambah ibadah kita termasuk shalat tarawih. Agar puasa lancar dan bisa berlangsung tanpa halangan baca juga tips persiapan menjelang puasa ramadhan, tips agar kuat berpuasa, tips agar lancar berpuasa, tips puasa sambil bekerja dan tips persiapan puasa menurut islam.