Hukum Shalat Tarawih Sendirian dan Berjamaah

Shalat tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dibulan ramadhan (baca Keistimewaan ramadhan) selain ibadah puasa ramadhan tentunya. Pada bulan ramadhan umat islam melaksanakan shalat tarawih dengan berjamaah di masjid namun ada pula yang melaksanakan shalat sunnah tarawih sendirian di rumah. shalat tarawih adalah salah satu shalat sunnah yang dikerjakan malam hari atau disebut dengan qiyamul lail dan diakhiri dengan shalat witir.

ads

Namun pelaksanaannya sedikit berbeda dengan shalat malam yang lain yaitu shalat tahajud (baca manfaat tahajud dan keutamaan shalat tahajud). Shalat tahajud bisa dilaksanakan dimalam apa saja selain bulan ramadhan namun sebelum melaksanakan shalat tahajud seseorang dianjurkan untuk tidur dan bangun disepertiga malam sementara untuk mengerjakan shalat tarawih seseorang tidak perlu tidur terlebih dahulu.

Hukum Shalat Tarawih Berjamaah dan Sendirian

Hukum Shalat Tarawih adalah sunnah muakkad. Meskipun demikian  para ulama masih berselilisih pendapat tentang mana yang lebih afdhol, tarawih berjamaah di masjid atau sendirian di rumah. untuk hal tersebut maka ada dua pendapat berbeda dari beberapa ulama yakni yang dijelaskan berikut ini mengenai hukum shalat tarawih sendiran dan hukum shalat berjamaah :

Shalat Tarawih Berjamaah Lebih Baik

Hal ini sesuai dengan hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Rasullullah SAW melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan umatnya. Hal ini juga dikuatkan dengan pendapat Asy-Syafi’iy dan kebanyakan pengikutnya, Ahmad, Abu Hanifah dan sebagian penanutuh mahzab malikiyah. Alasan yang mendasari hal ini adalah berdasarkan sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam yang dihidupkan oleh ‘Umar dan para shohabat radhiyallahu ‘anhum dan hal ini sudah menjadi simbol agama islam yang nampak pada bulan ramadhan seperti halnya sholat ‘Ied. Bahkan Ath-Thohawy berlebihan sehingga mengatakan bahwa sholat Tarawih secara berjama’ah adalah wajib kifayah.

Shalat tarawih memang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits berikut ini ;

  1.  Rasulullah mengimami shalat malam pada bulan Ramadhan

Kami berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam dan beliau tidak berdiri (sholat lail) bersama kami sedikitpun dari bulan itu kecuali setelah tersisa tujuh hari. Kemudian beliau berdiri (mengimami) kami sampai berlalu sepertiga malam. Dan ketika malam keenam (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau tidak berdiri (mengimami) kami. Kemudian saat malam kelima (dari malam yang tersisa) beliau berdiri (mengimami) kami sampai berlalu seperdua malam. Maka berkata : “Wahai Rasulullah, andaikata engkau menjadikan nafilah untuk kami Qiyam malam ini,” maka beliau bersabda : “Sesungguhnya seorang lelaki apabila ia sholat bersama imam sampai selesai maka terhitung baginya Qiyam satumalam”. Dan ketika malam keempat (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau tidak berdiri (mengimami) kami. Dan saat malam ketiga (dari malam yang tersisa,-pent.) beliau mengumpulkan keluarnya, para istrinya dan manusia lalu beliau berdiri (mengimami) kami sampai kami khawatir ketinggalan Al-Falah. Saya –rawi dari Abu Dzar- bertanya : “Apakah Al- Falah itu?” (Abu Dzar menjawab : “Waktu sahur”. Kemudian beliau tidak berdiri lagi (mengimami) kami pada sisa bulan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa`i, Ibnu Majah)

2. Rasullullah mengimami shalat tarawih hingga sepertiga malam

“Kami berdiri (sholat) bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam di bulan Ramadhan pada malam 23 sampai sepertiga malam pertama, kemudian kami berdiri (sholat) bersama beliau pada malam 25 sampai seperdua malam, kemudian kami berdiri (sholat) bersama  beliau pada malam 27 sampai kami menyangka tidak mendapati Al-Falah yang mereka namakan untuk waktu sahur” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad , An-Nasa`, Ibnu Khuzaimah  dan Al-Hakim)

3. Rasulullah mengimami shalat tarawih di masjid

“Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam keluar di kegelapan malam lalu beliau sholat di masjid maka sekelompok orang sholat mengikuti sholat beliau. Kemudian manusia di pagi harinya membicarakan tentang hal tersebut maka berkumpullah lebih banyak dari mereka, maka keluarlah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam pada malam kedua lalu merekapun sholat mengikuti sholat beliau. Di waktu paginya manusia membicarakan hal tersebut  sehingga menjadi banyaklah yang hadir di masjid pada malam ketiga, lalu beliau keluar dan mereka  sholat mengikuti sholat beliau. Begitu malam yang keempat masjid tidak mampu menampung  penduduknya. Akan tetapi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam tidak keluar kepada  mereka sampai sekelompok orang dari mereka berteriak : “Sholat”namun Rasulullah shollallahu  ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tidak keluar kepada mereka sampaibeliau keluar untuk sholat subuh.  Tatkala beliau menyelesaikan (sholat) subuh, beliau menghadap kepada manusia kemudian beliau  tasyahhud lalu berkata : “Amma Ba’du,sesungguhnya keadaan kalian malam ini tidak luput dari  pemantauanku, akan tetapi aku khawatir akan diwajibkannya atas kalian sholat lail kemudian  kalianpun tidak sanggupterhadapnya’.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim dan lafazh hadits bagi Imam Muslim)


4.  Umar Bin Khatab mengumpulkan umatnya untuk shalat tarawih berjamaah

“Saya keluar bersama ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menuju ke masjid pada suatu malam di Ramadhan, ternyata manusia terbagi-bagi berpisah-pisah, seseorang sholat sendirian dan seseorang sholat dimana sekelompok orang (mengikuti) sholatnya. Maka ‘Umar berkata : “Saya berpandangan  andaikata saya kumpulkan mereka pada satu qori` maka itu lebih tepat.” Lalu beliau ber’azam lalu  beliau kumpulkan mereka pada Ubay bin Ka’ab. Kemudian saya keluar bersama beliau pada malam  lain dan manusia sedang sholat (mengikuti) sholat qori’ mereka maka ‘Umar berkata : “Sebaik-baik  bid’ah adalah ini dan yang tidur darinya lebih baik dari yang menegakkannya” yang beliau inginkan  adalah orang yang sholat pada akhir malam sementaramanusia menegakkannya di awal malam”

Shalat Tarawih Sendiri Lebih Baik

Pendapat  yang kedua menyatakan bahwa shalat tarawih sendirian lebih afdhol. Pendapat ini berdasarkan pendapat imam malik, Abu Yusuf dan ulama lain dan dikuatkan oleh hadits Rasullullah SAW yang berbunyi

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR Bukhari Muslim)

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dan mengingat bahwa hukum shalat tarawih di bulan puasa adalah sunnah maka shalat tarawih di rumah sendirian hukumnya sunnah dan dibolehkan. Namun sebaiknya tetap dilaksanakan berjamaah jika tidak ada halangan.

Halangan Shalat Tarawih Berjamaah

Berikut beberapa kondisi yang memnungkinkan seseorang untuk melaksanakan shalat tarawih sendirian di rumah :

  • Ibu hamil atau menyusui yang memiliki anak balita dan tidak dapat meninggalkan anaknya sendirian di rumah dan berpuasa di siang harinya (baca tips berpuasa untuk ibu hamil dan tips berpuasa untuk ibu menyusui)
  • Orang yang bekerja pada malam hari dan ia hanya mendapatkan rezeki dari pekerjaannya tersebut

  • Lansia atau orang tua yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah dikarenakan lambatnya gerakan atau kesulitan untuk pergi berjalan atau menuju masjid.
  • Orang sakit yang memiliki halangan dan tidak bisa pergi menuju masjid untuk shalat tarawih berjamaah.

Demikian hukum dan beberapa hadits yang menjelaskan tentang ketentuan hukum shalat tarawih sendirian di rumah dan tentunya hal ini perlu diperhatikan. Jika memang berhalangan maka kita boleh melaksanakan shalat tarawih di rumah sendirian namun jika tidak ada halangan berarti sebaiknya pergilah ke masjid dan tunaikan shalat berjamaah karena shalat tarawih memiliki banyak sekali keutamaan (baca Keutamaan Shalat Tarawih). Simak juga beberapa tip[s yang mungkin bisa membantu ibadah puasa anda agar dapat berjalan lancar seperti  tips persiapan menjelang puasa ramadhan, tips agar kuat berpuasa, tips agar lancar berpuasa, tips puasa sambil bekerja dan tips persiapan puasa menurut islam.

, , ,




Post Date: Monday 23rd, May 2016 / 07:23 Oleh :
Kategori : Shalat