10 Keutamaan Shalat Dhuha dan Tata Cara Melakukannya

Shalat Dhuha merupakan salah satu Macam – Macam Shalat Sunnah yang waktu pengerjaannya adalah saat Dhuha. Yang dimaksud waktu Dhuha adalah saat di mana matahari telah terbit atau naik sekitar 7 hasta, hingga menuju waktu Shalat Wajib yaitu menjelang shalat Dzuhur. Kiranya sekitar jam 7 pagi sampai jam 11. Namun, hal ini tidak mutlak bahwa waktu Dhuha adalah jam7 sampai 11 pagi karena posisi matahari pada tiap-tiap daerah dan adanya perbedaan waktu akan turut mempengaruhi.(Baca : Keutamaan Shalat Ashar Berjamaah)

ads

Shalat sunnah Dhuha dikerjakan sendiri, pada waktu yang diutamakan adalah seperempat kedua dalam hari atau sekitar jam 9 pagi (tentu, kondisi ini kembali bergantung pada posisi matahari di daerah dan waktu masing-masing). Keutamaan Shalat Dhuha yang luar biasa adalah  Doa Mujarab Untuk Dagang agar Lancar dengan amalan zikir, karena Dzikir Pembuka Rezeki. Selain  Shalat Tahajjud  sholat dhuha juga adalah Cara Agar Keinginan Cepat Terkabul.

Shalat Dhuha dikerjakan dengan ketentuan satu kali salam untuk setiap dua raka’at. Sementara itu, para ulama mempunyai beberapa pendapat yang berbeda mengenai jumlah raka’at shalat Dhuha. Ada ulama yang mengatakan bahwa maksimal dilakukan 8 raka’at, 12 raka’at, ada pula yang mengatakan tidak terbatas.(Baca : Shalat Taubat)

  • Pertama:

Pada Mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali, memilih bahwa delapan raka’at adalah batas maksimal mengerjakan shalat Dhuha. Dalil yang digunakan adalah hadist Umi Hani RA, bahwasanya Rasulullah SAW memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan raka’at (H.R Bukhari dan Muslim).(Baca : Tata Cara Shalat Jamak)

  • Kedua:

Pada Mazhab Hanafi menyatakan bahwa maksimal mengerjakan shalat Dhuha adalah 12 raka’at. Dalilnya berdasarkan hadist dari Anas RA, yang artinya:

Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Akan tetapi hadits ini termasuk hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib.

  • Ketiga:

Pendapat bahwa tidak ada batasan terhadap raka’at maksimal shalat Dhuha, yang dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi. Suyuthi dalam kumpulan fatwanya menyatakan, “Tidak terdapat hadits yang membatasi shalat dhuha dengan rakaat tertentu, sedangkan pendapat sebagian ulama bahwasanya jumlah maksimal 12 rakaat adalah pendapat yang tidak memiliki sandaran sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar dan yang lainnya.”

Baca juga :

Tata cara Shalat Dhuha

Sebagaimana shalat sunnah pada umumnya, shalat Dhuha dikerjakan sesuai dengan gerakan shalat pada umumnya.(Baca : Shalat dalam Kendaraan)

  1. Niat ;

Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta’ala.”

  1. Melakukan Takbiratul Ihram sambil niat dalam hati.
  2. Membaca doa Iftitah sampai selesai.(Baca : Hukum Membaca Doa Iftitah)
  3. Membaca surah Al-Fatihah.(Baca : Shalat Taubat)
  4. Membaca salah satu surah di dalam Al-Qur’an. Adapun surah yang utama adalah; Surah Al-Waqi’ah, Surah Asy-Syams, Surah Ad-Duha, Surah Al-Kafirun, Surah Quraisy, dan Surah Al-Ikhlas. Pada raka’at pertama disunahkan membaca Surah Asy-Syam, sedangkan raka’at kedua disunahkan membaca Surah Ad-Duha. Pada raka’at selanjutnya disunahkan membaca surah Al-Kafirun dan selanjutnya surah Al-Ikhlas.(Baca : Hukum Bacaan Al-qur’an)
  5. Ruku’ dan membaca tasbih (Subhaana rabbiyal ‘adzimi wabihamdih) sebanyak 3x.(Baca : Shalat Tasbih)
  6. I’tidal dan membaca bacaa (Sami’allaahu liman hamidah.).
  7. Sujud pertama dan membaca (Subhaana rabbiyal ‘alaa wabihamdih) sebanyak 3x
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca (Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’afinii wa’fuannii)
  9. Sujud kedua dan membaca (Subhaana rabbiyal ‘alaa wabihamdih) sebanyak 3x
  10. Berdiri kembali sambil mengucap takbir (Allaahu akbar) untuk melanjutkan raka’at kedua. Lakukan gerakan seperti di atas sampai pada tasyahud akhir lalu salam.(Baca : Manfaat takbir yang Luar Biasa)

Baca juga :

Do’a Selesai Shalat Dhuha

Selesai mengerjakan shalat sunnah Dhuha, ada baiknya kita duduk khusyu’ dan membaca Istighfar, Shalawat Nabi, bacaan Tasbih, dan bacaan Tahlil.(Baca :Keistimewaan Amalan Istighfar)

Dilanjutkan dengan bacaan di bawah:

“Astaghfirullaahal’adziim alladzi laa ilaaha illaa huwalhayyul qayyuumi wa atuubu ilaih.” (dibaca sebanyak 100x dan minimal 32x).

Kemudian dilanjutkan dengan membaca Shalawat atas Nabi Besar Muhammad SAW. (Baca : Fadhilah Sholawat)

yang berbunyi:

“Allahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad.” (dibaca sebanyak sebanyak 32 atau 100 kali, sesuai dengan kemampuan).

Baru dilanjutkan dengan membaca Do’a berikut ini:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Baca juga :


Keutamaan dan Keistimewaan Shalat Dhuha

  1. Sedekah Untuk Seluruh Sendi Tubuh Manusia

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala.”  (H. R. Muslim; dari Abu Dzar al-Ghifari RA.)

Baca artikel tentang sedekah :

  1. Mendapat Keuntungan yang Besar Ghanimah

Abdullah bin `Amr bin `Ash RA, mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengirim pasukan perang lalu beliau berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali! Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).”

Lalu Rasulullah SAW berkata;

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih Al-Targhib: 666).

  1. Jaminan Sebuah Rumah di Surga

Nabi Muahammad SAW yang artinya: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih Al-Jami`: 634).(Baca : Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib)

  1. Ganjaran di Sore Harinya

Dari Abu Darda’ RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya.” (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

  1. Mendapat Pahala Layaknya Orang yang Melaksanakan Umrah

Dari Abu Umamah RA, bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah.” (Shahih al-Targhib: 673).


Dalam sebuah hadits lain disebutkan Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih al-Jami`: 6346).

Baca juga :

  1. Diampuni Dosanya oleh Allah SWT 

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H. R. Tirmidzi)

 

Setelah mengetahui keutamaan serta manfaat daripada mengerjakan Shalat Sunat Dhuha, tiada salahnya jika kita menjadikannya sebagai salah satu amalan disetiap harinya. Dengan mengerjakan secara baik dan benar serta dalam keadaan yang tenang dan hati yang ikhlas, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan dosa kita diampuni. Aamiin, aamiin, Ya Rabbal ‘alamiin. (Baca : Amalan Bulan Syawal)

, , , ,




Post Date: Tuesday 10th, November 2015 / 09:33 Oleh :
Kategori : Shalat