Keutamaan Shalat Hajat – Doa dan Cara Mengerjakannya

Dalam kehidupannya, manusia sebagai makhluk Allah SWT seringkali memiliki keinginan yang ia harapkan dapat menjadi kenyataan. Baik keinginan yang bersifat duniawi maupun yang bersifat akhirati. Sebagai umat islam kita selalu dianjurkan untuk hanya meminta dan memohon kepada Allah SWT karena hanya Allah lah satu-satunya yang bisa mengabulkan permohonan kita. Salah satu cara untuk menyampaikan permohonan kita adalah melalui shalat. Jangankan kita yang hanya manusia biasa, Rasullullah yang merupakan seorang nabi yang dicintai Allah tetap meminta kepada Allah melalui shalatnya.   Shalat  juga merupakan sarana bagi umat islam agar terhubung dengan Allah SWT dan memohon petunjuk serta solusi dari kesulitan dan termasuk cara agar hati tenang. Salat yang dilakukan seseorang ketika kita ingin memohon sesuatu atau mengharapkan permintaannya dikabulkan dinamakan shalat hajat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an :

ads

“Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar,” (QS Al-Baqarah: 45).

Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadist berikut :

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim…” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Pengertian Shalat Hajat

Shalat hajat adalah salah satu sholat sunat yang biasa dilakukan oleh seseorang bilamana orang tersebut memiliki maksud dan tujuan serta menginginkan tujuannya tersebut agar cepat tercapai.  Segala hajat dan keperluan yang kita inginkan di dunia maupun diakhirat bisa disampaikan kepada Allah SWT lewat shalat hajat. Dengan demikian shalat hajat adalah salah satu cara agar keinginan cepat terkabul. Agar keinginan tersebut cepat terkabul tentunya kita harus melaksanakan shalat hajat dengan tata cara yang benar dan bersungguh-sungguh. Tidak hanya itu, setelah melaksanakan shalat hajat hendaknya kita tetap berusaha sebagai bentuk rasa tawakkal kita kepada Allah SWT. ( Baca juga manfaat tawakal )

Keutamaan Shalat Hajat

Keutamaan shalat hajat amat luar biasa. Siapa yang melakukan shalat hajat dengan segenap hati khusyuk meminta kepada Allah SWT maka segala yang ia minta akan dikabulkan oleh Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut ini :

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat,” (HR Ahmad).

Ada beberapa kisah yang terjadi di masa Rasullullah SAW yang terkait dengan shalat hajat diantaranya :

  1. Dihidupkan kembali keledainya

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh‟iy, dia berkata,

“Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

2. Dikabulkan permintaannya oleh Utsman bin Affan

Dalam kitab Mu‟jamu ash-Shoghir wal Kabiir, Imam Thabrani menceritakan:

Ada seorang laki-laki memiliki kebutuhan (hajat), kemudian ia memintanya kepada Amirul mukminin Utsman bin Afan, tetapi Utsam bin Afan tidak memberikan apa yang dimintanya. Kemudian ia bertemu seseorang, yaitu Utsman bin Hunaif. Lalu ia mengadukan permasalannya kepadanya. Akhirnya, Utsman bin Hunaif menyuruhnya untuk melaksanakan shalat hajat, sebagaimana yang telah diajarkan –tata caranya– dalam hadits. Kemudian, ia pun mengerjakannya. Setelah itu, ia pun datang kembali menemui Utsam bin Afan. Tidak disangka, Utsam bin Afan memuliakannya dan mengabulkan permintaan laki-laki tersebut. Dengan kejadian itu, ia pun menemui Utman bin Hunaif (yang telah mengajarkannya shalat hajat) dan mengucapkan terima kasih kepadanya

Cara Salat Hajat

Shalat hajat adalah salah satu macam shalat sunah yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. namun, berbeda dengan sholat sunah yang lain sholat hajat tidakmemiliki tenggang waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Berikut ini adalah tata cara mendirikan shalat hajat. Shalat hajat bisa dilakukan dengan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat sama seperti jika melakukan shalat dhuha  (baca juga keutamaan shalat dhuha ) maupun shalat tahajud.  (baca juga tata cara shalat tahajud dan manfaat shalat tahajud )Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan shalat hajat dengan cara yang benar :

  • Ambil wudhu dan lakukan dengan memperhatikan cara berwudhu yang benar
  • Membaca niat. Sebelum melaksanakan shalat awalilah dengan membaca niat sebagai berikut

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala

Yang artinya :  Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala

Sponsors Link

  • Dirikanlah shalat hajat dengan khusyuk. Pada rakaat pertama bacalah surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan ayat kursi sementara pada rakaat kedua bacalah surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al fatiha
  • Setelah selesai shalat berzikirlah kepada Allah dengan membaca kalimat istighfar sebanyak 100 kali ( baca keutamaan Zikir )
  • Kemudian panjatkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali ( baca Fadhilah Shalawat ). Berikut adalah bacaan shalawat :

Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.

Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

  • Terakhir bacalah doa shalat hajat dan panjatkan doa kepada Allah dengan menyebutkan maksud dan tujuan melaksanakan shalat hajat. Ucapkan permohonan atau permintaan yang dimaksud dalam doa dengan sungguh-sungguh sehingga Allah berkenan untuk mengabulkannya.

Ada dua doa yang harusnya dibaca setelah shalat hajat  yakni :

a. Doa pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ. سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَسْئَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمِ مَغْفِرَتِكَ وَ الْغَنِيْمَةِ مِنْ كُلِّ بِـرٍّ وَ السَّلاَمَةِ مِنْ كُلَّ إِثْمٍ. لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبـًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَ لاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَـا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

Artinya : Segala Puji bagi Allah tuhan semesta Alam. Shalawat dan Salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta para keluarganya dan sahabatnya semua. Tidak ada tuhan melainkan Allah yang maha Penyantun dan pemurah. Maha suci Allah, tuhan pemelihara ‘Arasy yang Maha Agung. Segala Puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan Rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu Hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang.

Atau dengan membaca

اسئلك بمعاقد العز من عرشك ومنتهى الرحمة من كتابك وباسمك الاعظم ووجهك الأعلى وكلما تك التامت ان تقضى حاجتى ….

Artinya : Ya Allah, bahwasanya aku memohon kepada-Mu dengan serba keteguhan kemuliaan Arasy Engkau, dan sepucuk rahmat yang telah engkau tentukan dalam kitabmu, dan dengan nama-Mu yang Agung dan wajah-Mu yang maha Tinggi, dan kalimat-Mu yang maha sempurna. Ya Allah penuhilah hajatku … ( sebutkan maksud yang ingin anda peroleh).

Sponsors Link

b. Doa kedua

سبحان الذى لبس العز وقال به سبحان الذى تعطف بالمجد وتكرم به سبحان ا الرحمة من كتابك وباسمك الأعظم ووجهك الأعلى وكلماتك التامات التى لايجاوزهن بر ولا فاجر ان تصلى على محم وعلى ال محمدلذى احصى كل شىئ بعلمه سبحان الذى لا ينبغى التسبيح الاله سبحان ذى العذ والكرم سبحان ذى الطول اسئلك بمعاقد العذ من عرشك ومنتهى

Artinya : Maha suci dzat mengenakan sifat keutamaan, dan firmannya : Maha suci dzat mengenakan sifat ketinggian dan menjadi mulia karena sifat keluhuran itu. Maha Suci dzat yang menghitung segala sesuatu karena ilmu-Nya, Maha Suci dzat yang tidak seyogyanya memahasucikan kecuali kepada Allah, Maha Suci dzat yang memiliki anugerah dan keutamaan, Maha Suci dzat yang memiliki keluhuran dan kemuliaan, Maha Suci dzat yang memiliki kekuatan.

Demikian pengertian, keutamaan dan cara melaksanakan shalat hajat. Sebagai umat islam kita hendaknya hanya memohon kepada Allah SWT terutama jika sedang menghadapi musibah dan untuk menghindari bahaya putus asa. (baca juga cara menghilangkan stress dalam islam ) Fungsi agama dalam hidup tidak hanya sebagai petunjuk akan tetapi juga untuk mengatasi segala persoalan yang merupakan penyebab hati gelisah. Adapun setelah melakukan shalat hajat kita juga senantiasa harus berusaha dan tawakal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal juga tidak dapat kita pungkiri.  Semoga kelak kita mendapatkan ampunannya di hari kiamat ( baca juga : tanda-tanda kiamat )

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,




Post Date: Saturday 30th, April 2016 / 11:26 Oleh :
Kategori : Shalat