20 Firman Allah tentang Wanita

Wanita dalam keseharian memiliki peran penting. Wanita dibutuhkan pada hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari yang terkecil yaitu dalam keluarga, tentu akan terasa berbeda tanpa kehadiran seorang wanita atau ibu. Wanita juga mampu bekerja sama dalam hal apapun, dalam kehidupan masyarakat, partner kerja, juga sebagai pendukung atau pemberi motivasi bagi orang lain.

Wanita memang memiliki beragam karakter dan sifat. Wanita dalam pandangan islam adalah makhluk yang mulia, yang diberi syariat agar dirinya terjaga dari segala mara bahaya. Wanita juga dipandang sebagai sosok yang lemah, yang memerlukan seorang lelaki untuk membimbing dan melengkapinya.

Allah bahkan menciptakan surat khusus yang diberi nama An Nisa yang berarti adalah wanita. Untuk memahami dan mengetahui lebih lanjut mengenai wanita, baik buruknya, kelebihan dan kemuliannya, serta hal lain yang berhubungan dengan wanita, yuk kita simak 20 firman Allah tentang wanita :

1. QS At Tahriim : 11

Wanita adalah seorang pejuang. Dalam firman Allah tentang wanita terdapat kisah tentang Asiyah istri Fir’aun yang kafir tetapi ia tetap kuat dan berjuang dalam kesholehannya. Is tidak tertarik dengan janji Fir’aun yang semu, ia tetap menjadi seorang wanita yang taat pada Allah walaupun berada dalam kondisi dimana ia dikelilingi oleh kaum yang zalim.

Ya Allah, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya serta dari kaum yang zalim”. Wanita seperti yang diceritakan oleh ayat tersebut termasuk ciri ciri wanita penghuni surga sebab memiliki akhlak mulia dan senantiasa berjuang demi islam.

2. QS Maryam : 20

Ada juga wanita yang mulia, yaitu yang senantiasa menjaga kesuciannya dan menjauhkan diri dari zina. “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki laki sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina”. kecantikan wanita dalam islam bukan dilihat dari fisiknya, tetapi dari hatinya yang senantiasa menjaga kesucian karena takut dan ingin mendapat ridho Allah.

3. QS Al Lahab : 1-5

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. Demikian pula istrinya pembwa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut”. Contoh wanita yang dilaknat Allah ialah wanita yang senantiasa berkata buruk serta mengumbar fitnah, baginya adalah siksa neraka. wanita tersebut disiksa karena mendapat azab menghina nabi Muhammad dengan memfitnah dan menyebarkan berita bohong.

4. QS Yusuf : 23

Firman Allah tentang wanita ialah tentang wanita penggoda, wanita dengan karakter demikian ialah contoh wanita yang merendahkan dirinya sendiri. “Dan perempuan yang dia tinggal di rumahnya menggoda dirinya. dan dia menutup pintu pintu lalu berkata, marilah mendekat kepadaku”. Kisah tersebut ialah tentang Nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha tetapi tidak terpengaruh karena Nabi Yusuf memiliki ciri ciri laki laki sholeh menurut islam sehingga tidak terjerumus perbuatan maksiat.

5. QS At Tahrim : 10

Lalu kedua istri iitu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat sedikitpun membantu mereka dari siksa Allah”. Seorang wanita yang sholeh ialah yang berbakti pada suaminya, wanita yang memiliki karakter pengkhianat akan mendapat siksa Allah di akherat nanti sebab ketidaktaatan pada suaminya.

[AdSense-B]

6. QS Al Ahqaf : 15

Wanita mendapat keistimewaan dengan kepercayaan dari Allah untuk bisa mengandung dan melahirkan serta mendapat pahala luas karenanya, dan hal tersebut tidak bisa diberikan kepada lelaki. “Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan”. dan  kehamilan dalam islam yang hanya dialami oleh wanita ialah salah satu anugrah terbesar dari Allah.

7. QS Ar Rum : 21

Wanita menjadikan dunia lebih indah dan penuh kasih sayang, wanita menjadikan lelaki merasa tentram dan mejadi pelengkap bagi lelaki. “Dia menciptakan untuk kalian istri dari jenis kalian sendiri suaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang diantara kalian”.

8. QS An Nisa : 19

Tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka”. Wanita tidak boleh diperlakukan secara kasar atau dibebani dengan sesuatu yang bukan merupakan tanggung jawabnya. Hal yang demikian tidak di Ridhoi oleh Allah.

9. QS An Nuur : 23

Friman Allah tentang wanita ialah wanita yang baik baik tidak selayaknya difitnah, bagi yang melakukan hal tersebut maka akan mendapat azab dari Allah. “Orang orang yang menuduh wanita yang baik baik yang tidak berbuat zina lagi beriman mereka dilaknat di dunia dan akherat, dan bagi mereka azab yang besar”.

[AdSense-A]

10. QS An Nisa : 4

Wanita berhak mendapat mahar atau pemberian ketika ada seorang lelaki menikahinya, hal tersebut merupakan bentuk memuliakan wanita sebagai syarat dinikahinya seorang wanita oleh lelaki. “Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan pebuh kerelaan”.

11. QS An Nisa : 3

Wanita berhak diperlakukan dengan cara yang adil, jika seorang lelaki tidak sanggup berbuat adil jika poligami, maka lelaki tersebut tidak diperbolehkan menikah dengan lebih dari satu wanita, sebab perbuatan tidak adil pada wanita tidak di Ridhoi oleh Allah. “Maka nikahilah seorang wanita sahaja atau budak budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian dan tidak berlaku aniaya”.

12. QS An Nahl : 97

Barang siapa yang menegrjakan amal saleh baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami berikan balasan kepada mereka di akherat dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. Allah tidak membedakan antara lelaki dan wanita dalam hal pahala, Allah akan membuka pintu surga kepada siapa saja yang berbuat amal kebaikan. Wanita memiliki banyak peluang untuk bisa masuk surga Allah dengan kesholehannya.

13. QS Al Ahzab : 59

Allah memberikan syariat pada wanita untuk menutup aurat dengan tujuan yang mulia, yaitu untuk melindungi wanita dari gangguan atau dari disakiti. Allah melindung wanita melalui syariat syariat Nya. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu atau disakiti”.

14. QS An Nahl : 58-59

Allah tidak menyukai manusia yang tidak menerima ketika diberikan anugrah anak perempuan, sebab di mata Allah lelaki dan wanita sama sama hamba yang dicintai Nya dan Allah hanya memandang dari amal perbuatannya. “Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak wanita, hitamlah mukanya, dia sangat marah. Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.

15. QS An Nisa : 19

Lelaki tidak boleh memperlakukan wanita dengan seenaknya, dalam bergaul dengan wanita lelaki wajib memperlakukan mereka dengan baik, diantaranya ialah dengan sikap dan tutur kata yang baik, dengan perlindungan, dengan kasih sayang, dan dengan dipenhi kebutuhan lahir batinnya. “Dan bergaullah dengan mereka secara patut”. keutamaan memuliakan istri adalah kewajiban bagi suami.

16. QS An Nisa : 25

Allah  melindungi wanita yang mampu menjaga diri dengan kebaikan yang banyak, diantaranya ialah Allah memberinya lelaki atau suami yang sholeh dan menjadikannya seseorang yang mampu memberikan ketenangan pada orang lain. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.

[AdSense-C]

17. QS Al Ahzab : 33

Allah melindungi wanita dengan cara menjaganya, Allah menganjurkan wanita untuk berada di rumah kecuali jika terdapat keperluan yang diijinkan oleh syariat islam dan mendapat ijin dari suaminya. Hal demikian bertujuan untuk melindungi wanita dari segala marabahaya. “Dan hendaklah kalian menetap di rumah kalian serta janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah dahulu”.

18. QS Al Ahzab : 32

“Kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf”. Allah menganjurkan wanita untuk menjaga diri dengan menjaga tutur katanya, wanita tidak diperkenankan berkata lemah lembut pada lelaki yang bukan muhrimnya, hal itu semata untuk melindungi wanita dari fitnah dan dari perbuatan maksiat.

19. QS Al Baqarah : 233

Firman Allah tentang wanita ialah Allah memberinya keistimewaan untuk bisa menyusui serta mendapat pahala kebaikan luar biasa banyak dari air susuan yang diberikan pada bayinya. Sedang lelaki tidak mendapat keistimewaan pahala seperti ini. “Para ibu hendaknya menyusukan anak anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”.

20. QS An Nisa : 34

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sebab itu Allah menciptakan lelaki untuk menjaga dan melindunginya, Allah memerintahkan lelaki untuk memuliakan istrinya dengan cara kasih sayang dan kesabaran. “Suami itu pelindung bagi wanita (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) di atas sebagian yang lain (wanita)”.

Demikian artikel kali ini mengenai firman Allah tentang wanita. Ternyata wanita memiliki banyak keistimewaan dan dilindungi serta dimuliakan oleh Allah. Allah memberi banyak jalan istimewa bagi wanita untuk menggapai surga Nya sebab itu sebagai wanita wajib menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan dapat menjadi penyemangat wanita untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri serta mensyukuri nikmatNya. Terima kasih sudah membaca, salam hangat dari penulis.

Doa Menyambut Bulan Ramadhan Paling Lengkap

Bulan ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh segenap umat muslm. Setiap orang muslim pada bulan tersebut mendapat kesempatan yang sama untuk mencari keberkahan dari Allah. Pada bulan tersebut segala dosa diampuni, pintu surga dibuka, dan amal kebaikan sekecil apapun akan menjadi pahala.

Banyak orang terkadang merasa khawatir menjelang datangnya bulan ramadhan, umumnya akan berfikir tentang dirinya atau orang terdekatnya apakah bisa melewati bulan ramadhan tersebut sebab manusia tidak ada yang mengetahui sisa umurnya. Sebagai umat muslim hendaknya kita berdoa agar dapat diberi kesempatan melewati bulan penuh hikmah tersebut serta mampu mengisinya dengan kebaikan dan mendapat ampunan atas dosa dosa. Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang doa menyambut bulan ramadhan, yuk langsung saja kita bahas bersama,

Doa Menyambut Bulan Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah

Pada jaman Rasulullah, para sahabat dan umat muslim di masa tersebut menyambut bulan ramadhan dengan kegembiraan dan penuh suka cita. Mereka mengungkapkannya dengan doa doa yang berisi harapan kebaikan, keberkahan, dan harapan sebab percaya bahwa keutamaan berdoa dalam islam salah satunya akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Berikut kisah kisah nya yang diriwayatkan dalam berbagai hadist

1. Lathaif Al Ma’arif hal. 264

Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelu datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian selama enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar Alah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan”.

Sungguh doa yang dipanjatkan oleh para sahabat Nabi seperti yang dijelaskan dalam hadist tersebut adalah hal yang luar biasa, sebagai hamba Allah mereka bersungguh sungguh mencari kebaikan dan ridho Allah bahkan hingga melakukan doa pada sebelum dan sesudah bulan ramadhan karena mereka mengetahui bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang tidak boleh terlewatkan dengan sia sia.

2. HR Ahmad No. 888

Ada satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menjelang awal Ramadhan, doa tersebut diriwayatkan dalam sebuah hadist berikut, “Allahuakbar, Ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan) adalah Allah”.

Doa tersebut dibaca ketika melihat hilal. Doa tersebut dibaca oleh para sahabat sebagai harpaan agar selama bulan Ramadhan diberikan keselamatan serta dapat mengisinya dengan hal hal yang dicintai oleh Allah.Rasulullah percaya manfaat doa dalam islam akan mendatangkan kebaikan dari Allah.

[AdSense-B]

3. HR Ahmad No. 2346

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan”. Doa yang terdapat hadist tersebut juga merupakan doa menyambut bulan ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah dan diterapkan oleh para sahabat serta umat muslim di jaman Rasulullah.

Doa tersebut juga dapat kita terapkan ketika menyambut bulan Ramadhan, sebagai hamba Allah yang mengharap keberkahan, tentu harus diawali dengan doa, dilakukan sungguh sungguh, serta apapun hasilnya diterima dengan ikhlas. sebab  keutamaan ikhlas dalam islam akan mendapatkan ridho dari Allah.

Begitu pula dalam hubungannya dengan bulan Ramadhan, kita memang tidak pernah mengetahui kapan kita akan menutup usia dan kita juga tidak mengetahui apakah segala amalan yang kita lakukan diterima oleh Nya, sebagai hamba Allah kita wajib tetap berprangka baik serta berdoa untuk dapat mewujudkannya, yaitu mendapat keberkahan dalam menjalani ibadah pada bulan Ramadhan.

4. HR Muslim

Doa menjelang bulan Ramadhan yang juga dilakukan pada jaman dahulu oleh Rasulullah dan para sahabatnya ialah doa memohon keimanan yang kuat. Sebagai manusia yang lemah, Allah lah yang maha membolak balikkan hati manusia. Doa dilakukan agar mendapat petunjuk cara menjaga hati-menurut islam selama bulan Ramadhan nanti.

Ada kalanya seseorang justru menjadi lemah imannya di bulan Ramadhan dan malas mengerjakan amal ibadah, padahal pada bulan mulia tersebut justru banyak sekali peluang untuk memperbanyak amal. Dengan doa menyambut bulan Ramadhan ini adalah bentuk permohonan pada Allah agar menguatkan keimanan di hati kita.

Ya Allah, berilah aku keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, kesehatan yang besar, kekebalan dari penyakit, dan kebolehan  untuk menunaikan shalat, puasa, menghidupkan malamnya dam membaca Al Qur’an. Ya Allah, berilah daku keselamatan di bulan Ramadhan. Terimalah seluruhnya ibadah puasaku dan ibadah ibadah lain di bulan Ramadhan, maka bila Ramadhan berlalu dariku, Engkau sudah memaafkan dan mengampuni dosa dosa ku”.

[AdSense-A]

5. HR Muslim

Segala pujian dan sanjungan untuk Allah semata yang sudah membuat daku dan engkau, dan sudah menetapkan kedudukanmu juga sudah menjadikanmu (bulan Ramadhan) juga sebagai di saat manusia untuk beramal. Ya Allah, anugrahkanlah padaku sebuah anugrah yang diberkati. Ya Allah, curahkanlah padaku keselamatan, kesejahteraan, keyakinan, keimanan, kebajikan, ketaqwaan, bantuan, dan kesuskesan memperoleh apa apa yang Kau cintai dan ridhoi”.

Sebagai hamba Allah, kita wajib senantiasa memuji Nya dengan berbagai kenikmatan yang telah diberikan, salah satu nikmat tersebut ialah diciptakannya bulan Ramadhan yang mendatanagi berbagai kebaikan dan membuka pintu surga bagi segenap makhluk Allah. Doa menyambut bulan Ramadhan sudah selayaknya berisi tentang pujian dan syukur pada Nya seperti pada hadist di atas yang merupakan doa yang biasa dilakukan oleh para sahabat pada jaman Rasulullah. Doa tersebut sekaligus permohonan agar dapat melewati bulan tersebut dengan sukses, artinya dengan mengisi amal kebaikan dan diterima amal kebaikan tersebut.

Doa menyambut bulan Ramadhan berdasarkan Al Qur’an

6. QS Yunus : 58

“Sampaikanlah wahai Nabi Muhammad, bersama karunia Allah dan rahmat Nya, hendaknya bersama itu mereka bergembira. Karunia Allah dan Rahmat Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan dari harta benda”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah pada bulan Ramadhan rahmat dan karunia Allah bertebaran untuk setiap hamba Allah, manusia sudah selayaknya menyambut dengan gembira akan datangnya bulan Ramadhan tersebut dengan memperbanyak doa kepada Allah agar dapat bertemu bulan yang paling mulia tersebut.

Karunia dan rahmat Allah jauh lebih baik dari segala hal yang berhubungan dengan duniawi yang bersifat sementara sedangkan amal kebaikan memiliki nilai sebagai bekal hidup di akherat nanti. Hal duniawi misalnya tentang harta benda atau urusan duniawi lain. Sebab itu umat muslim hendaknya menyambut dengan suka cita dan dengan penuh harapan memohon kepada Allah agar mendapat karunia serta rahmat yang dijanjikan Nya tersebut.

7. Al Baqarah : 7

Barang siapa diantara kamu hadir di bulan Ramadhan itu, wajib baginya puasa”. Penjelasan firman Allah tersebut ialah tentang kewajiban pada bulan Ramadhan, yaitu Allah mewajibkan hamba Nya untuk berpuasa. Allah berfirman tentang kewajiban tersebut agar manusia memiliki persiapan dan dapat menjalankan puasa serta amalan lainnya.

Doa menyambut bulan ramadhan dengan membaca firman Allah tersebut akan mengingatkan kita agar melakukan persiapan dengan meningkatkan kualitas diri serta memperbanyak doa. Doa mewujudkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan kepada Nya.

Allah Menyukai Hamba Nya yang Berdoa Menyambut Ramadhan

Salah satu tanda keimanan adalah seorang mukmin bergembira akan datangnya bulan Ramadhan, seperti menyambut tamu agung yang telah dinantikan. Mempersiapkan segalanya dengan baik tentu akan membahagiakan tamu tersebut. Hendaknya seorang muslim khawatir jika dirinya tidak dapat menjumpai bulan Ramadhan.

Jika ia merasa biasa biasa saja dan tidak ada yang istimewa, bisa jadi ia luput dari kebaikan sebab tidak merasa bergembira dengan karunia Allah. Kegembiraan tersebut karena banyaknya kemuliaan, keutamaan, dan berkah pada bulan Ramadhan. Sehingga ketika menjalani ibadah dan berdoa akan terasa lebih khusyu’. “Bagaimana tidak gembira? Seorang mukmin diberi kabar dengan terbukanya pintu pintu surga, tertutupnya pintu pintu neraka, syetan dibelenggu. Dari sisi manakah ada yang menyamai waktu Ramadhan ini?”. (Latha’if Al-Maarif Hal. 148).

[AdSense-C]

Manfaat Doa Menyambut Bulan Ramadhan

Bagaimana Allah membuka hati dan menerima amal kebaikan seseorang pada bulan puasa bergantung pada hati orang tersebut. Orang yang  merasa biasa saja dalam menyambut Ramadhan dan tidak melakukan persiapan apapun bahkan merasa bulan Ramadhan sama seperti bulan bulan lainnya merupakan orang yang sombong.

Sebab ia tidak merasa khawatir akan umur nya, akan dosa dosa apa yang telah dilakukannya, dan juga tidak merasa takut jika tidak mampu menikmati indahnya bulan Ramadhan. Doa menyambut bulan Ramadhan akan membuka hati kita akan hari yang abadi di akherat sehingga kita jauh dari sifat sombong.

Manfaat lain yaitu kita akan lebih menjadi sadar untuk memperbaiki diri sehingga pada bulan Ramadhan dapat menjalani ibadah dengan seikhlas mungkin dan menjadi orang baru atau orang yang lebih baik dari sisi akhlak setelah bulan Ramadhan berakhir nantinya. InsyaAllah.

Sampai disini dulu artikel mengenai doa menyambut bulan ramadhan, sudah selayaknya kaum muslim mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya, sebab persiapan menyambut awal bulan ramadhan menjadi salah satu langkah awal yang menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam meraih berbagai keutamaan di dalamnya.

Semoga bermanfaat dan kita diberi umur panjang untuk dapat melewati serta mendapat keberkahan di bulan Ramadhan. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

17 Keutamaan Surat Maryam Untuk Ibu Hamil

Membaca Al Qur’an bagi umat islam dapat memberikan ketenangan tersendiri dan mendekatkan diri pada Allah, begitu pula untuk Ibu Hamil. Walaupun terkadang ibu hamil berada dalam kondisi yang lemah tetapi dia tetap mampu membaca atau mendengarkan Al Qur’an. Surat Maryam adalah salah satu surat yang sering dibaca ibu hamil karena dipercaya memiliki berbagai keutamaan.

Surat Maryam sering disarankan untuk dibaca, dipelajari, dan diamalkan hikmahnya oleh para ibu hamil, sesungguhnya apa yang ada pada surat Maryam hingga surat tersebut menjadi salah satu surat yang terkenal dan disarankan untuk dibaca ibu hamil? Untuk mengetahui lebih lanjut simak artikel berikut tentang keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil :

1. Tentang Keimanan

Surat Maryam berisi tentang Allah berbuat sesuatu menurut kehendak Nya walaupun tidak sesuai dengan hukum alam. Bahwa Allah Maha berkehendak segala sesuatu dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya. Seperti Nabi Zakaria yang diberi anak oleh Allah di usia yang sudah tua, tentang Nabi Isa yang jelas bukan anak Allah (seperti menurut pendapat orang orang kafir) sebab mustahil Allah mempunyai anak, Jibril turun membawa wahyu kepada Rasul Rasul atas perintah Allah, juga tentang kisah di hari kiamat nanti ketika semua manusia satu persatu menghadap Allah sebagai hamba.

Hal ini menjadi sebuah teladan keimanan dan doa sebagai salah satu dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil agar ibu hamil serta anak yang dikandungnya memiliki rasa keimanan dengan membaca dan meneladani kisah kisah di dalamnya.

2. Bentuk Ikhtiar

Dalam masa kehamilan, setiap ibu tentu senantiasa melakukan amalan istighfar dan berdoa agar mendapat kelancaran selama masa kehamilan hingga persalinannya. Agar terhindar dari segala mara bahaya dianjurkan untuk membaca surat Maryam sehingga mendapat keberkahan dalam perjalanan menanti kelahiran anugrah yang telah diberikan Allah yaitu seorang anak.

“Dia berkata : Ya Tuhanku, sungguh tulang ku telah lemah dan kepala ku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabat sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugrahilah aku seorang anak dari sisi Mu” (QS Maryam : 4-5).

3. Wujud Kasih Sayang Allah

Kehamilan adalah salah satu wujud kasih sayang Allah baik untuk ibu hamil maupun keluarganya, sebab seorang anak adalah rejeki yang barangkali tidak semua wanita diberi kepercayaan untuk menerima anugrah tersebut. “Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah emmebrikan nama itu sebelumnya (QS Maryam : 7)

4. Doa Agar Anak Berbakti

“Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong bukan pula orang yang durhaka”. (QS Maryam : 14). Ayat tersebut merupakan salah satu doa yang merupakan bagian dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil yaitu doa untuk anak yang dikandung agar kelak menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah.

[AdSense-B]

 5. Tanda Kebesaran Allah

“Dia (Jibril) berkata ; demikianlah Tuhanmu berfirman, hal itu mudah bagi Ku dan agar kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”. (QS Maryam : 21). Bagi Allah segalanya memang mudah dan tidak ada yang tidak mungkin, kehamilan merupakan salah satu kebesaran Allah dan bentuk rahmat untuk ibu hamil tersebut.

 6. Anjuran Berprasangka Baik

Ibu hamil terutama yang pertama kali mengalami terkadang merasa takut tentang proses persalinan, dianjurkan untuk membaca surat Maryam agar mendapat teladan dan senantiasa berprasangka baik bahwa Allah selalu memberi pertolongan. Seperti kisah dalam surat Maryam berikut ketika Maryam merasa putus asa karena rasa sakit selama persalinan dan Allah memberinya pertolongan. prasangka dalam islam khususnya pada hal – hal yang baik akan membawa dampak baik.

[AdSense-A]

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata : wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Jibril berkata janganlah engkau bersedih. Goyangkanlah pohon kurma itu niscaya akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”. (QS Maryam : 23 – 25).

 7. Bukti KeEsaan Allah

“Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia, apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! Maka jadlah sesuatu itu”. (QS Maryam : 35). Merupakan bukti bahwa Nabi Isa bukanlah anak Allah seperti yang disampaikan oleh orang orang kafir.

 8. Peringatan Untuk Umat Manusia

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan yaitu ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman”. (QS Maryam : 39). Ayat tersebut sebagai peringatan bagi ibu hamil dan doa untuk bayinya kelak agar menjadi orang yang beriman sehingga tidak menyesal di hari akhir nanti.

 9. Contoh Teladan Ketaatan

Ibu hamil senantiasa berdoa kebaikan untuk anaknya, dengan membaca surat Maryam yang mempunyai keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dapat sebagai doa dan teladan agar menjadi hamba yang istiqomah di jalan Allah, yang siap menjauhkan diri dari segala keburukan yaitu segala sesuatu yang dilarang Allah. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan apa yang engkau sembah selain Allah”. (QS Maryam : 48).

 10. Teladan Wanita Sholehah

Maryam berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki laki padahal tidak ada laki laki yang pernah menyentuhku”. (QS Maryam : 20). Surat Maryam sering dianjurkan untuk ibu hamil yang berikhtiar agar memiliki anak perempuan yang sholehah, dengan membaca surat Maryam, merupakan salah satu wujud doa untuk ikhtiar tersebut.

 11. Ciri Wanita Penyabar

Maka dia mengandung dan mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh”. (QS Maryam : 22). Dalam kisah di firman Allah tersebut dikisahkan Maryam harus mengasingkan diri agar terhindar dari fitnah karena mengandung padahal beliau sama sekali tidak pernah disentuh oleh lelaki, Maryam dengan kesabarannya tetap menerima takdir Allah dan menjaga dengan kasih sayang bayi yang dikandungnya.

Begitu pula sebagai ibu hamil harus senantiasa bersabar ketika menghadapi ujian atau beban selama masa kehamilan, wajib menerima takdir Allah dan mensyukuri anugrah kehamilan tersebut dengan menjaga serta merawat kesehatan bayi dalam kandungannya.

 12. Doa Agar Anak Sholeh

Kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari Kami bersih dari dosa. Dan diapun seseorang yang bertaqwa”. (QS Maryam : 13). Firman Allah tersebut juga merupakan salah satu doa agar anak yang dikandung kelak memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan menjadi orang yang bertaqwa.

 13. Anjuran Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah

Ibu hamil tentu mempunyai berbagai harapan untuk anaknya, harapan tersebut dapat diungkapkan langsung kepada Allah, tak perlu dengan cara riya seperti berdoa di media dan sejenisnya, cukup kepada Allah saja doa itu disampaikan. “Yaitu ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut”. (QS Maryam : 3).

 14. Bukti Allah Maha Mendengar

Kisah dalam surat Maryam tentang Nabi Zakaria yang diberi anugrah anak oleh Allah padahal iistrinya mandul dan usia beliau sudah tua, merupakan bukti bahwa Allah senantiasa mendengar doa hamba Nya, sebagai ibu hamil juga wajib senantiasa memohon kebaikan untuk kehamilan dan anaknya kelak. Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan memiliki anak padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sudah mencapai usia yang sangat tua?”. (QS Maryam : 8).

 15. Berisi Kisah Kisah Orang Sholehah

Bayi sejak dalam kandungan sudah mampu mendengar berbagai ucapan, jika sering dieprdengarkan kalimat kalimat Allah yang indah InsyaAllah kelak akan menjadi anak yang baik akhlaknya. Sebab itulah termasuk keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dimana dalam surat Maryam terdapat berbagai kisah kisah orang sholehah yaitu kisah Nabi Zakaria, Maryam, juga Nabi Musa yang wajib diperdengarkan kepada bayi sejak dalam kandungan.

 16. Bukti Kebesaran Allah

Surat Maryam berisi tentang kebesaran dari Allah dimana sesuatu yang tidak mungkin terjadi seperti istri Nabi Zakaria yang mandul, Maryam yang tidak pernah disentuh lelaki, diberi anugrah seorang anak oleh Allah menunjukkan betapa kebesaran Allah itu nyata. Termasuk ibu hamil yang mendapat kepercayaan untuk memiliki seorang anak merupakan wujud kebesaran Allah dan rejeki besar untuknya. Wajib mensyukuri dan mengakui kebesaran Nya.

[AdSense-C]

 17. Perintah Bertaqwa Kepada Allah

Surat Maryam yang terdapat berbagai teladan di dalamnya memerintahkan pada ibu hamil dan semua umat mukmin agar senantiasa bertaqwa kepada Allah juga sebagai doa agar bayi dalam kandungannya kelak menjadi orang yang bertaqwa sebab sudah diperdengarkan tentang perintah perintah Allah sejak dalam kandungan. Selain itu cara meningkatkan iman dan taqwa yang dilakuka sehari – hari akan membawa manfaat baik tentunya.

Demikian artikel kali ini, barangkali ada sudah pernah membaca kisah kisah dan pengalaman pribadi tentang keajaiban dari surat Maryam untuk ibu hamil, diantaranya yaitu para pasangan yang dikaruniai anak karena rajin mengamalkan surat Maryam dan kisah wanita yang memiliki perjalanan kehamilan dan persalinan yang lancar. Semoga bermanfaat terima kasih.

17 Keutamaan Khadijah

Khadijah r.a (Khadijah binti Khuwalid), nama tersebut amatlah dikenal oleh segenap umat muslim. Siapa yang tidak kenal dengan seorang wanita sangat cantik, janda, bangsawan, berbudi pekerti luhur, serta disegani oleh segenap masyarakat yang merupakan istri pertama dan yang paling dicintai oleh Rasulullah.

Khadijah menjadi seorang istri yang tidak pernah dilupakan oleh Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW sebab menjadi teman hidup paling setia dan banyak memberikan kebaikan serta dukungan kepada beliau.

Apa sajakah kebaikan dan teladan dari Khadijah hingga beliau menjadi salah satu wanita yang dimuliakan oleh Allah dan dijamin surga bagi Nya? Berikut saya uraikan mengenai kebaikan dan keutamaan Khadijah r.a dalam artikel kali ini tentang Keutamaan Khadijah.

1. Menemani Hari Hari Sulit Rasulullah

Khadijah adalah seorang wanita yang sabar dalam membantu Rasulullah saat menerima wahyu pertama di gua Hira, menguatkan dan memberikan ketenangan ketika Rasulullah mendapatkan mimpi yang memberatkan dan juga shalat bersama Rasulullah ketika islam masih di syariatkan secara sembunyi sembunyi. Khadijah selalu setia dan menemani Rasulullah dalam menjalani hari hari sulit walaupun beliau adalah seorang wanita dari keluarga berada dan terhormat. Khadijah menerima Rasulullah apa adanya dan tidak pernah mengeluh. Disini keutamaan iman dalam islam sangat diperlihatkan oleh Khadijah.

Tahukah kamu sosok yang aku ceritakan kepadamu yang aku lihat dalam mimpi, dia itu Jibril. Ia memberitahukan kepadaku bahwa dia diutus Rabbku kepadaku. Khadijah berkata : bergembiralah, demi Allah, Allah akan selalu memperlakukan padamu dengan baik. maka dari itu terimalah apa yang datang kepadamu dari Allah, karena itu adalah kebenaran”. (HR Muslim).

2. Memiliki Keimanan yang Tangguh

Ketika Rasulullah kembali dari gua Hira, beliau berada dalam keadaan takut dan cemas dan berkata pada Khadijah “Selimutilah saya.. selimutilah saya..” (HR Muslim).

Khadijah lalu memberikan kekuatan dan ketenangan pada Rasulullah dengan rasa iman nya yang tangguh kepada Allah “Allah tidaklah akan menghinakan kamu selamanya, sesungguhnya anda benar benar orang yang suka menyambung tali persaudaraan, menghormati para tamu, menanggung orang orangg yang membutuhkan, berusha memenuhi kebutuhan orang orang yang tidak mampu, dan membantu orang orang yang ditimpa musibah”. (HR Muslim).

Hal yang dilakukan Khadijah tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang memiliki iman yang lemah. Karena keteguhan iman nya, Khadijah selalu yakin bahwa setiap petunjuk yang diberikan Allah ialah benar adanya.

3. Pertama Kali Masuk Islam

Khadijah menjadi wanita yang pertama kali masuk islam sebab beliau lah yang menemani Rasulullah ketika menerima wahyu dan menjadi teman hidup sepanjang Rasulullah menyebarkan sumber syariat islam. “Khadijah adalah yang Allah tetapkan masuk islam pertama kali, tidak ada laki laki maupun perempuan yang mendahuluinya”. (Ummahat Al-Mukminin hal 174).

[AdSense-B]

4. Akhlak Luhur

Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman pada ajaran Rasulullah dan membenarkannya sebelum yang lainnya”. (Syiar A’lam An-Nubala). Keutamaan Khadijah diantaranya sebab akhlaknya yang luhur yang senantiasa yakin akan adanya Allah dan menjalankan perintah Nya serta mengabdikan dirinya untuk Rasulullah dan agama islam.

5. Berkorban Jiwa Raga dan Harta

Khadijah dikenal sebagai pedagang wanita yang kaya raya, beliau menggunakan segalanya baik jiwa raga dan harta yang dimilikinya untuk membantu Rasulullah berjuang di jalan Allah demi tegaknya agama Allah. Khadijah tidak ragu atau pamrih dalam menggunakan segala yang dimiliknya untuk kepentingan agama dan orang orang yang membutuhkan.

[AdSense-A]

6. Sholehah Sejak Masa Jahiliyah

Khadijah merupakan penganut Ibrahim yang tidak menyembah berhala dan bersih dari perilaku jahil dan selalu mentauhidkan Allah, selalu yakin adanya Allah walaupun agama islam belum lahir dan belum diutusnya Rasulullah. Khadijah tidak seperti wanita wanita jahiliyah pada jaman dahulu yang mengikut ajaran kafir. Kesholehannya itulah yang menjadi nilai penting dan bagian dari Keutamaan Khadijah.

7. Terdepan dalam Mengimani dan Mendukung Rasulullah

Khadijah berperan besar dalam perjalanan Rasulullah menyebarkan islam, beliau selalu mengimani dan mendukung Rasulullah. “Allah tidak memberiku pengganti yang lebih baik dari Khadijah. Ia telah beriman kepadaku saat orang lain kufur, ia mempercayaiku ketika yang lain mendustaiku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika tidak ada orang lain membantuku”. (HR Bukhari).

8. Satu Satu nya yang Memiliki Anak Sebagai Penerus Rasulullah

Khadijah satu satunya istri Rasulullah yang memiliki dua putra dan empat putri dari beliau yang menjadi generasi penerus Rasulullah. Dua putra dan Khadijah meninggal di masa kecil. Empat putri tumbuh dewasa dan menjadi pembela agama Allah yakni Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Fatimah juga sempat memberi cucu kepada Nabi yakni Hasan dan Husein.

“Dan Allah juga menganugrahiku anak anak melalui rahimnya, sementara istri istri ku yang lain tidak memberiku anak”. (HR Thabrani). Itulah mengapa terdapat Keutamaan Khadijah sebab Rasulullah tidak memiliki generasi generasi penerus dari istri istri nya yang lain.

9. Mendapat Salam dari Malaikat Jibril

Jibril pernah menemuiku dan berkata : wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk. Maka jika dia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu dan di dalamnya tidak terdapat kesusahan dan kegaduhan”. (HR Bukhari).

10. Wanita Terbaik Sepanjang Sejarah

Wanita wanita terbaik sepanjang sejarah adalah Maryam, Khadijah, Fatimah, dan Asyiah”. (HR Ahmad). Khadijah termasuk wanita terbaik yang dijadikan teladan bagi seluruh umat muslim di dunia.

11. Wanita Penghuni Surga

“Sebaik baik perempuan yang menghuni surga ialah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asyiah:. (HR Ahmad). Khadijah menjadi salah satu wanita mulia yang oleh Allah dijamin surga bagi Nya.

12. Tak Pernah Dilupakan Rasulullah

Meski telah menikah dengan wanita lain Rasulullah selalu mengenang cinta nya. Rasulullah senantiasa mengingat dan berbuat baik pada orang orang yang berhubungan dengan Khadijah. Rasulullah pernah menyembelih seekor kambing kemudian membagikan dagingnya khusus kepada teman teman Khadijah.

Saya memperhatikan teman teman nya karena ia memiliki tempat khusus di hati saya”. (HR Muslim). Rasulullah juga sering menceritakan kebaikan kebaikan Khadijah kepada sahabat sahabatnya.

13. Membuat Aisyah Cemburu

Istri favorit Rasulullah pun yaitu Aisyah r.a cemburu terhadap Khadijah karena Khadijah amat dicintai Rasulullah walaupun telah meninggal dunia, Aisyah bercerita bahwa setiap kali Rasulullah menceritakan tentang Khadijah selalu berbicara panjang lebar, memujinya, dan berdoa untuk pengampunannya karena Keutamaan Khadijah yang dimiliki istri pertama Rasulullah tersebut.

Aku tidak cemburu pada seorang wanita pun melebihi kecemburuanku pada Khadijah. Sungguh dia (Khadijah) telah wafat tiga tahun sebelum Rasulullah menikahiku, kecemburuanku disebabkan aku pernah mendengar Rasulullah menyebut nyebut namanya. Seakan akan di dunia ini tidak ada wanita selain dia. Rasulullah bersabda Khadijah itu begini dan begitu, dan aku (Rasulullah) mendapatkan anak darinya”. (HR Muslim).

14. Rasulullah Selalu Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Khadijah

Walaupun Khadijah telah dipanggil oleh Allah terlebih dahulu, Rasulullah tetap berbuat baik dan menjalin silaturahmi dengan keluarga Khadijah. hukum silaturahmi menurut islam memang sangat dianjurkan, oleh karena itu Rasulullah tetap menjaganya.

15. Mengajarkan Cara Mencintai Secara Islam

Tahukan anda bahwa Khadijah lah yang pertama kali melamar Rasulullah? Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama bagi wanita tentang bagaimana mencintai dan menyampaikan cinta secara islam dengan jalan suci yang di ridhoi Allah dan dilakukan tanpa berbuat maksiat apalagi zina.

Pada waktu itu Khadijah  meyakini keindahan akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga menumbuhkan keberanian dan keteguhan untuk melamar. Pada akhirnya Nabi pun setuju, dengan didampingi oleh paman nya, Abu Thalib, beliau lantas datang ke rumah Khadijah untuk melamar dan meminta persetujuan dari keluarga Khadijah. Lamaran tersebut disetujui kedua belah pihak dan mereka pun akhirnya menjadi pasangan suami istri.

[AdSense-C]

16. Dihormati Seluruh Alam

Rasulullah setiap kali melewati pohon ataupun batu semuanya mengucapkan salam kepada Khadijah”. (Muttafaq ‘alaih).

17. Teladan istri sholehah

Khadijah adalah teladan seorang istri sholehah dan pekerja keras, beliau punya mental wirausaha dan berjuang walaupun dilahirkan dan pernah memiliki suami kaya raya, beliau tetap berusaha sendiri dan selalu berfikir untuk mengembangkan usahanya serta memberi sedekah dan mengajarkan kepandaian dagang nya kepada orang lain. Tidak pernah menimbun harta atau berbuat curang.

Walupun memiliki bisnis besar tetapi setelah menikah Khadijah menyerahkan semuanya kepada Rasulullah dan memilih untuk total merawat dan melayani suami tercintanya, Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama wanita agar senantiasa berbakti kepada suami dan menjadikan suami sebagai sosok nomor satu di hatinya, walaupun harus meninggalkan harus meninggalkan duniawi, tetap suami menjadi sosok yang wajib bagi wanita untuk mengandi dan taat kepadanya.

Demikian artikel kali ini, Itulah teladan dari Keutamaan Khadijah, semoga dapat menjadi pelajaran. Terima kasih.

15 Cara Rasulullah Menyayangi Istri

Rasulullah adalah sosok manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Beliau mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun. Sebagai hamba yang diberi amanah untuk menyebarkan sumber syariat islam, beliau menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah.

Di medan perang ketika berjuang membela islam, beliau menjadi sosok pemimpin yang menguasai strategi dan mampu mengalahkan musuh dengan jalan yang lurus tanpa kecurangan atau cara yang jahat. Di tengah masyarakat beliau menjadi sosok teman, sahabat, guru yang berwibawa.

Dan di rumah pun, Rasulullah menjadi sosok penyayang dan kepala rumah tangga yan adil dan mampu memberikan rasa aman serta kebahagiaan bagi istrinya. Tidak salah jika beliau dijadikan sebagai teladan bagi seluruh islam.

Sebagai umat mukmin yang mengikuti ajaran Rasul, hendaknya kita mengikuti teladan Rasulullah dalam menyayangi istri,bagaimana Rasulullah selalu membahagiakanistrinya dan bagaimana Rasulullah selalu bertutur kata lembut serta memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah menjadi teladan untuk para suami juga segenap laki laki yang nantinya akan menjadi seorang suami tentang cara memberikan kasih sayang dalam islam untuk istri.

Berikut 15 cara Rasulullah menyayangi istri, simak baik baik dan pahami sebagai jalan teladan anda untuk menjadikan kehidupan rumah tangga lebih indah dalam rangka beribadah kepada Allah,

1. Romantis

Cara pertama yang dilakukan Rasulullah untuk menyayangi istrinya ialah beliau sellau memperlakukan istrinya dengan romanris dan penuh kasih sayang. Rasulullah sering mencium istrinya “Rasulullah sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa”. (HR Nasai). Penjelasan dari hadist tersebut ialah Rasulullah mencium istrinya karena ingin memberikan kesenangan dan kebahagiaan, bukan semata karena hawa nafsu.

2. Berkata Kata Lembut

Rasulullah mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sederhana dan bersahaja. Beliau pernah bersabda “Aku diberi rezeki berupa rasa cinta kepada engkau wahai istriku”. (HR Muslim). Kalimat tersebut sederhana tanpa berisi kalimat pujian yang berlebihan, tetapi sangat berkesan mendalam bukan? Seorang istri tentu akan bahagia jika mendengar kalimat tersebut dari suaminya.

3. Memanggil dengan Panggilan yang Indah

Rasulullah selalu memanggil istrinya dengan panggilan indah yang disukai. Aisyah dipanggil dengan panggilan “Ya Humaira” (Wahai wanita yang pipinya kemerah merahan).

4. Memanjakan Istri

Dari Anas berkata : “Kemudian kami pergi menuju Madinah. Aku lihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah (salah satu istri Rasulullah) kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga ia bisa menaiki unta tersebut”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menceritakan bahwa Rasulullah memanjakan istri dengan memberi pelayanan dan memberikan kenyamanan untuk istrinya.

[AdSense-B]

5. Memberi Hadiah

Sebagai keinginan untuk membahagiakan istrinya, Rasulullah pernah memberi istrinya hadiah. “Rasulullah memberi kepada masing masing istrinya satu botol minyak kasturi”. (HR Ahmad). Hadiah tersebut bukan sesuatu yang bertujuan untuk berlebihan atau menimbulkan sifat bermewah mewahan, tetapi hal sederhana yang bermanfaat dan disukai oleh istrinya.

6. Makan Berdua

Rasulullah sering bersikap manis dengan makan atau minum berdua bersama istrinya, beliau tidak menampakkan perasaan jijik atau sejenisnya, melainkan dengan sikap bahagia sebab menerima istrinya apa adanya.

Dari Aisyah r.a “Aku biasa makan bubur bersama Rasulullah dalam wadah yang sama, aku minum air dengan gelas dan beliau meletakkan mulut beliau di gelas tersebut lalu beliau minum”. (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur).

[AdSense-A]

7. Membujuk dengan Lembut Ketika Istri Marah

Dalam kehidupan rumah tangga tentu pernah mengalami suatu perselisihan, entah karena masalah kesalahpahaman dalam berkata kata, faktor kesibukan, cemburu, atau diantara satu sama lain merasa kurang diperhatikan.

Ketika istri Rasulullah marah atau merasa tidak nyaman dalam hatinya, Rasulullah tidak menanggapi dengan kalimat yang kasar atau bersikap kaku pada istrinya, melainkan mendinginkan hati istrinya tersebut dengan cara yang manis dan lembut. “Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

cara rasulullah marah kepada istri tidak pernah menanggapi kemarahan istri dengan amarah apalagi dengan memukul istrinya diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

8. Mencium Istri Ketika Hendak Bepergian atau Baru Pulang

Dari Aisyah r.a “Rasulullah selalu mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat, kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad). Hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti untuk istri, Rasulullah berusaha memberikan ketenangan pada istrinya selama beliau bepergian dengan cara mencium nya terlebih dahulu agar tidak timbul prasangka buruk pada hati istri sebab suami telah meminta ijin dan berpamitan dengan baik.

9. Tidur di Pangkuan Istri

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa istri nya tersebut aat dibutuhkan dan disayangi oleh Rasulullah, beliau bersandar pada pangkuan istrinya dengan tujuan saling berkasih sayang.

Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”. (HR Muslim).

10. Mandi Bersama Istri

Dalam sebuah riwayat Rasulullah mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama “Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan”. (HR Mutafaqun ‘Alaih).

Mandi bersama istri bukanlah tindakan tercela atau sesuatu yang dilarang dalam islam, sepasang suami istri memiliki hak sepenuhnya dalam kasih sayang dan pelayanan untuk satu sama lain. Rasulullah melakukan hal tersebut untuk melayani dan memberikan kegembiraan bagi istrinya.

11. Pendengar yang Baik

Ketika mendengar keluhan dari istrinya, Rasulullah mendengar keluh kesahnya istrinya tersebut dengan sabar dan memberi tanggapan dengan baik. beliau melakukan hal tersebut untuk memberikan hak pada istrinya bahwa salah satu tugas seorang suami ialah menjadi pemimpin dan pemberi keputusan ketika istrinya dilanda kebingungan.

Dari Aisyah r.a “Rasulullah adalah orang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit”. (HR Bukhari).

12. Mengajak Istri Bepergian

Aisyah r.a berkata : “Rasulullah jika hendak melakukan perjalanan, beliau melakukan undian diantara para istri, barang siapa yang keluar namanya, maka dialah yang ikut pergi bersama beliau”. (HR Bukhari).

13. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Hal ini pernah diutarakan oleh Aisyah ketika ada yang bertanya padanya mengenai urusan apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumah, Aisyah menjawab : “Rasulullah membantu melaksanakan pekerjaan keluarga”. (HR Bukhari)

Ketika ditanya oleh Aisyah “Ya Rasulullah bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?. Beliau menjawab “Ya Humaira, apakah aku tak boleh menjadi hamba Nya yang bersyukur?”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menjalaskan bahwa Rasulullah bersedia membantu pekerjaan rumah tangga walaupun lelah atau berat untuk dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah telah diberi seorang istri dan wujud nyata dalam mensyukuri nikmat tersebut dengan cara memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

14. Membelai Istri

Rasulullah memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya, “Setiap hari Rasulullah membelai semua istrinya seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau gilir waktunya lalu beliau bermalam di tempatnya”. (HR Ahmad).

15. Tidak Membebani

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Aisyah menunggu Rasulullah karena belum pulang hingga tengah malam, Aisyah menunggu beliau pulang hingga tertidur di dekat pintu rumah. Ketika Rasulullh sampai rumah dan menyadari hari sudah larut malam, beliau ingin mengetuk pintu tetapi khawatir akan mengganggu Aisyah yang barangkali telah terlelap tidur.

Beliau lalu menggelar sorban di depan pintu dan tidur di atasnya. Walaupun dalam keadaan lelah beliau tidak ingin mengganggu atau membebani istrinya. Dan malam itu tanpa saling mengetahui mereka tertidur di depan pintu.

Pagi hari ketika Aisyah membuka pintu ia kaget karena melihat Raulullan tidur di luar dan Rasulullah berkata “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu”. (HR Muslim). Kisah tersebut terjadi karena tingginya rasa ksih sayang diantara keduanya.

[AdSense-C]

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah menyayangi istri, perlu dipahami bahwa Rasulullah melakukan hal tersebut bukan karena untuk merayu tetapi melakukannya dengan niat membahagiakan istri dan ibadah kepada Allah.

Memang sebagai manusia biasa kita tidak akan mungkin sepenuhnya mampu meniru Rasulullah sebab beliau memang sosok yang paling sempurna diantara semua manusia, tetapi ada baiknya kita selalu melakukan dan meniru teladan dari Rasulullah dengan sebaik dan semampu kita, agar timbul kasih sayang dan kehidupan rumah tangga yang lebih indah.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan kali ini. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir. Salam hangat dari penulis.

15 Cara Rasulullah Marah Kepada Istri

Rasulullah adalah sosok teladan bagi seluruh umat, sering kita mendengar tentang sikap lemah lembut dan kesabaran yang ditunjukkan beliau kepada istrinya yang hampir semuanya merupakan bentuk kasih sayang dalam islam dan kebaikan untuk istri.

Tetapi apakah pernah terbersit pada pikiran anda bahwa Rasulullah pernah marah kepada istrinya? Rasulullah memiliki sifat tegas, jikapun beliau pernah marah hal terebut karena suatu hal yang didasarkan pada kepentingan agama, tidak pernah melibatkan emosi dan bukan karena hawa nafsu pribadi. Berikut 15 cara Rasulullah marah kepada istri :

1. Memeluk Istri

Diriwiyatkan dalam sebuah kisah bahwa Rasulullah pernah ada perasaan marah kepada Aisyah (istri Rasulullah) akibat terus menerus cemburu pada Khadijah (istri pertama Rasulullah yang pada waktu itu telah meninggal dunia), kemudian beliau berkata dan memerintahkan kepada Aisyah “Tutuplah matamu”. Maka Aisyah pun menutup matanya. Ketika dalam posisi tersebut beliau mendekat dan memeluk Aisyah sambil berkata “Ya Humaira ku, marahku telah pergi setelah aku memelukmu”.(HR Muslim).

Dalam kondisi sifat marah dalam islam, Rasulullah tidak serta merta melakukan tindakan yang menyakiti istrinya, beliau senantiasa berusaha bersabar dan mengedepankan rasa kasih sayang pada istrinya.

2. Menyentuh Wajah Istri

Hal ini juga masih berhubungan dengan rasa cemburu yang dirasakan oleh Aisyah pada Khadijah, Aisyah selalu menunjukkan sikap dan kalimat cemburu setiap kali Rasulullah bercerita tentang Khadijah, bahkan Aisyah pernah berkata bahwa Khadijah hanyalah seorang wanita dan Rasulullah sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik, yakni dirinya.

Dalam kondsi tersebut Rasulullah memijit hidung Aisyah dan berkata : “Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni).

Tindakan tersebut merupakan contoh bahwa Rasulullah tetap memperlakukan istrinya dengan baik walaupun dalam kondisi marah.

3. Menegur dengan Kalimat yang Tegas

Diriwayatkan dalam sebuah kisah ketika Aisyah berkata kepada Rasulullah bahwa Shafiyah (salah satu istri beliau) adalah gadis yang bertubuh pendek, mendengar hal tersebut Rasulullah segera menegur Aisyah agar ia tidak merendahkan orang lain seperti kalimat yang baru saja diucap oleh istri kesayangannya tersebut.

Sungguh, engkau telah mengucapkan suatu kata yang jika dicampur dengan air lautan akan rusak air laut tersebut”. (HR Tirmidzi). Dari hadist tersebut dapat diambil pelajaran bahwa walaupun Rasulullah sangat menyayangi Aisyah, tetapi beliau tetap bersikap tegas demi kebaikan istrinya.

4. Tidak Menegur di Hadapan Orang Lain

Aisyah terkenal sebagai istri Rasulullah yang paling pencemburu terhadap istri Rasulullah yang lain. Dikisahkan pada suatu hari ketika Aisyah mendapat giliran untuk dikunjungi Rasulullah, beliau mendapat kiriman makanan dari istrinya yang lain berupa piring berisi kurma. Rasulullah segera menerima dan menyajikan bersama para sahabat yang pada saat itu berkumpul di rumah beliau.

[AdSense-B]

Aisyah yang merasa cemburu lalu memecahkan piring tersebut hingga pecah dan berjatuhan kurma nya. Rasulullah hanya tersenyum melihatnya dan berkata kepada para sahabatnya “Maaf, Ibu kalian sedang cemburu” sambil memungut piring pecah dan kurma yang berjatuhan serta menggantinya dengan piring yang baru.(Diriwayatkan dalam kitab Hadist Imam Bukhari).

Rasulullah tidak marah kepada Aisyah di hadapan para sahabatnya sebab memahami bahwa Aisyah sedang dalam kondisi cemburu.

5. Diam

Rasulullah pernah marah pada istri nya yang bernama Aisyah dan Hafsah ketika kedua istri beliau bersikap cemburu yang berlebihan pada Maria (salah satu istri Rasulullah). Maria yang dikenal cantik dan berkulit bersih itu mendapat anugrah seorang anak bernama Ibrahim dari Rasulullah (anak itu kemudan meninggal di usia sembilan bulan).

[AdSense-A]

Mereka (Aisyah dan Hafsah) bahkan pernah berkata bahwa anak itu (Ibrahim) sama sekali tidak memiliki wajah yang mirip dengan Rasulullah. Mendengar hal tersebut Rasulullah pun marah dan mendiamkannya.

Allah membenarkan sikap Rasulullah tersebut dalam firmanNya “Dan istri istri yang kalian khawatirkan akan nusyuz hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggallah mereka di tempat tidur kalau perlu pukullah mereka”. (QS An Nisa : 34)

Maksud dari firman Allah tersebut ialah jika ada seorang istri yang sudah dinasehati berulang kali tetapi tetap saja tidak mengikuti suami, maka suami boleh mendiamkannya. Rasulullah pun melakukannya dengan niat kebaikan agar kedua istri nya tersebut jera dan dapat mengambil pelajaran.

6. Tidak Menggauli

Masih berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah, Rasulullah pun tidak menggauli istri istrinya tersebut selama sebulan dan menyendiri di tempat lain. Rasulullah kembali setelah 29 hari setelah didatangi oleh sahabatnya Umar bin Khattab.

7. Menerima Kesalahan Istri

Dikisahkan ketika Aisyah menjemput Rasulullah setelah berjihad, sesampainya di rumah Aisyah membuatkan minuman untuk beliau dalam kerinduannya yang dalam, biasanya Rasulullah membagikan separuh minumannya pada Aisyah tetapi kali ini tidak dilakukan. Aisyah lalu bertanya, “Ya Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Hingga tiga kali, setelah tersisa sedikit dan diberikan kepada Aisyah maka Aisyah minum dan memuntahkannya, ternyata airnya asin karena Aisyah salah memasukkan garam ke dalamnya. (HR Muslim).

Rasulullah tetap sabar walaupun Aisyah berbuat salah ketika membuat minuman untuk beliau, beliau tidak serta memarahi istrinya tersebut karena tidak ingin menyakiti hati Aisyah. Dalam kondisi marah pun beliau tetap memikirkan perasaan orang lain.

8. Menghindar

Ketika Rasulullah berkunjung ke rumah Aisyah beliau melihat ada gambar pada bantal Aisyah yang hal tersebut dilarang dalam islam sebab membuat malaikat pembawa berkah tidak bisa masuk ke rumah tersebut. Rasulullah tidak mau masuk ke dalam rumah dan baru memasuki rumah ketika Aisyah telah mengganti bantal tersebut.

9. Memberi Nasehat

Rasulullah pernah memberi nasehat di dalam suatu majelis sebagai bentuk nasehat untuk istri istri nya yang sering cemburu satu sama lain. “Kalian sering mencaci dan tidak pandai berterima kasih terhadap suami. Sesungguhnya kalian adalah orang yang paling kurang akal dan agamanya”.(HR Muslim).

Dari nasehat tersebut beliau menganjurkan pada wanita untuk menerima suami apa adanya sebab suami selalu berusaha memberi yang terbaik dan bersikap seadil adilnya pada istri istrinya. Dalam kondisi seperti ini keutamaan memaafkan dalam islam dan bersikap sabar disini sangat baik.

10. Tidak dengan Memukul

Walaupun dalam keadaan marah, Rasulullah tidak pernah memukul istrinya, hal tersebut diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

11. Memisahkan Diri

Hal ini berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah yang didiamkan oleh Rasulullah dan tidak digauli selama sebulan, Allah menurunkan firman berikut, “Hai Nabi katakanlah kepada istri istrimu : jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah agar kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. dan jika kamu menghendaki keridhaan Allah dan Rasul Nya serta kesenangan di negeri akherat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 28-29).

12. Menjelaskan dengan Sabar

Aisyah pernah marah ketika tidur bersama Rasulullah tetapi tiba tiba ditinggalkan. Menanggapi hal tersebut beliau menjelaskan bahwa Rasulullah pergi karena mendapat perintah dari Allah melalui malaikat Jibril dan dan tidak tega meminta ijin pada Aisyah karena mengira Aisyah sudah tidur. (Kisah ini diriwayatkan dalam kitan Imam Bukhari).

13. Memahami Penyebab Permasalahan

Ketika Rasulullah pergi bersama kedua istrinya, Aisyah dan Shafiyah, unta Shafiyah memiliki beban beban terlalu berat hingga beban tersebut sebagian dipindahkan ke unta Aisyah. Aisyah cemburu dan berkata “Sesungguhnya engkau mengaku menjadi Rasul”. Rasulullah hanya tersenyum dan berkata “Apakah engkau ragu bahwa aku Rasul Allah?”. Aisyah berkata “Jika engkau rasul kenapa engkau berlaku tidak adil?’. (HR Muslim).

Rasulullah segera menjelaskan pada Aisyah dan tetap sabar walaupun marah dengan kata kata Aisyah sebab beliau mengerti bahwa tindakan yang dilakukan Aisyah adalah karena cemburu pada Shafiyah.

[AdSense-C]

14. Melindungi Istri

Abu Bakar (Ayah Aisyah sekaligus sahabat Rasulullah) pernah memukul Aisyah sebab mendengar bahwa Aisyah sering bertindak berlebihan ketika cemburu terhadap Rasulullah, Rasulullah segera berkata pada Abu Bakar “Aku tidak menginginkan ini darimu”. Setelah menasehati Abu bakar Rasulullah mendekat pada Aisyah dan berkata “Tidakkan engkau lihat bagaimana aku telah menyelamatkanmmu dri kemarahan ayahmu?”. (HR Muslim).

Rasulullah tetap melindungi istrinya walaupun Aisyah sering bersikap cemburu kepada beliau.

15. Mudah Memaafkan

Ketika rasulullah marah pada istrinya dan menyelesaikan masalah tersebut, Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dan berprasangka buruk pada istrinya, beliau selalu memafkan dan memahami bahwa seorang istri adalah amanah untuk nya, yang memang sudah seharusnya diarahkan untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah marah kepada istri, dapat disimpulkan bahwa beliau memiliki akhlak terbaik dan sosok teladan sempurna dimana dalam kondisi marah pun tetap mampu bersikap dan bertutur kata baik. Semoga bermanfaat terima kasih.

Hukum Melanggar Nazar Dalam Islam

Nazar adalah janji untuk melakukan atau memberi suatu hal ketika seseorang mengharap sesuatu (hajat) untuk tercapai, misalnya berjanji akan beramal pada anak yatim piatu sebesar Rp 1 juta jika memiliki nilai yang bagus. Nazar yang diucapkan tersebut wajib dipertanggungjawabkan dan ditepati.

Dalam perjalanan kehidupan, kita semua sebagai hamba Allah tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari. misalnya dalam contoh bernazar akan beramal pada anak yatim piatu tadi, jika hajatnya tercapai tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukan nazarnya misalnya karena uang yang dimiliki untuk keperluan yang lebih penting sehingga tidak mampu untuk beramal pada anak yatim hingga terjadilah pelanggaran nazar tersebut baik berupa penundaan atau bahkan dibatalkan dan dilupakan padahal hajatnya sudah tercapai.

Bagaimana pandangan islam jika hal tersebut terjadi? Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum melanggar nazar dalam islam diambil dari firman Allah dan berbagai hadist.

Hukum Melanggar Nazar Menurut Al Qur’an

Hukum melanggar nazar dalam Al Qur’an yang diantaranya berisi  sumber syariat islam dan petunjuk Allah untuk segenap umat manusia adalah haram, sebab nazar disebut sebagai janji yang wajib ditepati. berikut firman firman Allah tentang hukum melanggar nazar :

1. QS Al Haj Ayat 29

Melaksanakan nazar merupakan sesuatu yang wajib sebab Allah tidak pernah meminta hamba Nya untuk bernazar melainkan datang dari kemauan hamba Nya sendiri. tidak menepati janji termasuk perbuatan ingkar dan hall demikian tidak sesuai syariat islam.

Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar nazar mereka”.

2. QS Al Insan Ayat 5-7

“Sesungguhnya orang orang uang berbuat kebajkan minum dari gelas yang campurannya adalah mata air dari surga yang daripadanya hamba hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana mana”.

Hukum menunaikan nazar ialah wajib, Allah berfirman dalam firman tersebut bahwa orang orang yang menunaikan nazar karena takut pada azab Allah dan karena menyadari hal tersebut adalah kewajiban yang telah dipilihnya sendiri maka termasuk orang yang berbuat kebajikan.

3. QS Al Baqarah Ayat 270

Manusia sekali tidak bisa menipu Allah barang sedikitpun sebab Allah maha mengetahui, walaupun seseorang pura pura lupa akan nazarnya dan secara sengaja tidak melaksanakan nazar tersebut tetap dikenakan dosa sebab Allah mengetahui apa saja yang telah menjadi nazar hamba Nya. “Apa saja yang kmu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.

[AdSense-B]

4. QS Ali Imran Ayat 76

Barang siapa yang menepati yang dibuatnya dan bertaqwa maka sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaqwa”. Menepati nazar termasuk orang bertaqwa yang disukai oleh Allah, begitu juga sebaliknya.

5. QS Al Maidah Ayat 89

hukum melanggar nazar dalam islam yaitu memberi makan orang miskin, memberi pakaian, meemerdekakan budak, atau berpuasa jika tidak mampu melakukan hal tersebut. Sesuai dengan firman Allah berikut,

Allah tidak menghukum kamu disebabkan nazar yang tidak dimaksudkan untuk sumpah, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan nazar yang disengaja. Maka kaffarat (denda) melanggar nazar itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat nazar mu bila kamu bersumpah dan kamu langgar. Maka jagalah sumpahmu”.

[AdSense-A]

Dari berbagai firman Allah dalam Al Qur’an yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum melanggar nazar adalah wajib, bagi yang melanggar maka wajib membayar denda. Jika melanggar nazar dan tidak disertai iktikad baik untuk membayar denda maka orang tersebut berdosa.

Hukum Melanggar Nazar Menurut Hadist

hukum melanggar janji dalam islam atau pun sering disebut nazar  juga terdapat dalam berbagai hadist Rasulullah sebab nazar sudah ada sejak zaman dahulu kala dan sudah pernah terjadi dalam lingkungan Rasulullah (terjadi pada sahabat sahabat dan kaum pada jaman tersebut). Berikut hadist Rasulullah tentang hukum melanggar nazar dalam islam :

6. HR Bukhari no. 6696

Nazar yang berisi kebaikan, misalnya akan rutin shalat dhuha jika mendapatkan pekerjaan, hukumnya wajib ditepati. Meskipun shalat dhuha bukanlah termasuk shalat wajib tetapi hukumnya menjadi wajib bagi orang tersebut karena dia telah bernazar.

Barang siapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut”.

7. HR Bukhari no.2043

Dari Ibnu Umar beliau berkata, “Dahulu di masa jahiliyah, Umar r.a pernah bernazar untuk beri’tikaf di masjidil haram yaitu i’tikaf pada suatu malam, lantas Rasulullah bersabda padanya “tunaikanlah nazarmu”.

Hadist tersebut juga berisi tentang nazar yang diucapkan oleh sahabat Rasulullah yang oleh Rasulullah diperintahan untuk menepati nazar tersebut.

8. HR Muslim

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir dari Rasulullah bersabda, “Kalimat nazar itu kaffarat sumpah”.

Hadist tersebut seperti yang dijelaskan Allah dalam QS Al Maiddah ayat 89 yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu kalimat nazar adalah sebuah sumpah yang jika dilanggar hukumnya haram dan wajib membayar kaffarat (denda).

9. HR Abu Dawud no. 2876

Dari Ibnu Abbas bahwa Saad bin Ubadah meminta fatwa dari Rasulullah, dia berkata “Sesungguhnya ibuku telah meninggal sedangkan dia masih berkewajiban melaksanakan nazar yang belum ditunaikannya. Maka Rasulullah bersabda, tunaikanlah nazar itu olehmu untuknya”.

Hukum nazar tetap berlaku walaupun orang tersebut sudah meninggal dan wajib ditunaikan oleh ahli waris.

10. HR Bukhari no. 2651

Sebaik baik kalian adalah orang yang berada di generasi ku, kemudian orang orang setelahnya dan orang orang setelahnya lagi merupakan kaum yang bernazar lalu mereka tidak menunaikannya”.

Jelas dari hadist tersebut dijelaskan bahwa orang orang yang bernazar dan tidak menunaikannya termasuk golongan orang yang tidak baik akhlaknya, secara langsung orang tersebut mempermainkan kalimat nya sendiri dan mengingkari janji.

Melanggar Nazar yang Diperbolehkan dalam Islam

Ada nazar yang diperbolehkan untuk dilanggar, yaitu nazar dalam kategori sebagai berikut

  • Nazar Orang Kafir

Sebab tidak termasuk nazar yang sah karena dilakukan oleh seorang yang menyembah selain Allah sehingga nazar yang diucapkannya ditepat ataupun tdak ditepati tidak akan berpengaruh pada amal perbuatannya sebab segala yang dilakuannya tidak dalam ridho Allah sebagaimana dijelaskan bahwa orang orang kafir amal baiknya tidak diterima Allah.

  • Nazar Anak Anak dan Orang gila

Sebab merupakan sesuatu yang tidak memiliki nilai kesungguhan dan tidak memahami arti atau hukum dari nazar itu sendiri. Orang gila juga mengucapkan segala sesuatu yang tidak sesui akal pikirannya.

  • Nazar Karena Paksaan

Kalimat nazar yang diucapkan karena paksaan dari orang lain dan pada saat itu dalam keadaan tertekan serta tidak ada pilihan lain, atau jika tidak menuruti paksaan tersebut akan terjadi bahaya pada dirinya, boleh untuk dilanggar sebab tidak sungguh sungguh berasal dari niat dirinya sendiri.

  • Hanya Sebatas Niat

Misalnya nazar yang masih direncanakan atau terfikirkan dalam batin tetapi belum diucapkan secara lisan.

  • Nazar yang Mustahil

Misalnya lelaki tua yang sakit sakitan dan cacat tidak mampu berjalan ingin berhaji lalu membuat nazar jika dirinya diberi rezeki dan mampu berhaji akan melakukan haji dengan jalan kaki dari rumahnya di Indonesia ke Arab saudi. Tentu hal yang mustahil bukan? Apalagi dengan kondisinya yang cacat.

Nazar tersebut boleh dilanggar yaitu dengan rezeki yang telah dikabulkan untuk diberikan padanya oleh Allah lelaki tua tersebut menggunakannya untuk berangkat haji denagn cara yang semestinya (naik pesawat). Dalam hal ini lelaki tua tersebut tetap diwajibkan membayar denda sebab nazarnya berhubungan dengan kebaikan yang wajib dilaksanakan (ibadah haji).

  • Nazar yang Buruk

Barang siapa bernazar untuk menaati Allah maka hendaklah dia mentaati Nya. dan barang siapa bernazar untuk mendurhakai Nya maka janganlah dia mendurhakai Nya”. (HR Al Bukhari).

Hadist di atas berhubungan dengan cerita nazar lelaki tua yang diceritakan di atas, nazar yang baik tetap wajib dilakukan, tetapi jika nazarnya tentang janji melanggar agama atau ebrbuat maksiat maka nazar tersebut wajib ditinggalkan serta banyak banyak memohon ampun kepada Allah karena telah berniat sesuatu yang tidak di ridhoi Nya.

Anjuran Rasulullah tentang Hukum Melanggar Nazar

Rasulullah menganjurkan agar umat muslim menjauhi nazar sebab nazar termasuk ciri orang yang pelit sebab hanya mau berbuat kebaikan atau memberi sesuatu jika hajat nya tercapai, tidak karena ikhllas ingin beribadah atau ingin berbuat baik.

Nazar yang dilanggar juga termasuk perbuatan dosa sementara sebagai umat mansuia kita tidak tahu kehendak Allah apa yang akan terjadi pada kita di esok hari yang barangkali akan menyulitkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Jadi dianjurkan untuk tidak bernazar, lebih baik lakukan kebaikan karena niat beribadah ekpada Allah, bukan karena agar hajatnya atau keinginannya terkabul.

[AdSense-C]

Hal ini disabdakan Rasululullah dalam berbagai hadist :

  • HR Bukhari no. 6693

Nazar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nazar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit”.

  • HR Bukhari no. 6694

Sungguh nazar tidak membuat dekat seseorang pada apa yang tidak Allah takdirkan. Hasil nazar tersebut itulan yang Allah takdirkan. Orang yang bernazar tersebut mengeluarkan harta yang sebenarnya tidak ia inginkan untuk dikeluarkan”.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Salam hangat dari penulis.

Hukum Tawar Menawar Dalam Islam

Tawar menawar adalah hal yang biasa, umumnya terjadi pada urusan jual beli. Sering kita temui para pembeli yang menawarkan dagangan baik secara langsung atau melalui media online dan ditawar oleh calon pembeli yang minat untuk memiliki barang yang dijual tersebut. Barang akan diserah terima kan ketika sudah ada kesepakatan antara keduanya.

Tawar menawar tidak hanya terjadi dalam urusan perdagangan saja, dalam kehidupan sehari hari seperti ketika ditetapkan suatu peraturan dalam masyarakat, ketika seorang murid diberi tugas oleh guru, ketika seorang anak atau diberi uang oleh orang tuanya, sering pula terjadi tawar menawar misalnya seorang anak yang merasa menginginkan uang lebih dari orang tua nya karena keperluan tertentu dan sebagainya. Sering dialami dalam kehidupan anda pula bukan?

Jadi seperti apakah hukum tawar menawar dalam islam menurut syariat agama yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadist? Dihalalkan ataukah memiliki hukum yang lain? Simak penjelasan dalam artikel ini agar dapat menambah pengetahuan anda tentang hukum tawar menawar dalam islam.

Hukum Tawar Menawar Berdasarkan Al Qur’an

Hukum tawar menawar dalam islam berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an ialah halal atau diperbolehkan selama dijalankan sesuai sumber syariat islam. Tak apa jika berada dalam suatu perniagaan (jual beli) dilakukan tawar menawar harga hingga tercapai kesepakatan kedua belah pihak agar tidak ada rasa keterpaksaan dalam urusan jual beli tersebut. Berikut firman firman Allah yang menjelaskan hal tersebut :

1. QS An Nisa Ayat 29

Wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan yang dilakukan atas dasar suka sama suka diantara kamu”.

Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah diperbolehkan melakukan tawar menawar dalam urusan jual beli agar tidak ada slah satu yang merasa dirugikan karena telah menjual dan membeli atas dasar suka sama suka.

Jalan yang batil contohnya ialah jual beli menurut islam yang merugikan salah satu pihak, misalnya seorang penjual berdagang dengan harga tinggi agar mendapatkan harta lebih dan pembeli terpaksa membelinya karena faktor kebutuhan atau tidak menemukan barang yang dicari tersebut di tempat lain.

2. QS Al Hasyr Ayat 9

Dan barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang yang beruntung”.

Kikir yang dimaksud disini dapat berlaku baik bagi pembeli atau penjual yang melakukan hukum tawar menawar dalam islam. Sering kita menemui seorang pembeli yang menawar dengan merendahkan harga secara tidak wajar atau hingga memaksa dan membanding bandingkan dengan penjual lain, juga contoh pembeli yang tidak jadi membeli padahal sudah tercapai kesepakatan harga, tentu hal tersebut dapat mengecewakan penjual. Menawar yang bertujuan karena kikir atau tidak mau mengeluarkan harta lebih tidak dibenarkan dalam islam. Karena etika jual beli dalam ekonomi islam wajib diutamakan agar sama – sama untung antara penjual dan pembelinya.

[AdSense-B]

3. QS Al Munafiqun Ayat 9

Hai orang orang beriman, janganlah hartamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang orang yang rugi”.

Dalam perdagangan, yang dicari ialah keberkahan dan relasi serta kepercayaan dari pembeli. Orang yang terlalu sibuk mencari keuntungan dengan melakukan tawar menawar berlebihan dengan tujuan yang penting dirinya mendapat keuntungan harta hingga melalaikan sedekah ialah contoh perbuatan orang orang yang rugi seperti yang dijelaskan dalam firman Allah tersebut.

[AdSense-A]

4. QS Al Shaf Ayat 10

Hukum tawar menawar tidak berlaku dalam hal syariat agama islam, contohnya ialah kewajiban shalat 5 waktu, kewajiban menutup aurat, dan sebagainya wajib dijalankan sesuai perintah Allah dan tidak boleh ditawar, hal demikian lah yang nantinya dapat menyelamatkan dari azab neraka, seperti pada firman Allah,

Hai orang orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu”.

Dari berbagai firman Allah di atas dapat disimpulkan bahwa hukum tawar menawar dalam islam ialah halal atau diperbolehkan dengan ketentuan tidak bertujuan untuk harta duniawi semata dan dengan kesepakatan kedua belah pihak. Hendaknya urusan tawar menawar dilakukan sesuai syariat yang telah Allah tetapkan dalam firman Nya agar urusan tersebut berkah dan mendapat rdho Nya.

Hukum Tawar Menawar Berdasarkan Hadist

Rasulullah pernah melakukan perdagangan dengan tawar menawar, diriwayatkan dari AnasRasulullah pernah menjual anak panah dan alas pelana dengan tawar menawar”. (HR Muslim). tawar menawar menurut hadist hukumnya halal juga dengan syariat syariat yang tentunya menajdi sesuatu yang bermanfaat untuk kedua belah pihak, berikut hadist hadist nya :

5. HR Muslim

Dua orang yang sedang melakukan jual beli diperbolehkan tawar menawar selama belum berpisah, jika mereka itu berlaku jujur dan menjelaskan ciri dagangannya maka mereka akan diberi barakah dalam perdagangannya itu”.

Tawar menawar boleh dilakukan ketika kedua belah pihak belum berpisah, setelah keduanya sepakat dan jual beli sudah dilakukan maka hukum tawar menawar dalam islam sudah tidak berlaku lagi atau tidak diperbolehkan menawar lagi karena sebelumnya sudah tercapai kesepakatan.

6. HR Baihaqi Melalui Abu Hurairah r.a

Allah mencintai seorang hamba yang mudah berlaku baik jika menjual dan mudah bila membeli”.

Penjelasan dari hadist tersebut ialah hukum tawar menawar dalam islam yakni halal dengan cara tidak berlebihan dalam tawar menawar, misalnya penjual yang menawarkan dengan harga terlalu tinggi dan pembeli yang menawar dengan harga terlalu rendah di luar batas wajar. Kedua belah pihak wajib hendaknya memudahkan urusan atau rejeki satu sama lain.

7. HR Muslim no. 1412

Janganlah seseorang menjual di atas jualan saudaranya kecuali jika ia mendapat ijin akan hal itu dan janganlah kalian menawar atas tawaran saudaranya”.

Di tempat jual beli seperti pasar, banyak ditemui penjual dan pembeli, ada penjual yang berdagang barang hampir serupa di tempat yang sama, tidak jarang ketika ada pembeli yang sedang menawar, penjual yang lain turut menawarkan dagangannya padahal pembeli tersebut sudah bertransaksi dengan penjual lain.

Hal demikian tidak diperbolehkan menurut hukum tawar menawar dalam islam kecuali jika sudah mendapat ijin seperti yang dijelaskan dalam hadist.

8. Kitab Al Mawa’idh Al Ushfuriyah Tentang Rasulullah Menawar Pahala Allah Untuk Umatnya

Tawar menawar sudah ada sejak jaman dahulu kala, Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dalam kitab Al Mawa’idh Al Ushfuriyah yaitu ketika Rasulullah menawar pahala sedekah yang ditentukan Allah untuk umat islam.

Kisah tersebut diawali ketika ketika turun wahyu QS Al Zalzalah ayat 7  yang berisi tentang orang yang berbuat kebaikan walaupun sebesar dzarrah akan mendapat balasan. Rasulullah memohon kepada Allah, “Ya Rabb ini sedikit menurut hak Nya umat ku”. Allah menjawab, “Jika kamu menganggap ini sedikit maka satu kebaikan akan dibalas dengan dua kebaikan” dan turunlah wahyu QS Al Qashash Ayat 54 yang berisi hal tersebut.

Rasulullah menawar lagi, “Ya Rabb tambahkanlah lagi kepada umat ku”. Dijawab oleh Allah, “Kalau begitu satu kebaikan dibalas 700 kali lipat” dan turun wahyu berikut, “Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah : 261).

Rasulullah masih menawar lagi hingga menurunkan wahyu yang menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan dalam keadaan sabar (dalam sempit dan lapang tetap bersedekah) akan mendapat pahala dari Allah dengan jumlah tak terbatas, berikut wahyu tersebut, “Sesungguhnya hanya orang orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS Az Zumar : 10).

Hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah atau menawar syariat tetapi Rasulullah melakukannya karena amat menyayangi hamba Nya dan berharap umatnya mendapat amal pahala yang lebih agar kelak dapat menjadi bekal di akherat. Rasulullah memang amat menyayangi umatnya bahkan di akhir hayat nya pun masih tetap memikirkan umatnya.

[AdSense-C]

Dapat disimpulkan dari hadist hadist di atas bahwa Rasulullah juga menghalalkan tawar menawar dengan jalan kejujuran dan niat karena Allah, bukan semata berniat untuk memberi keuntungan pada diri sendiri sehingga tidak merugikan kedua belah pihak.

Demikian artikel tentang hukum tawar menawar dalam islam, tawar menawar yang djalankan sesuai syariat islam akan menghasilkan kesepakatan atas dasar suka sama suka dan ke depannya dapat terjalin relasi atau silaturahmi sehingga menjadi jalan untuk kelapangan rejeki.

Ketika penjual dan pembeli saling percaya dan memiliki kepuasan dari hubungan perniagaan yang dilakukan maka akan perniagaan selanjutnya tentu akan terjadi lagi dan menjadikan keuntungan untuk kedua belah pihak.

Semoga dapat menambah pengetahuan anda mengenai tawar menawar yang sesuai adab agama islam dan syariat islam. Terima kasih. Salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Jodoh Dalam Islam

Jodoh merupakan istilah yang dimengerti oleh hampir semua orang. Ada berbagai sebutan untuk jodoh, diantaranya adalah pasangan hidup, teman hidup, tambatan hati, bahkan ada pula yang menyebut dengan ungkapan separuh jiwa yang berarti jika kehilangan atau terpisah akan terasa seperti kehilangan segalanya atau kehilangan sesuatu separuh dari hidupnya. Jodoh menurut islam adalah salah satu misteri yang senantiasa dipertanyakan oleh umat mukmin baik laki laki ataupun perempuan, sebab hanya Allah yang mengetahui dan menentukan jodoh untuk hamba Nya.

Jodoh dalam islam adalah sebuah cerminan diri, jika seseorang itu baik, InsyaAllah akan mendapatkan jodoh yang baik pula, dan sebaliknya. Jika seseorang itu baik tetapi mendapatkan jodoh yang belum sebaik dirinya, hal itu merupakan ujian dari Allah agar menuntunnya ke jalan kebaikan. Hanya Allah yang mengetahui. Wallahualam. Bagaimana jodoh tercipta dan seperti apa Allah memberikan yang terbaik untuk hamba Nya telah Allah jelaskan dalam berbagai firman Nya, berikut 15 ayat Al Qur’an tentang jodoh :

1. QS An Nur Ayat 26

“Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS An Nur : 26). Jelas dalam firman tersebut bahwa Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba Nya tersebut, sebab itulah senantiasa ada nasehat bahwa setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya agar kelak mendapat jodoh yang baik pula.

2. QS An Nur Ayat 3

“Laki laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki laki yang berzina atau laki laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang orang yang mukmin”. (QS An Nur : 3). Firman ini juga merupakan cermin dari jodoh yang Allah ciptakan untuk hamba Nya, wanita atau lelaki yang berzina nantinya akan mendapatkan jodoh yang seperti dirinya, setiap dari kita wajib menjaga diri dari segala perbuatan maksiat agar kelak mendapatkan jodoh yang mengajak kepada kebaikan juga.

3. QS Al Maidah Ayat 5

Allah menghalalkan seorang laki laki dan wanita yang sholeh yaitu yang masing masing menjaga kehormatan dirinya untuk menyatukan hubungan mereka dalam ikatan yang halal. Merupakan sebuah nikmat terindah dari Allah jika dua orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang halal dengan niat beribadah kepada Nya. “Dan dihalalkan mengawini wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita wanita yang beriman dan wanita wanita yang menjaga kehormatan diantara orang orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya tidak dengan maksud berzina”. (QS Al Maidah : 5).

4. QS Al Baqarah Ayat 221

Jodoh berarti sesuatu yang di rihoi Allah, jika mencintai lawan jenis yang musyrik tandanya bukan mencintai karena Allah sebab mengharap jodoh karena Allah senantiasa mementingkan agamanya terlebih dahulu. “Dan janganlah kamu menikahi wanita wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita mmusyrik walaupun dia lebih menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan ijin Nya”. (QS Al Baqarah : 221)

5. QS An Nur Ayat 32

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka denga karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32). Tak perlu khawatir jika anda mendapat jodoh yang mungkin masih berjuang untuk mapan, sebab Allah memberikan jodoh disertai dengan jalan mendapat rejeki yang lapang.

6. QS Ar Rum Ayat 21

Jodoh akan menjadikan dua orang menjadi tentram hatinya dan memiliki kasih sayang satu sama lain. “Dan diantara tanda tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepasanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS Ar Rum : 21)

[AdSense-B]

7. QS Al Furqan Ayat 74

Allah menyukai hamba Nya yang berdoa dan berikhtiar, tak ada salahnya menyelipkan doa disertai senantiasa memperbaiki diri agar mendapat jodoh yang terbaik dari Nya. doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut al quran merupakan salah satu terbaik yang bisa dilakukan hamba-Nya untuk mendapatkan keberkahan. “Dan orang orang yang berkata : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertaqwa”. (QS Al Furqan : 74). 

[AdSense-A]

8. QS Ar Rad Ayat 38

Allah telah menciptakan jodoh sejak jaman terdahulu, sejak Nabi Adam AS diciptakan telah Allah ciptakan Hawa sebagai jodohnya. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri istri dan keturunan”. (QS Ar Rad : 38).

9. QS Az Dzariyat Ayat 49

Allah menciptakan jodoh agar manusia senantiasa bersyukur dan mengingat kebesaran Allah, sebab jodoh merupakan sebuah anugrah, darinya akan didapatkan teman hidup sebagai pasangan dan penenang hati di dunia hingga di akherat nanti. takdir jodoh menurut islam sudah ditentukan oleh Allah dengan orang yang tepat dan terbaik bagi setiap hamba-Nya. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS Az Dzariyat : 49). 

10. QS An Nisa Ayat 1

“Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan dari padanya Allah mencitpakan istri nya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama Nya kamu saling mencinta satu sama lain”. (QS An Nisa : 1). Allah memerintahkan hamba Nya untuk bertaqwa agar mendapat jodoh yang bertaqwa pula, dengan jodoh Allah akan menciptakan keturunan dan perasaan saling mencinta satu sama lain.

11. QS Thaaha : 39

Jodoh tidak hadir begitu saja, ada yang mendapatkan jodoh di usia muda, ada pula yang sebaliknya, Allah mengatur yang demikian karena kuasa Nya, dari kasih sayang yang diturunkan oleh Allah, itulah sebabnya setiap manusia harus berikhtiar dan berharap hanya kepada Allah. “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan Ku”. (QS At Thaahaa : 39)

12. QS Ali Imran Ayat 14

Setiap lelaki sejatinya memiliki rasa tertarik atau minat terhadap wanita, hal itu merupakan kodrat dari Allah sebagai salah satu alasan diciptakannya jodoh. “Dijadikan indah bagi manusia kesukaan kepada benda benda yang diingini, yaitu perempuan perempuan”. (Ali Imron : 14)

13. QS Al Anbiya Ayat 89

Doa ini adalah salah satu doa dalam ayat Al Qur’an yang diungkapkan oleh Nabi Allah sebagai wujud berharap mendapatkan jodoh yang terbaik, jodoh akan melenyapkan seseorang dari rasa kesendirian dan kesepian, juga kelak memberikan keturunan sebagai pelengkap dan amanah dari Allah. “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89)

14. QS Yassin Ayat 36

“Maha suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk makhluk semuanya berpasangan baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi, atau dari diri mereka, ataupun dari apa yang mereka mengetahuinya”. (QS Yassin : 36). Dari firman tersebut Allah menjamin kepada hamba Nya bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan, Allah memberikan pasangan tersebut sebagai jodoh untuk jalan beribadah kepada Nya.

Seseorang yang belum dipertemukan oleh Allah dengan jodohnya hendaknya senantiasa memperbaiki diri dan berikhtiar agar mendapat jodoh di waktu terbaik yang diatur oleh Allah. Bagi yang telah dipertemukan dan telah memiliki hubungan yang halal juga wajib bersyukur, memperbaiki diri, dan saling mengajak dalam kebaikan agar kelak menjadi jodoh hingga di akherat pula. Kemudian untuk tanda tanda jodoh dari allah sendiri memang terkadang tidak diduga – duga.

15. QS An Najm Ayat 45

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang pasangan pria dan wanita”. (QS An Najm : 45).

Dari firman firman Allah yang telah disebutkan di atas jelas bahwa jodoh telah diciptakan dan dijamin keberadaannya oleh Allah, tentunya Allah menciptakan jodoh karena rasa kasih sayang Allah untuk hamba Nya, sebagai umat mukmin tak perlu khawatir tentang jodoh selama menjadi hamba Nya yang bertaqwa dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya, sebab Allah telah menjamin memberikan jodoh yang terbaik sesuai cermin dari dirinya sendiri.

[AdSense-C]

Senantiasa jaga diri, berikhtiar, dan mengharap serta menerima jodoh kita semata karena beribadah kepada Allah. Semoga bermanfaat ya sobat pembahasan kali ini mengenai ayat tentang jodoh dalam islam. Sampai disini dulu dan sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan juga membaca. Salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Kematian Dalam Islam

Di waktu kecil kita pasti pernah mendengar dongeng tentang orang orang yang hidup kekal di dunia ini dengan keadaan berbahagia selamanya, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang batil. Tidak ada sesuatu yang kekal di dunia ini. Kematian merupakan sebuah hakikat yang akan menghampiri semua manusia dan seluruh umat Nya, tidak ada yang mampu menolak atau menunda nya.

Kematian menurut islam adalah kepastian. Hanya Allah yang mengetahui waktu dan cara nya. Sebab itu manusia diwajibkan bertaqwa dengan berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut asma Allah setiap detik kehidupannya sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya, baik sehat maupun sakit jika sudah takdir nya maka manusia tak memiliki kemampuan apapun untuk menghindari nya. Salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa paling mudah ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada – Nya.

Allah telah berfirman bahwa kematian adalah hal yang nyata, bukan sebuah akhir namun awal dari fase kehidupan yang baru, simak 15 ayat Al Qur’an tentang kematian berikut :

1. QS Ali Imran Ayat 102

“Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benar taqwa kepada Nya dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS Ali Imran : 102). Firman ini merupakan peringatan dari Allah untuk senantiasa beribadah dan mengingat Nya sebab merupakan kerugian terbesar ketika seorang hamba meninggal dalam keadaan selain islam.

2. QS Ali Imran Ayat 145

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS Ali Imran : 145). Setiap hamba Allah akan meninggal dengan sepengetahuan dan atas izin Nya, tidak ada yang mampu menentukan kapan dan cara kematiannya sendiri. Sebab merupakan sebuah ketetapan yang hanya diketahui oleh Allah sebagai pencipta nya.

3. QS Ali Imran Ayat 185

Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang tidak merasakan mati, bahkan malaikat pencabut nyawa pun nantinya juga akan merasakannya dan hanya Allah yang hidup sebelum semua dibangkitkan di hari akhir atau hari pembalasan nanti. Dan kematian bukan akhir dari perjalanan seseorang, melainkan sebuah jalan untuk mencapai kehidupan baru yang lebih yaitu kehidupan di alam kubur dan di akherat yang kekal nanti.

Meskipun demikian jika kematian tersebut dilakukan dengan bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang oleh agama. Karena sudah jelas bahwa hukum bunuh diri dalam islam diharamkan,  “Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran : 185).

4. QS Al An’am Ayat 61

“Dan diutus Nya malaikat malaikat penjaga sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat malaikat Kami dan malaikat malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”. (QS Al An’am : 61). Malaikat pencabut nyawa senantiasa menjalankan perintah Allah untuk mencabut nyawa siapa saja yang dikehendaki Nya, bagaimana malaikat tersebut mencabut nyawa tentu berdasar dari segala amal perbuatan yang dilakukan di dunia.

5. QS Al Ahzab Ayat 16

Manusia mampu menciptakan berbagai teknologi canggih yang dapat meminimalisir dampak dari bencana alam atau kerusakan yang ditimbulkan karena ulah manusia, tetapi sepandai apapun manusia tidak akan mampu menciptakan alat yang bisa menghindarkan seseorang dari kematian, sekuat apapun seorang hamba mencoba dan berusaha, jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa lari dari takdir Nya. “Lari itu sekali kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melaikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika kamu terhindar dari kematian kamu tidak juga mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”. (QS Al Ahzab : 16). 

[AdSense-B]

6. QS Al Mu’minum Ayat 99

“Keadaan orang kafir apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia”. (QS Al Mu’minum : 99). Orang yang sudah mati tidak akan mampu kembali ke dunia untuk meperbaiki kehidupannya setelah kematian, sebab itu kita yang masih diberi kesempatan wajib bersyukur agar bisa lebih paham manfaat bersyukur kepada allah dan memanfaatkan segalanya untuk bekal kehidupan agar tidak menjadi orang yang menyesal.

[AdSense-A]

7. QS An Nahl Ayat : 61

Jika Allah sudah menentukan waktu kematian seseorang, waktu kematian yang telah ditetapkan tersebut akan terjadi dengan tepat, tidak maju ataupun mundur walaupun sekejap saja. “Apabila telah tiba waktunya yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”. (QS An Nahl : 61).

8. QS Al Waqi’ah Ayat 60

“Kami telah menentukan kematian diantara kamu dan Kami sekali kali tidak akan dapat dikalahkan”. (QS Al Waqi’ah : 60). Allah maha kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang mampu mengalahkan kuasa Nya termasuk tentang kematian, Allah lah yang menentukan kapan dan dimana hamba Nya akan kembali pada Nya.

9. QS Haqqah Ayat 27

“Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu”. (QS Al Haqqah : 27). Friman ini menjelaskan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalas sesuatu atau terlepasnya tanggung jawab seorang hamba, kematian justru menjadi awal dimana setiap hamba akan diminta pertanggung jawaban atas segala urusan yang dilakukannya di dunia.

10. QS Al Jumu’ah Ayat 8

“Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS Al Jumu’ah : 8). Pada kehidupan setelah mati nanti akan ditunjukkan kepada setiap insan segala yang diperbuatnya selama di dunia, dan hanya kepada Allah hamba Nya kembali.

11. QS Al Sajdah Ayat 11

“Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”. (QS Al Sajdah : 11).  Allah sudah memiliki malaikat khusus yang bertugas sebagai pencabut nyawa, sekuat apapun seorang hamba berusaha tidak akan mampu menolak kematian jika malaikat tersebut sudah mendapat perintah dari Allah.

12. QS Az Zumar Ayat 30

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula”. (QS Az Zumar : 30). Jelas dari firman tersebut bahwa semua yang ada di dunia tidak kekal, semuaya akan merasakan kematian. 

13. QS An Nisa Ayat 78

Allah dan malaikat pencabut nyawa senantiasa mengawasi manusia dan malaikat akan siap menjemput hamba Allah yang sudah dikehendaki untuk diambil nyawa Nya dimanapun hamba tersebut berada meskipun berada di suatu tempat yang kokoh yang tidak bisa dijangkau oleh manusia, malaikat akan tetap mampu menggapai dan menghampirinya. “Dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (QS An Nisa : 78).

14. QS Al Munafiqun Ayat 11

Jangan berharap Allah akan menunda kematian seseorang di waktu yang sudah ditentukan, seseorang yang sudah diambil nyawa nya tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, Allah akan memberi balasan pada nya seusai segala sesuatu yang dikerjakannya. “Dan sekali kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kemtiannya, dan Allah maha mengenal apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Munafiqun : 11).

15. QS Al An’aam Ayat 2

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah sesudah itu ditentukannya ajal mu, dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan untuk berbangkit yang ada pada sisi Nya”. (QS Al An’aam : 2). Penjelasan ini merupakan kisah tentang kehidupan manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan berbentuk bayi yang lemah, pada saat itu pula Allah telah menentukan kapan ajal akan menjemputnya. Kematian akan datang pada waktu yang telah ditentukan tersebut, pada masa setelah meninggal dunia nanti juga akan ada hari kebangkitan yaitu ketika semua makhluk di dunia ini dikumpulkan dan dihitung amal perbuatannya.

Demikian artikel mengenai 15 ayat Al Qur’an tentang kematian beserta penjelasannya, dari berbagai ayat tersebut tentu kita menjad lebih menyadari bahwa hidup hanya sementara, kita smeua akan mengalami kematian, apa yang telah kita perbuat selama umur yang telah berjalan ini, apa saja dosa dosa baik kepada Allah ataupun sesama makhluk Nya, tindakan dan ucapan apa saja yang selama ini yang menyakiti orang tua, orang lain, atau orang orang terdekat kita, itu semua lah yang nantinya akan dipertanyakan, semoga artikel ini membuat kita semua menyadari dan memperbaiki diri.

[AdSense-C]

Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata, kita atau setiap orang di sekitar kita bisa kapan saja diambil oleh Nya dengan jalan kematian, karena itu lakukan lah yang terbaik selama masih diberi kesempatan hidup dengan beribadah kepada Nya dan menyayangi orang orang terdekat kita serta berbuat baik pada sesama.

Terima kasih semoga lebih mengingatkan kita semua akan kematian dan menjadi langkah untuk memperbaiki diri serta berbuat sebanyak banyak nya amal kebaikan untuk bekal kehidupan setelah kematian nanti. Sampai jumpa dan salam hangat dari penulis.