Amalan Rezeki Nabi Sulaiman – Penarik Rezeki

Siapapun di duna ini pasti ingin memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bahkan segala macam cara akan dilakukan untuk mendapatkan segala macam hal yang diinginkan. Manusia yang diciptakan sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam berlomba-lomba menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan harta yang melimpah.

Seperti kita ketahui manusia terkaya sepanjang masa sampai pada saat ini adalah Nabi Sulaiman. Bahkan Bill Gate saja tidak bisa menandingi kekayaannya. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi yang dikaruniai kekayaan yang berlimpah ruah. Ditambah lagi dengan mukjizatnya yang bisa berbicara dengan hewan. Semasa hidup, berliau diberikan keberkahan yang luar biasa oleh Allah SWT dengan limpahan kekayaan tanpa batas. Pada masa itu, Nabi Sulaiaman menjadi penguasa dari warisan Nabi Daud. Manusia, jin dan hewan-hewan pun sangat tunduk akan perintah Nabi Sulaiman.

Salah satu kisah mukjizat Nabi Sulaiman adalah pada saat beliau menyuruh jin-jin untuk membangun dan memindahkan kerajaan Ratu Saba’ agar sang ratu dapat beriman kepada Allah dan meninggalkan agamanya yaitu menyembah matahari.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Rabku, ampuni segala dosaku dan beri kepadaku kerajaan yang tidak akan bisa dimiliki oleh seorang pun setelahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S Shad : 35)

Di dalam ayat ini, terdapat 2 pendapat ulama yaitu :

Pertama, beliau berdoa kepada Allah agar tidak ada yang dapat menggulingkan kekuasaan beliau hingga meninggal. Sedangkan pendapat kedua, beliau berdoa kepada Allah agar Nabi Sulaiman diberikan kekuasaan yang tidak layak untuk dimiliki oleh siapapun setelah beliau. Akan tetapi, Al-Hafidz Ibnu Katsir lebih menguatkan pada pendapat kedua. Beliau mengatakan,

والصحيح أنه سأل من الله تعالى ملكا لا يكون لأحد من بعده من البشر مثله

Nabi Sulaiman memohon kepada Allah untuk diberikan kerajaan yang tidak boleh dimiliki oleh siapapun setelah beliau (Tasir Ibnu Katsir, 7/70)

Oleh sebab itulah, tidak ada manusia yang memiliki kemampuan seperti Nabi Sulaiman yakni menguasai jin atau binatang kecuali karena mukjizat dari Allah SWT bahkan Nabi Muhammad SAW sekalipun.

Doa Nabi Sulaiman tersebut dikabulkan oleh Allah, beliau diberikan kekayaan melimpah, kewenangan yang sangat besar serta pengetahuan yang banyak. Oleh karena itulah, Nabi Sulaiman semakin bersyukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Allah sehingga syukur Nabi Sulaiman disamapaikan dalam sebuah doa   yaitu :

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadaku dan kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shaleh.” (QS An Naml : 19)

Amalan Rezeki Nabi Sulaiman

Amalan rezeki Nabi Sulaiaman atau bisa juga disebut dengan tata cara mengamalkan doa rezeki Nabi Sulaiman yakni surah  As-Shad : 35 adalah : [AdSense-B]

  • Doa kekayaan Nabi Sulaiman harus dibaca atau diamalkan sebanyak 21 kali setelah selesai sholat fardhu
  • Usahakan untuk bangun setiap malam, lalu menunaikan sholat tahajud dan sholat hajad sebanyak 2 rakaat kemudian membaca amalan tersebut sebanyak 100 kali
  • Usahakan untuk membaca doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan khusyuk dan penuh keyakinan untuk mengharap ridho Allah SWT dengan tujuan agar dimudahkan dalam mencari rezeki dan diberikan kekayaan yang sanagt melimpah
  • Lalu amalkan doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan rutin dan istiqomah
  • Kemudian amalkan perilaku Nabi Sulaiman yang rendah hati dan pandai bersyukur

Dengan mengamalkan langkah-langkah di atas, maka insha Allah akan memudahkan kita dalam mencari rezeki dan apapun keinginan kita bisa terpenuhi. Doa tersebut juga dapat dibaca setlah selsai sholat fardhu, namun lebih baik jika diucapkan setelah slesai sholat dhuha setiap hari. Kemudian, diiringi dengan ikhtiar dan kerja keras, karena tidak mungkin kekayaan jatuh dari langit. Doa hanyalah munjata yang memperlancar datangnya rejeki.

[AdSense-A] Perlu Anda ingat, bahwa ketika Anda telah memiliki rezeki yang berlimpah dari Allah, sikap yang seharusnya Anda lakukan adalah mensyukurinya seperti pada saat Nabi Sulaiman mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.

Pada hakekatnya Dunia Menurut Islam adalah sementara, rezeki, keberhasilan dan kesuksesan adalah suatu karunia Allah dalam menguji apakah kita akan senantiasa bersyukur kepada Allah atau malah melupakanNya.

Bahwasannya hanya orang-orang tidak berimanlah yang mengatakan bahwa kesuksesan atau kekayaan yang mereka dapat berasal dari usahanya sendiri, bukan malah mensyukuri bahwa kekayaan tersebut juga pemberian dari Allah SWT.

Maka alangkah lebih baik jika kita mengatakan bahwa kesuksesan ini adalah datang dari Allah agar kita mau bersyukur atas kenikamatan yang telah Allah berikan. Seperti firman Allah :

“Barang siapa yang senantiasa bersyukur, maka aku (Allah) akan menambah nikmatKu dan barang siapa yang kufur, maka azabKu amat pedih”

Sebab Cara Bahagia Menurut Islam dalam Ke. hidupan Dunia  bukan hanya memiliki harta banyak tetapi juga bagiamana kita mensyukuri nikmat-Nya. Doa selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah doa mengusir jin dan hewan yang dapat dilakukan oleh Nabi Sulaiman.

Seperti kita ketahui, bahwa dalam kisah Nabi Sulaiman di dalam Al-Quran, beliau diberikan mukjizat dapat berbicara dnegan hewan dan jin. Bahwa dengan mukjizat ini, semua hwan dan jin dapat tunduk akan perintah beliau. Apabila kita ingin sedikit mendapatkan karomah tersebut, kita dapat membaca Q.S An-Naml :30-31yang artinya :

“Janganlah bersikap sombong kepadaKu, dan datanglah orang-orang ayng berserah diri”.

Doa ini sudah banyak dibuktikan. Untuk itu segera hafalkan agar kita bisa langsung menggunakan jika memang dibutuhkan. Selain mengusir jin, doa tersebut juga dapat digunakan untuk mengusir hewan. Misalnya, jika kita bertemu dengan ular atau jenis hewan lainnya, maka dengan membaca doa ini, Insha Allah hewan liar tersebut prgi dan tidak menganggu lagi.

Selain ada banyak doa-doa rezeki di atas, Nabi Sulaiman juga selalu membaca wirid dimana hasil dari amalan doa wirid ini adalah tergantung dari pengalamn spiritual kita sendiri. Selalu niatkan dengan tulus ikhlas dan bersungguh-sungguh, maka atas izin Allah bukan tidak mungkin kekayaan kita akan bertambah. Berikut adalah bacaan doa wiridnya :

وَأَنَهُ هُوَ أَغْنَى  وَ أَقْنَى

Artinya : “Dan sesungguhnya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan (313x)

Doa wirid ini tidak hanya bermanfaat untuk mencapai keberhasilan usaha atau jabatan tinggi, namun juga dapat menimbulkan keyakinan, simpati dan rasa segan atau hormat dari orang di sekitar kita. Misalnya, seroang dokter yang dapat mencapai reputasi lebih di mata pasiennya atau seorang pengacara yang dapat mendapatkan tarif lebih dalam waktu yang singkat.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari membaca doa wirid dengan sungguh-sungguh :

  • Mendatangkan kekayaan atau sumber penghasilan baru
  • Mendapatkan kenaikan pangkat atau jabatan tinggi
  • Memproleh simpati orang-orang di sekitar
  • Disegani atau dihormati orang-orang sekitar
  • Menghidupkan kharisma atau daya tarik

Demikian amalan rezeki Nabi Sulaiman. Perlu diingat bahwa sebelum membaca doa ini, niatkan dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas kemudia baca doa tersebut dengan rutin. Kemudian, perbanyak ikhtiar dan kerja keras, memahami Rukun Iman Rukun Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT sebab doa tanpa kerja keras adalah sia-sia dan Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam  dapat kita raih. Semoga bermanfaat.

15 Ayat Tentang Jodoh Dalam Islam

Jodoh merupakan istilah yang dimengerti oleh hampir semua orang. Ada berbagai sebutan untuk jodoh, diantaranya adalah pasangan hidup, teman hidup, tambatan hati, bahkan ada pula yang menyebut dengan ungkapan separuh jiwa yang berarti jika kehilangan atau terpisah akan terasa seperti kehilangan segalanya atau kehilangan sesuatu separuh dari hidupnya. Jodoh menurut islam adalah salah satu misteri yang senantiasa dipertanyakan oleh umat mukmin baik laki laki ataupun perempuan, sebab hanya Allah yang mengetahui dan menentukan jodoh untuk hamba Nya.

Jodoh dalam islam adalah sebuah cerminan diri, jika seseorang itu baik, InsyaAllah akan mendapatkan jodoh yang baik pula, dan sebaliknya. Jika seseorang itu baik tetapi mendapatkan jodoh yang belum sebaik dirinya, hal itu merupakan ujian dari Allah agar menuntunnya ke jalan kebaikan. Hanya Allah yang mengetahui. Wallahualam. Bagaimana jodoh tercipta dan seperti apa Allah memberikan yang terbaik untuk hamba Nya telah Allah jelaskan dalam berbagai firman Nya, berikut 15 ayat Al Qur’an tentang jodoh :

1. QS An Nur Ayat 26

“Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS An Nur : 26). Jelas dalam firman tersebut bahwa Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba Nya tersebut, sebab itulah senantiasa ada nasehat bahwa setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya agar kelak mendapat jodoh yang baik pula.

2. QS An Nur Ayat 3

“Laki laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki laki yang berzina atau laki laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang orang yang mukmin”. (QS An Nur : 3). Firman ini juga merupakan cermin dari jodoh yang Allah ciptakan untuk hamba Nya, wanita atau lelaki yang berzina nantinya akan mendapatkan jodoh yang seperti dirinya, setiap dari kita wajib menjaga diri dari segala perbuatan maksiat agar kelak mendapatkan jodoh yang mengajak kepada kebaikan juga.

3. QS Al Maidah Ayat 5

Allah menghalalkan seorang laki laki dan wanita yang sholeh yaitu yang masing masing menjaga kehormatan dirinya untuk menyatukan hubungan mereka dalam ikatan yang halal. Merupakan sebuah nikmat terindah dari Allah jika dua orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang halal dengan niat beribadah kepada Nya. “Dan dihalalkan mengawini wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita wanita yang beriman dan wanita wanita yang menjaga kehormatan diantara orang orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya tidak dengan maksud berzina”. (QS Al Maidah : 5).

4. QS Al Baqarah Ayat 221

Jodoh berarti sesuatu yang di rihoi Allah, jika mencintai lawan jenis yang musyrik tandanya bukan mencintai karena Allah sebab mengharap jodoh karena Allah senantiasa mementingkan agamanya terlebih dahulu. “Dan janganlah kamu menikahi wanita wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita mmusyrik walaupun dia lebih menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan ijin Nya”. (QS Al Baqarah : 221)

5. QS An Nur Ayat 32

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka denga karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32). Tak perlu khawatir jika anda mendapat jodoh yang mungkin masih berjuang untuk mapan, sebab Allah memberikan jodoh disertai dengan jalan mendapat rejeki yang lapang.

6. QS Ar Rum Ayat 21

Jodoh akan menjadikan dua orang menjadi tentram hatinya dan memiliki kasih sayang satu sama lain. “Dan diantara tanda tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepasanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS Ar Rum : 21)

[AdSense-B]

7. QS Al Furqan Ayat 74

Allah menyukai hamba Nya yang berdoa dan berikhtiar, tak ada salahnya menyelipkan doa disertai senantiasa memperbaiki diri agar mendapat jodoh yang terbaik dari Nya. doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut al quran merupakan salah satu terbaik yang bisa dilakukan hamba-Nya untuk mendapatkan keberkahan. “Dan orang orang yang berkata : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertaqwa”. (QS Al Furqan : 74). 

[AdSense-A]

8. QS Ar Rad Ayat 38

Allah telah menciptakan jodoh sejak jaman terdahulu, sejak Nabi Adam AS diciptakan telah Allah ciptakan Hawa sebagai jodohnya. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri istri dan keturunan”. (QS Ar Rad : 38).

9. QS Az Dzariyat Ayat 49

Allah menciptakan jodoh agar manusia senantiasa bersyukur dan mengingat kebesaran Allah, sebab jodoh merupakan sebuah anugrah, darinya akan didapatkan teman hidup sebagai pasangan dan penenang hati di dunia hingga di akherat nanti. takdir jodoh menurut islam sudah ditentukan oleh Allah dengan orang yang tepat dan terbaik bagi setiap hamba-Nya. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS Az Dzariyat : 49). 

10. QS An Nisa Ayat 1

“Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan dari padanya Allah mencitpakan istri nya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama Nya kamu saling mencinta satu sama lain”. (QS An Nisa : 1). Allah memerintahkan hamba Nya untuk bertaqwa agar mendapat jodoh yang bertaqwa pula, dengan jodoh Allah akan menciptakan keturunan dan perasaan saling mencinta satu sama lain.

11. QS Thaaha : 39

Jodoh tidak hadir begitu saja, ada yang mendapatkan jodoh di usia muda, ada pula yang sebaliknya, Allah mengatur yang demikian karena kuasa Nya, dari kasih sayang yang diturunkan oleh Allah, itulah sebabnya setiap manusia harus berikhtiar dan berharap hanya kepada Allah. “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan Ku”. (QS At Thaahaa : 39)

12. QS Ali Imran Ayat 14

Setiap lelaki sejatinya memiliki rasa tertarik atau minat terhadap wanita, hal itu merupakan kodrat dari Allah sebagai salah satu alasan diciptakannya jodoh. “Dijadikan indah bagi manusia kesukaan kepada benda benda yang diingini, yaitu perempuan perempuan”. (Ali Imron : 14)

13. QS Al Anbiya Ayat 89

Doa ini adalah salah satu doa dalam ayat Al Qur’an yang diungkapkan oleh Nabi Allah sebagai wujud berharap mendapatkan jodoh yang terbaik, jodoh akan melenyapkan seseorang dari rasa kesendirian dan kesepian, juga kelak memberikan keturunan sebagai pelengkap dan amanah dari Allah. “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89)

14. QS Yassin Ayat 36

“Maha suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk makhluk semuanya berpasangan baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi, atau dari diri mereka, ataupun dari apa yang mereka mengetahuinya”. (QS Yassin : 36). Dari firman tersebut Allah menjamin kepada hamba Nya bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan, Allah memberikan pasangan tersebut sebagai jodoh untuk jalan beribadah kepada Nya.

Seseorang yang belum dipertemukan oleh Allah dengan jodohnya hendaknya senantiasa memperbaiki diri dan berikhtiar agar mendapat jodoh di waktu terbaik yang diatur oleh Allah. Bagi yang telah dipertemukan dan telah memiliki hubungan yang halal juga wajib bersyukur, memperbaiki diri, dan saling mengajak dalam kebaikan agar kelak menjadi jodoh hingga di akherat pula. Kemudian untuk tanda tanda jodoh dari allah sendiri memang terkadang tidak diduga – duga.

15. QS An Najm Ayat 45

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang pasangan pria dan wanita”. (QS An Najm : 45).

Dari firman firman Allah yang telah disebutkan di atas jelas bahwa jodoh telah diciptakan dan dijamin keberadaannya oleh Allah, tentunya Allah menciptakan jodoh karena rasa kasih sayang Allah untuk hamba Nya, sebagai umat mukmin tak perlu khawatir tentang jodoh selama menjadi hamba Nya yang bertaqwa dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya, sebab Allah telah menjamin memberikan jodoh yang terbaik sesuai cermin dari dirinya sendiri.

[AdSense-C]

Senantiasa jaga diri, berikhtiar, dan mengharap serta menerima jodoh kita semata karena beribadah kepada Allah. Semoga bermanfaat ya sobat pembahasan kali ini mengenai ayat tentang jodoh dalam islam. Sampai disini dulu dan sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan juga membaca. Salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Kematian Dalam Islam

Di waktu kecil kita pasti pernah mendengar dongeng tentang orang orang yang hidup kekal di dunia ini dengan keadaan berbahagia selamanya, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang batil. Tidak ada sesuatu yang kekal di dunia ini. Kematian merupakan sebuah hakikat yang akan menghampiri semua manusia dan seluruh umat Nya, tidak ada yang mampu menolak atau menunda nya.

Kematian menurut islam adalah kepastian. Hanya Allah yang mengetahui waktu dan cara nya. Sebab itu manusia diwajibkan bertaqwa dengan berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut asma Allah setiap detik kehidupannya sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya, baik sehat maupun sakit jika sudah takdir nya maka manusia tak memiliki kemampuan apapun untuk menghindari nya. Salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa paling mudah ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada – Nya.

Allah telah berfirman bahwa kematian adalah hal yang nyata, bukan sebuah akhir namun awal dari fase kehidupan yang baru, simak 15 ayat Al Qur’an tentang kematian berikut :

1. QS Ali Imran Ayat 102

“Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benar taqwa kepada Nya dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS Ali Imran : 102). Firman ini merupakan peringatan dari Allah untuk senantiasa beribadah dan mengingat Nya sebab merupakan kerugian terbesar ketika seorang hamba meninggal dalam keadaan selain islam.

2. QS Ali Imran Ayat 145

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS Ali Imran : 145). Setiap hamba Allah akan meninggal dengan sepengetahuan dan atas izin Nya, tidak ada yang mampu menentukan kapan dan cara kematiannya sendiri. Sebab merupakan sebuah ketetapan yang hanya diketahui oleh Allah sebagai pencipta nya.

3. QS Ali Imran Ayat 185

Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang tidak merasakan mati, bahkan malaikat pencabut nyawa pun nantinya juga akan merasakannya dan hanya Allah yang hidup sebelum semua dibangkitkan di hari akhir atau hari pembalasan nanti. Dan kematian bukan akhir dari perjalanan seseorang, melainkan sebuah jalan untuk mencapai kehidupan baru yang lebih yaitu kehidupan di alam kubur dan di akherat yang kekal nanti.

Meskipun demikian jika kematian tersebut dilakukan dengan bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang oleh agama. Karena sudah jelas bahwa hukum bunuh diri dalam islam diharamkan,  “Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran : 185).

4. QS Al An’am Ayat 61

“Dan diutus Nya malaikat malaikat penjaga sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat malaikat Kami dan malaikat malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”. (QS Al An’am : 61). Malaikat pencabut nyawa senantiasa menjalankan perintah Allah untuk mencabut nyawa siapa saja yang dikehendaki Nya, bagaimana malaikat tersebut mencabut nyawa tentu berdasar dari segala amal perbuatan yang dilakukan di dunia.

5. QS Al Ahzab Ayat 16

Manusia mampu menciptakan berbagai teknologi canggih yang dapat meminimalisir dampak dari bencana alam atau kerusakan yang ditimbulkan karena ulah manusia, tetapi sepandai apapun manusia tidak akan mampu menciptakan alat yang bisa menghindarkan seseorang dari kematian, sekuat apapun seorang hamba mencoba dan berusaha, jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa lari dari takdir Nya. “Lari itu sekali kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melaikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika kamu terhindar dari kematian kamu tidak juga mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”. (QS Al Ahzab : 16). 

[AdSense-B]

6. QS Al Mu’minum Ayat 99

“Keadaan orang kafir apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia”. (QS Al Mu’minum : 99). Orang yang sudah mati tidak akan mampu kembali ke dunia untuk meperbaiki kehidupannya setelah kematian, sebab itu kita yang masih diberi kesempatan wajib bersyukur agar bisa lebih paham manfaat bersyukur kepada allah dan memanfaatkan segalanya untuk bekal kehidupan agar tidak menjadi orang yang menyesal.

[AdSense-A]

7. QS An Nahl Ayat : 61

Jika Allah sudah menentukan waktu kematian seseorang, waktu kematian yang telah ditetapkan tersebut akan terjadi dengan tepat, tidak maju ataupun mundur walaupun sekejap saja. “Apabila telah tiba waktunya yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”. (QS An Nahl : 61).

8. QS Al Waqi’ah Ayat 60

“Kami telah menentukan kematian diantara kamu dan Kami sekali kali tidak akan dapat dikalahkan”. (QS Al Waqi’ah : 60). Allah maha kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang mampu mengalahkan kuasa Nya termasuk tentang kematian, Allah lah yang menentukan kapan dan dimana hamba Nya akan kembali pada Nya.

9. QS Haqqah Ayat 27

“Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu”. (QS Al Haqqah : 27). Friman ini menjelaskan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalas sesuatu atau terlepasnya tanggung jawab seorang hamba, kematian justru menjadi awal dimana setiap hamba akan diminta pertanggung jawaban atas segala urusan yang dilakukannya di dunia.

10. QS Al Jumu’ah Ayat 8

“Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS Al Jumu’ah : 8). Pada kehidupan setelah mati nanti akan ditunjukkan kepada setiap insan segala yang diperbuatnya selama di dunia, dan hanya kepada Allah hamba Nya kembali.

11. QS Al Sajdah Ayat 11

“Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”. (QS Al Sajdah : 11).  Allah sudah memiliki malaikat khusus yang bertugas sebagai pencabut nyawa, sekuat apapun seorang hamba berusaha tidak akan mampu menolak kematian jika malaikat tersebut sudah mendapat perintah dari Allah.

12. QS Az Zumar Ayat 30

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula”. (QS Az Zumar : 30). Jelas dari firman tersebut bahwa semua yang ada di dunia tidak kekal, semuaya akan merasakan kematian. 

13. QS An Nisa Ayat 78

Allah dan malaikat pencabut nyawa senantiasa mengawasi manusia dan malaikat akan siap menjemput hamba Allah yang sudah dikehendaki untuk diambil nyawa Nya dimanapun hamba tersebut berada meskipun berada di suatu tempat yang kokoh yang tidak bisa dijangkau oleh manusia, malaikat akan tetap mampu menggapai dan menghampirinya. “Dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (QS An Nisa : 78).

14. QS Al Munafiqun Ayat 11

Jangan berharap Allah akan menunda kematian seseorang di waktu yang sudah ditentukan, seseorang yang sudah diambil nyawa nya tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, Allah akan memberi balasan pada nya seusai segala sesuatu yang dikerjakannya. “Dan sekali kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kemtiannya, dan Allah maha mengenal apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Munafiqun : 11).

15. QS Al An’aam Ayat 2

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah sesudah itu ditentukannya ajal mu, dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan untuk berbangkit yang ada pada sisi Nya”. (QS Al An’aam : 2). Penjelasan ini merupakan kisah tentang kehidupan manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan berbentuk bayi yang lemah, pada saat itu pula Allah telah menentukan kapan ajal akan menjemputnya. Kematian akan datang pada waktu yang telah ditentukan tersebut, pada masa setelah meninggal dunia nanti juga akan ada hari kebangkitan yaitu ketika semua makhluk di dunia ini dikumpulkan dan dihitung amal perbuatannya.

Demikian artikel mengenai 15 ayat Al Qur’an tentang kematian beserta penjelasannya, dari berbagai ayat tersebut tentu kita menjad lebih menyadari bahwa hidup hanya sementara, kita smeua akan mengalami kematian, apa yang telah kita perbuat selama umur yang telah berjalan ini, apa saja dosa dosa baik kepada Allah ataupun sesama makhluk Nya, tindakan dan ucapan apa saja yang selama ini yang menyakiti orang tua, orang lain, atau orang orang terdekat kita, itu semua lah yang nantinya akan dipertanyakan, semoga artikel ini membuat kita semua menyadari dan memperbaiki diri.

[AdSense-C]

Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata, kita atau setiap orang di sekitar kita bisa kapan saja diambil oleh Nya dengan jalan kematian, karena itu lakukan lah yang terbaik selama masih diberi kesempatan hidup dengan beribadah kepada Nya dan menyayangi orang orang terdekat kita serta berbuat baik pada sesama.

Terima kasih semoga lebih mengingatkan kita semua akan kematian dan menjadi langkah untuk memperbaiki diri serta berbuat sebanyak banyak nya amal kebaikan untuk bekal kehidupan setelah kematian nanti. Sampai jumpa dan salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Pacaran Dalam Islam

Pacaran pada jaman sekarang menjadi sesuatu yang umum. Pacaran seolah menjadi sebuah ikatan bukti resmi nya hubungan dua insan manusia. Pada jaman sekarang pacaran menjadi hal yang biasa dan menjadi sesuatu yang dibangga bangga kan. Pacaran dilakukan oleh hampir semua kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan orang yang sudah tak lagi muda juga menjalankannya. Orang yang tidak ber pacaran dengan niat menjaga diri dipandang sebagai sesuatu yang aneh, disebut terlalu tertutup atau bahkan disebut sebagai orang yang belum laku.

Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat beliau,“Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang cuma selintas atau tidak sengaja, kemudian beliau memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku”. (HR Muslim no 5770). Hadist tersebut bermakna bahwa tidak diperkenankan dengan sengaja memandaang kepada lawan jenis, memandang saja tidak dibolehkan dalam islam, sebab menimbulkan hawa nafsu dan mudah sekali tergoda oleh bisikan syetan.

Apalagi pacaran yang identik dengan berduaan, komunikasi intens, berpandangan mata, bahkan melakukan sentuhan seperti berpegangan tangan. tidak ada istilah pacaran dalam islam, sebab pacaran menjurus kepada maksiat dan zina. Pendekatan sebelum menikah dalam islam dilakukan dengan jalan Istikharah, berikut 15 ayat tentang pacaran beserta uraian singkat nya:

1. QS Al Isro’ Ayat 32

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Pacaran bukan sebuah ikatan yang resmi, ikatan resmi hanya didapat dengan menikah. Pacaran mendekatkan pelakunya ke arah zina yang jelas dilarang oleh Allah dan bukan jalan yang baik dalam islam. Untuk itulah larangan berpacaran dalam islam dijelaskan dalam ayat ini guna menegaskan perilaku tidak baik tersebut.

2. QS An Nuur Ayat 30

Pacaran yang identik dengan berpandangan, berdekatan, dll tidak sesuai dengan perintah Allah kepada semua laki laki beriman untuk menjaga pandangan dan menjaga diri, hendaknya setiap lelaki mukmin mengamalkannya dengan tidak menjalankan pacaran. Salah satu cara menghindari pacaran bisa dengan menahan diri untuk tidak bertemu dengan lawan jenis hanya berduaan saja.

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. 

3. QS An Nuur Ayat 31

Wanita yang dijunjung tinggi kehormatannya dalam islam juga hendaknya menjauhi pacaran dan mendekatkan diri hanya kepada suami nya kelak. Wanita baik yang senantiasa istiqomah menjaga diri akan mendapat jodoh yang baik pula. “Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”.

4. QS Al Ahzab Ayat 32

Salah satu hal yang umum dalam pacaran ialah saling bertutur kata lembut bahkan merayu pada lawan jenis yang belum halal baginya, hal ini tidak diperkenankan oleh Allah sebab dapat memancing hawa nafsu orang lain, “Maka janganlah kalian (istri istri Nabi) berbicara dengan suara yang lembut sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit di dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik”.

5. QS Al Mu’minun Ayat 5 – 6

Allah menjunjung tinggi dan menyukai mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga diri dengan menghindari pacaran sehingga terhindar dari perbuatan tercela. “Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela”.

[AdSense-B]

6. QS Al Ahzab Ayat 35

Allah menjanjikan pahala besar untuk mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga dirinya, mampu mengalahkan hawa nafsu nya, dan mampu menjalankan perintah Allah dengan menjalankan hubungan yang halal melalui ikatan pernikahan bukan berpacaran. “Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”.

[AdSense-A]

7. QS Al Mu’minun Ayat 7

“Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”. Pacaran sama saja dengan mencari zina sebab memiliki kedekatan dengan lawan jenis tanpa ada ikatan yang syah.

8. QS At Tahrim : 6

Ada sebagian orang tua yang merasa bangga jika anaknya berpacaran, bahkan merasa khawatir jika anaknya tidak berpacaran karena takut dianggap tidak laku. Dalam keluarga wajib menuntun dan mengingatkan dalam kebaikan, sebagai orang tua pula wajib melarang jika anaknya berbuat hal yang maksiat seperti pacaran, sebab salah satu kewajiban orang tua adalah memelihara keluarga nya dari api neraka. “Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”.

9. QS Al Baqarah Ayat 169

Ada sebuah hadist dari Rasulullah, “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan wanita kecuali yang ketiga adalah syetan”. (HR Tirmidzi). Pacaran menjadikan jalan mudah bagi syetan untuk memberi bisikan yang menjurus pada perbuatan maksiat dan keji. Tidak sedikit orang berpacaran yang akhirnya rugi karena berbuat zina. “Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat maksiat dan keji”.

10. QS Al Ahzab Ayat 33

Perempuan yang berpacaran tentu sering berhias diri agar terlihat menarik di mata lelaki yang berpacaran dengan nya, hal itu tidak dibenarkan dalam islam, sebab wanita hanya boleh berhias diri dan tampil menarik di hadapan suami nya. “Dan janganlah kalian bertabaruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku seperti kebiasaan wanita jahiliyah). Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu dan membersihkan kamu sebersih bersihnya”

11. QS An’am Ayat 119

Jangan terpengaruh dengan orang lain yang membanggakan diri karena berpacaran, setiap mukmin hendaknya istiqomah dan tetap berada pada jalan Allah, tidak mengikuti sesuatu yang sesat yang melampaui batas seperti pacaran. “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar benar hendak menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan”

12. QS Qasas Ayat 50

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. Orang yang menjalankan perbuatan seperti pacaran termasuk merugi sebab termasuk perbuatan sesat yang tidak ada dalam syariat islam, perbuatan tersebut hanya mengikuti kehidupan seperti jaman jahiliyah dahulu sebelum mendapat petunjuk dari Allah dan para Rasul Nya.

13. QS Al Maidah Ayat 77

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang terdahulu sebelum kedatangan Muhammad dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. Pada jaman dahulu wanita tidak mendapat kehormatan, wanita hanya digunakan sebagai penghias dan pelayan bagi pria, banyak wanita yang merugi dan menderita.

Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul Nya untuk memberi petunjuk kepada setiap umat tentang syariat islam agar mendapat jalan yang lurus. Seseorang yang tidak mengikuti petunjuk dari Allah dan Rasul Nya tentu akan merugi sebab segala syariat dan hukum islam pasti memberikan kebaikan dan banyak manfaatnya.

14. QS Al Furqon Ayat 43

Allah tidak menjamin ketenangan hidup orang orang yang tidak mengikuti syariat Nya. Pacaran adalah salah satu perbuatan yang tidak sesuai syariat islam, yang hanya bertujuan untuk mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan Nya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”

15. QS An Naziat Ayat 40 – 41

“Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keingingan hawa nafsu nya maka sesungguhnya surga lah tempat tinggal nya”. Allah memberi jaminan surga untuk orang mukmin baik laki laki ataupun perempuan yang mengikuti syariat Nya dengan niat ibadah dan tidak mengikuti hawa nafsu nya karena Allah. Orang tersebut akan mendapat jalan lurus dan jauh dari godaan syetan sehingga jauh pula dari berbagai bentuk perbuatan maksiat.

Pacaran bukan jalan dalam islam untuk meresmikan sebuah hubungan, pacaran justru terdapat ketidak pastian di dalam nya, hubungan yang serius adalah hubungan yang dibuktikan denga pernikahan, perempuan dan laki laki yang serius juga mereka yang menjauhi pacaran untuk menjaga diri dan kehormatannya, serta mengikti syariat Allah. Orang yang baik dan suci tentu kelak akan mendapat jodoh yang baik untuknya pula.

[AdSense-C]

Demikian artikel 15 ayat Al Qur’an tentang pacaran. Jelas dari ayat ayat di atas bahwa pacaran adalah perbuatan yang tidak ada dalam hukum islam, pacaran termasuk perbuatan tercela dan menjurus ke arah maksiat serta zina. Jelas bahwa berpandangan, berduaan, bersentuhan, dll yang menjadi hal biasa dalam pacaran hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah memiliki hubungan yang halal berdasarkan syariat islam yaitu dengan jalan pernikahan.

Sebagai umat islam hendaknya tidak mengikuti kebiasaan tersebut, wajib bagi setiap mukmin untuk mempertahankan jati diri dan menjaga diri serta kehormatan dengan melakukan pergaulan yang dibolehkan oleh syariat islam. Setiap hukum islam yang diciptakan pastilah lebih banyak manfaat dan kebaikan di dalam nya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi perbaikan diri terima kasih.

15 Ayat Tentang Pergaulan Dalam Islam

Pergaulan adalah jalinan atau hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga satu sama lain saling mempengaruhi. Merupakan salah satu interaksi individu dalam lingkungan sosialnya. Pergaulan dapat berwujud sebagai hikmah silaturahmi dalam islam, persahabatan, juga perbuatan saling membantu atau tolong menolong. Pergaulan diperbolehkan dalam islam, Allah tidak melarang hamba hamba Nya untuk saling berinteraksi. Dalam islam pergaulan sudah diatur dengan etika dan berbagai syariat nya.

Pergaulan dalam islam harus sesuatu yang berniat positif, disertai dengan tetap menjaga diri dan kehormatan, serta memberikan manfaat dari pergaulan yang dilakukan tersebut, bukan bertujuan untuk sesuatu yang maksiat seperti memusuhi, pertengkaran, dll yang bertujuan menyakiti orang lain. Untuk lebih memahami pergaulan dalam sumber syariat islam, mari kita simak 15 ayat Al Qur’an tentang pergaulan dalam islam.

1. Allah Menciptakan Manusia Beraneka Ragam

Allah dengan kuasa Nya menciptakan manusia beraneka ragam, tidak ada dua orang yang mirip dalam segi apapun walaupun merupakan kakak adik atau saudara kembar. Allah menciptakan setiap hamba dengan berbagai keunikannya dengan tujuan untuk saling mengenal, saling toleransi dan menghargai, serta saling berinteraksi secara islami.

  • QS Al Hujarat Ayat 13

“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal”.

2. Pergaulan Secara Syariat Islam

Dalam islam, diperbolehkan interaksi dengan cara islami sesuai syariat yang telah diatur dalam Al Qur’an dan Hadist, interaksi hendaknya sesuatu yang membawa kepada kebaikan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada kemungkaran.

  • QS Ali Imran Ayat 104

“Hendaklah ada diantara kami segolongan yang meneru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan munkar. Itulah orang yang paling bahagia”

 4Pergaulan dengan Orang Orang yang Sholih

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dirikita adalah teman kita, bagaimana kebiasaan atau tingkah laku seseorang dapat dilihat dari teman teman pergaulannya, sebab itulah dalam islam dianjurkan untuk bergaul dengan orang orang yang sholeh sehingga kita nantinya dapat mencontoh teladan kebaikannya, dapat mengambil ilmu darinya, serta dapat mencegah kita dari pergaulan yang tidak sehat (tidak sesuai syariat islam) sehingga pergaulan tersebut berdampak positif dan menajdi sarana kita untuk memperbaiki diri. Berikut firman firman Allah tentang hal tersebut :

  • QS Ali Imran Ayat 101

“Bagaimana mungkin kalian menjadi kafir sedangkan ayat ayat Allah dibacakan pada kalian dan Rasul Nya pun berada di tengah tengah kalian?”. Tindakan yang paling mudah dicontoh adalah kebiasaan dari tindakan dan tutur kata, jika kita bergaul dengan orang orang yang bertindak dan bertutur kata baik secara langsung kita akan mencontoh dan hal tersebut ikut menjadi kebiasaan baik diri kita pula.

[AdSense-B]

  • QS At Taubah Ayat 119

“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”.

  • QS Asy Syu’ara Ayat 99 – 101

“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang orang yang berdosa. Maka kami tidak memberi syafaat seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab”. Jika ada seseorang yang sering mengajak kemaksiatan, ada baiknya menjauh dari orang tersebut sebab manusia bisa saja dalam kondisi iman yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau godaan syetan.

[AdSense-A]

  • QS Ali Imran Ayat 118

“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang orang di luar kalangan mu karena mereka tidak henti hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu”.

5. Pergaulan untuk Silaturahmi dan Menjaga Kedamaian

Pergaulan dalam islam ditujukan untuk hal yang positif, untuk menjalin persaudaraan dengan bersilaturahmi dan menjaga kedamaian dengan sesama. Silaturahmi yang dilakukan dilakukan dengan niat ibadah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. hukum tolong menolong dalam islam memang sangat dianjurkan.

  • QS An Nisa Ayat 1

Allah memerintahkan hamba Nya untuk bersilaturahmi dengan jalan pergaulan yang sesuai syariat islam, hal itu merupakan salah satu perbuatan yang disukai Allah, dengan silaturahmi, akan memperbanyak saudara dan melapangkan rejeki. “Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

  • QS An Nahl Ayat 90

Selain pergaulan dengan niat silaturahmi, tolong menolong dalam kebaikan juga dianjurkan dalam islam, hal itu dapat memberikan kebahagiaan dan bermanfat untuk orang lain. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.

6. Pergaulan dengan Niat Menyebarkan Ilmu

Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari no 3461). Hadist tersebut merupakan salah satu dari perintan Rasulullah untuk menyampaikan sebuah ilmu (ayat Al Qur’an dan Hadist) walaupun hanya satu ayat atau satu kata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pergaulan yang sehat dengan niat ibadahh karena Allah. Sesedikit ilmu yang disampaikan tetap akan menjadi amal jariyah bagi orang yang melakukannya.

  • QS An Nahl Ayat 44

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya”. Dalam firman tersebut contohnya ialah pergaulan dalam sebuah majelis atau pengajian yang membahas tentang syariat agama. Hal yang demikian selain menambah saudara dan ilmu, juga mendapat pahala dari Allah

  • QS Al Furqon Ayat 57

“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan kepatuhan orang orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya”. Dalam menyampaikan ilmu tak harus menerima upah atau imbalan, memberikan ilmu yang bermanfaat dijamin pahala kebaikannya oleh Allah.

7. Pergaulan Bukan dengan Niat Zina

Contohnya yang demikian ialah pergaulan yang tidak ada batasan antar lawan jenis, misalnya pacaran, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, atau bepergian bersama dengan yang bukan mahram nya tanpa alasan sesuai syariat islam. Hal itu tentu tidak diperbolehkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan yang menjurus kepada zina, sedangkan pergaulan dalam islam boleh dilakukan dengan syarat bertujuan untuk kebaikan dan tetap enjaga diri serta kehormatan.

  • QS An Nisa Ayat 25

Wanita yang baik menurut islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.

  • QS Al Mu’minun Ayat 7

Pergaulan yang tidak sehat seperti hal nya pacaran tentu tidak diijinkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan zina yang melampaui batas dan tidak di ridhoi Allah. “Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”.

8. Menjaga Diri dalam Pergaulan

Di jaman yang sangat terbuka seperti saat ini dimana berbagai contoh baik dan buruk mudah sekali didapat di media baik televisi maupun internet, sebagai umat mukmin wajib menghindari segala sesuatu yang tidak sesuai syariat islam, iman adalah yang menjadi pondasi nya, dengan memiliki iman yang kuat, seseorang akan mampu membedakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Hendaknya dalam pergaulan tetap disertai dengan rasa istiqomah untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.

  • QS An Nuur Ayat 31 – 32

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat islam.

9. Pergaulan dengan Tetap Teguh pada Syariat Islam

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam, berbagai agama, suku, dan status sosial. Sebagai umat mukmin kita wajib berpegang teguh pada syariat islam dalam pergaulan kita, boleh saja memiliki tetap bebrbagai agama dan suku, tetap syariat islam tetap yang utama, dalam contoh kehidupan sehari hari ialah misalnya kita berteman dengan orang yang beragama lain yang mereka memiliki kebiasaan merayakan hari tertentu seperti hari Natal, hari Valentine, dll yang tidak ada dengan islam maka kita tidak seharusnya untuk ikut merayakan sebab tidak ada dalam syariat agama islam.

  • QS Asy Syura Ayat 15

“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. Tetap berteman dengan semua orang di lingkungan kita tanpa terpengaruh hal hal yang di luar syariat islam. Amal kita lah yang akan menjadi bekal di akherat nanti dan biar setiap hamba Allah bertaanggung jawab atas amalnya masing masing.

[AdSense-C]

  • QS Al Kafirun 4 – 6

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”. Tiap agama tentu memiliki kepercayaan masing masing terhadap sesuatu yang mereka sembah. Tak perlu saling menjauhi, menghina, atau memusuhi, tetap lakukan pergaulan dengan lingkungan sekitar dan kuatkan diri dengan rasa iman.

Demikian artikel mengenai 15 ayat tentang pergaulan islam, semoga dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari. Terima kasih.

Hukum Mencium Tangan Dalam Islam

Mencium tangan adalah salah satu budaya di Indonesia. Sering kita melihat seorang anak mencium tangan orang tua, kakek nenek, saudara yang lebih tua, atau gurunya. Juga tradisi istri yang mencium tangan suaminya di kala hendak bepergian atau selesai shalat berjamaah berdua.

Di Indonesia, mencium tangan adalah wujud tindakan yang mencerminkan kesopanan, hormat, kekaguman, juga kesetiaan atau ketaatan. Bagi orang yang lebih tua, mencium tangan dapat diartikan wujud ungkapan makna cinta dalam islam atau memohon doa, yang dalam istilah jawa sering disebut dengan kata salim atau sungkem.

Lalu bagaimana hukum mencium tangan dalam islam? Tentu ada syariat untuk mengatur kebiasaan ini agar tidak menjadi urusan yang merugikan orang lain, berikut hukum mencium tangan dalam islam menurut firman Allah dalam Al Qur’an dan dari riwayat berbagai hadist, simak penjelasan lengkapnya

Budaya Mencium Tangan Pada Masa Rasulullah

Hadist hadist berikut bercerita tentang sahabat Rasulullah dan orang orang terdahulu yang mencium tangan beliau,

  • “Dari Jabir Radhiallahu anhu bahwa Umar bergegas menuju Rasulullah lalu mencium tangan beliau”. (HR Ahmad).
  • Dari Sofwan bin Assal bahwa ada orang yahudi bertanya kepada Rasulullah tentang suatu ayat, setelah dijawanoleh Rasulullah, mereka mencium tangan dan kaki Rasulullah dan berkata, kami bersaksi bahwa engkau adalah Nabi”. (HR Tirmidzi).
  • “Dari Usamah bin Syarik, kami bertemu Rasulullah lalu kami mencium tangan beliau”. (HR Ibnul Muqri).
  • “Dari Aisyah (Istri Rasulullah) Jika Fatimah datang ke rumah Rasulullah, beliau menyambutnya mencium tangannya, dan jika hendak pulang Fatimah mencium tangan Rasulullah”. (HR Abu Dawud).

Dari berbagai hadist di atas dapat diketahui bahwa tradisi mencium tangan sudah ada sejak jaman dahulu dan diperbolehkan oleh Rasulullah sebagai wujud penghormatan atau kasih sayang.

Mencium Tangan Untuk Orang yang Dihormati

Rasulullah adalah Nabi yang mulia yang wajib dihormati dan diagungkan, tetapi mencium tangan bukan hanya kepada Rasulullah saja, tetapi juga kepada orang tua, guru, atau orang yang disegani sebagai bentuk kesopanan dan penghormatan. Hal ini juga diterapkan sejak jaman Rasulullah, berikut hadist hadist yang menceritakan hal tersebut :

  • “Dari Ammar bin Abi Ammar pernah Zaid bin Tsabit mengatakan kepada Ibnu Abbas, berikanlah tanganmu, maka diberikanlah tangan Ibnu Abbas lalu Zaid menciumnya”. (HR Ibnu Saad).
  • “Dari Musa bin Dawud bahwa dahulu aku pernah bersama dengan Sufyan bin Uyainah kemudian datang Husain Al Ju’fi lalu diciumlah tangan Husain oleh Sufyan”. (Taqbilul yad).

[AdSense-B]

Hukum Mencium Tangan dalam Islam

Dari berbagai hadist di atas, para ulama sepakat bahwa mencium tangan hukumnya ialah mubah (boleh) dalam kondisi tertentu atau untuk orang orang tertentu. Islam mengatur hukum pergaulan antar umat dengan sebaik mungkin, tidak sembarang orang bisa mencium tangan satu sama lain, ada syariat yang mengaturnya yaitu sebagai berikut :

1. Tidak Untuk Tujuan Duniawi

Tidak mengapa mencium tangan seorang imam, namun untuk tujuan keduniaan tidak diperbolehkan”. (Kitabul Wara oleh Sufyan At Stauri). Mencium tangan wajib dilakukan dengan niat berlaku baik atau menghormati, bukan untuk tujuan duniawi misalnya untuk mencari keuntungan atau dengan pamrih, untuk mengharap imbalan, atau karena syahwat).

[AdSense-A]

Jika mencium tangan dilakukan dengan niat tersebut maka hukumnya tidak diperbolehkan sebab segala urusan yang diawali dengan niat yang buruk akan mengarah kepada hal yang buruk pula. Mencium tangan karena syahwat hanya diperbolehkan untuk pasangan suami istri.

Hal ini diperkuat dengan hadist berikut “Adapun mencium tangan karena keshalihannya, keilmuan, kemuliaan, atau jasanya yang berkaitan dengan keagamaan maka hukumnya mandub (disukai). Namun jika untuk jabatan dan lainnya maka sangat dibendi dan hukumnya haram”. (Raudhatu Thalibin).

2. Tidak Perlu Menundukkan Badan atau Berpelukan

Mencium tangan cukup dilakukan dengan posisi tegap, tak perlu membungkuk atau menunduk (dalam hal ini membungkuk hingga menekuk lutut seperti menyembah), sebab yang pantas dihormati dan diagungkan hingga menundukkan badan hanyalah kepada Allah SWT saja, tidak kepada sesama manusia. Berikut hadist yang menjelaskan perihal tersebut :

  • Dari Anas B. Malik “Wahai Rasulullah adakah sebagian kami boleh menundukkan badan kepada sebagian yang lain yang ditemui? Rasulullah menjawab, tidak boleh. Adalah kami boleh saling berpelukan jika bertemu? Rasulullah menjawab, tidak boleh. Yang benar hendaklah kalian saling bersalaman”. (Ibnu Majah no. 3962).
  • Imam Al Qurthubi “Tidak boleh bersalaman diiringi dengan menundukkan badan dan mencium tangan. Menundukkan badan dengan maksud kerendahan hati hanya boleh ditujukan kepada Allah”. (Tafsir Al Qurthubi hal 266).
  • Berpelukan boleh jika dalam keadaan pulang dari musafir atau setelah lama tidak berjumpa. Tetapi jika dijadikan kebiasaan tidak dibolehkan (makruh).“Bahwasanya para sahabat Rasulullah apabila bertemu mereka saling bersalaman dan apabila pulang dari safar mereka saling berpelukan”. (Majma’ Az Zwa’id hal 75).

3. Tidak Menjadikan Kesombongan

Mencium tangan tidak boleh dijadikan kebiasaan, misalnya seorang guru menjadi sering menjulurkan tangannya untuk dicium atau agar disalami oleh muridnya sebab pada jaman Rasulullah, para sahabat juga jarang mencium tangan beliau kecuali pada saat saat tertentu seperti dalam majelis atau setelah mengaji dan mentafsirkan ayat Al Qur’an.

Kebiasan menjulurkan tangan untuk dicium dapat menyebabkan seseorang merasa dirinya hebat dan alim sehingga mudah timbul penyakit hati berupa kesombongan dalam islam. sedang kita ketahui bahwa di semesta alam yang berhak sombong adalah Allah yang Maha Kuasa seperti dalam firman Nya berikut, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang sombong”. (QS An Nahl : 23).

4. Dianjurkan Bagi Suami Istri

Hukum mencium tangan oleh istri kepada suami berbeda, selain wujud kasih sayang dan penghormatan, istri yang mencium tangan suami juga mendapatkan pahala besar dari Allah sebab termasuk wujud ibadah sebagai ciri ciri istri shalehah.

Pasangan suami istri yang mencium tangan satu sama lain diijinkan apapun niat baiknya walaupun dilakukan dengan niat merayu atau untuk menimbulkan syahwat, tidak ada hukum yang melarang, sebab pasangan suami istri memiliki hak sepenuhnya dalam diri satu sama lain.

Simak hadist hadist berikut yang menjelaskan hal tersebut :

  • Tidak mengapa seorang wanita mencium tangan suaminya dan itu termasuk pergaulan yang baik. Dan ia diberikan pahala atasnya baik faktor yang mendorong untuk melakukannya karena faktor ketaatan maupun faktor syahwat, dan hanya Allah saja yang mengetahui”. (Fatwa Islam no.28906).
  • Seandainya manusia diperbolehkan bersujud kepada manusia lainnya niscaya aku akan memerintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suami pada istri”. (HR Ahmad).

Dari hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa pasangan suami istri halal hukumnya untuk mencium tangan satu sama lain sebab dapat menguatkan ikatan cinta dan rasa saling mengasihi.

5. Tidak Boleh dengan Lawan Jenis yang Bukan Mahram

Mencium tangan untuk orang yang dihormati memang diperbolehkan dalam islam, tetapi tidak semuanya, ada batasan yang mengatur agar tidak menjurus pada perbuatan maksiat atau zina. Lelaki dan wanita yang belum memiliki hubungan yang halal tidak boleh berpandangan, berdekatan, bersentuhan kulit, apalagi mencium tangan.

Hal ini penting untuk diperhatikan dan diterapkan sebab betapa hampir semua umat muslim baik lelaki atau wanita mengetahui hal ini tetapi masih saja bersentuhan dengan lawan jenis padahal mengetahui bahwa hal itu adalah perbuatan dosa yang tidak disukai Allah.

Misalnya ialah kebiasaan bersalaman pada teman atau rekan bisnis atau atasan yang lawan jenis, tidak diperbolehkan! Cukup menguncupkan tangan dan tidak perlu bersentuhan kulit, sudah cukup sebagai bentuk kesopanan terhadap orang lain.

Rasulullah sepanjang hidup beliau tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan wanita yang bukan mahram nya, simak buktinya dari hadist berikut,

  • “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita”. (HR Malik, Tirmizi dan Nasa’i).
  • Dari Aisyah (Istri Rasulullah) “Demi Allah beliau (Rasulullah) sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun yang bukan mahram beliau”. (HR Muslim no. 1866).

Jika aturan ini dilanggar, mencium tangan yang anda kira sebuah wujud kesopanan dan mendapat pahala justru sebaliknya, yaitu menjadikan dosa bagi anda. Jangan membiasakan atau menganggap sepele larangan dari Allah dan Rasul nya.

Hikmah Mencium Tangan dalam Islam

“Tidaklah dua orang muslin yang bertemu kemudian saling bersalaman melainkan dosa keduanya akan diampunkan oleh Allah sebelum ia berpisah”. (Musnad Ahmad no. 18547). Hadist di atas menjelaskan bahwa dua orang sabahat yang bertemu kemudian bersalaman akan mendapat ampunan dari dosa hingga mereka berpisah. Hal itu tentu berlaku sesuai syariat yang disebut pada poin sebelumnya, yaitu dengan niat sesuai syariat islam, tidak dengan lawan jenis, dan lainnya seperti yang telah dijelaskan.

[AdSense-C]

Hal ini juga berlaku untuk mencium tangan yang dilakukan sesuai syariat islam, sebab mencium tangan secara langsung juga melakukan salaman atau berjabat tangan.

Demikian penjelasan mengenai hukum mencium tangan dalam islam, sekarang anda sudah memahami bukan, kepada siapa saja dan bagaimana urusan yang diperbolehkan untuk mencium tangan.

Jika sebelumnya anda terbiasa mencium tangan orang yang bukan mahram misalnya lawan jenis yang belum mahram, hentikan tindakan dosa tersebut mulai sekarang agar niat anda tidak berujung pada amal keburukan. Sekian semoga bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Terima kasih.

Hukum Menari Bagi Wanita Dalam Islam

Menari ialah menggerakkan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk suatu keperluan pergaulan. Umumnya disertai dengan musik atau nyanyian. Menari dalam islam dikenal dengan istilah ar-raqshu. Dalam kamus Mu’jam Al-Wasith menari adalah seseorang berpindah pindah posisi dan menggerak gerakkan badannya sesuai irama musik atau nyanyian.

Pada jaman sekarang, menari menjadi hal yang biasa, jika ada suatu acara misalnya kelulusan sekolah, perayaan hari jadi seperti hari lahir, hari kemerdekaan, dan lain lain, juga pada acara keluarga seperti syukuran khitan atau pernikahan seringkali diiringi dengan acara hiburan berupa nyanyian dan tarian baik dari lelaki atau wanita. Maraknya boyband dan girlband (grup berisi penyanyi yang disertai tarian sesuai maksud lagunya) yang berasal dari luar negeri juga menjadi pengaruh tersendiri untuk kehidupan saudara saudara kita di dalam negeri, banyak yang mengikuti jejak nya dengan ikut ikutan menyanyi dan menari.

Menari umumnya dilakukan oleh wanita, ada juga lelaki yang melakukannya hanya saja dalam hal jumlah lebih banyak wanita yang melakukannya karena dianggap lebih menarik dan mampu memberi minat lebih pada yang menonton. Lalu bagaimanakah hukum menari yang dilakukan tersebut menurut islam? Mari kita simak hukum menari bagi wanita dalam islam berdasarkan Al Qur’an dan hadist berikut :

Hukum Menari Bagi Wanita Berdasarkan Ayat Al Qur’an

Menari yang sebagian besar dilakukan oleh kaum wanita umumnya bertujuan sebagai hiburan yang menjurus pada kesenangan duniawi, wanita yang menari sering memakai pakaian yang tidak menutup aurat, menggerak gerakkan tubuh serta pinggulnya untuk memberikan kesenangan bagi yang melihatnya.

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan cara al-marah (penuh kesenangan) karena sesungguhnya kamu sekali kali tidak dapat menembus bumi dan sekali kali kamu tidak akan setinggi gunung”. (QS Al Isra : 37). Penjelasan dari firman tersebut ialah tidak diperkenankan untuk bertingkah laku yang berlebihan dalam mengejar kesenangan duniawi, hal yang dimaksud salah satunya ialah dalam urusan menari yang dilakukan oleh wanita, dimana gerakan tarian yang dibuat hanya ditujukan untuk bersenang senang, entah itu menyenangkan diri sendiri atau menyenangkan orang lain.

Allah dan Rasul Nya tidak pernah memerintah atau menganjurkan untuk menari, apalagi jika menari tersebut dilakukan oleh wanita dengan memperlihatkan aurat nya dan menimbulkan syahwat bagi yang melihatnya, wanita yang menari tersebut pun berdosa karenanya.

Hukum Menari Bagi Wanita Berdasarkan Hadist

Pada jaman Rasulullah terdahulu, pernah juga ada suatu pertunjukan tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang di masjid ketika hari Raya Idul Fitri, hadist ini diriwayatkan oleh Aisyah (Istri Rasulullah) “Orang orang Habasyah bermain main dengan alat alat perang mereka. Rasulullah pun membentangkan sutra agar mereka tidak melihat aku (Aisyah) sedangkan aku menonton mereka. Terus demikian sampai akhirnya aku enggan melihat lagi”. (HR Bukhari no. 5190), Mereka bermain tombak di hadapan Rasulullah”. (HR Muslim).

Hadist di atas menceritakan bahwa ada sekelompok orang yang menari dengan bermain alat alat peperangan untuk pertunjukan yang menghibur, pada saat itu Aisyah ikut menonton bersama Rasulullah, tarian yang dilakukan tersebut dilakukan oleh sekelompok lelaki, tidak bercampur dengan wanita. Tarian tersebut diperbolehkan sebab tidak ada unsur yang mengandung syahwat, tarian tersebut berisi tentang pertunjukan peperangan dan sama sekali tidak ada wanita yang menari dengan menampakkan aurat.

[AdSense-B]

Dapat diambil kesimpulan seperti pada hadist berikut, “Menari hukum asalnya makruh, namun jika dilakukan dengan cara yang meniru orang kafir maka menjadi haram”. (Liqaa Baabil Maftuh hal 18). Menari boleh dilakukan jika tidak meniru orang orang kafir misalnya menari dengan menampakkan aurat, dengan menggerakkan pinggul, dan cara lain yang menimbulkan syahwat.  Tetapi jika dilakukan dengan cara cara seperti tarian modern atau biasa disebut dance yang menampakkan aurat dan memancing syahwat maka hukumnya haram.

[AdSense-A]

Hukum Menari Bagi Wanita

Wanita tidak diperbolehkan menari dengan gerakan badan yang menimbulkan syahwat dan mengarah pada tindakan yang merendahkan diri, diantaranya ialah gerakan gerakan sebagai berikut :

  • Menggerakkan Dada dan Pinggul

Perintahkan istrimu memakai pakaian disebalik pakaian luar supaya tidak menampakkan bentuk tubuhnya”. (HR Abu Daud). Hadist di atas adalah anjuran dari Rasulullah untuk para wanita agar memakai pakaian sebagai penutup badan (pakaian dalam) sebelum memakai pakaian luar agar tidak menampakkan bentuk tubuh. jika memakai pakaian yang membentuk tubuh saja tidak diperbolehkan apalagi jika menggerakkan dada dan pinggul, tentu menimbulkan syahwat bagi yang melihatnya dan menjadikan wanita tersebut rendah kehormatannya. siksa neraka bagi wanita tidak akan bisa dihindari jika mereka melakukan hal seperti itu.

  • Melunakkan Suara

Janganlah wanita itu melunakkan suaranya”. (QS Al Ahzab : 32). Wanita yang melunakkan suara nya (menyanyi) sambil diiringi tarian tidak diperbolehkan dalam islam. Sebab suara wanita juga merupakan aurat. Hukum menari bagi wanita yang pada jaman sekarang ini penuh dengan tarian menyerupai orang orang kafir jelas haram hukumnya.

  • Menghentakkan Kaki

Janganlah wanita itu menghentakkan kakinya ketika berjalan untuk memperdengarkan bunyi gelang kakinya. Hal demikian seperti menunjukkan aurat”. (HR Muslim).

Sebab Sebab Haram nya Hukum Menari Bagi Wanita

Hukum menari bagi wanita yang menyerupai orang kafir hukumnya adalah haram, agama islam selalu memiliki hukum atau syariat syariat terbaik yang sudah jelas lebih banyak manfaatnya dalam berbagai aspek kehidupan, berikut penyebab haramnya hukum menari bagi wanita dalam islam :

  • Tidak Menjaga Kehormatan

Allah berfirman dalam QS An Nisa Ayat 25 “Wanita yang baik menurut islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”. Jelas dari firman tersebut Allah menunjukkan ciri wanita yang baik ialah wanita yang mampu menjaga diri dan tidak memamerkan tubuh atau segala sesuatu dalam dirinya hanya untuk kepentingan duniawi, sebab wanita yang baik hanya menunjukkan kecantikannya pada suami nya.

  • Termasuk Zina

Zina ada berbagai macam yaitu hukum zina tangan, zina mata, zina pikiran, dan zina perbuatan. Menari bagi wanita dapat memancing syahwat yang akhirnya menimbulkan zina. Menari dengan bebas seperti yang biasa dilakukan wanita wanita jaman sekarang termasuk pergaulan yang tidak sehat sebab dapat dengan mudah aurat nya dilihat oleh lelaki yang bukan mahram nya. hal yang demikian lah yang menjadi sebab dilarang nya wanita untuk menari.

Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”.(QS Al Mu’minun : 7). Sebagai hamba Allah hendaknya kita mengikuti perintah Nya agar terhindar dari perbuatan tercela dan perbuatan yang melampaui batas.

Wanita sering dianggap sebagai sesuatu yang menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat dan zina, hal tersebut terjadi karena wanita tidak menjaga diri sesuai yang diperintahkan dalam syariat islam, contoh salah satu nya adalah gerakan menari tersebut. “Tidaklah sepeninggalku cobaan yang paling berbahaya bagi lelaki selain cobaan terhadap wanita” (HR Al Bukhari no. 5096).

Hukum Menari Bagi Wanita yang Diperbolehkan

Allah yang Maha Pengasih tidak pernah membuat hamba Nya kesusahan, Allah selalu memberi kemurahan sebagai wujud kasih sayang Nya. Setiap wanita tentu memiliki tubuh yang dalam keseharian digunakan untuk berbagai aktivitas, tentu ada kalanya seorang wanita ingin bergerak dan menari untuk kesenangan dirinya sendiri dan ada pula yang bertujuan untuk kesehatan, berikut hukum menari bagi wanita yang diperbolehkan dalam islam :

  • Tidak Menampakkan Aurat dan Tidak di Depan Lelaki Non Mahram

Contohnya ialah gerakan menari seperti senam dan menari diiringi musik yang dilakukan di tempat tertutup dengan menutup aurat serta tidak ada lelaki non mahram yang melihatnya. Menari yang demikian diijinkan sebab bertujuan untuk mensyukuri nikmat sehat dari Allah dengan menjaga kesehatan. Juga sebagai contoh wanita yang jauh dari rasa malas karena rajin merawat diri serta kesehatannya. Perlu anda pahami hukum melihat aurat wanita dalam islam tidak diperbolehkan.

  • Di Depan Suami

Tidak ada yang melarang seorang wanita menari di depan suami nya sendiri, dengan cara apapun dengan niat apapun baik niat menghibur atau niat menimbulkan syahwat pada suaminya, dan dengan menggunakan baju apapun dengan se ijin suaminya, hal demikian haram hukumnya.

Menarinya wanita di depan suaminya tanpa dlihat orang lain, maka tidak mengapa. Karena ini terkadang bisa membangkitkan cinta suami terhadap istrinya. Dan semua hal yang membangkitkan cinta suami terhadap istrinya adalah hal yang dituntut dalam syariat selama bukan perbuatan yang haram”. (Liqa Asy-Syahri hal 19).

[AdSense-C]

Hadist tersebut menjelaskan bahwa wanita bebas menari dalam bentuk apapun di hadapan suaminya, hal itu justru menjadikan pahala dan amal ibadah bagi wanita tersebut.

Menarinya seorang istri khusus untuk suaminya hukumnya halal dalam bentuk apapun”. (Fatawa Syaikh Masyhur Alu Salman no. 49)

Demikian artikel mengenai hukum menari bagi wanita, semoga bermanfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di lain kesempatan ya sobat dan terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk mampir. Salam hangat dari penulis.

Hukum Membayar Fidyah Dalam Islam dan Dalilnya

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang ketiga. Puasa diwajibkan bagi mereka yang telah baligh dan mampu menjalankannya. Namun bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa, diwajibkan untuk menggantinya di lain waktu atau membayar fidyah. Fidyah adalah memberi makan orang miskin. Sebagaimana firman Allah SWT:

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: ” (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah:184)

Orang yang Wajib Membayar Fidyah

  1. Orang yang telah sakit parah dan diperkirakan tidak dapat sembuh

Orang yang telah didiagnosa mengalami sakit parah dan tidak dapat sembuh lagi diwajibkan membayar fidyah karena tidak mungkin untuk meng-qadha’ puasanya atau mengganti puasanya di lain waktu.

  1. Para orang tua yang sudah renta

Golongan orang tua yang sudah terlalu tua, pikun, dan sakit diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah. Mereka tidak perlu mengqada’nya karena dikhawatirkan akan jatuh sakit.

  1. Orang hamil dan menyusui

Ada beberapa pendapat sahabat yang berbeda mengenai fidyah dari ibu hamil dan menyusui. Pendapat pertama mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui dibolehkan tidak berpuasa dan menggantinya hanya dengan membayar fidyah.

Ibnu Abbas ra. berkata kepada seorang ibu yang sedang mengandung: Engkau sama seperti orang yang tidak mampu berpuasa, maka kamu harus membayar fidyah dan tidak perlu mengqadhanya.” Sanadnya di shahihkan oleh Ad-Daruquthni sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidz dalam kitab Talkhisul Habir. Namun dalil ini dianggap lemah dan tidak sesuai dengan ajaran agama.

Pendapat kedua mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah juga wajib mengqada’nya. Kalau dia khawatir terhadap anaknya maka dia harus mengqadha dan memberi makan orang miskin untuk setiap hari dia tidak berpuasa. Imam syafi’i dan Imam Ahmad memilih pendapat ini. Al-Jassos menyatakan bahwa ini adalah pendapat Ibnu Umar ra.

Baca juga:

[AdSense-B]

Sedangkan pendapat ketiga mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui wajib mengqada’ puasanya karena posisi ibu hamil dan menyusui sama dengan orang sakit yang dapat sembuh kembali dan dapat menjalankan puasa. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nasa’i (2274) dari Anas radhiallahu’anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menggugurkan bagi musafir separuh shalat dan puasa. Begitu pula bagi orang hamil dan menyusui. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Nasa’i.

Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam menjadikan hukum wanita hamil dan menyusui sama seperti musafir. Maka, jika musafir membatalkan puasanya, kemudian wajib baginya mengqadha, begitu pula wanita hamil dan menyusui. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Pendapat ketiga ini lebih kuat karena orang yang sakit parah dan tua renta diperkirakan tidak mungkin bisa berpuasa lagi sedangkan wanita hamil dan menyusui bisa berpuasa kembali setelah habis masa nifas dan menyusuinya. Wallahualam

[AdSense-A]

  1. Orang yang sudah meninggal

Orang yang sudah meninggal dan ternyata masih mempunyai hutang puasa, wajib dibayarkan fidyah-nya oleh ahli warisnya. Tidak dibenarkan jika puasanya digantikan dengan puasa yang dikerjakan oleh ahli warisnya. Puasa yang tidak dapat ia kerjakan harus digantikan dengan fidyah.

Baca juga:

Ukuran fidyah

Fidyah yang dibayar kepada orang miskin adalah makanan pokok, baik itu bahan mentah maupun telah siap santap. Fidyah juga tidak boleh digantikan dengan uang, pembayaran fidyah haruslah dengan makanan atau bahan makanan. Dalam pembayaran fidyah pun terdapat perbedaan ukuran oleh beberapa ulama.

Imam Syafi‘i dan Imam Malik  berpendapat bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang miskin adalah satu mud  gandum sesuai dengan ukuran mud  Rasulullah SAW. Mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, seperti orang berdoa.

Sedangkan menurut Abu Hanifah, ukuran fidyah yang harus dibayar adalah dua mud gandum dengan ukuran mud  Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung. Namun pendapat ini dianggap lemah karena berdasar pada sebuah hadits riwayat Ahmad dari Abu Zaid Al Madany, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada seorang lelaki yang berbuat dzihar (menyamakan isteri dengan ibunya) untuk memberikan 1/2 wasaq kurma kepada 60 orang miskin.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 menjelaskan secara rinci Cara Membayar Fidyah, bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud  itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter. Sedangkan 1 sha` setara dengan 4 mud . Bila ditimbang, 1 sha` itu beratnya kira-kira 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha` setara dengan 2,75 liter.

Baca juga:

Ukuran yang lebih tepat dan mendekati kebenaran adalah 1 mud yang dikuatkan dengan sebuah riwayat  dari Nafi’, bahwa Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma pernah ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya (jika puasa). Beliau menjawab, “Dia boleh berbuka dan memberi makan orang miskin dengan satu mud gandum halus sebanyak hari yang dia tinggalkan.” (H.R. Al-Baihaqi dari jalur Imam Syafi’i dan sanadnya sahih)

Cara Membayar Fidyah

Fidyah bisa dibayarkan setiap harinya atau sekaligus. Misalnya seorang yang tidak berpuasa akan memberi makan orang miskin setiap hari dimana ia tidak berpuasa. Atau seorang yang membayar fidyah sekaligus member makan orang miskin sebanyak 30 orang dalam satu hari karena ia tidak sanggup berpuasa 1 bulan penuh.

Hal ini dibolehkan karena inti dari membayar fidyah adalah memberi makan 1 orang miskin per hari tidak berpuasa. Pemberian makan pada orang miskin juga harus dalam bentuk makanan atau bahan makanan, tidak boleh dalam bentuk uang. Makanan yang diberikan boleh telah siap santap atau masih berupa bahan mentah.

Itulah beberapa penjelasan mengenai hukum membayar fidyah dalam Islam. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk lebih memahami mengenai pembayaran fidyah.

 

14 Adab Hubungan Suami Istri Dalam Islam

Hubungan suami istri atau dikenal dengan istilah Jima’ adalah salah satu bentuk ibadah dalam islam. Ibadah menjadi wujud ketaatan, cinta serta kasih sayang yang mendalam, dan sebagai bentuk pemberian kewajiban dan hak untuk satu sama lain dimana antara suami istri memiliki hak untuk mendapatkan nafkah lahir dan batin. Nafkah batin yaitu berupa kasih sayang dan pemenuhan syahwat.

Hubungan suami istri dalam islam boleh dilakukan kapan saja demi kebahagiaan dan merekatkan hubungan antara suami istri, dalam islam terdapat syariat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan manusia termasuk tata cara atau adab dalam hubungan suami istri. Adab ini tentunya membawa kebaikan dan menjadi jalan sempurna nya bentuk ibadah diantara keduanya, berikut adab hubungan suami istri dalam islam :

1. Dalam Keadaan Bersih

Islam adalah agama yang bersih, begitu pula Allah menyukai kebersihan, kebersihan diibaratkan sebagai suatu hal yang menjadi sebagian dari iman karena keutamaannya. “Agama islam adalah agama yang bersih dan suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan”. (HR Baihaqi).

Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah dilakukan dalam keadaan bersih, baik itu bersih dalam hal tempat, baju atau pakaian yang dikenakan, juga kebersihan badan. Wajib untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan suami istri. Selain sunnah dalam islam, keadaan bersih juga akan memberikan kenyamanan pada pasangan sehingga tercapai hubungan yang lebih nyaman. Karena sudah sangat jelas bahwa keutamaan kebersihan dalam islam wajib dilakukan.

2. Menggunakan Wewangian

“Empat macam diantara sunnah para Rasul yaitu berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah”. (HR Tirmidzi). Wewangian apalagi bagi kaum wanita hanya boleh digunakan untuk menarik hati suami nya, dianjurkan untuk memakai wewangian sebelum berhubungan suami istri agar timbul keinginan yang lebih dalam. Wewangian bisa digunakan pada baju atau pada tempat tidur (ruangan). Lebih baik lagi jika wewangian tersebut yang disukai oleh suami.

3. Berdandan yang Disukai oleh Suami atau Istri

Dianjurkan baik suami maupun istri untuk berhias sesuai dengan sesuatu yang disukai oleh pasangan nya, berhias dengan tujuan untuk menarik pasangan yang sudah halal merupakan salah satu bentuk ibadah. “Sebaik baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya”. (HR Ad Dailami). Berhias dalam hal ini dapat dilakukan dengan memakai baju menarik yang disukai pasangan, merapikan rambut dan tubuh, juga dengan cara melakukan perawatan tubuh sebelum melakukan hubungan suami istri.

4. Di Tempat Tertutup

Hal ini penting. Tentu semua orang sudah memahami bahwa hubungan suami istri baik itu bermesraan ataupun hubungan dalam bentuk lain, hendaknya tidak dilakukan di tempat umum atau tempat yang ada orang lain, sebab tidak diperkenankan aurat dilihat oleh orang yang bukan mahramnya serta wujud dari rasa malu yang pasti dimiliki oleh orang yang beriman. “Malu itu kebaikan seluruhnya”. (HR Muslim).Bermesraan cukup dinikmati secara pribadi, tidak untuk dipamerkan kepada orang lain.

Orang yang memamerkan hubungan apalagi bermesraan di hadapan umum merupakan salah satu tindakan tercela sebab menjurus pada riya dan kesombongan. Selain itu hal yang demikian menjadi sesuatu yang tidak pantas dalam kehidupan bermasyarakat serta dalam hukum islam. Kecuali jika hal yang dilakukan tidak ditujukan untuk riya, misalnya menggandeng tangan istri dan mendekatkan tubuh dengan niat melindungi istri dari bahaya.

[AdSense-B]

5. Berdoa

Hal ini merupakan anjuran dari Rasulullah sebab segala urusan yang diawali dengan doa akan lebih berkah dan terlindung dari syetan. “Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan kami dari syetan dan lindungi kami dari syetan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rezekikan (anak) pada kami”. (HR Bukhari dan Muslim). Doa ini dibaca oleh kedua belah pihak (suami dan istri) sebelum melakukan hubungan suami istri.

6. Pendahuluan

Dalam berhubungan badan tidak diperkenankan untuk menyakiti pasangan, hubungan suami istri wajib diawali dengan pendahuluan atau bermesraan terlebih dulu agar keduanya merasa lebih nyaman. “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istri seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan”. (HR Tirmidzi). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedekatan dengan pasangan dan mencegah perasaan tidak nyaman.

[AdSense-A]

7. Bersuci Jika Ingin Mengulangi

Jika salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu”. (HR Muslim). Tidak ada batasan bagi suami istri dalam melakukan hubungan jima’, boleh diulang jika berkehendak dengan berwudhu terlebih dulu agar tubuh kembali bersih.

8. Mandi Besar (Janabat)

Dilakukan setelah selesai melakukan hubungan suami istri. Hal ini wajib sebab akan menghalangi sah nya shalat dan ibadah lainnya jika tidak diakhiri dengan mandi besar. “Apabila kalian junub maka bersucilah”. (QS Al Maidah : 6). cara mandi besar diawali dengan membaca niat dan wajib mengguyur seluruh badan dengan air.

9. Tidak Diperkenankan Menolak Keinginan Suami

Hubungan suami istri adalah bentuk nafkah batin yang suami memiliki hak sepenuhnya atas istri nya. Seorang istri tidak diperkenankan menolak jika suami menginginkannya. hukum istri menolak ajakan suami bersetubuh dalam islam termasuk perbuatan dosa sebab ridho Allah ada pada ridho suami.

Istri mu adalah laksana tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah sebagaimana saja yang engkau kehendaki”. (QS Al Baqarah : 223). Jelas dari firman Allah tersebut bahwa seorang suami berhak mendatangi istrinya kapan saja sesuai kehendaknya.

Dalam hal ini dapat dibicarakan oleh kedua pasangan kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri, tentu sebagai manusia terkadang memiliki rasa lelah, tetapi jika kedua belah pihak memiliki hubungan komunikasi yang baik tentunya satu sama lain akan mengerti kondisi pasangan nya sehingga hubungan suami istri dilakukan dengan bahagia dan rasa nyaman. Semuanya tetap kembali kepada syariat islam bahwa seorang istri memang wajib melayani suaminya.

10. Tidak Boleh Dilakukan Ketika Istri Sedang Haid

Salah satu adab hubungan suami istri islah tidak boleh dilakukan ketika sedang haid atau masa nifas, hal ini disebut Allah dalam firman Nya, “Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah dekati mereka sebelum mereka suci” (QS Al Baqarah : 222). Darah haid dan nifas adalah darah kotor dan masih terdapat luka di dalam rahim wanita, beresiko menimbulkan infeksi atau penyakit baik pada sang suami maupun istri.

11. Tidak Melalui Dubur

Hubungan suami istri juga tidak boleh dilakukan lewat dubur,dubur adalah area kotor yakni tempat untuk membuang kotoran, sangat beresiko menyakiti dan menimbulkan penyakit baik bagi suami ataupun istri,“Barangsiapa menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Tirmidzi).

12. Tidak Ada Batasan

Hubungan badan wajib dilakukan oleh suami yaitu ia punya kewajiban menyetubuhi istrinya selama tidak ada udzur”. (Ibnu Qudamah dalam Al Mughni hal 30). Diperbolehkan melakukan hubungan suami istri sesuai kehendak keduanya, tidak ada batasan sebab syahwat sudah menjadi sesuatu yang halal.

13. Mendapat Pahala

Beruntung bagi anda yang telah menikah, selain mendapatkan kebahagiaan, sebagai jalan meneruskan keturunan, juga anda mendapat nilai ibadah yang amat luas. Apapun yang dilakukan oleh suami istri dengan niat ibadah karena Allah dan wujud ketaatan pada pasangan maka disitulah anda mendapat pahala. Simak hadist berikut, “Barang siapa memegang tangan istri sambil merayunya, maka Allah SWT akan menulis baginya 1 kebaikan dan melebur 1 kejelekan serta mengangkat 1 derajat. Apabila merangkul, akan ditulis baginya 10 kebaikan dan melebur 10 kejelekan serta mengangkat 1 derajat,. Apabila menciumnya, akan ditulis baginya 20 kebaikan dan melebur 20 kejelekan serta mengangkat 20 derajat. Dan apabila senggama dengan nya, maka lebih baik daripada dunia dan isi isinya”. (HR Muslim).

Dari hadis tersebut jelas bahwa se sepele apapun wujud kasih sayang antara suami istri akan mendapatkan pahala dari Allah. Hubungan suami istri juga termasuk amal ibadah yang bernilai tinggi di mata Allah. Sungguh suatu nikmat dari Allah sebagai wujud kasih sayang Allah pada hamba Nya yang wajib disyukuri. Semoga bisa menjadi motivasi bagi yang belum menikah untuk segera menjalin hubungan yang halal agar dapat mencegah dari perbuatan maksiat dan menjadikan ladang pahala.

14. Menjaga Kerahasiaan

Tidak ada yang sempurna termasuk pasangan, suami atau istri adalah manusia biasa yang tentu memiliki kekurangan dalam dirinya. sebagai pasangan suami istri wajib menjaga aib atau menjaga kerahasiaan satu sama lain. Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah menjaga kerahasiaan, tidak diperbolehkan menjelek jelekkan atau menyebarkan kelemahan pasangan kepada orang lain.

[AdSense-C]

Hal yang demikian dilarang oleh Rasulullah dalam sabda nya “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya”. (HR Muslim no. 1437).

Hubungan suami istri yang dilakukan dengan niat ibadah dan wujud taat kepada pasangan kelak keduanya akansama sama mendapat kebahagiaan. Sudah selayaknya menjalankan amal ibadah sesuai syariat atau adab yang telah diatur dalam syariat islam. Semoga bermanfaat terima kasih.

13 Keutamaan Jihad Dalam Islam dan Dalilnya

Sebagai seorang Muslim, tentunya kata jihad memiliki makna tersendiri yang membuat kita merinding sekaligus menggebu-gebu dalam menggapainya. Ya, jihad merupakan sebuah perjuangan tertinggi dalam membela agama Allah. Dalam sejarah agama Islam, jihad adalah ikut berperang bersama Rasulullah SAW demi membela agama.

Rasulullah bersabda dalam riwayat Imam Ibnu Asakir yang dikutip dari kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, “Berdiri sesaat dalam barisan pasukan untuk berjihad (di jalan Allah) lebih baik daripada shalat malam selama enam puluh tahun.”

Allah telah menyeru kita untuk berjihad melawan musuh Islam.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”. (Q.S. At Taubah:36)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Q.S. Al Baqarah: 216)

Namun, di jaman sekarang, musuh Islam bukan hanya menyerang secara fisik. Musuh-musuh Islam semakin gencar menghancurkan keimanan umat Muslim dengan berbagai cara. Diantaranya melalui perusakan moral dengan narkoba, seks bebas, emansipasi wanita, homoseksual, dan banyak intervensi lainnya.

Maka dari itu, sebagai umat Islam kita harus lebih cerdas dan bijaksana dalam berjihad karena saat ini jihad bukan hanya lewat perang, tapi jihad melawan nafsu dan penjajah.

Beberapa contoh jihad yang diterapkan di jaman sekarang adalah melawan peredaran narkoba dan segala bentuk kemaksiatan, berdakwah, mendidik anak-anak menjadi hafiz dan hafizah, dan berbagai amar ma’ruf nahi munkar lainnya.

Ada banyak keutamaan jihad yang kita dapatkan jika kita berjihad dengan tulus, diantaranya adalah:

  1. Amalan yang paling utama

Allah SWT berfirman:

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”(Q.S. Al Hajj:78)

  1. Merupakan perintah Allah

Allah SWT berfirman:

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Q.S. A Baqarah:193)

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Memberikan pertolongan pada orang lain

Berjihad bukan hanya tentang hablum minallah tapi juga hablum minannas. Dengan berjihad kita juga sekaligus menjadi penolong bagi orang yang membutuhkan.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Al Anfaal:72)

  1. Mendapat pahala berlipat ganda

Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Amalan apa yang setara dengan jihad fii sabiilillah? Rasulullah SAW berkata: “Kalian tidak bisa (mengerjakan amalan yang setara dengan jihad).” Para shahabat mengulangi pertanyaan tersebut dua kali atau tiga kali, dan Rasul tetap menjawab: “Kalian tidak bisa (mengerjakan amalan yang setara dengan jihad).” Kemudian Rasul bersabda pada kali yang ketiga: “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang berpuasa, shalat, dan khusyu’ dengan (membaca) ayat-ayat Allah. Dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala itu kembali.”

Baca juga:

  1. Dihilangkan kesedihan dan kesusahan

Rasulullah SAW bersabda: “Wajib atas kalian berjihad di jalan Allah Tabaaraka wa Ta’ala, karena sesungguhnya jihad di jalan Allah itu merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu Surga, Allah akan menghilangkan dengannya dari kesedihan dan kesusahan.”

  1. Dijanjikan surga

[AdSense-A] Allah telah menjanjikan surga bagi mereka yang berjihad di jalan Allah SWT.

لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,”(Q.S. An Nisa:95)

  1. Mendapat rezeki bahkan ketika telah wafat

Ada sebuah riwayat dari Abu Mu’awiyah, Rasul bersabda:

” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” la berkata; “Dapatkah kita bertanya tentang hal itu? Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ruh-ruh mereka seperti burung hijau yang melebarkan sayapnya di surga mana saja yang ia kehendaki, kemudian ia bernaung di atas lentera yang tergantung di Arasy. Di saat mereka seperti itu, Tuhanmu muncul kepada mereka,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Mintalah kepadaku apa yang kalian inginkan! Mereka berkata; Tuhan kami! apa yang akan kami minta kepada-Mu, sementara kami sedang melebarkan sayap di surga sesuka hati kami? Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak dibiarkan untuk tidak meminta, maka mereka berkata; ‘Kami meminta agar ruh kami dikembalikan kepada jasad kami di dunia, kemudian kami terbunuh kembali di jalan-Mu. Ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat bahwa mereka tidak meminta hal lainnya kecuali hal itu, maka mereka ditinggalkan.” (Ibnu Majah: 2791)

  1. Diampuni dosanya

Orang yang mati syahid di jalan Allah akan diampuni dosanya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?” (Q.S. Ash Shaff:10)

تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:” (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Q.S. Ash Shaff:11)

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Artinya:” Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. .” (Q.S. Ash Shaff:12)

  1. Diselamatkan dari siksa kubur

Mereka yang berjihad di jalan Allah akan diselamatkan dari siksa dan fitnah kubur. Sebagaimana sabda Rasul: “Orang yang mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari ketakutan yang besar, dihiasi dengan perhiasan iman, dikawinkan dengan bidadari dan dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR. At-Tirmizi no. 1586 dan Ibnu Majah no. 2789)

Baca juga:

  1. Aman di hari kiamat

Imam Musa Al-Kadzim as berpesan, “Allah memiliki hamba-hamba di bumi ini yang berusaha (bekerja keras) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang lain. Mereka lah orang-orang yang aman di Hari Kiamat.” Memenuhi kebutuhan disini dimaksud dengan memberikan pertolongan di jalan Allah, baik melalui pendidikan maupun bantuan sosial.

  1. Diberikan mahkota kewibawaan dari Yaqut

Yaqut adalah batu permata yang sangat indah yang khusus diberikan hanya bagi orang-orang pilihan Allah SWT di surga nanti. [AdSense-C]

  1. Memberi syafaat bagi 70 anggota keluarganya

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang mati syahid itu dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan keluarganya.” (HR. Abu Dawud)

  1. Dinikahkan dengan bidadari surga

Sebagaimana hadist sebelumnya, bagi orang yang mati syahid atau berjihad di jalan Allah akan diberikan balasan dinikahkan dengan bidadari surga yang cantik jelita.

Itulah beberapa keutamaan jihad yang semakin membuat kita bersemangat dalam melaksanakan jihad di jalan Allah. Hendaklah kita melakukan jihad atas dasar keikhlasan, jangan sampai karena riya dalam Islam atau sombong dalam Islam agar Allah ridho pada kita. Inilah tujuan hidup menurut Islam yang sesungguhnya.