10 Amalan Hari Jumat Bagi Wanita dalam Islam

Di dalam islam, tentu sangat banyak sekali amalan-amalan yang bisa dilakukan dan akan mendapatkan pahala yang berlipat atas yang dilakukan tersebut. Salah satunya adalah keutamaan hari jumat bagi seorang wanita muslimah jika ia benar-benar melaksanakan ibadah tersebut dengan baik dan benar.

Hari Jumat dianggap seperti hari yang spesial bagi umat islam, apalagi di hari Jumat ini khusus laki-laki adalah hari wajib untuk mereka shalat jumat. Shalat Jumat memang bukan amalan wajib bagi wanita, tetapi selain melaksanakan shalat jumat, wanita bisa melakukan hal-hal lainnya yang bisa mengumpulkan pahala tersendiri.

Untuk itu, bisa juga kita mengetahui tentang hari Jumat seperti : Keutamaan Hari Jumat Bagi Wanita yang Istimewa, Keutamaan Sedekah di Hari Jumat yang Istimewa, Amalan Hari Jumat Untuk Wanita dalam Islam, dan Azab Meninggalkan Shalat Jumat dan Dalilnya. Apalagi jika wanita muslimah menjalankannya sesuai syariat islam, tentu keutamaan tersebut akan didapatkan oleh wanita.

baca:

Hari Jumat dalam Islam

Sebetulnya, di dalam islam sendiri tidak hari khusus untuk beramal. Artinya, islam mendorong umatnya untuk terus beribadah dan beramal baik tanpa terkecuali waktunya. Kecuali pada waktu-waktu tertentu yang memang khusus. Misalnya shalat idul fitri hanya dilaksanakan di Hari Idul Fitri, Shalat Idul Adha di hari Qurban, dilarang berpuasa di hari tasyrik, berzakat fitrah di waktu sebelum lebaran dsb. Di luar hal-hal yang diatur, tentu amalan boleh dilakukan kapan saja. Apalagi jika memang amalan tersebut sangat dibutuhkan dan bermanfaat.

Untuk itu, termasuk di hari Jumat kita bisa melaksanakan berbagai amalan dan ibadah sebagaimana bisa yang kita lakukan. Tidak perlu juga kita menunggu hari Jumat untuk bisa melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, karena Allah menilai ibadah kita bukan hanya di hari Jumat melainkan di waktu-waktu lainnya juga. Sebagaimana Allah menghisab dan menghitung segala amalan kita di setiap detik, menit, dan langkah-langkah kita setiap harinya.

Mengenai keutamaan shalat jumat juga berkaitan dengan hal : Hukum Sholat Jumat Bagi Wanita , Hukum Meninggalkan Shalat Jumat Dengan Sengaja, Larangan Puasa Hari Jumat dalam Islam, Sunnah Rasul Malam Jumat Dalam Islam, dan Amalan Sunnah di Malam Jumat serta Haditsnya.

Secara pengertian jumat sendiri memilliki arti persahabatan, atau persatuan. Sebagaimana orang-orang nasrani atau yahudi memiliki hari Sabtu atau Sabat sebagai hari persatuannya. Begitupun orang islam dengan hari Jumat sebagai hari persatuan, dimana seluruh muslim diwajibkan untuk shalat berjamaah dan mendengarkan khutbah. Sedangkan untuk muslimah tidak diwajibkan, hanya boleh saja jika memang memungkinkan.

baca juga:

[AdSense-B]

Amalan di Hari Jumat yang Bisa dilaksanakan Muslimah

Ada beberapa keutamaan atau menjadi keistimewaan ketika kita mengatakan hari Jumat. Hal-hal ini disampaikan dalam beberapa hadist dan Al-Quran. Tentu untuk penafsirannya kita bisa mempelajarinya lebih dalam dari para guru dan ulama yang memahami.

  1. Sebaik-Baiknya Hari adalah Hari Jumat

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

Dalam hadist ini dijelaskan bahwa sebaik-baik hari adalah hari Jumat. Hal ini jika dikaitkan dengan hari jumat berarti hari persatuan atau persahabatan, tentu kita bisa memahami bahwa kebaikannya adalah saat itu umat islam dapat berkumpul dan bersatu di masjid. Berbeda dengan hari-hari biasanya. Itulah keistimewaannya bukan berarti di hari-hari lain tidak ada keistimewaan atau menspesialkan khusus pada hari Jumat.

  1. Perintah Shalat Jumat Untuk Muslim

Sebagaimana perintah lainnya, shalat jumat juga merupakan perintah shalat wajib yang harus dilakukan bagi laki-laki muslim. Apakah seorang muslimah boleh melaksanakannya walaupun tidak wajib? Sejauh ini tidak ada pelarangan, hanya saja teknis pelaksanaannya yang harus diperhatikan, karena tentunya masjid-masjid seluruhnya akan penuh dengan para muslim.

Tetapi, muslimah bisa melaksanakannya dengan cara lain seperti mendengarkan khutbahnya, berdoa, dan membaca Al-Quran yang berkenaan dengan hari Jumat. Tentu saja hal ini juga diperbolehkan dan menjadi keistimewaan jika dilakukan dengan baik.

Selain itu juga perlu diperhatikan bahwa muslimah tidak wajib shalat jumat, namun ia masih bisa melaksanakan ibadah lainnya seperti menjaga rumahnya saat suami tidak ada atau para laki-laki berkumpul di masjid. Tentu ini juga menjadi pahala tersendiri jika dilakukan.

baca juga:

  1. Diijabahnya Doa

”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)

Keutamaan ini adalah salah satu keutamaan di hari Jumat menurut beberapa pendapat. Akan tetapi ada juga pendapat yang berbeda-beda mengenai hal ini termasuk yang diutarakan oleh Ibnu Masud. Akan tetapi Allah sendiri tidak membatasi dan juga tidak akan memberikan informasi detail apakah doa kita akan diijabah atau tidak. Manusia walaupun bukan di hari Jumat dapat melaksanakan doa dan meminta apapun pada Allah SWT.

  1. Keutamaan Bersedekah

”Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (Hadist Mauquf Shahih)

Di hari Jumat ini jika kita melakukan sedekah, maka akan mendapatkan keutamaan tersendiri. Untuk itu, jika kita melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sedekah maka akan mendapatkan keutamaan dibanding hari-hari selainnya. Hari Jumat ini didorong sebagai hari bersedekah, walaupun tentu jika kita bersedekah di hari-hari lainnya juga akan mendapatkan pahala dan keutamaan dari Allah SWT asalkan dengan niat dan hati yang ikhlas.

[AdSense-A]

  1. Keutamaan dan Mandi dan Bersuci

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari)

baca juga:

  1. Ibadah yang Mendapat Keutamaan Pahala

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan)

Dalam hadist diatas dijelaskan bahwa dengan melaksanakan ibadah di hari Jumat, bergegas untuk shalat, maka akan mendapatkan pahala yang lebih dari puasa dan shalat setahun. Hal ini tentu saja berhubungan dengan pengertian hari Jumat bahwa Jumat adalah persahabatan atau persatuan.

  1. Memperbanyak Shalawat

Dari Abu Umamah, “Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”

Dalam hadist diatas dijelaskan bahwa dengan memperbanyak shalawat, maka kita akan mendapatkan keutamaan di hari Jumat. Untuk itu, shalawat adalah ibadah yang memiliki keutamaan jika wanita lakukan di hari jumat. Walaupun tidak mengikuti Shalat Jumat di Masjid, tetapi shalawat bisa kita lakukan dengan pelaksanaannya di rumah atau dimanapun kita berada.

  1. Membaca Surat Al Kahfi

Dalam sebuah hadist disampaikan, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan: Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada-Mu), maka akan dicatat baginya di kertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.”

Perintah membaca surat Al Kahfi ini adalah salah satu yang sering disebarluaskan agar umat islam membacanya di hari Jumat. Sebetulnya membaca surat Al Kahfi bisa dihari apapun dan selain bacaan Al Kahfi juga bisa kita baca di hari-hari yang lainnya. Untuk itu, kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kita membaca Al-Quran di surat yang mana.

Namun, di hadist tersebut, diriwayatkan keutamaannya dari membaca Al Kahfi di hari Jumat. Untuk itu, kita bisa membacanya juga dengan mendapatkan dan sebagai keutamaan di hari Jumat.

  1. Memperbanyak Dzikir

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah.” (QS Al Jumuah : 9)

Di dalam Al-Quran Surat Al Jumuah disebutkan bahwa di hari Jumat kita bisa memperbanyak Dzikir agar mendapatkan keutamaan dari Allah. Untuk itu, bersegeralah diri kita mengingat Allah untuk mendapatkan keutamaan tersebut di hari Jumat.

  1. Memotong Kuku dan Mencukur Bulu Ketiak

Syekh Muhammad bin Ismail Al-Muqaddam menyampaikan bahwa ada beberapa hadist yang mengatakan bahwa memotong kuku dan mencukur bulu ketiak termasuk dalam Sunnah Rasul di Hari Jumat yang bisa dilaksanakan oleh umat Islam. Untuk itu, salah satunya adalah hal ini.

Tentu saja melaksanakan hal ini memiliki keutamaan yang banyak, walaupun tidak dilakukan di hari Jumat. Diantaranya adalah menjaga kebersihan dari berbagai kuman, bakteri, atau penyakit yang mengganggu.

Semoga dengan hal keutamaan istimewa ini bisa menjadikan kita semangat untuk melaksanakan  Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama. 

 

Sulam Bibir Menurut Islam – Boleh atau Tidak?

Siapa wanita yang tidak ingin terlihat cantik di dunia ini. Setiap wanita yang ada di dunia ini menginginkan kecantikan baik dari aspek wajahnya dan tubuhnya. Hal ini tentu saja menjadi fitrah manusia karena Allah telah menganugerahkan kecantikan pada tubuh wanita yang tentu sangat berbeda dengan fitrah tubuh laki-laki. Dan fitrah ini pula lah yang menjadikan laki-laki mencintai wanita, bukan pada sesamanya.

Hal ini juga disampaikan Allah dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga))” (QS Ali Imran : 14)

Adanya kecantikan pada wanita, memiliki fitrah dan dorongan tersendiri. Laki-laki menyukai keindahan wanita dan dari situlah maka rasa kasih sayang dan cinta hingga terbentuk keluarga bisa muncul. Tanpa rasa tersebut tentu tidak akan ada pernikahan antara laki-laki dan perempuan.

Mempercantik Diri Bagi Seorang Muslimah

Adanya fitrah kecantikan dan keindahan pada wanita, tentunya mendorong wanita untuk berhias dan selalu mempercantik diri. Mempercantik diri bagi seorang muslimah tentu bukanlah suatu masalah. Islam memperbolehkan asalkan tidak melanggar syariat atau istilah lainnya adalah bertabaruj.

Seorang wanita tentunya ingin Menjadi Muslimah Yang Baik Menurut Islam, Cara Menjadi Wanita Baik  dan Wanita Muslimah Menurut Islam yang cantik fisik juga jiwanya. Untuk itu perlu diketahui bagaimana Cara Mempercantik Diri Menurut Islam Bagi Muslimah. Karena dalam islam terdapat berbagai ajaran pada wanita seperti :

Untuk itulah wanita muslimah jika berhias tentu tidak masalah dalam islam. Wanita boleh berhias dan mempercantik dirinya sendiri.  Apalagi jika untuk sang suaminya.  Islam mencintai keindahan untuk itulah wanita harus merawat tubuh dan fisiknya agar tetap sesuai pada fungsinya. Namun wanita tidak diperbolehkan jika berhias untuk memperlihatkan auratnya, memperlihatkan kecantikan untuk memancing hawa nafsu laki-laki yang bukan suaminya. Islam membatasi pada hal tersebut.

Seperti apa teknis dan caranya tentu dibutuhkan kajian yang lebih mendalam, dilihat dari aspek kepantasan dan sesuaikah dengan kesopanan. Berjilbab saja tidak cukup jika berdandan berlebihan apalagi merubah apa yang telah Allah ciptakan sesuai fungsinya.

Untuk itu jadilah kita para wanita yang mampu menjadi Wanita yang Dirindukan Surga, Wanita dalam Pandangan Islam dan Keistimewaannya.

[AdSense-B]

Salah satu hal yang menjadi bagian dari berhias dari wanita adalah melakukan sulam bibir. Bibir adalah bagian yang menjadi hal penting bagi wanita yang suka berhias. Bibir yang indah rapih, berwarna merah cerah, adalah yang diinginkan oleh wanita. Untuk itu perlu diketahui, apakah sulam bibir diperbolehkan islam atau tidak, atau bahkan memang tidak diperbolehkan sama sekali. Untuk itu perlu diketahui bagaimana dalam islam hal ini dipandang.

baca juga:

Hukum Islam Tentang Sulam Bibir

Untuk memutuskan suatu perkara dalam islam tentu kita harus mendasarkannya pada rukun imanrukun islamIman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman. Dalam hal menyulam bibir juga kita harus mengetahuinya terlebih dahulu dari syariat islam.

Untuk mengetahui hukum sulam bibir, maka hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dan proses sulam bibir. Pertama kali bibir akan dibersihkan terlebih dahulu dan dibentuk. Biasanya akan ditanam benang-benang yang permanen untuk memberi rona merah dan tambahan pada bibir. Otomatis cara ini pasti akan mengubah bibir kita, dan memasukkan benang atau tambahan zat pada bibir dengan permanen.

Hal ini sama seperti sulam pada alis. Setelah dilakukan pembersihan, penyukuran, dan pembentukan barulah dilakukan proses sulam pada alis. Tentunya sebelum di sulam, alis diolesi terlebih dahulu krim anestesi agar tidak terasa sakit. Baru setelah itu digunakan alat khusus untuk mengaplikasikan tinta sulam yang akan digambar pada alis dan menjadi mirip bulu alis. Tentu jika proses sulam alis tidak jauh berbeda dengan sulam bibir, maka hukumnya bisa sama.

baca juga:

Di dalam bahasa arab, mencukur bulu alis disebut dengan Al Mutanasmishah, dan orang yang dicukur bulu alisnya disebut dengan An Namishah. “An-Namishah adalah wanita yang mencukur bulu alis wanita lain atau menipiskannya agar kelihatan lebih cantik. Sedangkan Al-Mutanamishah adalah wanita yang menyuruh orang lain untuk mencukur bulu alisnya.” (Dalil Al Falihin, 482)

[AdSense-A] Dalam pendapat ulama dan imam fiqih islam, wanita muslimah diharamkan untuk mentato bagian tubuhnya apalagi dalam hal ini mentato bibir atau sulam bibir. Hal ini selain mengubah bentuk asli dari yang Allah berikan, hal ini juga membahayakan tubuh wanita. Mengingat proses tato atau sulam ini tentu memasukkan tinta ke dalam tubuh, menjadikan tubuh tertindik dan terhalang pori-porinya dari air atau keringat.

Tentu berbeda jika wanita hanya menggunakan Lipstik atau pewarna sementara. Selama zat yang digunakan halal, bisa masuk air, dan tidak permanen tentu itu lebih baik daripada melakukan sulam bibir. Diketahui pula bahwa sulam bibir bisa berbahaya apalagi dilakukan di daerah yang sensitif dekat mulut manusia.

baca juga:

Dalil Mengenai Larangan Sulam Bibir

Di dalam pendapat ulama mengenai sulam bibir, terdapat juga dasar-dasarnya dalam Al-Quran dan hadist. Hal ini juga berkaitan dengan dalil-dalil yang ada di bawah ini. Dalil-dalil dibawah ini adalah dasar yang menjadikan pendapat bahwa sulam bibir ataupun mentato bibir dilarang dalam islam. Walaupun pada pandangan manusia sulam bibir bisa membuat cantik atau indah, namun kita harus mengethaui terlebih dahulu bagaimana dalil dan penjelasan yang ada dalam Al-Quran atau Hadist mengenai hal tersebut.

  1. Allah Melarang Untuk Mengubah Ciptaan-Nya

“Dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS An Nisa : 119)

Di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah melarang untuk mengubah apa yang telah Allah ciptakan. Larangan ini tentu saja berarti merubah dalam keadaan merusak atau menjadikan hal tersebut untuk sesuai fitrahnya. Misalnya saja fungsinya berubah, tidak bisa berfungsi lagi. Maka itu merawat tubuh dan juga merawat diri dibutuhkan. Dengan tujuan menjaga fitrah dan fungsi sesuai yang Allah tetapkan.

Tetapi jika dilakukan sulam alis, maka bisa mengubah bentuk dan juga fungsi. Mengingat bahwa sulam alis juga terdapat dampak pada tubuh yang kurang baik. Efek tato tentunya memberikan efek sakit, kurang serapnya air, dan juga pori-pori yang tertutup.

Bahkan penelitian ilmuwan, menyampaikan bahwa mentato bagian tubuh bisa berefek kepada keloid, alergi, dan munculnya jaringan kulit baru yang membahayakan. Untuk itu, hal ini pun bisa saja terjadi pada tato alis, walaupun bisa jadi berbeda zat atau proses sebagaimana tato pada bagian tubuh lainnya.

  1. Hadist Larangan Untuk Mentato Bagian Tubuh

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR Bukhari)

Dalam hadist tersebut disampaikan bahwa Allah melaknat orang-orang yang mentato bagian tubuhnya walaupun untuk alasan kecantikan. Untuk itu, jangan sampai kita melakukannya demi mendapatkan kesenangan duniawi semata, namun kelak di akhirat Allah memberikan hukuman yang berat. Tentunya, tidak ada perintah Allah yang sia-sia jika dijalankan. Setiap bagian dari aturan Allah bertujuan untuk memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi manusia di dunia dan akhirat.

  1. Hadist Larangan Memberikan Tato Pada Tubuh

“Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dirinya atau meminta ditatokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah. Kemudian beliau berkata : Mengapa aku tidak melaknat orang-orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah saw dalam Kitabullah, yakni firman Allah : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (HR Bukhari)

Dalam hadist ini pun juga dijelaskan bahwa ada larangan untuk mentato tubuh kita. Untuk itu, lebih baik dihindari dan jangan sampai kita mencukur atau mentato bibir kita apalagi hanya karena alasan kecantikan atau duniawi.Perlu diingat bahwa proses sulam sebagaimana proses tato, bisa berbahaya dan tidak baik untuk kesehatan.

Apalagi, jika kita melihat dampak buruk dari tato. Tentu saja menjadi lebih mudharat jika masih dilakukan. Untuk itu, wanita muslimah hendaklah tetap menjaga fitrahnnya sebagaimana Allah tetapkan sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.

Sejatinya, kecantikan muslimah bukan saja terletak kepada fisiknya. Jauh dari itu, kecantikan yang sejati adalah pada akhlak dan kemuliaan hati kita. Tidak akan ada kecantikan yang terpancar jika kemuliaan hati kita pun rusak. Seperti hadist nabi bahwa seindah-indahnya perhiasan dunia, adalah wanita shalehah.

baca juga:

Jangan sampai kita melakukan Dosa Besar Dalam Islam, dan Hal Hal Yang Menghapus Amal Ibadah. Jangan sampai kita menjadi wanita muslimah yang menentang aturan Allah hanya karena hawa nafsu dan keinginan sesaat saja.

Hukum Wanita Memakai Parfum Menurut Islam dan Dalilnya

Menjadi diri yang diperhatikan dan mendapatkan respon positif dari semua orang adalah keinginan dari setiap wanita. Salah satu hal yang membuat hal tersebut terjadi adalah dengan adanya penggunaan parfum atau wewangian. Parfum atau wewangian adalah salah satu untuk membuat wanita percaya diri dan tidak terasa bau yang mengganggu jika sedang berkumpul atau bersama orang-orang yang lain.

Wanita yang menggunakan parfum tidak selalu dalam rangka untuk menarik perhatian lawan jenis namun ada juga yang memang menghindari agar tidak tercium bau-bau yang merusak pergaulan sehari-hari. Berikut adalah penjelasan mengenai hukum wanita menggunakan parfum.

Pendapat Mengenai Wanita Menggunakan Parfum

Di dalam fiqih wanita muslimah, ada beberapa pendapat yang berkenaan dengan penggunaan parfum bagi wanita.  Ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Wanita bisa mengikuti asalkan ada dalil dan pendapat yang kuat. Berikut ini adalah penjelasan mengenai wanita mengggunakan parfum dan hukumnya dalam islam.

  1. Dilarang Mengenakan Parfum Untuk Memikat Laki-Laki

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Di dalam hadist ini dijelaskan bahwa perempuan yang menggunakan parfum seperti seorang pelacur. Hal ini dikarenakan wewangian yang dimaksud adalah wewangian yang sengaja dibuat untuk memancing laki-laki dalam maksud melakukan hubungan bebas. Hal ini tentu saja dilarang. Parfum memang bisa memancing jika wanita memang sengaja. Selain itu ada juga bau-bauan atau harum-haruman yang memang disengaja untuk menarik perhatian.

  1. Dilarang Menggunakan Parfum yang Menyebabkan Munculnya Syahwat

“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (dari Faidhul Qadir)

Beberapa kasus wanita sengaja menggunakan parfum agar mendapat perhatian laki-laki dan laki-laki tersebut menjadi terstimulus karena adanya harum yang menyengat tersebut. Untuk itu, jangan sampai wanita menggunakan parfum untuk mengundang syahwat laki-laki dan membuatnya menjadi terangsang. Kehormatan seorang wanita berada pada perilaku dan sikapnya yang mampu menjaga diri. Jangan sampai parfum yang kita kenakan menjadi penyebab adanya syahwat yang muncul dari lawan jenis.

[AdSense-B]

  1. Perempuan Menggunakan Parfum Tidak diterima Shalatnya

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (HR Ahmad)

Permasalahan penggunan parfum tidak semata-mata hanya karena penggunaan parfumnya melainkan adanya sikap dan niat untuk merangsang lawna jenis yang bukan mahromnya. Untuk itu, jangan sampai kita berdosa hanya gara-gara persoalan parfum atau apa yang kita kenakan. Orang-orang wanita jahiliah di masa lalu biasa menggunakan parfum hanya untuk menggoda lawan jenis.

  1. Parfum Perempuan Tidak Boleh Baunya Nampak

“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi dari Syu’abul Iman)

Di dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa perempuan jangan sampai menampakkan baunya. Artinya jangan sampai baunya sampai terasa dan menyengat kepada lingkungan sekitarnya. Bau parfum ini tentu saja menjadi kehati-hatian agar tidak menimbulkan fitnah apalagi stimulus terhadap lawan jenis.

  1. Penggunaan Parfum Saat Wanita Keluar Rumah

“Maksud dari ‘wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak’. Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya” (Syarh Asy-Syama’il, 2:5)

Di dalam kitab yang ditulis Syarh Asy Syamail, disampaikan bahwa penggunaan parfum wanita adalah penggunaan parfum saat wanita keluar rumah. Tentu saja penggunaan parfum tidak masalah jika wanita di rumah dan bersama mahromnya. Akan tetapi sangat tidak dianjurkan jika wanita menggunakannya keluar rumah.

[AdSense-C]

Sikap Kehati-Hatian Wanita dalam Menggunakan Parfum

Kondisi tubuh yang wangi dan bersih tentu saja dianjurkan oleh Islam. Untuk itu, ulama terdapat beberapa pandangan mengenai maslaah penggunaan parfum bagi wanita. Ada yang benar-benar mengharamkan ada yang masih memperbolehkan namun dengan catatan-catatan tertentu.

Sebagai wanita, tentunya jangan sampai tubuh kita pun terasa bau tidak sedap. Hal ini bisa menyebabkan lingkungan pun tidak nyamn dan risih berada di dekat kita. Untuk itu adanya harum-haruman tidak menjadi masalah jika memang tidak terlalu menyengat, harumnya tidak merangsang, dan hanya untuk kesegaran diri. Hal ini hanya kita yang bisa menilai dan memastikan. Karena kita yang tau kondisi tubuh dan keadaan diri kita sendiri.

Di sisi lain ada juga ulama yang mengharamkan. Hal ini karena diasumsikan bahwa setiap parfum adalah bisa merangsang. Untuk itu harus dihindari oleh wanita. Bagi mereka yang meyakini ini tentu saja boleh diterapkan. Namun dengan catatan, walaupun tidak mennggunakan parfum yang menyengat jangan sampai bau badan kita pun mengganggu orang-orang di sekitar kita.

Untuk itu, kita bisa mengetahui dan memahaminya dari pendapat para ulama asalkan tidak bertentangan dengan Rukun Iman, Rukun Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hati Nurani Menurut Islam.

Untuk itu, jika memang yang hendak menggunakan parfum maka yang harus diperhatikan adalah

  1. Baunya Menyengat atau Tidak

Untuk pemakaian wewangian kita bisa menilai apakah baunya menyengat atau tidak. Mengganggu lingkungan sekitar kita atau tidak. Jika hanya untuk diri kita sendiri maka itu tidak menjadi masalah. Yang masalah jika memang baunya menyengat dan dirancang khusus untuk merangsang lawan jenis. Kodrat Wanita dalam Islam memang suka berhias dan mempercantik diri. Namun jangan sampai ini berlebihan sehingga menggangu lingkungan kita.

  1. Niatnya Untuk Apa

Persoalan niat adalah hal yang utama. Jangan sampai kita menggunakan parfum untuk niat yang tidak baik. Niat yang salah dan keliru. Untuk itu, perbaharui niat kita jangan sampai niat kita rusak karena telah ada tujuan untuk merangsang lawan jenis. Hati-hati karena, setan selalu menggoda manusia. Wanita Cantik Dalam Islam bukanlah mereka yang suka merangsang lawan jenis. Wanita Muslimah Menurut Islam dan Wanita Shalehah Menurut Islam adalah mereka yang memiliki aklakul karimah.

  1. Menjaga Sikap Kita

Walaupun kita tidak menggunakan parfum, sikap kita adalah hal yang utama. Menjaga aurat, menjaga penampilan, tidak sombong dan menggunakan pakaian-pakaian terbuka adalah hal yang perlu dilakukan. Merangsang lawan jenis tidak hanya terjadi karena menggunakan parfum namun aspek lainnya. Untuk itu, sikap kehati-hatian mutlak dibutuhkan wanita, termasuk bagaimana Cara Menjaga Pandangan Menurut Islam dan Cara Menjaga Pandangan Mata.

Selain fiqh wanita tentang ini, kita juga bisa mempelajari tentang masalah wanita, seperti : Kewajiban Wanita dalam IslamWanita yang Baik Dinikahi Menurut IslamHukum Wanita Haid Masuk Masjid Dalam Islam, atau Wanita Bercadar Dalam Islam agar khazanah keislaman kita mengenai wanita bisa bertambah.

10 Cara Menjadi Wanita Cantik Menurut Islam

Setiap wanita pasti menginginkan dirinya menjadi cantik. Cantik yang dimaksud tentu saja menjadi menarik dan memiliki tampilan fisik yang indah. Akan tetapi, yang lebih penting adalah dengan memiliki kecantikan yang berada dari dalam diri kita sendiri. Kecantikan akhlak dan kemuliaan hati sesungguhnya adalah hal yang paling utama bagi seorang muslimah.

Asupan makanan adalah hal yang paling penting untuk kita jaga. Asupan makanan yang sehat adalah makanan yang halal dan sehat. Makanan yang kita makan akan mempengaruhi cara kerja tubuh kita. Makanan yang halal dan sehat akan membuat kita segar, fit, dan tidak mudah terkena berbagai penyakit. Makanan haram yang dilarang oleh Allah tentunya akan membawakan efek negatif terhadap tubuh kita. Akan membuat tubuh kita rusak lama kelamaan, dan akan sulit untuk mencernanya atau terbuang racunnya.

Untuk itu, pilihlah makanan yang sehat, bergizi, halal, dan tidak membawakan efek negatif pada tubuh kita. Kenali tubuh kita masing-masing. Apa yang kita makan akan mempengaruhi kesehatan dan kecantikan tubuh kita. Makanan Halal Menurut Islam adalah makanan yang wajib kita konsumsi sedangkan Minuman Haram Menurut Islam atau Makanan Haram Menurut Islam adalah hal yang harus kita hindari, dan jangan sekali-kali mendekatinya.

  1. Mengisi Rohani atau Spiritual

Rohani dan Spiritual adalah hal yang paling dasar untuk menjaga kecantikan alami dan natural diri kita. Dengan rohani dan spiritual kita akan mendapatkan kecantikan dari dalam. Dalam islam, rohani dan spiritual tentunya diisi dengan shalat dan ibadah-ibadah yang telah Allah perintahkan. Untuk itu, wajib bagi seorang muslimah mendirikan shalat dan menunaikan segala yang Allah perintahkan untuk menjaga keimanan dan kemurnian hati kita.

Banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi rohani atau spiritual diri kita. Seperti melakukan Dzikir Pembuka RezekiZikir Sebelum Tidur, atau mungkin melakukan amalan penghapus dosa zina yang mungkin tanpa kita sadari telah di perbuat selama melakukan aktivitas sehari – hari.  Juga aktivitas ramadhan yang bahkan diberkahi pahala berkali lipat. Karena banyak sekali keutamaan yang terkandung di setiap kegiatan yang dilakukan di bulan ramadhan. Seperti Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan, Keutamaan Sedekah di Bulan RamadhanShalat Tahajud di Bulan Ramadhan, serta I’tikaf di Bulan Ramadhan. Untuk wanita yang sedang haid, ada pula Amalan di Bulan Ramadhan Bagi Wanita Haid yang cocok dilakukan agar bisa mempercantik diri lahiriah maupun batiniyah.

[AdSense-B]

  1. Tidak Berbuat Buruk Kepada Orang Lain

Berbuat baik kepada orang lain hanya akan membuat diri kita buruk dan menjadi tidak memancarkan aura kecantikan. Berbuat baik kepada orang lain seperti menyakiti hati, menyinggung, membicarakan keburukan orang lain, dsb. Menjaga diri kita dari tidak menyakiti hati orang lain tentunya sulit. Untuk itu, jika ingin menghindarinya, maka hindarkan diri kita untuk berghibah, dan kita harus bisa merasakan bagaimana jika diri kita pun disakiti dan diperbuat baik oleh orang lain.

[AdSense-B]

  1. Senyum dan Berbahagia

Senyum dan berbahagia adalah cara agar kecantikan alami bisa kita dapatkan. Untuk itu, berikan senyum kepada banyak orang dan berikan kebahagiaan kepada mereka. Berbahagialah dengan mereka dan jangan sampai membuat masalah kita sampai membuat orang lain tidak berbahagia atau terpengaruh energi negatif dari kita. Berikanlah senyum dan berita bahagia agar orang lain merasa kita cantik benar-benar dari hati.

  1. Menentukan Pakaian yang Baik

Pakaian adalah salah satu yang membuat wanita bisa terlihat cantik dari aspek fisik. Pakaian yang baik adalah pakaian yang menutup aurat,  sesuai perintah Allah, dan tidak menjadikan kita sombong kepada manusia. Untuk itu, pilihlah pakaian yang menutup aurat dan menimbulkan rangsangan hawa nafsu kepada lawan jenis yang dibuka pada publik. Pilihkah juga pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kepantasannya.

Pakaian memang membuat diri kita cantik. Tapi kecantikan tidak muncul satu-satunya hanya dari pakaian yang kita kenakan. Untuk itu Allah menyampaikan bahwa sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa.  Jangan lupa bahwa ada Hukum Memakai Jilbab dalam Islam juga bagi seorang wanita. Itulah sebaiknya pakaian kita di dunia, yang mampu menutup aurat.

[AdSense-C]

  1. Menjaga Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat tentu akan mempengaruhi kecantikan diri kita. Pola hidup sehat akan membuat diri kita lebih baik dan merasa nyaman. Pola hidup yang sehat tidak akan membuat kita stress dan panik. Dengan pola hidup yang sehat, kita bisa membuat diri kita lebih teratur dan terarah. Sel-sel dalam tubuh kita lebih sehat dan bisa meregenerasi kulit dengan baik. Cara Menjaga Kesehatan Hati dalam Islam adalah salah satu yang harus kita lakukan.

  1. Menjaga Kealamian Tubuh

Menjaga kealamian tubuh adalah salah satu jalan untuk mendapatkan kecantikan. Perawatan yang paling penting untuk menjaga kecantikan adalah menjaga diri kita dengan memurnikan nya seperti pada awal. Mampu menjaga kealamian akan membuat tubuh kita lebih sehat, terjaga, dan sesuai dengan fitrah yang telah Allah tentukan.

  1. Memancarkan Kecantikan Hati

Kecantikan hati adalah hal yang paling penting. Pada dasarnya setiap muslimah adalah cantik, wanita diciptakan cantik oleh Allah SWT. Namun, yang menjadi permasalahan adalah apakah dibalik kecantikan fisik adakah kecantikan yang ada dari hati kita. Orang yang cantik tidak akan bisa mendapatkan kecantikannya secara murni, jika tidak ada pancaran dari kecantikan hati.

Semoga kelak kita selalu dapat menjadi wanita cantik yang sesuai islam dan apa yang Allah titipkan dapat sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.

Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam

Setiap perintah yang diberikan oleh Allah, tidak ada satupun yang membuat rugi manusia. Apa yang Allah perintahkan keseluruhannya dapat memberikan manfaat dan keselamatan bagi manusia. Betapa Allah ciptakan perintah bukan hanya sekedar untuk diikuti atau hanya sekedar menjalankan, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa besarnya.

Termasuk dalam hal ini mengenai perintah berjilbab terhadap wanita. Di dalam islam, wanita memiliki kewajiban untuk menutup auratnya. Menutup aurat ini tentunya bukan hanya sekedar untuk menjalankan perintah semata, tetapi memiliki efek yang banyak terhadao diri wanita dan orang-orang yang berada di sekitarnya atau masyarakat.

Berikut adalah penjelasan mengenai hokum wanita berjilbab dalam islam beserta dalil yang Allah turunkan melalui Al-Quran.

Dalil Mengenai Perintah Berjilbab Bagi Wanita

Berjilbab adalah ciri dari Wanita Muslimah Menurut Islam,Wanita Cantik Dalam Islam, dan Wanita dalam Pandangan Islam dan Keistimewaannya. Berjilbab pun juga merupakan Kewajiban Wanita Setelah Menikah  dan menjaga Pergaulan Dalam Islam.

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa dalil yang berkenaan dengan kewajiban wanita berjilbab. Hukum Wanita Tidak Berjilbab diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini beserta penjelasannya.

  1. Dalam QS Al Ahzab : 59

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)

Ayat ini adalah ayat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa wanita harus mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Artinya adalah berkewajiban untuk menggunakan kain yang menutupi tubuh dan auratnya sehingga tidak terlihat. Untuk itu, bagaimanapun seorang wanita yang sudah baligh harus menutupi auratnya dan tubuhnya. Apalagi, hal ini ditambah dengan berbagai penelitian bahwa hamper seluruh tubuh wanita memiliki keindahan dan dapat menarik hasrat seksual bagi lawan jenis.

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Dalam QS Al A’raf : 26

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’raf :26)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk menutup aurat. Perintah ini sudah diberikan sejak nabi Adam ada dan artinya memang secara fitrah manusia diperintahkan untuk melakukan hal tersebut sejak ia ada. Perintah menutup aurat bukan hanya pada saaat Nabi Muhammad melainkan saat Nabi terdahulu pun sudha melakukannya.

Untuk itu, wanita khusususnya yang memiliki aurat yang harus dijaga oleh dirinya harus memahami dan mengerti akan perintah ayat ini.

Baca juga:

  1. Dalam QS An Nur : 31

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa terdapat Hukum Wanita Tidak Berjilbab. Dimana, seorang wanita wajib untuk menahan pandangan dan kemaluannya. Mereka diperintahkan untuk menutup kaing kudung ke dada, yang hari ini adalah jilbab atau kerudung.

Dada seorang wanita tentu saja adalah aurat, untuk itu perlu ditutup dan jangan sampai terlihat. Hal ini karena secara natural akan membuat menarik dan memancing lawan jenis untuk memiliki hasrat bagi yang tidak mampu mengendalikannya.

Untuk itu, dengan dalil diatas, wajib hukumnya wanita untuk berjilbab dan dilarang wanita untuk membuka auratnya kecuali pada orang-orang muhrimnya yaitu yang disebutkan dalam ayat di atas. Bersyukurlah bagi mereka yang berjilbab karena telah menunaikan kewajiban sesuai dengan Rukun Islam, Rukun Iman, Fungsi Agama, Akhlak Dalam Islam, dan Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan.

[AdSense-C]

Dampak Jika Wanita Tidak Berjilbab atau Menutup Aurat

Setiap perintah Allah jika tidak ditaati maka akan banyak berefek besar terhadap kehidupan kita. Untuk itu, bersyukurlah manusia karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan perintah Allah. Setiap yang Allah perintahkan tidak akan merugikan justru kita akan merugi jika kita tidak mengikuti perintah Allah. Berikut adalah dampak jika wanita tidak taat kepada Allah dan bersikap acuh tak acuh dalam menjalankan perintah untuk menutup aurat.

  1. Muncul Berbagai Kemaksiatan

Wanita yang tidak menutup aurat akan banyak memunculkan kemaksiatan di masyarakat. Misalnya saja pelecehan seksual, pemerkosaan, tidak adanya batasan pergaulan, perzinahan karena mereka tidak menjaga dan mengumbar auratnya. Banyak kasus-kasus pelecehan dan pemerkosaan akibat dari wanita kurang bisa menjaga auratnya dengan baik.

Untuk itu, kita pasti tidak ingin hal tersebut terjadi pada wanita, baik diri kita, saudara, atau pun keluarga kita. Untuk itu, jangan sampai jilbab ditinggalkan dan aurat terbebaskan karena diri kita sendiri yang melakukannya.

Baca juga:

  1. Tidak ada Nilai Kesopanan di Masyarakat

Dengan tidak ditutupnya aurat perempuan tentu hal ini akan membuat nilai-nilai kesopanan dan etika di masyarkaat berkurang. Aurat yang terbuka begitu saja tentu membuat lingkungan akan menjadi tidak fokus, pergaulan menjadi lebih bebas dan tidak terkendali. Banyak sekali pelecehan seksual, pembicaraan mengenai hal-hal yang tidak sopan akibat dari tidak adanya nilai kesopnan di masyarakat yang dimulai dari aurat yang tidak tertutup oleh wanita.

  1. Merusak Moral Manusia

Manusia berbeda dengan hewan. Manusia memiliki batas, sedangkan hewan tidak. Batas-batas manusia adalah aurat dan dirinya sendiri. Untuk itu wanita yang menjaga dirinya dengan menutup jilbab maka dia akan mendapatkan kemuliaan dan menjaga akhalknya sendiri. Sedangkan yang mengumbar auratnya tentu saja akan berefek kepada moralnya juga. Untuk itu, jilbab adalah seperti pagar moral kita agar tidak melangkah untuk berbuat kemaksiatan.

Dampak jilbab sangat berpengaruh terhadap Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang harus dijaga agar perkembangan dan kemaslahatan di masyarakat semakin terjaga. Untuk itu, marilah kita memulainya dengan cara menjaga aurat kita, dan jangan sampai mengumbarnya kepada yang bukan muhrim.

Keutamaan Mendidik Anak Perempuan Secara Islami

Di dalam islam, anak bisa bersifat kenikmatan dan rezeki, namun juga bisa menjadi ujian. Sebagaimana sebuah harta dalam islam bisa juga menjadi ujian keimanan atas apa yang dimiliki. Apakah kecintaan kita karena Allah SWT atau hanya karena dunia saja.

Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam Al-Quran,  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Munafiqun : 9).

Banyak sekali kirah san sejarh para nabi yang banyak diuji oleh kenikmatan berupa keturunan atau anak. Hal ini juga disampaikan Allah bahwa jangan sampai anak-anak atau istri menjadi penghalang kita untuk tetap bisa beribadah kepada Allah, tunduk patuh pada aturan Allah. Anak-anak tentunya tanggung jawab yang berat dan kita harus bisa menjadikannya sebagai anak yang mampu meneruskan visi islam di dalamnya.

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS  Athtagabun : 14- 15)

Tantangan Mendidik Anak Perempuan Beserta Keutamaannya

Untuk mendidik anak perempuan tentunya memiliki tantangan tersendiri khususnya di zaman sekarang ini. Adanya media sosial dan perubahan pergaulan tentu sangat mengkhawatirkan kita hingga akhirnya was-was akan anak kita sendiri. Hal ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan secara kreatif dan kepala dingin orang tua.

Mengekang anak perempuan atau menjadikannya tersiksa karena harus mengikuti semua keinginan kita tentunya bukan hal yang bijak. Tentu kita tidak ingin pola asuh kita terhadap anak kelak menjadi pola asuhnya juga terhadap anaknya kelak. Tantangan ini tentu harus dipecahkan orang tua dengan berbagai strategi tanpa harus membuat anak terpasung atau menjadi tidak leluasa berkreasi dengan dirinya hanya karena orang tua yang salah dalam mendidik.

Walaupun tantangan yang cukup berat, akan tetapi orang tua bisa mendapatkan hikmah dan keutamaannya ketika mendidik anak perempuan.

[AdSense-B]

  1. Balasan Allah Berupa Pahala yang Besar

Untuk bisa mendidik anak menjadi anak yang shaleh tentu saja bukan perkara mudah. Untuk itu Allah katakan bahwa ini adalah sebagai ujian bagi orang tua. Tentu saja ketika kita berhasil balasan Allah sangat besar dan pahalanya sangat tinggi selagi orang tua dalam mendidik anak berniat karena Ridho Allah SWT.

Mendidik anak adalah perjuangan tersendiri, dengan dana yang tidak kecil, usaha yang besar, dan segala macam ikhtiar dilakukan untuk kebaikan anak. Untuk itu, kesabaran dan keikhlasan mendidik anak perempuan akan Allah balas bukan hanya di dunia tapi juga kelak di akhirat.

  1. Doa Dari Anak Shaleh

Salah satu doa yang mustajab dan dapat menyelematkan kita di akhirat adalah doa dari anak shaleh. Untuk itu, anak yang shaleh adalah investasi berharga bagi orang tua, karena kebahagiaannya dapat dirasakan di dunia dan juga di akhirat. Doa anak yang shaleh tentu saja adalah hadiah terindah bagi kita yang senantiasa mengajarkan Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman.

Fungsi Orang Tua dalam Mendidik Anak Perempuan

Orang tua yang mendidik anak perempuan, tentunya memiliki keutamaan yang lain. Anak perempuan adalah aset bagi ummat islam dan tentunya sebagamana yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa bila perempuan-nya baik, maka akan baik pula bangsanya.

Hal ini dikarenakan perempuan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam ummat. Untuk itu orang tua harus mampu menjadikannya sebagai Wanita Cantik Dalam IslamWanita dalam Pandangan Islam, Wanita Muslimah Menurut IslamWanita Shalehah Menurut Islam, dan Wanita yang Baik Dinikahi Menurut Islam.

Untuk itu ada beberapa kekhususan di dalam mendidik anak perempuan yang harus dilakukan oleh orang tua.

  1. Mendidik Calon Istri bagi Suami

Orang tua yang mendidik anak perempuan sejatinya adalah mendidik seorang anak untuk kedepannya bisa menjadi istri yang baik bagi suaminya. Seorang perempuan kelak memiliki tanggung jawab dan juga peran sebagai istri dalam keluarga. Inilah keutamaan orang tua yang mendidik anak perempuan, karena mendidik seseorang agar siap menjadi seorang istri dalam keluarga.

Untuk itu, sejak anak mmeiliki kesadaran dan ilmu pengetahuan yang cukup orang tua harus mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi istri yang shalehah dan memiliki kesadaran untuk membangun keluarga yang baik.

Sebagai apapun karirnya, seorang wanita yang berkeluarga dan memiliki suami, memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan kebahagiaan pada suami, keluarga dalam bingkai keluarga yang sakinah.

  1. Mendidik Calon Ibu dalam Keluarga

Mendidik anak perempuan sejatinya juga mendidik bagaimana anak perempuan bisa menjadi ibu dalam keluarga nantinya. Bagaimana pola asuh atau cara mendidik seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia juga dulunya diperlakukan oleh orang tuanya.

Untuk itu, sebagai orang tua, wajib untuk memberikan contoh yang baik dan juga teladan agar anak-anak perempuan bisa mencontoh mendidik anak yang baik dan kelak dapat diterapkan jika ia sudah menjadi ibu nantinya.

Pendidikan orang tua akan sangat berpengaruh terhadap anak, khususnya dalam hal ini adalah anak perempuan. Saat menjadi ibu nanti, anak perempuan tersebutlah yang memiliki kewajiban tinggi untuk mendidik anak, membesarkan anak, memberikan nilai-nilai yang sesuai denngan agama. Tentunya sangat dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya sejak ia masih kecil dan asuhan orang tua.

Jangan sampai anak perempuan gagal dalam perannya nanti hanya karena ia sebelumnya gagal diasuh oleh orang tuanya. Anak perempuan menentukan bagaimana kelak ia dalam membangun Keluarga Bahagia Menurut IslamKeluarga Dalam IslamKeluarga Sakinah Dalam IslamKeluarga Harmonis Menurut Islam, dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam.

  1. Mendidik Calon Pembangun Ummat

Seorang perempuan bukan hanya bertanggung jawab atas suami dan keluarganya. Perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada ummat dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Seorang perempuan bisa menjadi tenaga pendidik, tenaga medis, dan lain sebagainya.

Sebagai orang tua tentu juga memiliki peran untuk bisa mendidik anak-anaknya yang perempuan agar juga memiliki kesadaran dan keahlian agar bisa menjadi pembangun ummat dimanapun kemampuan yang dimilikinya. Termasuk mendidik anak, mengurus keluarga adalah bagian dari pembangunan ummat yang harus diorientasikan sebagai pengabdian kepada Allah.

Nilai-nilai agama, ketuhanan, kesadaran memberikan manfaat kepada orang lain harus sudah diberikan sejak anak-anak masih kecil. Nilai-nilai sulit untuk diterapkan jika tidak ditanam sejak dini dan sulit untuk melekat di alam bawah sadar jika hal ini baru diberikan ketika dewasa.

  1. Mendidik Anak Perempuan Tanggung Jawab Menjaga Dirinya Sendiri

Anak perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri. Khususnya seperti menutup aurat, menjaga kemaluan, menghindari pergaulan bebas dan perzinahan. Sebagai orang tua tentunya harus mampu menjaga agar anak-anaknya tidak menjadi anak-anak yang bebas dan tanpa ikatan nilai-nilai islam.

[AdSense-C]

Untuk itu, orang tua berkewajiban agar selalu memberikan contoh, pendidikan, agar anak perempuan memiliki kesadaran untuk  menjaga dirinya sendiri dan tidak terjebak oleh perilaku yang bisa menjerumuskannya baik di dunia ataupun di akhirat.

Wanita Cantik Dalam Islam

Bismillahhirahmanirahim,

Hampir seluruh wanita di dunia ini senang kelihatan cantik dan menarik. Karena itu banyak wanita yang berhias diri agar tampak menarik dan mempesona.  Pengertian Cantik itu sendiri relatif dan subjektif tergantung dari siapa dan bagaimana orang memaknainya.

Cantik dapat dimaknai dengan indah dipandang mata, anggun dan elok. Namun secara istilah, cantik tidak hanya dari apa yang terlihat namun bisa juga dari apa yang tersirat. Cantik tidak saja dinilai dari fisik namun cantik itu adalah apa yang muncul dari dalam hati yang tercermin dalam perilaku atau akhlaq yang dikenal dengan istilah inner beauty atau kecantikan yang terpancar dari dalam.

Islam adalah agama yang menyukai keindahan dan keelokan. Ajaran Islam sendiri adalah tentang bagaimana berakhlak yang elok atau mulia. Bisa dikatakan kalau Islam adalah agaman yang menyukai keindahan atau kecantikan. Oleh karena itu Allah menciptakan wanita sebagai makhluk yang yang cantik yang digambarkan sebagai perhiasan dunia. Hampir semua bagian dari wanita adalah keindahan, baik itu suara, tingkah laku dan seluruh fisiknya. Sebab itulah wanita muslimah menurut Islam harus dijaga dan menjada diri dari pandangan serta tindakan yang dilarang Allah.

Wanita dalam pandangan Islam  bukanlah cantik dari pisik semata. Wanita cantik adalah Wanita shalehah menurut Islam yang  menjaga perhiasanya dari pandangan orang yang bukan mahramnya. Dalam artian wanita shalehah adalah wanita yang menjaga diri dan kehormatannya . Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda :

“Dari Abi Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktunya, menjalankan puasa, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang disukainya.”

Hadist ini menggambarkan pahala yang diberikan kepada wanita yang senantiasa mengerjakan amal shaleh dan menjaga kehormatan di jalan Allah adalah surga. Begitulah pandangan Islam terhadap wanita yang padanya adalah kecantikan dan perhiasan.

Baca juga :

Kriteria Wanita Cantik Dalam Islam

Sesungguhnya semua wanita itu cantik, sebagai mana yang tersirat  dalam hadist berikut :  Rasulullah SAW bersabda “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah” (HR. Muslim).  Bagitulah perumpamaan wanita cantik dalam Islam yang indah seperti keindahan perhiasan namun Islam memandang perhiasan yang terbaik adalah wanita shalehah.

Dari hadis di atas sudah tergambar ciri-ciri wanita cantik dalam Islam adalah wanita sholehah. Yang dikatakan wanita sholehah itu sendiri adalah :

  1.  Taat pada Allah

Mengerjakan amal baik dan meninggalkan amal buruk karena Allah. Salah satu amalan yang baik adalah shalat lima waktu, shalat sunat seperti, sholat malam sebelum tidur,  manjalankan puasa wajib dan sunah seperti : puasa 1 muharampuasa sunah idhul adha, membayar  zakat dalam islam seperti zakat maal, zakat penghasilan dan amalan yang telah diperintahkan Allah kepada hambanya baik yang wajib dan sunah.

2. Menjaga kemaluannya

Wanita yang mampu menjaga kehormatan, jauh  dari zina dalam islam  dan menjaga kecantikanya untuk mahramnya itulah ciri wanita sholehah yang cantik menurut Islam. Dalam Alquran Allah subnahau wataala berfirman: “Katakanlah pada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandanganya, dan kemaluannya dan jangan lah mereka menampakan perhiasanya, kecuali yang biasa Nampak dari padanya.

Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra saudara laki-laki mereka, atau putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka milik, atau pelayan laki-laki yang tidak memiliki hasrat terhadap mereka, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar terlihat perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung” (QS. An-nur ayat 31)

Baca juga :

[AdSense-B]

3. Taat pada suami

Wanita cantik adalah wanita yang shalehah, dan wanita sholehah adalah mereka yang taat pada suaminya, karena  hukum melawan suami menurut islam adalah dosa di sisi Allah. Patuh pada suami di sini dalam hal yang diredai Allah bukan hal lainya.  Pada zaman modern ini, banyak wanita yang karena ego dan meresa lebih dari suami, sering membantah apa yang diperintahkan suami. Tidak jarang suami dan istri menjadi lawan berdebat dalam segala urusan termasuk urusan kepada Allah.

Namun ini bukan berarti wanita sholehah tidak boleh berpendapat dalam rumah tangga menurut islam, asalkan dengan cara yang santun. Dalah hadist Nabi SAW mengambarkan : “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholelah, yang bila engkau memandangnya ia mengembirakan (menyenangkan)mu, bila engkau perintah ia menaatimu dan bila engkau berpergian meningkalkannya ia menjaga dirinya untukmu dan hartamu”.

4. Menutup aurat

Semua bagian dari wanita itu adalah aurat yang tidak boleh dinampakan kepada siapapun kecuali pada mahramnya. Oleh karena itu Allah memerintahkan wanita untuk menutup aurat, agar senantiasa terjaga kecantikan dan kehormatannya.

Allah SWT berfirman dalam Alquran mengenai hukum memakai jilbab : “ Wahai nabi katakanlah pada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan perempuan-perempuan orang mukmin. Hendaklah ia mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS. Al Ahzab ayat 59)

[AdSense-C]

5. Berakhlak mulia

Wanita cantik dan wanita muslimah menurut islam adalah wanita yang mulia akhlaknya. Hubungan akhlak dengan iman saling berkaitan, keimanan yang teguh melahirkan akhlaq dalam islam yang bagus dan terpuji. Dalam hadist dikatakan: “Susungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian. Tapi Allah melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah )

6. Tidak menyerupai orang kafir

Cantik versi Islam adalah wanita yang senantiasa berpenampilan sebagaimana layaknya muslimah. Wanita yang menutup aurat dan tidak menyerupai penampilan orang kafir atau lawan jenisnya. Karena hal demikian dilarang dalam Islam.  Fatwa Ulama mengatakan “ keserupaan dalam lahiriyah akan berpengaruh terhadap keserupaan dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu kita dilarang bertasyabuh atau menyerupai orang kafir”. Dalam hadist Rasulullah  SAW bersabda sebagai berikut : “ Sesungguhnya Rasulullah melaknat wanita yang meniru-niru laki-laki ” ( HR. Abu Daud )

Sebaik apapun rupa seseorang dan seanggun apapun penampilannya secara fisik, namun cantik yang sesungguhnya adalah seindah apa hati dan perilakunya. Kecantikan wanita dalam Islam yang sesungguhnya yaitu wanita yang seutuhnya taat akan apa yang diperintahkan Allah padanya. itulah wanita cantik yang sebenarnya menurut pandangan Islam. Semoga