17 Ayat Alquran Tentang Cinta Kepada Wanita

Dasar Hukum Islam adalah agama yang sangat menghargai dan mencintai kaum wanita yakni dengan menetapkan beberapa hukum syariat yang dikhususkan bagi wanita. Selain itu, wanita juga memiliki hak dan kewajiban dengan tujuan hanya untuk kehormatan dan juga kemuliaan wanita.

Apabil dilihat secara spesifik, dalam Alquran terdapat satu surah yang mengulas mengenai hal yang berhubungan dengan wanita yakni Surah an Nisa yang terdiri dari 176 ayat dan masuk ke dalam golongan surah Madaniyyah. Selain itu, ada beberapa ayat lain yang juga mengulas tentang segala hal berhubungan dengan cinta pada wanita seperti ulasan yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini yakni ayat Al Quran tentang cinta kepada wanita.

  1. Memiliki Posisi Sama Dengan Pria

Dalam Ali Imran 195 dikatakan jika kedudukan wanita dalam Islam dan pria mempunyai derajat yang sama dalam urusan kebaikan dan Allah SWT tidak akan pernah menyia nyiakan amal orang yang beribadah wanita.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. [Qs. Ali-Imran:1 95].

  1. Wanita Tidak Boleh Dipaksa dan Disusahkan

Allah SWT juga sudah berfirman jika wanita tidak boleh dikuasai dengan cara dipaksa dan juga tidak boleh disusahkan dengan jalan mengambil kembali dari sebagian yang sudah diberikan dan juga terdapat hukum lelaki membuat wanita menangis dalam Islam yang sudah diatur.

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

  1. Memiliki Hak Warisan

Dalam urusan pembagian warisan, wanita juga memiliki hak untuk mendapatkan harta peninggalan orang tua dan bukan hanya untuk laki laki seperti yang sudah ditetapkan dalam Al Quran.

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan”. [QS. An-Nisa: 7].

  1. Wanita Tidak Boleh Difitnah

Seorang wanita juga tidak boleh difitnah khususnya bagi seorang wanita baik baik yang bahkan tidak pernah memiliki pikiran untuk berbuat zina dan sudah melakukan tips menjadi wanita shalehah. Ini juga menjadi pertanda bukti cinta pada wanita yang sudah tertuang di dalam Al Quran.

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah (tidak terbersit di benaknya berbuat zina) lagi beriman, mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. [QS. An-Nuur: 23].

[AdSense-B]

  1. Wanita Berhak Atas Mahar

Para wanita yang melangsungkan sebuah pernikahan mempunyai hak atas mahar yang diberikan oleh pasangan dan sudah tertulis dalam surah An Nisa ayat 4.

Allah SWT berfirman, “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebahagian daripada mahar tersebut dengan rela hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik.” [An-Nisa: 4].

  1. Perempuan Memiliki Hak Untuk Dipelihara

Untuk para perempuan yatim juga tetap memiliki hak untuk di pelihara dan juga berhak mendapatkan perlakuan adil sehingga tidak boleh mendapatkan penganiayaan dan tidak boleh melanggar hukum menyakiti hati wanita dalam Islam.

Allah SWT berfirman, “Dan jika kalian khuatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bila mana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khuatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita sahaja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian dan tidak berlaku aniaya.” [Surah An-Nisa: 3].

  1. Wanita Merupakan Perhiasan Dunia

Rasulullah SAW juga pernah bersabda jika dunia merupakan tempat segala kesenangan, akan tetapi kesenangan dan perhiasan yang paling utama di dunia ini adalah wanita melebihi dari segala kesenangan yang lain yakni menjadi muslimah yang baik.

“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” [HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad].

  1. Wanita Paling Dicintai Rasulullah SAW

Allah SWT selalu mendahulukan wanita dari segala hal dan Rasulullah SAW juga mengatakan jika wanita adalah hal terbaik dan paling mulia karena merupakan sumber kenikmatan dunia khususnya seorang perempuan yang sudah memenuhi ciri ciri wanita penghuni surga.

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.” [HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohih kan oleh Syaikh Al Albani].

[AdSense-A]

  1. Pahala Setara Dengan Pria

Perempuan yang memiliki iman dalam Islam juga dijanjikan akan diberikan kehidupan yang baik di dunia serta balasan di akhirat. Hal ini menjadi bukti jika Allah SWT sangat cinta pada wanita dan tidak membedakan dalam urusan iman dan pahala yang dilakukan wanita.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [an-Nahl/16:97].

  1. Perintah Berjilbab Agar Wanita Tidak Diganggu

Kewajiban wanita dalam Islam yakni memakai jilbab yang sudah ditetapkan dalam Islam yakni menutupi seluruh aurat wanita dengan baik saat berada di luar rumah memiliki tujuan yang sangat baik dan semata mata dilakukan karena Allah SWT sangat mencintai kaum perempuan dan tidak ingin mereka mendapat gangguan yang tidak baik.

Allah SWT berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59].

  1. Hak Wanita Diperlakukan Lemah Lembut

Dalam sebuah hadits terdapat dalil jika Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang menunjukkan jika wanita harus diperlakukan dengan sangat lemah lembut dan harus bersikap baik pada kaum wanita karena terdapat kebengkokan akhlak dan juga lemahnya akal wanita.

Selain itu, perbuatan mentalak wanita juga sangat dibenci jika dilakukan tanpa sebab dan tidak diperbolehkan bagi seorang pria yang terlalu berambisi untuk meluruskan seorang wanita.

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” [HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632].

  1. Berhak Atas Perlakuan Adil Lahiriah

Allah SWT juga sudah berfirman jika wanita memiliki hak untuk diperlakukan dengan adil dalam urusan lahiriah seperti nafkah, tempat tinggal dan juga giliran sehingga apabila dikhawatirkan seorang pria tidak bisa berlaku adil, maka dianjurkan untuk hanya menikahi satu orang wanita saja.

“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” [An-Nisa: 3].

  1. Mendapatkan Perlakuan Baik Dari Suami

Kewajiban suami terhadap istri dalam Islam juga dituntut selalu berucap yang baik terhadap istri mereka dan juga harus membuat penampilan istri menjadi lebih indah sesuai dengan kemampuan para suami.

“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” [An-Nisa`: 19].

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.” [Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173].

  1. Mahar Istri Tidak Boleh Diminta Kembali

Allah SWT juga sudah berfirman, jika seorang suami yang menceraikan istrinya, maka ia tidak diperkenankan untuk meminta kembali mahar pernikahan dalam Islam yang sudah diberikan pada sang istri tersebut.

“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” [An-Nisa`: 20-21].

[AdSense-C]

  1. Didoakan Saat Hamil

Karena wanita sangat lemah fisiknya dan kurang dalam segi akal karena lebih di dominasi dengan perasaan, maka masa mengandung dan melahirkan menjadi fase yang berat dalam hidup wanita. Oleh karena kecintaan Allah SWT pada wanita, maka saat wanita sedang hamil, semua makhluk yang ada di muka bumi akan mendoakan wanita tersebut dan saat wanita meninggal saat melahirkan, maka syahid akan didapatkan wanita tersebut dan semua amalan wanita hamil menurut Islam akan diterima Allah SWT.

  1. Bisa Masuk Surga Pintu Manapun

Bukti kecintaan Allah SWT adalah wanita yang mempunyai keistimewaan untuk masuk dari pintu surga mana pun yang disukai wanita tersebut. Semuanya ini bisa didapatkan wanita hanya dengan melakukan 4 syarat saja yakni sholat 5 waktu, puasa pada bulan Ramadhan, taat pada suami dan juga selalu menjaga kehormatan.

“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.” [Riwayat Ahmad dan Thabrani].

  1. Allah SWT Mendengar Gugatan Wanita

Allah SWT juga membuktikan cinta-Nya pada wanita dengan cara mendengarkan perkataan hukum wanita minta cerai yang sedang melakukan gugatan pada suaminya dan mengadukan hal ini pada Allah SWT sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS. Al Mujâdilah [58]: 1].

Demikian ulasan dari kami mengenai ayat Al Quran tentang cinta kepada wanita yang membuktikan jika Allah SWT tidak pilih kasih terhadap umat-Nya baik itu pria dan wanita, Semoga ulasan ini bisa menjawab semua keraguan kaum muslimin terhadap pandangan Islam mengenai wanita. semoga bisa bermanfaat.

17 Kasih Sayang Allah Kepada Wanita

Allah SWT sebetulnya teramat menyayangi dan mengasihi kaum wanita dan segala larangan atau anjuran yang diberikan pada wanita adalah demi keselamatan para wanita dan bukan untuk menyusahkan. Akan tetapi, sayangnya banyak wanita yang tidak memahami sehingga lebih memilih aturan mereka sendiri selain Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita yang menitiskan air mata, Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata wanita solehah dapat memadamkan lautan api neraka”. Apa saja bentuk kasih sayang Allah SWT pada wanita?, temukan jawabannya pada ulasan dari kami berikut ini.

  1. Diampuni Dosanya Karena Menjaga Anak

Ciri ciri wanita penghuni surga salah satunya adalah yang selalu mengurus anak anaknya dengan baik. Seorang wanita atau ibu yang tidak tidur cukup pada malam hari karena menjaga anaknya yang sedang sakit, maka akan mendapat ampunan dari Allah SWT untuk segala dosa yang sudah diperbuat. Sementara jika seorang ibu menghibur hati anaknya yang sedang sedih, maka Allah SWT akan memberi 12 tahun pahala ibadah.

  1. Wanita Bersalin Mendapatkan Pahala

Seorang wanita yang bersalin akan mendapatkan pahala dari Allah SWT sebanyak 70 tahun shalat serta puasa. Sementara di setiap rasa sakit setiap uratnya yang terjadi saat proses persalinan, maka Allah SWT akan memberikan satu pahala haji.

  1. Masuk Surga Karena Menjaga Adab Rumah Tangga

Seorang wanita yang menuntun suaminya untuk berjuang dalam jalan Allah SWT dan menjaga adab rumah tangga menurut Islam dengan baik, maka wanita tersebut akan masuk ke surga 500 tahun lebih dulu dibandingkan dengan suaminya tersebut. Setelah itu, ia akan menjadi ketua 70 ribu malaikat serta bidadari serta dimandikan dalam surga sambil menunggu suaminya dengan cara menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

  1. Memasuki Pintu Surga Manapun

Apabila seorang wanita yang selalu melaksanakan shalat lima waktu, puasa Ramadhan, selalu menjaga kehormatan dirinya dan patuh pada suami, maka ia akan masuk dari pintu surga mana pun yang ia kehendaki.

  1. Doa Wanita Lebih Makbul

Doa yang dipanjatkan seorang wanita jauh lebih makbul jika dibandingkan dengan laki laki karena sifat penyayang yang juga jauh lebih kuat dibandingkan laki laki. Saat Rasulullah SAW mendapat pertanyaan tentang hal tersebut, maka beliau menjawab, “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

  1. Mendapatkan Pahala Jihad

Jika seorang wanita yang melayani suaminya dengan sangat baik dan pulang ke rumah dengan keadaan yang sangat letih, maka Allah SWT menjanjikan untuk memberikan pahal jihad pada wanita tersebut. Ini juga menjadi cara agar disayang suami menurut Islam yang sudah selayaknya dilakukan para istri.

[AdSense-B]

  1. Mendapat Pahala Karena Memijit Suami

Seorang wanita atau istri yang memijit suaminya tanpa di perintah atau di suruh oleh suaminya tersebut, maka akan memperoleh pahala 7 tola emas. Sementara untuk wanita yang memijit suaminya dengan cara disuruh, maka tetap mendapatkan pahala berupa 7 tola perak.

  1. Dicatat Kebaikan dan Dihapus Kejahatan

Saat seorang wanita yang sedang mengandung janin pada rahimnya, maka seluruh malaikat akan melakukan istighfar untuk wanita tersebut. Allah SWT juga akan mencatat untuk wanita tersebut setiap harinya dengan seribu kebaikan serta menghapuskan seribu kejahatan dari wanita tersebut.

  1. Kebajikan Dalam ASI

Saat bayi sudah dilahirkan ke dunia lalu disusui oleh sang ibu, maka setiap satu tegukan susu tersebut akan menghasilkan satu kebajikan. Dan jika wanita menyusui anaknya hingga berumur 2 1/2 tahun, maka para malaikat di langit akan mengabarkan jika surga wajib untuk wanita tersebut.

  1. Haid Merupakan Kifarah Dosa

Meskipun larangan saat haid membuat wanita tidak bisa memasuki masjid, berpuasa, sholat dan sebagainya, namun disaat seorang wanita sedang haid, maka hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang membuat wanita rugi, sebab haid adalah kifarah atau tebusan untuk dosa yang sudah berlalu. Jika pada haid hari pertama, seorang wanita membacakan Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah, maka Allah SWT akan membebaskan wanita tersebut dari neraka dan akan lebih mudah saat melewati shiratul mustaqim. Allah juga akan mengangkat derajat seperti 40 orang mati syahid jika selalu berdzikir pada Allah SWT selama haid.

  1. Dikaruniakan Nur Saat kiamat

Seorang wanita selalu menunggu suaminya pulang dan membasuh mukanya lalu menyediakan makan dan minum atau memandang dan memegang tangan suaminya, memelihara anak anaknya, menggunakan harta suami untuk keridhaan Allah SWT dan merupakan kewajiban wanita setelah menikah ini, maka saat kiamat kelak, Allah SWT akan mengaruniakan nur atau cahaya sampai tercengang wanita mukmin seluruhnya karena karunia tersebut.

  1. Diringankan Saat Sakratul Maut

Ciri ciri istri shalehah adalah yang selalu mengurus segala sesuatu kebutuhan suami. Rasulullah SAW bersabda, “Ya Fatimah jika seorang wanita meminyakan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis dan mengerat kukunya, Allah akan memberinya minum dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut. Kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman surga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melewati titian shiratal mustaqim.”

  1. Diangkat Seribu Derajat

Jika seorang wanita mencuci pakaian suaminya, maka Allah SWT akan mencatat seribu kebaikan wanita tersebut mengampuni 2 ribu kesalahan dan semua yang disinari matahari akan memohon ampun untuk wanita tersebut serta Allah SWT sendiri yang akan mengangkat seribu derajat untuk wanita tersebut.

  1. Pahala Sebanyak Helai Rambut

Setiap wanita yang meminyaki rambut anaknya, menyikat, mendidik anak perempuan serta lelaki, mencuci pakaian mereka dan memandikan, maka Allah akan memberikan pahala kebaikan sebanyak setiap helai dari rambut mereka sekaligus menghapus dosa sebanyak helai rambut itu juga dan menjadikan wanita tersebut terlihat bersinar di mata orang yang memperhatikan dirinya.

[AdSense-A]

  1. Pahala Seperti Memberi Makan Seribu Orang

Setiap wanita yang memintal benang lalu dibuat menjadi pakaian bagi anak anaknya, maka Allah SWT akan memberikan pahala seperti makan untuk seribu orang lapar dan memberi pakaian pada seribu orang tak berpakaian.

  1. Allah Akan Mendatangi Wanita

Cara mempercantik diri menurut Islam bisa dilakukan dengan menutup aurat. Semua orang nantinya akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat kelak, namun Allah SWT akan datang sendiri pad wanita yang menutup auratnya dengan istiqamah.

  1. Dibukakan Delapan Pintu Surga

Seorang wanita yang salehah akan lebih baik dibandingkan seribu lelaki tidak saleh sehingga akan ditutup tujuh pintu neraka dan dibukakan delapan pintu surga untuk wanita tersebut.

Ayat Alquran Tentang Kemuliaan Wanita

Berikut ini terdapat informasi tentang beberapa ayat Al-Quran yang amat sangat memuliakan wanita, diantaranya:

  • [QS. An Nisa [4]: 19]

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

  • [QS. Al Rûm [30]: 21]

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

  • [QS. An Nahl [16]:72]

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?.”

  • [QS. An Nisâ [4]: 124]

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

  • [QS. Al Mujâdilah [58]: 1]

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

  • [QS. Al Baqarah [2]: 228]

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

  • [QS. Al Taubah [9]: 71]

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Demikian penjelasan terkait beberapa kasih sayang Allah kepada Wanita baik yang terlihat maupun yang tidak. Hal ini menandakan betapa Islam memuliakan wanita baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam

Setiap perintah yang diberikan oleh Allah, tidak ada satupun yang membuat rugi manusia. Apa yang Allah perintahkan keseluruhannya dapat memberikan manfaat dan keselamatan bagi manusia. Betapa Allah ciptakan perintah bukan hanya sekedar untuk diikuti atau hanya sekedar menjalankan, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa besarnya.

Termasuk dalam hal ini mengenai perintah berjilbab terhadap wanita. Di dalam islam, wanita memiliki kewajiban untuk menutup auratnya. Menutup aurat ini tentunya bukan hanya sekedar untuk menjalankan perintah semata, tetapi memiliki efek yang banyak terhadao diri wanita dan orang-orang yang berada di sekitarnya atau masyarakat.

Berikut adalah penjelasan mengenai hokum wanita berjilbab dalam islam beserta dalil yang Allah turunkan melalui Al-Quran.

Dalil Mengenai Perintah Berjilbab Bagi Wanita

Berjilbab adalah ciri dari Wanita Muslimah Menurut Islam,Wanita Cantik Dalam Islam, dan Wanita dalam Pandangan Islam dan Keistimewaannya. Berjilbab pun juga merupakan Kewajiban Wanita Setelah Menikah  dan menjaga Pergaulan Dalam Islam.

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa dalil yang berkenaan dengan kewajiban wanita berjilbab. Hukum Wanita Tidak Berjilbab diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini beserta penjelasannya.

  1. Dalam QS Al Ahzab : 59

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)

Ayat ini adalah ayat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa wanita harus mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Artinya adalah berkewajiban untuk menggunakan kain yang menutupi tubuh dan auratnya sehingga tidak terlihat. Untuk itu, bagaimanapun seorang wanita yang sudah baligh harus menutupi auratnya dan tubuhnya. Apalagi, hal ini ditambah dengan berbagai penelitian bahwa hamper seluruh tubuh wanita memiliki keindahan dan dapat menarik hasrat seksual bagi lawan jenis.

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Dalam QS Al A’raf : 26

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’raf :26)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk menutup aurat. Perintah ini sudah diberikan sejak nabi Adam ada dan artinya memang secara fitrah manusia diperintahkan untuk melakukan hal tersebut sejak ia ada. Perintah menutup aurat bukan hanya pada saaat Nabi Muhammad melainkan saat Nabi terdahulu pun sudha melakukannya.

Untuk itu, wanita khusususnya yang memiliki aurat yang harus dijaga oleh dirinya harus memahami dan mengerti akan perintah ayat ini.

Baca juga:

  1. Dalam QS An Nur : 31

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa terdapat Hukum Wanita Tidak Berjilbab. Dimana, seorang wanita wajib untuk menahan pandangan dan kemaluannya. Mereka diperintahkan untuk menutup kaing kudung ke dada, yang hari ini adalah jilbab atau kerudung.

Dada seorang wanita tentu saja adalah aurat, untuk itu perlu ditutup dan jangan sampai terlihat. Hal ini karena secara natural akan membuat menarik dan memancing lawan jenis untuk memiliki hasrat bagi yang tidak mampu mengendalikannya.

Untuk itu, dengan dalil diatas, wajib hukumnya wanita untuk berjilbab dan dilarang wanita untuk membuka auratnya kecuali pada orang-orang muhrimnya yaitu yang disebutkan dalam ayat di atas. Bersyukurlah bagi mereka yang berjilbab karena telah menunaikan kewajiban sesuai dengan Rukun Islam, Rukun Iman, Fungsi Agama, Akhlak Dalam Islam, dan Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan.

[AdSense-C]

Dampak Jika Wanita Tidak Berjilbab atau Menutup Aurat

Setiap perintah Allah jika tidak ditaati maka akan banyak berefek besar terhadap kehidupan kita. Untuk itu, bersyukurlah manusia karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan perintah Allah. Setiap yang Allah perintahkan tidak akan merugikan justru kita akan merugi jika kita tidak mengikuti perintah Allah. Berikut adalah dampak jika wanita tidak taat kepada Allah dan bersikap acuh tak acuh dalam menjalankan perintah untuk menutup aurat.

  1. Muncul Berbagai Kemaksiatan

Wanita yang tidak menutup aurat akan banyak memunculkan kemaksiatan di masyarakat. Misalnya saja pelecehan seksual, pemerkosaan, tidak adanya batasan pergaulan, perzinahan karena mereka tidak menjaga dan mengumbar auratnya. Banyak kasus-kasus pelecehan dan pemerkosaan akibat dari wanita kurang bisa menjaga auratnya dengan baik.

Untuk itu, kita pasti tidak ingin hal tersebut terjadi pada wanita, baik diri kita, saudara, atau pun keluarga kita. Untuk itu, jangan sampai jilbab ditinggalkan dan aurat terbebaskan karena diri kita sendiri yang melakukannya.

Baca juga:

  1. Tidak ada Nilai Kesopanan di Masyarakat

Dengan tidak ditutupnya aurat perempuan tentu hal ini akan membuat nilai-nilai kesopanan dan etika di masyarkaat berkurang. Aurat yang terbuka begitu saja tentu membuat lingkungan akan menjadi tidak fokus, pergaulan menjadi lebih bebas dan tidak terkendali. Banyak sekali pelecehan seksual, pembicaraan mengenai hal-hal yang tidak sopan akibat dari tidak adanya nilai kesopnan di masyarakat yang dimulai dari aurat yang tidak tertutup oleh wanita.

  1. Merusak Moral Manusia

Manusia berbeda dengan hewan. Manusia memiliki batas, sedangkan hewan tidak. Batas-batas manusia adalah aurat dan dirinya sendiri. Untuk itu wanita yang menjaga dirinya dengan menutup jilbab maka dia akan mendapatkan kemuliaan dan menjaga akhalknya sendiri. Sedangkan yang mengumbar auratnya tentu saja akan berefek kepada moralnya juga. Untuk itu, jilbab adalah seperti pagar moral kita agar tidak melangkah untuk berbuat kemaksiatan.

Dampak jilbab sangat berpengaruh terhadap Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang harus dijaga agar perkembangan dan kemaslahatan di masyarakat semakin terjaga. Untuk itu, marilah kita memulainya dengan cara menjaga aurat kita, dan jangan sampai mengumbarnya kepada yang bukan muhrim.

5 Cara Menjadi Wanita Baik Menurut Islam

Wanita yang baik adalah sebaik-baik perhiasan dalam islam. Kebaikan seorang wanita bukan hanya dri aspek kecantikan secara fisik melainkan juga secara amal ibadah dan ketundukannya kepada Allah SWT. Islam sendiri menganggap bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah. Wanita shalehah itulah yang kelak akan mewarisi surga dan isinya.

Untuk bisa menjadi wanita baik tersebut, tentu saja islam memiliki panduan dan caranya. Hal ini menuntun wanita untuk menjadi wanita yang baik dan berakhlak mulia. Berikut adalah 5 cara agar menjadi wanita yang baik menurut islam.

Memperkuat Amalan Ibadah

Islam memiliki tuntunan berupa Amalan Ibadah wajib dan amalan ibadah sunnah. Untuk dapat menjadi wanita yang baik, maka kita wanita muslimh bisa belajar dan konsisten untuk melaksanakan ibadah tersebut. Ibadah Wajib seperti yang ada pada rukun iman, yaitu :

  • Shalat
  • Puasa Ramadhan
  • Zakat
  • Berhaji jika Mampu

Sedangkan amalan sunnah Rasul lainnya juga bisa dilakukan agar melatih dan memperkuat amalan ibadah. Ibadah Sunnah memang bukan ibadah wajib, namun hal ini bisa menambah kekuatan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah sebagaimana telah Rasulullah contohkan.

Untuk itu, amalan ibadah adalah dasar agar wanita dapat memuliakan dirinya dengan mendekatkan diri kepada Allah dan mencari pahala yang banyak untuk kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan salah satu ciri wanita baik dalam islam adalah karena kualitas amalan ibadahnya.

Menambah Ilmu Pengetahuan

Di dalam Al-Quran, Allah sering kali membahas tentang pentingnya penggunaan akal dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Hukum Menuntut Ilmu  adalah wajib. Islam dan Ilmu Pengetahuan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Ilmu Pendidikan Islam salah satunya adalah hal yang juga sangat penting bagi wanita muslimah.

Ilmu menjadi dasar dalam kehidupan manusia, karena tanpa penggunaan ilmu dan akal tentu saja manusia akan seperti hewan yang tidak dapat membedakan benar dan salah. Hal ini disampaikan Allah dalam beberapat ayat Al-Quran.

  1. Perumpamaan Allah Hanya Untuk Mereka yang Berilmu

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS Al Ankabut : 43)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa perumpaman Allah hanya bisa dipahami oleh orang berilmu. Dalam Al-Quran dijelaskan jika dengan ilmu lah dapat dipahami. Sebagai contohnya Allah mencontohkan bahwa orang yang imannya rendah seperti rumah laba-laba yang mudah rapuh dan hancur. Tentu wanita yang baik menurut islam harus dapat berilmu agar pemahaman islam yang Allah berikan perumpamaannya dapat dipahami dengan benar.

  1. Orang yang Takut Kepada Allah Hanyalah Ulama

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fathir : 28)

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa hanyalah orang berilmu yang dapat takut kepada Allah. Ulama disini bukan dimaksudkan sebagai gelar atau jabatan melainkan kondisi orang-orang yang berilmu pengetahuan. Tentu saja orang yang tidak berilmu tidak akan takut kepada Allah karena ia tidak memahami dan mengetahui siapa dan seperti apa Allah.

  1. Orang yang Berilmu Ditinggikan Derajatnya

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujadilah : 11)

Wanita yang baik dan ingin diangkat derajatnya oleh Allah tentu saja sebagaimana yang disampaikan oleh ayat diatas. Bahwa orang yang berilmu lah yang akan diangkat derajatnya. Begitupun seorang wanita yang baik, akan baik pula dan tinggi derajatnya dihadapan Allah jika selalu menerapkan dan menggali ilmu pengetahuan yang benar.

Menebar Manfaat Untuk Sekitar

Wanita yang baik harus juga selalu mencoba untuk menebar manfaat untuk sekitar. Tidak akan pernah seseorang menjadi baik jika ia juga tidak mencoba untuk memperbaiki kondisi sekitarnya.

Allah telah menetapkan manusia untuk bisa menjadi khalifah fil ard dan memberikan manfaat untuk dapat membangun atau mensejahterakan bumi. Untuk itu, menebar manfaat untuk sekitar adalah bagian dari Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.

Hal ini sudah Allah tetapkan dalam Al-Quran berikut contohnya dalam perilaku Rasul. Wanita yang baik bukan hanya sekedar wanita yang baik amalan ibadahnya melainkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakatnya, terutama apa yang dibutuhkan oleh kondisi sosial hari ini.

Menjaga Pandangan dan Kemaluan

Wanita yang baik juga akan selalu menjaga diri dari pandangan yang diharamkan serta kemaluannya. Ia akan menjaga auratnya dengan baik dan menjaga pergaulannya agar tidak terjebak kepada pergaulan yang bebas tanpa batas. Cara Menjaga Pandangan Menurut Islam dan Cara Menjaga Pandangan Mata adalah hal yang juga perlu diketahui oleh wanita yang ingin menjadi baik, agar selalu terjaga pandangannya dari hal yang haram.

Untuk itu, wanita harus selalu mengenakan hijab dan mengenakan pakaian yang menutup auratnya secara sempurna. Keindahan tubuh wanita dapat memberikan stimulus sendiri terhadap lawan jenis. Untuk itu, dalam islam ada batasan berupa mahrom dan bukan yang membatasi aurat wanita dapat terlihat siapa saja.

Berkumpul Bersama Orang-Orang Shaleh

Untuk bisa menjadi wanit ayang baik, kita pun bisa memulainya dengan mendekat dan bergabung bersama orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang shaleh adalah orang-orang yang dapat mengingatkan kita kepada kebaikan, mengajak kepada kebaikan dan tidak menjeremuskan kepada kebatilan.

Lingkungan yang buruk tentu akan mempengaruhi kita walaupun tidak selalu pasti langsung terpengaruhi. Akan tetapi untuk proses belajar dan bertahap pada perbaikan diri, berkumpul bersama orang-orang shaleh dan lingkungan yang kondusif tentu akan sangat mendukung agar kita menjadi lebih baik.

Lingkungan yang kondusif akan selalu mendasarkan pergaulannya kepada Rukun Iman, Rukun Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan,  dan Hati Nurani Menurut Islam.

Wanita dalam Pandangan Islam dan Keistimewaannya

Bismillahhirahmanirahim,

Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Islam diturunkan Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia dan mengatur tujuan hidup dalam islam  menjadi lebih harmonis dan damai. Bagitulah kehadiran Islam juga untuk memperbaiki derajat dan perlakuan orang terhadap wanita. Allah dalam Alquran menjelaskan bahwa kedudukan wanita dalam islam sama dengan laki-laki. Wanita diciptakan sebagai pasangan buat laki-laki bukan sebagai budak atau harta yang bisa di perjual belikan.

Banyak hal yang diperbaiki Islam terhadap akhlak  dan pandangan orang Jahiliyah terhadap wanita. Pada zaman Jahiliyah wanita dipandang rendah, budak nafsu, bahkan tidak berarti sama sekali. Dahulu kelakuan para kafir Quraisy terhadap wanita sangatlah keji. Wanita tidak diizinkan untuk hidup. Oleh karena itu setiap orang tua  yang melahirkan anak perempuan akan mambunuh anaknya hidup-hidup. Allah subahanahu wataala berfirman :

 “ Dan apabila seseorang diberi kabar tentang kelahiran anak perempuan, hitamlah ( merah padam mukanya ) dia sangat marah. Dia menyembunyikan mukanya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya, apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah ia akan manguburnya hidup-hidup? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu” (QS : An Nahl, ayat 58-59)

Dalam surat lain juga menceritakan hal yang sama tentang bagaimana orang kafir sebelum datangnya Islam memperlakukan wanita. Allah subhanahu wataala berfirman :

“Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh “ (QS : At Takwir, ayat 8-9 )

Tidak hanya itu saja perlakuan orang kafir terhadap wanita. Pada zaman Jahiliyah tersebut wanita tidak diberi warisan, walaupun dalam keadaan yang sesulit apapun. Karena harta warisan hanya untuk kaum laki-laki. Wanita sama seperti barang yang bisa dijual-beli dan diwariskan. Dahulu orang Jahiliayah ketika meninggal, istrinya juga bisa diwariskan pada orang lain sama seperti hartanya.

dalam sebuah riwayat menceritakan : dalam shahih Muslim, Umar RA berkata “ Demi Allah” pada masa Jahiliyah wanita tidak kami anggap sebagai apapun, hingga Allah memberikan tuntunan terhadap mereka dan memberi mereka bagian dalam warisan.”

Baca jugga : pembagian harta warisan menurut islam,

Demikian keji perlakuan kaum Jahiliyah terhadap wanita sebelum Islam. Islam datang untuk mengangkat derajat wanita dan memuliakan wanita dengan segala keistimewaannya. Berikut adalah wanita dalam pandangan islam :

Keistimewaan Wanita Dalam Islam

Islam menjadikan wanita makhluk yang istimewa dan diangkatkan derajadnya dari kaum laki-laki. Bahkan dalam Alquran sendiri ada surat An Nisa yang artinya wanita. berikut ada beberapa keistimewaan wanita dalam pandangan Islam.

  1. Wanita dalam islam sama dengan laki-laki

Islam menciptakan wanita sebagai pasangan dari laki-laki. Sebagaimana terdapat dalam Alquran surat Al Hujarat :

“ Hai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang mulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah maha mengetahui, maha teliti. (QS : Al Hujarat, ayat 13)

Dalam ayat di atas menjelaskan posisi dari wanita muslimah menurut islam dan laki-laki muslim sebagai berikut: bahwa Posisi wanita dalam Islam adalah pendamping laki-laki. Kodrat wanita dalam islam bukan bawahan atau pun atasan yang bisa diperlakukan sekehendak hati atau dituruti layaknya boss. Namun wanita adalah teman hidup yang sejajar.  Pada akir ayat Allah menegaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah, tergantung dari tingkatan iman dalam islam atau ketaqwaannya pada Allah

  1. Kedudukan ibu lebih tinggi dari ayah 3 derajad

Ini merupakan bentuk dari Islam mengistimewakan wanita. dalam suatu riwayat dijelaskan tentang seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, siapakah yang harus dicintainya lebih dulu, maka Rasulullah SAW menjawab  ibumu, pertanyaan tersebut diulang sampai tiga kali dengan jawaban yang sama, dan setelah ditanya keempat kalinya baru kemudian Rasul menjawab ayahmu. Begitu tinggi penghargaan Islam kepada pengorbanan seorang wanita. Sehingga ketika  menjadi seorang ibu maka wanita mendapat derajad tiga kali lebih tinggi dibanding ayah. Baca juga, kedudukan wanita dalam islam

  1. Melindungi wanita dalam perang

Agama Islam melarang membunuh wanita dan anak-anak dalam perang.  Dalam hadist Rasulullah SAW berkata :

“Rasulullah telah melarang orang-orang  yang telah membunuh Ibnu Abu Al Huqaiq untuk membunuh wanita dan anak-anak. Abdurahman berkata, salah seorang dari mereka berkata “ istri dari Ibnu Abu Al Huqaiq telah menyusahkan kita dengan teriakannya, aku lalu mengangkat pedangku untuk membunuhnya, namun aku teringat dengan larangan Rasulullah. Maka akupun mengurungkan niatku, seandainya tidak ada larangan itu, niscaya aku akan membunuhnya ( HR. Malik)
[AdSense-B]

  1. Mendapat bagian dalam warisan

Pada masa Jahiliyah wanita dianggap sama seperti barang yang bisa diwariskan. Namun Islam memperlakukan wanita layaknya manusia. Islam memberi wanita  hak atas warisan terhadap harta dalam islam dengan pembagian yang telah ditentukan, sebagaimana dalam Alquran surat An Nisa.

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan kerabatnya. Dan bagi perempuan juga ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya. Baik sedikit atau banyak dari harta yang telah ditetapkan.” ( QS. An Nisa, ayat 7)

  1. Wanita shalehah bebas masuk surga dari pintu manapun

Wanita sholehah adalah wanita yang bertaqwa pada Allah, yang mengerjakan amal baik dan meninggalkan larangan-Nya. Untuk itu Allah membalasnya dengan jaminan masuk surga dari pintu manapun yang diinginkanya. Sebagai mana terdapat dalam hadist berikut :

“Dari Abi Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda” apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktunya, menjalankan puasa, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang disukainya.”

Baca juga :

[AdSense-C]

  1. Islam melindungi kehormatan wanita

Dalam Islam, Allah mengatur wanita untuk menutup aurat agar terhindar dari pandangan syahwat laki-laki. Allah juga mengatur wanita yang baik dinikahi menurut islam  sebanyak 4 orang maksimal, dengan syarat harus adil. Hal ini bertujuan agar perilaku Jahiliyah tidak terulang lagi, yaitu menikahi wanita sesuka hati sebanyak yang dikehendaki. Sebagaimana terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 59:

“ Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, serta pawa wanita orang-orang mukmin. Agar mereka mengulurkan atas diri mereka jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka mudah dikenal ( sebagai wanita muslimah yang terhormat dan merdeka ), sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa maha pengampun lagi maha penyayang. “ (QS. Al Ahzab ayat 59)

baca juga :

Dan suran An Nisa Allah SWT berfirman :

“ Nikahilah perempuan yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu kawatir tidak bisa berlaku adil maka nikahilah seorang saja. Atau hamba sahaya yang kamu miliki, yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim” (QS. An Nisa ayat 3)

Alangkah bersyukurnya para wanita muslimah yang taat. Karena Islam sangat mehormati dan menghargai hak mereka dengan berbagai keistimewaan yang dijanjikan Allah dalam Alquran dan hadist Nabi. Semoga kita lebih bertaqwa dan senantiasa bersyukur atas rahmat-Nya.

baca juga :