17 Cara Menjadi Orang Sukses Menurut Al Qur’an

Seringkali kita mendengar kata sukses dalam kehidupan sehari hari. yang terfikirkan dalam benak kita ialah sukses itu berhasil dalam segala hal, terutama dalam masalah karir atau keuangan. Idealnya sukses itu bisa mencapai apa saja yang kita inginkan. Dalam islam, sukses juga memiliki arti tersendiri. Bedanya ialah sukses dalam islam bukan hanya berhubungan dengan hal duniawi saja seperti yang sebagian besar orang fikirkan selama ini.

Sukses dalam islam mencakup hal yang luas, mulai dari pekerjaan atau keuangan juga hingga mampu menjadi orang yang bermanfaat dan membantu orang lain, sukses dalam hal mengendalikan hawa nafsu diri sendiri dan mampu menjalankan segala perintah Nya, serta sukses ketika telah melewati berbagai ujian dan mampu menjadi manusia yang lebih tinggi derajatnya.

Sejatinya, sukses menurut islam adalah kebahagiaan yang kekal, yaitu kebahagiaan di dunia juga di akherat. Kita sebagai manusia tentu selalu punya harapan untuk menjadi orang sukses, entah itu dalam urusan dunia atau akherat. Islam mempunyai cara agar kita menjadi orang sukses. Dalam artikel kali ini saya bagikan 17 cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an. Cara ini bukan hanya untuk menjadi orang sukses di mata manusia, tetapi juga di mata Allah, Rabb kita. Langsung saja yuk kita simak bersama,

1. Mulai dengan Ilmu

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an ialah dengan memiliki ilmu. Dengan ilmu, seseorang akan menjadi orang sukses yang mampu memanfaatkannya untuk kebaikan dan hal yang bermanfaat. Jika ingin sukses, maka yang harus dilakukan pertama kali ialah dengan menuntut ilmu. “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS Al Alaq : 5). keutamaan berilmu dalam islam akan menuntu pada kesuksesan.

2. Berubah dari Diri Sendiri

Agar dapat mencapai kesuksesan harus diawali dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu, mengubah kebiasaan buruk menjadi semangat. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah keadaan yang ada pada dirinya”. (QS Ar Rad : 11).

3. Berdoa

Usaha tidak akan lengkap tanpa disertai doa. Doa merupakan sebuah wujud bahwa kita melibatkan Allah dalam setiap harapan “Maka bermohonlah kepada Ku”. (QS Al Baqarah : 186). Dengan menjalankan doa pembuka rezeki dari segala penjuru akan menjadi salah satu jalan untuk meraih kesukesan.

4. Sedekah

Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah : 261). Sedekah tidak akan mengubah seseorang menjadi miskin. Sedekah akan membuat jalan rejeki menjadi lebih lapang sehingga segala usaha mendapat kemudahan dari Allah.

5. Bersyukur

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an salah satunya dengan jalan rajin bersyukur, bersyukur akan memberikan perasaan bahwa kita adalah hamba Allah yang beruntung sehingga menjadi lebih bersemangat dalam menjalani langkah langkah menuju kesuksesan serta terhindar dari putus asa. “Jika kamu bersyukur akan Ku tambah nikmat untukmu”. (QS Ibrahim : 7). keutamaan bersyukur dalam islam akan mendapat jalan untuk menjadi orang yang di ridhoi Allah dalam usahanya menggapai suskes.

[AdSense-B]

6. Bertaqwa

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka”. (QS Ath Thalaaq : 2). Taqwa juga berperan penting dalam kesuksesa, orang yang bertaqwa akan mendapat kasih sayang dari Allah sehingga segala kesulitan yang dialaminya akan mendapat pertolongan dari jalan yang tidak disangkanya.

7. Niatkan karena Allah

Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. (QS An Nahl : 97). Niatkan kesuksesan yang dikejar untuk mendapat ridho Allah di dunia dan di akherat, jangan mengejar suskes semata karena ingin dipuji atau karena duniawi.

8. Amanah

Lakukan segala usaha dengan jujur, jangan tergoda dengan jalan yang slaah, seperti membeli jabatan agar cepat sukses. Miliki segala sesuatu dengan jalan yang benar dan jadilan orang yang amanah. “Sesungguhnya harta dan anak anak mu hanyalah cobaan bagimu”. (QS At Taghabun : 15).

9. Jangan Menuruti Hawa Nafsu

“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS Al Fajr : 20). Sukses memang impian setiap orang, tetapi jangan hanya mengejar sukses dalam hal duniawi, jangan mencintai harta atau hal duniawi berlebihan, sebab segala yang dimiliki hamba Allah hanyalah titipan yang sewaktu waktu dapat diambil oleh Nya.

[AdSense-A]

10. Hindari yang Haram

Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram” (QS Al Maidah : 42). Hindari langkah yang curang misalnya membeli ijazah palsu agar dapat menggunakannya untuk naik pangkat. Keberkahan berpengaruh dari halal dan haram cara yang dilakukan.

11. Ikhlas

Barang siapa menjadikan akherat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi). Kejar sukses dengan niat yang ikhlas karena Allah dan dengan niat menggunakan kesuksesan tersebut di jalan Allah. Tentu saja bukan niat yang hanya berhubungan dengan duniawi seperti harta, jabatan, dan lain lain tetapi juga mengahrap sukses di akherat sebab merupakan salah satu keutamaan ikhlas dalam islam.

Sukses dalam islam wajib diikuti dengan rasa ikhlas dalam menjalani tiap prosesnya dengan sungguh dan ebrharap ridho Allah. Hasil dari setiap usaha bergantung dari keikhlasan dalam hati. Jika suatu hal dilakukan dengan ikhlas, tentu hasilnya akan lebih baik dan lebih berkah.

12. Istiqomah

Istiqomah artinya tekun atau terus menerus dan tidak berkurang. Lakukan usaha dengan istiqomah agar mendapat kelapangan dari Allah sebab orang yang bersungguh sungguh pasti akan mendapatkan hal yang diinginkan. “Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (islam) benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (QS Al Jinn : 16).

13. Sabar

Setiap orang yang sukses pasti pernah menjalani berbagai tahap dengan berbagai ujian, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan sabar ketika mendapat kesulitan atau rintangan dalam usaha. Wajib percaya pada Allah bahwa sabar akan menjadikan jalan kesuksesan untuknya. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada Nya lah kita kembali”. (QS Al Baqarah : 155-156).

14. Tidak Putus Asa

Orang yang sukses tidak menyerah ketika menghadapi tantangan, hal tersebut justru menjadi dorongan untuk menjadi lebih giat lagi dalam berusaha. Orang yang putus asa artinya tidak percaya pada rahmat Allah. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur” (QS Yusuf : 87)

15. Memiliki Keberanian

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah : 286). Jika sedang mencapai kesuksesan dan mendapat rintangan dalam prosesnya, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan menyerahkan semuanya kepada Allah disertai usaha dan doa yang maksimal. Sebab Allah yang paling memahami kemampuan hamba Nya dimana Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuannya.

[AdSense-C]

16. Percaya Allah Maha Penolong

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS Al Insyiroh : 5). Jika kita membaca kisah kisah orang sukses, tentu akan menemui masa dimana ada kesulitan yang dialami orang tersebut. Umumnya kesuksesan atau tahap yang lebih tinggi akan didapatkan setelah berhasil melewati kesulitan tersebut.

Begitu juga dengan hamba Allah lainnya, ketika kita sedang berusaha meraih kesuksesan atau impian dan menemui hambatan, ketahuilah bahwa hal tersebut bukan hanya dialami oleh kita, mungkin banyak orang yang mendapatkan ujian lebih berat tetapi sanggup melewatinya. Maka kita wajib berfikir demikian bahwa Allah selalu memberi jalan di tiap ujian.

17. Jangan Sombong

Ketika sudah berhasil mencapai tahap tertentu dalam langkah menuju sukses dan terasa impian sudah berada dekat di depan mata, tidak diperbolehkan merasa sombong dan melupakan Allah. Banyak orang yang lalai ketika diuji dengan kesenangan. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong”. (QS Al Isra : 37).

Biasanya orang akan merasa bahwa dirinya bisa mencapai tahap tersebut sebba dari kerja keras dan usaha dirinya sendiri, tidak ada peran dari Allahs sedikitpun. Hal inilah yang dapat menjadi penghalang kesuksesan. Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan senantiasa rendah hati. Jauhi sombong dan tetap meningkatkan kualitas diri sehingga sukses akan datang menghampiri.

Dengan menerapkan cara cara sukses menurut Al Qur’an ini, InsyaAllah kita akan menjadi orang yang sukses serta mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Demikian artikel kali ini, semoga kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akherat. Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat untuk anda semua. Salam hangat dari penulis.

Doa Pembuka Majelis – Keutamaan

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita pernah atau sering menghadiri sebuah pertemuan atau majelis. Majelis atau pengajian umat Islam biasanya mempunyai susunan acara yang telah direncanakan dengan rapi. Pada umumnya, isi dari pengajian atau majelis adalah pembacaan ayat suci Al-Quran, dzikir, tausyiah, dan lain-lain. Namun sebelum keseluruhan acara diselenggarakan, terlebih dahulu dilakukan acara doa.

Doa pembuka majelis biasanya dilakukan dengan membaca khutbatul hajah. Khutbatul hajah adalah doa dimana Rasulullah SAW senantiasa membacanya di banyak kesempatan. doa ini biasa dibaca saat akan khutbah, ceramah, baik pada pernikahan, muhadharah (ceramah) ataupun pertemuan, mukadimah pidato serta pengajian dan sunnah ini pun di lanjutkan oleh sahabat-sahabat lainnya.

Ada beberapa macam doa pembuka majelis yang biasanya dibacakan di berbagai majelis, diantaranya adalah:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْﺒًﺎ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَ ﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

Artinya: ” Segala puji bagi Allah , kepadaNya kita memuji, mohon pertolongan, mohon ampunan, dan mohon perlindungan dari bahaya diri kita dan buruknya amal-amal perbuatan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah ta’ala maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk –kecuali dengan izin Allah-.

Dan bahwasanya saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah ta’ala semata, tiada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. [AdSense-B]

Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu  dan barangsiapa menaati Allah dan rasulNya maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitab Allah (Al qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu’alaihiwasalam, dan seburuk-buruk perkara (dalam urusan agama) adalah yang diada-adakan, dan semua yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat, dan semua kesesatan tempatnya di neraka.”

Baca juga:

Dan doa pembuka majelis versi lainnya adalah seperti di bawah ini.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

Artinya: ” Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi nya dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.”

Baca juga:

Anda juga dapat menggunakan doa pembuka majelis lainnya seperti ini.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ

Artinya: ” Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa bersilaturahim, bertatap muka di majlis yang mulia ini dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah SWT.

Tak lupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjunan kita Nabi Muhammad SAW., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.”

Baca juga:

[AdSense-C]

Di bawah ini juga merupakan doa pembuka majelis yang biasanya digunakan.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Artinya: ” Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.”

Itulah beberapa contoh doa pembuka majelis yang dapat Anda terapkan dalam majelis. Semoga setiap langkah dna usaha kita dalam mencari ilmu dalam majelis selalu mendapat ridho dari Allah SWT. Aamiin.

Amalan Rezeki Nabi Sulaiman – Penarik Rezeki

Siapapun di duna ini pasti ingin memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bahkan segala macam cara akan dilakukan untuk mendapatkan segala macam hal yang diinginkan. Manusia yang diciptakan sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam berlomba-lomba menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan harta yang melimpah.

Seperti kita ketahui manusia terkaya sepanjang masa sampai pada saat ini adalah Nabi Sulaiman. Bahkan Bill Gate saja tidak bisa menandingi kekayaannya. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi yang dikaruniai kekayaan yang berlimpah ruah. Ditambah lagi dengan mukjizatnya yang bisa berbicara dengan hewan. Semasa hidup, berliau diberikan keberkahan yang luar biasa oleh Allah SWT dengan limpahan kekayaan tanpa batas. Pada masa itu, Nabi Sulaiaman menjadi penguasa dari warisan Nabi Daud. Manusia, jin dan hewan-hewan pun sangat tunduk akan perintah Nabi Sulaiman.

Salah satu kisah mukjizat Nabi Sulaiman adalah pada saat beliau menyuruh jin-jin untuk membangun dan memindahkan kerajaan Ratu Saba’ agar sang ratu dapat beriman kepada Allah dan meninggalkan agamanya yaitu menyembah matahari.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Rabku, ampuni segala dosaku dan beri kepadaku kerajaan yang tidak akan bisa dimiliki oleh seorang pun setelahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S Shad : 35)

Di dalam ayat ini, terdapat 2 pendapat ulama yaitu :

Pertama, beliau berdoa kepada Allah agar tidak ada yang dapat menggulingkan kekuasaan beliau hingga meninggal. Sedangkan pendapat kedua, beliau berdoa kepada Allah agar Nabi Sulaiman diberikan kekuasaan yang tidak layak untuk dimiliki oleh siapapun setelah beliau. Akan tetapi, Al-Hafidz Ibnu Katsir lebih menguatkan pada pendapat kedua. Beliau mengatakan,

والصحيح أنه سأل من الله تعالى ملكا لا يكون لأحد من بعده من البشر مثله

Nabi Sulaiman memohon kepada Allah untuk diberikan kerajaan yang tidak boleh dimiliki oleh siapapun setelah beliau (Tasir Ibnu Katsir, 7/70)

Oleh sebab itulah, tidak ada manusia yang memiliki kemampuan seperti Nabi Sulaiman yakni menguasai jin atau binatang kecuali karena mukjizat dari Allah SWT bahkan Nabi Muhammad SAW sekalipun.

Doa Nabi Sulaiman tersebut dikabulkan oleh Allah, beliau diberikan kekayaan melimpah, kewenangan yang sangat besar serta pengetahuan yang banyak. Oleh karena itulah, Nabi Sulaiman semakin bersyukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Allah sehingga syukur Nabi Sulaiman disamapaikan dalam sebuah doa   yaitu :

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadaku dan kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shaleh.” (QS An Naml : 19)

Amalan Rezeki Nabi Sulaiman

Amalan rezeki Nabi Sulaiaman atau bisa juga disebut dengan tata cara mengamalkan doa rezeki Nabi Sulaiman yakni surah  As-Shad : 35 adalah : [AdSense-B]

  • Doa kekayaan Nabi Sulaiman harus dibaca atau diamalkan sebanyak 21 kali setelah selesai sholat fardhu
  • Usahakan untuk bangun setiap malam, lalu menunaikan sholat tahajud dan sholat hajad sebanyak 2 rakaat kemudian membaca amalan tersebut sebanyak 100 kali
  • Usahakan untuk membaca doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan khusyuk dan penuh keyakinan untuk mengharap ridho Allah SWT dengan tujuan agar dimudahkan dalam mencari rezeki dan diberikan kekayaan yang sanagt melimpah
  • Lalu amalkan doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan rutin dan istiqomah
  • Kemudian amalkan perilaku Nabi Sulaiman yang rendah hati dan pandai bersyukur

Dengan mengamalkan langkah-langkah di atas, maka insha Allah akan memudahkan kita dalam mencari rezeki dan apapun keinginan kita bisa terpenuhi. Doa tersebut juga dapat dibaca setlah selsai sholat fardhu, namun lebih baik jika diucapkan setelah slesai sholat dhuha setiap hari. Kemudian, diiringi dengan ikhtiar dan kerja keras, karena tidak mungkin kekayaan jatuh dari langit. Doa hanyalah munjata yang memperlancar datangnya rejeki.

[AdSense-A] Perlu Anda ingat, bahwa ketika Anda telah memiliki rezeki yang berlimpah dari Allah, sikap yang seharusnya Anda lakukan adalah mensyukurinya seperti pada saat Nabi Sulaiman mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.

Pada hakekatnya Dunia Menurut Islam adalah sementara, rezeki, keberhasilan dan kesuksesan adalah suatu karunia Allah dalam menguji apakah kita akan senantiasa bersyukur kepada Allah atau malah melupakanNya.

Bahwasannya hanya orang-orang tidak berimanlah yang mengatakan bahwa kesuksesan atau kekayaan yang mereka dapat berasal dari usahanya sendiri, bukan malah mensyukuri bahwa kekayaan tersebut juga pemberian dari Allah SWT.

Maka alangkah lebih baik jika kita mengatakan bahwa kesuksesan ini adalah datang dari Allah agar kita mau bersyukur atas kenikamatan yang telah Allah berikan. Seperti firman Allah :

“Barang siapa yang senantiasa bersyukur, maka aku (Allah) akan menambah nikmatKu dan barang siapa yang kufur, maka azabKu amat pedih”

Sebab Cara Bahagia Menurut Islam dalam Ke. hidupan Dunia  bukan hanya memiliki harta banyak tetapi juga bagiamana kita mensyukuri nikmat-Nya. Doa selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah doa mengusir jin dan hewan yang dapat dilakukan oleh Nabi Sulaiman.

Seperti kita ketahui, bahwa dalam kisah Nabi Sulaiman di dalam Al-Quran, beliau diberikan mukjizat dapat berbicara dnegan hewan dan jin. Bahwa dengan mukjizat ini, semua hwan dan jin dapat tunduk akan perintah beliau. Apabila kita ingin sedikit mendapatkan karomah tersebut, kita dapat membaca Q.S An-Naml :30-31yang artinya :

“Janganlah bersikap sombong kepadaKu, dan datanglah orang-orang ayng berserah diri”.

Doa ini sudah banyak dibuktikan. Untuk itu segera hafalkan agar kita bisa langsung menggunakan jika memang dibutuhkan. Selain mengusir jin, doa tersebut juga dapat digunakan untuk mengusir hewan. Misalnya, jika kita bertemu dengan ular atau jenis hewan lainnya, maka dengan membaca doa ini, Insha Allah hewan liar tersebut prgi dan tidak menganggu lagi.

Selain ada banyak doa-doa rezeki di atas, Nabi Sulaiman juga selalu membaca wirid dimana hasil dari amalan doa wirid ini adalah tergantung dari pengalamn spiritual kita sendiri. Selalu niatkan dengan tulus ikhlas dan bersungguh-sungguh, maka atas izin Allah bukan tidak mungkin kekayaan kita akan bertambah. Berikut adalah bacaan doa wiridnya :

وَأَنَهُ هُوَ أَغْنَى  وَ أَقْنَى

Artinya : “Dan sesungguhnya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan (313x)

Doa wirid ini tidak hanya bermanfaat untuk mencapai keberhasilan usaha atau jabatan tinggi, namun juga dapat menimbulkan keyakinan, simpati dan rasa segan atau hormat dari orang di sekitar kita. Misalnya, seroang dokter yang dapat mencapai reputasi lebih di mata pasiennya atau seorang pengacara yang dapat mendapatkan tarif lebih dalam waktu yang singkat.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari membaca doa wirid dengan sungguh-sungguh :

  • Mendatangkan kekayaan atau sumber penghasilan baru
  • Mendapatkan kenaikan pangkat atau jabatan tinggi
  • Memproleh simpati orang-orang di sekitar
  • Disegani atau dihormati orang-orang sekitar
  • Menghidupkan kharisma atau daya tarik

Demikian amalan rezeki Nabi Sulaiman. Perlu diingat bahwa sebelum membaca doa ini, niatkan dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas kemudia baca doa tersebut dengan rutin. Kemudian, perbanyak ikhtiar dan kerja keras, memahami Rukun Iman Rukun Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT sebab doa tanpa kerja keras adalah sia-sia dan Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam  dapat kita raih. Semoga bermanfaat.

13 Tips Move On Dalam Islam – Kembali Hijrah

Di jaman sekarang ini, tentunya istilah move on bukan lagi kata yang asing bagi kita. Move on alias melupakan mantan pacar atau kekasih adalah salah satu bentuk kegalauan dalam hidup. Padahal tidak ada yang namanya pacaran dalam Islam yang ada hanyalah zina, sesuai dengan firman Allah SWT:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya:”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al- Israa’:32)

Larangan berpacaran dalam Islam juga telah dikatakan oleh Rasulullah SAW: “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim). 

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

Jadi seluruh aktivitas dalam pacaran sesungguhnya adalah berzina. Bukan hanya larangan dalam Islam, bahkan dalam penelitian terkini pun menemukan berbagai bahaya yang mungkin terjadi dalam hubungan pacaran. Sebuah eksperimen di Inggris menyebutkan bahwa pacaran menimbulkan getaran otak yang meningkatkan keinginan untuk bersentuhan lebih jauh, yang artinya zina. Sehingga yang didapatkan dari pacaran hanyalah dosa dan kesakitan. Setelah putus dari pacar, biasanya seseorang akan sulit untuk move on atau melupakannya. Berikut adalah beberapa cara atau tips move on dalam Islam:

1. Sholat taubat

Minta ampunlah kepada Allah SWT atas apa yang telah dilakukan selama ini. Lakukan taubat dengan sungguh-sungguh dan jangan pesimis untuk mendapatkan ampunannya karena Allah selalu menerima mereka yang bertaubat kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Az Zumar: 53)

وَأَنِيبُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا۟ لَهُۥ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Artinya: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Q.S. Az Zumar: 53)

Janganlah menunda-nunda taubat, segeralah bertaubat. Sungguh Allah Maha Pengampun meskipun dosa yang telah dilakukan sebanyak buih di lautan, Insya Allah ia akan mengampuninya. Jangan lupa pula untuk membaca doa untuk melupakan sesorang setelah selesai sholat.

2. Yakinkan diri bahwa ini jalan terbaik

Tidak ada jalan yang paling baik selain jalan yang dipilih Allah untuk diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Q.S. Al Baqarah:216)

Dengan putusnya dari pacar, berarti Anda telah diselamatkanoleh Allah SWT dari kemaksiatan dalam berzina. Maka bersyukurlah sebanyak-banyaknya atas jalan yang diberikan oleh Allah.

Baca juga:

[AdSense-B]

3. Banyak berdzikir

Dengan banyak mengingat asma Allah SWT, kita akan memiliki hati dan jiwa tenang dalam Islam. Berdzikir adalah salah satu cara atau tips menghilangkan galau dalam Islam. Salah satu keutamaan berdzikir adalah kita jadi lebih mudah untuk mensyukuri atas apa yang terjadi.

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya:”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(Q.S. Al Ahzaab:35)

4. Menyibukkan diri

Salah satu cara mengatasi galau dalam Islam adalah dengan menyibukkan diri dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat seperti membersihkan rumah, belajar, mengaji, dan kegiatan lainnya.

5. Menjauhi lingkungan yang buruk

Ada banyak cara memilih teman dalam Islam, salah satunya adalah pilihlah teman yang sholeh. Seperti kata pepatah, jika kita berteman dengan tukang minyak wangi maka kita akan ikut wangi. Jadi carilah teman yang baik dalam agama sehingga Anda juga akan ikut menjadi baik.

6. Berkumpullah dengan keluarga dan sahabat

Habiskan banyak waktu dengan keluarga dan sahabat Anda karena mungkin Anda juga terlalu banyak menghabiskan waktu dengan mantan hingga melupakan mereka yang terdekat. Ajak mereka melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berlibur agar Anda dapat mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.

Baca juga:

[AdSense-A]

7. Jangan jadi stalker

Kebanyakan orang yang susah move on adalah orang-orang yang masih saja menguntit mantannya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui media social. Berhentilah mencari tahu kabar mantan Anda agar Anda tidak semakin dibayangi oleh sosoknya.

8. Perbanyak ibadah

Makin dekatkan diri Anda pada Allah SWT, mungkin Anda sudah terlalu lama melakukan dosa pacaran dan inilah saatnya untuk memperbanyak ibadah Anda. Perbaikilah ibadah Anda, baik itu ibadah wajib maupun sunnah.

9. Olahraga

Dengan berolahraga, focus Anda pun akan teralihkan. Tubuh juga menjadi lebih sehat dan bugar. Lakukan olahraga yang Anda sukai secara rutin.

10. Lakukan hobi

Jangan hanya termenung dan menganggur tanpa melakukan apa pun tapi berharap ada perubahan dalam hidup. Cobalah untuk melakukan yang Anda sukai, apalagi jika hobi Anda dapat menghasilkan uang, tentunya Anda akan jauh lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

11. Hindari tempat kenangan

Jangan sekali-kali mencoba melewati atau bahkan mendatangi tempat yang penuh dengan kenangan Anda dengan mantan Anda. Sebisa mungkin hindarilah untuk mengingat kembali memori yang pernah Anda lalui. Jika Anda telah menemukan kebahagiaan baru atau telah benar-benar move on, barulah Anda dapat melewati tempat tersebut tanpa baper.

Baca juga:

12. Belajar

Belajar kembali akan mengalihkan focus Anda pada sang mantan. Carilah sesuatu yang menjadi minat Anda, lalu pelajari hingga mahir. Selain menambah ilmu pengetahuan, hal ini juga dapat menjadi kesempatan baru bagi Anda untuk mendapat beasiswa atau menghasilkan uang.

13. Menikah

Cara terakhir adalah dengan meniatkan menikah. Niatkan dalam hati bahwa Anda mencari pasangan baru untuk menikah, bukan untuk pacaran. Niatkan bahwa Anda menikah karena Allah bukan pula karena ingin cepat melupakan mantan. Insya Allah, Ia akan memberikan pasangan terbaik bagi Anda.

Demikianlah artikel tentang tips move on dalam Islam yang singkat ini. Semoga Anda dapat segera melupakan mantan dan mendapatkan pasangan baru yang terbaik bagi diri Anda. Ingatlah selalu keutamaan istiqomah dalam Islam sehingga Anda dapat segera melupakan masa lalu. Amin.

13 Waktu Terkabulnya Doa yang Paling Mustajab

Doa adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk meminta sesuatu pada Allah SWT, juga sebagai bentuk kerendahan diri manusia di hadapan Sang Pencipta. Sehingga orang yang tidak mau berdoa, dianggap sombong dalam Islam karena merasa mampu melakukan dan meraih segalanya sendirian. Sedangkan sifat sombong di dalam Islam sangat dilarang.  Untuk itulah, Islam sangat menganjurkan untuk berdoa.

Apalagi banyak keutamaan berdoa dalam Islam juga doa agar keinginan tercapai. Namun terkadang pula ada banyak penyebab doa tidak dikabulkan Allah SWT. Adapun waktu-waktu yang paling baik untuk berdoa sehingga doanya dikabulkan, antara lain:

  1. Saat sepertiga malam terakhir

Di saat manusia lainnya sedang pulas tertidur, Anda justru dapat memanfaatkan waktu di sepertiga malam untuk berdoa kepada Allah SWT karena merupakan waktu yang penuh berkah. Sebagaimana sabda Rasul:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman : “Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (H.R. Bukhari, Muslim)

  1. Saat selesai sholat wajib

Setelah kita selesai sholat, hendaklah melanjutkan dengan berdzikir dan berdoa karena salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa adalah setelah selesai sholat. Sebagaimana dalam sebuah riwayat:

“Dari abu umamah ra, sesungguhnya Rasulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.” ( HR. Tirmidzi )

  1. Saat sahur dan berbuka puasa

Orang yang berpuasa adalah orang yang didengar doanya oleh Allah SWT, terutama ketika ia berdoa di waktu sahur dan berbuka. Sebagaimana sabda Rasul:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terdhalimi.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Hibban)

Maka ketika Anda berpuasa, hendaklah memperbanyak doa, terutama di waktu sahur dan  berbuka.

  1. Saat malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar merupakan malam yang sangat istimewa karena di saat itulah Al-Quran turun. Di malam itu, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana dalam sebuah riwayat:

“Aku bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda : “Berdoalah,  Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Artinya : ‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Baca juga:

[AdSense-B]

Saking istimewanya malam lailatul qadar, Allah menyembunyikannya diantara 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Dan setiap doa di malam lailatul qadar akan dikabulkan, begitu pula dengan doa di bulan Ramadhan.

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(Q.S. AL-Qadr : 3 )

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan..”(Q.S. AL-Qadr : 4 )

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ

Artinya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar..”(Q.S. AL-Qadr : 5 )

  1. Saat adzan berkumandang

Rasulullah SAW bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (H.R. Abu Daud)

  1. Saat diantara adzan dan iqamah

Selain saat adzan berkumandang, ternyata waktu berdoa yang mustajab juga ada pada saat waktu jeda antara adzan dan iqamah. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (H.R. Tirmidzi)

[AdSense-A]

  1. Saat turun hujan

Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa salah satu waktu yang baik untuk berdoa adalah ketika hujan turun. Hal ini disebabkan karena hujan adalah salah satu bentuk rahmat dari Allah SWT. Sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadist: “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (H.R Al-Hakim)

  1. Saat hari Jumat

Jumat merupakan hari yang penuh berkah, dimana kita dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah dan kebaikan di hari tersebut. Sebagaimana sabda Rasul: “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (H.R. Bukhari, Muslim)

Namun ada beberapa perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai  waktu yang sebentar tersebut. Beberapa perbedaan pendapat tersebut antara lain:

  • “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai.” (H.R. Muslim). Pendapat ini diikuti oleh Imam Muslim, An-Nawawi, Al-Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al-Baihaqi.
  • “Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah SWT pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar.” (H.R. Abu Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Pendapat ini juga yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Namun alangkah baiknya jika seorang Muslim berdoa dan beribadah di sepanjang hari Jumat untuk lebih memantapkan kekuatan doanya, bukan hanya berdoa di waktu tertentu saja.

Baca juga:

  1. Saat hari Rabu antara Dzuhuhr dan Ashar

Sangat sedikit orang yang mengetahui waktu yang mustajab ini. Hal ini diketahui berasal dari sebuah riwayat yang diceritakan oleh Jabir bin Abdillah r.a. :

“Nabi SAW berdoa di Masjid Al-Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau.  Berkata Jabir : “Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.”
Dan dalam riwayat lain disebutkan : “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Dhuhur dan Ashar.” (H.R. Ahmad)

  1. Saat berjihad atau berperang di jalan Allah

Keistimewaan berjihad atau berperang di jalan Allah adalah dikabulkannya doa orang yang berjihad tersebut. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (H.R. Abu Daud)

  1. Saat di hari Arafah

Hari Arafah adalah hari saat wukuf di Arafah, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah sehingga dianjurkan bagi semua umat Muslim untuk berdoa di hari itu. Sebagaimana sabda Rasul: “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah.” (H.R. At-Tirmidzi)

  1. Saat sujud dalam sholat

Rasululah SAW bersabda: “Seorang hamba yang berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (H.R. Muslim)

  1. Saat dizholimi

Sungguh doa orang yang dizholimi akan didengar langsung oleh Allah SWT. Sehingga berhati-hatilah jika akan mendzholimi orang. Sebagaimana sabda Rasul: “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (Hadis Riwayat Hakim – sanad sahih). Anda juga dapat melihat doa orang yang teraniaya dalam Al-Quran. Ketika dizholimi, lakukan banyak ibadah doa agar dipermudah segala urusan.

Itulah beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa. Hendaklah kita menjadi hamba yang selalu merendahkan diri di hadapan Allah SWT dengan memperbanyak ibadah dan doa.

Adakah Doa untuk Menolak Hujan? – Hukum – Dalil

Bismillahirrahmanirrahim.

Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Banyak amal shalih yang dianjurkan untuk kita lakukan pada saat hujan. Tapi tetap saja kebanyakan orang masih merasa bahwa hujan adalah sebuah musibah karena menjadi salah satu penyebab banjir, jalanan becek, terganggunya suatu kegiatan, dan lain-lain. Benarkan semua itu karena hujan? Lalu bolehkah manusia meminta kepada Allah agar hujan tidak turun atau dapatkah manusia menolak turunnya hujan?

Berikut penjelasan para ulama terkait turunnya hujan dilansir dari muslim.or.id

  1. Hujan adalah kuasa Allah semata.

Hal ini tersirat pada quran surat al-waqiah ayat 68 sampai 69.

”Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?” (QS. Al Waqi’ah [56] : 68-69)

Tidak ada sesuatu yang sia-sia jika Allah yang menentukannya. Turunnya hujan adalah salah satu bukti kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta. Allah mengetahui bahwa tanah yang tandus butuh air agar tanaman-tanaman yang indah dan bermanfaat dapat tumbuh, meskipun manusia tidak menyadari itu. Mungkin di suatu daerah hujan dianggap suatu yang biasa saja, tetapi untuk daerah yang lainnya, hujan bisa saja merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu. Hal ini terdapat dalam quran surat Al-Fushsilat ayat ke 39:

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39).

Sehingga, manusia tidak dapat menolak ataupun mengatur kapan atau dimananya hujan itu harus turun. Melalui ilmu pengetahuan, manusia pun hanya dapat memperkirakannya.

Baca juga:

  1. Berdoalah kepada Allah

Berdoa agar hujan yang datang adalah hujan yang akan memberi manfaat dan tidak merusak apapun. Ketika hujan turun dengan derasnya secara terus menerus, sebagian dari kita pasti khawatir hujan tersebut akan menimbulkan suatu bencana. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam mengajarkan sebuah doa yang bertujuan untuk memohon kepada Allah agar Allah menurunkan hujan yang tidak menimbulkan kerusakan dan agar Allah memalingkannya ke tempat-tempat yang memang sangat membutuhkan hujan tersebut.

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].”

Dalam hadits Anas bin Malik, doa tersebut dipanjatkan ketika hujan tak kunjung berhenti selama seminggu, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memohon pada Allah agar cuaca kembali cerah. (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897).

Doa tersebut juga terdapat versi lebih pendeknya, yakni:

“Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa” [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan yang merusak kami]

Maka, kita memang tidak bisa menolak turunnya hujan, tetapi kita bisa memohon kepada Allah agar dihindarkan dari dampak buruk turunnya hujan yang terus menerus. Terlebih untuk saudara-saudara kita yang berada di daerah rawan banjir, sangat dianjurkan untuk membaca doa ini.

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Dilarang untuk mencela hujan meskipun di dalam sebuah doa.

Seringkali terdengar dari lisan manusia kata-kata seperti, “Aduh hujan lagi!” atau, “Yah, hujan!” dan semacamnya. Meskipun sebagian dari mereka sudah memahami bahwa hujan merupakan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal, hal ini dilarang karena mencela hujan sama saja dengan mencela rahmat-Nya.

Terlebih hujan adalah salah satu ciptaannya yang tidak mengetahui apa-apa dan tidak bersalah karena semuanya tetap Allah yang mengatur. Manusia harus selalu ingat bahwa setiap perkataannya akan dicatat oleh malaikat dan kita tidak tahu mana perkataan yang dapat menjerumuskan ke surga dan bisa saja ada perkataan yang dapat menjerumuskan seseorang ke neraka. Naudzubillahimindzalik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.”[HR. Bukhari no. 6478]

baca juga:

Pada intinya, memang tidak ada dalil yang menerangkan tentang doa menolak hujan, karena hujan merupakan kuasa sekaligus rahmat-Nya atas seluaruh manusia di muka bumi ini. Hanya saja, kita bisa memohon kepada-Nya agar hujan yang turun ke bumi membawa manfaat dan tidak sampai menimbulkan kerusakan. Selain itu, tidak semua kerusakan seperti banjir, tanah longsor, dan semacamnya merupakan akibat dari hujan semata. Pasti ada campur tangan dan kesalahan manusia di dalam peristiwa tersebut.

Contoh sederhananya adalah, membuang sampah sembarangan, menebang pohon sembarangan sehingga tanah gundul, dan mengurangi daerah resapan air dengan membangun berbagai macam bangunan mewah dan megah yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan bahkan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Kalau bukan manusia, siapa lagi yang melakukannya?

baca juga:

15 Cara Menegur yang Baik Dalam Islam

Sebagai seorang muslim yang mengerti dan memahami mengenai hubungan antara sesama umat beragama, tentu saja akan mengedepankan rasa peduli dan ramah tamah dalam kehidupan sehari. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita berperilaku baik terhadap sesama ya sobat. Karena Allah Swt menciptakan kita seyogyanya sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Jadi kita harus mengedepankan rasa menghargai dan menghormati ya sobat. Baca juga mengenai

Dalam kehidupan sehari – hari, anda pasti sering berkomunikasi dan juga berinteraksi dengan banyak orang kan sobat. Saat anda berpapasan atau pun bertemu orang lain di jalan, apa yang anda lakukan? Saling menyapa atau malah justru acuh tak acuh? Saya rasa sobat akan menyapa atau setidaknya memberikan senyuman, karena dengan senyuman saja orang lain sudah merasa dihargai dan pandangan orang lain terhadap anda pun juga akan baik.

Terlebih lagi jika anda kenal seperti halnya teman, saudara atau pun tetangga. Menyapa atau pun menegur disini hukumnya menjadi wajib. Jangan sekali – kali anda bersikap acuh tak acuh ya sobat, itu termasuk perbuatan sombong yang dibenci oleh Allah Swt. Berikut ini terdapat hadist yang menjelaskan tentang permasalahan ini. Rasulullah Saw bersabda berdasarkan dengan riwayat Ad-Dailamy :

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Selain kita menyapa antara sesama umat manusia, terkadang sobat pasti juga ingin menegur seseorang karena dengan niat ingin meluruskan atau pun memberikan pendapat terhadap perbuatan atau pun tingkah laku yang kurang tepat.

“Ajaklah (wahai Muhammad) mereka ke arah jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang elok dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik.” (QS. An – Nahl : 125)

Pada artikel kali ini saya bermaksud ingin membagikan sedikit informasi yang saya ketahui mengenai cara menegur yang baik dalam Islam. Jika anda ingin mengetahuinya lebih lanjut dan lebih dalam lagi, yuk kita simak bersama – sama penjelasan di bawah ini sebagai berikut :

1. Menegur Dengan Cara yang Santun

Jika anda ingin menegur seseorang, gunakanlah bahasa yang santun dan perilaku yang baik ya sobat. Dengan begitu orang yang anda tegur justru akan sangat mengapresiasi dan menghargai sikap anda. Karena hal tersebut mungkin akan menjadikannya sebagai orang yang lebih baik.

Namun jika anda sudah menggunakan bahasa yang santun tetapi orang tersebut tidak terima atau pun bahkan marah, lebih baik sobat tetap pada pendirian awal ya, berperilaku baik. Jika sobat menanggapi respon buruk dengan hal buruk berarti sobat sama saja dengan mereka. Baca juga mengenai amanah dalam islam.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah berkata yang baik atau dia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Bermaksud Menggurui

Jangan sekali – kali sobat jika menegur seseorang terlihat seperti menggurui. Hal tersebut justru akan membuat orang yang anda tegur menjadi kurang nyaman. Bahkan mereka akan berperilaku cuek dengan anda atau pun pura – pura tidak mendengar. Jadi teguran sobat akan terasa sia – sia saja. Baca juga mengenai doa pembuka rezeki dari segala penjuru.

3. Tidak Menggunakan Nada Tinggi

Menggunakan nada tinggi memang tidak pantas untuk dilakukan. Terlebih lagi jika sobat menegur orang yang lebih dewasa, sama saja sobat tidak punya “unggah – ungguh” kalau orang jawa bilang. keutamaan orang tua dalam islam memang sangat dijunjung tinggi, meskipun mereka dalam posisi salah. Kita sebagai orang yang lebih mudah tetap harus menghormati ya sobat. Ingatkan dengan bahasa yang halus dan doakan. Insya Allah seiring berjalan waktu beliau akan sadar.

[AdSense-B]

4. Jangan Menunjuk – Nunjukan Jari Anda Saat Menegur

Dengan menunjuk – nunjukkan jari anda, justru orang yang anda tegur akan meresponnya bahwa anda mau ngajak ribut. Bukannya urusan selesai, tetapi akan bertambah keruh. Anda juga akan dipandang seperti halnya orang yang tidak mengenyam bangku pendidikan saja. Baca juga mengenai hukum silaturahmi menurut islam.

5. Tidak Memaksakan Kehendak

Namanya juga menegur dengan niat yang baik demi perubahan seseorang agar lebih baik, mau dia menerima atau pun tidak, urusan belakang yang sobat. Jangan sampai kita melihat situasi yang kurang baik malah membiarkannya saja. Berarti kita tidak ada bedanya dengan dia. Yang terpenting kita tidak memaksakan keinginan kita kepada orang lain ya sobat. Baca juga mengenai hukum salam dalam islam.

[AdSense-A]

6. Lihat Situasi dan Kondisi

Sebaiknya jika anda berniat untuk menegur seseorang, perhatikan dan pertimbangkan terlebih dahulu situasi dan juga kondisinya ya sobat. Jangan langsung anda tegur di tempat yang ramai, sehingga perlakuan anda tersebut justru membuat orang yang anda tegur menjadi malu. Sudah menjadi tugas kita sebagai sesama muslim untuk saling menutupi aib orang lain.

7. Jangan Membuat Sakit Hati Orang yang Anda Tegur

Jangan sampai awalnya sobat hanya ingin sekedar mengingatkan saja, namun orang yang anda tegur menjadi sakit hati dengan teguran yang anda lontarkan sobat. Hindari menggunakan perkataan yang menyinggung atau pun menghubungkan dengan masaah sensitif seperti halnya sara.

8. Fokus Terhadap Persoalan yang Tengah Dihadapi Saja

Menegur seseorang fokus terhadap persoalan saja akan lebih baik dan bisa segera terselesaikan, ketimbang anda malah memanfaatkan situasi tersebut untuk menyangkut pautkan dengan persoalan lainnya. Hal ini tidak dianjurkan ya sobat. Sama saja sikap tersebut adalah dendam.

9. Mendengarkan Semua Pembelaan dan Penjelasan Setelah Anda Menegur

Menjadi pendengar yang baik memang dianjurkan dalam Islam. Hal ini akan memperjelas persoalan sehingga tidak terjadi kesalah pahaman. Jangan sampai anda hanya menegur namun tidak diimbangi dengan memberikan kesempatan orang lain untuk membela dirinya.

10. Tidak Berkata Kasar 

Berkata kasar dengan orang yang anda tegur, nantinya malah membuatnya menjadi tersinggung, dan teguran anda dianggap sebagai angin lalu saja sobat. Wajar saja jika orang lain tidak memberikan respon baik kepada anda karena anda saja tidak berkata lembut kepadanya.

Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

11. Mengharapkan Ridha Dari Allah SWT

Sebelum melakukan suatu tindakan atau pun aktivitas apa pun dengan niatan yang baik sudah sepantasnya anda selalu mengharapkan ridha dari Allah Swt agar apa yang anda lakukan mendapatkan keberkahan.

Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya (dinilai) kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka (hakikat) hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

12. Tidak Ada Niat Untuk Mempermalukan Orang yang Anda Tegur

Janganlah anda berusaha ingin mempermalukan saudara anda sendiri. Sudah menjadi kewajiban anda untuk tidak membuka aib orang lain. Karena jika anda berusaha dan senang membuka aib orang lain, maka sama halnya anda membuka aib anda sendiri.

13. Sebisa Mungkin Menasehati Secara Rahasia (Empat Mata)

Jauh lebih baik jika anda menegur orang lain hanya berdua saja dan secara sembunyi – sembunyi, karena takutnya orang yang ingin anda tegur, mungkin saja tidak ingin orang lai tau.

“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

[AdSense-C]

14. Mencari Waktu yang Tepat

Untuk menegur orang lain, alangkah baiknya anda menunggu waktu yang tepat pada saat orang tersebut dala kondisi hati yang tenang. Karena jika orang yang anda tegur dalam keadaan banyak masalah, tentu saja akan menambah masalah dan pikiran baginya.

15. Mendoakannya Dengan Sungguh – Sungguh

Jika anda sudah berusaha dengan maksimal namun masih saja tidak mendapatkan solusi dan pencerahan, doakanlah orang tersebut agar segera disadarkan oleh Allah Swt. Karena Dia lah yang mampu membolak balikkan hati hambanya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai cara menegur yang baik dalam Islam yang sudah diulas di atas secara detail dan dikemas dengan baik diharapkan bisa membantu memudahkan anda dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi sehingga layak dijadikan sebagai sumber referensi.

Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara menegur yang baik dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca artikel saya ini. Sampai jumpa di artikel lainnya.

17 Manfaat Doa Dalam Islam yang Menghasilkan Pahala

Dalam agama islam,  doa memiliki banyak definisi. Doa dapat diartikan sebagai ibadah. Doa juga berarti berbicara kepada Allah Ta’ala. Dengan berdoa maka segala urusan kehidupan bisa menjadi lebih mudah.  Dapat dikatakan bahwa doa adalah senjata bagi umat muslim. Seseorang yang tidak pernah berdoa berarti dia adalah orang sombong. Sebab sejatinya manusia itu lemah dan pasti butuh bantuan dari Allah Ta’ala. Maka itu berdoa sangatlah penting untuk dilakukan setiap hari, bahkan setiap saat.

Nah, berikut ini beberapa manfaat doa dalam islam:

  1. Doa Bisa Mengubah Takdir

Kekuatan doa itu sangat luar biasa dan tidak boleh diremehkan. Bahkan dikatakan dalam hadist shahih bahwa keutamaan berdoa dalam islam dapat mengubah takdir. Jadi semisal Anda telah menghadapi suatu perkara yang tampaknya tak mungkin dirubah, cobalah berdoa. Mintalah apa yang Anda inginkan. InsyaAllah dikabulkan.

Dijelaskan dari Tsauban RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa. Tidak ada yang dapat menambah umur, kecuali kebaikan. Dan seseorang benar-benar akan dihalangi dari rezeki, disebabkan oleh dosa yang diperbuatnya.” (HR. Al-Hakim).

  1. Diberikan Kekuatan Menghadapi Musuh

Ketika Anda hendak bertemu dengan seseorang yang punya kekuasaan atau musuh, lalu Anda merasa takut. Cobalah berdoa. Doa bisa memberikan kekuatan pada hati Anda agar lebih berani. Dan insyaAllah Anda akan diberikan bantuan pertolongan oleh Allah Ta’ala.

  1. Doa adalah Bentuk Ibadah

Ibadah itu sangatlah luas. Tidak sebatas pada sholat wajib, mengaji atau puasa. Salah satu bentuk ibadah yang lain adalah doa. Aktivitas berdoa di sela-sela adzan, sehabis sholat atau kapanpun itu bisa mendatangkan pahala.

 Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

  1. Menghindari Diri dari Kejelekan

Diriwayatkan dari Abu Sa’id: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”

Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad).

  1. Menghindari Murka Allah

Seperti yang telah dijelaskan diatas, seseorang yang jarang atau bahkan enggan berdoa maka menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sombong. Seolah-olah tidak membutuhkan bantuan dari Allah Ta’ala. Tentunya perbuatan tersebut akan mendatang murka Allah dan juga membuat hidup semakin berantakan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi). 

  1. Memperoleh Rahmat dari Allah

Berdoa juga mendatangkan rahmat dari Allah Ta’ala. Seseorang yang selalu berdoa dan senantiasa mengingat Tuhan maka kehidupannya akan terasa lebih mudah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf : 55-56)

[AdSense-B]

  1. Memberikan Manfaat Bagi Kehidupan

Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan ‘afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian.” (HR. Al-Tirmidzî).

  1. Dikabulkan Keinginannya

Apabila Anda punya keinginan tertentu yang terpendam , maka selain berusaha Anda juga harus berdoa. Doa dapat mengabulkan harapan serta menjauhkan diri dari kejahatan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih:

Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR Al-Thirmidzi).

  1. Mendekatkan Diri pada Allah

Selain membantu tercapainya harapan, doa juga bisa mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Doa berarti berkomunikasi pada Allah. Semakin Anda sering berdoa maka semakin dekat Anda pada Allah Azza wa Jalla.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

  1. Mempermudah Segala Urusan

Manusia diwajibkan untuk berikhtiar untuk menghadapi segala masalah atau perkara di kehidupan. Selain itu juga dibarengi sabar serta ikhlas. Hal lain yang tak kalah penting adalah berdoa. Sudah seharusnya doa dan usaha berjalan seiringan.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran yang artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu“. (QS. Al-Mu’min: 60)

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An-Namal : 62)

[AdSense-A]

  1. Menghilangkan Duka Cita dan Kesulitan

Ketika Anda merasa hidup begitu sulit, sempit dan sumpek. Maka jangan ragu untuk membaca doa untuk menghadapi ujian seraya mengadahkan tangan keatas meminta kepada Rabb Semesta Alam, Allah Azza wa Jalla. Percayalah, bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Jangan malas berdoa sebab doa bisa merubah kesulitan menjadi kemudahan, sekaligus menghilangkan duka cita. Masih ingat dengan kisah Nabi Yunus a.s yang ditelan oleh ikan paus? Satu hal yang membuat Nabi Yunus a.s lantas dapat keluar dari perut ikan yakni dikarenakan beliau senantiasa berdoa dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”  (QS. Al-Anbiya: 87-88).

  1. Mententramkan Jiwa

Banyak orang yang menyikapi setiap permasalahan hidup dengan cara salah. Mereka pergi ke diskotik, minum alkohol, merokok, berpacaran, berzina dan sebagainya dengan tujuan untuk mendapatkan ketenangan. Sungguh, semua perbuatan itu justru menyesatkan dan bikin hati semakin gelap. Apabila Anda ingin memperoleh jiwa yang tentram dan untuk  cara agar hati tenang dalam Islam maka berdoalah kepada Allah Ta’ala. Jagalah sholat. Senantiasa berdizkir serta perbanyak membaca Al-Quran.

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikanmerekadan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).

  1. Mendatangkan Pahala

Doa memiliki banyak bentuk. Doa tidak hanya berarti memohon apa yang diinginkan. Berdzikir pun juga termasuk berdoa. Dan hal itu menjadi amalan yang sangat baik, amalan yang mendatangkan pahala dan paling suci. Dijelaskan dalam hadist shahih:

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik buat kalian, paling suci (berharga) disisi kalian, dan paling banyak mengangkat derajat (pahala) kalian dan lebih baik bagi kalian daripada meng-infakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada perang menghadapi musuh kalian, lalu kalian memukul leher mereka dan mereka memukul leher kalian. Mereka menjawab: Tentu saja kami mau. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ber-Dzikir kepada Allah Ta’ala (HR. Tirmidzi)

  1. Diampuni Dosa-Dosa

Di dunia ini tidak ada manusia yang luput dari dosa. Sebagaimana manusia biasa yang punya nafsu tentunya khilaf dan salah sulit untuk dihindari. Namun demikian, perbuatan dosa ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sudah seharusnya bila punya dosa maka Anda harus segera bertaubat dan berdoa memohon ampunan kepada Allah Ta’ala sehingga dosa-dosa tersebut diampuni.

Hai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berdoa kepada-Ku dan kamu mengharapkan kepada-Ku, Aku ampuni kamu bagaimanapun keadaanmu sebelumnya, Aku tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan dilangit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku, Aku ampuni kamu dan Aku tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya kamu mendatangi Aku dengan membawa kesalahan-kesalahan yang hampir memenuhi bumi, kalau kamu bertemu Aku nanti dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, pasti Aku mendatangi kamu dengan membawa ampunan yang hampir memenuhi bumi pula.” (HR. Tirmidzi)

  1. Diangkat Derajatnya di Sisi Allah

Sesungguhnya Allah berfirman dalam hadits Qudsi: “Barangsiapa berdo’a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do’anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya.”

  1. Meninggal Dalam Keadaan Fitrah

Setiap muslim diwajibkan membaca doa sebelum tidur. Membaca doa sebelum tidur bisa mendatangkan banyak manfaat, salah satunya bila meninggal maka akan meninggal dalam keadaan fitrah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist:

“Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan sholat. Kemudian berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah: Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus. Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu.” (HR.Bukhari).

  1. Dicintai oleh Allah

Allah Ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang senantiasa berdoa. Sebab berdoa sama halnya Anda berbicara dengan Allah Ta’ala, Anda percaya akan adanya Allah dan Anda terus mengingatNya. Perbuatan demikian membuat Anda dicintai oleh Allah Ta’ala.

 Jadi demikianlah manfaat berdoa dalam islam yang wajib Anda ketahui. Sungguh, sangat banyak keutamaannya bukan? Berdoa juga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa. Maka itu jangan pernah malas untuk berdoa kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkan kemudahan di dunia dan akhirat kelak. Amin ya Rabbal alamin.

10 Keutamaan Membaca Sholawat Luar Biasa

Dalam dasar hukum Islam sudah memberikan banyak kemudahan dalam urusan ibadah seperti sholawat contohnya. Sholawat sangat baik dilakukan untuk mengiringi setiap hembusan dari nafas anda hanya dengan mengucapkannya dalam hati. Manfaat dan keutamaan dari sholawat sendiri sangatlah banyak dan menjadi salah satu ibadah yang agung.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan medoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak. “ [HR. Ibnu Majah dan Thabrani].

Dari hadits dalam riwayat diatas bisa dilihat jika melakukan sholawat akan memberikan banyak keutamaan dan juga kebaikan seperti ulasan lengkap yang akan kami berikan dalam kesempatan kali ini.

  1. Diutamakan Saat Kiamat

Seseorang yang secara rutin membacakan sholawat, maka disaat kiamat nanti akan lebih diutamakan dari sekian banyak orang yang lainnya yang merupakan fadhilah sholawat.

“ Sesungguhnya lebih utama bagiku manusia besok pada hari kiamat, adalah mereka yang lebih banyak membaca Shalawat kepadaku.“ [HR. Turmudzi dari Ibn’ Mas’ud Ra]

  1. Mendatangkan Rahmat dan Kurnia Allah SWT

Doa dan juga permohonan akan memberikan pengaruh baik untuk mendatangkan rahmat serta karunia dari Allah SWT. Sholawat sendiri merupakan doa agar keinginan tercapai, sehingga seseorang yang bersholawat juga berarti sudah mengundang kedatangan dari karunia serta segala nikmat dari Allah SWT.

  1. Memperoleh Nilai Kebanggaan Tersendiri

Rasulullah SAW sangat menyenangi sholawat sehingga beliau juga bersabda, “Sesungguhnya aku membanggakan adanya kalian kepada umat-umat yang lainnya.“

Sebagai umat yang sangat dibanggakan Allah SWT, sudah sepantasnya kita juga mencintai Rasulullah SAW dengan cara selalu menyebutkan nama beliau setiap kali bersholawat untuk-nya.

  1. Mendekatkan Diri Pada Allah SWT

Allah SWT pernah bertitah pada Nabi Musa As jika apabila beliau ingin Allah lebih dekat pada Nabi Musa, maka Allah SWT memerintahkan beliau untuk banyak bersholawat.

“Wahai Musa, apakah kamu ingin agar Aku lebih dekat kepadamu daripada kedekatan ucapan kepada lidahmu, daripada bisikan hatimu dari hatimu sendiri, daripada ruhmu ke badanmu dan daripada cahaya matamu pada matamu ?“

Musa as. menjawab, “ Ya, wahai Tuhanku. “ Lalu Tuhan berfirman, “ Maka perbanyaklah membacakan shalawat untuk Muhammad SAW. “

  1. Diangkat 10 Derajat dan Dihapus 10 Keburukan

Sholawat yang dilakukan 1 kali saja sudah akan mendatangkan pengangkatan 10 derajat orang tersebut dan juga dihapuskan 10 kali kesalahan. Bisa dibayangkan jika sholawat dilakukan secara terus menerus, maka akan banyak kesalahan yang dihapus dan juga pengangkatan derajat berkali kali lipat.

[AdSense-B]

Abas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali da dihapus darinya sepuluh kesalahan, diangkat baginya sepuluh derajat.“ [HR. An-Nasa’I no. 1296].

  1. Menolak Bencana dan Pemenuhan Hajat

Beberapa sholawat juga mempunyai manfaat khusus yang berbeda untuk setiap pembacanya. Salah satunya adalah sholawat Munjiyat yang sangat berguna untuk menolak segala sesuatu bencana, menghadapi musibah dalam Islam sekaligus pemenuhan hajat yang terbilang besar bahkan untuk kebutuhan mendesak dengan menggunakan cara tertentu yang sudah ditetapkan.

  1. Ada Disisi Nabi Saat Sakratul Maut

Seseorang yang secara teratur membacakan sholawat juga memiliki keutamaan berupa penghargaan yang sangat besar dimana Nabi Muhammad akan hadir di sisi orang tersebut saat sedang menghadapi sakratul maut.

  1. Diberikan Pengampunan Dosa

Membacakan sholawat juga akan memberikan pengampunan dosa besar dalam Islam yang didasari dengan keimanan seorang mukmin, kecintaan dan juga keikhlasan di saat membacakan sholawat tersebut.

“Wahai Abu Kahil, barang siapa membaca shalawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut.” [HR Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani].

[AdSense-C]

  1. Menjauhkan Kefakiran dan Mendekatkan Keberkahan

Seseorang yang membacakan sholawat juga akan mendapatkan keutamaan berupa dijauhkan dari kefakiran dan juga mendapatkan kelimpahan keberkahan dan juga kebaikan.

  1. Mendapatkan Keberkahan Turun Temurun

Bagi mereka yang sering membacakan sholawat juga akan mendapatkan kebaikan serta keberkahan yang melimpah bahkan sampai ke anak dan cucu mereka.

“Membaca shalawat untuk Rasulullah akan melimpahkan keberkahan pada orang yang membaca shalawat, anak-anaknya dan cucu-cucunya.”  [al-Hadist].

Demikian ulasan dari kami tentang keutamaan membaca sholawat secara rutin yang tidak hanya bisa dirasakan di dunia namun juga saat di akhirat nanti. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan seputar Islami.

13 Keutamaan Berdoa Dalam Islam Paling Mustajab

Semua hal yang baik selalu memiliki banyak keutamaan khususnya dalam hal ibadah seperti shalat, haji, keutamaan bersedekah dan berbagai amalan baik lainnya. Dengan semakin mendalami dan belajar mengenai keutamaan, maka kita sebagai umat muslim akan selalu terpacu untuk melaksanakan banyak amal kebaikan dalam Islam. Pada ulasan kali ini, kami akan mengulas tentang keutamaan berdoa dalam islam yang bisa anda dapatkan.

  1. Peredam Murka Allah

Doa merupakan cara terbaik untuk meredam murka Allah SWT, sebab Allah SWT sangat membenci hamba-Nya yang tidak pernah meminta pada Allah SWT dan akhirnya membuat Allah SWT jadi murka.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadis ini hasan)

  1. Pengenalan Terhadap Allah SWT Yang Baik

Kegunaan berdoa berikutnya adalah sebagai bukti dari fungsi iman kepada Allah SWT dan juga sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dengan lebih baik dalam rubbubiyah, uluhiyah dan juga segala sifat-Nya. Doa yang dipanjatkan hamba pada Rabbnya memperlihatkan jika ia meyakini Allah dimana Allah SWT Maha Ghoni atau maha mencukupi, Maha melihat, Maha mulia, Maha mampu dan Maha pengasih sehingga sangat patut beribadah tidak pada selainnya.

  1. Tawakal Pada Allah

Doa juga memperlihatkan bukti dari manfat tawakal seseorang pada Allah SWT karena disaat berdoa, maka seseorang meminta tolong pada Allah SWT sehingga ia sekaligus juga menyerahkan segala masalah dan kesulitan yang sedang dialami hanya pada Allah SWT dan tidak pada selain-Nya.

  1. Ibadah

Terkadang dalam kehidupan, kita seringkali tidak peduli dengan dia yang terjadi karena rasa percaya diri terlalu berlebihan atau sedang berada dalam kehidupan yang berkecukupan. Namun yang perlu diketahui adalah jika doa merupakan bagian dari ibadah.

Rasulullah SAW bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60].

  1. Doa Merupakan Ibadah Paling Mulia

Perlu diketahui jika doa merupakan hal yang paling mulia di mata Allah SWT dan tidak ada ucapan yang lebih mulia melebihi doa di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362]. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu“. [Al-Hujurat : 13].

  1. Menolak Takdir Allah SWT 

Doa juga merupakan hal baik yang dilakukan sebab bisa menolak takdir yang tidak bisa dilakukan dengan cara lain selain berdoa. Yang dimaksud dengan takdir disini adalah bergantung dari doa seperti berdoa agar tidak terkena musibah dan sebagainya. [AdSense-B]

“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306]

  1. Terhindar Dari Bencana

Memanjatkan doa juga akan bermanfaat sebagai cara menghadapi musibah dalam Islam sebab doa seorang mukmin tidak mungkin ditolak. Namun, doa ini bisa ditunda dan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih maslahat dibandingkan yang diminta baik untuk di dunia maupun di akhirat.

“Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku“. [Maryam : 48]

  1. Menenangkan Hati

Doa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara agar hati tenang dalam Islam sekaligus mendapatkan faedah baik di dunia dan akhirat. Saat berdoa, maka suasana hati juga terasa lebih tenteram karena mengingat Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’du : 28).

  1. Menghilangkan Rasa Putus Asa

[AdSense-A]

Dengan berdoa, maka perasaan putus asa dalam menghadapi masalah akan lenyap seketika  dan lebih termotivasi untuk menghadapi cobaan di dalam hidup sekaligus tetap bersikap positif dalam menanggapi sebuah kegagalan sebab bahaya putus asa dalam Islam sangat berdampak buruk dalam kehidupan. Allah SWT menjadi tempat sandaran terbaik baik setiap hamba untuk bisa bangkit kembali dan Allah SWT sendiri juga sudah memberi jaminan untuk mengganti kegagalan yang sudah dialami dengan sesuatu hal yang jauh lebih baik.

  1. Memperlihatkan Keagungan Allah SWT

Selain keutamaan berdoa dalam islam, berdoa juga memiliki fungsi untuk memperlihatkan keagungan Allah SWT pada setiap hamba-Nya yang lemah. Dengan berdoa, maka manusia menyadari jika hanya Allah SWT yang bisa memberikan kenikmatan, menerima taubat dan juga mengabulkan segala doa yang dipanjatkan.

Allah SWT berfirman, “Siapa yang memperkenankan [doa] orang yang mengalami kesulitan dan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah SWT ada Tuhan [yang lain]?, amat sedikitlah kamu mengingat-Nya”. [QS. An Naml: 62].

  1. Belajar Rasa Malu Pada Allah SWT

Berdoa juga akan mengajarkan rasa malu kita pada Allah SWT, sebab disaat Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, maka seseorang akan merasa malu untuk mengingkari segala nikmat-Nya. Saat manusia ada di puncak keimanan sekali pun, maka seseorang yang rajin berdoa akan semakin dekat [taqarrub] untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

  1. Meningkatkan Taqwa

Berdoa sangat baik dilakukan sebagai cara meningkatkan iman dan taqwa pada Allah SWT. Dalam kehidupan terdapat lahir dan batin seperti halnya doa dan usaha dimana artinya doa yang dipanjatkan namun tidak diikuti dengan usaha, maka perbuatan ini adalah sia sia. Sebaliknya, usaha yang tidak diikuti dengan doa, maka kurang berkah sebab iman secara batin akan lebih sulit untuk dilihat dan yang terlihat hanyalah taqwa.

  1. Mencari Kebaikan dan Menjauhkan Menolak Kemadharatan

Doa merupakan cara terbaik agar pintu rahmat bisa terbuka secara lebar dan Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang selalu meminta. Doa juga berguna terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi sehingga sangat baik untuk dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa diantara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan.” Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” [HR. At-Tirmidzi V/552] no.3548