Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam

Dalam menjalankan kehidupan di dunia, manusia terutama umat muslim tentunya ingin hidup sukses baik didunia maupun diakhirat (baca dunia menurut islam). Sukses sendiri terkadang disalah artikan oleh sebagian orang dan mereka menganggap kesuksesan dalam hidup adalah ketika mereka memiliki harta yang berlimpah dan kedudukan atau jabatan yang tinggi (baca harta dalam islam).

Padahal kata sukses bagi manusia tidaklah selalu bisa diukur lewat harta maupun jabatan. Lalu bagaimanakah sebenarnya arti kesuksesan dalam islam dan bagaimana cara seorang muslim berusaha agar ia bisa mendapatkan kesuksesan baik didunia maupun diakhirat. (baca juga hakikat penciptaan manusia dan tujuan hidup menurut islam).

Berikut adalah sukses dunia akhirat menurut islam :

Definisi Sukses Menurut Islam

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa sukses bagi manusia terkadang diartikan sebagai kesuksesan dalam karir maupun dalam mengumpulkan harta benda. Padahal menurut agama islam, seorang manusia yang sukses adalah ia yang selalu istiqomah berada di jalan Allah SWT dan memiliki bekal yang baik untuk hidup diakhirat kelak (baca cara agar tetap istiqomah di jalan Allah) Manusia yang sukses dalam islam adalah mereka yang memiliki kemuliaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam sebuah ayat berikut

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (Qs Al Anbiya : 10)

Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa alam Alqur;an terkandung segala hal yang dapat memberikan kemuliaan kepada manusia atau dengan kata lain bahwa kemuliah atau kesuksesan seorang manusia tidaklah diukur dari berapa banyak harta yang ia miliki atau seberapa tinggi jabatannya melainkan seberaba bisa ia mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang terkandung dalam Alqur’an. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

Sukses Datang Setelah Ujian

Untuk meraih sukses baik didunia maupun diakhirat, seorang muslim harus berusaha sebisa mungkin dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan ridhanya. Terkadang sukses yang diperoleh oleh manusia tidak datang secara tiba-tiba melainkan dibutuhkan usaha didalamnya. Untuk mendapatkan kesuksesan terutama diakhirat maka Allah SWT menguji umatnya untuk bertahan dalam suatu cobaan dan apabila ia bersabar maka ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Allah SWT berfiman dalam suatu ayat

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah : 214)

Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui bahwa sukses adalah karena usaha seorang manusia dan doa yang dipanjatkannya. Kesabaran yang dimiliki seorang muslim mampu membawanya ke surga dan sebaliknya perilaku buruk akan berakibat buruk juga dan menjauhkan seseorang dari surga Allah SWT.

Cara menggapai Sukses Dunia Akhirat

Jika kita ingin menjadi orang sukses didunia dan diakhirat maka kita harus bisa bersabar dan menjalani segala ujian yang diberikan Allah SWT. Kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit adalah beberapa kondisi yang merupakan ujian dari Allah SWT dan manusia harus bisa menyikapinya dengan baik pula. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berhasil atau sukses dunia akhirat, maka simak kunci sukses menurut islam berikut ini.

  1. Istiqamah

Sukses tidak datang dengan tiba-tiba dan dibutuhkan usaha untuk mendapatkannya. Salah satu kunci sukses dalam islam adalah dengan istiqomah. Istiqomah adalah suatu perilaku menjaga amalan dan segala perilaku terutama dalam melaksanakan ibadah. Seseorang yang istiqomah di jalan Allah akan senantiasa diberi kebahagiaan dan kesenangan sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS Fussilat : 30)

[AdSense-B]

  1. Shalat wajib diawal waktu

Shalat adalah tiang agama dan mendirikan shalat wajib diawal waktu adalah salah satu kunci meraih kesuksesan didunia dan akhirat. Allah SWT akan senantiasa mengabulkan doa hambanya yang melaksanakan dan menjaga shalatnya.

  1. Melakukan ibadah sunnah

Agar pahala dan keutamaan yang didapat seseorang berlimpah, maka tidak ada salahnya jika ia juga melakukan ibadah sunnah yang bisa menjadikan dirinya merasa tenang dan damai. Ada banyak ibadah sunnah yang bisa dilakukan oleh seorang muslim diantaranya melakukan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah, shalat dhuha, shalat tahajud, witir, maupun rajin membaca Alqur’an dan melaksanakan puasa sunnah.

  1. Menyambung silaturahmi

Allah menyukai muslim yang senantiasa menyambung tali silaturahmi dengan kerabatnya dan barangsiapa yang menyambung tali silaturahmi ia mendapatkan banyak keutamaan diantaranya yakni dipanjangkan umur dan diluaskan rizkinya. Bukankah jika seseorang bertambah umur dan rizqinya, ia bisa berbuat baik dan beribadah lebih lama? (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi)

  1. Doa dan zikir

Berusaha untuk meraih sukses dunia dan akhirat saja tidak cukup, seseorang terutama muslim yang ingin meraih sukses haruslah berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Doa dan zikir adalah perantara manusia dengan Allah SWT, jadi jika ingin meraih kesuksesan banyak-banyaklah berdoa kepada Allah SWT. (baca keutamaan berzikir kepada Allah dan zikir sebelum tidur)

[AdSense-C]

6. Bersedekah

Salah satu pintu pembuka rizki dan kesuksesan di dunia dan di akhirat adalah bersedekah atau memberikan sebagian harta kita kepada orang lain yang membutuhkan. Sedekah memiliki banyak keutamaan dan hal itu disebutkan dalam firman Allah berikut ini (baca keutamaan bersedekah)

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰوَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰفَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰوَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

Adapun orang yang memberikan sebagian (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (QS Al Lail :  5-8)

  1. Berbakti Pada Orangtua

Ridha Allah SWT adalah terletak pada ridha orangtua dan orang yang sukses dunia dan akhirat biasanya adalah mereka yang berbakti kepada orangtuanya. Seorang muslim wajib berbuat baik kepada orangtuanya dan ia tidak bisa masuk surga jika durhaka kepada keduanya. Oleh sebab itu seorang muslim haruslah senantiasa memperlakukan orangtuanya dengan baik dan tidak menyakiti hati mereka. (baca keutamaan berbakti pada orangtua)

Semoga kita bisa melaksanakan dan berusaha memenuhi kunci-kunci dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat tersebut dan senantiasa bisa beristiqomah dijalan Allah SWT dengan kita mengamalkan sukses dunia akhirat menurut islam.

Dunia Menurut Islam

Allah SWT menciptakan dunia beserta isinya dan terlepas dari itu semua, Allah menciptakan dunia untuk tujuan tertentu. Kehidupan dunia seringkali membuat manusia terlena dan tidak mengingat bahwa kehidupan tersebut tidaklah abadi. Dalam kehidupan dunia, manusia melewati fase-fase tertentu dan dalam setiap fase kehidupan tersebut manusia mengalami berbagai macam hal.

Manusia sendiri tidak bisa mengatur apakah dirinya akan lahir didunia dan dimana ia akan dilahirkan, semuanya sudah diatur oleh Allah SWT (baca hakikat penciptaan manusia dan tujuan hidup menurut islam). Suka ataupun tidak, setiap manusia yang terlahir didunia harus menjalani kehidupan dan berusaha untuk bertahan hidup dengan segala kemampuannya (baca tujuan penciptaan manusia dan proses penciptaan manusia dalam islam) Tapi, apakah kita benar-benar mengerti apakah sebenarnya dunia itu dan bagaimana pandangan islam tentang dunia? Untuk mengetahuinya dengan lebih jelas, simak penjelasan berikut ini mengenai dunia menurut islam :

Hakikat Dunia Dalam Islam

Dunia menurut islam hakikatnya hanyalah permainan dan sifatnya fana atau tidak abadi. Dunia adalah tempat dimana manusia hidup dan beraktifitas serta menjalankan segala urusannya terutama untuk beribadah kepada Allah SWT (baca konsep manusia dalam islam). Dunia diciptakan oleh Allah beserta isinya untuk mendukung kehidupan manusia dan memenuhi segala kebutuhannya, meskipun demikian keindahan dunia dan segala yang ada didalamnya justru membuat manusia lupa atas tujuan penciptaannya dan melupakan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat Al hadid ayat 20 bahwa dunia ini sebenarnya hanya permainan belaka, sebagaimana yang disebutkan berikut ini

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Qs Al Hadid ; 20)

Tipu daya Dunia

Sungguh dunia ini penuh dengan tipu daya dan muslihat dan membuat manusia terlena dibuatnya. Bahkan Rasulullah SAW juga merasa khawatir apabila umatnya terpedaya oleh dunia dan melupakan kehidupan akhirat sebagai tujuan hidupnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut (baca kisah teladan Nabi Muhammad SAW dan cara makan Rasulullah )

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian

Keutamaan Akhirat Dibandingkan Dunia

Saat ini manusia berlomba-lomba mengejar dunia dan berusaha untuk mencari kesenangan dunia dengan berbagai cara termasuk dengan cara-cara yang diharamkan (baca makanan haram menurut islam . dan minuman haram dalam islam) Banyak manusia yang terperdaya dunia dan tidak menganggap bahwa dunia sebenarnya hanya tempat singgah saja dan akhirat adalah sesuatu yang seharusnya dikejar.

Terlalu larut dalam dunia justru akan membuat manusia lupa dengan akhirat dan akhirnya melupakan kewajibannya kepada Allah SWT termasuk meninggalkan shalat wajib dan ibadah lainnya.. Dibandingkan dengan dunia, akhirat adalah tempat yang kekal dan abadi jadi sudah selayaknya manusia lebih mendahulukan kepentingan akhirat dibandingkan dengan kepentingan duniawi. Allah SWT berfirman

مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا* وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS Al-Isra’: 18-19).

[AdSense-B]

Balasan Bagi Mereka Yang Mementingkan Dunia

Seringkali manusia tidak sadar bahwa ia lebih mengutamakan dunia dibandingkat akhirat dan manusia tersebut akhirnya melalaikan kewajiban kepada Allah SWT sebagaimana orang-orang kafir. Orang-orang kafir didunia gemar berfoya-foya dan bersenang-senang dengan harta yang mereka miliki (baca harta dalam islam) dan terkadang mereka juga menertawakan mereka yang berbuat amal shaleh dan bersabar atas segala ujian yang diberikan Allah SWT.

Allah sendiri menjamin bahwa orang-orang mukmin yang bersabar didunia untuk kehidupan diakhirat, mereka akan mendapat balasannya diakhirat kelak demikian juga para kaum kafir. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam ayat berikut

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ * وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ * وَإِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انقَلَبُوا فَكِهِينَ * وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ * وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ * فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ * عَلَى الْأَرَائِكِ يَنظُرُونَ * هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-Muthaffifin: 29-36)

[AdSense-C]

Berlomba-lomba Dalam kebaikan

Sesungguhnya Allah SWT menciptakan dunia beserta isinya untuk manusia dan dengan tujuan agar manusia beribadah kepada Allah SWT. Oleh sebab itu selama hidup di dunia selayaknya manusia berlomba-lomba dalam kebaikan dan selalu menjalankan kewajiban dan menjauhi larangannya sebagai bentuk rasa iman dan taqwa kepada Allah SWT (baca fungsi iman kepada Allah dan manfaat beriman kepada Allah). Allah SWT berfirman

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS Al Hadid 21)

Dunia ini memang nampak sangat menarik dan menggoda. Semoga kita senantiasa bisa istiqomah untuk menjalankan kewajiban kita kepada Allah SWT.(baca juga cara agar tetap istiqomah di jalan Allah)

Sejarah Peradaban Islam di Dunia

Setelah hampir 14 abad lamanya umat Islam membangun peradaban tentunya ada beberapa catatan penting yang menjadi sejarah dalam pembangunan peradaban tersebut. Islam sebenarnya bukanlah agama yang baru saja hadir 14 abad yang lalu akan tetapi ajaran Nya telah disempurnakan pada saat itu oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Sam sendiri adalah agama yang mengajarkan ketauhidan dan perintah untuk menyembah Allah Hal ini telah berlaku sejak zaman Nabi Adam alaihissalam hingga saat ini. Adapun Catatan sejarah yang termasuk dalam peradaban Islam dapat diketahui dalam penjelasan berikut ini mengenai sejarah peradaban islam . (baca juga sejarah islam dunia dan sejarah agama islam).

Islam Sebelum Kerasulan Muhammad SAW

Masyarakat dunia menganggap bahwa Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW akan tetapi sebenarnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam As meskipun ajarannya belum disempurnakan (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia dan hakikat penciptaan manusia).

  • Masa kenabian sebelum rasulullah

Sebelum diutusnya Rasulullah SAW para nabi dan rasul sebelumnya hanya menyampaikan wahyu ataupun ajarannya kepada umatnya masing-masing dan hal ini berbeda dengan Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW yang bersifat universal. Seperti halnya para nabi dan rasul yang diutus kepada beberapa kaum contohnya Nabi Musa Alaihissalam yang diutus pada kaum Bani Israil maupun Nabi Luth yang diutus kepada kaum Negeri Sodom (baca nama-nama nabi dan rasul dan macam-macam mukjizat nabi ).

  • Kondisi Manusia pada masa sebelum kenabian Muhammad

Pada masa itu Islam belum banyak dianut oleh masyarakat dan para nabi serta Rasul mendapat pertentangan yang sangat keras dari kaumnya dan bahkan tidak jarang di antara mereka yang mendapatkan siksaan dan perlakuan yang kejam dari para kaum kafir.

Meskipun demikian ada beberapa kejadian penting yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam sebelum kenabian Muhammad SAW seperti dibangunnya atau dipugarnya Baitullah yang saat ini dikenal sebagai Ka’bah oleh Nabi Ibrahim As beserta putranya Ismail As. Sejarah Islam pun berlanjut dari Nabi ke nabi dan rasul ke Rasul pada setiap zaman dan akhirnya peradaban Islam yang baru dimulai setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia. (baca Keutamaan cinta kepada Rasulullah bagi umat islam dan kisah teladan nabi Muhammad)

Islam Pada Masa Kerasulan Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 rabi’ul Awwal tahun gajah dan kelahirannya merupakan suatu awal penyempurnaan agama Islam yang dianut oleh umat muslim dunia saat ini. Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang menerima wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui Malaikat Jibril dan kemudian Wahyu tersebut dikenal sebagai kitab Alquran yang menjadi pedoman hidup bagi kaum muslimin. Tidak hanya Alquran saja yang menjadi pedoman bagi umat muslim akan tetapi segala perkataan dan perbuatan Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang dikenal dengan Hadits Rasulullah juga menjadi pedoman lain dalam menentukan segala aspek kehidupan manusia terutama umat Islam. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan)

Pada masa kepemimpinan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam banyak kejadian yang terjadi dan tercatat dalam sejarah umat Islam diantaranya

  • Peperangan Umat islam

Umat islam pada masa Rasulullah melakukan peperangan dalam Perang Uhud, Perang Badar, dan beberapa perang lainnya selain itu rasulullah juga berhasil merebut kota Mekah dengan terjadinya peristiwa Fathul Mekah. Setelah terjadinya peristiwa Fathul Mekah banyak Masyarakat khususnya kaum Arab yang masuk Islam cara berbondong-bondong dan selanjutnya dimulailah pembangunan dan segala sesuatu yang mendukung perkembangan Islam dan dakwah di Jazirah Arab (baca jazirah islam).

  • Pengembalian fungsi ka’bah dan Pembangunan Mekah

Saat itu Ka’bah kembali disucikan dan berhala-berhala yang ada di sekitarnya yang merupakan sembahan kaum Quraisy dihancurkan. Rasulullah SAW dan umatnya pun membangun beberapa masjid besar seperti Masjid Nabawi, masjid-masjid lainnya yang digunakan sebagai tempat beribadah umat muslim pada saat itu.

Islam juga Mulai disebarkan ke negara atau daerah lain di luar Arab seperti halnya saat Rasulullah mengirim utusan kerajaan Persia dan beberapa kerajaan lain yang ada di sekitar Jazirah Arab meskipun Rasulullah mengalami banyak penolakan dari negeri tersebut. Setelah Rasul wafat maka kepemimpinan umat Islam dan peradabannya dilanjutkan oleh para khalifah yang dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin.(baca 10 tempat bersejarah dalam islam)

Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Khulafaur Rasyidin atau empat khalifah besar yang memimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,  memberi pengaruh yang berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan peradaban Islam di dunia. Empat hal tersebut adalah Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib. Beberapa peristiwa penting yang terjadi pada masa kekhalifahan tersebut diantaranya adalah

  1. Masa Khalifah Abu Bakar As Siddiq

Abu Bakar As Siddiq adalah khalifah pertama yang diangkat setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As Siddiq banyak hal yang terjadi diantaranya terjadinya perang riddah di mana peran tersebut adalah untuk memerangi kaum yang murtad. Salah satunya adalah kaum Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai nabi palsu. Selain itu Khalifah Abu Bakar as-siddiq mulai melakukan pembinaan administrasi kepemerintahan dan memberlakukan musyawarah kepemimpinan untuk menentukan Segala keputusan yang menyangkut umat. Ekspansi dan penyebaran Islam Bung mulai dilakukan hingga ke negeri Syria.

  1. Masa Khalifah Umar Bin Khattab.

[AdSense-A] Pada masa kepemimpinan Umar Bin Khattab terdapat beberapa pembenahan dalam sistem kepemerintahan salah satunya adalah integrasi pembangunan administrasi, dan pemisahan kekuasaan legislatif,yudikatif dan eksekutif. Selain itu Khalifah Umar Bin Khattab juga memberlakukan sistem gaji bagi para pegawai pemerintahan,pajak, kepolisian,baitul mal, dan pembukuan mushaf Alquran.

  1. Masa Khalifah Usman Bin Affan

Pada masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan Islam mulai disebarkan dan ekspansi telah mencapai Turki,  Armenia dan sekitarnya. Kekuasaan Islam di daerah-daerah tersebut dipegang oleh Marwan bin Hakam. Selain itu pada masa Khalifah Usman juga terjadi pembangunan Daerah Arab khususnya perluasan Masjid Nabawi di Madinah.

  1. Masa khalifah Ali bin Abi Tholib

Masa kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib tidak berlangsung lama dan banyak hal yang terjadi membuat pecahan diantara umat muslim pemberontakan para kaum murtad. Banyak pejabat yang dipecat pada masa ini dan khalifah Ali juga menarik tanah wakaf serta memberlakukan diskriminasi pajak. Setelah kepemimpinan Ali berakhir maka berakhir pula lah masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Selanjutnya pemerintahan Islam Diteruskan oleh kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

 Islam Pada Masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah

Setelah masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin berakhir makalah kepemimpinan umat Islam di Jazirah Arab pada umumnya dipegang oleh kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Pada masa kepemimpinan dua dinasti ini Islam mengalami kemajuan pesawat dan mulai disebarkan ajarannya hingga ke Eropa. (baca perkembangan islam di Eropa)

  •  Masa Daulat Bani Umayyah

Dinasti Bani Umayyah berlangsung selama 90 tahun lamanya dan kepemimpinan baiklah berbentuk monarki hereditas sistem kerajaan yang pemimpinnya diturunkan atas nasab (baca arti nasab)atau keturunan para raja.  Pusat pemerintahan dan ibukota Bani Umayyah ada di damaskus dan mereka menganut Islam aliran sunni. Pada masa Bani Umayyah Islam mulai masuk ke Eropa melalui Spanyol atau daerah Andalusia.

Terjadi peperangan antara tentara Islam yang dipimpin oleh Thariq Bin Ziyad dengan pasukan raja Visigoth dari Spanyol yang dikenal dengan perang Guadalitte. Setelah Setelah mengalami perluasan wilayah dan beberapa kemunduran yang disebabkan oleh banyaknya tokoh yang berkhianat dan pemerintahan tipu muslihat akhirnya kekuasaan Bani Umayyah berakhir dan selanjutnya Diteruskan oleh daulat Bani Abbasiyah.

  •  Masa daulat Bani Abbasiyah

Daulat Bani Abbasiyah mulai berkuasa sejak berakhirnya kepemimpinan Bani Umayyah dan pemerintahan Bani Abbasiyah berlangsung sekitar 508 Tahun Lamanya. Pemerintahan Bani Abbasiyah dipengaruhi oleh kerajaan Persia dan Turki serta mencapai puncak keemasannya pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid pada tahun 786 hingga 809 Masehi dan putranya Al Ma’mun yang berkuasa dari tahun 813 hingga 833 Masehi.

Pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah berubah-ubah sesuai dengan raja yang berkuasa pada saat itu dan pusat pemerintahannya berada di Kota . Dinasti Bani Abbasiyah menganut Islam aliran Syiah dan pada masa kepemimpinan Bani Abbasiyah, Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat di bidang ilmu pengetahuan dan bahkan melebihi dunia barat saat itu. Pada akhirnya kekuasaan bani Abbasiyah mengalami kehancuran akibat persaingan antar bangsa konflik keagamaan dan ancaman kerajaan di Eropa serta gaya hidup mewah dari para raja mereka itu sendiri.

[AdSense-B]

 Islam Di Dunia Barat Abad Pertengahan

Setelah islam mengalami perluasan hingga ke Eropa maka terjadilah banyak perubahan dan perkembangan kehidupan umat Islam pada saat itu terutama di abad pertengahan. Pada saat itu terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kondisi kehidupan umat Islam di Eropa dengan bangsa barat yang tinggal di benua tersebut.

  •  Kondisi bangsa barat pada abad pertengahan

Abad pertengahan yang berlangsung sekitar tahun ke-7 hingga tahun ke-11 Masehi dapat dikatakan sebagai abad kegelapan bagi bangsa barat terutama di Eropa. Ilmu pengetahuan belum banyak berkembang dan masyarakat barat saat itu tinggal dalam lingkungan yang kumuh, liar, dan kota terbesar nya hanya berpenduduk tidak lebih dari 25000 jiwa. Rumah-rumah dan bangunan yang ada di sana hanya terbuat dari batu dan mereka tinggal di dalamnya bersama dengan binatang peliharaan.

Jalan jalan yang ada di kota Eropa pada abad pertengahan belum mendapatkan penerangan mereka tidak memiliki  sistem drainase atau saluran air. Banyak wabah penyakit yang terjadi saat itu karena masyarakat Barat belum mengetahui cara menjaga kebersihan dengan baik. Artinya kehidupan mereka pada saat itu sangatlah jauh dari kemakmuran sebagaimana yang diceritakan oleh sejarawan mereka sendiri terutama mengenai kehidupan bangsa anglo-saxon yang mendiami kawasan Inggris. (baca perkembangan islam di Inggris dan Islam di Amerika)

  •   Kondisi Masyarakat Islam pada abad pertengahan

Bisa dibilang kondisi umat Islam pada abad pertengahan terutama yang mendiami wilayah Spanyol dan Andalusia di Eropa sangat berbeda dengan kondisi bangsa barat pada umumnya. Kota-kota yang didiami oleh umat Islam seperti Cordoba Granada dan kota lainnya telah memiliki lebih dari satu juta jiwa penduduk. Ilmu pengetahuan dan arsitektur berkembang dengan pesat kota-kota yang ada di sana dilengkapi dengan penerangan jalan yang sangat baik atau sistem saluran air yang digunakan untuk menjaga kebersihan Kota dan lingkungan. Bangunan indah dan taman-taman yang dibangun pada masa itu seperti istana Az Zahra Cordoba dan benteng Alhambra atau istana Alhambra Granada.

Pada masa ini juga lahir ilmuwan-ilmuwan Islam yang membawa perubahan bagi sistem pendidikan umat Islam khususnya di bidang kedokteran, matematika, filsafat, dan lain sebagainya. Beberapa ilmuwan muslim dari abad pertengahan yang terpopuler pada saat itu antara lain Ibnu Sina atau Avicenna yang lahir pada abad pertengahan atau sekitar tahun ke-11 Masehi penulis buku dasar ilmu kedokteran yang saat ini digunakan oleh para ilmuwan ataupun dokter di dunia barat buku itu dikenal dengan nama Al Qanun Fi thib atau Canon of medicine.

Selain Ibnu Sina ilmuwan lain yang terkenal pada masa itu adalah Khawarizmi yang menemukan dasar-dasar ilmu matematika dan sistem numerik yang digunakan dalam ilmu tersebut hingga saat ini atau yang dikenal dengan ilmu aljabar. (baca islam dan ilmu pengetahuan)

Kemunduran Peradaban Islam

Tidak hanya ilmu-ilmu tersebut banyak hal-hal lain dan perkembangan yang dialami oleh masyarakat yang membangun peradaban Islam namun akhirnya peradaban tersebut hancur akibat beberapa hal diantaranya

  • Adanya peperangan yang mengalahkan tentara muslim sehingga mereka harus Terusir dari benua Eropa. Kerajaan-kerajaan barat bersatu dan mengusir umat Islam dari Eropa dengan sangat kejam
  • Peradaban Islam di timur juga dihancurkan oleh bangsa Mongol yang terkenal kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Sejak saat itu peradaban Islam mengalami kemunduran dan bangsa barat mulai mengalami kemajuan dikarenakan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh dari bangsa muslim sebelumnya. Mereka menghancurkan semua ilmu pengetahuan dan menyalin kitab-kitab dan ilmu yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan muslim pada saat itu.

Kerajaan-kerajaan tersebut akhirnya melakukan ekspansi dan perluasan wilayah ke Asia dan Amerika serta benua lainnya untuk menyebarkan agama mereka dan mencari kekayaan. Meskipun peradaban Islam setelah abad pertengahan mengalami kemunduran akan tetapi Islam tetap dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia dan saat ini Islam adalah salah satu agama yang banyak berkembang di berbagai belahan dunia. (baca sejarah islam di Arab Saudi)

Harta dalam Islam

Harta adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia dengan nilai tertentu yang dapat dimanfaatkan. Harta bisa berupa uang, hewan ternak, hasil kebun, berbagai macam properti, dan lain sebagainya.

Nilai harta tentunya berbeda-beda sesuai dengan perkembangan ekonomi, perkembangan sosial, dan tentunya nilai guna atau manfaat yang dapat dihasilkan dari benda tersebut. Semakin besar nilai manfaat yang dapat diberikan oleh sesuatu, maka akan semakin mahal dan besarlah harganya. Berlaku sebaliknya terhadap benda atau sesuatu yang manfaatnya kecil, akan murah atau bahkan tidak bernilai.

Tentunya tidak semua orang bisa memiliki harta yang besar. Terkadang, bagi orang-orang yang tidak memiliki banyak harta, keberadaan keluarga, suami atau istri, dan anak-anak adalah kebahagiaan tersendiri yang dianggap sebagai harta berharga. Berikut adalah penjelasan harta dalam islam :

Kedudukan Harta dalam Islam

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS : Al Qashash : 77)

Dari ayat di atas, kita mengetahui bahwa dalam islam harta yang merupakan bagian dari kebahagiaan dunia bukanlah sebagai tujuan utama dalam hidup. Dia memiliki fungsi, namun bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh. Untuk itu Allah memerintahkan sebagaimana ayat di atas.

  1. Mencari Harta yang Telah Dianugerahkan Allah di Dunia

Allah memerintahkan pada manusia untuk mencari harta, sebagaimana hal tersebut telah Allah anugerahkan kepada kita. Tentu saja, untuk mencari harta tersebut Allah memerintahkan untuk mencari harta yang halal dan tidak bertentangan dengan aturan atau jalan  hidup yang telah dijalankannya.

Mencari harta dalam islam bukanlah hendak menjadikan manusia bertambah kaya, memperbesar dirinya sendiri. Mencari harta yang diakaruniakan oleh Allah adalah hendak menjadikan manusia semakin bersyukur dan semakin tunduk kepada Allah SWT. Untuk itu adanya fungsi Agama adalah untuk menjaga agar penggunaan harta tidak melenceng hanya untuk bersenang-senang di dunia saja.

Mencari harta tentu perlu usaha dan keyakinan kuat bahwa Allah akan memberikan nikmat yang banyak pada hambanya. Untuk itu manusia dalam mencarinya harus diiringi oleh ikhtiar dan doa, bukan saja mengeluh dan berputus asa ketika menghadapi kesulitan-kesulitan dalam ikhtiar. Bahaya putus asa dalam islam sangat banyak, terutama dalam meyakini akan adanya kekuasaan Allah dalam memberi rezeki dan nikmat dalam hidup.

  1. Menjadikan Harta untuk Alat Kehidupan di Dunia

Dalam menjalankan kehidupan di dunia, manusia diberikan misi oleh Allah sebagai Khalifah fil Ard. Misi khalifah fil ard adalah manusia hidup untuk melakukan perbaikan, memberikan manfaat, menjalankan amanah-amanah yang diberikan Allah, seperti keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Tanpa adanya harta tentu hal tersebut sangat sulit untuk dijalankan.

Harta dalam hal ini adalah sebagai alat untuk melaksanakan kehidupan dunia, bukan justru menjadi tujuan utama. Tanpa harta manusia sulit untuk menjalankan kehidupan di dunia dan menjalankan misi membangun masyarakat. Tapi harta bukanlah satu-satunya hal yang terpenting. Ia hanya alat, bukan sebagai tujuan yang harus terus menerus dituju.

Menjadikan harta untuk kehidupan dunia yang baik contohnya adalah orang tua yang bekerja mencari harta. Orang tua berkewajiban untuk mencari harta yang halal untuk kehidupan anak-anak dan keluarganya agar bisa beraktivitas dan melaksanakan hidup dengan baik. Tanpa adanya harta yang cukup tentu dia tidak bisa membesarkan anak-anaknya, memberikan kehidupan yang layak hingga sehat dan bermoral baik. Harta adalah keberkahan yang ia berikan untuk memberikan kebaikan lainnya bagi anak-anak.

Jika orang yang mencari harta sebagai tujuan dalam hidupnya, bukan sebagai alat, maka ia akan mencari harta sebanyak-banyaknya agar menjadi orang yang kaya, terpandang, ataupun sekedar berbangga diri akan harta yang dimilikinya. Hal ini tentu bukanlah hal yang diharapkan oleh Allah SWT terhadap karunia yang telah diberikan pada hamba-Nya.

Harta yang banyak tidak menjamin kebahagiaan sejati pada diri seseorang. Harta yang banyak juga bisa menjadi ujian bagi hidupnya. Akankah ia menjadi sombong, menjadi kikir, menjadi terperdaya atau diperbudak oleh hartanya? Penyebab hati menjadi gelisah menurut islam salah satunya adalah tidak mampu menjadikan hartanya berkah untuk kemaslahatan dunia akhirat. Untuk itu perlu kiranya menyiapkan agar harta tidak menjadi boss kita.

Orang yang kekurangan harta untuk menjalankan kehidupannya tentu perlu dibantu. Berhutang dalam islam adalah sesuatu yang diperbolehkan. Berhutang tidak menjadi masalah asalkan ada akad atau kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak. Hal ini sebagai salah satu aturan dan nikmat islam dalam mempermudah kehidupan manusia.

  1. Mengorientasikan Harta Sebagai Bekal untuk Kehidupan Akhirat

Harta yang Allah berikan adalah sebagai karunia dan berkah yang besar untuk manusia. Karunia tersebut sengaja diberikan kepada manusia untuk modal hidup, bekerja, dan beribadah sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Ukuran kesuksesan di sisi Allah bukanlah pada besarnya harta yang manusia miliki. Ukuran sukses di sisi Allah adalah pada bagaimana manusia mampu memberikan dan memanfaatkan apa yang dimilikinya (termasuk harta) untuk tujuan akhirat, yaitu pahala yang sebanyak-banyaknya.

[AdSense-A]Alangkah beruntung dan bersyukurnya jika manusia memiliki harta yang banyak dan dengan harta tersebut ia mampu memberikan manfaat yang besar untuk ummat, untuk manusia lainnnya. Dari hal tersebut, akan muncul kebaikan-kebaikan lain.

Membantu orang yang kesusahan, memberikan bantuan pada fakir miskin, mengeluarkan orang dari cobaan yang berat dengan hartanya tentunya adalah pahala tersendiri, wakaf dalam islam, apalagi jika hal tersebut dilakukan ikhlas kepada Allah semata. Lebih bermakna lagi jika harta tersebut bisa menjadi amal jariah, yang mampu menyelamatkan-nya karena pahala yang terus mengalir hingga waktu penghisaban tiba.

Tidak selamanya harta senantiasa membawa keberkahan, jika dicari dari jalan-jalan yang keliru. Jika hal seperti itu dilakukan maka harta bisa saja menjadi musibah bukan lagi keberkahan. Jika musibah datang, maka harus sabar, ikhlas, mengevaluasi diri, dan banyak bertaubat. Cara menghadapi musibah dalam islam adalah dengan cara tersebut, bukan mengutuk keadaan atau menyalahkan orang lain atas musibah yang terjadi.

Prinsip Penggunaan Harta menurut Al-Quran

Dalam Al-Quran dijelaskan beberapa kali tentang bagaimana prinsip-prinsip untuk menggunakan harta menurut Islam. Islam berada di keseimbangan antara menggunakan harta menurut islam.

  1. Melaksanakan Infaq dan Zakat

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. “ (QS Al-Baqarah (2) : 177)

Dalam islam Allah memerintahkan untuk melaksanakan infaq dan zakat, sebagaimana yang Allah perintahkan di dalam ayat di atas. Melaksanakan infaq dan zakat dalam islam, bukan serta merta sebagai bentuk perbuatan yang harus dibanggakan. Infaq dan zakat adalah kewajiban karena harta yang kita cari bukan milik manusia.

Harta yang Allah berikan adalah nikmat dan karunia bagi manusia. Infaq dan zakat adalah menyerahkan nikmat dan karunia tersebut untuk diberikan kepada manusia lain yang membutuhkan atau digunakan untuk berjuang di jalan Allah dan orang yang termasuk syarat penerima zakat lainnya atau penerima zakat.

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al-Furqoan (25) : 67)

Dalam islam tidak ada aturan untuk berinfaq dan zakat dengan menyerahkan seluruh apa yang dimiliki hingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pribadi. Meskipun begitu, tentunya memenuhi kebutuhan pribadi tidak berarti dilakukan berlebihan, dengan membuang-buang harta yang dimiliki untuk sesuatu yang tidak bermanfaat baik di dunia dan akhirat.

Rasulullah dan Para Sahabat di zaman dulu senantiasa bersemangat untuk menafkahkan hartanya di jalan Allah tanpa memikirkan terlalu besar atau tidak yang diberikan. Walaupun mereka berasal dari kaum bangsawan, kaya, dan memiliki harta yang lebih, mereka senantiasa hidup sederhanan dan memberikan sebanyak-banyaknya untuk jalan perjuangan islam.

  1. Tidak Berlaku Kikir

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. QS Ali-Imran (3) : 180

Dalam prinsip penggunaan harta, Allah melarang umat islam untuk memiliki sifat kikir atau bakhil. Bakhir atau kikir itu artinya menyembunyikan harta untuk diberikan di jalan kebaikan, tidak mau untuk menafkahkan hartanya selain untuk kepentingan dirinya sendiri. Sifat kikir atau bakhil ini sangat dibenci Allah bahkan diberikan siksaan di akhirat pada mereka dan termasuk pada golongan syetan. Sifat bakhil atau kikir ini juga merupakan ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT.

Tidak ada artinya memelihara sifat kikir apalagi untuk dinafkahkan dalam jalan yang baik, menolong ummat yang kesusahan, dan berbagai program untuk kemajuan islam. Kikir terhadap hal-hal tersebut, apalagi bagi mereka yang memiliki harta berlimpah dan lebih, menjadi dosa tentunya. Ada hak umat islam di dalamnya. Sejatinya hal tersebut bukanlah harta miliknya sendiri.

Hal ini sebagaimana disampaikan dalam QS Al Isra : 26, bahwa Allah melarang untuk memboroskan harta dan diperintahkan untuk memberikannya kepada orang-orang yang ber hak.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.  QS Al-Isra (17) : 26

  1. Tidak Bermegah-Megahan

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1-8).

Bermegah-megahan artinya menafkahkan atau membelanjakan harta secara berlebihan. Tujuan dari bermegah-megahan bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia, sebagaimana perintah Allah dalam menafkahkan harta. Bermegah-megahan sudah melewati batas untuk memenuhi kebutuhan, namun sudah masuk pada pencarian pengakuan orang lain, memamerkan hartanya.

Efek dari bermegah-megahan salah satunya adalah adanya ketimpangan sosial, adanya krisis sosial karena ketidakadilan sosial ekonomi tidak tercipta di masyarakat, terutama masyarakat yang masih banyak kemiskinan.

Memakai perhiasan dalam islam bukanlah suatu yang dilarang. Jika memakai perhiasan sudah berniat untuk sombong, menunjukkan kebangggan diri dan juga sudah berlebihan/bermegah-megahan, maka kita harus berhati-hati akan hal tersebut. Jangan-jangan yang kita cintai bukan lagi harta yang bernilai pahala, tapi kita sudah menjadikan harta sebagai segala-galanya, salah satunya dengan memakai perhiasan.

Untuk itu, dosa dari bermegah-megahan Allah ingatkan dalam QS Attkatsur. Bermegah-megahan dapat melalaikan kita dari Allah karena lebih banyak fokus pada kecintaan hidup di dunia bukan pada ibadah pada Allah.

Larangan Harta Riba

Riba adalah sesuatu yang sangat dibenci Allah. Pengertian Riba  adalah penambahan-penambahan yang dibebankan kepada orang yang meminjam harta seseorang akibat dari pengunduran janji pembayaran daripada batas waktu yang telah ditetapkan. Menurut Ibnu Katsir, menolong seseorang dengan tujuan mendapat keuntungan bahkan sampai mencekik dan menghisap darah (mengeruk dan memanfaatkan sehabis-habisnya) orang yang ditolong juga disebut sebagai riba.[AdSense-B]

Cara menghindari riba salah satunya adalah senantiasa mengetahui perjanjian, dampak dari akad ekonomi, dan juga menghitung secara detail harta yang dipinjam atau dihutang. Selain itu, mengingat siksa akhirat salah satunya bisa menghindarkan diri dari riba.

Bahaya riba tentunya sangat banyak mulai dari dunia yang tidak akan mendapatkan keberkahan harta, mencekik ekonomi orang lain, dan siksaan neraka di akhirat. Orang-orang penegak riba akan mendapatkan balasan Allah di akhirat, sebagaimana diwahyukan di ayat berikut.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah : 275)

Mengingat pertanggungjawaban kelak di akhirat cukuplah berat, untuk itu kita harus pandai-pandai mengelola harta, menafkahkannya di jalan Allah secara maksimal. Allah tidak menilai dari seberapa harta yang kita miliki, namun dari seberapa besar dan optimal yang sudah kita berikan untuk kebaikan-kebaikan. Agar hati tenang dalam islam, kita diperintahkan untuk senantiasa mengingat (berdzikir) kepada Allah atas segala apa yang kita miliki, hilang, atau kita usahakan agar keberkahan selalu datang.

21 Ciri-ciri Akhir Zaman Menurut Islam

Semakin bertambahnya umur kehidupan ini, maka akan semakin mendekati zaman akhir. Zaman akhir merupakan zaman yang sudah mendekati hari kiamat. Hari kiamat merupakan hari berakhirnya kehidupan di dunia ini. Semua yang ada di dunia ini akan musnah, baik di bumi atau di langit, yang tersisa hanya Tuhan pencipta alam semesta ini. (baca : fungsi agama)

Akhir zaman memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda yang terjadi baik itu bisa berupa tanda-tanda alam, perilaku manusia yang tinggal di bumi serta hal lain yang menandakan bahwa zaman sudah akhir. Tanda-tanda tersebut seharusnya menjadi pengingat kepada kita bahwa kita sebagai makhluk yang berTuhan harusnya senantiasa melakukan hal baik serta lebih giat dalam mencari bekal untuk kehidupan selanjutnya yaitu di alam akhirat.

Berikut ini merupakan beberapa ciri ciri akhir zaman yaitu :

  1. Kejahatan bertebaran di muka bumi

Salah satu tanda akhir zaman yaitu kejahatan banyak terjadi di dunia ini sehingga seperti telah tersebar dan bertebaran di setiap belahan bumi. Mereka yang melakukan kejahatan tahu bahwa perbuatannya itu memang perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan, tetapi mereka tidak bisa menahan emosi, nafsu dan dirinya sendiri sehingga berbagai bentuk kejahatan banyak terjadi seperti perampokan, penculikan, pemerkosaan, serta tindakan kriminal lain. ada juga bentuk kejahatan yang tidak menyakiti fisik tetapi menyakiti hati seperti pengkhianatan, dengki, iri dan lain sebagainya. Mereka melakukan kejahatan tersebut seperti tidak akan mendapat balasan nantinya sehingga seperti enteng saja dalam melakukannya.

  1. Orang-orang akan banyak yang memutuskan tali silaturahmi

Orang-orang zaman sekarang lebih banyak yang kurang sosialisasi, banyak yang lebih senang berdiam diri dirumah ketika hari libur atau pergi bertamasya dengan keluarga kecilnya daripada untuk berkunjung dengan tetangga atau saudara dan kerabat. Kalau dirumah mereka hanya menonton televisi, yang justru banyak pengaruh negatifnya dibanding pengaruh positifnya. Kurangnya bersosialisasi dengan teman, saudara sehingga sering menjadikan putusnya tali silaturahmi.

  1. Orang-orang munafik akan berkuasa

Zaman akhir akan banyak terjadi yang menguasai segala aspek atau bidang penting justru orang munafik. Banyak aspek penting yang mereka kuasai seperti perdagangan, transportasi, komunikasi dan aspek penting lainnya. Harta dunia akan menjurumuskan para orang munafik, hati mereka hanya akan dikuasai oleh keserakahan dan perasaan yang tidak ada puasnya. Mereka para orang munafik telah mendapatkan harta dan kenikmatan dunia sehingga tidak mendapatkan kenikmatan akhirat.

  1. Orang-orang yang berperangai buruk akan mengendalikan perdagangan

Perdagangan merupakan aspek penting dalam kehidupan suatu bangsa. Perdagangan pada akhir zaman justru akan dikuasai dan dikendalikan oleh orang-orang yang tidak baik, berperangai buruk tingkah lakunya. Perdagangan akan semakin maju tetapi yang mengendalikannya orang yang tidak tepat sehingga lama-kelamaan juga akan hancur.

  1. Masjid-masjid dihias tapi hati manusia telah menjadi kotor

Banyak masjid yang telah terbangun dengan sangat bagus. Banyak ornamen dan kemewahan yang menjadikan masjid semakin indah, tetapi sayangnya manusia banyak yang mempunyai hati kotor. Hal ini tidak seimbang dengan masjid dan bangunan temapat ibadah yang mereka bangun. Hati manusia kotor karena banyak dipenuhi dengan penyakit hati seperti iri, dengki, sombong dan takabur.

  1. Homoseksualitas dan lesbianisme tersebar luas

Zaman akhir memang sudah dekat dan ini ditandai dengan homoseksual dan lesbi banyak terjadi dengan tanpa malu dan banyak juga negara barat yang telah memberikan izin hal ini terjadi dengan legal. Mereka para negara barat yang membolehkan ini terjadi banyak yang melakukan pernikahan sesama jenis. Laki-laki menikah dengan laki-laki dan perempuan menikah dengan perempuan. Hal ini sangat dibenci dan dilaknati oleh Alllah seperti yang telah terjadi pada kaum Nabi Luth dahulu.

  1. Adanya perkumpulan untuk merusak wanita

Sekarang sudah banyak terjadi pembentukan perkumpulan untuk merusak para wanita dan menjatuhkan harga dirinya. Banyak dibentuk ajang seperti Miss World yang dalam kontes tersebut memarkan tubuh dan aurat wanita yang seharusnya ditutup dan dijaga. Membuka aurat bukan meingkatkan derajat wanita justru akan merendahkan derajat wanita serta kehormatan wanita akan turun dengan seturun-turunnya dihadapan Allah. Bukannya menutup aurat tetapi disini malah memamerkannya sehingga banyak orang dapat melihat dan menikmatinya.

  1. Maraknya penghinaan untuk membuat orang lain tertawa

Sekarang telah banyak acara baik itu di televisi atau di panggung nyata yang menayangkan lawakan dengan meledek orang atau mengkritik orang atau mengkritik suatu hal dengan dibingkai dalam acara lawak. Acara tersebut dilakukan hanya dengan tujuan agar orang-orang dapat terhibur dan tertawa. Apa hiburan seorang manusia yang beriman dengan cara seperti itu merupakan hiburan yang baik, tentunya tidak. Orang yang membuat orang lain tertawa hingga berlebihan dengan bingkaian lawak yang mengandung kritikan buruk atau membicarakan orang lain maka tempatnya nanti di neraka yang paling dasar.[AdSense-B]

  1. Banyak anak-anak yang lahir karena perzinaan

Akhir zaman melakukan suatu perbuatan zina sudah seperti biasa dan legal. Banyak anak SMA dan bahkan dibawah umur melakukan zina. Anak SMA sebanyak 50% telah melakukan perzinaan. Dari perzinaan yang terlalu berlebihan maka dapat menimbulkan banyak anak lahir dari hasil zina tersebut. Anak-anak hasil perzinaan ini yang lebih kasihan karena mereka tidak salah tetapi kerap kali harus menanggung ejekan karena tingkah dari kedua orang tuanya. (baca : zina dalam islam)

  1. Banyak wanita mengumbar auratnya

Zaman sekarang wanita cantik dan seksi lebih bertitik berat pada yang memakai pakaian ketat dan memamerkan lekuk tubuhnya. Semakin ketat dan semakin terbuka pakaiannya maka semakin seksi. Mereka tanpa malu justru saling mengadu keseksiannya di depan umum. Mereka tidak sadar bahwa hal tersebut justru akan merendahkan dirinya dihadapan Allah. Bahkan banyak juga wanita yang memakai baju tertutup tetapi hanya sekedar mengikuti tren dan mode. Menutupi aurat tetapi seperti malah membentuk lekuk tubuhnya. Berpakaian tertutup tetapi ketat sama saja seperti para wanita yang mengumbar auratnya.

  1. Banyak terjadi perceraian

Zaman sekarang banyak orang dengan mudah memutuskan untuk menikah, tetapi banyak juga yang akhirnya bercerai. Pernikahan seakan sudah bukan lagi sebuah janji suci. Pernikahan layaknya media untuk mengkhalalkan hal-hal yang tadinya haram saja. Pernikahan banyak terjadi karena sudah tidak murni niat untuk menyempurnakan agama. Perceraian sudah tidak bisa dihindari lagi karena kebanyakan faktor perilaku wanita yang diluar batas.

  1. Banyak terjadi kematian mendadak

Berita yang mengkabarkan kematian seseorang secara mendadak sekarang sudah tidak lagi menjadi hal yang mengherankan. Banyak orang mati secara mendadak dengan berbagai sebab, bisa karena penyakit yang menyerang, karena omongan orang lain atau bahkan mati mendadak tanpa sebab apapun. Inilah merupakan salah satu dari ciri-cir zaman telah akhir.

  1. Banyak mushaf diberi hiasan

Mushaf seperti Al-qur’an sekarang telah ada banyak versinya tidak seperti dulu yang hanya lembaran biasa dengan tinta hitam dan kertas putih. Sekarang mushaf sudah bermacam-macam sekali. Ada juga mushaf yang khusus untuk wanita yang mempunyai warna lebih kewanitaan yaitu pink dan lebih feminim. Hal ini juga termasuk ciri-ciri zaman akhir yaitu orang-orang lebih sibuk memperindah mushafnya dibanding membaca atau mempelajarinya.

  1. Masjid dibangun dengan megah-megah

Sekarang bangunan masjid telah megah-megah tidak seperti pada zaman dahulu. tetapi bangunan masjid yang megah tidak digunakan sebaik mungkin untuk ibadah karena hanya bangunannya saja yang megah, orang pada enggan untuk ke masjid untuk berjama’ah. Percuma saja jika banyak orang yang mngeluarkan uang untuk beramal membangun masjid tetapi setelah jadi masjidnya tidak digunakan dengan baik. Orang yang beramal akan mendapat pahala jika masjidnya digunakan setiap saat untuk ibadah.

  1. Berbagai jenis khamr menjadi minuman manusia

Khamr merupakan segala jenis minuman yang menjadikan efek mabuk. Sekarang telah banyak orang yang menjadikan khamr menjadi minumannya. Mereka merasa bangga dan lepas semua maslah yang ada didalam dirinya setelah mengkonsumsi jenis minuman tersebut. Padahal sebenarnya justru akan menambah masalah, baik masalah ekonomi, moral ataupun kesehatan. Meinum khamr sudah barang pasti banyak efek negatifnya dan banyak kerugiannya dibanding manfaatnya, tetapi masih banyak orang yang justru semakin senang mengkonsumsinya, hal inilah yang menjadi ciri-ciri zaman akhir.

  1. Perzinaan dilakukan dengan terang-terangan

Banyak orang melakukan zina secara terang-terangan seperti negara ini telah melegalkan saja. Mereka hidup ada aturannya tetapi seperti tak ada aturan saja. Banyak muda-mudi yang sedang digandrung asmara tanpa malu melakukan banyak adegan mesum di depan umum. Alat komunikasi dan perkembangan zaman yang semakin canggih justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Muda-muda dengan tidak malu melakukan zina padahal bukan dengan pasangan halalnya karena belum menikah. Orang tua zaman sekarang justru akan bangga jika anaknya punya pacar, bukan melarangnya. Para orang tua bangga karena dengan punya pacar berati anaknya laku.

  1. Penumpahan darah dianggap ringan

Kekerasan terjadi dimana-mana sehingga pertumpahan darah mudah saja terjadi dan sudah dianggap hal yang ringan dan wajar. Para pelajar sering melakukan tawuran hanya karena masalah sepele. emosi mereka tidak dikendalikan dengan baik sehingga akan meledak dengan semaunya saja. Kasus lain tentang pertumpahan darah juga banyak terjadi seperti pembunuhan bahkan pembunuhan saudara sendiri dan atau orang tua sendiri dengan sebab yang sepele.

  1. Orang banyak memakan riba

Pengertian Riba merupakan harta yang haram dan Allah akan memberi balasan bagi orang yang memakan riba Kemajuan zaman yang semakin modern menjadikan seseorang semakin sulit untuk menghindari riba ini, tetapi bukan berati tidak bisa. Riba banyak tersebar dimana-mana, sehingga banyak transaksi yang terjadi dengan mengandung riba. Riba yang paling mudah didapati yaitu bunga bank. (baca : cara menghindari riba)[AdSense-C]

  1. Terjadi gempa besar di berbagai tempat

Sekarang telah banyak trjadi gempa di berbagai tempat didunia ini bahkan banyak juga terjadi gempa besar. Gempa ini akan memakan banyak korban baik korban harta maupun korban nyawa. Orang-orang baik akan selamat dengan gempa ini. Sudah banyak terjadi keajaiban akibat gempa bumi ini yang menunjukkan kebesaran Allah. Bangunan hotel yang berdiri kokoh dan megah hancur akibat gempa, tetapi banguna masjid yang sering digunakan untuk tempat ibadah tetapi bangunannya sederhana tidak terjadi kerusakan sedikitpun dan bahkan utuh padahal berada di lokasi gempa.

  1. Muncul ajaran palsu

Akhir zaman ini banyak sekali ajaran palsu bermunculan. Ada juga yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang Nabi, hal ini adalah dusta dan tidak mungkin karena nabi akhir zaman sudah ditentukan oleh Allah dengan jelas, sehingga tidak akan ada lagi nabi. Ajaran palsu ini hanya akan menjerumuskan manusia agar mengingkari perintah Tuhannya.

  1. Ilmu pengetahuan meningkat

Zaman akhir ini memang ilmu pengetahuan semakin meningkat serta semakin berkembang, tetapi akhak manusia justru semakin rendah dan rusak. Banyak orang bisa menciptakan berbagai macam alat atau fasilitas yang akan semakin mempermudah kehidupan manusia, tetapialat ini bukan semakin membuat mereka bersyukur serta mengingat Tuhannya tetapi mereka justru semakin sombong dan kufur dengan apa yang sudah dimiliki dan dikuasainya. Hal ini sangat miris jika dibicarakan secara detail.

11 Fungsi Agama Dalam kehidupan Manusia

Agama islam ataupun agama lain merupakan tongkat untuk penunjuk jalan bagi orang orang yang yang buta akan nilai nilai moral dan norma norma agama yang berlaju dimasyarakat. Dengan memiliki agama seseorang akan selalu berada pada jalan kebaikan dan kebenaran yang dapat menguntungkan diri sendiri ataupun  orang lain di dalam hidup bermasyarakatnya. Agama adalah segalanya bagi kehidupan manusia, karena agama adalah tiang dari segala tiang didunia yang jika tiang itu runtuh maka manusia berada pada kerugian.

Berikut adalah beberapa fungsi agama dalam kehidupan :

1. Sebagai sarana pendidikan

Agama dapat berfungsi sebagai sarana terbaik untuk mengajarkan hal hal yang baik yang dapat menguntungkan banyaak pihak sesuai dengan perintah atau larangan yang harus dijalankan dan dipatuhi , agar seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih baik daan selalu berada padaa jalan kebenaran dan kebaikan menurut ajaran dan kepercayaan masing masing.

2. Sebagai sarana untuk keselamatan

Agama berfungsi sebagai jalan teebaik bagi penganutnya berhubungan dengan tuhannya agar dapat memohon dan mengharapkan keselamatan dari kejahatan yang terlihat maupun yang tiudak nyata serta keselamatan dari ancaman api neraka akibat dosa dosa dimasa lalu. Seseorang yang memiliki agama maka dirinya memiliki tuhan untuk tempat berdoa, mengeluarkan uneg uneg dan memohon keselatan dunia akhirat. dengan begitu hati bisa terasa lebih tenang dan mendekatkan diri kepada sang pencipta merupakan cara agar hati tenang.

3. Sebagai jembatan perdamian dunia

Karena ajaran agama yang selalu mengutamakan untuk selalu hidup berprilaku baik , saling menghormati dan menyayangi dengan orang yang beragama berbeda dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan dan sebagai alat untuk menuju perdamaian dunia. didunia memiliki tarusan negara dengan ideologi dan agama yang berbeda beda, tetapi  semua negara dilandasi rasa saling menghormati hak asasi manusia , saling menghargai, mengutamakan persamaan derajat tapi tidak saling merugikan satu sama lainnya, menjauhi penghinaan atau penghujatan terhadap orang lain  dan tidak saling merasa benar , maka perdamian dunia akan selalu tercipta hingga akhir jaman.

4. Sebagai alat untuk sosial

Dengan beragama manusia akan lebih peka, lebih cerdas dan lebih tanggap dalam menyikapi dan menghadapi masalah masalah sosial dimasyarakat, misalnya adanya kemiskinan, keadilaan, kesejahteraan rakyat, tentang hak asasi manusia  ataau tentang aktifitas yang berjalan pada jalan kemaksiatan agar segera ditertibkan dan dimusnakan agar prilaku tersebut tidak menodai wilayah sekitarnya dan tidak lagi menjerat prilaku generasi berikutnya kearah yang penuh dosa.

Kepekaan tersebut dapat merangsang dan menyemangati orang orang agar tidak hanya berdiam diri saja menyaksikan hal hal yang tidak baik antara lain tentang ketidakadilan ditengah masyarakat, tentang prilaku menyimpang atau tentang  kezoliman yang berkembang pada sistem kehidupan dimasyarakat. masyarakat yang memiliki agama ( walaupun berbeda beda) maka akan memiliki jiwa yang lebih peka dan cerdas untuk menolak semua peristiwa yang berbau ketidakadilan tersebut.

5. Sebagai jenjang hidup yang baru

Ajaran agama selalu mengajarkan haal hal yang baik dan melaarang manusia untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain apapun bentuknya. ajaran agama mampu memperbaiki kualitas kehidupan seseorang dalam bergaul dan berinteraksi ditengah masyarakat. bahkan mampu mengubah pribadi seseorang atau kelompok menjadi memiliki jenjang kehidupan yaang baru yaitu kehidupan yang lebih baik dan mencapai spiritualnya masing masing.

6. Sebagai tempat untuk berinteaksi

Pada dasarnya Ajaran kebaikan dan kebenaran ada pada semua agama apapun didunia. agama mengajarkan manusia untuk saling bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain (agama Lain).  Semua ajaran agama memiliki aturan yang membolehkan segala bentuk usaha yang mempunyai sifat duniawi dan sekaligus agamawi selama usaha yang dilakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama dan sesuai dengan norma norma yang ada dalam masyarakat .

7. Sebagai semangat kreatifitas

Ajaran agama untuk memberi semangat kemandirian dan kreatifitas seseorang agar lebih baik dan terarah tanpa disusupi oleh kecurangan atau kejahatan kejahatan yang merugikan orang lain. semangat kreatifitas dapat mengajak seluruh manusia didunia untuk saling bekerja sama dalam berkarya, bekerja daan memanfaatkan keterampilan , minat dan bakat untuk kemajuan bangsa dan negara.

8. Sebagai identitas diri

Agama apapun didunia adalah sebagai identitas seseorang sebagai umat yang beragama dan tidak atheisme (Tidak beragama).  identitas tersebut bisa terdapaa pada kartu tanda penduduk, paspor dan surat surat penting lain. hal itu menunjukkan bahwa kita harus menghormati agama orang lain yang sebenarnya telah diakui sebagai agama yang sah didunia.

9. Agama juga bisa disebut sebagai ajaran teoritis

yaitu yang mengajarkan tentang cara bagaimana berprilaku yang baik yang sesuai norma, moral dan aturan aturan , perintah serta larangan larangan yang berhubungan dengahn etika bermasyarakat. yang bertujuan agar mudah tercipta krukunaan , saling menghormati dan hidup saling berdampingan tanpa mengenal perbedaan agama ataupun tradisi.

10. Agama juga bisa disebut sebagai benteng kekuatan

Yaitu sebagai benteng kekuatan yang tidak mengenal ruang dan waktu karena berperan besar dalam mempengaruhi prilaku dan sikap manusia secara individu ataupun secara sosial, kalimat ini pernah  dinyatakan oleh seorang pakar ahli sosiologi yang bernama Emile Durkhien.

11. Agama juga bisa disebut sebagai kebanggaan

Yaitu memiliki agama berarti memiliki kebangaan karena mempunyai tuhan tempat kita berserah diri, memohon bantuan dan sarana untuk beribadah agar menjadi manusia bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa dan menjadi pribadi yang lebih baik.  agama sebagai kebanggaan diri secara pribadi tetapi bukan untuk dipertunjukan dalam bentuk keangkuhan, pamer atau kesombongan. karena keangkuhan hanya akan membuat jarak kita dengan orang lain menjadi menpunyai dinding batas untuk saling berinteraksi. hal ini disebabkan pada dasarnya manusia tidak menyukai seseorang yang pamer dan bangga dengan tujuan untuk menyombongkan diri.[AdSense-B]

Pentingnya Agama dalam Kehidupan

Agama dapat mempersatukan perbedaan kultur dalam masyarakat yang majemuk . Agama sangat penting dan sangat berperan dalam membentuk dan membangaun tatanan masyarakat menjadi lebih teratur, ter rah dan lebih maju karena ajaran agama mampu menciptakan kerukunan kultur dan  memperbaiki kualitas pergaulan pada orang  orang yang memiliki perbedaan agama pada masyarakat yang majemuk agar senantiasa hidup berdampingan tanpa ada rasa iri, dengki, merasa paling benar dan lain lain.

  • Agama adalah Tiang kehidupan – Seseorang yang tidak mempunyai agama apapun maka kehidupannya akan dipenuhi dengan keraguan, cenderung suka dengan jalan kemaksiatan dan perbuatan perbuatan yang merugikan orang lain. tanpa agama seseorang  tidak akan mempunyai sesuatu yang selalu mengajaknya untuk berdoa, bersyukur, menyesali perbuatan dan memohon pengampunan pada tuhan yang diyakininya dapat menolongnya merubah jalannya menjadi lebih baik.
  • Agama adalah Tiang dalam berfikir – Seseorang yang tidak memiliki agama maka akan sulit baginya untuk mengerti dan memahami cara menghormati perbedaan kita dengan orang lain. sulit bisa  menghargai ibadah orang lain dan sulit untuk menyayangi orang orang yang butuh bantuan . tanpa agama kita tidak mampu berfikir jernih karena jalan kebaikan , kebenaran dan keadilan yang diajarkan didalamnya tidak pernah dipahaminya dengan baik.
  • Agama adalah Tiang dalam berprilaku – Tanpa agama seseorang tidak bisa berprilaku baik ditengah masyarakat karena agama yang selalu mengajarkan kebaikaan tidak dimilikinya. tanpa agama seseorang sangat miskin dengan ajaran ajaran kebaikan, moral dan tentang norma norma yang harus dijalankan dalam masyarakat. tanpa agama seseorang cenderung tidak mampu berprilaku santun, tidak mampu mengendalikan emosi, merasa menang sendiri  dan tidak bisa menghargai hasil karya orang lain.
  • Agama adalah Tiang dalam mengambil keputusan. – Agama selalu mengajarkan hal hal kebaikan agar manusia selalu berada dalam kebenaran daan tidak melakukaan hal hal yang dilarang yaang sebenarnya bisa berdampak buruk bagi orang lain. jika hidup saling rukun, saaling menghormati dan tidak saling menyakiti maka hidup bermasyarakat akan selalu terasa damai, aman dan mudah dalam mengambil keputusan ketika sedang bermusyawarah.
  • Agama adalah Tiang negara – Sebuah negara yang sangat maju tidak akan berati apa apa jika warga negaranya tidak memiliki agama.karean tanpaa agama manusia dengan manusia lainnya akan mudah terpancing dengan hal hal yang dapat memecah belah persatuan, seseorang yang tidak beragama mudah terhasut , mudah diperdaya dan mudah terpancing emosi dan memulai pertikaian, pertengkaran, permusuhan, perkelahian, bahkan peperangan.

Didalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia fungsi agama bisa juga berarti sebagai pedoman hidup sehari hari, sebagai pembeda dan ciri khas dimasyarakat, sebagai pedoman untuk memahami sesuatu yang baik dan yang salah, sebagai pedoman untuk rekreasi dan hiburan dan sebagai pengakuan diri akan rasa persamaan diantara umat beragama yang ada di Indonesia.

Faktor yang mempengaruhi dalam perbedaan agama 

Didalam perbedaan agama,  Faktor Integritas sangat dibutuhkan tetapi faktor Disintegratif layak untuk dijauhi. Mengapa?

Agama mempunyai dua faktor yang sebenarnya tidak dapat terpisah dari kehidupan masyarkat sehari hari. namun perbedaan agama yang ada diIndonesia sebenarnya sudah bukan saatnya untuk diperdebatkan , karena masyarakat yang majemuk sudah terbiasa menjadi gaya hidu di Indonesia sejak jaman kemerdekaan belum ada. Indonesia sudah terbiasa hidup berdampingan dan rukun walaupun masyarakatnya berbeda kultur. kondisi ini  seharusnya menjadi kebanggaan dan tauladan yang baik bagi bangsa lain yang hingga saat ini masih saja bertikai hanya karena perbedaan agama. secara logika pertikaian mereka tidak ada artinya, karena bangsa yang terus menerus bertikai hanya karena perbedaan agama, sebenarnya sudah jauh tertinggal dari bangsa Indonesia, karena kemajuan mereka dalam bentuk etika dan rasa toleransi beragama belumlah sempurna seperti Indonesia! (baca : manfaat toleransi antar umat beragama)

Faktor yang mempengaruhi peranan agama 

1. Faktor integritas

Perbedaan agama untuk menyatukan ikatan bersama dalam anggota anggota dalam masyarakat dan menjalani kewajiban kewajiban yang telah diatur negara berdasarkan undang undang yang berlaku untuk semnmua agama di Indonesia. hal ini dapat menyebabkan semakin kuatnya rasa persatuan dan kesatuan ditanah air karena agama bisa sebagai kekuatan pemersatu yang paling kuat  dari pada senjata tajam manapun.[AdSense-C]

persatuan yang terbentuk dari perbedaan yang menjelma saling menghargai, menghormati dan saling menyayangi satu sama lainnya dapat mudah meruntuhkan ancaman dari bangsa lain atau menghapuskan tekanan dari negara tetangga demi kepentingannya sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa bersatu didalam perbedaan dan hidup rukun tanpa saling merugikan.

2. Faktor Disintegratif

Fungsi agama memang dapat mempersatukan perbedaan dan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap tanah air. Namun agama juga bisa atau berpotensi untuk menghancurkan eksistensi pada lingkaran masyarakat , memecahbelah persatuan dan bisa  memporak porandakan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Hal dapat terjadi jika salah satu agama tampil sebagai eksistensi yang paling benar, bersifat kejam dan ingin berkuasa, merasa ajaran agama lain adalah buruk dan cenderung menyalahkan eksistensi agama lain.

Kondisi faktor disintegratif sebaiknya tidak berlaku dinegara manapun, karena kerukunan antar umat beragama sangatlah penting agar tidak terjadi pertikaian dan peperangan yang tidak perlu. fungsi agama sebaiknya dijalnkan untuk kemajuan moral seluruh manusia agar selalu dalam kondisi yang seharusnya dan tidak bertentangan dengan norma norma yang telah ada dimasyarakat.

Manfaat Diciptakannya Semut Dalam Islam

Semut merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang memiliki tubuh begitu kecil. Semut banyak ditemukan dimana-mana, di makanan, di tanah, pohon serta banyak di lingkungan sekitar. Semut merupakan salah satu makhluk yang memiliki banyak keterampilan, mereka cerdas dan mereka pandai bersosialisasi. Semut tidak hanya bisa membuat seseorang terhibur saat mengamatinya, namun bisa pula membawa kematian bagi orang yang mengganggunya khususnya bagi semut yang berbisa. Jika kita mengamati semut, tentu yang ada di pikiran kita adalah makhluk kecil yang tidak memiliki kekuatan apapun sehingga mudah bagi kita untuk menganggu atau bahkan membunuhnya sekalipun. Namun sebenarnya untuk apakah sebenarnya semut diciptakan?

Allah Maha Agung, dia merupakan pencipta yang sempurna bagi semua makhluknya. Allah tidaklah menciptakan sesuatu yang sia-sia melainkan semua pasti ada makna dan kegunaannya. Adapun firman Allah yang dimaksud adalah:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Surah Ali ‘Imran, Ayat 190-191)”

Kemuliaan semut jelas bisa ditemukan di salah satu nama surat dalam alqur’an yaitu surat an naml. Jika kita mau mengamati dengan baik, kita bisa menemukan banyak Manfaat Diciptakannya Semut Dalam Islam ialah sebagai berikut :

1. Saling Tegur Sapa

Semut mengajarkan kita untuk selalu bertegur sapa ketika bertemu seseorang. Jika kita amati, setiapa kali ada semut yang bertemu dengan rekannya dia akan berhenti sejenak. Dari kejadian ini,  kita bisa petik pelajarannya yaitu saling bertegur sapa  saat berpapasan dengan teman. Akan lebih baik lagi jika anda mau menegur dan jangan lupa untuk membiasakan tersenyum.  biasakan pula untuk saling mendoakan supaya kita selalu berada di dalam keberkahan.

2. Berjalan di Jalan yang Lurus

Jika mau mengamati semut dengan baik, anda akan melihat garis teratur yang jika dilihat dengan dekat, garis tersebut merupakan rombongan semut yang tengah berjalan dalam satu baris. Dari sini bisa kita petik pelajaran, ketika berjalan, sebaiknya kita mengambil jalan yang telah ditentukan yakni jalan kebenaran. Hal ini juga memberi pelajaran bagi kita untuk selalu berada di jalan yang lurus supaya tidak tersesat di dunia gelap dan jatuh pada kesesatan.

3. Saling Berbagi

Semut merupakan makhluk Allah yang mengajarkan kita untuk saling berbagi. Ketika kita melihat satu ekor semut yang mendapatkan makanan, beberapa saat kemudian akan ada beberapa semut yang datang untuk menikmati makanan bersama-sama. [AdSense-B]Hal ini memberikan pelajaran yang baik pada kita, untuk selalu berbagi dengan sesama. Seberapapun rejeki yang kita dapatkan, saling berbagi merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Berbagi tidak membuat harta yang kita miliki berkurang melainkan akan terus bertambah dan bertambah.

Mengingat kita adalah makhluk yang sempurna, kita berakal dan memiliki ilmu tentu kita tidak boleh dengan hewan kecil yang bernama semut. Kehebatan lain yang bisa temukan dari hewan kecil ini adalah kelihaian mereka saat membuat sarang. Semut mampu membangun tempat tinggal mereka dengan baik tanpa melakukan perhitungan matang-matang seperti apa yang para arsitek lakukan. Semut juga tidak bekerja membangun sarang dengan mengikuti arahan layaknya arahan dari mandor. Jika kita mau renungkan, ada banyak sekali Manfaat Diciptakannya Semut Dalam Islam.

[accordion]
[toggle title=”Baca juga artikel lainnya yang berhubungan dengan islam”]

[/toggle]
[/accordion]

8 Keajaiban Al-Qur’an di Dunia Nyata

Al-Qur’an ialah sebenar-benarnya kitab suci berisi wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril dan menjadi salah satu mukjizat Rasulullah SAW. Al-Qur’an ialah kitab penyempurna daripada kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, Injil).

Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia. Fungsi al-quran bagi umat manusia adalah Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an (dan hadist shahih Rasulullah) menuntun kita kepada jalan yang benar dan diridhai Allah SWT. Segala macam permasalahan, semuanya ada jawabannya dalam Al-Qur’an. Hal ini pula yang membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar berasal dari kalam Allah SWT, bukan buatan manusia.  Bahkan sejak 1400 tahun lalu detik ini, Al-Qur’an tetap terjamin keaslian isinya karena Allah SWT sendiri yang memeliharanya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Hijr ayat 9; “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.”. Maka, hal ini merupakan salah satu daripada keajaiban Al-Qur’an sendiri. Bahkan, masih banyak lagi keajaiban-keajaiban Al-Qur’an, baik yang sudah terbukti dalam ilmu pengetahuan, maupun segala sesuatu yang masih dirahasiakan Allah akan buktinya seperti hari Kiamat. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan mengenai apa saja bukti keajaiban Al-Qur’an di dunia ini, terutama dalam hal bidang ilmu pengetahuan yang kesemuanya sudah terbukti seperti apa yang Allah SWT terangkan dalam Al-Qur’an.

Berikut adalah beberapa keajaiban al-quran di dunia :

Keajaiban Al-Qur’an tentang Penciptaan Manusia

Allah SWT berfirman yang artinya; “Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan nutfah (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?” (QS. Al-Waqi’ah :5 7-59).

Dimulai dari hal mendasar tentang adanya manusia sebagai makhluk cipataan Allah yang istimewa. Dikatakan istimewa karena jika dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain, hanya manusia yang memiliki akal dan pikiran (dua hal yang sangat penting). Dengan begitu, manusia pun mendapat hak istimewa dari Allah SWT berupa hak untuk memilih; memilih untuk beriman kepada-Nya, atau memilih untuk ingkar. Jika manusia memilih untuk beriman, maka manusia itu akan mendapat derajat yang lebih baik daripada malaikat (makhluk ciptaan Allah yang hanya memiliki akal). Sebaliknya, jika manusia itu memilih untuk tidak mentaati Allah, maka derajatnya sama dengan iblis dan setan (makhluk ciptaan Allah yang hanya memiliki nafsu).

Sebagai makhluk yang istimewa, penciptaan manusia pun bisa dikatakan juga istimewa karena melalui tahapan-tahapan yang luar biasa. Banyak ayat di dalam AL-Qur’an yang menyebutkan bagaimana proses penciptaan manusia, bahkan hal tersebut telah jelas terperinci sebelum manusia dengan ilmu kedokterannya yang mumpuni seperti sekarang ini. Di dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan dengan detail bagaimana kiranya seorang manusia bisa terbentuk, sampai terlahir menjadi wujud seorang manusia. Bahkan hal ini telah jelas sejak 1400 tahun yang lalu, sebelum segala sesuatu telah semodern sekarang ini. Adapun beberapa poin penting mengenai penciptaan manusia yang disebutkan di dalam Al-Qur’an ialah:

1. Manusia tercipta bukan dari seluruh sperma yang berasal dari air mani yang masuk ke dalam rahim, melainkan dari satu atau beberapa sperma saja

Seiring perkembangan zaman, dimana teknologi sudah semakin berkembang, sebagaimana hasil dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan bahwasanya ada sekitar 250 juta sel sperma yang masuk ke dalam rahim wanita saat melakukan hubungan seksual. Kemudian, sperma-sperma itu seakan berlomba dalam perjalanannya menuju sel telur. Sementara sel telur yang besarnya tidak lebih dari sebutir garam hanya menerima satu sperma saja untuk membuahinya. Semua ini adalah yang diketahui oleh para ilmuan dalam kurun waktu beberapa abad yang lalu saja. Sedangkan dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan hal ini sejak sekian lama (1400 tahunan), sebagaimana firman-Nya yang berarti; “Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS. Al-Qiyamah : 36-37).

Bayangkan saja, Allah telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwasanya manusia itu diciptakan hanya dari setitik (sebuah) sel mani, sedangkan masa di mana Al-Qur’an diturunkan, yakni sekitar 14 abad yang lalu adalah masa dimana ilmu pengetahuan bahkan alat-alat kesehatan tidak ada yang secanggih masa kini. Ini adalah salah satu bukti keajaiban Al-Qur’an yang sangat nyata.

Di sisi lain juga dijelaskan bahwa apa yang disebut dengan air mani sendiri, tidak hanya berisi sel sperma saja. Menurut ilmu kedokteran sendiri, ai mani terdiri dari sperma dan berbagai cairan yang berbeda. Unsur ini bermanfaat sebagai pemberi energi bagi sperma sekaligus sebagai penetral asam pada alat kelamin wanita. Bahkan cairan ini juga yang membantu melicinkan sekitar sperma agar pergerakannya semakin mudah. Maka, dalam Al-Qur’an pun Allah SWT juga telah menjelaskannya; “Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan : 2).

2. Jenis kelamin ditentukan oleh sel kelamin laki-laki

Allah SWT berfiman yang artinya; “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An-Najm : 45-46).

Sebelumnya, dipercaya bahwa jenis kelamin ditentukan oleh kromosom wanita, atau paling tidak merupakan campuran daripada kromosom laki-laki dan wanita. Namun, berdasarkan ayat di atas, Allah menjelaskan bahwasanya penentu jenis kelami bayi berasal dari air mani yang dipancarkan. Air mani ini sendiri berasal dari si Ayah yakni laki-laki. Maksudnya, ialah sel kromosom yang mana dari si laki-laki yang kemudian bergabung dengan sel kromosom pada wanita yang menentukan jenis kelamin si anak. Maka, pada zaman sekarang, hal ini juga telah dibuktikan oleh penelitian para ilmuan bahwasanya benar bahwa penentu jenis kelamin bayi adalah sel kromosom laki-laki.

3. Janin dapat melekat pada dinding rahim ibu layaknya lintah

Berkat kemajuan teknologi, manusia dapat melihat bahwa zigot yang terbentuk di dalam kandung telur (rahim ibu) kemudian menempel pada dinding rahim. Dari perlekatan ini pula zigot mendapat asupan nutrisi  dan secara bertahap perkembangan dan pertumbuhan dimulai hingga zigot terlebut terlahir menjadi seorang bayi. Ingat, ini adalah informasi yang diperoleh manusia saat mikroskop telah berhasil dikembangkan dengan canggih. Sementara Allah SWT telah menjelaskan semua ini dalam Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu. Allah SWT berfirman yang artinya; “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS. Al-‘Alaq : 1-3).

Dalam bahasa Arab, kata “Alaq” berarti sesuatu yang menempel pada suatu tempat. Secara harfiah, kata ini diibaratkan sebagai lintah yang menempel pada tubuh manusia untuk menghisap darah. Jadi, ketika kita merujuk pada ayat di atas, jelas sudah bahwa Allah telah menjelaskan dengan serinci-rincinya bahwasanya manusia itu saat masih berbentuk segumpal darah (zigot), ia melekat erat pada dinding rahim sang Ibu layaknya lintah yang menempel pada tubuh manusia. Allah menjelaskan semua ini bahkan sebelum adanya teknologi canggih seperti sekarang.

4. Manusia berkembang di dalam tiga bagian yang gelap di dalam rahim

Allah SWT berfirman yang artinya; “… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar : 6).

Dari ayat di atas Allah menerangkan bahwa selama dalam kandungan, manusia melalui tiga bagian kegelapan di dalam rahim ibu. Secara ilmiah kemudian diketahui bahwa apa yang dimaksudkan Allah dengan tiga bagian kegelapan itu ialah tiga tahapan pertumbuhan janin yang jika dijelakan adalah sebagai berikut:

  • Tahap Pre-embrionik – Zigot yang terbentuk dari pembelahan sel kemudian berkembang menjadi segumpal darah lalu menempel pada dinding rahim. Zigot ini terus berkembang sampai kemudian terbentuk tiga lapisan yang menyelubunginya.
  • Tahap Embrionik – Zigot telah berkembang menjadi embrio, dimana lapisan-lapisan tadi berkembang membentuk organ dan sistem tubuh bayi.
  • Tahap Fetus – Pada tahap ini embrio telah berkembang menjadi fetus, terus dan terus bertumbuh dan berkembang sampai akhirnya tiba waktunya melahirkan.

Maka, semua informasi itu baru diketahui oleh manusia setelah mereka melakukan berbagai penelitian. Sedangkan awal telah jauh-jauh hari menjelaskannya dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, dengan adanya penelitian ini pun maka terbukti bahwa apa-apa yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an memang tak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Fungsi Otak

[AdSense-A]Selama ini kita mengenal bahwa otak ialah pusat daripada seluruh sistem tubuh kita. Hal itu terbukti dari penelitian para ilmuan yang kemudian dituangkan dalam buku teks pelajaran di sekolah-sekolah sehingga kita mengetahui bahwa fungsi otak ialah sebagai kendali tubuh. Namun ternyata, Allah SWT telah menjelaskan semua itu lebih dulu sekali di dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya yang berarti;

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al-Alaq : 15-16).

Allah menyebutkan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka”, maka, jika kita ingin menjelaskan mengenai apa maksud dari ubun-ubun tersebut, kita bisa merujuk pada ilmu anatomi  dan fisiologi mengenai otak manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam ilmu tersebut, bagian prefrontal yang mengatur fungsi khusus otak ternyata terletak pada bagian dengan tulang tengkorak. Daerah ini yang kemudian kita kenal sebagai otak besar atau serebrum. Bagian ini adalah yang terlibat dalam pengaturan fungsi perencanaan dan permulaan gerakan. Tepatnya dibagian lobi frontal dan bagian prefrontal. Dengan kata lain, serebrum atau otak besar bertugas sebagai perencana, pendorong, dan starter daripada perilaku manusia serta yang bertanggung jawab atas perkataan jujur atau dusta. Terbukti bahwa firman Allah yang menyatakan bahwa “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” ialah penggambaran bahwasanya otak besar, bagian frontal, dekat dengan ubun-ubun, ialah bagian yang berfungsi untuk menentukan ucapan jujur maupun dusta. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan baru bisa mengungkapkannya sekitar setengah abad belakangan sementara Al-Qur’an telah menjelaskannya sejak 14 abad yang lalu.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Air Susu Ibu

Air Susu Ibu (ASI) ialah makanan paling sempurna bagi seorang bayi. Air susu ibu mengandung banyak gizi dan nutrisi lainnya yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tidak ada ilmu pengetahuan yang menampik hal tersebut karena secara ilmiah sekalipun air susu ibu telah terbukti manfaatnya. Begitu istimewanya ciptaan Allah yang satu ini, bahkan sebaik-baiknya sumber makanan yang dapat diciptakan manusia modern sekalipun tidak ada yang bisa menandingi kehebatan ASI. Bahkan, program ASI Eksklusif, dimana ibu menyusui dilarang memberikan makanan tambahan kepada bayinya sampai umur 6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai bayi berumur sekitar 2 tahun baru kemudian dilakukan penyapihan, Allah SWT telah menjelaskannya sejak ratusan tahun yang lalu dalam firman-Nya yang artinya;

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).

Keajaiban Al-Qur’an tentang Lapisan Atmosfer

Mengenai bumi yang terdiri dari berbagai lapisan atmosfer, di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan sebagai berikut:

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 29).

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (QS. Fussilat : 11-12).

Dijelaskan bahwasanya kata “langit” yang sering muncul dalam ayat-ayat Al-Qur’an ialah perumpamaan daripada langit bumi dan keseluruhan alam semesta. Dengan demikian, Allah telah menjelaskan bahwasanya bumi itu memang terdiri dari berbagai lapisan (atmosfer). Adapun atmosfer yang terbentuk itu ternyata memang terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda dan saling bertumpuk. Para ilmuan kemudian menemukan bahwasanya hal itu memang benar (bahwa atmosfer terdiri dari beberapa lapisan;) dan  tiap-tiap lapisan memiliki ciri tersendiri.

Lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi ialah Troposfer (6-20 KM jarak dari bumi) yang membentuk 90% keseluruhan massa atmosfer. Di atasnya ada Stratosfer (50 KM jarak dari bumi) dimana lapisan ozon merupakan bagian dari lapisan ini yang memungkinkan terjadinya penyerapan sinar UV. Di atas stratosfer, ada Mesosfer (85 KM jarak dari bumi), Termosfer (690 KM jarak dari bumi), dan bagian terluar lagi ialah Eksosfer (10.000 KM jarak dari bumi).

“… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (QS. Fussilat : 12). Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa dalam tiap-tiap lapisan atmosfer itu ada tugas dan fungsinya masing-masing. Hal ini terbukti setelah dilakukan penelitian, sebagaimana contoh pada lapisan terdekat atmosfer dengan bumi yakni Troposfer  dimana pada lapisan inilah terjadi hujan, salju, dan angin. Hal ini baru diketahui setelah dilakukan penelitian, sementara Allah telah menjelaskannya dalam jauh hari.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Fungsi Gunung

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka...” (QS. Al-Anbiya : 31).

Sebagaimana dalam ayat Al-Qur’an di atas, sungguh Allah Yang Maha Kuasa telah menjelaskan kepada kita bahwa sebenar-benarnya Dia menciptakan gunung-gunung yang kokoh adalah untuk menahan bumi daripada goncangan, yang dalam hal ini bisa kita artikan sebagai salah satu peristiwa alam seperti gempa. Padahal, hal ini baru bisa terbukti pada masa geologi modern dengan alat-alat yang canggih.

Menurut penelitian, gunung terbentuk dari adanya hasil pergerakan dan tumbukan antara lempeng-lempeng raksasa pembentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan saling bertumbukkan, maka lempeng yang paling kuat akan menyelip dibawah lempeng yang lemah hingga kemudian terbentuk dataran tinggi berupa gunung dari lipaatannya, sementara pada lapisan bawah akan terbentuk bagian yang menghujam ke dalam dan sangat besar. Struktur ini kemudian digambarkan sebagai pasak di dalam Al-Qur’an;

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba’ : 6-7).

Yang mana dikemudian hari diketahui, bahwa gunung dan pasaknya ialah yang menahan lempengan-lempengan bumi dibagian titil-titik pertemuannya. Dengan begitu, bumi akan tercegah dari goncangan dan tidak akan terombang-ambing karena oleh magma yang berada dilapisan paling bawahnya.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Dasar Laut

Dalam ilmu pengetahuan dijelaskan bahwa dalam kedalaman air laut sekitar 200 meter, hampir tidak ada dijumpai cahaya. Bahkan dengan kedalaman mencapai 1 Km atau lebih, dipastikan tidak akan ada cahaya yang tembus ke dalam. Hal ini diketahui setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan alat modern yang mampu menyelam sampai ke dalaman terjatuh di samudera. Padahal, jika menengok ke dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan tentang kondisi lautan ini sebagaimana firman-Nya yang artinya;

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (Q.S An-Nuur : 40).

Sungguh tiada ada yang dapat mendahului ilmu yang disampaikan Allah SWT melalui Al-Qur’an bahkan alat tercanggih apapun yang mampu diciptakan oleh manusia.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Sungai dibawah Laut

Beberapa waktu yang lalu kita pernah dihebohkan dengan adanya penemuan berupa sungai yang berada di dalam lautan. Secara awam, kita benar-benar kesulitan untuk menjelaskan fenomena tersebut, lantas menganggap semua itu adalah hal yang sangat luar biasa yang bahkan seorang ilmuan yang sangat ahli pun tidak mampu menjelaskannya. Padahal, dalam Al-Qur’an sudah Allah jelaskan sebagai berikut:

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (Q.S Fushshilat : 53).

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al-Furqan : 53).

Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan bahwa ayat tentang pertemuan dua lautan namun airnya tak bercampur ini digambarkan sebagai muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air asin dari laut dan air tawar dari sungai. Dengan adanya penjelasan ini, terbukti bahwa Kuasa Allah tentu saja melebihi dari apa yang mampu dipikirkan oleh makhluknya. Bahkan untuk fenomena yang terkesan aneh demikian pun, Allah selalu mempunyai jawabannya melalui Al-Qur’an.

Keajaiban Al-Qur’an tentang Raltivitas Waktu

Mengenai teori tentang relativitas waktu, kita mungkin mengenal seorang ilmuan kenamaan bernama Albert Einstein sebagai pencetusnya. Menurut Einstein, waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan yang dengan kata lain, waktu dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisinya. Allah SWT menjelaskan di dalam Al-Qur’an bahwasanya manusia terkadang akan merasa bahwa waktu yang mereka lalui terasa berbeda. Kadang waktu yang singkat terasa melambat, atau sebaliknya waktu yang lambat justru terasa singkat.[AdSense-B]

Allah SWT berfirman yang artinya;

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Q.S Al-Hajj : 47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As-Sajadah : 5).

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (Q.S Al-Ma’arij : 4).

Berdasarkan tiga ayat tersebut saja, sudah jelas bahwa perubahan waktu yang disebut sebagai teori relativitas itu sebenarnya telah ada bahkan sebelum Albert Einstein menemukannya. Allah telah menjelaskan segalanya di dalam Al-Qur’an, kemudian hal itu tersebut terbukti kebenarannya oleh para ilmuan.

Demikianlah beberapa keajaiban Al-Qur’an di dunia ini, terutama jika ditinjau dari segi ilmu pengetahuan maka sangat mudah untuk diterima oleh akal manusia. Perlu diingat juga bahwa itu semua hanyalah sedikit daripada keajaiban Al-Qur’an yang mulia. Maka, jika jika seseorang ingin mengenal Islam, hendaknya belajarlah dari Al-Qur’an dan hadist-hadist shahih, bukan melihat kepada seorang muslim. Karena seorang muslim sendiri ialah manusia yang tidak terlepas dari dosa. Karenanya banyak kesalahpahaman yang beredar di dunia bahwasanya Islam ialah agama yang keras, radikal, dan berbagai hal negatif lainnya. Itu semua dikarenakan mereka melihat Islam dari manusianya (umat muslim), bukan dari petunjuk Allah SWT di dalam Al-Qur’an dan Hadist shahih Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan mengetahui semua itu bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.

[accordion]
[toggle title=”Baca juga artikel tentang islam lainnya”]

[/toggle]
[/accordion]