Puasa Ramadhan dan Fadhilahnya yang Wajib Diketahui

Bulan ramadhan adalah bulan yang istimewa (baca keistimewaan ramadhan) dan umat islam menunaikan ibadah puasa ramadhan. Bulan ramadhan juga disebut sebagai sayyidusy syuhuur atau penghulu bulan-bulan lainnya. Puasa ramadhan wajib hukumnya tidak seperti puasa sunnah (baca macam-macam puasa sunnah)yang lain seperi puasa senin kamis (baca keutamaan puasa senin kamis), puasa arafah (baca keutamaan puasa arafah), puasa daud (baca keutamaan puasa daud) maupun puasa rajab (baca keutamaan puasa rajab).

Puasa ramadhan adalah sarana untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan menghapuskan dosa-dosa kita selama setahun penuh. Tidak hanya itu, puasa ramadhan juga memiliki beberapa keutamaan atau fadhilah (baca juga fadhilah puasa ramadhan 10 hari pertama) diantaranya disebutkan dalam penjelasan berikut ini mengenai puasa ramadhan dan fadhilahnya :

1. Sarana menggapai taqwa

Puasa ramadhan adalah tanda bilamana seorang muslim bertaqwa dan dengan berpuasa maka akan memperkuat ketaqwaannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al baqarah ayat 183 yang berbunyi ;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

2. Diberikan pahala yang berlimpah

Umat islam yang menunaikan ibadah puasa dijanjikan pahala yang berlimpah bahkan hingga sepuluh kali lipat dari biasanya sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA yang bunyinya :

“اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ (مَرَّتَيْنِ)، وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، اَلصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.”

“Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kesturi, di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR Abu Hurairah)

3. Diampuni dosanya

Seseorang yang ikhlas menjalankan ibadah puasa dan senantiasa menjaga puasanya akan diampuni dosanya di masa lalu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan olehAbu Hurairah RA

 قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِ

‘Barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah lalu.’ (HR Abu Hurairah)

4. Dihapuskan kesalahannya

Barangsiapa menjalankan ibadah puasa, shalat (baik shalat wajib maupun shalat sunnah) dan sedekah (baca keutamaan bersedekah) dengan segenap hati maka kesalahannya akan dihapuskan terutama kesalahan terhadap sesama manusia baik keluarga, maupun tetangganya sebagaimana diriwayatkan dalam hadits rasullullah SAW yang bunyinya

تْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ

“Kesalahan seseorang terhadap keluarga, harta dan tetangganya akan dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah. (HR Hudzaifah RA)

5. Dibukakan pintu surga

Ada beberapa pintu surga yang disediakan oleh Allah SWt diakhirat kelak dan ada satu pintu yang dikhususkan untuk orang-orang yang rajin menjalankan ibadah puasa. Pintu tersebut disebut sebagai pintu ar-rayyan sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasullulah SAW yang bunyinya ;[AdSense-B]

“إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ؟ فَيَقُوْمُوْنَ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقُ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

‘Sesungguhnya di Surga itu terdapat satu pintu yang diberi nama ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari Kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Ditanyakan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.’” (HR Sahl RA)

“إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

‘Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu Surga dibuka. (HR Abu Hurairah)

6. Ditutupnya pintu neraka

Khusus selama bulan ramadhan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu agar tidak mengganggu umat manusia dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian musuh manusia di bulan ramadhan hanyalah hawa nafsunya saja. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasullullah SaW yang bunyinya :

ذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ.”

‘Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu Jahannam akan ditutup dan syaitan-syaitan pun dibelenggu. (HR Abu Hurairah)

7. Sarana membentuk akhlak mulia

Di bulan ramadhan umat islam dilatih untuk lebih menjaga perbuatannya, tutur kata serta perangainya karena hal-hal demikian akan merusak puasa dan membuat puasa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, puasa sebagai sarana melatih kesabaran bisa mengajarkan dan meningkatkan akhlak kita terutama kepada orang lain.

8. Diberikan ketenangan jiwa

Orang yang berpuasa dan menjalankan ibadah lainnya selama bulan ramadhan seperti membaca Alqur’an (baca manfaat baca Alquran setiap hari), berzikir (baca keutamaan berzikir), shalat sunnah (seperti shalat dhuha dan shalat rawatib) dan salat wajib berjamaah akan senantiasa merasa tenang dan diberkahi oleh Allah SWT. Jiwanya akan senantiasa merasa penuh dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

9. Dikabulkan doanya

Doa-doa orang yang menunaikan ibadah puasa ramadhan akan senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT jika ikhlas mengerjakannya (baca penyebab doa tidak dikabulkan) sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 186 yang bunyinya:

إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa-sanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al Baqarah 186)

Serta sebagaimana hadits Rasullullah SAW yang menyebutkan bahwa :

“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

10. Dijauhkan dari api neraka

Allah menjanjikan bahwa orang yang menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan segenap hati dan menjaga ibadahnya akan dijauhkan dari pai neraka. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said RA bahwasanya Rasullullah SAW bersabda :

“ Tidak seorang yang berpuasa sehari saja karena Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak 70 tahun.” (HR. Bukhori, Muslim)[AdSense-C]

11. Dibangunkan rumah di surga dan dinikahkan dengan dua bidadari

Adapun keutamaan lain dari puasa ramadhan adalah orang yang sepenuh hati melaksanakan ibadah puasa ramadhan dijanjikan oleh Allah SWT rumah disurga serta dinikahkan dengan dua bidadari sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatlan oleh Abu laits RA bahwa Rasullullah SAW bersabda :

“Tidak seorang hamba berpuasa Ramadhan dengan tenang diam dam selalu berdzikir, dan melaksanalan yang halal dan meninggalkan yang haram, dan tidak berbuat keji, melainkan ia keluar dari bulan ramadhan sudah diampunkan semua dosa-dosanya, dan dibagunkan untuk tasbih dan tahlil sebuah rumah di jannah dan zamrud yang hijau di dalamnya ada yaqut yang merah di dalam yaqut itu ada khemah dari permata yang berlubang dan di dalamnya ada dua bidadari yang memakai dua gelang emas yang bertaburkan yaqut merah yang dapat menerangi dunia seluruhnya.”

Demikian puasa ramadhan dan fadhilahnya yang perlu kita ketahui agar kita senantiasa bersemangat dalam menjalankan puasa khususnya dibulan ramadhan. Fadhilah atau keutamaan tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi kita sebagai umat islam agar senantiasa berusaha untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah SWT. (Baca Tips agar lancar berpuasa, tips agar kuat berpuasa dan tips berpuasa sambil bekerja)

7 Fadhilah Puasa Ramadhan 10 Hari Pertama

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan dinantikan oleh setiap umat islam. Pada bulan ramadhan umat islam menunaikan ibadah puasa dan pahala ibadah di bulan ini dilipatgandakan. Puasa ramadhan wajib hukumnya bagi umat islam dan berbeda dari puasa sunnah (baca macam-macam puasa sunnah) seperti puasa rajab (baca keutamaan puasa rajab), puasa arafah (baca keutamaan puasa arafah), puasa senin kamis ( baca keutamaan puasa senin kamis) serta puasa daud (baca keutamaan puasa daud) dari segi hukum melaksanakannya. Umat islam diharamkan untuk meninggalkan puasa kecuali orang yang memiliki uzur atau halangan seperti musafir, orang sakit, ibu hamil dan menyusui (baca tips puasa untuk ibu hamil dan tips puasa untuk ibu menyusui) serta orang lanjut usia.

Dalil mengenai puasa ramadhan

Puasa ramadhan dilaksanakan selama sebulan penuh dan tidak hanya menahan lapar selama bulan ramadhan kita juga wajib menahan hawa nafsu sebagaimana firman Allah dalam surat Al baqarah ayat 183-185 yang bunyinya :

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

اَيَّامًا مَعْدُوْدتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا اَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَ اَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ اَيَّامٍ اُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan men genai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dengan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (‘wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

Berdasarkan beberapa hadist yang menerangkan bahwa bulan ramadhan memiliki beberapa keistimewaan (baca keistimewaan ramadhan) dan keutamaan bulan ramadhan dibagi menjadi tiga fase yakni sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua dan sepuluh hari ketiga. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang bunyinya

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَان رَحْمَة وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَة وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّار

“Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari api neraka”.

Tantangan puasa ramadhan 10 hari pertama

Sepuluh hari pertama dalam bulan ramadhan biasanya adalah masa tersulit dimana kita menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru yakni tidak makan dan minum disiang hari. Meskipun demikian sepuluh hari pertama juga merupakan hari-hari dimana sebagian umat islam berbondong-bondong dan dengan semangat melaksanakan ibadah khususnya ibadah shalat tarawih di masjid.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada sepuluh hari pertama ramadhan, Allah memberikan rahmat kepada seluruh umatnya. Semua pintu rahmat atau berkat Allah dibuka dan sebagai umat muslim yang beriman tentunya kita tidak boleh melewatkannya. Rahmat Allah SWT adalah berkah kasih sayang allah kepada makhluknya dan dengan rahmatnya inilah kita bisa terus hidup dan melaksanakan ibadah yang dipersiapkan untuk kehidupan di akhirat. Jangan sampai kita termasuk dalam golongan orang yang lalai dan melewatkan sepuluh yhari pertama ramadhan dengan sia-sia.

Pada sepuluh hari pertama ramadhan ini umat islam sebaiknya memperbanyak ibadah dan menjaga diri dari hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa. Umat islam yang dengan sengaja dan melalaikan ibadah pada sepuluh hari pertama ini akan sangat merugi. Lalu bagaimanakah cara agar kita dapat meraih rahmat Allah SWT pada sepuluh hari pertama ramadhan? Simak penjelasan berikut ini mengenai Fadhilah Puasa Ramadhan 10 Hari Pertama:

1. Perbanyak ibadah sunnah

Agar mendapatkan rahmat Allah SWT tidak ada salahnya kita memperbanyak ibadah di bulan ramadhan meskipun jika kita sibuk bekerja ( baca tips berpuasa sambil bekerja). Ibadah sunnah yang bisa kita lakukan diantaranya adalah shalat sunnah misalnya shalat dhuha (baca keutamaan shalat dhuha) maupun shalat sunnah rawatib baik sebelum mapupun sesudah shalat fardu.[AdSense-B]

2. Rajinlah membaca Alqur’an

Ramadhan adalah bulan dimana Alqur’an pertama kali diturunkan dan di bulan ini pahala membaca Alqur’an dilipatgandakan. Daripada kita melakukan hal yang tidak bermanfaat dan bathil selama bulan puasa maka sebaiknya jika kita memiliki waktu luang perbanyaklah membaca Alqur’an karena membaca Alqur’an bisa mendatangkan ketenangan hati dan rahmat Allah SWT. (baca manfaat baca Alqur’an setiap hari)

3. Banyak-banyaklah berzikir

Zikir adalah mengingat Allah dan barangsiapa ingin selalu dekat denganNya maka perbanyaklah berzikir. Hati yang senantiasa berzikir akan selalu teringat pada Allah SWt dan dekat dengannya. (baca keutamaan berzikir)

4. Hindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa

Banyak hal yang bisa membatalkan puasa misalnya marah, berbohong, bergunjing dan lainnya. Agar puasa kita tidak tercemari oleh hal tersebut dan mendapatkan rahmat Allah SWT maka sebaiknya hindari hal-hal tersebut terutama mengobrol yang tidak penting saat berpuasa yang ujung-ujungnya bisa mendatangkan ghibah.

5. Shalat wajib berjamaah

Sebaiknya jangan lewatkan shalat wajib berjamaah terutama bagi kaum pria karena sebagaimana kita ketahui bahwa pria wajib hukumnya untuk shalat berjamaah. Rasullullah tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah meskipun dalam keadaan sakit maupun cuaca yang tidak menentu. [AdSense-C]Selepas sahur sebaiknya tunaikan shalat subuh di masjid terdekat begitu juga dengan shalat wajib yang lainnya.

6. Perbanyak Doa kepada Allah SWT

Berdoa adalah sarana komunikasi kita kepada Allah SWT dan agar kita senantiasa mendapatkan berkahnya. Umat islam diwajibkan untuk selalu berdoa dan bulan ramadhan adalah bulan istimewa dimana doa akan diijabah oleh Allah SWT.

7. Silaturahmi

Mengunjungi sanak saudara dan bersilaturahmi adalah salah satu pintu keberkahan Allah SWT. Saat bersilaturahmi kita bisa menyambung tali persaudaraan dan juga memberikan sedekah kepada sanak saudara yang membutuhkan.(baca keutamaan menyambung tali silaturahmi)

Demikian fadhilah puasa ramadhan 10 hari pertama dalam bulan ramadhan dan bagaimana agar kita tidak melewatkannya. Semoga kita tidak termasuk orang yang lalai. Amin ya Rabbal Alamin. ( Baca juga tips agar kuat berpuasa dan tips agar lancar berpuasa ramadhan)