17 Amalan Hari Asyura yang Menghasilkan Pahala

Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan dan menjadi salah satu bulan mulia dari empat bulan haram atau dengan kata lain bulan yang disucikan. Hari Asyura menjadi hari yang sangat terkenal untuk kalangan Syiah dan juga sebagian Sufi karena merupakan hari berkabung atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada saat pertempuran Karbala di tahun ke-61 H [680]. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan pada hari Asyura ini dan akan kami ulas secara lengkap pada ulasan kali ini.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut.” (QS. At Taubah : 36)

Artikel terkait:

  1. Melaksanakan Puasa Asyura

Hari Asyura menjadi hari yang paling di jaga keutamaannya oleh Rasulullah seperti yang tertulis dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dimana beliau berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu cara terbaik untuk mengutamakan hari Asyura ini sebagai umat muslim yang beriman adalah dengan menjalankan puasa pada hari tersebut dimana seseorang yang menjalankan puasa pada hari Asyura akan menjadi penebus dosa setahun yang sudah lewat [HR Muslim].

  1. Melapangkan Nafkah Untuk Keluarga

Amalan berikutnya pada hari Asyura adalah dengan melapangkan nafkah untuk keluarga seperti pada anak dan istri. Seseorang yang menjalankan amalan ini fadhilahnya adalah Allah SWT juga akan melapangkan rezeki orang tersebut selama setahun. Sunnah untuk membelikan hadiah untuk keluarga di hari Asyura dan juga para sahabat ini juga menjadikan puasa untuk anak anak mereka seperti yang diriwayatkan dalam hadits pada shahih muslim jika sahabat mengumpulkan anak mereka di masjid kemudian membuatkan mainan untuk mereka. Jika anak anak tersebut menangis karena lapar, maka mainan tersebut diberikan pada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan haus.

  1. Memuliakan Fakir Miskin

Hari Asyura juga menjadi hari yang paling tepat untuk memuliakan fakir miskin dengan cara memberikan sebagian rezeki yang kita miliki pada mereka yang kekurangan. Seseorang yang menjalankan amalan memuliakan fakir miskin ini akan dilapangkan alam kuburnya sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT. Memuliakan fakir miskin ini tidak hanya menjadi amalan baik yang bisa dilakukan pada hari Asyura, namun juga sangat baik apabila selalu diamalkan dalam kehidupan sehari hari sebagai tabungan pahala untuk hari penghakiman Allah SWT nantinya.

  1. Menahan Emosi dan Amarah

Hari Asyura ini selayaknya juga dijadikan hari baik untuk menahan segala bentuk emosi seperti amarah dimana fadhilahnya sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT bagi yang menjalankannya adalah memasukkan orang tersebut ke dalam golongan yang ridha dan diridhoi-Nya. Namun, menahan emosi dan juga amarah ini hendaknya tidak dilakukan saat hari Asyura saja, namun juga untuk keseharian hidup kita.

  1. Memperlihatkan Jalan Kebenaran Untuk Orang Tersesat

Amalan di hari Asyura berikutnya adalah memberikan jalan kebenaran bagi setiap orang yang tersesat dengan fadhilah amalan ini berupa Allah SWT yang juga akan menyinarkan cahaya iman dalam hati orang yang melaksanakan amalan tersebut.

Artikel terkait:

[AdSense-B]

  1. Mengusap Kepala Anak Yatim

“Lindungilah dan sayangilah mereka [anak yatim] karena jika kamu melindungi dan menyayangi mereka berarti kamu menyayangiku dan jika kamu menyakiti mereka [anak yatim] berarti kamu juga menyakitiku”

Ini diriwayatkan jika Rasulullah SAW sangat menyayangi anak anak yatim dan jauh lebih menyayangi mereka di hari Asyura [10 Muharram].

Hadits tersebut sudah sangat menjelaskan jika amalan mengusap kepala anak yatim dalam arti memberikan mereka kegembiraan dan rezeki di hari Asyura sangatlah dianjurkan sebab Allah SWT juga akan memberi anugerah kebaikan di dalam surga atas setiap rambut anak yatim yang sudah diusap pada hari Asyura tersebut.

  1. Banyak Bersedekah

Bersedekah di hari Asyura yang dimaksud bukan hanya dilakukan hanya pada anak yatim saja, namun juga untuk keluarga, anak, istri, suami serta semua orang terdekat dan berkesusahan seperti sunnah Rasulullah SAW. Apabila amalan banyak bersedekah ini dilakukan pada hari Asyura, maka akan mendapat fadhilah yakni Allah SWT yang juga akan menjauhkan orang tersebut dari siksa neraka sejauh jarak seekor gagak yang terbang tiada henti dari kecil sehingga ia mati.

  1. Menjaga Kehormatan Diri

Menjaga kehormatan diri sendiri juga menjadi amalan selanjutnya yang harus dilakukan umat muslim pada hari Asyura yakni tanggal 10 Muharram. Dengan melaksanakan amalan ini, maka Allah akan mengaruniakan hidup yang selalu diterangi dengan cahaya keimanan.

  1. Membaca Surat Al-ikhlas 1000 Kali

Membaca Surat Al-ikhlas sebanyak seribu kali juga sangat disarankan agar bisa menerima pahala dimana nantinya Allah SWT juga akan memandang orang tersebut di akhirat dengan pandangan penuh kasih sayang.

[AdSense-A]

  1. Perbanyak Membaca Hasballah

Bacaan Hasballah yakni, “Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal mawla wa ni’man nashir” merupakan bacaan yang juga harus diperbanyak pada hari Asyura. Amalan hari Asyura ini akan memberikan fadhilah berupa insya Allah orang tersebut tidak akan mati pada tahun ini.

Artikel terkait:

  1. Shalat 4 Rekaat

Shalat 4 rekaat ini bisa dilakukan pada tanggal 10 Muharram yakni hari Asyura [tanggal 9 malam] dengan beberapa ketentuan yakni di setiap rekaat-nya membacakan surat Al Fatihah sebanyak satu kali dan juga Surat Al Ikhlas sebanyak 51 kali.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat 4 rekaat dihari Asyura (10 Muharram) setiap rekaat membaca Al-Fatihah 1 x dan Al-Ikhlas 51 x, Maka Allah akan memberikan ampun dosa-dosanya selama 50 tahun.”

  1. Mandi Pada Hari Asyura

Mandi yang dilakukan pada hari Asyura juga sudah disebutkan jika Allah SWT membedah komunikasi air zamzam dengan seluruh air di malam Asyura. Oleh karena itu, barang siapa yang mandi di hari Asyura tersebut, maka insya Allah akan selalu aman dari berbagai macam penyakit selama satu tahun. Ini bukanlah sebuah hadits, melainkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan sudah selayaknya dilakukan sebagai salah satu amalan di hari Asyura.

  1. Memberikan Minum dan Berbuka Puasa

Barang siapa yang memberikan minum di hari Asyura, maka Allah SWT juga akan melepaskan kehausan orang tersebut yang sangat besar pada hari pengadilan Allah. Sementara jika amalan memberikan berbuka puasa maka akan mendapatkan fadhilah dimana Allah SWT tidak akan menolak harapan orang tersebut [dimakbulkan].

  1. Beribadah

Amalan menghidupkan malam Asyura dengan beribadah akan menjanjikan pahala berupa ibadah seperti ahli langit tujuh yakni para malaikat.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam Asyura dengan beribadah, maka orang tersebut beribadah seperti ibadahnya ahli langit tujuh [para malaikat].

  1. Berwudhu Dengan Sempurna dan Membaca Doa

Amalan yang dianjurkan pada malam hari Asyura adalah melakukan wudhu dengan sempurna dan kemudian dilanjutkan dengan shalat dua rekaat serta membacakan ayat Kursi sebanyak tiga ratus enam puluh kali dan selalu diawali dengan Basmalah. Apabila salah satu amalan di bulan Asyura ini dilakukan, maka orang tersebut akan selalu berada di bawah penjagaan Allah pada tahun tersebut.

  1. Banyak Berdoa

Pada malam hari Asyura juga disarankan untuk lebih banyak berdoa, membaca Al Quran dan juga melakukan shalat malam. Beberapa hal ini sangatlah dianjurkan oleh para ulama karena pada malam hari Asyura akan ada banyak pertolongan Allah SWT.

Barangsiapa di saat malam hari Asyura menyempurnakan wudhunya lalu menghadap ke kiblat dengan duduk diatas kedua lututnya serta membacakan ayat kursi sebanyak 360 kali disertai dengan Bismillah memiliki keutamaan dan rahmat Allah lebih baik dari yang sudah dikumpulkan.

Setelah itu, dilanjutkan kembali dengan membacakan, “Allahumma inna haadzihi lailatun jadiidatun wasanatun jadiidatun fa-a’thiniy. Allahumma khoirohaa wa khoiromaa fiihaa washrif ‘anny syarrohaa wasyarromaa fiihaa wasyarro fitnatihaa kamu udah saat khas wasyarronnafsi wal hawa wasy syaithoonirrojiim” sebanyak duabelas kali.

  1. Menengok atau Menjenguk Orang Sakit

Amalan berikutnya dari hari Asyura adalah menengok atau menjenguk orang sakit, dimana pahala yang akan didapat bagi seseorang yang menjalankannya adalah seperti sudah menengok orang sakit seluruh dunia sehingga sangat baik diamalkan pada tanggal 10 Muharram tersebut.

Artikel terkait:

Demikian ulasan yang bisa kami berikan mengenai beberapa amalan penting pada hari Asyura, dimana apabila dijalankan akan mendapatkan pahala yang sangat berlimpah. Semoga Allah SWT akan selalu senantiasa memberikan kita sebagai umat muslim taufik agar selalu tetap teguh untuk berjalan di jalan kebenaran yang diberikan Allah SWT.

3 Doa Puasa Asyura yang Mustajab

Puasa Asyura hendaknya dijalani dengan mengetahui lafadz atau bacaan serta doa. Akan tetapi, untuk sebagian umat muslim Indonesia yang madhzab syafi’i memberi penjelasan jika mengucapkan lafadz niat adalah sebuah sunnah sehingga tidak ada salahnya untuk diucapkan bagi yang ingin berpuasa Asyura.

Abu Qatadah ra berkata jika Rasulullah SAW bersabda, “Puasa pada hari arafah  dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. dan puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (H.R jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)

Bulan Muharram menjadi salaj satu dari empat bulan haram yang sudah dimuliakan Allah. Secara khusus, Allah SWT sudah melarang untuk melakukan perbuatan zalim atau maksiat pada bulan tersebut dengan maksud untuk memperlihatkan kehormatan. Allah Ta’ala berfirman, “Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)

Artikel terkait:

Bacaan Puasa Asyura

Nawatu as shauma fi yaumi ‘asyura sunnatan lillahi ta’ala

Arti: Saya niat puasa asyura, sunnah karena Allah ta’ala

Sesudah selesai membacakan lafagz tersebut, maka diwajibkan untuk melafalkannya lewat ucapan dengan memakai bahasa yang sesuai dengan arti yang terkandung di dalamnya.

Doa yang dipanjatkan Saat Melakukan Puasa Asyura

Berikut ini doa umum yang bisa dipanjatkan saat melakukan puasa Asyura, yaitu:

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir. Subhanallahi mil-al miizaani wa muntahal ilmi wa mablaghor ridhoo wazinatal arsyi. Laa malja-a walaa manja-a minallahi illa ilaihi subhaanallahi adadasy syaf’ir wal witri.

Wa Adada kalimaatilahit taammaati kulliha nas’alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimina. Waalaa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil azhiim, Wahuwa hasbuna wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, Washallalahu alaa sayyidina muhammadin wa alaa aalihi washahbihii wasallam.

Arti:

Cukuplah Allah menjadi sandaran kami dan Dia sebaik – baik Pelindung. Sebaik baik kekasih dan sebaik baik Penolong. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan ‘arzy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna, kami memohon keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang. Dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung Dan Dialah yang mencukupi kami sebaik baik pelindung, sebaik baik kekasih dan sebaik baik Penolong. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga dan sahabat beliau.

[AdSense-B]

Doa ini dibacakan pada hari Asyura, akan tetapi jika ingin dibacakan pada hari biasa juga diperbolehkan sebab lafadznya sangat umum.

Artikel terkait:

1. Doa Asyura

Hasbunallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wani’man nashiiru Subhanallahi mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal ‘arsyi Laa malja-a walaa manja-a minallahi illa ilaihi subhaanallahi ‘adadasy syaf’ir wal witri Wa ‘adada kalimaatillahittaammaati kulliha nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimina Walaa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiimi Wa huwa hasbuna wa ni’mal wakiilu ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru Wa shallalahu ta‘ala alaa sayyidina wanabiyyina muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihii aj’main.

Arti: Cukuplah Allah menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan ‘arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna, kami memohon keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang. Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan Dialah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, teriring keluarga dan sahabat beliau.

Doa Hari Asyura

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Suci Allah sepenuh Mizan [tim bangan], setinggi ilmu, sebanyak keredhaan dan setimbang arasy. Tiada tempat untuk menyelamatkan diri dan bersandar melainkan kepada Allah dan Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil dan sebanyak bilangan kalimah yang sempurna kesemuanya.

[AdSense-A] Daku memohon keselamatan daripada-Mu dengan Rahmat-Mu, Wahai Allah yang Maha Penyayang dan tiada daya dan kekuatan melainkan dengan keizinan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Cukuplah Allah pemeliharaku, tempatku berpegang dan sebaik baik pemberi pertolongan. Selawat Allah ke atas nabi-Mu, sebaik baik ciptaan-Nya, penghulu kami Muhammad dan ke atas ahli keluarga dan para sahabat keseluruhannya dan segala pujian milik Allah, Tuhan seluruh alam.

Ya Allah wahai Yang membebaskan segala kesulitan, wahai Yang melepaskan Nabi Yunus Dzin-Nun di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyura, wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyura, wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad Saw di hari ‘Asyura, wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam taat ibadah dan cinta kepadaMu, wahai Yang maha Pengasih diantara yang pengasih hidupkan-lah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih, semoga Allah limpahkan rahmat dan salam atas baginda kita Muhammad juga keluarga beliau dan para sahabat beliau, segala puji bagi Allah Tuhan pengurus sekalian alam.

2. Doa Ziarah Asyura

Salam atasmu wahai Abu Abdilah, salam bagimu wahai putra Rasulullah, salam atasmu wahai pilihan Allah dan anak pilihan-Nya, salam atasmu wahai putra Amirul Mukminin dan putra tuan para washi, salam atasmu wahai putra Fathimah, ratu wanita wanita seluruh dunia, salam atasmu wahai darah Allah dan anak darah-Nya dan salam untukmu wahai yang terbunuh dan belum menuntut pembunuhnya, salam atasmu dan untuk arwah yang berada di sekitarmu. Sampai kapanpun salamku dan seluruh salam Allah untuk kalian, sampai kapanpun selama aku masih hidup dan siang malam silih berganti. Wahai Abu Abdilah, sungguh besar duka ini dan berat pula bagi kami musibah yang menimpamu dan juga bagi seluruh umat Islam. Musibahmu ini telah diagungkan di langit dan sangat berat bagi penghuninya, semoga Allah melaknat umat yang telah mempersiapkan kondisi sehingga kalian dizalimi, wahai Ahlul Bait dan semoga Allah melaknat umat yang telah menghalangi kalian dari kedudukan kalian dan telah melucuti martabat yang telah ditetapkan Allah untuk kalian.

Semoga Allah melaknat umat yang telah membunuh kalian dan juga umat yang telah mewujudkan segala sarana bagi terbunuhnya kalian, aku bersetah diri padamu dan pada kalian dan berpaling dari mereka begitu pula dari pengikut mereka, wahai Abu Abdilah, sungguh aku berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian dan memerangi orang yang memerangi kalian sampai hari kiamat nanti, semoga Allah melaknat keluarga Ziyad, keluarga Marwan. Semoga Allah melaknat Bani Umayyah seluruhnya begitu pula Ibnu Marjanah, semoga Allah melaknat Umar bin Sa’ad, semoga Allah laknat Syimir dan semoga Ia melaknat umat yang telah mempersiapkan kuda kuda mereka untuk bergegas membunuhmu.

Sungguh demi ayah dan ibuku, engkau ini…sungguh besar musibah yang kurasa karena engkau ini, maka aku mohon Allah yang telah memuliakanmu dengan kedudukanmu dan yang telah memuliakanku karenamu agar menganugerahiku kesempatan menuntut pembunuhmu bersama seorang imam yang tertolong dan Ahlul Bait Muhammad SAW. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang terpandang di hadapan-Mu karena Husain as baik di dunia maupun di akhirat. Wahai Abu Abdilah, sungguh aku mendekatkan diri kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, Amirul Mukminin, kepada Fatimah, Hasan dan juga mendekatkan diri kepadamu dengan menjunjungmu dan dengan berpaling dari orang yang telah memusuhimu dan memerangi dirimu dan juga berpaling dari orang orang yang telah menyulut api kezaliman terhadap kalian dan aku berpaling kepada Allah dan Rasul-Nya dari orang orang yang memulai kezaliman itu, menyusun siasat untuk menzalimi kalian lalu menjalankan siasat itu terhadap kalian dan pengikut pengikut kalian…

Bacaan Tasbih Hari Asyura

Dalam Hamisy kitab I’anatuththolibin juz 2 halaman 267, Syeikh Al Ajhuri berkata, sesungguhnya barang siapa yang membaca hasbiyallah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannashier sebanyak 70 kali pada hari asyura, maka Allah SWT akan membuat orang tersebut terhindar dari keburukan tahun ini.

Artikel terkait:

3. Doa Asyura [10 Muharram]

Ya Allah wahai Yang membebaskan segala kesulitan, wahai Yang melepaskan Nabi Yunus Dzin-Nun di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyura, wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyura, wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad Saw di hari ‘Asyura, wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam taat ibadah dan cinta kepadaMu, wahai Yang maha Pengasih diantara yang pengasih hidupkan-lah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih, semoga Allah limpahkan rahmat dan salam atas baginda kita Muhammad juga keluarga beliau dan para sahabat beliau, segala puji bagi Allah Tuhan pengurus sekalian alam.

Doa ini sebaiknya dibaca pada hari Asyura yakni tanggal 10 Muharram dan akan lebih baik lagi jika dibacakan berjamaah sesudah selesai shalat maghrib malam 10 Muharram.

Artikel terkait:

Doa puasa Asyura atau tanggal 10 Muharram merupakan salah satu doa yang dibacakan pada tanggal 10 Muharram dan sebaiknya dibacakan secara bersama – sama di masjid dan yang dipimpin oleh imam masjid setempat.

15 Amalan 1 Muharram yang Menghasilkan Pahala

Pada dasarnya, semua hari dan bulan mempunyai kedudukan yang serupa di sisi Allah SWT, namun ada beberapa hari dan bulan yang sangat diistimewakan berdasarkan dalil dari Al Quran dan juga as Sunnah. Salah satu bulan yang dimuliakan tersebut adalah bulan Muharram berdasarkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. at-Taubah: 36). Pada ulasan kali ini, kami akan memberikan apa saja amalan yang dilakukan pada tanggal 1 Muharram secara lengkap untuk anda, silahkan disimak berikut ini.

Artikel terkait:

  1. Berpuasa

Di dalam riwayat Rayyan bin Syabib, Imam Ali Ridha as mengatakan, “Sesiapa berpuasa pada hari ini dan berdoa kepada Allah, maka dia akan mendapati doanya seperti diterimanya doa Nabi Zakariya as.”

Anjuran berpuasa dan juga berdoa pada tanggal 1 Muharram ini sangat disarankan supaya doa dan puasa yang dijalankan tersebut akan diterima seperti doa Nabi Zakaria as yang diterima oleh Allah SWT.

  1. Shalat dua rakaat dan Baca Doa

Dinukil dari Imam Ali Ridha as jika Rasulullah SAW pada hari pertama bulan Muharram melaksanakan shalat dua rakaat dan juga membacakan doa.

Ya Allah, Tuhan Yang Mahakadim, inilah tahun baru, aku memohon suaka-Mu dari kejahatan setan, kekuatan untuk menahan hawa nafsu yang menyeretku kepada kejelekan, sibuk dengan aktivitas yang mendekatkan diriku kepada-Mu. Wahai Zat Yang Maha Pemurah dan Pemilik kemuliaan. Wahai Sandaran orang yang tidak memiliki sandaran. Wahai Simpanan orang yang tidak memiliki simpanan, wahai Pelindung orang yang tidak memiliki perlindungan. Wahai Penolong orang yang tidak memiliki penolong, wahai Pegangan orang yang tidak memiliki pegangan. Wahai Permata orang yang tidak memiliki permata. Wahai Zat yang baik ujiannya. Wahai Zat yang besar harapannya. Wahai Zat Pemulia orang-orang lemah. Wahai Penyelamat orang yang tenggelam. Wahai Penyelamat orang-orang yang celaka. Wahai Pemberi karunia. Wahai Zat Yang Mahaindah, Pemurah dan Baik. Engkau adalah Zat yang memunculkan gelapnya malam, gemerlapnya siang, cahaya bulan, sinar matahari, suara air dan suara pohon yang bersujud kepadamu. Ya Allah tiada sekutu bagimu!

  1. Tidak Berbuat Dzalim

Pada bulan Muharram khususnya di tanggal 1 Muharram, sangat tidak disarankan untuk berbuat dzalim baik itu dalam kadar yang kecil ataupun kadar yang besar.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.”(QS. at-Taubah: 36)

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Takutlah kalian terhadap kedhaliman, karena sesungguhnya kedhaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan lainnya)

Sementara di dalam hadits lainnya, beliau juga bersabda, “Tidak ada dari satu dosapun yang lebih pantas untuk dicepatkan siksanya dari pelaku dosa itu baik di dunia maupun di akhirat daripada melewati batas (kedhaliman) dan memutus silaturrahim.” (ash-Shahihah, no. 915)

[AdSense-B]

  1. Puasa Asyura

Puasa ini sudah dikenal sejak zaman jahiliyah sebelum Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus seperti yang dikatakan Aisyah, “Sesungguhnya orang-orang jahiliyah dahulu berpuasa pada hari itu.” al-Qurthubi berkata, “Kemungkinan kaum Quraisy menyandarkan amalan puasa mereka kepada syari’at orang-orang sebelum mereka, seperti syari’at Nabi Ibrahim.

Karena itulah, Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya untuk menyelisihi mereka seperti yang sudah tertulis dalam hadits yang diriwayatkan Abu Musa al-Asy’ari dimana Nabi bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari tersebut.”(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Puasa asyura ini menjadi amalan yang diperintahkan sebab mengandung banyak keutamaan yang sudah dikhabarkan Rasulullah  Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram.” (HR. Muslim, no. 1982)

  1. Memperbanyak Amal Shalih

Mengingat sangat banyak pahala yang diberikan Allah SWT melebihi bulan lainnya, maka pada tanggal 1 Muharram hendaknya lebih memperbanyak amalan ketaatan pada Allah SWT seperti shadaqah, membaca Al Quran, berdizikir dan lain sebagainya.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang tafsir firman Allah Ta’ala dalam Surat At Taubah ayat 36: “…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…”; Allah telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)

Artikel terkait:

  1. Menjauhi Maksiat

Tidak hanya lebih memperbanyak amalan ketataan pada Allah SWT, namun 1 Muharram juga dianjurkan untuk menjauhi maksiat pada Allah SWT. Ini menjadi amalan yang dianjurkan sebab dosa yang terjadi pada bulan bulan haram akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan dosa selain bulan haram tersebut.

Qotadah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya.”

  1. Intropeksi Diri

Semakin bertambahnya usia seiring dengan pergantian hari dan bulan, maka perlu disadari jika kita semakin mendekati dengan kematian dan juga alam akhirat. Ini yang membuat intropeksi diri sangat penting untuk dilakukan khususnya pada 1 Muharram, sehingga bisa dijadikan alat bermuhasabah dan juga intropeksi diri masing masing.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Wahai saudaraku, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menuju perjalanan yang panjang di akhirat kelak dengan amalan-amalan shalih? Sudahkah kita siap untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah kita perbuat di hadapan Allah kelak? Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al Hasyr: 18)

[AdSense-A]

  1. Meluaskan Belanja

Dalam hadits Abi Said Al-Khudhiri mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun.

Dalam hal ini, ada sebagian ulama hadits yang melemahkan hadits ini, akan tetapi untuk sebagian yang lain berkata jika hadits ini adalah shahih dan sebagian lagi mengatakan hasan.

  1. Perbanyak Sedekah

Menurut kalangan mazhab Malik, sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dalam bulan Muharram yang dimulai pada tanggal 1 Muharram. Sementara pada mazhab lainnya menganggap tidak ditemukan landasan dalil yang dengan khusus menyebutkan hal tersebut dan kuat derajat haditsnya dan karena itulah mereka mendhaifkan hadits sebagai berikut, “Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun”.

  1. Membacakan Surat Yasin

Membaca Surat Yasin ini dilakukan bagda Sholat Maghrib sebanyak tiga kali dan harus sudah selesai sebelum masuk sholat isya. Apabila tidak bisa membaca maka bisa diganti dengan membaca istighfar sebanyak mungkin.

Sesudah selesai membacakan surat Yasin pertama lalu dilanjutkan dengan membacakan doa, Yaa Allah berikanlah ketetapan Iman Islam dan menjadi bagian dari Ahlussunah Wal Jama’ah, Amin.

Sesudah selesai membacakan surat Yasin yang kedua, maka dilanjutkan dengan membacakan doa, Yaa Allah ampunilah dosa dosa hamba di dunia dan akherat secara lahir dan batin dan atas dosa dosa kedua orangtua serta umat Islam semua, Amin.

Sesudah selesai membacakan surat Yasin yang ketiga, maka dilanjutkan dengan membacakan doa, Yaa Allah berikanlah hamba umur panjang yang bermanfaat, kelimpahan rezeki yang baik dan halal dan kelak meninggal dengan khusnul khotimah, tenteram nyaman dan selamat dunia akherat, amin.

Artikel terkait:

  1. Menyelesaikan Pertengkaran Dengan Perdamaian

Menyelesaikan pertikaian, pertengkaran dengan rukun dan damai yang dimaksud adalah apabila memiliki musuh atau lawan hendaknya segera diakhiri pertikaian tersebut dengan damai dan rukun dan yang paling mulia dan utama adalah yang bersedia untuk mendahului atau memulai perdamaian tersebut.

  1. Menyantuni Anak Yatin

Dari mulai tanggal 1 Muharram sampai dengan 10 Muharram dilaksanakan acara mengusap kepala anak yatim. Dalam syariat Islam, yang dimaksud dengan mengusap kepala anak yatim adalah lebih kepada menyantuni anak yatim, memberikan kasih sayang yang cukup dan juga memuliakan anak yatim.

  1. Memberikan perlakuan Istimewa Pada Suami

Dalam hubungan keluarga, tidak jarang sebagai seorang istri sudah mengabadikan dirinya dengan sangat baik untuk suami. Akan tetapi, dengan memberikan kemuliaan pada seorang istri yang memberikan perlakuan istimewa pada sumai pada tanggal 1 Muharram sampai dengan 10 Muharram dengan menjadikannya Ahlul Jannah.

  1. Ziarah Kubur Makam

Ziarah kubur ke makam para alim ulama dan juga sillaturahmi ke rumah para alim ulama. Ini sudah menjadi amalan yang juga tradisi di banyak daerah dimana rombongan akan ziarah kubur ke makam para wali sekaligus menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke pengasuh pengasuh pondok pesantren maupun para ulama.

  1. Madi Jamas

Mandi jamas merupakan madi yang dilaksanakan pada malam 1 Muharram dengan cara seperti mandi besar [Junub] dan lebih diutamakan dengan air dari matai air secara langsung. Keutamaannya InsyaAllah akan menjernihkan pikiran bagi orang yang melaksanakan madi jamas tersebut.

Artikel terkait:

Tanggal 1 Muharram selayaknya disambut dengan cara cara yang sudah diajarkan dalam syari’at Islam dan tidak dengan cara yang tidak dibenarkan dalam syari’at Islam. Semua amalan pada dasarnya adalah baik selama tidak dihubungkan dengan momentum tertentu.

17 Amalan 10 Muharram yang Menghasilkan Pahala

Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT sebab memiliki banyak pahala yang akan diberikan oleh Allah SWT untuk para hamba-Nya pada bulan tersebut. Bulan Muharram menjadi bulan pertama di tahun Hijriah dan sering disebut dengan lebaran bagi yatim piatu dan juga fakir miskin. Dalam bulan Muharram ini, ada sangat banyak amalan yang bisa dilakukan dan akan memberikan pahala besar seperti yang sudah dijanjikan Allah SWT untuk hamba yang melaksanakan amalan tersebut dan akan kami ulas secara lengkap berikut ini.

“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)

Artikel terkait:

  1. Puasa

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa dihari Asyura (10 Muharram), maka pahalanya 10.000 kali haji dan umroh dan seperti 10.000 mati Sahid”. Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa memberi makan kepada orang yang berpuasa dihari Asyura (10 Muharram), maka pahalanya seperti memberi makan sejumlah umatnya Nabi Muhammad SAW.”

Dalam hadits ini sudah sangat jelas dikatakan jika bulan Muharram menjadi bulan yang sangat mulia dan Allah SWT sudah sangat murah hati dalam memberikan banyak pahala seperti yang dijanjikan.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Berpuasalah pada hari Asyura, dan bedakanlah dengan orang Yahudi yaitu dengan berpuasa sehari sebelum dan sehari sesudah hari Asyura (10 Muharram).”

Dalam hadits kedua dijelaskan untuk membuat perbedaan antara umat muslim dengan orang Yahudi sehingga dianjurkan untuk berpuasa satu hari sebelum dan sesudah tanggal 10 Muharram. Akan tetapi, jika hanya ingin berpuasa di tanggal 10 Muharram juga diperbolehkan sebab sudah bisa menutupi dosa yang diperbuat selama satu tahun yang sudah berlalu.

Rasulullah SAW bersabda, “Aku mencari pahala puasa Asyura kepada Allah SWT, karena dapat menutupi dosa sethaun yang terlewati”.

“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)

Abu Qatadah radhiallahu anhu, Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”. [Sunan Abu Dawud]

  1. Sholat 4 Rekaat

Sholat 4 rekaat dilakukan pada malam tanggal 10 Muharram yakni tanggal 9 malam dengan ketentuan setiap rekaat membacakan surat Al-Fatihah sebanyak satu kali dan juga surat Al-Ikhlas sebanyak 51 kali.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat 4 rekaat dihari Asyura (10 Muharram) setiap rekaat membaca Al-Fatihah 1 x dan Al-Ikhlas 51 x, Maka Allah akan memberikan ampun dosa-dosanya selama 50 tahun.”

[AdSense-B]

  1. Memberikan Harta Untuk Keluarga dan Istri

Rasulullah SAW bersabda, “Dan berikan kelonggaran harta kepada Keluargamu di hari Asyura, sebab orang yang memberikan kelonggaran harta kepada Istri dan Keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melonggarkan rizkinya orang tersebut setiap tahun.”

Dalam hadits tersebut sangat dianjurkan untuk memberikan atau menyisihkan sedikit harta yang dimiliki untuk keluarga dan juga istri supaya akan dilapangkan harta setiap tahunnya bagi orang yang memberikan harta tersebut. Memberikan harta bisa dilakukan dengan cara berbelanja makanan dan juga minuman melebihi dari hari biasanya dan juga menggembirakan hati keluarga seperti menghulur belanja lebih.

  1. Shodaqoh

Bershodaqoh pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura juga sangat dianjurkan seperti sabda dari Rasulullah SAW, “Barang siapa bershodaqoh dihari Asyura, maka dirinya tersebut seakan-akan belum pernah menolak terhadap orang yang meminta-minta”.

“Barang siapa bersedekah dengan seteguk air kepada orang lain di hari asyura’ maka ia akan merasakan tegukan air di hari yang sangat menghauskan kelak (ketika hari qiyamat) dan ia tidak akan pernah merasakan haus selamanya setelah minum air tersebut kelak dan seolah – olah ia tidak pernah berbuat durhaka kepada Allah sekejap mata pun. Dan barang siapa bersedekah dengan sekali sedekahan, maka ia seolah selalu bersedekah kepada setiap pengemis yang meminta-minta padanya”

  1. Puasa Asyuro dan Tasu’a

Abu Hurairah RA berkata jika Rasulullah SAW bersabda, “Shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan  Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim 1162).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Shaumlah kalian pada hari ‘Assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR Ath-Thahawy dan Al-Baihaqy serta Ibnu Khuzaimah 2095). Oleh karena itu, puasa sunnah yang dilakukan pada hari kesembilan dan kesepuluh pada bulan Muharram sering disebut dengan Asyuro dan Tasu’a.

  1. Mandi

Mandi yang dimaksud disini tidak hanya sekedar mandi seperti yang sudah biasa dilakukan sehari hari, akan tetapi merupakan madu besar atau mandi junub. Barang siapa yang mandi dan juga membersihkan dirinya pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram, maka ia tidak akan terkena penyakit apapun juga pada tahun tersebut.

Artikel terkait:

  1. Muhasabah dan Intropeksi Diri

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Dengan terus berjalannya waktu dan bertambah usia, maka kita harus menyadari dan melakukan intropeksi diri mengenai apakah amal sudah semakin bertambah atau justru dosa yang semakin bertambah.

  1. Memperkuat Silaturahmi

Umat muslim dilarang untuk memutuskan tali silaturahmi dan bahkan ada dalam suatu hadits yang menyebutkan jika haram hukumnya untuk mendiamkan sesama muslim lebih dari tiga hari. Apabila mungkin kita pernah melanggar aturan ini, maka tanggal 10 Muharram menjadi waktu yang sangat tepat untuk bertaubat dan lebih memperbaiki tali silaturahmi yang sudah terputus tersebut.

[AdSense-A]

  1. Mengunjungi Kyai atau Orang Alim

Ziarah orang alami atau kyai akan membuat kita menjadi tentram, baik itu orang alim atau kyai yang masih hidup dengan sowan  pada para kyai atau tokoh alim ulama atau orang alim dan kyai yang sudah wafat yakni dengan melakukan ziarah kubur.

  1. Menjenguk Orang Sakit

Apabila mengunjungi atau menjenguk orang sakit dilakukan pada tanggal 10 Muharram atau asyura, maka mengartikan ia juga sudah menjenguk semua orang sakit yang ada di dunia sehingga akan memberikan pahala yang sangat besar.

  1. Mengusap Rambut Anak Yatim

Mengusap rambut anak yatim yang dimaksud bukanlah hanya mengusap kepala anak yatim, namun memberikan rizki lebih yang dimiliki pada anak yatim piatu. Setiap helai dari rambut anak yatim piatu yang diusap tersebut akan menggugurkan dosa bagi orang yang mengusapnya sehingga berbagi dengan anak yatim ini sangat dianjurkan.

  1. Baca Surat Ikhlas

Dianjurkan juga untuk membacakan Surat Ikhlas sebanyak seribu kali, membacakan ayat kursi sebanyak seratus kali dan juga membacakan Khasbunallahu wa ni;mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’mannashiir sebanyak 70 kali dan lain sebagainya.

“Barang siapa menghidupkan malam asyura’ dengan beribadah kepada Allah SWT, maka seolah-olah ia telah beribadah seperti ibadahnya para malaikat di langit”. Imam al-Ajhury berkata jika seseorang yang mengucapkan doa Hasbunalloh wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir (Cukup bagi kita Allah dzat pemberi nikmat, kemulyaan  dan pertolongan) sebanyak 70 kali di malam hari as-syura’ maka ia akan dihindarkan dari berbagai macam keburukan di tahun yang akan dihadapinya.

Artikel terkait:

  1. Memuliakan Fakir Miskin

Memuliakan fakir miskin juga menjadi salah satu amalan di tanggal 10 Muharram dimanan nantinya akan dilapangkan kubur bagi hamba yang memuliakan fakir miskin tersebut.

  1. Menahan Marah

Menahan marah juga dianjurkan untuk dilakukan umat muslim pada tanggal 10 Muharram yang akan memberikan fadhilah bahwa Allah SWT akan memasukkan orang tersebut ke dalam golongan yang ridha dan dirihai-Nya.

  1. Memperlihatkan Jalan Kebenaran

Memperlihatkan atau menunjukkan jalan kebenaran bagi orang yang tersesat pada tanggal 10 Muharram akan memberikan pahala dimana Allah SWT akan menyinarkan cahaya iman di dalam hati bagi hamba yang melakukan amalan tersebut.

  1. Memelihara Kehormatan Diri

Memelihara kehormatan diri di hari Asyura atau tanggal 10 Muharram akan memberikan fadhilah yakni Allah SWT akan memberikan karunia hidup yang senantiasa diterangi cahaya keimanan.

  1. Memakai Celak

Celak merupakan alat yang sering dipakai untuk membuat alis mata supaya bisa terlihat lebih hitam. Namun, untuk sebagian ulama hanafy, memakai celak hukumnya adalah haram dan pengarang kitab Jam’ut ta’alig menghukumi makruh karena hari Asyura bertepatan dengan peristiwa Sahara Nainawa dimana Sayyidina husein dan ahlu bait Rasulullah dibantai dan darah sayyidina husein dipakai untuk celak oleh Yazid beserta putranya.

Artikel terkait:

Demikian ulasan yang bisa kami berikan kali ini mengenai apa saja amalan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura, semoga bisa menambah wawasan anda seputar amalan shaleh dalam Islam.