Hukum Wanita Memakai Turban dan Dalilnya

Seperti yang kita ketahui jika keistimewaan wanita berjilbab dalam Islam sangatlah beragam, akan tetapi trend hijab yang marak dikenakan dan semakin berkembang di Indonesia salah satunya adalah turban. Sebenarnya, turban sendiri lebih dulu terkenal di negara Malaysia dan bahkan sudah digunakan sejak abad ke-17 oleh para wanita Eropa. Tidak hanya untuk melindungi rambut dan juga sinar matahari, namun turban juga dikenakan sebagai sebuah aksesoris supaya bisa terlihat lebih trendy sekaligus glamor. Fenomena mengenakan turban ini terkadang membingungkan wanita muslim dalam memahami ajaran Islam yang benar.

Arti kata jilbab sendiri saat Al Quran diturunkan adalah kain yang menutupi dari atas sampai bawah, tutup kelapa, kain yang digunakan lapisan yang kedua oleh wanita dan juga seluruh pakaian wanita. Imam Qurthubi dalam tafsirannya berkata jika jilbab berarti sebuah kain lebih besat ukurannya dari khimar atau kerudung sehingga artinya adalah menutup seluruh badan.

Rasulullah SAW bersabda, “Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu: “suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggaklenggok (jalannya), mengajarkan wanita berlenggaklenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya)” [HR. Muslim].

Model turban hanyalah meutupi seluruh bagian rambut kepala sampai pada bagian telinga saja dan pilihan model inilah yang banyak dipakai wanita muslim khususnya anak muda dengan alasan lebih praktis untuk digunakan. Akan tetapi pada kenyataannya, turban tidak sesuai dengan ketentuan hijab atau jilbab seperti yang sudah diajarkan Islam. Hal yang membuat hal ini tidak sesuai adalah bagian leher serta dada masih terlihat atau tidak tertutupi dan dalam ajaran Islam sudah dijelaskan jika memakai jilbab yang benar adalah harus menutupi seluruh bagian badan kecuali bagian wajah dan telapak tangan. Hal ini bisa dikatakan sama saja memakai hijab atau jilbab namun telanjang.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Dalam ayat diatas, Allah SWT sudah menegaskan jika kewajiban wanita muslim untuk memakai jilbab  dan juga hikmah dari dasar hukum Islam serta syariat tersebut adalah supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak di ganggu atau disakiti.

Allah SWT juga berfirman, “Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu.” [al-Ahzâb/33:33]

Alasan Mengapa Turban Dilarang Dalam Islam

Ada beberapa alasan yang menjelaskan mengapa turban dilarang untuk dikenakan wanita dalam Islam seperti ulasan berikut ini.

  1. Turban Tidak Labuh

“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” [Surah Al-Ahzab: ayat 59]

[AdSense-B]

  1. Menyerupai Sebuah Kaum

Barang siapa menyerupai sesuatu kaum, maka ini mengartikan orang tersebut juga merupakan kalangan dari mereka juga. Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat seperti Abdullah bin ‘Umar, Huzaifah bin al-Yaman dan Anas bin Malik.

Seorang muslimah merupakan wanita yang mengaku dirinya memiliki iman pada Allah SWT dan keimanannya tersebut diyakini dalam hati, diikrarkan secara lisan dan juga harus diwujudkan dalam perbuatan setiap hari. Pengalaman dari iman tersebut adalah dengan menjalankan segala perintah Allah dan juga menjauhi segala larangannya. Mengenakan hukum memakai jilbab bagi seorang wanita menjadi perintah dari Allah SWT dan hukumnya wajib dilakukan sekaligus berpahala dan juga berdosa jika ditinggalkan.

Fungsi jilbab yang tadinya dimaksud untuk menutup aurat seperti are dada dan juga pinggul terabaikan saat memakai turban tersebut dan penutup kepala ini sejatinya bukanlah jilbab dalam pandangan yang disyariatkan Islam atau sering juga disebut dengan kerudung gaul. Sebagian wanita beranggapan jika turban lebih baik dibandingkan tidak memakai hukum wanita tidak berjilbab dalam Islam sama sekali dan sebagai proses pembelajaran menutup aurat. Pernyataan tersebut apabila dilihat sekilas terlihat benar, akan tetapi sebenarnya adalah hal yang keliru sebab seorang muslim tetap harus menjalani semua perintah syariat secara menyeluruh atau kafiah.

Al-Jauhari menyatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut mula’ah (baju kurung). Makna jilbab seperti inilah yang diinginkan Allah ketika berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Ahzab: 59]

Para ulama juga sepakat jika jilbab syar’i memiliki arti sejenis baju kurung yang lebar dan bisa menutupi area kepala, muka dan juga dada sehingga membuat muslimah tampil lebih santun, bermartabat dan juga memancarkan kepribadian Islami. Apabila seorang muslimah memakai hijab syari atau jilbab maka secara tidak langsung memberi peringatan pada lelaki untuk menundukan pandangan sebab wanita tersebut bukan miliknya begitu pun sebaliknya namun hanya menjadi milik orang yang sudah dihalalkan Allah.

[AdSense-A]Sementara untuk seorang muslimah yang mengenakan jilbab gaul seperti contohnya turban, maka tetap mengundang perhatian pria dan secara tidak langsung memberi ijin pria untuk memandangi kecantikan wajahnya.

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.”

Jilbab Islami untuk Wanita

Ada beberapa syarat yang harus dimengerti dan dipahami para wanita baik itu kalangan muda atau tua saat hendak memakai hijab atau jilbab syar’i seperti berikut ini.

  1. Menutupi Seluruh Tubuh

Jilbab yang dikenakan harus menutupi seluruh bagian tubuh dan tidak memperlihatkan anggota tubuh sedikit pun selain yang sudah dikecualikan oleh Allah SWT. “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” [An-Nur: 31]

  1. Tidak Menarik Pandangan atau Perhatian

Jilbab yang dikenakan juga haruslah tidak menarik pandangan atau perhatian para lelaki yang bukan mahram. Agar jilbab yang dikenakan tidak menarik perhatian lelaki, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti jilbab harus terbuat dari kain tebal dan tidak memperlihatkan kulit tubuh atau dikenal dengan kata transparan, jilbab harus longgar dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh dan juga tidak dibuat berwarna warni atau memiliki motif.

Hijab sendiri bukanlah menjadi sebuah pakaian kebanggaan dan juga kesombongan sebab Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada Hari Kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan]

Jilbab juga hendaknya tidak ditambahkan dengan wewangian atau parfum seperti hadits Abu Musa Al Asy’ari yang menyatakan jika Rasulullah SAW bersabda, “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka dia adalah wanita pezina dalam Islam.” [HR. Abu Dawud, An-Nasa‘i dan At-Tirmidzi, dan hadits ini Hasan]

  1. Tidak Menyerupai Pakaian Lelaki

Jilbab yang dikenakan juga seharusnya tidak menyerupai laki laki ataupun pakaian wanita kafir sebab Rasulullah SAW bersabda seperti yang sudah diriwayatka Abu Dawud serta Ahmad, Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” Selain itu, Rasulullah SAW juga mengutuk pria yang mengenakan pakaian wanita dan juga mengutuk wanita yang mengenakan pakaian laki laki.

Kesimpulan dari ulasan diatas adalah wanita yang berpakaian namun terlihat telanjang merupakan wanita yang masih memperlihatkan lekukan bagian tubuhnya dengan cara berpakaian ketat ataupun tipis seperti turban sehingga diharamkan bagi wanita muslim untuk mengenakan turban tersebut. Sudah selayaknya kita sebagai muslimah harus selalu taat dengan semua aturan yang sudah diberikan Allah SWT sekaligus menjauhi segala larangan-Nya dan dalam hal ini adalah mengenakan jilbab yang syar’i yaitu jilbab yang menutup seluruh bagian kepala sampai ke area dada atau pinggul sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan sebaiknya para wanita muslimah memakai cara berpakaian wanita muslimah yang baik dan benar.

17 Hukuman Wanita Tidak Berjilbab di Akhirat

Syarat tentang pakaian wajib wanita muslimah dan juga pakaian yang memenuhi syari’at bertujuan untuk membuat wanita muslimah terlihat berbeda dengan wanita yang bukan muslimah sekaligus sudah menjadi kewajiban yang tidak bisa lagi terbantahkan dengan dalih apapun juga sebab Allah SWT sendiri sudah mewajibkan wanita muslimah untuk mengenakan jilbab.

Allah SWT bersabda, “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Dengan mengetahui betapa penting dan wajibnya wanita muslimah untuk mengenakan jilbab saat memasuki baliqh, maka tentunya perintah ini juga akan mendapatkan ancaman serta hukuman yang akan didapat di akhirat nanti. Beberapa hukuman wanita tidak berjilbab di akhirat ini akan kami ulas secara lengkap pada kesempatan kali ini.

Artikel terkait:

  1. Kepala Seperti Onta Berpunuk Dua

Hukuman pertama yang akan didapatkan wanita tidak berjilbab adalah memiliki kepala seperti punuk onta yang berpunuk dua dan juga dipukul dengan cambuk seperti ekor sapi. Seorang wanita yang tidak memakai jilbab semasa hidupnya sudah dipastikan tidak akan masuk surga dan tidak mendapat bau surga.

Rasulullah bersabda “Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 th). (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).

  1. Digantung Dengan Api Neraka

Wanita yang tidak mengenakan jilbab juga akan digantung rambutnya memakai api neraka sampai otaknya menjadi mendidih dan akan terus berlangsung selama ia hidup di dunia saat belum menutup rambutnya.

  1. Digantung Dengan Rantai Api Neraka

Para wanita tidak berjilbab juga akan digantung dengan rantai api neraka dan bagian dada serta pusatnya akan diikat api neraka. Sedangkan pada bagian betis dan paha akan diberikan panggangan seperti layaknya sedang memanggang kambing dan ini menjadi hukuman yang sangat pedih.

  1. Digantung Sampai ke Ubun Ubun

Perempuan yang tidak ingin memakai jilbab semasa hidup di dunia dan memperlihatkan auratnya akan mendapat hukuman di akherat berupa tergantung kedua kakinya dan bagian tangan terikat sampai ke ubun ubun sambil diberikan kalajengking dan juga ular.

[AdSense-B]

  1. Memakan Badan Sendiri

Hukuman di akhirat selanjutnya untuk wanita yang tidak memakai jilbab adalah perempuan tersebut akan memakan dirinya sendiri sambil dinyalakan api neraka pada bagian bawahnya sekaligus bagian muka berwarna hitam sambil memakan tali perutnya sendiri.

Artikel terkait:

  1. Buta Mata dan Telinga Pekak

Perempuan tidak berjilbab juga akan dihukum berupa bagian telinga pekak dan matanya menjadi buta kemudian akan dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari api neraka dan otaknya akan keluar dari lubang hidung serta timbul bau busuk karena penyakit kusta dan juga sopak.

  1. Serupa Dengan Himar

Nabi SAW bersabda, jika Beliau juga akan melihat wanita memiliki badan seperti himar serta beribu ribu sengsara yang akan dihadapi, perempuan serupa dengan anjing, api yang masuk melalui mulut dan keluar dari bagian dubur sekaligus malaikat akan memukul wanita tersebut dengan penting yang terbuat dari api neraka.

  1. Memotong Badan Sendiri

Perempuan juga akan mendapatkan hukuman berupa memotong bagian badannya sendiri memakai gunting api neraka sebab selalu membuka aurat untuk memperlihatkan kecantikan pada pria yang bukan muhrim seperti melepas atau tidak memakai jilbab.

  1. Amalan Terhapus

Bagi wanita yang tidak pernah mengenakan jilbab selama hidup di bumi, maka saat penghukuman di akhirat nanti akan mendapat hukuman yakni seluruh amal pahalanya akan terhapuskan dan masuk ke dalam kumpulan orang yang merugi.

  1. Tidak Diterima Amal Sholat

Wanita yang tidak berjilbab juga akan mendapat hukuman berupa tidak diterimanya seluruh amal sholat yang sudah pernah ia lakukan selama di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Artikel terkait:

  1. Penghuni Neraka Yang Kekal

Kaum wanita yang tidak mau memakai jilbab berarti telah mendustakan ayat ayat yang sudah diberikan Allah dan sudah menyombongkan diri pada perintah yang sudah Allah SWT berikan.

Surat Al A’raaf ayat 36, “Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”. Dari penggalan ayat ini sudah dijelaskan jika hukuman bagi wanita tidak berjilbab adalah menjadi penghuni neraka yang kekal.

  1. Digantung Bagian Lidahnya

Wanita yang tidak mau mengenakan jilbab juga akan menerima hukuman di akhirat dan akan digantung pada bagian lidahnya serta tangan yang diikat di bagian belakang kemudian timah cair akan dituangkan ke dalam tengkoraknya.

[AdSense-A]

  1. Masuk Dalam Peti Api Neraka

Perempuan tidak berjilbab selama hidupnya di bumi akan menerima ganjaran berupa telinganya yang pekak dan mata menjadi buta kemudian dimasukkan ke dalam sebuah peti yang terbuat dari api neraka. Setelah itu, otaknya akan keluar dari lubang hidung dan tercium bau busuk dari tubuhnya.

  1. Muka Menghitam dan Memakan Isi Perut Sendiri

Untuk perempuan yang senang menjadi seorang wanita penggoda dengan cara berusaha membuat pria bergairah dengan memperlihatkan auratnya seperti tidak memakai jilbab dan mengenakan pakaian terbuka, maka akan mendapat azab muka menghitam sekaligus memakan isi perutnya sendiri.

  1. Mendapat 70.000 Tahun Dalam Neraka

Sehelai rambut wanita pun yang terlihat oleh lelaki bukan mahram dan dilakukan dengan sengaja, maka akan mendapatkan balasan dihumban 70.000 tahun dalam neraka dan 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. Selain itu, seorang wanita yang akan masuk ke neraka juga akan menarik dua orang lelaki seperti ayah kandung, adik beradik lelaki, suami atau anak lelaki kandung.

Artikel terkait:

Ayat dan Pandangan Seputar Kewajiban Berjilbab

Berikut ini terdapat beberapa ayat yang dijadikan pedoman bagi para wanita muslim tentang kewajibannya memakai jilbab, antara lain:

  • al-Ahzab ayat: 59

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

  • al-Ahzab [33]: 53

Dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri- istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (yang menutupi kalian dan mereka). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka

Pandangan Mufasir Ibn Katsir

Ibn Katsir berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk kaum wanita mukminah untuk mengenakan jilbab, pakaian longgar yang menutupi baju mereka, ke seluruh tubuh mereka, agar mereka tampil berbeda dengan ciri-ciri kaum wanita Jahiliah. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan bahwa Ibn Abbas pernah berkata, ‘Allah memerintahkan kaum wanita mukminah pada saat pergi keluar rumah mereka untuk suatu keperluan, agar menutupi wajah mereka dari atas kepala mereka dengan jilbab dan hanya memperlihatkan sebelah matanya saja.

Pandangan Abu Hayyan

Saat menafsirkan ayat diatas, Abu Hayyan di dalam Al-Bahrul Muhith-nya (hal.250/ 7) mengatakan jika firman- Nya agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka’ artinya agar mereka dikenal selalu menutupi aurat mereka sehinga mereka tampil dengan ketertutupan aurat, kesucian dan keterpeliharaan diri mereka sehingga tidak ada satu pun para pelaku maksiat yang berhasrat kepada mereka. Lain halnya dengan wanita yang selalu bersolek dan mempertontonkan keindahannya, karena wanita semacam ini umumnya selalu menjadi obyek hasrat mereka. Diriwayatkan dari Ibn Jarir bahwa Ibn Abbas (ra) berkata, ‘Hijab dililitkan di atas dahi lalu ditarik dan dibelokkan ke atas hidung. Meski kedua matanya tampak, namun hijab tersebut menutupi dada dan bagian wajahnya secara umum.Demikianlah pula kebiasan penduduk Andalusi, tidak tampak dari kaum wanita di negeri itu kecuali sebelah matanya saja.

Pandangan Mufassir Al-Baidhawi

Di dalam tafsirnya, Al Baidhawi (hal. 386/4) berkata jika Firman Nya supaya mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka’ artinya mereka menutupi wajah mereka dengan pakaian yang menyerupai selimut, di saat mereka hendak pergi keluar rumah untuk suatu keperluan.”

Demikian ulasan dari kami mengenai hukuman yang akan diterima para wanita yang tidak mengenakan jilbab dan tidak bertaubat selama hidup di dunia dan akan diterima nanti di akhirat. Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi untuk anda para wanita muslim.

Hukum Lepas Pasang Jilbab dan Dalilnya

Jilbab pada dasarnya bukanlah hanya sekedar mode sesaat yang hanya dikenakan saat sedang trend saja dan dilepas kembali sesudah trend tersebut berlalu. Jilbab merupakan kewajiban dari semua wanita muslim yang sudah baliqh. Jilbab menjadi identitas dari seorang wanita Islam dan mahkota yang harus dijunjung tinggi. Apabila seorang wanita muslim sudah mengambil keputusan untuk berjilbab, maka segala konsekuensi yang mungkin akan muncul juga haruslah dipersiapkan serta siap menjaga sikap dan juga perilakunya. Apabila seorang wanita muslim berjilbab melakukan hal yang kurang baik, maka yang dianggap buruk bukan hanya wanita tersebut, namun juga pada jilbab dalam Islam.

Artikel terkait:

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri orang-orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Bagaimana Islam memandang Muslimah yang Lepas dan Pasang Jilbab

Perempuan yang sering melepas dan memakai jilbab atau dengan kata lain mempermainkan jilbab dianggap sebagai seorang wanita yang munafik dan juga tidak mematuhi perintah yang sudah diberikan Allah SWT.

“Dan sungguh Allah telah menurukan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentu kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An-Nissa: 140).

Allah SWT sudah dengan tegas melarang umat-Nya untuk mempermainkan dan juga memperolok ayat ayat yang telah diturunkan, sehingga membuat seseorang yang mengingkari dan tidak mematuhi ayat Alquran, maka sama saja dengan memperolok ayat Allah SWT.

Seorang perempuan yang mempermainkan jilbab dan hanya menggunakan jilbab sebagai hiasan atau hanya sebuah pakaian yang bisa dibuka dan dipakai kapan saja, maka dianggap sebagai golongan orang munafik dan tempat bagi orang munafik adalah neraka jahanam.

Yang dimaksud dengan lepas pasang jilbab adalah seorang perempuan yang terkadang memakai jilbab keluar rumah, akan tetapi terkadang juga sering melepas jilbab saat keluar rumah atau bahkan hanya mengenakan jilbab sebagai sensasi dan bukan karena Allah.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada ALLAH, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS 24:31)

[AdSense-B]

Jilbab menjadi sebuah kewajiban bagi wanita muslim dan bukan hanya pilihan, sudah siap atau asalan lainnya. Namun pada kenyataannya, masih banyak wanita muslim yang belum berjilbab dengan alasan karena merasa ingin membenahi diri terlebih dahulu. Tetapi jika dilihat, kita tidak akan pernah mengetahui kapan waktu siap memakai jilbab tersebut, merasa dirinya sudah soleha, sudah baik dan juga sudah sempurna. Selain itu, umur setiap orang tidak akan pernah diketahui. Selain itu, selama masih hidup di dunia, maka sudah menjadi kewajiban untuk setiap manusia memperbaiki diri terus menerus, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna.

Untuk semua muslimah yang dimuliakan Allah SWT, berbahagialah dengan kemuliaan berjilbab tersebut dan sudah selayaknya kita untuk menjaganya segenap tenaga dan upaya sebab hanya ini cara kita untuk mengabdikan diri pada Allah SWT, mematuhi perintah-Nya dan juga Rasul-Nya. Sudah sepantasnya wanita muslim membekali diri dengan ilmu dan pemahaman yang cukup menyangkut perintah Allah SWT mengenai berjilbab. Luruskan niat untuk berjihad melawan hawa dan nafsu sekaligus yakin jika kita sudah melakukan sesuatu yang benar dan memohon pada-Nya supaya bisa tetap menjaga hati agar tetap beristiqomah pada ketaatan-Nya. Sebab, sekali sudah memutuskan untuk berjilbab, maka sebaiknya jangan pernah berjalan mundur dan kembali kejahiliahan diri. Tidak ada alasan apapun untuk lepas pakai jilbab sebab Allah SWT adalah segalanya.

Wanita muslimah yang selalu menjaga keshalihan pribadinya merupakan perhiasan yang paling indah di dunia sehingga akan sangat beruntung seseorang yang memiliki perhiasan paling indah di dunia tersebut yakni perhiasan yang akan memberikan kebahagiaan dan juga rasa tenteram di dalam jiwa.

Jangan juga kita sebagai muslimah melepas jilbab hanya masalah yang berhubungan dengan rezeki hanya demi profesionalisme dan tuntutan pekerjaan. Jangan pernah meragukan Allah SWT sebab sedikit atau banyaknya rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal yang harus dilakukan adalah tetap yakin dimana jika kita selalu mematuhi Allah SWT, maka Allah juga tidak pernah akan menyia nyiakan kepatuhan para hamba-Nya.

Artikel terkait:

Ayat Alquran Tentang Kewajiban Berjilbab

Berikut ini dalil – dalil Al-Quran yang menjelaskan kewajiban untuk berjilbab bagi wanita yang memeluk Islam dan sudah memasuki masa baliqh, antara lain:

  1. QS. Al-A’raf: 26

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

  1. QS. Al-Ahzab: 59

[AdSense-A] “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

  1. QS. AL-Ahzab: 33

“Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.”

  1. QS. An-Nuur: 31

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Artikel terkait:

Dalil Quran tentang Perintah Memakai Jilbab

Berikut ini terdapat pula perintah dari Allah SWT terkait kewajiban memakai jilbab bagi muslimah, antara lain:

  1. QS. Al-Ahzab: 59

Allah ta’ala berfirman, “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  1. Taisir Karimir Rahman, hal. 272

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Ayat yang disebut dgn ayat hijab ini memuat perintah Allah kepada Nabi-Nya agar menyuruh kaum perempuan secara umum dengan mendahulukan istri & anak-anak perempuan beliau karena mereka menempati posisi yang lebih penting daripada perempuan yang lainnya, & juga karena sudah semestinya orang yang menyuruh orang lain untuk mengerjakan suatu (kebaikan) mengawalinya dengan keluarganya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian & keluarga kalian dari api neraka.”

  1. Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382

Abu Malik berkata: “Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat yang teranggap hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.”

Artikel terkait:

Hakekat Berjilbab

Kemudian, terdapat pula hakikat berjilbab yang dijelaskan dalam dalil Al-Quran, antara lain:

  1. Taisir Karimir Rahman, hal. 272

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Yang dimaksud jilbab adalah pakaian yang berada di luar lapisan baju yaitu berupa kain semacam selimut, kerudung, selendang dan semacamnya.”

  1. Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Jilbab adalah selendang yang dipakai di luar kerudung. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Mas’ud, Abu ‘Ubaidah (di dalam Maktabah Syamilah tertulis ‘Ubaidah, saya kira ini adalah kekeliruan, -pent), Qatadah, Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim An-Nakha’i, Atha’ Al Khurasani dan para ulama yang lain. Jilbab itu berfungsi sebagaimana pakaian yang biasa dikenakan pada masa kini (di masa beliau, pent). Sedangkan Al Jauhari berpendapat bahwa jilbab adalah kain sejenis selimut.”

Demikian penjelasan terkait bagaimana hukum lepas pasang jilbab bagi wanita disesuaikan dengan dalil-dalil Al-Quran. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal A’lamin.

Hukum Wanita Memakai Celana Panjang dalam Islam

Dalam islam,Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman, terdapat berbagai perintah yang diberikan kepada manusia. Salah satu diantaranya adalah perintah untuk menjaga auratnya. Menjaga aurat ini diperintahkan oleh Allah sebagaimana perintah kewajiban lainnya. Untuk itu, perintah menutup aurat bukan sekedar anjuran melainkan kewajiban yang harus diikuti.

Perintah menutup aurat ini sering kali dilalaikan atau diabaikan khususnya bagi wanita. Masalah menutup aurat juga sering kal berbeda di kalangan para ulama. Mengenai aspek fiqih dasar, terapan hingga teknisnya sering kali mengundang perbedaan pendapat. Untuk itu, hal ini tentunya harus diwajari karena pemahaman manusia akan Al-Quran sering kali berbeda penafsiran. Tetapi, tentunya usaha untuk mengungkap kebenaran yang hakiki harus terus digali dan dicari.

baca juga:

Tidak hanya wanita, lelaki pun diperintahkan untuk menutup auratnya, tentu dengan batasan yang berbeda. Hal ini terdapat dalam ayat Al-Quran.  “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur : 30)

Untuk menjawab apa hukumnya wanita memakai celana, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu mengenai aurat wanita. Pakaian manusia, selain dari aspek keindahan juga masuk dalam aspek aturan dan etika islam. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai aurat wanita dan batasan-batasannya.

baca juga:

Mengenai Aurat dan Pakaian Wanita

Di dalam Al-Quran, terdapat beberapat ayat yang berkenaan dengan aurat dan pakaian wanita. Hal ini menunjukkan bahwa masalah aurat bukan hal main-main, melainkan suatu hal yang penting untuk dilaksanakan. Adapaun ayat-ayat yang berkenaan dengan aurat wanita adalah sebagai berikut.

  1. QS An-nur : 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa aurat wanita adalah seluruh bagian tubuhnya kecuali dari yang biasa nampak, seperti telapak tangan dan wajah. Hal ini juga disampaikan dalam hadist oleh Rasulullah SAW. Untuk itu, wanita tidak boleh menampakkan auratnya kepada selain dari muhrimnya. Siapa-siapa saja muhrim tersebut dapat dibaca dalam Al-Quran pada ayat yang disebutkan di atas.

baca juga:

Selain itu, terdapat informasi juga bawa wanita diwajibkan untuk menutupkan kain kudung ke dadanya. Hal ini sebagaimana diketahui bahwa bagian dada adalah aurat wanita yang harus ditutupi. Jika tidak ditutupi tentunya akan memancing hasrat atau keinginan dari lelaki. Tentunya lelaki yang tidak menjaga pandangan matanya.

Untuk itu, proses kerjasama antara laki-laki dan perempuan adalah di kedua belah pihak. Wanita tidak menampakkan auratnya, begitupun lelaki dapat menjaga pandangan nya. Hal ini lah yang dianjurkan dan diperintahkan oleh islam.

  1. QS Al Ahzab: 59

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “(QS Al Ahzab : 59)

Selain dari ayat Al-Quran dari QS An-Nur terdapat pula informasi dari QS Al Ahzab : 59. Hal ini mnejelaskan bahwa para istri nabi dan keluarga perempuan diperintahkan untuk menggunakan jilbab. Jilbab dalam hal ini dipahami sebagai penutup tubuh atau pembatas agar tidak terlihat bagian-baian tubuh wanita lainnya.

Untuk itu, dari ayat ini Allah menjelaskan bahwa perintah untuk menggunakan jilbab bukan sekedar himbauan. Allah menyampaikan bahwa hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah dan bentuk dari aturan Allah yang membawa pada keselamatan bagi manusia. Sering kali wanita menolak perintah ini padahal ini adalah hal penting bagi keselamatan dan juga keamanan diri wanita. Tentu tidak ada satupun perintah Allah yang menjerumuskan dan menyesatkan manusia.

baca juga:

[AdSense-B]

Celana dan Pakaian yang Syari Bagi Wanita

Dalam istilah penggunaan pakaian sering kali dibahas mengenai pakaian syari. Secara pembahasaan umum, syar’i bisa bermakna syariah. Syariah berarti aturan-aturan yang berlaku, bersifat hukum, mengikat, dan juga bisa berupa larangan-larangan atau anjuran. Dalam istilah islam, makna syar’i ini berarti aturan-aturan yang berlandaskan kepada hukum islam. Masalah ini dapat dipelajari juga dalam hakikat pendidikan islam, filsafat pendidikan islam, ilmu pendidikan islam.

Dalam penerapannya terkadang hukum syar’i bisa berbeda antara ulama satu dengan ulama yang lainnya. Namun, semuanya dikembalikan kepada kebijaksanaan dan ijtihad para ulama, serta ummat memilih mana yang mampu dipertanggungjawabkan. Hukum Syariah Islam tentunya dikembalikan yang utama kepada Al Quran, sedangkan setelahnya berlandaskan kepada hadist dan di masa moderen ada ulama yang merupakan ahli agama, fiqh, yang berlandaskan kepada penafsiran Al Quran.

Tentang hukum memakai celana dalam islam tentunya adal hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat. Diantaranya adalah :

a. Wanita Dilarang Memakai Celana

Ada beberapa pendapat dan juga kajian yang menjelaskan bahwa wanita dilarang untuk menggunakan celana (luar) untuk kesehariannya. Dari hal ini ditegaskan kembali bahwa wanita wajib untuk menggunakan baju terusan atau gamis atau rok yang besar. Selain karena alasan untuk menghindari lekukan tubuh, ada beberapa pendapat juga yang mengatakan bahwa hal ini menghindari wanita yang menyerupai laki-laki.

[AdSense-A] Dari pendapat ini, maka dipastikan bahwa wanita dilarang untuk menggunakan celana selain dari kebutuhan penggunaan celana di dalam atau bagian dalam. Sedangkan bagian luar tetap harus ditutup dengan kain lebar semacam gamis atau rok.

b. Wanita Diperbolehkan Memakai Celana dengan Syarat

Selain pendapat diatas, dijelaskan juga pendapat lain yaitu diperbolehkan menggunakan celana asalkan dengan beberapa syarat. Syarat tersebut diantaranya adalah:

  • Menggunakan celana namun tidak boleh ketat sehingga membentuk tubuh.
  • Menggunakan celana diperbolehkan asalkan tidak membuka sebagian aurat kaki.
  • Menggunakan celana yang lebar atau tidak terlalu kecil.
  • Menggunakan celana dengan atasan yang menutupi bagian pantat sehingga tidak terlihat atau terbuka.
  • Menggunakan celana namun tetap menggunakan hijab yang syari.
  • Menggunakan celana tidak boleh sampai memperlihatkan bagian tubuh dalam atau sampai dengan tembus pandang.

baca juga:

Untuk itulah hal-hal diatas perlu diperhatikan bagi mereka yang memakai celana sesuai dengan pendapat ini. Pendapat ini tentunya sebagai penafsiran dari aspek-aspek aurat wanita yang diharuskan agar tidak menunjukkan lekuk tubuh, menggunakan pakaian transparant, dan tidak sampai menimbulkan hal-hal yang mengundang hasrat dari laki-laki yang bukan muhrim.

Pendapat ini dirasa lebih moderat dan banyak yang memahaminya sebagai bentuk fleksibilitas ajaran islam. Bahwa dalam waktu tertentu memang wanita membutuhkan pakaian yang lebih fleksibel, tidak sulit bergerak apalagi dalam aktivitas luar dengan menggunakan celana. Untuk itu, sering kali ini juga digunakan para wanita yang memiliki aktivitas dan pekerjaan yang berat serta banyak mobilitas.

c. Tidak ada Larangan Wanita Memakai Celana Tanpa Syarat

Pendapat ini tentunya sedikit berbeda. Pendapat seperti in, yang menunjukkan penggunaan pakaian wanita tanpa celana tentunya tidak sama dengan bisa langsung dibenarkan. Hal ini dikarenakan islam tetap miliki tata aturan mengenai pakaian wanita yang harus dilakukan.

Padahal di dalam Al-Quran Allah telah menjelaskan dalam QS Al An-an : 26, “mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.”

Maka tidak ada aturan islam yang membebaskan sebebsa-bebasnya. Untuk itu pasti ada aturan yang berlaku. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perintah Allah ini agar dapat menjalankan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam.

Sebagiamana disampaikan di dalam Al-Quran, “Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. “ (QS Yunus : 37)

Untuk itu, yang paling terpenting dari pakaian kita adalah sesuai atau tidakkah dengan aturan islam dan prinispnya. Memakai celana tentu tidak ada larangan selagi tidak menampilkan aurat, menyerupai lelaki bagi wanita, atau menyerupai wanita bagi laki-laki.

15 Keistimewaan Wanita Berjilbab bagi Muslimah

Dalam setiap perintah Allah tentunya mengandung manfaat dan fungsi untuk melindungi manusia. Adanya rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman tentu memiliki nilai dan tujuan untuk menyelamatkan manusia. Tidak ada satupun perintah Allah yang tidak memiliki manfaat dan berorientasi kepada keselamatan manusia. Tentunya hal ini juga hanya akan ditangkap oleh manusia yang menggunakan akalnya, memikirkan maksudnya, dan mau mencari Ilmu Penegtahuan.

Wanita dalam Pandangan Islam dan Wanita Shalehah Menurut Islam bukan terletak pada fisiknya, melainkan pada akhlak dan ketaatannya. Dalam hal ini termasuk pada perintah berjilbab ada banyak sekali manfaat dan pendasaran mengapa jilbab menjadi suatu kewajiban bagi wanita muslimah. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai sekilas perintah berjilbab juga keistimewaannya bagi wanita muslimah yang menggunakan.

baca juga:

Perintah Berjilbab dalam Al-Quran

Walaupun penafsiran dan teknis mengenai jilbab memiliki pendapat berbeda dan penafsiran yang berbeda antar ulama, di dalam Al-Quran dapat kita lihat ayat-ayat yang berkenaan mengenai aurat wanita dan menggunakan hijab ini. Diantaranya adalah dalam QS An Nur ayat 31 dan QS Al Ahzab 59.

  1. QS An Nur : 31 – Perintah Mengelurkan Jilbab Hingga ke Dada

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.  (QS An Nur : 31)

Dalam ayat ini ditekankan bahwa wanita muslimah diperintahkan untuk menutup kain kudung ke dadanya sehingga tidak terliohat aurat atau perhiasannya kecuali pada mereka yang merupakan muhrim. Hal ini dimaknai sebagai jilbab atau hijab yang kita pahami saat ini. Untuk itu banyak yang memahami bahwa jilbab artinya harus menutupnya hingga ke dada.

baca juga:

[AdSense-B]

  1. QS Al Ahzab 59 – Mengelurkan Jilbab ke Seluruh Tubuh

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (QS Al Ahzab : 59)

Ayat yang terdapat dalam Surat Al Ahzab ini memerintahkan untk para wanita muslimah agar menutup seluruh tubuhnya dengan jilbab atau hijab agar mereka dikenal dan tidak diganggu. Hal ini juga berkenaan dengan menghindari wanita yang secara fitrah cantik dan memiliki perhiasan indah dalam tubuhnya sendiri dari gangguan laki-laki yang tidak bisa mengontrol hawa nafsunya.

Bagi wanita muslimah yang belum berjilbab tentu saja ada kewajiban untuk berjilbab. Walaupun, kita ketahui bahwa untuk menuju hijrah tentu butuh proses dan step. Allah memberikan kesempatan tentunya tidak menunda-nunda untuk melakukannya. Bagaimanapun perintah Allah sifatnya mengikat dan harus kita laksanakan, serta kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Untuk itu, penting bagi wanita muslimah yang masih awam, mengenal tentang Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam dan Hukum Memakai Jilbab dalam Islam.

baca juga artikel tentang wanita lainnya:

Keistimewaan Wanita Muslimah dengan Jilbab

[AdSense-A] Wanita muslimah yang mengenakan jilbab tentu saja sangat bernilai dan mendapatkan keutamaan dihadapan Allah. Ada banyak keistimewaan bagi wanita muslimah yang menggunakan jilbabnya. Berikut adalah 15 keutamaan wanita berjiilbab sesuai dengan syariah islam.

  1. Menjadi wanita muslimah yang taat dan mengikuti hukum Allah dalam hal menutup aurat, tentu hal ini adalah menjadi ciri-ciri Wanita yang Dirindukan Surga.
  2. Menjadi wanita muslimah yang menjaga jati dirinya tanpa membuka aurat.
  3. Menjadi wanita muslimah terhormat karena menutupi auratnya dengan pakaian yang layak dan indah.
  4. Terjaga dari gangguan pandangan mata lelaki yang bukan muhrimnya.
  5. Terhindari dari gangguan jahat yang memiliki hasrat atau hawa nafsu setan.
  6. Secara tidak langsung juga menjaga diri untuk membatasi diri kita dari sentuhan yang bukan muhrim atau seseorang yang berniat untuk menyentuh diri kita dengan niat yang buruk.
  7. Memancarkan kecantikan darii dalam diri wanita muslimah, karena akhlaknya, bukan sekedar penampilannya. Tentunya ini adalah Cara Menjadi Wanita Cantik Menurut Islam.
  8. Terjaga dari dosa menampilkan aurat pada yang bukan muhrim.
  9. Dengan menutup aurat, maka kita pun juga sekaligus menjaga diri sendiri dan moral kita agar sesuai dengan penampilan hijab kita. Secara tidak langsung hal ini menjadi Cara Menjadi Wanita Baik yang sesuai dengan islam.
  10. Menampilkan identitas muslimah, karena perintah hijab dan jilbab adalah perintah islam, maka dengan mudah kita menampilkan diri kita sebagai seorang wanita muslimah.
  11. Mendapat penghormatan dan penghargaan dari orang lain karena wanita berjilbab adalah wanita yang menjaga dirinya dari aurat yang terbuka dan perilaku yang tidak sesuai dengan islam.
  12. Dengan jilbab wanita muslimah juga bisa menjaga kulit dari sinar ultraviolet yang bisa merusak. Dengan begitu maka terhindar juga dari beragam penyakit yang berbahaya.
  13. Terdorong untuk berlaku baik dan menjadi muslimah yang lebih baik lagi karena dengan hijab kita dituntut untuk menjadi manusia yang juga berakhlak mulia sesuai dengan Kodrat Wanita dalam Islam.
  14. Mendapat pahala dari Allah sebagai muslimah yang menurutp auratnya selagi niatnya adalah tulus, ikhlas, dan lurus karena menjalankan perintah Allah.
  15. Melatih keistiqomahan, karena jilbab saat ini sudah seperti trend dan juga gaya tersendiri. Dengan berjilbab kita juga bisa melatih keistiqomahan apakah niat dan perilaku hijab kita masih sesuai dengan syariat.

baca juga:

15 keutamaan wanita berjilbab ini akan kita dapatkan jika niat dan tujuan kita benar-benar tulus karena ingin mendapatkan kemuliaan dan ridho dari Allah SWT. Ada banyak orang-orang yang berjilbab namun tidak didasari dengan orientasi yang kuat. Untuk itu, sebagaimana hukum Allah, maka pertama kali kuatkanlah niat kita dan jangan sampai melepas jilbab hanya karena alasan yang tidak masuk akal. (Bisa juga membaca Tips Menjadi Wanita Shalehah untuk menambah semangat kita dalam berhijab atau berjilbab).

baca juga:

Sejatinya perintah Allah bertujuan untuk keselamatan kita di dunia dan akhirat. Tidak ada satupun tujuan Allah untuk menyiksa dan membuat manusia menderita. Semua itu telah Allah perhitungkan dan sesungguhnya Allah Maha Teliti akan semua Hukum-Hukum yang dibuat-Nya.