15 Cara Mendidik Anak Perempuan Menurut Islam

Cara mendidik anak perempuan menurut islam tentunya sangat berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Anak perempuan cenderung harus lebih mendapatkan perhatian khusus agar nantinya bisa beraklak baik dan tentunya bisa menutup auratnya dengan sempurna. Selain itu anak perempuan juga rentan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pergaulan bebas yang nantinya akan merusak masa depannya.

Baca juga :

Cara Mendidik Anak Perempuan yang Baik

Anak merupakan titipan Allah yang harus kita jaga, baik buruknya seorang anak merupakan tanggung jawab orang tua. Jika kita berhasil mendidik anak dengan baik sehingga mereka menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah maka kita sebagai orang tua yang beruntung, karena seorang anak yang sholeh akan menghantarkan kedua orang tuanya ke surga Allah.

Dan sebaliknya jika kita tidak berhasil mendidik anak sehingga mereka sering berbuat hal-hal yang dibenci oleh Allah, maka kita sebagai orang tua akan mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Allah. Pembelajaran seperti ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 16, penjelasannya sebagai berikut :

Luqman berkata: “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. (QS. Luqman : 16)

Hal berikut ini bisa anda gunakan sebagai bahan referensi dalam upaya mendidik anak anda sejak dini, yuk kita simak bersama-sama :

1. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Tidak Menyekutukan Allah

Perbuatan menyekutukan Allah adalah  perbuatan yang paling dibenci oleh-Nya. Untuk itu sebagai orang tua kita wajib memberikan nasehat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Ajarkan kepada anak tentang keimanan. Keimanan merupakan dasar yang wajib dimiliki oleh muslim. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13, penjelasannya sebagai berikut :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

2. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berbakti Kepada Orang Tua (Ayah Dan Ibu)

Menciptakan suasana saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan keluarga adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh orang tua. Biasakan kepada anak kita sejak kecil untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada orang tua dengan cara memberi contoh secara langsung.

Seperti halnya kita mengasihi orang tua kita, secara tidak langsung anak kita akan melihat kejadian seperti itu dan pada akhirnya menerapkannya kepada kita sebagai orang tuanya. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 14, penjelasannya sebagai berikut :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapkanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14).

[AdSense-B]

3. Mengajarkan Untuk Selalu Berbuat Baik Terhadap Orang Tua

Seorang anak wajib untuk selalu memperlakukan kedua orang tua dengan baik. Oleh karena itu kita sebagai orang tua juga harus memberikan pengetahuan tentang hal ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Luqman ayat 15, penjelasannya sebagai berikut :

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman : 15)

Namun sebagai seorang anak jika kedua orang tua kita mengajarkan hal yang buruk, maka sebagai seorang anak kita tidak harus mengikutinya. Tapi dengan catatan kita harus tetap menghormatinya karena merekalah yang melahirkan, mengurus, dan juga membesarkan kita sejak kecil.

4. Mengajarkan Kepada Anak Kita Tentang Kewajiban Sebagai Umat Muslim

Pendidikan agama sebaiknya kita sudah kenalkan dan ajarkan kepada anak sejak ia masih kecil, agar nantinya ketika sudah beranjak dewasa ia sudah terbiasa dengan apa yang sudah kita ajarkan setiap hari sejak ia masih kecil. Ajak anak kita untuk ikut sholat berjamaah setiap hari dan menjalankan ibadah-ibadah wajib lainnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 17, penjelasannya sebagai berikut :

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman : 17).

5. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Tidak Sombong

Sombong merupakan hal yang dibenci oleh Allah. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, kaya ataupun miskin tdk menjadi tolok ukur, yang menjadi tolok ukur adalah amal ibadahnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 18, penjelasannya sebagai berikut :

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18)

Baca juga :

6. Memperlakukan Anak Dengan Penuh Kasih Sayang Dan Kelembutan

Mendidik anak bukanlah menjadi perkara mudah. Meskipun demikian bukan berarti kita harus mendidiknya dengan cara kasar ataupun menggunakan kekerasan. Hal itu justru akan membuat anak menjadi trauma dan cenderung akan melakukan balas dendam. Sebaiknya kita sebagai orang tua justru menunjukkan kasih saying dan kelembutan kita sehingga anak akan terdorong untuk menirukan kebaikan yang kita lakukan kepada mereka.

7. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menutup Aurat

Sebagai seorang anak perempuan, kita sebagai orang tua harus mengajarkan bagaimana menutup aurat dengan benar sejak mereka masih kecil. Jelaskan saja kepada mereka hal itu dilakukan untuk menjaga diri mereka sendiri dari hal-hal buruk yang mungkin dapat terjadi, pasti mereka akan mengerti. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, penjelasannya sebagai berikut :

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)

[AdSense-A]

8. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menghormati Orang Yang Lebih Tua Dan Menghargai Yang Lebih Muda

Dalam kehidupan kita saling menghormati dan menghargai sangat diperlukan karena hal ini berkaitan dengan sikap dan perbuatan yang wajib dilakukan seorang anak agar mereka tau bahwa menebar kasih saying itu perbuatan yang menyenangkan.

9. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Bersosialisasi Dan Peduli Terhadap Lingkungan

Bersosialisasi merupakan hal yang perlu kita perkenalkan dan ajarkan kepada anak-anak kita. Dengan melakukan sosialisasi yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mengajarkan kepedulian terhadap sesame, khususnya terhadap lingkungan terdekat seperti halnya tetangga.

10. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berpendidikan Tinggi

Menuntut ilmu dan berpendidikan tinggi adalah hal yang baik untuk dilakukan. Selain itu dengan berilmu anak kita akan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungannya. Kita sebagai orang tua wajib mengajarkannya sejak kecil dan mengusahakan untuk anak kita supaya mempunyai semangat tinggi dalam hal menuntut ilmu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11, penjelasannya sebagai berikut :

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah : 11)

11. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Saling Berbagi

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang pada dasarnya harus bisa saling berbagi dengan orang lain. Ajarkan hal ini kepada anak kita sejak kecil betapa pentingnya berbagai dengan yang membutuhkan. Dengan berbagi maka rejeki kita akan semakin bertambah karena bisa membuat senang orang lain.

Kemudian menjelaskan mengenai sebagian rejeki kita ada hak orang lain di dalamnya. Berikan contoh secara langsung agar mereka dapat dengan mudah memahami dan mempraktekkannya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 215, penjelasannya sebagai berikut :

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah : 215)

12. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Berkata Jujur

Sebagai orang tua kita juga harus memperhatikan ucapan yang kita lontarkan. Kejujuran menjadi kunci utama sebuah kepercayaan. Maka hal ini sangat perlu diajarkan kepada anak kita sejak dini. Walaupun sepahit apapun itu kenyataannya, tetap saja harus jujur.

13. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Selalu Disiplin

Disiplin merupakan sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kedisiplinan anak jadi tau schedule hariannya. Kapan waktunya belajar, bermain, dan juga tidur. Hal ini sangat baik untuk melatihnya menjadi pribadi yang taat.

14. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Mandiri

Sifat kemandirian juga sangat perlu ditanamkan kepada anak sejak kecil. Dengan begitu anak sudah terbiasa mengatasi masalah dan juga mengerjakan apa-apa sendiri. Sehingga saat dewasa nanti dan harus jauh dari orang tua karena menuntut ilmu ataupun berkeluarga, mereka tidak lagi mengalami kesulitan dengan pekerjaan rumah sehari-hari.

15. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Bertanggung Jawab

Dalam kehidupan kita tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan dan diselesaikan. Dengan adanya tanggung jawab maka anak akan tau mana yang harus didahulukan dan mana yang tidak. Misalnya saat ada pr, maka ia akan berusaha mengerjakan dan menyelesaikannya walaupun itu sulit bagi dia karena hal itu merupakan tanggung jawab untuknya.

Baca juga :

Dapat diambil kesimpulan bahwa cara mendidik anak perempuan yang sudah saya jelaskan di atas bisa anda jadikan sebagai referensi dalam rangka mendidik anak di rumah. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara mendidik anak perempuan menurut islam. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Mendidik Anak Dalam Islam Sejak Dini

Setiap orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya. Mendidik anak dalam islam juga merupakan suatu bentuk ibadah dan untuk itu orangtua bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT. Kehadiran seorang anak di dalam keluarga adalah suatu anugerah terutama bagi pasangan yang baru saja menikah (baca hukum pernikahan , rukun nikah dan fiqih pernikahan). Oleh sebab itu keluarga atau orangtua sudah selayaknya bersyukur kepada Allah SWT baik bersyukur secara lisan maupun dengan perbuatan.

Seorang anak adalah harapan bagi kedua orangtuanya, ia akan dinantikan untuk tumbuh besar dan membawa nama baik kedua orangtuanya serta meneruskan nasab keluarga (baca arti nasab) serta mewarisi harta orangtuanya (baca juga hak waris anak tiri). Anak yang dilahirkan juga bisa menjadi penolong bagi orangtua mereka jika ia meninggal diusia kanak-kanak dan saat mereka tumbuh dewasa, merekalah yang akan merawat orangtua disaat mereka menjadi tua. Anak yang dididik dengan baik tentunya akan memberikan banyak kebahagiaan dan manfaat bagi orangtuanya sehingga sangatlah penting orangtua mengetahui bagaiamana cara mendidik anak menurut islam

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al Kahfi: 46).

Mendidik Anak  Sejak Dini

Adapun pendidikan seorang anak sebenarnya tidak hanya ketika ia lahir dan tumbuh dewasa saja melainkan pendidikan tersebut dimulai dari saat sebelum menikah. Untuk mengetahui dengan lebih jelas simak uraian cara mendidik anak dalam islam berikut ini

1. Memilih Ibu yang Baik bagi si anak

Seorang lelaki sebelum menikah hendaknya memilih pendamping hidup atau istri yang baik untuk anaknya terutama yang memiliki ciri-ciri istri sholehah dan yang baik akhlaknya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari berikut ini

“Pilihlah wanita yang memiliki agama”. (HR. Al. Bukhari)

Adapun dikisahkan pada zaman Rasulullah, seorang lelaki datang mengadu kepada khalifah Umar bin Khatab dan ia mengeluh tentang anaknya yang bersikap durhaka. Kemudian sang anak berkata dan bertanya pada khalifah umar apakah seorang anak memiliki hak terhadap ayahnya? Maka Umar pun menjawab “Ya, seorang anak berhak untuk mendapatkan ibu yang terbaik baginya, diberikan nama yang baik serta mengajarkannya kitab suci Alqur’an. Kemudian sang anak berkata, “”Aku tidak mendapatkan itu semua dari ayahkku, ibuku adalah seorang budak orang majusi, ia memberikanku nama Ju’l, dan ia tidak pernah sekalipun mengajarkanku membaca ayat Alquran”. Kemudian khalifah Umar berkata “apakah kau masih mendatangiku untuk mengadukan bahwa anakmu itu durhaka sementara kau telah durhaka padanya dan berlaku buruk terhadapnya sebelum ia berlaku durhaka kepadamu.

Berdasarkan kisah tersebut maka jelaslah bahwa mendidik anak tidak hanya saat ia tumbuh menjadi remaja melainkan sebelum sang ayah menikah dan memilih istri

2. Berdoa sebelum berhubungan suami istri

Sebelum berhubungan suami istri selayaknya berdoa agar tidak diganggu oleh setan sebab setan tersebut berada dalam urat nadi manusia dan dalam darah manusia

“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka” [QS. al Isra: 64].

Adapun doa yang dibaca sang istri sebelum berhubungan badan adalah

“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah diri kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rizki yang telah Engkau berikan kepada kami”.

Hal ini dimaksudkan jika dari hubungan tersebut dieproleh anak maka anak tersebut tidak akan dijerumuskan oleh setan dalam kekafiran dan tidak mudah tergoda dengan tipuian setan.

3. Mengazankan telinganya saat ia lahir

Seorang anak berhak mendapatkan adzan dari ayahnya Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan AlTurmudzi dan dari Abi Rafi’ radhiallahu anhu berkata: Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan shalat”.(HR. Turmudzi, kitab al Adhahi. Abu Dawud kitab Al Adab). Adzan yang dimaksudkan adalah agar anak mengenal islam sejak ia dilahirkan dan ia mendengar kalimat tauhid sejak dini. Hal ini termasuk dalam menanamkan pendidikan aqidah pada anak.[AdSense-B]

4. Memberikan nama yang baik pada anak

Nama adalah sebuah doa maka orangtua wajib memberikan nama yang baik bagi anaknya dan meanggilnya dengan julukan yang baik pula. Hal ini merupakan cara mendidik anak dalam islam terutama dalam pendidikan akhlak karena termasuk mendidik anak dengan sopan santun dan kelemah lembutan. Orangtua dilarang memberikan nama yang buruk maupun julukan yang tidak baik kepada anaknya.

5. Mengkhitan anak

Mendidik anak dalam islam salah satunya adalah dengan mengkhitan sang anak hal ini sesuai denga hadits Rasulullah SAW

Fitrah itu ada lima atau lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu berkhitan, mencabut bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan menggunting kumis”. (HR. Al-Bukhari )

Khitan yang dimaksudkan adalah salah satu cara untuk mendidik anak dalam menaati perintah Allah SWT dan membedakannya dengan umat lainnya. Khitan juga bermanfaat untuk kesehatan sang anak baik di masa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

6. Memberikannya makanan yang halal

Agar anak senantiasa memiliki karakter yang baik maka orangtua juga harus memberinya makan dengan makanan yang halal dan dari harta yang halal pula. Hal ini sesuai dengan dalil berikut ini

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al Mukminun: 51)

“Sesungguhnya tidaklah suatu daging tumbuh dari makanan yang haram kecuali neraka lebih utama baginya”. (HR. Al-Turmudzi)

7. Mengajarkannya Al-Qur’an.

Setiap orangtua muslim wajib mengajarkan Alqur’an kepada anaknya karena Alqur’an adalah pedoman hidup bagi umat muslim. Sebagaimana yang disebutkan dalah hadits berikut

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)

“Dan dikatakan bagi orang yang membaca Al-Qur’an bacalah, meninggilah dan lantunkanlah Al Qur’an sebagaimana dirimu telah melantunkannya di dunia sebab keududukannmu ada ayat terakhir yang engkau baca”. (HR. Al-Turmudzi)

Ajarkan anak untuk membaca Alqur’an setiap hari karena manfaat membaca Alqur’an setiap hari sangatlah besar dan hal ini akan berpenbgaruh pada karakter anak.

8. Membiasakan anak untuk mendirikan shalat

Pendidikan ibadah harus ditanamkan pada anak sejak usia dini teermasuk mengajarkan anak shalat dan membiasakannya shalat wajib tepat waktu. Hal ini merupakan bagian dari cara mendidik anak dalam Islam sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits berikut

“Perintahkanlah anakmu untuk mendirikan shalat pada saat usia mereka telah sampai tujuh tahun dan pukullah mereka pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah mereka dalam ranjang tidurnya”. (HR. Imam Ahmad)

Meskipun demikian dewasa ini banyak orangtua yang membiarkan anaknya meninggalkan perintah Allah SWT dan tidak menyuruhnya pada perbuatan yang baik atau amar ma’ruf nahi mungkar terutama membiarkan anak tidak shalat ketika usianya beranjak tujuh tahun dengan alasan anak masih kecil dan belum diperintahkan untuk mengerjakan shalat atau belum wajib hukumnya. Sebaiknya orangtua membiasakan anak sejak dini untuk mendirikan shalat terutama shalat berjamaah dalam masjid.

9. Mengawasi dengan siapa anak bergaul

Islam mengatur segala aspek kehidupan terutama pergaulan dalam islam dan islam memiliki tata cara sendiri dalam bergaul antar sesama manusia. Oleh sebab itu orangtua perlu mendidik anak sejak dini untuk bergaul dengan orang-orang yang baik dan memilih teman sebaya yang tidak akan menjerumuskan mereka dalam perbuatan yang tidak baik karena dewasa ini banyak sekali remaja yang melakukan hal-hal buruk yang idpengaruhi oleh teman atau lingkungannya.[AdSense-C]

Hal ini juga bertujuan agar ia dapat bergaul dengan baik dan memperhatikan pergaulan terutama dengan lawan jenis atau orang yang bukan mahramnya (baca muhrim dalam islam dan pengertian mahram). Mahram dalam islam adalah wanita yang haram dinikahi. Berikan pengertian pada anak saat dia tumbuh remaja bahwa pacaran dalam islam haram hukumnya serta dapat menjerumuskan pada perbuatan zina (baca zina dalam islam)

10. Bersikap demokratis dan lemah lembut

Dalam mendidik seorang anak maka orangtua harus bersikap lemah lembut dan tidak menggunakan kekerasan meskipun orangtua bisa memberikan hukuman jika anak berbuat salah. Orangtua juga tidak diperbolehkan bersikap terlalu lunak kepada anaknya dan selalu menuruti kemauannya. Hal ini akan membuat sang anak memiliki sifat manja dan sulit untuk diatur. Orangtua hendaknya memiliki sifat yang tegas namun tetap lemah lembut kepada anaknya. Sikap kasar orangtua pada anak hanya akan menimbulkan konflik dalam keluarga dan membuat anak tidak nyaman tinggal dirumahnya.

Pendidikan anak dalam islam adalah suatu hal yang paling utama dan paling penting dalam hidup oleh sebab itu mendidik anak dalam islam penting dilakukan sejak anak masih berusia dini. Mendidik anak dalam islam bertujuan agar anak tersebut memiliki moral dan ilmu pengetahuan yang benar serta menjalankan semua tuntunan yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

30 Cara Mendidik Anak Menurut Islam Yang Baik

Cara mendidik anak menurut islam sebetulnya cukup mudah. Allah memberikan nikmat kepada umat-Nya sudah tidak terhitung jumlahnya. Jika kita menghitung jumlah nikmat yang diberikan oleh Allah dapat dipastikan jumlah jari yang ada di dunia ini tak mampu mencukupi. Di antara berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah tersebut salah satunya adalah anak. Allah Swt. telah berfirman dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 46, Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Namun perlu kita ketahui bahwa nikmat berupa anak tersebut merupakan amanat dan juga tanggung jawab. Pada hari akhir nanti orang tua akan dimintai pertanggungjawaban mengenai anak-anaknya. Apakah mereka (orang tua) telah menjaga anak-anak mereka dengan baik? Untuk itu penting diketahui, setiap orang tua harus mendidik anak mereka dengan baik terutama dengan nilai agama dan moral yang baik sehingga amanat yang diberikan oleh Allah Swt. bisa kita pertanggungjawabkan.

Pesan Rasullah SAW dalam Mendidik Anak

Setiap orang tua harus mempersiapkan jiwa dan raga anak untuk menghadapi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Jadi setiap orang tua harus memberikan bekal yang baik agar kelak anak bisa bergaul dengan baik di masyarakat dan kelak memperoleh bekal yang cukup untuk dibawa ke akhirat. Selain itu orang tua juga harus memerhatikan kehidupan di masa yang akan datang, yakni tanggung jawab anak sebagai generasi penerus. Bahkan Rasulullah Saw. pernah berpesan, “Didiklah anak-anakmu karena mereka dijadikan untuk menghadapi masa yang bukan masamu (yakni masa depan, sebagai generasi pengganti”. Anak adalah harapan masa depan. Sebagai orang tua hendaknya kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan tuntunan Islam sehingga kelak anak tersebut bisa menjadi harapan bagi kehidupan umat Islam.

Mengingat pentingnya mendidik anak sesuai ajaran Islam agar kelak anak tersebut bisa diandalkan sebagai generasi penerus, maka berikut ini akan penulis sampaikan panduan mendidik anak yang baik menurut Islam.

1. Senantiasa Berdoa

Cara mendidik anak yang baik dalam islam yang pertama adalah memberikannya doa. Berdoa dilakukan tidak hanya ketika anak telah lahir. Ketika anak masih berada dalam kandungan hendaknya sebagai orang tua senantiasa mendoakan agar kelak ia bisa menjadi anak yang sholeh, bisa diharapkan menjadi generasi penerus yang baik bagi agama dan negaranya.

2. Memberikan Nama yang Baik untuk Anak

Anak adalah doa. Mungkin kita pernah mendengar pepatah tersebut. Maka akan sangat bijak jika Anda memilih nama yang baik untuk anak. Kita bisa memilih nama anak semisal dari nama para nabi. Dengan harapan anak akan meniru perilaku-perilaku terpuji dari pada nabi.

3. Akidah

Ajari anak mengenai Islam. Jangan mengajari anak dengan paksaan, karena justru anak akan merasa dikekang dan tidak mau belajar ketika ia dipaksa. Ajari anak mengenai akidah dengan perbuatan-perbuatan terpuji. Hindarkan pula hal-hal menyimpang yang bisa mempengaruhi anak yang berasal dari linkungan. Sebagai contoh tontonan televisi. Saat ini banyak tontonan televisi yang menyimpang bahkan mnyalahi aturan agama. Maka sebagai orang tua adalah suatu keharusan selektif dalam memilih tontonan yang baik. Karena apa yang dilihat oleh anak biasanya akan mudah terekan dalam ingatannya.

4. Mendirikan Sholat

Cara mendidik anak menurut islam yang penting adalah mengajarkannya mendirikan sholat. Sholat merupakan indikasi pertama atas iman kepada Allah Swt. karena sholat mengandung berbagai faedah. Ajarkan anak terhadap kewajiban mendirikan sholat sejak dini. Jangan memintanya mendirikan sholat tapi ajaklah ia bersama-sama mendirikan sholat sehingga ia akan terbiasa dengan hal tersebut.

5. Memberitahu Kewajiban Umat Islam

Setelah memberi tahu kewajiban umat Islam dalam mendirikan sholat, selanjutnya beritahu anak tentang kewajiban-kewajiban lain yang harus dilakukan umat Islam. Lakukan hal tersebut dengan memberikan teladan berupa tindakan. Dengan memberikan contoh justru anak akan merangsang dan menyimpannya dalam memori otak dengan baik. Selain itu anak juga akan mengetahui manfaat dari berbagai kewajiban tersebut dengan melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

6. Membaca Al-Qur’an
[AdSense-B]Jika anak masih berada dalam kandungan, bacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an agar anak memiliki bekal ilmu sejak berada dalam kandungan. ketika anak masih bayi, bacalah Al-Qur’an di dekatnya agar ia terbiasa mendengar. Jika sejak dini anak terbiasa mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an maka kelak ia juga akan terbiasa melaksanakan hal serupa. Apa yang terekam dalam benak anak sejak dini juga akan terbawa hingga ia dewasa kelak.

7. Menanamkan Rasa Malu kepada Anak

Menanamkan rasa malu di sini bukan berarti membuatnya rendah diri. Menanamkan rasa malu yang dimaksud adalah membiasakan ia untuk menjaga kesopanan. Hal tersebut sebaga bukti pendidikan yang baik dan juga lingkungan perkembangan yang baik pula untuk si anak. Ketika rasa malu semakin tinggi maka rasa kesopanan juga akan semakin tinggi. Lagi-lagi hal ini harus dicontohkan oleh orang tua. Orang tua yang selalu menanamkan etika pada anaknya maka kelak anak juga akan mengetahui bagaimana bersikap sopan di lingkungan pergaulannya.

8. Diskusikan Berbagai Permasalahan dengan Anak melalui Perspektif Agama

Ada berbagai permasalahan yang muncul ketika kita membesarkan dan mendidik seorang anak. Mungkin ia tidak mematuhi perkataan orang tua karena melihat apa yang ada di lingkungan bermainnya atau mungkin ada penyebab lain. Jika timbul masalah diskusikan bersama anak mengapa ia tidak boleh melakukan suatu hal yang dilarang oleh agama. Berikan ia pengetahuan berdasarkan rujukan dari agama.

9. Melibatkan Anak dalam Kegiatan-kegiatan Sosial

Kegiatan sosial akan memupuk rasa cinta kasih pada diri anak, terutama rasa cinta kasih terhadap sesamanya yang mungkin masih berkesusahan. Dengan mengikuti kegiatan sosial anak akan terbiasa melihat kehidupan sekitar. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, penyayang, dan bertanggung jawab.

10. Mengajak Anak Melihat Keindahan Alam

Cara mendidik anak secara islami adalah yang paling mudah dengan mengajak anak mensyukuri keindahan alam. Melihat keindahan alam dan menikamatinya akan membuat anak melihat kebesaran Allah Swt. Ajak anak membuat sesuatu yang menurut anak adalah karya terbaiknya, kemudian ajaklah anak membandingkannya dengan keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhannya. Hal itu akan membuat anak berpikir dan meresapi betapa agung Tuhannya dan juga anak akan senantiasa mensyukuri karunia yang diberikan Allah Swt. Melihat keindahan alam juga akan membiasakan anak agar selalu menjaga alam yang telah dianugerahkan Allah untuk umat-Nya.

11. Memperhatikan Pemenuhan Kebutuhan Utama Anak

Kebutuhan utama anak untuk menjalani kehidupan seperti pakaian, makanan yang layak, pendidikan adalah tugas dari orang tua mana saja. Untuk itu anda juga harus memberikannya secara utuh pada dirinya.

12. Mengajarkan anak tentang Alquran

Memberikan pendidikan Alquran serta mengajarinya membaca dan mengamalkannya merupakan salah satu perbuatan yang sangat mulia. Baik untuk anak sendiri dalam mencapai surga atau pun untuk orang tuanya. Ini merupakan kewajiban orang tua yang tidak boleh di abaikna.

13. Jangan Pernah Menyakiti Anak

Islam adalah agama yang indah dan damai, jangan pernah meyakiti perasaan anak apa lagi menyakitinya secara fisik. Sangat tidak diizinkan dalam islam.

14. Beri tahu mana yang baik dan mana yang salah

Anak anak dalam pertumbuhan sangat tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak dalam islam. Untuk itu kita sebagai orang tua lah yang harus melakukannya dengan tabah. Contoh sederhana, seorang anak tidak mungkin mengetahui bahaya daging biawak dalam islam, halal atau tidak, ini adalah tugas kita nantinya membimbing mereka.

15. Memberikan waktu lebih pada anak

Seorang anak merupakan titipan Allah, untuk itu anda harus memberikan waktu lebih pada anak agar dapat memberikannya perhatian yang tulus. Tidak terkecuali seorang ayah, ia juga harus berperan dalam memberikan waktu pada anaknya.

16. Mendoakan anak

Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak anaknya, seorang anak juga membutuhkan doa dari orang tua agar terkabul keinginannya. Orang tua yang baik harus mendidik anak dengan mendoakannya.
[AdSense-C]

17. Memberikannya pengarahan dalam memilih pendamping hidup

Cara memilih pendamping hidup sesuai syariat islam sangat mudah dan sederhana, dan ini wajib di ajarkan pada anak anak ketika mereka sudah beranjak remaja nantinya.

18. Memberikan teladan dalam kegiatan sehari hari

Buah jatuh tidak jauh dari batangnya, pepatah ini sangat sesuai dengan adat seorang orang tua pada anaknya. Sifat orang tua akan diturunkan oleh anak anaknya. Jadi anda harus memberikan teladan yang baik bagi anak anda.

19. Jangan marah di depan anak

Marah di depan anak akan membuatnya memiliki sifat pemarah juga, anda jangan membiasakan meluapkan amarah pada anak anak. Jadi anda wajib sabar di depan mereka, agar nanti mereka juga memiliki sifat yang sama.

20. Berbuat baik pada sesama

Setiap anak hendaknya di ajarkan untuk berbuat baik pada sesama dan tidak boleh berbuat kasar, jahat pada semua makhluk hidup di dunia ini.

Cara mendidik anak secara islami lainnya

  • Jaga tutur bahasa yang baik pada mereka
  • Memberikan bimbingan penuh pada mereka
  • Memberikan info info hal yang di anggap pantas dan tidak pantas di lakukan.

Itulah beberapa kiat mendidik anak yang baik menurut Islam. Masih banyak panduan-panduan lain yang belum bisa disampaikan penulis melalui sedikit tulisan ini. Sebagai orang tua pandai-pandailah dalam mendidik anak agar kelak ia bisa menjadi generasi penerus yang baik.