20 Manfaat Menghafal Al-Quran yang Sangat Luar Biasa

Al-Quran adalah kitab petunjuk umat islam yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Kita ketahui bahwasanya Al-Quran adalah kitab pelengkap dari kitab-kitab terdahulu yang dibawa oleh Nabi-Nabi Sebelumnya. Injil, taurat, dan lain sebagainya adalah kitab yang dibawa pada konteks masyarakat sebelum Nabi Muhammad. Untuk itu, Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir atau penutup menyempurnakannya dengan mukjizat Al-Quran.

Al-Quran sebagaimana Allah jelaskan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang adalah suatu kebenaran yang nyata. Hal ini dikarenakan Al-Quran menyimpan berbagai petunjuk di segala macam sektor kehidupan. Mulai dari masalah individu, keluarga, ekonomi, hukum, sosial, sains, kesehatan, bahkan hingga hal keakhiratan atau ghaib yang tidak mungkin manusia mengetahuinya jika tidak ada Al-Quran.

Al-Quran juga berisi mengenai Rukun Islam, Rukun Iman, Sumber Syariat Islam , dan Azab untuk Penghina Al Quran dan Dalilnya

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Allah, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS Al Baqarah : 2). Tentunya bentuk petunjuk Al-Quran hanyalah dapat dimiliki oleh mereka yang bertaqwa dan berakal. Karena jika kita tidak menggunakan akal, manusia tidak akan mendapatkan cahaya Al-Quran dan cenderung mengedepankan hawa nafsunya.

“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu” (QS Ath Thalaq : 10)

Untuk itu sangat penting kita dalam memahami dan mengamalkan Al-Quran. Selain dari itu, menghapal Al-Quran adalah bagian dari kita menjaga dan memelihara Al-Quran. Untuk itu ada banyak manfaat dari kita menghapal Al-Quran. Tentu akan berbeda dengan mereka yang :

Manfaat Muslim yang Menghapal Al-Quran

Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan seorang muslim jika ia benar-benar menghapal Al-Quran. Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan, dan tentunya manfaat untuk dunia dan akhirat.

  1. Menjadi Bagian Penjaga Al-Quran

Muslim yang menghapal Al-Quran maka ia seperti penjaga Al-Quran. Ia akan memahami bahwa Al-Quran adalah kitab petunjuk dan isinya tidak boleh berubah-rubah karena ia adalah kitab yang otentik dari Allah SWT. Tentu, penjaga Al-Quran adalah mereka yang senantiasa membaca dan hafal akan isinya. Sedikit saja berubah, maka ia akan tau dan mencegah terjadi nya penyelewengan bacaan atau isi Al-Quran.

  1. Memelihara Isi Al-Quran

Dengan menghapal Al-Quran, kita juga turut memelihara isi Al-Quran bagi diri kita sendiri dan masyarakat. Tentu memelihara isi Al-Quran bukan hanya memelihara secara teks atau bacaannya saja, melainkan juga hingga memeliharanya dalam diri kita sendiri. Jika kita sebagai penghapal Al-Quran, tentu saja akan menjadi isi yang terus melekat dalam sanubari kita.

  1. Seperti Para Nabi

”Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya.” (HR Hakim)

Untuk mereka yang menghapal Al-Quran, tentunya kita melakukan fungsi seperti para nabi. Tentu saja tidak menjadi nabi, karena kita bukan orang yang diberikan mukjizat dan juga hal khusus dari Allah SWT langsung. Untuk itu, fungsinya akan tetap melekat pada kita sebagaimana para Nabi dan Rasulullah SAW.

Tentu tugas dakwah dan menyampaikan kebenaran adalah seperti para Nabi. Untuk itu, jagalah Al-Quran dan sampaikan, serta jadikanlah ia sebagai penerang dalam kehidupan kita. Tentu itu akan menjadi pahala jariah kelak kita di akhirat.

[AdSense-B]

  1. Seperti Para Sahabat

Orang-orang yang menghapal Al-Quran tentu seperti para sahabat. Para sahabat menghapal Al-Quran dan menjadikannya sebagai pelita dalam kehidupan. Para Sahabat penghapal Al-Quran tentu orang-orang yang ingin menjadikan Al-Quran sebagai bagian dalam hidup dan petunjuk dalam setiap langkahnya. Untuk itu, orang-orang yang menghapal Al-Quran kelak akan menjadi seperti para sahabat, yang berjihad, dan kelak Allah angkat derajatnya.

baca juga:

[AdSense-B]

  1. Sebaik-Baik Muslim

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang-orang yang menghapal Al-Quran jika ia mempelajari dan mengajarkannya kepada orang-orang yang lain, akan menjadikan dia sebaik-baik dari Muslim. Tentu kita juga ingin menjadikan diri kita sebagai orang yang benar-benar muslim sejati.

6. Selalu Dekat Dengan Allah

Dengan menghapal Al-Quran, secara langsung kita telah menghapal apa yang menjadi perintah dan syariat dari Allah SWT. Di dalam Al-Quran juga banyak terdapat disebut kebesasaran dan kekuasaan Allah. Untuk itu, mereka yang menghapalnya akan mudah untuk mengingat Allah juga. Bagaimanapun, Al-Quran yang Allah ciptakan akan mendekatkan kita pada yang memilikinya juga.

7. Selalu Dekat Dengan Al-Quran

Dengan menghapal Al-Quran, kita juga akan selalu dekat dengan Al-Quran. Al-Quran yang merupakan petunjuk hidup kita, tentunya akan menjadi bagian dari dalam diri kita jika kita selalu membaca dan menghapalkannya. Tentu, bagi seorang yang beriman Al-Quran akan menjadi harta paling mahal yang dimiliki, dan sangat berharga jika selalu dekat dengannya.

baca juga:

8. Menjadi Pengingat dan Penjaga untuk Tidak Berbuat Maksiat

Bagi mereka yang menghapal Al-Quran, tentunya hapalan ini akan menjadi bagian dari pengingat dan penjaga untuk tidak berbuat maksiat. Jangankan berbuat maksiat, hapalan kita sejatinya akan membuat kita menjauhi untuk maksiat. Mendekatinya saja, hapalan Al-Quran akan mengingatkan kita untuk berjauhan denga maksiat tersebut.

9. Membicarakan dan Mengeluarkan Kalimat yang Baik

Kalimat-kalimat Al-Quran adalah kalimat-kalimat yang Allah pilihkan untuk manusia. Untuk itu, kalimat tersebut adalah kalimat-kalimat yang baik. Mereka yang menghapal Al-Quran otomatis akan menjadikannya sebagai kalimat yang diucapkan sehari-hari.

10. Jauh dari Segala Penyakit

Jika kita benar-benar berusaha untuk menghapal Al-Quran maka sejatinya akan terhindar dari berbagai penyakit. Salah satunya adalah penyakit pikun atau pelupa. Bahkan kita ketahui bacaan Al-Quran memberikan efek psikologis yang baik bagi jiwa kita. Kesehatan jiwa dan psikologis tentunya akan berpengaruh kepada kesehatan fisik kita juga.

11. Tanggung Jawab untuk Mendakwahkan

Mereka yang menghapal Al-Quran secara tidak langsung juga akan turut menjadi bagian dari mendakwahkan Al-Quran. Mereka juga bertanggungjawab untuk turut mendakwahkan Al-Quran, khususnya isi dalam Al-Quran agar menjadi tuntunan di masyarakat.

Hadist-Hadist Tentang Manfaat Menjadi Penghapal Al-Quran

Di dalam hadist-hadist yang disampaikan oleh Rasulullah ternyata sangat banyak penjelasan mengenai manfaat dari menghapal Al-Quran. Hal ini tentu saja jika kita laksanakan akan menjadi kebaikan dan penyelamat kita kelak di akhirat. Untuk itu, berikut adalah hadist-hadist mengenai manfaat menjadi penghapal Al-Quran.

12. Diutamakan oleh Rasulullah

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

Mereka yang menghapal Al-Quran didahulukan oleh Rasulullah pemakamannya ketika ia meninggal. Hal ini membuktikan bahwa penghapal Al-Quran adalah manusia yang luar biasa dan spesial bagi Rasulullah.

13. Diangkat oleh Rasulullah Sebagai Delegasi atau Tim Dakwah

[AdSense-A] Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

Di saat Rasulullah dulu melakukan ekspansi dan perluasan dakwah ke mancanegara, ia mengirimkan banyak delegasi untuk kesana. Mereka yang dikirimkan, diutamakan yang menguasai dan hapal akan Al-Quran. Hal ini dikarenakan kelak disana, mereka harus menyampaikan dan mendakwahkan risalah Al-Quran, untuk itu mereka yang hapal dan menguasai sangat diutamakan.

baca juga:

14. Dipilih Menjadi Imam

”Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

Hadist di atas menunjukkan bahwa mereka yang banyak hafalannya akan diutamakan untuk dipilih menjadi imam dalam shalat. Begitupun jika imam disini adalah konteks dalam imam masyarakat.

15. Termasuk Orang-Orang yang Berilmu

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabuut 29:49)

Orang-orang yang menghapal Al-Quran adalah mereka yang benar-benar diberi ilmu pengetahuan. Untuk itu sangat baik dan beruntung mereka yang menghapalkannya.

16. Termasuk Keluarga Pilihan Allah

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Mereka yang menjalankan perintah Allah adalah termasuk dalam keluarga pilihan Allah. Untuk itu, menjadikan keluarga penghapal dan pencinta Al-Quran adalah suatu keutamaan.

17. Termasuk Orang yang Mengagungkan Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

Orang-orang yang menhapal Al-Quran kelak adalah orang-orang yang mengagungkan Allah karena ia telah memeliharan dan menjaga bacaan Al-Quran agar tetap terjaga dalam dirinya.

18. Diberi Syafaat Kelak di Akhirat

“Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).” (HR. Muslim)

Mereka yang menghapal Al-Quran juga termasuk ke dalam orang-orang yang diberi syafaat kelak. Semua ini karena mereka benar-benar menjaga bacaan Al-Quran dan menerapkan apa yang Rasulullah perintahkan.

baca juga:

19. Diangkat Kedudukannya

“Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Kedudukan orang-orang yang menghapal Al-Quran kelak akan diangkat tinggi, karena mereka telah menjadikan Al-Quran sebagai pegangan dan petunjuk hidupnya. Tentu menghapal dalam rangka menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari hidup di dunia.

20. Bersama Malaikat dan Taat

“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun Alaih)

Dalam hadist ini disampaikan bahwa mereka yang benar-benar membaca Al-Quran adalah mereka yang bersama malaikat dimana mereka adalah orang-orang taat dan mulia.

Semoga 20 Manfaat Menghafal Al-Quran ini bisa kita dapatkan dengan menghapal Quran. Bagaimanapun Al-Quran adalah petunjuk hidup untuk mencapai  Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.

Alif Lam Syamsyah : Pengertian, Hukum dan Contohnya

Membaca Al-Quran adalah kewajiban dari setiap muslim. Membaca Al-Quran bukan hanya sekedar membaca teks atau lafdz-nya saja melainkan juga membaca isi dan makna yang terdapat dalam kitab tersebut. Banyak orang yang berpendapat bahwa membaca Al-Quran hanya sekedar mempelajari bacaan tajwidnya saja. Padahal, lebih dari itu Al-Quran sebagaimana fungsinya memberikan petunjuk. Apabila manusia hanya membaca dan tidak memahami maknanya sama seperti membaa simbol lalu lintas namun tidak memahami untuk apa aturan tersebut ada.

Al-Quran juga berisi dan mengajarkan bagaimana jika manusia beriman, dengan manfaat beriman kepada Allah SWT  dan juga manfaat tawaqal, seperti apa yang telah Rasul dan Orang-orang Beriman lakukan. Hal ini dikarenakan dalam Al-Quran terdapat sejarah hidup para Nabi dan Rasul juga orang-orang beriman yang hidup di masa lampau. Tentu hal ini belum tentu diketahui jika umat islam tidak membaca-nya secara utuh.

Agar dapat memahami Al-Quran secara utuh, tentu dapat dimulai dari hal yang sifatnya dasar terlebih dahulu. Membaca Al-Quran dapat dimulai dengan mempelajari hukum bacaan Al-Quran atau tajwidnya. Hukum tajwid ini ada sangat banyak dan kaidahnya tidak dapat salah untuk dapat memahami dan mendapatkan makna yang benar sesuai dengan maksud yang disampaikan oleh Allah SWT dalam bahasa Arab. Untuk itu, memulai mempelajari Al-Quran dapat dimulai dari pelajaran atau pembahasan hukum bacaan Al-Quran atau tajwid. Tentu tidak sulit jika disertai dengan niat dan kesungguhan untuk mendalami Al-Quran, kitab petunjuk universal umat islam seluruh dunia.

Bacaan Al-Quran Secara Benar dan Tartil

Membaca Al-Quran secara benar adalah tugas dan kewajiban dari setiap muslim. Untuk membaca Al-Quran dengan benar dan tartil, maka tidak harus tergesa-gesa. Mengucapkannya harus dengan lafadz bacaan yang tepat dan hukum bacaan yang sesuai. Untuk itu, sebelum membacanya maka umat muslim harus dapat menguasai dan memahami Tajwid dalam bacaan Al-Quran terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana dalam ayat berikut.

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran kerana hendak cepat-cepat (menguasai)nya”. (QS. Al-Qiyamah:16)

Untuk dapat menguasai bacaan Al-Quran ini, maka alangkah lebih baik jika pendidikan Al-Quran sudah ditanamkan sejak dini. Bacaan Tajwid ada cukup banyak dan jika hanya memahami atau mempelajarinya saat sudah berusia, tentu akan kurang waktunya dan juga prosesnya melambat. Agar dapat mencapai itu, maka mempelajarinya harus sesegara mungkin sejak anak-anak dan bisa diajak untuk berpikir dan belajar.

Anak-anak masih sangat mudah untuk menerima dan belajar. Maka itu, waktu yang tepat pula untuk mengajarkan bacaan Al-Quran pada mereka. Secara ideal pendidikan islam dan Al-Quran, sejatinya mengikuti hakikat pendidikan islam, filsafat pendidikan islam, ilmu pendidikan islam. Hal ini dikarenakan tujuan pendidikan dalam islam sejatinya untuk dapat memahami Al-Quran dan dapat mengaplikasikannya dalam keseharian fungsi agama. Pendidikan Anak dalam Islam tentunya masing-masing orang tua harus juga mempelajari bagaimana tujuan pendidikan islam.

Di dalam Al-Quran sendiri ada berbagai masalah yang harus dipahami oleh manusia terutama mengenai dasar-dasar dalam agama yaitu seperti rukun islam dan rukun iman. Hal penting lainnya terkait hal manusia adalah tujuan penciptaan manusia , proses penciptaan manusia, konsep manusia dalamislam, hakikat penciptaan manusia karena hal-hal tersebut adalah hal dasar dalam hidup manusia. Sedangkan hal-hal ini sulit dipahami dan dibiasakan untuk dipelajari, jika tidak dipelajari mengenai dasar Al-Quran terlebih dahulu.

[AdSense-B]

Hukum Bacaan Tajwid Alif Lam Syamsyah

Alif lam syamsyah adalah salah satu bacaan atau hukum tajwid yang ada di Al-Quran. Untuk itu, Alif lam syamsyah sebagai hukum bacaan tajwid juga perlu dipahami oleh umat muslim sebelum membaca Al-Quran atau melakukan tilawtil Al-Quran. Sedikit bacaan yang salah, maka tentu akan menjadi berbeda maknanya.

Secara pengertian, Alif lam syamsiyah adalah hukum atau cara pembacaan huruf alif lam (ال)  jika bertemu dengan huruf-huruf syamsyah. Hukum bacaan alif lam syamsyah dapat disebut juga sebagai Idgham syamsiyah. Cara membaca alif lam syamsyah harus dimasukan atau diidghamkan pada huruf syamsiyah atau penulisannya tetap, namun tidak dibaca huruf lam-nya.

[AdSense-C]

Alif lam syamsyah disebut dengan Idgham Syamsiyah sebab bunyi Alif lam di idghamkan ke dalam huruf Syamsiyah yang ada didepannya. Akibatnya bunyi alif lam menjadi lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsiyah yang ada dihadapannya tersebut.

Berikut adalah Huruf-huruf syamsiyah yang terdiri dari 14 huruf, yaitu :

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Alif lam syamsyah tentu akan berbeda dengan bacaan Alif Lam Qomariah. Aif lam qomariyah yaitu hukum bacaan tajiwd, apabila ada ada al-ma’arif atau lam ta’rif bertemu dengan salah satu huruf qomariyah. Cara membacanya jelas atau terang. Sehingga, huruf lam-nya terbaca jelas. Alif  Lam yang bertemu dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus dibaca jelas.

Berikut adalah huruf alif lam qomariah :

ب ج ح خ ع غ  ف ق ك م و غ ه ء ي ا

Perbedaan bacaan Alif Lam Syamsyah dan Alif Lam Qomariah adalah:

  • Alif lam Syamsyah, huruf lam dibaca tidak jelas dan dimasukkan ke huruf berkutnya sedangkan Alif lam Qomariah dibaca jelas dan terang (izhar)
  • Alif lam syamsyah tidak berharokat (dianggap tidak ada) sedangkan Alif Lam Qomariah terdapat sukun
  • Penulisan Alif lam syamsyah menggunakan tanda tasydid (ﹽ) dan huruf Syamsiyah berada di depan Alif Lam.
  • Penulisan Alif lam Qamariyah memakai tanda sukun ( ) yang terdapat pada huruf lam

Alif Lam Syamsyah dan Alif Lam Qomariah adalah salah satu saja dari bentuk-bentuk tajwid yang ada. Untuk mempelajari hukum ini tentu tidak sulit jika dilakukan dengan istiqomah, dengan intensitas yang sering, dan juga rutin. Untuk itu, mempelajari tajwid hanya soal waktu dan kebiasaan saja. Tidak sulit jika umat islam mau mencobanya serta menjadikannya bagian dari aktivitas keseharian yang menjadi tekad. Sama hal-nya sebagaimana kita mempalajari bahasa asing lainnya. Akan sulit jika tidak dipraktekan, hanya menjadi teori, dan tidak pernah melakukan evaluasi dari hasil belajarnya.

Selamat belajar Al-Quran dan menerapkannya dalam kehidupan!

20 Manfaat Membaca Al- Qur’an dalam Kehidupan

Al-Qur’an merupakan Kallamullah terakhir yang diwahyukan Allah SWT kepada Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, dimana Al-qur’an merupakan penyempurna bagi kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi dan Rasul-Nya terdahulu seperti Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab lainnya. Sebagaimana dalam rukun iman yang ke 3 yaitu, beriman kepada kitab-kitab Allah, Al-qur’an yang di turunkan untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, serta aturan hidup bagi manusia, di dalam kitab tersebut mengatur bagaimana hubungan makhluk dengan penciptanya seperti shalat, puasa, haji, dan lain sebagainya. Selain itu, Al-Quran juga mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia yang lainnya, serta hubungan antara manusia dengan makhluk ciptaan Allah SWT lainnya.

Oleh karena itulah maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari, memahami, serta mengamalkan Al- Qur’an, bahkan hal tersebut merupakan salah satu syarat utama bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. (baca juga: manfaat beriman kepada Allah SWT)

Allah SWT berfirman :

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ  لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Artinya:

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”.(QS. Al- Maidah ayat 48)

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ رضى الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ” تَقَرَّبْ مَا اسْتَطَعْتَ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَتَقَرَّبَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلَامِهِ

Artinya

Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi)

Akan tetapi banyak dari kita yang enggan untuk sekedar membaca dan mempelajari isi dari Al-qur’an dengan berbagai alasan, seperti karena malas, tidak ada waktu, atau juga karena beralasan bahasa Al-qur’an sulit dibaca dan dipahami.

Padahal sebenarnya membaca Al-Qur’an adalah sangat mudah, selain itu di dalamnya terkandung petunjuk-petunjuk dari Allah SWT tentang bagaimana hidup di dunia dan di akhirat. Di dalam Al-Qur’an juga terdapat pahala yang begitu besar serta dapat mendatangkan kebaikan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Banyak sekali keutamaan serta manfaat yang bisa kita ambil dari membaca kalamullah tersebut, diantaranya adalah :

  1. Membaca Al-Qur’an dapat menuntun kita ke jalan yang kebenaran, kebaikan, dan keselamatan

Allah SWT berfirman :

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra ayat 9)

  1. Membaca Al-Qur’an dapat melembutkan hati

Wuhaib rahimahullah pernah berkata :

نظرنا في هذه الأحاديث والمواعظ فلم نجد شيئًا أرق للقلوب ولا أشد استجلابًا للحزن من قراءة القرآن وتفهمه وتدبره

Artinya “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya.”

  1. Membaca Al-Qur’an akan membuat hati menjadi tentram

Allah SWT berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar- Ra’d ayat 28)

Terlebih jika membaca Al-qur’an setelah menunaikan shalat, baik itu shalat fardhu maupun shalat sunnah. Yang dapat mendatangkan pahala bagi yang menjalankannya.

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Berbagai penelitian yang dilakukan oleh manusia pun menunjukkan bahwa bacaan Al-Qur’an dapat memberkan ketenangan jiwa serta penyembuhan dari berbagai jenis penyakit hingga 97%.

Di dalam karyanya yang berjudul Ta’lim al Muta’alim, Syaikh Ibrahim bin Ismail menyatakan bahwa “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an.”

  1. Membaca Al-Qur’an, maka Allah akan melimpahkan rahmad dan penawar bagi segala penyakit

Allah SWT berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا

Artinya Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al- Isra’ ayat 82)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus ayat 57)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur’an.” (HR. Ibnu Majjah dan Ibnu Mas’ud)
[AdSense-A]

  1. Dengan membaca Al-Qur’an Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipat ganda

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata :

رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

Artinya:Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad)

أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

Artinya:

Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim)

Terlebih saat sedang bulan ramadhan, dan sedang menjalankan puasa ramadhan. Janganlan membaca Al-qur’an, amalan lainnya dalam bentuk kebaikan apapun akan di balas berkali-kali lipat oleh Allah SWT. Dan Al-qur’an juga turun pada di bulan ramdhan, saat malam lailatul qodar. Disinilah keutamaan malam lailatul qodar bagi umat muslim, sehingga selama bulan ramadhan selalu mengerjakan amalan-amalan baik termasuk membaca al-qur’an.

  1. Membaca Al-Qur’an maka Allah akan menolong kita dari kerugian dan Allah akan menambahkan karunia-Nya

Firman Allah SWT :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُور

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir ayat 29-30)

  1. Membaca Al-Qur’an akan membawa syafa’at bagi kita di akhirat

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR. Muslim)

(baca juga: fungsi al-qur’an bagi umat manusia)

  1. Allah SWT tidak akan menyesatkan mereka yang membaca Al-Qur’an

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah berkata :

ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنَ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا ، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ ، ثُمَّ تَلاَ {فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Artinya “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”

Lalu beliaupun membaca :

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Artinya “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha ayat 123)

  1. Membaca Al-Qur’an merupakan bukti kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ

Artinya “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi)

(baca juga: keutamaan cinta kepada Rasulullah)

Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu pernah berkata :

تَقَرَّبْ مَا اسْتَطَعْتَ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَتَقَرَّبَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلَامِهِ

Artinya “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi)

  1. Membaca Al-Qur’an, maka para malaikat akan selalu bersamanya

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasannya Rosulullah Sholallahu Alaihi wassalam bersabda :

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya:

Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

  1. Membaca Al-Qur’an kita bisa mengetahui kisah-kisah dari para Nabi dan Rasul Allah SWT

نَتْلُو عَلَيْكَ مِنْ نَبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Qashash ayat 3)

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ  إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Artinya “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(Surah Al-Kahfi ayat 13)

(baca juga: nama-nama nabi dan rasul)

  1. Membaca Al-Qur’an kita bisa tahu apa-apa yang disukai dan apa-apa yang dilarang Allah SWT

Allah SWT berfirman :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ  فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ  أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya:

Mereka yang mengikuti Rasul, Nabi yang tidak dapat membaca atau menulis yang mereka temukan tertulis dengan mereka dalam Tawrah dan Injil, – ia memerintahkan mereka untuk berbuat baik;. Dan melarang mereka dari jahat, ia membuat halal mereka hal-hal yang baik, dan melarang mereka dari hal-hal yang jahat, ia melepaskan mereka dari beban berat mereka dan dari belenggu yang ada di atas mereka Jadi mereka yang beriman kepadanya, menghormatinya, menolongnya,. dan mengikuti cahaya yang telah dikirim turun dengan dia, merekalah yang akan berhasil.” (QS. Al- A’raf ayat 157)

  1. Membaca Al-Qur’an kita bisa mengetahui apa-apa yang harus kita lakukan untuk kebutuhan kehidupan di akhirat kelak

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Artinya:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu kebahagiaan akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas ayat 77)

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا  وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا  وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا  عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا  رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Artinya:

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia.  Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An- Nahl ayat 89)

  1. Membaca Al-Qur’an maka Allah SWT akan mengeluarkan kita dari kegelapan

Allah SWT berfirman :

الر  كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Artinya Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim ayat 1)

  1. Mereka yang membaca Al-Qur’an diibaratkan seperti buah yang memiliki rasa dan bau yang enak

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

مثَلُ المؤمنِ الَّذِي يقْرَأُ القرآنَ مثلُ الأُتْرُجَّةِ : ريحهَا طَيِّبٌ وطَعمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المؤمنِ الَّذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمثَلِ التَّمرةِ : لا رِيح لهَا وطعْمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المُنَافِق الذي يَقْرَأُ القرْآنَ كَمثَلِ الرِّيحانَةِ : رِيحها طَيّبٌ وطَعْمُهَا مرُّ ، ومَثَلُ المُنَافِقِ الذي لا يَقْرَأُ القرآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَها رِيحٌ وَطَعمُهَا مُرٌّ

 Artinya:

Perumpamaan orang mu’min yang suka membaca al-Quran ialah separti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanya pun enak dan perumpamaan orang mu’min yang tidak suka membaca al-Quran ialah separti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah separti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah separti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Membaca Al-Qur’an, Allah SWT akan menjadikan kita sebagai keluarganya

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalan bersabda:

Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

  1. Membaca Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menjaga kita

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

Bacalah Al-Qur’an karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang menjaga Al-Qur’an. Al-Qur’an itu benteng Allah; siapa yang masuk ke dalamnya akan aman. Dan berilah kabar gembira kepada siapa saja yang mencintai Al-Qur’an.” “(HR. Ad-Darimi)

  1. Membaca Al-Qur’an meskipun tidak meminta sesuatu dari Allah, maka Allah SWT akan memberikan sesuatu yang lebih baik daripada orang-orang yang meminta sesuatu kepada-Nya. 

[AdSense-C]

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

Allah swt berfirman: ‘Barangsiapa yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an dan berdzikir kepada-Ku (sehingga lupa) tidak meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan yang lebih baik dari yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta”. Keutamaan kalam Allah dibandingkan dengan yang lainnya, laksana keutamaan Allah dibandingkan dengan yang lainnya, laksana keutamaan Allah dibandingkan dengan para makhluk-Nya.” (H.R Tirmidzi)

  1. Dengan membaca Al-Qur’an maka Allah akan mengkaruniakan kepada orang tua kita mahkota yang berkilauan

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabdaSiapa yang mebaca al-Qur’an serta berusaha mengamalkannya, maka kelak di hari Kiamat kedua orangtuanya akan diberi mahkota yang bersinar lebih baik daripada sinar matahari di dunia. Bagaimana menurutmu orang yang mampu melaksanakan hal ini?” (H.R Abu Dawud)

  1. Membaca Al- Qur’an kita akan tahu berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT

Allah SWT berfirman :

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya:

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. An- Nahl ayat 11-15)