15 Keutamaan Orang Tua dalam Islam

Orang tua dalam pandangan islam memiliki satu keutamaan dan juga keistimewaan tersendiri. Orang Tua bukan saja hanya memiliki kemuliaan tapi juka ia berjuang, dan Allah anggap berjuang terhadap anak dan keluarga adalah bagian dari jihad fisabilillah. Namun sering kali kita sebagai anak, kupa terhadap jasa dan perjuangan orang tua yang telah membesarkan anaknya. Untuk itu, perlu kita menyadari dan mengingat akan itu semua agar tidak menjadi anak yang durhaka.

Berikut adalah penjelasan tentang keutamaan orang tua dalam islam yang juga terdapat dalam ayat-ayat Al-Quran serta dapat kita rasakan juga sebagaimana kita seorang anak.

Keutamaan Orang Tua Dilihat dari Peranan dan Jasanya

Selain dari 7 hal yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut peranan dan jasa orang tua adalah keutamaan yang tidak terhingga. Berikut adalah 8 hal yang menjadi keutamaan orang tua dalam islam terutama bagi anak-anak dan keluarganya.

  • Memberikan pendidikan pada anak-anaknya sehingga mereka mengenal baik dan buruk serta memahami etika dalam kehidupan
  • Memberikan dan mengenalkan nilai-nilai islam kepada anaknya. Peran orang tua tentang hal ini sangat besar, karena jika tidak orang tua yang berperan tentu anak tidak akan mengenal agama dan Tuhan-nya.
  • Memberikan nafkah dan perjuangan untuk membesarkan anak-anaknya. Tidak ada satupun orang tua yang menginginkan anaknya sengsara dan dalam keadaanyang kekurangan. Untuk itu, orang tua senantiasa meberikan yang terbaik pada anak-anaknya.
  • Senantiasa memberikan yang terbaik untuk anaknya, walaupun ia dalam keadaan yang terbatas atau kekurangan. Tapi orang tua selalu mendahulukan anak daripada kehidupan pribadinya.
  • Keutamaan orang tua juga adalah sebagai jalan masuk surga bagi anak-anaknya. Orang yang beriman akan berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya. Untuk itu, hal tersebut adalah jalan surga bagi anak-anak yang bertaqwa kepada Allah SWT.
  • Orang tua adalah nikmat dan rezeki yang Allah berikan kepada manusia. Tanpa orang tua yang baik dan mengajarkan kebenaran, tentunya manusia pasti akan terdidik liar dan jauh dari nilai-nilai keislaman. Untuk itu, adalah nikmat yang besar dari Allah SWT.
  • Keutamaan orang tua adalah walaupun dia sudah tua, tetapi orang tua senantiasa mengingat dan memikirkan anaknya. Hal ini berbeda jika anak-anak yang sudah dewasa dan tua, belum tentu ia memperhatikan orang tuanya dan benar-benar memberikan kasih sayang sebagaimana orang tua melakukannya.
  • Keutamaan orang tua adalah, doa orang tua adalah doa yang didengar oleh Allah. Sedangkan jika durhaka pada orang tua, Allah juga akan murka kepada kita.

Ayat-Ayat Tentang Keutamaan Orang Tua

Di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat tentang keutamaan orang tua. Hal ini bisa menjadi refleksi bagi diri kita dan menjadi bagian dari penghayatan akan penting dan besarnya peranan orang tua bagi kehidupan kita pribadi apalagi dalam mengajarkan anaknya sesuai dengan Hakikat Pendidikan Islam dan Fungsinya , Ilmu Pendidikan Islam , dan Tujuan Pendidikan Menurut Islam.. Tentu sunggul menyesal jika kita menyia-nyiakan cinta dan kasih sayang orang tua, apalagi bagi orang tua yang senantiasa mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai keislaman pada anak-anaknya.

  1. QS Al Isra : 23

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya”

[AdSense-B]

Keutamaan orang tua di ayat ini adalah orang tua dianggap istimewa langsung oleh Allah. Allah memberikan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua tanpa harus menjadikannya setara dengan Allah atau mengalahkan ketaatan kita kepada Allah. Selain itu, Allah juga menyuruh kita untuk menghargai dan bersikap baik pada orang tua walaupun telah berusia lanjut. Hal ini dikarenakan orang tua yang berusia lanjut sudah udzur, tentu sudah lemah secara fisik dan pikiran. Tidak pantas jika kita menghardiknya apalagi membentaknya, padahal orang tua tak pernah berlaku hal serupa ketika kita kecil.

  1. QS Al Isra : 24

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil”

Keutamaan orang tua dihadapan Allah sangat tinggi sekali. Allah memerintahkan untuk berkata yang baik dan mulia dihadapan orang tua. Dan merendahkan diri dengan kasih sayang. Artinya sebagai anak benar-benar berbakti dan memberikan kasih sayang pada mereka. Hal ini karena orang tua juga senantiasa memberikan yang terbaik dan benar-benar menginginkan kesuksesan pada anaknya sejak anaknya masih kecil.

  1. QS An Nisa : 36

“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak…..”

Keutamaan orang tua juga terdapat di ayat ini. Allah mengulangnya dari ayat yang ada sebelumnya. Untuk itu, janganlah kita menghardiknya, berbuat kasar, apalagi menyakiti hatinya. Melakukan kebaikan terhadap orang tua juga merupakan bagian dari perintah Allah dan jangan sampai kita menyekutukan Allah dengan apapun selain Dia.

  1. QS Lukman : 14

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali”

Orang tua terutama ibu, telah melahirkan dan juga memberikan susu untuk anaknya. Sedangkan ayah telah berusaha dan berjuang keras untuk mencari nafkah keluarga agar benar-benar dapat melaksanakan kehidupan yang layak.

[AdSense-A] Tentu perjuangan tersebut tidak mudah dan butuh kesabaran juga kekuatan yang luar biasa. Untuk itulah, Allah memberikan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua. Untuk itu, Allah memberikan perintah pada manusia agar bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan dalam hidup ini.

  1. QS Lukman : 15

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan”

Allah melarang manusia untuk mengikuti perintah Allah yang dapat mempersekutukannya dan menjadikan kesesatan dalam hidup. Tetapi keutamaan orang tua adalah Allah tetap menyuruh kita agar berbuat baik di dunia walaupun orang tua mengarahkan pada mempersekutukan Allah. Tetapi, walau bagaimanapun Allah tetap menyuruh agar senantiasa mengikuti jalan yang telah ditetapkan.

  1. QS Al Ahqaaf : 15-16

”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

Dalam ayat tersebut, tersirat tentang peranan orang tua selama ini. Tentu saja ibu yang mengandung, menyusui, menyapih, dan mendidik kita  adalah bagian dari kenikmatan dan bentuk kesyukuran yang harus kita panjatkan kepada Allah SWT. Mereka yang beriman pasti akan memahami keutamaan ini bahwa dengan kenikmatan tersebut, tentunya harus menjadikan manusia semakin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT yang telah memberikan orang tua sebagai nikmat yang tiada terhingga.

Namun, sering kali manusia lalai dan menjadikan orang tua bukan lagi sebagai nikmat, namun sebagai tujuan yang bisa mengalahkan Allah dalam kehidupan. Untuk itu, hal ini harus diwaspadai dan jangan sampai terjadi, karena kelak Allah akan melaknat dan membencinya. Tentunya kita mengingkan kehidupan yang baik di   Dunia Menurut IslamSukses Menurut IslamSukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam.

  1. QS Al Ahqaaf : 17

“Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ‘Cis (ah)’ bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, “Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar” Lalu dia berkata, “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”

Keutamaan orang tua ini juga terdapat dalam ayat diatas, bahwa Allah melarang untuk berbuat aksar dan berkata kasar kepada orang tua. Hal ini dapat menyakitkan bagi orang tua, sedangkan hal itu adalah hal yang tidak dibenarkan oleh Allah. Untuk itu, berkata baik dan benar apalagi terhadap orang tua adalah hal yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Sering kali mungkin kita kesal terhadap orang tua. Tetapi berkata yang baik dan tidak menyakitinya tentu adalah hal yang harus dilakukan walaupun kita kesal atau dalam kondisi apapun. Meminta maaf dan memohon doanya adalah yang harus kita lakukan.

Itulah keutamaan orang tua yang bisa kita pahami dan terapkan untuk menjadikan orang tua kita selalu bahagia.  Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama Dunia Menurut IslamSukses Menurut IslamSukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam. 

10 Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam

Sosok ayah merupakan sosok yang sangat penting di dalam sebuah keluarga. Peran ayah dalam keluarga ini tentu akan memberikan pengaruh dalam pembentukan sebuah keluarga. Karena sosok ayah ini biasanya adalah sosok yang dijadikan idola dan juga panutan. Peran orang tua dalam keluarga memang sama – sama penting. Karena orang tua di dalam sebuah keluarga baik Ayah maupun Ibu ini memiliki perannya masing – masing dalam hal pengasuhan anak maupun hal rumah tangga.

Kemudian peran – peran ini memang sebaiknya tidak digantikan oleh orang lain apalagi asisten rumah tangga. Selama orang tua mampu mengasuh sendiri anaknya lebih baik urusan mengasuh anak ini tidak diserahkan kepada asisten rumah tangga sehingga ikatan orang tua dan anak insi sangat dekat dan saling memberikan kasih sayang. (Baca : Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah).

Berikut sejumlah peran ayah dalam keluarga yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari :

1. Menjadi Pemimpin Dalam Keluarga

Sosok ayah dalam sebuah keluarga tentu adalah sebagai pemimpin dalam keluarga. Pemimpin dari istrinya dan anak – anaknya juga. Dan sejatinya, Allah menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi ini.  Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al – An’am ayat 165 sebagai berikut :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Penguasa, pemimpin, khalifah adalah sejumlah kata yang menunjukkan bahwa manusia ini memang dianugerahkan oleh Allah kedudukan untuk mengatur, memimpin dan memiliki kekuasaan di muka bumi. Sehingga hal itu perlu ditanamkan dalam pikiran bahwa kita memang diberikan anugerah untuk bisa menjadi pemimpin dibanding makhluk ciptaan Allah lainnya. (Baca : Membangun Rumah Tangga Dalam Islam).

Memiliki anugerah menjadi pemimpin tentu tidak mudah. Karena setiap pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya. Seperti Sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam berikut :

“ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

Sesuai dengan ayat di atas setiap pemimpin tentu akan dimintai pertanggung jawabannya. Bukan hanya ayah yang sebagai kepala rumah tangga. Namun, istri, anak – anaknya, bahkan budak (sekarang bisa juga disebut asisten rumah tangga) yang tinggal juga akan dimintai pertanggungjawabannya. (Baca :Keluarga Bahagia Dalam Islam).

Sama seperti Firman Allah dalam Surat Al – Zalzalah ayat 7 – 8 sebagai berikut :

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.  Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Baca juga:

2. Pencari Nafkah Keluarga

Nafkah merupakan bekal hidup sehari – hari atau biasa kita pahami dengan rezeki. Peran seorang ayah dalam keluarga selain sebagai pemimpin adalah sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah Surat An-Nisa ayat  34 sebagai berikut :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

[AdSense-B]

Nafkah yang dicari oleh seorang ayah ini juga haruslah nafkah yang halal. Karena Allah memang sudah menyiapkan rezeki yang halal untuk dijemput. Seperti firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 114 berikut :

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”

Dari firman Allah tersebut sudah jelas bahwa dari rezeki yang bertebaran di muka bumi, maka seorang ayah perlu mencarikan, membawakan rezeki atau nafkah yang halal untuk keluarga. (Baca : Membangun Rumah Tangga Dalam Islam).

Baca juga:

3. Menjadi Suami Yang Berlaku Adil

Peran ayah dalam keluarga ini juga tidak lepas dari menjadi suami yang baik. Menjadi suami yang baik ini bisa ini maksudnya menjadi pribadi yang adil dan juga bertangggung jawab terhadap keluarga. Dalam Surat An-Nisa ayat 129 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Firman Allah di atas tersebut ditujukan pada laki – laki yang memiliki istri lebih dari satu. Dan apabila ada yang ingin memiliki lebih dari satu istri, maka janganlah cenderung pada satu istri saja dan menyakiti istri yang lain. (Baca: Kewajiban Dalam Rumah Tangga).

4. Mencarikan Pendamping yang Baik Untuk Anaknya

Urusan pendamping atau jodoh ini memang sudah diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun, apabila seorang ayah ini memiliki anak perempuan yang sudah mampu untuk menikah maka ayah ini bisa mencarikan pendamping untuk anaknya. Karena seorang ayah ini juga lah yang akan menjadi wali dalam pernikahan anaknya nanti.

Seperti Sabda Rasulullah sebagai berikut :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memelihara tiga orang anak wanita, lalu ia mendidik dan menikahkan mereka, serta berbuat baik kepada mereka. maka ia akan mendapatkan surga.”

[AdSense-C]

Peran Ayah Lainnya (6-10) :

  • Sebagai Pelindung Keluarga dari ancaman bahaya di lingkungan internal maupun eksternal. Ayah sebagai kepala keluarga dituntut untuk selalu melindungi keluarga karena merupakan suatu kewajibannya.
  • Memenuhi segala kebutuhan keluarga. Mulai dari kebutuhan pangan, papan, dan sandang.
  • Sosok ayah juga harus mampu memberikan kasih sayang kepada keluarganya seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
  • Ayah juga merupakan guru pertama bagi anak – anaknya.
  • Walaupun sibuk dengan pekerjaannya, Ayah juga harus mampu menyempatkan diri memiliki Quality Time bersama keluarganya.
  • Ayah juga bisa menjadi teman curhat yang paling nyaman dan aman baik untuk istri ataupun anak – anaknya.

Maka, sebaiknya seorang ayah yang sudah memiliki anak yang sudah baligh dan memiliki kemampuan untuk menikah, maka sebaiknya segera dinikahkan dengan calon pendamping yang baik. Karena dengan menikah ini akan menyempurnakan sebagian dari agamanya. (Baca : Anak Perempuan Dalam Islam).

[accordion]
[toggle title=”Artikel lainnya”]

[/toggle]
[/accordion]