17 Keutamaan Istri Melayani Suami

Sebagai seorang wanita, salah satu tujuan dalam pernikahan adalah saling berkasih sayang dalam rangka ibadah kepada Allah. Wanita sudah memiliki kodrat dibimbing dan dipimpin oleh lelaki, dalam rumah tangga memiliki kewajiban mutlak melayani suami. Melayani tersebut mencakup semua aspek, mulai dari menyiapkan keperluan sehari hari, menyediakan makanan yang menyenangkan lidah suami, menjalankan perintah suami, serta melayani suami dalam urusan saling berkasih sayang.

Allah menciptakan suami sebagai mahkluk yang indah dan dimuliakan. Seorang wanita yang mendapat anugrah dari Allah dengan diberikan seorang suami padanya merupakan hal terindah yang wajib disyukuri sebab seorang suami tersebut yang akan menjadi pendamping di sisa hidupnya hingga di akherat nanti.

Sebagai wujud rasa syukur tersebut, seorang istri wajib mewujudkannya dengan memberi pelayanan yang terbaik untuk suaminya yang termasuk salah satu tips disayang suami dalam islam. Tidak ada keringanan dalam hal apapun, misalnya dalam kondisi lelah atau sedih, seorang istri tetap wajib bersikap lembut, bertutur kata baik, serta menampilkan wajah yang berseri di hadapan suaminya. Sebab terdapat 17 keutamaan istri melayani suami yang merupakan kewajiban mutlak, berikut uraian dan penjelasannya menurut berbagai hadist dan firman Allah, yuk kita simak dan pahami bersama :

1. Hak Lelaki

Keutamaan istri melayani suami ialah hal tersebut merupakan hak mutlak suami. Suami memiliki hak sebagai seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab sebagai kewajiban laki laki setelah menikah. Tanggung jawab tersebut berlaku di dunia dan di akherat dan lelaki mendapat kenikmatan pula sebagai seseorang yang lebih tinggi kuasanya di hadapan istri serta memiliki hak besar pula atas istrinya. “Suami itu pelindung bagi wanita (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) di atas sebagian yang lain (wanita)”. (QS An Nisa : 34)

2. Lelaki Dilebihkan Oleh Allah

Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka (istri)”. (QS Al Baqarah : 228). Lelaki dilebihkan oleh Allah di atas istrinya, sebab itu lelaki berhak memerintah apapun sesuai keinginanya dan berhak meminta pelayanan dalam hal apapun kepada istrinya. Jika seorang istri tidak melayani dengan ikhlas, merupakan ciri ciri istri durhakan pada suami.

3. Wujud Taat pada Suami

Setelah orang tua atau wali menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka kewajiban taat wanita tersebut dalam melayani suami menjadi kewajiban tertinggi setelah kewajiban taat kepada Allah dan Rasul Nya. “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya”. (HR Timidzi no. 1159). Hadist tersebut menjelaskan betapa besarnya nilai ketaatan seorang istri, sebab itu keutamaan istri melayani suami adalah sebuah kewajiban mutlak sebab ia telah diserahkan oleh orang tuanya kepada suaminya.

4. Jalan Masuk Surga

Dan seorang istri yang taat pada suami nya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya”. (Hadist Hasan Shahih no.1296). Taatnya seorang istri terwujud dalam sikapnya yang menjalani perintah suami serta melayani suami tanpa mengeluh, penuh keihklasan, serta meniatkan segalanya karena Allah. Istri wajib melayani dan menerima suami dalam keadaan apapun sebab hal itu termasuk ciri ciri istri shalehah dan menjadi jalan masuk surga.

5. Kasih Sayang kepada Suami

Wanita yang menjadi penghuni surga ialah yang penuh kasih sayang, banyak kembali kepada suaminya yang apabila suaminya marah ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata : aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha”. (Mu’jamul Ausath no.5644). Ciri wanita penghuni surga ialah yang memiliki rasa kasih sayang terhadap suami yang diwujudkan dengan melayani suami dengan sungguh sungguh sebab hanya mengharap ridho dari suaminya.

[AdSense-B]

6. Wujud Kehidupan di Akherat

Perhatikan bagaimana hubunganmu dengannya karena suami merupakan surgamu dan nerakamu”. (HR Ahmad). Hadist tersebut menjelaskan tentang gambaran kehidupan seorang istri di akherat, seorang mukmin wanita yang melayani suaminya dengan sebaik mungkin hingga mendapat ridho dari suaminya tersebut akan mendapatkan sruga sebagai balasan Allah atas ketaatan pada suaminya, begitu pula sebaliknya.

7. Mencegah Laknat

Keutamaan istri melayani suami salah satunya adalah dalam hubungannya dengan bersetubuh sebagai bentuk berkasih sayang, dalam kondisi selain yang diperbolehkan dalam syariat islam, seorang wanita tidak diperkenankan untuk menolak keinginan suami untuk dilayani. “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk bersetubuh dan istri menolaknya hingga suaminya murka, maka si istri akan dilaknat oleh malaikat hingga waktu subuh”. (HR Muslim no.1436)

8. Merupakan Ridho Allah

Seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya”. (Al  Mawaarid no. 1290). Jelas dari firman tersebut bahwa mendapat pelayanan adalah hak dari seorang suami dari istrinya dan menjadi lebih utama  dari segala bentuk amalan serta merupakan salah satu tips menikah dalam islam agar mendapat ridho Allah.

[AdSense-A]

9. Menyenangkan Suami

Keutamaan istri melayani suami ialah untuk menyenangkan suami, suami yang senang akan istri akan berdampak pula kepada istri yaitu akan mendapat keseimbangan dalam kasih sayang serta merasakan kesempurnaan dalam kehidupan rumah tangga. “Suami memiliki hak untuk bersenang senang dengan istrinya setiap hari sekaligus merupakan kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya setiap saat”. (Syarah Shahih Muslim).

10. Lebih Tinggi dari Amalan Sunnah

Hak suami merupakan kewajiban bagi istri. Melaksanakan kewajiban harus didahulukan daripada melaksanakan amalan sunnah”. (Fathul Baari). Penjelasan dari hadist tersebut ialah melayani suami merupakan hal yang lebih utama dari seorang seorang istri daripada menjalankan sebuah amalan sunnah, misalnya ialah ketika istri ingin menjalanakan puasa sunnah tetapi suami ingin dilayani di waktu tersebut maka istri harus mendahulukan untuk melayani suaminya.

11. Mendapat Pahala Jihad

Seorang wanita tidak perlu berperang untuk mendapat pahala jihad, cukup dengan melayani suami dengan sungguh dan senantiasa mampu memberikan kesenangan pada suami, akan mendapat pahala dari Allah seperti pahala jihad. “Seorang suami yang pulang ke rumah dalam keadaan gelisah dan tidak tentram, kemudian sang istri menghiburnya, maka ia akan mendapatkan setengah dari pahala jihad”. (HR Muslim).

12. Tanggung Jawab Istri

Keutamaan istri melayani suami adalah tanggung jawab seorang wanita kepada suaminya yang kelak akan dipertanyakan di akherat. jika istri tidak menjalankan tanggung jawabnya tersebut maka ia tidak mampu menjadi istri sholehah untuk suaminya. “Dan wanita adalah pelayan untuk suaminya, ia akan dimintai pertanggungjawaban”. (HR Bukhari Muslim).

13. Ridho Suami adalah Ridho Allah

Seorang istri yang melayani suami dalam hal apapun dan dalam kondisi apapun baik dalam kondisi lelah tetap memberikan yang terbaik untuk suaminya hingga suaminya merasa amat membutuhkan serta menenangkan dirinya, akan mendapat ridho Allah hingga ia meninggal sebab segala urusan yang dilakukannya memiliki pahala lebih sebagai balasan ketataan dan keihklasan dalam melayani suaminya. “Istri yang meninggal dunia dan suaminya ridho terhadapnya maka ia masuk surga”. (HR Tirmidzi).

14. Jauh dari Laknat Allah

Siapa saja di kalangan istri yang tidak berbakti dalam melayani suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia”. (HR Muslim). Jelas dari firman tersebut bahwa seorang wanita yang tidak sungguh sungguh dalam melayani suami akan dilaknak oleh Allah dan seluruh alam, hal demikian misalnya ialah tidak mau melayani jika tidak diberi imbalan dan sejenisnya.  Maka wanita tersebut tidak ikhlas dalam melayani suaminya sehingga tidak mendapat ridho suami dan menjadi penyebab hilangnya ridho Allah padanya pula.

[AdSense-C]

15. Syarat Diterimanya Shalat

Keutamaan istri melayani suami ialah dalam hal diterimanya amal perbuatan, sungguh sia sia bagi seorang wanita yang menjalankan ibadah kepada Allah seperti shalat tetapi kurang sempurna dalam kesungguhan melayani suaminya. Jika hingga membuat suaminya marah, maka amalannya tidak aakn diterima sampai wanita tersebut mendapat maaf dari suaminya. “Allah tidak menerima shalat istri yang dimurkai oleh suami hingga suaminya memafkannya”. (HR Muslim).

16. Memuliakan Suami

Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita setelah hak Allah daripada hak suami”. (Majmu ‘Al Fatawa). Seorang istri wajib memuliakan suaminya dengan cara melayani suami yang memang sudah menjadi hak suaminya secara lahir batin. Dalam tindakan dan perbuatan wajib dilakukan dengan kelembutan, dan dalam hati senantiasa menjalankan dengan bahagia dan mengharap ridho suaminya. Tidak ada urusan yang utama dari hal yang demikian.

17. Ciri Wanita Terbaik

Wanita terbaik yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelesihi sesuai pada diri dan hartanya. Serta melayani suami sebaik mungkin dan menjauhkan suami dari benci”. (HR Ahmad). Wanita terbaik yang disebut oleh rasulullah seperti dalam hadist ialah yang terbaik pelayanannya kepada suaminya. Wanita tersebut ialah contoh teladan wanita sholehah yang menjadi sosok terbaik di mata suami, Allah, dan RasulNya.

Demikian artikel kali ini mengenai 17 keutamaan istri melayani suami, sebagai seorang wanita wajib mensyukuri kehadiran suami dan mewujudkannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami. Bagi wanita yang sholeh, tidak ada yang lebih indah melebihi kebahagiaan dan ridho suami untuknya.

Semoga artikel ini dapat membuka hati untuk memperbaiki diri dengan meningkkan kualitas pelayanan kepada suami. Melayani suami dengan kesungguhan secara lahir dan batin. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.

17 Keutamaan Memuliakan Istri yang Wajib Diketahui

Sebagai seorang wanita, salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup ialah ketika memiliki suami yang sholeh dan senantiasa memperlakukannya dengan baik. Sebagai seorang lelaki pun, menjadi seorang suami yang mampu membahagiakan dan memuliakan istri juga merupakan kebanggaan dan kebahagiaan dari dirinya.

Dalam berbagai kisah sering kita mendengar bahwa Rasulullah pun senantiasa berbuat baik kepada istri istri nya. Dalam keadaan bahagia, susah, kebingungan, ataupun dalam keadaan marah, Rasulullah tidak pernah sekalipun berkata kasar apalagi berbuat sesuatu yang menyakiti istrinya. Beliau senantiasa memuliakan dan amat menyayangi istri istrinya.

Dari teladan Rasulullah tersebut dapat diketahui bahwa memuliakan istri adalah termasuk dari perbuatan yang utama, yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah. Sebagimana seorang muslim yang menjalankan perintah Allah dan Rasul Nya, kita juga wajib memuliakan istri, sebab dalam islam hal terdapat 17 keutamaan memuliakan istri, apa sajakah keutamaan tersebut? Mari kita simak dan pelajari bersama.

1. Ciri Suami Terbaik

Seorang suami dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dalam hubungannya dengan berkeluarga yaitu menikah dan berumah tangga karena Allah, tugas tersebut tentunya akan lebih berkah jika ia mampu menjadi suami yang terbaik untuk istrinya sebagaimana teladan cara rasulullah menyayangi istri . Selain mendapat keberkahan rumah tangga dan kasih sayang dari istri, suami terbaik yang memiliki ciri memuliakan istrinya juga mendapat derajat sebagai suami yang terbaik di mata Allah dan Rasul Nya. “Sebaik baik suami adalah yang paling baik kepada istrinya, sejelek jelek suami adalah yang paling buruk kepada istrinya”. (HR Muslim).

2. Suami Sebagai Pemimpin

Sebagai pemimpin, seorang suami memiliki keutamaan memuliakan istri dengan menuntun istrinya dengan cara yang baik, dengan cara membahagiakan istri tercinta, serta memberi teladan baik, secara langsung istrinya akan berbuat baik pula padanya dan menjalankan segala kewajiban rumah tangga dengan perasaan bahagia. “Kaum pria adalah qawwam (pemimpin) bagi kaum wanita”. (QS An Nisa : 34).

3. Sebagai Pertanggungjawaban di Akherat

Suami kelak akan ditanya bagaimana dia memperlakukan dan memimpin istrinya selama di dunia. Suami yang memuliakan istri akan terhindar dari keburukan di akherat sebab mampu memberi kebahagiaan pada istrinya serta mendapat ridho Allah. Lelaki yang mampu menjadi seseorang yang bertanggung jawab akan mendapatkan ciri ciri istri shalehah dalam diri istrinya yang akan dipertanyakan di akherat nanti. “Suami kelak akan ditanya pertanggungjawaban tentang mereka (keluarganya)”. (HR Al Bukhari no.2554)

4. Mendapat Rahmat Allah

Karena disebabkan rahmat Allah lah engkau dapat bersikap lemah lembut dan lunak kepada mereka (keluarganya). Sekiranya engkau adalah seorang yang kaku, keras, lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS Ali Imran : 159). Jika anda mampu memuliakan istri, hal tersebut merupakan rahmat dari Allah dan akan mendatangkan rahmat atau kebaikan kebaikan yang berikutnya.

[AdSense-B]

5. Cara Bergaul yang Baik

Bergaul yang baik adalah bergaul dengan cara yang lembut yang tidak menyakiti satu sama lan. Bergaul yang baik kepada istri adalah salah satu keutamaan memuliakan istri, yaitu timbal balik dalam hal kebaikan, bersikap baik sebagaimana seorang suami ingin mendapat pelayaanan terbaik dari istrinya. “Dan bergaullah dengan mereka (para istri) dengan cara yang baik”. (An Nisa : 19).

6. Perintah dari Allah

Allah memerintahkan suami untuk memuliakan istri dengan cara dalam firman Nya berikut, “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (istri) dan perbagus perbuatan dan penampilan kalian sesuai kadar kemampuan”. (Al Hafidz Ibnu Katsir). Sebab seorang istri merupakan anugrah untuk suami dimana seorang suami hidupnya tidak akan terasa lengkap jika tidak memiliki pendamping hidup. Istri memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan pelayanan untuk suami. Sebab itu Allah pun memerintahkan suami untuk memuliakannya agar tercapai kesempurnaan dalam kehidupan rumah tangga.

7. Merupakan Hak Istri

Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf”. (QS Al Baqarah : 228). Keutamaan memuliakan istri adalah salah satu hak istri, dimana suami sebagai kepala keluarga memiliki kewajiban memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya. Nafkah batin diberikan dengan cara memuliakan istrinya.

8. Teladan dari Rasulullah

“Dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku (istriku)”. (HR Muslim). Hadist tersebut merupakan teladan dari Rasulullah sekaligus sebagai perintah untuk mencontoh beliau, yaitu bersikap baik terhadap istri dan memuliakannya.

9. Merupakan Akhlak Mulia

Wajahnya senantiasa berseri seri, suka bersenda gurau, dan bercumcu rayu dengan istri. Bersikap lembut dan melapangkan mereka dalam hal nafkah serta tertawa bersama istri istrinya. (Tafsir Ibnu Katsir). Contoh dalam hadist tersebut merupakan kebiasaan Rasulullah pada istrinya sebagai wujud kemuliaan akhlak beliau. Hal demikian tentu tidak hanya dapat dilakukan oleh Rasulullah, seorang suami dapat mecontohnya dan melakukan hal yang sama pada istrinya agar senantiasa menjadi seorang suami yang berakhlak baik.

[AdSense-A]

10. Menyenangkan Istri

Keutamaan memuliakan istri adalah dapat memberikan kesenangan baginya. Rasulullah mmeberi teladan dengan memberikan perhatian dan mendengarkan keluh kesah istrinya setiap hari sehingga tercapai komunikasi yang baik dan kasih sayang antar keduanya. “Setelah shalat isya’, beliau (Rasulullah) masuk rumah dan berbincang bincang sejenak dengan istrinya sebelum tidur guna menyenangkan mereka”. (Tafsir Ibnu Katsir).

11. Sebagai Curahan Kasih Sayang

Istri berhak mendapat curahan kasih sayang dari suami dengan cara dimuliakan oleh suaminya. Istri akan menjadi seorang yang lembut jika diperlakukan dengan lembut.“Karena para istri adalah makhluk Allah yang lemah sehingga sepantasnya menjadi tempat curahan kasih sayang”. (Tuhfatul Ahwadzi).

Sebagaimana hadist tersebut seorang istri adalah makhluk yang lebih, ada sebagian istri yang mudah menangis, ada pula yang memiliki sifat keras, tetapi dari  segala sifat yang tampak tersebut dalam naluri istri yang terdalam ia tetaplah makhluk lemah yang butuh kasih sayang dan perlindungan serta dimuliakan oleh suaminya.

12. Sikap Lemah lembut

Rasulullah senantiasa memberi teladan sikap memuliakan istri dengan bersikap lemah lembut terhadap istri istrinya, dalam keadaan apapun misalnya dalam kondisi sedih atau marah, beliau tetap memuliakan istrinya dengan cara yang mulia dan tidak pernah menyakiti hatinya. “Hendaklah engkau bersikap lembut”. (HR Muslim no.2594).

13. Dicintai Oleh Allah

Keutamaan memuliakan istri ialah dicintai oleh Allah sebab mampu bersikap lemah lembut dimana lelaki diciptakan dengan naluri seseorang yang keras dan teguh sebagai tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, tetapi mampu menyingkirkan itu semua ketika sedang berkasih sayang dengan istrinya. “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal”. (HR Al Bukhari no.6024).

14. Tercapai Tujuan

Suami yang memuliakan istri akan dimuliakan pula oleh istrinya dengan senantiasa  didoakan kebaikan untuknya serta didukung dalam kondisi apapun sehingga ketika suami istri saling bekerja sama dalam kebaikan, akan mudah tercapai segala tujuan dan menghadapi segala ujian dengan kasih sayang dalam kebersamaan. “Dengan kebaikan tersebut akan dimudahkan tercapainya tujuan tujuan yang diinginkan dan akan dimudahkan segala tuntutan”. (Syarah Syahih Muslim).

15. Sebagai Pembimbing

Seorang istri diciptakan dengan segala kelemahan dan kelebihannya, ia butuh dibimbing dan diluruskan sebab merupakan makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Butuh kelembutan dan kesabaran agar ia tak patah. Tugas suami ialah melakukan hal tersebut, memuliakan istri dengan membimbingnya dengan kelembutan. Sebagaimana sabda Rasulullah “Berwasiatlah kalian kepada para istri dengan kebaikan karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”. (HR Al Bukhari no. 5186).

16. Kesempurnaan dalam Rumah Tangga

Keutamaan memuliakan istri yaitu akan merasakan nikmat yang sempurna yaitu memiliki keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Hal terebut terjadi karena suami memuliakan istri sehingga istri pun memberikan pelayanan yang terbaik untuk suaminya. Kehidupan rumah tangga akan terasa tenang dan jauh dari kegundahan. “Merasakan kenikmatan dengan istri tidak akan sempurna kecuali dengan bersabar terhadapnya dan memuliakannya”. (Syarah Shahih Muslim).

[AdSense-C]

17. Memberikan Ketenangan

Memuliakan istri akan memberikan ketenangan dalam hidup, sebab dari sikap suami yang memuliakan istri akan muncul ikatan batin serta kasih sayang yang lebih dalam diantara keduanya. Walupun sudah hidup bersama dalam rumah tangga selama bertahun tahun, tidak akan ada rasa jenuh atau perubahan dalam kasih sayang, melainkan senantiasa dalam ikatan cinta yang lebih dalam. Sebab kebersamaan suami istri yang dilandasi kasih sayang akan memberikan rasa tenang, “Dialah yang menciptakan kalian dari jiwa yang satu itu, agar jiwa tersebut merasa tenang bersamanya”. (QS Al A’raf : 189).

Di balik kesuksesan seorang suami, biasanya ada peran istri di sampingnya, ketika suami sedang berjuang keras di luar rumah, seorang istri pun juga bekerja keras dalam keikhlasannya mengabdi dan memberi dukungan serta menata keindahan dan ketentraman di rumahnya dengan harapan ketika suami pulang ke rumah akan mendapatkan kesejukan, kebahagiaan, dan kelapangan yang tidak bisa didapatkan di luar rumah.

Sampai disini dulu ya sobat artikel kali ini, semoga dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari hari. Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Salam hangat dari penulis.

17 Tips Jatuh Cinta Dalam Islam

Jatuh cinta adalah hal umum yang pernah dirasakan oleh manusia. Jatuh cinta berawal dari rasa kekaguman dan ketertarikan yang akhirnya menjadi perasaan sayang, ingin memiliki, dan pengorbanan untuk orang tersebut. Jatuh cinta tentu pernah dialami oleh muda mudi remaja dimana pada masa tersebut mereka untuk pertama kalinya baligh dan banyak mengenal lawan jenis melalui lingkungan sekitar.

Jatuh cinta bisa menjadi jalan maksiat jika tidak disertai dengan iman dan pengetahuan tentang agama. Jatuh cinta memang sebuah perasaan alamiah yang tidak bisa ditolak atau dipilih, yang tepat adaah bagaimana bersikap di saat jatuh cinta, mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. Untuk itu saya bagikan cara agar ketika jatuh cinta tetap pada syariat islam melalui artikel berikut tentang 17 tips jatuh cinta dalam islam :

1. Jadikan Media untuk Mendekat kepada Nya

Ketika anda jatuh cinta, yang wajib diingat pertama kali adalah pencipta rasa cinta itu sendiri, yaitu Allah. Sebagai hamba Nya, jangan sampai anda mencintai orang tersebut melebihi cinta kepada Allah. Jadikan rasa cinta untuk mendekat dan bersyukur pada Nya, Allah menyukai hamba Nya yang mendekat pada Nya seperti pada hadist berikut,

Jika ia mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta, Jika ia mendekat pada Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika ia datang kepada Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan cepat”. (HR Bukhari).

2. Tinjau Niat Jatuh Cinta

Anda bisa bertanya pada diri sendiri, kenapa anda merasa jatuh cinta padanya, jika karena hal duniawi misalnya karena kaya raya, karena fisiknya cantik atau tampan mungkin ada sedang dikuasai nafsu sebab anda hanya menyukai tampilan luarnya, bukan karena akhlak atau agamanya.

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. (QS Qasas : 50).

3. Jangan Berlebihan

Jangan berlebihan ketika jatuh cinta hingga terus menerus memikirkannya, diceritakan pada semua orang di sekitar anda bahkan di media sosial. Hal tersebut tidak sesuai anjuran islam, sebab di dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam tidak diperkenankan mencintai urusan duniawi secara berlebihan.

Cintailah seseorang sedang sedang saja, siapa tahu di suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang engkau benci secara biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu”. (HR Tirmidzi).

4. Jaga Pandangan

Tidak diperkenankan melihat seseorang yang belum muhrim, walaupun anda jatuh cinta dalam islam dengan seseorang, anda tetap wajib menjaga pandangan, sebab pandangan dapat berlanjut menjadi zina.

[AdSense-B]

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. (QS An Nuur : 31-32).

5. Berdzikir

Isi waktu dengan beribadah dengan Allah agar tidak terus menerus memikirkan urusan duniawi, gunakan waktu untuk lebih banyak beribadah dan dzikir sepanjang kegiatan atau akifitas, dengan menjalankan dzikir yang menjadi salah satu 17 tips jatuh cinta menurut islam anda akan selalu mengingat Allah.

[AdSense-A]

“Yaitu orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (QS Ar Rad : 28).

6. Diam

Diam adalah yang terbaik ketika anda jatuh cinta dan belum memiliki kesiapan atau kemampuan untuk menikah. Simpan perasaan anda dalam hati. Hal ini pernah terjadi dalam suatu kisah jaman dahulu pada Ali bin Abi Thalib yang keduanya saling diam memendam perasaannya hingga Allah lah yang memberi jalan untuk menyatukan mereka.

7. Sabar

Diantara 17 tips jatuh cinta menurut islam yang utama dan terkadang sulit dilakukan sebagian orang yaitu sabar. Sabar dalam hal inii ialah sabar untuk menghadapi hawa nafsu dan godaan syetan. Walaupun merasa sedih ketika jauh dan merasa terus menerus memikirkan orang yang dicinta tetapi anda tetap harus sabar agar terhindar dari perbuatan dosa.

Allah menunjung tinggi hamba Nya yang mampu bersabar dalam melawan hawa nafsu duniawi,“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”. (QS Al Baqarah : 155).

8. Perbaiki Diri

Baik lali laki maupun perempuan yang merasakan jatuh cinta sebaiknya memperbaiki diri dengan mengisi hal yang bermanfaat seperti belajar, mengejar prestasi, banyak menabung, beribadah, memperbanyak teman teman yang sholeh, dan berbagai kebaikan lainnya.

Memperbaiki diri termasuk 17 tips jatuh cinta menurut islam sebba menjadi wujud pemantasan diri sambil menunggu waktu yang terbaik dari Allah untuk dipersatukan dalam ikatan yang halal. “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki laki maupun muslim perempuan”. (HR Ibnu Abdil Barr)

9. Berharap Hanya Pada Allah

Janganlupa tetap berharap pada Allah ketika anda jatuh cinta, jangan mempercayakan perasaan anda pada orang lain atau pada suatu benda. Misalnya menggunakan benda benda yag dipercaya dapat menarik hati orang yang anda cinta dan sejenisnya.

Ikuti perintah Allah dan berharap hanya kepada Allah agar senantiasa berada pada jalan yang benar. “Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah : 186).

10. Percaya Takdir Allah

Mungkin ada kalanya anda merasa sedih ketika merasakan kesulitan dalam mewujudkan rasa cinta yaitu dengan diwajibkan menjauhi berpandangan atau menyentuh yang memang bagian dari zina, padahal anda merasa senang karena hal tersebut. Jangan tertipu, anda merasa demikian karena hawa nafsu diri sendiri dan godaan syetan.

Allah menciptakan syariat sudah yang terbaik untuk seluruh umat. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216).

11. Jauhi Maksiat

Menjauhi maksiat yang dimaksud dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam mislalnya adalah berpacaran. Pacaran tidak boleh dilakukan dan sama sekali tidak ada dalam syariat islam. Pacaran dapat berujung pada zina dan api neraka.

“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”. (QS At Tahrim : 6)

12. Hindari Zina

Jatuh cinta terkadang disertai dengan rasa rela berkorban jika dalam hatinya tidak memiliki iman yang kuat, jangan sampai tergoda untuk berbuat zina karena mengatas namakan cinta. Allah menciptakan rasa cinta untuk kedamaian dunia dan kebahagiaan, bukan untuk zina, untuk itu sobat wajib memahami cara menjauhi zina agar tidak terjerumus ke perbuatan dosa.

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al Isro’ : 32)

13. Berdoa

Berdoa kepada Allah agar mendapat jalan yang terbaik, anda bisa bercerita pada Nya yang maha mendengar, berdoalah jika memang seseorang itu yang terbaik untuk anda agar didekatkan dalam ikatan yang halal dan dijauhkan dari zina.

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin : 16)

14. Jaga Kehormatan

Menjaga kehormatan dilakukan dengan menjauhi pacaran atau berduaan dengan lawan jenis yang belum muhrim, jangan menjadikan rasa cinta sebagai alasan untuk merendahkan diri sendiri.

“Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 35)

15. Perjuangkan

Jika anda merasa yakin dengan seseorang yang anda jatuh cinta padanya, dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam dianjurkan untuk memperjuangkan agar dapat tercapai hubungan yang halal dengan cara memantaskan diri dan mendekat dengan cara islam, yaitu dengan melamar langsung ke orang tua atau walinya.

Hal tersebut diperbolehkan sebab jatuh cinta dan rasa ingin dicintai adalah hal yang alamiah, sebgaimana Nabi pernah berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89

16. Shalat Istikharah

Untuk lebih meyakinkan hati anda, lakukan shalat istikharah, agar memiliki kemantapan hati dengan lelaki atau wanita manakah yang terbaik untuk anda.

[AdSense-C]

17. Menikah

Obat jatuh cinta yang paling manjur ialah dengan menikah. Tujuan dan kewajiban menikah akan tercapai hubungan yang di ridhoi Allah dan diperbolehkan mengekspresikan rasa cinta tersebut antara satu sama lain.

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32).

Demikian 17 tips jatuh cinta menurut islam semoga dapat mengarahkan kita untuk menjalankan rasa cinta di jalan Allah. Terima kasih semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam hangat dari penulis.

13 Cara Menghadapi Istri Yang Keras Kepala Dalam Islam

Dalam kehidupan rumah tangga, selalu saja ada sisi manis dan pahit. Sebagaimana kita tahu bahwa rumah tangga merupakan hubungan yang menyatukan dua orang yang memiliki karakter yang berbeda. Namun, memiliki visi dan tujuan yang sama. Tentunya perbedaan ini dapat memicu timbulnya konflik diantara kedua belah pihak.

Salah satu cara meredam konflik adalah dengan memahami tugas dan kewajiban masing-masing. Seperti kewajiban istri terhadap suami dalam islam dan sebaliknya  Suami memiliki kewajiban sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.

Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S.al-Nisa (4) : 34)

Artinya bahwa, seorang suami harus mampu membimbing istrinya menuju jalan yang lebih baik. Namun, terkadang sifat keras kepala seorang wanita, membuat suami cenderung bingung harus melakukan apa.

Padahal istri memiliki kewajiban untuk menaati semua perkataan suami. Menaati seluruh kewajiban sebagai istri merupakan cerminan sikap dan ciri-ciri istri sholehah .Sebagaimana hadist berikut:

Dari Abdillah bin ‘Amr, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda  ;  dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang  salehah. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ahmad)

Cara Menghadapi Istri Yang Keras Kepala Dalam Islam 

Sifat keras kepala memang dapat menjadi sebuah bomerang. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga yang notabene adalah menyatukan dua pemikirian. Sifat keras kepala terutama yang dimiliki oleh istri terkadang membuat para suami menjadi frustasi dan pada akhirnya menimbulkan percekcokan yang berimbas pada keharmonisan rumah tangga.

Karenanya dalam artikel ini akan di kupas mengenai 13 cara menghadapi istri yang keras kepala dalam islam suami wajib tahu . Simak selengkapnya.

1. Menemukan Penyebabnya dengan Melihat Masa Lalunya

Sifat keras kepala biasanya merupakan karakter yang telah melekat dan dibawa semenjak sebelum menikah. Namun, pada dasarnya sifat ini dapat melekat dan harusnya memang dapat dikendalikan. Sifak keras kepala dapat muncul pada sebagian orang yang notabene bisa dibilang seperti anak bungsu. Dimana keinginan dan kemauannya dan selalu dituruti dan cenderung bersifat manja.

Dalam hal ini, kemudian sifat keras kepala tersebut terbawa oleh sang wanita hingga ke kehidupan rumah tangga.

Karena telah melekat sejak kecil tentunya sifat ini cenderung sulit untuk di kendalikan. Namun, setelah anda menemukan sebab yang mrmbuat istri anda menjadi keras kepala tentu anda dapat mengambil sikap. Yang paking terpenting adalah tugas anda sebagai kepala keluarga dalam membumbing dan mengarahkan istri anda harus dilakukan dengan seksama.

2. Jangan Pelit Mengucapkan Maaf 

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.S. al-A’raf (7) : 199)

Ada masa ketika sifat keras kepala istri menjadi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga. Tentunya sebagai seorang yang keras kepala ia akan enggan memintaa maaf duluan. Namun, salah satu cara mengendalikan sifat keras kepala istri anda tidak laun adalah dengan menjadi pemaaf dan memaafkannya. [AdSense-B]

3. Komunikasikan dengan Tepat

Dalam hal apapun komunikasi selalu dapat membawa dampak positif. Sebagaimana air yang mematikan api. Begitulah anda harus menjalin komunikasi dengan sang istri. Bicarakan dengan santai dan rileks sehingga  ia tidak merasa tersinggung.

Lakukan obrolan ringan sebelum tidur atau yang biasa disebut dengan Pullow talk. Percayalah bahwa suasana yang tepat akan memberikan efek yang positif.

4. Gunakan Bahasa yang Tidak Menyinggung Perasaan

Dalam hal ini juga, penggunaan bahasa sangat penting. Karena bagaimanapun juga penggunaan bahasa yang salah akan dapat membuat penerimaannya juga salah.  Akibatnya bukannya meredakan masalah malah menimbulkan masalah lainnya. [AdSense-A]

5. Berbaik Sangka Terhadap Sikap Keras Kepala Istri

Sebagai manusia, terkadang suami bisa habis kesabaran dalam menghadapi sikap istri yang keras kepala. Dakam hal ini tentunya anda harus menghindari timbulnya sikap benci akibat hal ini. Sebagaimana hadist Dari Abi Hurairoh, ia berkata , Rasulullah saw bersabda  ;

Seorang mukmin tidak boleh membenci seorang mukminah. Jika ada satu perangai yang tidak disukainya, maka ada perangai lain yang di ssukainya,  atau ia akan berkata lain. “ (HR. Muslim dan Ahmad)

6. Jangan Ikut Menjadi Keras Kepala

Untuk menghadapi sikap keras kepala istri, hal paling bijak adalah dengan tidak ikut menjadi keras kepala. Jika anda menjadi ikut keras kepala maka yang ada hanyalah percekcokan yang tiada hentinya, karenanya lebih baik anda bersikap bijak dengan meredam sikap keras kepala istri dengan kelembutan yang anda miliki.

7. Menggunakan Perantara Medis Untuk Menasehati

Jika anda merasa tidak mampu menghadapi sikap keras kepala istri . Maka disarankan untuk meminta bantuan dari pihak lain yang memang memahami istri anda. Misalnya anda bisa meminta bantuan kepada ibunda sang istri agar bisa menasehati dan membuat istri menyadari akan sikap keras kepalanya tadi.

8. Menumbuhkan Kembali Cintanya Terhadap Anda

Cinta itu universal, artinya bahwa kekuatan cinta dapat melemahkan segalanya. Sebagaimana juga sikap keras kepala yang dimiliki oleh istri anda . Cintanya yang besar kepada anda akan bisa meredam sikap keras kepalanya ini. Karena itu, tumbuhkam rasa cinta yang semakin besar dalam rumah tangga yang anda bina. Maka insyaallah anda akan dapat meredam sikap keras kepala yang dimiliki istri anda.

9. Bersabar Dengan Proses

Memiliki kesabaran yang penuh merupakan hal yang harus anda miliki. Karena bagi Allah SWT tidak ada hal yang tidak indah dari sebuah kesabaran. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini :

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut.

Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S.al-Nisa (4) : 19)

10. Berikan Pujian

Salah satu hal yang bisa meredam sikap keras  istri adalah dengan memberikan pujian. Puji dia ketika dia berhasil mengendalikan sikap keras kepalanya ini. Insyaallah pujian yang anda berikan akan menjadi motivasi baginya untuk dapat lebih baik lagi. Jangan pelit memberikan pujian, karena hal ini akan dapat memepererat kembaki hubungan anda dan dirinya.

11. Bersikap Tegas Pada Kesempatan yang Tepat

Seorang suami juga dituntut untuk bersikap tegas. Namun, dalam pengertian ini tidak boleh menggunakan tindak kekerasan terhadap istri. Jika sikap istri sudah cukup keterlaluan dan sikap keras kepalanyan membuat anda merasa sangat kesal. Maka pada situasi yang tepat anda bisa bersikap tegas hanya untuk memberikan pelajaran pada istri.

12. Mengingatkan Kembali Tujuan Perkawinan

Diantara tujuan utama dari suatu pernikahan adalah masing-masing suami istri mendapatkan kebahagiaan berupa ketentraman, rasa nyaman dan saling mendapatkan kasih sayang.  Hal ini sangat jelas diungkapkan Allah dalam al-Qur’an :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.  (Q.S. Al-Rum (30) : 21)

13. Berdoa

Ini merupakan cara yang bisa anda lakukan dan insyallah akan memberikan manfaat yang luar biasa. Berdoalah kepada Allah SWT agar sikap keras kepala istri anda dapat dikendalikan dan anda dapat diberi kesabaran yang ekstra dalam menghadapinya. Sesungguhnya allah tidak akan memberi ujuan yang melebihan kemampuan suatu kaum. Percayalah bahwa kekuatan doa dapat membuat anda lebih kuat menghadapi segala masalah yang ada dalam rumah tangga.

Nah, itulah 13 cara menghadapi istri yang keras kepala dalam islam  suami wajib tahu. Tentunya dapat menjadi tips cara membangun rumah tangga dalam islam bagi para suami untuk dapat bersikap tepat dan bijaksana menghadapi keras kepala sang istri. Sehingga menjadi cara menjaga keharmonisan rumah tangga dalam islam serta menjadi keluarga   sakinah, mawa’dah dan warohmah.

Serta jangan sampai menjadi ciri-ciri istri yang durhaka terhadap suami . Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Bersetubuh Dalam Islam

Pernikahan merupakan salah satu jalan untuk menyempurnakan keimanan dan menjadi salah satu sunnah rosul yang harus dilakoni oleh setiap umat muslim tanpa kecuali. Membangun sebuah rumah tangga yang harmonis dan menjadi keluarga sakinah , mawa’dah dan warohmah tentu merupakan idaman bagi semua pasangan suami istri.

Oleh karena itu, tentu suami harus mengerti apa yang menjadi tanggung jawab dan haknya, begitupula sebaliknya sang istri juga harus memahami peran dan tanggung jawabnya dan kewajiban istri terhadap suami dalam islam dan  dalam rumah tangga.

Salah satu cara membahagiakan suami dan tips membuat keluarga bahagia adalah adalah dengan memenuhi dan melayaninya secara lahir dan batin. Ini merupakan kewajibab utama istri yang tidak boleh ditinggalkan. Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)

Dari hadist tersebut dapat di simpulkan bahwa, seorang wanita wajib melayani suami jika suami memintanya meskipun saat itu ia sedang ada pekerjaan rumah lain. Hadist tersebut merupakan anjuran untuk lebih memprioritaskan ajakan suami untuk berkumpul dibanding pekerjaan lainnya.

Istri yang melayani suami dengan sukacita dan bersungguh-sungguh hingga membuat suami puas terhadap dirinya. Maka Surga menjadi hak bagi sang istri. Sebagaimana hadist Dari Ummu Salamah ra. bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda,

“Siapa saja perempuan yang meninggal dunia sedang suaminya ridha terhadapnya maka pastilah ia masuk Surga.”(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata hadits ini Hasan Gharib).

Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Bersetubuh Dalam Islam

Pernikahan tentu memiliki tujuan pernikahan dalam islam yakni untuk mendapatkan keturunan. Hal tersebut diperoleh dengan cara melakukan hubungan suami istri atau bersetubuh. Namun, dalam beberapa kondisi terkadang istri menolak ajakan bersetubuh dari suami.

Lalu bagaimanakan islam memandang hal ini. Berikut uraian singkat mengenai hukum istri menolak ajakan suami bersetubuh dalam islam. Simak selengkapnya.

1. Larangan Menolak

Hukum yang pertama ialah dilarang menolak atau tidak diperbolehkan dan menjadi dosa menolak ajakan suami berhubungan intim . Sebagaimana hadist berikut ini :

“JIKA suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersenggama), lalu istri menolak sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya, maka para malaikat mengutuk pada istri itu hingga pagi hari,” (HR Bukhari).

Dalam hadist tersebut di jelaskan bahwa seorang istri yang menolak ajakan suaminya bersetubuh tanpa ada alasan yang jelas, maka malaikat akan mengutuknya hingga pagi hari. Tentunya hal ini menandakan bahwa penolakan terhadap ajakan suami bersetubuh adalah hal yang sangat tidakdi sukai oleh Allah SWT.

[AdSense-B] Hal ini semakin dikuatkan oleh Asy-Syaikhani yang meriwayatkan dari Abu Hurairah pula ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Jika seorang wanita tidur dengan meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para Malaikat melaknatnya sampai pagi.”

Menolak ajakan bersetubuh dengan suami tentu dapat menyebabkan suami menjadi kecewa dan menjadi timbulnya konflik dalam keluarga . Sehingga hal ini akan berpengaruh kepada keharmonisan rumah tangga. Pada akhirnya jika hal itu sering terulang dan menjadi kebiasaan, maka tentu dapat menimbulkan kebencian di hati suami. Hal ini akan sangat merugikan bagi diri kita. Sebagaimana Al-Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra., Rasulullah SAW. bersabda :

“Ada tiga orang yang shalatnya tidak akan diterima, dan kebaikan mereka tidak akan naik kepada Allah. 1) orang yang mabuk hingga dia sadar, 2) seorang wanita yang dibenci suaminya, dan 3) seorang hamba sahaya yang lari hingga dia kembali dan meletakkan tangannya ditangan tuannya.

Bagaimana, meskipun terdengar sepele namun ternyata perkara menolak ajakan suami bersetubuh dalam menimbulkan dosa besar yang membuat  sholat kita tidak bisa diterima. Artinya bahwa, melayani suami selain sebagai tanggung jawab jug merupakan salah satu bentuk ibadah yang akan mengantarkan kita menuju pintu surga. [AdSense-A]

2. Diperbolehkan Menolak

Hukum monolak ajakan suami bersetubuj dalam islam yang kedua ialah diperbolehkan dengan ketentuan aebagai berikut :

  • Kondisi Haid

Bersenggama dalam kondisi istri sedang haid adalah haram, sebagaimana Al-Qur’an menyatakan,

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS : Al-Baqarah : 222) 

Dari firman Allah SWT diatas dijelaskan bahwa dilarang mendekati wanita yang sedang haid dilarang untuk didekati. Tentunya dalam pengertian ini menjelaskan bahwa jika sang suami mengajak istri bersetubuh ketika sang istri dalam kondiai haid maka ia wajib menolaknya. Karena dalam QS Al-Baqarah 222 telah secara jelas dinyatakan bahwa waniya yang sedang haid dilarang untuk didekati.

  • Istri Sedang Dalam Kondisi Hamil

Kehamilan merupakan fase yang membahagiakan, dimana menjadi sesuatu yang diharapkan bagi semua pasangan yang sudah menikah. Kondisi hamil menyebabkan kita sulit untuk melakukan aktivitas termasuk juga dalam aktivitas seks. Tentunya hal ini, merupakan salah satu alasan penolakan terhadap ajakan suami untuk bersetubuh. Selain kondisi yang tidak memungkinkan, dikhawaturkan aktifitas hubungan seks tersebut dapat menganggu dan bahkan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan.

  • Istri Merasa Lelah

Dalam beberapa kondisi, kelelahan yang dialami istri juga bisa menjadi alasan yang diperbolehkan untuk menolak ajakan suami bersetubuh. Dikhawatirkan, jika dipaksakan malah akan berefek pada tidak adanya kesenangan dalam berhubungan. Sehingga kemudian dapat membuat kedua pihak menjadi kecewa. Oleh karena itu, jika sedang dalam kondisi lelah, maka sebaiknya urungkan niat untuk berhubungan. Dan saat kondisi badan kembali fit maka anda bisa melakukannya kembali.

  • Tidak Dalam Kondisi Bugar / Sedang Sakit

Satu lagi alasan yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai bentuk penolakan ajakan suami bersetubuh, ialah kondisi istri sedang sakit. Dalam hal ini, sakit yang dimaksud ialah yang membuat bedan tidak memiliki kemampuan dan tenaga untuk melakukam aktivitas. Maka dalam hal ini, istri diperbolehkan menollak ajakan suami.

Karena dikhawatirkan jika dipaksakan maka akan dapat berimbas kepada semakin memburuknya kesehatan istri. Karenanya lebih baik lakukan tindakan recovery yang dapat membuat kondisi badan kembali menjadi sehat.

Tentunya alasan tersebut hanya dapat digunakan dalam kondisi sebagaimana terjadi diatas. Selain dari pada hal tersebut, maka kita di wajibkan untuk mengikuti, menuruti dan tidak menolak ajakan suami bersetubuh. Ketaatan terhadap suami akan dapat membawa anda menjadi salah satu penghuni surga. Sebagaimana dalam hadist berikut ini :

Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.”

Itulah penjelasan singkat mengenai hukum istri menolak ajakan bersetubuh suami dalam islam yang wajib diketahui. Tentnya semoga informasi ini dapat bermanfaat terutama bagi anda yang sedang menjalani kehidupan berumah tangga. Semoga selalu harmonis dan bahagia.

Hukum Menolak Perjodohan Dalam Islam dan Dalilnya

Perjodohan mungkin terdengar sebagai sesuatu yang kuno dan jauh dari kesan moderen. Sebagaimana kisah Siti Nurbaya gadis muda belia yang rupawan yang di jodohkan dengan Datuk Maringgi seorang yang lebih patut dipanggil kakek namun terkenal kaya raya, membuat asusmsi orang tentang perjodohan cenderung berkiblat pada kisah ini. Padahal perjodohan adalah satu satu langkah untuk menjajaki sebuah hubungan menuju pernikahan. Allah ta’ala mensyariatkan nikah dalam firmanNya,

Maka nikahilah perempuan-perempuan yang kalian sukai.” (QS. An-Nisa : 3)

Sebagaimana juga hukum pernikahan dalam suatu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang meninggalkan sunnahku maka ia bukan umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan adanya dua ketentuan ini maka, menikah merupakan sebuah sunnah bagi semua umat muslim dalam dan yang menjadi tujuan pernikahan dalam islam adalah dapat mencapai kesempurnaan iman. Dan untuk mencapai hal tersebut tentu diperlukan sebuah usaha. Sebagaimana firman Allah SWT :

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

Generasi zaman now menganggap peejodohan merupakan sebuah tembok, padahal jika dimaknai lebih dalam, jodoh yang dipilihkan orang tua cenderung sudah pasti memiliki bibit, bebet, dan bobotnya. Akan tetapi masalah perjodohan ini, terutama dalam pandangam islam merupakan salah satu cara untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat.

Sebagaimana kita tahu bahwa dalam proses perjodohan akan dilewati proses ta’aruf dan juga tips ta’aruf dalam islam yang merupakan cara perkenalan lebih jauh antara laki-laki dan perempuan untuk bisa saling mengenal lebih dalam.

Meskipun terkandung nilai kebaikan dan cinta menurut islam didalamnya, namun tentunya menolak sebuah perjodohan juga memiliki hukumnya. Dalam hal ini, akan dibahas secara lengkap dalam poin berikut hukum menolak perjodohan dalam islam yang wajib diketahui. Simak selengkapnya.

Hukum Menolak Perjodohan Dalam Islam

Mencari jodoh dalam islam bukanlah diibaratkan seperti “Membeli kucing dalam karung”. Islam juga telah memberikan aturan yang jelas, dalam mengatur tata cara dan syarat pernikahan dalam islam . Salah satunya adalah adanya keridhaan dari masingmasing calon mempelai. Karenanya dalam masalah perjodohan jika ada unsur paksaan terhadapa salah satu pihak,  maka status pernikahan yang akan dilakukan di kemudian hari tidaklah sah.

Karenanya bagi kedua belah pihak harus ditanya terlebih dahulu kesediaanya. Sebagaimana Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAWbersabda:

Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan dengannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya? Beliau menjawab, Dengan ia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 1419)

[AdSense-B]

Zaman dahulu sebelum islam masuk, seorang wanita tidak dapat menolak atau memilih satu lamaran yang diajukan dan dijodohkan oleh walinya. Namun, setelah syiar Islam masuk, Allah SWT memuliakan wanita untuk memiliki hak penuh dalam memilih atau menolag lamaran yang datang atau telah dijodohkan padanya.

Imam Bukhari berkata, Isma’il memberitahu kami, dia berkata, Malik memberitahuku, dari ‘Abdurrahman bin Al-Qasim dari ayahnya dari ‘Abdurrahman dan Mujammi’, dua putra Yazid bin Jariyah, dari Khansa’ bin Khidam Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha,

“Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138).

Larangan memaksa ini bukan berarti para wali tidak memiliki andil dalam memilih calon suami atau istri bagi pihak yang mereka walikan. Justru dalam hal ini saran-satan yang baik wajib diberikan oleh wali dn kemudian menanyakan persetujuan bagi pihak yang bersngkutan.

[AdSense-A] Dalam mendapatkan izin dari yang bersangkutan atas persetujuaanya adalah ditunjukkan dengan, apabilah ia seorang janda maka ia mengucapkannya, dan apabila ia seorang perawan adalah diamnya.  Sebagaimana dijelaskan dalilnya di dalam hadits berikut.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seorang gadis yang akan dinikahkan oleh keluarganya, apakah perlu dimintai pertimbangannya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Ya, dimintai pertimbangannya.”

Lalu ‘Aisyah berkata, maka aku katakan kepada beliau, “Dia malu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Demikianlah pengizinannya, jika ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain syarat sahnya pernikahan yang harus dipenuhi. Dalam hal perjodohan ini juga, kedua belah pihak harus memiliki rasa ketertarikan atau rasa suka atau cinta antara keduanya. Karena jika tidak ada unaur tersebut, maka bisa sipastikan bahwa kehidupan pernikahan kelak tidak akan harmonis dan bahagia. Seperti di ceritakan dalam sebuah kisah,  dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Telah datang seorang gadis muda terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia mengadu bahwa ayahnya telah menikahkanya dengan laki-laki yang tidak ia cintai, maka Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memberikan pilihan kepadanya (melanjutkan pernikahan atau berpisah).” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Sesungguhnya perjodohan dalam islam mengatasnamakan dasar kerelaan antara kedua belah pihak. Karena bagaimanapun juga bahwa kelak dalam membangun rumah tangga tujuan utamana ialah untuk memperoleh  kebahagian di dunia dan akhirat.

Jangan sampai pada akhirnya rumah tangga yang dijalani malah akan menemui banyak permasalahan sehingga hanya akan ada rasa penyesalan pada akhirnya. Sebagaimana diceritakan dalam kisah berikut ini, Dari Abu Said Al-Khudri, beliau berkata:

Telah datang seorang laki-laki dengan membawa putrinya menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu laki-laki tersebut berkata: “Ya Rasul, Putriku ini menolak untuk dinikahkan.” Kemudian Rasulullah memberi nasihat kepada wanita itu: “Taati bapakmu.” Wanita itu mengatakan: “Aku tidak mau, sampai anda menyampaikan kepadaku, apa kewajiban istri kepada suaminya?.” (merasa tidak segera mendapat jawaban, wanita tersebut mengulangi ucapannya). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kewajiban istri kepada suaminya, andaikan di tubuh suaminya ada luka, kemudian istrinya menjilatinya atau hidung suaminya mengeluarkan nanah atau darah, kemudian istrinya menjilatinya, dia belum dianggap sempurna menunaikan haknya.”

Spontan wanita tersebut mengatakan: “Demi Allah, Dzat yang mengutus anda dengan benar, saya tidak akan nikah selamanya.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada ayahnya, “Jangan nikahkan putrimu kecuali dengan kerelaannya.” (HR. Ibn Abi Syaibah).

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah bahwa hukum menolak perjodohan dalam islam yang wajib diketahui ialah diperbolehkan. Karena untuk menggapai hubungan pernikahan yang sakinah, mawa’adah dan warohmah haruslah dilandasi dengan kerelaan, cinta dan tanpa adanya paksaan dari berbagai pihak.

Semoga topik dalam artikel ini dapat membantu anda untuk lebih memaknai tentang perjodohan dalam islam serta tips menghilangkan galau dalam islam karena belum dipertemukan jodoh. Semoga bermanfaat.

Hukum Menolak Pernikahan Dalam Islam

Pernikahan merupakan salah satu anjuran yang diutamakan dalam Islam. Allah SWT telah menciptakan pasangan bagi setiap mahluk hidup termasuk manusia untuk dapat berkembang biak dan meneruskan jenisnya dengan melalui pernikahan. Sebagaimana firman-Nya:

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”(Q.S. An- Nahl:72)

Menikah mempunyai beberapa hukum pernikahan bagi orang dengan kondisi tertentunya, diantaranya:

  1. Wajib : bagi mereka yang memiliki libido yang tinggi, telah akil baligh, serta ditakutkan tidak dapat menahan hawa nafsunya, maka diwajibkan untuk menikah dengan segera.
  2. Sunnah : bagi mereka yang telah memiliki keinginan untuk menikah dan telah memiliki cukup bekal untuk menikah, baik mental maupun finansial.
  3. Makruh : bagi mereka yang tidak memiliki keinginan maupun bekal untuk menikah karena ditakutkan jika tetap menikah justru akan menjadi masalah baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
  4. Mubah : bagi mereka yang telah memenuhi syarat untuk menikah dan dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam zina jika tidka menikah.
  5. Haram :  bagi mereka yang berniat menikah hanya untuk menyiksa atau menyengsarakan pasangannya.

Tapi bagaimana jika seorang pria atau wanita yang telah cukup memenuhi persyaratan menikah justru menolak untuk menikah? Ada berbagai kondisi yang menyebabkan ditolaknya sebuah pernikahan, diantaranya adalah:

1. Menolak tanpa alasan

Jika seorang wanita menolak khitbah seorang pria yang sholeh tanpa alasan yang jelas atau rasional, maka keluarga wanita tersebut akan mengalami kerugian besar. Sebagaimana sabda Rasul: Jika seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan wanita kalian kepada orang tersebut. apabila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar. (HR. At-Tirmidzi no. (1084.dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani. dalam Al-Irwa’ No. 1868, Ash Shahihah no. 1022).

Dari hadist di atas, dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya jangan menolak pernikahan dari seorang lelaki yang sholeh tanpa alasan yang jelas karena dapat menimbulkan fitnah, seperti anggapan masyarakat tentang keluarag wanita yang terlalu pilih-pilih atau mematok standar yang tinggi.

Bukan hanya bagi wanita, jika seorang lelaki dilamar oleh seorang wanita yang shalehah, maka sebaiknya jangan menolak tanpa alasan yang jelas. Justru wanita yang shalehah adalah pasangan yang terbaik yang bisa didapatkan, sebagaimana sabda Rasul : “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Baca juga:

2. Menolak karena tidak terjaga agamanya

[AdSense-B] Seorang wanita atau pria yang menolak pernikahan karena calon pasangan adalah orang yang  tidak terjaga agamanya, hukumnya adalah boleh. Tidak terjaga agamanya disini bisa berarti tidak sholat fardhu, tidak puasa, tidak zakat atau sedekah, dan ibadah lainnya.

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”(Q.S. An Nisa:34)

Dari ayat di atas, dapat kita simpulkan bahwa Allah menyuruh kita untuk memilih atau menjadikan pasangan kita menjadi orang yang taat dalam beragama. Laki-laki merupakan pemimpin bagi wanita maka diharapkan mampu menjaga agamanya.

Baca juga:

3. Menolak pernikahan karena pekerjaan yang tidak bergengsi

[AdSense-A] Banyak para orang tua yang menginginkan calon pasangan bagi anaknya adalah orang yang mempunyai pekerjaan yang bergengsi atau jabatan tinggi. Sehingga jika ada seseorang yang datang melamar namun memiliki pekerjaan yang tidak diinginkan oleh keluarga wanita, justru lamaran tersebut ditolak.

Padahal dari segi lain seperti keimanan atau kesehatan sudah memenuhi persyaratan. Hal seperti ini tidak diperbolehkan karena Islam menganjurkan untuk mencari kriteria pasangan yang mengutamakan keimanan bukan gengsi atau status sosial.

4. Menolak karena alasan tidak sehat

Jika seseorang menolak pernikahan dikarenakan telah mengetahui riwayat kesehatan calon pasangan yang buruk dan dapat berakibat buruk juga baginya, maka dibolehkan untuk menolaknya. Misalnya saja diketahui bahwa yang melamar adalah seorang yang memiliki riwayat penyakit jiwa atau penyakit seks menular, maka ditakutkan akan membahayakan diri wanita atau pria yang dilamar.

5. Menolak pernikahan karena alasan fisik

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, maka jika seseorang ditolak karena fisiknya yang kurang baik atau jelek padahal syarat pernikahan dalam Islam lainnya sudah baik sungguh sangat disayangkan. Padahal jika kita sudah tua dan renta, seluruh fisik kita pun akan habis termakan usia.

Baca juga:

6. Menolak pernikahan karena tidak jelas nasabnya

Kasus pernikahan yang terjadi tanpa nasab yang jelas semakin marak di Indonesia. Hal ini juga tidak terlepas dari peran teknologi seperti media sosial. Jika seseorang datang melamar namun nasabnya tidak jelas, dimana orang tuanya, siapa orang tuanya, bagaimana keluarganya, maka dibolehkan untuk ditolak.  Ketidakjelasan ini akan mengakibatkan banyak masalah jika pernikahan diteruskan, bahkan berpengaruh hingga ke anak.

7. Menolak karena tidak cinta

Dalam Islam, pernikahan dilakukan dengan jalan taaruf menurut Islam, yakni perkenalan. Bagaimana mungkin cinta dapat tumbuh sedangkan kedua pasangan hanya berkenalan tidak lebih. Keduanya tidak diperbolehkan bicara berdua saja, harus didampingi mediator, itupun hanya dibolehkan sedikit berbicara. Sedangkan kebanyakan orang sekarang menolak pernikahan dengan alasan tidak cinta karena telah terbiasa dengan pacaran, padahal tidak ada istilah pacaran dalam Islam, yang ada justru menjerumus kepada perbuatan zina.

Maka sangat disayangkan jika menolak pernikahan dengan alasan tidak cinta, bahkan bisa disebut tidak rasional karena sesungguhnya cinta yang baik akan tumbuh setelah pernikahan bukan sebelum pernikahan.

Demikianlah artikel mengenai hukum menolak pernikahan dalam Islam yang singkat ini. Semoga kita semua diberikan jodoh yang terbaik oleh Allah SWT dan kita juga menjadi jodoh yang terbaik bagi jodoh kita. Amin.

13 Tips Menghadapi Pernikahan Dalam Islam

Menikah merupakan salah satu perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Islam memerintahkan untuk segera menikah bagi mereka yang telah mampu. Sebagaimana ayat pernikahan dalam Islam berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (Q.S. An Nisa:1)

Bagi pasangan yang akan menikah ataupun baru menikah, hendaknya mengerti betul tentang seluk beluk pernikahan dalam Islam. Sejatinya pernikahan bukan hanya tentang dua anak manusia yang menyatu, tapi juga tentang dua keluarga dan anak-anak yang nantinya akan dibesarkan. Untuk lebih memudahkan Anda yang baru atau akan menikah, berikut adalah beberapa cara menghadapi pernikahan dalam Islam:

  1. Niat

Segala sesuatu yang baik akan dimuali dengan niat yang baik,maka niatkan sejak awal bahwa Anda akan menikah dan membangun rumah tangga dalam Islam dengan baik. Ibnul Mubarak rahimahullah pernah berkata: “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat.” (Al Ikhlas wan Niyyah)

  1. Mengerti kewajiban masing-masing

Kedua pasangan diharapkan mengerti betul tentang kewajiban masing-masing dalam pernikahan. Istri diharapkan mengerti kewajiban istri terhadap suami dan suami diharapkan mengerti kewajiban suami terhadap istri. Sebagaimana dalam sebuah riwayat seorang perempuan datang ke hadapan Nabi SAW lalu berkata,

Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?

Maka Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya.”

Dari riwayat di atas, dapat disimpulkan bahwa Rasul memerintahkan kita untuk mengerti kewajiban masing-masing dalam pernikahan.

[AdSense-B]

  1. Sholat istikharah

Jika masih terdapat ketakutan dalam diri Anda, maka sholatlah. Lakukan sholat istikharah dan mintalah petunjuk pada Allah SWT agar diberi keyakinan dan kekuatan untuk menjalani pernikahan bersama pasangan yang Anda pilih.

  1. Berkumpul dengan keluarga dan teman

Sebelum Anda memasuki dunia pernikahan, ada baiknya jika Anda menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga dan teman Anda karena setelah menikah, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri Anda. Kegiatan ini juga akan mengurangi rasa deg-degan saat akan menikah.

  1. Menyiapkan mahar

[AdSense-A] Salah satu hal yang dibutuhkan saat akan menikah adalah mahar. Mahar seharusnya menjadi sesuatu yang memang diinginkan oleh calon istri, jadi sebaiknya bicarakan dan diskusikan terlebih dahulu tentang mahar apa yang diinginkan istri. Jangan pernah memutuskan sendiri karena justru akan terkesan tidak menghargai calon istri Anda. Mahar biasanya dibicarakan saat lamaran atau khitbah dalam Islam.

  1. Walimah sesuai syariat Islam

Siapkanlah resepsi yang sederhana dan sesuai dengan syariat Islam. Jangan berlebih-lebihan dalam menggelar walimah. Selain kurang disukai Rasul, Anda yang baru saja memasuki jenjang pernikahan akan membutuhkan biaya yang lebih besar. Apalagi jika Anda ingin segera mempunyai anak, maka gunakanlah uang yang Anda punya dengan baik.

  1. Terus meningkatkan iman

Berusahalah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar selalu diberi kesabaran dan jalan dalam menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan. Tidak ada pernikahan yang mulus-mulus saja, semua pernikahan akan memiliki ujiannya masing-masing. Untuk itulah selalu ditekankan agar kedua pasangan selalu meningkatkan keimanannya masing-masing.

Baca juga: manfaat berkurban dalam Islam, hukum pria memakai sutra dalam Islam, waktu terkabulnya doa, tips menghilangkan galau dalam Islam, keutamaan sabar dalam Islam, ciri-ciri wanita penghuni neraka, wanita yang dirindukan surga.

  1. Saling mengerti

Jadilah pasangan yang mengerti tentang pasangan Anda sendiri. Jangan melakukan hal yang tidak ia sukai. Misalnya tentang baju yang dipakai, ikutilah kemauan pasangan Anda selama itu tidak melanggar perintah Allah SWT.

  1. Menjadi pasangan yang setia

Terikat dalam suatu hubungan memang membatasi langkah Anda, namun jika Anda menginginkan kesetiaan dari pasangan, maka jadilah pasangan yang setia. Bukan sedikit perceraian yang terjadi setelah menjalani kehidupan setelah menikah. Salah satu penyebabnya adalah perselingkuhan dalam rumah tangga. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia, jadi berhentilah mencari ketika Anda telah mendapatkan apa yang terbaik diberikan Allah SWT.

  1. Menerima kekurangan pasangan

Setiap orang mempunyai kekurangan, entah itu sifat maupun fisiknya. Namun ketika telah menikah dengan seseorang, maka Anda juga menikahi segala kekurangan yang ada dalam dirinya. Istri adalah pakaian bagi suami dan begitu pula sebaliknya. Kita dianjurkan untuk selalu menutupi kekurangan atau aib pasangan masing-masing.

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: ” Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Al BAqarah:187)

  1. Saling terbuka

Sebenarnya tidak ada ruang privasi dalam hubungan suami istri, karena justru akan menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak nyaman pada pasangan. Biasakanlah diri untuk selalu terbuka dan jujur pada pasangan, terutama mengenai masalah keuangan. Salah satu penyebab retaknya rumah tangga adalah masalah keuangan, maka dari itu hendaklah selalu terbuka mengenai masalah ini.

Bca juga: cara melamar wanita menurut Islam, hukum nikah gantung dalam Islam, ciri-ciri suami durhaka terhadap istri, mencari jodoh dalam Islam, tips taaruf dalam Islam, tips move on dalam islam.

  1. Merencanakan kehamilan

Tidak ada pernikahan yang tidak menginginkan keturunan. Rencanakanlah kehamilan dengan baik agar semua yang diperlukan selama kehamilan hingga melahirkan dapat terpenuhi. Bicarakan juga dengan pasangan mengenai anggaran biaya rumah tangga yang akan berubah setelah kelahiran anak.

  1. Bersyukur

Satu-satunya hal yang sangat ampuh dalam menghadapi berbagai masalah adalah selalu bersyukur pada Allah SWT. Apapun yang Anda hadapi mungkin tidak seberat yang dihadapi oleh orang lain. Bersyukur atas segala yang Anda dapatkan akan memudahkan Anda dalam menjalani pernikahan.

Itulah beberapa tips untuk menghadapi pernikahan dalam Islam. Selalu tingkatkan takwa dan bersyukur adalah kunci dari keberhasilan sebuah keluarga sakinah mawadah warahmah.

15 Kewajiban Mertua Terhadap Menantu dan Dalilnya

Apabila anda menikah secara langsung anda akan mendapatan kedua orang tua baru yaitu ibu dan bapak mertua yang tentunya harus anda sayangi seperti anda menyayangi orang tua sendiri sebab pasangan anda dengan ijin Allah ada karena mereka dan mereka yang telah membesarkan pasangan anda dengan kasih sayang hingga dapat tumbuh dewasa dan bertemu dengan anda. Mereka pula yang telah memberi restu hingga anda dapat menjalin hubungan secara halal dengan pasangan anda.

Kesejahteraan sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh hubungan antara mertua dengan menantu dimana kedua belah pihak akan saling berinteraksi karena ituharus memiliki hubungan yang baik satu sama lain, kerukunan antara mertua dan menantu akan menambah kebahagiaan dalam rumah tangga, kerukunan itu sendiri merupakan tanggung jawab kedua belah pihak, menantu wajib berbuat baik pada mertuanya, begitu pula mertua juga memiliki berbagai kewajiban terhadap menantunya baik dalam etika umum ataupun secara syariat agama, berikut 15 kewajiban mertua terhadap menantu :

1. Kasih Sayang

kasih sayang dalam islam adalah wajib bagi setiap umat mukmin, Allah berfiman “Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang”. (QS Maryam : 96). Seorang menantu tidak hadir begitu saja di sebuah keluarga, ia harus menyesuaikan diri kepada pasangan dan keluarganya.

Hal ini merupakan sebuah kewajiban bahwa ia menjalani hidup baru bersama pasangan nya. terkadang di awal terasa tidak mudah, tentunya ada berbagai kebiasaan yang berbeda dengan kesehariannya. Tidak sedikit yang berujung konflik batin walaupun tidak semuanya mengalami.

Satu hal yang harus mertua pahami ialah, seorang menantu akan dengan ikhlas bertahan demi pasangan yang dicintai nya dan untuk mendapat kasih sayang dari mertuanya pula. Mertua harus menyadari bahwa menantunya adalah jodoh terbaik yang merupakan pilihan anaknya yang nantinya akan memberinya cucu, memberi semangat kepada anaknya dalam berkarir dan segenap urusan, dan tentunya melayani anaknya seumur hidup. Sebab itu mertua wajib memberikan kasih sayang sebagaimana ia menyayangi anaknya sendiri. Seperti halnya kasih sayang allah kepada hambanya tanpa mengenal pamrih.

2. Komunikasi dan Silaturahmi

Tinggal serumah ataupun berbeda rumah dengan menantu, antara mertua dan menantu harus terjalin komunikasi yang baik, menyapa dengan lemah lembut ketika bertemu, menanyakan kabar, dan berkunjung jika mampu (dalam hal ini jika tidak tinggal serumah dengan menantu) untuk merekatkan silaturahmi. Komunikasi yang intens akan menjalin kedekatan dan saling keterbukaan sehingga menimbulkan kenyamanan.

3. Memberi Ilmu

Orang tua tentu lebih berpengalaman dari anaknya yang baru saja menjadi pasangan baru, mertua wajib mengajarkan ilmu dalam hubungannya dengan kehidupan rumah tangga dan agama, hal ini bukan dimaksudkan untuk mengatur atau menganggap menantunya tidak memiliki kemampuan, tetapi dengan niat memberi bekal untuk kehidupan masa depannya.

Mertua bisa berbagi hal apa saja dengan menantunya, mulai dari menu masakan, kewajiban istri, etka bermasyarakat, hingga ilmu agama. Ajarkan sebagaimana mengajarkan ilmu pada anak sendiri. Menantu yang diberi nasehat tentu merasa senang sebab merasa diperhatikan dan dipedulikan. keutamaan berilmu dalam islam memang sangat dianjurkan, apalagi jika membagikannya, pahala yang didapat akan berlipat ganda. Karena ilmu merupakan amalan yang tidak pernah putus (amal jariyah).

[AdSense-B]

4. Memberi Kebebasan Untuk Mengambil Keputusan

Jika menantu mengalami suatu urusan yang tentunya memerlukan sebuah keputusan, beri kebebasan untuk nya menentukan keputusan sendiri, menantu memiliki hak untuk menentukan masa depannya, boleh memberi saran dan pendapat yang terbaik, tetapi keputusan yang dipilih tetap bebas ditentukan oleh nya. Jangan lupa senantiasa mendoakan yang terbaik untuknya karena kebaikan menantu anda akan berdampak pada anak anda pula sebagai pasangannya.

[AdSense-A]

5. Menghargai dan Menghormati

Hargai dan hormati menantu anda sebagai sesama manusia dengan cara memperlakukannya dengan baik. Terkadang ada kebiasaan yang berbeda antara anda dengan menantu, selama itu baik dan tidak melanggar syariat agama anda wajib menghargai nya, apalagi jika ia memilki kebiasaan yang lebih baik dari anda misalnya terbiasa shalat tepat waktu, menjaga kebersihan, dll selayaknya anda syukuri sebab kebiasaan baik menantu anda juga akan berdampak kebaikan pada anak anda pula sebagai pasangannya.

6. Tidak Membeda Bedakan

Jangan membeda bedakan sikap anda antara menantu dengan anak anda atau dengan menantu anda yang lain. Berbuat adil lah kepada menantu anda, beri kasih sayang yang merata, jangan membedakan karena hal tertentu, misalnya karena anda memiliki hobi yang sama dengan salah satu menantu anda sehingga tidak menyukai menantu yang lain. Perlakukan semua nya dengan seimbang agar tidak ada yang merasa cemburu atau tersinggung, berbuat adil juga dianjurkan oleh Allah seperti firman Nya berikut “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan kepada kerabat dan Allah melarang perbuatan keji serta permusuhan”. (QS An Nahl : 90).

7. Berprasangka Baik

Anda wajib berpikiran baik pada menantu anda dan menghilangkan rasa khawatir yang berlebih, misalnya karena ia adalah pasangan baru yang belum menguasai pekerjaan rumah tangga dan belum pandai memasak, anda menjadi ragu padanya dan menganggap nantinya dia tidak akan mampu menjadi ibu dan tidak mampu melayani anda anda.

Biarkan ia berproses dengan belajar dan beri ia kepercayaan, memang setiap jenjang hidup baru senantiasa menjadikan seseorang belajar hal baru pula dan menjadi lebih dewasa, lebih baik beri dia nasehat dan bantu untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. prasangka dalam islam dianjurkan hanya yang baik – baiknya.

8. Meringankan Pekerjaan Jika Memungkinkan

Tidak ada salahnya membantu pekerjaan menantu jika anda memang memungkinkan untuk melakukannya, membantu pekerjaan akan meningkatkan kasih sayang diantara anda dengan menantu dan tentunya anda akan menjadi lebih dekat dengannya, dalam hal ini contohnya ialah ketika menantu anda baru saja memiliki anak pertama dan belum memahami sepenuhnya cara merawat bayi, anda wajib mendampinginya, jangan merasa ia merepotkan atau menyusahkan, bagaimanapun juga kesibukan yang bermanfaat tentu anda membuat anda merasa senang pula.

9. Menutup Keburukan

Jika anda menemui kekurangan pada menantu anda, tak perlu diceritakan pada orang lain apalagi pada tetangga, cukup beri nasehat tentang kekurangannya tersebut dengan lembut apa saja yang sebaiknya dia perbaiki dan bantu dia untuk menjadi orang yang lebih baik, kembali lagi di dunia tidak ada manusia yang sempurna, wajar jika menantu anda memiliki kelemahan dalam dirinya.

10. Mendekatkan Pada Keluarga

Ajak dan perkenalkan menantu anda dengan keluarga besar anda, libatkan jika ada suatu acara, misalnya arisan keluarga, dll. Perkenalkan bahwa dia adalah pasangan dari anak anda, hal itu akan membuatnya merasa dihargai dan dianggap sebagai anggota keluarga. Ceritakan secara sederhana tentang keluarga dekat anda padanya, karakter dasarnya, agar ketika bertemu nanti dapat beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik.

11. Melarang Terhadap Hal yang Maksiat

Sebagai umat mukmin wajib untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mencegah kemungkaran. Hal ini juga berlaku pada hubungan anda dengan menantu. Jika dia melakukan hal yang maksiat misalnya tidak menjalankan shalat wajib, tidak menutup aurat ketika keluar rumah, tak apa anda mengingatkannya karena menantu anda juga merupakan tanggung jawab anak anda, jelaskan padanya bahwa anda mengingatkan untuk kebaikannya.

12. Mengarahkan Untuk Hidup Mandiri

Hal ini penting, jangan membiasakan menantu dan anak anda bergantung pada orang tua, misalnya anda memiliki harta lebih sehingga melarang mereka bekerja jauh karena anda merasa mampu mencukupi kebutuhan mereka, hal itu tidak layak dilakukan. Hidup rumah tangga selayaknya dimulai dengan perjuangan sendiri, tak apa jika menantu dan anak anda ingin mencoba hidup dengan usaha sendiri demi masa depan mereka, arahkan mereka untuk hidup mandiri dan berjuang agar mereka nantinya memilki bekal masa depan dari hasil ekrja keras nya sendiri sehingga nantinya lebih menghargai apa yang mereka miliki. Cukup doakan yang terbaik untuk mereka dan beri nasehat ketika mereka membutuhkan atau merasa kesulitan.

13. Memberi Teladan

Beri contoh yang baik, misalnya dalam hal ibadah, menjaga kebersihan, dan cara bermasyarakat. Jika anda menginginkan menantu anda menjaga tutur kata misalnya, maka anda wajib memberinya teladan, anda juga harus bertutur kata lembut, tidak menggunjing orang lain, dll. Sehingga secara tidak langsung ia akan mengikuti kebiasaan baik anda.

14. Tidak Ikut Campur Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan rumah tangga pasti ada masa ia akan memiliki perbedaan pendapat atau masalah dengan pasangannya, anda tidak berhak ikut campur atas hal itu, biarkan mereke menyelesaikan masalah mereka sendiri sebagai bahan kedewasaan, anda tak perlu mengatur mereka harus mengambil keputusan apa atau seperti apa mereka harus menyelsaikan masalah.

[AdSense-C]

15. Sharing

Sharing atau bercerita bisa menajdi jalan untuk kedekatan batin antara anda dengan menantu. Sharing bisa dalam hal apa saja, misalnya tentang hal hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyenangkan pasnagn, hal hal tentang kebiasaan positif aau kesukaan anak anda di amsa kecil, tentunya menantu anda akan sangat senang karena merasa dipercaya bahwa dia mampu merawat anak anda dengan baik dan mendapatkan cerita yang dia belum pernah diketahuinya

Pernikahan yang indah akan memberikan keindahan pada sekitarnya, yaitu terjalinnya silaturahmi semakin luas dan kebahagiaan rumah tangga serta keluarga dari pasangan. Terima menantu anda apa adanya sebab kebahagiaan anak dan menantu anda juga dipengaruhi oleh ridho anda sebagai orang tua. Semoga bisa senantiasa terjalin kerukunan antara anda dengan menantu dengan saling berbuat baik satu sama lain. Sekian semoga bermanfaat.

13 Tips Move On Dalam Islam – Kembali Hijrah

Di jaman sekarang ini, tentunya istilah move on bukan lagi kata yang asing bagi kita. Move on alias melupakan mantan pacar atau kekasih adalah salah satu bentuk kegalauan dalam hidup. Padahal tidak ada yang namanya pacaran dalam Islam yang ada hanyalah zina, sesuai dengan firman Allah SWT:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya:”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al- Israa’:32)

Larangan berpacaran dalam Islam juga telah dikatakan oleh Rasulullah SAW: “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim). 

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

Jadi seluruh aktivitas dalam pacaran sesungguhnya adalah berzina. Bukan hanya larangan dalam Islam, bahkan dalam penelitian terkini pun menemukan berbagai bahaya yang mungkin terjadi dalam hubungan pacaran. Sebuah eksperimen di Inggris menyebutkan bahwa pacaran menimbulkan getaran otak yang meningkatkan keinginan untuk bersentuhan lebih jauh, yang artinya zina. Sehingga yang didapatkan dari pacaran hanyalah dosa dan kesakitan. Setelah putus dari pacar, biasanya seseorang akan sulit untuk move on atau melupakannya. Berikut adalah beberapa cara atau tips move on dalam Islam:

1. Sholat taubat

Minta ampunlah kepada Allah SWT atas apa yang telah dilakukan selama ini. Lakukan taubat dengan sungguh-sungguh dan jangan pesimis untuk mendapatkan ampunannya karena Allah selalu menerima mereka yang bertaubat kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Az Zumar: 53)

وَأَنِيبُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا۟ لَهُۥ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Artinya: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Q.S. Az Zumar: 53)

Janganlah menunda-nunda taubat, segeralah bertaubat. Sungguh Allah Maha Pengampun meskipun dosa yang telah dilakukan sebanyak buih di lautan, Insya Allah ia akan mengampuninya. Jangan lupa pula untuk membaca doa untuk melupakan sesorang setelah selesai sholat.

2. Yakinkan diri bahwa ini jalan terbaik

Tidak ada jalan yang paling baik selain jalan yang dipilih Allah untuk diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Q.S. Al Baqarah:216)

Dengan putusnya dari pacar, berarti Anda telah diselamatkanoleh Allah SWT dari kemaksiatan dalam berzina. Maka bersyukurlah sebanyak-banyaknya atas jalan yang diberikan oleh Allah.

Baca juga:

[AdSense-B]

3. Banyak berdzikir

Dengan banyak mengingat asma Allah SWT, kita akan memiliki hati dan jiwa tenang dalam Islam. Berdzikir adalah salah satu cara atau tips menghilangkan galau dalam Islam. Salah satu keutamaan berdzikir adalah kita jadi lebih mudah untuk mensyukuri atas apa yang terjadi.

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya:”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(Q.S. Al Ahzaab:35)

4. Menyibukkan diri

Salah satu cara mengatasi galau dalam Islam adalah dengan menyibukkan diri dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat seperti membersihkan rumah, belajar, mengaji, dan kegiatan lainnya.

5. Menjauhi lingkungan yang buruk

Ada banyak cara memilih teman dalam Islam, salah satunya adalah pilihlah teman yang sholeh. Seperti kata pepatah, jika kita berteman dengan tukang minyak wangi maka kita akan ikut wangi. Jadi carilah teman yang baik dalam agama sehingga Anda juga akan ikut menjadi baik.

6. Berkumpullah dengan keluarga dan sahabat

Habiskan banyak waktu dengan keluarga dan sahabat Anda karena mungkin Anda juga terlalu banyak menghabiskan waktu dengan mantan hingga melupakan mereka yang terdekat. Ajak mereka melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berlibur agar Anda dapat mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.

Baca juga:

[AdSense-A]

7. Jangan jadi stalker

Kebanyakan orang yang susah move on adalah orang-orang yang masih saja menguntit mantannya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui media social. Berhentilah mencari tahu kabar mantan Anda agar Anda tidak semakin dibayangi oleh sosoknya.

8. Perbanyak ibadah

Makin dekatkan diri Anda pada Allah SWT, mungkin Anda sudah terlalu lama melakukan dosa pacaran dan inilah saatnya untuk memperbanyak ibadah Anda. Perbaikilah ibadah Anda, baik itu ibadah wajib maupun sunnah.

9. Olahraga

Dengan berolahraga, focus Anda pun akan teralihkan. Tubuh juga menjadi lebih sehat dan bugar. Lakukan olahraga yang Anda sukai secara rutin.

10. Lakukan hobi

Jangan hanya termenung dan menganggur tanpa melakukan apa pun tapi berharap ada perubahan dalam hidup. Cobalah untuk melakukan yang Anda sukai, apalagi jika hobi Anda dapat menghasilkan uang, tentunya Anda akan jauh lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

11. Hindari tempat kenangan

Jangan sekali-kali mencoba melewati atau bahkan mendatangi tempat yang penuh dengan kenangan Anda dengan mantan Anda. Sebisa mungkin hindarilah untuk mengingat kembali memori yang pernah Anda lalui. Jika Anda telah menemukan kebahagiaan baru atau telah benar-benar move on, barulah Anda dapat melewati tempat tersebut tanpa baper.

Baca juga:

12. Belajar

Belajar kembali akan mengalihkan focus Anda pada sang mantan. Carilah sesuatu yang menjadi minat Anda, lalu pelajari hingga mahir. Selain menambah ilmu pengetahuan, hal ini juga dapat menjadi kesempatan baru bagi Anda untuk mendapat beasiswa atau menghasilkan uang.

13. Menikah

Cara terakhir adalah dengan meniatkan menikah. Niatkan dalam hati bahwa Anda mencari pasangan baru untuk menikah, bukan untuk pacaran. Niatkan bahwa Anda menikah karena Allah bukan pula karena ingin cepat melupakan mantan. Insya Allah, Ia akan memberikan pasangan terbaik bagi Anda.

Demikianlah artikel tentang tips move on dalam Islam yang singkat ini. Semoga Anda dapat segera melupakan mantan dan mendapatkan pasangan baru yang terbaik bagi diri Anda. Ingatlah selalu keutamaan istiqomah dalam Islam sehingga Anda dapat segera melupakan masa lalu. Amin.