8 Siksa Neraka Bagi Pezina dan Dalilnya

Di era sekarang ini membuat generasi penerus semakin sering untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma dan juga nilai. Tidak hanya sekedar lebih berani untuk melawan orang yang lebih tua, akan tetapi sebagian orang juga sudah mulai berani untuk melakukan tindakan terlarang agama seperti berzina.

Zina menjadi sebuah bentuk degradasi moral yang sangat sering terjadi di masyarakat sekarang ini. Tanpa adanya ikatan, dua orang yang bukan muhrim sudah berani untuk melakukan hubungan terlarang tanpa diikuti perasaan berdosa. Kenikmatan sesaat ini mungkin terasa nikmat dan indahsaat di dunia, akan tetapi di akhirat akan hanya berujung dengan siksa. Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai siksa neraka bagi pezina selengkapnya.

Artikel terkait:

Berikut ini adalah beberapa siksa yang dijaminkan Allah SWT akan di dapatkan bagi para pelaku zina, antara lain:

  1. Tidak Diajak Bicara Oleh Allah Saat Hari Kiamat

Hukuman atau siksa neraka pertama bagi pezina adalah mereka tidak akan diajak oleh Allah SWT saat hari kiamat datang. Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan dilihat serta disucikan, pun bagi mereka adzab yang pedih; seorang tua yang berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang congkak.” (Diriwayatkan Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Mandah dari Abu Hurairah).

  1. Kekal di Dalam Neraka

Seseorang yang melakukan zina selama hidup, maka akan menjadi penghuni abadi di neraka kelak nanti. Seperti yang diketahui jika neraka adalah tempat pembalasan untuk semua orang yang sudah berbuat dosa selama hidup di dunia. Tidak hanya kekal di dalam neraka, namun Allah juga akan melipat gandakan azab untuk mereka pelaku zina dan bahkan akan di siksa pada keadaan yang paling hina kecuali untuk mereka yang sempat bertaubat pada saat masih hidup.

Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah dosa yang paling besar di sisi Allah ta’ala?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu.’ ‘Sungguh itu sangatlah besar. Lalu apa lagi?’ tanyaku kembali. Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu membunuh anakmu karena takut kelak ia makan bersamamu.’ ‘Lalu apa lagi,’ tanyaku lagi. Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu berzina dengan kekasih (maksudnya istri) tetanggamu.’

Maka Allah SWT menurunkan pembenaran dari sabda beliau dengan firman-Nya, “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat.” (Al-Furgan: 68-70) [Diriwayatkan Ahmad, An-Nasa’i].

  1. Dijilat Api Neraka

Siksa neraka berikutnya untuk para pezina adalah akan mendapatkan azab dengan cara di jilat api neraka. Api neraka sudah sangat jelas sangatlah panas dan mereka akan melolong karena kedahsyatan panas api neraka tersebut.

Ini terdapat dalam hadits Bukhari dan Muslim, “lmam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub. Dalam hadits itu disebutkan bahwa beliau SAW didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail. Beliau berkisah, “Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal ‘tannur’ bagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata di situ banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada di bawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, dan Ahmad, dalam hadist panjang dari Samurah).

[AdSense-B]

Sedangkan para ulama berkata jika ini merupakan hukuman untuk para pezina laki-laki dan juga perempuan yang masih bujang dan belum menikah di dunia. Apabila sudah menikah meski baru sekali seumur hidup, maka hukuman untuk keduanya adalah rajam dengan bebatuan sampai mati.

Dalam Kitab Zabur juga tertulis, ““Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan, malaikat Zabaniyah berkata, ‘Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya.”

Artikel terkait:

  1. Ditempatkan Pada Pintu Neraka Paling Busuk

Tidak hanya mendapat siksa berupa dijilat api neraka, namun para pelaku zina juga akan ditempatkan pada neraka yang memiliki bau paling busuk. Tentang tafsir bahwa Jahanam itu ‘ia memiliki tujuh pintu‘ (Al-Hijr: 44), Atha’ berkata, “Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya.”

Makhul ad-Dimasyqiy berkata, “Para penghuni neraka mencium bau busuk berkata, “Kami belum pernah mencium bau yang Iebih busuk dari bau ini’. Dijelaskan kepada mereka, ‘ltulah bau kemaluan para pezina.”

Ibnu Zaid, salah seorang imam dalam bidang tafsir berkata, “Sesungguhnya bau kemaluan para pezina itu benar-benar menyiksa para penghuni neraka.”

  1. Ditarik Mukanya Dengan Rantai Neraka

Allah akan melihat padanya dengan pandangan penuh kemurkaan dan akan menyebabkan mukanya berubah menjadi hitam. Ia kemudian akan ditarik pada bagian mukanya dengan rantai ke neraka yakni api yang paling besar.

Ketika Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat jibril: “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu yang biasa kami lihat?” Malaikat Jibril menggeleng, lalu menjawab: “Tidak.Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yang diatasnya.” Kemudian malaikat jibril melanjutkan:

[AdSense-A]

“Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.

Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka.”

Artikel terkait:

  1. Matanya Penuh Dengan Bara Api Neraka

Rasulullah SAW juga bersabda,“Barang siapa yang memenuhkan (menggunakan) matanya kepada yang haram, Allah akan memenuhkan matanya dengan bara api neraka Jahanam. Barang siapa yang berzina dengan wanita yang haram baginya, Allah akan meletakkannya di dalam kubur dengan penuh kehausan, menangis, dan sedih. Wajahnya akan dihitamkan seperti gelap gelita. Di tengkuknya akan digantung dengan ikatan rantai dari neraka. Dia akan dipakaikan dengan baju dari api neraka pada tubuhnya, Allah tidak akan berbicara dengannya pada hari kiamat. Dia juga tidak akan disucikan (dimuliakan) dan bagi mereka azab yang amat pedih.”

Artikel terkait:

  1. Menjerit Karena Bau Busuk Dari Kemaluan

Rasulullah SAW juga bersabda jika ahli neraka juga akan menjerit karena bau yang teramat busuk yang berasal dari kemaluan orang yang semasa hidup di dunia sudah melakukan zina. Antara balasan yang akan di terima para pezina di akhirat adalah mereka akan dilemparkan ke dalam neraka sedangkan kemaluan mereka akan mengeluarkan bau yang sangat busuk sehingga membuat penghuni neraka lain akan menjerit penuh marah dan juga merasa tertekan karena bau yang sangat busuk tersebut.

  1. Kemaluan Bernyala Api

Rasulullah SAW bersabda jika pada hari kiamat nanti, para pezina akan datang dengan kemaluan mereka yang bernyala dengan nyala api dan semua makhluk mengenali mereka karena bau yang berasal dari kemaluan sangatlah busuk. Muka mereka kemudian akan di tarik ke neraka dan jika sudah masuk ke dalam neraka, maka malaikat Malik akan mengenakan mereka sepasang baju besi dari api neraka dan sekiranya baju besi tersebut akan diletakkan diatas sebuah gunung, niscaya ia akan lebur menjadi abu.

Malaikat Malik berkata, “Wahai sekalian malaikat, tancapkan mata-mata mereka dengan paku-paku besi sebagaimana mereka melihat kepada yang haram.” Ikatkan tangan-tangan mereka dengan ikatan api neraka sebagaimana mereka melakukannya (memeluk) kepada perkara yang haram. Ikatkan kaki-kaki mereka dari ikatan api neraka sebagaimana mereka berjalan kepada tempat yang haram.

Malaikat Zabaniah berkata, “ya”, Malaikat Zabaniah mengikat tangan-tangan serta kaki-kaki mereka, dan mata-mata mereka ditancapkan dengan paku neraka. Mereka semua lalu menjerit dan berkata, “Wahai sekalian malaikat Zabaniah! Kasihanilah kami …! Ringankanlah kami dari azab siksa buat seketika. ”Malaikat Zabaniah berkata, “Bagaimana kami hendak mengasihi kamu sedangkan Allah Yang Maha Pengasih begitu amat memurkai kamu.”

Artikel terkait:

Demikian ulasan lengkap yang bisa kami berikan mengenai siksa neraka untuk para pezina yang merupakan siksaan sangat pedih saat hari pembalasan di akhirat sudah datang. Sebelum semuanya terlambat, marilah kita semua bertaubat Nasuha dan memanjatkan ampun pada Sang Pencipta selama kita masih diberikan kesempatan. Akan tetapi, berjanjilah juga untuk tidak mengulangi kembali dosa zina tersebut dan semoga kita semua tidak masuk dalam golongan yang demikian, Amin.

10 Cara Menjauhi Zina dalam Islam

Zina merupakan keburukan yang nyata dan berakibat kerusakan pada orang yang melakukannya dan juga masyarakat secara luas. Zina juga masuk ke dalam dosa besar di dalam Islam.

[al-Isrâ’/17: 32], “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.

[an-Nûr/24:2], “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”.

Artikel terkait:

Oleh demikian, Allah sangat membenci umatnya melakukan zina dan sangat menganjurkan agar menghindar dari perbuatan tersebut. Begitu juga Rasulullah SAW. Hal ini dikarenakan perbuatan zina hanya akan menghasilkan dampak buruk bagi pelakunya, berikut beberapa keburukan akibat perbuatan zina:

Keburukan Zina

  • Mengurangi nilai agama.
  • Menghilangkan sifat wara’.
  • Mendapat murka dari Allah Azza wa jalla.
  • Merusak harga diri dan kehormatan.
  • Mengurangi sifat cemburu.
  • Menggelapkan hati.
  • Menghasilkan kefakiran yang berkelanjutan.
  • Menghilangkan kesucian.
  • Menghilangkan nama baik dan diganti dengan al khabits yakni gelar untuk pezina.
  • Mendapat hati yang gelisah.
  • Menghapus kewibawaan.
  • Dijuluki pengkhianat.
  • Mendapatkan hati yang sudah.
  • Akan mendorong perilaku durhaka.
  • Dikelilingi perbuatan maksiat lainnya.
  • Merusak nasab.
  • Mendapatkan penyakit berbahaya.
  • Mendapatkan balasan amalan shalih hilang dan bangkrut saat hari kiamat.
  • Anggota tubuh akan bersaksi menyakitkan.

Artikel terkait:

Cara Menjauhi Perbuatan Zina

Sekarang ini, semakin banyak orang yang sangat dekat dengan perbuatan zina dan ada sebagian orang yang melakukan hal ini tanpa disertai dengan rasa bersalah atau berdosa dan saat mereka menyadari perbuatan ini termasuk ke dalam dosa maka akhirnya mereka memutuskan untuk bertaubat dan memang sudah menjadi wajib untuk mereka yang berbuat zina untuk segera bertaubat pada Allah dan berikut ini adalah kumpulan Cara Menjauhi Zina

  1. Taubat Nasuha

(QS. At-Tahrim: 8), “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (baca juga: Hukum Zina Tangan)

Tidak ada pertaubatan yang dilaksanakan tanpa terkandung 3 hal yakni menghentikan perbuatan dosa tersebut, menyesal karena sudah melakukan dosa tersebut dan tidak akan mengulang dosa tersebut seperti yang sudah diutarakan Imam An Nawawi. (baca juga: Zina Dalam Islam)

Al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut), an-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut, dan al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya. (Syarh Shahih Muslim, 17/59). Ini mengartikan jika seseorang ingin bertaubat, maka lakukan taubat dengan sebenarnya dan ini bukan perihal mudah untuk diperbuat dan hanya orang yang benar-benar ingin bertaubat saja yang bisa melakukannya terutam dalam hal zina yang tidak mudah untuk ditinggalkan, sehingga diperlukan azzam yang sangat hebat kuatnya sehingga bisa bertaubat dari perbuatan dosa dan menjijikan tersebut. (baca : Hukum Mendengarkan Musik Dalam Islam)

[AdSense-C]

  1. Taubat Tidak Berarti Terbebas Hukuman Dunia Namun Siap Menghadapi Hukuman Zina

Saat seseorang bertaubat dari zina, maka ini tidak mengartikan ia juga terbebas dari hukuman dunia, sebab hukuman dari perbuatan zina tersebut masih mungkin didapatkan seperti penyakit seksual yang menular, HIV AIDS, penyakit kelamin dan lain sebagainya.

Ini mengartikan jika semakin cepat perbuatan taubat dilaksanakan, maka akan semakin baik dan jangan di tunda lalu menghentikan perbuatan zina tersebut saat sudah mendapatkan hukuman berupa penyakit seksual dan mematikan tersebut.

Artikel terkait:

  1. Jauhi Sumber Zina

Perbuatan zina tanpa disadari sering berawal dari hal-hal kecil yang sering dilakukan seperti membuka aurat, melihat gambar dan video porno lalu beranggapan jika hal tersebut adalah hal yang biasa untuk dilakukan. Namun sangat penting untuk menjauhkan segala sumber zina dan bisa di mulai dengan menjaga pandangan anda. Hentikan melihat berbagai hal yang berbau porno tersebut secepatnya.

(QS. An Nur: 30), “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”.

(QS. Al-Isra`: 32), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

  1. Hindari Khalwat Dengan Non Mahram

Janganlah anda berdua-an atau berkhalwat dengan non mahram meskipun ia adalah sesama wanita ataupun pria, selain itu jaga juga batasan aurat serta tidur bersama  yakni tidak boleh dalam 1 selimut sebab syetan akan mengganggu orang yang sedang berkhalwat .

(HR. At-Tirmidzi (4/465 no. 2165)), “Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, melainkan yang ketiga dari mereka adalah setan.”.

Artikel terkait:

  1. Ikut Komunitas Orang Shalih

Dekatkan diri anda pada Allah dengan ikut bergabung di dalam golongan orang shalih yang selalu menyibukan diri mereka dengan dzikir, baca Al-quran dan juga saling berpesan di dalam kesabaran dan juga kebenaran. Dengan melakukan ini maka In syaa Allah hati bisa lebih dikuatkan sehingga bisa meninggalkan perbuatan zina tersebut selamanya. (baca: Shalat dalam Kendaraan)

  1. Hukuman Cambuk 100 Kali

Hukuman cambuk sebanyak 100 kali yang dikenakan pada pelaku zina (QS An-Nur:2), hanya berlaku di negara yang menganut hukum syariah Islam dan didasari oleh keputusan yang hakim berikan. Ini juga terjadi jika anda melaporkan perbuatan itu pada pihak pengadilan atau ada seseorang yang melaporkan dengan membawa saksi cukup dan juga bukti yang kuat. Jika anda sedang berada di negara yang menganut hukum syariah Islam, maka dianjurkan untuk merahasiakan perbuatan zina tersebut namun diikuti dengan pertaubatan nasuha sebab menyimpan aib juga bagian dari pertaubatan. (baca juga: Hukum Memelihara Jenggot)

Abu Hurairah mengatakan Nabi bersabda: Allah tidak akan menutup aib seseorang di dunia kecuali ia akan menutupnya juga di hari kiamat.

Artikel terkait:

  1. Tinggalkan Dosa Yang Dilakukan

Syarat perbuatan zina akan dihapuskan adalah dengan bertaubat yakni dengan meninggalkan perbuatan zina yang sudah pernah dilakukan tersebut.

(QS. An-Nisa: 31), “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”.

[AdSense-B]

  1. An-Nadm [Akui Kesalahan dan Sesali Perbuatan]

Seseorang yang tidak mengakui kesalahan yang sudah diperbuat berarti juga tidak akan menyesal dengan perbuatan dosa yang sudah dilakukan. Dengan menyesali dosa yang sudah diperbuat, maka orang tersebut akan merasa sedih dan mengingat dosa tersebut. Yang termasuk dari penyesalan adalah merahasiakan dosa itu dari orang lain dan bukan merasa bangga dengan perbuatan menjijikan tersebut.

Jika dosa zina tersebut terjadi karena sebuah perkumpulan atau lingkungan, maka tinggalkan perkumpulan tersebut. Selain itu, bentuk dari pertaubatan perbuatan zina adalah dengan menjauhkan semua hal yang berhubungan dengan pemicu syahwat.

Artikel terkait:

  1. Bertaubat Dengan Ikhlas

Pertaubatan zina dan pertaubatan atas perbuatan dosa lainnya harus dilakukan tidak karena tujuan duniawi. Apabila taubat dilakukan hanya karena paksaan, perasaan malu atau hal duniawi lainnya maka tidak akan di terima Allah. Taubat merupakan ibadah dan ibadah tidak di terima kecuali dilakukan dengan perasaan ikhlas yakni dilakukan hanya karena Allah dan karena mengharapkan rahmat dari Allah serta takut dengan siksaan yang akan Allah berikan.

(Taisir Karimirrahman, 874), “Taubat nasuha adalah taubat dari seluruh dosa, dilakukan oleh seseorang karena Allah, ia tidak mengharapkan melainkan wajah Allah dan kedekatan dengan-Nya.”.

  1. Taubat Sebelum Ajal Menjemput

Semua cara menjauhi zina tidak akan berguna lagi saat ajal menjemput dan matahari sudah terbit dari arah barat.

(an-Nisa : 18), “Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’”.

Artikel terkait:

Setiap manusia sangat diwajibkan untuk melakukan tobat pada Allah dan dalam hal ini adalah pertaubatan dari zina. Lakukan taubat sesegera mungkin dan sesali perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan zina tersebut.

5 Cara Menjaga Pandangan Mata dari Lawan Jenis

Menjaga pandangan mata adalah bagian dari perintah islam. Tidak jarang orang yang melakukan kemaksiatan dan perzinahan akibat dari tidak mampu menjaga pandangan matanya yang dapat menimbulkan hawa nafsu. Hal ini tentu saja bukan perilaku yang baik dan diharapkan oleh Allah pada manusia yang beriman.

Menjaga pandangan mata tentu saja bagian dari upaya terhadap Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam .

Untuk itu, sebagai manusia yang berkiblat kepada Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman menjaga pandangan mata adalah hal yang wajib sekali untuk dilakukan, untuk menghindari kemaksiatan.

Perintah Menjaga Pandangan Mata

Di dalam islam, menjaga pandangan mata adalah suatu kewajiban. Kewajiban ini tidak hanya berlaku pada laki-laki tetapi juga pada perempuan. Hal ini dijelaskan di dalam ayat Al-Quran sebagai berikut:

  1. Bagi Laki-Laki

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur : 30)

  1. Bagi Perempuan

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Sebagaimana penjelasan kedua ayat di atas, hal ini menunjukkan bahwa baik laki-laki atau perempuan tidak boleh mengumbar pandangannya yang dapat menimbulkan hawa nafsunya. Hal ini dikarenakan berbagai kemaksiatan atau perilaku zinah muncul berawal dari pandangan mata. Pandangan mata yang tidak terjaga tentu akan mudah dihasut oleh setan dan membuat orang tersebut terlalaikan oleh pandangannya.

Manfaat Menjaga Pandangan Mata

Allah memberikan perintah untuk menjaga pandangan mata bukanlah tanpa alasan atau hal yang sia-sia belaka. Hal ini tentu saja ada orientasi dan tujuan yang ingin dicapai. Menjaga pandangan mata membuat manusia akan selalu sadar, fokus, dan terhindar dari segala macam kemaksiatan. Pandangan mata adalah awal dari segala macam aktivitas, jika manusia tidak mampu untuk menjaganya, maka akan sulit untuk bisa berkah pandangannya.

Hal ini sebagaimana kisah dalam hadist Rasulullah bahwa ada seorang sahabat yang pernah terbentur tembok karena melihat aurat wanita dan tidak sadarkan dirinya karena saking asik dan menikmati terhadap wanita tersebut. Kemudian Rasulullah mengingatkan bahwa hal tersebut dilarang oleh islam dan tidak diperkenankan jika melihatnya.

Untuk itu, Rasulullah pun menyampaikan dalam sebuah hadistnya, bahwa pandangan pertama bisa saja menjadi hal yang tidak berdosa, namun untuk seterusnya dan kedua kali nya dan selanjutnya adalah dosa dan hal yang diharamkan.

Untuk itu, manfaat dari menjaga pandangan diantaranya adalah :

  • Terhindar dari Perzinahan, karena perzinahan dimulai dari pandangan
  • Membuat pandangan kita selalu melihat hal-hal yang baik dan halal
  • Terjaga kesucian diri dan keberkahan dari apa yang kita lihat

Cara Agar Pandangan Mata Terjaga

Agar pandangan mata selalu terjaga tentunya laki-laki ataupun perempuan harus memiliki cara agar pandangannya terjaga. Jika tidak terjaga tentunya akan mudah setan untuk mengelabui dan mengiming-imingi dengan kebahagiaan. Beikut adalah cara menjaga pandangan mata umat islam selalu terjaga.

  1. Tidak Membiasakan Melihat Aurat Lawan Jenis

Sebagai muslim, maka janganlah kita membiasakan untuk melihat aurat lawan jenis. Semakin kita sering melihatnya maka akan semakin juga sering muncul stimulus untuk melihat. Manusia tentunya sangat sulit untuk mendapatkan kepuasan, maka pasti akan terulang dan semakin untuk ingin melihatnya. Bahkan dalam pandangan mata yang dikelabui setan, manusia senantiasa dituntut untuk melakukan yang lebih.

[AdSense-B]

  1. Tidak Menatap Lama-Lama Lawan Jenis

Dalam berdiskusi atau mengobrol dengan lawan jenis hendaknya juga tidak menatap lama-lama lawan jenis. Untuk menjaganya maka kita bisa mengalihkan pandangan kita kepada hal lain misalnya bagian kerah baju, bagian tangan, atau hal-hal lain yang tidak memunculkan hawa nafsu yang lebih. Untuk itu, jangan menatap bagian wajah atau hal lain yang dapat memicu lawan jenis dengan tatapan yang penuh hawa nafsu. Apalagi berlama-lama.

  1. Fokus Pada Pembicaraan Bukan Pada Bagian Tubuh

Ketika memang harus berdiskusi dan mengobrol dengan lawan jenis hendaknya fokus pada apa yang dibicarakan bukan pada bagian tubuh tertentu saja. Pembicaraan tersebut tentunya adalah pembicaraan yang produktif dan bermanfaat bukan pembicaraan yang melibatkan hawa nafsu atau perasaan yang berlebih. Untuk itu, fokus pada pembicaraan adalah jalan yang terbaik, bukan pada bagian tubuh tertentu.

[AdSense-C]

  1. Menjaga Hijab atau Batas Jarak Ketika Berdiskusi

Ketika berdiskusi atau mengobrol dengan lawan jenis, hendaknya pula untuk menjaga hijab atau jarak yang tepat. Jika terlalu dekat hal ini akan membuat pandangan mata juga tidak terjaga. Ada beberapa ulama dan mahdzab yang bahkan sampai menutup dengan tirai atau membuat batasan zahir atau kain hingga jika ada wanita dan laki-laki yang hendak berbicara ia mengenakan hal tersebut, sebagai bentuk menjaga pandangan mata.

Jika yang tidak menggunakan hijab atau tirai tersebut, maka menjaga jarak ketika berdiskusi adalah hal yang harus dilakukan. Hal ini akan membatasi dan mengurangi pandangan mata yang bisa jadi tidak terjaga nantinya.

  1. Membiasakan Diri untuk Selalu Sadar dan Insyaf

Kembalinya suatuperilaku adalah pada niat dan kesadaran diri. Cara apapun jika dilakukan tanpa niat dan kesadaran diri yang tinggi akan menjadi percuma dan sia-sia. Untuk itu, hendaknya seorang muslim selalu menjaga diri atas pandangan mata yang tidak terjaga tersebut dengan senantiasa menguatkan dirinya, dan menjaga keimanannya.

Suatu saat kelak, Allah akan memintai semua apa yang kita lihat dan lakukan.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isra : 36)

Kewajiban Menikah – Menurut Al-Quran dan Ulama

Di dalam islam, masalah pernikahan terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Pada dasarnya banyak ulama yang mengatakan bahwa menikah adalah sunnah nabi yang sangat dianjurkan atau sunnah muakad. Menikah ini tentu saja dalam islam bukan hanya sekedar bagaimana laki-laki dan perempuan dapat memenuhi kebutuhannya secara biologis. Jauh dari itu, menikah adalah proses ibadah karena di dalamnya terdapat proses membina rumah tangga, mendidik keluarga atau anak-anak, dan juga menjaga keharmonisannya.

Untuk itu, menikah adalah salah satu bentuk ibadah jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan keikhlasan. Walaupun ada khilafiyah atau perbedaan pendapat mengenai hukum menikah adalah wajib atau sunnah, pelaksanaan menikah dapat menjadi lumbung pahala jika dijalankan sesuai aturan islam. Berikut adalah mengenai hukum menikah dalam islam.

Perintah Menikah dalam Al-Quran

Di dalam Al-Quran terdapat perintah menikah. Menikah di dalam Al-Quran tidak dikatakan sebagai hal yang wajib, namun beberapa kali disebutkan kepada mereka yang hendak menjaga kesucian diri dan bila belum memiliki pasangan.

Bagi mereka yang tidak dapat mengendalikan diri atau menjaga syahwat-nya tentu saja menikah adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Berzinah tentu adalah hal yang sangat diharamkan oleh Allah. Untuk itu, Allah memberikan aturan dan memberikan aturan berupa pernikahan agar manusia tidak terjebak kepada perzinahan. Selain itu, sebagaimana juga Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, menikah dapat juga memberikan ketentraman bagi pasangan suami istri.

Berikut adalah ayat-ayat yang berkenaan dengan menikah dalam Al-Quran,

  1. Perintah Menjaga Kesucian Diri

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”. (QS. An Nuur: 33)

Allah memerintahkan manusia menikah salah satunya adalah menjaga kesucian diri dan menjauhkan diri dari zinnah. Tentu saja hal ini adalah aturan yang sangat seimbang, Allah memberikan aturan menikah dan semuanya dilakukan agar manusia terhindar dari kesesatan dan kemaksiatan.

  1. Perintah Menikahkan Laki-Laki dan Perempuan Yang Sendirian

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nur: 32).

Allah juga memerintahkan untuk menikahkan orang-orang yang sendirian yang sudah layak untuk menikah agar mereka bisa berkeluarga. Dan Allah menjanjikan rezeki dan kemapanan karena nikmat Allah sangat luas.

Menikah Menurut Ulama

Menurut pendapat beberapa ulama, menikah adalah suatu yang sangat dianjurkan, walau beberapa ula ada yang menganggapnya sebagai kewajiban. Berikut adalah pendapat beberapa ulama mengenai kewajiban menikah.

  1. Pendapat Al-Qurtubi

“Seorang yang mampu dan khawatir terhadap dirinya dan agamanya untuk menjaga keperjakaannya, kehawatiran tersebut tidak bisa dihilangkan kecuali dengan menikah dan tidak ada perbedaan akan wajibnya menikah baginya”.

Al-Qurtubi menjelaskan bahwa ketika ada seorang lelaki yang khawatir untuk tidak dapat menahan dirinya, maka harus menikah dan sifatnya seperti wajib.

  1. Dalam Kitab Al Inshaaf

“Barang siapa yang khawatir akan terjerumus pada perzinaan, maka pernikahan baginya adalah wajib. Dalam hal ini satu pendapat tidak ada perbedaan. “Al ‘anat” adalah zina, atau kehancuran dengan zina. Kedua: Maksud dari perkataannya: “…kecuali jika ia takut pada dirinya akan terjerumus kepada yang diharamkan”, jika ia mengetahui atau mengira akan terjadinya hal tersebut. Ia berkata dalam “Al Furu’”: “…Maka diwajibkan (menikah) jika ia mengetahui bahwa dirinya akan terjerumus saja”.

  1. Dalam Hadist, Ibnu Mas’ud

Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu maka menikahlah, karena akan lebih menundukkan pandangan, dan lebih mampu menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang merasa tidak mampu maka berpuasalah, karena puasa bisa memecah syahwat”.

Dari hadist tersebut dijelaskan bahwa pemuda yang sudah siap menikah maka lebih baik jika menikah karena lebih aman dan mampu menjaga dirinya. Sedangkan apabila tidak maka tidak masalah, asalkan mampu menahan syahwatnya.
[AdSense-B]

  1. Dalam Fiqh Sunnah

Masalah menikah terdapat dalam Fiqh Sunnah, Bab 2-15-18, bahwa menikah adalah menuyelesaikan masalah terbesar yaitu perzinahan. Namun, bagi yang tidak merasa akan masuk ke dalam hal yang diaharamkan maka akan berbeda hukumnya. Hal ini disebutkan:

“Kewajiban menikah juga termasuk kepada pelaku maksiat, meskipun hanya melihat, mencium. Dan jika tidak menikah baik laki-laki maupun perempuan yang mengetahui atau berpotensi besar kalau tidak menikah akan terjerumus pada perzinaan atau yang hukumnya setara dengannya atau mendekati hukum perzinaan, seperti onani, maka ia wajib menikah, dan tidak gugur kewajiban nikah tersebut bagi seseorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak akan terjerumus kepada yang diharamkan, karena dengan menikah akan mengurangi kemaksiatan dan disibukkan dari yang diharamkan, hal ini berbeda jika ia tetap membujang maka ia cenderung bebas melakukan kemaksiatan pada setiap keadaan”.

  1. Pendapat Imam Mahdzab

Imam syafi’I memiliki pendapat bahwa hukum dari menikah adalah mubah. Untuk itu, orang yang tidak menikah tentu saja tidak berdosa. Imam syafii juga berpedapat bahwa pernikahan adalah sarana penyaluran syahwat juga meraih kehalalan dalam masalah tersebut. Hal ini sebagaimana mubahnya makan dan minum, tentu perlu disalurkan dalam konteks tertentu.
[AdSense-C]

Hukum Menikah Tidak Selalu Wajib

Jika dilihat dari penjelasan Al-Quran dan pendapat ulama serta hadist diatas, menikah adalah hal yang bergantung kepada konteksnya. Menikah tidak bisa dipaksakan, namun sangat dianjurkan. Dalam hal ini tidak berdosa jika seseorang tidak menikah asalkan tidak berbuat kerusakan dan hal-hal yang haram. Untuk itu, yang dilarang adalah jika tidak menikah dan melaksanakan kemaksiatan.

Kewajiban menikah adalah bagi mereka yang tidak bisa menahan syahwatnya dan sudah membutuhkan untuk menyalurkannya secara halal. Bagi yang bisa menahan dan mengelola dirinya, tentu saja tidak berodosa hanya gara-gara tidak menikah.

Untuk itu, menikah ada hikmah dan manfaatnya tersendiri. Menikah adalah salah satu jalan dan sarana untuk dapat melaksanakan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam . Namun tidak berarti orang yang menikah sudah pasti terjaga dirinya terus menerus, karena syetan selalu menggoda manusia walaupun sudah menikah. Sebagai contohnya selalu ada hal-hal seperti perselingkuhan, perzinahan, dan lain sebagainya.

Untuk itu, selain melangsunkan pernikahan, umat islam juga wajib menjaga dirinya dari hawa nafsu, godaan syetan, dan melaksanakan kehidupan sesuai rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

Hukum Hamil Diluar Nikah dan Konsekuensinya

Dewasa ini kita sering mendengar maraknya persoalan sosial yang muncul dalam masyarakat terutama menyangkut masalah zina dan pemerkosaan. Islam adalah agama yang sangat mengutuk perbuatan tercela tersebut dan menganjurkan umatnya untuk senantiasa menghindari perbuatan zina. Perbuatan zina tersebut bisa diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kemajuan teknologi, maraknya pergaulan bebas, pudarnya nilai-nilai islami dan mudahnya seseorang berinteraksi dengan orang lain. Kemajuan teknologi memang berdampak positif dan memanjukan hidup manusia namun teknologi juga bisa menimbulkan pengaruh negatif terutama pada generasi muda. Maraknya pergaulan bebas juga merupakan salah satu ciri-ciri akhir zaman.

Pengertian dan Jenis Zina

Zina dalam islam dapat diartikan sebagai hubungan seksual antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang belum atau tidak memiliki ikatan dalam pernikahan. Islam dengan jelas melarang perbuatan zina dan banhkan mendekatinya pun tidak boleh sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al Isra ayat 32

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”.(Q.S Al-Isra:32).

Dalam islam zina dikategorikan menjadi :

1. Zina muhson

Zina muhson adalah zina yang dilakukan oleh orang baik pria ataupun wanita dewasa yang sudah menikah dalam hal ini merupakan kejadian selingkuh. Zina muhson sangat melanggar tujuan pernikahan dalam islam.  (baca perselingkuhan dalam rumah tangga)

2. Zina ghoiru Muhson

Zina Ghoiru Muhson adalah zina yang dilakukanoleh mereka yang masih perjaka atau gadis yang belum pernah menikah.

Adapun kategori zina yang lain juga termasuk :

  • Zina kecil

Zina kecil disini adalah zina yang dilakukan oleh anggota tubuh lain seperti mata, telinga, tangan, mulut dan lainnya selain anggota kemaluan tubuh. Pacaran yang kini marak dikalangan muda mudi dapat dikategorikan sebagai zina kecil (baca pacaran dalam islam). Hal ini sesuai dengan hadits Rasul SAW

“Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (HR Abu Hurairah)

  • Zina Besar

Zina besar adalah zina yang dilakukan dengan oleh pria dan wanita yang sudah akil baligh atau dewasa dan melibatkan masuknya organ kemaluan pria pada organ kemaluan wanita dan dilakukan tidak berdasarkan paksaan.

Hukum Hamil Di luar Nikah

Seorang wanita yang hamil diluar nikah tentunya sudah melakukan perbuatan zina. Dalam hukum islam wanita yang melakukan hubungan seksual diluar pernikahan disebut sebagi pezina. Zina sangat dilarang dalam islam dan haram hukumnya. Hukum hamil diluar nikah tentunya berdosa dan wajib mendapatkan hukuman sesuai syariat islam. Tidak hanya sang wanita orang yang melakukan zina juga harus dihukum. Adapun hukuman orang yang melakukan zina adalah sebagai berikut :

  1. Hukuman Dera

Wanita yang berzina baik hamil ataupun tidak dan ia mengakuinya maka harus diberikan hukuman dera atau cambuk. Hukuman dera diberikan pada mereka yang melakukan zina ghoiru muhson atau mereka yang belum menikah sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an Surat An Nur ayat 2 yang berbunyi

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (An Nur :2)

2. Hukuman Rajam

Bagi pasangan yang melakukan zina dan mereka sudah menikah maka hukuman zina muhson yang mereka lakukan adalah dengan hukuman rajam atau dilempari batu hingga mati termasuk wanita yang sedang hamil. Sebagaimana hadits rasulullah SAW berikut ini

Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang berada didalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil Nabi seraya mengatakan,” Hai Rasulullah aku telah berbuat zina, tapi aku menyesal, “ Ucapan itu di ulanginya sampai empat kali. Setelah Nabi mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu beliau pun memanggilnya, seraya berkata, “Apakah engkau ini gila?’’‘’ Tidak, jawab laki-laki itu, Nabi bertanya lagi, ‘’ Adakah engkau ini orang yang muhsan?’’‘’Ya,’’ jawabnya. Kemudian, Nabi bersabda lagi,’’ Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian,’’(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah)[AdSense-B]

Selain itu disebutkan dalam hadits lainnya

“Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. jejaka yang berzina dengan gadis dijilid seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam. (H.R. Muslim )

Konsekuensi Hamil di Luar Nikah

Wanita yang hamil diluar nikah diharuskan untuk bertobat atas perbuatan zinanya dan berdasarkan hukum wanita menikah saat hamil, ia boleh menikah dan bertunangan  dengan laki-laki yang menghamilinya atau dengan laki-laki yang tidak menghamilinya (baca tunangan dalam islam).Untuk menghindari konflik dalam keluarga dan untukmenutupi aib biasanya si wanita akan segera dinikahkan (baca hukum menikah saat hamil dan hukum menikahi wanita hamil) .

Wanita hamil akibat zina akan melahirkan anak secara tidak sah apabila ia tidak menikah dengan laki-laki yang menghamilinya dan nasabnya hanya kepada ibunya saja. Hal ini sesuai dengan pendapat beberapa ulama yakni ;

1. Imam Syafi’i berpendapat bahwa anak yang lahir diluar nikah nasabnya terkait kepada laki-laki yang mengawini ibunya jika lama kehamilan di atas enam bulan, akan tetapi jika saat menikah ibunya tengah hamil di bawah dari enam bulan, maka nasab anak dihubungkan kepada ibunya. Berdasarkan mahzab syafi’i makan anak diluar nikah yang ibunya tidak menikah memiliki ketentuan sebagai

  • Tidak ada hubungan nasab kepada bapaknya melainkan kepada ibunya.
  • Tidak ada saling mewarisi dari ayahhya
  • Tidak dapat menjadi wali bagi anak di luar nikah

2.Imam Hanafi berpendapat bahwa nasab anak diluar nikah tetap terikat kepada ayah biologisnya atau laki-laki yang menghamili wanita tersebut dan bukan pada laki-laki yang menikahi ibunya[AdSense-C]

Meskipun demikian, saat ini Kompilasi Hukum Islam lebih condong pada pendapat Imam Hambali dimana anak yang lahir diluar nikah suci dan ia tidak menanggung dosa ayah dan ibunya. Ia tetap harus mendapatkan hak-haknya sebagai anak termasuk pendidikan, status, agama dan nasab dari ayah biologisnya meskipun ibunya menikah dengan wanita lain. Sebaiknya hindari nikah siri agar anak mendapatkan haknya.

Demikian hukum hamil di luar nikah, pengertian, dan konsekuensi yang didapatkan. Semoga kita selalu bisa menjaga diri dari perbuatan zina karena perbuatan zina adalah perbuatan buruk yang bisa mendatangkan banyak mudharat. Jika anda belum memiliki pasangan sebaiknya ketahui cara memilih pendamping hidup sesuai syariat agama dengan cara bertaaruf (baca ta’aruf dalam islam). Anda juga sebaiknya mengetahui kriteria calon istri yang baik dan kriteria calon suami yang baik agar nantinya terhindar dari masalah rumah tangga yang menyebabkan rasa putus asa (baca bahaya putus asa)  dan menyebabkan hati menjadi gelisah (baca penyebab hati gelisah).

Zina Dalam Islam – Hukum, Bahaya dan Akibatnya

Diantara perbuatan paling tidak beradab sekaligus merupakan kejahatan besar, zina merupakan perbuatan paling tak senonoh yang menggambarkan betapa akal sehat pelakunya tidak berjalan sama sekali. Padahal, Allah SWT telah memberikan jalan yang halal melalui adanya sebuah pernikahan.

Perbuatan zina merupakan borok yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain dan lingkungan. Oleh sebab itu, jelas sudah bahwa hukum berbuat zina adalah haram dan merupakan dosa besar.

Macam – macam Zina

1. Zina Al-Laman

Merupakan zina yang umumnya dilakukan dengan menggunakan panca indera, yakni;

  • Zina mata (ain), ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang.
  • Zina hati (qalbi), ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia.
  • Zina ucapan (lisan), ketika membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang.
  • Zina tangan (yadin), ketika dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenis diikuti dengan perasaan senang dan bahagia terhadapnya.

2. Zina Luar

Adalah sebenarnya zina yang diperbuat antar lawan jenis yang bukan muhrim dengan melibatkan alat kelamin.

  • Zina muhsan, yakni zina yang dilakukan orang yang telah menikah (memiliki suami atau istri).
  • Zina gairu muhsan, merupakan zina yang dilakukan oleh mereka yang belum pernah menikah.

Hukuman Terhadap Orang yang Berbuat Zina

Ada tiga (3) ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT sebagai hukuman atas mereka yang berbuat zina, yakni:

  • Hukuman mati merupakan hukuman paling hina yang diberikan kepada pelaku zina. Hukuman ini bisa dijalankan dengan rajam (dilempari batu) sampai mati. Atau bagi mereka yang belum menikah, diganti dengan hukum cambuk rotan sebanyak 100 kali serta diasingkan selama satu tahun.
  • Allah SWT telah menyebutkan bahwa jangan berbelas kasihan pada mereka yang berbuat zina. Perbuatan ini merupakan dosa besar sehingga sekalipun orang terdekat atau keluarga yang berbuat, janganlah terbawa faktor kasihan maka hukuman tidak dilaksanakan. Bagaimana pun juga, mereka yang berbuat zina harus dihukum berat akibat daripada perbuatannya tersebut.
  • Allah SWT memerintahkan agar hukuman terhadap mereka yang berbuat zina supaya disaksikan dihadapan orang mukimin yang banyak agar dijadikan sebagai pembelajaran serta memberi efek jera.

Bahaya dari Perbuatan Zina

  1. Perbuatan zina berarti menumpuk dosa sebab zina adalah perbuatan yang di dalamnya terkumpul berbagai macam dosa sehingga merusak akhlak dan menghilangkan sikap wara’ (menjaga diri daripada berbuat dosa) pada mereka yang berbuat.
  2. Berbuat zina berarti menghancurkan martabatnya baik dihadapan Allah maupun sesama manusia. Pelakunya pun menjadi tidak memiliki rasa malu lagi.
  3. Menghilangkan cahaya pada wajah sehingga mereka yang berbuat zina akan memiliki wajah yang muram dan gelap.
  4. Tidak hanya wajah, hatinya pun diselimuti dengan kesuraman dan kegelapan.
  5. Mereka yang berbuat zina akan kekal dalam kemisikinan dan tak akan pernah merasa cukup terhadap apa yang didapatnya.
  6. Mereka yang berbuat zina akan dicampakkan oleh Allah SWT sifat liar di hatinya.
  7. Mendapat kehinaan dihadapan Allah SWT. Bahkan oleh sesama manusia pun akan memandang dengan jijik serta menghilangkan rasa kepercayaan.
  8. Akan tercium darinya bau busuk oleh orang mukmin yang hatinya bersih (qalbum salim).
  9. Orang yang berzina hatinya menjadi sempit sehingga apa-apa yang ia dapat dalam kehidupan menjadi tidak baik.
  10. Haram kepada para penzina mendapatkan bidadari di surga kelak.
  11. Dapat memutus tali silaturrahmi, menjadikan sifat zhalim, durhaka kepada orang tua, memperoleh nafkah atau pekerjaan yang haram, serta tersia-siakan keluarga dan keturunannya.
  12. Merusak masa depan.
  13. Merupakan aib berkepanjangan.
  14. Kehilangan kesuciannya sebagai wanita, dan menjadikan lelaki yang berbuat sebagai orang yang bejat dan keduanya sama-sama tidak bermoral.
  15. Dapat memicu pertengkaran, permusuhan, sampai pada dendam.
    [AdSense-B]
  16. Berisiko terjadinya tindakan aborsi (pengguran kandungan secara paksa). Apabila janin tersebut meninggal, maka bertambahlah dosa yang didapatnya selain zina juga pembunuhan.
  17. Jembatan untuk menularnya berbagai macam penyakit berbahaya seperti AIDS dan Gonorhea.

Balasan di Dunia dan Akhirat Terhadap yang Berbuat Zina

Nabi Muhammad SAW telah memberitahukan kepada kita semua bahwasanya perbuatan zina itu, akan mendapat balasan dari Allah SWT baik selagi masih di dunia maupun nanti di akhirat. Rasulullah SAW bersabda yang artinya;
“Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia; zina dan durhaka kepada ibu bapak.” (H. R. Thabrani).

Mengenai hukuman atau balasan atas perbuatan zina tersebut, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dalam zina, ada enam bahaya yang mengikutinya baik di dunia maupun akhirat.

  • Di dunia; cahaya akan hilang dari wajah orang yang berbuat zina, umurnya akan semakin pendek, serta kekal dalam kemiskinan. Memendek- kan umur
  • Di akhirat; murka Allah menanti, hisabnya buruk, serta mendapat siksaan di neraka.

Akibat Perbuatan Zina Terhadap Lingkungan

Telah dijelaskan bahwa perbuatan zina yang merupakan dosa besar tersebut tidak hanya merugikan bagi diri pelakunya, tapi juga akan memberikan dampak buruk pada sekitarnya. Diantara dampak buruk akibat perbuatan zina adalah:

  1. Menjamurnya tempat maksiat seperti lokalisasi pelacuran yang tentu saja akan meresahkan masyarakat. Dengan adanya lokalisasi, berturut-turut akan menumpuk perbuatan zina tersebut. Bahkan tidak mungkin akan muncul secara terang-terangan para pekerja seks maupun semua yang terlibat dalam prostitusi tersebut.
  2. Kemungkinan terjadinya eksploitasi seksual termasuk mereka yang masih di bawah umur.
  3. Munculnya tren berlomba dalam pornografi dan porno aksi, serta maraknya bisnis dalam bidang tersebut.
  4. Banyak wanita akan kehilangan harga diri dan tidak ragu lagi dalam mengumbar aurat sehingga membuat sakit mata orang lain yang melihatnya, bahkan bisa menimbulkan syahwat yang tentu saja akan menambah dosa.
  5. Banyak remaja kehilangan keperawanana sekaligus merusak masa depannya sendiri.
  6. Maraknya pelecehan seksual di semua tempat sehingga menghilangkan rasa aman terutama bagi perempuan.
  7. Terjadinya wabah penyakit berbahaya yang akan menyerang terutama keluarga.
  8. Meningkatkan kasus kekerasan, pembunuhan, bahkan bunuh diri.
  9. Maraknya peredaran film porno yang merusak moral manusia.
  10. Aborsi
  11. Meningkatkan risiko melahirkan bayi yang cacat.
  12. Meningkatkan kejahatan dalam rumah tangga dan kehancuran rumah tangga pun tak dapat terelakkan. Korban yang paling menderita pastilah anak-anak yang nantinya akan terlantar akibat perbuatan tak bertanggung jawab dari kedua orang tuanya tersebut.
  13. Maraknya penipuan, penculikan, bahkan human trafficking (penjualan orang).
  14. Pemicu dendam dan permusuhan.
  15. Maraknya pernikahan siri.
  16. Perusak akhlak yang juga bisa dijadikan sebagai senjata untuk menghancurkan aqidah umat Islam.
  17. Pejabat atau petinggi negara yang senang berzina akan menjadikan dirinya serakah sehingga tidak segan untuk mengambil yang bukan haknya, yang kemudian menyebabkan tingginya angka kejadian korupsi.
    [AdSense-C]
  18. Para pezina penuh dengan tipu daya, ditambah oleh bantuan daripada bisikan iblis, maka mereka juga akan mempengaruhi orang lain di sekitarnya terutama teman untuk melakukan hal yang sama. Jadilah mereka beserta teman-temannya sama-sama terjerumus dalam perbuata hina dan menjadikan perzinaan itu sebagai yang dianggap keren dan akhirnya menjadi kebiasaan.
  19. Tidak akan segan melecehkan tempat ibadah yang suci.
  20. Penyebab rusaknya generasi penerus yang akan menghancurkan tatanan kehidupan di masa depan.
  21. Sampai pada perzinaan itu menjamu, maka akan menyebabkan kemurkaan Allah SWT, sehingga jangan terkejut jika mendapat musibah atau azab dikemudian hari. Azab atau musibah itu tidak hanya akan menimpa mereka yang berbuat zina, tapi bisa saja menimpa seluruh orang dan seluruh kota. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya jika kita bersama-sama saling membantu untuk menumpas penyakit masyarakat satu ini agar tidak mendapat kemurkaan Allah SWT.

[accordion]
[toggle title=”Artikel Terkait”]

[/toggle]
[toggle title=”Artikel Lainnya”]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth_last]

[/one_fourth_last]

[/toggle]
[/accordion]