Hukum Aborsi dalam Islam dan Dalilnya

Tidak disadari, masyarakat kini semakin parah dan bebas dalam hal pergaulan. Tidak sedikit orang-orang yang terjebak apda masalah pergaulan bebas, perzinahan, dan hal-hal mudharat lainnya dikarenakan pergaulan yang salah dan tidak ada pegangan ketika berproses dalam hidup. Tidak jarang dampaknya adalah pada kerusakan moral, dan kerusakan sosial.

Dalam hal ini padahal islam sudah mengaturnya dalam  rukun islamrukun imanfungsi agama islam, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia. Bahkan melarang untuk mendekati zinah, sebagaimana perintah menutup aurat yang ada di dalam QS An Nur ayat 31.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Masalah pergaulan bebas ini salah satunya berdampak kepada munculnya wanita yang hamil di luar nikah, sedangkan ia tidak sanggup untuk menanggung akibatnya. Bukan hanya si wanita, tetapi laki-lakinya pun pada berbagai kasus banyak yang tidak bertanggungjawab. Lari dan meninggalkan begitu saja wanita dan calon bayinya.

Dengan kondisi yang ada tersebut, tidak sedikit juga banyak yang menggugurkan kandungannya atau melakukan aborsi demi menghilangkan bayi yang ada di kandungannya. Hal ini tentunya suatu perbuatan dosa yang jika dibiarkan maka akan membuat hal ini menjadi kultur atau budaya. Bagaimanapun juga Islam melarang aborsi kecuali dalam sudut pandang medis dan keselamatan ibu yang mengandung. Ini pun terdapat etikanya dan tidak bisa sembarangan.

baca juga:

Pengertian Aborsi dan Sudut Pandang dari Berbagai Masyarakat

Aborsi dalam pengertiannya, berasal dari bahasa latin yang artinya adalah berhentinya kehamilan yang kurang dari 20 minggu dan berakibat pada matinya janin. Istilah aborsi sendiri dalam ilmu kedokteran terdapat berbagai macam.

  • Spontaneous Abortion : gugurnya kandungan karena adanya kecelakaan atau trama kecelakaan yang tidak disengaja. Artinya kandungan gugur dengan sendirinya atau faktor-faktor yang alamiah
  • Induced Abortion : gugurnya kandungan karena disengaja. Biasanya karena memang ada faktor kejiwaan dan dapat mengganggu faktor rohani Ibu yang mengandung. Bisa juga dilakukan ini karena faktor korban pemerkosaan.
  • Eugenic Abortion : gugurnya kandungan karena faktor disengaja, namun karena bayi yang dikandung mengalami cacat. Jika diteruskan keberadaan bayi tersebut di dalam rahim, akan membahayakan si bayi itu sendiri.

[AdSense-B]

Aborsi yang terjadi di masyarakat yang berbasiskan liberal, biasanya membolehkan adanya aborsi ini dan juga menjadikan aborsi menjadi suatu yang legal walaupun masih terjadi pro kontra tentunya. Hal ini dianggap sebagai suatu hak dari wanita atau keluarga apakah akan melahirkan bayinya atau tidak. Orientasi hak ini tentu menjadi suatu perdebatan keras antara hak ibu melahirkan atau hak bayinya untuk hidup.

Dalam hal ini islam secara tegas melarang. Jika bayi dan ibu masih bisa diselamatkan, tentu saja hal ini dilarang. Tentu masing-masing manusia memiliki hak hidup. Tetapi pilihan aborsi tidak bisa dilakukan apalagi jika dilakukan karena faktor pergaulan bebas atau perzinahan. Jika memang tidak siap untuk memiliki bayi atau keturunan, maka dengan sadar jangan sampai melakukan perzinahan atau terpancing dengan hawa nafsu.

baca juga:

Pertimbangan Islam Mengenai Aborsi

Mengenai masalah aborsi, Islam menyorotinya dari berbagai aspek. Salah satunya adalah masalah aborsi sangat berkaitan erat dengan masalah pembunuhan. Bayi atau janin sejak ia dikirimkan ruhnya ke dalam rahim, tentu sudah memiliki hak hidup. Untuk itu, ia membutuhkan nutrisi dan merekam proses hidupnya di dalam rahim. Untuk itu sangat penting akhirnya mengenai hamil di saat memang sudah halal dan sudah berniat kuat untuk membangun Membangun Rumah Tangga Menurut Islam , Keluarga Sakinah Dalam Islam dan Keluarga Harmonis Menurut IslamKeluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah  yang penuh cinta kasih Allah SWT.

[AdSense-A] Islam mengatur hal ini pada manusia bukan sekedar untuk melarang-larang atau menjadikannya manusia menjadi tertekan. Adanya aturan islam justru menunjukkan bahwa Allah begitu sayang dan ingin melindungi manusia dari segala jalan keburukan, sedangkan yang Allah tawarkan adalah janji kelak akan dibalas di akhirat. Begitupun di dunia mendapatkan keselamatan bukan kesesatan.

Agar lebih jelas dan mengetahui bagaimana pertimbangan islam mengenai aborsi, berikut ini adalah ayat-ayat mengenai membunuh dalam islam. Membunuh dalam hal ini dianalogkan dengan proses aborsi yang menggugurkan janin, atau menghentikan potensi hidup dalam diri manusia.

  1. QS Al Isra : 33

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan alasan yang benar “ (QS Al Isra : 33)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah melarang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan. Tentu seorang bayi telah memiliki jiwa atau ruh, sehingga keberadaannya tentu tidak boleh sampai dibunuh, walaupun bayi tersebut belum ada di dunia. Tentu saja tidak bisa dibenarkan, kecuali memang ada alasan yang logis, sudah dihitung dalam sudut pandang hukum, fiqih, rasional, kesehatan, dan aspek-aspek lainnya.

Jika membunuh jiwa diharamkan, tentu saja aborsi adalah diharamkan. Tidak sama dengan bayi yang belum lahir di dunia tidak memiliki kehidupan atau jiwa yang menghidupinya. Potensi tersebut sudah ada hanya saja belum lengkap atau sempurna sebagaimana manusia yang asudah di dunia.

baca juga:

  1. QS Al Maidah : 32

“Barang siapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS. Al Maidah:32)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa jika manusia membunuh seorang manusia, maka ia seperti membunuh manusia seluruhnya. Membunuh manusia seluruhnya memiliki maksud bahwa manusia adalah makhluk sosial. Satu manusia memiliki dampak dan juga ketergantungan pada manusia lainnya. Untuk itu, kehidupan satu manusia tidak hanya berdiri sendiri melainkan pada lebih banyak manusia yang lainnya.

Kita ketahui bersama pula bahwa manusia memiliki tanggung jawab pada Allah sebagai Khalifah fil Ard. Dibunuhnya janin atau bayi yang belum lahir sama dengan membunuh satu penerus calon pemimpin di bumi atau khalifah fil ard. Padahal, kita tidak tau, bisa jadi jika ia tetap hidup maka akan menjadi khalifah yang adik, bijaksana, dan sukses membangun ummat islam.

  1. QS Al Isra : 31

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” (QS Al Isra’ : 31)

Ada berapa kasus yang menjadi contoh bahwa ada orang tua yang membunuh anak-anak atau calon anak-anaknya karena takut dan tidak bisa menafkahi. Untuk itu Allah menyampaikan bahwa hal tersebut adalah urusan Allah, reeki Allah dan karunia dari Allah. Untuk itu, manusia hanya disuruh untuk berikhtiar dan juga berdoa sebaik-baiknya. Perilaku aborsi seperti ini tentu saja tidak diperboelehkan dan tidak boleh dilakukan, di negara yang mayoritas muslim seperti ini.

Jika memang takut melarat, maka sejatinya anak-anak kita harus diperhatikan lebih dan masalah keuangan atau rezeki tentu harus pandai untuk mengatur serta mengikuti berbagai pekerjaan yang bisa menunjang hal ini.

baca juga:

  1. QS An Nisa : 93

“ Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dan dia kekal di dalamnya,dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang besar” (QS An Nisa: 93 )

Dijelaskan di ayat tersebut, bahwa seorang mukmin yang sengaja membunuh maka Allah membalasnya kelak di neraka. Artinya perilaku membunuh yang tidak disyariatkan tentu menjadi suatu keharaman dan Allah akan balas kelak di akhirat. Jika Allah yang sudah mengancam dan memberikan peringatan tentunta manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya melakukan dan taat untuk hal tersebut.

Seharusnya, secara fitrawi manusia tidak akan tega untuk membunuh janin atau calon bayinya. Hanya saja karena masalah hawa nafsu, ketakutan, pergaulan bebas bahkan juga masalah masalah lainnya karena digoda oleh setan, bisa saja terjadi oleh siapapun. Untuk itu sebelum kita melakukan hal tersebut, atau dibisiki setan masalah tersebut, alangkah baiknya jika pergaulan bebas kita hindari, dan keimanan menjadi basic dalam hidup kita.

baca juga:

Semoga kita terhindar dari segala bentuk kejahatan pembunuhan, termasuk Aborsi. Tentunya jangan sampai kita membunuh calon manusia yang memiliki tujuan dan potensi melaksanakan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama Dunia Menurut IslamSukses Menurut IslamSukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam .

5 Fungsi Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari

Al-Quran bukan hanya sekedar kitab sejarah yang diturunan di masa Nabi Muhammad. Al-Quran adalah kitab sepanjang zaman yang berlaku hingga akhir zaman nanti. Tentunya Al-Quran adalah petunjuk hidup yang jika manusia meninggalkannya pasti akan tersesat dan terjerumus ke dalam jurang kesengsaraan juga kemaksiatan.

Disadari atau tidak, Al-Quran memiliki fungsi-fungsi tertentu yang sangat memberikan petunjuk kepada kehidupan manusia. Al-Quran jika dipahami dengan benar akan membuat manusia selamat dunia dan akhirat. Allah menurunkan Al-Quran bukan hendak mengekang atau menjermuskan manusia, justru menyelamatkan karena manusia dengan hawa nafsunya mudah sekali untuk berbuat dosa. Berikut adalah 5 Fungsi Al-Quran dalam kehidupan manusia.

Fungsi al-quran dalam kehidupan juga dapat dilihat dari berbagai macam landasan islam pada umumnya. Seperti, Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama RamadhanHukum Khitan Bagi PerempuanFadhilah di Bulan MuharramMendidik Anak Perempuan. Kemudian tidak lupa pula aspek kehidupan lainnya, yakni Amalan Sunnah di Malam JumatAmalan Nisfu Syaban Menurut Islam, bahkan Cara Menghilangkan Rasa Cinta juga merupakan bagian dari fungsi Al Quran dalam kehidupan sehari – hari.

Petunjuk dan Nilai Dasar Kehidupan

Walaupun Al-Quran diturunkan di hampir 14 abad yang silam, namun nilai-nilai dalam Al-Quran tidak akan pernah berubah karena bersifat universal. Nilai-nilai universal tidak akan berubah walaupun zaman sudah berganti. Itulah yang menjadi dasar bagi kehidupan di zaman kapanpun. Untuk itu, petunjuk dan nilai dasar Al-Quran bersifat sepanjang zaman. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat berikut ini.

  1. Sebagai Dasar Pengetahuan Bagi Orang Beriman

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al A’raf: 52)

  1. Tempat Kembali Suatu Masalah

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An Nisa : 59)

  1. Jalan Kebenaran dan Keselamatan

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS Al Maidah : 16)

Informasi Keakhiratan atau Imaterial

Jika tanpa informasi langsung dari Allah melalui Al-Quran, tentu saja pengetahuan manusia tidak akan bisa menjangkau pengetahuan tentang keakhiratan dan imaterial. Hal ini seperti masalah kiamat, akhir zaman, surga, neraka, adanya jin, malaikat, dan lain sebagainya.

Akal manusia tidak akan menjangkau sesuatu yang tidak pernah ada informasi sebelumnya atau terlihat sebelumnya oleh mereka. Manusia hanya dapat menangkap sebagiannya saja, dan jika tidak diinformasikan langsung Al-Quran hal tersebut menjadi spekulatif. Untuk itu, masalah imaterial Allah sampaikan langsung kepada manusia, walaupun tidak semua manusia bisa memahami nya dan mempercayainya. Untuk itu, Al-Quran hanya untuk orang-orang yang berakal.

  1. Tentang Alam Akhirat

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS Al-A’raf :7)

  1. Tentang Makhluk Allah yang Lain

“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya” (QS Al An’am : 61)

Informasi Kisah dan Sejarah di Masa Lalu

Al-Quran juga berisi mengenai kisah dan sejarah di masa lalu. Dari sejarah dan kisah di masa lalu tersebut, tentunya manusia harus mampu mengambil pelajaran berharga serta menjadikannya sebagai pedoman kehidupan agar tidak terulang kembali kejadian yang sama di masa lalu. Hal ini bukan hanya sejarah para nabi, namun juga para orang shaleh seperti Imran, Luqman, Umat Nabi Luth yang dilaknat dsb.

  1. Kisah Bagi yang Berakal

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf : 111)

  1. Kisah Orang Shaleh

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqman : 31)

[AdSense-B]

Sumber Ilmu Pengetahuan

Al-Quran juga memberikan informasi mengenai pengetahuan-pengetahuan yang ada di alam semesta. Banyak sekali ayat Al-Quran yang berisi mengenai ilmu pengetahuan dan tentunya hal ini akan dipahami bagi orang-orang yang juga berpengatahuan serta menggalinya dengan ilmu pengetahuan.

Al-Quran tidak akan mungkin bertentangan dengan realitas. Jika ada perbedaan dengan ilmu pengetahuan tentu saja pengetahuan tidak selalu benar karena pengetahuan juga hasil dari pemahaman manusia. Tetapi manfaat dan kebeanran Al-Quran akan selalu sesuai dengan realitas. Al-Quran tidak akan mungkin mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini kekal, karena kenyataan selalu ada kematian dan kehancuran di alam semesta.

  1. Mengenai Penciptaan Alam Semesta

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al-Baqarah : 164)

  1. Mengenai Penciptaan Manusia

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah : 30)

[AdSense-C]

  1. Mengenai Kehidupan di Muka Bumi

“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Ar Rad : 3)

Peringatan untuk Manusia

“Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS Al-Isra : 39)

Itulah beberapa dari fungsi Al-Quran yang dapat kita rasakan manfaatnya, jika bagi orang-orang yang beriman. Petunjuk Al-Quran sebagai peringatan sekaligus panduan agar manusia dapat melaksanakan kehidupannya sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam di muka bumi, sesuai dengan yang Allah kehendaki.

Tentu saja memahami dan mengamalkan Al-Quran adalah bagian dari keyakinan dan bukti amal kita terhadap rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

5 Fungsi Iman Kepada Kitab Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Di dalam islam tidak hanya terdapat rukun islam namun juga ada rukun iman yang menjadi bagian dari fungsi agama. Salah satu rukun iman yang wajib untuk diimani oleh seorang muslim adalah iman kepada kitab Allah. Iman kepada kitab Allah berarti mengimani akan adanya, kebenarannya, dan fungsinya yang telah ditetapkan dan diturunkan oleh Allah SWT.

Orang yang tidak beriman kepada Allah, ia tidak akan dapat melaksanakan kehidupannya berdasarkan kepada aturan dan jalan hidup yang benar. Beriman kepada kitab Al-Quran juga akan sama memiliki manfaat sebagaimana Manfaat Tawakal Kepada Allah .  Untuk itu berikut adalah fungsi dati kita beriman kepada kitab Allah.

Fungsi Beriman Kepada Kitab Al-Quran

Orang-orang yang beriman kepada Allah sejatinya akan mendapatkan manfaat atau fungsi dari keimanannya terhadap Al-Quran. Berikut adalah Fungsi Iman Kepada Kitab Allah :

  1. Mendapatkan Petunjuk Hidup

Orang yang beriman kepada kitab Al-Quran akan mendapatkan petunjuk kehidupan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dapat dipastikan orang-orang yang tidak meyakini kitab Allah, sepanjang sejarah akan selalu dilaknat dan mendapatkan dampak yang negatif bagi ummatnya. Orang yang tidak meyakini Al-Quran tentu tidak akan menjalankan kehidupannya berdasarkan Al-Quran melainkan hawa nafsu semata.

Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam adalah informasi petunjuk hidup yang juga didapatkan dari dalam Al-Quran.

Hal ini dikarenakan, orang yang meyakini Al-Quran akan senantiasa menggunakan akalnya untuk dapat memahami yang benar. Sedangkan Al-Quran hanya akan dipahami oleh orang-orang yang dapat menggunakan akal-nya bukan hawa nafsu.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS Al Baaqarah : 2-3)

  1. Mendapatkan Hikmah dan Pelajaran di Masa Lalu

Orang-orang yang beriman kepada Al-Quran akan mendapatkan hikmah dan pelajaran di masa lalu. Sebagai contoh di dalam Al-Quran terdapat kisah orang Shaleh bernama Lukman. Al-Quran mengisahkan bahwa Luqman adalah contoh orang shaleh yang mengajarkan keshalehan pula pada anaknya. Namanya diabadikan dalam Al-Quran dan menjadi teladan orang tua sampai akhir zaman nanti.

Begitupun juga dengan kisah-kisah Rasul dan sejarah peradaban di masa lalu dapat kita pahami dari apa yang tertuang di dalam Al-Quran. Seperti kisah Bangsa Mesir di masa lalu juga kisah Firaun yang merasa menjadi penguasa dan tuhan di Mesir. Atau kisah bangsa palestina dimana kenabian Ibrahim bermula juga di sana. Terdapat pula mengenai kisah perjuangan Rasulullah di Mekkah dan Madinah, serta historis Arab yang menjadi tempat bermulanya kenabian Muhammad.

Kisah-kisah tersebut dapat menjadi hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir, merenung, dan benar-benar menggunakan akalnya untuk mendapatkannya.

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS Al Baqarah : 269)

“Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah” (QS Yunus : 101)

  1. Mendapatkan Ilmu Pengetahuan

Keimanan terhadap Al-Quran mendorong kita untuk mengetahui dan mendapatkan informasi pengetahuan yang benar di alam semesta. Ilmu pengetahuan yang ada dalam Al-Quran diantaranya adalah mengenai proses penciptaan alam semesta, penciptaan manusia, berjalannya sistem alam, mekanisme hujan, dsb. Ilmu tersebut terdapat dalam Al-Quran, sedangkan umat manusia belum mengetahuinya ketika Al-Quran belum diturunkan.

Selain itu, Al-Quran juga mendorong manusia untuk terus menggali ilmu pengetahuan lebih mendalam, agar semakin terkuak kebesaran dan Maha Agung-nya Allah. Ayat-ayat Allah sejatinya bukan hanya yang ada di Al-Quran melainkan keseluruhan yang ada di alam semesta.

“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.” (QS Ar Rum : 29)

[AdSense-B]

  1. Mendapatkan Pengetahuan tentang Hari Akhir

Hanya di dalam Al-Quran informasi tentang hari akhir didapatkan. Tanpa informasi dan keyakinan akan Al-Quran maka informasi ini juga tidak akan didapatkan. Informasi tentang hari akhir tidak akan didapatkan hanya dnegan melihat alam semesta, walaupun bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran bumi bisa diteliti dan dikuak informasinya.

Informasi mengenai hari Akhir ini tentu berakibat pada keyakinan untuk mempertanggungjawabkan seluruh amalan manusa, mempertanggungjawabkan apa yang ada di dunia, dan meyakini adanya hari pembalasan yaitu surga dan neraka.

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).” (QS Ar Rum : 56)

  1. Mendapatkan Hidayah dan Cahaya Kehidupan

Dengan meyakini kitab Allah yaitu Al-Quran, maka hidayah dan cahaya kehidupan yang menuntun pada kebenaran akan semakin dekat. Hidayah dan cahaya kehidupan itu sejatinya muncul dan berkembang di dalam diri manusia. Dengan keimanan yang tinggi terhadap Al-Quran tentunya akan membawa manusia semakin mendalami Al-Quran dan merasakan kebermaknaan yang tinggi ketika mengamalkannya.

Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang tidak meyakini Al-Quran. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan dan kebermaknaan ketika melaksanakan isi Al-Quran.

Manfaat Beriman Kepada Allah SWT, Zakat Dalam Islam, Penerima Zakat, Rukun Puasa Ramadhan ,Tujuan Pernikahan Dalam Islam, Kodrat Wanita dalam Islam, adalah beberapa petunjuk yang didapatkan dalam Al-Quran. Untuk itu bagi yang tidak mengimaninya tentu cahaya hidup aturan islam tidak akan bisa dilaksanakan oleh nya.

[AdSense-C]

Dampak Orang yang Tidak Beriman Kepada Kitab Allah

Orang yang tidak beriman terhadap rukun iman dalam hal ini iman kepada kitab Allah akan mendapatkan kegersangan karena hidupnya yang entah diarahkan ke mana. Sedangkan, mereka juga tidak akan mempersiapkan untuk hari akhirnya yaitu adanya hari diminta pertanggungjawaban dan hari pembalasan.

Mereka yang tidak beriman tidak akan merasakan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah dan kebenaran Al-Quran. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam ayat berikut:

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.” (QS Al AN’am : 31)

Penyesalan ketidak berimanan orang-orang seperti di ayat tersebut tentu tidak akan berguna dan sia-sia. Waktu mereka telah habis di dunia dan baru menyadarinya di akhirat, padahal Allah telah menunjukkan jalan dan berabgai informasi tersebut dalam AL-Quran.