5 Manfaat Toleransi Antar Umat Beragama

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang di dalamnya terdapat keanekaragaman suku, budaya, ras, agama atau kepercayaan lainnya. Dalam kehidupan beragama khususnya, negara Indonesia memberikan kebebasan kepada setiap warga negaranya untuk memeluk suatu agama yang sesuai keyakinan dan kepercayaan mereka.

Hal tersebut tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 29 ayat 2 yang berbunyi:

Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Dengan adanya jaminan tersebut, maka setiap pemeluk agama tidak perlu merasa khawatir untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dengan pemeluk agama yang lainnya.

Bagaimana dengan masyakat sendiri menanggapi perbedaan tersebut? Masyarakat haruslah senantiasa menyadari bahwa selain diciptakan sebagai makhluk individu, manusia juga diciptakan sebagai makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari manusia lainnya. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk mampu  berinteraksi dengan kehidupan di lingkungan sekitarnya yang terdiri dari berbagai kalangan manusia yang memiliki keanekaragaman karakter, sifat, kepercayaan, agama, dan lain sebagainya.

Agama Islam juga menerangkan betapa pentingnya menjalin hubungan di antara sesama makhluk ciptaan-Nya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an Surat As- Syura ayat 13 yang artinya:

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali.”

Adapun solusi agar kita bisa hidup bersama dengan orang-orang yang hidup di tengah masyarakat yang memiliki perbedaan tersebut adalah dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. Sikap seperti itu bisa dikatakan dengan toleransi.

Pengertian Toleransi Antar Umat Beragama

Apakah yang dimaksud dengan toleransi antar umat beragama itu? Sebelumnya, ada baiknya jika kita mengetahui arti kata toleransi.

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), toleransi berasal dari kata toleran yang artinya batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan.
  • Ditinjau dari etimologinya, toleransi adalah suatu bentuk kesabaran, ketahanan emosional, serta kelapangan dada yang dimiliki seseorang.
  • Menurut istilah (terminologi), toleransi diartikan sebagai sikap atau sifat menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian seseorang baik itu pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dsb yang berbeda atau yang bertentangan dengan pendiriannya.
  • Menurut pengertian yang lebih luas, toleransi didefinisikan sebagai sikap atau perilaku seseorang yang sesuai dengan aturan yang berlaku, di mana orang tersebut selalu berusaha untuk menghormati serta menghargai setiap tindakan atau perilaku yang dilakuakan oleh orang lain.

Jadi dengan demikian jika dilihat dari konteks kehidupan beragama, toleransi merupakan sikap dan tingkah laku yang tidak mendiskriminasikan golongan atau kelompok yang memiliki perbedaan keyakinan. Dan selanjutnya toleransi tersebut dikenal dengan toleransi antar umat beragama.

Toleransi beragama juga dapat diartikan sebagai sikap menghormati serta menghargai adanya keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lainnya yang mana keyakinan dan kepercayaan tersebut berbeda kelompok satu dengan lainnya berbeda-beda. Toleransi juga dapat diartikan sebagai sikap yang dimiliki manusia sebagai umat beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati serta menghargai manusia yang beragama lain.

Lalu apa saja manfaat toleransi antar umat beragama?

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari toleransi antar umat beragama, di mana ini merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi dalam melakukannya harus dengan sewajarnya dan tidak boleh berlebih-lebihan, karena hal itu dapat mengganggu kepentingan maupun hak orang lain, dapat menyinggung perasaan orang lain, dan justru dapat merugikan diri kita sendiri, seperti ibadah maupun pekerjaan kita.

Adapun manfaat yang bisa didapatkan dari toleransi antar umat beragama di antaranya adalah :[AdSense-B]

1. Dapat terhindar dari adanya perpecahan antar umat beragama

Setiap orang sudah sepatutnya untuk menanamkan di dalam dirinya sifat toleran, serta menerapkannya di dalam kehidupan bersosial masyarakat, terutama di daerah yang di dalamnya terdapat berbagai jenis kepercayaan atau agama. Sikap toleransi antar umat beragama merupakan salah satu solusi untuk mengatasi terjadinya perpecahan di antara umat  dalam mengamalkan agamanya.

Sebagai contoh sikap toleransi antar umat beragama bisa kita lihat di negara kita ini, yaitu Indonesia yang memiliki lebih dari satu agama dan kepercayaan. Jika toleransi antar umat beragama tidak tertanam di dalam pribadi masing-masing warga negara Indonesia, maka kemungkinan besar negara ini akan terpecah belah dan tidak akan bertahan lama.

2. Dapat mempererat tali silaturahmi

Manfaat toleransi antar umat beragama berikutnya adalah terjalinnya tali silaturahmi. Pada umumnya, adanya suatu perbedaan selalu menjadi alasan terjadinya pertentangan antara orang (golongan) yang satu dengan lainnya, khususnya bagi mereka yang tidak bisa menerima adanya perbedaan tersebut. Salah satu contoh adalah adanya perbedaan agama yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya berbagai konflik serta pertikaian di antara sesama manusia, seperti tindakan terorisme, pembantaian pemuka agama, dan lain sebagainya yang pada akhirnya akan mengakibatkan dampak pada timbulnya kesengsaraan bagi manusia lainnya.

Lalu bagaimanakah solusi agar itu semua dapat dihindari? Solusinya adalah menumbuhkan kesadaran dalam diri masing-masing orang tentang pentingnya rasa saling menghormati dan menghargai guna merajut hubungan damai antar penganut agama. Dan jika hubungan damai telah terwujud maka tali silaturahmi antar pemeluk agama pun dapat terjalin dengan baik, bahkan lebih erat.

Jika sudah begitu maka cita-cita bangsa untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di tengah-tengah banyaknya perbedaan akan dapat terwujud, dan itu akan menjadikan sebuah negara yang lebih kuat dan kokoh dalam menghadapi ancaman apapun. (baca juga: pengertian ukhuwah islamiyah insaniyah dan wathaniyah)

3. Pembangunan Negara akan lebih terjamin dalam pelaksanaannya

Faktor keamanan, ketertiban, persatuan dan kesatuan dari sebuah negara merupakan salah satu kunci sukses menuju keberhasilan program-program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintahan di negara tersebut.

Terjadinya kerusuhan, pertikaian, dan segala bentuk bencana baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Kejadian-kejadian tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap jalannya program pembangunan yang dicanangkan oleh negara.

4. Terciptanya ketentraman dalah hidup bermasyarakat

Kehidupan masyarakat yang meskipun di dalamnya terdapat berbagai perbedaan seperti perbedaan beragama akan tetapi ada sikap saling toleransi yang tertanam di dalam hati warga masyarakat tersebut, maka tentunya hal itu akan menciptakan suasana yang aman, tentram, dan damai di dalam lingkungan tersebut. Tidak akan ada sikap saling mengejek, mengolok, menghina, serta merendahkan di antara para pemeluk agama, meskipun keyakinan yang mereka miliki sangat jauh berbeda.

5. Lebih mempertebal keimanan

Setiap agama tentu mengajarkan perihal kebaikan kepada umatnya. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk hidup bermusuhan dengan sesama manusia. [AdSense-C]Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an  surat Ali- Imron ayat 103, yang artinya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Jadi dengan menjaga kerukunan antar sesama manusia dan menghindari dari perbuatan bercerai berai akan dapat menambah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dan hal itu tentu saja akan semakin mempertebal keimanan yang dimiliki oleh seseorang. Tentunya dalam agama islam manfaat beriman kepada Allah akan membuat hamba tersebut semakin dekat dengan Allah dan tentunya jaminan atas Surga firdaus atas ketaatannya tersebut.

artikel terkait:

10 Keutamaan Haji – Hukum, Syarat dan Rukunnya

بُنِىَ الاِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اﷲُ٬ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اﷲِ٬ وَاِقَامِ الصَّلاَةِ ٠ وَاِيْتَاءِ الزَّكاَةِ ٬ وصَوْمِ رَمَضَانَ ٬ وَحِجِّ الْبَيْتِ لِمَنْ اِسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً

Artinya

“Islam dibina atas lima perkara: 1) bersaksi bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah, 2) mendirikan shalat, 3) menunaikan zakat, 4) puasa di bulan Ramadhan, dan 5) melakukan haji ke Baitullah, bagi orang yang mampu melakukan perjalanan kesana.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Di atas merupakan sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tentang adanya rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim. Dan pada tema kali ini, kita akan membahas tentang Haji.

Haji merupakan rukun Islam yang kelima, dimana hal ini merupakan syariat terakhir yang diberikan Allah SWT agar dilaksanakan oleh umat-Nya. Secara bahasa haji dapat didefinisikan sebagai suatu perjalanan ke Baitullah dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT terutama bagi yang mampu melaksanakannya baik secara fisik maupun mental.

Dimana di dalam pelaksanaan ibadah tersebut terdapat ketentuan-ketentuan seperti adanya penentuan konsep serta tata cara pelaksanaan haji demi keseragaman seluruh umat muslim di dunia dalam rangka mengabdikan diri mereka kepada Allah SWT.  Dengan adanya ibadah haji diharapkan dapat menumbuhkan perasaan serta keyakinan manusia atas keagungan Allah SWT serta timbulnya perasaan persaudaraan di antara umat islam.

Salah satu ketentuan dalam pelaksanaan ibadah haji adalah dengan mengundang seluruh umat muslim di seluruh dunia untuk berkumpul di suatu tempat yang dinamakan Baitullah (Ka’bah) pada pada waktu tertentu, karena ibadah ini hanya dapat dilaksanakan pada waktu, tempat, dan cara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

 

Keutamaan Pelaksanaan Ibadah haji

Haji merukana suatu bentuk peribadahan yang sangat mulia, dimana terdapat berbagai macam keutamaan dalam pelaksaan ibadah tersebut, diantaranya :

  1. Ibadah Haji merupakan salah satu bentuk amalan yang paling afdhol

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata :

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ

Artinya

Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari)

  1. Allah telah menjanjikan balasan syurga bagi mereka yang melaksanakannya

Bagi mereka yang mampu melaksanakan ibadah haji tanpa bercampur dengan dosa seperti syirik serta kemaksiatan, maka Allah SWT telah menjanjikan syurga bagi mereka. Hal ini sebagaimana sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam berikut :

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Artinya “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Ibadah haji termasuk dalam perbuatan jihad di jalan Allah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata :

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Artinya

Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

  1. Dengan melaksanakan ibadah haji akan dapat menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan, dan ia kembali suci layaknya bayi yang baru dilahirkan ibunya.

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya

Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari)

  1. Haji merupakan ibadah yang dapat menghapuskan kefakiran atau kemiskinan

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Artinya

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai, Tirmidzi, dan Ahmad)

  1. Mereka yang melaksanakan ibadah haji merupakan tamu Allah SWT

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

Artinya

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaannya lainnya :

  • Allah akan memberikan rezeki 700kali dari biaya haji
  • Seseorang yang berhaji selalu mendapatkan perlindungan dari Allah
  • Berhaji dapat menghapus dosa
  • Jihad bagi laki-laki tua, dan lemah bagi wanita

Macam – Macam dari Ibadah Haji

[AdSense-A]Dalam pelaksanaannya, Haji dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

[accordion]
[toggle title=”1. Haji Tamattu’” state=”opened”]

Yaitu ibadah haji yang dilaksanakan dengan cara mendahulukan umrah baru setelah itu melaksanakan haji. Bagi mereka yang melaksanakan haji tamattu’ diwajibkan untuk membayar dam (denda) berupa menyembelih satu ekor kambing bagi yang mampu. Dan bagi yang tidak mampu, denda tersebut bisa dibayar dengan melakukan puasa sebanyak 3 hari di waktu menjalan ibadah haji yaitu tanggal 7, 8, dan 9 Dzulhijjah, lalu dilanjutkan dengan puasa selama tujuh hari setelah mereka kembali.

[/toggle]
[toggle title=”2. Haji Ifrad“]

Yaitu ibadah haji yang dilaksanakan dengan cara mendahulukan berhaji lalu kemudian dilanjutkan dengan pergi ke tempat yang halal untuk berihron dan berniat untuk melaksanakan umroh. Dan bagi mereka yang melaksanakan Haji Ifrad tidak diwajibkan untuk membayar denda yaitu dengan menyembelih satu ekor kambing.

[/toggle]
[toggle title=”3. Haji Qiran“]

Yaitu melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersama-sama, dengan kata lain menyatukan ibadah haji dan umrah, yaitu dengan cara menyatukan niat untuk  haji dan umrah sekaligus. Bagi mereka yang melaksanakan haji jenis ini diwajibkan untuk membayar dam (denda) yang berupa menyembelih satu ekor kambing, kecuali bagi penduduk Mekkah.

Bagimana ketentuan pembayaran denda saat melakukan ibadah haji?

Allah SWT berfirman :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang) oleh musuh atau karena sakit, maka sembelihlah korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah merasa aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji di dalam bulan haji, wajiblah ia menyembelih korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Demikian itu kewajiban membayar fidyah bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada di sekitar Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah), dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaannya.(QS. Al- Baqarah ayat 196)

[/toggle]
[/accordion]

Syarat – Syarat Melakukan Ibadah Haji

Untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah haji, seorang jama’ah haji harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya :

  1. Beragama Islam

Ibadah haji merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim, terutama bagi mereka yang mampu. Ibadah ini dikatakan tidak syah apabila dilaksanakan oleh orang-orang yang kafir. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT berikut :

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ

Artinya

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.” (QS. At-Taubah: 54)

  1. Berakal sehat

Syarat haji yang lainnya adalah berakal sehat atau tidak gila, artinya bagi orang-orang yang memiliki akal dan jiwa yang tidak atau kurang waras tidak diwajibakan untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini sebagaimana Sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثَةٍ؛ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Artinya

Pena Diangkat (kewajiban digugurkan) dari tiga (golongan); Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh), dan orang gila hingga berakal (sembuh).” (HR. Abu Daud)

  1. Baligh

Ketika seorang muslim telah memasuki masa akhil Baligh maka ia telah diwajibkan untuk melaksanakan  ibadah haji. Ini artinya bahwa anak-anak tidaklah diwajibakn untuk melaksanakan  haji, akan tetapi jika ada wali yang sudi untuk menghajikannya, maka hajinya dianggap sah dan pahala diberikan Allah SWT kepada anak tersebut dan juga kepada walinya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, dan Muslim, Rosulullah sholallahu Alaihi wassalam pernah bersabda:

Seorang perempuan saat berhaji bersama Rosulullah Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam mengangkat anak kecilnya ke hadapan Nabi seraya berkata : Apakah ia mendapatkan (pahala) haji? Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam menjawab : Ya, dan kamu pun mendapatkan pahala.”

  1. Merdeka

Ini berarti bahwa seorang budak tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji. Ini sesuai dengan Sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya

Barang siapa (seorang budak) melaksanakan haji kemudian ia dimerdekakan, maka ia berkewajiban untuk melaksanakan haji lagi.” (HR. Al- albani, Ibnu Khuzaimah, Al- Hakim, Al- Baihaqi, dan Al- Irwa’)

  1. Mampu

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 97 telah menjelaskan bahwasannya Haji merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang mampu. Mampu memiliki beberapa artian, seperti :

[accordion]
[toggle title=”Mampu Secara Fisik” state=”opened”]

  • Mampu dalam hal fisik, artinya seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji harus sehat jasmani maupun rohaninya serta mampu menanggung beban letih hingga ke Baitullah. Seseorang yang telah berusia renta dan lemah apabila ia telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji, maka hajinya bisa diwakilkan kepada orang lain.

   Seorang wanita pernah bertanya kepada Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لا يَثْبُتُ عَلَى الرَّاحِلَةِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ ؟ قَالَ : نَعَمْ

Artinya

Wahai Rasulullah, sesungguhnya kewajiban haji yang diwajibkan kepada para hamba-Nya telah berlaku  bagi ayahku sementara dia dalam kondisi tua renta, tidak mampu berada di kendaraan. Apakah (boleh) saya menghajikan untuknya?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari)

[/toggle]
[toggle title=”Mampu Secara Finansial”]

 

  • Seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji juga harus mampu dalam hal finansial,baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga yang ditinggalkan selama berhaji. Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda

“Cukuplah seseorang dianggap berdosa dengan menelantarkan orang-orang yang berada dalam tanggungannya.” (HR. Abu Dawud dan Al- Irwa’)

[/toggle]
[toggle title=”Faktor Keamanan”]

 

  • Ibadah haji juga harus dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang memungkinkan seperti faktor keamanan serta keadaan yang terjadi di negara asal jama’ah maupun keadaan di tanah suci.

Al-Lajnah Ad- Daimah pernah berkata:

Mampu terkait dengan haji adalah berbadan sehat dan mempunyai biaya kendaraan yang dapat menghantarkan ke Baitullah Al-Haram baik melalui pesawat, mobil, hewan atau menyewa sesuai dengan kondisinya. Juga memiliki bekal yang cukup untuk pulang dan pergi. Dan biaya tersebut diluar  dari biasa nafkah orang-orang yang seharus dia nafkahi sampai kembali dari hajinya.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Syarat yang keenam ditujukan bagi para wanita yang hendak menunaikan ibadah haji, yaitu mereka harus ditemani oleh mahramnya.

Seorang wanita tidak diperbolehkan safar haji wajib maupun sunnah haji kecuali bersama mahramnya, dalam hal ini adalah suaminya. Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalan bersabda

Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersamanya ada mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Al-Lajnah Ad-Daimah pernah berkata “Bagi seorang wanita, harus didampingi suami atau mahramnya untuk safar haji atau umrah.”

Rukun Haji

  1. Ihram

Ihram merupakan niat untuk memenuhi, memasuki, atau melakukan ibadah haji dan umroh serta menghindari hal-hal yang dilarang selama ihram. Saat berihram, para jama’ah haji dianjurkan untuk menegnakan pakaian ihrom. Adapun hal-hal yang dilarang / tidak diperbolehkan selama berihrom adalah :

  • Mengenakan pakaian yang dijahit (bagi kaum pria). Mengapa? Karena dalam syariat islam pakaian ihram bagi pria adalah berupa 2 lembaran kain, dimana satu lembar digunakan sebagai sarung, dan satu lembar lainnya digunakan sebagai selendang yang digeraikan di bahu.
  • Menutup kepala bagi jama’ah haji laki-laki dan menutup muka serta kedua telapak tangan bagi jama’ah haji wanita.
  • Memakai wewangian
  • Memakai minyak rambut
  • Mencukur atau mencabut rambut
  • Memotong atau memendekkan kuku
  • Berburu binatang
  • Jima’ (bersetubuh)
  • Melakukan akad nikah
  • Memotong tanaman di tanah suci.

Hal-hal tersebut tidak akan membatalkan haji, kecuali perbuatan jima’, karena perbuatan tersebut dapat membatalkan haji. Dan bagi mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang tersebut diwajibkan untuk membayar denda (dam).

  1. Wukuf

Wukuf adalah berhenti di padang Arafah  mulai dari saat tergelincirnya matahari di hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga waktu menyingsingnya fajar di hari berikutnya, yaitu pada hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijjah). Adapun kegiatan yang dilakukan saat itu adalah berdiam diri, berdzikir, serta berdo’a kepada Allah SWT. Dengan dilaksanakan wukuflah yang membedakan antara ibadah haji dan umroh, karena dalam ibadah umroh tidak dirukunkan untuk melakukan wukuf.

  1. Thawaf

Thawaf merupakan kegiatan mengelilingi Ka’bah setelah pelaksanaan wukuf, dimana dalam pelaksanaannya para jama’ah haji disunnahkan untuk mengelilingi Ka’bah dengan berjalan kaki, mencium Hajar Aswad, membaca dzikir dan do’a, serta melakukan sholat sunnah 2 raka’at di belakang makam Nabi Ibrahim Alaihissalam setelah pelaksanaan thawaf selesai.

[tabs]
[tab title=”Macam – Macam Pelaksanaan Thawaf”]

Terdapat beberapa macam pelaksanaan thawaf, yaitu :

  • Thawaf Qudum, yaitu thawaf yang dilakukan pada saat para jama’ah mulai masuk Mekkah setelah pelaksanaan ihrom
  • Thawaf Rukun, yaitu Thwaf yang dilakukan setelah pelaksanaan wukuf di padang Arafah
  • Thawaf Sunnah, yaitu Thawaf yang dikerjakan kapanpun oleh para jama’ah haji setiap datang ke Masjid Haram
  • Thawaf Wada’, yaitu Thawaf yang dilakukan ketika hendak pulang meninggalkan Mekkah.

[/tab]
[tab title=”Syarat Thawaf”]

Dalam pelaksanaan thawaf ini, ada beberapa persyaratan bagi para jama’ah haji, yaitu :

  • Suci dari hadast
  • Suci dari Najis pada tubuh, pakaian, dan tempat
  • Menutup Aurat
  • Pelaksanaannya adalah di Ka’bah dan kedudukan Ka’bah adalah di sebelah kiri para jama’ah yang thawaf
  • Pelaksanaan Thawaf dimulai dari Hajar aswad
  • Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali

[/tab]
[/tabs]
[AdSense-C]

4. Sa’i

Setelah thawaf ifadah dilakukan, rujkun haji yang harus dikerjakan oleh para jama’ah haji selanjutnya adalah sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara safa dan marwah sebanyak tujuh kali.

5. Tahallul

Tahallul adalah bercukur atau menggunting rambut bagi para jama’ah haji paling sedikit tiga helai rambut setelah sa’i selesai dikerjakan oleh para jama’ah.

6. Tertib

Tertib yaitu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi rukun haji yaitu dengan mendahulukan hal-hal yang harus didahulukan, atau dengan kata lain melaksakana rukun-rukun haji sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.

Wajib Haji

[tabs]
[tab title=”Hal-hal yang Wajib”]

Wajib haji merupakan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksaknakan ketika sedang berhaji, adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah :

  1. Melakukan Ihram yang dimulai dari miqat sesuai dengan letak tempat tinggal para jama’ah haji.
  2. Bermalam di Muzdalifah
  3. Melemparkan jumroh aqobah di hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijjah) dengan kerikil sebanyak 7 butir serta disunnahkan untuk membaca takbir pada setiap lemparan
  4. Melempar jumrah tiga (Ula, Wustha, dan Aqobah) pada hari tasyriq
  5. Menginap di Mina pada malam hari Tasyriq
  6. Melakukan thawaf Wada’ sebagai perpisahan bagi setiap jama’ah haji yang dilaksanakan ketika hendak pulang ke tanah air masing-masing

[/tab]
[tab title=”Hal-hal yang Sunnah”]

 

Sedangkan hal-hal yang disunnahkan selama berhaji antara lain adalah :

  1. Mandi ketika hendak ihrom, masuk ke Mekkah, serta wukuf
  2. Melakukan sholat dua raka’at ketika hendak berihrom
  3. Mengucapkan Talbiah sepanjang ibadah haji, yaitu :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

LABAIK ALLAHUMMA LABAAIK, LABAAIK LAA SYARIKA LAKA LABAAIK INAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LA SYARIKALAH.”

Artinya

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

  1. Mencium Hajar Aswad atau melambaikan tangan
  2. Melakukan sholat dua raka’at di belakang makam Nabi Ibrahim Alaihissalam yang dilaksakan setelah thawaf
  3. Berada di Arafah hingga terbenam matahari pada malam ke-10 bulan Dzulhijjah
  4. Berada di Muzdalifah hingga subuh pada hari ke 10 di bulan Dzulhijjah
  5. Melakukan Thawaf Qudum, dan lain sebagainya.

[/tab]
[/tabs]

Hikmah Ibadah Haji

  1. Mendidik jiwa untuk ikhlas, sabar, serta mau berkurban
  2. Menumbuhkan disiplin pribadi serta taat pada peraturan
  3. Sebagai pengembangan sosialisai nilai-nilai yang mengandung unsur pendidikan dalam hidup, rasa persaudaraan, serta persatuan diantara umat muslim di seluruh dunia
  4. Menanamkan sifat hemat serta menumbuhkan etos kerja yang tinggi.

Hukum Pelaksanaan Ibadah Haji

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwasannya hukum pelaksanaan ibadah haji adalah fardhu ain bagi mereka yang mampu, baik secara fisik maupun mentalnya. Arti kata mampu di sini dapat dimaknai dengan seseorang yang mempunyai harta (materi), waktu, berbadan sehat, serta aman.

Allah SWT telah berfirman :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً ٠ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اﷲَ غَنِىٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ

Artinya

“Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) semesta alam.” (QS. Ali Imron ayat 97)

Mampu dalam melaksanakan ibadah haji juga dapat diartikan yang lain, seperti pelaksanaan ibadah haji tersebut mampu dilaksanakan sendiri ataukah seseorang yang mampu dalam bidang harta akan tetapi secara fisik ia tidak mampu untuk melaksanakannnya, sehingga pelaksanan ibadah hajinya diwakilkan kepada seseorang, misalnya saja bagi orang yang sedang sakit atau bagi mereka yang sudah berusia lanjut.

[accordion]
[toggle title=”Artikel Terkait”]

[one_half]

[/one_half]

[one_half_last]

[/one_half_last]

[/toggle]
[toggle title=”Artikel Lainnya”]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth_last]

[/one_fourth_last]

[/toggle]
[/accordion]

5 Rukun Islam dalam Ajaran Agama Islam

Umat Islam memiliki rukun Islam dan Rukun Iman, kedua rukun tersebut perlu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Rukun Islam sendiri merupakan pilar-pilar agama Islam berupa lima tindakan dasar yang wajib dilaksanakan bagi orang-orang yang beriman. Rukun Islam sendiri berupa lima perkara, yaitu kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu.

1. Syahadat

Syahadat berupa kalimat pernyataan bahwa seseorang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Syahadat ini biasa diucapkan oleh Mualaf, yaitu orang yang baru pertama masuk Islam. Syahadat sendiri tidak hanya berhenti pada mengucapkan kalimat beriman saja tapi bermakna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati, lalu mengamalkannya melalui perbuatan.(Baca : Keuntungan Menjadi Muallaf)

Jadi saat mengucapkan syahadat tersebut harus benar-benar tahu artinya dan maknanya sehingga dapat diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Syahadat terdiri dari dua kalimat yang pertama berupa syahada at-tauhid dan kalimat kedua berupa syahadah ar-rasul.(Baca : Kisah Mualaf)

Bunyi syahadat : “ashadu ala ilaha illalah wa ashadu anna muhammadar rasullah” yang artinya “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah rasul (utusan) Allah”.

Makna dari Kalimat Syahadat:

1. Ketauhidan

Kalimat pertama menunjukkan tentang ketauhidan, yaitu “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah”. Jadi umat Islam percaya bahwa tidak ada tuhan yang lain selain Allah SWT. Fungsi Iman Kepada Allah SWT merupakan Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa dan juga memantapkan diri bahwa tujuan, motivasi dan jalan hidup hanya kepada Allah SWT.(Baca : Keutamaan Ayat Kursi)

Orang yang memiliki Ciri – Ciri Orang Yang Tidak Ikhlas Dalam Beribadah Kepada Allah SWT atau tidak beriman kepada tuhan selain Allah, maka disebut sebagai orang kafir atau orang musyrik. Tauhid sendiri dalam Islam dibagi menjadi tiga yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat.(Baca : Manfaat Beriman Kepada Allah SWT)

  • Tauhid uluhiyah berarti beriman bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan tak ada sekutu bagi Allah. Jadi semua ibadah yang dilakukan semata-mata hanya kepada Allah SWT. Ibadah-ibadah seperti sholat, doa, taubat, tawakkal, puasa, dan lain-lain semuanya hanya ditujukan hanya kepada Allah SWT saja.(Baca : Keutamaan Ayat Kursi)
  • Tauhid asma wa sifat. Allah SWT memiliki asmaul husna atau nama dan sifat yang baik. Ada Sifat – Sifat Allah Dan 99 Asmaul Husna yang merupakan nama dan sifat Allah yang juga harus diimani. Umat Islam perlu mempelajari dan menghafalkan asmaul husna sehingga dapat lebih memahami keagungan Allah SWT.(Baca : Manfaat Asmaul Husna Nama)

2. Kerasulan

Kalimat kedua berupa kalimat yang memantapkan diri untuk percaya pada kerasulan Nabi Muhammad. Tak hanya percaya bahwa Nabi Muhammad memang utusan Allah tapi juga meyakini ajaran yang disampaikan melalui Nabi Muhammad, misalnya meyakini hadist-hadist Nabi Muhammad.(Baca : Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan,Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW)

Baca artikel hadist:

Orang yang beriman pada Allah dan rasul-Nya berarti juga wajib beribadah sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan. Nabi Muhammad diutus untuk membuat umat manusia mengenal tentang ajaran Islam. Nabi Muhammad sebagai Rasul terakhir ikut menuntun umat manusia menuju jalan yang terang menuju surga melalui ajaran Islam.(Baca : Hubungan Akhlak dengan Iman)

Syarat syahadat sendiri ada tujuh yaitu pengetahuan, keyakinan, keikhlasan, kejujuran, kecintaan, penerimaan, dan ketundukan. Jadi orang yang membaca syahadat tersebut perlu menerapkan tujuh syarat tersebut sehingga syahadatnya menjadi benar-benar diresapi dalam hati dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu rukun islam, syahadat sepatutnya menjadi dasar bagi umat Islam dalam bertindak.(Baca : Hikmah Beriman Kepada Malaikat)

2. Sholat

Salah satu ibadah yang wajib dan ditekankan dalam Islam adalah ibadah sholat. Secara bahasa sholat sendiri berarti do’a sedang secara istilah, Shalat Wajib merupakan ibadah wajib yang dilakukan dengan ucapan dan perbuatan diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta melakukan rukun sholat dengan syarat tertentu. Secara hakekat, sholat menghadapkan jiwa pada Allah SWT.(Baca : Hukum Membaca Doa Iftitah)

1. Syarat Wajib Sholat

  • Muslim
  • Berakal sehat
  • Baligh
  • Suci dari hadats besar dan kecil
  • Sadar

2. Syarat Sah Sholat

  • Masuk waktu sholat
  • Menghadap kiblat
  • Menutup aurat
  • Suci badan, tempat sholat, dan pakaian yang digunakan
  • Tahu tata cara pelaksanaannya

Rukun sholat atau tahapan dalam melakukan sholat yaitu:

[AdSense-A]

  • Niat ; Niat bisa diucapkan dengan suara lirih atau di dalam hati saja. Ada yang mengucapkan niat dalam bahasa Arab namun ada kalangan lain yang mengungkapkan bahwa niat tersebut berupa niatan untuk melakukan sholat tertentu tidak berupa kalimat yang pasti.(Baca : Shalat Sunnat)
  • Berdiri tegap jika mampu ; Sholat pada dasarnya dilakukan dengan berdiri tegap jika mampu namun jika tak mampu misalnya karena sakit maka bisa dilakukan dengan duduk atau bahkan berbaring.(Baca : Hukum Sholat Jumat Bagi Wanita)
  • Takbiratul ihram ; Takbiratul ihram merupakan bacaan “Allahu akbar” yang diucapkan di awal melakukan shalat dan gerakan-gerakan lainnya.
  • Membaca Surat Al fatihah setiap rokaatnya ; Setiap rakaat orang yang melakukan shalat wajib untuk membaca surat Al Fatihah. Ada baiknya juga mengerti maknanya sehingga bisa meresapi apa yang dibaca.
  • Ruku’ ; Ruku’ merupakan gerakan menunduk dengan posisi lurus 90 derajat dan kedua tangan menyentuh bagian lutut. Pada saat ruku’ menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’I dibaca bacaan “Subhana Rabbial Adzim” sebanyak tiga kali. Namun ulama lain, Imam Malik mengungkapkan bahwa tidak ada bacaan yang baku untuk ruku’.
  • I’tidal ; I’tidal merupakan gerakan sholat yang dilakukan setelah gerakan ruku’ berupa berdiri tegak dan mengangkat kedua tangan. Bacaan I’tidal yaitu “Sami’Allahu limah hamidah.”
  • Sujud ; Gerakan sujud dalam sholat yaitu dengan menempelkan dahi dan hidung di lantai atau tempat sujud. Kedua tangan juga diletakkan di lantai sejajar dengan pundak dan telinga. Jari-jari tangan dirapatkan serta menghadap ke kiblat, sedangkan kedua lutut berada di lantai.
  • Duduk di antara dua sujud ; Duduk di antara dua sujud merupakan posisi duduk setelah bangun dari sujud yang pertama.
  • Duduk tahiyatul akhir ; Duduk tahiyatul akhir merupakan posisi duduk setelah sujud yang kedua. Dilakukan pada rakaat kedua dan keempat jika sholatnya empat rakaat. Untuk shalat subuh dilakukan di rakaat kedua sedangkan sholat maghrib dilakukan saat rakaat kedua dan ketiga.
  • Membaca tasyahud akhir ; Tasyahud akhir dilakukan setelah gerakan duduk di akhir shalat dengan pantat di lantai dan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Setelah itu membaca lafal tasyahud akhir.
  • Membaca shalawat nabi ; Saat membaca tasyahud akhir maka dibaca shalawat nabi.
  • Mengucap salam ; Gerakan terakhir adalah mengucapkan salam yaitu “Assalamualaikum Warohmatullahi wabarakatuh” dengan menolehkan kepala ke sebelah kanan terlebih dahulu kemudian menolehkan kepala ke sebelah kiri.
  • Tertib ; Pelaksanaan sholat dilakukan dengan tertib sesuai dengan urutannya.

Baca artikel sholat :

Sholat wajib dalam ajaran agama Islam berupa shalat lima waktu yang dikerjakan setiap harinya. Sholat lima waktu tersebut terdiri dari Shalat Subuh, sholat dhuhur, sholat ashar, sholat maghrib, dan sholat isya’. Setiap muslim wajib mengerjakannya setiap hari.(Baca : Tata Cara Sholat Sunah Rawatib)

Sholat sendiri bisa menghindarkan kita dari perbuatan maksiat jika sholat tersebut memang dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Bacaan-bacaan dalam sholat sendiri seharusnya juga tidak hanya sekedar dihafalkan saja namun dipahami maknanya sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(Baca : Tata Cara Shalat Jamak)

Sejarah kewajiban sholat sendiri melalui perjalanan yang luar biasa yaitu Tahun Baru dalam Islam Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Melalui sholat, muslim bisa berkomunikasi dengan Allah SWT sehingga saat sholat seharusnya bisa mengerjakan dengan khusyu’ dan tidak asal-asalan.(Baca : Do’a Setelah Shalat Fardhu)

Muslim yang melakukan sholat dengan baik maka bisa menerapkan kedisiplinan dalam dirinya. Etos kerja seseorang dapat ditingkatkan dengan rutin melakukan sholat karena sholat sendiri sebenarnya bukan hanya ibadah ritual saja yang setelah selesai maka akan berlalu begitu saja. Sholat bisa menjadi begitu bermakna jika pelaksanaannya secara khusyu’ atau dihayati dalam hati.

3. Puasa

Puasa yang dimaksud adalah puasa pada bulan Ramadan yang merupakan bulan kesembilan dalam bulan Hijriyah. Umat Islam wajib melakukan Ibadan puasa tersebut untuk menunjukkan keimanan dan ketakwaannya. Berpuasa di bulan Ramadan menjadi salah satu kewajiban sekaligus ujian sebagai seorang muslim.(Baca : Hukum Mencicipi Makanan Saat Puasa)

Puasa sendiri berarti menahan makan, minum, dan hubungan suami istri mulai terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari. Puasa sendiri sebenarnya tidak sekedar Cara Ampuh Menahan Nafsu Di Bulan Ramadhan seperti makan-minum dan berhubungan suami-istri saja namun ada beberapa hawa nafsu lain yang juga perlu ditahan seperti rasa marah, berbohong, mencuri, dan perilaku berdosa lainnya.(Baca : Hukum Puasa Tanpa Sahur)

Selain berpuasa di bulan Ramadhan, umat Islam juga memiliki jenis puasa lainnya yang sifatnya sunnah. Puasa bulan Ramadhan sendiri merupakan puasa yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh, berakal, sehat/mampu untuk melakukannya, dan dalam keadaan mukim.(Baca : Hukum Menangis Saat Puasa)

Para wanita yang berhalangan berpuasa di bulan Ramadhan diwajibkan untuk mengganti puasanya di bulan-bulan lainnya. Begitu juga bagi yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa seperti sakit atau sudah tua maka bisa membayar fidyah untuk mengganti puasa yang tidak bisa dilakukannya tersebut.(Baca : Amalan di Bulan Ramadhan Bagi Wanita HaidLarangan Saat Haid)

Baca juga :

[AdSense-B]

Keutamaan Puasa di bulan Ramadhan bagi Umat Islam

  • Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-quran.
    Umat Islam diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan yang merupakan bulan turunnya Al-quran. Amalan di Bulan Ramadhan menjadi bulan yang mulia apalagi dengan diturunkannya Al-quran sebagai kitab suci umat Islam yaitu  Dasar Hukum Islam.
  • Pada bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu-pintu surga dibuka. Banyak yang kemudian bertanya-tanya mengapa di bulan Ramadhan masih tetap terjadi banyak kejahatan yang dilakukan oleh umat Islam sendiri. Maksud dari setan-setan dibelenggu yaitu karena sedikitnya maksiat yang dilakukan karena banyak orang yang sedang melakukan puasa. Sedangkan pintu surga dibuka karena banyak amal yang dilakukan oleh umat Islam saat bulan Ramadhan.(Baca : Bahagia Menurut Al-Quran)
  • Terdapat malam Lailatul Qadar. Di bulan Ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Doa di Malam Lailatul Qadar yang terdapat pada Malam Terakhir Bulan Ramadhan yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Malam tersebut merupakan malam diturunkannya Al-quran. Allah berfirman dalam surat Al-qadr bahwa malam tersebut merupakan malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.(Baca : Keutamaan Malam Lailatul Qadar)
  • Pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang baik dikabulkannya doa di bulan Ramadhan. Orang yang berpuasa memiliki pahala yang besar belum lagi doa-doa yang diucapkan dapat terkabulkan.

Manfaat Puasa dari Berbagai Aspek

  • Merupakan ibadah pada Allah SWT sehingga seorang hamba dapat bertakwa kepada Allah SWT.
    Puasa merupakan bentuk ibadah yang personal, hanya orang yang menjalankan dan Tuhan saja yang tahu persis apakah betul-betul dijalankan sesuai aturan ataukah tidak.
  • Dari segi ekonomi.
    Puasa bisa menjadi berkah bagi banyak orang seperti pedagang makanan, pedagang pakaian muslim, dan lain-lain. Bagi yang menjalankan ibadah puasa, maka bersedekah di bulan puasa juga menjadi salah satu kelebihan tersendiri.
  • Dari segi sosial.
    Umat Islam diajarkan untuk merasakan bagaimana saudara kita yang kelaparan karena kekurangan makan dan minum. Saat bulan ramadhan, maka umat Islam menjadi lebih banyak bersedekah dan melakukan zakat.

4. Zakat

Rukun Islam yang keempat adalah zakat. Zakat dari bahasa Arab yaitu Zakah  atau zakat yang berarti harta tertentu yang wajib dikeluarga oleh umat Islam untuk diberikan pada kaum Penerima Zakat yang berhak menerimanya. Dari segi bahasa maka Zakat Dalam Islam berarti bersih, suci, berkat, subur, dan berkembang.

Zakat merupakan salah satu ibadah yang wajib untuk dilakukan oleh umat Islam sejak tahun 662 M. Zakat kemudian diterapkan dalam negara-negara Islam dan diatur melalui lembaga tertentu. Jenis zakat sendiri ada dua yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal atau zakat harta.

Zakat fitrah merupakan Zakat Penghasilan yang wajib dikeluarkan menjelang idul fitri yang berupa makanan pokok di daerah yang bersangkutan. Besarnya zakat fitrah sendiri setara dengan 3,5 liter atau 2,7 kilogram. Sedangkan zakat maal merupakan zakan yang dikeluarkan seorang muslim dari harta yang dimilikinya mencakup hasil perniagaan, pertambangan, pertanian, hasil laut, harta temuan, emas, perat, ataupun hasil ternak.(Baca : Cara Menghitung Zakat Maal)

Zakat merupakan ibadah yang berhubungan dengan kegiatan sosial karena dapat membantu orang-orang yang tidak mampu.(Baca : Hukum Zakat Pendapatan)

Syarat Penerima Zakat ada 8 golongan yang berhak menerima zakat yaitu:

  • Fakir ; Fakir merupakan orang yang hampir tidak memiliki harta apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup pokoknya sehari-hari.
  • Miskin ; Orang miskin merupakan orang yang memiliki harta namun harta tersebut tidak dapat mencukup kebuthan hidupnya sehari-hari.
  • Amil ; Amil merupakan orang yang mengumpulkan serta membagikan zakat. Amil bisa berupa panitia zakat ataupun lembaga zakat yang membantu mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Mu’alaf ; Mu’alaf merupakan orang yang baru saja masuk Islam, mereka perlu bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya. Mereka perlu bantuan dukungan agar dapat menjalankan agama Islam dengan baik.
  • Hamba sahaya ; Hamba sahaya merupakan budak yang ingin memerdekakan diri. Di zaman dahulu budak memang banyak ditemui, namun sekarang sistem perbudakan sendiri sudah dicoba dihapuskan.
  • GhariminGharimin merupakan orang yang berhutang untuk kebutuhan halal namun mereka tidak mampu memenuhinya. Orang yang memiliki hutang ini juga menjadi golongan yang berhak mendapatkan zakat.
  • FisabilillahFisabilillah merupakan orang-orang yang berjuang di jalan Allah. Fisabilillah bisa berupa pendakwah, pejuang perang, dan sebagainya. Perjuangan mereka di jalan Allah perlu diperhatikan oleh sesama umat Islam salah satunya dengan memberikan zakat kepada mereka.
  • Ibnus Sabil ; Ibnus sabil merupakan orang yang sedang dalam perjalanan namun kehabisan biaya.

Zakat sendiri memiliki berbagai manfaat baik dari segi agama maupun sosial. Selain sebagai salah satu rukun Islam, zakat juga memiliki faedah dari sisi akhlak. Orang Islam diajarkan untuk memiliki rasa toleran dan berbagai kepada sesama yang membutuhkan. Zakat dapat membantu orang lain yang tidak mampu dan mampu mengurangi kecemburuan sosial.

Orang yang berzakat dapat menyucikan hartanya dan orang yang menerimanya juga akan bersyukur masih ada orang yang memperhatikan mereka. Melalui zakat, umat Islam dapat belajar untuk selalu mengingat sesame sehingga nantinya tidak hanya berzakat saja tapi melakukan amal sosial yang lain seperti bersedekah. Memberikan sesuatu pada orang yang membutuhkan menjadi salah satu wujud rasa syukur kita atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Baca juga :

[AdSense-C]

5. Haji

Rukun Islam yang kelima adalah haji. Keutamaan Ibadah Haji ini merupakan Syarat Wajib Haji sekali dalam seumur hidup bagi yang mampu. Tak semua orang bisa melakukan ibadah haji karena masalah tak memiliki harta yang cukup atau dalam keadaan sakit. Ibadah haji sendiri merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kesehatan yang prima sehingga dapat melakukannya dengan baik. Ibadah haji sendiri ada beberapa jenis, misalnya haji ifrad, haji tamattu’, dan haji qiran.

  • Haji ifrad merupakan haji menyendiri baik menyendirikan haji ataupun menyendirikan umrah. Karena yang wajib adalah Ibadah haji maka pada haji ifrad yang didahulukan adalah ibadah hajinya.(Baca : Keutamaan Ibadah Umroh)
  • Haji tamattu’ merupakan haji yang bersantai yaitu dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan haji, lalu baru melaksanakan ibadah haji di tahun yang sama.(Baca : Pengertian Mahram)
  • Haji qiran merupakan haji yang menggabungkan antara ibadah haji dengan ibadah umrah. Orang yang berhaji qiran melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai. Pada ibadah yang satu ini berarti melakukan dua thawaf dan dua sa’i.

Rukun Haji atau perbuatan yang wajib dilakukan saat berhaji

  • Ihram ; Ihram merupakan niatan untuk masuk manasik haji. Wajib ihram mencakup ihram dari miqot, tidak memakai pakaian berjahit yang menunjukkan lekuk badan serta bertalbiyah.(Baca : Muhrim Dalam Islam)
  • Wukuf di Arafah ; Wukuf di Arafah cukup penting karena bagi yang luput dari wukuf di Arafah maka hajinya menjad tidak sah. Wukuf sendiri berarti hadir di daerah di Arafah walau dalam keadaan tidur, sadar, duduk, berjalan, atau berkendara.
  • Tawaf ifadah ; Tawaf berarti mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali. Syarat melakukan tawaf yaitu berniat, suci dari hadats, menutup aurat, di dalam masjid walau jauh dari Ka’bah, Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang tawaf, tawaf dilakukan tujuh kali, dilakukan berturut-turut tanpa ada selang jika tak ada hajat, dan memulai tawaf dari Hajar Aswad.
  • Sa’i ; Sa’i yaitu berjalan antara Safa dan Marwah untuk beribadah. Syarat Sa’i yaitu berniat, berurutan, dilakukan berturut-turut, menyempurnakan sampai 7 putaran, dan dilakukan setelah melakukan tawaf yang shahih.
  • Mencukur rambut di kepala atau memotong sebagian

Kegiatan yang dilakukan dalam ibadah haji menurut waktunya

  • Sebelum 8 Zulhijah melakukan tawaf haji di Masjidil Haram
  • Pada 8 Zulhijah para jamaah haji bermalam di mina.
  • Pada 9 Zulhijah pagi harinya para jamaah pergi ke Arafah. Di sana pada jamaah melakukan wukuf sampai maghrib datang.
  • Pada 10 Zulhijah setelah pagi harinya di Muzdalifah lalu jamaah menuju ke Mina untuk melakukan Jumrah Aqobah.
  • Pada 11 Zulhijah para jamaah melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, kedua, dan ketiga.
  • Pada 12 Zulhijah para jamaah melempar jumrah sambungan.
  • Sebelum pulang ke negara masing-masing para jamaah melakukan tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan.

Haji yang dilakukan dengan baik tidak hanya membuat seseorang mendapatkan pahala saat beribadah saja namun dapat membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Saat sudah kembali ke negara asalnya maka seseorang yang telah berhaji seharusnya menjadi seorang muslim yang lebih taat dan berakhlak mulia.

Artikel Lainnya :

6 Rukun Iman dalam Agama Islam

Rukun iman merupakan pilar keimanan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Jika Rukun Islam ada 5 maka rukun iman ada 6 perkara. Rukun iman tersebut berdasarkan ayat Al-Quran dan al-Hadist. Tingkatan Iman dalam Islam sendiri berarti keyakinan dalam hati, perkataan dengan lisan, mengamalkan dengan benar, dan Hubungan Akhlak dengan ImanHubungan Akhlak Dengan Iman Dan Ihsan dalam jiwa setiap muslim bisa naik dan turun, bertambah dan berkurang sehingga perlu adanya upaya untuk memantapkan iman tersebut sehingga menjadi muslim yang selalu taat dalam beribadah serta bertakawa.

Cara Meningkatkan Iman yaitu dengan rukun iman sendiri berupa iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada rasul Allah, iman kepada hari akhir, dan iman pada qada dan qadar.(Baca : Manfaat Tawakal)

Penjelasan tentang masing-masing rukun Iman dalam Islam akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini:

1. Iman kepada Allah

Seorang muslim harus beriman kepada Allah yang artinya mengimani adanya Allah, mengimani rububiah Allah, mengimani uluhiah Allah dan mengimani semua nama dan sifat Allah. Fungsi Iman Kepada Allah SWT berarti seorang muslim harus percaya bahwa Allah itu benar-benar ada. Allah ada sebagai Tuhan Semesta Alam yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Orang yang tak percaya adanya Allah berarti dia bukan seorang muslim dan terlebih lagi bagi yang tidak percaya dengan adanya Tuhan maka dia disebut sebagai atheis.(Baca : Manfaat Beriman Kepada Allah SWT)

Tak sedikit orang yang mencari-cari tentang bagaimana Tuhan itu sebenarnya dan bagaimana Tuhan bisa ada. Namun hal tersebut sebenarnya diluar batas kemampuan manusia. Allah menunjukkan keberadaannya dengan adanya makhluk ciptaannya dan kasih sayangnya kepada setiap makhluk hidup.(Baca : Manfaat Tawakal)

  • Mengimani rububiah Allah berarti beriman atau percaya bahwa tidak ada yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta ini kecuali Allah SWT. (Baca : Tujuan Penciptaan Manusia)
  • Umat Islam percaya bahwa Tuhan itu hanya satu yaitu Allah SWT. Tak ada Tuhan lain selain Allah yang dapat mengatur dunia ini. Hal ini berbeda dengan beberapa agama atau kepercayaan lain yang percaya adanya banyak tuhan atau dewa.  Sifat Orang yang Bertakwa
    yaitu seorang muslim tidak boleh percaya tentang kuasa lain selain kuasa yang dimiliki oleh Allah SWT. Hanya Allah yang menciptakan serta mengatur alam semesta ini.(Baca : Keajaiban Asmaul Husna)
  • Mengimani uluhiah Allah adalah menyakini bahwa tidak sesembahan lain yang berhak untuk disembah selain Allah SWT. Seorang muslim dilarang untuk menyembah selain menyembah Allah SWT. Kita masih sering melihat orang-orang yang senang menyembah benda-benda atau bahkan kuburan dari tokoh tertentu. Hal tersebut sangat dilarang dalam Islam dan menyebabkan keimanan seseorang menjadi dipertanyakan.(Baca : Hukum Ziarah Kubur)
  • Mengimani nama dan Sifat – Sifat Allah Dan Asmaul Husna yaitu percaya dan yakin terhadap sifat-sifat Allah yang tersirat dalam nama-nama Allah atau Asmaul Husnah. Ada 99 nama Allah yang perlu dipelajari oleh seorang muslim sehingga dapat memahami sifat-sifat Allah. Sifat-sifat Allah tersebut misalnya Ar Rahman (Maha Pengasih), Ar Rahim (Maha Penyayang), Al Malik (Maha Merajai), Al Quddus (Maha Suci), As Salaam (Maha Memberi Keamanan).(Baca :  Manfaat Asmaul Husna Nama)

Baca juga :

2. Iman kepada Malaikat Allah

Rukun Iman selanjutnya adalah iman kepada malaikat Allah. Malaikat berdasarkan sisi bahasa merupakan kata bahasa Arab yang berasal dari kata “malak” atau kekuatan. Di dalam ajaran Islam, malaikat diciptakan Allah dari cahaya.

Hikmah Beriman Kepada Malaikat berarti percaya dan yakin tentang adanya malaikat walaupun kita tidak bisa melihatnya. Malaikat-malaikat tersebut memiliki tugas masing-masing yang diperintahkan oleh Allah SWT. Malaikat-malaikat tersebut antara lain:

1. Jibril

Jibril merupakan pemimpin dari malaikat, yang tugasnya adalah menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril menjadi satu dari tiga malaikat yang namanya disebutkan dalam Al Quran. Di dalam Al Quran nama Jibril ada di surat At-Tahrim dan Al Baqarah. Nabi Muhammad sering didatangi oleh Jibril yang berwujud seperti manusia.(Baca : Keajaiban Al-Qur’an)

Malaikat Jibril menampakkan wujudnya yang memiliki 600 sayap yang putih seperti mutiara. Rupanya digambarkan elok dan rupawan. Selain menyampaikan Al Quran kepada nabi Muhammad, Malaikat Jibril juga menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa.(Baca : Hubungan Ilmu Kalam Dengan Filsafat)

2. Mikail

Mikail merupakan malaikat yang bertugas untuk membagi rezeki untuk bagi seluruh makhluk hidup. Malaikat Mikail juga bertugas mengatur jalannya matahari, bulan dan bintang, mengatur air, menurunkan hujan dan juga petir. Malaikat Mikail diciptakan oleh Allah sesudah menciptakan malaikat Israfil.(Baca : Amalan Dzikir Pembuka Rezeki)

3. Israfil

Israfil merupakan malaikat yang bertugas meniup sangkakala yang merupakan Tanda-tanda Kiamat Besar. Malaikat Israfil adalah malaikat yang diciptakan pertama kali oleh Allah, dan nantinya menjadi yang pertama dibangkitkan pada hari Kiamat. Wujud Israfil disebutkan memiliki empat sayap dan sangat rupawan.(Baca : Ciri-Ciri Wanita Penghuni Neraka, Siksa Neraka Bagi Wanita)

Ia selalu bertasbih kepada Allah melalui ribuan bahasa yang berbeda-beda. Tugas utamanya adalah meniup sangkakala, ia selalu memegang terompet suci tersebut di bibirnya dan menunggu perintah Allah untuk meniupnya pada hari kiamat.

4. Munkar dan Nakir

Malaikat Munkar dan Nakir merupakan dua malaikat yang bertugas menguji keyakinan orang yang telah meninggal di alam barzah. Dalam ajaran Islam, orang yang telah mati ruhnya akan pergi ke alam barzah atau alam kubur.(Baca : Hukum Ziarah Kubur Saat Hari Raya)

Di alam kubur tersebut Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya beberapa hal antara lain “Siapa Tuhan-mu?, Siapa Nabi-mu?, dan Apa agama-mu?” Jika mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan benar maka orang yang meninggal tersebut mendapatkan keluasaan sehingga diterangkan kuburnya sampai hari kiamat.(Baca : Tanda-Tanda Khusnul Khotimah)

5. Izrail

Malaikat Izrail merupakan malaikat yang bertugas sebagai pencabut nyawa. Saat ia bertugas mencabut nyawa di dunia maka ia akan turun bersama dengan dua malaikat lainnya yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab. Seorang mukmin yang meninggal dunia akan didatangi oleh malaikat yang berwujud baik yaitu putih seperti matahari.

Orang-orang mukmin akan dicabut nyawanya dengan lembut, dengan Tanda-Tanda Khusnul Khotimah berbeda saat orang-orang kafir atau orang yang memiliki banyak dosa saat ingin dicabut nyawanya. Orang yang banyak dosa dan orang-orang kafir akan dicabut nyawanya oleh malaikat dengan wujud yang berwajah hitam dan membawa kain kasar dari neraka.(Baca : Keutamaan Menjaga Lisan)

6. Ridwan

Malaikat Ridwan merupakan malaikat yang menjaga pintu surga. Ada beberapa hadist yang menjelaskan tentang malaikat Ridwan namun, menurut ulama itu merupakan hadist yang lemah sehingga tidak bisa dijadikan dasar.

7. Malik

Malaikat Malik merupakan malaikat yang menjaga pintu neraka. Disebutkan bahwa malaikat Malik memiliki tangan serta kaki yang jumlahnya sama dengan jumlah ahli neraka. Malaikat Malik disebutkan memiliki wajah yang menyeramkan sehingga para api di neraka bahkan takut kepada Malik.

8. Zabaniah

Malaikat Zabaniah merupakan nama malaikat-malaikat yang memiliki tugas menyiksa orang di neraka, seperti Siksa Neraka Bagi WanitaSiksa Neraka Bagi Pezina. Malaikat Zabaniah dipimpin oleh Malaikat Malik. Disebutkan bahwa Allah tidak memberikan rasa belas kasihan kepada mereka karena tugasnya yang menyiksa orang di neraka.

9. Harut dan Marut

Malaikat Harut dan Marut merupakan malaikat yang ditugaskan oleh Allah ke negeri Babilonia.

Ada beberapa malaikat lagi dalam Islam yang memiliki tugas berbeda-beda. Orang Islam perlu mempelajari dan meyakini malaikat-malaikat Allah tersebut.

Baca juga :

[AdSense-A]

3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah

Allah menurunkan firman kepada para Nabi yang kemudian dikumpulkan dalam kitab-kitab. Umat Islam wajib mempercayai Fungsi Iman Kepada Kitab Allah. Kitab suci umat Islam sendiri adalah Al-Quran namun ada kitab-kitab lainnya yang juga merupakan kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah tersebut antara lain:

1. Taurat

Taurat merupakan kitab suci yang diturunkan melalui Nabi Musa. Kitab Taurat diturunkan sekitar abad ke 12 sebelum masehi. Isi dari Taurat sendiri adalah firman-firman Allah yang ditujukan bagi bangsa Israel. Di dalamnya terdapat sejarah Nabi terdahulu hingga Nabi Musa dan kumpulan hukum.(Baca : Amal Jariyah)

2. Zabur

Zabur merupakan kitab suci yang dibawakan melalui Daud. Isi dari Zabur sendiri bukanlah syariat namun mazmur atau nyanyian pujian bagi Allah SWT. Nabi Daud sendiri meneruskan syariat yang telah dibawakan oleh Musa. Kitab Zabur berbahasa Qibti dan diturunkan sekitar abad ke-10 sebelum masehi.(Baca : Nama – Nama Nabi Dan Rasul)

3. Injil

Injil merupakan kitab suci yang diturunkan pada Nabi Isa. Kata Injil berasal dari Bahasa Yunani yaitu euangelion yang artinya kabar gembira. Injil tidak memiliki bahasan yang sistematis tentang tema-tema tertentu. Injil yang ada sekarang mengandung firman Allah dan riwayat Nabi Isa yang ditulis oleh generasi sesudah Nabi Isa. Kitab Injil mula-mula ditulis oleh murid-murid Nabi Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap dari ajaran Nabi Musa.(Baca : Macam – Macam Mukjizat Nabi)

4. Al-Quran

Al-quran merupakan kumpulan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia yaitu memberikan pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. Bahasa dalam Al-quran adalah bahasa Arab yang berupa prosa berirama, seperti puisi, epik dan simfoni yang terpadu dengan indah. Di dalamnya terdapat panduan hidup, filsafat, sejarah, peringatan, dasar hukum dan juga doa-doa. Umat Islam tidak disyariatkan untuk mempelajari kitab Taurat, Zabur, dan Injil namun diwajibkan untuk mempelajari Al-quran.(Baca : Fungsi Al-Quran Dalam Kehidupan)

Al-quran diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Al-quran memiliki nama-nama lain yaitu Al-Kitab, Al-Furqon, Adz-Dzikr, Al-Mau’idhah, Al-Hukm, Al-Hikmah, Asy-Syifa’, dan lain-lain. Awalnya Al Quran dicatat secara terpisah-pisah sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Setelah itu untuk mempermudah, maka dijadikan sebuah buku yang dibundel seperti yang kita jumpai saat ini. Pembukuan Al-quran dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.(Baca : Hukum Bacaan Al-qur’an)

Seorang muslim wajib mempelajari Al-quran karena merupakan kitab pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia agar tidak tersesat kejalan yang menjerumuskan manusia kedalam neraka. Manfaat Membaca Al- Qur’an dapat dipahami artinya sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Keajaiban Al-Qur’an Di Dunia adalah isinya, yaitu merupakan firman Allah SWT yang tidak ada keraguan di dalamnya sehingga umat Islam tidak perlu ragu terhadap isi dari Al-quran. Makna dari Al-quran sendiri memang perlu dipelajari dengan bantuan dari para ulama atau ahli tafsir Al-quran sehingga pengamalannya menjadi lebih tepat.(Baca : Fungsi Hadist terhadap Al-Quran)

4. Iman kepada para Rasul Allah

Rukun iman yang selanjutnya adalah iman kepada Rasul Allah. Rasul merupakan utusan Allah yang mendapatkan wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan serta mengamalkannya. Semua rasul pasti merupakan seorang Nabi, sedangkan Nabi belum tentu seorang rasul. Karena Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umat.(Baca : Keutamaan Cinta Kepada Rasulullah)

Menurut sebuah hadist, jumlah rasul menurut Islam sebanyak 312 rasul. Rasul-rasul yang terdapat dalam Al-quran dan hadits antara lain:

  1. Syits merupakan rasul yang diutus untuk memimpin keturunan Nabi Adam dan bani Qabil.
  2. Idris merupakan rasul yang diutus untuk bani Qabil yang ada di Babul, Irak, dan sekitarnya.
  3. Nuh merupakan rasul yang diutus untuk bani Rasi yang berada di selatan Irak.
  4. Hud merupakan rasul yang diutus untuk kaum Ad yang berada di Yaman.
  5. Shaleh merupakan rasul yang diutus untuk kaum Tsamud yang berada di Semenanjung Arab.
  6. Ibrahim merupakan rasul yang diutus untuk bangsa Kaldea di Irak.
  7. Luth merupakan rasul yang diutus untuk negeri Sadum dan Amurah di Syam, Palestina.
  8. Ismail merupakan rasul yang diutus untuk penduduk Al-Amaliq, bani Jurhum, dan Qabilah, Yaman, Mekkah.
  9. Ishak merupakan rasul yang diutus untuk penduduk di Al-Khalil, Palestina.
  10. Yaqub merupakan rasul yang diutus untuk Kan’an di Syam.
  11. Ayyub merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel dan bangsa Amoria.
  12. Syu’aib merupakan rasul yang diutus untuk kaum Rass, Madyan dan Aykah.
  13. Musa dan Harun merupakan rasul yang diutus untuk bangsa Mesir Kuno dan Bani Israel.
  14. Zulkifli merupakan rasul yang diutus untuk bangsa Amoria di Damaskus.
  15. Yunus merupakan rasul yang diutus untuk bangsa Assyria, Irak.
  16. Ilyas merupakan rasul yang diutus untuk funisia dan bani Israel.
  17. Ilyasa merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel dan kaum Syam.
  18. Daud merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel.
  19. Sulaiman merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel.
  20. Zakaria merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel.
  21. Yahya merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel.
  22. Isa merupakan rasul yang diutus untuk bani Israel.
  23. Muhammad merupakan rasul yang diutus di Jazirah Arab untuk seluruh umat manusia serta jin.

Macam – Macam Mukjizat Nabi seperti Nabi Muhammad, yang memiliki keistimewaan tersendiri karena merupakan rasul yang terakhir diturunkan dan setelah itu tidak ada lagi rasul yang diutus ke dunia. Umat Islam meyakini rasul-rasul Allah tersebut dan khusus Nabi Muhammad SAW, umat Islam mengikuti pedoman hidup yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW juga merupakan Nabi yang diberi kitab suci Al-quran yang wajib dipelajari oleh setiap umat Islam.

Baca artikel nabi Muhammad SAW :

[AdSense-B]

5. Iman kepada Hari Akhir

Hari akhir atau hari kiamat merupakan Tanda-tanda Akhir Zaman, hari dimana saat dunia dihancurkan dan manusia yang mati dibangkitkan. Seorang muslim wajib percaya bahwa akan ada hari kiamat dan nantinya manusia akan dibangkitkan. Ada beberapa Ciri-ciri Akhir Zaman atau tanda-tanda hari kiamat, tanda-tanda kecil akan terjadinya hari kiamat antara lain :

  • Penaklukan baitulmuqaddis
  • Pemimpin yang terdiri dari orang jahil dan fasik ; Tanda ini juga mulai terlihat dengan banyaknya pemimpin yang berperilaku tidak baik seperti melakukan korupsi, tidak menepati janji, ataupun lalai terhadap kewajibannya sebagai seorang pemimpin.(Baca : Hukum Korupsi Dalam Islam)
  • Banyak wanita yang berpakaian tapi sesungguhnya telanjang ; Para wanita memang terlihat berpakaian namun pakaiannya tersebut tidak menutupi auratnya sehingga tampak telanjang.(Baca : Ciri-Ciri Wanita Penghuni Neraka)

Tanda Hari Kiamat Lainnya

Selain tanda-tanda kecil tersebut ada juga Tanda – Tanda Kiamat besar terjadinya hari kiamat, tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Keluar sejenis binatang dari dalam bumi yang disebut dengan Dabbatul Ardhi
  • Munculnya Nabi-nabi palsu sampai berjumlah 30 orang
  • Dajjal mulai berkuasa;

Dajjal disebutkan memiliki fisik yang cacat dengan buta pada mata kirinya atau dikenal dengan makhluk satu mata. Dajjal dapat membuat orang-orang tersesat dan menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan.

  • Munculnya Imam Mahdi;

Imam Mahdi adalah seorang muslim yang dipilih Allah untuk menghancurkan kezaliman dan menegakkan keadilan sebelum datangnya hari kiamat. Imam Mahdi berasal dari umat Nabi Muhammad SAW dan sebenarnya orang tersebut tidak sadar bahwa dirinya adalah Imam Mahdi sampai Allah mengislahkannya pada suatu malam.

  • Turunnya Nabi Isa
  • Keluarnya suku Yakjuj dan Makjuj;

Suku Yakjuj dan Makjuj merupakan sekelompok manusia yang punya kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.

  • Matahari terbit dari ufuk barat
  • Terdengar tiupan sangkakala

Baca juga :

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Umat Islam wajib beriman kepada qada dan qadar. Qada dan qadar merupakan takdir Allah yang baik maupun yang buruk. Beriman pada qada dan qadar berarti yakin sepenuhnya bahwa ada ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk-Nya. Takdir sendiri merupakan ketentuan yang terjadi di alam semesta, yang sama artinya bahwa semua yang terjadi pasti ada takdirinya. Takdir sendiri memiliki dua jenis yaitu takdir mua’llaq dan takdir mubram.(Baca : Doa di Malam Lailatul Qadar)

  • Takdir Mua’llaq

Takdir mua’llaq merupakan takdir yang berhubungan dengan ikhtiar atau usaha yang dilakukan oleh manusia. Misalnya seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Ia belajar dengan tekun untuk mencapai cita-citanya tersebut. Saat dewasa ia akhirnya bisa menjadi dokter sesuai dengan yang ia cita-citakan.(Baca : Cara Menenangkan Hati)

  • Takdir Mubram

Takdir mubram merupakan takdir yang terjadi dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Misalnya saja setiap orang memiliki bentuk fisik yang berbeda, ada yang matanya besar dan ada yang matanya sipit.(Baca : Kecantikan Wanita Dalam Islam)

Sebagai seorang muslim kita perlu melakukan ikhtiar untuk mengusahakan kehidupan yang lebih baik tanpa melanggar aturan-aturan agama. Ikhtiar juga wajib dilakukan untuk menjalani kehidupan di dunia. Orang yang terlahir miskin bisa menjadi orang yang berkecukupan jika ia berikhtiar dan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Allah memang telah menentukan segala sesuatunya namun manusia berkewajiban untuk terus berikhtiar.(Baca : Cara Sukses Menurut Islam)

Di dalam kehidupan di dunia tak jarang kita Menghadapi Musibah atau takdir yang buruk seperti kemalingan, kematian, kecelakaan, dan lain sebagainya. Sebagai orang muslim kita harus bertawakal untuk menghadapi kejadian-kejadian yang buruk tersebut. Tentu kita wajar saja bersedih atas kejadian buruk tersebut namun jangan sampai kesedihan tersebut berlarut-larut dan sampai kemudian menyalahkan Allah karena kejadian tersebut.(Baca : Cara Mendapatkan Jodoh menurut Syariat Islam)

[AdSense-C]

Seorang muslim perlu terus bertawakal dan berikhtiar , karena Manfaat Tawakal dapat menjalani hidup di dunia dengan lebih tenang dan selalu mendapatkan ridhonya. Orang-orang yang bertawakal akan mendapatkan beberapa hal berikut ini:

  1. Limpahan sifat aziz atau kehormatan dan kemuliaan
  2. Keberanian dalam menghadapi musibah atau maut
  3. Tidak berkeluh kesah dan gelisah dalam menjalani hidup
  4. Mensyukuri setiap karunia Allah SWT.
  5. Percaya diri dalam menghadapi setiap persoalan
  6. Mendapat pertolongan, perlindungan, serta rezeki yang cukup dari Allah SWT.
  7. Mendapat kepercayaan dari orang lain dan dapat bermanfaat bagi orang lain

Hikmah beriman pada qada dan qadar yaitu:

  • Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar ; Orang yang percaya pada takdir Allah maka dapat lebih mudah dengan Cara Bersyukur terhadap apa yang telah dimiliki dan bersabar atas setiap cobaan yang diterima.(Baca : Keutamaan Sabar Dalam Islam)
  • Menjauhkan diri sendiri dari sifat sombong serta putus asa ; Orang yang percaya pada takdir Allah juga tidak akan mudah menyombongkan diri karena semua yang didapat merupakan pemberian dari Allah SWT disamping atas kerja keras yang dilakukan. Kita juga tidak akan mudah putus asa untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Sifat Sombong tidak sukai Allah SWT.
  • Memupuk sifat optimis serta giat berusaha ; Orang yang percaya pada takdir Allah akan memiliki sifat optimis dalam menjalani hidup dan tidak terlalu memikirkan kegagalan yang mungkin terjadi karena percaya ada Allah yang menyertainya.(Baca : Cara Agar Keinginan Cepat Terkabul)
  • Membuat jiwa menjadi lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dunia ; Orang yang percaya pada takdir Allah akan menjadikan Jiwa Tenang
    dalam menghadapi masalah yang menimpanya.

Artikel Lainnya :