Hukum Membayar Pajak Dalam Islam dan Dalilnya

Kata pajak dalam bahasa Arab disebut Adh-Dharibah yang artinya pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak. Menurut Imam Al Ghazali, pajak ialah apa yang diwajibkan oleh penguasa (pemerintahan Muslim) kepada orang-orang kaya dengan menarik dari mereka apa yang dipandang dapat mencukupi (kebutuhan masayarakat dan neagra secara umum) ketika tidak ada kas di dalam baitul mal.

Dalam sejarah agama Islam, pajak hanya diperuntukkan bagi mereka kaum non Muslim demi keamanan dan kenyamanan mereka yang hidup di bawah pemerintahan Islam.

Adapun pajak yang berlaku di masa pemerintahan Muslim dahulu adalah al Jiziyah (upeti dari ahli kitab kepada pemerintahan Islam), al Usyur (bea cukai bagi pedagang non Muslim yang masuk ke dalam negara Islam), dan al Kharaj (pajak bumi yang dimiliki pemerintahan Islam).

Sedangkan pajak yang kita kenal saat ini di negara kita adalah pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak pertambhaan nilai, pajak barang dan jasa, pajak penjualan barang mewah, dan sebagainya. Lalu bagaimana hukum membayar pajak yang dibebankan negara kepada kita saat ini?

Baca juga:

Terdapat dua pendapat ulama yang berbeda mengenai hal ini, pendapat pertama adalah tidak boleh membebankan pajak kepada kaum Muslim karena umat Islam telah dibebankan dengan zakat. Hal ini diperkuat dengan hadist Rasulullah SAW :

“Janganlah kalian berbuat zhalim (beliau mengucapkannya tiga kali). Sesungguhnya tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya.” (HR. Imam Ahmad V/72 no.20714, dan di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir no.7662, dan dalam Irwa’al Ghalil no.1761 dan 1459).

Dari hadist di atas, jelas terlihat bahwa pajak yang saat ini dikenakan kepada umat Muslim tidak seharusnya dipungut karena pemungutan pajak tidak dilandasi dari musyawarah dengan umat Muslim atas kerelaan hartanya ditarik oleh negara.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”(Q.S. An Nisa:29)

[AdSense-B]

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang mengisahkan dilaksanakannya hukum rajam terhadap pelaku zina (seorang wanita dari Ghamid), setelah wanita tersebut diputuskan untuk dirajam, datanglah Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu menghampiri wanita itu dengan melemparkan batu ke arahnya, lalu darah wanita itu mengenai baju Khalid, kemudian Khalid marah sambil mencacinya, maka Rasulullah SAW bersabda: 

“Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya perempuan itu telah benar-benar bertaubat, sekiranya seorang pemungut pajak bertaubat sebagaimana taubatnya wanita itu, niscaya dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim III/1321 no: 1695, dan Abu Daud II/557 no.4442. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah hal. 715-716)

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa mereka yang mengambil pajak secara zhalim adalah mereka yang mengerjakan dosa, untuk itu mereka yang menarik pajak disarankan untuk segera bertaubat.  Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman saat manusia tidak peduli dari mana mereka mendapatkan harta, dari yang halalkah atau yang haram” (HR Bukhari kitab Al-Buyu : 7)

Baca juga:

[AdSense-A] Sedangkan pendapat kedua, membolehkan dipungutnya pajak dari kaum Muslim dengan beberapa syarat dan kondisi, diantaranya adalah jika negara benar-benar membutuhkan dan dalam keadaan genting jika pajak tidak ditarik. Hal ini dilandasi oleh firman Allah SWT:

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Artinya: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”(Q.S. Al Baqarah:177)

Allah SWT menyuruh kita untuk menolong mereka yang membutuhkan, apalagi jika negara dalam keadaan genting maka seluruh rakyat harus membantu. Jika dalam posisi seperti ini, maka pajak diperbolehkan untuk dipungut demi keselamatan negara. Perbuatan ini juga termasuk jihad dengan harta.

ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (Q.S. At Taubah:41)

Baca juga:

Itulah dua pendapat dari para ulama mengenai pemungutan pajak. Pajan sesungguhnya hanya diperuntukkan bagi kaum non Muslim dan hanya boleh dipungut jika negara dalam keadaan genting dan tidak terdapat kas sama sekali. Lalu bagaimana dengan negara yang tetap memungut pajak walaupun kas negara masih melimpah? Hal seperti ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena termasuk kedzaliman terhadap rakyat. Namun jika pemimpin tersebut adalah seorang Muslim, maka kita tidak diperbolehkan untuk melawan.

Rasulullah SAW menerangkan kepada para sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum bahwa akan datang di akhir zaman para pemimpin yang zhalim. Kemudian beliau ditanya tentang sikap kaum muslimin : “Bolehkah melawan/memberontak?”. Lalu Rasulullah SAW menjawab ; “Tidak boleh! Selagi mereka masih menjalankan shalat” 

Rasulullah SAW bersabda

 “Akan datang sesudahku para pemimpin, mereka tidak mengambil petunjukku dan juga tidak melaksanakan tuntunanku. Dan kelak akan ada para pemimpin yang hatinya seperti hati setan dalam jasad manusia.” Maka aku (Hudzaifah) bertanya: “Wahai Rasulullah, apa yang aku perbuat jika aku mendapati hal ini?” Beliau bersabda: “Hendaklah engkau mendengar dan taat kepada pemimpinmu walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah dengar dan taat kepadanya.” (HR. Muslim III/1475 no.1847 dari Hudzaifah Ibnul Yaman radliyallahu’anhu)

Demikianlah artikel mengenai hukum membayar pajak dalam Islam. Semoga kita semua terhindar dari segala keburukan dan selalu mendapat rahmat Allah SWT. Aamiin.

Konsep Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam

Sebelum kita membahas tentang kesetaraan gender, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara jenis kelamin dan gender. Jenis kelamin adalah pembagian dua jenis kelamin secara biologis sejak lahir, yakni pria dan wanita. Sedangkan gender adalah sifat yang melekat pada pria dan wanita yang memberikan perbedaan sifat pada jenis kelamin.

Saat ini sedang gencar diteriakkannya masalah kesetaraan gender antara pria dan wanita di setiap negara.  Berbagai tuntutan seperti persamaan kedudukan pria dan wanita di lembaga pemerintahan hingga kesetaraan kewajiban dalam berkarir.  Seluruh tuntutan tersebut dilantangkan dengan membawa nama hak asasi manusia.

Baca juga:

Pemikiran tentang emansipasi wanita pun digaungkan ke seluruh penjuru. Meneriakkan batas-batas hak dan kewajiban wanita yang menurut mereka tidak seharusnya ada. Mulai dari kebebasan berpakaian yang tidak seharusnya diatur menggunakan pakaian tertutup hingga sahnya sholat yang dipimpin oleh seorang wanita, walaupun makmumnya pria

Jauh sebelum dunia modern menuntut tentang kesetaraan gender, Islam telah mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan kedudukan antara ptia dan wanita.

Dalam sejarah agama Islam, dahulu sebelum Islam tiba, wanita adalah mahluk yang dianggap lemah dan tidak pantas melakukan apa pun layaknya wanita jaman sekarang. Bahkan jika ada bayi yang lahir dengan jenis kelamin wanita, bayi itu langsung dibunuh atau dikubur hidup-hidup.

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Artinya:  “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. (QS. An-Nahl : 58)

يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

Artinya: Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl : 59)

Namun setelah kedatangan Islam, hak-hak dan kewajiban wanita dalam kehidupan bermasyarakat diatur dengan baik. Bahkan Islam memuliakan wanita dengan berbagai keistimewaanya. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Artinya :  “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S. An Nisa : 19)

Begitu pula dengan Rasulullah SAW yag bersabda : Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

Dari ayat dan hadist di atas, dapat kita ketahui bahwa Islam sangat memuliakan wanita. Namun konsep kesetaraan gender yang dilantangkan para feminis berbeda dengan konsep kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Kesetaraan gender yang digubah dalam kalangan feminis melewati batas-batas kodrat wanita yang sesungguhnya. Mereka menyamaratakan seluruh aspek dalam kehidupan pria dan wanita sehingga mendobrak dan menghancurkan keteraturan hidup.

Baca juga:

[AdSense-B]

Sedangkan dalam Islam, wanita dan pria adalah dua jenis mahluk yang berbeda. Pria memiliki fisik yang jauh lebih kuat daripada wanita. Dan wanita memiliki perasaan dan sensitivitas yang lebih daripada pria. Keduanya berbeda namun saling melengkapi. Inilah salah satu fungsi agama dalam keteraturan hidup yang memang dirancang Allah SWT. Tidak ada akhlak dalam Islam yang mengajarkan tentang menyamakan pria dan wanita, keduanya punya porsi tersendiri sesuai kemampuan masing-masing.

Konsep kesetaraan gender dalam Islam adalah kesetaraan dalam keimanan dan ketakwaan. Islam memandang sama pria dan wanita dalam tingkat keimanan masing-masing. Sebagaimana firman Alah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwadi antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujurât:13)

Jumlah amal seseorang baik itu pria maupun wanita diukur dengan kadar yang sama tanpa melihat jenis kelaminnya. Inilah konsep kesetaraan gender dalam Islam yang sesungguhnya tanpa melewati batas kodrat manusia itu sendiri.

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Maka Wanita yang saleh adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (memberi taufik kepadanya)” (Q.S. an-Nisâ :34)

Baca juga:

[AdSense-A]

Bukti lain bahwa Islam sangat menghargai wanita adalah :

  1. Wanita wajib menutup aurat ketika keluar rumah

Islam sangat menghargai wanita. Wanita ibarat perhiasan berjalan yang akan menarik perhatian siapa pun. Untuk itulah Islam mewajibkan wanita untuk memakai jilbab demi menjaga harga dirinya agar tidak diganggu dan mudah dikenali sebagai Muslim. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. al Ahzab:59)

  1. Wanita wajib berada di rumah dan hanya boleh keluar jika ada izin suami

Dengan beradanya wanita di dalam rumah, maka ia akan terjauh dari perbuatan dosa dan fitnah.

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Artinya: Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S. al Ahzâb : 33)

Baca juga:

Kesetaraan gender dalam Islam bukanlah menyamakan atau membuat wanita menjadi pria atau sebaliknya. Justru hal itu akan membuat Allah SWT menjadi marah karena telah menyalahi kodrat yang telah ditentukan.

Umar bin Khattab berkata: “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Azza wa Jalla memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Azza wa Jalla akan menjadikan kita hina dan rendah”.

Demikianlah pembahasan tentang kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Islam merupakan agama yang sangat adil dan mulia terhadap umatNya. Semoga kita semua selalu berpedoman pada Al-Quran dan hadist yang menjadi sumber syariat Islam agar terhindar dari berbagai ancaman yang mampu merusak aqidah kita. Aamiin.

Sejarah Rohingya di Myanmar dan Konfliknya

Belakangan ini hampir seluruh situs berita internasional sedang menyorot sebuah krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar dengan Rohingya sebagai headline beritanya. Rohingya sendiri adalah sebuah kelompok etnis di Myanmar yang tinggal di wilayah Arakan yang termasuk negara bagian di barat Myanmar dan secara langsung berbatasan dengan Bangladesh. Nama Rohingya memiliki arti ‘penduduk muslim Rohang atau Roshang’, dimana Rohang sendiri adalah nama wilayah tersebut sebelum berganti menjadi Arakan.

Di Arakan, selama bertahun-tahun umat Muslim yang merupakan warga minoritas sering mengalami tindak kekerasan. Hingga pada tahun 2012 Arakan menyita perhatian dunia internasional akibat adanya bentrok berdarah antara kelompok mayoritas dengan minoritas yang menewaskan hingga lebih dari 200 orang. Akibat bentrok itu pula, 140.000 warga minoritas lain terpaksa mengungsi ke daerah lain. Hingga saat ini konflik antara warna mayoritas dengan minoritas di Arakan masih belum berhenti. (Baca juga: Islam Di Amerika)

Selama ini, publik mengetahui bahwa Rohingya adalah warga muslim minoritas yang menjadi korban penganiayaan oleh warga mayoritas di Myanmar. Myanmar sendiri merupakan sebuah negara yang mayoritas penduduknya menganut keyakinan Buddha. Lalu, bagaimana sejarah keberadaan muslim minoritas tersebut di Myanmar? Bagaimana sebenarnya sejarah asal mula Rohingya di Myanmar?

baca juga:

Keberadaan Rohingya di Myanmar

Sebenarnya, kelompok etnis beragama Islam di Myanmar bukan hanya Rohingya. Ada juga orang-orang keturunan Arab, Moor, Pathans, Moghuls, Bengali dan Indo-Mongoloid yang juga beragama Islam. Populasi mereka mencapai 1 juta jiwa dan sebagian besar tinggal di Kota Maungdauw dan Buthidaung sebagai mayoritas.

Berdasarkan klaim pemerintah Myanmar, Rohingya tidak memenuhi syarat sebagai warga negara Myanmar. Hal ini didasarkan pada UU Kewarganegaraan yang disusun oleh militer pada tahun 1982, yang mendefinisikan bahwa warga negara adalah kelompok etnik yang secara permanen telah menetap dalam batas-batas modern Myanmar sebelum tahun 1823. Tahun tersebut adalah tahun sebelum perang antara Inggris dan Myanmar tercetus pertama kali. Pemerintah Inggris dipercaya sebagai pihak yang menyebabkan migrasi Rohingya ke Myanmar. Hal ini menyulut kebencian internal negara Myanmar sehingga tahun 1823 dijadikan acuan penentu kewarganegaraan.

Jika mengacu pada cerita yang diyakini oleh mayoritas warga Myanmar, Rohingya adalah pendatang baru. Warga muslim Rohingya dikabarkan merupakan keturunan imigran yang berasal dari Bangladesh pada masa colonial. Namun, belakangan menurut Gregory B. Poling, cerita tentang asal-usul warga Rohingya ini terbukti palsu.

baca juga:

Bahkan, pada tahun 1799, Francis Buchanan yang merupakan ahli bedah, bersama perusahaan British East India, mengunjungi Myanmar dan bertemu dengan seorang penduduk muslim di Rakhine. Mereka menyebut diri mereka sebagai Rooinga, penduduk asli Arakan. Hal ini menjadi tanda bahwa muslim Rohingya telah lama berada di Rakhine, setidaknya 25 tahun sebelum tahun 1823.

[AdSense-B]

Sementara itu, sejarah mencatat dengan jelas bahwa kelompok etnik Rohingya telah berada di Rakhine sejak berabad yang lalu. Berdasarkan beberapa sumber, Rohingya telah tinggal di Arakan, yang saat ini bernama Rakhine, sejak abad ke-7 sementara sumber lainnya menyebut abad ke-16. Saat itu adalah masa Kerajaan Mrauk U dengan raja Buddhis yang bernama Narameikhla atau Min Saw Mun sebagai pemimpinnya. Raja Narameikhla sendiri sebelumnya, selama 24 tahun, berada di pengasingan di Kesultanan Bengal. Namun, dengan bantuan Sultan Bengal bernama Nasirudin, Narameikhla mendapatkan tahta di Arakan.

Kesultanan Bengal sendiri merupakan kerajaan Islam di abad pertengahan yang mulai berdiri pada tahun 1342. Daerah kekuasaan Kesultanan Bengal meliputi Bangladesh saat ini, India bagian timur, hingga Myanmar bagian barat. Narameikhla, yang telah mendapat tahta di Arakan, kemudian bersyahadat dan berganti nama menjadi Suleiman Shah. Dia pun membawa orang-orang Bengali untuk membantu kegiatan administrasi pemerintahannya dan terbentuklah kelompok Muslim pertama di Arakan.

baca juga:

Pada tahun 1420, Arakan memproklamirkan kemerdekaannya sebagai kerajaan Islam di bawah kepemimpinan Raja Suleiman Shah. Kekuasaan kerajaan Islam Arakan bertahan cukup lama, hingga 350 tahun. Namun, pada tahun 1784 kekuasaan berhasil direbut kembali oleh Raja Myanmar. Hingga pada tahun 1824 Arakan menjadi koloni Inggris. Lama-kelamaan, populasi komunitas muslim di kawasan Arakan pun semakin berkurang.

Bukti sejarah di atas, menurut Gregory B. Poling, menunjukkan bahwa kelompok Muslim Arakan tersebut sebagai asal muasal Rohingya saat ini. Kelompok inilah yang kemudian berasimilasi dengan para imigran dari Bangladesh selama hingga setelah zaman penjajahan Inggris.

Baca juga:

Sementara itu, setelah Myanmar merdeka dari penjajahan Inggris, pemerintahan dengan sistem parlementer Myanmar 1948-1962 mengakui kewarganegaraan Rohingya. Peristiwa ini sekaligus menyisihkan kepercayaan yang berkembang mengenai Rohingya adalaha ‘pendatang baru. Seiring dengan pengakuan ini, dokumen-dokumen resmi pun dimiliki oleh Rohingya dan mereka juga bisa menikmati fasilitas negara. Bahkan, pada masa itu terdapat segmen tersendiri di radio nasional yang menggunakan Bahasa Rohingya.

Maung Zarni, seorang mantan peneliti di London School of Economics, memiliki beberapa dokumen dengan Bahasa Myanmar yang menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap kewarganegaraan Rohingya selama masa kepemimpinan U Nu dan tahun-tahun awal pemerintahan Ne Win. Dokumen ini ada dalam bentuk pernyataan publik, siaran resmi di radio, serta buku dan dokumen yang dicetak dan dikeluarkan oleh pemerintah.

[AdSense-A] Setelah kemerdekaan Myanmar ini, beberapa anggota parlemen yang menyebut diri mereka berkewarganegaraan Rohingya menentang saat wilayah yang dihuni etnik tersebut dimasukkan ke negara bagian Rakhine. U Nu akhirnya memutuskan wilayah Ruthidaung, Maundauw dan Rathedaung sebagai wilayah Administrasi Perbatasan Mayu pada tahun 1961. Kawasan ini terpisah dari Rakhine yang mayoritas dihuni oleh umat Buddha. Namun, semua hal ini berubah drastis sejak pemerintahan dipimpin oleh diktator Ne Win.

baca juga:

Disebutkan dalam sebuah buku berjudul ‘Burma: A Nation at the Crossroads’ yang ditulis oleh Benedict Rogers, bahwa seorang pejabat di era pemerintahan Ne Win membuat pengakuan bahwa sang diktator membuat kebijakan tak tertulis untuk menyingkirkan warga yang beragama Islam, Kristen, Karens dan beberapa etnik lain. Pemerintahan diktator ini juga melucuti kewarganegaraan Rohingya secara sistematis. Hal ini dimulai dengan pemberlakuan UU Imigrasi Darurat 1974 dan UU Kewarganegaraan 1982 sebagai klimaksnya.

Hal ini membuat warga yang berkewarganegaraan Rohingya yang tinggal di wilayah Administrasi Perbatasan Mayu ‘dilimpahkan’ ke wilayah Rakhine. Sejak itu, ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri ke negara terdekat, yaitu Bangladesh, sebagai akibat adanya serangan brutal pada tahun 1978 dan 1991. Sejak saat itu pula, hak-hak orang Rohingya sebagai warga negara diabaikan oleh pemerintah. Pemerintah Myanmar juga menanamkan pemahaman pada para generasi muda Myanmar bahwa Rohingya merupakan kelompok penyusup, pendatang ilegal dan memiliki tujuan ‘menggulingkan’ Buddha yang merupakan agama mayoritas di Myanmar. (Baca juga: Manfaat Toleransi Antar Umat Beragama)

Sejarah Konflik di Rohingya

Seperti yang telah dibahas secara singkat sebelumnya, situasi buruk yang dialami umat muslim Rohingya berawal sejak Perang Dunia Kedua, ketika Myanmar dijajah oleh Inggris. Selama pemerintahan Inggris di tahun 1824 hingga 1942, Arakan diberi izin untuk mengatur daerahnya sendiri. saat itu, Arakan relatif aman dan hanya sedikit pemberontakan yang terjadi. (Baca juga: Bahaya ISIS Bagi Kehidupan Bernegara)

Namun, pada tahu 1942, pasukan Jepang menyerang Birma (Myanmar saat ini) yang menyebabkan pasukan Inggris mundur dan terjadi kekosongan pemerintahan. Hal ini membuat kondisi tidak stabil dan pada saat itulah terjadi tindak kekerasan antara Muslim Rakhine dan Rohingya. Pembantaian terjadi dan membuat muslim Rohingya terpaksa migrasi secara besar-besaran ke Bengal.

Pada Januari 1948, Burma merdeka namun ketegangan antara pemerintah Birma dengan muslim Rohingya tetap berlanjut. Gerakan-gerakan dengan politik dan persenjataan tetap berlangsung. Sekitar 13.000 orang muslim Rohingya, di camp pengungsian India dan Pakistan, berusaha mencari perlindunga. Mereka pun ditolak kembali ke Birma karena kewarganegaraannya tidak diakui oleh pemerintah. Sejak saat itu pula, muslim Rohingya seperti tidak memiliki negara. Bahkan, seperti yang disebutkan sebelumnya, pada tahun 1962, Jenderal Ne Win yang diktator melakukan penindasan yang sistematis terhadap muslim Rohingya dengan membubarkan organisasi politik dan sosial Rohingya. (Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Demokrasi)

Pemerintah Birma membawa pasukan untuk mengusir ribuan muslim Rohingya dengan membakar pemukiman mereka, membunuh hingga memperkosa muslim Rohingya. Mereka pun segera mengungsi ke Bangladesh untuk mencari perlindungan. Hingga tahun 1978, sekitar 200.000 muslim Rohingya tercatat masuk ke Bangladesh untuk melarikan diri. Upaya pengusiran ini terus berlanjut dan sayangnya tidak semua negara mau menerima pengungsi dari Rohingya ini.

Berdasarkan data Human Right Watch, sejak tahun 2012 hingga 2014 terdapat 300.000 warga muslim Rohingya yang terusir dari Myanmar. Pada tahun 2015, Rohingya juga mendapat perhatian internasional akibat adanya ‘Krisis Pengungsi Rohingya’, yaitu saat orang muslim Rohingya berbondong-bondong menempuh perjalanan melalui laut untuk melarikan diri. Tujuan pelarian mereka adalah beberapa negara di Asia Tenggara dan Malaysia menjadi tujuan utamanya.

baca juga:

Demikian penjelasan terkait bagaimana muslim rohingya yang tinggal di Myanmar. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

11 Peninggalan Sejarah Islam di Dunia

Selama 14 abad lamanya umat Islam membangun peradaban di dunia sejak awal kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hingga saat ini Islam telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan (baca sejarah islam di Arab Saudi). Perubahan yang dimaksud adalah dalam hal ilmu pengetahuan (baca islam dan ilmu pengetahuan) serta hal-hal yang mengatur segala aspek kehidupan manusia meskipun pada dasarnya semua itu didasari pada al-qur’an dan Hadist yang menjadi pedoman hidup umat muslim (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia).

Sejarah peradaban Islam dimulai ketika Islam disempurnakan ajarannya oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya Islam meluas dan menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk ke Benua Amerika dan Benua Eropa (baca perkembangan islam di Eropa dan islam di Amerika). Islam berkembang dengan pesat pada abad pertengahan meninggalkan beberapa hal-hal dalam sejarah yang merupakan bukti dari kemajuan peradaban Islam pada masa itu. Peninggalan-peninggalan sejarah peradaban Islam terdapat di berbagai wilayah di dunia dan dijaga sebagai peninggalan yang memiliki makna bagi umat Islam itu sendiri. Adapun peninggalan-peninggalan tersebut mencakup peninggalan dalam bidang ilmu pengetahuan arsitektur hukum ekonomi politik dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang peninggalan sejarah islam tersebut simak penjelasan berikut ini adalah :

Peninggalan Tempat Suci

Salah satu peninggalan penting dalam peradaban umat Islam adalah bangunan-bangunan bersejarah yang merupakan tempat ibadah maupun kiblat bagi umat muslim sebagian besar peninggalan tersebut berada di Jazirah Arab dan sekitarnya diantara peninggalan sejarah islam tersebut antara lain :

  1. Ka’bah

Ka’bah merupakan peninggalan dalam sejarah umat Islam yang merupakan kiblat bagi seluruh umat muslim di dunia. Ka’bah atau Baitullah yang ada di Kota Mekah Arab Saudi bukan hanya simbol dari kiblat umat muslim di dunia akan tetapi merupakan bangunan yang telah anda sejak zaman Nabi Adam alaihissalam selanjutnya kabar dipugar oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail saat ini Ka’bah merupakan pusat Islam tempat yang harus dikunjungi oleh umat Islam tatkala melaksanakan ibadah haji di tanah suci. (baca syarat wajib haji)

2. Masjidil Haram

Masjidil Haram adalah peninggalan peradaban umat Islam yang sampai saat ini masih merupakan masjid terbesar di dunia yang dikunjungi oleh Jutaan umat dari seluruh penjuru dunia pada musim Haji maupun di waktu lainnya umat Islam berbondong-bondong mengunjungi masjid ini karena masih di ini merupakan salah satu bangunan gimana doa setiap umat Islam akan dikabulkan atau diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala masjid ini dibangun sejak masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin dan telah banyak mengalami pembangunan hingga saat ini untuk menambah kenyamanan Para jamaah yang datang untuk beribadah di dalamnya.

3. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah salah satu masjid yang didirikan pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Masjid itu dibangun di tempat Rasulullah pertama kali datang ke Madinah tepatnya di atas tanah tempat unta Rasulullah berhenti masjid ini juga merupakan salah satu masjid terbesar di dunia yang dikunjungi oleh umat Islam pada saat ibadah haji maupun umroh di masjid ini juga terdapat makam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sehingga dapat dikatakan Masjid Nabawi sangat bersejarah bagi umat Islam

4. Masjidil Aqsa

 Masjidil Aqsa adalah masjid yang terletak di daerah Yerusalem yaitu kota suci di daerah atau negara Palestina yang dulu pernah menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindahkan kembali ke Ka’bah atau Baitullah. Yerussalem juga dikenal sebagai pusat agama nasrani dan yahudi (baca sejarah yahudi dalam islam).

Masjidil Aqsa juga dikenal sebagai tempat naiknya Rasulullah pada saat peristiwa Isra Mi’raj yaitu ketika Rasulullah naik ke atas langit atau sidratul muntaha untuk bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan menerima perintah sholat. Masjid  ini tadinya hanya merupakan bilik kecil tempat ibadah Umar bin Khatab dan kemudian dibangun dan saat ini masih digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat Islam di Palestina dan sekitarnya.

5. Masjid Quba

Masjidil Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah di daerah purba yang masih berada di daerah wilayah Jazirah Arab. Masjid ini dibangun pada tahun pertama hijriyah atau tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Masjid ini bahkan di sebutkan Allah SWt dalam salah satu ayatnya dan disebutkan masjid quba dibangun atas dasar taqwa.

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

“Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (QS At taubah : 108)

Peninggalan Mushaf Alqur’an

Alqur’an adalah kitab suci umat islam yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh kaum muslimin yang beriman (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan). Alqur’an sendiri mulai dibukukan sejak zaman Rasulullah SAW seperti yang dilakukan oleh Zaid bin Tsabit. Adapun peninggalan Alqur’an yang disebut sebagai Alqur’an tertua di dunia berada di negara Uzbekistan di kota Tasyken tepatnya disimpan dalam sebuah musium di Hasimam. Selain mushaf Alqur’an tersebut ada mushaf tua lainnya yang banyak di teliti oleh ilmuwan Eropa dan disimpan dalam perpustakaan mereka.

[AdSense-B]

Peninggalan di Bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitektur umat Islam juga banyak meninggalkan bangunan-bangunan cantik dan indah yang dihiasi dengan berbagai macam pahatan dan ornamen dan hingga saat ini bangunan tersebut masih dikagumi oleh para wisatawan terutama yang berada di daerah tersebut beberapa contoh bangunan tersebut antara lain istana Azzahra yang berada di kota Cordoba dan istana Alhambra yang ada di wilayah Granada, Spanyol. Istana tersebut tidak hanya peninggalan umat Islam pada saat itu akan tetapi juga sebagai bukti bahwa pada abad pertengahan umat Islam telah mengalami kejayaan dan kemasyuran dan hal ini berbeda dengan kondisi masyarakat Barat pada saat itu yang masih berada dalam kegelapan kemiskinan dan keterbelakangan

Meskipun istana tersebut saat ini sudah menjadi keruntuhan seperti halnya Medina Azzahra namun tidak dapat melihat peninggalan lain yakni masjid Cordoba yang merupakan bagian dari istana tersebut meskipun masjid ini telah diubah fungsinya menjadi gerja namun tetap dapat dilihat pda dindingnya terukir kaliman syahadat. Selain itu benteng Alhambra yang merupakan bagian dari istana Alhambra di Granada juga masih dapat disaksikan oleh para wisatawan saat ini yang dikagumi karena keindahan arsitekturnya.

 Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan

Saat ini kita tahu bahwa ilmu pengetahuan berkembang besar di dunia barat teknologi yang berkembang di sana lebih maju dibandingkan dengan teknologi yang dimiliki oleh umat Islam saat ini tapi tahukah bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh bangsa barat saat ini merupakan peninggalan dari umat Islam di abad pertengahan beberapa ilmuwan besar lahir pada masa kejayaan Islam dan membawa dasar bagi ilmu-ilmu yang berkembang di dunia saat ini beberapa diantaranya adalah

  1. Ilmu kedokteran Ibnu Sina

Ibnu Sina adalah salah seorang ilmuwan Islam yang lahir pada abad ke 10 Masehi Ia lahir di Uzbekistan salah satu negara atau wilayah yang berada dalam kekuasaan pemerintahan Islam pada masa atau abad pertengahan. (baca perkembangan islam abad pertengahan). Ibnu Sina yang juga dikenal dengan nama Avicenna oleh para ilmuwan barat,  menulis sebuah kitab yang menjadi dasar ilmu kedokteran saat ini dan kitab tersebut masih menjadi acuan bagi para dokter selama 17 abad lamanya. Kitab yang dituliskan yakni Al Qanun Fi thib atau the Canon of medicine telah banyak disadur ke dalam berbagai bahasa di dunia yang dipelajari oleh para ilmuwan dari seluruh dunia

2. Ilmu aljabar dalam matematika

Kita tentunya mengenal ilmu matematika atau ilmu hitung yang kita pelajari di sekolah namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ilmu aljabar atau angka-angka yang kita gunakan adalah adaptasi dan ilmu yang didasari oleh penemuan Al Khawarizmi,  seorang ilmuwan yang lahir di abad pertengahan. Al Khawarizmi atau yang juga dikenal dengan nama algebra di dunia barat menemukan sistem numerik yang saat ini digunakan di seluruh dunia untuk menggantikan angka romawi yang pada saat itu digunakan yang dianggap tidak praktis. (baca hakikat pendidikan islam dalam filsafat)

Selain Ibnu Sina dan Al Khawarizmi banyak ilmuwan Islam lain yang telah memberikan sumbangan ilmu dibidang nya masing-masing misalnya Jabir Ibnu hayyan yang merupakan ilmuwan di bidang kimia dan Al Jazari yang merupakan ilmuwan pertama yang menemukan prinsip humanoid atau robot yang diterapkan pada suatu  jam air. Prinsip yang digunakan oleh Al Jazari tersebut saat ini menjadi dasar ilmu robotik dan banyak mendapatkan penghargaan dari ilmuwan ilmuwan ternama saat ini termasuk para ilmuwan di dunia barat. Peninggalan peradaban Islam dalam dunia ilmu pengetahuan yang banyak menyumbang bagi kemajuan peradaban dunia saat ini. (baca sejarah islam dunia dan sejarah agama islam)

[AdSense-C]

Peninggalan di Bidang Militer dan Persenjataan

Sejak jaman Rosulullah umat Islam terlalu banyak mengenal strategi dan cara untuk berperang. Rasul sendiri adalah seorang yang ahli dalam strategi perang dan banyak dikagumi oleh para lawannya. Strategi perang tersebutlah yang juga mengantarkan umat Islam dalam masa kejayaannya termasuk dalam menguasai wilayah di benua Eropa termasuk Spanyol dan Andalusia. Beberapa peninggalan dalam bidang militer antara lain

  1. Benteng Al hambra di Granada

Benteng Alhambra yang terletak di kota Granada Spanyol. Benteng Ini adalah pusat pertahanan tentara Islam pada saat itu sekaligus pusat pemerintahan karena dalam benda disebut juga ada istana Alhambra tempat dimana khalifah Bani Abbasiyah tinggal. saat ini benteng tersebut masih berdiri kokoh dan dpat disaksikan oleh para wisatawan. hal yang membuat takjub bahwa pada masa tersebut umat islam sudah mampu membangun benteng yang sedemikian besar dan megahnya.

2. Pedang Damaskus

Peninggalan lainnya yang saat ini masih menjadi misteri bagi para ilmuwan modern adalah pedang tertajam di dunia yang mengejutkan para tentara perang salib karena pedang ini dapat menembus baju zirah tentara Nasrani. Pedang ini sangat terkenal karena dipegang oleh pemimpin kaum muslimin Shalahuddin Al ayyubi pada saat itu. Pedang ini disebut dengan pedang damaskus dan telah diteliti oleh para ilmuwan ternyata pedang ini mengandung senyawa Nano yang dibuat dengan teknologi yang sangat tinggi pada masa itu meskipun saat ini para ilmuwan belum dapat mengetahui bagaimana cara pedang itu dibuat dan menjadi salah satu teknologi di bidang Nano.

Semua peninggalan sejarah tersebut hendaknya membuat kita para umat Islam dan lebih termotivasi untuk kembali memajukan peradaban umat Islam yang kini tertinggal oleh dunia barat terutama sejak Islam terusir dari negara Spanyol dan para masyarakat barat menghapuskan jejak dan menghapus ilmu yang dikembangkan umat islam di abad pertengahan. (baca juga : tempat bersejarah islam)

Sejarah Peradaban Islam di Dunia

Setelah hampir 14 abad lamanya umat Islam membangun peradaban tentunya ada beberapa catatan penting yang menjadi sejarah dalam pembangunan peradaban tersebut. Islam sebenarnya bukanlah agama yang baru saja hadir 14 abad yang lalu akan tetapi ajaran Nya telah disempurnakan pada saat itu oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Sam sendiri adalah agama yang mengajarkan ketauhidan dan perintah untuk menyembah Allah Hal ini telah berlaku sejak zaman Nabi Adam alaihissalam hingga saat ini. Adapun Catatan sejarah yang termasuk dalam peradaban Islam dapat diketahui dalam penjelasan berikut ini mengenai sejarah peradaban islam . (baca juga sejarah islam dunia dan sejarah agama islam).

Islam Sebelum Kerasulan Muhammad SAW

Masyarakat dunia menganggap bahwa Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW akan tetapi sebenarnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam As meskipun ajarannya belum disempurnakan (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia dan hakikat penciptaan manusia).

  • Masa kenabian sebelum rasulullah

Sebelum diutusnya Rasulullah SAW para nabi dan rasul sebelumnya hanya menyampaikan wahyu ataupun ajarannya kepada umatnya masing-masing dan hal ini berbeda dengan Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW yang bersifat universal. Seperti halnya para nabi dan rasul yang diutus kepada beberapa kaum contohnya Nabi Musa Alaihissalam yang diutus pada kaum Bani Israil maupun Nabi Luth yang diutus kepada kaum Negeri Sodom (baca nama-nama nabi dan rasul dan macam-macam mukjizat nabi ).

  • Kondisi Manusia pada masa sebelum kenabian Muhammad

Pada masa itu Islam belum banyak dianut oleh masyarakat dan para nabi serta Rasul mendapat pertentangan yang sangat keras dari kaumnya dan bahkan tidak jarang di antara mereka yang mendapatkan siksaan dan perlakuan yang kejam dari para kaum kafir.

Meskipun demikian ada beberapa kejadian penting yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam sebelum kenabian Muhammad SAW seperti dibangunnya atau dipugarnya Baitullah yang saat ini dikenal sebagai Ka’bah oleh Nabi Ibrahim As beserta putranya Ismail As. Sejarah Islam pun berlanjut dari Nabi ke nabi dan rasul ke Rasul pada setiap zaman dan akhirnya peradaban Islam yang baru dimulai setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia. (baca Keutamaan cinta kepada Rasulullah bagi umat islam dan kisah teladan nabi Muhammad)

Islam Pada Masa Kerasulan Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 rabi’ul Awwal tahun gajah dan kelahirannya merupakan suatu awal penyempurnaan agama Islam yang dianut oleh umat muslim dunia saat ini. Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang menerima wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui Malaikat Jibril dan kemudian Wahyu tersebut dikenal sebagai kitab Alquran yang menjadi pedoman hidup bagi kaum muslimin. Tidak hanya Alquran saja yang menjadi pedoman bagi umat muslim akan tetapi segala perkataan dan perbuatan Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang dikenal dengan Hadits Rasulullah juga menjadi pedoman lain dalam menentukan segala aspek kehidupan manusia terutama umat Islam. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan)

Pada masa kepemimpinan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam banyak kejadian yang terjadi dan tercatat dalam sejarah umat Islam diantaranya

  • Peperangan Umat islam

Umat islam pada masa Rasulullah melakukan peperangan dalam Perang Uhud, Perang Badar, dan beberapa perang lainnya selain itu rasulullah juga berhasil merebut kota Mekah dengan terjadinya peristiwa Fathul Mekah. Setelah terjadinya peristiwa Fathul Mekah banyak Masyarakat khususnya kaum Arab yang masuk Islam cara berbondong-bondong dan selanjutnya dimulailah pembangunan dan segala sesuatu yang mendukung perkembangan Islam dan dakwah di Jazirah Arab (baca jazirah islam).

  • Pengembalian fungsi ka’bah dan Pembangunan Mekah

Saat itu Ka’bah kembali disucikan dan berhala-berhala yang ada di sekitarnya yang merupakan sembahan kaum Quraisy dihancurkan. Rasulullah SAW dan umatnya pun membangun beberapa masjid besar seperti Masjid Nabawi, masjid-masjid lainnya yang digunakan sebagai tempat beribadah umat muslim pada saat itu.

Islam juga Mulai disebarkan ke negara atau daerah lain di luar Arab seperti halnya saat Rasulullah mengirim utusan kerajaan Persia dan beberapa kerajaan lain yang ada di sekitar Jazirah Arab meskipun Rasulullah mengalami banyak penolakan dari negeri tersebut. Setelah Rasul wafat maka kepemimpinan umat Islam dan peradabannya dilanjutkan oleh para khalifah yang dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin.(baca 10 tempat bersejarah dalam islam)

Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Khulafaur Rasyidin atau empat khalifah besar yang memimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,  memberi pengaruh yang berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan peradaban Islam di dunia. Empat hal tersebut adalah Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib. Beberapa peristiwa penting yang terjadi pada masa kekhalifahan tersebut diantaranya adalah

  1. Masa Khalifah Abu Bakar As Siddiq

Abu Bakar As Siddiq adalah khalifah pertama yang diangkat setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As Siddiq banyak hal yang terjadi diantaranya terjadinya perang riddah di mana peran tersebut adalah untuk memerangi kaum yang murtad. Salah satunya adalah kaum Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai nabi palsu. Selain itu Khalifah Abu Bakar as-siddiq mulai melakukan pembinaan administrasi kepemerintahan dan memberlakukan musyawarah kepemimpinan untuk menentukan Segala keputusan yang menyangkut umat. Ekspansi dan penyebaran Islam Bung mulai dilakukan hingga ke negeri Syria.

  1. Masa Khalifah Umar Bin Khattab.

[AdSense-A] Pada masa kepemimpinan Umar Bin Khattab terdapat beberapa pembenahan dalam sistem kepemerintahan salah satunya adalah integrasi pembangunan administrasi, dan pemisahan kekuasaan legislatif,yudikatif dan eksekutif. Selain itu Khalifah Umar Bin Khattab juga memberlakukan sistem gaji bagi para pegawai pemerintahan,pajak, kepolisian,baitul mal, dan pembukuan mushaf Alquran.

  1. Masa Khalifah Usman Bin Affan

Pada masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan Islam mulai disebarkan dan ekspansi telah mencapai Turki,  Armenia dan sekitarnya. Kekuasaan Islam di daerah-daerah tersebut dipegang oleh Marwan bin Hakam. Selain itu pada masa Khalifah Usman juga terjadi pembangunan Daerah Arab khususnya perluasan Masjid Nabawi di Madinah.

  1. Masa khalifah Ali bin Abi Tholib

Masa kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib tidak berlangsung lama dan banyak hal yang terjadi membuat pecahan diantara umat muslim pemberontakan para kaum murtad. Banyak pejabat yang dipecat pada masa ini dan khalifah Ali juga menarik tanah wakaf serta memberlakukan diskriminasi pajak. Setelah kepemimpinan Ali berakhir maka berakhir pula lah masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Selanjutnya pemerintahan Islam Diteruskan oleh kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

 Islam Pada Masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah

Setelah masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin berakhir makalah kepemimpinan umat Islam di Jazirah Arab pada umumnya dipegang oleh kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Pada masa kepemimpinan dua dinasti ini Islam mengalami kemajuan pesawat dan mulai disebarkan ajarannya hingga ke Eropa. (baca perkembangan islam di Eropa)

  •  Masa Daulat Bani Umayyah

Dinasti Bani Umayyah berlangsung selama 90 tahun lamanya dan kepemimpinan baiklah berbentuk monarki hereditas sistem kerajaan yang pemimpinnya diturunkan atas nasab (baca arti nasab)atau keturunan para raja.  Pusat pemerintahan dan ibukota Bani Umayyah ada di damaskus dan mereka menganut Islam aliran sunni. Pada masa Bani Umayyah Islam mulai masuk ke Eropa melalui Spanyol atau daerah Andalusia.

Terjadi peperangan antara tentara Islam yang dipimpin oleh Thariq Bin Ziyad dengan pasukan raja Visigoth dari Spanyol yang dikenal dengan perang Guadalitte. Setelah Setelah mengalami perluasan wilayah dan beberapa kemunduran yang disebabkan oleh banyaknya tokoh yang berkhianat dan pemerintahan tipu muslihat akhirnya kekuasaan Bani Umayyah berakhir dan selanjutnya Diteruskan oleh daulat Bani Abbasiyah.

  •  Masa daulat Bani Abbasiyah

Daulat Bani Abbasiyah mulai berkuasa sejak berakhirnya kepemimpinan Bani Umayyah dan pemerintahan Bani Abbasiyah berlangsung sekitar 508 Tahun Lamanya. Pemerintahan Bani Abbasiyah dipengaruhi oleh kerajaan Persia dan Turki serta mencapai puncak keemasannya pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid pada tahun 786 hingga 809 Masehi dan putranya Al Ma’mun yang berkuasa dari tahun 813 hingga 833 Masehi.

Pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah berubah-ubah sesuai dengan raja yang berkuasa pada saat itu dan pusat pemerintahannya berada di Kota . Dinasti Bani Abbasiyah menganut Islam aliran Syiah dan pada masa kepemimpinan Bani Abbasiyah, Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat di bidang ilmu pengetahuan dan bahkan melebihi dunia barat saat itu. Pada akhirnya kekuasaan bani Abbasiyah mengalami kehancuran akibat persaingan antar bangsa konflik keagamaan dan ancaman kerajaan di Eropa serta gaya hidup mewah dari para raja mereka itu sendiri.

[AdSense-B]

 Islam Di Dunia Barat Abad Pertengahan

Setelah islam mengalami perluasan hingga ke Eropa maka terjadilah banyak perubahan dan perkembangan kehidupan umat Islam pada saat itu terutama di abad pertengahan. Pada saat itu terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kondisi kehidupan umat Islam di Eropa dengan bangsa barat yang tinggal di benua tersebut.

  •  Kondisi bangsa barat pada abad pertengahan

Abad pertengahan yang berlangsung sekitar tahun ke-7 hingga tahun ke-11 Masehi dapat dikatakan sebagai abad kegelapan bagi bangsa barat terutama di Eropa. Ilmu pengetahuan belum banyak berkembang dan masyarakat barat saat itu tinggal dalam lingkungan yang kumuh, liar, dan kota terbesar nya hanya berpenduduk tidak lebih dari 25000 jiwa. Rumah-rumah dan bangunan yang ada di sana hanya terbuat dari batu dan mereka tinggal di dalamnya bersama dengan binatang peliharaan.

Jalan jalan yang ada di kota Eropa pada abad pertengahan belum mendapatkan penerangan mereka tidak memiliki  sistem drainase atau saluran air. Banyak wabah penyakit yang terjadi saat itu karena masyarakat Barat belum mengetahui cara menjaga kebersihan dengan baik. Artinya kehidupan mereka pada saat itu sangatlah jauh dari kemakmuran sebagaimana yang diceritakan oleh sejarawan mereka sendiri terutama mengenai kehidupan bangsa anglo-saxon yang mendiami kawasan Inggris. (baca perkembangan islam di Inggris dan Islam di Amerika)

  •   Kondisi Masyarakat Islam pada abad pertengahan

Bisa dibilang kondisi umat Islam pada abad pertengahan terutama yang mendiami wilayah Spanyol dan Andalusia di Eropa sangat berbeda dengan kondisi bangsa barat pada umumnya. Kota-kota yang didiami oleh umat Islam seperti Cordoba Granada dan kota lainnya telah memiliki lebih dari satu juta jiwa penduduk. Ilmu pengetahuan dan arsitektur berkembang dengan pesat kota-kota yang ada di sana dilengkapi dengan penerangan jalan yang sangat baik atau sistem saluran air yang digunakan untuk menjaga kebersihan Kota dan lingkungan. Bangunan indah dan taman-taman yang dibangun pada masa itu seperti istana Az Zahra Cordoba dan benteng Alhambra atau istana Alhambra Granada.

Pada masa ini juga lahir ilmuwan-ilmuwan Islam yang membawa perubahan bagi sistem pendidikan umat Islam khususnya di bidang kedokteran, matematika, filsafat, dan lain sebagainya. Beberapa ilmuwan muslim dari abad pertengahan yang terpopuler pada saat itu antara lain Ibnu Sina atau Avicenna yang lahir pada abad pertengahan atau sekitar tahun ke-11 Masehi penulis buku dasar ilmu kedokteran yang saat ini digunakan oleh para ilmuwan ataupun dokter di dunia barat buku itu dikenal dengan nama Al Qanun Fi thib atau Canon of medicine.

Selain Ibnu Sina ilmuwan lain yang terkenal pada masa itu adalah Khawarizmi yang menemukan dasar-dasar ilmu matematika dan sistem numerik yang digunakan dalam ilmu tersebut hingga saat ini atau yang dikenal dengan ilmu aljabar. (baca islam dan ilmu pengetahuan)

Kemunduran Peradaban Islam

Tidak hanya ilmu-ilmu tersebut banyak hal-hal lain dan perkembangan yang dialami oleh masyarakat yang membangun peradaban Islam namun akhirnya peradaban tersebut hancur akibat beberapa hal diantaranya

  • Adanya peperangan yang mengalahkan tentara muslim sehingga mereka harus Terusir dari benua Eropa. Kerajaan-kerajaan barat bersatu dan mengusir umat Islam dari Eropa dengan sangat kejam
  • Peradaban Islam di timur juga dihancurkan oleh bangsa Mongol yang terkenal kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Sejak saat itu peradaban Islam mengalami kemunduran dan bangsa barat mulai mengalami kemajuan dikarenakan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh dari bangsa muslim sebelumnya. Mereka menghancurkan semua ilmu pengetahuan dan menyalin kitab-kitab dan ilmu yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan muslim pada saat itu.

Kerajaan-kerajaan tersebut akhirnya melakukan ekspansi dan perluasan wilayah ke Asia dan Amerika serta benua lainnya untuk menyebarkan agama mereka dan mencari kekayaan. Meskipun peradaban Islam setelah abad pertengahan mengalami kemunduran akan tetapi Islam tetap dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia dan saat ini Islam adalah salah satu agama yang banyak berkembang di berbagai belahan dunia. (baca sejarah islam di Arab Saudi)

Sejarah Islam di Arab Saudi

Arab atau yang saat ini dikenal sebagai Arab saudi adalah suatu negara di wilayah timur tengah yang menjadi pusat agama islam karena bangunan ka’bah yang merupakan bangunan suci umat islam terletak di negara ini. Islam memeiliki sejarah yang panjang terutama di awali oleh lahirnya nabi Muhammad SAW di tanah Arab. Islam memang diajarkan oleh nabi Muhammad yang lahir dan tinggal di Arab akan tetapi islam tidak lahir dari daerah Arab. Islam adalah agama yang dibawa sejak nabi Adam dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW atau Rasulullah sebagai nabi terakhir atau rasul penutup. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah islam di Arab simak penjelasan berikut ini. (baca sejarah islam dunia dan perkembangan islam)

Kondisi Arab Sebelum Kedatangan Islam

Negara Arab atau jazirah terletak di Asia barat dan dikelilngi oleh laut Iraq, laut Merah dan Samudera Hindia di tiga sisi penjurunya. Masyarakat Arab sebelum kedatangan islam dalam hal ini adalah islam yang disempurnakan nabi Muhammad SAW dikenal sebagai masyarakat jahiliyah atau masyarakat yang tinggal dalam kebodohan atau kegelapan. Sebenarnya islam atau ketauhidan sudah ada di tengah masyarakat Arab sejak nabi Ibrahim dan Ismail yang mendirikan ka’bah.

Lalu setelahnya kepercayaan itu mulai luntur dengan adanya ajaran sesat menyembah berhala dari masyarakat Syam yang dibawa oleh Amir bin Lubai. Ia mengatakan bahwa berhala tersebut adalah perantara Tuhan dengan makhluknya. Awalnya ajaran tersebut hanya dilakukan oleh masyarakat Mekah yang bahkan membuat ratuasan berhala dan meletakkannya sekeliling ka’bah. Sebagian pendudukan Arab menganut nasrani, yahudi (baca sejarah yahudi )dan agama kepercayaan yang menyembah berhala. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini

“Patung-patung yang ada pada zaman Nabi Nuh AS merupakan  patung-patung yang disembah pula dikalangan bangsa Arab setelah itu. Adapun  Wudd adalah berhala yang disembah oleh suku Kaib di Daumatul Jandal. Suwa adalah sesembahan Hudzail. Yaghuts sesembahan suku Murad, kemudian berpindah ke Bani Gatifdi yang terletak di lereng bukit Saba.”

Tradisi Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam

Adapun pada saat itu masyarakat Arab dikenal sebagai kaum yang sangat mencintai kaumnya dan gemar berperang dengan suku lainnya. Tradisi masyarakat jahiliyah juga sangat kejam pada masa itu. Mereka memperlakukan wanita dengan tidak hormat, mengubur anak perempuan hidup-hidup karena menganggap anak perempuan sebagai pembawa sial. Para kaum lelaki juga dapat melakukan apa saja pada para wanita misalnya bebas menikah dan menceraikan wanita semaunya. Selain itu pada zaman Arab sebelum datangnya islam, para budak diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi oleh para majikannya. (baca kedudukan wanita dalam islam dan peran wanita dalam islam)

Masyarakat Arab pada saat itu melakukan kegiatan ekonomi dengan cara berdagang. Mereka mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya bahkan hingga ke luar negeri seperti India dan China. Di bidang politik saat itu Arab dikelilingi oleh tiga kekuasaan besar diantaranya kerajaan Bizantium yang merupakan kerajaan nasrani, Kekaisaran persia yang penduduknya menganut agama Zoroaster serta Dinasti Himyar yang pada saat itu menguasai wilayah Arab bagian selatan. (baca juga perkembangan islam di Eropa dan Islam di Amerika)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Islam datang dengan diawali kelahiran nabi Muhammad SAW yang menyempurnakan ajaran Allah SWT dari nabi-nabi sebelumnya. Pada masa jahiliyah kaum Arab, jahiliyah seorang nabi penutup zaman nabi Muhammad SAW yang dilahirkan dari seorang wanita bernama Siti Aminah dan ayahnya Abdullah bin abdul Muthalib. Nabi Muhammad lahir ada tanggal 12 rabiul awal tahun gajah atau 20 April 571 M, disebut tahun gajah karena tahun itu Gubernur Abissinia yang bernama Abrahan datang menyerang kota Mekah dengan pasukan gajah namun Allah SWt mendatangkan burung Ababil yang melempari mereka dengan batu panas. Nabi Muhammad dilahirkan sebagai anak yatim, ayahnya meninggal tujuh bulan sebelum ia dilahirkan dan ibunya meninggal di Abwa saat mendatangi makam ayah Muhammad SAW. (baca keutamaan cinta kepada Rasulullah bagi umat islam)

Setelah kepergian ibunya, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muthallib yang merupakan salah satu sesepuh atau pemuka kaum Quraisy yang ada di Mekah. Dua tahun kemudian, sang kakek pun meninggal dunia dan selanjutnya paman nabi Abu Thalib mengasuh nabi Muhammad SAW hingga dewasa. Nabi Muhammad SAW diberi gelar AlAmin karena ia dapat dipercaya dan ia telah bekerja menggembala ternak sejak kecil. Kemudian ia berdagang bersama pamannya dan bertemu dengan Siti Khadijah yang akhirnya menjadi istri nabi Muhammad SAW. (baca istri-istri Nabi SAW dan sifatnya)[AdSense-B]

Kenabian dan Kerasulan Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWt ke dunia untuk meluruskan kembali ajaran yang benar. Sebelum menginjak usia 40 tahun, nabi belum mendapatkan wahyu dan kerasulannya. Menjelang kerasulannya yakni pada saat beliau berusia 40 tahun, beliau sering berdiam diri atau mengasingkan diri di luar kota Makkah seperti halnya dalam gua hira. Nabi muhammad menerima wahyu pertamanya yakni surat Al Alaq 1 sampai 5 pada tanggal 17 ramadhan atau pada 6 Agustus tahun 610M yang dibawa oleh malaikat Jibril.

Sejak diangkat menjadi rasul maka nabi Muhammad SAW menyampaikan wahyu tersebut pada umatnya dan secara diam-diam melakukan dakwah pada orang-orang terdekatnya. Pertama-tama ia menyampaikan dakwah pada keluarganya dan istrinya Khadijah lalu lama kelamaan dakwah Rasulullah dilakukan secara terang-terangan. Meskipun mendapat perlawanan keras dari masyarakat Arab saat itu atau kaum Quraisy, Rasulullah tidak gentar dengan segala ancaman tersebut. Usaha dakwah danpenyebaran agama islam selama 13 tahun di Makkah kemudian karena terancam, Rasulullah hijrah ke  yatsrib atau madinah dan disana ia juga berdakwah selama 10 tahun.

Dakwah Rasulullah SAW

Rasulullah tidak henti-hentinya menyiarkan dakwah pada umatnya saat itu. Beliau mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan kemudian disampaikan kepada umatnya. Wahyu-wahyu tersebut lantas disusun dalam satu kesatuan yakni Alqur’an yang merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Dalam alqur’an ada dua ayat yang dapat diteukan yakni ayat makiyah atau yang diturnkan dimekah dan ayat madaniyah yakni ayat-ayat yang diturunkan di Madinah (baca ciri-ciri ayat makiyah dan madaniyah dan perbedaanya). Jika pada saat di Mekah Rasul mendapatkan ayat tentang ketauhidan, di Madinah beliau SAW mendapatkan wahyu yang lebih berisi tentang hukum, petunjuk ibadah, dan hal-hal yang menyangkut kehidupan manusia. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

Meskipun saat itu Rasul telah pindah ke Mekah tetap saja kaum Quraisy memusuhinya sehingga Allah SWt memerintahkan Muhammad beserta kaumnya untuk berjihad dan memerangi kaum kafir Quraisy. Islam mendapatkan kemenangan di hampir seluruh peperangan keculai dalam perang uhud dimana umat islam mengalami kekalahan karena tidak patuh pada Rasul SAW. [AdSense-C]Namun pada akhirnya umat muslim berhasil menang dari kaum quraisy dan menguasai mekah lewat peristiwa Fathul mekah. Pada saat itu masyarakat Mekah berbondong-bondong masuk islam dan mengimani Allah SWt beserta Rasulnya Muhammad SAW. (baca mualaf dan kisah mualaf masuk islam)

Islam di arab setelah rasulullah SAW Wafat

Setelah peristiwa fathul Mekah, rasulullah SAW tetap melaksanakan dakwahnya dan meyebarkan islam hingga keluar jazirah Arab. Pada masa itu kehidupan masyarakat Arab mulai membaik dan seluruh suku dan kaum yang ada di Arab bersatu sebagai satu bangsa. Rasulullah SAW kemudian wafat setelah hampr 23 tahun berdakwah dan kepemimpinan islam selanjutnya dibawa oleh Khulafaur rasyidin yakni empat sahabat nabi yaitu Abu bakar Asy Syidiq, Umar bin Khatab, usman bin Affan dan Ali bin Abi thalib. Setelah masa khalifah tersebut berakhir, islam tetap berkembang di Arab dan muncul dinasti-dinasti yang menjadi pemimpin bagi masyarakat Arab hingga saat ini.(baca kisah teladan nabi Muhammad SAW)

Perkembangan Islam Abad Pertengahan

Sejarah islam dunia selalu memiliki hikmah dan kisah yang menginspirasi bagi umat islam di masa-masa selanjutnya. Sejarah Yahudi pun turut andil dalam perkembangan dan kemunduran islam di dunia. Sudah sepatutnya sejarah islam menjadi bagian dari pendidikan islam. Hal ini dikarenakan hakikat pendidikan islam dan filsafat pendidikan islam banyak dipengaruhi oleh sejarah islam di masa lalu sebagai pembentuknya. Apalagi, di masa kini tengah berkembang paham bahaya islam liberal yang merusak filsafat dan epistemologi islam.

Masa perkembangan islam abad pertengahan dimulai dari tahun 1250-1800 M. Di zaman ini islam mengalami dua fase yang bertentangan yaitu sebagai fase kemajuan dan sekaligus fase kemunduran. Fase yang saling bertentangan, namun sangat mempengaruhi perkembangan islam di masa-masa yang selanjutnya.

Dinasti Abbasiyah di abad pertengahan, dianggap sebagai puncak peradaban islam yang menghantarkan islam meraih golden age dan menghasilkan berbagai karya yang mengubah pandangan dunia. Akan tetapi, pasca kehancuran dinasti Abbasiyah, islam pun mengalami kemundurandalam banyak hal, terutama disebabkan masalah sosial politik.

Setelah mundurnya Dinasti Abbasiyah, muncul dinasti-dinasti lainnya seperti Dinasti Usmaniyah di Turki, Safawiah di Persia, dan Mughal di India. Di mulai tahun 1500 M hingga 1800 M kerajaan-kerajaan tersebut menemukan kejayaannya masing-masing. Namun, tidak lama setelah masa kejayaannya mereka mengalami kemunduran dan akhirnya mengalami kehancuran. Adanya kemajuan pada tiga kerajaan tersebut banyak dipengaruhi atau diwariskan oleh kemajuan di masa periode Dinasti Abbasiyah yang konsen pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerajaan Islam Turki Ustmani

Kerajaan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan islam di abad ini adalah terdapat di Kerajaan Islam Turki Ustmani.

Kerajaan ustmani adalah salah satu kerajaan islam yang didirikan oleh bangsa Turki dari Kabilah Oghuz yang berada dalam wilayah Mongol dan daerah utara negeri China yang bernama Usmani atau Usmani Idan. Mereka memploklamirkan diri sebagai Raja besar keluarga Usman pada tahun 1300 M (699 H). Kerajaan ini selanjutnya memperluas wilayah kekuasaannya ke benua Eropa dan menyerang daerah Byzantium (Kota Boressa, 1317 M) setelah tahun 1326 dijadikan sebagai Ibukota Negara.

Di masa kerajaan Orkhan, kerajaan usmani menaklukkan amir pada tahun 1327 M, Tahawasyanly, tahun 1330 M, uskandar tahun 1338 M, Ankara 1354 M, dan Galipoli tahun 1356 M. Wilayah tersebut adalah bagian benua Eropa yang ditaklukkan Kerajaan Usmani.

Dalam beberapa abd, kerajaan Usmani, dalam beberapa abad, dipandang sebagai negara yang kuat terutama dalam sektor militer. Kemajuan kerajaan usmani adalah banyak dalam bidang pemerintahan dan kemiliteran, ilmu pengetahuan dan budaya, pembanguan masjid-masjid, sekolah, rumah sakit, gedung, jembatan, saluran air, pemandian umum, dan agama yang didominasi oleh fatwa atau pemikiran ulama dan menjadi hukum yang berlaku.

Di masa pemerintahan Sultan Al Qanuni, kerajaan usmani mengalami masa kemunduran yang dipengaruhi oleh beberapa problem. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Keheterogenan Penduduk Turki
  • Tidak dapat menguasai wilayah yang luas
  • Lemahnya kepemimpinan
  • Lemahnya moral pada masyarakat islam
  • Krisis ekonomi
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi yang kurang berkembang sebagaimana sebelumnya

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pada Abad Pertengahan

Di beberapa wilayah kekuasaan islam di abad pertengahan dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan mengalami perkembangan. Salah satunya di masa Kerajaan Mongol yang banyak dibangun sekolah-sekolah yang banyak mengajarkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, filsafat, logika, geomoteri, sejarah, geografi, matermatika, dan politik.

Di wilayah mesir, banyak terjadi perkembangan ilmu pengetahuan seperti sejarah, astronomi, matematik, dan ilmu-ilmu agama yang luas. Dalam sejarah tercatat, terdapat nama-nama besar seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Taghribardi.

Di dalam bidang astronomi dikenal nama Nasir Al dan Al Tusi. Di bidang matematika Abu Faraj Al’Ibry. Bidang kedokteran : Abu Al Hasan, Ali Al Nafis yaitu penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia. Dalam budang ophtamologi dikenal nama salah Salaahuddin bin Yusuf yang terkenal juga Ibnu Taimiyah yang terkenal dalam bidang keagamaan.

Pada masa pemerintahan Mamud Ghazan yang merupakan raja ketujuh Dinasti Ilkhania membangun perguruan tinggi untuk mahdzab ulama Syafii dan Hanafi, perpustakaan besar, observatorium, dan gedung-gedung lainnya yang memiliki fungsi besar untuk ummat saat itu.[AdSense-B]

Di masa Kerajaan Syafawi, Ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembanga besar, diantaranya adalah ilmuwan-ilmuwan sebagai berikut :

  • Baha Al Din Al Syaerazi adalah Generalis ilmu pengetahuan
  • Sadar Al Din Al Syaerazi seorang Filosof
  • Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damad seorang Filosof, sejarah, teolog, dan observer lebah

Pada abad pertengahan juga terdapat cendekiawan muslim seperti An Nuwairy, Ibnu Fadlullah, dan Jalaluddin As Suuyuti yang berhasil membuat buku yang berjudul Mausu’at yang berisi tentang sekumpulan berbagai ilmu pengetahuan.

Dalam hal keagamaan, di Abad pertengahan terdapat berbagai karya yang dibuat oleh ulama-ulama india berupa kitab yang memuat tentang kumpulan fatwa dari Mazhab Hanafi. Buku ini dibuat atas permintaan Sultan Abu Al Muzaffar Muhyidin yang dikenal dengan sebutuan Kitab Al Alfatwa Al Alamgariyah.

Ulama besar lainnya ada di Mesir saat pemerintahan Mamluk. Terdapat ulama-ulama besar seperti Ibnu Hajar Al Asqalani, Ibnu Khuldun, Ibnu Hajar, dsb. Ibnu Hajar memiliki karya buku dengan judul Fath Al Baru fi Syarh Al Bukhari. Sedangkan Ibnu Khaldun adalah sejarawan dan ahli sosiologi islam.

Ulama besar lainnya di abad pertengahan seperti Ibnu Katsir, Imam Nawawi, dan Jalaluddin Al Mahali beserta Jalaluddin Assuyuti. Semuanya adalah ulama tersohor dari Abad pertengahan yang terkenal dan karyanya sangat digunakan hingga asaat ini.

Perkembangan Kebudayaan Islam

Perkembangan kebudayaan islam di abad pertengahan muncul beberapa diantaranya adalah terlihat dari beberapa bangunan dan arsitektur yang dibangun disana seperti, Masjid Al Muhamadi, Masjid Agung Sulaiman, Masjid Abi Ayyub Al Ansari disertai dengan kaligrafi dan ukiran yang indah. 235 bangunan oun dibangun dan diatur oleh Sinan yang merupakan seorang arsitek dari Anatolia di Masa Kerajaan Usmani.

Adapun di abad pertengahan muncul nama-nama sastrawan yang hidup dan berakrya di masanya, diantaranya adalah :

  • Fuzuli dengan karya yang berjudul Shikeyetname atau pengasuan, tinggal di Irak
  • Jalaluddin Ar Rumiyang, yang membuat puisi 33.000 bair dan dibuat dalam waktu 10 tahun
  • Sa’adi Syuraj dari Persia, dengan karya Bustan dan Kebun
  • Fariduddin Al Attar, dengan karyanya Mantiq At Tair atau Musyawarah Bunga
  • Hamzah Fansuri, Nuruddin Ara Raininir, dan Syamsudin Pasari, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang

Hikmah dari Perkembangan Islam Abad Pertengahan

Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari perkebangan islam di abad pertengahan. Hal ini untuk menjadikan kita belajar dari sejarah di masa lalu dan meperbaiki kesalahan atau kekurangannya di masa yang akan datang.

  1. Pengunaan Akal dan Ilmu Pengetahuan

Penggunaan akal dan ilmu pengetahuan sangat dibuka dan didukung. Untuk itu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang. Tidak dibatasi oleh ilmu apapun, namun ilmu yang bermanfaat dan menunjang hingga hari ini bisa kita dapatkan dari banyak sumbangsih dari ulama di Abad Pertengahan.

Islam dan ilmu pengetahuan adalah satu kesatuan. Contohnya saja bagaimana tentang proses penciptaan manusia dalam Al-Quran tidak bertentangan dengan Ilmu Biologi. Padahal, ilmu biologi baru lahir jauh setelah Al-Quran turun. Tentu membuktikan bahwa islam bukan agama yang jauh dari kebenaran ilmu.

Kemajuan suatu ummat atau bangsa tidak akan terjadi tanpa adanya keluluasan akal dan ilmu pengetahuan yang digunakan dan dikembangkan. Tujuan hidup menurut islam manusia adalah sebagai khalifah fil ard. Konsep manusia dalam islam dan hakikat manusia menurut islam adalah untuk mengabdi dan membangun bumi-nya dengan sebai-baik kondisi. Tanpa penggunaan akal dan ilmu pengetahuan maka hal ini sulit untuk dilakukan.

  1. Dukungan Pemimpin di Masa Tersebut

Adanya dukungan pemimpin di masa tersebut membuat islam dan perkembangan pengetahuan bisa berkembang sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Untuk itu, sangat penting adanya elaborasi antara pemimpin dan hubungan yang baik dengan masyarakat untuk menghasilkan karya-karya spekakuler yang luar biasa besar.[AdSense-C]

  1. Masalah Sosial dan Politik

Masalah sosial dan politik tentunya adalah hal yang mengahcnrukan atau memudarkan kejayaan islam di masa tersebut lembat waktu demi waktu. Adanya berbagai kepentingan golongan, kerajaan, dan friksi-friksi yang terjadi di masyarakat membuat akhirnya kemunduruan islam terjadi. Hikmah besar adalah kepentingan islam adalah kepentingan bersama dan universal. Adanya kerajaan dan kepentingan perseorangan atau kelompok bukanlah di atas segalanya melainkan hal yang harus di nomer duakan.

Di masa kini islam tengah berkembang sebagaimana ada Perkembangan Islam di Inggris, Islam di Amerika, dan terdapat banyak kisah Mualaf yang lahir disana. Untuk itu perkembangan islam di abad kapanpun dan di daerah manapun hendaknya masuk dalam tujuan pendidikan islam, agar umat islam mengenal sejarahnya lebih mendalam dan mengambil hikmah yang sebanyak-banyaknya.

Perkembangan Islam di Inggris

Semenjak kelahirannya di kota Mekkah, islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sampai di wilayah Jazirah Arab saja. Semakin lama, perkembangan islam semakin tinggi dan meluas hingga ke berbagai pelosok dunia lainnya. Pada awalnya hanya ditemui di kota Mekkah dan Madinah, kini kita bisa mengetahui bahwa dalam sejarah islam dunia, islam dikenal oleh segala kalangan usia, suku, ras, dan kebangsaan. (Sejarah Yahudi, juga turut menyertai sejarah perkembangan islam)

Ajaran islam yang meluas hingga berbagai penjuru dunia dan diterima oleh segala kalangan membuktikan bahwa islam adalah agama yang universal. Kisah teladan nabi Muhammad pun mulai dikenal dan dijadikan sebagai acuan moral dan nilai-nilai kehidupan. Tak salah Muhammad pun menjadi orang nomor 1 dunia, yang ditulis oleh Michael Hart.

Kehadiran islam dalam sejarah tidak pernah sedikitpun membawa ajaran yang justru berorientasi pada merugikan atau menghancurkan orang lain. Islam justru membawakna Rahmat, karena islam adalah Rahmatan lil Alamin. Ajaran islam membawakan rahmat bagi semesta alam, tanpa memandang suku dan budaya.

Kehadiran islam yang meluas hingga kini tentunya membawakan jejak tersendiri bagi perkembangan dan perluasannya. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW hingga kini dianut dan disebarkan terus menerus kepada berbagai generasi ke generasi, di dakwahkan dalam berbagai sektor masyarakat, dan terus tetap adaptif namun tidak pernah melewati prinsip, ketika menghadapi zaman. Inggris adalah salah satu wilayah atau negara yang banyak dibicarakan oleh berbagi kalangan. Perkembangan islam di Inggris cukup menggembirakan dan banyak kisah mualaf bermula dari sana.

Berkembangnya Agama Islam di Negara Inggris

Dalam dua dekade terakhir warga Inggris yang masuk muslim hampir dua kali lipatnya. Hal ini merupakan bentuk perkembangan yang luar biasa di negeri yang juga pada awalnya banyak didominasi oleh agama nasrani dan nilai-nilai atheisme.

Di abad 16 hingga berkembang ke abad 18, islam mulai masuk ke Inggris melalui imigran yang berasal dari Yaman, Gujarat, dan Timur Tengah. Saat Terusan Suez dibuka tahun 1869, pendatang muslim banyak berdatangan dan membentuk pemukian baru di kota-kota pelabuhan yang ada di London, Liverpool, dan Newcastle. Lama kelamaan pemukiman yang didominasi muslim tersebut banyak mendidikan masjid-masjid dan melakukan kegiatan sosial baik di masyarakat dan universitas yang ada di Inggris.

Islam yang juga turut berkembang di kampus-kampus inggris, membuat akhirnya pertukaran nilai-nilai dan budaya di antara mahasiswa inggris turut terjalin. Banyak mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Libya, Iran, Turki, Saudi, Palestina, dan lain-lain yang merupakan mahasiswa muslim. Kebanyakan dari mereka juga turut andil dalam dakwah islam disana.

Proses kebangkitan islam juga dirasakan di Inggris semenjak ada World Islam Festival yang di mulai pada April-Juni tahun 1976. Saat itu panitia berhasil mengumpulkan berbagai barang dan kebudayaan islam dari hampir 30 negara islam yang ditampilkan. Ada juga literatur-literatur yang ada dalam sejarah islam.

Perkembangan islam di Inggris sangat membanggakan dan membuat tentunya islam berkembang di sana hinga ke negara Eropa lainnya. Untuk itu, menjadi tugas umat islam untuk mengenalkan islam semakin intens dan luas, dengan wajah islam yang ilmiah, damai, dan moderat.

Ajaran Universal Berkembang di Manapun Berada

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat malnusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS As Saba : 28)

Dengan perkembangan islam di Eropa, khususnya Negara Inggis, hal ini membuktikan bahhwa islam adalah agama yang universal. Budaya dimana islam lahir (Arab) dan Inggris sangat jauh berbeda. Hal serupa juga terjadi dengan Islam di Amerika yang mulai muncul dan berkembang, walau juga banyak yang membenci dan berpikiran negatif.

Di tengah perbedaan tersebut islam bisa diterima, diterapkan dengan baik tanpa harus ada friksi suku dan kebangsaan. Apalagi bangsa Inggris atau Eropa dalam kenyataannya, memiliki masyarakat yang sudah berpikir kritis, bebas, dan cenderung haus akan bukti-bukti yang dapat dipertanngungjawabkan.

Islam tentunya mampu menunjukkan hal tersebut. Hal ini disebabkan oleh hal berikut ini :

  1. Ajaran Islam Mampu Diuji dan Dipertanggungjawabkan

Ajaran islam adalah ajaran yang bersifat rasional. Tidak ada satupun ajaran islam dan kepercayaan islam yang tidak bisa dibuktikan dengan pertanggungjawaban yang yang masuk akal. Banyak sekali para ilmuwan dan profesor yang masuk islam karena membuktikan sendiri kebenaran islam.

Beberapa orang ada yang takut dan khawatir ketika memahami islam, merasa islam adalah agama yang hanya untuk diyakini saja. Justru, kebenaran islam adalah kebenaran universal. Dilihat dari sisi manapun dan sudut apapun kebenaran akan tetap benar begitupun hal-hal mendasar seperti masalah Ketuhanan, Kenabian Muhammad, Mukjizat, dsb.

Sebagai contoh, islam mengakui Tuhan yang satu (Esa) adalah Allah. Tidak ada satupun Tuhan lain ataupun sesuatu yang lain yang menyayingi llah Allah. Andai kata ada banyak Tuhan maka tentunya hal yang tidak masuk akal, mana mungkin yang disebut dengan penguasa berjumlah banyak. Tentu bukan lah lagi ia disebut sebagai penguasa.[AdSense-B]

Hal ini dikarenakan bahwa antara islam dan ilmu pengetahuan tidaklah bertentangan. Islam dan Ilmu pengetahuan saling melengkapi karena keduanya adalah bagian dari hukum-hukum yang dibuat oleh Allah. Segala kebenaran pengetahuan merupakan kekuasaan Allah, sedangkan manusia hanya menemukan dan menuliskannya. Seperti contohnya antara proses penciptaan manusia dalam Al-Quran tidak bertentangan dengan apa yang didapatkan manusia dalam pengetahuan Biologi. Padahal, Al-Quran lahir berabad-abad sebelum adanya pengetahuan dan teknologi yang meneliti hal tersebut.

Banyak kisah-kisah para mualaf di Inggris dan negara lainnya yang masuk pada ajaran islam karena memang membuktikan sendiri kebenarannya. Menguji bahkan mengkritisi keyakinan islam. Seperti itulah islam, dari sudut pandang manapun walau jauh dari kota kelahirannya, ia akan tetap benar.

  1. Ajaran Islam Membawakan Dampak Keselamatan

Ajaran islam adalah agama yang membawakan dampak bagi keselamatan. Contohnya saja ajaran islam mengenai perintah untuk menutupi aurat wanita. Sering kali dianggap mengekang dan menahan kebebasan wanita. Akan tetapi, jika ditelusuri dan dipahami lebih mendalam kita akan menyadari bahwa memelihara aurat bagi wanita bukan saja menjaga diri dari kejahatan, tetapi sekaligus memuliakan dan menghormati. Tidak sembarang orang bisa menggoda atau melakukan pelecehan seperti pelecehan seksual pada wanita yang menjaga auratnya. Untuk itu islam memberikan perintah tersebut dan dampaknya adalah keselamatan.

Konsep wanita dalam islam terkadang sering dianggap juga sebagai konsep yang diskriminatif atau berdampak buruk. Hal ini bukan ingin membatasi wanita, justru memuliakan dan memposisikan kedudukan wanita dalam islam sama hal nya sebagaimana laki-laki yang merupakan makhluk ciptaan Allah juga agar menjadi wanita yang baik menurut islam dan melahirkan kebaikan atau pahala yang besar.

Begitupun misalnya peran wanita dalam islam sebagai ibu bukan untuk berlaku tidak adil. Keadilannya terletak seorang wanita hamil dan ibu menyusui tidak wajib menafkahi keluarga, ayah lah yang bertugas dan wajib. Akan dosa jika fungsinya tidak di lakukan kecuali ada kondisi dan konteks tertentu.

Masih banyak lagi ajaran islam yang jika dikaji akan terlihat bahwa islam adalah agama yang menyelematkan bukan justru malah menjerumuskan manusia. Banyak pula orang-orang di Inggris masuk agama islam dikarenakan dapat melihat aturan islam yang membawakan keselamatan ini.

Wanita-wanitanya pun juga banyak yang elah berhijab dan menjadikannya sebagai pegangan hidup. Untuk itu pesat pula perkembangan islam di inggris karena banyaknya kesadaran masyarakat terhadap agama islam yang mampu menyelamatkan mereka.

  1. Ajaran Islam adalah Agama Fitrah

Ajaran islam tidak satupun ada yang membawakan dampak negatif bagi manusia, karena ajaran islam sesuai dengan fitrah manusia. Misalnya saja aturan tentang pernikahan. Hal ini tentu suatu yang dianjurkan dan diperintahkan dalam islam untuk mendapatkan ketenangan lahir dan batin, serta menjaga dari pergaulan bebas.

Aturan islam tidak mengekang hawa nafsu, tetapi juga tidak membebaskan hawa nafsu itu sendiri. Tidak sebagaimana pandangan liberal yang bebas-sebebas bebasnya tanpa aturan atau ajaran lain yang melarang menikah untuk kalangan tertentu. Konsep manusia dalam islam tentu sangat memperhatikan sifat-sifat, karakter, dan kebutuhan manusia yang terus menerus selalu ingin dipenuhi. Untuk itu aturan islam berfungsi mengatur antara kebutuhan dan tujuan hidup manusia itu sendiri.[AdSense-C]

Dalam islam, aturan senantiasa memperhatikan fitrah manusia, siapapun dan apapun posisinya tetaplah sama. Untuk itu, ajaran islam disebarkan dimanapun dan dikembangkan dimanapun tidak akan menjadi masalah karena sesuai dengan fitrahnya manusia. Sejatinya hakikat manusia menuru islam adalah makhluk lemah yang membutuhkan petunjuk serta tuntunan untuk mencapai keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

  1. Ajaran Islam toleran, membawa keadilan, dan kebermanfaatan untuk Umat

Ajaran islam adalah ajaran yang toleran, adil, dan membawakan kebermanfaatan untuk umatnya. Toleran artinya menghargai perbedaan, kepercayaan masing-masing walaupun tetap proses mendakwahi dan menyebarkan nilai-nilai terus ada. Adil dan bermanfaat artinya senantiasa memikirkan apa yang terbaik untuk masyarakat, untuk umatnya, agar tercipta keseimbangan tiap bidang kehidupan manusia.

Keadilan dan moderat (wasathon) merupakan karakteristik peradaban islam yakni moderat dan adil antara dua sudut yang saling berhubungan, memberikan fungsinya, dan menjaganya satu sama lain agar tidak saling bertabrakan.

Islam dan Ilmu Pengetahuan – Pengertian dan Perkembangannya

Tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan yang diajarkan dalam kehidupan diharapkan dapat membantu manusia dalam menjalankan segala aktifitas dan perannya seperti halnya fungsi agama dalam kehidupan manusia.

Meskipun demikian selayaknya ilmu pengetahuan tidak terlepas dari ajaran agama dan dipisahkan dari ilmu agama itu sendiri. Islam adalah agama yang menjunjung ilmu pengetahuan dan begitu juga Ilmu pengetahuan memiliki interaksi dengan agama. Kemajuan zaman, teknologi dan arus informasi seakan memperlebar jarak antara ilmu pengetahuan dan agama. Lalu bagaimanakah kedudukan dan pentingnya ilmu pengetahuan menurut islam itu sendiri? Simak penjelasannya berikut ini

Ilmu pengetahuan dalam Islam

Islam adalah agama yang menghargai dan meninggikan derajat orang yang berilmu. Dalam islam sendiri terkandung ilmu pengetahuan yang tidak terbatas dan terpisah-pisah seperti halnya masyarakat barat membagi dan memisahkan ilmu menjadi beberapa cabang. Ilmu pengetahuan dalam islam tersusun dalam kesatuan dan bahkan dalam Alqur’an sendiri terkandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Sebagaimana Allah menyebutkan dalam Alqur’an tentang orang-orang yang berilmu, berpikir dan berakal

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).” (An-Nahl: 12)

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ra’d: 4)

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Kata ilmu berasal dari kata dalam bahasa Arab yaitu ‘ilm yang berarti pengetahuan dan kemudian arti tersebut berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Kata ilm itu sendiri diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata ilmu atau yang merujuk pada ilmu pengetahuan.

Dalam sudut pandang Islam, ilmu sendiri diartikan sebagai pengetahuan yang diperoleh berdasarkan ijtihad atau hasil pemilkiran mendalam para ulama dan ilmuwan muslim yang didasarkan pada Alqur’an dan hadits. Alqur’an dan hadits adalah pedoman hidup manusia dan di dalamnya terdapat ilmu pengetahuan yang universal. Allah bahkan menurunkan ayat pertama yang berbunyi “Bacalah” sedangkan kita mengetahui bahwa membaca adalah aktifitas utama dalam kegiatan ilmiah. Kata ilmu itu sendiri disebut sebanyak 105 kali dalam alQur’ān dan kata asalnya disebut sebanyak 744 kali.

Perkembangan Ilmu pengetahuan Dalam Islam

Masa keemasan umat islam terjadi pada masa kelam masyarakat barat dimana ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dikalangan umat muslim. Pada saat itu islam telah memperluas wilayah hingga Eropa. Pada masa keemasan tersebut banyak ilmuwan muslim yang melalukan riset dan penterjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosofi para ilmuwan Yunani (baca hakikat pendidikan islam dalam filsafat).

Periode Islam klasik (650-1250 M) dipengaruhi oleh pandangan tentang tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadist. Kemudian pandangan ini ternyata sejalan dengan filsafat sains bangsa Yunani kuno (baca sejarah islam dunia dan sejarah yahudi). Adapun beberapa ilmuwan besar pada masa itu yang tercatat dalam sejarah agama islam diantaranya adalah :

  • Al-razi dengan karyanya Al-Hāwī (850-923) yang merupakan sebuah ensiklopedi mengenai
    perkembangan ilmu kedokteran sampai masanya. Rhazas juga mengarang suatu ensiklopedia atau kamus kedokteran dengan judul Continens,
  • Ibnu Sina (980-1037) yang menulis buku-buku kedokteran yang diberi judul Al qonun atau the Canon of Medicine yang kini menjadi standar dalam ilmu kedokteran di Eropa.
  • Al-Khawarizmi atau Algorismus yang menulis buku Aljabar pada tahun 825 M, dan merupakan buku standar ilmu matematika selama beberapa abad di Eropa. Ia juga yang menemukan penggunaan angka desimal yang menggantikan angka romawi di Eropa.
  • Ibnu Rushd (1126-1198) seorang filosofi yang banyak menterjemahkan karya Aristoteles
  • Al Idris (1100-1166) yang membuat 70 peta kerajaan Sicilia di Eropa.
  • Jabir ibn hayyan dan Al biruni yang merupakan ilmuwan di bidang kimia.

Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas di wilayah Eropa sudah berlangsung sejak abad ke-12 M dan menimbulkan gerakan kebangkitan atau masa renaisance. Masyarakat barat mulai mengadopsi ilmu yang telah dikembangkan ilmu pada masa itu dan meskipun akhirnya islam terusir dari Spanyol. (baca perkembangan islam di Eropa dan islam di Amerika)[AdSense-B]

Islam dan Cabang Ilmu Pengetahuan

Masyarakat barat membagi ilmu pengetahuan dalam tiga cabang utama yakni ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan humaniora. Islam memiliki kaitan dengan keriga ilmu tersebut diantaranya adalah

  • Islam dan ilmu pengetahuan alam

Dalam islam kita mengenal adanya ayat kauliyah dan kauniyah. Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang tersirat dalam alam semesta sementara ayat kauliyah adalah ayat yang tertulis dalam Alqur’an. Islam tidak terlepas dari keberadaan ilmu pengetahuan alam dan dalam Alqur’an banyak ayat yang menyebutkan tentang ilmu dan kejadian yang menyangkut ilmu fisika maupun Biologi seperti yang tertera dalam ayat berikut

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raaf: 57)

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushilat: 53)

  • Islam dan Ilmu Pengetahuan sosial

Banyak cabang ilmu sosial yang dipelajari saat ini dan ilmu-ilmu tersebut juga tercantum dalam Alqur’an. Islam mengenal adanya ilmu ekonomi, politik, sosiologi dan cabang ilmu sosial lainnya. Dalam islam diatur juga hal-hal mengenai perdagangan, demokrasi dan hal lainnya yang menyangkut ilmu hukum dan sosial. Seperti halnya Allah mengatur ilmu mawaris atau hukum waris dalam islam serta pembagian harta warisan menurut islam, larangan riba, hukum pernikahan, perdagangan yang baik dan lain sebagainya. Adapun berdasarkan ilmu pengetahuan sosial dan alqur’an, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan bergaul dengan sesamanya. Sebagaiamana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini :

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

  • Islam dan ilmu Humaniora

Ilmu humaniora adalah ilmu yang menitikberatkan fokusnya pada manusia dan yang menyangkut kehidupan manusia seperti ilmu filsafat, seni, kesusateraan, kemiliteran, teknologi dan lain sebagainya. Islam tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam saja [AdSense-C]akan tetapi dalam islam terutama Alqur’an mencakup seluruh aspek ilmu yang berkaitan dengan manusia dan tercantum di dalamnya jawaban atas permasalahan-permasalah yang dihadapi manusia pada umumnya. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

Dengan demikian perkembangan islam tidak dapat dipisahkan dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Masyarakat muslim saat ini pun telah mengembangkan ilmu pengetahuan bahkan beberapa ilmuwan muslim mendapatkan penghargaan  seperti Ahmad Zewail, peraih nobel di bidang kimia atas temuannya di bidang femtokimia. Penghargaan tersebut selayaknya memotivasi para pelajar muslim dan masyarakat muslim pada umumnya untuk tetap berpegang teguh pada ajaran agama dan mepelajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan apalagi kita tahu bahwa hukum menuntut ilmu adalah wajib.(baca  ilmu pendidikan islam dan hakikat pendidikan islam dan fungsinya)

Perkembangan Islam Di Eropa

Islam memiliki sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini. Sepuluh abad yang lalu, islam adalah agama yang berjaya dibeberapa wilayah eropa terutama Spanyol dan pemerintahan islam banyak membawa kemajuan di benua tersebut meskipun hal ini bertolak belakang dengan keadaan islam di Eropa saat ini (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia). Untuik mengetahui lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan islam di Eropa simak penjelasan berikut ini (baca juga sejarah yahudi dan sejarah islam dunia)

Masuknya Islam ke Eropa

Berbeda halnya dengan proses masuknya Islam di Amerika yang dipelopori oleh masyarajat kelas bawah, Islam masuk ke Eropa melalui jalur kekuasaan yakni pada masa daulat Bani Umayah, dibawah kepemimpinan Khalifah Al Walid dan yang berkedudukan di Damaskus. Pada saat itu, Khalifah Al walid mengirimkan pasukan ke Afrika Utara untuk memperluas wilayahnya. Pada sekitar tahun 709 masehi, Mus bin Nusyair yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Afrika mengutus Thariq bin Ziad beserta pasukannya mengadakan penjajakan wilayah ke daerah benua Eropa yakni Spanyol dan ternyata pasukan tersebut berhasil menduduki wilayah Spanyol tanpa melakukan perlawanan yang berarti. Selanjutnya pada tahun 710, Thariq bin Ziad dan pasukannya yang mayoritas merupakan masyarakat Arab dan barbar mengulangi misinya untuk memperluas wilayah dengan menyebrangi laut Tengah menuju daratan Spanyol dan ia serta pasukannya mendarat pada suatu bukit yang kemudian dinamakan jabal Thariq atau yang dikenal dengan nama Gibraltar.

Pasukan Thariq bin Ziad harus berperang melawan pasukan Raja Spanyol yakni Raja Roderick dan peperangan tersebut berlangsung selama delapan hari dan akhirnya dimenangkan oleh pasukan Islam sedangkan raja Roderick dan pengikutnya melarikan diri ke arah barat laut. Wilayah Spanyol yang dikuasai diantaranya adalah Archidona, Toledo, dan Granada kemudian berhasil ditundukkan, dan Musa bin Nusyair menyusul ke Spanyol. Selanjutnya dengan bantuan pasukan Spanyol yang tersisa dan dukungan rakyat Spanyol yang tertindas oleh Roderick, Pasukan Islam berhasil menguasai Prancis dan negara-negara tetangganya hingga ke Skandanavia, Jerman, Polandia, Albania Hongaria, rumania, dan Bulgaria.

Masa Pemerintahan Islam

Setelah Spanyol dikuasai pasukan muslim, Spanyol kemudian menjadi salah satu bagian atau propinsi dari Dinasti Bani Umayah dan beribukota di Sevilla. Beberapa Gubernur yang pernah memerintah disana diantaranya adalah Musa bin Nusyair, Abdul Aziz bin Musa bin Musyair, lalu Abdur Rahman As Saqafi, Al Samah bin Malik, dan selanjutnya diganti oleh Abdur Rahman Al Ghafiqi yang meninggal setelah perang melawan Prancis. Gubernur terakhir bani Umayah di Spanyol adalah Yusuf Al Fiqri yang menggantikan Abdur Rahman Al Ghafiqi. Saat pemerintahan bani Abbasiyah, Abdur Rahman bin Mu’awiyah bin Hisyam yang merupakan keturunan Bani Abbasiyah melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan kekhalifahan disana. Selanjutnya khalifah

Abdur Rahman berhasil menaklukkan Spanyol dan mendapat julukan Ad-Dakhil yang artinya “sang Penakluk”. Pemerintahan Islam di Spanyol berakhir setelah delapan abad lamanya kekuasaan dan sekitar tahun 1492 – 1502, dan juga setelah raja-raja Eropa yang beragama Kristen bersatu terutama Raja Spanyol dan raja Portugal. Setelah itu perkembangan islam terhenti di benua Eropa.

Kemajuan Pemerintahan Islam di Eropa

Selama delapan abad umat islam memerintah di Spanyol, banyak sejarah dan kemajuan yang telah dicapai mengingat delapan abad bukanlah waktu yang singkat. Umat islam berhasil membawa sejarah yang baik bagi penduduk Spanyol karena mereka tidak memperlakukan penduduk Spanyol sebagai jajahan dan berlaku-semena-mena. [AdSense-B]Pemerintahan islam memperlakukan penduduk Spanyol dengan baik dan tidak membatasi kegiatan mereka. Hal inilah yang menyebabkan Spanyol memiliki catatan sejarah yang lebih baik dibandingkan dengan sejarah negara Eropa lainnya. Berikut ini adalah beberapa kemajuan yang ditorehkan umat muslim kala itu. (baca ilmu pendidikan islam dan hakikat pendidikan islam)

  1. Sejarah agama islam mencatat pada masa itu pemerintahan islam diEropa banyak melahirkan ulama besar seperti Imam Al Auza’i, seorang tokoh ilmu Fiqih, dan juga ulama-ulama lain di bidang tasawuf, fikih, hadits dan sebagainya.
  2. Lahirnya filsuf dan ilmuwan islam seperti Ibnu Rusydi, seorang filusuf dan ahli di bidang kedokteran. Serta beberapa ahli astronomi terkenal seperti Al Irqali dari Toledo dan Al Majriti dari Kordoba dan Ibnul Aflah dari Sevilla.
  3. Di masa pemerintahannya, islam mewariskan berbagai bangunan indah sebagai karya di bidang arsitektur seperti Istana Ja’fariah, Istana Al Hamra di Granada, Masjid Cordova, Masjid Sevilla dan Tembok Toledo, serta Istana Al makmun. Masjid kala itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunaikan shalat wajib, shalat jum’at akan tetapi kegiatan lain seperti zakat (baca penerima zakat dan syarat penerima zakat) serta tempat pengajaran Alqur’an (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

Masa Kejatuhan Pemerintahan Islam Eropa

Setelah kejatuhan tentara dan keuasaan islam di Spanyol, Raja Spanyol Ferdinand yang menikah dengan Ratu Portugal Elisabeth melarang segala bentuk aktifitas dakwah islam secara terang-terangan dan sembunyi. Mereka juga mengusir umat muslim dari Spanyol dan memaksanya masuk agama kristen. Tidak ada penduduk Spanyol yang boleh memakai nama Arab ataupun nama islam. Jika ada yang melanggar maka orang tersebut akan mendapat hukuman penggal kepala. Pada tahun 1610, Granada menjadi daerah terakhir yang dilepas oleh pemerintahan Islam di Spanyol dan sekitar 50.00 umat muslim diusir dari wilayah tersebut tanpa boleh membawa apapun sehingga banyak dari mereka yang meninggal di perjalanan.

Raja-raja Eropa yang bersatu dan menang atas tentara islam selanjutnya lupa diri dan menjadikan diri mereka sebagai penjajah negara lain untuk memperluas wilayah dan mendapatkan lebih banyak harta. Hal inilah yang mendorong mereka untuk menjajah negara-negara lain seperti negara islam dan termasuk Indonesia yang pada saat itu memiliki beberapa kerajaan islam di wilayahnya.[AdSense-C]

Islam Eropa Saat Ini

Setelah masa penjajahan tersebut dimulai maka hubungan negara Eropa dengan islam terputus dan hal ini terjadi sebelum abad ke delapan belas. Setelah banyak negara islam dan daerah yang lepas dari penjajahan bangsa Eropa barulah hubungan tersebut dimulai kembali. Abad tersebut kemudian dikenal dengan nama abad kebangkitan. Banyaknya imigran muslim yang merantau dan menetap di Eropa selanjutnya menjadi cikal bakal berkembangnya islam di zaman modern. Tidak hanya itu banyak pelajar muslim yang kemudian pergi dan menetap di Eropa untuk menuntut ilmu. Kemudian berdirilah organisasi islam yang disebut Young Muslim Association in Europa (YMAE). Organisasi tersebut bertanggung jawab untuk mengembangkan dakwah dan upaya mengenalkan islam kepada masyarakat Eropa. Banyaknya masjid dan makanan halal yang tersedia di Eropa adalah salah satu bukti berkembangnya islam di benua ini.

Saat ini islam sudah banyak mengalami kemajuan di negara-negara Eropa dan banyak masyarakat Eropa yang sudah menganutnya. Meskipun beberapa negara bertindak semena-mena dan melarang muslim melakukan kewajibannya seperti Prancis yang melarang warganya terutama wanita untuk mengenakan hijab (baca wanita dalam islam, kedudukan wanita dan peran wanita dalam islam). Meskipun demikian, tetap saja hal ini tidak menggentarkan iman dan keinginan mereka untuk tetap istiqamah melaksanakan perintah Allah SWT dan menjahuhi larangannya.