Shalat dalam Kendaraan – Hukum dan Dalilnya

Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang tidak menunaikan shalat sudah pasti Allah akan menghukum apalagi jika dilakukan secara sengaja. Dalam kondisi apapun shalat diwajibkan oleh Allah dan tidak boleh terlewatkan sedikitpun. Hal ini karena shalat adalah pondasi dari agama dan jika runtuh shalat kita maka runtuh pondasi agama.

Shalat juga menjadi alarm dan pengingat kita. Shalat 5 waktu itu menjadi pengingat kita. Tanpa shalat kita akan menjadi hamba yang sering ingkar dan lewat shalat kita kembali pada Allah dan kembali berserah diri pada Allah.  Bukan pada hawa nafsu atau hanya sekedar keinginan diri kita.

Termasuk Rasulullah selalu mencontohkan shalat dimanapun, kapanpun, dan apapun kondisi diri kita. Shalat pernah dilakukan saat perang, dilakukan saat berpergian, bahkan shalat dalam kondisi sakitpun orang bisa melakukannya. Seperti orang dalam perjalanan dan duduk di kendaraan, ini bisa dilakukan. Yang terpenting adalah kita tetap bisa melaksankaan shalat.

Terkadnag ada orang-orang yang tidak melaksanakan shalat hanya gara-gara alasan darurat atau tidak pada kondisi normal. Misalnya tidak shalat karena tidak ada air untuk wudhu, padahal islam membolehkan untuk tayamum. Atau tidak shalat karena tidak ada mushalla, padahal islam mebolehkan shalat dimana saja asal bersih dan tidak ada najis.

baca juga:

Kewajiban Shalat dalam Islam

kewajiban shalat dalam islam adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Dalam kondisi apapun seorang muslim wajib untuk melakukannya. Hal ini disampaikan oleh Allah dalam beberapa ayat Al-Quran.

  1. QS Al Baqarah : 43

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang rukuk

  1. QS Al Baqarah : 110

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan dapat pahalanya pada sisi Allah sesungguhnya Allah maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

  1. QS Al Ankabut : 45

Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

  1. QS An-Nur 56

Dan kerjakanlah shalat, berikanlah zakat, dan taat kepada Rasul, agar supaya kalian semua diberi rahmat

[AdSense-B]

Untuk itu, dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa apapun yang kita lakukan tidak boleh sampai meninggalkan shalat. Berkali-kali perintah shalat Allah sampaikan dan berikan kewajibannya agar tidak sampai pada meninggalkannya. Barang siapa yang meninggalkan shalat maka kerugiannya bukan pada Allah karena Allah yang berkuasa, melainkan manusia itu sendiri.

Untuk itu, dalam keadaan dan kondisi apapun manusia khususnya seorang muslim yang beriman, wajib untuk melaksanakan shalat. Tidak boleh meninggalkannya dan wajib untuk menjalankan kewajibannya sebisa yang dilakukan selagi masih hidup di dunia.

Selain shalat wajib kita juga bisa melaksanakan shalat sunnah seperti contoh Rasulullah, yaitu Shalat Malam Sebelum TidurShalat TaubatShalat Lailatul QadarKeutamaan Shalat Witir Shalat Idul FitrKeutamaan Shalat HajatKeutamaan Shalat Dhuha, dan Shalat Jenazah.

baca juga:

Diperbolehkannya Shalat dalam Kendaraan

Dalam perjalanan kita biasanya terbatas untuk melakukan aktivitas tertentu. Untuk itu, termasuk saat shalat tetap harus dilakukan walaupun dengan cara yang sedikit berbeda. Tapi hal ini menjadi ujian apakah seorang muslim benar-benar shalat dan taat kepada Allah dalam kondisi apapun dia. Karena hal ini sebagai ujian kesabaran apakah kita mau melaukan kewajiban dari Allah ataukah tidak.

Untuk itu, berikut adalah hal-hal yang bisa diperhatikan saat kita melaksanakan shalat dalam kendaraan yaitu sedang melakukan perjalanan.

1. Gerakan Shalat

Shalat wajib harus dilakukan sebagaimana Rasulullah contohkan harus secara sempurna yaitu berdiri, rukuk, sujud, dan menghadap kiblat. Shalat di kendaraan diperbolehkan asalkan masih bisa melaksanakan gerakan shalat secara sempurna. Akan tetapi hal ini diperbolehkan jika memang kita khawatir tidak bisa shalat sebelum kita sampai pada tujuan perjalanan, tidak adanya kesempatan atau fasilitas untuk berhenti sejenak. Misalnya saat dalam pesawat, kereta api, atau kendaraan lainnya yang tidak bisa berhenti.

“Shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, sambil duduk, dan jika tidak mampu shalatlah sambil tiduran.” (HR. Bukhari)

Kita diperbolehkan untuk shalat sambil duduk semampunya. Termasuk dalam kendaraan. Namun jika kendaraan yang masih memungkinkan untuk shalat sambil berdiri secara sempurna maka kita bisa melakkukannya tanpa harus duduk. Misalnya saja di dalam kapal laut, atau kereta yang terdapat ruang khusus, dsb.

2. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat adalah syarat untuk bisa melaksanakan shalat. Jika dikendaraan kita masih bisa menghadap kiblat maka kita bisa melaksanakannya. Namun jika tidak maka kita bisa menghadap sesuai arah kendaraan. Tentu hal ini mempermudah kita dan tidak menyulitkan jika memang kita sudah berniat kepada Allah.

baca juga:

[AdSense-C]

Tata Cara Shalat dalam Kendaraan Sambil Duduk

Karena dipebolehkannya shalat dalam kendaraan sambil duduk, berikut adalah tata cara agar kita bisa melaksanakannya sambil duduk.

  • Duduk sebagaimana duduk normal menghadap ke arah kendaraan berjalan. Pandangan menghadap kedepam walaupun bukan pada arah kiblat.
  • Membaca Takbiratul Ihram dan membaca surat sebagaimana shalat pada biasanya.
  • Pelaksanaan rukuk dengan posisi badan sedikit menunduduk.
  • Gerakan I’tidal degan menegakkan kembali badan seperti posisi duduk pada awalnya.
  • Melakukan gerakan sujud dengan posisi duduk, namun menundukkan badan lebih rendah dari posisi rukuk sebelumnya.
  • Gerakan duduk diantara dua sujud dilakukan dengan duduk normal seperti saat bemrula shalat dan takbiratul ikhram.
  • Pelaksanaan rakaat dan pelaksanaan gerakan lainnya normal sebagaimana melaksanakan ibadah shalat pada kondisi normal.

Gerakan shalat di atas menunjukkan bahwa Allah tidak membebani seseorang untuk beribadah, bahkan beribadah tidak dibaut untuk menyulitkan. Adanya Rukun Iman dalam Agama Islam dan Rukun Islam dalam Ajaran Agama Islam justru islam memberikan kemudahan dan tidak membaut sulit semuanya Allah permudah agar manusia bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik. Untuk itu tidak ada satupun perintah Allah yang menjadikan manusia sulit dan menderita, justru menyelamatkan manusia agar sempurna amalannya.

Sebagai muslim kita harus bersyukur karena Allah berikan kemudahan dan tidak menyulitkan kita. Justru kita yang membutuhkan Allah bukan justru Allah yang memerlukan kita. Bantuan dan keringanan yang Allah berikan adalah bentuk kasih sayang Allah keapda manusia.

Termasuk menjalankan ibadah pada Allah dengan cara kita mengikuti sunnah rasul. Sunnah Rasul yang bisa dilakukan misalnya juga seperti Adab Ziarah Kubur, Cara Makan Rasulullah, Keutamaan Puasa Arafah, Sunnah Sebelum Tidur, Hikmah Puasa Sunnah, Kewajiban Menikah, Cara Membahagiakan Istri Tercinta, Semoga kita termasuk dalam umat Rasulullah yang senantiasa taat kepada Allah dan mau melaksanakan kewajiban kita apapun kondisinya.

12 Cara agar Tidak Malas Shalat 5 Waktu Selama Ramadhan

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan suci yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang Allah sangat dinanti oleh umat islam. Terdapat banyak Hikmah Bulan Ramadhan yang terdapat di dalamnya. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan. Nilai ibadah sunah akan bernilai sama dengan ibadah wajib, sedangkan ibadah wajib akan dilipatkandagakan berkali-kali lipat sesuai ketentuan dan pertimbangan Allah SWT sebagai penerima ibadah kita.

Tidak dapat dipungkiri, kehidupan di bulan Ramadhan akan lebih sulit dilalui. Mengapa? karena terdapat banyak Persiapan Puasa Ramadhan Menurut Islam yang harus kita siapkan. Belum lagi kita harus bangun di sepertiga malam untuk sahur. Di saat jiwa dan raga belum menyatu, kita sudah harus menyantap makanan sebagai persiapan untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak lama kemudian, adzan subuh berkumandang. Kita diwajibkan melaksanakan shalat subuh.

Bagi yang bekerja, setelah shalat subuh berlanjut mempersiapakan diri untuk berangkat kerja. Sampai di situ saja sudah dapat dipastikan jam tidur kita berkurang. Perut yang kosong dan jam tidur yang kurang menambah sulit kita untuk beraktivitas.

Sebagian dari kita memilih untuk begadang hingga sahur tiba. Padahal Begadang Dalam Islam amat sangat tidak dianjurkan. Sehingga kadang kala hal yang sebenarnya mudah dan memerlukan waktu yang sedikit sangat sering terabaikan, contohnya shalat fardhu lima waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ada beberapa Cara agar Tidak Malas Shalat wajib lima waktu di bulan Ramadhan:

1. Kuatkan Niat

Semua Cara agar Tidak Malas Shalat dimulai dari niat. Karena, segala sesuatu yang kita lakukan tergantung pada niat. Niat dalam diri diibaratkan sebagai pondasi dalam setiap hal yang kita lakukan. Sebagaimana potongan hadist Nabi:

“…. Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dengan niat yang kuat, kita tidak akan mudah terlena oleh sesuatu yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian, misal meninggalkan shalat lima waktu.

2. Membiasakan Diri untuk Shalat Lima Waktu

Sebagai umat islam, kita diperintahkan untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Perintah yang paling utama adalah shalat. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa perintah shalat ini langsung disampaikan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw. melalui peristiwa isra dan mi’raj. Sedangkan perintah-perintah lainnya melalui perantara Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu.

Membiasakan diri untuk shalat lima waktu akan membuat kita memiliki rasa was-was dalam hati ketika belum melakukan shalat. Hal tersebut dapat menjadi alaram bagi kita untuk selalu mengingat sudahkah kita melakukan shalat.

[AdSense-B]

3. Biasakan Shalat Tepat Waktu

Segala sesuatu yang ditunda-tunda sangat mungkin untuk dapat terlupakan dan akhirnya tidak dikerjakan. Ketika kita menunda shalat fardhu, perasaan malas akan terus hinggap di diri kita. Semakin lama kita mengulur-ulur waktu shalat, semakin besar pula kemungkinan kita untuk tidak mengerjakan shalat. Selain itu, kita memang diperintahkan untuk melakukan shalat tepat pada waktunya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa: 103)

4. Biasakan Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah di masjid dapat membuat kita lebih bersemangat untuk mengerjakan shalat. Selain fadilahnya besar, yakni 27 derajat lebih baik daripada shalat sendiri, dengan shalat berjamaah juga dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh hubungan sosial. Rasa solidaritas dan kepekaan kita terhadap sesama juga dapat meningkat.

Nabi Saw. bersabda: “Shalatnya seseorang dengan berjama’ah melebihi shalatnya yang dikerjakan secara sendiri sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Muslim)

5. Anggap Shalat Lima Waktu sebagai Kebutuhan Bukan sebagai Kewajiban

Menjadikan shalat lima waktu sebagai kebutuhan adalah hal yang patut kita lakukan. Dengan menjadikan shalat lima waktu sebagai kebutuhan akan membuat kita selalu ingin melakukan shalat. Maksudnya bagaimana? Kebutuhan adalah hal yang harus kita penuhi, sedangkan kewajiban bisa saja ditinggalkan atau ditangguhkan.

shalat lima waktu adalah kewajiban yang harus dilakukan sekalipun tanpa disuruh karena sudah menjadi kebutuhan. Dengan dijadikannya kebutuhan, kita juga akan terus haus untuk melakukan shalat sekalipun belum pada waktunya, misal shalat sunnah. Selain itu, kita juga akan melakukan shalat lima waktu dengan senang hati dan tidak terpaksa.

6. Ketahui Manfaat atau Keutamaan Shalat Lima Waktu

Shalat lima waktu memiliki begitu banyak keutamaan atau fadilah di dalamnya. Selain mendapat pahala karena mengerjakannya, shalat lima waktu juga dapat menghindaka kita dari perbuatan keji dan munkar. Allah SWT berfirman:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)

Selain itu, shalat lima waktu juga dapat bermanfaat bagi tubuh kita. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa gerakan-gerakan dalam shalat dapat memperlancar peredaran darah, menyempurnakan bentuk dan susunan tulang-tulang tubuh, dan terhindar dari bebagai penyakit, serta masih banyak lagi.

7. Mengingat Kematian

Setiap makhluk hidup pasti akan mati. Akan tetapi kita tidak pernah tahu kapan saat itu tiba. Kematian tidak memandang status sosial, umur, atau harta kita. Kematian dapat menimpa siapapun. Kematian juga dapat terjadi kapanpun, dan di manapun.

Tidak peduli kita tua atau muda, kaya atau miskin, pejabat atau buruh. Jika tiba saatnya, kita tidak bisa mengelaknya meski bersembunyi di tempat yang tidak dapat ditemukan sekalipun. Pertanyaan besarnya adalah siapkah kita untuk mati (meninggal)? Allah SWT berfirman:

Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya`: 35)

Mengingat kematian membuat kita takut akan azab Allah dan membuat kita sadar untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya.

8. Bergaul dengan Orang yang Shaleh

Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh yang kuat bagi sifat dan perilaku seseorang. Karena sejatinya manusia sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Nabi Muhammad Saw. bersabda:

“Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap.“ (HR. Bukhari & Muslim)

Dengan memiliki teman-teman yang shaleh, kita akan mudah untuk saling mengingatkan dan mengajak dalam melakukan kebaikan, seperti shalat lima waktu. Mereka juga tahu kapan waktunya untuk bermain, bekerja dan beribadah. Sehingga kita tidak akan meninggalkan shalat lima waktu.

[AdSense-C]

9. Berdzikir di Waktu Senggang

Salah satu cara mengingat Allah adalah dengan berdzikir. Kegiatan ini termasuk salah satu Cara agar Tidak Malas Shalat. Ketika kita memiliki waktu luang atau sedang beristirahat sempatkan untuk berdzikir. Karena banyak sekali Keutamaan Berdzikir Kepada Allah SWT.

Kemudian, dengan berdzikir kita akan selalu ingat kepada Allah SWT. Ketika kita ingat kepada Allah, maka kita akan berusaha menjalankan perintah-Nya. Selain itu, dengan berdzikir Allah juga akan mengingat kita. Artinya Allah akan senantiasa memberikan pringatan kepada kita ketika lalai terhadap perintah-Nya. Allah berfirman:

“Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu!” (QS. Al Baqarah :152)

10. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat islam. Al Qur’an juga memiliki Fungsi Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari. Di dalamnya terdapat tuntunan hidup yang akan membawa kita pada surga Allah SWT. Dengan membaca Al-Qur’an, kita senantiasa akan mengingat Allah, dan berusaha menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

11. Gunakan Smartphone

Di era modern sekarang ini, hampir setiap orang memiliki smartphone. Dengan kecanggihan smartphone, kita dapat melakukan apapun, termasuk menjadikannya sebagai pengingat shalat. Begitu banyak aplikasi yang dapat kita gunakan untuk menunjang ibadah, seperti aplikasi penunjuk arah kiblat, penunjuk waktu shalat beserta adzan yang dapat berkumandang.

Kita dapat menggunakan kecanggihan smartphone sebagai pengingat shalat. Sehingga kita dapat menjaga waktu-waktu shalat.

12. Membuat Agenda Ramadhan

Agar shalat lima waktu di bulan Ramadhan tidak teringgal, maka kita patut mencoba untuk membuat agenda Ramadhan. Dengan agenda tersebut, kita tidak hanya dapat memantau shalat lima waktu saja. Akan tetapi kita juga dapat memantau ibadah yang lainnya, seperti shalat dhuha, shalat tahajud di bulan Ramadhan atau Shalat Sunnah lainnya.

Itu lah beberapa tips untuk menjaga shalat lima waktu di bulan Ramadhan. Semoga dengan cara-cara di atas dapat membuat kita tidak lagi meninggalkan shalat dan menjadi hamba-Nya yang taat beribadah.

[accordion]
[toggle title=”Artikel Terkait”]

[/toggle]
[toggle title=”Artikel Islam Lainnya”]

[/accordion]