Doa Menyambut Bulan Ramadhan Paling Lengkap

Bulan ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh segenap umat muslm. Setiap orang muslim pada bulan tersebut mendapat kesempatan yang sama untuk mencari keberkahan dari Allah. Pada bulan tersebut segala dosa diampuni, pintu surga dibuka, dan amal kebaikan sekecil apapun akan menjadi pahala.

Banyak orang terkadang merasa khawatir menjelang datangnya bulan ramadhan, umumnya akan berfikir tentang dirinya atau orang terdekatnya apakah bisa melewati bulan ramadhan tersebut sebab manusia tidak ada yang mengetahui sisa umurnya. Sebagai umat muslim hendaknya kita berdoa agar dapat diberi kesempatan melewati bulan penuh hikmah tersebut serta mampu mengisinya dengan kebaikan dan mendapat ampunan atas dosa dosa. Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang doa menyambut bulan ramadhan, yuk langsung saja kita bahas bersama,

Doa Menyambut Bulan Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah

Pada jaman Rasulullah, para sahabat dan umat muslim di masa tersebut menyambut bulan ramadhan dengan kegembiraan dan penuh suka cita. Mereka mengungkapkannya dengan doa doa yang berisi harapan kebaikan, keberkahan, dan harapan sebab percaya bahwa keutamaan berdoa dalam islam salah satunya akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Berikut kisah kisah nya yang diriwayatkan dalam berbagai hadist

1. Lathaif Al Ma’arif hal. 264

Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelu datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian selama enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar Alah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan”.

Sungguh doa yang dipanjatkan oleh para sahabat Nabi seperti yang dijelaskan dalam hadist tersebut adalah hal yang luar biasa, sebagai hamba Allah mereka bersungguh sungguh mencari kebaikan dan ridho Allah bahkan hingga melakukan doa pada sebelum dan sesudah bulan ramadhan karena mereka mengetahui bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang tidak boleh terlewatkan dengan sia sia.

2. HR Ahmad No. 888

Ada satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menjelang awal Ramadhan, doa tersebut diriwayatkan dalam sebuah hadist berikut, “Allahuakbar, Ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan) adalah Allah”.

Doa tersebut dibaca ketika melihat hilal. Doa tersebut dibaca oleh para sahabat sebagai harpaan agar selama bulan Ramadhan diberikan keselamatan serta dapat mengisinya dengan hal hal yang dicintai oleh Allah.Rasulullah percaya manfaat doa dalam islam akan mendatangkan kebaikan dari Allah.

[AdSense-B]

3. HR Ahmad No. 2346

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan”. Doa yang terdapat hadist tersebut juga merupakan doa menyambut bulan ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah dan diterapkan oleh para sahabat serta umat muslim di jaman Rasulullah.

Doa tersebut juga dapat kita terapkan ketika menyambut bulan Ramadhan, sebagai hamba Allah yang mengharap keberkahan, tentu harus diawali dengan doa, dilakukan sungguh sungguh, serta apapun hasilnya diterima dengan ikhlas. sebab  keutamaan ikhlas dalam islam akan mendapatkan ridho dari Allah.

Begitu pula dalam hubungannya dengan bulan Ramadhan, kita memang tidak pernah mengetahui kapan kita akan menutup usia dan kita juga tidak mengetahui apakah segala amalan yang kita lakukan diterima oleh Nya, sebagai hamba Allah kita wajib tetap berprangka baik serta berdoa untuk dapat mewujudkannya, yaitu mendapat keberkahan dalam menjalani ibadah pada bulan Ramadhan.

4. HR Muslim

Doa menjelang bulan Ramadhan yang juga dilakukan pada jaman dahulu oleh Rasulullah dan para sahabatnya ialah doa memohon keimanan yang kuat. Sebagai manusia yang lemah, Allah lah yang maha membolak balikkan hati manusia. Doa dilakukan agar mendapat petunjuk cara menjaga hati-menurut islam selama bulan Ramadhan nanti.

Ada kalanya seseorang justru menjadi lemah imannya di bulan Ramadhan dan malas mengerjakan amal ibadah, padahal pada bulan mulia tersebut justru banyak sekali peluang untuk memperbanyak amal. Dengan doa menyambut bulan Ramadhan ini adalah bentuk permohonan pada Allah agar menguatkan keimanan di hati kita.

Ya Allah, berilah aku keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, kesehatan yang besar, kekebalan dari penyakit, dan kebolehan  untuk menunaikan shalat, puasa, menghidupkan malamnya dam membaca Al Qur’an. Ya Allah, berilah daku keselamatan di bulan Ramadhan. Terimalah seluruhnya ibadah puasaku dan ibadah ibadah lain di bulan Ramadhan, maka bila Ramadhan berlalu dariku, Engkau sudah memaafkan dan mengampuni dosa dosa ku”.

[AdSense-A]

5. HR Muslim

Segala pujian dan sanjungan untuk Allah semata yang sudah membuat daku dan engkau, dan sudah menetapkan kedudukanmu juga sudah menjadikanmu (bulan Ramadhan) juga sebagai di saat manusia untuk beramal. Ya Allah, anugrahkanlah padaku sebuah anugrah yang diberkati. Ya Allah, curahkanlah padaku keselamatan, kesejahteraan, keyakinan, keimanan, kebajikan, ketaqwaan, bantuan, dan kesuskesan memperoleh apa apa yang Kau cintai dan ridhoi”.

Sebagai hamba Allah, kita wajib senantiasa memuji Nya dengan berbagai kenikmatan yang telah diberikan, salah satu nikmat tersebut ialah diciptakannya bulan Ramadhan yang mendatanagi berbagai kebaikan dan membuka pintu surga bagi segenap makhluk Allah. Doa menyambut bulan Ramadhan sudah selayaknya berisi tentang pujian dan syukur pada Nya seperti pada hadist di atas yang merupakan doa yang biasa dilakukan oleh para sahabat pada jaman Rasulullah. Doa tersebut sekaligus permohonan agar dapat melewati bulan tersebut dengan sukses, artinya dengan mengisi amal kebaikan dan diterima amal kebaikan tersebut.

Doa menyambut bulan Ramadhan berdasarkan Al Qur’an

6. QS Yunus : 58

“Sampaikanlah wahai Nabi Muhammad, bersama karunia Allah dan rahmat Nya, hendaknya bersama itu mereka bergembira. Karunia Allah dan Rahmat Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan dari harta benda”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah pada bulan Ramadhan rahmat dan karunia Allah bertebaran untuk setiap hamba Allah, manusia sudah selayaknya menyambut dengan gembira akan datangnya bulan Ramadhan tersebut dengan memperbanyak doa kepada Allah agar dapat bertemu bulan yang paling mulia tersebut.

Karunia dan rahmat Allah jauh lebih baik dari segala hal yang berhubungan dengan duniawi yang bersifat sementara sedangkan amal kebaikan memiliki nilai sebagai bekal hidup di akherat nanti. Hal duniawi misalnya tentang harta benda atau urusan duniawi lain. Sebab itu umat muslim hendaknya menyambut dengan suka cita dan dengan penuh harapan memohon kepada Allah agar mendapat karunia serta rahmat yang dijanjikan Nya tersebut.

7. Al Baqarah : 7

Barang siapa diantara kamu hadir di bulan Ramadhan itu, wajib baginya puasa”. Penjelasan firman Allah tersebut ialah tentang kewajiban pada bulan Ramadhan, yaitu Allah mewajibkan hamba Nya untuk berpuasa. Allah berfirman tentang kewajiban tersebut agar manusia memiliki persiapan dan dapat menjalankan puasa serta amalan lainnya.

Doa menyambut bulan ramadhan dengan membaca firman Allah tersebut akan mengingatkan kita agar melakukan persiapan dengan meningkatkan kualitas diri serta memperbanyak doa. Doa mewujudkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan kepada Nya.

Allah Menyukai Hamba Nya yang Berdoa Menyambut Ramadhan

Salah satu tanda keimanan adalah seorang mukmin bergembira akan datangnya bulan Ramadhan, seperti menyambut tamu agung yang telah dinantikan. Mempersiapkan segalanya dengan baik tentu akan membahagiakan tamu tersebut. Hendaknya seorang muslim khawatir jika dirinya tidak dapat menjumpai bulan Ramadhan.

Jika ia merasa biasa biasa saja dan tidak ada yang istimewa, bisa jadi ia luput dari kebaikan sebab tidak merasa bergembira dengan karunia Allah. Kegembiraan tersebut karena banyaknya kemuliaan, keutamaan, dan berkah pada bulan Ramadhan. Sehingga ketika menjalani ibadah dan berdoa akan terasa lebih khusyu’. “Bagaimana tidak gembira? Seorang mukmin diberi kabar dengan terbukanya pintu pintu surga, tertutupnya pintu pintu neraka, syetan dibelenggu. Dari sisi manakah ada yang menyamai waktu Ramadhan ini?”. (Latha’if Al-Maarif Hal. 148).

[AdSense-C]

Manfaat Doa Menyambut Bulan Ramadhan

Bagaimana Allah membuka hati dan menerima amal kebaikan seseorang pada bulan puasa bergantung pada hati orang tersebut. Orang yang  merasa biasa saja dalam menyambut Ramadhan dan tidak melakukan persiapan apapun bahkan merasa bulan Ramadhan sama seperti bulan bulan lainnya merupakan orang yang sombong.

Sebab ia tidak merasa khawatir akan umur nya, akan dosa dosa apa yang telah dilakukannya, dan juga tidak merasa takut jika tidak mampu menikmati indahnya bulan Ramadhan. Doa menyambut bulan Ramadhan akan membuka hati kita akan hari yang abadi di akherat sehingga kita jauh dari sifat sombong.

Manfaat lain yaitu kita akan lebih menjadi sadar untuk memperbaiki diri sehingga pada bulan Ramadhan dapat menjalani ibadah dengan seikhlas mungkin dan menjadi orang baru atau orang yang lebih baik dari sisi akhlak setelah bulan Ramadhan berakhir nantinya. InsyaAllah.

Sampai disini dulu artikel mengenai doa menyambut bulan ramadhan, sudah selayaknya kaum muslim mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya, sebab persiapan menyambut awal bulan ramadhan menjadi salah satu langkah awal yang menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam meraih berbagai keutamaan di dalamnya.

Semoga bermanfaat dan kita diberi umur panjang untuk dapat melewati serta mendapat keberkahan di bulan Ramadhan. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

17 Tips Jatuh Cinta Dalam Islam

Jatuh cinta adalah hal umum yang pernah dirasakan oleh manusia. Jatuh cinta berawal dari rasa kekaguman dan ketertarikan yang akhirnya menjadi perasaan sayang, ingin memiliki, dan pengorbanan untuk orang tersebut. Jatuh cinta tentu pernah dialami oleh muda mudi remaja dimana pada masa tersebut mereka untuk pertama kalinya baligh dan banyak mengenal lawan jenis melalui lingkungan sekitar.

Jatuh cinta bisa menjadi jalan maksiat jika tidak disertai dengan iman dan pengetahuan tentang agama. Jatuh cinta memang sebuah perasaan alamiah yang tidak bisa ditolak atau dipilih, yang tepat adaah bagaimana bersikap di saat jatuh cinta, mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. Untuk itu saya bagikan cara agar ketika jatuh cinta tetap pada syariat islam melalui artikel berikut tentang 17 tips jatuh cinta dalam islam :

1. Jadikan Media untuk Mendekat kepada Nya

Ketika anda jatuh cinta, yang wajib diingat pertama kali adalah pencipta rasa cinta itu sendiri, yaitu Allah. Sebagai hamba Nya, jangan sampai anda mencintai orang tersebut melebihi cinta kepada Allah. Jadikan rasa cinta untuk mendekat dan bersyukur pada Nya, Allah menyukai hamba Nya yang mendekat pada Nya seperti pada hadist berikut,

Jika ia mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta, Jika ia mendekat pada Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika ia datang kepada Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan cepat”. (HR Bukhari).

2. Tinjau Niat Jatuh Cinta

Anda bisa bertanya pada diri sendiri, kenapa anda merasa jatuh cinta padanya, jika karena hal duniawi misalnya karena kaya raya, karena fisiknya cantik atau tampan mungkin ada sedang dikuasai nafsu sebab anda hanya menyukai tampilan luarnya, bukan karena akhlak atau agamanya.

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. (QS Qasas : 50).

3. Jangan Berlebihan

Jangan berlebihan ketika jatuh cinta hingga terus menerus memikirkannya, diceritakan pada semua orang di sekitar anda bahkan di media sosial. Hal tersebut tidak sesuai anjuran islam, sebab di dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam tidak diperkenankan mencintai urusan duniawi secara berlebihan.

Cintailah seseorang sedang sedang saja, siapa tahu di suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang engkau benci secara biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu”. (HR Tirmidzi).

4. Jaga Pandangan

Tidak diperkenankan melihat seseorang yang belum muhrim, walaupun anda jatuh cinta dalam islam dengan seseorang, anda tetap wajib menjaga pandangan, sebab pandangan dapat berlanjut menjadi zina.

[AdSense-B]

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. (QS An Nuur : 31-32).

5. Berdzikir

Isi waktu dengan beribadah dengan Allah agar tidak terus menerus memikirkan urusan duniawi, gunakan waktu untuk lebih banyak beribadah dan dzikir sepanjang kegiatan atau akifitas, dengan menjalankan dzikir yang menjadi salah satu 17 tips jatuh cinta menurut islam anda akan selalu mengingat Allah.

[AdSense-A]

“Yaitu orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (QS Ar Rad : 28).

6. Diam

Diam adalah yang terbaik ketika anda jatuh cinta dan belum memiliki kesiapan atau kemampuan untuk menikah. Simpan perasaan anda dalam hati. Hal ini pernah terjadi dalam suatu kisah jaman dahulu pada Ali bin Abi Thalib yang keduanya saling diam memendam perasaannya hingga Allah lah yang memberi jalan untuk menyatukan mereka.

7. Sabar

Diantara 17 tips jatuh cinta menurut islam yang utama dan terkadang sulit dilakukan sebagian orang yaitu sabar. Sabar dalam hal inii ialah sabar untuk menghadapi hawa nafsu dan godaan syetan. Walaupun merasa sedih ketika jauh dan merasa terus menerus memikirkan orang yang dicinta tetapi anda tetap harus sabar agar terhindar dari perbuatan dosa.

Allah menunjung tinggi hamba Nya yang mampu bersabar dalam melawan hawa nafsu duniawi,“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”. (QS Al Baqarah : 155).

8. Perbaiki Diri

Baik lali laki maupun perempuan yang merasakan jatuh cinta sebaiknya memperbaiki diri dengan mengisi hal yang bermanfaat seperti belajar, mengejar prestasi, banyak menabung, beribadah, memperbanyak teman teman yang sholeh, dan berbagai kebaikan lainnya.

Memperbaiki diri termasuk 17 tips jatuh cinta menurut islam sebba menjadi wujud pemantasan diri sambil menunggu waktu yang terbaik dari Allah untuk dipersatukan dalam ikatan yang halal. “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki laki maupun muslim perempuan”. (HR Ibnu Abdil Barr)

9. Berharap Hanya Pada Allah

Janganlupa tetap berharap pada Allah ketika anda jatuh cinta, jangan mempercayakan perasaan anda pada orang lain atau pada suatu benda. Misalnya menggunakan benda benda yag dipercaya dapat menarik hati orang yang anda cinta dan sejenisnya.

Ikuti perintah Allah dan berharap hanya kepada Allah agar senantiasa berada pada jalan yang benar. “Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah : 186).

10. Percaya Takdir Allah

Mungkin ada kalanya anda merasa sedih ketika merasakan kesulitan dalam mewujudkan rasa cinta yaitu dengan diwajibkan menjauhi berpandangan atau menyentuh yang memang bagian dari zina, padahal anda merasa senang karena hal tersebut. Jangan tertipu, anda merasa demikian karena hawa nafsu diri sendiri dan godaan syetan.

Allah menciptakan syariat sudah yang terbaik untuk seluruh umat. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216).

11. Jauhi Maksiat

Menjauhi maksiat yang dimaksud dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam mislalnya adalah berpacaran. Pacaran tidak boleh dilakukan dan sama sekali tidak ada dalam syariat islam. Pacaran dapat berujung pada zina dan api neraka.

“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”. (QS At Tahrim : 6)

12. Hindari Zina

Jatuh cinta terkadang disertai dengan rasa rela berkorban jika dalam hatinya tidak memiliki iman yang kuat, jangan sampai tergoda untuk berbuat zina karena mengatas namakan cinta. Allah menciptakan rasa cinta untuk kedamaian dunia dan kebahagiaan, bukan untuk zina, untuk itu sobat wajib memahami cara menjauhi zina agar tidak terjerumus ke perbuatan dosa.

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al Isro’ : 32)

13. Berdoa

Berdoa kepada Allah agar mendapat jalan yang terbaik, anda bisa bercerita pada Nya yang maha mendengar, berdoalah jika memang seseorang itu yang terbaik untuk anda agar didekatkan dalam ikatan yang halal dan dijauhkan dari zina.

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin : 16)

14. Jaga Kehormatan

Menjaga kehormatan dilakukan dengan menjauhi pacaran atau berduaan dengan lawan jenis yang belum muhrim, jangan menjadikan rasa cinta sebagai alasan untuk merendahkan diri sendiri.

“Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 35)

15. Perjuangkan

Jika anda merasa yakin dengan seseorang yang anda jatuh cinta padanya, dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam dianjurkan untuk memperjuangkan agar dapat tercapai hubungan yang halal dengan cara memantaskan diri dan mendekat dengan cara islam, yaitu dengan melamar langsung ke orang tua atau walinya.

Hal tersebut diperbolehkan sebab jatuh cinta dan rasa ingin dicintai adalah hal yang alamiah, sebgaimana Nabi pernah berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89

16. Shalat Istikharah

Untuk lebih meyakinkan hati anda, lakukan shalat istikharah, agar memiliki kemantapan hati dengan lelaki atau wanita manakah yang terbaik untuk anda.

[AdSense-C]

17. Menikah

Obat jatuh cinta yang paling manjur ialah dengan menikah. Tujuan dan kewajiban menikah akan tercapai hubungan yang di ridhoi Allah dan diperbolehkan mengekspresikan rasa cinta tersebut antara satu sama lain.

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32).

Demikian 17 tips jatuh cinta menurut islam semoga dapat mengarahkan kita untuk menjalankan rasa cinta di jalan Allah. Terima kasih semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam hangat dari penulis.

Batas Aurat Laki Laki Dalam Islam

Aurat dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “An-Naqsu” yang artinya kurang atau aib, sedang secara istilah artinya sesuatu yang tidak boleh diperlihatkan atau dipertontonkan pada orang lain. Aurat sering dihubungkan dengan wanita, padahal dalam islam, laki laki juga memiliki kewajiban menutup aurat dengan batasan yang sudah ditentukan dalam syariat islam sebab Islam ada untuk melindungi kehormatan dan kemuliaan lelaki dan perempuan agar tidak dilihat oleh orang lain kecuali oleh yang berhak melihatnya.

Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An Nur : 30). Ayat tersebut merupakan perintah dari Allah untuk lelaki agar menutup aurat sebagai wujud menjaga kehorrmatan dan kesucian dirinya.

Lelaki wajib memahami tentang batasan aurat, sebab hal itu merupakan kewajiban sebagai hamba yang taat, jangan sampai karena tidak sempurna dalam menutup aurat menyebabkan hal itu menjadi fitnah atau menjadi penyebab maksiat dan zina. Menutup aurat bisa dikatakan sebagai salah satu cara menjauhi zina. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan perihal batasan aurat lelaki menurut islam.

Aurat Sesama (antar) Lelaki

Dalam kehidupan sehari hari, aurat lelaki umumnya tidak terlalu diperhatikan, lelaki jarang dianggap sebagai penyebab munculnya syahwat sebagaimana wanita. Seringkali ditemui dalam kehidupan sehari hari lelaki memakai baju dan celana yang ketat, memakai celana pendek hingga di atas lutut, bahkan ketika dalam kondisi bersantai misalnya di rumah atau olahraga di sekitar rumah lelaki hanya memakai celana pendek dan ketat hingga di atas lutut dan terlihat bagian dada hingga perut dan pusarnya. Hal seperti itu bisa saja menimbulkan syahwat dan memudahkan syetan melancarkan tipu daya nya.

Hadist dan firman Allah berikut menjelaskan bagaimana kewajiban pakaian lelaki sesuai dengan syariat islam :

  • Aurat Lelaki Adalah Antar Pusar dan Tutut

Rasulullah bersabda “Karena diantara pusar sampai lutut adalah aurat”. (HR Ahmad).

Hal ini berlaku antar sesama laki laki baik dengan saudara, teman, atau orang lain. Jika memperlihatkan bagian tubuh di dalam batasan aurat tersebut termasuk perbuatan dosa sebab tidak menjalankan perintah Allah untuk menutup aurat sesuai syariat islam.

Jadi jika seorang lelaki mukmin memakai celana pendek di atas lutut, jelas hal itu tidak sesuai syariat islam. Allah menyukai hamba Nya yang taat, termasuk hamba Nya yang menjalankan perintah Nya dalam hubungannya dengan menutup aurat. Jika syariat agama islam dijalankan dengan sungguh sungguh tentunya akan memberikan kebaikan dan mencegah dari berbagai kemungkaran, begitu pula sebaliknya.

  • Lelaki Tidak Dibenarkan Memakai Celana Pendek Hingga di Atas Lutut

Sebab paha juga termasuk aurat, dalam Hadist Jurhud, ketika Nabi Muhammad SAW melewatinya dan kain yang menutupi pahanya tersingkap, kemudian beliau bersabda “Tutupilah ia (pahamu), sesungguhnya ia adalah aurat”. (HR Malik). Hal ini dikuatkan pula dengan hadist berikut “Jangan engkau singkap pahamu dan jangan pula melihat paha orang yang masih hidup atau sudah mati”. (HR Abu Dawud).

Jelas dari hadist hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa lelaki juga wajib memakai pakaian yang sopan, menutup aurat dan tidak memperlihatkan pahanya kepada orang lain. Umumnya paha memang dihubungkan dengan wanita, wanita yang berpakaian tidak menutup aurat hingga terlihat pahanya diidentikkan dengan wanita yang tidak sholehah dan prasangka buruk lainnya, sesungguhnya bukan hanya wanita saja, lelaki yang memperlihatkan paha nya juga jelas tidak dibenarkan dalam islam. hukum melihat aurat wanita dalam islam jelas – jelas tidak diperbolehkan sobat layaknya laki – laki.

[AdSense-B]

  • Lelaki Tidak Boleh Melihat Aurat Lelaki Lain

Walaupun merupakan saudara atau teman dekat, “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya… dan seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain”. (HR Muslim).

Dalam kehidupan sehari hari misalnya ialah lelaki yang tinggal dalam satu tempat seperti satu tempat kos atau rumah kontrak, atau sedang berada dalam suatu urusan yang sama misalnya silaturahmi dengan berkumpul bersama, terkadang sesama lelaki memakai pakaian yang menurutnya paling nyaman misalnya baju dan celana yang sangat pendek karena beranggapan bahwa dengan sesama lelaki tidak masalah memakai pakaian tersebut, hal tersebut tidak dibenarkan dalam islam seperti yag dijelaskan dalm hadist di atas, jadi walaupun sesama lelaki berkumpul atau berada di tempat yang sama baik itu di rumah atau dimanapun tetap diwajibkan menutup aurat secara lengkap.

[AdSense-A]

  • Tidak Boleh Memakai Pakaian yang Tipis dan Ketat

Di mata islam hal ini sama saja seperti tidak berpakaian (telanjang) karena memperlihatkan lekuk tubuh, “Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi aurat mu dan pakaian yang indah untuk perhiasan”. (Al A’raf : 26)

Contoh dalam kehidupan sehari hari ialah baju olahraga lelaki yang umumnya memakai baju dan celana pendek yang tipis dan sangat ketat hingga bentuk dan lekuk tubuhnya terlihat jelas padahal di tempat tersebut ada begitu banyak orang baik laki laki maupun wanita yang bukan mahramnya, hal tersebut dapat menimbulkan syahwat.

Lebih baik menggunakan pakaian longgar atau memakai jaket ketika berolahraga, selain sesuai syariat islam, juga membuat diri sendiri merasa lebih nyaman. Contoh lain ialah kaos lelaki yang pendek dan ketat hingga ketika menundukkan badan terlihat bagian punggung nya. Dapat disimpulkan lelaki hendaknya memakai pakaian yang sopan dan longgar, tidak tipis, serta tidak membentuk tubuh.

Aurat Lelaki Dengan Wanita

Batasan aurat lelaki dengan wanita lain yang bukan mahram nya sama dengan batasan aurat antara lelaki, yaitu antara pusar dan lututnya, dengan  syarat :

  • Tidak Menimbulkan Syahwat

Jauh lebih baik lelaki memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, jangan memakai pakaian yang mencolok dengan tujuan agar dilihat wanita, agar terlihat menarik, atau dengan tujuan mengundang syahwat.

  • Tidak Berada Dalam Satu Majelis (Berhadap Hadapan) 

Tidak diperbolehkan lelaki dan wanita berdekatan atau berhadapan sebab dapat menimbulkan fitnah. fitnah dalam islam bermacam – macam sobat, termasuk aurat yang bisa memicu ke hal tersebut. Aurat lelaki hanya boleh diperlihatkan kepada istri sebagaimana hadist Rasulullah berikut “Jagalah aurat mu kecuali dari istrimu”. (HR Imam lima). Jadi lelaki wajib menutup aurat dimanapun dan dengan siapapun berada kecuali ketika bersama istri nya.

Lelaki selayaknya lebih menjaga diri sebab terjadinya maksiat atau zina bukan hanya dari wanita saja, lelaki yang memakai baju yang tidak sopan atau tidak sesuai syariat islam juga memudahkan jalan syetan untuk menggoda nya hingga menuruti hawa nafsu duniawi dan jauh dari Ridho Allah.

Aurat Ketika Menjalankan Shalat

Menutup aurat juga merupakan syarat sah ketika ibadah, Allah berfirman “Hai anak Adam, pakailah pakaian mu yang indah di setiap memasuki masjid”. (QS l A’raf : 31). Shalat merupakan ibadah dimana seseorang berhadapanlangsung dengan Allah, sudah selayaknya memakai pakaian yang sopan sebagai wujud seorang hamba tunduk dan penghormatan pada Rabb Nya seperti hadist Rasulullah berikut“Menutup aurat ketika berdiri shalat di hadapan Allah adalah suatu bentuk pengagungan terhadap Nya”. (Al Bada’i : 1/116).

Aurat lelaki memang antara pusar sd lutut, tetapi berbagai hadist meriwayatkan bahwa ketika shalat hendaknya memakai pakaian yang lebih tertutup yakni menutup tubuh bagian atas (pundak), Rasulullah pernah melarang seseorang shalat hanya mengenakan sehelai kain yang tidak menutupi pundaknya sedikitpun.

Diriwayatkan dari Buraidah, “Rasulullah melarang seseorang shalat dengan selimut tanpa menyelempangkannya di atas pundak dan melarang shalat hanya dengan memakai celana tanpa selendang (kain yang menutupi pundak)”. Hadist ini menunjukkan bahwa wajib menutup tubuh bagian atas ketika shalat.

Memang sudah selayaknya ketika shalat disertai dengan segala sesuatu yang terbaik, yaitu dengan memakai pakaian yang indah, bersih, dan suci. Jika di hadapan manusia saja berusaha memakai pakaian yang baik, bagaimana ketika di hadapan Allah? Tentu anda telah memahami bagaimana pakaian yang terbaik untuk digunakan ketika beribadah kepada Nya, misalnya dengan memakai baju koko atau kemeja yang longgar.

[AdSense-C]

Disunnahkan juga untuk berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat, lebih lebih pada waktu shalat jumat dan hari raya. Termasuk memakai siwak dan wewangian karena termasuk sebagai penyempurna. Dan diantara pakaian yang paling utama adalah pakaian yang berwarna putih. Wallahu Ta’ala a’lam.

Demikian artikel mengenai batasan aurat lelaki menurut islam, setiap lelaki wajib memahami hal ini sebab berhubungan langung dengan rutinitas sehari hari dimana lelaki nantinya yang akan menjadi kepala keluarga dan teladan bagi keluarga nya, tentu harus bisa memberi nasehat dan contoh yang baik. Tidak pantas jika lelaki senantiasa berprasangka buruk pada wanita wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna sementara dirinya sendiri juga tidak sempurna menutup aurat nya.

Jadi untuk para lelaki hendaknya instropeksi diri mulai dari sekarang ya apakah selama ini sudah memakai pakaian yang menutup aurat sesuai perintah Allah? Menjaga diri juga merupakan kewajiban sebagai lelaki islam, dengan begitu akan terhindar dari godaan syetan dan terhindar dari maksiat. Semoga bermanfaat terima kasih.

15 Keutamaan Istiqomah Dalam Islam dan Dalilnya

Sering kita mendengar kata “Istiqomah” ketika berhubungan dengan suatu pekerjaan atau urusan yang berkaitan dengan agama. Istiqomah berasal dari bahasa arab “fi’ill istaqaam-yastaqiimuu-istiqaamatan” yang berarti lurus, tegak, atau konsisten. Istiqomah merupakan salah satu petunjuk dari Allah SWT.

Kita mungkin pernah menemui seseorang yang dikenal rajin ibadahnya, baik sikap serta tutur katanya, senantiasa memakai pakaian yang menutup aurat, dan lain sebagainya, tetapi dalam beberapa waktu atau karena sebab tertentu kondisi nya berbalik mencari 180 derajat menjadi seseorang yang malas beribadah dan buruk akhlaknya, Na’udzubillah.

Inilah salah satu contoh tidak adanya sifat Istiqomah dalam diri orang tersebut. Karena nya kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah memohon doa agar senantiasa mendapat jalan yang lurus, teguh dalam pendirian islam, dan Istiqomah dalam beribadah.

Contoh lain adalah ketika bulan Ramadhan umat islam begitu giat dalam menjalankan ibadah mulai dari shalat berjamaah, memakai baju yang sopan dan menutup aurat, berbagi makanan (ketika sahur dan berbuka), membaca Al Qur’an, hingga rutin mendengarkan ceramah ceramah keagamaan, namun terhenti ketika bulan ramadhan telah berakhir, pdahal amal yang dicintai Allah bukanlah yang demikian.

Istiqomah ialah kewajiban setiap mukmin yang mencakup segala bentuk ketaatan pada Allah lahir dan batin serta meninggalkan segala yang dilarang Nya sepanjang waktu, seperti dalam firman Nya berikut : “Maka tetaplah istiqomah pada jalan yang lurus menuju kepada Nya dan mohon ampun kepada Nya”. (QS Fushilat : 6)

Istiqomah merupakan keutamaan dalam islam yang merupakan bukti dari kesungguhan seorang hamba dalam beribadah, berikut 15 keutamaan Istiqomah dalam islam

1. Mendapat Pahala

“Sesungguhnya orang orang yang mengatakan : Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan : janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu:. (QS Fushilat : 30).  Orang yang sanggup melawan segala ujian dalam perjalanan istiqomah nya mendapat pahala surga di akherat kelak. Hal ini tentunya hanya bisa dijalani oleh orang yang sungguh sungguh dalam beribadah, hanya diniatkan karena Allah SWT.

2. Amalan yang Dicintai Allah

Dalam sebuah hadist digambarkan : “Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit”. (HR Bukhari). Lakukan ibadah secara bertahap dan terus menerus, misalnya konsisten untuk senantiasa shalat dhuha dan shalat tahajud 2 rakaat setiap hari. keutamaan shalat tahajud bisa membuat jiwa anda menjadi lebih tentram.

3. Merupakan Ciri Dasar Orang Mukmin

“ Istiqomahlah kalian dan janganlah menghitung hitung”. (HR Ibnu Majah). Hadist di atas meruakan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai perintah untuk setiap mukmin. Tak perlu menghitung berapa banyak amalan atau pahala yang telah kita lakukan, cukup lakukan dengan sungguh sungguh dan istiqomah.

[AdSense-B]

4. Mendapat Jalan yang Lurus

Seseorang yang istiqomah akan diberi jalan yang lurus hingga akhir usianya agar senantiasa bisa beribadah dan beriman kepada Allah SWT. Jalan lurus tersebut ialah berupa petunjuk dan ketenangan hati ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan duniawi.

[AdSense-A]

5. Mendapat Motivasi

Orang yang istiqomah akan terhindar dari kesedihan dan kekhawatiran, hati mereka akan senantiasa menyadari bahwa Allah selalu bersama dan melindungi mereka seperti firman Allah SWT berikut : “Sesungguhnya orang orang yang tetap istiqomah tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al Ahqaf : 13,14)

6. Dilapangkan Rezeki nya

Allah berfirman : “Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (islam) benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (QS Al Jinn : 16). Rezeki memang sudah diatur oleh Allah, tentunya rezeki akan menjadi lebih berkah jika kita menjadi hamba Nya yang mampu istiqomah dalam beribadah. cara memperlancar rezeki menurut islam salah satunya adalah dengan istiqomah.

7. Terpelihara Kehormatan nya

Orang yang istiqomah akan disegani orang lain di sekitarnya. Contohnya ialah ketika menjumpai pekerja muslim yang hidup di negara barat yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan shalat 5 waktu walaupun dia berada dalam kesibukan pekerjaan yang berat dan berada dalam tempat atau kondisi dimana dia kesulitan mendapat tempat beribadah seperti tidak adanya mushalla di tempat tersebut karena mayoritas non muslim, namun dia tetap menjalankan shalat 5 waktu bagaimanapun keadaannya tanpa terpengaruh orang orang non muslim di sekitarnya, orang tersebut tentu mendapat sisi yang istimewa di mata orang lain karena sanggup berpegang teguh dalam pendiriannya walaupun dalam kondisi yang sulit.

8. Wujud Bersyukur Atas Nikmat Allah

Bersyukur adalah wujud pujian atas nikmat yang Allah berikan. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan bentuk ketaatan, betapa banyak orang orang yang telah meninggal dunia merasa menyesal akibat tidak beribadah selama berada di dunia dan mereka berharap dapat kembali ke dunia memperbaiki amal perbuatan mereka. Kita sebagai hamba yang masih diberi kesempatan seharusnya bisa memanfaatkan untuk berbuat amal kebaikan sebanyak banyaknya. manfaat bersyukur kepada allah akan membuat jiwa kita menjadi tenang, tentram dan rezeki kita akan mengalir lebih deras dari arah yang tidak kita ketahui.

9. Menjadi Orang yang Disiplin

Dengan menjalani ibadah secara rutin, kita akan terbiasa melakukan hal tersebut hingga akhirnya menjadi bentuk kedisiplinan yang tanpa mengingat atau diingatkan kita tetap menjalaninya. Misalnya bagi laki laki yang rutin menjalankan shalat jumat apapun kesibukannya maka secara otomatis dia akan disiplin dalam menjalankan ibadah shalat jumat tersebut, senantiasa bisa mengatur waktu untuk menjalankan kewajibannya.

10. Wujud Kuatnya Iman

“Orang yang kuat adalah orang yang beramal untuk hari kematiannya. Adapun orang yang lemah adalah orang yang mengekor pada hawa nafsu dan berangan angan pada Allah”. (HR Ahmad). Orang yang memiliki iman kuat tentu mampu melewati segala rintangan dalam menjalankan ibadahnya dan tetap istiqomah pada jalan Allah.

11. Menjadi Teladan yang Baik

Nabi memberi contoh bahwa beribadah bukan hanya pada waktu atau kondisi tertentu, dalam HR Muslim no 783,  Aisyah RA pernah berkata : “Rasulullah tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang menetap. Siapapun diantara kalian hendaknya melakukan yang beliau lakukan”. Aisyah RA pun mencontoh Nabi dengan cara selalu berkeinginan keras untuk merutinkan ibadahnya. Dalam kehidupan kita senantiasa berhubungan dengan orang lain, jika kita dapat memberikan contoh yang baik, tentunya kebaikan tersebut akan menular pada orang orang di sekitar kita.

12. Tanda Diterimanya Amalan

Diantara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya”. (Tafsir Al Qur’an Al Azhim, tafsir surat Al Lail). Maksud dari ungkapan tersebut ialah jika kita melakukan amal kebaikan dan melakukannya dengan istiqomah maka merupakan pertanda bahwa Allah menerima amal kebaikan kita sehingga diberi petunjuk untuk senantiasa melakukan amal kebaikan tersebut InsyaAllah.

13. Terus Dicatat Ketika Tidak Mampu Melakukannya

Seseorang yang meninggalkan suatu amal ibadah yang dirutinkannya karena alasan syar’i seperti sakit, berada dalam perjalanan jauh (safar), atau dalam keadaan lemah karena usia tua, maka tidak akan terputus amalan pahala nya walaupun ia meninggalkan amalan tersebut. Hal ini pernah di sabda kan oleh Rasulullah SAW “Jika seseorang melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat”. (HR Bukhari no 2996).

14. Mencegah Masuknya Futur (jenuh) Dalam Beribadah

“Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur nya. barang siapa dalam kemalasannya masih dalam sunnah Nabi maka dia berada dalam petunjuk”. (HR Thobroni). Orang yang beramal dalam jumlah yang banyak, misalnya shalat tahajud 10 rekaat dalam satu malam, membaca Al Qur’an bbeberapa juz setiap hari, dll terkadang muncul rasa malas atau jenuh, sebaliknya jika amalan dilakukan sedikit tapi rutin akan memberikan rasa semangat karena itulah dianjurkan untuk menajalankan ibadah dengan istiqomah walaupun sedikit.

15. Mendapat Pertolongan

Orang yang rutin menjalankan ibadah dalam keadaan apapun, senang ataupun susah menjadi bukti bahwa ia senantiasa mengingat Allah, maka Allah pun mmeberi berkah pada kesenangannya dan memberi pertolongan pada waktu kesusahannya seperti sabda Rasulullah berikut “Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalimu ketika susah”. (HR Hakim Syaikh Al Albani).

[AdSense-C]

Demikian keutamaan istiqomah menurut islam, lakukan perubahan mulai dari diri sendiri dengan rutin menjalankan ibadah walaupun sedikit, dengan begitu kita akan terbiasa melakukan ibadah tersebut hingga merasakan ada sesuatu yang kurang jika tidak melakukannya. Dengan rutin beribadah kita akan senantiasa mengingat keberadaan Allah sehingga akan lebih berhati hati dalam menjalankan segala urusan sehari hari karena kita sadar bahwa setiap yang hidup di muka bumi ada yang menilai dan mengawasi.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan kali ini mengenai keutamaan istiqomah dalam islam. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Sampai jumpa di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung dan membaca ya sobat. Salam hangat dari penulis.

Hukum Operasi Plastik Dalam Islam dan Dalilnya

Operasi plastik (plastic surgery) ialah tindakan kedokteran yang dilakukan untuk memperbaiki atau memperindah bagian tubuh manusia dengan cara merubah jaringan kulit. Operasi plastik dalam bahasa arab dikenal dengan istilah jirahah at tajmil yang berarti operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak atau untuk memperbaiki fungsinya ketika anggota tubuh tersebut hilang, lepas, atau rusak (Al Mausu’ah At Thbbiyh Al Haditsah 3/454).

Operasi plastik ada dua macam yaitu :

1. Operasi yang Bersifat Darurat atau Mendesak

Yaitu operasi plastik untuk memperbaiki bagian tubuh tertentu yang memiliki kerusakan atau kegagalan fungsi. Operasi ini bertujuan untuk menyembuhkan atau mengembalikan penampilan atau fungsi menjadi lebih baik atau setidaknya mendekati kondisi normal seperti manusia pada umumnya misalnya operasi karena bibir sumbing sehingga susah untuk makan, membuka penyumbatan pada bagian anus karena sakit, melakukan implant payudara karena terkena kanker, memperbaiki hidung karena cacat, menyambungkan jari tangan atau kaki karena kecelakaan, memperbaiki kulit akibat luka bakar, memperbaiki tulang akibat patah tulang, dan lain lain.

2. Operasi yang Bersifat Opsional

Yaitu operasi yang bertujuan untuk mempercantik atau memperindah bentuk rupa dan tubuh agar terlihat lebih menarik dengan cara ditambah, dikurangi, atau dibuang, operasi ini merupakan tindakan kesengajaan atau berasal dari keinginan pasien sendiri, contohnya memperbesar payudara, melangsingkan pinggang atau memperbesar pinggul, mengubah mulut menjadi lebih kecil atau lebih merah dengan sulam bibir, membuat hidung lebih mancung, melentikkan bulu mata, menaikkan atau menyulam alis, facelift atau mengencangkan kulit, dan lain lain.

Dalam islam, terdapat hukum yang mengatur halal atau haram nya operasi tersebut dilakukan berikut  penjelasannya

  • Mubah

Operasi yang mubah atau boleh dilakukan adalah operasi yang bertujuan untuk memperbaiki anggota tubuh yang cacat atau rusak, ada dua jenis yaitu :

  • Operasi karena cacat sejak lahir (al uyub al khalqiyyah) misalnya operasi bibir sumbing agar bentuk dan fungsi lebih mendekati normal, memperbaiki susunan gigi yang maju ke depan dan tidak normal struktur nya hingga menyulitkan untuk makan dan berbicara.
  • Operasi karena cacat yang datang kemudian (al uyub al thari’ah) misalnya cacat tangan atau kaki karena kecelakaan, memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat kebakaran, operasi mata karena katarak atau luka hingga fungsi penglihatan terganggu, operasi suntik payudara wanita karena penyakit atrofi (pengecilan atau penyusutan jaringan otot dan jaringan syaraf sehingga bentuk menjadi tidak normal.

[AdSense-B]

Operasi plastik yang demikian boleh dilakukan karena bertujuan untuk mengobati seperti dalam dalil berikut : “wahai hamba hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnyaAllah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya”. (HR Tirmidzi no 1961).

Dari hadist tersebut dijelaskan hendaknya seseorang yang tertimpa sakit berusaha berobat agar bisa sehat seperti sedia kala dan tidak terganggu dalam melakukan berbagai aktivitas.

[AdSense-A]

Bahkan dalam kondisi tertentu diperbolehkan memindahkan atau menghilangkan bagian tubuhnya jika kondisi  tersebut membawa kepada penyakit yang lebih membahayakan atau membahayakan nyawa, misalnya luka karena suatu penyakit misalnya kanker payudara yang jika tidak diangkat akan menyebar ke anggota tubuh yang lain.

Operasi yang dilakukan tentunya harus dijalankan oleh pihak yang berkompeten dan diiringi dengan doa kepada Allah agar diberi jalan kesembuhan atas penyakit nya.

  • Haram

Adapun operasi yang haram hukumnya ialah yang hanya bertujuan untuk mempercantik atau memperindah bentuk tubuh semata karena nafsu duniawi  tanpa ada niat mengobati atau memperbaiki suatu kecacatan. Allah berfirman :

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.” (QS At Tin : 4)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah sebaik baik mkhluk yang diciptakan Allah, manusia memiliki kecantikan atau ketampanan yang relatif dan berbeda satu dengan lainnya, meskipun begitu, manusia sering merasa kurang bersyukur dengan pemberian Allah sehingga senantiasa berusaha untuk memperindah fisik nya hingga mengubah ciptaan Allah dengan melakukan operasi plastik.

Operasi plastik dengan tujuan dasar kecantikan sering disebut dengan istilah bedah kosmetik, sebagian besar dilakukan oleh wanita dimana hasrat dasar mereka adalah suka berhias dan ingin senantiasa tampil cantik dan menarik, sesungguhnya kecantikan bukan hanya dari fisik saja, wanita yang memiliki inner beauty, kecerdasan, kesederhanaan, dan kecantikan alami lebih menarik di mata laki laki, wanita sholehah yang memiliki akhlak baik dan lemah lembut juga lebih indah di mata Allah.

Operasi bedah kosmetik ini haram hukumnya sesuai firman Allah berikut : “dan akan aku (syetan) suruh mereka mengubah ciptaan Allah lalu benar benar mereka mengubahnya”. (QS An Nisa 119). Ayat tersebut menjelaskan kecaman atas perbuatan syetan yang senantiasa mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat diantaranya mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah).

Salah satu cara mensyukuri nikmat allah ialah dengan menerima kondisi yang sudah Allah berikan dan tidak berupaya untuk mengubahnya dengan jalan operasi kecuali dalam keadaa darurat.

Beberapa contoh tindakan operasi plastik yang diharamkan yaitu :

  • Menyambung Rambut atau Membuat Tatto

Dilakukan dengan cara menyambung rambut agar terlihat lebih panjang dan indah, mengubah bentuk rambut dari keriting menjadi lurus sehingga menipu orang lain. Membuat tatto dilakukan dengan melukis atau membuat tanda secara kekal pada anggota tubuh dengan menusuk nusuk jarum menggunakan warna warna tertentu untuk tujuan kecantikan dan dipamerkan. Padahal hukum bertato dalam islam sudah jelas bukan?

Perbuatan ini haram dan dilaknat Allah, Rasulullah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Umar “Allah melaknat orang yang melakukan penyambungan rambut dan membuat tatto, baik pelaku atau orang yang disuruh membuat tatto”.

  • Mengubah Jenis Kelamin dengan Mengubah Jenis Kelamin Laki Laki Menjadi Perempuan atau Sebaliknya

Hal ini jelas tidak sesuai syariat islam karena mengubah takdir yang telah ditentukan Allah seperti sabda Rasulullah berikut “Allah melaknat orang orang yang berusaha menyerupai laki laki menjadi perempuan atau dari perempuan menjadi laki laki”. (HR Ibn Abbas)

  • Memakai Kawat Gigi

Termasuk perbuatan yang dilarang karena memiliki unsur penipuan dan menghias diri secara berlebihan, umumnya dilakukan karena ingin tampil lebih menarik atau mengikuti trend belaka. tanam gigi menurut islam juga tidak diperbolehkan jika bertujuan secara berlebihan. Rasulullah bersabda “yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, mereka itu yang mengubah ubah ciptaan Allah”. (Imam Al Qurthubi Rahimahullah dalam tafsirnya)

  • Sulam Bibir dan Sulam Alis

Hal ini tidak dibenarkan dalam syariat islam karena termasuk merubah ciptaan Allah dan menyakiti diri sendiri sebagaimana diketahui proses nya dilakukan dengan digambar menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam kulit hingga lapisan kulit kedua yang tentu akan menyaktkan diri sendiri. Perbuatan tersebut dilarang seperti pada hadist berikut “larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung ujung wajah” (Sharh Shahih Muslim 14/106)

  • Membesarkan Payudara dengan Implan

Tidak diperkenankan jika hanya bertujuan untuk berbangga dan mempertontonkan kecantikan diri. Hal tersebut merupakan kebiasaan wanita jaman jahiliyah dulu kala yang tidak mengenal ilmu agama dan hanya diamanfaatkan sebagi budak lelaki. Allah berfirman dalam QS Al Ahzab : 33

“dan hendaklah amu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah dahulu”.

Wanita barangkali memang merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuh yang indah, apalagi jika berhubungan dengan suami, mereka akan merasa bangga jika tubuhnya disukai oleh suami, boleh saja memperindah bentuk tubuh dengan cara alami yang tidak merusak ciptaan Allah misalnya dengan olahraga rutin, makan makanan yang bergizi, dan memakai masker kacang panjang yang dihaluskan untuk mengencangkan payudara. Tetapi jika sampai memaksakan keadaan seperti operasi implan payudara maka hal itu tidak dibenarkan dalam islam.

  • Melakukan Operasi Pada Selaput Dara (mengembalikan keperawanan)

yang dilakukan untuk menutup aib dan penipuan karena pernah berbuat zina atau maksiat dimana hal tersebut hanya mementingkan nafsu duniawi semata. Selain itu, aurat wanita tersebut akan terlihat oleh orang lain sehingga hal ini tidak diperbolehkan dalam syariat islam karena tidak dalam keadaan yang darurat. Hal ini haram karena lebih banyak mudharat (bahaya) nya daripada manfaat nya, seperti firman Allah berikut “tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat baik permulaan ataupun balasan”. (HR Ibnu Majah)

[AdSense-C]

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa operasi plastik yang dilakukan karena bertujuan untuk memperbaiki cacat atau kekurangan pada tubuh yang termasuk kategori darurat sehingga menyulitkan diri untuk melakukan aktivitas sehari hari halal hukumnya atau boleh dilakukan.

Sedangkan operasi yang bertujuan karena ingin mempermanis diri, mengubah penampilan, memperkuat citra dan lain sebagainyahanyakarena kehendak nafsu duniawi dengan mengubah ciptaan Allah maka hal tersebut haram, tidak boleh dilakukan.Salah satu cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menerima segala yang diberikan Nya. Islam memiliki berbagai syariat yang terbaik, jika dilarang berarti mengarah pada keburukan, jika diwajibkan atau dianjurkan berarti mengarah pada kebaikan. Semoga kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Sekian dan terima kasih.

17 Keutamaan Waktu Subuh Dalam Islam dan Dalilnya

Subuh menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) adalah waktu antara terbit fajar sd menjelang terbit matahari. Subuh adalah waktu yang amat istimewa, waktu dimana terjadi pergantian dari malam ke pagi, dari gelap menuju terang.

Subuh sering diungkapkan secara khusus dalam beberapa ayat Al Qur’an, diantaranya ialah :

“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. (QS At Takwir : 18)

“Katakanlah:ku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasi subuh”. (QS Al Falaq :1)

Jika anda sering bangun pagi dan mendengarkan adzan subuh tentu anda akan mendengar kalimat “Ashsalatu khairum minan naum” yang artinya “shalat lebih baik daripada tidur” dimana kalimat tersebut tidak terdapat pada adzan di waktu shalat lain, dalam kalimat tersebut Allah memberikan isyarat Kasih sayang pada hamba-Nya dimana pada waktu tersebut diperintahkan untuk menjalankan shalat subuh.

Waktu subuh sendiri memiliki banyak keistimewaan dalam islam yaitu sebagai berikut :

1. Disaksikan Oleh Para Malaikat

Subuh begitu istimewa bagi hingga Allah SWT menurunkan perintah shalat subuh sebagaimana firman Nya dalam QS Al Isra : 78

“dirikanlah shalat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan dirikanlah pula shalat subuh, sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan malaikat”.

Orang yang menjalanan shalat subuh akan mendapat perhatian Allah pada hari kiamat karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di waktu tersebut dimana para malaikat melaporkan langsung kepada Allah SWT apa saja yang dikerjakan hamba-Nya di waktu subuh dan mendoakan kebaikan bagi mukmin yang menjalankan shalat subuh.

2. Salah Satu Penyebab Masuk Surga

Terkadang kaum mukmin lalai dalam menjalankan shalat subuh, lebih memilih untuk melanjutkan tidur nya daripada bangun untuk melaksanakan shalat. Orang yang menjalankan shalat subuh tepat waktu bagi nya akan menjadi jalan masuk surga.

“barang siapa yang mengerjakan shalat bardain (subuh dan ashar) maka dia akan masuk surga”.(HR Bukhari no 574 dan Muslim no 635)

3. Salah Satu Penghalang Masuk Neraka

Shalat subuh yang memiliki jumlah rakaat paling sedikit dibanding shalat wajib lainnya, terkadang menjadi shalat terberat bagi sebagian umat muslim. Bagi yang menjalankan shalat subuh bagi nya dapat menjadi penghalang masuk neraka seperti disampaikan dalam hadist berikut :

“sekali kali tidak akan masuk neraka orang yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit di ufuk timur”. (HR Muslim – Abu Daud)

[AdSense-B]

4. Berada Dalam Jaminan Allah

“Barang siapa shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah”. (HR Muslim no 163).

Orang yang menjalankan shalat subuh mendapat jaminan keselamatan dari Allah, Allah akan memberikan perlindungan sepanjang hari tersebut, membuat hari menjadi lebih bersemangt dan terhindar dari rasa malas.

5. Pahala Seperti Shalat Semalaman

Bagi yang menjalankan shalat subuh berjamaah, Allah memberikan keistimewan berupa pahala seolah olah orang tersebut menjalankan shalat sepanjang malam.

“Dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah makan seolah olah dia shalat seluruh malamnya”. (HR Muslim no 656)

[AdSense-A]

6. Bercahaya di Hari Kiamat

Bekas wudhlu dan langkah kaki orang yang menjalankan shalat subuh berjamaah akan menjadi cahaya di hari kiamat menurut islam kelak yang akan membedakan dengan umat lainnya dan menjadi jalan mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW seperti sabda Rasulullah berikut :

“Berikanlah kabar gembira kepada orang yang  banyak berjalan dalam kegelapan (isya’ dan subuh) menuju masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat kelak”. (HR Ibnu Majah – Tirmidzi)

7. Lebih Baik Dari Dunia dan Isinya

Shalat subuh dianggap sebagai amalan yang kebaikannya melebihi dunia beserta isinya “Dua rakaat shalat subuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya”. (HR Muslim – Ahmad)

8. Melepaskan Tiga Ikatan Syetan

Syetn senantiasa menjerumuskan manusia untuk menjauhi perintah Allah, shalat subuh dapat melepaskan diri dari tipu daya syetan “syetan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan syetan akan mengatakan : malam masih panjang, tidurlah! Jika dia bagun dan berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Jika dia kemudian mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terakhir”

9. Terhindar Dari Kencing Syetan

Syetan senantiasa punya cara untuk menyesatkan manusia, mereka tidak pernah lelah menggoda manusia dari segala penjuru, mereka melakukan tindakan agar manusia menghindari perbuatan perbuatan yang baik. Dalam sebuah hadist riwayat Al Bukhari dan Muslim Ibnu Masud Radhiyallahu anhu bahwa salah satu tindakan syetan yang menyesatkan ialah mengencingi manusia, orang orang yang bangun kesiangan hingga lalai dalam menjalankan shalat subuh.

Disebutkan kepada Nabi Muhammad SAW ada seorang laki laki yang tidur semalaman hingga waktu pagi dan kehilangan waktu subuh, maka Rasulullah bersabda “Laki laki itu telah dikencingi setan pada telinganya”. Agar terhindar dari hal tersebut manusia sudah selayaknya bangun di awal waktu subuh dan menjalankan shalat subuh tepat waktu.

10. Waktu Terkabulnya Doa

Pada waktu subuh malaikat siang dan malam berkumpul, barang siapa yang menjalankan shalat subuh dan memohon doa, akan didoakan oleh seluruh malaikat dan disampaikan langsung kepada Allah. manfaat doa dalam islam pada kondisi seperti ini memang mustajab.

“Pada waktu itu adalah tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu”. (Syarh Shahih Muslim 6:36)

11. Waktu Pembagian Rejeki

Pada waktu subuh, malaikat membagi rejeki kepada semua umat manusia, dianjurkan untuk berdoa atau membaca Al Qur’an setelah shalat subuh, barang siapa yang shalat subuh dan memohon rejeki maka Allah akan memberikan keberkahan yang lebih padanya seperti hadist Rasulullah berikut

“seusai shalat subuh janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rejeki”. (HR Thabrani) 

doa pembuka rezeki dari segala penjuru memang sangat tepat jika anda panjatkan di waktu datangnya shalat subuh. Karena waktu tersebut merupakan awal dari aktivitas.

12. Waktu yang Baik Untuk Berdzikir

Dzikir adalah tanda seorang mukmin mengingat dan memuji Allah, orang yang mengetahui keutamaan berdzikir di waktu subuh akan mendapat ketenangan hati dan merupakan waktu yang dianjurkan oleh Allah “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu berada di waktu subuh”. (QS Ar Ruum : 17) 

13. Mendapat Keselamatan

Rasulullah pernah bersabda “sesungguhnya Allah jika menurunka bala dari langit kepada penduduk bumi, maka Allah akan menghindarkannya dari pemakmur masjid”. (HR Askari). Arti dari hadist tersebut ialah, orang yang menjalankan shalat subuh berjamaah akan terhindar dari mara bahaya, contoh yang pernah terjadi ialah ketika terjadi tsunami beberapa tahun silam di Aceh, jamaah yang sedang shalat subuh di masjid itu terhindar, padahal jika kita logika pada saat itu daerah sekitar seutuhnya tersapu oleh tsunami.

14. Diampuni Dosa Dosa

Allah menjanjikan pengampunan bagi orang orang yang senantiasa menjalankan shalat subuh dan memohon ampunan atas dosa dosa pada waktu tersebut. Setelah shalat subuh dianjurkan untuk membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim” sebanyak 100 x yang artinya :

“Maha suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung”. Rasulullah bersabda “barang siapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosa dosa nya sekalipun dosa nya itu sebanyak buih di laut”. (HR Muslim dan Tirmidzi)

15. Terhindar Dari Munafik

“batas antara kita dengan orang orang munafik adalah yang menghadiri shalat isya’ dan shalat subuh. Hal itu dikarenakan orang munafik tidak akan sanggup untuk menghadiri kedua shalat tersebut”. (HR Imam Malik)

Hadist tersebut menjelaskan bagi yang menjalankan shalat subuh dapat terhindar dari ciri orang munafik.

16. Dapat Melihat Allah

Manusia dapat melihat Allah saat berada di surga nanti, Allah Dzat Yang Maha Agung akan menampakkan diri-Nya di hadapan hamba hamba Nya yang dikehendaki termasuk di hadapan hamba hamba-Nya yang selalu menjaga shalat subuhnya. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah

“kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata : sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari, maka lakukanlah”. (HR Al Bukhari dan Muslim)

[AdSense-C]

17. Mendapat Pahala Seperti Pahala Haji dan Umrah

Orang yang menjalankan shalat subuh berjamaah dlanjutkan dengan berdzikir hingga matahari terbit dan ditutup shalat 2 rakaat (shalat Isyraq) akan mendapatkan pahala senilai dengan pahala haji dan umrah, hal ini berdasarkan pada hadist berikut :

“siapa yang shalat subuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna”. (HR Al Tirmidzi oleh Al Albani dalam Al Misykah no 971)

Biasakan bangun pagi dan menjalankan shalat subuh tepat waktu, selain menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, shalat subuh juga memberi hikmah berupa melatih kedisiplinan diri dan mencegah rasa malas. Sampai disini dulu ya sobat ulasan artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.

6 Tata Cara Pindah Rumah Menurut Islam yang Wajib Diketahui

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia selain makanan dan pakaian. Dalam kehidupan, rumah menjadi tempat berlindung, tempat beristirahat, dan tempat berkumpul bersama orang orang tercinta. Pastinya rumah sangat dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari hari.

Ketika memiliki atau menempati rumah, terkadang seseorang tidak selamanya bisa menetap tinggal di sebuah rumah. Pindah rumah atau beralih tempat tinggal bisa saja terjadi karena berbagai alasan misalnya karena faktor kenyamanan, lingkungan, tuntutan atau akses bekerja dan aktivitas sehari hari, karena berkeluarga dan mengikuti dimana pasangan menetap, dan lain sebagainya.

Cara pindah rumah menurut islam

Ada berbagai macam tuntunan ketika pindah rumah, misalnya menurut adat jawa pindah rumah harus memakai perhitungan atau penanggalan tertentu dengan tujuan pemilik rumah dapat tinggal dengan nyaman dan mendapat kebaikan dari rumah tersebut, biasanya setiap hendak pindah rumah, keluarga dan tetangga terdekat beramai ramai mengatar dan mengiringi dalam menempati rumah baru.

Lain halnya dalam islam, tidak terdapat perhitungan atau penanggalan khusus, semua hari dianggap baik, diperbolehkan untuk pindah rumah kapan dan kemana saja dengan mengharap kebaikan dan ridho dari Allah SWT. Cara pindah rumah semuanya diserahkan kepada pemilik rumah sesuai kepercayaan masing masing, dalam pembahasan kali ini kami jelaskan cara pindah rumah menurut ajaran islam, berikut cara cara nya

1. Bersyukur Kepada Allah

Semua orang pasti bahagia memiliki rumah, memiliki tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, wajib disyukuri karena rumah adalah salah satu nikmat rejeki dari Allah. Harus senantiasa diingat bahwa setiap nikmat adalah pemberian dan campur tangan dari Allah SWT, bukan karena murni usaha diri sendiri saja. cara bersyukur menurut islam dapat dilakukan dengan cara memuji Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Seperti firman Allah SWT berikut :

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim 14/7)

Segala nikmat dari Allah sudah selayaknya digunakan untuk segala kegiatan yang mengarah pada kebaikan, bukan untuk segala sesuatu yang dilarang oleh agama.

Bentuk syukur ketika menempati rumah baru selanjutnya dapat disempurnakan dengan mengadakan acara syukuran atau walimah, mengundang orang orang untuk berkunjung dan makan. Walimah tersebut dilaksanakan ketika rumah telah siap ditempati atau telah dihuni, orang orang yang perlu diundang adalah keluarga, sanak saudara, rekan kerja, tetangga sekitar yang bertempat di rumah sebelumnya, dan tetangga tetangga baru di sekitar rumah yang baru saja dihuni.

Walimah dapat memberikan kegembiraan bagi orang orang yang diundang dan menjalin silaturahmi. Biasanya dengan cara mengundang saudara, teman – teman, dan warga sekitar, ada pula yang turut mengundang anak yatim piatu, tujuannya juga untuk memberikan doa kebaikan dan keselamatan pemilik rumah selanjutnya dilakukan makan bersama sama atau makanan dibawa pulang.

[AdSense-B]

Syukuran atau walimah ini dianjurkan oleh ulama, Imam Syafi’i menyatakan bahwa : “ diantara bentuk walimah adalah al-wakirah. Aku tidak memberikan kelonggaran untuk meninggalkannya”. (Al-Mausu’ah Al-Fiqihiya Al-Kuwaitiyah 8/27)

Walimah tidak harus dilaksanakan secara besar besaran atau bermeah mewahan, walimah dilaksanakan sesuai kemampuan pemilik rumah dengan niat berbagi kebahagiaan dengan orang lain sebagai bentuk bersyukur kepada Allah SWT. Dengan diadakannya walimah tersebut, setelah menempati rumah baru baik saudara atau tetangga tetangga di sekitar rumah yang lama dapat tetap bersilaturahmi karena sudah mengetahui tempat dimana pemilik rumah pindah.

[AdSense-A]

Tentunya tetangga sekitar di rumah yang baru juga bisa saling bersilaturahmi dan saling membantu karena telah saling mengenal di acara walimah tersebut, sehingga tidak dianggap sebagai orang yang individual atau sombong, sebagaimana firman Allah berikut :

“Mengabdilah kepada Allah dan jangan mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah kepad ibu bapak, kerabat, anak anak yatim, orang orang miskin, tetangga tetangga terdekat, tetangga tetangga orang yang asing, teman yang di sampingmu, dan orang dalam perjalanan, dan yang menjadi milik tangan ananmu. Allah tidak menyukai orang yang congkak, membanggakan diri.” (QS. Al-Nisa 36/8)

2. Perkenalan dengan Masyarakat Sekitar

Sebagai warga yang menempati rumah baru wajib beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tetangga adalah orang yang paling dekat seperti keluarga sendiri, di saat merasa kesusahan atau terkena musibah kadang tetangga yang bisa lebih banyak membantu dibandingkan dengan saudara, karena itulah wajib menjalin hubungan yang harmonis dengan tetangga, tidak membuat pertikaian, dan berusaha saling mengenal. hikmah silaturahmi seperti ini akan anda rasakan dalam kehidupan sehari – hari.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “Demi Allah Tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman. Ditanyakan kepada Rasul: “Siapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda: “Orang yang tetangganya tidak merasa aman karena gangguannya.” (Hr. Ahmad, A l-Bukhari)

Perkenalan dan silaturahmi sebaiknya tetap dilaksanakan setelah acara walimah selesai, dapat dilakukan dengan cara menyapa tetangga setiap kali melewati atau bertemu dan berkunjung ke rumah tetangga sekitar yang terdekat ketika hari libur atau ada waktu longgar.

Selanjutnya dapat saling berbagi informasi misalnya tentang acara rutin di sekitar tempat tersebut seperti kapan ada acara arisan, pengajian, kerja bakti, dan lain sebagainya. Sebagai warga, entah warga baru atau yang sudah lama tinggal di tempat tersebut sudah selayaknya mengikuti acara rutin desa sehingga memperbanyak silaturahmi, hubungan dengan tetangga pun dapat berlangsung harmonis.

Ukhuwah pertama dimilai dari pasangan (suami istri) dan keluarga, selanjutnya tetangga. Jika hubungan dengan tetangga tidak harmonis, maka hubungan persaudaraan pun mudah retak. Oleh karena itu bersikap, berbuat, dan bertutur kata baik pada tetangga harus dilaksanakan, hal tersebut termasuk dalam alah satu tanda keimanan seseorang. Seperti hadist berikut :

“Barang siapa yang kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman keada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau kalau tidak dapat berkata yang baik maka hendaklah berdiam saja, yakni jangan malahan berkata yag tidak baik”.(H. Bukhari)

Jadi beriman itu tidak hanya berhubungan denagn pribadi (antara manusia dengan Allah SWT) saja, tetapi dalam islam juga mengajarkan aspek hubungan yang menyeluruh di setiap kehidupan, dimulai dari pasangan, keluarga, tetangga, dan segenap saudara serta rekan yang merupakan syarat utama dalam menjaga keutuhan ukhuwah.

3. Membaca Salam dan Doa Ketika Memasuki Rumah Baru

Sejauh manapun melangkah pasti tetap ingin kembali menginjakkan kedua kaki dan bersistirahat di rumah, walaupun sesederhana apapun rumah kita tetap menjadi tempat terbaik dan ternyaman untuk bercengkerama dengan penuh kehangatan bersama keluarga.

Di saat yang bersamaan pula, ketika sampai di rumah tentu tidak ingin disertai oleh syaitan, amalan doa seringkali lupa dilakukan ketika menempati rumah baru, doa dapat mencegah keburukan dan mendatangkan kebaikan, doa semestinya dilakukan agar rumah yang ditempati dapat menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh berkah. keutamaan salam dalam islam tentu saja akan menjauhkan diri dan area rumah dari syaitan.

Yang pertama dianjurkan mengucapkan salam ketika memasuki rumah baru dengan mengucap “Assalamualaikum warohmatullah wa barokatuh”. Ucapan salam tersebut sebaiknya selalu diucapkan ketika msuk ke dalam rumah, baik rumah baru atau yang telah lama ditepati, baik rumah tersebut rumahnya atau berkunjung ke rumah orang lain, baik dalam kondisi ada orang di dalamnya ataupun tidak. Seperti firman Allah SWT berikut :

“Maka apabila kamu memasuki suatu rumah dar rumah rumah hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik”. (QA An Nuur 24/61)

Yang kedua dalam menempati rumah baru dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an khususnya Al Baqarah agar rumah senantiasa diberi cahaya kebaikan dan penuh keberkahan seperti hadist berikut :

“janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah”. (HR Muslim no 1860)

Yang ketiga ialah membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3x dan ayat kursi setiap kali memasuki rumah, baik rumah baru aatupun yang telah lama ditempati. Hal ini dianjurkan oleh ulama, dengan membaca Al ikhlas 3x penghuni rumah terhindar dari kefakiran dan ayat kursi dapat memberikan rasa kasih sayang dan rasa cinta diantara penghuni dalam rumah tersebut

“Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah aalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.(QS Al Ikhlas 112/1-4

4. Membersihkan dan Menjaga Kebersihan Rumah

Islam sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan kesucian, seiap muslim wajib menjaga kebersihan baik kebersihan badan ataupun kebersihan tenpat tinggal agar dalam melaksanakan ibadah sehari hari terhindar dari hadast kecil dan hadast besar serta mencegah najis menempel pada tubuh. Rumah baru sebelum dihuni harus dibersihkan secara keseluruhan terlebih dahulu agar nantinya dapat ditempati dengan nyaman.

Kebersihan juga  memegang peran penting dalam kehidupan keluarga, jika kondisi rumah bersih, semua penghuni rumah tentunya merasa betah sehingga dapat membuat suasana kondusif dan menambah ketenangan dalam keluarga. Jika rumah kotor atau tidak rapi pastinya akan mengurangi tingkat kenyamanan, penghuni rumah menajdi tidak betah berlama lama di dalam rumah karena merasa terganggu dengan debu dan merasa pengap.

Karena itulah kebersihan harus senantiasa dijaga terutama ketika akan menghuni rumah baru dimana semua anggota keluarga akan tinggal dan beraktivitas di dalamnya termasuk ketika menjalankan ibadah shalat 5 waktu. Karena itu kebersihan adalah salah satu tanda orang beriman seperti disebutkan dalam hadist hadist berikut :

“Kebersihan itu sebagian dari iman” (HR Ahmad).

“agama islam adalah agama yang bersih dan suci. Karena itu kamu harus menjaga kebersihan. Maka sesunggguhnya tidak akan amsuk surga kecuali hanya orang orang yang suci”.(HR Al-Baihaqi)

Mengawali hari hari baru di rumah baru sebaiknya dimulai dengan membersihkan dan merapikan rumah tersebut sebelum dihuni dan sebelum diisi oleh barang barang, mulai dari membersihkan bagian debu pada langit langit dan tempat lain termasuk menyapu dan mengepel lantai sehingga pada saat rumah dilengkapi dengan perabotan dan selanjutnya dihuni serta digunakan untuk aktivitas sehari hari termasuk untuk beribadah shalat 5 waktu dan lain sebagainya sudah dalam kondisi rapi dan nyaman ditempati seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut :

“sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, mulia dan menyukai kemuliaan, bagus dan menyukai kebagusan. Oleh sebab itu bersihkan lingkungan mu”.(HR At Turmudz)

5. Terbebas Dari Segala Bentuk Kepercayaan Syrik

Syirik adalah kepercayaan kepada selain Allah, termasuk dosa besar dalam islam yang amat diharamkan seperti firman Allah SWT berikut :

“Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar benar kezaliman yang besar”. (QS Luqman : 13).

Syrik juga berhubungan dengan kehidupan sehari hari, dalam hubungannya dengan rumah hendaknya rumah baru yang akan ditempati itu bebas dari segala benda yang diharamkan untuk dipajang misalnya patung bernyawa atau gambar bernyawa. Sebab hal itu akan membuat malaikat malaikat pembawa berkah atau malaikat rahmah tidak bisa masuk seperti kisah dalam hadist berikut :

“jibril datang kepadaku, kemudian dia berkata, sesungguhnya tadi malam aku datang kepadamu, dan tak ada yang menghalangi ku masuk menemui mu dalam rumah yang kamu tempati, kecuali karena pada pintu rumah ada gambar sepasang lelaki dan di dalam ada tabir tipis yang bergambar dan ada anjing nya, perintahkan agar kepala gambar gambar yang ada di pintu dipotong dan dijadikan seperti bentuk pohon, perintahkan agar tabir itu dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dihamparkan dan dijadikan tempat sandaran”.(HR Tirmidzi no 2730).

Rumah yang enggan didatangi malaikat tentu saja membuat syaitan senang mendatangi nya sehingga rumah tidak akan terdapat ketenangan di dalam nya, suasana bagi penghuni rumah akan terasa panas sehingga mudah menyebabkan konflik atau suasana yang tidak kondusif.

Rasulullah bersabda “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung”. (HR Bukhari dan muslim)

Kepercaayan syirik selanjutnya yang hendaknya ditinggalkan adalah meninggakan kepercayaan kepada selain Allah, misalnya kepercayaan bahwa rumah yang letak nya tusuk sate adalah rumah yang membawa sial dan tidak akan mendatangkan rejeki bagi penghuni nya. Dan pandangan pandangan lainnya yangtidak sesuai dengan syariat agama islam.

Rejeki dan keberuntungan tidak selayaknya dpercayakan kepada hal hal yang tidak terdapat dalam syariat agama islam, Allah sudah menjamin rejeki bagi setiap hamba-Nya yang berusaha, tidak berdasar pada arah atau letak rumah nya, warna cat nya, besar rumah nya, dan lain sebagainya, jadi segala kepercayaan syirik tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada rejeki atau keberuntungan seperti firman Allah SWT berikut :

“Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rejekinya”.(QS Hud :6)

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dab carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah : 10)

6. Perbanyak Shalat dan Membaca Al-Qur’an

Rasulullah mengajarkan agar setiap muslim mempebanyak shalat dan membaca Al Qur’an di dalam rumah atau tempat yang baru ditinggali seperti diriwayatkan dalam hadist berikut : “Sinarilah rumahmu dengan memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an”. (HR Al Baihaqi)

Dianjurkan membaca surat yassin pada 7 hari atau 7 malam pertama menempati rumah disertai membaca Al fatihah sebanyak satu kali, dan shalawat nabi sebanyak tujuh kali.

[AdSense-C]

Rumah yang sering dibacakan Al Qur’an tampak terang benderang menurut pandangan Allah SWT, cahaya tersebut bukan berasal dari sinar lampu rumah tetapi berasal dari satu demi satu huruf, kata, ayat, kalimat, dan ayat ayat Al Qur’an yang dibaca sehingga bacaan Al Qur’an yang dilafalkan menjadi sinar yang menerangi hati dan menjadi cahaya Illahi. Ketenangan dan ketentraman ketika membaca Al Qur’an tersebut juga akan menggema dan menyelimuti sekitar rumah.

dijelaskan dalam hadist berikut :

“tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah dalam keadaan mereka membaca kitabullah dan saling mengkaji diantara mereka, melainkan diturunkan ketenangan pada mereka, diliputi rahmat, dinaungi para malaikat, dan Allah menyebut nyebut mereka di sisi malaikat-Nya”.(HR Muslim no 2699)

Mungkin sampai disini dulu ya sobat sedikit ulasan mengenai tata cara pindah rumah menurut islam yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi artikel saya ini. Salam hangat dari penulis.

Hukum Wanita Bepergian Dengan Lawan Jenis

Dalam islam wanita tidak diperbolehkan bepergian dengan lawan jenis karena belum menjadi muhrimnya. Apalagi jika sampai berganti – ganti pria yang membawanya, sudah bisa dipastikan image nya akan buruk di pandangan masyarakat. Terlebih lagi jika tinggal di lingkungan pedesaan. Baca juga mengenai muhrim dalam islam.

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Berbeda lagi dengan wanita yang sudah menikah dengan seorang pria, jika ia bepergian dengannya tidak menjadi masalah karena sudah halal menurut syariat agama Islam. Wanita muslimah yang baik tentu saja mampu menjaga dirinya dan kehormatannya serta malu terhadap Allah Swt apabila tidak mengikuti perintah – Nya.

Menjadi wanita muslimah yang baik memang tidak mudah. Karena pasti akan banyak godaan untuk menguji seberapa besar tingkat keimanan anda para kaum hawa kepada Allah Swt. Karena wanita adalah dikatakan sebagai perhiasaan dunia, sudah seharusnya anda sebagai wanita bisa menjaga perhiasaan tersebut. Seperti penjelasan yang terdapat di dalam hadits di bawah ini :

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

Hukum Wanita Bepergian Dengan Bukan Mahram

Sudah selayaknya anda sebagai seorang wanita menjaga diri dan tidak berperilaku seenaknya sendiri bepergian dengan kaum adam sehingga bisa menimbulkan fitnah. Jika anda sebagai wanita menolak apabila diajak bepergian atau pun tidak dengan sengaja mengajak pria untuk bepergian, saya rasa hal seperti itu tidak akan terjadi.

Namun modern ini, banyak wanita yang dengan sengaja minta diantarkan kemana – mana oleh seorng pria bahkan bisa juga berganti – ganti hanya untuk memanfaatkannya saja. Padahal sudah jelas hal ini merupakan perilaku yang tidak baik dan tidak sepantasnya dilakukan seorang muslimah sejati. Berikut hadits yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Pada artikel kali ini saya bermaksud untuk membagikan sedikit ilmu yang saya punya mengenai hukum wanita bepergian dengan lawan jenis. Jika sobat ingin lebih dalam pemahamannya, bisa simak penjelasan di bawah ini bersama – sama.

  • Haram Hukumnya Wanita dan Laki – Laki yang Belum Mukhrim Berduaan

Berduaan saja sudah diharamkan dan dilarang ya sobat, berarti anda bisa tau ya jika bepergian dengan lawan jenis tentu saja dilarang. Berikut terdapat hadist yang menguatkan masalah ini :

“Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga.” ((HR Tirmidzi 2165, Ahmad (1/26), dan dishahihkan al-Albani)

Melihat ayat tersebut sudah sangat jelas bahwasannya, antara seorang wanita dan juga seorang pria yang jalan berduaan tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam karena dikhawatirkan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan karena adanya hasutan dari syaitan. Baca juga mengenai hukum wanita keluar malam dalam islam.

[AdSense-B]

  • Haram Hukumnya Wanita dan Laki – Laki Saling Bersentuhan Tanpa Makhram

Sekedar bersentuhan tangan saja tidak diperbolehkan lo sobat, apalagi sampai bepergian berdua dibawa kesana kemari. Mana kehormatan anda sebagai wanita muslimah yang baik? Tanpa dijelaskan pun mungkin anda sudah paham jika saya memberikan contoh ini kepada sobat.

Anda bisa pahami mengenai hukum berjabat tangan bukan muhrim dalam islam agar anda bisa lebih jelas lagi. Berjabat tangan sama halnya dengan bersentuhan badan antara satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang muslimah tentu saja anda mempunyai kewajiban untuk memperhatikannya.

Jika dihubungkan dengan bepergian dengan seorang pria seperti contohnya dibonceng sepeda motor, bisa anda bayangkan saat membonceng tanpa disengaja pasti anda akan memegang bagian tubuh pria demi keselamatan pada saat berkendara. Sudah jelas bukan apa yang saya maksudkan?

“Jika wanita mukminah berhijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka diuji dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzin.” (QS. Al Mumtahanah: 12)

[AdSense-A] ‘Aisyah pun berkata, “Siapa saja wanita mukminah yang mengikrarkan hal ini, maka ia berarti telah diuji.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkata ketika para wanita mukminah mengikrarkan yang demikian, “Kalian bisa pergi karena aku sudah membaiat kalian”. Namun -demi Allah- beliau sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun.

Beliau hanya membaiat para wanita dengan ucapan beliau. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah menyentuh tangan mereka. Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku telah membaiat kalian.” (HR. Muslim no. 1866)

Saking beresikonya bersentuhan dengan lawan jenis, sampai – sampai terdapat hadits yang menjelaskan bahwa perbuatan tersebut bisa dibandingkan dengan penusukan kepala menggunakan pasak besi akan jauh lebih baik. Coba anda lihat hadists di bawah ini ya sobat.

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Haram Hukumnya Wanita dan Laki – Laki yang Tidak Saling Menjaga Pandangan

Saat seorang muslimah (wanita) sedang bepergian dengan seorang muslim (pria), bisa dipastikan akan sama – sama berpandangan antara satu dengan yang lainnya. Dalam konteks ini berarti sangat beresiko menjerumus ke hal – hal maksiat seperti gelap mata. Untuk mencegah hal ini terjadi, maka islam mengajarkan antara wanita dan pria yang belum mukhrim dilarang pergi berdua – duaan. Agar lebih jelas lagi anda bisa lihat pada hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh HR. Muslim :

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

  • Haram Hukumnya Wanita yang Tidak Menjaga Auratnya Dihadapan Laki – Laki

Kewajiban seorang muslimah sejati ialah selalu menutup auratnya untuk menjaga perhiasaannya agar tidak dinikmati oleh para kaum adam lewat pandangan. Karena jika anda mengumbar bagian aurat dan pada saat anda sedang berada di luar rumah, maka syaitan akan membantu mengindahkan aurat anda dari pandangan para lelaki.

Menampakkan aurat saja sudah dilarang oleh ajaran Islam, apalagi sampai bepergian bersama pria disertai dengan aurat yang diumbar. Hal ini diperkuat dengan penjelasan yang ada di dalam hadits berikut ini :

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Di dalam Al Qur’an juga terdapat penjelasan lengkap mengenai hal ini :

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

[AdSense-C]

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An – Nur / 24 : 31)

  • Hukumnya Haram Bagi Wanita yang Bercampur Baur Dengan Laki – Laki (Ikhtilat)

Maksud dari poin yang satu ini ialah pergaulan antara wanita di kehidupan sehari – hari tanpa adanya hijab yang membalut kepalanya, pasti akan menimbulkan pandangan – pandangan buruk. Anda tidak ingin bukan jika bagian tubuh anda dijadika tontonan gratis oleh para kaum adam?

Dapat diambil kesimpulan bahwa sedikit ulasan di atas yang menjelaskan mengenai hukum wanita bepergian dengan lawan jenis tersebut, mungkin bisa anda jadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari – hari ya sobat. Semoga sedikit ilmu yang bisa saya bagi tersebut, bisa membawa manfaat bagi sobat semuanya.

Sampai disini dulu penjelasan kali ini yang membahas mengenai hukum wanita bepergian dengan lawan jenis. Sampai jumpa di artikel saya selanjutnya atau pun pada kesempatan lainnya dan terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk mampir serta membaca artikel saya ini. Salam hangat dari penulis.

15 Cara Menegur yang Baik Dalam Islam

Sebagai seorang muslim yang mengerti dan memahami mengenai hubungan antara sesama umat beragama, tentu saja akan mengedepankan rasa peduli dan ramah tamah dalam kehidupan sehari. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita berperilaku baik terhadap sesama ya sobat. Karena Allah Swt menciptakan kita seyogyanya sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Jadi kita harus mengedepankan rasa menghargai dan menghormati ya sobat. Baca juga mengenai

Dalam kehidupan sehari – hari, anda pasti sering berkomunikasi dan juga berinteraksi dengan banyak orang kan sobat. Saat anda berpapasan atau pun bertemu orang lain di jalan, apa yang anda lakukan? Saling menyapa atau malah justru acuh tak acuh? Saya rasa sobat akan menyapa atau setidaknya memberikan senyuman, karena dengan senyuman saja orang lain sudah merasa dihargai dan pandangan orang lain terhadap anda pun juga akan baik.

Terlebih lagi jika anda kenal seperti halnya teman, saudara atau pun tetangga. Menyapa atau pun menegur disini hukumnya menjadi wajib. Jangan sekali – kali anda bersikap acuh tak acuh ya sobat, itu termasuk perbuatan sombong yang dibenci oleh Allah Swt. Berikut ini terdapat hadist yang menjelaskan tentang permasalahan ini. Rasulullah Saw bersabda berdasarkan dengan riwayat Ad-Dailamy :

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Selain kita menyapa antara sesama umat manusia, terkadang sobat pasti juga ingin menegur seseorang karena dengan niat ingin meluruskan atau pun memberikan pendapat terhadap perbuatan atau pun tingkah laku yang kurang tepat.

“Ajaklah (wahai Muhammad) mereka ke arah jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang elok dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik.” (QS. An – Nahl : 125)

Pada artikel kali ini saya bermaksud ingin membagikan sedikit informasi yang saya ketahui mengenai cara menegur yang baik dalam Islam. Jika anda ingin mengetahuinya lebih lanjut dan lebih dalam lagi, yuk kita simak bersama – sama penjelasan di bawah ini sebagai berikut :

1. Menegur Dengan Cara yang Santun

Jika anda ingin menegur seseorang, gunakanlah bahasa yang santun dan perilaku yang baik ya sobat. Dengan begitu orang yang anda tegur justru akan sangat mengapresiasi dan menghargai sikap anda. Karena hal tersebut mungkin akan menjadikannya sebagai orang yang lebih baik.

Namun jika anda sudah menggunakan bahasa yang santun tetapi orang tersebut tidak terima atau pun bahkan marah, lebih baik sobat tetap pada pendirian awal ya, berperilaku baik. Jika sobat menanggapi respon buruk dengan hal buruk berarti sobat sama saja dengan mereka. Baca juga mengenai amanah dalam islam.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah berkata yang baik atau dia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Bermaksud Menggurui

Jangan sekali – kali sobat jika menegur seseorang terlihat seperti menggurui. Hal tersebut justru akan membuat orang yang anda tegur menjadi kurang nyaman. Bahkan mereka akan berperilaku cuek dengan anda atau pun pura – pura tidak mendengar. Jadi teguran sobat akan terasa sia – sia saja. Baca juga mengenai doa pembuka rezeki dari segala penjuru.

3. Tidak Menggunakan Nada Tinggi

Menggunakan nada tinggi memang tidak pantas untuk dilakukan. Terlebih lagi jika sobat menegur orang yang lebih dewasa, sama saja sobat tidak punya “unggah – ungguh” kalau orang jawa bilang. keutamaan orang tua dalam islam memang sangat dijunjung tinggi, meskipun mereka dalam posisi salah. Kita sebagai orang yang lebih mudah tetap harus menghormati ya sobat. Ingatkan dengan bahasa yang halus dan doakan. Insya Allah seiring berjalan waktu beliau akan sadar.

[AdSense-B]

4. Jangan Menunjuk – Nunjukan Jari Anda Saat Menegur

Dengan menunjuk – nunjukkan jari anda, justru orang yang anda tegur akan meresponnya bahwa anda mau ngajak ribut. Bukannya urusan selesai, tetapi akan bertambah keruh. Anda juga akan dipandang seperti halnya orang yang tidak mengenyam bangku pendidikan saja. Baca juga mengenai hukum silaturahmi menurut islam.

5. Tidak Memaksakan Kehendak

Namanya juga menegur dengan niat yang baik demi perubahan seseorang agar lebih baik, mau dia menerima atau pun tidak, urusan belakang yang sobat. Jangan sampai kita melihat situasi yang kurang baik malah membiarkannya saja. Berarti kita tidak ada bedanya dengan dia. Yang terpenting kita tidak memaksakan keinginan kita kepada orang lain ya sobat. Baca juga mengenai hukum salam dalam islam.

[AdSense-A]

6. Lihat Situasi dan Kondisi

Sebaiknya jika anda berniat untuk menegur seseorang, perhatikan dan pertimbangkan terlebih dahulu situasi dan juga kondisinya ya sobat. Jangan langsung anda tegur di tempat yang ramai, sehingga perlakuan anda tersebut justru membuat orang yang anda tegur menjadi malu. Sudah menjadi tugas kita sebagai sesama muslim untuk saling menutupi aib orang lain.

7. Jangan Membuat Sakit Hati Orang yang Anda Tegur

Jangan sampai awalnya sobat hanya ingin sekedar mengingatkan saja, namun orang yang anda tegur menjadi sakit hati dengan teguran yang anda lontarkan sobat. Hindari menggunakan perkataan yang menyinggung atau pun menghubungkan dengan masaah sensitif seperti halnya sara.

8. Fokus Terhadap Persoalan yang Tengah Dihadapi Saja

Menegur seseorang fokus terhadap persoalan saja akan lebih baik dan bisa segera terselesaikan, ketimbang anda malah memanfaatkan situasi tersebut untuk menyangkut pautkan dengan persoalan lainnya. Hal ini tidak dianjurkan ya sobat. Sama saja sikap tersebut adalah dendam.

9. Mendengarkan Semua Pembelaan dan Penjelasan Setelah Anda Menegur

Menjadi pendengar yang baik memang dianjurkan dalam Islam. Hal ini akan memperjelas persoalan sehingga tidak terjadi kesalah pahaman. Jangan sampai anda hanya menegur namun tidak diimbangi dengan memberikan kesempatan orang lain untuk membela dirinya.

10. Tidak Berkata Kasar 

Berkata kasar dengan orang yang anda tegur, nantinya malah membuatnya menjadi tersinggung, dan teguran anda dianggap sebagai angin lalu saja sobat. Wajar saja jika orang lain tidak memberikan respon baik kepada anda karena anda saja tidak berkata lembut kepadanya.

Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44)

11. Mengharapkan Ridha Dari Allah SWT

Sebelum melakukan suatu tindakan atau pun aktivitas apa pun dengan niatan yang baik sudah sepantasnya anda selalu mengharapkan ridha dari Allah Swt agar apa yang anda lakukan mendapatkan keberkahan.

Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya (dinilai) kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka (hakikat) hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

12. Tidak Ada Niat Untuk Mempermalukan Orang yang Anda Tegur

Janganlah anda berusaha ingin mempermalukan saudara anda sendiri. Sudah menjadi kewajiban anda untuk tidak membuka aib orang lain. Karena jika anda berusaha dan senang membuka aib orang lain, maka sama halnya anda membuka aib anda sendiri.

13. Sebisa Mungkin Menasehati Secara Rahasia (Empat Mata)

Jauh lebih baik jika anda menegur orang lain hanya berdua saja dan secara sembunyi – sembunyi, karena takutnya orang yang ingin anda tegur, mungkin saja tidak ingin orang lai tau.

“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

[AdSense-C]

14. Mencari Waktu yang Tepat

Untuk menegur orang lain, alangkah baiknya anda menunggu waktu yang tepat pada saat orang tersebut dala kondisi hati yang tenang. Karena jika orang yang anda tegur dalam keadaan banyak masalah, tentu saja akan menambah masalah dan pikiran baginya.

15. Mendoakannya Dengan Sungguh – Sungguh

Jika anda sudah berusaha dengan maksimal namun masih saja tidak mendapatkan solusi dan pencerahan, doakanlah orang tersebut agar segera disadarkan oleh Allah Swt. Karena Dia lah yang mampu membolak balikkan hati hambanya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai cara menegur yang baik dalam Islam yang sudah diulas di atas secara detail dan dikemas dengan baik diharapkan bisa membantu memudahkan anda dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi sehingga layak dijadikan sebagai sumber referensi.

Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara menegur yang baik dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca artikel saya ini. Sampai jumpa di artikel lainnya.

Hukum Wanita Berambut Pendek dan Dalilnya

Rambut merupakan mahkota yang wajib dijaga keberadaannya bagi setiap manusia. Karena rambut itu sudah seperti perhiasan. Tanpa adanya rambut manusia akan terlihat ada yang kurang. Maka anda sebagai hambanya yang bertakwa wajib menjaga nikmat tersebut dan selalu mensyukurinya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim 14 : 7)

Terlebih lagi rambut bagi perempuan merupakan komponen penting yang wajib dijaga. Meskipun dalam syariat Islam sudah diajarkan untuk menutup aurat termasuk rambut bagi wanita, tetap saja rambut penting bagi kaum hawa. Berbagai model pun digunakan sesuai dengan selera masing – masing individu. Baca juga mengenai hukum mewarnai rambut bagi wanita.

Ada yang senang dengan rambut pendek, agak pendek, agak panjang dan panjang. Warnanya pun bermacam – macam menyesuaikan dengan keinginan. Yang terpenting tidak menyerupai ciptaan Allah seperti halnya mewarnainya dengan warna hitam (menyemir). Karena hukum semir rambut warna hitam sudah sangat jelas dilarang dalam syariat Islam karena menyerupai dengan Maha Karya Allah Sang Segala Pencipta alam dan seisinya.

Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i)

“Dulu kami menyemir uban kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wars dan za’faron”. (HR. Ahmad dan Al Bazzar)

Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim)

Meskipun wanita diwajibkan menutup semua bagian auratnya, tetap saja dalam islam banyak ulama yang mempunyai pandangan – pandangan terhadap hal ini. Lantas bagaimana menurut pandangan Islam sendiri mengenai hukum memendekkan rambut bagi kaum hawa sendiri?

Sebenarnya di dalam Al – Qur’an atau pun Hadits tidak terdapat larangan atau pun perintah jelas dan spesifik mengenai memendekkan rambut bagi kaum hawa. Berarti memang tidak ada ketentuan haram atau pun halal menyangkut permasalahan ini. Baca juga mengenai hukum mewarnai rambut dalam islam.

Berbeda lagi pada saat menjalankan ibadah seperti halnya haji atau pun umroh, wanita diwajibkan untuk melakukan pemotongan terhadap rambutnya sendiri dengan jumlah beberapa helai saja saat sedang di tahalul.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al – Ahzab ayat : 59)

Pada artikel kali ini saya bermaksud ingin membagikan sedikit informasi yang saya ketahui mengenai hukum wanita berambut pendek. Jika anda ingin mengetahuinya lebih lanjut dan lebih dalam lagi, yuk kita simak bersama – sama penjelasan di bawah ini sebagai berikut :

[AdSense-B]

Bolehkah Wanita Berambut Pendek?

Dalam Islam sendiri rambut panjang atau pun pendek bagi wanita tidak ada larangan, yang menjadi perhatian adalah disunahkan untuk merapikannya. Mengingat perintah Allah Swt bagi kaum hawa untuk menutup auratnya termasuk rambut, jadi rambut pendek pun tidak menjadi masalah. Baca juga mengenai hukum menyambung rambut.

Yang terpenting sebagai wanita mengedepankan selera suaminya. Karena membahagiakan suami sama halnya dengan ibadah. Jadi sesuaikanlah rambut anda dengan selera suami anda. Namun untuk wanita yang belum bersuami bisa mengikuti keinginan sendiri saja. Seperti halnya hadits di bawah ini  :

Abu Hurairah pernah berkata bahwa Rasulullah saw pernah ditanya,

Wahai Rasulullah, apakah kriteria wanita yang paling baik itu?” Rasulullah saw lalu menjawab, “Wanita yang paling baik adalah wanita yang apabila suaminya memandangnya ia merasa senang dan menaatinya bila ia diperintah, serta menjaga kemaslahatan jiwa dan harta suami dari hal-hal yang ia tidak sukai. “(HR. An – Nasai)

[AdSense-A] Sedangkan memanjangkan rambut sendiri merupakan perbuatan yang disunahkan. Karena Rasulullah sendiri juga dahulu kala melakukan hal tersebut. Dengan mengikuti apa yang Rasulullah lakukan sama halnya anda melakukan suatu ibadah dan akan mendapatkan kebaikan.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al – Ahzab : 21)

Mengenai perihal memanjangkan rambut sendiri terdapat hadits yang menjelaskan bahwasannya Rasulullah Saw rambutnya mempunyai panjang sampai menyentuh bahu.

Dari Bara’ bin Azib, dia berkata, “Aku tidak pernah melihat rambut melampaui ujung telinga seorang pun yang lebih bagus dari (rambut) Rasulullah.” Dalam suatu riwayat lain, “Rambut Rasulullah sampai mengenai kedua bahunya.” (HR. Muslim)

Dengan memanjangkan rambut saja tidak cukup ya sobat. Jika anda memutuskan untuk memanjangkan rambut, namun tidak disertai dengan melakukan perawatan sehingga bentuknya menjadi lebih rapi, maka sebaiknya anda urungkan niat sobat tersebut. Karena rambut pendek mungkin akan jauh lebih cocok bagi anda yang tidak ingin ribet dengan rambut yang panjang dan berbagai keribetan saat harus merapikan atau pun merawatnya.

“Agama Islam itu adalah (agama) yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang suci.” (HR. Baihaqi)

Pendapat Para Ulama Mengenai Hukum Wanita Berambut Pendek

Menghadapi masalah ini para ulama mempunyai selisih pendapat mengenai perihal hukum memendekkan rambut bagi kaum hawa. Ulama Syafi’iyah mempunyai pendapat bahwa seorang wanita diperbolehkan untuk memendekkan rambut yang terdapat kepala sebagaimana yang sudah disebutkan dalam Roudhotuth Tholibin 1 : 382. Baca juga mengenai hukum potong rambut saat puasa.

Para ulama mengungkapkan dalilnya berdasarkan dengan riwayat dari Abu Salmah bin ‘Abdurrahman, ia berkata, “Aku pernah menemui ‘Aisyah bersama saudara sepersusuan ‘Aisyah. Dia bertanya pada ‘Aisyah mengenai mandi janabah yang dilakukan oleh Nabi Saw.”

Saudaranya pun tadi juga berkata,

“Istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi mengambil rambut kepalanya (artinya: memendekkannya) sampai ada yang tidak melebihi ujung telinga.” (HR. Muslim no. 320).

Imam Nawawi berkata,

“Ini dalil yang menunjukkan bolehnya memendekkan rambut bagi wanita.” (Syarh Muslim, 4: 5)

Hukum Wanita Menggunduli Rambut

Melihat penjelasan sebelumnya memang memendekkan rambut diperbolehkan dalam agama, namun berbeda dengan membotakkan rambut. Anda bisa menyimaknya pada hadits berikut ini :

“Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (membotakkan) rambutnya.” (HR Tirmidzi)

Hal ini dilarang karena dengan wanita melakukan pencukuran pada rambut yang di kepalanya sambai botak sama halnya dengan suatu kejadian yang merupakan kebiasaan dari masyarakat jahiliyah dulu. Penggundulan rambut tersebut dilakukan oleh masyarakat jahiliyah digunakan sebagai penanda bahwa mereka semua sedang dalam keadaan berkabung karena adanya kematian.

Perbuatan yang dianggap menyerupai kaum kafir atau pun kaum jahiliyah sama saja, semuanya diharamkan. Karena perbuatan yang dianggap meniru pada suatu kaum seperti halnya kaum jahiliyah, sama hanya dengan menjadi salah satu bagian atau pun anggota dari kaum – kaum tersebut.

“Siapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR Abu Daud)

Disamping itu dengan mengambil keputusan untuk melakukan penggundulan terhadap rambut bagi kaum hawa, Rasulullah Saw juga dengan tindakan tegasnya mengatakan bahwa perilaku tersebut dilarang. Dengan penampilan rambut gundul, maka wanita akan menyerupai laki – laki, begitu alasan Rasulullah.

Meskipun pada dasarnya memang para kaum haum mempunyai kewajiban untuk mengenakan hijab sehingga rambutnya tidak akan kelihatan. Tetap saja alasan tersebut tidak diterima karena sudah dijelaskan pada penjelasan kaum jahiliyah tadi.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan (melaknat) wanita yang menyerupai lelaki.” (HR Bukhari)

Namun anda bisa lihat pada sosok perempuan jaman sekarang memang sudah banyak yang memendekkan rambutnya bahkan meniru model potongan rambut cowok. Perilaku tersebut jangan ditiru ya sobat semua. Karena Hadits Riwayat Bukhari di atas sudah sangat jelas melarang.

Jika dilihat dari segi manapun, apakah pantas wanita memendekkan rambutnya sampai menyerupai paras laki – laki. Seorang suami pun pasti kurang senang melihat kondisi istrinya dengan rambut yang sangat pendek layaknya seorang pria seperti itu. Baca juga mengenai cara menjaga kebersihan diri wanita dalam islam.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel yang sudah saya bahas di atas mengenai hukum wanita berambut pendek yang sudah diulas tersebut secara detail dan dikemas dengan baik, diharapkan bisa cukup membantu memudahkan anda dalam rangka mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi, sehingga layak dijadikan sebagai salah satu sumber referensi terbaik.

Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai hukum wanita berambut pendek. Semoga bisa bermanfaat bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca artikel saya ini. Sampai jumpa di artikel lainnya.