20 Firman Allah tentang Wanita

Wanita dalam keseharian memiliki peran penting. Wanita dibutuhkan pada hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari yang terkecil yaitu dalam keluarga, tentu akan terasa berbeda tanpa kehadiran seorang wanita atau ibu. Wanita juga mampu bekerja sama dalam hal apapun, dalam kehidupan masyarakat, partner kerja, juga sebagai pendukung atau pemberi motivasi bagi orang lain.

Wanita memang memiliki beragam karakter dan sifat. Wanita dalam pandangan islam adalah makhluk yang mulia, yang diberi syariat agar dirinya terjaga dari segala mara bahaya. Wanita juga dipandang sebagai sosok yang lemah, yang memerlukan seorang lelaki untuk membimbing dan melengkapinya.

Allah bahkan menciptakan surat khusus yang diberi nama An Nisa yang berarti adalah wanita. Untuk memahami dan mengetahui lebih lanjut mengenai wanita, baik buruknya, kelebihan dan kemuliannya, serta hal lain yang berhubungan dengan wanita, yuk kita simak 20 firman Allah tentang wanita :

1. QS At Tahriim : 11

Wanita adalah seorang pejuang. Dalam firman Allah tentang wanita terdapat kisah tentang Asiyah istri Fir’aun yang kafir tetapi ia tetap kuat dan berjuang dalam kesholehannya. Is tidak tertarik dengan janji Fir’aun yang semu, ia tetap menjadi seorang wanita yang taat pada Allah walaupun berada dalam kondisi dimana ia dikelilingi oleh kaum yang zalim.

Ya Allah, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya serta dari kaum yang zalim”. Wanita seperti yang diceritakan oleh ayat tersebut termasuk ciri ciri wanita penghuni surga sebab memiliki akhlak mulia dan senantiasa berjuang demi islam.

2. QS Maryam : 20

Ada juga wanita yang mulia, yaitu yang senantiasa menjaga kesuciannya dan menjauhkan diri dari zina. “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki laki sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina”. kecantikan wanita dalam islam bukan dilihat dari fisiknya, tetapi dari hatinya yang senantiasa menjaga kesucian karena takut dan ingin mendapat ridho Allah.

3. QS Al Lahab : 1-5

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. Demikian pula istrinya pembwa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut”. Contoh wanita yang dilaknat Allah ialah wanita yang senantiasa berkata buruk serta mengumbar fitnah, baginya adalah siksa neraka. wanita tersebut disiksa karena mendapat azab menghina nabi Muhammad dengan memfitnah dan menyebarkan berita bohong.

4. QS Yusuf : 23

Firman Allah tentang wanita ialah tentang wanita penggoda, wanita dengan karakter demikian ialah contoh wanita yang merendahkan dirinya sendiri. “Dan perempuan yang dia tinggal di rumahnya menggoda dirinya. dan dia menutup pintu pintu lalu berkata, marilah mendekat kepadaku”. Kisah tersebut ialah tentang Nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha tetapi tidak terpengaruh karena Nabi Yusuf memiliki ciri ciri laki laki sholeh menurut islam sehingga tidak terjerumus perbuatan maksiat.

5. QS At Tahrim : 10

Lalu kedua istri iitu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat sedikitpun membantu mereka dari siksa Allah”. Seorang wanita yang sholeh ialah yang berbakti pada suaminya, wanita yang memiliki karakter pengkhianat akan mendapat siksa Allah di akherat nanti sebab ketidaktaatan pada suaminya.

[AdSense-B]

6. QS Al Ahqaf : 15

Wanita mendapat keistimewaan dengan kepercayaan dari Allah untuk bisa mengandung dan melahirkan serta mendapat pahala luas karenanya, dan hal tersebut tidak bisa diberikan kepada lelaki. “Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan”. dan  kehamilan dalam islam yang hanya dialami oleh wanita ialah salah satu anugrah terbesar dari Allah.

7. QS Ar Rum : 21

Wanita menjadikan dunia lebih indah dan penuh kasih sayang, wanita menjadikan lelaki merasa tentram dan mejadi pelengkap bagi lelaki. “Dia menciptakan untuk kalian istri dari jenis kalian sendiri suaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang diantara kalian”.

8. QS An Nisa : 19

Tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka”. Wanita tidak boleh diperlakukan secara kasar atau dibebani dengan sesuatu yang bukan merupakan tanggung jawabnya. Hal yang demikian tidak di Ridhoi oleh Allah.

9. QS An Nuur : 23

Friman Allah tentang wanita ialah wanita yang baik baik tidak selayaknya difitnah, bagi yang melakukan hal tersebut maka akan mendapat azab dari Allah. “Orang orang yang menuduh wanita yang baik baik yang tidak berbuat zina lagi beriman mereka dilaknat di dunia dan akherat, dan bagi mereka azab yang besar”.

[AdSense-A]

10. QS An Nisa : 4

Wanita berhak mendapat mahar atau pemberian ketika ada seorang lelaki menikahinya, hal tersebut merupakan bentuk memuliakan wanita sebagai syarat dinikahinya seorang wanita oleh lelaki. “Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan pebuh kerelaan”.

11. QS An Nisa : 3

Wanita berhak diperlakukan dengan cara yang adil, jika seorang lelaki tidak sanggup berbuat adil jika poligami, maka lelaki tersebut tidak diperbolehkan menikah dengan lebih dari satu wanita, sebab perbuatan tidak adil pada wanita tidak di Ridhoi oleh Allah. “Maka nikahilah seorang wanita sahaja atau budak budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian dan tidak berlaku aniaya”.

12. QS An Nahl : 97

Barang siapa yang menegrjakan amal saleh baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami berikan balasan kepada mereka di akherat dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. Allah tidak membedakan antara lelaki dan wanita dalam hal pahala, Allah akan membuka pintu surga kepada siapa saja yang berbuat amal kebaikan. Wanita memiliki banyak peluang untuk bisa masuk surga Allah dengan kesholehannya.

13. QS Al Ahzab : 59

Allah memberikan syariat pada wanita untuk menutup aurat dengan tujuan yang mulia, yaitu untuk melindungi wanita dari gangguan atau dari disakiti. Allah melindung wanita melalui syariat syariat Nya. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu atau disakiti”.

14. QS An Nahl : 58-59

Allah tidak menyukai manusia yang tidak menerima ketika diberikan anugrah anak perempuan, sebab di mata Allah lelaki dan wanita sama sama hamba yang dicintai Nya dan Allah hanya memandang dari amal perbuatannya. “Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak wanita, hitamlah mukanya, dia sangat marah. Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.

15. QS An Nisa : 19

Lelaki tidak boleh memperlakukan wanita dengan seenaknya, dalam bergaul dengan wanita lelaki wajib memperlakukan mereka dengan baik, diantaranya ialah dengan sikap dan tutur kata yang baik, dengan perlindungan, dengan kasih sayang, dan dengan dipenhi kebutuhan lahir batinnya. “Dan bergaullah dengan mereka secara patut”. keutamaan memuliakan istri adalah kewajiban bagi suami.

16. QS An Nisa : 25

Allah  melindungi wanita yang mampu menjaga diri dengan kebaikan yang banyak, diantaranya ialah Allah memberinya lelaki atau suami yang sholeh dan menjadikannya seseorang yang mampu memberikan ketenangan pada orang lain. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.

[AdSense-C]

17. QS Al Ahzab : 33

Allah melindungi wanita dengan cara menjaganya, Allah menganjurkan wanita untuk berada di rumah kecuali jika terdapat keperluan yang diijinkan oleh syariat islam dan mendapat ijin dari suaminya. Hal demikian bertujuan untuk melindungi wanita dari segala marabahaya. “Dan hendaklah kalian menetap di rumah kalian serta janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah dahulu”.

18. QS Al Ahzab : 32

“Kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf”. Allah menganjurkan wanita untuk menjaga diri dengan menjaga tutur katanya, wanita tidak diperkenankan berkata lemah lembut pada lelaki yang bukan muhrimnya, hal itu semata untuk melindungi wanita dari fitnah dan dari perbuatan maksiat.

19. QS Al Baqarah : 233

Firman Allah tentang wanita ialah Allah memberinya keistimewaan untuk bisa menyusui serta mendapat pahala kebaikan luar biasa banyak dari air susuan yang diberikan pada bayinya. Sedang lelaki tidak mendapat keistimewaan pahala seperti ini. “Para ibu hendaknya menyusukan anak anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”.

20. QS An Nisa : 34

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sebab itu Allah menciptakan lelaki untuk menjaga dan melindunginya, Allah memerintahkan lelaki untuk memuliakan istrinya dengan cara kasih sayang dan kesabaran. “Suami itu pelindung bagi wanita (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) di atas sebagian yang lain (wanita)”.

Demikian artikel kali ini mengenai firman Allah tentang wanita. Ternyata wanita memiliki banyak keistimewaan dan dilindungi serta dimuliakan oleh Allah. Allah memberi banyak jalan istimewa bagi wanita untuk menggapai surga Nya sebab itu sebagai wanita wajib menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan dapat menjadi penyemangat wanita untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri serta mensyukuri nikmatNya. Terima kasih sudah membaca, salam hangat dari penulis.

17 Keutamaan Istri Melayani Suami

Sebagai seorang wanita, salah satu tujuan dalam pernikahan adalah saling berkasih sayang dalam rangka ibadah kepada Allah. Wanita sudah memiliki kodrat dibimbing dan dipimpin oleh lelaki, dalam rumah tangga memiliki kewajiban mutlak melayani suami. Melayani tersebut mencakup semua aspek, mulai dari menyiapkan keperluan sehari hari, menyediakan makanan yang menyenangkan lidah suami, menjalankan perintah suami, serta melayani suami dalam urusan saling berkasih sayang.

Allah menciptakan suami sebagai mahkluk yang indah dan dimuliakan. Seorang wanita yang mendapat anugrah dari Allah dengan diberikan seorang suami padanya merupakan hal terindah yang wajib disyukuri sebab seorang suami tersebut yang akan menjadi pendamping di sisa hidupnya hingga di akherat nanti.

Sebagai wujud rasa syukur tersebut, seorang istri wajib mewujudkannya dengan memberi pelayanan yang terbaik untuk suaminya yang termasuk salah satu tips disayang suami dalam islam. Tidak ada keringanan dalam hal apapun, misalnya dalam kondisi lelah atau sedih, seorang istri tetap wajib bersikap lembut, bertutur kata baik, serta menampilkan wajah yang berseri di hadapan suaminya. Sebab terdapat 17 keutamaan istri melayani suami yang merupakan kewajiban mutlak, berikut uraian dan penjelasannya menurut berbagai hadist dan firman Allah, yuk kita simak dan pahami bersama :

1. Hak Lelaki

Keutamaan istri melayani suami ialah hal tersebut merupakan hak mutlak suami. Suami memiliki hak sebagai seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab sebagai kewajiban laki laki setelah menikah. Tanggung jawab tersebut berlaku di dunia dan di akherat dan lelaki mendapat kenikmatan pula sebagai seseorang yang lebih tinggi kuasanya di hadapan istri serta memiliki hak besar pula atas istrinya. “Suami itu pelindung bagi wanita (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) di atas sebagian yang lain (wanita)”. (QS An Nisa : 34)

2. Lelaki Dilebihkan Oleh Allah

Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka (istri)”. (QS Al Baqarah : 228). Lelaki dilebihkan oleh Allah di atas istrinya, sebab itu lelaki berhak memerintah apapun sesuai keinginanya dan berhak meminta pelayanan dalam hal apapun kepada istrinya. Jika seorang istri tidak melayani dengan ikhlas, merupakan ciri ciri istri durhakan pada suami.

3. Wujud Taat pada Suami

Setelah orang tua atau wali menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka kewajiban taat wanita tersebut dalam melayani suami menjadi kewajiban tertinggi setelah kewajiban taat kepada Allah dan Rasul Nya. “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya”. (HR Timidzi no. 1159). Hadist tersebut menjelaskan betapa besarnya nilai ketaatan seorang istri, sebab itu keutamaan istri melayani suami adalah sebuah kewajiban mutlak sebab ia telah diserahkan oleh orang tuanya kepada suaminya.

4. Jalan Masuk Surga

Dan seorang istri yang taat pada suami nya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya”. (Hadist Hasan Shahih no.1296). Taatnya seorang istri terwujud dalam sikapnya yang menjalani perintah suami serta melayani suami tanpa mengeluh, penuh keihklasan, serta meniatkan segalanya karena Allah. Istri wajib melayani dan menerima suami dalam keadaan apapun sebab hal itu termasuk ciri ciri istri shalehah dan menjadi jalan masuk surga.

5. Kasih Sayang kepada Suami

Wanita yang menjadi penghuni surga ialah yang penuh kasih sayang, banyak kembali kepada suaminya yang apabila suaminya marah ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata : aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha”. (Mu’jamul Ausath no.5644). Ciri wanita penghuni surga ialah yang memiliki rasa kasih sayang terhadap suami yang diwujudkan dengan melayani suami dengan sungguh sungguh sebab hanya mengharap ridho dari suaminya.

[AdSense-B]

6. Wujud Kehidupan di Akherat

Perhatikan bagaimana hubunganmu dengannya karena suami merupakan surgamu dan nerakamu”. (HR Ahmad). Hadist tersebut menjelaskan tentang gambaran kehidupan seorang istri di akherat, seorang mukmin wanita yang melayani suaminya dengan sebaik mungkin hingga mendapat ridho dari suaminya tersebut akan mendapatkan sruga sebagai balasan Allah atas ketaatan pada suaminya, begitu pula sebaliknya.

7. Mencegah Laknat

Keutamaan istri melayani suami salah satunya adalah dalam hubungannya dengan bersetubuh sebagai bentuk berkasih sayang, dalam kondisi selain yang diperbolehkan dalam syariat islam, seorang wanita tidak diperkenankan untuk menolak keinginan suami untuk dilayani. “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk bersetubuh dan istri menolaknya hingga suaminya murka, maka si istri akan dilaknat oleh malaikat hingga waktu subuh”. (HR Muslim no.1436)

8. Merupakan Ridho Allah

Seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya”. (Al  Mawaarid no. 1290). Jelas dari firman tersebut bahwa mendapat pelayanan adalah hak dari seorang suami dari istrinya dan menjadi lebih utama  dari segala bentuk amalan serta merupakan salah satu tips menikah dalam islam agar mendapat ridho Allah.

[AdSense-A]

9. Menyenangkan Suami

Keutamaan istri melayani suami ialah untuk menyenangkan suami, suami yang senang akan istri akan berdampak pula kepada istri yaitu akan mendapat keseimbangan dalam kasih sayang serta merasakan kesempurnaan dalam kehidupan rumah tangga. “Suami memiliki hak untuk bersenang senang dengan istrinya setiap hari sekaligus merupakan kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya setiap saat”. (Syarah Shahih Muslim).

10. Lebih Tinggi dari Amalan Sunnah

Hak suami merupakan kewajiban bagi istri. Melaksanakan kewajiban harus didahulukan daripada melaksanakan amalan sunnah”. (Fathul Baari). Penjelasan dari hadist tersebut ialah melayani suami merupakan hal yang lebih utama dari seorang seorang istri daripada menjalankan sebuah amalan sunnah, misalnya ialah ketika istri ingin menjalanakan puasa sunnah tetapi suami ingin dilayani di waktu tersebut maka istri harus mendahulukan untuk melayani suaminya.

11. Mendapat Pahala Jihad

Seorang wanita tidak perlu berperang untuk mendapat pahala jihad, cukup dengan melayani suami dengan sungguh dan senantiasa mampu memberikan kesenangan pada suami, akan mendapat pahala dari Allah seperti pahala jihad. “Seorang suami yang pulang ke rumah dalam keadaan gelisah dan tidak tentram, kemudian sang istri menghiburnya, maka ia akan mendapatkan setengah dari pahala jihad”. (HR Muslim).

12. Tanggung Jawab Istri

Keutamaan istri melayani suami adalah tanggung jawab seorang wanita kepada suaminya yang kelak akan dipertanyakan di akherat. jika istri tidak menjalankan tanggung jawabnya tersebut maka ia tidak mampu menjadi istri sholehah untuk suaminya. “Dan wanita adalah pelayan untuk suaminya, ia akan dimintai pertanggungjawaban”. (HR Bukhari Muslim).

13. Ridho Suami adalah Ridho Allah

Seorang istri yang melayani suami dalam hal apapun dan dalam kondisi apapun baik dalam kondisi lelah tetap memberikan yang terbaik untuk suaminya hingga suaminya merasa amat membutuhkan serta menenangkan dirinya, akan mendapat ridho Allah hingga ia meninggal sebab segala urusan yang dilakukannya memiliki pahala lebih sebagai balasan ketataan dan keihklasan dalam melayani suaminya. “Istri yang meninggal dunia dan suaminya ridho terhadapnya maka ia masuk surga”. (HR Tirmidzi).

14. Jauh dari Laknat Allah

Siapa saja di kalangan istri yang tidak berbakti dalam melayani suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia”. (HR Muslim). Jelas dari firman tersebut bahwa seorang wanita yang tidak sungguh sungguh dalam melayani suami akan dilaknak oleh Allah dan seluruh alam, hal demikian misalnya ialah tidak mau melayani jika tidak diberi imbalan dan sejenisnya.  Maka wanita tersebut tidak ikhlas dalam melayani suaminya sehingga tidak mendapat ridho suami dan menjadi penyebab hilangnya ridho Allah padanya pula.

[AdSense-C]

15. Syarat Diterimanya Shalat

Keutamaan istri melayani suami ialah dalam hal diterimanya amal perbuatan, sungguh sia sia bagi seorang wanita yang menjalankan ibadah kepada Allah seperti shalat tetapi kurang sempurna dalam kesungguhan melayani suaminya. Jika hingga membuat suaminya marah, maka amalannya tidak aakn diterima sampai wanita tersebut mendapat maaf dari suaminya. “Allah tidak menerima shalat istri yang dimurkai oleh suami hingga suaminya memafkannya”. (HR Muslim).

16. Memuliakan Suami

Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita setelah hak Allah daripada hak suami”. (Majmu ‘Al Fatawa). Seorang istri wajib memuliakan suaminya dengan cara melayani suami yang memang sudah menjadi hak suaminya secara lahir batin. Dalam tindakan dan perbuatan wajib dilakukan dengan kelembutan, dan dalam hati senantiasa menjalankan dengan bahagia dan mengharap ridho suaminya. Tidak ada urusan yang utama dari hal yang demikian.

17. Ciri Wanita Terbaik

Wanita terbaik yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelesihi sesuai pada diri dan hartanya. Serta melayani suami sebaik mungkin dan menjauhkan suami dari benci”. (HR Ahmad). Wanita terbaik yang disebut oleh rasulullah seperti dalam hadist ialah yang terbaik pelayanannya kepada suaminya. Wanita tersebut ialah contoh teladan wanita sholehah yang menjadi sosok terbaik di mata suami, Allah, dan RasulNya.

Demikian artikel kali ini mengenai 17 keutamaan istri melayani suami, sebagai seorang wanita wajib mensyukuri kehadiran suami dan mewujudkannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami. Bagi wanita yang sholeh, tidak ada yang lebih indah melebihi kebahagiaan dan ridho suami untuknya.

Semoga artikel ini dapat membuka hati untuk memperbaiki diri dengan meningkkan kualitas pelayanan kepada suami. Melayani suami dengan kesungguhan secara lahir dan batin. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.

hukum Memotong Kuku Saat Menstruasi Dalam Islam

Akan ada banyak pertanyaan yang muncul ketika seseorang mengalami haid, seperti : Apakah seorang wanita berdosa ketika memotong rambut, kuku dan membuang dari keduanya pada waktu haid? Apakah disela-sela waktu haid, harus dicuci terlebih dahulu sebelum dibuang? Sepertinya kita memangharus mengetahui tentang hukum memotong kuku saat haid.

Masalah ini seringkali terjadi pada kebanyakan para wanita. Terkait dengan hukum memotong rambut, kuku dan semisalnya diantara sunah fitrah disela-sela haid.

Hal itu timbul karena keyakinan yang salah pada sebagian diantara mereka. Bahwa anggota tubuh manusia akan kembali kepadanya di hari kiamat nanti. Kalau dihilangkannya sementara kalau dia dalam kondisi hadats besar baik janabat, haid atau nifas. Maka ia akan kembali dalam kondisi najis yang belum dibersihkan. Perkataan ini salah dan tidak ada kebenarannya seperti hukum menunda mandi wajib setelah haid.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagaimana dalam ‘Majmu’ Al-Fatawa, (21/120-121) ditanya tentang seseorang dalam kondisi junub dan dia memotong kuku, kumis atau menyisir rambutnya. Apakah dia terkena sesuatu. Sebagian mengisyaratkan akan hal ini. Dengan mengatakan,

”Kalau seseorang memotong rambut atau kukunya maka anggota (tubuhnya) akan kembali kepadanya di akhirat. Maka ketika dibangkitkan hari kiamat ada bagian junub sesuai dengan apa yang berkurang darinya. Dan pada setiap rambut ada bagian dari janabat, apakah hal itu (benar) atau tidak?”

Maka beliau rahimahullah menjawab: “Telah ada ketetapn dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dari hadits Hudzaifah dan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhuma ketika disebutkan kepadanya masalah junub berkata (Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis) dalam shoheh Hakim (Baik waktu hidup maupun mati). Sepengetahuan saya tidak ada dalil syar’I larangan menghilangkan rambut orang junub dan kukunya seperti hukum memotong rambut saat haid dalam islam.

Bahkan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda (Hilangkan rambut kekufuran anda dan berkhitanlah). HR. Abu Dawud (356) dinyatakan hasan oleh Al-Albany di ‘Irwaul Gool (1/120). Maka beliau memeritahkan orang yang baru masuk islam untuk mandi. Dan tidak memerintahkan mengakhirkan khitan dan memotong rambut dari mandi.

Keumuman perkataannya mengandung diperbolehkan kedua hal tersebut. Begitu juga orang haid diperintahkan menyisir sewaktu mandi. Padahal menyisir dapat menghilangkan sebagian rambutnya. Wallahu’alam.” Selesai [AdSense-B]

Syeikhul Islam mengisyaratkan hal itu pada hadits Aisyah radhiallahu’aha ketika haid pada haji wada’, maka Nabi sallallahu’alaihi wasallam memerintahkan kepadanya (Uraikan rambutmu dan bersisirlah. Serta berihlal (talbiyah) dengan haji dan tinggalkan umroh). HR. Bukhori, (1556) dan Muslim, (1211).

Bersisir seringkali sebagian rambutnya berjatuhan. Meskipun begitu Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengizinkan hal itu bagi orang yang berihrom dan orang haid. Para ahli fiqih dari kalangan Syafi’iyyah mengatakan seperti dalam kitab ‘Tuhfatul Muhtaj, (4/56):

“Yang sesuai nash, bahwa orang haid diperbolehkan mengambilnya. Selesai (maksudnya adalah kuku, bulu kemaluan, bulu ketiak. Maksud nash disitu adalah madzhab).

Telah ada dalam ‘Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darb’ oleh Syekh Ibnu Utsaimin (Fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah/ soal no 9): “Saya mendengar bahwa menyisir waktu haid tidak diperbolehkan, begitu juga (tidak diperbolehkan) memotong kuku dan mandi. Apakah hal ini dibenarkan atau tidak? [AdSense-A]

Maka beliau rahimahullah menjawab,

“Ini tidak benar. Orang haid diperbolehkan memotong kuku dan menyisir rambutnya. Diperbolehkan mandi dari janabat. Seperti ketika dia bermimpi sementara dia dalam kondisi haid, maka dia mandi janabat. Atau bercumbu dengan suaminya tanpa bersenggema sampai keluar (air mani), maka dia mandi jenabat. Sepengetahuan saya bahwa pendapat yang dikenal dikalang sebagian wanita bahwa tidak boleh mandi, tidak bersisir, tidak menyentuh kepala dan tidak memotong kukunya adalah tidak ada asalnya dalam agama.” Selesai

Dan tidak dikenal pendapat yang memakruhkan hal itu satupun dari pendapat para ahli fikih yang terkenal. Akan tetapi disebutkan pada sebagian kitab ahli bid’ah dari golongan yang menyalahi ahlus sunnah. Sebagaimana dalam kitab ‘Syarkh An-Nail Wa Syifai’ ‘Alil, (1/347) karangan Muhammad bin Yusuf Al-Ibadhii.

Hal ini juga sangat jelas seperti yang dijelaskan dalam kitab Fatawa Al Kubra dijelaskan jika, “Dan aku tidak mengetahui atas makruhnya menghilangkan rambut bagi orang yang sedang junub dan menghilangkan kukunya dalam dalil Syar’i, akan tetapi, sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah berkata kepada orang yang masuk Islam:

Jatuhkanlah (hilangkan) darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah. Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang masuk Islam untuk mandi, dan tidak menyuruh untuk mengakhirkan khitan dan menghilangkan rambut dan mendahulukan mandi. [Fatawa Al-Kubra: 1/275]

Hadis Rasulullah SAW memberi penegasan, “Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan, lantas hal tersebut menjadi diharamkan karena pertanyaannya tadi.” (HR Bukhari).

Dengan mengkaji ulang dan menilik kembali semua hadist maupun dalil diatas sebenarnya belum ada penjelasan secara terperinci dan pasti apakah memotong kuku benar dilarang atau bersifat makruh seperti amalan di bulan ramadhan bagi wanita haid.

Dan dengan menarik kesimpulan bahwa ada sebagian ulama yang mengharamkan ada sebagian ulama yang membolehkan. Disnilah peranan kebijakan kita sebagai seorang muslimah di perlukan. Kembali lagi kepada dasar islam yaitu kebersihan adalah pangkal dari keimanan seseorang. maka setidaknya potonglah kuku Anda jika memang sudah sangat kotor walaupun anda sedang berada dalam fase menstruasi. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Wanita Bercadar Menurut Islam

Banyaknya orang-orang yang menganggap bahwa wanita bercadar adalah orang dari kebudayaan Arab atau Timur Tengah. Sehingga mereka masih enggan untuk memakai cadar dalam kehidupan sehari-harinya.

Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa anjuran memakai cadar bagi wanita muslimah merupakan sesuatu yang didasari fungsi agama  dan banyak dalil Al-Qur’an, hadits-hadits dan ajaran dari sahabat Nabi Muhammad SAW serta dari para pengikut ulama.

Sehingga jelas bahwa hukum memakai cadar adalah hukum islam dan bukan hanya sekedar kebudayaan. Berikut ini adalah hukum-hukum ulama madzhab yang mengatur tentang wanita bercadar dalam Islam :

1. Madzhab Hanafi

Dalam madzhab Hanafi dikatakan bahwa wajah wanita memang bukan aurat, namun anjuran memakai cadar adalah sunnah dan wajib apabila hal itu untuk menghidari fitnah. Pendapat para ulama Hanafi sebaga berikut :

  • Asy Syaranbalali mengatakan :

وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها باطنهما وظاهرهما في الأصح ، وهو المختار

Artinya : “Seluruh anggota tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan baik dalam maupun luar, pendapat ini adlaah shahih dan pilihan madzhab kami” (Matan Nuurul Lidhah)

  • Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin mengatakan :

وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وقدميها في رواية ، وكذا صوتها، وليس بعورة على الأشبه ، وإنما يؤدي إلى الفتنة ، ولذا تمنع من كشف وجهها بين الرجال للفتنة

Artinya : “Semua badan wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan maupun luar. Pun juga suaranya, namun apabila di depan sesama wanita adala bukan aurat. Akan dilarang menampakkan wajah di depan para lelaki apabila hal itu menyebabkan fitnah” (Ad Durr Al Muntaqa, 81)

  • Al Allamah Al Hashkafi mengatakan :

والمرأة كالرجل ، لكنها تكشف وجهها لا رأسها ، ولو سَدَلَت شيئًا عليه وَجَافَتهُ جاز ، بل يندب

Artinya: “Aurat wanita jika dalam shalat sama seperti lelaki dengan wajah yang dibuka namn kepalanya tidak. Apabila wanita menggunakan sesuatu di wajah yang menutupinya adalah boleh dan dianjurkan” (Ad Durr Al Mukhtar, 2/189)

2. Madzhab Maliki

Sama seperti madzhab Hanafi, dalam madzhab Maliki dikatakan bahwa wajah wanita bukan aurat, namun memaki cadar adalah sunnah dan wajib apabila memang menjadi fitnah. [AdSense-B]

  • Az Zarqaani mengatakan :

وعورة الحرة مع رجل أجنبي مسلم غير الوجه والكفين من جميع جسدها ، حتى دلاليها وقصَّتها . وأما الوجه والكفان ظاهرهما وباطنهما ، فله رؤيتهما مكشوفين ولو شابة بلا عذر من شهادة أو طب ، إلا لخوف فتنة أو قصد لذة فيحرم ، كنظر لأمرد ، كما للفاكهاني والقلشاني

Artinya : “Aurat wanita adalah seluruh tubuh bahkan suara indahnya kecuali wajah dan telapak tangan baik itu dalam maupun luar. Kedua anggota tubuh tersebut boleh ditampakkan kepada lelaki baik sekedar dilihat atau untuk pengobatan. Namun apabila menimbulkan fitnah, maka hukumnya haram seperti melihat amraad” (Syarh Mukhtashar Khalil, 176)

  • Ibnul Arabi mengatakan :

والمرأة كلها عورة ، بدنها ، وصوتها ، فلا يجوز كشف ذلك إلا لضرورة ، أو لحاجة ، كالشهادة عليها ، أو داء يكون ببدنها ، أو سؤالها عما يَعنُّ ويعرض عندها

Artinya : ”Seluruh tubuh wanita adalah aurat baik badan atau suaranya. Mereka tidak boleh menampakkan wajah kecuali ada kebutuhan mendesak misalnya dalam persaksian atau pengobatan badan” (Ahkaamul Qur’am, 3/1579)

  • Al Qurthubi mengatakan :

قال ابن خُويز منداد ــ وهو من كبار علماء المالكية ـ : إن المرأة اذا كانت جميلة وخيف من وجهها وكفيها الفتنة ، فعليها ستر ذلك ؛ وإن كانت عجوزًا أو مقبحة جاز أن تكشف وجهها وكفيها

Artinya : “Seorang ulama besar Maliki yaitu Ibnu Juwaiz Mandad mengatakan : seorang wanita cantik yang khawatir jika wajah dan telapak tangannya adalah fitnah, maka menutup wajah adalah kewajiban. Jika ia wanita tua dan tidak khawatir, maka ia boleh menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi. 12/229) [AdSense-A]

3. Madzhab Syafi’i

Madzhab tersebut mengatakan seluruh tubuh wanita adalah aurat di depan laki-laki bukan mahram sehingga memakai cadar adalah wajib.

  • Asy Syarwani mengatakan :

إن لها ثلاث عورات : عورة في الصلاة ، وهو ما تقدم ـ أي كل بدنها ما سوى الوجه والكفين . وعورة بالنسبة لنظر الأجانب إليها : جميع بدنها حتى الوجه والكفين على المعتمد وعورة في الخلوة وعند المحارم : كعورة الرجل »اهـ ـ أي ما بين السرة والركبة ـ

Artinya : “Ada tiga jenis aurat wanita yaitu aurat dalam shalat, aurat pada pandangan lelaki yaitu seluruh tubuh baik itu wajah da telapak tangan dan aurat ketika bersama yang mahram yakni sama dengan laki-laki antara pusar dan paha “ (“Hasyiah Asy Syarwani’Ala Tuhfatul Muhtaaj, 2/112)

  • Syaikh Sulaiman Al Jamal mengatakan :

غير وجه وكفين : وهذه عورتها في الصلاة . وأما عورتها عند النساء المسلمات مطلقًا وعند الرجال المحارم ، فما بين السرة والركبة . وأما عند الرجال الأجانب فجميع البدن

Artinya : “Maksud pendapat An Nawawi adalah aurat wanita dalam shalat yaitu wajah dan telapak tangan sedanglan aurat wanita di depan lelaki mahram adalah pusar hingga paha, namun di depan lelaki bukan mahram, aurat wanita adalah seluruh badan” (Hasyiatul Jamal Ala’ Syarh Al Minhaj, 411)

  • Syaikh Muhammad bin Qassin Al Ghazzi, penulis Fathul Qaarib mengatakan :

وجميع بدن المرأة الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وهذه عورتها في الصلاة ، أما خارج الصلاة فعورتها جميع بدنها

Artinya : “Seluruh anggota badan wanita dalam shalat adlaah kecuali wajah dan telapak tangan, namun di luar shalat, aurat wanita adalah seluruh badan” (Fathul Qaarub, 19)

4. Madzhab Hambali

Berikut adlah pendapat ulama Hambali sebagai berikut :

  • Imam Ahmad bin Hambal mengatakan :

كل شيء منها ــ أي من المرأة الحرة ــ عورة حتى الظفر

Artinya : “Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, pun termausk kukunya” (Dikunil dalam Zaadul Masiir, 6/31)

  • Syaikh Abdullah bin Abdil Aziz Al’Anqaari, penulis Raudhul Murbi’ mengatakan :

“Bagian tubuh wanita yang baligh adlaah aurat, pun termasuk sudut kepalanya. Kecuali wajah, karean wajah bukan aurat dalam shalat, namun ketika di luar shalat, semua bagian tubuh adalah aurat walaupun di hadapan banci sekalipun, sedangkan sesama wanita auratnya adalah pusar hingga paha  “ (Raudhul Murbi’, 140)

  • Ibnu Muflih mengatakan :

“Imam Ahmad berkata, janganlah wanut menampakan perhiasan mereka kecuali orang yang disebutkan pada ayat. Abu Thalib mengambil penjelasan dari Imam Ahmad bahwa kuku wanita adalah aurat, apabila keluar maka ia tidak boleh menampakkan apapun bahkan khuf (jenis kaus kaki) sekalipun dan aku lebih suka jika mereka membuat kancing tekan bagian tangan” (Al Furu’, 601-602)

Dari seluruh pemaparan dalil para ulama dari setiap mazdhab, sudah sangat jelas bahwa pemakaian cadar ataupun jilbab bukan hanya sekedar kebudayaan Arab atau Timur Tengah, namun adalah ajaran atau budaya Islam yang dianjurkan sejak pada jaman Nabi Muhammad SAW yang bisa juga dijadikan pedoman sebagai salah satu Tips Hidup Bahagia Menurut Islam karena menghindari adanya fitnah.

Hukum Berfoto Selfie Dengan Cadar

Di jaman yang serba modern ini, berfoto selfie adalah menjadi suatu kebiasaan manusia dalam berbagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan akaun media sosal atau untuk menunjukkan eksistensi diri. Akan tetapi, perlu diketahui, bahwa wanita yang sudah berkomitmen memakai cadar atau sedang berusaha mencapai kemuliaan wanita muslimah, maka tidak sepatutnya melakukan hal ini.

Saat mereka yang memakai cadar berfoto ria bak foto model atau foto bersama-sama dengan beberapa wanita yang memakai cadar, maka hal ini tidak selayaknya dilakukan oleh wanita yang sudah berkomitmen memakai cadar.

Laki-laki yang penasaran akan seorang wanita tentunya akan terus mencari foto-fotonya yang tersebar di dunia maya. Kemudian hal ini bisa saja menjadi fitnah atau ujian wanita bahkan wanita yang bercadar sekalipun. Allah berfirman :

إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya : “Maka wanita tidak diprbolehkan menghaluskan suara saat berbicara sehingga memancing orang yang berpnyakit hatinya kemudian selalu ucapkan kata-kata yang baik” (Al-Ahzab:32)

Demikian pembahasan mengenai wanita bercadar dalam Islam. Sejatinya manusia memang diciptakan seperti Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam. Oleh karena itu, sudah sekiranya kita menaati segala perintah dari Allah. Semoga bermanfaat.

Hukum Memakai Parfum Untuk Wanita Dalam Islam

Kaum wanita merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang sangat memeprhatikan penampilan. Untuk menunjang hal tersebut para wanita berlomba-lomba untuk tampil semenarik mungkin di depan khalayak umum. Demi mewujudkan itu semua, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan parfum atau wewangian.

Wanita zaman sekarang akan merasa tidak percaya diri jika tidak menggunakan parfum. Padahal dalam pandangan islam penggunaan parfum terutama bagi kaum wanita dapat menjadi sumber perbuatan dosa dan bertentangan dengan rukun islam , hubungan akhlak dengan iman islam dan ihsan , hati nurani menurut islam .  Sebagaimana dari Abi Musa al-‘Asy’ari dengan marfu’ kepada Rasulullah, ia bersabda:

“Perempuan manapun memakai wewangian kemudian lewat pada suatu kaum (laki-laki) agar mereka mendapati baunya maka ia seorang pelaku zina.”

Islam sendiri menerapkan sebuah aturan terhadap penggunaan parfum bagi kaum wanita. Perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no.7564; hadits hasan. Lihat: Fiqh Sunnah lin Nisa’, hlm. 387)

Lebih jelas, Al-Munawi rahimahullah berkata,

“Maksud dari ‘wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak’. Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya.”(Syarh Asy-Syama’il, 2:5)

Hukum Memakai Parfum Bagi Wanita Dalam Islam 

Sebagai agama yang sempurna, islam telah mengatur secara detail juga mengatur mengenai hukum wanita memakai parfum dalam islam. Yang akan diuraikan secara lengkap dalam poin-poin berikut .

1. Makruh Tanzih

Hukum memakai parfum bagi wanita yang pertama ialah makruh tanzih. Ketika seorang wanita keluar dalam keadaan berhias dan memakai wewangian dan dalam keadaan menutup aurat, maka hukumnya ialah makruh tanzih dan ia merupakan salah satu wanita cantik dalam islam , tidak haram.

Hal tersebut akan berubah menjadi haram jika bertujuan untuk memamerkan kecantikan (mendapatkan pandangan mata dari kaum laki-laki), atau bertujuan membuat fitnah bagi diri mereka sesungguhnya hal demikiam todak pernah dilakuakan oleh wanita muslimah menurut islam dan wanita shalehah menurut islam   .

At-Tirmidzi[63] dalam bab tentang kemakruhan keluar perempuan dengan memakai wewangian, juga dari hadits Abi Musa al-‘Asy’ari dengan marfu’ kepada Rasulullah, ia bersabda:

 “(Setiap [kebanyakan] mata melakukan zina, dan perempuan jika ia memakai wewangian kemudian lewat di suatu majelis maka ia yang begini dan begini)” Artinya ia seorang pelaku zina. [AdSense-B]

Diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan al-Baihaqi dalam suatu bab yang keduanya menamakan bab tersebut dengan “Bab makruh bagi perempuan untuk memakai wewangian”. Bab tersebut dinamakan demikian karena keduanya paham bahwa hukum perempuan memakai minyak wangi adalah makruh tanzih. Lafazh makruh jika diungkapkan secara mutlak maka yang dimaksud adalah makruh tanzih, sebagaimana dinyatakan para ulama madzhab Syafi’i. Syaikh Ahmad ibn Ruslan berkata[65]:

Seorang pelaku perbuatan makruh tidak disiksa, tetapi bila ia tidak melakukan perbuatan tersebut karena tujuan melaksanakan syari’at, ia diberi pahala [Adsense-B]

Tidak ada seorang ulamapun yang menyatakan haram secara mutlak mengenai hukum memakai parfum  bagi wanita. Pemahaman semacam ini sesuai dengan hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunan-nya, bahwa ia berkata[64]:

“Kita [Isteri-isteri nabi] keluar bersama nabi menuju Mekah, dan kita melumuri wajah dengan misik wangi untuk ihram. Jika salah seorang dari kami berkeringat, air keringatnya mengalir di atas wajahnya [membentuk guratan-guratan], dan nabi tidak mencegah”. Padahal Rasulullah dan isteri-isterinya berpakian ihram dari Dzil Hulaifah; suatu tempat beberapa mil dari Madinah.

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, bahwa suatu ketika seorang perempuan lewat di hadapan Abu Hurairah yang wewangiannya dirasakan oleh beliau, ia bertanya: “Handak kemanakah engkau wahai hamba Tuhan yang maha perkasa?, perempuan tersebut menjawab: “Ke masjid”. Abu Hurairah berkata: “Adakah engkau memakai wewangian untuk itu?”. Ia menjawab: “Iya”. Abu Hurairah berkata: “Kembalilah engkau pulang dan mandilah, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah bersabda:

“Allah tidak menerima shalat seorang perempuan yang keluar menuju masjid sementara wewangiannya menyebar semerbak hingga ia pulang kembali dan mandi”. Hadits ini tidak dinyatakan shahih oleh seorang hafizhpun. Bahkan Ibnu Khuzaimah yang meriwayatkannya berkata: “Jika hadits ini shahih”. [artinya menurut beliau hadits ini tidak shahih].

[AdSense-A] Dengan demikian hadits ini tidak dapat dijadikan sandaran hukum. Yang menjadi sandaran hukum dalam hal ini adalah hadits ‘Aisyah sebelumnya di atas, karena hadits tersebut lebih kuat sanadnya dari pada hadits Ibnu Khuzaimah ini.

Namun demikian makna dua hadits ini dapat dipadukan. Dengan dipahami sebagai berikut: “Jika hadits Ibnu Khuzaimah dinyatakan shahih maka maknanya bukan untuk tujuan mengharamkan memakai minyak wangi bagi kaum perempuan, tapi untuk menyatakan bahwa shalatnya perempuan tersebut tidak diterima [tidak memiliki pahala].

Wewangian yang dimakruhkan di sini adalah wewangian yang semerbak baunya, untuk bau yang menyengat, tidak digunakan mutlak/umum bagi seluruh wewangian. Sebagaimana hal ini telah dijelaskan oleh para ahli bahasa.

Adapun hadits yang berbunyi:

“Janganlah kalian melarang para hamba Allah dari kaum perempuan untuk mendatangi masjid-masjid, hanya saja hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak memakai wewangian”

2. Haram

Sebagimana dijelaskan dalam pom sebelumnya bahwa hukum memakai parfum bagi wanita dalam islam dapat dipandang haram ketika dalam kondisi :

1. Untuk Memikat Laki-laki Lain yang Bukam Mahramnya

Al-Munawi rahimahullah berkata,

“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (Faidhul Qadir, 5:27, Makatabah At-Tijariyah, cet. 1, 1356 H, Al-Maktabah Asy-Syamilah)

Hadist diatas mempertegas bahwa, jika tujuan memakai wewangian tersebut adalah untuk mengoda laki-laki maka hal tersebut sangat diharamkan serta bukan termasuk kedalam cara menjaga pandangan dalam islam . Sebagaimana ditegaskan dalam hadist berikut :

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur. (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Menggunakan Parfum Berbau mencolok

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa, jenis wewangian yang diharamkan ialah yang memiliki bau mencolok. Sehingga ketika orang lain menciumnya terutama lawan jenis dapat menimbulkan syahwat. Karenanya wewangian jemis ini diharamkan pemakaiannya bagi wanita muslim. [AdSense-C]

3. Memakai Parfum saat Keluar Rumah

Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,

“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”. (HR. Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107)

4. Memakai Parfum Saat Sholat 

Hukum haram memakai pargum bagi wanita dalam islam juga berlaku jika dipakai ketika melakukan ibadah sembahyang atau sholat. Sebagimana pernyataan Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah :

Shalat dalam keadaan memakai parfum itu dibolehkan, bahkan dibolehkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman. Akan tetapi wanita hanya boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya. Dan tidak boleh seorang wanita menggunakan parfum ketika ia keluar ke pasar atau ke masjid. Adapun bagi laki-laki, ia dibolehkan untuk mengenakan parfum ketika berada di rumah, ketika ke pasar, atau ke masjid. Bahkan mengenakan parfum bagi pria termasuk sunnah para Rasul.”

Nah, itulah tadi hukum memakai parfum bagi wanita dalam islam. Tentu akan dapat menambah pengetahuan anda, sehingga lebih dalam lagi dalam mempelajari mengenai hukum islam yang ada. Jangan sampai ketidaktahuan kita lantas dapat menjerumuskan diri kita kedalam genangan dosa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Hukum Mengangkat Rahim Dalam Islam

Apakah anda sering mendengar slogan “Dua Anak Cukup”. Slogan ini merupakan slogan BKKBN yang di cetuskan dalam upaya menekan pertambahan jumlah penduduk. Dalam hal ini, salah satu upaya yang ditempuh untuk mensukseskan program ini  adalah dengan melakukan KB atau pemasangan alat kontrasepsi.

Islam sendiri memandang penggunaan alat kontrasepsi dalan menunda kehamilan dalam dua sisi yang berbeda sebagaimana hukum menolak rezeki dalam islam .

Jika ada seorang istri pamit kepada suaminya untuk memasang alat kontrasepsi maka menurut Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i t berfatwa:

“Sang suami tidak boleh menyetujuinya, sementara Rasulullah n telah menyatakan: Menikahlah kalian sehingga jumlah kalian menjadi banyak karena sesungguhnya aku membanggakan (banyaknya) kalian di hadapan umat-umat lain pada hari kiamat”

Pada dasarnya terdapat dua pengertian penggunaan alat kontrasepsi yakni menunda kehamilan atau memutus kehamilan. Menunda kehamilan dengan cara obat-obatan memiliki hukum yang makruh, sedangkan memutus kehamilan atau sterilisaai memiliki hukum haram.

Salah satu metode sterilisasi yang paling banyak dianjurkan adalah pengangkatan rahim bagi para wanita. Karenanya berikut akan dibahas lebih dalam mengenai hukum pengangkatan rahim.

Hukum Mengangkat Rahim Dalam Islam

Pengangkatan rahim merupakan hal yang diharamkan dalam islam dan merupakan dosa wanita yang paling dibenci allah  , apalagi dengan alasan karena takut miskin, takut tidak dapat membiayai kehidupan anak-anak, dsb, maka ini hukumnya haram secara mutlak. Karena telah termasuk di dalamnya berprasangka buruk kepada Allah.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu…” (QS. Al-Israa’ : 31).

Sebagaimana Dari Abdullah bin Karena Rabbul ‘Izzah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi ini kecuali Allah-lah yang menanggung rizkinya.” (Hud: 6)
Dan juga firman-Nya:

Berapa banyak hewan yang tidak dapat membawa (mengurus) sendiri rizkinya tapi Allah lah yang memberikan rizkinya dan juga memberikan rizki kepada kalian.” (Al-Ankabut: 60)

Artinya bahwa jangan ada ketakutan bahwa anak akan membawa kemiskinan dan mengurangi  jumlah harta anda. Sesungguhnya hal yang demikian sangat buruk dan di laknat oleh Allah SWT, dan merupakan sifat sombong dalam islam yang meragukan terhadap kekuasaan Allah. Sebagaimana pandangan 2 hukum mengangkat rahim dalam islam yang wajib diketahui kaum wanita. Simak selengkapnya.

[AdSense-B]

Dibolehkan

Hukum mengangkat rahim akan berbeda jika pada kondisi tertentu seorang wanita  terpaksa harus mengangkat rahimnya karena adanya saran dari dokter ahli, dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan membahayakan bagi nyawa sang wanita. Dalam hal ini maka hukum mengangkat rahim diperbolehkan karena Dlarurah. Sebagaimana hadist berikut :

Jika ada dua bahaya saling mengancam, maka diwaspadai yang lebih besar bahayanya dengan melaksanakan yang paling ringan bahayanya,” (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nazha`ir, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1403 H, halaman 87).

Sehingga alasan pengangkatan rahin pada kasus diatas hukumnya diperbolehkan karena Dlarurah. Namun, berbeda hal ini jika pengangkatan ini didasarkan pada rasa cukup untuk memiliki dua anak saja. Tentunya hal tersebut  hukumnya akan kembali kepada poin yang pertama atau haram. Atau juga kondisinya akan lain, jika dokter ahli memutuskan pengangkatan rahim karena akan dapat membahayakan nyawa samg wanita pada kehamilan selanjutnya. Tentu saja hukum untuk melakukan  hal ini adalah diperbolehkan.

Jika memang ingin menunda kehamilan, atau memperpanjanh karak kehamilan. Maka disarankan untuk melakukan Azl adalah mengeluarkan sperma laki-laki di luar lubang kemaluan wanita dengan tujuan untuk mencegah kehamilan. Dari Jabir ra berkata :

“Kami melakukan ‘azl pada masa nabi SAW dimana al-Qur’an masih terus diturunkan, dan hal tersebut diketahui oleh nabi SAW tetapi beliau tidak melarangnya. (HR. Al-Bukhari (no. 5209) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1440) kitab an-Nikaah).

[AdSense-A] Syaikh Abu Muhammad bin Shalih bin Hasbullah dalam bukunya, mengatakan bahwa termasuk ‘azl adalah alat atau segala macam sarana yang digunakan oleh wanita untuk  mencegah kehamilan dalam waktu tertentu. Baik itu berupa pil atau yang lainnya. Hukumnya boleh, dengan catatan, pencegahan ini hanya berlaku sementara.

Dilarang

Mas’ud r.a. ia berkata:

Kami pergi berperang bersama Rasulullah s.a.w. tanpa membawa istri lalu kami bertanya: Bolehkah kami mengebiri diri? Beliau melarang kami melakukan itu kemudian memberikan rukhsah untuk menikahi wanita dengan pakaian sebagai mahar selama tempo waktu tertentu lalu Abdullah membacakan ayat: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (H.R. Muslim No.2493).

Pada zaman dahulu, belum ada istilah pengangkatan rahim. Namun, pada zaman rosullullah  istilah mengebiri digunakan untuk mensterisasi kaum pria. Hakikat kebiri ini sama dengan hakikat pengangkatan rahim.

Karena kedua-duanya merupakan cara untuk memutus tali keturunan. Sesungguhnya Rosulullah sendiri mengharamkan hal demikian, karena sangat bertentangan dengan syariat islam yakni memperbanyak keturunan. Sebagaimana hadist berikut :

Begitu pula menggunakan obat yang menunda atau memutus kehamilan sama sekali (sehingga tidak hamil selamanya), maka dimakruhkan dalam kasus pertama dan diharamkan dalam kasus kedua,” (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ala Fathil Qarib, Beirut, tanpa tahun, juz 2, halaman 59).

Lebih lanjut dijelaskan, Dari Samurah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Dan barangsiapa mengebiri hambanya kami akan mengebirinya.” (H.R. Abu Daud & Nasa’i) Al-Hakim menilai hadits ini shahih.

Dalam hal ini, mengebiri atau pengangkatan rahim yang dilakukan dengan kesadaran diri dan upaya untuk memutus keturunan merupakan hal yang sangat di tentang. Dalam islam sendiri manusia telah diberi kemampuan dan keleluasaan untuk dapat memiliki keturunan sebanyak mungkin. Sebagaimana dengan sabda Rosulullah SAW berikut :

Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur (dapat melahirkan anak yang banyak) karena sesungguhnya aku berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat yang lain.” (HR. Abu Dawud no. 2050, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad 2/211).

Dalam hadist tersebut dijelaskan secara jelas bahwa, sebagai umat muslim kita harus berbangga sebagai cara bersyukur menurut islam dengan jumlah dari banyaknya keturunan yang kita miliki. Karena Rosulullah sendiri sangat berbangga atas hal ini.

Jika mengkaitkan hal ini dengan topik yang kita bahas, maka akan kontradiksi dengan pengangkatan rahim. Berangkat dari sini, kita dapat menarik sebuh simpulan bahwa pengangakatan rahim adalah tidak dibenarkan atau haram. Sebab, pengangakatan tersebut mematikan fungsi keturunan secara mutlak.

Semoga , 2 hukum pengangkatan rahim dalam islam yang wajib diketahui kaum wanita dapat benar-benar dipahami dan menjadi panduan bagi anda. Selain itu juga dapat  menjadi cara untuk mengerjakan amalan memperlancar rezeki dan meningkatkan kadar iman dalam islam .  Semoga artikel ini bermanfaat.

10 Cara Wanita Menyatakan Cinta Dalam Islam

Cinta merupakan sebuah anugerah dan fitrah yang di berikan oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Cinta menurut islam bukan hanya didefinisikan sebagai sebuah perasaan suka dan sayang kepada lawan jenis. Namun cinta juga merupakan sebuah perasaan yang dianjurkan untuk dicurahkan kepada seluruh ciptaanNya. Anjuran untuk saling mencintai juga tercantum dalam hadist dibawah ini :

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).

Dalam islam pernyataan cinta kepada lawan jenis juga merupakan hal yang sudah diatur ketentuannya. Disunnahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah untuk mengabari & memberitahukan cintanya kepadanya. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Ia berkata hadist ini hasan dari Miqdad bin Ma’di dari Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya.”

Cara Wanita Menyatakan Cinta Dalam Islam 

Tidak ada batasan dalam islam apakah wanita atau laki-laki yang menyatakan cinta terlebih dahulu seperti pada hukum wanita melamar laki-laki dalam islam  . Karena sesungguhnya cinta karena Allah dapat dirasakan oleh semua makhluk hidup tanpa memandang gender.

1. Miliki Keberanian Mengungkapkan Cinta

Seperti sebuah kisah Dari Sabl bin Sad As-SA’idi:

Rasululllah ! saya datang, datang untuk menghibabkan(menyerahkan diri untuk dijadikan istri) diri kepada paduka tuan”.

Lalu Rasul melihat kepadanya yaitu ia naikkan pandangan dan ia tepatkannya. Kemudian Rasulullah SAW tundukkan pandangan. Maka tatkala perempuan itu memandang bahwa ia tidak putuskan apa-apa tentangnya, duduklah ia, lalu berdiri seorang sahabatnya dan berkata:

Ya Rasulullah, jika paduka tidak punya hajat kepadanya, maka nikahkanlah saya dengannya”.

(kemudian Rasul menikahkannya). (H.R Bukhari dan muslim) tertulis dalam kitab Bulughul Maram.

Artinya bahwa baik itu laki-laki ataupun perempuan jika telah memiliki takdir jodoh menurut islam , tidak memiliki batasan untuk menyatakan cinta selama hal tersebut tidak menyalahi aturan agama dan syariat Islam.

2. Jangan Malu Menyatakan Cinta Terlebih Dahulu

Sifat malu merupakan hal yang harus kita miliki. Secara umum bahwa pernyataan cinta yang datang dari wanita terlebih dahulu akan terkesan agresif. Namun, islam sendiri tidak melarang hal tersebut. Mencintai lawan jenis karena Allah SWT merupakam salah satu cara mencintai diri sendiri.   Dalam hadits lain, beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– juga bersabda,

Iman salah seorang kalian tidaklah sempurna sampai ia mencintai pada apa yang ada pada saudaranya persis seperti ia mencintai sesuatu yang ada pada dirinya sendiri

Al-Munawi mengatakan,

Hal tersebut akan melanggengkan keakraban dan mengokohkan rasa cinta. Dengannya kecintaan akan bertambah dan berlipat, menyatukan suara serta pendapat di antara sesame orang Islam, dan menggugurkan kerusakan serta dendam kesumat. Ini merupakan bagian dari keindahan syariat Islam” (Faidhul Qadir I/357).

3. Nyatakanlah Bahwa Cintamu Adalah Karena Allah SWT

Diriwayatkan dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya,

“Ada seseorang yang bersanding dengan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Lantas lewatlah seseorang. Orang yang di saniding Nabi tadi pun berkata, “Sejatinya aku mencintai orang ini”.

Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun bertanya, ‘Sudahkah engkau beri tahu dia?

Ia menjawab, ‘Belum’.

Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, ‘Kalau begitu berilah dia tahu’”.

Anas menceritakan, “Maka orang tadi pun mengejarnya seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”

Dari petikan hadist di atas, sudah jelas bahwa pernyataan cinta yang di maksud adalah cinta karena Allah SWT. Maka dalam hal ini sebagai wanita, anda tidak perlu malu untuk mengungkapkannya terlebih dahulu. [AdSense-B]

4.  Mendatangi Kediamannya Dengan Mengajak Mahram

Bagi seorang wanita muslim, mendatangi rumah lawan jenis merupakan hal yang dilarang jika di lakukan sendirian. Namun, akan jadi diperbolehkam jika mengajak mahramnya. Jika anda mencintai seseorang karena Allah sebaiknya kunjungilah kediamannya dan ungkapkan. Seperti Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abu Dzar –radhiyallahu ‘anhu-, bahwasanya ia mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah

5. Nyatakan Pernyataan Cinta Anda Melalui Kawan atau Saudara Dekatnya

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah bersabda,

“Apabila seseorang mencintai orang lain, hendaknya ia memberinya tahu bahwa ia mencintainya, tentulah aku tidak akan memberimu tahu”. [AdSense-A]

Jika anda terlalu malu untuk menyatakan cinta sendiri dihadapannya. Maka anda bisa meminta bantuan kepada orang lain sebagai bentuk amanah dalam islam yang dekat dengan orang tersebut. Pastikan bahwa orang yang anda mintai bantuan merupakan sosok yang dapat di percaya.

6. Segera Nyatakan Perasaan Anda

Tidak ada larangan untuk memendam perasaan kepada lawan jenis. Namun Al-‘Allamah ‘Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidh Al-Qadir syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (I/247) ketika menjelaskan hadits:

Apabila salah seorang kalian mencintai seseorang, hendaklah ia memberinya tahu. Sebab, sesungguhnya ia merasa seperti apa yang dirasakannya”.

Artinya bahwa, jika anda memiliki perasaan cinta karena Allah SWT. Segeralah nyatakan perasaan tersebut kepada orang yang bersangkutan. Karena mungkin saja ia memiliki perasaan yang sama kepada anda. Jika anda memendamnya tanpa berani mengungkapkan maka tentu anda tidak akan pernah tau, apa sebenarnya perasaan dia kepada anda.

7. Jangan Kecewa Jika Ia Tidak Memiliki Perasaan yang Sama

Keputusan menyatakan cinta lebih dahulu bagi seorang wanita bisa menjadi hal yang ekstrim jika hasil yang di dapat tidak sesuai dengan harapan. Ada baiknya sebelumnya anda mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Jika ia tidak memiliki perasaan yang sama, maka jangan dipaksakan. Karena bisa jadi hasilnya tidak akan baik. Karena dalam sebuah hubungan rasa saling mencintai satu sama lain merupakan landasan sebuah hubungan dapat berjalan dengan lancar.

8. Ingat Janji Rasulullah SAW bagi Mereka yang Saling Mencintai 

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

“Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat para nabi dan orang yang mati syahid iri pada mereka”.

Artinya bahwa , keputusan anda bisa menjadi hal tepat dengan menyatakan perasaan lebih dahulu. Karena jika ia juga memilki perasaan yang sama maka tentu akan sangat baik untuk bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius dan menjadi kunci membangun rumah tangga dalam islam . Serta keutamaan orang yang saling mencintai telah jelas tertuang dalam hadist di atas.

9. Percayalah Bahwa Perasaan yang Anda Miliki Adalah Tulus Karena Allah SWT

Perasaan yang sama merupakan harapan bagi anda yang menyatakan cinta terlebih dahulu. Namun, terlebih dahulu yakinkan diri bahwa anda memiliki perasaan yang tulus dan didasarkan pada cinta kepada Allah. Dalam diri mereka yang saling mencintai akan memiliki ikatan yang erat, seperti pada kesempatan lain, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– menyatakan:

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, berbelas kasih sesama mereka itu bagaikan satu jasad yang apabila ada anggota badan itu ditimpa sakit, maka seluruh anggota badan lain akan merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam”.

10. Yakinkan Diri Bahwa Ia juga Mencintai Anda

Mungkin bagi wanita seperti anda terkesan terlalu percaya diri dengan memiliki keyakinan ini. Namun, hal ini justru akan memberikan kekuatan bagi anda untuk berani mengungkapkan cinta. Karena keutamaan mereka yang saling mencintai tertuang dalam Hadist riwayat Al-Bazaar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.”

10 cara wanita menyatakan cinta dalam islam, tentu dapat menjadi panduan bagi anda selaku kaun hawa untuk berani mengungkapkan fitrah ini. Artikel ini sebagai bentuk dukungan kepada kaum wanita untuk tidak terjebak dalam stereotype gender. Selain itu juga menegaskan bahwa dalam islam kaum wanitapun di berikan kebebasan untuk mengungkapkan rasa cintanya. Semoga kita dapat merengkuh surga Allah SWT melalui jalan cinta karena Allah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Masa Nifas Menurut Agama Islam Yang Wajib Diketahui Kaum Hawa

Nifas merupakan darah yang keluar dari rahim demi sebabkan karena proses kelahiran. Bisa terjadi sesudah atau sebelumnya, lama waktu berkisar antara 2-3 hari dan disertai dengan rasa sakit.  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

Darah yang dilihat seorang wanita ketika mulai merasa sakit adalah nifas.”

Beliau tidak memberikan batasan 2 atau 3 hari. Dan maksudnya yaitu rasa sakit yang kemudian disertai kelahiran. Jika tidak, maka itu bukan nifas. Ada perbedaan pendapat antara ulama dalam menentukan batas maksimal dan minimal masa nifas. Menurut Syaikh Taqiyuddin dalam risalahnya tentang sebutan yang dijadikan kaitan hukum oleh Pembawa syari’at, halaman 37 Nifas tidak ada batas minimal maupun maksimalnya.

Andaikata ada seorang wanita mendapati darah lebih dari 40,60 atau 70 hari dan berhenti, maka itu adalah nifas. Namun jika berlanjut terus maka itu darah kotor, dan bila demikian yang terjadi maka batasnya 40 hari, karena hal itu merupakan batas umum sebagaimana dinyatakan oleh banyak hadits.”

Masa Nifas Menurut Agama Islam 

Masa nifas merupakan masa dimana wanita mengalami pendarahan rahim. Dalam islam masa nifas biasanya berlangsung selama 40 hari atau lebih. Selama masa tersebut seorang wanita dibebaskan dari kewajibannya seperti larangan saat haid yaitu shalat lima waktu dan puasa wajib.  Dalam hadist riwayat Tirmidzi berkata:

Ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi Saw., tabi’in dan orang-orang setelah mereka bersepakat, bahwa wanita nifas itu meninggalkan shalat selama empat puluh hari, kecuali jika dia sudah suci bersih sebelum genap empat puluh hari, maka pada saat itu dia harus mandi dan shalat.”

  1. Masa Nifas yang Terjadi Jika Lebih dari 40 Hari

Namun, jika masa nifas melebihi dari 40 hari. Dan pada saat itu menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, maka hendaknya menunggu hingga darah sampai benar-benar berhenti baru kemudian mandi wajib. Jika setalah mas 40 hari tidak menunjukkan tanda darah akan berhenti dan malah terus menerus keluar maka  ia mustahadhah. Dalam kondisi ini maka hendaknya ia kembali kepada kewajibannya yaitu hendaklah ia mandi wajib , shalat dan menjalankan kewajiban lainnya.  Menurut Al-Majd Ibnu Taimiyah, sebagaimana dinukil dalam kitab Syarhul Iqna’:

Manakala seorang wanita mendapati darah yang disertai rasa sakit sebelum masa (minimal) itu, maka tidak perlu dianggap (sebagai nifas). Namun jika sesudahnya, maka ia tidak shalat dan tidak puasa. Kemudian, apabila sesudah kelahiran temyata tidak sesuai dengan kenyataan maka ia segera kembali mengerjakan kewajiban; tetapi kalau tidak teryata demikian, tetap berlaku hukum menurut kenyataan sehingga tidak pedu kembali mengerjakan kewajiban”

  1. Ketentuan Masa Nifas 

Nifas hanya ditetapkan kepada mereka wanita yang telah melahirkan bayi yang berbentu manusia. Sedangkan bagi mereka yang keguguran atau melahirkan janin yang belum berbentuk manusia maka jika mereka mengeluarkan darah, darah tersebut bukan merupakan darah nifas dan dinyatakan sebagai  darah penyakit . Oleh karena itu, bagi mereka berlaku hukum wanita yang mustahadahah. [AdSense-B]

Dalam islam, wanita yang sedang dalam masa nifas tidak diperkenankan untuk keluar rumah selama masa tersebut. Seperti yang diungkapkan Dari Ali bin Abdil A’la, dari Abu Sahl, dari Mussah al-Azdiyyah, dari Ummu Salamah ra., dia berkata:

Para wanita nifas berdiam diri di masa Rasulullah Saw. selama 40 (empat puluh hari). Kami memoles wajah kami dengan waras yang berwarna hitam kemerahan.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Apabila darah nifas berhenti sebelum empat puluh hari, namun kembali keluar pada hari empat puluh, maka darah tersebut diragukan sebagai darah nifas. Namun pada masa ini si wanita tidak boleh melakukan salat fardhu atau puasa sebagaimana kewajibannya. Dan setelah masa sucinya tiba, maka ia wajib mengqhada’ apa yang diperbuatnya selama masa yang diragukan tadi. Apabila darah masih keluar pada masa yang dimungkinkan maka darah tersebut masuk kedalam masa nifas.

Jika tidak maka darah tersebut ialah darah haid,  Terkecuali jika kondisi dimana darah tersebut keluar terus menerus maka hal tersebut merupakan istihadah . Seperti dalam kitab Al-Mughni’,  Imam Malik mengatakan:

Apabila seorang wanita mendapati darah setelah dua atau tiga hari, yakni sejak berhentinya, maka itu termasuk nifas. Jika tidak, berarti darah haid.”

  1. Larangan Selama Masa Nifas

Dalam hal ini keragu-raguan merupakan hal yang relatif. Tergantung dari bagaimana masing-masing orang terhadap pemahamannya sendiri. Karena itu dalam Al-Quran sebenarnya telah berisi penjelasan akan segala sesuatu.

[AdSense-A] Allah SWT juga tidak mewajibkan umatnya untuk berpuasa dan thawaf dua kali terkecuali jika terdapat kesalahan pada tindakan pertama maka ia wajib mengqhada’nya.

Selain itu, ketika seseorang mampu melakukan kewajiban sesuai dengan kemampuannya maka ia terbebas tanggungannya. Sebagaimana Firman Allah SWT :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan.. ” [Al-Baqarah/2: 286]

4. Pandangan Islam Terhadap Masa Nifas Usai Melahirkan Melalui Operasi Cesar

Di zaman modern seperti saat ini, seiring dengan perkembangan dibidang medis. Salah satu pilihan persalinan yang ditawarkan adalah melalui bedah cesar. Ada pertanyaan menggelitik, bagaimana hukum nifas dan masanya,  dengan wanita yang melahirkan melalui cesar ? . Menurut keterangan Al-Lajnah ad-Daimah,

hukum bagi wanita seusai bedah Caesar, maka hukumnya  sama dengan wanita yang mengalami nifas karena persalinan normal. Jika melihat keluarnya darah dari kemaluannya, maka ia meninggalkan shalat dan puasa sampai suci. Apabila tak melihat lagi keluarnya darah, maka ia harus mandi, shalat dan puasa seperti halnya wanita-wanita suci lainnya”.

Artinya bahwa bagaimanapun proses persalinannya selama terdapat darah yang keluar dari kemaluan maka kondisi tersebut disebut sebagai masa nifas.

5. Hukum Talak Selama Masa Nifas Berlangsung

Dijelaskan lebih lanjut bahwa selama dalam masa nifas seorang suami tidak bisa menalak istrinya. Sebagaimana

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab sebagai berikut:

Mentalak Hukumnya tidak boleh, bahkan talak itu hukumnya terasuk talak bid’ah, sebagaimana mentalak wanita yang sedang haid.”

Dapat disimpulkan bahwa, dalam islam masa nifas berlangsung kurang lebih selama 40 hari. Hal ini berdasarkan hadits Ummu Salamah, ia berkata,

Dahulu di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, wanita menunggu masa nifasnya selesai hingga 40 hari atau 40 malam.”

Demikian juga keterangan dari Ibnu Abbas,

“Wanita nifas tidak boleh melaksanakan shalat selama 40 hari.”

Hal ini juga didukung oleh ilmu kedokteran yang menyatakan bahwa masa nifas berlangsung selama 40 hari yang berlangsung dan terdiri dari beberapa fase yaitu :

  • Fase lochia rubra (berwarna merah segar) biasanya minggu pertama.
  • Fase lochia sanguinolenta (berwarna kecoklatan dan kekuningan) biasa selama 2 minggu dan,
  • Fase lochi alba (lendir kuning berwarna putih kekuningan).

Dengan demikian, maka anda akan bisa memahami lebih dalam mengenai masa nifas menurut agama islam yang wajib diketahui kaum hawa. Sebagai bahan referensi bagi anda simak juga hukum menunda mandi wajib setelah haid , cara mandi wajib bagi wanita , cara mandi dalam islam . Semoga artikel ini bermanfaat.

15 Tips Cantik Luar Dalam Menurut Islam

Cantik merupakan dambaan bagi setiap wanita di dunia ini. Definisi cantik sangatlah relatif tergantung dari sudut mana anda memandangnya. Namun baik bagi pria dan wanita cantik adalah ketika seseorang memiliki bentuk fisik yang proporsional sehingga  menarik untuk dipandang. Seperti hidung yang mancung, tubuh yang ramping, mata yang bulat, alia rapih, bibir merona, rambut hitam, kaki jenjang dan kulit yang putih. Setiap orang tentu memiliki standar kecantikan yang mereka idamkan.

Islam merupakan agama yang menyukai keindahan dan kecantikan. Namun, wanita cantik menurut islam tentu berbeda dengan definisi pada poin di atas. Jika cantik dalam pandangan manusia dinilai dari fisik beda halnya dalam islam yang memandang bahwa cantik bukan hanya dari tampilan fisik sebagai cara bersyukur menurut islam tapi juga terpancar dari hati seperti dalam hadist berikut :

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi ia melihat hati dan amal kalian” (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)

Tips Cantik Luar dan Dalam Menurut Islam

Siapa yang tidak ingin tampil cantik dan menarik di depan khalayak ramai. Para wanita cenderung berusaha tampil secantik mungkin agar memperoleh perhatian dan pujian terutama dari lawan jenis. Adanya anggapan bahwa wanita cantik akan cenderung lebih cepat mendapatkan jodoh. Tentunya pandangan tersebut merupakan hal yang salah kaprah, karena kecantikan fisik bukanlah hal utama seperti dalam hadist berikut:

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tahukan anda bahwa dalam islam seorang wanita dapat terlihat cantik dan cara mempercantik diri menurut islam tanpa harus melakukan perawatan yang mahal dan menguras isi dompet. Berikut 15 tips cantik luar dalam menurut islam. Simak selengkapnya.

1. Selalu Menyempatkan Diri Untuk Berwudhu

Berwudhu menjadi salah satu syarat wajib ketika akan melaksanakan ibadah. Wudhu menjadi cara untuk mwnghilangkan kotoran berupa hadats kecil. Bisa di katakan bahwa berwudhu sangat erat hubungannya dengan keseharian umat muslim. Ternyata keutamaan wudhu salah satunya adalah dapat semakin memancarkan kacentikan dan ketampanan seseorang. Seperti yang Dikatakan oleh Abu Hurairah ra:

Aku mendengar Rasululah Saw bersabda, “Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjilin (wajahnya bercahaya dan badannya bersinar) karena bekas berwudhu, maka barangsiapa mampu untuk memanjangkan ghurran hendaklah melakukannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Menebar Senyum

Senyum tidak hanya menjadi simbol keramahan seseorang. Menebar senyum juga dapat membuat anda terlihat cantik. Seseorang yang murah senyum cenderung lebih bisa bersahabat dan mudah di ajak bersosialisasi. Selain itu juga, sedekah yang paling sederhana yang bisa anda lakukan adalah dengan menebar senyum, seperti pada hadist berikut :

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

3. Menghilangkan Sombong, Iri Dengki dan Sifat Pemarah 

Sombong, iri, dengki dan pemarah merupakan salah satu sifat yang melekat pada manusia. Meskipun begitu juka sifat tersebut dominan anda kedepankan maka kecantikan yang akan anda miliki kian lama akan kian sirna. Hati yang baik akn memancarkan kecantikan yang baik pada diri seseorang. Sedangakan sombong, iri, dengki dan pemaran merupakan dosa wanita yang paling di benci allah .

“Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad tersebut. Jika ia buruk, maka buruk pula seluruh jasad itu. Ingatlah, bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhari).

4. Mendirikan Sholat

Seperti yang telah di jelaskan pada point sebelumnya bahwa perbuatan jahat akan bisa membuat kecantikan wajah semakin memudar. Karena itu, untuk mencegah diri dapat berbuat munkar maka dirikanlah sholat, Firman Allah SWT yang berbunyi :

Kerjakanlah sholat sesungguhnya sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut ayat 45)

5. Menyayangi Anak Yatim

Cantik bukan hanya soal fisik namun, kecantikan hati seseorang juga akan terpancar dari kebaikan yang ia lakukan. Salah satu jalan kebaikan yang bisa dilakukan adalah dengan menyayangi anak yatim. Ada banyak keutamaan dari mencintai anak yatim  seperti firman allah Allah SWT berikut :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”(QS. al-Baqarah 2:177). [AdSense-B]

6. Melaksanakan Sholat Tahajud

Tidak hanya sholat wajib, sholat sunnah malam seperti shalat tahajud di bulam ramadhan juga dapat membuat anda cantik luar dan dalam. Hal tersebut tercantum jelas dalam hadist di bawah ini :

“Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).

7. Tidak Melakukan Perbuatan Maksiat

Dari Abu Harairah :

“Seorang hamba jika telah melakukan kesalahan maka ia diberi titik hitam di dalam hatinya. Jika ia meninggalkannya dan bertaubat maka hatinya akan bersih. Jika ia kembali lagi berbuat maksiat maka akan kembali diberi titik hitam pada hatinya hingga tertutup.”

Perbuatan maksiat yang dilakuka jelas akan membuat hati kotor dan penuh noda. Secara otomatis hal tersebut akan terlihat dari cahaya wajah yang semakin memudar. Sebagai manusia kita tidak bisa terhindar dari khilaf dan dosa. Namun, sebaik baiknya manusia ialah ia yang menyadari dosa dan segera bertaubat. [AdSense-A]

8. Menutup Aurat

Dalam islam mempertontonkan kemolekan tubuh di hadapan non-muhrim adalah sebuah dosa besar. Meskipun anda cantik tidak ada pengecualian untuk melakukan hal ini. Sebagai seorang muslimah definisi cantik ialah mereka yang tampil tertutup dan menutup auratnya seperti dalam hukum memakai jilbab  . Firman Allah SWT dalam QS Al-Ahzab ayat 59 berbunyi :

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. al-Ahzab ayat: 59)”

9. Berpakain yang Sepantasnya (Tidak Berlebihan )

“Sesungguhnya Allah indah dan suka keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim)”

Cara berpakaian atau style fashion setiap orang tentu berbeda-beda. Namun, islam telah mengatur bahwa berpakaian secara berlebihan merupakan upaya untuk menyombongkan diri di hadapan orang lain. Jika anggapan dengan berdandan lebay anda akan terlihat cantik. Salah kaprah, dengan tampil apa adanya dan sesuai porsi itulah yang disebut dengan cantik.

10. Perbanyak Puasa Sunnah

Puasa sunna akan semakin memperkokoh keimanan seseorang. Sehingga ia dapt mengendalikan seluruh tindakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah, dalam hadist qudsi berikut ini,

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya” (HR. Bukhari no. 2506).

11. Rajin Merawat Diri Tanpa Merubah Bentuk Tubuh

QS An-nisa ayat 119 menjelaskan  yang artinya:

“Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan kusuruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata.”

Cantik bisa diperoleh dengan cara merawat diri, bahkan islam menganjurkannya sebagai benruk rasa syukur terhadap apa yang diciptakanNya. Namun, dalam islam kita dilarang keras untuk melakukan hal yang dianggap merubah ciptaan dariNya. Banyak sudah para wanita yang melakukan operasi plastik demi di cap cantik.

12. Pola Hidup Sehat

Kecantikan berkoherelasi dengan cara menjaga kesehatan hati . Seseorang yang sehat secara fisik pasti akan terlihat cantik dan segar. Rosulullah sendiri menganjurkan umatnya untuk menjaga pola hidup sehat. Seperti dalam hadist Dari Abu Hurairah dia berkata;

“Rasulullah saw bersabda: ‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada orang mukmin yang lemah. (HR Muslim).

13. Rajin Membaca Al-Quran

Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari 5427, Muslim 797]

14. Memperbanyak Amal Kebaikan

Berkebalikan dengan maksiat yang dapat menghilangkam cahaya di wajah. Amal kebaikan yang diperbuat akan bisa membuat anda cantik luar dan dalam. Ibnu Abbas menyatakan:

Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya, amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangi rezeki, dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir).

15. Utamakan Kecantikan Hati Ketimbang Kecantikan Fisik

Banyak yang mengejar kecantikan fiaik semata. Namun, apakah kecantikan itu akan anda bawa ke akhirat. Seiring dengan bertambahnya umur, maka kecantikan juga akan memudar. Namun, kecantikan hakiki yang akan abadi ialah kecantikan yang terpancar dari hati. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya,

“Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian, tetapi Allah melihat hati kalian.” (H.R. Muslim).

Itulah tadi 15 tips cantik luar dan dalam menurut islam. Semoga dapat menambah pengetahuan anda tentang definisi cantik itu sendiri. Islam merupakan agama yang menyukai keindahan dan kecantikan. Namun, keimanan seseorang tidak pernah dilihat dari kecantikan fisiknya semata. Jadilah pribadi yang tidak hanya cantik fisik tapi juga cantik hatinya. Karena surga Allah SWT bukan diisi oleh orang-orang yang cantik, melainkan oleh orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Hukum Wanita Merokok Dalam Islam

Perihal mengenai rokok yang selalu ada pro dan kontra, sangat miris jika kita melihat rokok yang menjadi salah satu sumber devisa bagi negara saat ini, tapi sebenarnya juga menjadi salah satu pendonor kerusakan fisik dan mental anak bangsa. Namun inilah kenyataannya. Bahkan Indonesia menempati posisi ketiga di dunia setelah China dan India sebagai negara dengan kematian terbanyak akibat rokok. Dalam sebatang rokok yang kecil, terdapat banyak zat yang sangat berbahaya bagi tubuh, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 diantaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzena, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan dimana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Keseluruhan zat yang berbahaya tersebut ikut terhisap masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan asap rokok. Terlepas dari itu semua, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah mengenai hukum wanita merokok dalam Islam. Sebelum kita membahas tentang hukumnya bagi wanita, mari kita lihat dulu apa hukum rokok dalam Islam.

Hukum rokok dalam Islam

Rokok bukan hanya membuat pemakainya mengalami kecanduan, tapi juga berakibat buruk bagi kesehatan. Adapun berbagai penyakit yang akan muncul dari kebiasaan merokok adalah penyakit jantung, penuaan dini, kanker paru-paru, kanker tenggorokan, impoten, gagal ginjal, kerusakan fungsi hati, gigi cepat rusak, dan berbagai penyakit lainnya. Dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan rokok inilah beberapa ulama sepakat bahwa hukum rokok adalah haram.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. البقرة:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Baqarah: 195)

Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang merusak dirinya sendiri, termasuk perbuatan merokok.

Baca juga:

Hukum wanita merokok dalam Islam

Wanita merupakan kunci dari masa depan suatu bangsa, madrasah bagi anak-anaknya. Jika seorang wanita yang seharusnya menjadi panutan bagi anak-anak justru memberikan contoh dengan merusak diri sendiri, tentu hal ini menjadi keprihatinan yang besar bagi kita semua karena seharuasnya seorang wanita mendidik anak sesuai dengan pendidikan anak dalam Islam. Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa rokok mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, termasuk bagi rahim, tempat berkembangnya janin yang akan menjadi seorang pemimpin kelak.

[AdSense-B]

Nikotin dan karbon monoksida yang terkandung dalam rokok akan mengalir melalui darah dan masuk ke dalam rahim, lalu dialirkan ke janin. Racun-racun ini akan menyebabkan berbagai penyakit seperti berikut:

  1. Kanker tenggorokan : Tenggorokan merupakan salah satu organ yang pertama kali terpapar zat berbahaya dari rokok. Kanker tenggorokan biasanya juga akan membuat penderitanya kehilangan pita suara akibat sel kanker yang menyebar.
  2. Kanker payudara : Telah terbukti bahwa zat-zat kimia yang terkandung di dalam rokok dapat memicu terbentuknya sel-sel kanker payudara, bukan hanya pada perempuan tapi juga bisa mengenai laki-laki.
  3. Kanker paru : Jika biasanya laki-laki yang sering terkena kanker paru, kini makin banyak wanita yang juga ikut terkena penyakit ini. Kemungkinan besar karena makin banyak pula wanita yang merokok saat ini.
  4. Kanker serviks (leher rahim) : Beberapa ahli berpendapat bahwa zat racun dalam asap rokok bisa mencapai leher rahim. Ini bisa meningkatkan risiko infeksi HPV (human papilloma virus) jenis serotipe tertentu yang bisa memicu pembentukan sel kanker. [AdSense-A]
  5. Gangguan kesuburan : Bukan hanya menganggu sistem reproduksi pada laki-laki, tapi juga pada wanita. Zat yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkankemandulan bagi seorang wanita.
  6. Gangguan kehamilan : Zat dalam rokok akan mengurangi jumlah oksigen pada rahim dan merusak dinding rahim, bahkan dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan rendah saat bayi lahir, cacat lahir, hingga kematian.
  7. Gangguan menstruasi : Kebiasaan merokok dapat meningkatkan kemungkinan terganggunya periode menstruasi, terjadinya pendarahan yang berlebihan, juga keputihan. Ini semua bisa terjadi karena racun pada rokok mempengaruhi ovarium atau indung telur dan menyebabkan rendahnya kadar hormon estrogen.

Baca juga:

Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum wanita merokok dalam Islam adalah haram, sama halnya dengan laki-laki. Tidak ada manfaat apapun yang didapat seorang wanita dari merokok. Kebanyakan dari mereka adalah korban dari fenomena sosial saat ini yang tidak sesuai dengan pergaulan dalam Islam. Dan Allah juga melarang hal ini, sebagaimana firmannya:

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raaf : 157)

Baca juga:

Begitu pula dalam ayat lainnya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Q.S. An-Nisa :29 )

Baca juga:

Dalil mengenai rokok

Rasulullah SAW juga telah menjelaskan perihal keburukan dari zat yang berbahaya bagi tubuh seperti rokok, apalagi bagi seorang wanita terutama yang telah memiliki anak.

Dari Jarir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa mempelopori suatu amalan kebaikan lalu dicontoh oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa mempelopori suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Sebagai seorang ibu yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, tentu diharuskan memberikan contoh yang baik sesuai dengan tuntutan kewajiban wanita dalam Islam, bukan hal yang buruk seperti rokok.

“ Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)

Disebutkan pula bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Dalam hadits ini dengan jelas dilarang memberi mudhorot pada orang lain, terutama anak-anak, dan rokok termasuk dalam larangan ini. Paparan asap rokok terhadap anak-anak juga akan mempengaruhi kesehatan dan perkembangan tubuh mereka.

Sesungguhnya wanita yang baik akan selalu memperhatikan kesehatan diri sendiri dan orang lain. Jadilah seorang wanita yang mampu melindungi diri sendiri dan orang lain dengan menjauhkan diri dari berbagai hal yang buruk, seperti ciri-ciri istri shalehah.