5 Cara Berhenti Berkata Kasar Dalam Islam dan Dalilnya

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kebiasaan berkata kasar merupakan hal yang tidak baik jika dilakukan terus menerus. Terkadang kita sebagai manusia, tidak sadar jika kita berbicara kasar terhadap orang lain. Dalam islam dianjurkan untuk tidak berkata kasar kepada sesama umat muslim.

Hal ini Larangan Berkata Kasar Dalam Islam juga karena setiap perbuatan dan perkataan kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Rasulullah mengajarkan agar umatnya bersikap lebih sabar dan tidak berkata kasar terhadap sesama saudaranya. Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk hidup rukun. Berikut ini, Cara Berhenti Berkata Kasar Dalam Islam.

1. Bergaul dengan Orang-Orang yang Berakhlak Baik

Langkah pertama untuk menghindari berkata kasar adalah dengan bergaul bersama orang orang yang berakhlak baik. Tidak dipungkiri bahwa lingkungan pertemanan memberikan pengaruh besar terhadap cara bicara seseorang, cara berpikir, dan cara tindakan seseorang.

Oleh karena itu, jika berada di lingkungan pertemanan yang tidak baik, bisa menjerumuskan pada perbuatan dan perkataan yang tidak baik. Kriteria Teman yang Baik dalam Perspektif Islam Bergaullah dengan orang orang yang berhati lembut dan santun ketika berbicara kepada orang lain agar terbawa dengan sikap mereka.

2. Belajar Mengontrol Emosi

Cara menghindari berkata kasar selanjutnya adalah belajar untuk mengontrol emosi pada diri kita. Hal yang memacu seseorang untuk berkata kasar adalah ketika seseorang sedang merasa marah atau kesal terhadap seseorang, sehingga tidak terkontrol dalam bicaranya. Kemampuan dalam mengontrol emosi sangat dibutuhkan agar tidak berbicara kasar kepada orang lain.

3. Berpikir Sebelum Berbicara

Orang yang bijak adalah orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum ia bertindak dan berbicara. Hal ini penting dibiasakan agar setiap ucapan yang kita sampaikan tidak sampai menyakiti orang lain, meski kita tidak bermaksud bicara kasar. Jadi, sebelum Anda bicara pikirkanlah apakah yang akan disampaikan hal yang pantas atau tidak.

4. Banyak Berdzikir

Berdzikir memiliki banyak manfaat bagi kita yang sering membacanya. Kalimat Doa dan Dzikir Untuk Menghilangkan Halusinasi seperti hamdalah, takbir, istighfar, tasbih, dan lainnya dapat rutin membaca agar hati senantiasa tenang sehingga ucapan yang kita lontarkan bisa lebih terkontrol.

5. Menyampaikan Kebenaran pun dengan Lembut

Meski ada suatu hal yang membuat marah atau kesal, menyampaikan sesuatu juga ada adabnya. Dalam hadits yang sudah dibahas sebelumnya memberi peringatan kepada kita agar kita menjaga lisan-lisan kita.

Bahkan tatkala kita menyampaikan kebenaran, ingin menyampaikan sunnah Nabi SAW, ingin menyampaikan perkara-perkara tauhid, hendaknya kita tetap menjaga lisan kita. Jangan sampai kita berkata-kata kasar  yang menyebabkan orang lain tidak terima.

Hendaknya kita sebagai umat muslim untuk mulai kebiasaan berbicara dengan santun. Karena pembicaraan yang kita sampaikan juga mencerminkan sifat kita. Untuk itu, yuk mulai sekarang perbaiki cara bicara dengan berhenti berkata kasar kepada orang lain.

Dalil Larangan Berkata Kasar dan Kotor

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيءَ

Dari Abu Ad-Darda’ radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”

Hadits ini adalah potongan dari sebuah hadits, selengkapnya dapat dijumpai pada Sunan Tirmizi dengan redaksi,

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيءَ

“Sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang paling berat di timbangan kebaikan seorang mukmin pada hari kiamat seperti akhlak yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”

Hadits di atas diawali dengan penekanan bahwasanya timbangan yang paling berat di akhirat kelak adalah akhlak mulia, kemudian diakhiri dengan peringatan bahwasanya Allah benci terhadap orang yang memiliki kata-kata yang kotor.

Oleh karena itu, Hukum Istri Berbicara Kasar Kepada Suami dalam Islam penting bagi kita untuk mengontrol ucapan yang keluar dari mulut kita. Entah itu diucapkan dalam konteks bercanda maupun saat sedang marah. Apabila memiliki kebiasaan berkata kasar yang sulit dihilangkan, mulai sekarang mulailah untuk mengurangi omongan kasar. Belajar untuk sabar dan diam.

Sebelum seseorang berbicara, hendaknya pikirkan terlebih dahulu Adab Dalam Berbicara dan Dalilnya apa yang dibicarakan akan menyinggung atau menyakitkan orang lain. Jangan asal bicara, itu merupakan ciri yang tidak baik. Seperti yang disinggung dalam ucapan penyair berikut ini.

الصَّمْــتُ زَيْـنٌ وَالسُّـكُوْتُ سَـلاَمَةٌ *** فَإِذَا نَطَقْتَ فَلَا تَكُـنْ مِكْثَـاراً

فـَإِذَا نَــدِمْتَ عَلَى سُــكُوْتِكَ مَـرَّةً *** فَلْتَنْدَمْ عَلَـى الْكَلَامِ مِـرَاراً

Tidak berbicara itu adalah keindahan, dan diam adalah keselamatan. Jika kau pun harus berbicara maka janganlah banyak bicara. Kalaupun engkau menyesal karena engkau diam, sungguh engkau akan berkali-kali menyesal karena perkataanmu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn