Info Islami

4 Macam-Macam Sunnah Nabi Muhammad SAW

√ Islamic Base Pass quality & checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sunnah adalah sumber syariat islam yang utama setelah al-qur’an. Dalam agama islam sunnah lebih mengacu pada tindakan sikap ucapan serta cara nabi Muhammad Saw menjalani hidupnya.

Karena kewajiban ini Nabi Muhammad SAW juga banyak menyebutkan hadits-hadits tentang kewajiban taat kepada pemimpin, di antaranya sebagai berikut:

من أطاعني فقد أطاع الله ومن يعصني فقد عصى الله ومن يطع الأمير فقد أطاعني ومن يعص الأمير فقد عصاني

Artinya: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku” (HR. Muslim no. 1835).

Dengan kata lain sunnah merupakan sumber pokok ajaran islam sekaligus garis perjuangan yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Perlu diketahui sunnah nabi Muhammad SAW memiliki beberapa macam.

دعانا النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فبايعناه، فقال فيما أخذ علينا : أن بايعنا على السمعِ والطاعةِ، في منشطِنا ومكرهِنا، وعسرِنا ويسرِنا وأثرةٍ علينا، وأن لا ننازعَ الأمرَ أهلَه، إلا أن تروا كُفرًا بَواحًا، عندكم من اللهِ فيه برهانٌ

Artinya: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah memanggil kami, kemudian membaiat kami. Ketika membaiat kami beliau mengucapkan poin-poin baiat yaitu: taat dan patuh kepada pemimpin, baik dalam perkara yang kami sukai ataupun perkara yang tidak kami sukai, baik dalam keadaan sulit maupun keadaan lapang, dan tidak melepaskan ketaatan dari orang yang berhak ditaati (pemimpin). Kecuali ketika kalian melihat kekufuran yang jelas, yang kalian punya buktinya di hadapan Allah.” (HR. Bukhari no. 7056, Muslim no. 1709).

Terdapat penjelasan mengenai macam-macam sunnah Nabi Muhammad SAW, diantaranya:

1. Sunnah Qauliyah

Sunnah qauliyah merupakan bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang berisi berbagai tuntunan dan petunjuk syarak.

Peristiwa-peristiwa atau kisah-kisah baik yang berkenaan dengan aspek akidah syariah maupun akhlak. Dengan kata lain, Sunnah Qauliyah yaitu sunnah Nabi saw yang hanya berupa ucapannya saja baik dalam bentuk pernyataan, anjuran, perintah cegahan maupun larangan.

Yang dimaksud dengan pernyataan Nabi SAW adalah sabda Nabi dalam merespon keadaan yang berlaku pada masa lalu. Masa kininya dan masa depannya Kadang-kadang dalam bentuk dialog dengan para sahabat atau jawaban yang diajukan oleh sahabat atau bentuk-bentuk ain seperti khutbah.

Hadits tentang membaca al-fatihah saat shalat wajib:

“Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca surat al Fatihah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits tentang makan dan minum:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi.” (HR. At-Tirmidzi)

Contoh: 

Terjemahan Hadits tentang doa Nabi Muhammad saw kepada orang yang mendengar, menghafal dan menyampaikan ilmu.

“Dari Zaid bin dabit ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.” (HR. Abu Dawud)

2. Sunnah Fi’liyaha

Pengertian sunnah filiyah merupakan segala perbuatan yang di sandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kualitas sunnah filiyah menduduki tingkat kedua setelah sunnah qauliyah.

Filiyah juga dapat dimaknakan sunnah Nabi SAW yang berupa perbuatan Nabi yang diberitakan oleh para sahabat mengenai perihal ibadah dan lain-lain.

Hadits tentang shalat sunnah:

“Nabi SAW melakukan shalat sejumlah sebelas rakaat. Itulah shalat beliau.” dan “Beliau melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas rakaat.”(Hadits riwayat Bukhari)

Seperti melaksanakan shalat manasik Haji dan lain-lain. Untuk mengetahui hadits yang termasuk kategori ini terdapat beberapa jadis mengenai sunnah filiyah diantaranya:

Terjemahan Hadits tentang tata cara shalat di atas kendaraan:

“Dari Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Rasulullah saw. shalat diatas tunggangannya menghadap ke mana arah tunggangannya menghadap. Jika Beliau hendak melaksanakan shalat yang fardhu, maka beliau turun lalu shalat menghadap kiblat. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

3. Sunnah Taqririyaha

Pengertian sunnah Taqririyah merupakan sunnah yang berupa ketetatapan Nabi Muhammad SAW terhadap apa yang datang atau dilakukan para sahabatnya. Nabi SAW tidak menegur atau melarangnya.

Bahkan Nabi SAW cenderung mendiamkannya. Beliau membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan para sahabatnya tanpa memberikan penegasan apakah beliau membenarkan atau menyalahkan.

Contoh- Terjemahan Hadits tentang Tayamum

“Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, ia berkata: “Pernah ada dua orang bepergian dalam sebuah perjalanan jauh dan waktu shalat telah tiba, sedang mereka tidak membawa air. Kemudian, mereka berdua bertayamum dengan debu yang bersih dan melakukan shalat, keduanya mendapati air (dan waktu shalat masih ada), lalu salah seorang dari keduanya kembali mengulanginya.

4. Sunnah Hammiyaha

Pengertian sunnah hammiyah merupakan suatu yang dikehendaki Nabi akan tetapi belum dikerjakan. Sebagai ulama hadits ada yang menambahkan perincian sunnah tersebut dengan sunnah hammiyah.

Hal tersebut di karenakan dalam diri Nabi SAW terdapat sufat-sifat himma hasrat untuk melakukan sesuatu.

Contoh Terjemahan Hadits mengenai puasa sunnah di bulan Muharram tanggal 9 Asyura:

“Saya mendengar Abdullah bin Abbas ra. berkata saat Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah saw. wafat..” (HR Muslim)

Recent Posts

Sejarah Masjid Lapan Kubah Terlengkap

Masjid Lapan Kubah terletak di Kampung Lapan Kotak, Jerteh, Terengganu adalah salah satu masjid yang…

2 days ago

Sejarah Masjid Agung Semarang

Masjid Agung Semarang merupakan mesjid tertua di Semarang. Masjid ini menyimpan banyak sejarah karena dibangun…

2 days ago

Sejarah masjid Laweyan, Masjid Pertama di Surakarta

Di Surakarta berdiri sebuah Masjid tertua dan merupakan Masjid pertama yang berada di Surakarta yakni…

2 days ago

Sejarah Masjid Lawang Kidul, Simak Penjelasan Berikut

Siapa yang tidak menganal Masjid Lawang Kidul? Terlebih lagi warga kota Palempang. Masjid Lawang Kidul…

2 days ago

Keistimewaan Shafiyah binti Huyay, Sosok Ummul Mukminin

Siapakah Shafiyah binti Huyay? Shafiyah binti Huyay adalah sosok istri Rasulullah. Nama lengkapnya adalah Shafiyah…

2 days ago

Kisah 3 Nabi Yang Memiliki Istri banyak

Di antara 25 Nabi yang kita kenal, ada beberapa di antaranya memiliki istri banyak. Siapakah…

2 days ago