10 Manfaat Ilmu Dalam Pandangan Islam

Pada artikel ini kita akan mencoba menjelaskan pengetahuan dari perspektif Islam. Secara umum, kata Arab untuk pengetahuan adalah ‘ilm, yang, dalam banyak kasus, menunjukkan pengetahuan Islam atau hal-hal yang berkaitan dengan Syariat (Hukum Islam).

Meskipun, beberapa ayat Alquran dalam artikel ini mengacu pada pengetahuan Islam, namun bersifat umum dalam maknanya, dan dengan demikian dapat digunakan untuk merujuk pada pembelajaran secara umum seperti hukum wanita menuntut ilmu dalam islam.

Alasan Pentingnya Pendidikan Dalam Islam

Pentingnya pendidikan bukanlah masalah yang bisa diperdebatkan. Pendidikan adalah pengetahuan tentang menempatkan potensi seseorang untuk penggunaan maksimal. Seseorang dapat dengan aman mengatakan bahwa manusia tidak masuk akal sampai dia dididik dan mempelajari ilmu tauhid islam. Pentingnya pendidikan ini pada dasarnya karena dua alasan.

  • Yang pertama adalah bahwa pelatihan pikiran manusia tidak lengkap tanpa pendidikan. Pendidikan membuat manusia menjadi pemikir yang benar. Ini memberitahu manusia bagaimana berpikir dan bagaimana membuat keputusan.
  • Alasan kedua untuk pentingnya pendidikan adalah bahwa hanya melalui pencapaian pendidikan, manusia dimungkinkan untuk menerima informasi dari dunia luar; untuk mengenalkan dirinya dengan sejarah masa lalu dan menerima semua informasi yang diperlukan mengenai masa kini. Tanpa pendidikan, manusia seolah-olah berada di ruangan tertutup dan dengan pendidikan ia menemukan dirinya berada di sebuah ruangan dengan semua jendela terbuka ke arah dunia luar.

Manfaat Ilmu dalam Pandangan Islam

Inilah sebabnya mengapa Islam sangat mementingkan pengetahuan dan pendidikan. Ketika Quran mulai diwahyukan, kata pertama dari ayat pertamanya adalah ‘Iqra’ yaitu, baca. Allah berfirman, (apa artinya):

“Baca! Dalam nama Tuhanmu yang telah menciptakan (semua yang ada) Dia telah menciptakan manusia dari bekuan darah (sepotong darah tebal yang terkumpul) Baca dan Tuhanmu yang paling banyak Dosa yang mengajar (yang menulis) oleh pena Dia telah mengajarkan manusia yang tidak dia ketahui ” [Qur’an, 96: 1-5].

Berikut manfaat menuntut ilmu dalam pandangan islam yaitu:

  1. Mengenalkan Dirinya Pada Dunia Luar
  2. Titik Awal dari Setiap Kehidupan Manusia
  3. Memperoleh Kemuliaan
  4. Memperoleh Kesejahteraan
  5. Memperoleh Kebijaksanaan
  6. Mengetahui Bahwa Allah Maha Besar
  7. Mengajarkan Untuk Bersyukur
  8. Mengamati Ciptaan Allah
  9. Menularkan Ilmu Bermanfaat
  10. Berguna Bagi Sesama

Pendidikan merupakan titik awal dari setiap aktivitas manusia. Allah menciptakan manusia dan memberinya alat untuk memperoleh pengetahuan, yaitu pendengaran, penglihatan dan kebijaksanaan. Allah berfirman (maksudnya): [AdSense-B]

“Dan Allah telah membawa kamu keluar dari rahim ibumu saat kamu tidak tahu apa-apa. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati yang bisa kamu syukuri (kepada Allah)” [Qur’an, 16: 78].

Orang yang berpengetahuan dihargai dengan baik dalam banyak riwayat nubuat seperti cara menangkal ilmu hitam dalam islam.

Misalnya Alqur’an berulang kali meminta kita untuk mengamati bumi dan langit. Ini menanamkan pada manusia keinginan untuk belajar ilmu alam juga. Semua kitab Hadits memiliki satu bab tentang pengetahuan. [AdSense-A]

Di Saheeh Al-Bukhari ada sebuah bab berjudul “Keutamaan seseorang yang memperoleh pembelajaran dan mengajarkan hal itu kepada orang lain.” Islam memanggil kita untuk mempelajari segala macam pengetahuan yang bermanfaat seperti  keutamaan ilmu dalam islam. Cabang pengetahuan bervariasi dalam status, yang tertinggi adalah pengetahuan tentang Syariat (Hukum Islam), maka bidang pengetahuan lainnya, seperti kedokteran, dll.

Apa yang harus saya pelajari dalam islam?

Jadi muncul pertanyaan, apakah itu kewajiban untuk mencari pengetahuan tentang agama, dan bidang pengetahuan di dalam agama begitu luas, jenis pengetahuan apa yang harus dicari? Imam Ahmed bin Hanbal, seorang ilmuwan besar Islam, menjawab bahwa wajib bagi setiap individu Muslim untuk mencari jenis pengetahuan yang memungkinkan dia menjalankan agamanya dengan benar. Berikut adalah contohnya:

1. Keyakinan Islam

Ini adalah aspek yang paling penting dari agama yang harus dipelajari seseorang, karena melalui aspek ini seseorang benar-benar menjadi Muslim. Tujuh belas tahun pertama dari panggilan Nabi Muhammad SAW ditujukan untuk mengoreksi keyakinan orang tentang Allah, menekankan bahwa tidak ada ibadah yang ditujukan kepada siapa pun kecuali Dia Sendiri, sementara hanya beberapa perintah lainnya yang diungkapkan pada saat itu berkembang menjadi ilmu tasawuf modern.

2. Pengetahuan tentang aspek ibadah wajib

Seperti yang kita tahu, Allah telah memerintahkan umat Islam untuk melakukan tindakan pemujaan tertentu. Banyak dari tindakan ini bersifat wajib dan, pada gilirannya, seseorang harus tahu bagaimana cara melakukannya.

Misalnya, Allah telah mewajibkan kita untuk berdoa minimal lima kali per hari, jadi menjadi kewajiban bagi kita untuk mengetahui bagaimana berdoa dengan benar, mengingat apa yang diperbolehkan dan tidak dapat kita tanggung selama melakukan sholat. Juga, sebagai salah satu syarat dalam Doa adalah untuk menyucikan diri, seseorang harus tahu bagaimana melakukannya. Hal ini juga berlaku untuk seluruh perintah-perintah Allah.

3. Mengetahui apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan

Ada larangan dan yang dibolehkan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rahmat Allah, Dia telah mendorong kita untuk menikmati banyak karunia yang telah Dia ciptakan. Pada saat yang sama, Dia juga telah memperingatkan kita dari hal-hal tertentu karena bahaya fisik atau spiritual yang diakibatkan oleh kegemaran mereka.

Kemudian menjadi wajib bagi kita untuk mempelajari aspek-aspek agama ini sehingga kita mungkin tidak sengaja melakukan atau secara tidak sengaja jatuh ke dalam tindakan-tindakan yang tidak dapat dibenarkan ini.

Catatan penting yang perlu dicatat adalah bahwa umat Islam harus yakin mereka mempelajari peraturan tersebut terkait bidang pekerjaan mereka, apakah itu obat, perdagangan, hukum, atau bidang lainnya, agar mereka melaksanakan pekerjaan mereka sesuai dengan pedoman dari agama.

4. Cara Mengelola Hati

Yang terakhir namun tidak sedikit, seseorang juga harus belajar bagaimana memurnikan hati dan perbuatan mereka dari sifat-sifat yang tercela. Muslim harus tahu bagaimana cara memurnikan hati mereka dari cinta kekayaan, status, dan ketenaran, dan bagaimana membuat seseorang mencintai Allah saja.

Mereka juga harus belajar tingkah laku mulia yang diajarkan kepada kita oleh agama Islam, dan mencoba untuk pola hidup kita sesuai dengan Nabi Muhammad SAW.

10 Manfaat Filsafat Islam Dalam Masa Sekarang

Untuk mempelajari ilmu filsafah Islam adalah menanyakan bagaimana jalan Allah telah berhasil dan kehendaknya dilakukan di tangan jutaan individu dan kelompok dan bagaimana janji-janji-Nya menjadi kenyataan.

Untuk melihat filsafah secara Islam adalah mengawasi dimensi moral, spiritual dan etika dari semua episode dalam filsafah apapun besar atau kecilnya. Inilah mengapa Quran membuat filsafah belajar dalam beberapa hal merupakan tindakan iman dan sumber kebijaksanaan.

Manfaat Mengetahui Filsafah Islam

Sama seperti makanan yang kita makan merupakan tubuh kita, filsafah kita merupakan pikiran kita. Ide, konsep, sentimen, dan preferensi kita, singkatnya, apa yang membuat kita manusiawi, sebagian besar merupakan hasil dari pengalaman masa lalu kita.

Individu, orang, institusi, atau bangsa, semuanya memperoleh sifat atau identitas khusus mereka terutama karena filsafah mereka yang unik dan pandangan islam tentang filsafat matrealis.

1. Mengetahui Asal Identitas

Kita tidak dapat mengetahui diri kita sendiri tanpa mengetahui dari mana kita berasal. Tidak tahu dari mana kita berasal dari meninggalkan kita tanpa rasa kedewasaan kita. Hilangnya identitas meninggalkan kita tanpa tujuan, seperti kapal tanpa tujuan, atas belas kasihan angin tanpa ampun. Hilangnya identitas ini telah disebutkan dalam Quran sebagai hukuman dari Allah:

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Jangan seperti orang yang melupakan Allah, maka Allah membuat mereka melupakan diri mereka sendiri . [Surat Al-Hashr, 59:19]

2. Tidak Bersifat Sirik

Orang yang melupakan siapa mereka mungkin lupa siapa mereka seharusnya. Hal ini menyebabkan self-bohong dan arogansi. Allah mengingatkan setiap manusia berulang-ulang tentang ‘sejarah’ pribadinya, untuk mengusir mereka dari ketidakpercayaan dan kesombongan mereka:

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِىٍّ يُمْنَىٰ(  )  ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ (٣٨

Apakah dia bukan setetes air mani? Kemudian sebuah massa yang lengket, maka Allah menciptakan dan membandingubah dia [Surat Al-Qiyamah, 75: 37-38], dan Apakah manusia tidak melihat bahwa Kami menciptakannya dari setetes sperma, tapi dia tumbuh menjadi orang yang berperang terbuka. [Surat Yasin, 36:77]

[AdSense-B]

3. Sebagai Sebuah Pengingat

Di Surat Al-Fil dan Surat Quraisy, Allah mengingatkan orang-orang Quraisy atas nikmat-Nya pada mereka di masa lalu, mendorong mereka untuk belajar pelajaran moral dari filsafah mereka:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

Tidakkah kamu melihat bagaimana Tuhanmu berurusan dengan Umat Gajah? [Surat Al-Fil 105: 1] Dan Untuk keamanan orang-orang Quraisy yang biasa .

4. Sebagai Sebuah Penyelamat

Biarlah mereka menyembah Tuhan atas Rumah ini, yang telah memberi mereka makan [menyelamatkan] mereka dari kelaparan dan membuat mereka aman [menyelamatkan mereka] dari ketakutan. [QS. Quraysh, 106: 1-4]

[AdSense-A]

5. Bahan Renungan Diri

Allah berulang kali memerintahkan umat Islam di dalam Quran untuk mengamati, mempertimbangkan, dan merenungkan pelajaran dari filsafah bangsa-bangsa yang telah berlalu. Menginstruksikan orang-orang Muslim dalam filsafah moral dan spiritual bangsa-bangsa sebelumnya tampaknya menjadi salah satu penekanan utama Quran.

Fakta bahwa mayoritas Pesan Akhir Allah terdiri dari cerita perjuangan moral orang-orang sebelumnya merupakan indikasi pentingnya filsafah belajar, dan mempelajarinya dengan perspektif yang tepat untuk mencari pelajaran filsafat pendidikan islam.

6. Universalitas pelajaran

Pelajaran dari naik turunnya komunitas di masa lalu berlaku bagi semua umat manusia, karena ada beberapa hukum universal yang tidak dapat diubah, yang berlaku untuk semua negara tergantung pada kondisi khusus mereka. Alquran menyebut hukum-hukum ini sebagai Sunan (cara mengatur hadits) Allah:

ٱسْتِكْبَارًا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَكْرَ ٱلسَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلْمَكْرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِۦ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحْوِيلً

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (Fatir 35:43)

7. Interpretasi Moral-Spiritual

Sementara sejarawan modern memusatkan perhatian pada dimensi filsafah yang berbeda dan menawarkan basis yang berbeda untuk interpretasi filsafah berdasarkan sistem kepercayaan masing-masing, dasar pengisahan Alquran secara tegas bersifat moral dan spiritual.

Dengan kata lain, Allah menuntut kita untuk melihat terlebih dahulu dan terutama aspek moral dari filsafah suatu bangsa. Bangsa-bangsa jatuh, misalnya, bukan karena kegagalan ekonomi, namun karena kegagalan moral-spiritual untuk secara tepat mengeluarkan keadilan ekonomi berdasarkan kepercayaan dan ketaatan yang benar kepada Allah.

8. Membuka Pintu Berkat

Di Surat Al-A’raf, setelah menceritakan beberapa kisah perjumpaan antara nabi-nabi Allah yang benar dan orang-orang yang tidak percaya mereka, Allah merangkum pelajaran dari cerita-cerita ini dengan mengatakan:

Jika hanya orang-orang kota yang percaya dan takut [Allah], sesungguhnya Kami benar-benar telah membuka bagi mereka (segala jenis) berkat dari langit dan bumi; tetapi mereka menolak (kebenaran), jadi Kami menangkap mereka atas kesalahan mereka. [Surat Al-A’raf 7:96]

9. Sebuah Kewajiban

Penyebab jatuhnya bangsa-bangsa satu demi satu dalam ayat yang disebutkan di atas [7:96] adalah bahwa mereka mengabaikan pelajaran moral dari filsafah nenek moyang mereka, dan berpikir bahwa hal yang sama tidak berlaku bagi mereka:

Setiap kali Kami mengirim seorang nabi ke sebuah kota, Kami mengambil orang-orangnya dalam penderitaan dan kesengsaraan, agar mereka bisa belajar kerendahan hati. Kemudian Kami mengubah penderitaan mereka menjadi kemakmuran, sampai mereka bertambah dan berlipat ganda, dan mulai berkata: “Ayah kita juga tersentuh oleh penderitaan dan kemakmuran. ” Lalu Kami mengejutkan mereka, dan mereka tidak mengerti. [Surat Al-A’raf, 7: 94-95]

10. Cara Terbaik Mengajar

Quran bisa jadi buku teori abstrak tentang undang-undang yang mengatur masyarakat, atau sekadar daftar tindakan dan larangan. Tetapi fakta bahwa Pencipta kita, Yang Maha Bijaksana, telah memilih cerita yang mengatakan sebagai sarana utama untuk berhati-hati dan pendidikan, manusia berarti bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk belajar dari contoh-contoh lain. Guru dan pengkhotbah Islam yang sukses selalu memiliki pemahaman filsafah yang baik hubungan ilmu kalam dengan filsafat.

Demikian penjelasan terkait apa saja manfaat filsafat islam dalam masa sekarang yang mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih banyak mengenai Islam

10 Manfaat Tasawuf Dalam Dunia Islam

Tasawuf adalah ilmu jalan menuju Allah. Tasawwuf adalah ilmu yang sesuai dengan jalur Islam melalui pengalaman langsung sang Nyata dan bukan melalui lidah atau belajar dari buku. Ini menyiratkan ditinggalkannya teologi apapun. Tauhid tidak logis. Dalam hal ini Tasawwuf adalah pelindung Tauhid: La ilaha illallah.

Muslim menegaskan: La halwa wa la quwwata illa billah. Ini menyiratkan bahwa tidak ada dua kekuatan di alam semesta sepeti ilmu tasawuf modern.

Hanya ada Allah. Ini adalah tipikal teologi esoteris untuk mengatakan bahwa dunia terbagi menjadi dua kekuatan yang saling berkelahi; Ayat-ayat yang baik adalah kejahatan atau kegelapan versus terang atau kebenaran versus yang salah. “Haqq sedang melawan Batil” ini adalah pernyataan dualis yang khas. Tapi ini mustahil. Batil, “kepalsuan”, tidak tahan melawan Haqq, karena tidak ada dua kekuatan kecuali dalam imajinasi mushrikun.

Namun, berapa banyak buku modernis yang hadir dengan kosmologi menyimpang ini yang sesuai dengan mushrikun. La halwa wa la quwwata illa billah juga berarti ada satu sumber kekuatan. Allah memberi kita kuasa-Nya dan menjilati dari kita dengan keterbatasan kita.

Oleh karena itu kita adalah sumber kesengsaraan kita sendiri. Kami hanya menghambat terbentuknya Islam. Semua sarana tersedia bagi kita. Dari sinilah datang tawakkul: hasbunullahu wa niamal wakil, “Allah sudah cukup bagi kita dan Dia adalah wali terbaik” sperti hakikat tasawuf falsafi.

Tawakkul adalah kepercayaan pada Allah. Ini adalah makanan faqir. Ini memperkuat faqir seperti zuhud yang melemahkan “saya”, dan ini adalah salah satu kualitas terpuji yang harus dimiliki semua orang. Allah berfirman, “Barangsiapa mengandalkan Allah, Ia cukup untuk Dia.” Kenyataannya adalah kepercayaan diri dan ketenangan hati dan kesadaran bahwa rezeki tubuh fisik Anda hanya oleh Allah saja. Ini bukan oleh siapapun selain Allah layaknya tasawuf amali.

Tasawwuf tidak menjadi konsumen pasif dan jinak dalam masyarakat ini dengan malam yang tercerahkan dan akhir pekan. Tasawwuf adalah transformasi hati Anda sehingga Anda menyadari bahwa Anda bertanggung jawab atas Dunya, dan dunya tidak bertanggung jawab atas Anda.

Hal ini memungkinkan kita untuk memahami bahwa apa yang Allah perintahkan adalah mungkin, dan ini menunjukkan jalan kita untuk mencapai tujuan tertinggi kita fisabilillah. Tasawwuf memungkinkan kita untuk memahami bahwa perbuatan hati lebih kuat daripada perbuatan anggota badan.

Manfaat Tasawuf Dalam Dunia Islam

Tasawuf memiliki banyak manfaat dalam kehidupan dan dunia islam, di bawah ini adalah 10 manfaat tasawuf yaitu:

1. Dalam bidang kecerdasan emosional

Apabila dapat mengamalkan tasawuf dengan baik maka dapat mengendalikan emosionalnya dengan baik pula.

2. Dalam bidang kecerdasan spiritual

Tasawuf mengingatkan manusia tentang kemaitian, agar umat manusia selalu beribadah, beramal shaleh, serta menjauhi perbuatan maksiat dan kejahatan. [AdSense-B]

3. Dalam bidang Agama

Tasawuf ini sangat diperlukan agar umat islam bisa mengamalkan teori Islam secara kaffah dan juga untuk mengembangkan integrasi sosial dan kerukunan hidup dalam beragama serta bebangsa.

4. Dalam bidang etos kerja

Tasawuf dapat memperkuat etos kerja karena dalam ajaran Islam bekerja itu wajib untuk memenuhi keperluan diri sendiri, keluarga dan umat. [AdSense-A]

5. Dalam bidang Pendidikan

Tasawuf merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu diajarkan di Madrasah dan mata kuliah di Perguruan Islam untuk mengembangkan kehidupan agama yang komprehensif dan utuh serta untuk mengembangkan masyarakat dan bangsa yang bersih, sehat dan maju.

6. Dalam bidang Ilmu Pengetahuan

Tasawuf mendidik anggota masyarakat untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan rasional serta mendidik untuk memiliki tanggung jawab sosial.

7. Sumber Pengingat

Apa yang akan membantu kita terhadap hal ini adalah mengingat Allah bahwa Allah menjamin kita akan penyediaan, dan pengetahuan dan kekuatan-Nya sempurna, dan bahwa Dia terlepas dari penciptaan dan jauh dari kelupaan dan dari ketidakmampuan. Syaikh Ibn Ataillah menulis dalam bukunya The Abandonment of the Management of Affairs: “Percayakan urusan kita kepada Allah juga merupakan kualitas yang sangat penting untuk diperoleh.

8. Landasan Hidup

Tanpa pemahaman ini muslim akhirnya lumpuh. Tapi dengan itu kaum Muslim bebas menjadi budak, yaitu mematuhi dengan cara tanpa hambatan. Masalah mencoba taat tanpa pengertian adalah bahwa Anda hanya bisa melakukan apa yang Anda bisa.

Tapi untuk menaati Allah sambil mempercayai Dia adalah untuk meninggalkan semua keterbatasan praktis, dan untuk memulai pencapaian apa yang telah Allah perintahkan agar kita lakukan.

9. Pembatas Ilmu Islam

Tasawwuf membuat semua pengetahuan lain tunduk pada pengetahuan tertinggi yaitu La ilaha illallah. Dengan Tasawwuf kita menyadari bahwa pengetahuan tentang Allah berada di atas setiap pengetahuan lainnya. Tasawwuf memungkinkan kita untuk mencicipi La halwa wa la quwwata illa billah seperti tasawuf amali.

10. Lebih Mencintai Allah

Dalam Qur’an, Allah menghubungkan bahwa orang beriman di antara orang-orang Firaun berkata:” Saya telah mempercayakan perselingkuhan saya kepada Allah. “Kenyataannya adalah keinginan kita kepada Allah untuk melestarikan kita dari semua yang memiliki bahaya di dalamnya dan yang dengannya kita tidak memiliki keamanan.

Demikianlah pembahasan tentang tasawuf dan manfaatnya di dalam dunia Islam. Semoga kita bisa memetik hikmah dan mempelajai dengan baik tentang hal yang terkandung dalam manfaat tasawuf tersebut.

17 Keutamaan Bersyukur Dalam Islam dan Dalilnya

Bersyukur artinya pujian atas kebaikan. Dalam bahasa Indonesia artinya berterima kasih. Bersyukur menurut agama islam adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim yaitu “Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah”. (Madarijus Salikin : 2/224).

Bersyukur merupakan sifat para Nabi dimana mereka senantiasa berterima kasih pada Allah atas nikmat yang diberikan walaupun mereka diberi berbagai cobaan dan rintangan, itulah orang orang yang mulia. Allah menceritakan sifat para Nabi tersebut dalam firman Nya

Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur”. (QS Al Isra : 3)

“Sesungguhnya Ibrahim adalah iman yang teladan lagi patuh, ia senantiasa mensyukuri nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus”. (QS An Nahl : 120-121).

Sebagai umat islam kita wajib menjalankan perintah Allah dan mengikuti teladan kebaikan yang diberikn oleh para Nabi terdahulu. Allah memberikan nikmat bukan hanya kepada para Nabi, tetapi merata kepada setiap makhluk Nya, tidak ada satupun yang hidup di dunia ini yang tidak mendapat kenikmatan dari Allah. Bahkan ujian yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi jauh lebih berat dari ujian yang diberikan kepada manusia biasa, islam senantiasa menganjurkan untuk bersyukur, begitu banyak kebaikan yang akan diperoleh dengan bersyukur, berikut 17 keutamaan bersyukur dalam islam secara lengkap

1. Menjalankan Perintah Allah

Bersyukur merupakan salah satu perintah Allah seperti firman Nya berikut “Dan syukurilah nikmat Allah jika hanya kepada Nya saja kamu menyembah”. (QS An Nahl : 114). Anda yang senantiasa bersyukur berarti telah menjadikan rasa syukur tersebut sebagai lahan ibadah sebab telah menjankan salah satu perintah Nya.

2. Mengingat dan Mengakui Nikmat Allah

Sesungguhnya Allah maha mulia senantiasa memberi nikmat berupa rejeki, kesehatan, serta nikmat umur agar manusia senantiasa bersyukur, kita sebagai manusia seluruhnya bergantung kepada Allah. cara mensyukuri nikmat allah yakni kita wajib mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugrah dari Allah, lihatlah dalam keseharian anda, anda mampu bekerja dan beraktivitas karena diberi kesehatan dan jalan rezeki oleh Nya, mudah saja Allah mengambil nya dengan mudah, tetapi Allah senantiasa memberi yang terbaik untuk hamba Nya karena Allah maha penyayang “Hai manusia ingatlah nikmat Allah kepadamu, adakah pencipta yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi selain Dia?”. (QS Fathir : 3)

3. Mendapat Rezeki yang Berkah

Mintalah rezeki di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada Nya”. (QS Al Ankabut : 17). Kita tak perlu iri dengan segala yang dimiliki orang lain dalam hal duniawi, misalnya urusan harta, seberapapun yang anda miliki adalah yang terbaik dari Allah, jika anda bersyukur tentu anda akan mendapatkan keberkahan dari harta tersebut. doa pembuka rezeki dari segala penjuru juga wajib dipanjatkan untuk lebih memperlancar keberkahan rezeki yang ada.

[AdSense-B]

4. Jalan Menuju Surga

Sesungguhnya jika Allah menguji hamba Nya kemudian dia bersabar maka aku gantikan baginya surga”. (HR Bukhari). Orang yang mendapat ujian dan dia menerima serta menjalani dengan ikhlas maka Allah menjanjikan bagi nya surga karena rasa sabar dan rasa syukurnya tersebut.

[AdSense-A]

5. Jauh dari Penyakit Hati

Bersyukur dapat menghindarkan dari berbagai penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, dll sebab bersyukur membuat kita menerima apa adanya nikmat dari Allah dengan berharap ridho Nya tidak semata mengejar kenikmatan duniawi. iri dengki dalam islam termasuk hal – hal yang dilarang ya sobat. Jadi sebisa mungkin untuk menjauhinya.

6. Sebagai Peringatan

Allah senantiasa memberi jalan untuk berusaha, terkadang ada yang tidak mau memaksimalkannya untuk kebaikan dan menyalahkan keadaan ketika kesusahan menimpanya. Padahal itu semua sebab dari kesalahannya sendiri, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari kesalahan dirimu sendiri”. (QS An Nisa : 79).

7. Pengakuan atas Kesempurnaan Allah

Lihatlah pada tubuh anda setiap organ bekerja secara otomatis tanpa anda memerintahkannya dan hal tersebut sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup anda, hal itu adalah salah satu nikmat dari Allah, betapa Allah maha sempurna dan tidak ada yang mampu menciptakn sesuatu setara dengan Nya, “Dan juga pada dirimu sendiri. maka apakah kamu tidak memperhatikan?”. (QS Ad Dzaariyat : 21).

8. Ciri Orang yang Tawakkal

Salah satu cara tanda orang yang bertawakkal ialah berserah pada Allah setelah berusaha dan berdoa sebaik yang ia mampu, ia menyadari bahwa segala yang ia dapatkan adalah yang terbaik dari Allah “Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat Nya atasmu agar kamu berserah diri kepada Nya”. (QS An Nahl : 81)

9. Jauh dari Sombong

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”. (QS An Nahl : 78). Jelas dalam firman Allah tersebut bahwa segala kemampuan yang kita miliki adalah atas ijin Allah sebab itu tidak dibenarkan seorang manusia sombong atau membenarkan bahwa kemampuannya berasal dari dirinya sendiri. sifat sombong dalam islam merupakan salah satu penyakit hati yang sering terjadi di masyarakat.

10. Terhindar dari Azab

“Mengapa Allah menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman?”. (QS An Nisa : 147). Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah bagaimana mungkin Allah akan menyiksa hamba Nya jika telah melaksanakan perintah Nya yaitu memiliki rasa iman dan rasa syukur.

11. Mendapat Tambahan Nikmat

Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu”. (QS Ibrahim : 7). Allah akan menambah nikmat bagi orang yang bersyukur, nikmat ini berlaku selama lamanya sebab dikatakan pula pada sebuah hadist “ketika engkau melihat keadaanmu tidak bertambah maka mulailah bersyukur”.

12. Bentuk Perlawanan dari Tipu Daya Syetan

Allah menjelaskan dalam firman Nya bahwa iblis senantiasa menjadikan rasa syukur sebagai sasaran tertinggi untuk menggoda manusia, dia menggoda manusia untuk jauh dari rasa syukur sebab syukur memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah “Kemudian saya (syetan) akan mendatangi manusia dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau (Allah) akan mendapati kebanyakan dari mereka tidak bersyukur”. (QS Al A’raf : 17).

13. Menjadi Hamba yang Sukses di Mata Allah

Seseorang yang mmapu bersyukur dalam keadaan apapun adalah hamba yang sukses dalam hal keimanan dan akhlak di sisi Allah karena merupakan wujud dari iman nya dan menjadi bukti kesabaran bahwa dia mampu melewati berbagai ujian dan godaan syetan. Seperti dalam firman Allah pada poin sebelumnya bahwa syetan senantiasa menghalangi manusia untuk bersyukur, hanya orang taat yang mampu melawan godaan dan tipu daya syetan.

14. Mendapat Keberkahan Hidup

“Sesungguhnya Kami telah memberi hikmah pada Luqman yaitu nikmat syukur kepada Allah”. (QS Luqman : 12). Bersyukur membuat Allah memberikan hikmah dan keberkahan hidup, misalnya walaupun memiliki rezeki yang tidak banyak tetapi senantiasa bermanfaat untuk kehidupan sehari hari bahkan bisa membantu orang lain, dibandingkan rezeki yang banyak tetapi selalu habis oleh berbagai urusan yang tidak terduga atau sesuatu yang tidak bermanfaat.

15. Memberikan Kebahagiaan Hidup

“Dan bertasbihlah memuji Rabb mu pada waktu waktu di malam hari dan siang hari agar kamu merasa senang”. (QS Thaahaa : 130).  Dengan bersyukur, hati akan merasa senang dan bahagia, hidup menjadi tentram karena telah menerima segala nikmat dari Allah dan merasa cukup dengan segala pemberian Nya.

16. Mendapat Kebaikan dari Allah

Mengucap syukur dalam islam salah satunya dapat dilakukan dengan bertasbih pada Nya dengan membaca “Alhamdulillah” di setiap kesempatan, hal itu akan mendapat kebaikan dari Allah seperti hadist Rasulullah berikut “Dan barang siapa membaca Alhamdulillah sebagai tanda syukur maka baginya tiga puluh kebaikan”. (HR Bukhari).

[AdSense-C]

17. Meningkatkan Keimanan

Bersyukur adalah ciri orang yang beriman, dengan bersyukur setiap kali menjalani kehidupan baik dalam kondisi lapang ataupun sempit, maka setiap rasa syukurnya tersebut akan menambah keimanannya pada Allah. Bersyukur akan membuat seseorang senantiasa memperbaiki diri, Rasulullah bersabda dalam hadist berikut “Dua hal apapbila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia di melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa di masih diberi kelebihan”. (HR Tirmidzi).

Allah memberikan begitu banyak nikmat yang tidak akan bisa dihitung, bahkan Allah berfirman dalam surat QS Ar Rahman “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” sebanyak 31 kali, menunjukkan betapa banyak nikmat Allah pada hamba Nya. Semoga kita senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun dan mendapat keberkahan serta ridho Nya dengan rasa syukur tersebut.

15 Kewajiban Mertua Terhadap Menantu dan Dalilnya

Apabila anda menikah secara langsung anda akan mendapatan kedua orang tua baru yaitu ibu dan bapak mertua yang tentunya harus anda sayangi seperti anda menyayangi orang tua sendiri sebab pasangan anda dengan ijin Allah ada karena mereka dan mereka yang telah membesarkan pasangan anda dengan kasih sayang hingga dapat tumbuh dewasa dan bertemu dengan anda. Mereka pula yang telah memberi restu hingga anda dapat menjalin hubungan secara halal dengan pasangan anda.

Kesejahteraan sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh hubungan antara mertua dengan menantu dimana kedua belah pihak akan saling berinteraksi karena ituharus memiliki hubungan yang baik satu sama lain, kerukunan antara mertua dan menantu akan menambah kebahagiaan dalam rumah tangga, kerukunan itu sendiri merupakan tanggung jawab kedua belah pihak, menantu wajib berbuat baik pada mertuanya, begitu pula mertua juga memiliki berbagai kewajiban terhadap menantunya baik dalam etika umum ataupun secara syariat agama, berikut 15 kewajiban mertua terhadap menantu :

1. Kasih Sayang

kasih sayang dalam islam adalah wajib bagi setiap umat mukmin, Allah berfiman “Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang”. (QS Maryam : 96). Seorang menantu tidak hadir begitu saja di sebuah keluarga, ia harus menyesuaikan diri kepada pasangan dan keluarganya.

Hal ini merupakan sebuah kewajiban bahwa ia menjalani hidup baru bersama pasangan nya. terkadang di awal terasa tidak mudah, tentunya ada berbagai kebiasaan yang berbeda dengan kesehariannya. Tidak sedikit yang berujung konflik batin walaupun tidak semuanya mengalami.

Satu hal yang harus mertua pahami ialah, seorang menantu akan dengan ikhlas bertahan demi pasangan yang dicintai nya dan untuk mendapat kasih sayang dari mertuanya pula. Mertua harus menyadari bahwa menantunya adalah jodoh terbaik yang merupakan pilihan anaknya yang nantinya akan memberinya cucu, memberi semangat kepada anaknya dalam berkarir dan segenap urusan, dan tentunya melayani anaknya seumur hidup. Sebab itu mertua wajib memberikan kasih sayang sebagaimana ia menyayangi anaknya sendiri. Seperti halnya kasih sayang allah kepada hambanya tanpa mengenal pamrih.

2. Komunikasi dan Silaturahmi

Tinggal serumah ataupun berbeda rumah dengan menantu, antara mertua dan menantu harus terjalin komunikasi yang baik, menyapa dengan lemah lembut ketika bertemu, menanyakan kabar, dan berkunjung jika mampu (dalam hal ini jika tidak tinggal serumah dengan menantu) untuk merekatkan silaturahmi. Komunikasi yang intens akan menjalin kedekatan dan saling keterbukaan sehingga menimbulkan kenyamanan.

3. Memberi Ilmu

Orang tua tentu lebih berpengalaman dari anaknya yang baru saja menjadi pasangan baru, mertua wajib mengajarkan ilmu dalam hubungannya dengan kehidupan rumah tangga dan agama, hal ini bukan dimaksudkan untuk mengatur atau menganggap menantunya tidak memiliki kemampuan, tetapi dengan niat memberi bekal untuk kehidupan masa depannya.

Mertua bisa berbagi hal apa saja dengan menantunya, mulai dari menu masakan, kewajiban istri, etka bermasyarakat, hingga ilmu agama. Ajarkan sebagaimana mengajarkan ilmu pada anak sendiri. Menantu yang diberi nasehat tentu merasa senang sebab merasa diperhatikan dan dipedulikan. keutamaan berilmu dalam islam memang sangat dianjurkan, apalagi jika membagikannya, pahala yang didapat akan berlipat ganda. Karena ilmu merupakan amalan yang tidak pernah putus (amal jariyah).

[AdSense-B]

4. Memberi Kebebasan Untuk Mengambil Keputusan

Jika menantu mengalami suatu urusan yang tentunya memerlukan sebuah keputusan, beri kebebasan untuk nya menentukan keputusan sendiri, menantu memiliki hak untuk menentukan masa depannya, boleh memberi saran dan pendapat yang terbaik, tetapi keputusan yang dipilih tetap bebas ditentukan oleh nya. Jangan lupa senantiasa mendoakan yang terbaik untuknya karena kebaikan menantu anda akan berdampak pada anak anda pula sebagai pasangannya.

[AdSense-A]

5. Menghargai dan Menghormati

Hargai dan hormati menantu anda sebagai sesama manusia dengan cara memperlakukannya dengan baik. Terkadang ada kebiasaan yang berbeda antara anda dengan menantu, selama itu baik dan tidak melanggar syariat agama anda wajib menghargai nya, apalagi jika ia memilki kebiasaan yang lebih baik dari anda misalnya terbiasa shalat tepat waktu, menjaga kebersihan, dll selayaknya anda syukuri sebab kebiasaan baik menantu anda juga akan berdampak kebaikan pada anak anda pula sebagai pasangannya.

6. Tidak Membeda Bedakan

Jangan membeda bedakan sikap anda antara menantu dengan anak anda atau dengan menantu anda yang lain. Berbuat adil lah kepada menantu anda, beri kasih sayang yang merata, jangan membedakan karena hal tertentu, misalnya karena anda memiliki hobi yang sama dengan salah satu menantu anda sehingga tidak menyukai menantu yang lain. Perlakukan semua nya dengan seimbang agar tidak ada yang merasa cemburu atau tersinggung, berbuat adil juga dianjurkan oleh Allah seperti firman Nya berikut “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan kepada kerabat dan Allah melarang perbuatan keji serta permusuhan”. (QS An Nahl : 90).

7. Berprasangka Baik

Anda wajib berpikiran baik pada menantu anda dan menghilangkan rasa khawatir yang berlebih, misalnya karena ia adalah pasangan baru yang belum menguasai pekerjaan rumah tangga dan belum pandai memasak, anda menjadi ragu padanya dan menganggap nantinya dia tidak akan mampu menjadi ibu dan tidak mampu melayani anda anda.

Biarkan ia berproses dengan belajar dan beri ia kepercayaan, memang setiap jenjang hidup baru senantiasa menjadikan seseorang belajar hal baru pula dan menjadi lebih dewasa, lebih baik beri dia nasehat dan bantu untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. prasangka dalam islam dianjurkan hanya yang baik – baiknya.

8. Meringankan Pekerjaan Jika Memungkinkan

Tidak ada salahnya membantu pekerjaan menantu jika anda memang memungkinkan untuk melakukannya, membantu pekerjaan akan meningkatkan kasih sayang diantara anda dengan menantu dan tentunya anda akan menjadi lebih dekat dengannya, dalam hal ini contohnya ialah ketika menantu anda baru saja memiliki anak pertama dan belum memahami sepenuhnya cara merawat bayi, anda wajib mendampinginya, jangan merasa ia merepotkan atau menyusahkan, bagaimanapun juga kesibukan yang bermanfaat tentu anda membuat anda merasa senang pula.

9. Menutup Keburukan

Jika anda menemui kekurangan pada menantu anda, tak perlu diceritakan pada orang lain apalagi pada tetangga, cukup beri nasehat tentang kekurangannya tersebut dengan lembut apa saja yang sebaiknya dia perbaiki dan bantu dia untuk menjadi orang yang lebih baik, kembali lagi di dunia tidak ada manusia yang sempurna, wajar jika menantu anda memiliki kelemahan dalam dirinya.

10. Mendekatkan Pada Keluarga

Ajak dan perkenalkan menantu anda dengan keluarga besar anda, libatkan jika ada suatu acara, misalnya arisan keluarga, dll. Perkenalkan bahwa dia adalah pasangan dari anak anda, hal itu akan membuatnya merasa dihargai dan dianggap sebagai anggota keluarga. Ceritakan secara sederhana tentang keluarga dekat anda padanya, karakter dasarnya, agar ketika bertemu nanti dapat beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik.

11. Melarang Terhadap Hal yang Maksiat

Sebagai umat mukmin wajib untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mencegah kemungkaran. Hal ini juga berlaku pada hubungan anda dengan menantu. Jika dia melakukan hal yang maksiat misalnya tidak menjalankan shalat wajib, tidak menutup aurat ketika keluar rumah, tak apa anda mengingatkannya karena menantu anda juga merupakan tanggung jawab anak anda, jelaskan padanya bahwa anda mengingatkan untuk kebaikannya.

12. Mengarahkan Untuk Hidup Mandiri

Hal ini penting, jangan membiasakan menantu dan anak anda bergantung pada orang tua, misalnya anda memiliki harta lebih sehingga melarang mereka bekerja jauh karena anda merasa mampu mencukupi kebutuhan mereka, hal itu tidak layak dilakukan. Hidup rumah tangga selayaknya dimulai dengan perjuangan sendiri, tak apa jika menantu dan anak anda ingin mencoba hidup dengan usaha sendiri demi masa depan mereka, arahkan mereka untuk hidup mandiri dan berjuang agar mereka nantinya memilki bekal masa depan dari hasil ekrja keras nya sendiri sehingga nantinya lebih menghargai apa yang mereka miliki. Cukup doakan yang terbaik untuk mereka dan beri nasehat ketika mereka membutuhkan atau merasa kesulitan.

13. Memberi Teladan

Beri contoh yang baik, misalnya dalam hal ibadah, menjaga kebersihan, dan cara bermasyarakat. Jika anda menginginkan menantu anda menjaga tutur kata misalnya, maka anda wajib memberinya teladan, anda juga harus bertutur kata lembut, tidak menggunjing orang lain, dll. Sehingga secara tidak langsung ia akan mengikuti kebiasaan baik anda.

14. Tidak Ikut Campur Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan rumah tangga pasti ada masa ia akan memiliki perbedaan pendapat atau masalah dengan pasangannya, anda tidak berhak ikut campur atas hal itu, biarkan mereke menyelesaikan masalah mereka sendiri sebagai bahan kedewasaan, anda tak perlu mengatur mereka harus mengambil keputusan apa atau seperti apa mereka harus menyelsaikan masalah.

[AdSense-C]

15. Sharing

Sharing atau bercerita bisa menajdi jalan untuk kedekatan batin antara anda dengan menantu. Sharing bisa dalam hal apa saja, misalnya tentang hal hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyenangkan pasnagn, hal hal tentang kebiasaan positif aau kesukaan anak anda di amsa kecil, tentunya menantu anda akan sangat senang karena merasa dipercaya bahwa dia mampu merawat anak anda dengan baik dan mendapatkan cerita yang dia belum pernah diketahuinya

Pernikahan yang indah akan memberikan keindahan pada sekitarnya, yaitu terjalinnya silaturahmi semakin luas dan kebahagiaan rumah tangga serta keluarga dari pasangan. Terima menantu anda apa adanya sebab kebahagiaan anak dan menantu anda juga dipengaruhi oleh ridho anda sebagai orang tua. Semoga bisa senantiasa terjalin kerukunan antara anda dengan menantu dengan saling berbuat baik satu sama lain. Sekian semoga bermanfaat.

15 Cara Memilih Calon Suami yang Baik Dalam Islam dan Dalilnya

Setiap wanita tentunya mendambakan suami yang memberinya ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan keluarga. Islam memberikan kebebasan pada setiap wanita untuk menentukan calon suaminya tanpa adanya paksaan dengan tetap berpegang pada ajaran agama. Islam mengajarkan untuk berhati hati dalam menentukan pendamping hidup karena kehidupan keluarga bukan hanya untuk satu dua tahun tetapi diniatkan untuk selama lamanya hingga akhir hayat dan di akherat nanti.

Syaidatina Aisyah RA berkata “Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan”. Jodoh dan takdir merupakan ketentuan Allah, tetapi wanita tetap harus melakukan usaha dan ikhtiar. Tujuan utama pernikahan adalah memiliki keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah sehingga wanita perlu memahami bagaimana sosok pria yang bisa membawa kepada tujuan pernikahan tersebut. Kriteria memilih calon suami harus sesuai syariat islam, bukan berdasar pilihan orang lain atau hawa nafsu sesaat, berikut 15 cara memilih calon suami yang baik dalam islam

1. Islam

Jelas bahwa wanita muslimah hendaknya memilih calon suami berdasarkan agama nya, seperti firman Allah berikut “Janganlah kamu menikahkan orang orang musyrik dengan wanita wanita mu sebelum mereka beriman”. (Al Baqarah : 221). Pernikahan dengan lelaki musyrik tidak di ridhoi Allah dan tidak sah secara agama, seumur hidup akan berada dalam zina dan tid diterima amal perbuatan nya. karena itu pilihlah lelaki yang beragama islam agar nantinya dapat menuntun ke surga.

2. Sholeh

Sholeh artinya taat dalam beragama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut : “Bila datang  seorang laki laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya hendaklah kamu nikahkan dia karena jika engkau tidak mau menikahkannya niscaya akan terjadi fitnah”. (HR Tirmidzi dn Ahmad). Dapat disimpulkan dari hadist tersebut bahwa wanita layak untuk dinikahkan dengan lelaki yang sholeh yaitu yang baik perilaku dan tutur kata nya yang merupakan ciri ciri laki laki sholeh menurut islam, menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya.

3. Rajin Beribadah

“Sesungguhnya semulia mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih bertaqwa diantara kamu. Allah maha mengetahui lagi maha mendalam pengehuannya (akan keadaan dan amalan kamu)”. (Al Hujuraat : 13). Tidak masalah seorang calon suami terkurang sedikit dari sisi keduniaannya tetapi lebih dari sisi agama nya karena calon suami rajin beribadah memiliki tempat mulia di mata Allah dan nantinya dapat mengajarkan amal kebaikan kepada istri dan anak anaknya.

4. Setia

Yang paling baik dantara kalian adalah yang paling baik kepada istri nya”. (HR Turmudzi). Calon suami yang baik adalah yang bisa menjaga dirinya untuk seseorang yang menjadi istrinya kelak, senantiasa menjaga sikap dan pandangan karena dia paham Allah mengawasi dimanapun berada. Ciri lelaki setia ialah dia mampu menjaga pandangan nya, berteman secara wajar dengan lawan jenis, dan tidak berlebihan dalam mengagumi atau menceritakan wanita lain kepada anda.

Lelaki yang sering pergi bersama dengan lawan jenis atau sering berduaan dengan lawan jenis yang berbeda beda tanpa urusan yang diperbolehkan syariat islam tentu akan dipertanyakan apakah dia bisa sungguh sungguh menjaga kepercayaan istrinya dan menghindari fitnah ketika telah menikah nanti.

Pernikahan adalah janji setia antara dua insan, laki laki yang baik tentunya mampu menepati dan melaksanakan janji tersebut dengan menjaga diri. cara menghadapi fitnah menurut islam sebenarnya bisa dihindari dengan mengurangi intensitas berduaan bersama lawan jenis.

5. Memiliki Pemahaman Agama yang Lebih Baik

Rumah tangga dibangun dengan dasar ilmu agama, pastikan calon suami anda memiliki ilmu agama islam dan berbagai syariat di dalam nya. Lelaki yang cerdas agama nya tentu akan mampu bertindak sesuai aturan islam dalam kesehariannya. Minimal ialah dia memiliki pemahaman agama yang setara dengan anda karena dia lah yang nantinya menjadi pemimpin dalam keluarga.

[AdSense-B]

6. Berbakti Pada Orang Tua

Rasulullah bersabda “Berbaktilah pada orang tua kalian, niscaya kelak anak anak kalian akan berbakti kepada kalian”. (HR Ibnu Umar RA). Berbakti pada kedua orang tua adalah salah satu jalan masuk surga, jika anda memiliki calon suami yang menghormati dan bertutur kata lemah lembut pada kedua orang tua nya, maka seperti itulah kelak ia akan bersikap pada istri dan anak anak nya. Hal itu merupakan cerminan bagaimana dia memperlakukan keluarganya. dalil berbakti kepada orang tua sebagai penguat bahwa betapa penting menghormati mereka.

[AdSense-A]

7. Pandai Menjaga Diri

Calon suami yang baik ialah yang mampu menjaga diri nya dari perbuatan maksiat. Tidak memanfaatkan kelebihan yang dimiliki untuk keburukan, contohnya jika ada lelaki yang memiliki kelebihan dalam hal rejeki, ilmu, atau rupa secara fisik dimana dia memiliki peluang untuk berbuat maksiat dengan hal tersebut seperti menghambur hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, memanfaatkan ilmu untuk menipu orang lain, atau memanfaatkan wajah rupawan nya untuk mendekati gadis gadis demi kesenangan belaka.

Lelaki yang baik akan tetap menjaga diri demi calon istri nya kelak. Lelaki yang menjauhi maksiat tentu akan mengajarkan keluarga nya untuk tidak berbuat maksiat pula. Lelaki seperti ini akan menjauhkan dari hal hal yang buruk dan mendekatkan pada kebaikan.

8. Berkemampuan

Sebagaimana sabda Rasulullah berikut : “Wahai pemuda pemuda sesiapa diantara kamu bernikah, maka hendaklah ia bernikah, tetapi sesiapa yang tidak mampu hendaklah berpuasa karena puasa itu menahan nafsu”. (HR Ahmad Bukhari dan Muslim). Mampu yang dimaksudkan ialah berupaya memberikan tempat tinggal, kebutuhan hidup seperti makanan sehari hari dan pakaian untuk menutup aurat. Calon suami yang baik menurut islam akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik untuk istri dan keluarga nya dan menjadikan pernikahan sebagai jalan untuk ibadah kepada Allah.

9. Bertanggung Jawab

Tanggung jawab berhubungan dengan peran nya kelak sebagai kepala keluarga yang memiliki kewajiban memberi nafkah lahir batin dan mendidik istri serta keluarga nya. Lelaki dengan karakter ini senantiasa menginginkan kemajuan dan berfikir jauh ke depan, dia sosok yang mempunyai tujuan jelas akan dibawa kemana kah keluarga nya.

Tanggung jawab dalam hal ini bukan hanya persoalan keuangan belaka, tetapi juga memberikan kasih sayang dan menuntun keluarga nya menjadi manusia yang lebih baik. Contohnya bekerja dengan sungguh sungguh dan memberikan ilmu pada istrinya agar istrinya juga menjadi wanita yang lebih cerdas. Laki laki yang bertanggung jawab mampu memegang komitmen sesuai janji pernikahan yang diucapkannya.

10. Berjiwa Pemimpin

Seorang lelaki sudah ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi kepala keluarga dengan kekuatannya akan melindungi istri dan anak anaknya agar mendapat keselamatan di dunia dan di akherat. Lelaki yang berjiwa pemimpin akan dihargai dan dihormati oleh keluarga nya. Jiwa kepemimpinan dapat dilihat dari kesehariannya, bagaimana dia berhubungan dengan orang lain, semangat nya dalam bekerja, bagaimana dia mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.

11. Bersikap Adil

Sikap adil akan menjadikan keluarga menjadi harmonis, dia tidak akan menzalimi keluarganya karena memahami bahwa kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akherat. Adil yang dimaksud disini ialah memberi porsi yang sesuai dalam hal apapun dintaranya nafkah lahir dan batin, kasih sayang, pembagian tugas, serta waktu.

Sesibuk apapun seorang lelaki jika dia memiliki sifat adil, dia akan tetap meluangkan waktu untuk istri dan anak anak yang dicintai nya karena dia mengerti keluarga juga membutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kasih sayang, bukan hanya uang belaka. Seorang lelaki harus ampu berbuat adil sesuai firman Allah berikut “Dan berlaku adil lah, sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berlaku adil”. (Al Hujarat : 9)

12. Bersikap dan Bertutur Kata Lemah Lembut

Dalam kitab shahihnya no 2594 dari Aisyah Rasulullah bersabda “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi dengan kelembutan akan nampak indah”.Sering dijumpai dalam kehidupan keluarga adanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang dilakukan suami kepada istri nya. Mulai dari kekerasan dalam bentuk kata kata hingga fisik bahkan menghilangkan nyawa. Hal itu terjadi karena miskin nya ilmu agama yang dimiliki dan kebiasaan bertindak kasar.

Calon suami yang baik adalah yang bersikap lembut dan memperlakukan wanita dengan baik, menghargai wanita dengan tidak menyentuhnya sebelum menjadi muhrim serta bertutur kata sopan, kalimat nya senantiasa berisi kata kata kebaikan atau nasehat, bukan kalimat kalimat pujian yang hanya mengarah pada hawa nafsu. Hati hati pada lelaki yang bersikap kasar bahkan sebelum anda menjadi muhrimnya, bisa jadi seperti itulah karakter nya dalam kehidupan rumah tangga nantinya.

13. Berkeinginan Memiliki Keturunan dan Subur

“Dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah utuk kamu yaitu anak”. (Al Baqarah : 187).Salah satu tujuan pernikahan ialah memiliki keturunan, jika seorang lelaki menikah hanya karena nafsu belaka dan tidak bersedia memiliki keturunan dengan alasan tidak mau menambah beban dsb maka dia bukan calon suami yang baik menurut islam, keluarga akan menjadi lebih berwarna dengan hadirnya anak, antara suami dan istri harus saling bekerja sama untuk bisa memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah sehingga nantinya bisa mendoakan kedua orang tua nya.

14. Memberi Kepercayaan

Rumah tangga adalah kehidupan dua insan dimana di dalamya terdapat begitu banyak interaksi dalam kebersamaan. Dibutuhkan kepercayaan satu sama lain agar segala urusan berjalan dengan nyaman. Calon suami yang baik adalah yang bisa memberi kepercayaan pada istrinya, diantaranya kepercayaan dalam mengurus keuangan dan mengurus rumah serta anka anak. Lelaki yang tidak percaya pada istrinya tentu akan menciptakan sikap yang tidak terbuka sehingga tidak ada kedekatan antara keduanya.

15. Tidak Kikir (suka ber sedekah)

Firman Allah dalam surat Al Hadid : 18 Sesungguhnya orang orang yang bersedekah baik laki laki maupun perempuan niscaya akan dilipat gandakan bagi mereka dan bagi mereka pahala yang banyak”. Kikir memiliki arti yang luas, dalam kehidupan sehari hari dapat dilihat misalnya lelaki yang memiliki karir atau rejeki lebih tetapi membiarkan kedua orang tua nya hidup dalam kesusahan, lelaki tersebut tidak layak dijadikan suami.

[AdSense-C]

Lelaki yang peka dan peduli pada kondisi sekitarnya tentu memiliki akhlak yang baik, jika dia peduli pada lingkungan, tentu dia juga sangat peduli pada istri dan keluarga nya. Dengan begitu dia akan mengajarkan keluarga nya pula untuk tidak lupa bersyukur dengan berbagi nikmat pada orang lain (sedekah).

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan kali ini mengenai cara memilih calon suami yang baik dalam islam. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa dilain kesempatan. Terima kasih sudah berkunjung untuk membaca. Salam hangat dari penulis.

15 Cara Memilih Calon Istri yang Baik Dalam Islam

Mencari jodoh untuk dijadikan istri memang gampang-gampang susah. Kebanyakan lelaki cenderung lebih menyukai wanita berwajah cantik, apalagi di jaman sekarang yang semakin modern, namun tidak selamanya faktor fisik menjadi syarat utama pria menjadikan seorang wanita sebagai pasangan hidupnya.

Jika kita menginginkan jodoh yang tepat, maka pastikan dulu bahwa diri kita pantas mendapatkan jodoh yang shaleh atau sholehah karena sejatinya jodoh itu adalah cerminan dari diri kita sendiri. boleh saja faktor fisik tetap menjadi pertimbangan, namun tak menjdi prioritas utama.

Artikel kali ini akan menjelaskan bagaimana cara memilih calon istri yang baik menurut Islam, berikut ini adalah 15 cara mencari calon istri yang baik menurut islam:

1. Taat beragama

Al-Quran dan Hadits adalah 2 hal yang wajib dijadikan sebagai pegangan hidup, jika wanita bisa mentaati hukum yang telah ditetapkan dalam syariah maka hal ini akan menunjukan kalau ia kelak akan mentaati suami pula.

Islam telah menetapkan bahwa suami adalah orang kedua setelah Tuhan yang harus ditaati, selagi tidak berseberangan dengan perintah Allah Ta’ala dan larangan-Nya. Karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jaabnya sebagai seorang istri dan juga seorang ibu.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi WaSallam, beliau bersabda:

“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 221 :

“dan janganlah kamumenikahi wanita-wanita musryik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak mukmin lebi baik dari wanita musryik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musryik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari wanita musryik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”. ( QS. Al-baqarah : 221 )

[AdSense-B]

2. Cantik

Cantik itu relatif, yang penting dalam membangun rumah tangga yaitu bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akan semangat untuk bersama-sama menjalani kehidupan. Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan menciptakan kemesraan dan keintiman dalam hidup berumah tangga.

3. Keturunan yang Baik-Baik

Memilih istri yang berasal dari keturunan baik-baik dan bertakwa. Janganlah memilih wanita yang berasal dari keluarga yang tidak baik dan tidak peduli dengan agama, misalnya suka melalaikan shalat 5 waktu, tidak pernah puasa, berakhlak buruk dan tidak baik hubungannya dengan tetangga atau kerabat dekatnya, maka sebaiknya berhati-hati agar selamat dari hal-hal buruk saat membina rumah tangga kelak.

[AdSense-A]

4. Perawan

Rasulullah SAW menganjurkan kepada laki-laki muslim agar memilih perempuan yang perawan sebagai istri, namun bukan berarti melarang laki-laki muslim untuk memperistri perempuan janda. Rasulullah pernah mengingatkan bahwa dengan memperistri yang masih perawan kemungkinan besar akan lebih dapat menciptakan suasana kemesraan yang lebih mendalam dibandingkan dengan beristrikan perempuan janda.

Laki-laki muslim sebaiknya memilih perempuan yang belum pernah pacaran, hindari perempuan yang pernah berpacaran atau gemar berganti pacar. Karena wanita yang sudah pernah berpacaran kemungkinan besar hatinya tidak akan sepenuhnya milik kita.

Oleh karena itu, hendaklah memilih perempuan yang masih perawan, jika laki-laki menginginkan suasana mesra dan perhatian sepenuh hati dari istrinya.

5. Penyabar

Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”.

Istri yang memiliki sifat sabar akan memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam cobaan, selain itu ia juga dapat menjaga kehormatan suami dihadapan anak-anak dan orang lain.

Ia akan selalu memuji akhlak suaminya dihadapan anak dan orang tuanya. Sikap semacam ini akan menciptakan hubungan yang harmonis dalam rumah tangga karena anak-anak selalu menaruh hormat kepada bapaknya.

6. Amanah

amanah dalam islam yaitu tanggung jawab memenuhi kepercayaan orang kepadanya. kelak jika ia sudah menjadi seorang istri, ia akan diberi kepercayaan oleh suaminya dalam  segala macam urusan diri dan keluarganya, bahkan seluruh rahasia suaminya maka dari itu seorang istri harus memiliki sifat amanah. Suami bukan hanya mempercayakan harta kekayaan saja, melainkan juga mempercayakan kehormatan dan keamanan anak-anaknya.

7. Tidak Bersolek Ketika Keluar Rumah

“Wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita-wanita pesolek (di luar rumah) adalah wanita-wanita munafik”. (H.R. Abu Nu’aim)

Sifat perempuan dalam menampilkan dirinya macam-macam. Salah satunya perempuan yang gemar bersolek, dia akan memoles dirinya dengan baik sehingga terlihat cantik dan menutupi kekurangannya. Ini bertujuan untuk mnarik hati orang lain, terutama lawan jenisnya. Perempuan semacam ini disebut munafik karena selalu menyembunyikan keadaan sesungguhnya dan berpura-pura dalam menampilkan dirinya.

8. Kufu’ Dalam Beragama

Kufu’ dalam beragama ini berbeda dengan kufur dalam islam lo sobat. Maksudnya ialah calon pasangan harus memiliki kualitas akhlaq dan ketaatan beragama yang setara. Apabila suami lebih baik, sedang istri kurang, keduanya dikatakan kurang kufu’. Sebaliknya, jika istri lebih baik, maka ia dikatakan tidak kufu’ sebab suami dituntut memiliki kualitas lebih baik atau setidak-tidaknya setara. Meski demikian kadang kita mendengar bahwa suami itu harus lebih baik dari istri karena agar bisa menjadi imam yang baik dan menuntun istri juga mengajarkannya hal kebaikan.

9. Tidak Materialis

Seorang laki-laki yang sedang mencari pasangan perlu memperhatiak juga yang satu ini, kita diperintahkan agar mencari wanita yang ridha menerima mahar walaupun sedikit dalam memilih calon istri karena dari sini laki-laki dapat melihat apakah calonnya materialis atau tidak, walau pada dasarnya laki-laki dianjurkan untuk memberikan mahar yang banyak kepada calon istrinya.

Seperti yang disebutkan dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 4 : “Berikanlah maskawin kepada wanita (yang kamu nikahi) dengan mas kawin yang menyenangkan …” namun disisi lain seorang laki-laki tidak semua setara, ada yang mampu memberikan mahar yang banyak juga ada yang tidak, jadi sebaiknya perhatikan baik-baik.

10. Senang Menyambung Ikatan Silaturahmi

Tentunya hal ini juga penting diperhatikan karena keluarga besar dan kerabat sangat penting bagi setiap keluarga, calon istri kita wajib kita perhatikan seberapa jauh ia mempedulikan kerabat dan keluarga besarnya. Apabila calon istri adalah orang yang selalu memelihara, menyuburkan dan menjaga keharmonisan ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabatnya maka jangan lepaskan perempuan seperti ini, perempuan semacam ini baik dijadikan istri dan akan membawa berkah pada kehidupan suami juga dalam membangun rumah tangga kelak.

Demikian sebaliknya, jika  juga tidak peduli dengan ikatan kekeluargaan termasuk keluarganya sendiri, kemungkinan besar perempuan seperti ini ia tidak akan memberikan berkah dalam keluarga suaminya.

Jangankan keluarga suaminya keluarganya sendiripun sudah tak bisa menjaga silaturahmi, bagaimana akan menjaga keharmonisan dan keakraban dalam kekeluargaan,  jadi laki-laki harus pandai membedakan dan memperhatikan sikap dari calon istrinya. Oleh karena itu, carilah istri yang suka memelihara ikatan silaturahmi, ikatan lahir maupun batin. hukum silaturahmi menurut islam sudah sangat jelas untuk dilakukan.

11. Menerima Orang Tua Pasangan

Peranan seorang istri sangat besar dalam mempererat hubungan suami dengan orang tuanya. Mencari jodoh untuk dijadikan istri yang baik dengan karakter menyayangi orang tua pasangan atau mertua ini adalah hal yang wajib dilakukan oleh para laki-laki yang akan mencari pasangan. jangan hanya hormat saat dipelaminan saja melainkan ketika sudah menjadi menantu, melaikan seorang istri hendaknya hormat dan patuh juga terhadap orang tua pasangan/suami seperti halnya pada orang tua sang istri sendiri.

12. Mandiri

Dalam memilih calon istri cari juga calon istri yang mandiri, bahkan bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya guna membantu suaminya dengan usahanya sendiri ini sangat direkomendasikan karena terkadang suamipun ada yang membutuhkan tenaga istrinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi seorang istri hendaknya tidak melebihi batas kepulangan kerja sang suami dan tidak melebihi gaji sang suami karna ini menyangkut seorang laki-laki dan menyinggung perasaannya.

Namun jangan jadikan hal ini menjadi hal yang membuat laki-laki jadi malas bekerja. Mereka akan meminjamkan bahunya ketika suami membutuhkan. Ini merupakan ciri dari seorang istri yang mandiri, laki-laki harus dapat membedakan mana seorang istri yang mandiri dan yang tidak, tentunya hal ini harus dicari dan dijadikan patokan dalam memilih calon istri agar laki-laki tidak terlalu berat menanggung beban saat sedang kesusahan.

Namun jangan jadikan ini sebagai kemalasan, laki-laki juga harus memperhatikan seorang istrinya dan memenuhi kewajiban sebagai suami. Dan ketika masa sulit, biasanya wanita tidak terbiasa dan tak bisa bekerja keras untuk keluarganya. Jadi perlu diperhatikan pula hal yang satu ini.

13. Shalat Istikharah

Ini hal yang perlu dan harus dilakukan, saat laki-laki yang sedang kebingungan saat dihadapkan diantara 2 pilihan, lakukan shalat istikharah ketika kita dihadapkan pada pilihan ini, untuk memilih yang terbaik dari yang baik, karena baik menurut kita, belum. tentu baik menurut Allah Ta’ala dan juga sebaliknya karena Allah SWT adalah sebaik-baiknya petunjuk.

14. Penyayang dan Perhatian

Memilih istri yang tepat, selalu memberikan cinta tanpa syarat dan juga perhatian. Ketika ia datang dari bepergian seorang suami ingin disambut dengan baik, dan selalu disayang ketika sedang berada di rumah. Juga ada bebrapa tipe pria yang ingin istrinya menjadi orang yang bisa mengubahnya dan memahaminya setiap saat. Perempuan seperti ini sangat ideal untuk para pria yang peka dalam kehidupannya.

[AdSense-C]

15. Dewasa

Mencari jodoh yang bijaksana dan bersikap dewasa inipun sagan dibutuhkan, karena seorang perempuan tersebut akan menjadi seorang ibu yang tampak spesial di dalam rumah tangga tentunya spesial untuk laki-laki yang memilihnya juga untuk anak-anaknya. Tentuny perempuan dewasa merupakan dambaan seluruh suami di dalam rumah tangga. Mereka harus memiliki karakter keibuan yang senang bermain dengan anak kecil dan mengerti karakter setiap anak, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya.

Sampai disini dulu ya sobat, artikel kali ini yang membahas mengenai cara memilih calon istri yang baik dalam islam. Semoga sedkit ulasan ini membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini.

Hukum Operasi Plastik Dalam Islam dan Dalilnya

Operasi plastik (plastic surgery) ialah tindakan kedokteran yang dilakukan untuk memperbaiki atau memperindah bagian tubuh manusia dengan cara merubah jaringan kulit. Operasi plastik dalam bahasa arab dikenal dengan istilah jirahah at tajmil yang berarti operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak atau untuk memperbaiki fungsinya ketika anggota tubuh tersebut hilang, lepas, atau rusak (Al Mausu’ah At Thbbiyh Al Haditsah 3/454).

Operasi plastik ada dua macam yaitu :

1. Operasi yang Bersifat Darurat atau Mendesak

Yaitu operasi plastik untuk memperbaiki bagian tubuh tertentu yang memiliki kerusakan atau kegagalan fungsi. Operasi ini bertujuan untuk menyembuhkan atau mengembalikan penampilan atau fungsi menjadi lebih baik atau setidaknya mendekati kondisi normal seperti manusia pada umumnya misalnya operasi karena bibir sumbing sehingga susah untuk makan, membuka penyumbatan pada bagian anus karena sakit, melakukan implant payudara karena terkena kanker, memperbaiki hidung karena cacat, menyambungkan jari tangan atau kaki karena kecelakaan, memperbaiki kulit akibat luka bakar, memperbaiki tulang akibat patah tulang, dan lain lain.

2. Operasi yang Bersifat Opsional

Yaitu operasi yang bertujuan untuk mempercantik atau memperindah bentuk rupa dan tubuh agar terlihat lebih menarik dengan cara ditambah, dikurangi, atau dibuang, operasi ini merupakan tindakan kesengajaan atau berasal dari keinginan pasien sendiri, contohnya memperbesar payudara, melangsingkan pinggang atau memperbesar pinggul, mengubah mulut menjadi lebih kecil atau lebih merah dengan sulam bibir, membuat hidung lebih mancung, melentikkan bulu mata, menaikkan atau menyulam alis, facelift atau mengencangkan kulit, dan lain lain.

Dalam islam, terdapat hukum yang mengatur halal atau haram nya operasi tersebut dilakukan berikut  penjelasannya

  • Mubah

Operasi yang mubah atau boleh dilakukan adalah operasi yang bertujuan untuk memperbaiki anggota tubuh yang cacat atau rusak, ada dua jenis yaitu :

  • Operasi karena cacat sejak lahir (al uyub al khalqiyyah) misalnya operasi bibir sumbing agar bentuk dan fungsi lebih mendekati normal, memperbaiki susunan gigi yang maju ke depan dan tidak normal struktur nya hingga menyulitkan untuk makan dan berbicara.
  • Operasi karena cacat yang datang kemudian (al uyub al thari’ah) misalnya cacat tangan atau kaki karena kecelakaan, memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat kebakaran, operasi mata karena katarak atau luka hingga fungsi penglihatan terganggu, operasi suntik payudara wanita karena penyakit atrofi (pengecilan atau penyusutan jaringan otot dan jaringan syaraf sehingga bentuk menjadi tidak normal.

[AdSense-B]

Operasi plastik yang demikian boleh dilakukan karena bertujuan untuk mengobati seperti dalam dalil berikut : “wahai hamba hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnyaAllah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya”. (HR Tirmidzi no 1961).

Dari hadist tersebut dijelaskan hendaknya seseorang yang tertimpa sakit berusaha berobat agar bisa sehat seperti sedia kala dan tidak terganggu dalam melakukan berbagai aktivitas.

[AdSense-A]

Bahkan dalam kondisi tertentu diperbolehkan memindahkan atau menghilangkan bagian tubuhnya jika kondisi  tersebut membawa kepada penyakit yang lebih membahayakan atau membahayakan nyawa, misalnya luka karena suatu penyakit misalnya kanker payudara yang jika tidak diangkat akan menyebar ke anggota tubuh yang lain.

Operasi yang dilakukan tentunya harus dijalankan oleh pihak yang berkompeten dan diiringi dengan doa kepada Allah agar diberi jalan kesembuhan atas penyakit nya.

  • Haram

Adapun operasi yang haram hukumnya ialah yang hanya bertujuan untuk mempercantik atau memperindah bentuk tubuh semata karena nafsu duniawi  tanpa ada niat mengobati atau memperbaiki suatu kecacatan. Allah berfirman :

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.” (QS At Tin : 4)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah sebaik baik mkhluk yang diciptakan Allah, manusia memiliki kecantikan atau ketampanan yang relatif dan berbeda satu dengan lainnya, meskipun begitu, manusia sering merasa kurang bersyukur dengan pemberian Allah sehingga senantiasa berusaha untuk memperindah fisik nya hingga mengubah ciptaan Allah dengan melakukan operasi plastik.

Operasi plastik dengan tujuan dasar kecantikan sering disebut dengan istilah bedah kosmetik, sebagian besar dilakukan oleh wanita dimana hasrat dasar mereka adalah suka berhias dan ingin senantiasa tampil cantik dan menarik, sesungguhnya kecantikan bukan hanya dari fisik saja, wanita yang memiliki inner beauty, kecerdasan, kesederhanaan, dan kecantikan alami lebih menarik di mata laki laki, wanita sholehah yang memiliki akhlak baik dan lemah lembut juga lebih indah di mata Allah.

Operasi bedah kosmetik ini haram hukumnya sesuai firman Allah berikut : “dan akan aku (syetan) suruh mereka mengubah ciptaan Allah lalu benar benar mereka mengubahnya”. (QS An Nisa 119). Ayat tersebut menjelaskan kecaman atas perbuatan syetan yang senantiasa mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat diantaranya mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah).

Salah satu cara mensyukuri nikmat allah ialah dengan menerima kondisi yang sudah Allah berikan dan tidak berupaya untuk mengubahnya dengan jalan operasi kecuali dalam keadaa darurat.

Beberapa contoh tindakan operasi plastik yang diharamkan yaitu :

  • Menyambung Rambut atau Membuat Tatto

Dilakukan dengan cara menyambung rambut agar terlihat lebih panjang dan indah, mengubah bentuk rambut dari keriting menjadi lurus sehingga menipu orang lain. Membuat tatto dilakukan dengan melukis atau membuat tanda secara kekal pada anggota tubuh dengan menusuk nusuk jarum menggunakan warna warna tertentu untuk tujuan kecantikan dan dipamerkan. Padahal hukum bertato dalam islam sudah jelas bukan?

Perbuatan ini haram dan dilaknat Allah, Rasulullah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Umar “Allah melaknat orang yang melakukan penyambungan rambut dan membuat tatto, baik pelaku atau orang yang disuruh membuat tatto”.

  • Mengubah Jenis Kelamin dengan Mengubah Jenis Kelamin Laki Laki Menjadi Perempuan atau Sebaliknya

Hal ini jelas tidak sesuai syariat islam karena mengubah takdir yang telah ditentukan Allah seperti sabda Rasulullah berikut “Allah melaknat orang orang yang berusaha menyerupai laki laki menjadi perempuan atau dari perempuan menjadi laki laki”. (HR Ibn Abbas)

  • Memakai Kawat Gigi

Termasuk perbuatan yang dilarang karena memiliki unsur penipuan dan menghias diri secara berlebihan, umumnya dilakukan karena ingin tampil lebih menarik atau mengikuti trend belaka. tanam gigi menurut islam juga tidak diperbolehkan jika bertujuan secara berlebihan. Rasulullah bersabda “yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, mereka itu yang mengubah ubah ciptaan Allah”. (Imam Al Qurthubi Rahimahullah dalam tafsirnya)

  • Sulam Bibir dan Sulam Alis

Hal ini tidak dibenarkan dalam syariat islam karena termasuk merubah ciptaan Allah dan menyakiti diri sendiri sebagaimana diketahui proses nya dilakukan dengan digambar menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam kulit hingga lapisan kulit kedua yang tentu akan menyaktkan diri sendiri. Perbuatan tersebut dilarang seperti pada hadist berikut “larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung ujung wajah” (Sharh Shahih Muslim 14/106)

  • Membesarkan Payudara dengan Implan

Tidak diperkenankan jika hanya bertujuan untuk berbangga dan mempertontonkan kecantikan diri. Hal tersebut merupakan kebiasaan wanita jaman jahiliyah dulu kala yang tidak mengenal ilmu agama dan hanya diamanfaatkan sebagi budak lelaki. Allah berfirman dalam QS Al Ahzab : 33

“dan hendaklah amu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah dahulu”.

Wanita barangkali memang merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuh yang indah, apalagi jika berhubungan dengan suami, mereka akan merasa bangga jika tubuhnya disukai oleh suami, boleh saja memperindah bentuk tubuh dengan cara alami yang tidak merusak ciptaan Allah misalnya dengan olahraga rutin, makan makanan yang bergizi, dan memakai masker kacang panjang yang dihaluskan untuk mengencangkan payudara. Tetapi jika sampai memaksakan keadaan seperti operasi implan payudara maka hal itu tidak dibenarkan dalam islam.

  • Melakukan Operasi Pada Selaput Dara (mengembalikan keperawanan)

yang dilakukan untuk menutup aib dan penipuan karena pernah berbuat zina atau maksiat dimana hal tersebut hanya mementingkan nafsu duniawi semata. Selain itu, aurat wanita tersebut akan terlihat oleh orang lain sehingga hal ini tidak diperbolehkan dalam syariat islam karena tidak dalam keadaan yang darurat. Hal ini haram karena lebih banyak mudharat (bahaya) nya daripada manfaat nya, seperti firman Allah berikut “tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat baik permulaan ataupun balasan”. (HR Ibnu Majah)

[AdSense-C]

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa operasi plastik yang dilakukan karena bertujuan untuk memperbaiki cacat atau kekurangan pada tubuh yang termasuk kategori darurat sehingga menyulitkan diri untuk melakukan aktivitas sehari hari halal hukumnya atau boleh dilakukan.

Sedangkan operasi yang bertujuan karena ingin mempermanis diri, mengubah penampilan, memperkuat citra dan lain sebagainyahanyakarena kehendak nafsu duniawi dengan mengubah ciptaan Allah maka hal tersebut haram, tidak boleh dilakukan.Salah satu cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menerima segala yang diberikan Nya. Islam memiliki berbagai syariat yang terbaik, jika dilarang berarti mengarah pada keburukan, jika diwajibkan atau dianjurkan berarti mengarah pada kebaikan. Semoga kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Sekian dan terima kasih.

6 Tata Cara Pindah Rumah Menurut Islam yang Wajib Diketahui

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia selain makanan dan pakaian. Dalam kehidupan, rumah menjadi tempat berlindung, tempat beristirahat, dan tempat berkumpul bersama orang orang tercinta. Pastinya rumah sangat dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari hari.

Ketika memiliki atau menempati rumah, terkadang seseorang tidak selamanya bisa menetap tinggal di sebuah rumah. Pindah rumah atau beralih tempat tinggal bisa saja terjadi karena berbagai alasan misalnya karena faktor kenyamanan, lingkungan, tuntutan atau akses bekerja dan aktivitas sehari hari, karena berkeluarga dan mengikuti dimana pasangan menetap, dan lain sebagainya.

Cara pindah rumah menurut islam

Ada berbagai macam tuntunan ketika pindah rumah, misalnya menurut adat jawa pindah rumah harus memakai perhitungan atau penanggalan tertentu dengan tujuan pemilik rumah dapat tinggal dengan nyaman dan mendapat kebaikan dari rumah tersebut, biasanya setiap hendak pindah rumah, keluarga dan tetangga terdekat beramai ramai mengatar dan mengiringi dalam menempati rumah baru.

Lain halnya dalam islam, tidak terdapat perhitungan atau penanggalan khusus, semua hari dianggap baik, diperbolehkan untuk pindah rumah kapan dan kemana saja dengan mengharap kebaikan dan ridho dari Allah SWT. Cara pindah rumah semuanya diserahkan kepada pemilik rumah sesuai kepercayaan masing masing, dalam pembahasan kali ini kami jelaskan cara pindah rumah menurut ajaran islam, berikut cara cara nya

1. Bersyukur Kepada Allah

Semua orang pasti bahagia memiliki rumah, memiliki tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, wajib disyukuri karena rumah adalah salah satu nikmat rejeki dari Allah. Harus senantiasa diingat bahwa setiap nikmat adalah pemberian dan campur tangan dari Allah SWT, bukan karena murni usaha diri sendiri saja. cara bersyukur menurut islam dapat dilakukan dengan cara memuji Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Seperti firman Allah SWT berikut :

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim 14/7)

Segala nikmat dari Allah sudah selayaknya digunakan untuk segala kegiatan yang mengarah pada kebaikan, bukan untuk segala sesuatu yang dilarang oleh agama.

Bentuk syukur ketika menempati rumah baru selanjutnya dapat disempurnakan dengan mengadakan acara syukuran atau walimah, mengundang orang orang untuk berkunjung dan makan. Walimah tersebut dilaksanakan ketika rumah telah siap ditempati atau telah dihuni, orang orang yang perlu diundang adalah keluarga, sanak saudara, rekan kerja, tetangga sekitar yang bertempat di rumah sebelumnya, dan tetangga tetangga baru di sekitar rumah yang baru saja dihuni.

Walimah dapat memberikan kegembiraan bagi orang orang yang diundang dan menjalin silaturahmi. Biasanya dengan cara mengundang saudara, teman – teman, dan warga sekitar, ada pula yang turut mengundang anak yatim piatu, tujuannya juga untuk memberikan doa kebaikan dan keselamatan pemilik rumah selanjutnya dilakukan makan bersama sama atau makanan dibawa pulang.

[AdSense-B]

Syukuran atau walimah ini dianjurkan oleh ulama, Imam Syafi’i menyatakan bahwa : “ diantara bentuk walimah adalah al-wakirah. Aku tidak memberikan kelonggaran untuk meninggalkannya”. (Al-Mausu’ah Al-Fiqihiya Al-Kuwaitiyah 8/27)

Walimah tidak harus dilaksanakan secara besar besaran atau bermeah mewahan, walimah dilaksanakan sesuai kemampuan pemilik rumah dengan niat berbagi kebahagiaan dengan orang lain sebagai bentuk bersyukur kepada Allah SWT. Dengan diadakannya walimah tersebut, setelah menempati rumah baru baik saudara atau tetangga tetangga di sekitar rumah yang lama dapat tetap bersilaturahmi karena sudah mengetahui tempat dimana pemilik rumah pindah.

[AdSense-A]

Tentunya tetangga sekitar di rumah yang baru juga bisa saling bersilaturahmi dan saling membantu karena telah saling mengenal di acara walimah tersebut, sehingga tidak dianggap sebagai orang yang individual atau sombong, sebagaimana firman Allah berikut :

“Mengabdilah kepada Allah dan jangan mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah kepad ibu bapak, kerabat, anak anak yatim, orang orang miskin, tetangga tetangga terdekat, tetangga tetangga orang yang asing, teman yang di sampingmu, dan orang dalam perjalanan, dan yang menjadi milik tangan ananmu. Allah tidak menyukai orang yang congkak, membanggakan diri.” (QS. Al-Nisa 36/8)

2. Perkenalan dengan Masyarakat Sekitar

Sebagai warga yang menempati rumah baru wajib beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tetangga adalah orang yang paling dekat seperti keluarga sendiri, di saat merasa kesusahan atau terkena musibah kadang tetangga yang bisa lebih banyak membantu dibandingkan dengan saudara, karena itulah wajib menjalin hubungan yang harmonis dengan tetangga, tidak membuat pertikaian, dan berusaha saling mengenal. hikmah silaturahmi seperti ini akan anda rasakan dalam kehidupan sehari – hari.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “Demi Allah Tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman. Ditanyakan kepada Rasul: “Siapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda: “Orang yang tetangganya tidak merasa aman karena gangguannya.” (Hr. Ahmad, A l-Bukhari)

Perkenalan dan silaturahmi sebaiknya tetap dilaksanakan setelah acara walimah selesai, dapat dilakukan dengan cara menyapa tetangga setiap kali melewati atau bertemu dan berkunjung ke rumah tetangga sekitar yang terdekat ketika hari libur atau ada waktu longgar.

Selanjutnya dapat saling berbagi informasi misalnya tentang acara rutin di sekitar tempat tersebut seperti kapan ada acara arisan, pengajian, kerja bakti, dan lain sebagainya. Sebagai warga, entah warga baru atau yang sudah lama tinggal di tempat tersebut sudah selayaknya mengikuti acara rutin desa sehingga memperbanyak silaturahmi, hubungan dengan tetangga pun dapat berlangsung harmonis.

Ukhuwah pertama dimilai dari pasangan (suami istri) dan keluarga, selanjutnya tetangga. Jika hubungan dengan tetangga tidak harmonis, maka hubungan persaudaraan pun mudah retak. Oleh karena itu bersikap, berbuat, dan bertutur kata baik pada tetangga harus dilaksanakan, hal tersebut termasuk dalam alah satu tanda keimanan seseorang. Seperti hadist berikut :

“Barang siapa yang kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman keada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau kalau tidak dapat berkata yang baik maka hendaklah berdiam saja, yakni jangan malahan berkata yag tidak baik”.(H. Bukhari)

Jadi beriman itu tidak hanya berhubungan denagn pribadi (antara manusia dengan Allah SWT) saja, tetapi dalam islam juga mengajarkan aspek hubungan yang menyeluruh di setiap kehidupan, dimulai dari pasangan, keluarga, tetangga, dan segenap saudara serta rekan yang merupakan syarat utama dalam menjaga keutuhan ukhuwah.

3. Membaca Salam dan Doa Ketika Memasuki Rumah Baru

Sejauh manapun melangkah pasti tetap ingin kembali menginjakkan kedua kaki dan bersistirahat di rumah, walaupun sesederhana apapun rumah kita tetap menjadi tempat terbaik dan ternyaman untuk bercengkerama dengan penuh kehangatan bersama keluarga.

Di saat yang bersamaan pula, ketika sampai di rumah tentu tidak ingin disertai oleh syaitan, amalan doa seringkali lupa dilakukan ketika menempati rumah baru, doa dapat mencegah keburukan dan mendatangkan kebaikan, doa semestinya dilakukan agar rumah yang ditempati dapat menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh berkah. keutamaan salam dalam islam tentu saja akan menjauhkan diri dan area rumah dari syaitan.

Yang pertama dianjurkan mengucapkan salam ketika memasuki rumah baru dengan mengucap “Assalamualaikum warohmatullah wa barokatuh”. Ucapan salam tersebut sebaiknya selalu diucapkan ketika msuk ke dalam rumah, baik rumah baru atau yang telah lama ditepati, baik rumah tersebut rumahnya atau berkunjung ke rumah orang lain, baik dalam kondisi ada orang di dalamnya ataupun tidak. Seperti firman Allah SWT berikut :

“Maka apabila kamu memasuki suatu rumah dar rumah rumah hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik”. (QA An Nuur 24/61)

Yang kedua dalam menempati rumah baru dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an khususnya Al Baqarah agar rumah senantiasa diberi cahaya kebaikan dan penuh keberkahan seperti hadist berikut :

“janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah”. (HR Muslim no 1860)

Yang ketiga ialah membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3x dan ayat kursi setiap kali memasuki rumah, baik rumah baru aatupun yang telah lama ditempati. Hal ini dianjurkan oleh ulama, dengan membaca Al ikhlas 3x penghuni rumah terhindar dari kefakiran dan ayat kursi dapat memberikan rasa kasih sayang dan rasa cinta diantara penghuni dalam rumah tersebut

“Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah aalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.(QS Al Ikhlas 112/1-4

4. Membersihkan dan Menjaga Kebersihan Rumah

Islam sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan kesucian, seiap muslim wajib menjaga kebersihan baik kebersihan badan ataupun kebersihan tenpat tinggal agar dalam melaksanakan ibadah sehari hari terhindar dari hadast kecil dan hadast besar serta mencegah najis menempel pada tubuh. Rumah baru sebelum dihuni harus dibersihkan secara keseluruhan terlebih dahulu agar nantinya dapat ditempati dengan nyaman.

Kebersihan juga  memegang peran penting dalam kehidupan keluarga, jika kondisi rumah bersih, semua penghuni rumah tentunya merasa betah sehingga dapat membuat suasana kondusif dan menambah ketenangan dalam keluarga. Jika rumah kotor atau tidak rapi pastinya akan mengurangi tingkat kenyamanan, penghuni rumah menajdi tidak betah berlama lama di dalam rumah karena merasa terganggu dengan debu dan merasa pengap.

Karena itulah kebersihan harus senantiasa dijaga terutama ketika akan menghuni rumah baru dimana semua anggota keluarga akan tinggal dan beraktivitas di dalamnya termasuk ketika menjalankan ibadah shalat 5 waktu. Karena itu kebersihan adalah salah satu tanda orang beriman seperti disebutkan dalam hadist hadist berikut :

“Kebersihan itu sebagian dari iman” (HR Ahmad).

“agama islam adalah agama yang bersih dan suci. Karena itu kamu harus menjaga kebersihan. Maka sesunggguhnya tidak akan amsuk surga kecuali hanya orang orang yang suci”.(HR Al-Baihaqi)

Mengawali hari hari baru di rumah baru sebaiknya dimulai dengan membersihkan dan merapikan rumah tersebut sebelum dihuni dan sebelum diisi oleh barang barang, mulai dari membersihkan bagian debu pada langit langit dan tempat lain termasuk menyapu dan mengepel lantai sehingga pada saat rumah dilengkapi dengan perabotan dan selanjutnya dihuni serta digunakan untuk aktivitas sehari hari termasuk untuk beribadah shalat 5 waktu dan lain sebagainya sudah dalam kondisi rapi dan nyaman ditempati seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut :

“sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, mulia dan menyukai kemuliaan, bagus dan menyukai kebagusan. Oleh sebab itu bersihkan lingkungan mu”.(HR At Turmudz)

5. Terbebas Dari Segala Bentuk Kepercayaan Syrik

Syirik adalah kepercayaan kepada selain Allah, termasuk dosa besar dalam islam yang amat diharamkan seperti firman Allah SWT berikut :

“Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar benar kezaliman yang besar”. (QS Luqman : 13).

Syrik juga berhubungan dengan kehidupan sehari hari, dalam hubungannya dengan rumah hendaknya rumah baru yang akan ditempati itu bebas dari segala benda yang diharamkan untuk dipajang misalnya patung bernyawa atau gambar bernyawa. Sebab hal itu akan membuat malaikat malaikat pembawa berkah atau malaikat rahmah tidak bisa masuk seperti kisah dalam hadist berikut :

“jibril datang kepadaku, kemudian dia berkata, sesungguhnya tadi malam aku datang kepadamu, dan tak ada yang menghalangi ku masuk menemui mu dalam rumah yang kamu tempati, kecuali karena pada pintu rumah ada gambar sepasang lelaki dan di dalam ada tabir tipis yang bergambar dan ada anjing nya, perintahkan agar kepala gambar gambar yang ada di pintu dipotong dan dijadikan seperti bentuk pohon, perintahkan agar tabir itu dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dihamparkan dan dijadikan tempat sandaran”.(HR Tirmidzi no 2730).

Rumah yang enggan didatangi malaikat tentu saja membuat syaitan senang mendatangi nya sehingga rumah tidak akan terdapat ketenangan di dalam nya, suasana bagi penghuni rumah akan terasa panas sehingga mudah menyebabkan konflik atau suasana yang tidak kondusif.

Rasulullah bersabda “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung”. (HR Bukhari dan muslim)

Kepercaayan syirik selanjutnya yang hendaknya ditinggalkan adalah meninggakan kepercayaan kepada selain Allah, misalnya kepercayaan bahwa rumah yang letak nya tusuk sate adalah rumah yang membawa sial dan tidak akan mendatangkan rejeki bagi penghuni nya. Dan pandangan pandangan lainnya yangtidak sesuai dengan syariat agama islam.

Rejeki dan keberuntungan tidak selayaknya dpercayakan kepada hal hal yang tidak terdapat dalam syariat agama islam, Allah sudah menjamin rejeki bagi setiap hamba-Nya yang berusaha, tidak berdasar pada arah atau letak rumah nya, warna cat nya, besar rumah nya, dan lain sebagainya, jadi segala kepercayaan syirik tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada rejeki atau keberuntungan seperti firman Allah SWT berikut :

“Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rejekinya”.(QS Hud :6)

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dab carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah : 10)

6. Perbanyak Shalat dan Membaca Al-Qur’an

Rasulullah mengajarkan agar setiap muslim mempebanyak shalat dan membaca Al Qur’an di dalam rumah atau tempat yang baru ditinggali seperti diriwayatkan dalam hadist berikut : “Sinarilah rumahmu dengan memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an”. (HR Al Baihaqi)

Dianjurkan membaca surat yassin pada 7 hari atau 7 malam pertama menempati rumah disertai membaca Al fatihah sebanyak satu kali, dan shalawat nabi sebanyak tujuh kali.

[AdSense-C]

Rumah yang sering dibacakan Al Qur’an tampak terang benderang menurut pandangan Allah SWT, cahaya tersebut bukan berasal dari sinar lampu rumah tetapi berasal dari satu demi satu huruf, kata, ayat, kalimat, dan ayat ayat Al Qur’an yang dibaca sehingga bacaan Al Qur’an yang dilafalkan menjadi sinar yang menerangi hati dan menjadi cahaya Illahi. Ketenangan dan ketentraman ketika membaca Al Qur’an tersebut juga akan menggema dan menyelimuti sekitar rumah.

dijelaskan dalam hadist berikut :

“tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah dalam keadaan mereka membaca kitabullah dan saling mengkaji diantara mereka, melainkan diturunkan ketenangan pada mereka, diliputi rahmat, dinaungi para malaikat, dan Allah menyebut nyebut mereka di sisi malaikat-Nya”.(HR Muslim no 2699)

Mungkin sampai disini dulu ya sobat sedikit ulasan mengenai tata cara pindah rumah menurut islam yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi artikel saya ini. Salam hangat dari penulis.

17 Cara Berjimak Menurut Islam dan Dalilnya

Dalam agama islam, seks dikenal dengan istilah berjimak. Yakni hubungan intim diantara pasangan suami dan istri. Sedangkan menurutt fiqih, jimak diartikan sebagai memasukkan kemaluan pria ke dalam kemaluan wanita sehingga keduanya seolah-olah menjadi satu kesatuan.

Tentunya hubungan jimak bagi pasangan yang telah sah menikah hukumnya diperbolehkan. Justru jimak ini bisa mendatangkan banyak manfaat. Beberapa diantaranya seperti meningkatkan rasa kasih sayang, melipatgandakan pahala, mendatangkan keturunan, menciptakan keluarga harmonis menurut islam, cara membahagiakan istri tercinta, serta cara mengatasi masalah rumah tangga secara islami.

Dalil-dalil yang menjelaskan anjuran jimak setelah menikah, diantaranya yaitu:

Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu.” (QS.Al-Baqarah: 223)

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mu’minun: 5-6).

Hubungan badan antara kalian (dengan isteri atau hamba sahaya kalian) adalah sedekah. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?’ Beliau menjawab, ‘Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala’.” (HR. Muslim)

Tata Cara Berjimak Menurut Islam

Islam adalah agama yang luas dan mencakup segala macam aspek. Tidak hanya menjelaskan tentang surga dan neraka. Tapi juga muamalah, fiqih dan aturan-aturan hidup di dunia. Termasuk tentang hubungan suami istri saat di ranjang. Dalam berjimak terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk adab, sunnah serta larangan.

Nah, berikut ini tata cara berjimak menurut islam:

  1. Membersihkan Diri dengan Mandi dan Berwudhu

Adab berjimak yang pertama adalah membersihkan tubuh. Jadi bila Kamu hendak berhubungan intim dengan suami maka hendaklah mandi terlebih dahulu. Mandi ini termasuk menyabun badan, membersihkan kemaluan dan menggosok gigi. Selain itu jangan lupa berwudhu. Dengan menjaga wudhu maka kondisi diri akan lebih suci dan ini juga menjadi cara menjaga kebersihan diri wanita dalam islam. Keutamaan kebersihan dalam islam sangatlah banyak, salah satunya sebagai cara meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist:

Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi, dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran adalah pedoman bagimu.” (HR. Muslim).

  1. Berdandan

Alangkah baiknya jika Kamu berdandan dulu sebelum melakukan jimak. Tujuannya agar penampilan terlihat lebih menarik. Dengan begitu pasangan juga akan senang dan proses jimak dapat berjalan lancar. Berdandan ini meliputi mengenakan pakaian yang bagus, menyisir rambut dan memakai parfum. Baca juga tentang Cara Mempercantik Diri Menurut Islam Bagi Muslimah, Cara Menjaga Kebersihan Diri Wanita Dalam IslamCara agar Disayang Suami Menurut Islam Paling Efektif

[AdSense-B]

  1. Mewujudkan Suasanan Kamar yang Romantis

Selain memperbagus diri, jangan lupa kamar juga diperindah ya. Kamu bisa meletakkan pewangi aromaterapi di sudut kamar. Kemudian pasang lampu yang tidak terlalu terang. Dengan demikian akan tercipta suasana yang romantis.

  1. Mengucapkan Salam

Untuk mendatangkan kesan romantis sebaiknya ucapkan salam saat bertemu pasangan. Salam ini juga termasuk ucapan doa yang maknanya untuk menebarkan keselamatan, rahmat dan keberkahan. Baca juga tentang Hukum Salam dalam Islam.

  1. Berdoa dengan Meletakkan Tangan di Kening Istri

Aturan yang ini dianjurkan untuk pasangan yang baru melakukan malam pertama. Suami hendaknya memegang kening istri dengan tangannya seraya membaca doa: Allahummaa innii as-aluka min khairihaa wa khairi maa jabaltahaa alaihi Wa ‘audzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa jabaltahaa alaihi.”

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk kebaikan dirinya dan kebaikan tabiat (sikap atau perilaku) yang dia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya (keburukannya) dan kejelekan tabiat (sikap atau perilaku) yang ia bawa. (HR. Bukhari)

  1. Shalat Sunnah Dua Rakaat

Sama dengan poin sebelumnya, aturan ini juga dianjurkan untuk pasangan yang hendak melakukan malam pertama. Sebaiknya kedua pasangan melakukan sholat sunnah 2 rakaat sebelum berjimak. Dimana suami menjadi imam si istri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi suasana canggung dan agar hati lebih tenang.

Abu Sa’id berkata: para sahabat radhiyallahu ‘anhum memberitahukanku dan mereka berkata: “Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (HR. Ibnu Abu Syuaibah dalam Al Mushannaf).

  1. Diawali Sendau Gurau (Bercumbu)

Untuk menghindari ketegangan, dianjurkan untuk melakukan senda gurau sebelum melakukan jimak. Pemanasan ini juga termasuk memberikan ciuman, meraba tubuh istri dan memeluk sebagai pemanasan (foreplay) untuk merangsang syahwat. Menurut beberapa ulama ciuman yang nikmat adalah dengan menjulurkan lidah suami ke mulut istrinya, atau sebaliknya. Air liur dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga gairan dapat memuncak. Dijelaskan dalam hadist:

Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)

Apakah engkau menikahi gadis (perawan) atau janda?” “Aku menikahi janda”, kata Jabir. “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja karena engkau bisa bercumbu dengannya dan juga sebaliknya ia bisa bercumbu mesra denganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

[AdSense-A]

  1. Membaca Doa

Aturan penting yang tidak boleh dilupakan saat melakukan berjimak adalah membaca doa. Ini sangat penting agar aktivitas jimak tidak dibarengi gangguan syetan. Serta agar bisa mendapatkan keturunan yang baik akhlak dan agamanya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihiwasallam bersabda: “Maka, jika Allah menetapkan atau mentakdirkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syetan tidak akan membahayakan dan mencelakakannya selama-lamanya.

Doa sebelum jimak, yakni: “Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami.” (H.R Bukhari dan Muslim).

  1. Boleh Melihat Tubuh Pasangan

Boleh tidaknya melihat tubuh pasangan saat berjimak sebenarnya masih menuai perdebatan. Beberapa memakruhkan dan ada juga yang membolehkan. Meski demikian, jumhur ulama mengatakan bahwa boleh-boleh saja memandang tubuh pasangan. Ini didasari pada sebuah hadist  yang menjelaskan bahwa Aisyah r.a pernah mandi bersama Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kondisi junub.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku pernah mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.” (Qs. Al-Ma’arij: 29-30)

Ibnu Qudamah juga mengatakan  “Dibolehkan bagi pasangan suami-istri melihat dan menyentuh semua bagi tubuh pasangannya, termasuk alat vitalnya. Pendapat ini didasarkan pada riwayat Bahaz bin Hakim, bahwa kakeknya bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah SAW, mana aurat yang boleh kami buka dan mesti kami tutup?’ Rasul menjawab, ‘Tutup auratmu kecuali untuk istrimu dan budakmu.” (Dalam Al-Mughni)

  1. Menyetubuhi Istri Boleh dari Arah Manapun, Asalkan Tetap di Kemaluan

Tidak ada aturan khusus untuk posisi menyetubui ataupun arah berhubungan intim. Islam membolehkan suami menyetubuhi istrinya dari arah manapun, asalkan tetap di kemaluan. Ini sebagaimana dalil yang menjelaskan:

Dari Ibnu Jabir berkata: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi berkata kepada orang-orang muslim: “Barangsiapa yang menggauli isterinya dari arah belakang (tapi tetap di qubul, kemaluan depan), maka anaknya akan juling”. Allah lalu menurunkan ayat berikut ini: “Isteri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki (selama itu di kemaluan depan)”, Rasulullah saw kemudian bersabda: “(boleh kamu gauli isteri kamu itu) baik dengan gaya dari arah depan maupun dari arah belakang selama di dalam kemaluan, bukan di pantat.” (HR. Bukhari Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Terserah mau dari arah depan atau belakang selama di kemaluan.” (HR. Ath Thohawi dalam Syarh Ma’anil).

  1. Haram Berjimak Melalui Dubur

Islam mengharamkan tindakan jimak melalui dubur. Ini dikarenakan dubur adalah bagian tubuh yang najis dan menjadi lubang keluarnya kotoran. Pendapat tersebut sejalan dengan anjuran ilmu kedokteran yang menjelaskan bahwa berhubungan seks dari dubur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.” (HR. Ahmad)

  1. Dilarang Berjimak Saat Istri Haid

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran “Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: Darah haid itu satu benda yang (menjijikkan dan) mendatangkan mudarat. Oleh itu hendaklah kamu menjauhi diri daripada perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang haid itu, janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, mengasihi orang-orang yang sentiasa menyucikan diri.” (QS. Al Baqarah:222).

  1. Berwudhu Setiap Selesai Berjimak

Jadi semisal kedua pasangan usai melakukan jimak, kemudian ingin melakukannya lagi karena belum puas. Maka hendaknya berwudhu terlebih dahulu sebelum mengulanginya. Ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih:

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang menggauli isterinya kemudian ia hendak menambahnya untuk yang kedua kali, maka berwudhulah terlebih dahulu.” (HR. Muslim).

  1. Tidak Menyebarkan Hubungan Ranjang

Apa yang menjadi cerita di ranjang hendaknya tidak disebarkan kepada siapapun. Cukup kedua pasangan saja yang tahu. Sebab hal ini merupakan hal yang sangat privasi. Adapun kekurangan juga tidak boleh diumbar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah kelak pada hari Kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli isterinya atau isteri yang menggauli suaminya kemudian ia menyebarkan rahasia-rahasia hubungan badannya itu.” (HR. Muslim).

[AdSense-C]

  1. Istri Tidak Boleh Menolak

Seorang istri yang baik tidak diperbolehkan menolak ajakan berjimak dari suaminya. Apabila ia tidak mau dengan alasan yang dibuat-buat maka ia berdosa. Sebagaimana disampaikan dalam riwayat hadist:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Mandi Junub Setelah Berjimak

Setelah melakukan hubungan intim, pasangan suami dan istri diwajikan untuk mandi junub agar kondisinya suci kembali dan bisa menunaikan sholat.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya , pen.), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi itulah beberapa penjelasan tentang cara berjimak menurut islam. Semoga bermanfaat dan dapat membantu ya.