17 Keutamaan Khadijah

Khadijah r.a (Khadijah binti Khuwalid), nama tersebut amatlah dikenal oleh segenap umat muslim. Siapa yang tidak kenal dengan seorang wanita sangat cantik, janda, bangsawan, berbudi pekerti luhur, serta disegani oleh segenap masyarakat yang merupakan istri pertama dan yang paling dicintai oleh Rasulullah.

Khadijah menjadi seorang istri yang tidak pernah dilupakan oleh Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW sebab menjadi teman hidup paling setia dan banyak memberikan kebaikan serta dukungan kepada beliau.

Apa sajakah kebaikan dan teladan dari Khadijah hingga beliau menjadi salah satu wanita yang dimuliakan oleh Allah dan dijamin surga bagi Nya? Berikut saya uraikan mengenai kebaikan dan keutamaan Khadijah r.a dalam artikel kali ini tentang Keutamaan Khadijah.

1. Menemani Hari Hari Sulit Rasulullah

Khadijah adalah seorang wanita yang sabar dalam membantu Rasulullah saat menerima wahyu pertama di gua Hira, menguatkan dan memberikan ketenangan ketika Rasulullah mendapatkan mimpi yang memberatkan dan juga shalat bersama Rasulullah ketika islam masih di syariatkan secara sembunyi sembunyi. Khadijah selalu setia dan menemani Rasulullah dalam menjalani hari hari sulit walaupun beliau adalah seorang wanita dari keluarga berada dan terhormat. Khadijah menerima Rasulullah apa adanya dan tidak pernah mengeluh. Disini keutamaan iman dalam islam sangat diperlihatkan oleh Khadijah.

Tahukah kamu sosok yang aku ceritakan kepadamu yang aku lihat dalam mimpi, dia itu Jibril. Ia memberitahukan kepadaku bahwa dia diutus Rabbku kepadaku. Khadijah berkata : bergembiralah, demi Allah, Allah akan selalu memperlakukan padamu dengan baik. maka dari itu terimalah apa yang datang kepadamu dari Allah, karena itu adalah kebenaran”. (HR Muslim).

2. Memiliki Keimanan yang Tangguh

Ketika Rasulullah kembali dari gua Hira, beliau berada dalam keadaan takut dan cemas dan berkata pada Khadijah “Selimutilah saya.. selimutilah saya..” (HR Muslim).

Khadijah lalu memberikan kekuatan dan ketenangan pada Rasulullah dengan rasa iman nya yang tangguh kepada Allah “Allah tidaklah akan menghinakan kamu selamanya, sesungguhnya anda benar benar orang yang suka menyambung tali persaudaraan, menghormati para tamu, menanggung orang orangg yang membutuhkan, berusha memenuhi kebutuhan orang orang yang tidak mampu, dan membantu orang orang yang ditimpa musibah”. (HR Muslim).

Hal yang dilakukan Khadijah tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang memiliki iman yang lemah. Karena keteguhan iman nya, Khadijah selalu yakin bahwa setiap petunjuk yang diberikan Allah ialah benar adanya.

3. Pertama Kali Masuk Islam

Khadijah menjadi wanita yang pertama kali masuk islam sebab beliau lah yang menemani Rasulullah ketika menerima wahyu dan menjadi teman hidup sepanjang Rasulullah menyebarkan sumber syariat islam. “Khadijah adalah yang Allah tetapkan masuk islam pertama kali, tidak ada laki laki maupun perempuan yang mendahuluinya”. (Ummahat Al-Mukminin hal 174).

[AdSense-B]

4. Akhlak Luhur

Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman pada ajaran Rasulullah dan membenarkannya sebelum yang lainnya”. (Syiar A’lam An-Nubala). Keutamaan Khadijah diantaranya sebab akhlaknya yang luhur yang senantiasa yakin akan adanya Allah dan menjalankan perintah Nya serta mengabdikan dirinya untuk Rasulullah dan agama islam.

5. Berkorban Jiwa Raga dan Harta

Khadijah dikenal sebagai pedagang wanita yang kaya raya, beliau menggunakan segalanya baik jiwa raga dan harta yang dimilikinya untuk membantu Rasulullah berjuang di jalan Allah demi tegaknya agama Allah. Khadijah tidak ragu atau pamrih dalam menggunakan segala yang dimiliknya untuk kepentingan agama dan orang orang yang membutuhkan.

[AdSense-A]

6. Sholehah Sejak Masa Jahiliyah

Khadijah merupakan penganut Ibrahim yang tidak menyembah berhala dan bersih dari perilaku jahil dan selalu mentauhidkan Allah, selalu yakin adanya Allah walaupun agama islam belum lahir dan belum diutusnya Rasulullah. Khadijah tidak seperti wanita wanita jahiliyah pada jaman dahulu yang mengikut ajaran kafir. Kesholehannya itulah yang menjadi nilai penting dan bagian dari Keutamaan Khadijah.

7. Terdepan dalam Mengimani dan Mendukung Rasulullah

Khadijah berperan besar dalam perjalanan Rasulullah menyebarkan islam, beliau selalu mengimani dan mendukung Rasulullah. “Allah tidak memberiku pengganti yang lebih baik dari Khadijah. Ia telah beriman kepadaku saat orang lain kufur, ia mempercayaiku ketika yang lain mendustaiku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika tidak ada orang lain membantuku”. (HR Bukhari).

8. Satu Satu nya yang Memiliki Anak Sebagai Penerus Rasulullah

Khadijah satu satunya istri Rasulullah yang memiliki dua putra dan empat putri dari beliau yang menjadi generasi penerus Rasulullah. Dua putra dan Khadijah meninggal di masa kecil. Empat putri tumbuh dewasa dan menjadi pembela agama Allah yakni Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Fatimah juga sempat memberi cucu kepada Nabi yakni Hasan dan Husein.

“Dan Allah juga menganugrahiku anak anak melalui rahimnya, sementara istri istri ku yang lain tidak memberiku anak”. (HR Thabrani). Itulah mengapa terdapat Keutamaan Khadijah sebab Rasulullah tidak memiliki generasi generasi penerus dari istri istri nya yang lain.

9. Mendapat Salam dari Malaikat Jibril

Jibril pernah menemuiku dan berkata : wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk. Maka jika dia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu dan di dalamnya tidak terdapat kesusahan dan kegaduhan”. (HR Bukhari).

10. Wanita Terbaik Sepanjang Sejarah

Wanita wanita terbaik sepanjang sejarah adalah Maryam, Khadijah, Fatimah, dan Asyiah”. (HR Ahmad). Khadijah termasuk wanita terbaik yang dijadikan teladan bagi seluruh umat muslim di dunia.

11. Wanita Penghuni Surga

“Sebaik baik perempuan yang menghuni surga ialah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asyiah:. (HR Ahmad). Khadijah menjadi salah satu wanita mulia yang oleh Allah dijamin surga bagi Nya.

12. Tak Pernah Dilupakan Rasulullah

Meski telah menikah dengan wanita lain Rasulullah selalu mengenang cinta nya. Rasulullah senantiasa mengingat dan berbuat baik pada orang orang yang berhubungan dengan Khadijah. Rasulullah pernah menyembelih seekor kambing kemudian membagikan dagingnya khusus kepada teman teman Khadijah.

Saya memperhatikan teman teman nya karena ia memiliki tempat khusus di hati saya”. (HR Muslim). Rasulullah juga sering menceritakan kebaikan kebaikan Khadijah kepada sahabat sahabatnya.

13. Membuat Aisyah Cemburu

Istri favorit Rasulullah pun yaitu Aisyah r.a cemburu terhadap Khadijah karena Khadijah amat dicintai Rasulullah walaupun telah meninggal dunia, Aisyah bercerita bahwa setiap kali Rasulullah menceritakan tentang Khadijah selalu berbicara panjang lebar, memujinya, dan berdoa untuk pengampunannya karena Keutamaan Khadijah yang dimiliki istri pertama Rasulullah tersebut.

Aku tidak cemburu pada seorang wanita pun melebihi kecemburuanku pada Khadijah. Sungguh dia (Khadijah) telah wafat tiga tahun sebelum Rasulullah menikahiku, kecemburuanku disebabkan aku pernah mendengar Rasulullah menyebut nyebut namanya. Seakan akan di dunia ini tidak ada wanita selain dia. Rasulullah bersabda Khadijah itu begini dan begitu, dan aku (Rasulullah) mendapatkan anak darinya”. (HR Muslim).

14. Rasulullah Selalu Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Khadijah

Walaupun Khadijah telah dipanggil oleh Allah terlebih dahulu, Rasulullah tetap berbuat baik dan menjalin silaturahmi dengan keluarga Khadijah. hukum silaturahmi menurut islam memang sangat dianjurkan, oleh karena itu Rasulullah tetap menjaganya.

15. Mengajarkan Cara Mencintai Secara Islam

Tahukan anda bahwa Khadijah lah yang pertama kali melamar Rasulullah? Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama bagi wanita tentang bagaimana mencintai dan menyampaikan cinta secara islam dengan jalan suci yang di ridhoi Allah dan dilakukan tanpa berbuat maksiat apalagi zina.

Pada waktu itu Khadijah  meyakini keindahan akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga menumbuhkan keberanian dan keteguhan untuk melamar. Pada akhirnya Nabi pun setuju, dengan didampingi oleh paman nya, Abu Thalib, beliau lantas datang ke rumah Khadijah untuk melamar dan meminta persetujuan dari keluarga Khadijah. Lamaran tersebut disetujui kedua belah pihak dan mereka pun akhirnya menjadi pasangan suami istri.

[AdSense-C]

16. Dihormati Seluruh Alam

Rasulullah setiap kali melewati pohon ataupun batu semuanya mengucapkan salam kepada Khadijah”. (Muttafaq ‘alaih).

17. Teladan istri sholehah

Khadijah adalah teladan seorang istri sholehah dan pekerja keras, beliau punya mental wirausaha dan berjuang walaupun dilahirkan dan pernah memiliki suami kaya raya, beliau tetap berusaha sendiri dan selalu berfikir untuk mengembangkan usahanya serta memberi sedekah dan mengajarkan kepandaian dagang nya kepada orang lain. Tidak pernah menimbun harta atau berbuat curang.

Walupun memiliki bisnis besar tetapi setelah menikah Khadijah menyerahkan semuanya kepada Rasulullah dan memilih untuk total merawat dan melayani suami tercintanya, Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama wanita agar senantiasa berbakti kepada suami dan menjadikan suami sebagai sosok nomor satu di hatinya, walaupun harus meninggalkan harus meninggalkan duniawi, tetap suami menjadi sosok yang wajib bagi wanita untuk mengandi dan taat kepadanya.

Demikian artikel kali ini, Itulah teladan dari Keutamaan Khadijah, semoga dapat menjadi pelajaran. Terima kasih.

15 Cara Rasulullah Menyayangi Istri

Rasulullah adalah sosok manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Beliau mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun. Sebagai hamba yang diberi amanah untuk menyebarkan sumber syariat islam, beliau menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah.

Di medan perang ketika berjuang membela islam, beliau menjadi sosok pemimpin yang menguasai strategi dan mampu mengalahkan musuh dengan jalan yang lurus tanpa kecurangan atau cara yang jahat. Di tengah masyarakat beliau menjadi sosok teman, sahabat, guru yang berwibawa.

Dan di rumah pun, Rasulullah menjadi sosok penyayang dan kepala rumah tangga yan adil dan mampu memberikan rasa aman serta kebahagiaan bagi istrinya. Tidak salah jika beliau dijadikan sebagai teladan bagi seluruh islam.

Sebagai umat mukmin yang mengikuti ajaran Rasul, hendaknya kita mengikuti teladan Rasulullah dalam menyayangi istri,bagaimana Rasulullah selalu membahagiakanistrinya dan bagaimana Rasulullah selalu bertutur kata lembut serta memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah menjadi teladan untuk para suami juga segenap laki laki yang nantinya akan menjadi seorang suami tentang cara memberikan kasih sayang dalam islam untuk istri.

Berikut 15 cara Rasulullah menyayangi istri, simak baik baik dan pahami sebagai jalan teladan anda untuk menjadikan kehidupan rumah tangga lebih indah dalam rangka beribadah kepada Allah,

1. Romantis

Cara pertama yang dilakukan Rasulullah untuk menyayangi istrinya ialah beliau sellau memperlakukan istrinya dengan romanris dan penuh kasih sayang. Rasulullah sering mencium istrinya “Rasulullah sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa”. (HR Nasai). Penjelasan dari hadist tersebut ialah Rasulullah mencium istrinya karena ingin memberikan kesenangan dan kebahagiaan, bukan semata karena hawa nafsu.

2. Berkata Kata Lembut

Rasulullah mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sederhana dan bersahaja. Beliau pernah bersabda “Aku diberi rezeki berupa rasa cinta kepada engkau wahai istriku”. (HR Muslim). Kalimat tersebut sederhana tanpa berisi kalimat pujian yang berlebihan, tetapi sangat berkesan mendalam bukan? Seorang istri tentu akan bahagia jika mendengar kalimat tersebut dari suaminya.

3. Memanggil dengan Panggilan yang Indah

Rasulullah selalu memanggil istrinya dengan panggilan indah yang disukai. Aisyah dipanggil dengan panggilan “Ya Humaira” (Wahai wanita yang pipinya kemerah merahan).

4. Memanjakan Istri

Dari Anas berkata : “Kemudian kami pergi menuju Madinah. Aku lihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah (salah satu istri Rasulullah) kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga ia bisa menaiki unta tersebut”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menceritakan bahwa Rasulullah memanjakan istri dengan memberi pelayanan dan memberikan kenyamanan untuk istrinya.

[AdSense-B]

5. Memberi Hadiah

Sebagai keinginan untuk membahagiakan istrinya, Rasulullah pernah memberi istrinya hadiah. “Rasulullah memberi kepada masing masing istrinya satu botol minyak kasturi”. (HR Ahmad). Hadiah tersebut bukan sesuatu yang bertujuan untuk berlebihan atau menimbulkan sifat bermewah mewahan, tetapi hal sederhana yang bermanfaat dan disukai oleh istrinya.

6. Makan Berdua

Rasulullah sering bersikap manis dengan makan atau minum berdua bersama istrinya, beliau tidak menampakkan perasaan jijik atau sejenisnya, melainkan dengan sikap bahagia sebab menerima istrinya apa adanya.

Dari Aisyah r.a “Aku biasa makan bubur bersama Rasulullah dalam wadah yang sama, aku minum air dengan gelas dan beliau meletakkan mulut beliau di gelas tersebut lalu beliau minum”. (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur).

[AdSense-A]

7. Membujuk dengan Lembut Ketika Istri Marah

Dalam kehidupan rumah tangga tentu pernah mengalami suatu perselisihan, entah karena masalah kesalahpahaman dalam berkata kata, faktor kesibukan, cemburu, atau diantara satu sama lain merasa kurang diperhatikan.

Ketika istri Rasulullah marah atau merasa tidak nyaman dalam hatinya, Rasulullah tidak menanggapi dengan kalimat yang kasar atau bersikap kaku pada istrinya, melainkan mendinginkan hati istrinya tersebut dengan cara yang manis dan lembut. “Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

cara rasulullah marah kepada istri tidak pernah menanggapi kemarahan istri dengan amarah apalagi dengan memukul istrinya diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

8. Mencium Istri Ketika Hendak Bepergian atau Baru Pulang

Dari Aisyah r.a “Rasulullah selalu mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat, kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad). Hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti untuk istri, Rasulullah berusaha memberikan ketenangan pada istrinya selama beliau bepergian dengan cara mencium nya terlebih dahulu agar tidak timbul prasangka buruk pada hati istri sebab suami telah meminta ijin dan berpamitan dengan baik.

9. Tidur di Pangkuan Istri

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa istri nya tersebut aat dibutuhkan dan disayangi oleh Rasulullah, beliau bersandar pada pangkuan istrinya dengan tujuan saling berkasih sayang.

Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”. (HR Muslim).

10. Mandi Bersama Istri

Dalam sebuah riwayat Rasulullah mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama “Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan”. (HR Mutafaqun ‘Alaih).

Mandi bersama istri bukanlah tindakan tercela atau sesuatu yang dilarang dalam islam, sepasang suami istri memiliki hak sepenuhnya dalam kasih sayang dan pelayanan untuk satu sama lain. Rasulullah melakukan hal tersebut untuk melayani dan memberikan kegembiraan bagi istrinya.

11. Pendengar yang Baik

Ketika mendengar keluhan dari istrinya, Rasulullah mendengar keluh kesahnya istrinya tersebut dengan sabar dan memberi tanggapan dengan baik. beliau melakukan hal tersebut untuk memberikan hak pada istrinya bahwa salah satu tugas seorang suami ialah menjadi pemimpin dan pemberi keputusan ketika istrinya dilanda kebingungan.

Dari Aisyah r.a “Rasulullah adalah orang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit”. (HR Bukhari).

12. Mengajak Istri Bepergian

Aisyah r.a berkata : “Rasulullah jika hendak melakukan perjalanan, beliau melakukan undian diantara para istri, barang siapa yang keluar namanya, maka dialah yang ikut pergi bersama beliau”. (HR Bukhari).

13. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Hal ini pernah diutarakan oleh Aisyah ketika ada yang bertanya padanya mengenai urusan apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumah, Aisyah menjawab : “Rasulullah membantu melaksanakan pekerjaan keluarga”. (HR Bukhari)

Ketika ditanya oleh Aisyah “Ya Rasulullah bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?. Beliau menjawab “Ya Humaira, apakah aku tak boleh menjadi hamba Nya yang bersyukur?”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menjalaskan bahwa Rasulullah bersedia membantu pekerjaan rumah tangga walaupun lelah atau berat untuk dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah telah diberi seorang istri dan wujud nyata dalam mensyukuri nikmat tersebut dengan cara memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

14. Membelai Istri

Rasulullah memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya, “Setiap hari Rasulullah membelai semua istrinya seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau gilir waktunya lalu beliau bermalam di tempatnya”. (HR Ahmad).

15. Tidak Membebani

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Aisyah menunggu Rasulullah karena belum pulang hingga tengah malam, Aisyah menunggu beliau pulang hingga tertidur di dekat pintu rumah. Ketika Rasulullh sampai rumah dan menyadari hari sudah larut malam, beliau ingin mengetuk pintu tetapi khawatir akan mengganggu Aisyah yang barangkali telah terlelap tidur.

Beliau lalu menggelar sorban di depan pintu dan tidur di atasnya. Walaupun dalam keadaan lelah beliau tidak ingin mengganggu atau membebani istrinya. Dan malam itu tanpa saling mengetahui mereka tertidur di depan pintu.

Pagi hari ketika Aisyah membuka pintu ia kaget karena melihat Raulullan tidur di luar dan Rasulullah berkata “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu”. (HR Muslim). Kisah tersebut terjadi karena tingginya rasa ksih sayang diantara keduanya.

[AdSense-C]

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah menyayangi istri, perlu dipahami bahwa Rasulullah melakukan hal tersebut bukan karena untuk merayu tetapi melakukannya dengan niat membahagiakan istri dan ibadah kepada Allah.

Memang sebagai manusia biasa kita tidak akan mungkin sepenuhnya mampu meniru Rasulullah sebab beliau memang sosok yang paling sempurna diantara semua manusia, tetapi ada baiknya kita selalu melakukan dan meniru teladan dari Rasulullah dengan sebaik dan semampu kita, agar timbul kasih sayang dan kehidupan rumah tangga yang lebih indah.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan kali ini. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir. Salam hangat dari penulis.

15 Cara Rasulullah Marah Kepada Istri

Rasulullah adalah sosok teladan bagi seluruh umat, sering kita mendengar tentang sikap lemah lembut dan kesabaran yang ditunjukkan beliau kepada istrinya yang hampir semuanya merupakan bentuk kasih sayang dalam islam dan kebaikan untuk istri.

Tetapi apakah pernah terbersit pada pikiran anda bahwa Rasulullah pernah marah kepada istrinya? Rasulullah memiliki sifat tegas, jikapun beliau pernah marah hal terebut karena suatu hal yang didasarkan pada kepentingan agama, tidak pernah melibatkan emosi dan bukan karena hawa nafsu pribadi. Berikut 15 cara Rasulullah marah kepada istri :

1. Memeluk Istri

Diriwiyatkan dalam sebuah kisah bahwa Rasulullah pernah ada perasaan marah kepada Aisyah (istri Rasulullah) akibat terus menerus cemburu pada Khadijah (istri pertama Rasulullah yang pada waktu itu telah meninggal dunia), kemudian beliau berkata dan memerintahkan kepada Aisyah “Tutuplah matamu”. Maka Aisyah pun menutup matanya. Ketika dalam posisi tersebut beliau mendekat dan memeluk Aisyah sambil berkata “Ya Humaira ku, marahku telah pergi setelah aku memelukmu”.(HR Muslim).

Dalam kondisi sifat marah dalam islam, Rasulullah tidak serta merta melakukan tindakan yang menyakiti istrinya, beliau senantiasa berusaha bersabar dan mengedepankan rasa kasih sayang pada istrinya.

2. Menyentuh Wajah Istri

Hal ini juga masih berhubungan dengan rasa cemburu yang dirasakan oleh Aisyah pada Khadijah, Aisyah selalu menunjukkan sikap dan kalimat cemburu setiap kali Rasulullah bercerita tentang Khadijah, bahkan Aisyah pernah berkata bahwa Khadijah hanyalah seorang wanita dan Rasulullah sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik, yakni dirinya.

Dalam kondsi tersebut Rasulullah memijit hidung Aisyah dan berkata : “Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni).

Tindakan tersebut merupakan contoh bahwa Rasulullah tetap memperlakukan istrinya dengan baik walaupun dalam kondisi marah.

3. Menegur dengan Kalimat yang Tegas

Diriwayatkan dalam sebuah kisah ketika Aisyah berkata kepada Rasulullah bahwa Shafiyah (salah satu istri beliau) adalah gadis yang bertubuh pendek, mendengar hal tersebut Rasulullah segera menegur Aisyah agar ia tidak merendahkan orang lain seperti kalimat yang baru saja diucap oleh istri kesayangannya tersebut.

Sungguh, engkau telah mengucapkan suatu kata yang jika dicampur dengan air lautan akan rusak air laut tersebut”. (HR Tirmidzi). Dari hadist tersebut dapat diambil pelajaran bahwa walaupun Rasulullah sangat menyayangi Aisyah, tetapi beliau tetap bersikap tegas demi kebaikan istrinya.

4. Tidak Menegur di Hadapan Orang Lain

Aisyah terkenal sebagai istri Rasulullah yang paling pencemburu terhadap istri Rasulullah yang lain. Dikisahkan pada suatu hari ketika Aisyah mendapat giliran untuk dikunjungi Rasulullah, beliau mendapat kiriman makanan dari istrinya yang lain berupa piring berisi kurma. Rasulullah segera menerima dan menyajikan bersama para sahabat yang pada saat itu berkumpul di rumah beliau.

[AdSense-B]

Aisyah yang merasa cemburu lalu memecahkan piring tersebut hingga pecah dan berjatuhan kurma nya. Rasulullah hanya tersenyum melihatnya dan berkata kepada para sahabatnya “Maaf, Ibu kalian sedang cemburu” sambil memungut piring pecah dan kurma yang berjatuhan serta menggantinya dengan piring yang baru.(Diriwayatkan dalam kitab Hadist Imam Bukhari).

Rasulullah tidak marah kepada Aisyah di hadapan para sahabatnya sebab memahami bahwa Aisyah sedang dalam kondisi cemburu.

5. Diam

Rasulullah pernah marah pada istri nya yang bernama Aisyah dan Hafsah ketika kedua istri beliau bersikap cemburu yang berlebihan pada Maria (salah satu istri Rasulullah). Maria yang dikenal cantik dan berkulit bersih itu mendapat anugrah seorang anak bernama Ibrahim dari Rasulullah (anak itu kemudan meninggal di usia sembilan bulan).

[AdSense-A]

Mereka (Aisyah dan Hafsah) bahkan pernah berkata bahwa anak itu (Ibrahim) sama sekali tidak memiliki wajah yang mirip dengan Rasulullah. Mendengar hal tersebut Rasulullah pun marah dan mendiamkannya.

Allah membenarkan sikap Rasulullah tersebut dalam firmanNya “Dan istri istri yang kalian khawatirkan akan nusyuz hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggallah mereka di tempat tidur kalau perlu pukullah mereka”. (QS An Nisa : 34)

Maksud dari firman Allah tersebut ialah jika ada seorang istri yang sudah dinasehati berulang kali tetapi tetap saja tidak mengikuti suami, maka suami boleh mendiamkannya. Rasulullah pun melakukannya dengan niat kebaikan agar kedua istri nya tersebut jera dan dapat mengambil pelajaran.

6. Tidak Menggauli

Masih berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah, Rasulullah pun tidak menggauli istri istrinya tersebut selama sebulan dan menyendiri di tempat lain. Rasulullah kembali setelah 29 hari setelah didatangi oleh sahabatnya Umar bin Khattab.

7. Menerima Kesalahan Istri

Dikisahkan ketika Aisyah menjemput Rasulullah setelah berjihad, sesampainya di rumah Aisyah membuatkan minuman untuk beliau dalam kerinduannya yang dalam, biasanya Rasulullah membagikan separuh minumannya pada Aisyah tetapi kali ini tidak dilakukan. Aisyah lalu bertanya, “Ya Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Hingga tiga kali, setelah tersisa sedikit dan diberikan kepada Aisyah maka Aisyah minum dan memuntahkannya, ternyata airnya asin karena Aisyah salah memasukkan garam ke dalamnya. (HR Muslim).

Rasulullah tetap sabar walaupun Aisyah berbuat salah ketika membuat minuman untuk beliau, beliau tidak serta memarahi istrinya tersebut karena tidak ingin menyakiti hati Aisyah. Dalam kondisi marah pun beliau tetap memikirkan perasaan orang lain.

8. Menghindar

Ketika Rasulullah berkunjung ke rumah Aisyah beliau melihat ada gambar pada bantal Aisyah yang hal tersebut dilarang dalam islam sebab membuat malaikat pembawa berkah tidak bisa masuk ke rumah tersebut. Rasulullah tidak mau masuk ke dalam rumah dan baru memasuki rumah ketika Aisyah telah mengganti bantal tersebut.

9. Memberi Nasehat

Rasulullah pernah memberi nasehat di dalam suatu majelis sebagai bentuk nasehat untuk istri istri nya yang sering cemburu satu sama lain. “Kalian sering mencaci dan tidak pandai berterima kasih terhadap suami. Sesungguhnya kalian adalah orang yang paling kurang akal dan agamanya”.(HR Muslim).

Dari nasehat tersebut beliau menganjurkan pada wanita untuk menerima suami apa adanya sebab suami selalu berusaha memberi yang terbaik dan bersikap seadil adilnya pada istri istrinya. Dalam kondisi seperti ini keutamaan memaafkan dalam islam dan bersikap sabar disini sangat baik.

10. Tidak dengan Memukul

Walaupun dalam keadaan marah, Rasulullah tidak pernah memukul istrinya, hal tersebut diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

11. Memisahkan Diri

Hal ini berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah yang didiamkan oleh Rasulullah dan tidak digauli selama sebulan, Allah menurunkan firman berikut, “Hai Nabi katakanlah kepada istri istrimu : jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah agar kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. dan jika kamu menghendaki keridhaan Allah dan Rasul Nya serta kesenangan di negeri akherat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 28-29).

12. Menjelaskan dengan Sabar

Aisyah pernah marah ketika tidur bersama Rasulullah tetapi tiba tiba ditinggalkan. Menanggapi hal tersebut beliau menjelaskan bahwa Rasulullah pergi karena mendapat perintah dari Allah melalui malaikat Jibril dan dan tidak tega meminta ijin pada Aisyah karena mengira Aisyah sudah tidur. (Kisah ini diriwayatkan dalam kitan Imam Bukhari).

13. Memahami Penyebab Permasalahan

Ketika Rasulullah pergi bersama kedua istrinya, Aisyah dan Shafiyah, unta Shafiyah memiliki beban beban terlalu berat hingga beban tersebut sebagian dipindahkan ke unta Aisyah. Aisyah cemburu dan berkata “Sesungguhnya engkau mengaku menjadi Rasul”. Rasulullah hanya tersenyum dan berkata “Apakah engkau ragu bahwa aku Rasul Allah?”. Aisyah berkata “Jika engkau rasul kenapa engkau berlaku tidak adil?’. (HR Muslim).

Rasulullah segera menjelaskan pada Aisyah dan tetap sabar walaupun marah dengan kata kata Aisyah sebab beliau mengerti bahwa tindakan yang dilakukan Aisyah adalah karena cemburu pada Shafiyah.

[AdSense-C]

14. Melindungi Istri

Abu Bakar (Ayah Aisyah sekaligus sahabat Rasulullah) pernah memukul Aisyah sebab mendengar bahwa Aisyah sering bertindak berlebihan ketika cemburu terhadap Rasulullah, Rasulullah segera berkata pada Abu Bakar “Aku tidak menginginkan ini darimu”. Setelah menasehati Abu bakar Rasulullah mendekat pada Aisyah dan berkata “Tidakkan engkau lihat bagaimana aku telah menyelamatkanmmu dri kemarahan ayahmu?”. (HR Muslim).

Rasulullah tetap melindungi istrinya walaupun Aisyah sering bersikap cemburu kepada beliau.

15. Mudah Memaafkan

Ketika rasulullah marah pada istrinya dan menyelesaikan masalah tersebut, Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dan berprasangka buruk pada istrinya, beliau selalu memafkan dan memahami bahwa seorang istri adalah amanah untuk nya, yang memang sudah seharusnya diarahkan untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah marah kepada istri, dapat disimpulkan bahwa beliau memiliki akhlak terbaik dan sosok teladan sempurna dimana dalam kondisi marah pun tetap mampu bersikap dan bertutur kata baik. Semoga bermanfaat terima kasih.

17 Tips Jatuh Cinta Dalam Islam

Jatuh cinta adalah hal umum yang pernah dirasakan oleh manusia. Jatuh cinta berawal dari rasa kekaguman dan ketertarikan yang akhirnya menjadi perasaan sayang, ingin memiliki, dan pengorbanan untuk orang tersebut. Jatuh cinta tentu pernah dialami oleh muda mudi remaja dimana pada masa tersebut mereka untuk pertama kalinya baligh dan banyak mengenal lawan jenis melalui lingkungan sekitar.

Jatuh cinta bisa menjadi jalan maksiat jika tidak disertai dengan iman dan pengetahuan tentang agama. Jatuh cinta memang sebuah perasaan alamiah yang tidak bisa ditolak atau dipilih, yang tepat adaah bagaimana bersikap di saat jatuh cinta, mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. Untuk itu saya bagikan cara agar ketika jatuh cinta tetap pada syariat islam melalui artikel berikut tentang 17 tips jatuh cinta dalam islam :

1. Jadikan Media untuk Mendekat kepada Nya

Ketika anda jatuh cinta, yang wajib diingat pertama kali adalah pencipta rasa cinta itu sendiri, yaitu Allah. Sebagai hamba Nya, jangan sampai anda mencintai orang tersebut melebihi cinta kepada Allah. Jadikan rasa cinta untuk mendekat dan bersyukur pada Nya, Allah menyukai hamba Nya yang mendekat pada Nya seperti pada hadist berikut,

Jika ia mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta, Jika ia mendekat pada Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika ia datang kepada Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan cepat”. (HR Bukhari).

2. Tinjau Niat Jatuh Cinta

Anda bisa bertanya pada diri sendiri, kenapa anda merasa jatuh cinta padanya, jika karena hal duniawi misalnya karena kaya raya, karena fisiknya cantik atau tampan mungkin ada sedang dikuasai nafsu sebab anda hanya menyukai tampilan luarnya, bukan karena akhlak atau agamanya.

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. (QS Qasas : 50).

3. Jangan Berlebihan

Jangan berlebihan ketika jatuh cinta hingga terus menerus memikirkannya, diceritakan pada semua orang di sekitar anda bahkan di media sosial. Hal tersebut tidak sesuai anjuran islam, sebab di dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam tidak diperkenankan mencintai urusan duniawi secara berlebihan.

Cintailah seseorang sedang sedang saja, siapa tahu di suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang engkau benci secara biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu”. (HR Tirmidzi).

4. Jaga Pandangan

Tidak diperkenankan melihat seseorang yang belum muhrim, walaupun anda jatuh cinta dalam islam dengan seseorang, anda tetap wajib menjaga pandangan, sebab pandangan dapat berlanjut menjadi zina.

[AdSense-B]

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. (QS An Nuur : 31-32).

5. Berdzikir

Isi waktu dengan beribadah dengan Allah agar tidak terus menerus memikirkan urusan duniawi, gunakan waktu untuk lebih banyak beribadah dan dzikir sepanjang kegiatan atau akifitas, dengan menjalankan dzikir yang menjadi salah satu 17 tips jatuh cinta menurut islam anda akan selalu mengingat Allah.

[AdSense-A]

“Yaitu orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (QS Ar Rad : 28).

6. Diam

Diam adalah yang terbaik ketika anda jatuh cinta dan belum memiliki kesiapan atau kemampuan untuk menikah. Simpan perasaan anda dalam hati. Hal ini pernah terjadi dalam suatu kisah jaman dahulu pada Ali bin Abi Thalib yang keduanya saling diam memendam perasaannya hingga Allah lah yang memberi jalan untuk menyatukan mereka.

7. Sabar

Diantara 17 tips jatuh cinta menurut islam yang utama dan terkadang sulit dilakukan sebagian orang yaitu sabar. Sabar dalam hal inii ialah sabar untuk menghadapi hawa nafsu dan godaan syetan. Walaupun merasa sedih ketika jauh dan merasa terus menerus memikirkan orang yang dicinta tetapi anda tetap harus sabar agar terhindar dari perbuatan dosa.

Allah menunjung tinggi hamba Nya yang mampu bersabar dalam melawan hawa nafsu duniawi,“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”. (QS Al Baqarah : 155).

8. Perbaiki Diri

Baik lali laki maupun perempuan yang merasakan jatuh cinta sebaiknya memperbaiki diri dengan mengisi hal yang bermanfaat seperti belajar, mengejar prestasi, banyak menabung, beribadah, memperbanyak teman teman yang sholeh, dan berbagai kebaikan lainnya.

Memperbaiki diri termasuk 17 tips jatuh cinta menurut islam sebba menjadi wujud pemantasan diri sambil menunggu waktu yang terbaik dari Allah untuk dipersatukan dalam ikatan yang halal. “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki laki maupun muslim perempuan”. (HR Ibnu Abdil Barr)

9. Berharap Hanya Pada Allah

Janganlupa tetap berharap pada Allah ketika anda jatuh cinta, jangan mempercayakan perasaan anda pada orang lain atau pada suatu benda. Misalnya menggunakan benda benda yag dipercaya dapat menarik hati orang yang anda cinta dan sejenisnya.

Ikuti perintah Allah dan berharap hanya kepada Allah agar senantiasa berada pada jalan yang benar. “Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah : 186).

10. Percaya Takdir Allah

Mungkin ada kalanya anda merasa sedih ketika merasakan kesulitan dalam mewujudkan rasa cinta yaitu dengan diwajibkan menjauhi berpandangan atau menyentuh yang memang bagian dari zina, padahal anda merasa senang karena hal tersebut. Jangan tertipu, anda merasa demikian karena hawa nafsu diri sendiri dan godaan syetan.

Allah menciptakan syariat sudah yang terbaik untuk seluruh umat. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216).

11. Jauhi Maksiat

Menjauhi maksiat yang dimaksud dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam mislalnya adalah berpacaran. Pacaran tidak boleh dilakukan dan sama sekali tidak ada dalam syariat islam. Pacaran dapat berujung pada zina dan api neraka.

“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”. (QS At Tahrim : 6)

12. Hindari Zina

Jatuh cinta terkadang disertai dengan rasa rela berkorban jika dalam hatinya tidak memiliki iman yang kuat, jangan sampai tergoda untuk berbuat zina karena mengatas namakan cinta. Allah menciptakan rasa cinta untuk kedamaian dunia dan kebahagiaan, bukan untuk zina, untuk itu sobat wajib memahami cara menjauhi zina agar tidak terjerumus ke perbuatan dosa.

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al Isro’ : 32)

13. Berdoa

Berdoa kepada Allah agar mendapat jalan yang terbaik, anda bisa bercerita pada Nya yang maha mendengar, berdoalah jika memang seseorang itu yang terbaik untuk anda agar didekatkan dalam ikatan yang halal dan dijauhkan dari zina.

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin : 16)

14. Jaga Kehormatan

Menjaga kehormatan dilakukan dengan menjauhi pacaran atau berduaan dengan lawan jenis yang belum muhrim, jangan menjadikan rasa cinta sebagai alasan untuk merendahkan diri sendiri.

“Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 35)

15. Perjuangkan

Jika anda merasa yakin dengan seseorang yang anda jatuh cinta padanya, dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam dianjurkan untuk memperjuangkan agar dapat tercapai hubungan yang halal dengan cara memantaskan diri dan mendekat dengan cara islam, yaitu dengan melamar langsung ke orang tua atau walinya.

Hal tersebut diperbolehkan sebab jatuh cinta dan rasa ingin dicintai adalah hal yang alamiah, sebgaimana Nabi pernah berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89

16. Shalat Istikharah

Untuk lebih meyakinkan hati anda, lakukan shalat istikharah, agar memiliki kemantapan hati dengan lelaki atau wanita manakah yang terbaik untuk anda.

[AdSense-C]

17. Menikah

Obat jatuh cinta yang paling manjur ialah dengan menikah. Tujuan dan kewajiban menikah akan tercapai hubungan yang di ridhoi Allah dan diperbolehkan mengekspresikan rasa cinta tersebut antara satu sama lain.

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32).

Demikian 17 tips jatuh cinta menurut islam semoga dapat mengarahkan kita untuk menjalankan rasa cinta di jalan Allah. Terima kasih semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam hangat dari penulis.

13 Cara Menghadapi Istri Yang Keras Kepala Dalam Islam

Dalam kehidupan rumah tangga, selalu saja ada sisi manis dan pahit. Sebagaimana kita tahu bahwa rumah tangga merupakan hubungan yang menyatukan dua orang yang memiliki karakter yang berbeda. Namun, memiliki visi dan tujuan yang sama. Tentunya perbedaan ini dapat memicu timbulnya konflik diantara kedua belah pihak.

Salah satu cara meredam konflik adalah dengan memahami tugas dan kewajiban masing-masing. Seperti kewajiban istri terhadap suami dalam islam dan sebaliknya  Suami memiliki kewajiban sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.

Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S.al-Nisa (4) : 34)

Artinya bahwa, seorang suami harus mampu membimbing istrinya menuju jalan yang lebih baik. Namun, terkadang sifat keras kepala seorang wanita, membuat suami cenderung bingung harus melakukan apa.

Padahal istri memiliki kewajiban untuk menaati semua perkataan suami. Menaati seluruh kewajiban sebagai istri merupakan cerminan sikap dan ciri-ciri istri sholehah .Sebagaimana hadist berikut:

Dari Abdillah bin ‘Amr, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda  ;  dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang  salehah. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ahmad)

Cara Menghadapi Istri Yang Keras Kepala Dalam Islam 

Sifat keras kepala memang dapat menjadi sebuah bomerang. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga yang notabene adalah menyatukan dua pemikirian. Sifat keras kepala terutama yang dimiliki oleh istri terkadang membuat para suami menjadi frustasi dan pada akhirnya menimbulkan percekcokan yang berimbas pada keharmonisan rumah tangga.

Karenanya dalam artikel ini akan di kupas mengenai 13 cara menghadapi istri yang keras kepala dalam islam suami wajib tahu . Simak selengkapnya.

1. Menemukan Penyebabnya dengan Melihat Masa Lalunya

Sifat keras kepala biasanya merupakan karakter yang telah melekat dan dibawa semenjak sebelum menikah. Namun, pada dasarnya sifat ini dapat melekat dan harusnya memang dapat dikendalikan. Sifak keras kepala dapat muncul pada sebagian orang yang notabene bisa dibilang seperti anak bungsu. Dimana keinginan dan kemauannya dan selalu dituruti dan cenderung bersifat manja.

Dalam hal ini, kemudian sifat keras kepala tersebut terbawa oleh sang wanita hingga ke kehidupan rumah tangga.

Karena telah melekat sejak kecil tentunya sifat ini cenderung sulit untuk di kendalikan. Namun, setelah anda menemukan sebab yang mrmbuat istri anda menjadi keras kepala tentu anda dapat mengambil sikap. Yang paking terpenting adalah tugas anda sebagai kepala keluarga dalam membumbing dan mengarahkan istri anda harus dilakukan dengan seksama.

2. Jangan Pelit Mengucapkan Maaf 

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.S. al-A’raf (7) : 199)

Ada masa ketika sifat keras kepala istri menjadi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga. Tentunya sebagai seorang yang keras kepala ia akan enggan memintaa maaf duluan. Namun, salah satu cara mengendalikan sifat keras kepala istri anda tidak laun adalah dengan menjadi pemaaf dan memaafkannya. [AdSense-B]

3. Komunikasikan dengan Tepat

Dalam hal apapun komunikasi selalu dapat membawa dampak positif. Sebagaimana air yang mematikan api. Begitulah anda harus menjalin komunikasi dengan sang istri. Bicarakan dengan santai dan rileks sehingga  ia tidak merasa tersinggung.

Lakukan obrolan ringan sebelum tidur atau yang biasa disebut dengan Pullow talk. Percayalah bahwa suasana yang tepat akan memberikan efek yang positif.

4. Gunakan Bahasa yang Tidak Menyinggung Perasaan

Dalam hal ini juga, penggunaan bahasa sangat penting. Karena bagaimanapun juga penggunaan bahasa yang salah akan dapat membuat penerimaannya juga salah.  Akibatnya bukannya meredakan masalah malah menimbulkan masalah lainnya. [AdSense-A]

5. Berbaik Sangka Terhadap Sikap Keras Kepala Istri

Sebagai manusia, terkadang suami bisa habis kesabaran dalam menghadapi sikap istri yang keras kepala. Dakam hal ini tentunya anda harus menghindari timbulnya sikap benci akibat hal ini. Sebagaimana hadist Dari Abi Hurairoh, ia berkata , Rasulullah saw bersabda  ;

Seorang mukmin tidak boleh membenci seorang mukminah. Jika ada satu perangai yang tidak disukainya, maka ada perangai lain yang di ssukainya,  atau ia akan berkata lain. “ (HR. Muslim dan Ahmad)

6. Jangan Ikut Menjadi Keras Kepala

Untuk menghadapi sikap keras kepala istri, hal paling bijak adalah dengan tidak ikut menjadi keras kepala. Jika anda menjadi ikut keras kepala maka yang ada hanyalah percekcokan yang tiada hentinya, karenanya lebih baik anda bersikap bijak dengan meredam sikap keras kepala istri dengan kelembutan yang anda miliki.

7. Menggunakan Perantara Medis Untuk Menasehati

Jika anda merasa tidak mampu menghadapi sikap keras kepala istri . Maka disarankan untuk meminta bantuan dari pihak lain yang memang memahami istri anda. Misalnya anda bisa meminta bantuan kepada ibunda sang istri agar bisa menasehati dan membuat istri menyadari akan sikap keras kepalanya tadi.

8. Menumbuhkan Kembali Cintanya Terhadap Anda

Cinta itu universal, artinya bahwa kekuatan cinta dapat melemahkan segalanya. Sebagaimana juga sikap keras kepala yang dimiliki oleh istri anda . Cintanya yang besar kepada anda akan bisa meredam sikap keras kepalanya ini. Karena itu, tumbuhkam rasa cinta yang semakin besar dalam rumah tangga yang anda bina. Maka insyaallah anda akan dapat meredam sikap keras kepala yang dimiliki istri anda.

9. Bersabar Dengan Proses

Memiliki kesabaran yang penuh merupakan hal yang harus anda miliki. Karena bagi Allah SWT tidak ada hal yang tidak indah dari sebuah kesabaran. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini :

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut.

Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S.al-Nisa (4) : 19)

10. Berikan Pujian

Salah satu hal yang bisa meredam sikap keras  istri adalah dengan memberikan pujian. Puji dia ketika dia berhasil mengendalikan sikap keras kepalanya ini. Insyaallah pujian yang anda berikan akan menjadi motivasi baginya untuk dapat lebih baik lagi. Jangan pelit memberikan pujian, karena hal ini akan dapat memepererat kembaki hubungan anda dan dirinya.

11. Bersikap Tegas Pada Kesempatan yang Tepat

Seorang suami juga dituntut untuk bersikap tegas. Namun, dalam pengertian ini tidak boleh menggunakan tindak kekerasan terhadap istri. Jika sikap istri sudah cukup keterlaluan dan sikap keras kepalanyan membuat anda merasa sangat kesal. Maka pada situasi yang tepat anda bisa bersikap tegas hanya untuk memberikan pelajaran pada istri.

12. Mengingatkan Kembali Tujuan Perkawinan

Diantara tujuan utama dari suatu pernikahan adalah masing-masing suami istri mendapatkan kebahagiaan berupa ketentraman, rasa nyaman dan saling mendapatkan kasih sayang.  Hal ini sangat jelas diungkapkan Allah dalam al-Qur’an :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.  (Q.S. Al-Rum (30) : 21)

13. Berdoa

Ini merupakan cara yang bisa anda lakukan dan insyallah akan memberikan manfaat yang luar biasa. Berdoalah kepada Allah SWT agar sikap keras kepala istri anda dapat dikendalikan dan anda dapat diberi kesabaran yang ekstra dalam menghadapinya. Sesungguhnya allah tidak akan memberi ujuan yang melebihan kemampuan suatu kaum. Percayalah bahwa kekuatan doa dapat membuat anda lebih kuat menghadapi segala masalah yang ada dalam rumah tangga.

Nah, itulah 13 cara menghadapi istri yang keras kepala dalam islam  suami wajib tahu. Tentunya dapat menjadi tips cara membangun rumah tangga dalam islam bagi para suami untuk dapat bersikap tepat dan bijaksana menghadapi keras kepala sang istri. Sehingga menjadi cara menjaga keharmonisan rumah tangga dalam islam serta menjadi keluarga   sakinah, mawa’dah dan warohmah.

Serta jangan sampai menjadi ciri-ciri istri yang durhaka terhadap suami . Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Media dalam Pendidikan Islam – Konsep

Belajar adalah suatu peristiwa yang terjadi pada setiap manusia selama ia hidup antara dirinya sendiri dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajara dapat terjadi kapan saja dan dimana saja yang ditandai dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan, keterampilan maupun perilakunya.

Dewasa ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong adanya banyak pembaharuan untuk memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Para pendidik dituntut agar dapat menggunakan alat-alat yang berbasis teknologi canggih atau dapat mengembangkan keterampilannya untuk menciptakan media pembelajaran. Tak terkecuali pada pendidikan Islam, media pembelajaran juga bermanfaat dalam mempercepat proses pembelajaran. Berikut adalah pengertian media pendidikan Islam serta berbagai manfaat yang didapatkan, diantaranya :

Pengertian Media Pendidikan

Media berasal dari bahasa Latin medius berarti tengah, perantara atau pengantar. Media menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  1. Menurut Gegne, media adalah alat atau komponen yang dapat memacu proses belajar siswa
  2. Menurut Briggs, media adalah alat fisik untuk menyajikan pesan yang digunakan untuk merangsang siswa agar mau belajar
  3. Menurut Fleming (1987), media adalah alat yang ikut campur untuk mendamaikan kedua belah pihak
  4. Menurut Vernous, media pendidikan adalah sesuatu yang dapat diartikan sebagai manusia, benda atau peristiwa yang membuat siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan maupun sikap

Dari beberapa pendapat para ahli tentang media, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa media adalah sesuatu yang digunakan oleh tenaga pendidik untuk meningkatkan kemauan siswa mengikuti proses belajar mengajar.

Sedangkan media pendidikan Islam disini adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pendidikan Islam kepada peserta didik dalam mewujudkan kepribadian seorang muslim.

Hadits Media Pendidikan Islam

Dalam salah satu hadits menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menjelaskan sesuatu dengan menggunakan jari sebagai medianya, bunyi haditsnya adalah :

عن سهل بن سعد قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “انا وكا فل اليتيم فى الجنة كلها تين” واشار با صبعيه يعنى السبا بة والوسطى. رواه الترمذى وابوداود واحمد

Dari Sahl ibn Sa’ad berkata, Rasulullah SAW bersanda : Aku dan pemelihara anak yatim ada dalam surga seperti ini. Nabi Muhammad mengisyaratkan kedua jarinya yang diarapatkan yaktu telunjuk dan jari tengah. Dari hadits di atas disebutkan, bahwa pada saat itu Rasulullah SAW sedang memberikan pelajaran tentang posisi orang yang memlihara anak yatim yakni menduduki kedudukan tinggi dan terhormat di dalam surga nantinya serta berdampingan dengan Nabi. [AdSense-B]

Rasulullah SAW menggambarkan hal itu dengan dua jari tangan (telunjuk dan jari tengah) yang diarapatkan. Dengan demikian para sahabat dapat menangkap dan mengerti pelajaran yang disampaikan dengan mudah.

Manfaat Media dalam Pendidikan Islam

Pada dasarnya, manfaat media pendidikan adalah alat bantu belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kondisi dan lingkungan belajar yang diciptakan oleh para pendidik. Menurut Hamalik (1986), penggunaan media dalam proses pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan keinginan, minat, motivasi, rangsangan kegiatan belajar dan mempengaruhi psikologis pada siswa.

Sedangkan menurut Levie dan Lentz (1982) telah mengungkapkan fungsi dari media visual yaitu fungsi atensi, fungsi kognitif dan fungsi kompensantoris.

[AdSense-A] Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar alat tersebut dapat dipakai sebagai media dalam pendidikan Islam adalah :

  • Rasionil atau sesuai dengan akal
  • Ilmiah atau sesuai dengan ilmu pengetahuan
  • Ekonomis atau sesuai dengan biaya yang tersedia
  • Praktis atau dapat dengan mudah digunakan dalam sekolah
  • Fungsionil atau berguna dalam proses pembelajaran

Beberapa manfaat penggunaan media proses pendidikan Islam adalah :

  • Memperjelas penyampaian pesan atau informasi
  • Meningkatkan perhatian peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar
  • Mengatasi terbatasnya indera, ruang dan waktu
  • Memberikan pengalaman kepada peserta didik akan peristiwa di lingkungan mereka atau menimbulkan terjadinya interkasi langsung antara pendidik, masyarakat dan lingkungan

Sedangkan Abu Bakar Muhammad  menjelaskan bahwa media dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai :

  • Memperjelas materi pelajaran yang sulit
  • Membantu siswa untuk mempermudah pemahaman
  • Menjadikan pelajaran lebih menarik
  • Merangsang siswa dalam meningkatkan kecintaan
  • Melatih belajar dan menumbuhkan kemauan kerasnya untuk mempelajari sesuatu
  • Membentuk kebiasaan anak dan melatih anak melahirkan sebuah pendapat
  • Membantu konsentrasi anak dalam memperhatikan dan menangkap suatu pelajaran
  • Meningkatkan ingatan
  • Mempertajam indera dan memperhalus perasaan
  • Meningkatkan kemauan anak untuk belajar

Dari beberapa uraian mengenai manfaat dalam pendidikan Islam di atas, sudah jelas bahwa media sangat berpengaruh pada pembelajaran baik itu pada pendidikan Islam sekalipun. Misalnya saja pada saat menerangkan cerita-cerita tentang kenabian, kita dapat menggunakan media buku cerita para Nabi, video atau film.

Selain itu ketika pada proses pelajaran Al-Qur’an, siswa akan senantiasa lebih mudah paham ketika dibantu dengan tape recorder yang menyediakan suara hafidz Al-Qur’an yang sudah sangat fasih membacanya. Dengan begitu, siswa lebih mudah untuk memahami pelajaran yang telah disampaikan.

Jenis-Jenis Media Pendidikan Islam

Para ahli telah membagi media pendidikan yang bersifat benda atau bukan benda yaitu :

Menurut Dzakiah Daradjat media pendidikan terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :

  1. Benda : Al-Qur’an, Hadits, Tauhid, Fiqih, Sejarah
  2. Sumber Daya Alam : Hewan, Manusia, Tumbuh-tumbuhan
  3. Gambar-gambar yang dibentuk seperti grafik atau kaligrafi
  4. Gambar yang diproyeksikan seperti video.
  5. Jenis audio recording seperti kaset, tape recorder dan radio.

Selain alat yang berupa benda, ada pula media yang bukan benda seperti keteladanan, perintah dan larangan, ganjaran dan hukuman, berikut adalah penjelasannya :

  1. Keteladanan

Allah telah mengutus Muhammad untuk dijadikan sebagai suri tauladan bagi umat manusia. Maka begitu pula dengan pendidikan Islam yang pada hakekatnya menjunjung tinggi misi rahmatan lil a’lamin yaitu mengajal manusia agar tunduk dan mengikuti aturan serta hukum Allah.

Misi ini kemudian ditampilkan dalam pendidikan Islam dengan membentuk kepribadian peserta didik yang mempunyai jiwa tauhid, kreatif, beamal shaleh dan mempunyai moral yang tinggi. Al Ghazali juga menjelaskan ada beberapa sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang guru yakni :

  • Amanah dan tekun bekerja
  • Lemah lembut dan penyayang
  • Memahami dna senantiasa berlapang dada
  • Tidak rakus pada materi namun berpengatahuan luas
  • Istiqomah dan menjunjung tinggi prinsip
  1. Perintah dan larangan

Perintah dalam pendidikan Islam adalah berupa anjuran, pembiasaan dan peraturan umum yang harus ditaati oleh seluruh peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan perintah adalah :

  • Jangan memerintah bila tidak perlu
  • Perintah ditetapkan dengan niat dan hati yang baik
  • Jangan memerintah apabila perintah pertama belum dilaksanakan
  • Diperhatikan akibatnya
  • Bersifat umum

Apabila perintah adalah keharusan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, maka larangan adalah keharusan untuk tidak melakukan hal yang merugikan seperti larangan berbincang dengan suara besar, larangan berbuat tidak baik dan sebagainya

  1. Ganjaran dan Hukuman

Ganjaran atau hadiah adalah sebuah pemberian yang menyenangkan bagi peserta didik yang memiliki prestasi dalam belajar dan sikap. Ganjaran yang dapat diberikan oleh seornag guru terhadap muridnya adalah :

  • Mengangguk-anggukkan kepala tanda ia senang terhadap jawaban yang diberikan si anak
  • Memberikan kata-kata pujian atau yang menggembirakan
  • Memberikan hadian berupa benda-benda yang berharga

Sedangkan hukuman adalah sesuatu yang diberikan kepada si anak yang melakukan pelanggaran sebagai bentuk antisipasi agar pelanggaran tersbeut tidak diulangi.

Ada dua tipe hukuman yakni hukuman yang dilakukan karena ada pelanggaran dan hukuman yang dilakukan agar mengantisipasi agar tidak terjadi pelanggaran. Ciri-ciri hukuman dalam ranah pendidikan menurut Asma Hasan Fahmi adalah :

  • Agar si anak memperoleh perbaikan dan pengarahan
  • Agar si anak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya
  • Guru juga harus tegas dalam memberikan hukuman, apabila memang sikap lunak tidak dihiraukan, maka membutuhkan sikap yang lebih keras

Demikian manfaat media dalam pendidikan Islam. Kuasai pula materi-materi tentang Cara Rasullullah Mendidik Anak Perempuan, Pendidikan Anak Dalam Islam, Hukum Mendidik Anak Dengan Kekerasan Dalam Islam, Mendidik Anak Dalam Islam, Cara Mendidik Anak Dalam Islam agar pendidikan yang kita berikan dapat tersampaikan secara baik kepada para murid kita. Semoga bermanfaat.

14 Adab Hubungan Suami Istri Dalam Islam

Hubungan suami istri atau dikenal dengan istilah Jima’ adalah salah satu bentuk ibadah dalam islam. Ibadah menjadi wujud ketaatan, cinta serta kasih sayang yang mendalam, dan sebagai bentuk pemberian kewajiban dan hak untuk satu sama lain dimana antara suami istri memiliki hak untuk mendapatkan nafkah lahir dan batin. Nafkah batin yaitu berupa kasih sayang dan pemenuhan syahwat.

Hubungan suami istri dalam islam boleh dilakukan kapan saja demi kebahagiaan dan merekatkan hubungan antara suami istri, dalam islam terdapat syariat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan manusia termasuk tata cara atau adab dalam hubungan suami istri. Adab ini tentunya membawa kebaikan dan menjadi jalan sempurna nya bentuk ibadah diantara keduanya, berikut adab hubungan suami istri dalam islam :

1. Dalam Keadaan Bersih

Islam adalah agama yang bersih, begitu pula Allah menyukai kebersihan, kebersihan diibaratkan sebagai suatu hal yang menjadi sebagian dari iman karena keutamaannya. “Agama islam adalah agama yang bersih dan suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan”. (HR Baihaqi).

Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah dilakukan dalam keadaan bersih, baik itu bersih dalam hal tempat, baju atau pakaian yang dikenakan, juga kebersihan badan. Wajib untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan suami istri. Selain sunnah dalam islam, keadaan bersih juga akan memberikan kenyamanan pada pasangan sehingga tercapai hubungan yang lebih nyaman. Karena sudah sangat jelas bahwa keutamaan kebersihan dalam islam wajib dilakukan.

2. Menggunakan Wewangian

“Empat macam diantara sunnah para Rasul yaitu berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah”. (HR Tirmidzi). Wewangian apalagi bagi kaum wanita hanya boleh digunakan untuk menarik hati suami nya, dianjurkan untuk memakai wewangian sebelum berhubungan suami istri agar timbul keinginan yang lebih dalam. Wewangian bisa digunakan pada baju atau pada tempat tidur (ruangan). Lebih baik lagi jika wewangian tersebut yang disukai oleh suami.

3. Berdandan yang Disukai oleh Suami atau Istri

Dianjurkan baik suami maupun istri untuk berhias sesuai dengan sesuatu yang disukai oleh pasangan nya, berhias dengan tujuan untuk menarik pasangan yang sudah halal merupakan salah satu bentuk ibadah. “Sebaik baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya”. (HR Ad Dailami). Berhias dalam hal ini dapat dilakukan dengan memakai baju menarik yang disukai pasangan, merapikan rambut dan tubuh, juga dengan cara melakukan perawatan tubuh sebelum melakukan hubungan suami istri.

4. Di Tempat Tertutup

Hal ini penting. Tentu semua orang sudah memahami bahwa hubungan suami istri baik itu bermesraan ataupun hubungan dalam bentuk lain, hendaknya tidak dilakukan di tempat umum atau tempat yang ada orang lain, sebab tidak diperkenankan aurat dilihat oleh orang yang bukan mahramnya serta wujud dari rasa malu yang pasti dimiliki oleh orang yang beriman. “Malu itu kebaikan seluruhnya”. (HR Muslim).Bermesraan cukup dinikmati secara pribadi, tidak untuk dipamerkan kepada orang lain.

Orang yang memamerkan hubungan apalagi bermesraan di hadapan umum merupakan salah satu tindakan tercela sebab menjurus pada riya dan kesombongan. Selain itu hal yang demikian menjadi sesuatu yang tidak pantas dalam kehidupan bermasyarakat serta dalam hukum islam. Kecuali jika hal yang dilakukan tidak ditujukan untuk riya, misalnya menggandeng tangan istri dan mendekatkan tubuh dengan niat melindungi istri dari bahaya.

[AdSense-B]

5. Berdoa

Hal ini merupakan anjuran dari Rasulullah sebab segala urusan yang diawali dengan doa akan lebih berkah dan terlindung dari syetan. “Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan kami dari syetan dan lindungi kami dari syetan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rezekikan (anak) pada kami”. (HR Bukhari dan Muslim). Doa ini dibaca oleh kedua belah pihak (suami dan istri) sebelum melakukan hubungan suami istri.

6. Pendahuluan

Dalam berhubungan badan tidak diperkenankan untuk menyakiti pasangan, hubungan suami istri wajib diawali dengan pendahuluan atau bermesraan terlebih dulu agar keduanya merasa lebih nyaman. “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istri seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan”. (HR Tirmidzi). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedekatan dengan pasangan dan mencegah perasaan tidak nyaman.

[AdSense-A]

7. Bersuci Jika Ingin Mengulangi

Jika salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu”. (HR Muslim). Tidak ada batasan bagi suami istri dalam melakukan hubungan jima’, boleh diulang jika berkehendak dengan berwudhu terlebih dulu agar tubuh kembali bersih.

8. Mandi Besar (Janabat)

Dilakukan setelah selesai melakukan hubungan suami istri. Hal ini wajib sebab akan menghalangi sah nya shalat dan ibadah lainnya jika tidak diakhiri dengan mandi besar. “Apabila kalian junub maka bersucilah”. (QS Al Maidah : 6). cara mandi besar diawali dengan membaca niat dan wajib mengguyur seluruh badan dengan air.

9. Tidak Diperkenankan Menolak Keinginan Suami

Hubungan suami istri adalah bentuk nafkah batin yang suami memiliki hak sepenuhnya atas istri nya. Seorang istri tidak diperkenankan menolak jika suami menginginkannya. hukum istri menolak ajakan suami bersetubuh dalam islam termasuk perbuatan dosa sebab ridho Allah ada pada ridho suami.

Istri mu adalah laksana tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah sebagaimana saja yang engkau kehendaki”. (QS Al Baqarah : 223). Jelas dari firman Allah tersebut bahwa seorang suami berhak mendatangi istrinya kapan saja sesuai kehendaknya.

Dalam hal ini dapat dibicarakan oleh kedua pasangan kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri, tentu sebagai manusia terkadang memiliki rasa lelah, tetapi jika kedua belah pihak memiliki hubungan komunikasi yang baik tentunya satu sama lain akan mengerti kondisi pasangan nya sehingga hubungan suami istri dilakukan dengan bahagia dan rasa nyaman. Semuanya tetap kembali kepada syariat islam bahwa seorang istri memang wajib melayani suaminya.

10. Tidak Boleh Dilakukan Ketika Istri Sedang Haid

Salah satu adab hubungan suami istri islah tidak boleh dilakukan ketika sedang haid atau masa nifas, hal ini disebut Allah dalam firman Nya, “Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah dekati mereka sebelum mereka suci” (QS Al Baqarah : 222). Darah haid dan nifas adalah darah kotor dan masih terdapat luka di dalam rahim wanita, beresiko menimbulkan infeksi atau penyakit baik pada sang suami maupun istri.

11. Tidak Melalui Dubur

Hubungan suami istri juga tidak boleh dilakukan lewat dubur,dubur adalah area kotor yakni tempat untuk membuang kotoran, sangat beresiko menyakiti dan menimbulkan penyakit baik bagi suami ataupun istri,“Barangsiapa menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Tirmidzi).

12. Tidak Ada Batasan

Hubungan badan wajib dilakukan oleh suami yaitu ia punya kewajiban menyetubuhi istrinya selama tidak ada udzur”. (Ibnu Qudamah dalam Al Mughni hal 30). Diperbolehkan melakukan hubungan suami istri sesuai kehendak keduanya, tidak ada batasan sebab syahwat sudah menjadi sesuatu yang halal.

13. Mendapat Pahala

Beruntung bagi anda yang telah menikah, selain mendapatkan kebahagiaan, sebagai jalan meneruskan keturunan, juga anda mendapat nilai ibadah yang amat luas. Apapun yang dilakukan oleh suami istri dengan niat ibadah karena Allah dan wujud ketaatan pada pasangan maka disitulah anda mendapat pahala. Simak hadist berikut, “Barang siapa memegang tangan istri sambil merayunya, maka Allah SWT akan menulis baginya 1 kebaikan dan melebur 1 kejelekan serta mengangkat 1 derajat. Apabila merangkul, akan ditulis baginya 10 kebaikan dan melebur 10 kejelekan serta mengangkat 1 derajat,. Apabila menciumnya, akan ditulis baginya 20 kebaikan dan melebur 20 kejelekan serta mengangkat 20 derajat. Dan apabila senggama dengan nya, maka lebih baik daripada dunia dan isi isinya”. (HR Muslim).

Dari hadis tersebut jelas bahwa se sepele apapun wujud kasih sayang antara suami istri akan mendapatkan pahala dari Allah. Hubungan suami istri juga termasuk amal ibadah yang bernilai tinggi di mata Allah. Sungguh suatu nikmat dari Allah sebagai wujud kasih sayang Allah pada hamba Nya yang wajib disyukuri. Semoga bisa menjadi motivasi bagi yang belum menikah untuk segera menjalin hubungan yang halal agar dapat mencegah dari perbuatan maksiat dan menjadikan ladang pahala.

14. Menjaga Kerahasiaan

Tidak ada yang sempurna termasuk pasangan, suami atau istri adalah manusia biasa yang tentu memiliki kekurangan dalam dirinya. sebagai pasangan suami istri wajib menjaga aib atau menjaga kerahasiaan satu sama lain. Adab hubungan suami istri dalam islam salah satunya ialah menjaga kerahasiaan, tidak diperbolehkan menjelek jelekkan atau menyebarkan kelemahan pasangan kepada orang lain.

[AdSense-C]

Hal yang demikian dilarang oleh Rasulullah dalam sabda nya “Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya”. (HR Muslim no. 1437).

Hubungan suami istri yang dilakukan dengan niat ibadah dan wujud taat kepada pasangan kelak keduanya akansama sama mendapat kebahagiaan. Sudah selayaknya menjalankan amal ibadah sesuai syariat atau adab yang telah diatur dalam syariat islam. Semoga bermanfaat terima kasih.

17 Keutamaan Iman Dalam Islam

Iman menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah percaya. Sedangkan menurut istilahiman dalam islam berarti percaya dalam hati, dinyatakan dengan ucapan, serta diamalkan dengan perbuatan sehari hari. Dalam kehidupan dunia ini kita menyadari ada begitu banyak benda di sekitar yang dapat dilihat dan dipegang, ada pula berbagai keajaiban yang tidak memungkinkan jika diciptakan oleh manusia. Di bumi tempat tinggal kita ada berbagai ciptaan yang luar biasa mulai dari gunung, lautan, hujan, dan berbagai ciptaan alami lainnya.

Di angkasa juga kita melihat berbagai benda yang indah seperti bulan dan matahari, langit yang amat luas, dan bintang bintang yang tak terhitung jumlahnya. Semua itu tentu tidak mungkin ada sendirinya, Rabb kita Yang Maha Kuasa lah yang menciptakan itu semua. Hal ini tercantum jelas dalam firman Allah berikut :“Dan Dialah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya”. (QS Al Furqan : 59)

Sebagai umat muslim, kita harus beriman dengan percaya kepada Allah, percaya pada kekuasaannya, mengikuti segala perintah dan larangan Nya, serta membuktikan kepercayaan tersebut dengan melakukan amalan kebaikan,sebab iman menjadi dasar atau awal dari dijalankannya amal amal kebaikan yang lainnya, berikut 17 keutamaan iman dalam islam :

1. Nikmat yang Paling Utama dan Istimewa

Merupakan nikmat yang paling istimewa jika seseorang diberikan rasa iman dalam hatinya, dengan keimanan, seseorang seorang hamba tidak akan ragu dalam menjalankan perintah dan menjauh larangan Nya,iman ada karena hidayah dari Allah dan ketekunan seorang hamba dalam beribadah, jika seorang hamba percaya seutuhnya pada takdir Allah, secara langsung ia akan menjadi orang yang sungguh sungguh dalam menjalankan setiap amal kebaikan.

Dan Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana”. (QS Al Hujurat : 7-8)

2. Mendapat Kebahagiaan Dunia Akherat

Orang yang beriman akan bersungguh sungguh dalam menjalankan amal kebaikan sebab ia percaya Allah selalu ada dan dia mendapat kebahagiaan dunia berupa ketenangan hidup sebagai buah dari keimanannya dan kebahagiaan akherat menjadi tujuan utamanya. “Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. (QS An Nahl : 97)

3. Selamat dari Azab Neraka

“Wajah wajah orang beriman pada hari itu berseri seri. Kepada Tuhannya lah mereka melihat”. (QS Al Qiyamah : 22-23). Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah janji Allah untuk hamba Nya bahwa orang orang yang beriman akan mendapat kenikmatan berupa kebahagiaan di akherat nanti sebab Allah menjauhkannya dari azab neraka.

4. Mendapat Kenikmatan Memandang Wajah Allah

Kenikmatan yang paling tinggi di akherat ialah memandang wajah Allah yang hanya akan dialami oleh para penghuni surga, hanya orang orang beriman yang di akherat nanti akan mendapat kenikmatan tersebut,“Sesungguhnya kalian (orang orang yang memiliki iman) akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, kalian tidak berdesak desakan dalam melihatnya”. (HR Muslim)

[AdSense-B]

5. Menjadi Orang yang Teguh

Orang yang mendapat anugrah keimanan dari Allah akan menjadi orang yang paling kuat dan berpegang teguh dalam menjaga dan mengamalkan amal perbuatannya, Allah akan memberinya kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi tiap musibah dan terhindar dari jalan yang sesat.

“Allah meneguhkan orang orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akherat”. (QS Ibrahim : 27)

[AdSense-A]

6. Mendapat Petunjuk dari Allah

Petunjuk dalam hal ini ialah petunjuk dalam kehidupan sehari hari, yakni petunjuk tentang syariat islam, petunjuk ketika menghadapi berbagai ujian, dan petunjuk ketika seseorang membutuhkan sebuah keputusan penting. Allah akan memberinya petunjuk sehingga orang tersebut terhindar dari keburukan duniawi dan jalan yang sesat. “Kami tunjuki dengan dia siapa yang beriman dan yang Kami kehendaki diantara hamba hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS As Syura : 52)

7. Merupakan Ajaran Inti yang Agung dan Pondasi yang Kuat

Terdapat sebuah hadist yang diriwayatkan Umar bin Al Khattab tentang kisah datangnya Malaikat Jibril dan bertanya kepada Rasulullah, “Kabarkanlah kepadaku tentang iman! Rasulullah menjawab : engkau beriman kepada Allah, malaikat malaikat Nya, kitab kitab Nya, rasul rasul Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk”. (HR Muslim). Hadist tersebut mengungkapkan bahwa iman adalah sebuah pondasi dasar untuk menjalankan berbagai amalan lainnya, dimulai dari iman kepada Allah hingga iman kepada takdir Nya.

8. Bukti atau Wujud Nyata Menyembah kepada Allah

Rasulullah menafsirkan keimanan dengan amalan yang nyata (perbuatan dan lisan), bukan dengan amalan hati saja. Sebab iman dibangun dengan keyakinan dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. “Tahukah kalian apa itu beriman kepada Allah? Yaitu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan menegakkan shalat, membayar zakat, serta berpuasa di bulan Ramadhan”. (HR Muslim). Hadist tersebut menjelaskan bahwa iman disempurnakan dengan amalan nyata secara lisan dengan bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan amalan nyata dengan tindakan berupa shalat dll.

9. Wujud Cinta kepada Rasul Nya

“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai aku (Rasulullah) lebih dia cintai dari orang tuanya, anak anaknya, dan seluruh manusia”. (HR Bukhari). Penjelasan dari hadist tersebut ialah iman bukan hanya kepada Allah saja tetapi juga kepada Rasul Nya dan dibuktikan mengikuti perintah atau sunnah sunnah beliau, membenarkan apa yang beliau kabarkan, dan menjauhi yang beliau larang, walaupun hal itu bertentangan dengan urusan atau kebiasaan dalam keluarga nya, sebab syariat agama memiliki tempat yang tertinggi dan tidak dibenarkan mengikuti hal yang maksiat walaupun hal itu dilakukan oleh orang terdekat.

10. Mendapat Ampunan atas Dosa Dosa

Setiap manusia tentu pernah berbuat dosa atau khilaf, baik karena lalai atau berada pada kondisi yang dia belum mendapat petunjuk tentang nya. Allah senantiasa menerima taubat hamba Nya apalagi jika hamba Nya tersebut memiliki kepercayaan sepenuhya pada Allah, yakni percaya bahwa Allah maha Esa dan senantiasa memberikan pintu ampunan untuk hamba Nya, “Jika kamu benar benar mencintai Allah ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi  dan mengampuni dosa dosa mu”. (QS Ali Imran : 31)

11. Terhindar dari Sifat Dengki

iri dengki dalam islam berarti tidak suka terhadap kebahagiaan atau kebaikan yang didapat orang lain, orang yang beriman akan terhindar dari sifat tersebut sebab ia merasa cukup dengan adanya Allah dalam hatinya dan merasa bahagia pula dengan kebahagian yang didapat saudaranya. Rasulullah pernah bersabda mengenai kesempurnaan hati orang yang beriman, “Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti sesuatu yang dia cintai untuk dirinya”. (HR Bukhari)

12. Menjadi Orang yang Amanah

“Bukanlah keimanan bagi mereka yang tidak memiliki amanah”. (HR Muslim). Orang yang beriman akan menjalankan kewajibannya dengan sungguh sungguh yaitu dengan menjaga hak hak dalam menunaikan tugas, misalnya dalam salah satu perintah Allah ialah berzakat, ia akan memberikan sebagian harta nya kepada yang berhak dengan niat karena Allah. amanah dalam islam sudah sangat jelas wajib diutamakan dan dijunjung tinggi ya sobat. Tidak boleh kita acuh tak acuh dengan amanah yang sudah diberikan kepada orang lain kepada kita.

13. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Tidaklah seseorang berzina, minum minuman keras, atau melakukan pencurian dalam keadaan beriman”. (HR Bukhari). Jelas dari hadist tersebut bahwa orang yang beriman senantiasa mewujudkan keimanannya dengan tindakan nyata berupa amal kebaikan sehingga dia tidak mungkin menjalankan perbuatan maksiat.

14. Mendapat Ketentraman Hati

Orang yang beriman hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah”. (QS Ar Rad : 13).

15. Mendapat Naungan Allah di Hari Kiamat

Di hari kiamat akan terjadi peristiwa yang tidak bisa dibayangkan dengan akal sehat, salah satu nya adalah matahari yang didekatnya jaraknya hingga hanya 1 mil dengan manusia, dll. Hal itu tentu menjadi sesuatu yang sangat berat bagi orang orang kafir, tapi tidak halnya dengan orang yang beriman, Allah akan melindungi  nya dari berbagi kesulitan dan siksaan di hari kiamat. “Kami menolong para Rasul Kami dan orang orang yang beriman pada hari berdirinya saksi saksi (hari kiamat)”. (QS Al Mu’min : 51)

16. Tidak Bergantung pada Makhluk Lain

Artinya ialah orang yang beriman senantiasa yakin dan percaya kepada Allah, hanya berusaha dan berdoa kepada Nya sehingga tidak memiliki sikap menggantungkan diri pada makhluk lain.

[AdSense-C]

17. Perintah Wajib dari Rasulullah

Rasulullah memerintahkan agar umat Nya memiliki rasa iman (percaya) kepada Allah, beliau juga senantiasa berdoa agar mendapat hidayah dari rasa keimanan tersebut, “Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan keimanan. Dan jadikanlah kami sebagai orang yang mendapat petunjuk serta memberi petunjuk (kepada orang lain)” (HR Muslim)

Demikian artikel tentang keutamaan iman kepada Allah, semoga membuat kita menajdi semakin percaya pada Allah yang maha Esa dan lebih bersemangat dalam mewujudkannya dengan berbuat amal kebaikan dari lisan dan tindakan kita.

Hukum Menolak Poligami Dalam Islam

Poligami hingga sekarang menjadi sesuatu yang diperdebatkan. Poligami dalam islam yaitu seorang lelaki muslim yang diizinkan menikahi lebih dari satu wanita. Pada dasarnya hukum poligami dalam islam ialah halal atau dibenarkan dengan syarat lelaki tersebut mampu dan sanggup berlaku adil, hal ini tertera dalam QS An Nisa : 3, “Maka nikahilah wanita wanita lain yang kau senangi, dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil  maka nikahilah seorang saja”.

Hingga saat ini sebagian besar negara negara islam di dunia tetap membolehkan poligami, termasuk di Indonesia. Nabi Muhammad SAW melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya, sebelum itu beliau hanya beristri satu wanita yaitu Khadijah selama 28 tahun. setelah Khadijah meninggal dunia, barulah beliau menikah dengan beberapa wanita. Tetapi Nabi Muhammad menegaskan keharusan berlaku adil dalam poligami.

Tidak sedikit wanita yang menerima diberlakukannya syariat poligami, yang menurut pandangan mereka merupakan jalan untuk menggapai surga Allah dikarenakan ketaatan pada suami nya dan hukum Allah. Tentunya disertai dengan jaminan keadilan bahwa suami tetap akan menjalankan berbagai kewajiban kepada nya walaupun memilki istri lebih dari satu wanita. Sebagian lagi yang menolak adanya poligami juga disebabkan karena alasan keadilan, wanita tersebut takut jika suaminya tidak mampu bersikap adil dalam membagi nafkah lahir dan batin.

Terlepas dari pendapat pribadi tentang poligami, setiap pandangan pada akhirnya tetap dikembalikan kepada sumber syariat islam, poligami hukum nya halal, diterima atau tidak, tetap menjadi urusan yang diperbolehkan Allah, wanita atau siapa saja yang tidak menerima nya berarti tidak mengkuti syariat islam, berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan firman Allah dan sabda Rasulullah tentang Hukum Wanita yang Menolak Poligami Dalam Islam :

1. Menolak Poligami Mendapat Dosa

Wanita wajib menerima syariat poligami dalam islam, wanita yang menolak poligami dalam islam termasuk melakukan perbuatan dosa bahkan jika wanita tersebut meminta cerai kepada suaminya padahal suaminya mampu untuk berlaku adil dan melaksanakan segala kewajibannya, wanita tersebut tetap mendapat dosa, hukum istri melawan suami menurut islam karena adanya poligami juga bisa berujung dosa, dengan catatan suami memang mampu “Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tnpa alasan yang dibenarkan syariat maka haram baginya wangi surga”. (HR Tirmidzi).

Maka tidak diperkenankan meminta cerai begitu saja hanya karena suaminya ingin menjalankan syariat agama. Menolak poligami menyebabkan terhapusnya pahala pahala kebaikan seorang wanita, “Yang demikian itu dikarenakan mereka membenci syariat yang Allah turunkan, maka Allah hapuskan pahala amal amal ibadah mereka”. (QS Muhammad : 9).

2. Menolak Poligami Tergolong Perbuatan yang Sesat

Menerapkan poligami dalam kehidupan sehari hari tidaklah mudah, poligami berhubungan dengan perasaan manusia, Allah berfirman dalam QS Al Ahdzab : 36 “Dan tidaklah pantas bagi laki laki dan perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada pilihan yang lain bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul Nya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata”.

Terkadang ada wanita yang bersedia di poligami tetapi dalam hatinya senantiasa terdapat rasa tidak rela dan rasa diperlakukan tidak adil, hal ini tidak dibenarkan apalagi jika sang istri tersebut karena rasa tidak rela nya perasaannya berubah hingga membenci atau mendoakan keburukan untuk suami nya, tentu hal tersebut tetap tidak mendapat ridho dari Allah, sebab keikhlasan bukan untuk diucapkan dalam lisan, tetapi untuk dilakukan sungguh sungguh dengan hati dan diwujudkan dengan tindakan nya sehari hari. perceraian menurut islam disini tidak dianjurkan karena sang suami mampu menafkahi istrinya.

[AdSense-B]

3. Menolak Poligami Sebuah Wujud Lemahnya Iman

Poligami merupakan salah satu ujian bagi ketaatan wanita terhadap suaminya, seperti firman Allah berikut, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?”. (QS Al Ankabuut : 2).

Poligami tentu jauh lebih baik dari zina atau maksiat, terkadang wanita berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melayani suaminya, misalnya dalam masa haid, nifas, atau ketika sedang sakit. Sedangkan suaminya senantiasa membutuhkan nafkah batin, sebab itulah islam menganjurkan poligami demi kemaslahatan umat Nya.

[AdSense-A]

Seperti yang kita ketahui pula bahwa jumlah wanita jauh lebih banyak dari jumlah lelaki, jika poligami tidak di halalkan dalam islam, tentu akan banyak wanita yang tidak memiliki suami, sehingga poligami jauh lebih baik untuk menjaga kehormatan dan melindungi wanita. Wanita yang beriman tentu akan senantiasa percaya bahwa Allah senantiasa memberikan kebaikan untuk orang orang yang bertaqwa, “Barang siapa bertaqwa pada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. (QS Ath Thalaaq : 2).

4. Menolak Poligami Adalah Salah Satu Ciri Suudzon

Seorang waniita yang memiliki suami sholehah dan mampu berbuat adil kemudian suami nya ngin berpoligami maka dia wajib mengikhlaskan disertai dengan banyak banyak mengingat pahala yang diberikan Allah untuk seorang isri yang taat dan menjauhkan diri dari suudzon. Hendaknya setiap mukmin berprasangka baik kepada Allah, setiap hukum yang diturunkan Allah melalui Al Qur’an dan Hadist wajib hukumnya untuk ditaati.

Poligami adalah syariat islam yang jelas hukum halal nya, seseorang yang menentang syariat Allah berarti sama saja menentang Allah, seperti firman Allah berikut : “Barang siapa yang menentang Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya”. (QS Al Hasyr : 4). Sama halnya dengan poligami, seorang wanita wajib menerima dan taat terhadap syariat Allah tentang poligami, baik wanita itu mengerti atau tidak mengerti tentang hikmah di dalamnya, sebab setiap syariat yang diciptakan Allah tentu ada begitu banyak hikmah kebaikan di dalamnya.

5. Menolak Poligami Menghalangi Karunia Allah

Seorang wanita merasa lebih sempurna ketika dia telah menikah, menjadi seorang istri, memiliki seorang iman, kemudian memiliki anak anak sebagai generasi penerus dan hidupnya terasa amat lengkap. Setiap wanita islam yang menikah tentu sebelumnya telah membekali diri dengan ilmu, termasuk dalam hubungannya dengan poligami.

Wanita juga mengakui bahwa poligami ialah salah satu syariat islam yang diperbolehkan, tetapi tidak jarang ada rasa takut sebab pada dasarnya wanita merasa sulit berbagi tentang cinta, wanita tentu merasa lebih istimewa ketika menjadi seorang istri yang menjadi satu satu nya di hati suami nya. Wanita harus sadar bahwa seorang suami juga merupakan titipan Allah, bukan miliknya seutuhnya, poligami akan menciptakan karunia Allah yang banyak dengan bertambahnya anak anak yang soleh dan sholehah serta memperluas persaudaraan.

Poligami akan menghasilkan kebaikan menjaga kemaluan wanita yang dinikahinya, memperluas hubungan persaudaraan diantara manusia dengan sebagian lainnya, dalam rangka memperbanyak anak sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah”. (Fatawa Ibnu Utsaimin).

6. Menolak Poligami yang Diperbolehkan Dalam Islam

Diriwayatkan dalam Shahihain oleh Miswar bin Makhramah, Nabi Muhammad SAW pernah berkhutbah di atas mimbar ketika menolak (melarang) Ali bin Abi Thalib untuk menikah lagi, yaitu tidak mengijinkan dilakukannya poligami terhadap anak beliau (Fatimah Az Zahra).

Bani Hasyim bin Mughirah meminta zinku untuk menikahkan anak perempuan mereka dengan Ali. Aku tidak mengizinkan. Aku tidak mengizinkan. Aku tidak mengizinkan. Kecuali jika Ali menceraikan putriku terlebih dahulu, lalu silahkan menikah dengan putri mereka. Dia (Fatimah) adalah bagian dariku, sesuatu yang membuat hatinya gundah maka membuatku gundah pula, dan sesuatu yang menyakitinya akan membuat ku sakit juga”. (HR Bukhari).

Keputusan Nabi muhammad tersebut adalah karena beliau sebagai wali dari Ali, dan seorang wanita yang berniat untuk dinikahi Ali adalah putri dari Abu Jahal, tokoh Quraisy yang sangat keras dan keji perlawanannya terhadap islam, sehingga dikhawatirkan akan timbul fitnah dan permusuhan. Rasulullah melarang poligami bukan karena melanggar ketentuan Allah, tetapi mencegah terjadinya fitnah dan pengaruh buruk.

Rasulullah melanjutkan khutbahnya di atas sebagai berikut, “sungguh aku tidak mengharamkan yang halal, tapi demi Allah, tidak akan bersatu putri Rasulullah dengan putri dari musuh Allah dalam satu tempat selama lamanya”.

Dari kisah tersebut dapat dimbil kesimpulan bahwa seorang wanita boleh menolak poligami jika suami nya melakukan poligami tidak sesuai dengan syariat yang dibenarkan oleh islam, misalnya menikahi wanita yang kafir atau wanita yang sudah memiliki suami, tentu hal tersebut termasuk perbuatan maksiat, seperti firman Allah berikut “Dan janganlah kamu nikahi wanita wanita kafir sebelum mereka beriman”. (QS Al Baqarah : 221).

[AdSense-C]

Maka poligami tetap diperbolehkan dalam islam, sedang wanita yang menolak poligami hukumnya ialah haram atau tidak diperbolehkan (kecuali jika tidak sesuai syariat islam) sebab termasuk melanggar hukum Allah.

Demikian artikel mengenai hukum menolak poligami dalam islam. Intinya apapun yang Allah tentukan untuk hamba Nya tentu memiliki hikmah kebaikan yang besar, seorang hamba wajib pasrah kepada ketentuan itu baik memahami ataupun belum memahami hikmahnya, termasuk dalam hubungannya dengan hukum poligami. Semoga bermanfaat terima kasih.

13 Tips Menghadapi Pernikahan Dalam Islam

Menikah merupakan salah satu perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Islam memerintahkan untuk segera menikah bagi mereka yang telah mampu. Sebagaimana ayat pernikahan dalam Islam berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (Q.S. An Nisa:1)

Bagi pasangan yang akan menikah ataupun baru menikah, hendaknya mengerti betul tentang seluk beluk pernikahan dalam Islam. Sejatinya pernikahan bukan hanya tentang dua anak manusia yang menyatu, tapi juga tentang dua keluarga dan anak-anak yang nantinya akan dibesarkan. Untuk lebih memudahkan Anda yang baru atau akan menikah, berikut adalah beberapa cara menghadapi pernikahan dalam Islam:

  1. Niat

Segala sesuatu yang baik akan dimuali dengan niat yang baik,maka niatkan sejak awal bahwa Anda akan menikah dan membangun rumah tangga dalam Islam dengan baik. Ibnul Mubarak rahimahullah pernah berkata: “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat.” (Al Ikhlas wan Niyyah)

  1. Mengerti kewajiban masing-masing

Kedua pasangan diharapkan mengerti betul tentang kewajiban masing-masing dalam pernikahan. Istri diharapkan mengerti kewajiban istri terhadap suami dan suami diharapkan mengerti kewajiban suami terhadap istri. Sebagaimana dalam sebuah riwayat seorang perempuan datang ke hadapan Nabi SAW lalu berkata,

Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?

Maka Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya.”

Dari riwayat di atas, dapat disimpulkan bahwa Rasul memerintahkan kita untuk mengerti kewajiban masing-masing dalam pernikahan.

[AdSense-B]

  1. Sholat istikharah

Jika masih terdapat ketakutan dalam diri Anda, maka sholatlah. Lakukan sholat istikharah dan mintalah petunjuk pada Allah SWT agar diberi keyakinan dan kekuatan untuk menjalani pernikahan bersama pasangan yang Anda pilih.

  1. Berkumpul dengan keluarga dan teman

Sebelum Anda memasuki dunia pernikahan, ada baiknya jika Anda menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga dan teman Anda karena setelah menikah, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri Anda. Kegiatan ini juga akan mengurangi rasa deg-degan saat akan menikah.

  1. Menyiapkan mahar

[AdSense-A] Salah satu hal yang dibutuhkan saat akan menikah adalah mahar. Mahar seharusnya menjadi sesuatu yang memang diinginkan oleh calon istri, jadi sebaiknya bicarakan dan diskusikan terlebih dahulu tentang mahar apa yang diinginkan istri. Jangan pernah memutuskan sendiri karena justru akan terkesan tidak menghargai calon istri Anda. Mahar biasanya dibicarakan saat lamaran atau khitbah dalam Islam.

  1. Walimah sesuai syariat Islam

Siapkanlah resepsi yang sederhana dan sesuai dengan syariat Islam. Jangan berlebih-lebihan dalam menggelar walimah. Selain kurang disukai Rasul, Anda yang baru saja memasuki jenjang pernikahan akan membutuhkan biaya yang lebih besar. Apalagi jika Anda ingin segera mempunyai anak, maka gunakanlah uang yang Anda punya dengan baik.

  1. Terus meningkatkan iman

Berusahalah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar selalu diberi kesabaran dan jalan dalam menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan. Tidak ada pernikahan yang mulus-mulus saja, semua pernikahan akan memiliki ujiannya masing-masing. Untuk itulah selalu ditekankan agar kedua pasangan selalu meningkatkan keimanannya masing-masing.

Baca juga: manfaat berkurban dalam Islam, hukum pria memakai sutra dalam Islam, waktu terkabulnya doa, tips menghilangkan galau dalam Islam, keutamaan sabar dalam Islam, ciri-ciri wanita penghuni neraka, wanita yang dirindukan surga.

  1. Saling mengerti

Jadilah pasangan yang mengerti tentang pasangan Anda sendiri. Jangan melakukan hal yang tidak ia sukai. Misalnya tentang baju yang dipakai, ikutilah kemauan pasangan Anda selama itu tidak melanggar perintah Allah SWT.

  1. Menjadi pasangan yang setia

Terikat dalam suatu hubungan memang membatasi langkah Anda, namun jika Anda menginginkan kesetiaan dari pasangan, maka jadilah pasangan yang setia. Bukan sedikit perceraian yang terjadi setelah menjalani kehidupan setelah menikah. Salah satu penyebabnya adalah perselingkuhan dalam rumah tangga. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia, jadi berhentilah mencari ketika Anda telah mendapatkan apa yang terbaik diberikan Allah SWT.

  1. Menerima kekurangan pasangan

Setiap orang mempunyai kekurangan, entah itu sifat maupun fisiknya. Namun ketika telah menikah dengan seseorang, maka Anda juga menikahi segala kekurangan yang ada dalam dirinya. Istri adalah pakaian bagi suami dan begitu pula sebaliknya. Kita dianjurkan untuk selalu menutupi kekurangan atau aib pasangan masing-masing.

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: ” Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Al BAqarah:187)

  1. Saling terbuka

Sebenarnya tidak ada ruang privasi dalam hubungan suami istri, karena justru akan menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak nyaman pada pasangan. Biasakanlah diri untuk selalu terbuka dan jujur pada pasangan, terutama mengenai masalah keuangan. Salah satu penyebab retaknya rumah tangga adalah masalah keuangan, maka dari itu hendaklah selalu terbuka mengenai masalah ini.

Bca juga: cara melamar wanita menurut Islam, hukum nikah gantung dalam Islam, ciri-ciri suami durhaka terhadap istri, mencari jodoh dalam Islam, tips taaruf dalam Islam, tips move on dalam islam.

  1. Merencanakan kehamilan

Tidak ada pernikahan yang tidak menginginkan keturunan. Rencanakanlah kehamilan dengan baik agar semua yang diperlukan selama kehamilan hingga melahirkan dapat terpenuhi. Bicarakan juga dengan pasangan mengenai anggaran biaya rumah tangga yang akan berubah setelah kelahiran anak.

  1. Bersyukur

Satu-satunya hal yang sangat ampuh dalam menghadapi berbagai masalah adalah selalu bersyukur pada Allah SWT. Apapun yang Anda hadapi mungkin tidak seberat yang dihadapi oleh orang lain. Bersyukur atas segala yang Anda dapatkan akan memudahkan Anda dalam menjalani pernikahan.

Itulah beberapa tips untuk menghadapi pernikahan dalam Islam. Selalu tingkatkan takwa dan bersyukur adalah kunci dari keberhasilan sebuah keluarga sakinah mawadah warahmah.