Hukum Membeli Anjing dalam Islam

Anjing adalah hewan yang dikenal oleh hampir semua orang. Anjing terkenal dengan kesetiaan kepada pemilik dan kesungguhannya dalam menjalankan tugas, seperti ketika menjaga rumah, siang dan malam seekor anjing akan senantiasa siap dan waspada jika ada sesuatu yang mencurigakan di dalam rumah majkannya, anjing akan dengan tanggap berteriak atau melawan sekuat tenaga demi melindungi majikannya.

Sebab itulah anjing banyak dijadikan sebagai hewan favorit, sebagai hewan untuk penjaga ternak atau rumah, juga sering dilibatkan dalam aparat resmi negara untuk mengungkapkan berbagai kejahatan. Dalam islam, anjing dikenal sebagai hewan tidak boleh dipelihara di rumah dan termasuk hewan yang masuk dalam jenis jenis najis dalam islam.

Lalu bagaimanakah hukumnya jika ada seorang muslim yang dengan sengaja membeli anjing? Entah itu untuk dipelihara atau keperluan lain, apakah diperbolehkan dalam islam? Untuk lebih mendalami hal ini, mari kita simak hukum membeli anjing berdasarkan berbagai hadist Rasulullah dan firman Allah dalam uraian berikut.

Hukum Membeli Anjing dalam Islam Menurut Hadist Rasulullah

1. HR Muslim No. 1575

Barang siapa yang membeli atau memelihara anjing kecuali untuk menjaga hewan ternah, berburu, dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya setiap hari sebanyak satu qitrah”. Jelas dari hadist tersebut ya sobat, akan dikurangi pahala seseorang yang membeli atau memelihara anjing tanpa kepentingan yang jelas. Walaupun bagi sebagian orang anjing adalah hewan yang lucu dan setia, tetapi setiap muslim wajib melakukan segala urusan dengan mendahulukan syariat islam terlebih dahulu sumber syariat islam berasal dari Al Qur’an dan hadist yang sudah pasti kebenarannya.

2. HR Muslim No. 279

Sucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali, basuhan pertama dengan debu”. Penjelasan dari hadist tersebut ialah hukum membeli anjing dalam islam tidak diperbolehkan jika digunakan untuk urusan hewan peliharaan, jika ditempatkan di dalam rumah, hingga air liurnya mengenai suatu benda dalam rumah tersebut maka barang tersebut menjadi najis.

Sebagai seorang muslim yang wajib shalat lima waktu dalam keadaan suci, tentu tidak wajar bukan jika dengan sengaja membeli anjing untuk dipelihara? Selain mendapat pengurangan pahala, hal tersebut juga menjadi penyebab amal ibadah ditolak dalam islam dimana ibadah wajib dilakukan dalam keadaan suci.

3. HR Muslim No. 280

Rasulullah menyebutkan dalam sabdanya bahwa jilatan anjing adalah najis, “Jika anjing menjilati wadah”. Dalam hadist tersebut tidak dijelaskan bagian tubuh yang lain seperti misalnya bulu atau bagian lainnya. Tetapi yang wajib dipahami dalam hal ini ialah kebiasaan anjing menjilati tubuh dan bulunya, jika bulu yang terkena jilatan tersebut mengenai manusia, tentu hukumya tetap najis.

Seseorang yang membeli anjing sebab suatu urusan yang lebih banyak manfaatnya seperti contohnya aparat negara yang membeli anjing dan dimanfaatkan untuk mengungkap berbagai tindak kejahatan karena penciumannya yang tajam, hal tersebut diperbolehkan dalam islam.

Sebab tindakan menyelesaikan tindak kejahatan yang akan berdampak pada keamanan serta ketenangan banyak pihak jauh lebih bermanfaat daripada membiarkan tindak kejahatan tersebut. Tentunya seseorang yang berperan dalam urusan tersebut wajib sering membersihkan diri dan mencegah terkena najis, sebab salah satu syarat diterimanya amal ibadah ialah amalan yang dilakukan dalam keadaan suci dari najis.

[AdSense-B]

4. HR Muslim

Rasulullah pernah menunggu Jibril ketika malaikat mulia tersebut berjanji akan datang hingga waktu yang ditentukan tetapi Jibril tidak kunjung datang. Beliau kemudian menoleh dan mendapati anjing terdapat dalam rumah beliau. Segera beliau mengeluarkan anjing tersebut dan datanglah Jibril.

Jibril pun berkata pada Rasulullah “Aku tidak dapat masuk ke dalam rumah yang ada anjing dan gambar”. Dari hadist tersebut disimpulkan bahwa membeli anjing untuk dipelihara hukumnya adalah haram. Sebab menyebabkan malaikat penyebar rahmat tidak dapat masuk ke dalam rumah tersebut.

5. HR Muslim No. 1933

Hukum membeli anjing dalam islam yang tujuannya dilakukan untuk konsumsi atau makanan jelas tidak diperbolehkan sebab dagng anjing termasuk dalam jenis makanan haram menurut islam “Setiap hewan yang bertaring maka memakannya adalah haram”. Maka setiap muslim tidak diperbolehkan membeli anjing untuk dijadikan makanan.

6. HR Bukhari No. 2237

Rasulullah melarang upah dari jual beli anjing, upah pelacur, dan upah tukang ramai”. Maksud dari hadist tersebut ialah, hendaknya setiap muslim menjauhi urusan jual beli anjing. Menjual atau membeli anjing dapat menyebabkan terjadinya urusan yang tidak sesuai dengan syariat islam.

Yaitu menyebabkan orang lain melanggar perintah Allah, seperti menyebabkan seseorang menjadi pemelihara anjing, menjadi pemakan daging, dan lain lain. Sebab itu jika ada seorang muslim yang dengan sengaja membeli anjing untuk diperdagangkan dan mencari keuntungan darinya, hendaknya meninggalkan urusan tersebut dan mencari jalan rezeki lain yang dihalalkan oleh Allah.

[AdSense-A]

Hukum Membeli Anjing Menurut Firman Allah

7. QS Al Maidah Ayat 4

Dihalalkan bagimu yang baik baik dan buruan yang ditangkap oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu waktu melepaskanya”.

Penjelasan dari firman tersebut ialah diperboleh membeli binatang buas misalnya anjing yang pandai berburu untuk membantu manusia berburu mencari makanan dengan syarat tidak ada hal lain yang bisa membantunya selain hal tersebut. Misalnya adalah pada masyarakat pedalaman yang memang masih rekat dengan alam dan berburu untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Jika tidak menggunakan bantuan dari hewan buas seperti anjing justru akan membahayakan keselamatan bagi dirinya sendiri. Tentu tetap harus diingat baik air liur anjing dan bagian tubuhnya yang terkena adalah najis. Sehingga jauh lebih baik tidak berada di dekat anjing tersebut kecuali jika untuk keperluan yang diperbolehkan dalam syariat islam.

8. QS Al Kahfi Ayat 9

Dalam Al Qur’an diceritakan bahwa pada jaman terdahulu terdapat sekelompok hamba Allah (Ashabul Kahfi) yang bersembunyi di sebuah gua dan memiliki seekor anjing yang mengikuti selama pelarian dan pemsembunyian di tempat tersebut.

Atau kamu mengira bahwa orang orang yang mendiami gua dan raqim (anjing) itu, mereka termasuk tanda tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?”. Firman tersebut menjelaskan bahwa dalam masa lampau sebelum masa kenabian Rasulullah, anjing sudah dipeliharan oleh orang sebagai penjaga atau pemburu.

Jelas dari firman tersebut bahwa membeli anjing untuk keperluan penjagaan atau kemananan diperbolehkan dalam islam sebab bertujuan untuk urusan yang lebih darurat seperti melindungi diri dari musuh, mencari makanan, dan membantu menemukan bukti tindak kejahatan demi kepentingan orang banyak. Anjing yang diceritakan pada masa tersebut ialah anjing yang telah dilatih untuk berburu dan bekas gigitan pada tubuh binatang buruan tidak boleh dimakan.

9. QS Ali Imron Ayat 32

Allah tidak menyukai orang kafir”. (QS Ali Imron : 32). Contoh urusan membeli anjing yang menyerupai orang kafir seperti bermain atau berlarian dengan anjing, tidur bersama anjing peliharaan, bahkan mencium anjing yang memiliki sifat najis dalam air liurnya. Hal tersebut haram hukumnya.

10. QS Al Ahzab Ayat 36

Allah dan Rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka”. Penjelasan firman tersebut ialah misalnya seseorang berniat membeli anjing untuk kepentingan keamanan penjagaan rumahnya, sebaiknya mengupayakan atau mempertimbangkan pilihan lain terlebih dahulu.

Terlebih di jaman modern ini begitu banyak alat modern yang membantu manusia, misalnya memasang pagar canggih, memasang cctv, atau memperkerjakan seseorang untuk menjaga keamanan. Jika hal tersebut memungkinkan maka jauh lebih baik untuk memilih jalan tersebut yang sudah jelas diperbolehkan oleh Allah.

[AdSense-C]

Urusan yang Berhubungan dengan Hukum Membeli Anjing dalam Islam

  • Berdasarkan Niat

Seperti yang telah dijelaskan dalam berbagai hadist serta firman Allah, membeli anjing tidak memiliki suatu hukum yang khusus, seperti halnya urusan yang lain misalnya shalat hukumnya wajib, zina hukumnya haram, dan lain lain. Membeli anjing hukumnya disesuaikan dengan niat atau kepentingan yang berhubungan dengan urusan tersebut.

  • Tidak Boleh Dibunuh Seenaknya

Walaupun anjing adalah binatang yang najis liurnya, tidak serta merta manusia diijinkan untuk membunuh anjing dengan seenaknya. Anjing tetaplah makhluk Allah yang wajib diperlakukan dengan baik sesuai dengan aturan atau syariat islam yang berlaku. Tidak diperkenankan membunuh anjng kecuali jika hewan tersebut membahayakan atau menyerang.

  • Tidak Menyiksa

Hukum membeli anjing dalam islam yang bertujuan untuk kepentingan diri sendiri tanpa memperlakukan anjing tersebut dengan baik juga tidak diperbolehkan dalam islam, misalnya membeli anjing untuk menjaga ternak hingga tidak mencukupi kebutuhan makan dan minum anjing tersebut, maka pemilik anjing tersebut berdosa sebab termasuk perbuatan menyiksa makhluk Allah.

Dapat disimpulkan bahwa hukum membeli anjing dalam islam ialah tidak diperbolehkan kecuali untuk berburu atau menjaga hewan ternak dan tanaman dengan syarat tidak tersedia sarana lain untuk hal tersebut.  Sampai disini dulu ya sobat artikel kali ini, semoga menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel berikutnya. Salam hangat dari penulis.

Hukum Berburuk Sangka Kepada Allah dan Dalilnya

Berburuk sangka dalam bahasa arab disebut su’uzhan, yang terdiri dari dua kata, yaitu su’u dan zhan. Su’u artinya jelek. Adapun zhan disini ( dalam konteks su’uzhan kepada Allah) adalah sangkaan yang tidak ada dalilnya atau dibangun diatas kebodohan. Sehingga berburuk sangka kepada Allah adalah mempunyai sangkaan yang jelek kepada Allah.

Berburuk sangka kepada Allah sangat dilarang dalam Islam. Sebagaimana Firman Allah:

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk kepada allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahanam, dan (neraka Jahannam) itulah sejahat jahatnya tempat kembali.” (QS. Al-Fath :6).

Orang yang berburuk sangka kepada Allah adalah orang yang meragukan bahkan membantah kebesaran Allah SWT sehingga patut diragukan keimanannya.  Dalam sejarah Agama Islam,  di masa jahiliyah,  banyak yang terang-terangan meragukan kebesaran Allah.

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Artinya: ” Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”.

Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”.

Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (Q. S. Ali Imran : 154)

Baca juga:

بَلْ ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِى قُلُوبِكُمْ وَظَنَنتُمْ ظَنَّ ٱلسَّوْءِ وَكُنتُمْ قَوْمًۢا بُورًا [AdSense-B]

Artinya: ” Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.” ( Q. S. Al Fath: 12)

Terkadang,  secara tidak sadar mungkin kita pernah berprasangka buruk kepada Allah SWT,  misalnya saja jika kita mengucapkan ‘seharusnya seperti ini,  bukan seperti itu’.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

Tiada apa pun yang menimpa seorang mukmin berupa bencana dan menderita kesusahan, kecuali semua itu menjadi sebab untuk menghilangkan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari Muslim)

[AdSense-A] Sahabat Ibnu Mas’ud juga meriwayatkan dari hadis lain ia menyebut: “Bahwasanya tiada seorang muslimpun yang tertimpa kesukaran dan penyakit, atau bencana yang lebih ringan lagi, kecuali Allah SWT akan menggugurkan dosa-dosanya, bagaikan gugurnya daun dari dahan pohon.”

Baca juga:

Maka hendaknya kita harus selalu bersangka baik kepada Allah SWT karena ia akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Sebagaimana firman Allah SWT:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: ” Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( Q. S. Al Baqarah: 216)

Setiap ujian ataupun musibah sebaiknya dilalui dengan baik karena Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk kita.  Allah juga tidak akan menimpakan hamba-nya dengan ujian diluar batas kemampuan hamba-nya. Ujian yang diberikan merupakan salah satu tanda Allah sayang pada hambaNya.  

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: ” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q. S. Al Baqarah: 286)

Selalu berdoa dan tawakal kepada Allah SWT akan membuat kita tetap tegar dalam menghadapi musibah dalam Islam. Ummul Mukminin Sayidah Aisyah meriwayatkan pula sabda junjungan

Rasulullah SAW: “Barang siapa diuji dengan beberapa kesulitan, dan ia dapat mengatasi kesulitan itu dengan ketabahan dan menerimanya dengan keikhlasan, tertulis baginya disisi Allah dengan derajat yang mulia dan dihapus dosa-dosanya.”

Berburuk sangka kepada Allah SWT dapat terjadi pada 3 hal di bawah ini;

  1. Berprasangka bahwa Allah akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan al haq (kebenaran). Perbuatan seperti ini tidak pantas ditujukan pada Alloh dan hanya orang kafir dan munafik yang melakukan hal buruk seperti ini.
  2. Mengingkari Qadha’ dan Qadar yakni menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Allah dan taqdir Allah.
  3. Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam takdir Allah.

Baca juga:

Selalu bersyukur atas setiap pemberian Allah SWT akan membuat kita jauh dari sikap su’udzhon kepada Allah SWT.  Demikianlah artikel tentang berburuk sangka pada Allah yang singkat ini.  Semoga kita semua terhindar dari sifat yang tercela ini.  Aamiin.

Hukum Zakat Profesi Menurut Islam

Zakat profesi atau zakat pendapatan sebenarnya tidak banyak dibahas, karena pada zaman dahulu umat islam belum banyak yang memiliki profesi atau pendapatan layaknya masyarakat sekarang. Saat ini, banyak masyarakat yang mengantungkan hidupnya dari bekerja.

Terdapat banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakoni, mulai dari buruh, karyawan, pegawai, polisi, dokter dan banyak lagi. Rata-rata penghasilan dari pekerjaan yang tergolong mapan memiliki nilai nominal yang cukup fantastis.

Tentunya dalam hal ini, masih sering terjadi perdebatan dimana apakah setiap penghasilan yang didapatkan dari profesi yang ditekuni wajib terkena zakat. Dalam sebuah hadist Imam Al Bukhari meriwayatkan pengakuan sahabat Abu Bakar radhiallahu ‘anhu tentang hal ini:

لقد عَلِمَ قَوْمِي أَنَّ حِرْفَتِي لم تَكُنْ تَعْجِزُ عن مؤونة أَهْلِي وَشُغِلْتُ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَسَيَأْكُلُ آلُ أبي بَكْرٍ من هذا الْمَالِ وَيَحْتَرِفُ لِلْمُسْلِمِينَ فيه.

Sungguh kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku dapat mencukupi kebutuhan keluargaku, sedangkan sekarang, aku disibukkan oleh urusan umat Islam, maka sekarang keluarga Abu Bakar akan makan sebagian dari harta ini (harta baitul maal), sedangkan ia akan bertugas mengatur urusan mereka.” [Riwayat Bukhary]

Untuk memahaminya, dan mengupasnya lebih jauh, maka akan dijelaskan secara singkat dalam uraian berikut.

Hukum Zakat Profesi Dalam Menurut Islam

Zakat termasuk kedalam rukun islam yang keempat. Islam sendiri memandang zakat sebagai sesuatu yang dapat menyucikan harta benda. Dalam islam kita mengenal istilah zakat fitrah yakni zakat yang wajib di berikan pada akhir bulan ramadhan dan akan diberikan kepada penerima zakat . Sedangkan yang kedua ialah zakat maal atau zakat harta dimana harta dalam islam yang kita miliki wajib dibayarkan zakatnya apabila telah masuk nisabnya simak juga cara menghitung zakat maal .

Dalam islam sendiri tidak terdapat hadist yang menerangkan mengenai kewajIban zakat profesi sebagaimana hukum zakat pendapatan . Oleh karena itu, dalam hukum zakat profesi terdapat dua pendapat. Berikut akan diulas mengenai hukum zakat profesi dalam islam.

1. Hukum Kewajiban Mengeluarkan Zakat Profesi

  • Berdasarkan Al-Quran

Dalam surat Al baqarah ayat 267 Allah memerintahkan umat islam untuk menafkahkan sebagian hartanya untuk kebaikan atau dalam hal ini sebagai zakat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al Baqarah : 267)

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Az-Zariyat ayat 19 berikut :

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” (Az zariyat : 19) [AdSense-B]

Juga dijelaskan dalam QS At-Taubah ayat 103 berikut :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah:30)

Dalam petikan firman Allah SWT diatas, mengeluarkan zakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia.

Kewajiban ini juga termasuk terhadap kepemilikan dari harta yang dihasilkan dari profesi yang di geluti atau segala sumber pendapatan yang diperoleh melalui usaha. Maka dalam hal ini gaji yang diperoleh dari profesi yang di lakoni juga termasuk wajib dikeluarkan zakatnya.

Imam Al-Qurtubi dalam Tafsier Al-Jaami’ Li Ahkaam Al-Qur’an pernah mengutip perkataan Muhammad bin Sirin dan Qathadaah yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kata-kata “Amwaal” (harta) pada QS. Adz-Zaariyaat: 19, adalah zakat yang diwajibkan, artinya semua harta yang dimiliki dan semua penghasilan yang didapatkan, jika telah memenuhi persyaratan kewajiban zakat, maka harus dikeluarkan zakatnya. (Tafsir Al-Jaami’ Li Ahkaam Al-Qur’an, Jilid 9, hal 37).

  • Pendapat Ulama Terdahulu 

[AdSense-A] Beberapa pendapat para ulama baik terdahulu ataupun sekarang telah mewajibkan zakat profesi. Meskipun terdapat perbedaan penyebutan didalamnya, sebagian menggunakan istilah “al-Amwaal”, sebagian lagi menggunakan istilah “al-maal al-mustafaad”.

Abu Ubaid meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra tentang seorang laki-laki yang memperoleh hartanya (al-maal al-mustafaad) beliau berkata: “Dia keluarkan zakatnya pada hari dia mendapatkan harta itu” (Al-Amwaal, hal. 413).

Abu Ubaid meriwayatkan dari Hubairah bin Yarim berkata: “Adalah Ibnu Mas’ud ra memberi kami al-‘athaa’ lalu beliau mengambil zakatnya” (Al-Amwaal, hal. 412).

Abu Ubaid menyebutkan bahwa Umar bin Abdul ‘Aziz apabila memberi al-‘umalah kepada seseorang maka beliau mengambil zakatnya; apabila mengembalikan al-mazhaalim (kepada yang berhak) maka beliau mengambil zakatnya; beliau juga mengambil zakat dari al-a’thiyah apabila diberikan kepada penerimanya” (Al-Amwaal, hal 432).

  • Dari Sudut Keadilan 

Islam memandang bahwa ketetapan terhadap lewajiban zakat terhadap seluruh harta yang dimiliki merupakan sebuah bentuk keadilan. Selaim itu, hal ini juga telah sangat jelas, ketimbang hanya menetapkan zakat pada komoditas tertentu saja bersifat konvensional.

  • Bagian Dari Perkembangan Hidup Manusia

Dengan semakin berkembangnya waktu dan zaman, maka kegiatan penghasilan yang diperoleh dari keahlian dan profesi juga akan semakin berkembang. Selain itu, perkembangan ini juga akan berpengaruh kepada perkembangan dalam kegiatan perekonomian. Sehingga penghasilan profesi akan semakin mendominasi sebagaimana yang terjadi pada negara-nega maju dan pusat industri besar.

2. Pendapat yang Menyatakan Tidak Wajibnya Zakat Profesi

Selain adanya pendapat yang mewajibkan mengeluarkan zakat dari penghasilan dan profesi. Terdapat juga pandangan yang bertolak belakang. Dimana beberapa ulama dibawah ini menyatakan ketidakwajiban mengeluarkan atas zakat profesi yang diperolehnya.

  • Dr. Wahbah Az-Zuhaili

Beliau merupakan salah satu tokoh ulama kontemporer menuliskan pikirannya di dalam kitabnya, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu sebagai berikut :

والمقرر في المذاهب الأربعة أنه لا زكاة في المال المستفاد حتى يبلغ نصاباً ويتم حولا

Yang menjadi ketetapan dari empat mazhab bahwa tidak ada zakat untuk mal mustafad (zakat profesi), kecuali bila telah mencapai nishab dan haul.”

  • Syeikh Abdullah bin Baz mufti

Kerajaan Saudi Arabia simak juga sejarah islam di arab   di masanya bisa dikategorikan sebagai ulama masa kini yang juga tidak sepakat dengan adanya zakat profesi ini. Berikut petikan fatwanya :

“Zakat gaji yang berupa uang, perlu diperinci: Bila gaji telah ia terima, lalu berlalu satu tahun dan telah mencapai satu nishab, maka wajib dizakati. Adapun bila gajinya kurang dari satu nishab, atau belum berlalu satu tahun, bahkan ia belanjakan sebelumnya, maka tidak wajib dizakati.”

  • Syeikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin

Pendapat serupa juga ditegaskan oleh Syeikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin, salah seorang ulama di Kerajaan Saudi Arabia di masanya.

“Tentang zakat gaji bulanan hasil profesi. Apabila gaji bulanan yang diterima oleh seseorang setiap bulannya dinafkahkan untuk memenuhi hajatnya sehingga tidak ada yang tersisa sampai bulan berikutnya, maka tidak ada zakatnya.  Karena di antara syarat wajibnya zakat pada suatu harta (uang) adalah sempurnanya haul yang harus dilewati oleh nishab harta (uang) itu. Jika seseorang menyimpan uangnya, misalnya setengah gajinya dinafkahkan dan setengahnya disimpan, maka wajib atasnya untuk mengeluarkan zakat harta (uang) yang disimpannya setiap kali sempurna haulnya.”

Itulah tadi hukum mengenai zakat profesi dalam islam. Meskipun terdapat perbedaan pendapat namun, dari kedua pendapat tersebut disimpulkna bahwa  sebagai umat muslim kita diwajibkan memgeluarkan zakat harta apabila telah memenuhi hisabnya. Semoga semakin dapat meningkatkan pengetahuan kita lebih dalam akan ajaran islam. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.

17 Keutamaan Surat Maryam Untuk Ibu Hamil

Membaca Al Qur’an bagi umat islam dapat memberikan ketenangan tersendiri dan mendekatkan diri pada Allah, begitu pula untuk Ibu Hamil. Walaupun terkadang ibu hamil berada dalam kondisi yang lemah tetapi dia tetap mampu membaca atau mendengarkan Al Qur’an. Surat Maryam adalah salah satu surat yang sering dibaca ibu hamil karena dipercaya memiliki berbagai keutamaan.

Surat Maryam sering disarankan untuk dibaca, dipelajari, dan diamalkan hikmahnya oleh para ibu hamil, sesungguhnya apa yang ada pada surat Maryam hingga surat tersebut menjadi salah satu surat yang terkenal dan disarankan untuk dibaca ibu hamil? Untuk mengetahui lebih lanjut simak artikel berikut tentang keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil :

1. Tentang Keimanan

Surat Maryam berisi tentang Allah berbuat sesuatu menurut kehendak Nya walaupun tidak sesuai dengan hukum alam. Bahwa Allah Maha berkehendak segala sesuatu dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya. Seperti Nabi Zakaria yang diberi anak oleh Allah di usia yang sudah tua, tentang Nabi Isa yang jelas bukan anak Allah (seperti menurut pendapat orang orang kafir) sebab mustahil Allah mempunyai anak, Jibril turun membawa wahyu kepada Rasul Rasul atas perintah Allah, juga tentang kisah di hari kiamat nanti ketika semua manusia satu persatu menghadap Allah sebagai hamba.

Hal ini menjadi sebuah teladan keimanan dan doa sebagai salah satu dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil agar ibu hamil serta anak yang dikandungnya memiliki rasa keimanan dengan membaca dan meneladani kisah kisah di dalamnya.

2. Bentuk Ikhtiar

Dalam masa kehamilan, setiap ibu tentu senantiasa melakukan amalan istighfar dan berdoa agar mendapat kelancaran selama masa kehamilan hingga persalinannya. Agar terhindar dari segala mara bahaya dianjurkan untuk membaca surat Maryam sehingga mendapat keberkahan dalam perjalanan menanti kelahiran anugrah yang telah diberikan Allah yaitu seorang anak.

“Dia berkata : Ya Tuhanku, sungguh tulang ku telah lemah dan kepala ku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabat sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugrahilah aku seorang anak dari sisi Mu” (QS Maryam : 4-5).

3. Wujud Kasih Sayang Allah

Kehamilan adalah salah satu wujud kasih sayang Allah baik untuk ibu hamil maupun keluarganya, sebab seorang anak adalah rejeki yang barangkali tidak semua wanita diberi kepercayaan untuk menerima anugrah tersebut. “Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah emmebrikan nama itu sebelumnya (QS Maryam : 7)

4. Doa Agar Anak Berbakti

“Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong bukan pula orang yang durhaka”. (QS Maryam : 14). Ayat tersebut merupakan salah satu doa yang merupakan bagian dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil yaitu doa untuk anak yang dikandung agar kelak menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah.

[AdSense-B]

 5. Tanda Kebesaran Allah

“Dia (Jibril) berkata ; demikianlah Tuhanmu berfirman, hal itu mudah bagi Ku dan agar kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”. (QS Maryam : 21). Bagi Allah segalanya memang mudah dan tidak ada yang tidak mungkin, kehamilan merupakan salah satu kebesaran Allah dan bentuk rahmat untuk ibu hamil tersebut.

 6. Anjuran Berprasangka Baik

Ibu hamil terutama yang pertama kali mengalami terkadang merasa takut tentang proses persalinan, dianjurkan untuk membaca surat Maryam agar mendapat teladan dan senantiasa berprasangka baik bahwa Allah selalu memberi pertolongan. Seperti kisah dalam surat Maryam berikut ketika Maryam merasa putus asa karena rasa sakit selama persalinan dan Allah memberinya pertolongan. prasangka dalam islam khususnya pada hal – hal yang baik akan membawa dampak baik.

[AdSense-A]

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata : wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Jibril berkata janganlah engkau bersedih. Goyangkanlah pohon kurma itu niscaya akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”. (QS Maryam : 23 – 25).

 7. Bukti KeEsaan Allah

“Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia, apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! Maka jadlah sesuatu itu”. (QS Maryam : 35). Merupakan bukti bahwa Nabi Isa bukanlah anak Allah seperti yang disampaikan oleh orang orang kafir.

 8. Peringatan Untuk Umat Manusia

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan yaitu ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman”. (QS Maryam : 39). Ayat tersebut sebagai peringatan bagi ibu hamil dan doa untuk bayinya kelak agar menjadi orang yang beriman sehingga tidak menyesal di hari akhir nanti.

 9. Contoh Teladan Ketaatan

Ibu hamil senantiasa berdoa kebaikan untuk anaknya, dengan membaca surat Maryam yang mempunyai keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dapat sebagai doa dan teladan agar menjadi hamba yang istiqomah di jalan Allah, yang siap menjauhkan diri dari segala keburukan yaitu segala sesuatu yang dilarang Allah. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan apa yang engkau sembah selain Allah”. (QS Maryam : 48).

 10. Teladan Wanita Sholehah

Maryam berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki laki padahal tidak ada laki laki yang pernah menyentuhku”. (QS Maryam : 20). Surat Maryam sering dianjurkan untuk ibu hamil yang berikhtiar agar memiliki anak perempuan yang sholehah, dengan membaca surat Maryam, merupakan salah satu wujud doa untuk ikhtiar tersebut.

 11. Ciri Wanita Penyabar

Maka dia mengandung dan mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh”. (QS Maryam : 22). Dalam kisah di firman Allah tersebut dikisahkan Maryam harus mengasingkan diri agar terhindar dari fitnah karena mengandung padahal beliau sama sekali tidak pernah disentuh oleh lelaki, Maryam dengan kesabarannya tetap menerima takdir Allah dan menjaga dengan kasih sayang bayi yang dikandungnya.

Begitu pula sebagai ibu hamil harus senantiasa bersabar ketika menghadapi ujian atau beban selama masa kehamilan, wajib menerima takdir Allah dan mensyukuri anugrah kehamilan tersebut dengan menjaga serta merawat kesehatan bayi dalam kandungannya.

 12. Doa Agar Anak Sholeh

Kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari Kami bersih dari dosa. Dan diapun seseorang yang bertaqwa”. (QS Maryam : 13). Firman Allah tersebut juga merupakan salah satu doa agar anak yang dikandung kelak memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan menjadi orang yang bertaqwa.

 13. Anjuran Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah

Ibu hamil tentu mempunyai berbagai harapan untuk anaknya, harapan tersebut dapat diungkapkan langsung kepada Allah, tak perlu dengan cara riya seperti berdoa di media dan sejenisnya, cukup kepada Allah saja doa itu disampaikan. “Yaitu ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut”. (QS Maryam : 3).

 14. Bukti Allah Maha Mendengar

Kisah dalam surat Maryam tentang Nabi Zakaria yang diberi anugrah anak oleh Allah padahal iistrinya mandul dan usia beliau sudah tua, merupakan bukti bahwa Allah senantiasa mendengar doa hamba Nya, sebagai ibu hamil juga wajib senantiasa memohon kebaikan untuk kehamilan dan anaknya kelak. Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan memiliki anak padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sudah mencapai usia yang sangat tua?”. (QS Maryam : 8).

 15. Berisi Kisah Kisah Orang Sholehah

Bayi sejak dalam kandungan sudah mampu mendengar berbagai ucapan, jika sering dieprdengarkan kalimat kalimat Allah yang indah InsyaAllah kelak akan menjadi anak yang baik akhlaknya. Sebab itulah termasuk keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dimana dalam surat Maryam terdapat berbagai kisah kisah orang sholehah yaitu kisah Nabi Zakaria, Maryam, juga Nabi Musa yang wajib diperdengarkan kepada bayi sejak dalam kandungan.

 16. Bukti Kebesaran Allah

Surat Maryam berisi tentang kebesaran dari Allah dimana sesuatu yang tidak mungkin terjadi seperti istri Nabi Zakaria yang mandul, Maryam yang tidak pernah disentuh lelaki, diberi anugrah seorang anak oleh Allah menunjukkan betapa kebesaran Allah itu nyata. Termasuk ibu hamil yang mendapat kepercayaan untuk memiliki seorang anak merupakan wujud kebesaran Allah dan rejeki besar untuknya. Wajib mensyukuri dan mengakui kebesaran Nya.

[AdSense-C]

 17. Perintah Bertaqwa Kepada Allah

Surat Maryam yang terdapat berbagai teladan di dalamnya memerintahkan pada ibu hamil dan semua umat mukmin agar senantiasa bertaqwa kepada Allah juga sebagai doa agar bayi dalam kandungannya kelak menjadi orang yang bertaqwa sebab sudah diperdengarkan tentang perintah perintah Allah sejak dalam kandungan. Selain itu cara meningkatkan iman dan taqwa yang dilakuka sehari – hari akan membawa manfaat baik tentunya.

Demikian artikel kali ini, barangkali ada sudah pernah membaca kisah kisah dan pengalaman pribadi tentang keajaiban dari surat Maryam untuk ibu hamil, diantaranya yaitu para pasangan yang dikaruniai anak karena rajin mengamalkan surat Maryam dan kisah wanita yang memiliki perjalanan kehamilan dan persalinan yang lancar. Semoga bermanfaat terima kasih.

17 Keutamaan Khadijah

Khadijah r.a (Khadijah binti Khuwalid), nama tersebut amatlah dikenal oleh segenap umat muslim. Siapa yang tidak kenal dengan seorang wanita sangat cantik, janda, bangsawan, berbudi pekerti luhur, serta disegani oleh segenap masyarakat yang merupakan istri pertama dan yang paling dicintai oleh Rasulullah.

Khadijah menjadi seorang istri yang tidak pernah dilupakan oleh Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW sebab menjadi teman hidup paling setia dan banyak memberikan kebaikan serta dukungan kepada beliau.

Apa sajakah kebaikan dan teladan dari Khadijah hingga beliau menjadi salah satu wanita yang dimuliakan oleh Allah dan dijamin surga bagi Nya? Berikut saya uraikan mengenai kebaikan dan keutamaan Khadijah r.a dalam artikel kali ini tentang Keutamaan Khadijah.

1. Menemani Hari Hari Sulit Rasulullah

Khadijah adalah seorang wanita yang sabar dalam membantu Rasulullah saat menerima wahyu pertama di gua Hira, menguatkan dan memberikan ketenangan ketika Rasulullah mendapatkan mimpi yang memberatkan dan juga shalat bersama Rasulullah ketika islam masih di syariatkan secara sembunyi sembunyi. Khadijah selalu setia dan menemani Rasulullah dalam menjalani hari hari sulit walaupun beliau adalah seorang wanita dari keluarga berada dan terhormat. Khadijah menerima Rasulullah apa adanya dan tidak pernah mengeluh. Disini keutamaan iman dalam islam sangat diperlihatkan oleh Khadijah.

Tahukah kamu sosok yang aku ceritakan kepadamu yang aku lihat dalam mimpi, dia itu Jibril. Ia memberitahukan kepadaku bahwa dia diutus Rabbku kepadaku. Khadijah berkata : bergembiralah, demi Allah, Allah akan selalu memperlakukan padamu dengan baik. maka dari itu terimalah apa yang datang kepadamu dari Allah, karena itu adalah kebenaran”. (HR Muslim).

2. Memiliki Keimanan yang Tangguh

Ketika Rasulullah kembali dari gua Hira, beliau berada dalam keadaan takut dan cemas dan berkata pada Khadijah “Selimutilah saya.. selimutilah saya..” (HR Muslim).

Khadijah lalu memberikan kekuatan dan ketenangan pada Rasulullah dengan rasa iman nya yang tangguh kepada Allah “Allah tidaklah akan menghinakan kamu selamanya, sesungguhnya anda benar benar orang yang suka menyambung tali persaudaraan, menghormati para tamu, menanggung orang orangg yang membutuhkan, berusha memenuhi kebutuhan orang orang yang tidak mampu, dan membantu orang orang yang ditimpa musibah”. (HR Muslim).

Hal yang dilakukan Khadijah tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang memiliki iman yang lemah. Karena keteguhan iman nya, Khadijah selalu yakin bahwa setiap petunjuk yang diberikan Allah ialah benar adanya.

3. Pertama Kali Masuk Islam

Khadijah menjadi wanita yang pertama kali masuk islam sebab beliau lah yang menemani Rasulullah ketika menerima wahyu dan menjadi teman hidup sepanjang Rasulullah menyebarkan sumber syariat islam. “Khadijah adalah yang Allah tetapkan masuk islam pertama kali, tidak ada laki laki maupun perempuan yang mendahuluinya”. (Ummahat Al-Mukminin hal 174).

[AdSense-B]

4. Akhlak Luhur

Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman pada ajaran Rasulullah dan membenarkannya sebelum yang lainnya”. (Syiar A’lam An-Nubala). Keutamaan Khadijah diantaranya sebab akhlaknya yang luhur yang senantiasa yakin akan adanya Allah dan menjalankan perintah Nya serta mengabdikan dirinya untuk Rasulullah dan agama islam.

5. Berkorban Jiwa Raga dan Harta

Khadijah dikenal sebagai pedagang wanita yang kaya raya, beliau menggunakan segalanya baik jiwa raga dan harta yang dimilikinya untuk membantu Rasulullah berjuang di jalan Allah demi tegaknya agama Allah. Khadijah tidak ragu atau pamrih dalam menggunakan segala yang dimiliknya untuk kepentingan agama dan orang orang yang membutuhkan.

[AdSense-A]

6. Sholehah Sejak Masa Jahiliyah

Khadijah merupakan penganut Ibrahim yang tidak menyembah berhala dan bersih dari perilaku jahil dan selalu mentauhidkan Allah, selalu yakin adanya Allah walaupun agama islam belum lahir dan belum diutusnya Rasulullah. Khadijah tidak seperti wanita wanita jahiliyah pada jaman dahulu yang mengikut ajaran kafir. Kesholehannya itulah yang menjadi nilai penting dan bagian dari Keutamaan Khadijah.

7. Terdepan dalam Mengimani dan Mendukung Rasulullah

Khadijah berperan besar dalam perjalanan Rasulullah menyebarkan islam, beliau selalu mengimani dan mendukung Rasulullah. “Allah tidak memberiku pengganti yang lebih baik dari Khadijah. Ia telah beriman kepadaku saat orang lain kufur, ia mempercayaiku ketika yang lain mendustaiku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika tidak ada orang lain membantuku”. (HR Bukhari).

8. Satu Satu nya yang Memiliki Anak Sebagai Penerus Rasulullah

Khadijah satu satunya istri Rasulullah yang memiliki dua putra dan empat putri dari beliau yang menjadi generasi penerus Rasulullah. Dua putra dan Khadijah meninggal di masa kecil. Empat putri tumbuh dewasa dan menjadi pembela agama Allah yakni Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Fatimah juga sempat memberi cucu kepada Nabi yakni Hasan dan Husein.

“Dan Allah juga menganugrahiku anak anak melalui rahimnya, sementara istri istri ku yang lain tidak memberiku anak”. (HR Thabrani). Itulah mengapa terdapat Keutamaan Khadijah sebab Rasulullah tidak memiliki generasi generasi penerus dari istri istri nya yang lain.

9. Mendapat Salam dari Malaikat Jibril

Jibril pernah menemuiku dan berkata : wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk. Maka jika dia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu dan di dalamnya tidak terdapat kesusahan dan kegaduhan”. (HR Bukhari).

10. Wanita Terbaik Sepanjang Sejarah

Wanita wanita terbaik sepanjang sejarah adalah Maryam, Khadijah, Fatimah, dan Asyiah”. (HR Ahmad). Khadijah termasuk wanita terbaik yang dijadikan teladan bagi seluruh umat muslim di dunia.

11. Wanita Penghuni Surga

“Sebaik baik perempuan yang menghuni surga ialah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asyiah:. (HR Ahmad). Khadijah menjadi salah satu wanita mulia yang oleh Allah dijamin surga bagi Nya.

12. Tak Pernah Dilupakan Rasulullah

Meski telah menikah dengan wanita lain Rasulullah selalu mengenang cinta nya. Rasulullah senantiasa mengingat dan berbuat baik pada orang orang yang berhubungan dengan Khadijah. Rasulullah pernah menyembelih seekor kambing kemudian membagikan dagingnya khusus kepada teman teman Khadijah.

Saya memperhatikan teman teman nya karena ia memiliki tempat khusus di hati saya”. (HR Muslim). Rasulullah juga sering menceritakan kebaikan kebaikan Khadijah kepada sahabat sahabatnya.

13. Membuat Aisyah Cemburu

Istri favorit Rasulullah pun yaitu Aisyah r.a cemburu terhadap Khadijah karena Khadijah amat dicintai Rasulullah walaupun telah meninggal dunia, Aisyah bercerita bahwa setiap kali Rasulullah menceritakan tentang Khadijah selalu berbicara panjang lebar, memujinya, dan berdoa untuk pengampunannya karena Keutamaan Khadijah yang dimiliki istri pertama Rasulullah tersebut.

Aku tidak cemburu pada seorang wanita pun melebihi kecemburuanku pada Khadijah. Sungguh dia (Khadijah) telah wafat tiga tahun sebelum Rasulullah menikahiku, kecemburuanku disebabkan aku pernah mendengar Rasulullah menyebut nyebut namanya. Seakan akan di dunia ini tidak ada wanita selain dia. Rasulullah bersabda Khadijah itu begini dan begitu, dan aku (Rasulullah) mendapatkan anak darinya”. (HR Muslim).

14. Rasulullah Selalu Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Khadijah

Walaupun Khadijah telah dipanggil oleh Allah terlebih dahulu, Rasulullah tetap berbuat baik dan menjalin silaturahmi dengan keluarga Khadijah. hukum silaturahmi menurut islam memang sangat dianjurkan, oleh karena itu Rasulullah tetap menjaganya.

15. Mengajarkan Cara Mencintai Secara Islam

Tahukan anda bahwa Khadijah lah yang pertama kali melamar Rasulullah? Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama bagi wanita tentang bagaimana mencintai dan menyampaikan cinta secara islam dengan jalan suci yang di ridhoi Allah dan dilakukan tanpa berbuat maksiat apalagi zina.

Pada waktu itu Khadijah  meyakini keindahan akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga menumbuhkan keberanian dan keteguhan untuk melamar. Pada akhirnya Nabi pun setuju, dengan didampingi oleh paman nya, Abu Thalib, beliau lantas datang ke rumah Khadijah untuk melamar dan meminta persetujuan dari keluarga Khadijah. Lamaran tersebut disetujui kedua belah pihak dan mereka pun akhirnya menjadi pasangan suami istri.

[AdSense-C]

16. Dihormati Seluruh Alam

Rasulullah setiap kali melewati pohon ataupun batu semuanya mengucapkan salam kepada Khadijah”. (Muttafaq ‘alaih).

17. Teladan istri sholehah

Khadijah adalah teladan seorang istri sholehah dan pekerja keras, beliau punya mental wirausaha dan berjuang walaupun dilahirkan dan pernah memiliki suami kaya raya, beliau tetap berusaha sendiri dan selalu berfikir untuk mengembangkan usahanya serta memberi sedekah dan mengajarkan kepandaian dagang nya kepada orang lain. Tidak pernah menimbun harta atau berbuat curang.

Walupun memiliki bisnis besar tetapi setelah menikah Khadijah menyerahkan semuanya kepada Rasulullah dan memilih untuk total merawat dan melayani suami tercintanya, Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut merupakan teladan bagi seluruh umat muslim terutama wanita agar senantiasa berbakti kepada suami dan menjadikan suami sebagai sosok nomor satu di hatinya, walaupun harus meninggalkan harus meninggalkan duniawi, tetap suami menjadi sosok yang wajib bagi wanita untuk mengandi dan taat kepadanya.

Demikian artikel kali ini, Itulah teladan dari Keutamaan Khadijah, semoga dapat menjadi pelajaran. Terima kasih.

15 Cara Rasulullah Menyayangi Istri

Rasulullah adalah sosok manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Beliau mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun. Sebagai hamba yang diberi amanah untuk menyebarkan sumber syariat islam, beliau menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah.

Di medan perang ketika berjuang membela islam, beliau menjadi sosok pemimpin yang menguasai strategi dan mampu mengalahkan musuh dengan jalan yang lurus tanpa kecurangan atau cara yang jahat. Di tengah masyarakat beliau menjadi sosok teman, sahabat, guru yang berwibawa.

Dan di rumah pun, Rasulullah menjadi sosok penyayang dan kepala rumah tangga yan adil dan mampu memberikan rasa aman serta kebahagiaan bagi istrinya. Tidak salah jika beliau dijadikan sebagai teladan bagi seluruh islam.

Sebagai umat mukmin yang mengikuti ajaran Rasul, hendaknya kita mengikuti teladan Rasulullah dalam menyayangi istri,bagaimana Rasulullah selalu membahagiakanistrinya dan bagaimana Rasulullah selalu bertutur kata lembut serta memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah menjadi teladan untuk para suami juga segenap laki laki yang nantinya akan menjadi seorang suami tentang cara memberikan kasih sayang dalam islam untuk istri.

Berikut 15 cara Rasulullah menyayangi istri, simak baik baik dan pahami sebagai jalan teladan anda untuk menjadikan kehidupan rumah tangga lebih indah dalam rangka beribadah kepada Allah,

1. Romantis

Cara pertama yang dilakukan Rasulullah untuk menyayangi istrinya ialah beliau sellau memperlakukan istrinya dengan romanris dan penuh kasih sayang. Rasulullah sering mencium istrinya “Rasulullah sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa”. (HR Nasai). Penjelasan dari hadist tersebut ialah Rasulullah mencium istrinya karena ingin memberikan kesenangan dan kebahagiaan, bukan semata karena hawa nafsu.

2. Berkata Kata Lembut

Rasulullah mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sederhana dan bersahaja. Beliau pernah bersabda “Aku diberi rezeki berupa rasa cinta kepada engkau wahai istriku”. (HR Muslim). Kalimat tersebut sederhana tanpa berisi kalimat pujian yang berlebihan, tetapi sangat berkesan mendalam bukan? Seorang istri tentu akan bahagia jika mendengar kalimat tersebut dari suaminya.

3. Memanggil dengan Panggilan yang Indah

Rasulullah selalu memanggil istrinya dengan panggilan indah yang disukai. Aisyah dipanggil dengan panggilan “Ya Humaira” (Wahai wanita yang pipinya kemerah merahan).

4. Memanjakan Istri

Dari Anas berkata : “Kemudian kami pergi menuju Madinah. Aku lihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah (salah satu istri Rasulullah) kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga ia bisa menaiki unta tersebut”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menceritakan bahwa Rasulullah memanjakan istri dengan memberi pelayanan dan memberikan kenyamanan untuk istrinya.

[AdSense-B]

5. Memberi Hadiah

Sebagai keinginan untuk membahagiakan istrinya, Rasulullah pernah memberi istrinya hadiah. “Rasulullah memberi kepada masing masing istrinya satu botol minyak kasturi”. (HR Ahmad). Hadiah tersebut bukan sesuatu yang bertujuan untuk berlebihan atau menimbulkan sifat bermewah mewahan, tetapi hal sederhana yang bermanfaat dan disukai oleh istrinya.

6. Makan Berdua

Rasulullah sering bersikap manis dengan makan atau minum berdua bersama istrinya, beliau tidak menampakkan perasaan jijik atau sejenisnya, melainkan dengan sikap bahagia sebab menerima istrinya apa adanya.

Dari Aisyah r.a “Aku biasa makan bubur bersama Rasulullah dalam wadah yang sama, aku minum air dengan gelas dan beliau meletakkan mulut beliau di gelas tersebut lalu beliau minum”. (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur).

[AdSense-A]

7. Membujuk dengan Lembut Ketika Istri Marah

Dalam kehidupan rumah tangga tentu pernah mengalami suatu perselisihan, entah karena masalah kesalahpahaman dalam berkata kata, faktor kesibukan, cemburu, atau diantara satu sama lain merasa kurang diperhatikan.

Ketika istri Rasulullah marah atau merasa tidak nyaman dalam hatinya, Rasulullah tidak menanggapi dengan kalimat yang kasar atau bersikap kaku pada istrinya, melainkan mendinginkan hati istrinya tersebut dengan cara yang manis dan lembut. “Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

cara rasulullah marah kepada istri tidak pernah menanggapi kemarahan istri dengan amarah apalagi dengan memukul istrinya diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

8. Mencium Istri Ketika Hendak Bepergian atau Baru Pulang

Dari Aisyah r.a “Rasulullah selalu mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat, kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad). Hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti untuk istri, Rasulullah berusaha memberikan ketenangan pada istrinya selama beliau bepergian dengan cara mencium nya terlebih dahulu agar tidak timbul prasangka buruk pada hati istri sebab suami telah meminta ijin dan berpamitan dengan baik.

9. Tidur di Pangkuan Istri

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa istri nya tersebut aat dibutuhkan dan disayangi oleh Rasulullah, beliau bersandar pada pangkuan istrinya dengan tujuan saling berkasih sayang.

Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”. (HR Muslim).

10. Mandi Bersama Istri

Dalam sebuah riwayat Rasulullah mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama “Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan”. (HR Mutafaqun ‘Alaih).

Mandi bersama istri bukanlah tindakan tercela atau sesuatu yang dilarang dalam islam, sepasang suami istri memiliki hak sepenuhnya dalam kasih sayang dan pelayanan untuk satu sama lain. Rasulullah melakukan hal tersebut untuk melayani dan memberikan kegembiraan bagi istrinya.

11. Pendengar yang Baik

Ketika mendengar keluhan dari istrinya, Rasulullah mendengar keluh kesahnya istrinya tersebut dengan sabar dan memberi tanggapan dengan baik. beliau melakukan hal tersebut untuk memberikan hak pada istrinya bahwa salah satu tugas seorang suami ialah menjadi pemimpin dan pemberi keputusan ketika istrinya dilanda kebingungan.

Dari Aisyah r.a “Rasulullah adalah orang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit”. (HR Bukhari).

12. Mengajak Istri Bepergian

Aisyah r.a berkata : “Rasulullah jika hendak melakukan perjalanan, beliau melakukan undian diantara para istri, barang siapa yang keluar namanya, maka dialah yang ikut pergi bersama beliau”. (HR Bukhari).

13. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Hal ini pernah diutarakan oleh Aisyah ketika ada yang bertanya padanya mengenai urusan apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumah, Aisyah menjawab : “Rasulullah membantu melaksanakan pekerjaan keluarga”. (HR Bukhari)

Ketika ditanya oleh Aisyah “Ya Rasulullah bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?. Beliau menjawab “Ya Humaira, apakah aku tak boleh menjadi hamba Nya yang bersyukur?”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menjalaskan bahwa Rasulullah bersedia membantu pekerjaan rumah tangga walaupun lelah atau berat untuk dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah telah diberi seorang istri dan wujud nyata dalam mensyukuri nikmat tersebut dengan cara memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

14. Membelai Istri

Rasulullah memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya, “Setiap hari Rasulullah membelai semua istrinya seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau gilir waktunya lalu beliau bermalam di tempatnya”. (HR Ahmad).

15. Tidak Membebani

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Aisyah menunggu Rasulullah karena belum pulang hingga tengah malam, Aisyah menunggu beliau pulang hingga tertidur di dekat pintu rumah. Ketika Rasulullh sampai rumah dan menyadari hari sudah larut malam, beliau ingin mengetuk pintu tetapi khawatir akan mengganggu Aisyah yang barangkali telah terlelap tidur.

Beliau lalu menggelar sorban di depan pintu dan tidur di atasnya. Walaupun dalam keadaan lelah beliau tidak ingin mengganggu atau membebani istrinya. Dan malam itu tanpa saling mengetahui mereka tertidur di depan pintu.

Pagi hari ketika Aisyah membuka pintu ia kaget karena melihat Raulullan tidur di luar dan Rasulullah berkata “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu”. (HR Muslim). Kisah tersebut terjadi karena tingginya rasa ksih sayang diantara keduanya.

[AdSense-C]

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah menyayangi istri, perlu dipahami bahwa Rasulullah melakukan hal tersebut bukan karena untuk merayu tetapi melakukannya dengan niat membahagiakan istri dan ibadah kepada Allah.

Memang sebagai manusia biasa kita tidak akan mungkin sepenuhnya mampu meniru Rasulullah sebab beliau memang sosok yang paling sempurna diantara semua manusia, tetapi ada baiknya kita selalu melakukan dan meniru teladan dari Rasulullah dengan sebaik dan semampu kita, agar timbul kasih sayang dan kehidupan rumah tangga yang lebih indah.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan kali ini. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir. Salam hangat dari penulis.

15 Cara Rasulullah Marah Kepada Istri

Rasulullah adalah sosok teladan bagi seluruh umat, sering kita mendengar tentang sikap lemah lembut dan kesabaran yang ditunjukkan beliau kepada istrinya yang hampir semuanya merupakan bentuk kasih sayang dalam islam dan kebaikan untuk istri.

Tetapi apakah pernah terbersit pada pikiran anda bahwa Rasulullah pernah marah kepada istrinya? Rasulullah memiliki sifat tegas, jikapun beliau pernah marah hal terebut karena suatu hal yang didasarkan pada kepentingan agama, tidak pernah melibatkan emosi dan bukan karena hawa nafsu pribadi. Berikut 15 cara Rasulullah marah kepada istri :

1. Memeluk Istri

Diriwiyatkan dalam sebuah kisah bahwa Rasulullah pernah ada perasaan marah kepada Aisyah (istri Rasulullah) akibat terus menerus cemburu pada Khadijah (istri pertama Rasulullah yang pada waktu itu telah meninggal dunia), kemudian beliau berkata dan memerintahkan kepada Aisyah “Tutuplah matamu”. Maka Aisyah pun menutup matanya. Ketika dalam posisi tersebut beliau mendekat dan memeluk Aisyah sambil berkata “Ya Humaira ku, marahku telah pergi setelah aku memelukmu”.(HR Muslim).

Dalam kondisi sifat marah dalam islam, Rasulullah tidak serta merta melakukan tindakan yang menyakiti istrinya, beliau senantiasa berusaha bersabar dan mengedepankan rasa kasih sayang pada istrinya.

2. Menyentuh Wajah Istri

Hal ini juga masih berhubungan dengan rasa cemburu yang dirasakan oleh Aisyah pada Khadijah, Aisyah selalu menunjukkan sikap dan kalimat cemburu setiap kali Rasulullah bercerita tentang Khadijah, bahkan Aisyah pernah berkata bahwa Khadijah hanyalah seorang wanita dan Rasulullah sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik, yakni dirinya.

Dalam kondsi tersebut Rasulullah memijit hidung Aisyah dan berkata : “Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni).

Tindakan tersebut merupakan contoh bahwa Rasulullah tetap memperlakukan istrinya dengan baik walaupun dalam kondisi marah.

3. Menegur dengan Kalimat yang Tegas

Diriwayatkan dalam sebuah kisah ketika Aisyah berkata kepada Rasulullah bahwa Shafiyah (salah satu istri beliau) adalah gadis yang bertubuh pendek, mendengar hal tersebut Rasulullah segera menegur Aisyah agar ia tidak merendahkan orang lain seperti kalimat yang baru saja diucap oleh istri kesayangannya tersebut.

Sungguh, engkau telah mengucapkan suatu kata yang jika dicampur dengan air lautan akan rusak air laut tersebut”. (HR Tirmidzi). Dari hadist tersebut dapat diambil pelajaran bahwa walaupun Rasulullah sangat menyayangi Aisyah, tetapi beliau tetap bersikap tegas demi kebaikan istrinya.

4. Tidak Menegur di Hadapan Orang Lain

Aisyah terkenal sebagai istri Rasulullah yang paling pencemburu terhadap istri Rasulullah yang lain. Dikisahkan pada suatu hari ketika Aisyah mendapat giliran untuk dikunjungi Rasulullah, beliau mendapat kiriman makanan dari istrinya yang lain berupa piring berisi kurma. Rasulullah segera menerima dan menyajikan bersama para sahabat yang pada saat itu berkumpul di rumah beliau.

[AdSense-B]

Aisyah yang merasa cemburu lalu memecahkan piring tersebut hingga pecah dan berjatuhan kurma nya. Rasulullah hanya tersenyum melihatnya dan berkata kepada para sahabatnya “Maaf, Ibu kalian sedang cemburu” sambil memungut piring pecah dan kurma yang berjatuhan serta menggantinya dengan piring yang baru.(Diriwayatkan dalam kitab Hadist Imam Bukhari).

Rasulullah tidak marah kepada Aisyah di hadapan para sahabatnya sebab memahami bahwa Aisyah sedang dalam kondisi cemburu.

5. Diam

Rasulullah pernah marah pada istri nya yang bernama Aisyah dan Hafsah ketika kedua istri beliau bersikap cemburu yang berlebihan pada Maria (salah satu istri Rasulullah). Maria yang dikenal cantik dan berkulit bersih itu mendapat anugrah seorang anak bernama Ibrahim dari Rasulullah (anak itu kemudan meninggal di usia sembilan bulan).

[AdSense-A]

Mereka (Aisyah dan Hafsah) bahkan pernah berkata bahwa anak itu (Ibrahim) sama sekali tidak memiliki wajah yang mirip dengan Rasulullah. Mendengar hal tersebut Rasulullah pun marah dan mendiamkannya.

Allah membenarkan sikap Rasulullah tersebut dalam firmanNya “Dan istri istri yang kalian khawatirkan akan nusyuz hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggallah mereka di tempat tidur kalau perlu pukullah mereka”. (QS An Nisa : 34)

Maksud dari firman Allah tersebut ialah jika ada seorang istri yang sudah dinasehati berulang kali tetapi tetap saja tidak mengikuti suami, maka suami boleh mendiamkannya. Rasulullah pun melakukannya dengan niat kebaikan agar kedua istri nya tersebut jera dan dapat mengambil pelajaran.

6. Tidak Menggauli

Masih berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah, Rasulullah pun tidak menggauli istri istrinya tersebut selama sebulan dan menyendiri di tempat lain. Rasulullah kembali setelah 29 hari setelah didatangi oleh sahabatnya Umar bin Khattab.

7. Menerima Kesalahan Istri

Dikisahkan ketika Aisyah menjemput Rasulullah setelah berjihad, sesampainya di rumah Aisyah membuatkan minuman untuk beliau dalam kerinduannya yang dalam, biasanya Rasulullah membagikan separuh minumannya pada Aisyah tetapi kali ini tidak dilakukan. Aisyah lalu bertanya, “Ya Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Hingga tiga kali, setelah tersisa sedikit dan diberikan kepada Aisyah maka Aisyah minum dan memuntahkannya, ternyata airnya asin karena Aisyah salah memasukkan garam ke dalamnya. (HR Muslim).

Rasulullah tetap sabar walaupun Aisyah berbuat salah ketika membuat minuman untuk beliau, beliau tidak serta memarahi istrinya tersebut karena tidak ingin menyakiti hati Aisyah. Dalam kondisi marah pun beliau tetap memikirkan perasaan orang lain.

8. Menghindar

Ketika Rasulullah berkunjung ke rumah Aisyah beliau melihat ada gambar pada bantal Aisyah yang hal tersebut dilarang dalam islam sebab membuat malaikat pembawa berkah tidak bisa masuk ke rumah tersebut. Rasulullah tidak mau masuk ke dalam rumah dan baru memasuki rumah ketika Aisyah telah mengganti bantal tersebut.

9. Memberi Nasehat

Rasulullah pernah memberi nasehat di dalam suatu majelis sebagai bentuk nasehat untuk istri istri nya yang sering cemburu satu sama lain. “Kalian sering mencaci dan tidak pandai berterima kasih terhadap suami. Sesungguhnya kalian adalah orang yang paling kurang akal dan agamanya”.(HR Muslim).

Dari nasehat tersebut beliau menganjurkan pada wanita untuk menerima suami apa adanya sebab suami selalu berusaha memberi yang terbaik dan bersikap seadil adilnya pada istri istrinya. Dalam kondisi seperti ini keutamaan memaafkan dalam islam dan bersikap sabar disini sangat baik.

10. Tidak dengan Memukul

Walaupun dalam keadaan marah, Rasulullah tidak pernah memukul istrinya, hal tersebut diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

11. Memisahkan Diri

Hal ini berhubungan dengan kisah Aisyah dan Hafsah yang didiamkan oleh Rasulullah dan tidak digauli selama sebulan, Allah menurunkan firman berikut, “Hai Nabi katakanlah kepada istri istrimu : jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah agar kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. dan jika kamu menghendaki keridhaan Allah dan Rasul Nya serta kesenangan di negeri akherat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 28-29).

12. Menjelaskan dengan Sabar

Aisyah pernah marah ketika tidur bersama Rasulullah tetapi tiba tiba ditinggalkan. Menanggapi hal tersebut beliau menjelaskan bahwa Rasulullah pergi karena mendapat perintah dari Allah melalui malaikat Jibril dan dan tidak tega meminta ijin pada Aisyah karena mengira Aisyah sudah tidur. (Kisah ini diriwayatkan dalam kitan Imam Bukhari).

13. Memahami Penyebab Permasalahan

Ketika Rasulullah pergi bersama kedua istrinya, Aisyah dan Shafiyah, unta Shafiyah memiliki beban beban terlalu berat hingga beban tersebut sebagian dipindahkan ke unta Aisyah. Aisyah cemburu dan berkata “Sesungguhnya engkau mengaku menjadi Rasul”. Rasulullah hanya tersenyum dan berkata “Apakah engkau ragu bahwa aku Rasul Allah?”. Aisyah berkata “Jika engkau rasul kenapa engkau berlaku tidak adil?’. (HR Muslim).

Rasulullah segera menjelaskan pada Aisyah dan tetap sabar walaupun marah dengan kata kata Aisyah sebab beliau mengerti bahwa tindakan yang dilakukan Aisyah adalah karena cemburu pada Shafiyah.

[AdSense-C]

14. Melindungi Istri

Abu Bakar (Ayah Aisyah sekaligus sahabat Rasulullah) pernah memukul Aisyah sebab mendengar bahwa Aisyah sering bertindak berlebihan ketika cemburu terhadap Rasulullah, Rasulullah segera berkata pada Abu Bakar “Aku tidak menginginkan ini darimu”. Setelah menasehati Abu bakar Rasulullah mendekat pada Aisyah dan berkata “Tidakkan engkau lihat bagaimana aku telah menyelamatkanmmu dri kemarahan ayahmu?”. (HR Muslim).

Rasulullah tetap melindungi istrinya walaupun Aisyah sering bersikap cemburu kepada beliau.

15. Mudah Memaafkan

Ketika rasulullah marah pada istrinya dan menyelesaikan masalah tersebut, Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dan berprasangka buruk pada istrinya, beliau selalu memafkan dan memahami bahwa seorang istri adalah amanah untuk nya, yang memang sudah seharusnya diarahkan untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Demikian artikel mengenai 15 cara Rasulullah marah kepada istri, dapat disimpulkan bahwa beliau memiliki akhlak terbaik dan sosok teladan sempurna dimana dalam kondisi marah pun tetap mampu bersikap dan bertutur kata baik. Semoga bermanfaat terima kasih.

17 Tips Jatuh Cinta Dalam Islam

Jatuh cinta adalah hal umum yang pernah dirasakan oleh manusia. Jatuh cinta berawal dari rasa kekaguman dan ketertarikan yang akhirnya menjadi perasaan sayang, ingin memiliki, dan pengorbanan untuk orang tersebut. Jatuh cinta tentu pernah dialami oleh muda mudi remaja dimana pada masa tersebut mereka untuk pertama kalinya baligh dan banyak mengenal lawan jenis melalui lingkungan sekitar.

Jatuh cinta bisa menjadi jalan maksiat jika tidak disertai dengan iman dan pengetahuan tentang agama. Jatuh cinta memang sebuah perasaan alamiah yang tidak bisa ditolak atau dipilih, yang tepat adaah bagaimana bersikap di saat jatuh cinta, mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. Untuk itu saya bagikan cara agar ketika jatuh cinta tetap pada syariat islam melalui artikel berikut tentang 17 tips jatuh cinta dalam islam :

1. Jadikan Media untuk Mendekat kepada Nya

Ketika anda jatuh cinta, yang wajib diingat pertama kali adalah pencipta rasa cinta itu sendiri, yaitu Allah. Sebagai hamba Nya, jangan sampai anda mencintai orang tersebut melebihi cinta kepada Allah. Jadikan rasa cinta untuk mendekat dan bersyukur pada Nya, Allah menyukai hamba Nya yang mendekat pada Nya seperti pada hadist berikut,

Jika ia mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta, Jika ia mendekat pada Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika ia datang kepada Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan cepat”. (HR Bukhari).

2. Tinjau Niat Jatuh Cinta

Anda bisa bertanya pada diri sendiri, kenapa anda merasa jatuh cinta padanya, jika karena hal duniawi misalnya karena kaya raya, karena fisiknya cantik atau tampan mungkin ada sedang dikuasai nafsu sebab anda hanya menyukai tampilan luarnya, bukan karena akhlak atau agamanya.

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. (QS Qasas : 50).

3. Jangan Berlebihan

Jangan berlebihan ketika jatuh cinta hingga terus menerus memikirkannya, diceritakan pada semua orang di sekitar anda bahkan di media sosial. Hal tersebut tidak sesuai anjuran islam, sebab di dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam tidak diperkenankan mencintai urusan duniawi secara berlebihan.

Cintailah seseorang sedang sedang saja, siapa tahu di suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang engkau benci secara biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu”. (HR Tirmidzi).

4. Jaga Pandangan

Tidak diperkenankan melihat seseorang yang belum muhrim, walaupun anda jatuh cinta dalam islam dengan seseorang, anda tetap wajib menjaga pandangan, sebab pandangan dapat berlanjut menjadi zina.

[AdSense-B]

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. (QS An Nuur : 31-32).

5. Berdzikir

Isi waktu dengan beribadah dengan Allah agar tidak terus menerus memikirkan urusan duniawi, gunakan waktu untuk lebih banyak beribadah dan dzikir sepanjang kegiatan atau akifitas, dengan menjalankan dzikir yang menjadi salah satu 17 tips jatuh cinta menurut islam anda akan selalu mengingat Allah.

[AdSense-A]

“Yaitu orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (QS Ar Rad : 28).

6. Diam

Diam adalah yang terbaik ketika anda jatuh cinta dan belum memiliki kesiapan atau kemampuan untuk menikah. Simpan perasaan anda dalam hati. Hal ini pernah terjadi dalam suatu kisah jaman dahulu pada Ali bin Abi Thalib yang keduanya saling diam memendam perasaannya hingga Allah lah yang memberi jalan untuk menyatukan mereka.

7. Sabar

Diantara 17 tips jatuh cinta menurut islam yang utama dan terkadang sulit dilakukan sebagian orang yaitu sabar. Sabar dalam hal inii ialah sabar untuk menghadapi hawa nafsu dan godaan syetan. Walaupun merasa sedih ketika jauh dan merasa terus menerus memikirkan orang yang dicinta tetapi anda tetap harus sabar agar terhindar dari perbuatan dosa.

Allah menunjung tinggi hamba Nya yang mampu bersabar dalam melawan hawa nafsu duniawi,“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”. (QS Al Baqarah : 155).

8. Perbaiki Diri

Baik lali laki maupun perempuan yang merasakan jatuh cinta sebaiknya memperbaiki diri dengan mengisi hal yang bermanfaat seperti belajar, mengejar prestasi, banyak menabung, beribadah, memperbanyak teman teman yang sholeh, dan berbagai kebaikan lainnya.

Memperbaiki diri termasuk 17 tips jatuh cinta menurut islam sebba menjadi wujud pemantasan diri sambil menunggu waktu yang terbaik dari Allah untuk dipersatukan dalam ikatan yang halal. “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki laki maupun muslim perempuan”. (HR Ibnu Abdil Barr)

9. Berharap Hanya Pada Allah

Janganlupa tetap berharap pada Allah ketika anda jatuh cinta, jangan mempercayakan perasaan anda pada orang lain atau pada suatu benda. Misalnya menggunakan benda benda yag dipercaya dapat menarik hati orang yang anda cinta dan sejenisnya.

Ikuti perintah Allah dan berharap hanya kepada Allah agar senantiasa berada pada jalan yang benar. “Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah : 186).

10. Percaya Takdir Allah

Mungkin ada kalanya anda merasa sedih ketika merasakan kesulitan dalam mewujudkan rasa cinta yaitu dengan diwajibkan menjauhi berpandangan atau menyentuh yang memang bagian dari zina, padahal anda merasa senang karena hal tersebut. Jangan tertipu, anda merasa demikian karena hawa nafsu diri sendiri dan godaan syetan.

Allah menciptakan syariat sudah yang terbaik untuk seluruh umat. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah : 216).

11. Jauhi Maksiat

Menjauhi maksiat yang dimaksud dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam mislalnya adalah berpacaran. Pacaran tidak boleh dilakukan dan sama sekali tidak ada dalam syariat islam. Pacaran dapat berujung pada zina dan api neraka.

“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”. (QS At Tahrim : 6)

12. Hindari Zina

Jatuh cinta terkadang disertai dengan rasa rela berkorban jika dalam hatinya tidak memiliki iman yang kuat, jangan sampai tergoda untuk berbuat zina karena mengatas namakan cinta. Allah menciptakan rasa cinta untuk kedamaian dunia dan kebahagiaan, bukan untuk zina, untuk itu sobat wajib memahami cara menjauhi zina agar tidak terjerumus ke perbuatan dosa.

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al Isro’ : 32)

13. Berdoa

Berdoa kepada Allah agar mendapat jalan yang terbaik, anda bisa bercerita pada Nya yang maha mendengar, berdoalah jika memang seseorang itu yang terbaik untuk anda agar didekatkan dalam ikatan yang halal dan dijauhkan dari zina.

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin : 16)

14. Jaga Kehormatan

Menjaga kehormatan dilakukan dengan menjauhi pacaran atau berduaan dengan lawan jenis yang belum muhrim, jangan menjadikan rasa cinta sebagai alasan untuk merendahkan diri sendiri.

“Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”. (QS Al Ahzab : 35)

15. Perjuangkan

Jika anda merasa yakin dengan seseorang yang anda jatuh cinta padanya, dalam 17 tips jatuh cinta menurut islam dianjurkan untuk memperjuangkan agar dapat tercapai hubungan yang halal dengan cara memantaskan diri dan mendekat dengan cara islam, yaitu dengan melamar langsung ke orang tua atau walinya.

Hal tersebut diperbolehkan sebab jatuh cinta dan rasa ingin dicintai adalah hal yang alamiah, sebgaimana Nabi pernah berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89

16. Shalat Istikharah

Untuk lebih meyakinkan hati anda, lakukan shalat istikharah, agar memiliki kemantapan hati dengan lelaki atau wanita manakah yang terbaik untuk anda.

[AdSense-C]

17. Menikah

Obat jatuh cinta yang paling manjur ialah dengan menikah. Tujuan dan kewajiban menikah akan tercapai hubungan yang di ridhoi Allah dan diperbolehkan mengekspresikan rasa cinta tersebut antara satu sama lain.

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32).

Demikian 17 tips jatuh cinta menurut islam semoga dapat mengarahkan kita untuk menjalankan rasa cinta di jalan Allah. Terima kasih semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam hangat dari penulis.

Hukum Melanggar Nazar Dalam Islam

Nazar adalah janji untuk melakukan atau memberi suatu hal ketika seseorang mengharap sesuatu (hajat) untuk tercapai, misalnya berjanji akan beramal pada anak yatim piatu sebesar Rp 1 juta jika memiliki nilai yang bagus. Nazar yang diucapkan tersebut wajib dipertanggungjawabkan dan ditepati.

Dalam perjalanan kehidupan, kita semua sebagai hamba Allah tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari. misalnya dalam contoh bernazar akan beramal pada anak yatim piatu tadi, jika hajatnya tercapai tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukan nazarnya misalnya karena uang yang dimiliki untuk keperluan yang lebih penting sehingga tidak mampu untuk beramal pada anak yatim hingga terjadilah pelanggaran nazar tersebut baik berupa penundaan atau bahkan dibatalkan dan dilupakan padahal hajatnya sudah tercapai.

Bagaimana pandangan islam jika hal tersebut terjadi? Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum melanggar nazar dalam islam diambil dari firman Allah dan berbagai hadist.

Hukum Melanggar Nazar Menurut Al Qur’an

Hukum melanggar nazar dalam Al Qur’an yang diantaranya berisi  sumber syariat islam dan petunjuk Allah untuk segenap umat manusia adalah haram, sebab nazar disebut sebagai janji yang wajib ditepati. berikut firman firman Allah tentang hukum melanggar nazar :

1. QS Al Haj Ayat 29

Melaksanakan nazar merupakan sesuatu yang wajib sebab Allah tidak pernah meminta hamba Nya untuk bernazar melainkan datang dari kemauan hamba Nya sendiri. tidak menepati janji termasuk perbuatan ingkar dan hall demikian tidak sesuai syariat islam.

Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar nazar mereka”.

2. QS Al Insan Ayat 5-7

“Sesungguhnya orang orang uang berbuat kebajkan minum dari gelas yang campurannya adalah mata air dari surga yang daripadanya hamba hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana mana”.

Hukum menunaikan nazar ialah wajib, Allah berfirman dalam firman tersebut bahwa orang orang yang menunaikan nazar karena takut pada azab Allah dan karena menyadari hal tersebut adalah kewajiban yang telah dipilihnya sendiri maka termasuk orang yang berbuat kebajikan.

3. QS Al Baqarah Ayat 270

Manusia sekali tidak bisa menipu Allah barang sedikitpun sebab Allah maha mengetahui, walaupun seseorang pura pura lupa akan nazarnya dan secara sengaja tidak melaksanakan nazar tersebut tetap dikenakan dosa sebab Allah mengetahui apa saja yang telah menjadi nazar hamba Nya. “Apa saja yang kmu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.

[AdSense-B]

4. QS Ali Imran Ayat 76

Barang siapa yang menepati yang dibuatnya dan bertaqwa maka sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaqwa”. Menepati nazar termasuk orang bertaqwa yang disukai oleh Allah, begitu juga sebaliknya.

5. QS Al Maidah Ayat 89

hukum melanggar nazar dalam islam yaitu memberi makan orang miskin, memberi pakaian, meemerdekakan budak, atau berpuasa jika tidak mampu melakukan hal tersebut. Sesuai dengan firman Allah berikut,

Allah tidak menghukum kamu disebabkan nazar yang tidak dimaksudkan untuk sumpah, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan nazar yang disengaja. Maka kaffarat (denda) melanggar nazar itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat nazar mu bila kamu bersumpah dan kamu langgar. Maka jagalah sumpahmu”.

[AdSense-A]

Dari berbagai firman Allah dalam Al Qur’an yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum melanggar nazar adalah wajib, bagi yang melanggar maka wajib membayar denda. Jika melanggar nazar dan tidak disertai iktikad baik untuk membayar denda maka orang tersebut berdosa.

Hukum Melanggar Nazar Menurut Hadist

hukum melanggar janji dalam islam atau pun sering disebut nazar  juga terdapat dalam berbagai hadist Rasulullah sebab nazar sudah ada sejak zaman dahulu kala dan sudah pernah terjadi dalam lingkungan Rasulullah (terjadi pada sahabat sahabat dan kaum pada jaman tersebut). Berikut hadist Rasulullah tentang hukum melanggar nazar dalam islam :

6. HR Bukhari no. 6696

Nazar yang berisi kebaikan, misalnya akan rutin shalat dhuha jika mendapatkan pekerjaan, hukumnya wajib ditepati. Meskipun shalat dhuha bukanlah termasuk shalat wajib tetapi hukumnya menjadi wajib bagi orang tersebut karena dia telah bernazar.

Barang siapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut”.

7. HR Bukhari no.2043

Dari Ibnu Umar beliau berkata, “Dahulu di masa jahiliyah, Umar r.a pernah bernazar untuk beri’tikaf di masjidil haram yaitu i’tikaf pada suatu malam, lantas Rasulullah bersabda padanya “tunaikanlah nazarmu”.

Hadist tersebut juga berisi tentang nazar yang diucapkan oleh sahabat Rasulullah yang oleh Rasulullah diperintahan untuk menepati nazar tersebut.

8. HR Muslim

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir dari Rasulullah bersabda, “Kalimat nazar itu kaffarat sumpah”.

Hadist tersebut seperti yang dijelaskan Allah dalam QS Al Maiddah ayat 89 yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu kalimat nazar adalah sebuah sumpah yang jika dilanggar hukumnya haram dan wajib membayar kaffarat (denda).

9. HR Abu Dawud no. 2876

Dari Ibnu Abbas bahwa Saad bin Ubadah meminta fatwa dari Rasulullah, dia berkata “Sesungguhnya ibuku telah meninggal sedangkan dia masih berkewajiban melaksanakan nazar yang belum ditunaikannya. Maka Rasulullah bersabda, tunaikanlah nazar itu olehmu untuknya”.

Hukum nazar tetap berlaku walaupun orang tersebut sudah meninggal dan wajib ditunaikan oleh ahli waris.

10. HR Bukhari no. 2651

Sebaik baik kalian adalah orang yang berada di generasi ku, kemudian orang orang setelahnya dan orang orang setelahnya lagi merupakan kaum yang bernazar lalu mereka tidak menunaikannya”.

Jelas dari hadist tersebut dijelaskan bahwa orang orang yang bernazar dan tidak menunaikannya termasuk golongan orang yang tidak baik akhlaknya, secara langsung orang tersebut mempermainkan kalimat nya sendiri dan mengingkari janji.

Melanggar Nazar yang Diperbolehkan dalam Islam

Ada nazar yang diperbolehkan untuk dilanggar, yaitu nazar dalam kategori sebagai berikut

  • Nazar Orang Kafir

Sebab tidak termasuk nazar yang sah karena dilakukan oleh seorang yang menyembah selain Allah sehingga nazar yang diucapkannya ditepat ataupun tdak ditepati tidak akan berpengaruh pada amal perbuatannya sebab segala yang dilakuannya tidak dalam ridho Allah sebagaimana dijelaskan bahwa orang orang kafir amal baiknya tidak diterima Allah.

  • Nazar Anak Anak dan Orang gila

Sebab merupakan sesuatu yang tidak memiliki nilai kesungguhan dan tidak memahami arti atau hukum dari nazar itu sendiri. Orang gila juga mengucapkan segala sesuatu yang tidak sesui akal pikirannya.

  • Nazar Karena Paksaan

Kalimat nazar yang diucapkan karena paksaan dari orang lain dan pada saat itu dalam keadaan tertekan serta tidak ada pilihan lain, atau jika tidak menuruti paksaan tersebut akan terjadi bahaya pada dirinya, boleh untuk dilanggar sebab tidak sungguh sungguh berasal dari niat dirinya sendiri.

  • Hanya Sebatas Niat

Misalnya nazar yang masih direncanakan atau terfikirkan dalam batin tetapi belum diucapkan secara lisan.

  • Nazar yang Mustahil

Misalnya lelaki tua yang sakit sakitan dan cacat tidak mampu berjalan ingin berhaji lalu membuat nazar jika dirinya diberi rezeki dan mampu berhaji akan melakukan haji dengan jalan kaki dari rumahnya di Indonesia ke Arab saudi. Tentu hal yang mustahil bukan? Apalagi dengan kondisinya yang cacat.

Nazar tersebut boleh dilanggar yaitu dengan rezeki yang telah dikabulkan untuk diberikan padanya oleh Allah lelaki tua tersebut menggunakannya untuk berangkat haji denagn cara yang semestinya (naik pesawat). Dalam hal ini lelaki tua tersebut tetap diwajibkan membayar denda sebab nazarnya berhubungan dengan kebaikan yang wajib dilaksanakan (ibadah haji).

  • Nazar yang Buruk

Barang siapa bernazar untuk menaati Allah maka hendaklah dia mentaati Nya. dan barang siapa bernazar untuk mendurhakai Nya maka janganlah dia mendurhakai Nya”. (HR Al Bukhari).

Hadist di atas berhubungan dengan cerita nazar lelaki tua yang diceritakan di atas, nazar yang baik tetap wajib dilakukan, tetapi jika nazarnya tentang janji melanggar agama atau ebrbuat maksiat maka nazar tersebut wajib ditinggalkan serta banyak banyak memohon ampun kepada Allah karena telah berniat sesuatu yang tidak di ridhoi Nya.

Anjuran Rasulullah tentang Hukum Melanggar Nazar

Rasulullah menganjurkan agar umat muslim menjauhi nazar sebab nazar termasuk ciri orang yang pelit sebab hanya mau berbuat kebaikan atau memberi sesuatu jika hajat nya tercapai, tidak karena ikhllas ingin beribadah atau ingin berbuat baik.

Nazar yang dilanggar juga termasuk perbuatan dosa sementara sebagai umat mansuia kita tidak tahu kehendak Allah apa yang akan terjadi pada kita di esok hari yang barangkali akan menyulitkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Jadi dianjurkan untuk tidak bernazar, lebih baik lakukan kebaikan karena niat beribadah ekpada Allah, bukan karena agar hajatnya atau keinginannya terkabul.

[AdSense-C]

Hal ini disabdakan Rasululullah dalam berbagai hadist :

  • HR Bukhari no. 6693

Nazar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nazar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit”.

  • HR Bukhari no. 6694

Sungguh nazar tidak membuat dekat seseorang pada apa yang tidak Allah takdirkan. Hasil nazar tersebut itulan yang Allah takdirkan. Orang yang bernazar tersebut mengeluarkan harta yang sebenarnya tidak ia inginkan untuk dikeluarkan”.

Sampai disini dulu ya sobat pembahasan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Salam hangat dari penulis.

Hukum Tawar Menawar Dalam Islam

Tawar menawar adalah hal yang biasa, umumnya terjadi pada urusan jual beli. Sering kita temui para pembeli yang menawarkan dagangan baik secara langsung atau melalui media online dan ditawar oleh calon pembeli yang minat untuk memiliki barang yang dijual tersebut. Barang akan diserah terima kan ketika sudah ada kesepakatan antara keduanya.

Tawar menawar tidak hanya terjadi dalam urusan perdagangan saja, dalam kehidupan sehari hari seperti ketika ditetapkan suatu peraturan dalam masyarakat, ketika seorang murid diberi tugas oleh guru, ketika seorang anak atau diberi uang oleh orang tuanya, sering pula terjadi tawar menawar misalnya seorang anak yang merasa menginginkan uang lebih dari orang tua nya karena keperluan tertentu dan sebagainya. Sering dialami dalam kehidupan anda pula bukan?

Jadi seperti apakah hukum tawar menawar dalam islam menurut syariat agama yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadist? Dihalalkan ataukah memiliki hukum yang lain? Simak penjelasan dalam artikel ini agar dapat menambah pengetahuan anda tentang hukum tawar menawar dalam islam.

Hukum Tawar Menawar Berdasarkan Al Qur’an

Hukum tawar menawar dalam islam berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an ialah halal atau diperbolehkan selama dijalankan sesuai sumber syariat islam. Tak apa jika berada dalam suatu perniagaan (jual beli) dilakukan tawar menawar harga hingga tercapai kesepakatan kedua belah pihak agar tidak ada rasa keterpaksaan dalam urusan jual beli tersebut. Berikut firman firman Allah yang menjelaskan hal tersebut :

1. QS An Nisa Ayat 29

Wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan yang dilakukan atas dasar suka sama suka diantara kamu”.

Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah diperbolehkan melakukan tawar menawar dalam urusan jual beli agar tidak ada slah satu yang merasa dirugikan karena telah menjual dan membeli atas dasar suka sama suka.

Jalan yang batil contohnya ialah jual beli menurut islam yang merugikan salah satu pihak, misalnya seorang penjual berdagang dengan harga tinggi agar mendapatkan harta lebih dan pembeli terpaksa membelinya karena faktor kebutuhan atau tidak menemukan barang yang dicari tersebut di tempat lain.

2. QS Al Hasyr Ayat 9

Dan barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang yang beruntung”.

Kikir yang dimaksud disini dapat berlaku baik bagi pembeli atau penjual yang melakukan hukum tawar menawar dalam islam. Sering kita menemui seorang pembeli yang menawar dengan merendahkan harga secara tidak wajar atau hingga memaksa dan membanding bandingkan dengan penjual lain, juga contoh pembeli yang tidak jadi membeli padahal sudah tercapai kesepakatan harga, tentu hal tersebut dapat mengecewakan penjual. Menawar yang bertujuan karena kikir atau tidak mau mengeluarkan harta lebih tidak dibenarkan dalam islam. Karena etika jual beli dalam ekonomi islam wajib diutamakan agar sama – sama untung antara penjual dan pembelinya.

[AdSense-B]

3. QS Al Munafiqun Ayat 9

Hai orang orang beriman, janganlah hartamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang orang yang rugi”.

Dalam perdagangan, yang dicari ialah keberkahan dan relasi serta kepercayaan dari pembeli. Orang yang terlalu sibuk mencari keuntungan dengan melakukan tawar menawar berlebihan dengan tujuan yang penting dirinya mendapat keuntungan harta hingga melalaikan sedekah ialah contoh perbuatan orang orang yang rugi seperti yang dijelaskan dalam firman Allah tersebut.

[AdSense-A]

4. QS Al Shaf Ayat 10

Hukum tawar menawar tidak berlaku dalam hal syariat agama islam, contohnya ialah kewajiban shalat 5 waktu, kewajiban menutup aurat, dan sebagainya wajib dijalankan sesuai perintah Allah dan tidak boleh ditawar, hal demikian lah yang nantinya dapat menyelamatkan dari azab neraka, seperti pada firman Allah,

Hai orang orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu”.

Dari berbagai firman Allah di atas dapat disimpulkan bahwa hukum tawar menawar dalam islam ialah halal atau diperbolehkan dengan ketentuan tidak bertujuan untuk harta duniawi semata dan dengan kesepakatan kedua belah pihak. Hendaknya urusan tawar menawar dilakukan sesuai syariat yang telah Allah tetapkan dalam firman Nya agar urusan tersebut berkah dan mendapat rdho Nya.

Hukum Tawar Menawar Berdasarkan Hadist

Rasulullah pernah melakukan perdagangan dengan tawar menawar, diriwayatkan dari AnasRasulullah pernah menjual anak panah dan alas pelana dengan tawar menawar”. (HR Muslim). tawar menawar menurut hadist hukumnya halal juga dengan syariat syariat yang tentunya menajdi sesuatu yang bermanfaat untuk kedua belah pihak, berikut hadist hadist nya :

5. HR Muslim

Dua orang yang sedang melakukan jual beli diperbolehkan tawar menawar selama belum berpisah, jika mereka itu berlaku jujur dan menjelaskan ciri dagangannya maka mereka akan diberi barakah dalam perdagangannya itu”.

Tawar menawar boleh dilakukan ketika kedua belah pihak belum berpisah, setelah keduanya sepakat dan jual beli sudah dilakukan maka hukum tawar menawar dalam islam sudah tidak berlaku lagi atau tidak diperbolehkan menawar lagi karena sebelumnya sudah tercapai kesepakatan.

6. HR Baihaqi Melalui Abu Hurairah r.a

Allah mencintai seorang hamba yang mudah berlaku baik jika menjual dan mudah bila membeli”.

Penjelasan dari hadist tersebut ialah hukum tawar menawar dalam islam yakni halal dengan cara tidak berlebihan dalam tawar menawar, misalnya penjual yang menawarkan dengan harga terlalu tinggi dan pembeli yang menawar dengan harga terlalu rendah di luar batas wajar. Kedua belah pihak wajib hendaknya memudahkan urusan atau rejeki satu sama lain.

7. HR Muslim no. 1412

Janganlah seseorang menjual di atas jualan saudaranya kecuali jika ia mendapat ijin akan hal itu dan janganlah kalian menawar atas tawaran saudaranya”.

Di tempat jual beli seperti pasar, banyak ditemui penjual dan pembeli, ada penjual yang berdagang barang hampir serupa di tempat yang sama, tidak jarang ketika ada pembeli yang sedang menawar, penjual yang lain turut menawarkan dagangannya padahal pembeli tersebut sudah bertransaksi dengan penjual lain.

Hal demikian tidak diperbolehkan menurut hukum tawar menawar dalam islam kecuali jika sudah mendapat ijin seperti yang dijelaskan dalam hadist.

8. Kitab Al Mawa’idh Al Ushfuriyah Tentang Rasulullah Menawar Pahala Allah Untuk Umatnya

Tawar menawar sudah ada sejak jaman dahulu kala, Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dalam kitab Al Mawa’idh Al Ushfuriyah yaitu ketika Rasulullah menawar pahala sedekah yang ditentukan Allah untuk umat islam.

Kisah tersebut diawali ketika ketika turun wahyu QS Al Zalzalah ayat 7  yang berisi tentang orang yang berbuat kebaikan walaupun sebesar dzarrah akan mendapat balasan. Rasulullah memohon kepada Allah, “Ya Rabb ini sedikit menurut hak Nya umat ku”. Allah menjawab, “Jika kamu menganggap ini sedikit maka satu kebaikan akan dibalas dengan dua kebaikan” dan turunlah wahyu QS Al Qashash Ayat 54 yang berisi hal tersebut.

Rasulullah menawar lagi, “Ya Rabb tambahkanlah lagi kepada umat ku”. Dijawab oleh Allah, “Kalau begitu satu kebaikan dibalas 700 kali lipat” dan turun wahyu berikut, “Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah : 261).

Rasulullah masih menawar lagi hingga menurunkan wahyu yang menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan dalam keadaan sabar (dalam sempit dan lapang tetap bersedekah) akan mendapat pahala dari Allah dengan jumlah tak terbatas, berikut wahyu tersebut, “Sesungguhnya hanya orang orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS Az Zumar : 10).

Hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah atau menawar syariat tetapi Rasulullah melakukannya karena amat menyayangi hamba Nya dan berharap umatnya mendapat amal pahala yang lebih agar kelak dapat menjadi bekal di akherat. Rasulullah memang amat menyayangi umatnya bahkan di akhir hayat nya pun masih tetap memikirkan umatnya.

[AdSense-C]

Dapat disimpulkan dari hadist hadist di atas bahwa Rasulullah juga menghalalkan tawar menawar dengan jalan kejujuran dan niat karena Allah, bukan semata berniat untuk memberi keuntungan pada diri sendiri sehingga tidak merugikan kedua belah pihak.

Demikian artikel tentang hukum tawar menawar dalam islam, tawar menawar yang djalankan sesuai syariat islam akan menghasilkan kesepakatan atas dasar suka sama suka dan ke depannya dapat terjalin relasi atau silaturahmi sehingga menjadi jalan untuk kelapangan rejeki.

Ketika penjual dan pembeli saling percaya dan memiliki kepuasan dari hubungan perniagaan yang dilakukan maka akan perniagaan selanjutnya tentu akan terjadi lagi dan menjadikan keuntungan untuk kedua belah pihak.

Semoga dapat menambah pengetahuan anda mengenai tawar menawar yang sesuai adab agama islam dan syariat islam. Terima kasih. Salam hangat dari penulis.