Hukum Jilbab Punuk Unta dalam Islam

Akhir-akhir ini tidak sedikit wanita yang mengenakan jilbab namun ada tonjolan di belakang kepala. Tonjolan di belakang ini bisa karena rambutnya yang panjang kemudian digelung. Atau tonjolan di bagian belakang kepala juga dikarenakan kain yang digunakan sebagai bagian dari penggunaan jilbab itu sendiri agar rapi. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memakai jilbab jenis ini dilarang […]

Hukum Memajang Boneka dalam Islam

Dalam Islam, hukum terkait boneka mencakup membuat boneka, memainkan boneka, dan memperjualbelikannya. Jadi tidak secara tegas membahas tentang memajang boneka secara khusus. Karena itu, hukum memajang boneka dalam Islam dibahas lebih mendalam dalam hukum memajang gambar. Berbagai dalil menyebutkan bahwa memajang gambar sebagai hiasan di dalam rumah hukumnya adalah haram. Para ulama sepakat bahwa gambar […]

Asy-Syu’ara’ (Penyair) Ayat 201-227

لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ Lā yu`minụna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm 201. Mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, ۙ فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ Fa ya`tiyahum bagtataw wa hum lā yasy’urụn 202. Maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya, ۗ فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ Fa […]

Asy-Syu’ara’ (Penyair) Ayat 151-200

ۙ وَلَا تُطِيْعُوْٓا اَمْرَ الْمُسْرِفِيْنَ Wa lā tuṭī’ū amral-musrifīn 151. Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, الَّذِيْنَ يُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ Allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn 152. Yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.” ۙ قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn 153. Mereka berkata, “Sungguh, […]

Asy-Syu’ara’ (Penyair) Ayat 101-150

وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ Wa lā ṣadīqin ḥamīm 101. Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ Falau anna lanā karratan fa nakụna minal-mu`minīn 102. Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.” اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ Inna fī żālika la`āyah, […]

Asy-Syu’ara’ (Penyair) Ayat 51-100

اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ Innā naṭma’u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā ang kunnā awwalal-mu`minīn 51. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.” ۞ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ Wa auḥainā ilā mụsā an […]

Al-Qashash (Cerita) Ayat 51-88

۞ وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ۗ Wa laqad waṣṣalnā lahumul-qaula la’allahum yatażakkarụn 51. Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya. اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِهٖ هُمْ بِهٖ يُؤْمِنُوْنَ Allażīna ātaināhumul-kitāba ming qablihī hum bihī yu`minụn 52. Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur’an, […]

Asy-Syu’ara’ (Penyair) Ayat 1-50

طٰسۤمّۤ Tā sīm mīm 1. Tha Sin Mim تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ Tilka āyātul-kitābil-mubīn 2. Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas. لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ La’allaka bākhi’un nafsaka allā yakụnụ mu`minīn 3. Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman. اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ […]

Al-Qashash (Cerita) Ayat 1-50

طٰسۤمّۤ Tā sīm mīm 1. Tha Sin Mim تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ Tilka āyātul-kitābil-mubīn 2. Ini ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas (dari Allah). نَتْلُوْا عَلَيْكَ مِنْ نَّبَاِ مُوْسٰى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Natlụ ‘alaika min naba`i mụsā wa fir’auna bil-ḥaqqi liqaumiy yu`minụn 3. Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir‘aun dengan sebenarnya untuk […]

Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu)

اَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ Yā ayyuhan-nabiyyuttaqillāha wa lā tuṭi’il-kāfirīna wal-munāfiqīn, innallāha kāna ‘alīman ḥakīmā 1. Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana, وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ […]