17 Keutamaan Surat Maryam Untuk Ibu Hamil

Membaca Al Qur’an bagi umat islam dapat memberikan ketenangan tersendiri dan mendekatkan diri pada Allah, begitu pula untuk Ibu Hamil. Walaupun terkadang ibu hamil berada dalam kondisi yang lemah tetapi dia tetap mampu membaca atau mendengarkan Al Qur’an. Surat Maryam adalah salah satu surat yang sering dibaca ibu hamil karena dipercaya memiliki berbagai keutamaan.

Surat Maryam sering disarankan untuk dibaca, dipelajari, dan diamalkan hikmahnya oleh para ibu hamil, sesungguhnya apa yang ada pada surat Maryam hingga surat tersebut menjadi salah satu surat yang terkenal dan disarankan untuk dibaca ibu hamil? Untuk mengetahui lebih lanjut simak artikel berikut tentang keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil :

1. Tentang Keimanan

Surat Maryam berisi tentang Allah berbuat sesuatu menurut kehendak Nya walaupun tidak sesuai dengan hukum alam. Bahwa Allah Maha berkehendak segala sesuatu dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya. Seperti Nabi Zakaria yang diberi anak oleh Allah di usia yang sudah tua, tentang Nabi Isa yang jelas bukan anak Allah (seperti menurut pendapat orang orang kafir) sebab mustahil Allah mempunyai anak, Jibril turun membawa wahyu kepada Rasul Rasul atas perintah Allah, juga tentang kisah di hari kiamat nanti ketika semua manusia satu persatu menghadap Allah sebagai hamba.

Hal ini menjadi sebuah teladan keimanan dan doa sebagai salah satu dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil agar ibu hamil serta anak yang dikandungnya memiliki rasa keimanan dengan membaca dan meneladani kisah kisah di dalamnya.

2. Bentuk Ikhtiar

Dalam masa kehamilan, setiap ibu tentu senantiasa melakukan amalan istighfar dan berdoa agar mendapat kelancaran selama masa kehamilan hingga persalinannya. Agar terhindar dari segala mara bahaya dianjurkan untuk membaca surat Maryam sehingga mendapat keberkahan dalam perjalanan menanti kelahiran anugrah yang telah diberikan Allah yaitu seorang anak.

“Dia berkata : Ya Tuhanku, sungguh tulang ku telah lemah dan kepala ku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabat sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugrahilah aku seorang anak dari sisi Mu” (QS Maryam : 4-5).

3. Wujud Kasih Sayang Allah

Kehamilan adalah salah satu wujud kasih sayang Allah baik untuk ibu hamil maupun keluarganya, sebab seorang anak adalah rejeki yang barangkali tidak semua wanita diberi kepercayaan untuk menerima anugrah tersebut. “Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah emmebrikan nama itu sebelumnya (QS Maryam : 7)

4. Doa Agar Anak Berbakti

“Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong bukan pula orang yang durhaka”. (QS Maryam : 14). Ayat tersebut merupakan salah satu doa yang merupakan bagian dari keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil yaitu doa untuk anak yang dikandung agar kelak menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah.

[AdSense-B]

 5. Tanda Kebesaran Allah

“Dia (Jibril) berkata ; demikianlah Tuhanmu berfirman, hal itu mudah bagi Ku dan agar kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami”. (QS Maryam : 21). Bagi Allah segalanya memang mudah dan tidak ada yang tidak mungkin, kehamilan merupakan salah satu kebesaran Allah dan bentuk rahmat untuk ibu hamil tersebut.

 6. Anjuran Berprasangka Baik

Ibu hamil terutama yang pertama kali mengalami terkadang merasa takut tentang proses persalinan, dianjurkan untuk membaca surat Maryam agar mendapat teladan dan senantiasa berprasangka baik bahwa Allah selalu memberi pertolongan. Seperti kisah dalam surat Maryam berikut ketika Maryam merasa putus asa karena rasa sakit selama persalinan dan Allah memberinya pertolongan. prasangka dalam islam khususnya pada hal – hal yang baik akan membawa dampak baik.

[AdSense-A]

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata : wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Jibril berkata janganlah engkau bersedih. Goyangkanlah pohon kurma itu niscaya akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”. (QS Maryam : 23 – 25).

 7. Bukti KeEsaan Allah

“Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia, apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! Maka jadlah sesuatu itu”. (QS Maryam : 35). Merupakan bukti bahwa Nabi Isa bukanlah anak Allah seperti yang disampaikan oleh orang orang kafir.

 8. Peringatan Untuk Umat Manusia

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan yaitu ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman”. (QS Maryam : 39). Ayat tersebut sebagai peringatan bagi ibu hamil dan doa untuk bayinya kelak agar menjadi orang yang beriman sehingga tidak menyesal di hari akhir nanti.

 9. Contoh Teladan Ketaatan

Ibu hamil senantiasa berdoa kebaikan untuk anaknya, dengan membaca surat Maryam yang mempunyai keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dapat sebagai doa dan teladan agar menjadi hamba yang istiqomah di jalan Allah, yang siap menjauhkan diri dari segala keburukan yaitu segala sesuatu yang dilarang Allah. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan apa yang engkau sembah selain Allah”. (QS Maryam : 48).

 10. Teladan Wanita Sholehah

Maryam berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak laki laki padahal tidak ada laki laki yang pernah menyentuhku”. (QS Maryam : 20). Surat Maryam sering dianjurkan untuk ibu hamil yang berikhtiar agar memiliki anak perempuan yang sholehah, dengan membaca surat Maryam, merupakan salah satu wujud doa untuk ikhtiar tersebut.

 11. Ciri Wanita Penyabar

Maka dia mengandung dan mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh”. (QS Maryam : 22). Dalam kisah di firman Allah tersebut dikisahkan Maryam harus mengasingkan diri agar terhindar dari fitnah karena mengandung padahal beliau sama sekali tidak pernah disentuh oleh lelaki, Maryam dengan kesabarannya tetap menerima takdir Allah dan menjaga dengan kasih sayang bayi yang dikandungnya.

Begitu pula sebagai ibu hamil harus senantiasa bersabar ketika menghadapi ujian atau beban selama masa kehamilan, wajib menerima takdir Allah dan mensyukuri anugrah kehamilan tersebut dengan menjaga serta merawat kesehatan bayi dalam kandungannya.

 12. Doa Agar Anak Sholeh

Kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari Kami bersih dari dosa. Dan diapun seseorang yang bertaqwa”. (QS Maryam : 13). Firman Allah tersebut juga merupakan salah satu doa agar anak yang dikandung kelak memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan menjadi orang yang bertaqwa.

 13. Anjuran Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah

Ibu hamil tentu mempunyai berbagai harapan untuk anaknya, harapan tersebut dapat diungkapkan langsung kepada Allah, tak perlu dengan cara riya seperti berdoa di media dan sejenisnya, cukup kepada Allah saja doa itu disampaikan. “Yaitu ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut”. (QS Maryam : 3).

 14. Bukti Allah Maha Mendengar

Kisah dalam surat Maryam tentang Nabi Zakaria yang diberi anugrah anak oleh Allah padahal iistrinya mandul dan usia beliau sudah tua, merupakan bukti bahwa Allah senantiasa mendengar doa hamba Nya, sebagai ibu hamil juga wajib senantiasa memohon kebaikan untuk kehamilan dan anaknya kelak. Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan memiliki anak padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sudah mencapai usia yang sangat tua?”. (QS Maryam : 8).

 15. Berisi Kisah Kisah Orang Sholehah

Bayi sejak dalam kandungan sudah mampu mendengar berbagai ucapan, jika sering dieprdengarkan kalimat kalimat Allah yang indah InsyaAllah kelak akan menjadi anak yang baik akhlaknya. Sebab itulah termasuk keutamaan surat Maryam untuk ibu hamil dimana dalam surat Maryam terdapat berbagai kisah kisah orang sholehah yaitu kisah Nabi Zakaria, Maryam, juga Nabi Musa yang wajib diperdengarkan kepada bayi sejak dalam kandungan.

 16. Bukti Kebesaran Allah

Surat Maryam berisi tentang kebesaran dari Allah dimana sesuatu yang tidak mungkin terjadi seperti istri Nabi Zakaria yang mandul, Maryam yang tidak pernah disentuh lelaki, diberi anugrah seorang anak oleh Allah menunjukkan betapa kebesaran Allah itu nyata. Termasuk ibu hamil yang mendapat kepercayaan untuk memiliki seorang anak merupakan wujud kebesaran Allah dan rejeki besar untuknya. Wajib mensyukuri dan mengakui kebesaran Nya.

[AdSense-C]

 17. Perintah Bertaqwa Kepada Allah

Surat Maryam yang terdapat berbagai teladan di dalamnya memerintahkan pada ibu hamil dan semua umat mukmin agar senantiasa bertaqwa kepada Allah juga sebagai doa agar bayi dalam kandungannya kelak menjadi orang yang bertaqwa sebab sudah diperdengarkan tentang perintah perintah Allah sejak dalam kandungan. Selain itu cara meningkatkan iman dan taqwa yang dilakuka sehari – hari akan membawa manfaat baik tentunya.

Demikian artikel kali ini, barangkali ada sudah pernah membaca kisah kisah dan pengalaman pribadi tentang keajaiban dari surat Maryam untuk ibu hamil, diantaranya yaitu para pasangan yang dikaruniai anak karena rajin mengamalkan surat Maryam dan kisah wanita yang memiliki perjalanan kehamilan dan persalinan yang lancar. Semoga bermanfaat terima kasih.

13 Tipe-Tipe Hak Dalam Islam

Ada banyak jenis dan tipe dari hak yang ada di dalam islam dan wajib diketahui dan dipelajari oleh para muslim. Biasanya tipe atau macam hak ini akan di jabarkan oleh ulama fikih atau fuqaha yang masing-masing akan memiliki penjabarannya sendiri namun akan tetap saling terkait dan melengkapi.

Seperti halnya hak dan kewajiban dalam islam, para ulama fiqih menyatakan 13 tipe dari hak dalam islam, yaitu :

1. Hak Taqarrub 

Ini adalah hak Allah atas manusia atau ciptaan Nyauntuk dapat melaksanakan dan mengagungkan beragam syiar agama seperti : puasa, haji, shalat, amar ma’ruf nahi mungkar, nazar, jihat dan zakat seperti halnya hukum hak asuh dalam islam.

2. Hak Al Haq Al’am atau Hak Publik

Ini adalah salah satu hak dari Allah atas ciptaannya untuk bisa melaksanakan kepentingan umum seperti tidak melakukan pencurian, pelaksanaan hukum zina, penjagaan milik umum seperti masjid, mushalla, sungi, tidak melakukan tuduhan palsu dan tidak melakukan perbuatan jahat lainnya.

3. Hak Al Ibad atau hak Manusia

Ini adalah hak yang pada dasarnya di laksanakan agar bisa memelihara berbagai permasalahn dari setiap individu manusia tersebut.

Dimana sifat dari hak ini adalah untuk menyediakan menjaga beragam sarana kesehatan, melenyapkan segala jenis bentuk kejahatan, tindak kekerasan pidana dan menjaga ketentraman. Ini merupakan hak dasar yang harus di jaga dan di lakukan oleh setiap umat islam agar menunjukan jati diri mereka seperti halnya hukum hak asuh anak dalam agama islam.

4. Hak Khusus

Ini merupakan salah satu hak manusia di dalam islam yang bersifat khusus, hak ini adalah jenis dari hak yang biasanya akan menjamin sebuah privasi atau hak individu yang juga tercantum di dalam hak muslim terhadap muslim lainnya.

Seperti halnya hak dari seorang istri untuk bisa mendapatkan nafkah dari suami mereka, hak dari seorang ibu untuk bisa mengasuh dan menjaga anak-anaknya, hak untuk beriktiar atau berusaha dan beragam hak lainnya yang menyangkut pribadi seorang manusia. [AdSense-B]

Sifat dari hak ini memang pribadi dan mengenai pemahaman hak yang satu ini seseorang boleh saja untuk membiarkan haknya tersebut, mengubah, mewariskan dan bahkan memaafkan kepada sang ahli waris. Jadi ini merupakan hak yang bisa dikelola oleh setiap insan.

5. Hak Al Musytarak atau Hak Gabungan Antara Allah SWT dengan CiptaanNYA

Ini merupakan salah satu hak Allah SWT yang lebih berperan atau lebih dominan dan ada waktunya hak dari manusia atau ciptaanNYA terkadang juga bisa mendominasi.

Misalnya saja ketika sedang masa iddah akan ada 2 hak utama yaitu hak Allah agar bisa memelihara dan menjamin nasib dari janin tersebut agar tidak tercampur dengan masalah dan nasab dari suami berikutnya.

[AdSense-A] Dan disamping dari hak Allah SWT juga ada hak manusia dimana sebuah penjagaan terhadap nasab dari anaknya tersebut, namun pada kasus yang ini tentunya hak yang lebih dominan adalah hak Allah SWT dalam menjaga janis tersebut.

Hak-hak ini tentunya tidak bisa di ubah maupun di buang, karena akan selalu ada dalam tatanan masyarakat.

6. Hak Maali

Ini adalah hak yang akan memiliki hubungan dengan harta kekayaan seperti hak snag penjual produk dengan barang yang mereka tawarkan begitu juga hak pembeli dengan barang yang mereka beli.

7. Hak Ghairu Maali

Tidak ada hubungan apapun dengan hak materi, seperti contoh hak suami dalam mentalak istri karena kesalahan maupun kemandulan.

8. Hak Asy Sakhsyi

Ini adalah hak yang telah ditentukan syara’ bagi seseorang berupa sebuah ketentuan terhadap orang lain seperti sebuah hak penjual yang nantinya berhak atas harga barang dagangannya tersebut.

9.Hak Al Aini

Ini merupakan sebuah hak seseorang untuk menetapkan syara’ terhadap sebuah dzat agar ia bisa mendapatkan sebuah kekuatan dan kekuasaan penuh hingga bisa mengembangkan serta menggunakan haknya itu.

10. Hak Mujjarad

Hak mujarrad ini merupakan hak murni yang tidak bisa meninggalkan jejak apabila di buang melalui pemanfaatan atau perdamaian. Hak ghairu mujarrad adalah suatu hak yang jika dibatalkan atau dimaafkan hanya akan meninggalkan bekas kepada orang yang dimaafkan.

11. Hak diyaani (keagamaan)

Ini merupakan hak-hak yang tidak boleh di intevensi atau dicampuri jenis kekuasaan kehakiman atau pengadilan. Misalnya saja dalam permasalahan hutang yang tidak dapat ditunjukan buktinya oleh  sang pemberi utang, karana tidak  ada alat alat yang memadai untuk membuktikan di dalam pengadilan.

Walaupun tidak bisa dibuktikan didepan hakim dan pengadilan, tapi adanya pertanggungjawaban yang berhutang  akan tetap ada dihadapan Allah dan  akan di tuntut serta di minta pertanggung jawabannya di kehidupan akhirat kelak.

12. Hak qadhaai

Seluruh hak ada di bawah kekuasaan dari hakim dan sidang pengadilan serta pemilik hak ini bisa membuktikan haknya nanti di pengadilan beserta di depan hakim.

Misalnya saja  seseorang yang sedang melakukan prosesi talak terhadap istrinya dalam keadaan salah, dimana dia tidak berniat menjatuhkan talak namun telah sah dimata hakim dan pengadilan karena sesungguhnya semua itu bergantung dari niat orang tersebut.

13. Hak Allah SWT 

Ini merupakan akar dari segala hak yang menyelimuti ciptaan Nya. Hak Allah bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Demikian penjelasan terkait apa saja tipe-tipe hak dalam islam.

10 Penerapan Kebenaran Pragmatis Dalam Ajaran Islam

Sebelum kita membahas penerapan kebenaran pragmatis dalam ajaran Islam, mari kita lihat pengertian dari kebenaran pragmatis itu sendiri.

Menurut Hadiwijono, pragmatis adalah konsep kebenaran secara logika pengamatan dengan melihat akibat secara praktis. Dalam teori kebenaran pragmatis, suatu hal akan dianggap benar jika memberikan manfaat melalui pembuktian secara ilmiah. Maka dari itu, suatu tindakan atau pemikiran hanya akan dianggap benar jika mempunyai hasil yang bermanfaat dan tidak akan dianggap jika belum mempunyai hasil.

Islam merupakan agama yang selalu membawa kebaikan bagi umatnya. Ajaran dalam Islam yang telah tersebar sejak ribuan tahun lalu terbukti memberikan berbagai manfaat secara ilmiah. Tidak ada ajaran Islam yang tidak memberikan manfaat.  Berikut adalah beberapa penerapan kebenaran pragmatis dalam ajaran Islam:

  1. Wudhu

Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Ada banyak manfaat berwudhu dalam Islam.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur..” (QS. Al Maidah: 6)

Wudhu dimulai dengan gerakan berkumur-kumur yang bertujuan untuk membersihkan mulut dari sisa makanan dan kotoran lainnya. Begitu pula dengan gerakan lainnya, seluruh gerakan dalam wudhu terbukti mampu menghindari dari berbagai penyakit, bahkan kanker kulit.

  1. Sholat

Salah satu rukun Islam adalah sholat.  Sholat yang wajib dikerjakan ada 5 waktu setiap harinya.

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45)

Sholat bukan hanya sekedar hubungan antara Allah dan hambaNya,  tapi banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam seluruh gerakan sholat.  Diantaranya takbiratul ihram,  gerakan mengangkat kedua tangan ini mempunyai manfaat melancarkan aliran darah dan kelenjar getah bening juga menguatkan otot lengan.

Begitu pula dengan gerakan sujud yang sangat baik untuk melancarkan aliran darah ke otak dan baik untuk kesehatan reproduksi wanita.  Bahkan dokter ahli kandungan juga sering menyarankan pada wanita hamil untuk sering melakukan gerakan sujud. [AdSense-B]

Dalam prakteknya sendiri,  Islam memberikan keefisienan bagi mereka yang tidak mampu berdiri untuk sholat,  maka boleh sholat dengan duduk atau berbaring.  Ini juga merupakan salah satu penerapan pragmatis dalam Islam karena Islam bukanlah agama yang akan menyusahkan penganutnya,  justru akan selalu memberikan manfaat dan kemudahan bagi setiap Muslim.

Baca juga:

[AdSense-A]

  1. Puasa

Puasa adalah menahan makan dan minum serta hawa nafsu lainnya.  Telah terbukti secara ilmiah bahwa puasa memberikan banyak manfaat bagi tubuh,  diantaranya membantu membuang racun dari dalam tubuh,  meningkatkan sistem imun,  mengistirahatkan pencernaan,  mengurangi resiko penyakit jantung,  dan masih banyak manfaat lainnya.

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui..”(Q.S. Al Baqarah:184)

Ayat di atas menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak kaku dan memaksa.  Bagi mereka yang tidak sanggup berpuasa maka dibolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari saat ia telah mampu berpuasa.

  1. Zakat

Zakat merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.  Dalam Islam,  tata cara pengeluaran zakat telah diatur,  bahkan perintah zakat berkali-kali disebut dalam Al Quran. Zakat bukan hanya salah satu bentuk ibadah dalam Islam,  tapi juga memberikan banyak manfaat.

Dari segi kepribadian,  zakat mampu menumbuhkan rasa tenggang rasa,  simpati,  menyingkirkan rasa kikir, pelit dan dengki.

ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.”(Q.S. An Nisa:37)

Dari segi sosial,  zakat membantu menjembatani hubungan yang lebih baik antara mereka yang berkecukupan dengan yang kurang mampu.  Zakat juga membantu mensejahterakan mereka yang fakir.  Al baqarah 273

  1. Membaca Al Quran

Ada banyak manfaat membaca Al Quran setiap hari. Sebagaimana hadist Rasul : Hendaknya kamu menggunakan jenis obat obatan seperti madu dan membaca alquran (HR. Ma’ud). Fungsi Al Quran bukan hanya sebagai pedoman hidup manusia,  tapi juga menjadi obat bagi mereka yang rajin membacanya.  Shahid Athar, M.D. seorang Associate Professor Kedokteran Klinis dari Indiana University School of Medicine, telah membuktikan hal ini melalui penelitiannya.

Dimana terdapat 2 pasien yang mana keduanya mengalami sakit parah yang sama dan meminum obat yang sama.  Pasien pertama diberikan obat dan diajak mendengar lantunan Al Quran,  sedangkan pasien kedua diberikan obat tanpa didengarkan ayat Al Quran.  Hasilnya pun menunjukkan bahwa pasien pertama bertahan jauh lebih lama dibanding pasien kedua.

Baca juga:

  1. Larangan Makan Babi

Babi merupakan salah satu daging hewan yang masih banyak dikonsumsi oleh non Muslim, padahal dalam kitab mereka juga diajarkan untuk tidak memakan babi.  Dalam ajaran Islam,  babi termasuk dalam hewan yang haram dimakan. Bukan hanya dimakan,  bahkan juga disentuh baik itu sudah dalam bentuk benda seperti jaket atau sepatu kulit.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)

Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi. Terbukti ajaran Islam yang memasukkan babi sebagai makanan haram memang demi kesehatan penganut ajarannya.

  1. Larangan minuman keras dalam Islam

Bukan hanya babi,  Islam juga mengharamkan umatnya untuk meminum minuman keras seperti bir, tuak, anggur, gin, dan minuman alkohol lainnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Qs Al Maidah : 90)

Sekelompok ilmuwan dari University of Oxford, Inggris yang dipublikasikan dalam The BMJ bulan ini menemukan bahwa empat gelas bir keras atau lima gelas anggur yang dikonsumsi selama seminggu berturut-turut dapat meningkatkan risiko penurunan mental yang berakibat pada kinerja otak.

  1. Larangan pacaran

Terdapat larangan berpacaran dalam Islam dengan alasan yang sangat logis. Sebenarnya tidak ada istilah pacaran dalam Islam,  yang Ada hanyalah zina.

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra:32)

Di tahun 2012, peneliti University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan sebuah hasil penelitian bahwa ketika fisik perempuan tersentuh oleh pria, suhu kulit tubuh perempuan akan meningkat, khususnya di bagian wajah dan dada. Riset berjudul “The Touch of a Man Makes Women Hot” dan dipublikasikan di LiveScience, 29 Mei 2012 itu menunjukkan, sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita. Yang artinya pacaran justru mendorong pelakunya untuk berbuat zina.

Baca juga:

  1. Berdzikir

Dzikir merupakan salah satu ibadah yang dapat kita lakukan kapan pun dan dimana pun. Dzikir dilakukan dengan mengulang-ulangi kalimat pujian mengagungkan nama Allah SWT. Bukan hanya sebagai ibadah, ternyata dzikir mampu meeningkatkan kinerja otak kita. Hal ini terbukti secara melalui sebuah penelitian di Universitas Washington di mana tes ini dilakukan melalui tes pemindaian PET yang mengukur tingkat aktivitas otak manusia secara tidak sadar.

Dalam penelitian ini, relawan diberikan suatu daftar benda. Mereka diminta membaca daftar tersebut dan mengaitkan kata itu dengan kata kerja yang berkaitan. Ketika sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan akitivitas saraf termasuk di bagian depan otak dan korteks.

Menariknya, ketika relawan mengulangi daftar kata yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak akan ikut mengaktifkan area saraf lain. Bila daftar kata baru diberikan kepada mereka, aktivitas saraf kembali meningkat di area pertama. Penelitian ini membuktikan bahwa ibadah seperti dzikir  terbukti mampu meningkatkan kecerdasan otak.

  1. Silaturahmi

Islam bukan hanya mengajarkan tentang hubungan antara manusia dengan Allah, tapi juga manusia dengan manusia. Silaturahmi dalam Islam memiliki manfaat memberikan umur panjang dan mendatangkan rezeki, dan hal ini juga terbukti secara ilmiah.

Para peneliti percaya bahwa memiliki kehidupan sosial yang baik mampu mengurangi resiko penyakit Alzheimer hingga 70%, bahkan berdasarkan penelitian terbaru oleh para ilmuwan dari Universitas Brigham Young, silaturahmi dapat meningkatkan peluang hidup lebih lama hingga 50%.

Demikianlah artikel mengenai 10 penerapan kebenaran pragmatis dalam ajaran Islam yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan semakin membuat kita bersyukur telah menjadi seorang Muslim yang memiliki ajaran yang sempurna.

15 Ayat Tentang Jodoh Dalam Islam

Jodoh merupakan istilah yang dimengerti oleh hampir semua orang. Ada berbagai sebutan untuk jodoh, diantaranya adalah pasangan hidup, teman hidup, tambatan hati, bahkan ada pula yang menyebut dengan ungkapan separuh jiwa yang berarti jika kehilangan atau terpisah akan terasa seperti kehilangan segalanya atau kehilangan sesuatu separuh dari hidupnya. Jodoh menurut islam adalah salah satu misteri yang senantiasa dipertanyakan oleh umat mukmin baik laki laki ataupun perempuan, sebab hanya Allah yang mengetahui dan menentukan jodoh untuk hamba Nya.

Jodoh dalam islam adalah sebuah cerminan diri, jika seseorang itu baik, InsyaAllah akan mendapatkan jodoh yang baik pula, dan sebaliknya. Jika seseorang itu baik tetapi mendapatkan jodoh yang belum sebaik dirinya, hal itu merupakan ujian dari Allah agar menuntunnya ke jalan kebaikan. Hanya Allah yang mengetahui. Wallahualam. Bagaimana jodoh tercipta dan seperti apa Allah memberikan yang terbaik untuk hamba Nya telah Allah jelaskan dalam berbagai firman Nya, berikut 15 ayat Al Qur’an tentang jodoh :

1. QS An Nur Ayat 26

“Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS An Nur : 26). Jelas dalam firman tersebut bahwa Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba Nya tersebut, sebab itulah senantiasa ada nasehat bahwa setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya agar kelak mendapat jodoh yang baik pula.

2. QS An Nur Ayat 3

“Laki laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki laki yang berzina atau laki laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang orang yang mukmin”. (QS An Nur : 3). Firman ini juga merupakan cermin dari jodoh yang Allah ciptakan untuk hamba Nya, wanita atau lelaki yang berzina nantinya akan mendapatkan jodoh yang seperti dirinya, setiap dari kita wajib menjaga diri dari segala perbuatan maksiat agar kelak mendapatkan jodoh yang mengajak kepada kebaikan juga.

3. QS Al Maidah Ayat 5

Allah menghalalkan seorang laki laki dan wanita yang sholeh yaitu yang masing masing menjaga kehormatan dirinya untuk menyatukan hubungan mereka dalam ikatan yang halal. Merupakan sebuah nikmat terindah dari Allah jika dua orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang halal dengan niat beribadah kepada Nya. “Dan dihalalkan mengawini wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita wanita yang beriman dan wanita wanita yang menjaga kehormatan diantara orang orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya tidak dengan maksud berzina”. (QS Al Maidah : 5).

4. QS Al Baqarah Ayat 221

Jodoh berarti sesuatu yang di rihoi Allah, jika mencintai lawan jenis yang musyrik tandanya bukan mencintai karena Allah sebab mengharap jodoh karena Allah senantiasa mementingkan agamanya terlebih dahulu. “Dan janganlah kamu menikahi wanita wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita mmusyrik walaupun dia lebih menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan ijin Nya”. (QS Al Baqarah : 221)

5. QS An Nur Ayat 32

“Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka denga karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32). Tak perlu khawatir jika anda mendapat jodoh yang mungkin masih berjuang untuk mapan, sebab Allah memberikan jodoh disertai dengan jalan mendapat rejeki yang lapang.

6. QS Ar Rum Ayat 21

Jodoh akan menjadikan dua orang menjadi tentram hatinya dan memiliki kasih sayang satu sama lain. “Dan diantara tanda tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepasanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS Ar Rum : 21)

[AdSense-B]

7. QS Al Furqan Ayat 74

Allah menyukai hamba Nya yang berdoa dan berikhtiar, tak ada salahnya menyelipkan doa disertai senantiasa memperbaiki diri agar mendapat jodoh yang terbaik dari Nya. doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut al quran merupakan salah satu terbaik yang bisa dilakukan hamba-Nya untuk mendapatkan keberkahan. “Dan orang orang yang berkata : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertaqwa”. (QS Al Furqan : 74). 

[AdSense-A]

8. QS Ar Rad Ayat 38

Allah telah menciptakan jodoh sejak jaman terdahulu, sejak Nabi Adam AS diciptakan telah Allah ciptakan Hawa sebagai jodohnya. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri istri dan keturunan”. (QS Ar Rad : 38).

9. QS Az Dzariyat Ayat 49

Allah menciptakan jodoh agar manusia senantiasa bersyukur dan mengingat kebesaran Allah, sebab jodoh merupakan sebuah anugrah, darinya akan didapatkan teman hidup sebagai pasangan dan penenang hati di dunia hingga di akherat nanti. takdir jodoh menurut islam sudah ditentukan oleh Allah dengan orang yang tepat dan terbaik bagi setiap hamba-Nya. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS Az Dzariyat : 49). 

10. QS An Nisa Ayat 1

“Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan dari padanya Allah mencitpakan istri nya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama Nya kamu saling mencinta satu sama lain”. (QS An Nisa : 1). Allah memerintahkan hamba Nya untuk bertaqwa agar mendapat jodoh yang bertaqwa pula, dengan jodoh Allah akan menciptakan keturunan dan perasaan saling mencinta satu sama lain.

11. QS Thaaha : 39

Jodoh tidak hadir begitu saja, ada yang mendapatkan jodoh di usia muda, ada pula yang sebaliknya, Allah mengatur yang demikian karena kuasa Nya, dari kasih sayang yang diturunkan oleh Allah, itulah sebabnya setiap manusia harus berikhtiar dan berharap hanya kepada Allah. “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan Ku”. (QS At Thaahaa : 39)

12. QS Ali Imran Ayat 14

Setiap lelaki sejatinya memiliki rasa tertarik atau minat terhadap wanita, hal itu merupakan kodrat dari Allah sebagai salah satu alasan diciptakannya jodoh. “Dijadikan indah bagi manusia kesukaan kepada benda benda yang diingini, yaitu perempuan perempuan”. (Ali Imron : 14)

13. QS Al Anbiya Ayat 89

Doa ini adalah salah satu doa dalam ayat Al Qur’an yang diungkapkan oleh Nabi Allah sebagai wujud berharap mendapatkan jodoh yang terbaik, jodoh akan melenyapkan seseorang dari rasa kesendirian dan kesepian, juga kelak memberikan keturunan sebagai pelengkap dan amanah dari Allah. “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. (Al Anbiya : 89)

14. QS Yassin Ayat 36

“Maha suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk makhluk semuanya berpasangan baik apa yang ditumbuhkan oleh bumi, atau dari diri mereka, ataupun dari apa yang mereka mengetahuinya”. (QS Yassin : 36). Dari firman tersebut Allah menjamin kepada hamba Nya bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan, Allah memberikan pasangan tersebut sebagai jodoh untuk jalan beribadah kepada Nya.

Seseorang yang belum dipertemukan oleh Allah dengan jodohnya hendaknya senantiasa memperbaiki diri dan berikhtiar agar mendapat jodoh di waktu terbaik yang diatur oleh Allah. Bagi yang telah dipertemukan dan telah memiliki hubungan yang halal juga wajib bersyukur, memperbaiki diri, dan saling mengajak dalam kebaikan agar kelak menjadi jodoh hingga di akherat pula. Kemudian untuk tanda tanda jodoh dari allah sendiri memang terkadang tidak diduga – duga.

15. QS An Najm Ayat 45

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang pasangan pria dan wanita”. (QS An Najm : 45).

Dari firman firman Allah yang telah disebutkan di atas jelas bahwa jodoh telah diciptakan dan dijamin keberadaannya oleh Allah, tentunya Allah menciptakan jodoh karena rasa kasih sayang Allah untuk hamba Nya, sebagai umat mukmin tak perlu khawatir tentang jodoh selama menjadi hamba Nya yang bertaqwa dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya, sebab Allah telah menjamin memberikan jodoh yang terbaik sesuai cermin dari dirinya sendiri.

[AdSense-C]

Senantiasa jaga diri, berikhtiar, dan mengharap serta menerima jodoh kita semata karena beribadah kepada Allah. Semoga bermanfaat ya sobat pembahasan kali ini mengenai ayat tentang jodoh dalam islam. Sampai disini dulu dan sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan juga membaca. Salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Kematian Dalam Islam

Di waktu kecil kita pasti pernah mendengar dongeng tentang orang orang yang hidup kekal di dunia ini dengan keadaan berbahagia selamanya, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang batil. Tidak ada sesuatu yang kekal di dunia ini. Kematian merupakan sebuah hakikat yang akan menghampiri semua manusia dan seluruh umat Nya, tidak ada yang mampu menolak atau menunda nya.

Kematian menurut islam adalah kepastian. Hanya Allah yang mengetahui waktu dan cara nya. Sebab itu manusia diwajibkan bertaqwa dengan berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut asma Allah setiap detik kehidupannya sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya, baik sehat maupun sakit jika sudah takdir nya maka manusia tak memiliki kemampuan apapun untuk menghindari nya. Salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa paling mudah ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada – Nya.

Allah telah berfirman bahwa kematian adalah hal yang nyata, bukan sebuah akhir namun awal dari fase kehidupan yang baru, simak 15 ayat Al Qur’an tentang kematian berikut :

1. QS Ali Imran Ayat 102

“Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar benar taqwa kepada Nya dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”. (QS Ali Imran : 102). Firman ini merupakan peringatan dari Allah untuk senantiasa beribadah dan mengingat Nya sebab merupakan kerugian terbesar ketika seorang hamba meninggal dalam keadaan selain islam.

2. QS Ali Imran Ayat 145

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS Ali Imran : 145). Setiap hamba Allah akan meninggal dengan sepengetahuan dan atas izin Nya, tidak ada yang mampu menentukan kapan dan cara kematiannya sendiri. Sebab merupakan sebuah ketetapan yang hanya diketahui oleh Allah sebagai pencipta nya.

3. QS Ali Imran Ayat 185

Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang tidak merasakan mati, bahkan malaikat pencabut nyawa pun nantinya juga akan merasakannya dan hanya Allah yang hidup sebelum semua dibangkitkan di hari akhir atau hari pembalasan nanti. Dan kematian bukan akhir dari perjalanan seseorang, melainkan sebuah jalan untuk mencapai kehidupan baru yang lebih yaitu kehidupan di alam kubur dan di akherat yang kekal nanti.

Meskipun demikian jika kematian tersebut dilakukan dengan bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang oleh agama. Karena sudah jelas bahwa hukum bunuh diri dalam islam diharamkan,  “Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran : 185).

4. QS Al An’am Ayat 61

“Dan diutus Nya malaikat malaikat penjaga sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat malaikat Kami dan malaikat malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”. (QS Al An’am : 61). Malaikat pencabut nyawa senantiasa menjalankan perintah Allah untuk mencabut nyawa siapa saja yang dikehendaki Nya, bagaimana malaikat tersebut mencabut nyawa tentu berdasar dari segala amal perbuatan yang dilakukan di dunia.

5. QS Al Ahzab Ayat 16

Manusia mampu menciptakan berbagai teknologi canggih yang dapat meminimalisir dampak dari bencana alam atau kerusakan yang ditimbulkan karena ulah manusia, tetapi sepandai apapun manusia tidak akan mampu menciptakan alat yang bisa menghindarkan seseorang dari kematian, sekuat apapun seorang hamba mencoba dan berusaha, jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa lari dari takdir Nya. “Lari itu sekali kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melaikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika kamu terhindar dari kematian kamu tidak juga mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”. (QS Al Ahzab : 16). 

[AdSense-B]

6. QS Al Mu’minum Ayat 99

“Keadaan orang kafir apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia”. (QS Al Mu’minum : 99). Orang yang sudah mati tidak akan mampu kembali ke dunia untuk meperbaiki kehidupannya setelah kematian, sebab itu kita yang masih diberi kesempatan wajib bersyukur agar bisa lebih paham manfaat bersyukur kepada allah dan memanfaatkan segalanya untuk bekal kehidupan agar tidak menjadi orang yang menyesal.

[AdSense-A]

7. QS An Nahl Ayat : 61

Jika Allah sudah menentukan waktu kematian seseorang, waktu kematian yang telah ditetapkan tersebut akan terjadi dengan tepat, tidak maju ataupun mundur walaupun sekejap saja. “Apabila telah tiba waktunya yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”. (QS An Nahl : 61).

8. QS Al Waqi’ah Ayat 60

“Kami telah menentukan kematian diantara kamu dan Kami sekali kali tidak akan dapat dikalahkan”. (QS Al Waqi’ah : 60). Allah maha kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang mampu mengalahkan kuasa Nya termasuk tentang kematian, Allah lah yang menentukan kapan dan dimana hamba Nya akan kembali pada Nya.

9. QS Haqqah Ayat 27

“Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu”. (QS Al Haqqah : 27). Friman ini menjelaskan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalas sesuatu atau terlepasnya tanggung jawab seorang hamba, kematian justru menjadi awal dimana setiap hamba akan diminta pertanggung jawaban atas segala urusan yang dilakukannya di dunia.

10. QS Al Jumu’ah Ayat 8

“Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS Al Jumu’ah : 8). Pada kehidupan setelah mati nanti akan ditunjukkan kepada setiap insan segala yang diperbuatnya selama di dunia, dan hanya kepada Allah hamba Nya kembali.

11. QS Al Sajdah Ayat 11

“Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”. (QS Al Sajdah : 11).  Allah sudah memiliki malaikat khusus yang bertugas sebagai pencabut nyawa, sekuat apapun seorang hamba berusaha tidak akan mampu menolak kematian jika malaikat tersebut sudah mendapat perintah dari Allah.

12. QS Az Zumar Ayat 30

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula”. (QS Az Zumar : 30). Jelas dari firman tersebut bahwa semua yang ada di dunia tidak kekal, semuaya akan merasakan kematian. 

13. QS An Nisa Ayat 78

Allah dan malaikat pencabut nyawa senantiasa mengawasi manusia dan malaikat akan siap menjemput hamba Allah yang sudah dikehendaki untuk diambil nyawa Nya dimanapun hamba tersebut berada meskipun berada di suatu tempat yang kokoh yang tidak bisa dijangkau oleh manusia, malaikat akan tetap mampu menggapai dan menghampirinya. “Dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (QS An Nisa : 78).

14. QS Al Munafiqun Ayat 11

Jangan berharap Allah akan menunda kematian seseorang di waktu yang sudah ditentukan, seseorang yang sudah diambil nyawa nya tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, Allah akan memberi balasan pada nya seusai segala sesuatu yang dikerjakannya. “Dan sekali kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kemtiannya, dan Allah maha mengenal apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Munafiqun : 11).

15. QS Al An’aam Ayat 2

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah sesudah itu ditentukannya ajal mu, dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan untuk berbangkit yang ada pada sisi Nya”. (QS Al An’aam : 2). Penjelasan ini merupakan kisah tentang kehidupan manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan berbentuk bayi yang lemah, pada saat itu pula Allah telah menentukan kapan ajal akan menjemputnya. Kematian akan datang pada waktu yang telah ditentukan tersebut, pada masa setelah meninggal dunia nanti juga akan ada hari kebangkitan yaitu ketika semua makhluk di dunia ini dikumpulkan dan dihitung amal perbuatannya.

Demikian artikel mengenai 15 ayat Al Qur’an tentang kematian beserta penjelasannya, dari berbagai ayat tersebut tentu kita menjad lebih menyadari bahwa hidup hanya sementara, kita smeua akan mengalami kematian, apa yang telah kita perbuat selama umur yang telah berjalan ini, apa saja dosa dosa baik kepada Allah ataupun sesama makhluk Nya, tindakan dan ucapan apa saja yang selama ini yang menyakiti orang tua, orang lain, atau orang orang terdekat kita, itu semua lah yang nantinya akan dipertanyakan, semoga artikel ini membuat kita semua menyadari dan memperbaiki diri.

[AdSense-C]

Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata, kita atau setiap orang di sekitar kita bisa kapan saja diambil oleh Nya dengan jalan kematian, karena itu lakukan lah yang terbaik selama masih diberi kesempatan hidup dengan beribadah kepada Nya dan menyayangi orang orang terdekat kita serta berbuat baik pada sesama.

Terima kasih semoga lebih mengingatkan kita semua akan kematian dan menjadi langkah untuk memperbaiki diri serta berbuat sebanyak banyak nya amal kebaikan untuk bekal kehidupan setelah kematian nanti. Sampai jumpa dan salam hangat dari penulis.

15 Ayat Tentang Pacaran Dalam Islam

Pacaran pada jaman sekarang menjadi sesuatu yang umum. Pacaran seolah menjadi sebuah ikatan bukti resmi nya hubungan dua insan manusia. Pada jaman sekarang pacaran menjadi hal yang biasa dan menjadi sesuatu yang dibangga bangga kan. Pacaran dilakukan oleh hampir semua kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan orang yang sudah tak lagi muda juga menjalankannya. Orang yang tidak ber pacaran dengan niat menjaga diri dipandang sebagai sesuatu yang aneh, disebut terlalu tertutup atau bahkan disebut sebagai orang yang belum laku.

Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat beliau,“Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang cuma selintas atau tidak sengaja, kemudian beliau memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku”. (HR Muslim no 5770). Hadist tersebut bermakna bahwa tidak diperkenankan dengan sengaja memandaang kepada lawan jenis, memandang saja tidak dibolehkan dalam islam, sebab menimbulkan hawa nafsu dan mudah sekali tergoda oleh bisikan syetan.

Apalagi pacaran yang identik dengan berduaan, komunikasi intens, berpandangan mata, bahkan melakukan sentuhan seperti berpegangan tangan. tidak ada istilah pacaran dalam islam, sebab pacaran menjurus kepada maksiat dan zina. Pendekatan sebelum menikah dalam islam dilakukan dengan jalan Istikharah, berikut 15 ayat tentang pacaran beserta uraian singkat nya:

1. QS Al Isro’ Ayat 32

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Pacaran bukan sebuah ikatan yang resmi, ikatan resmi hanya didapat dengan menikah. Pacaran mendekatkan pelakunya ke arah zina yang jelas dilarang oleh Allah dan bukan jalan yang baik dalam islam. Untuk itulah larangan berpacaran dalam islam dijelaskan dalam ayat ini guna menegaskan perilaku tidak baik tersebut.

2. QS An Nuur Ayat 30

Pacaran yang identik dengan berpandangan, berdekatan, dll tidak sesuai dengan perintah Allah kepada semua laki laki beriman untuk menjaga pandangan dan menjaga diri, hendaknya setiap lelaki mukmin mengamalkannya dengan tidak menjalankan pacaran. Salah satu cara menghindari pacaran bisa dengan menahan diri untuk tidak bertemu dengan lawan jenis hanya berduaan saja.

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. 

3. QS An Nuur Ayat 31

Wanita yang dijunjung tinggi kehormatannya dalam islam juga hendaknya menjauhi pacaran dan mendekatkan diri hanya kepada suami nya kelak. Wanita baik yang senantiasa istiqomah menjaga diri akan mendapat jodoh yang baik pula. “Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”.

4. QS Al Ahzab Ayat 32

Salah satu hal yang umum dalam pacaran ialah saling bertutur kata lembut bahkan merayu pada lawan jenis yang belum halal baginya, hal ini tidak diperkenankan oleh Allah sebab dapat memancing hawa nafsu orang lain, “Maka janganlah kalian (istri istri Nabi) berbicara dengan suara yang lembut sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit di dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik”.

5. QS Al Mu’minun Ayat 5 – 6

Allah menjunjung tinggi dan menyukai mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga diri dengan menghindari pacaran sehingga terhindar dari perbuatan tercela. “Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela”.

[AdSense-B]

6. QS Al Ahzab Ayat 35

Allah menjanjikan pahala besar untuk mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga dirinya, mampu mengalahkan hawa nafsu nya, dan mampu menjalankan perintah Allah dengan menjalankan hubungan yang halal melalui ikatan pernikahan bukan berpacaran. “Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”.

[AdSense-A]

7. QS Al Mu’minun Ayat 7

“Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”. Pacaran sama saja dengan mencari zina sebab memiliki kedekatan dengan lawan jenis tanpa ada ikatan yang syah.

8. QS At Tahrim : 6

Ada sebagian orang tua yang merasa bangga jika anaknya berpacaran, bahkan merasa khawatir jika anaknya tidak berpacaran karena takut dianggap tidak laku. Dalam keluarga wajib menuntun dan mengingatkan dalam kebaikan, sebagai orang tua pula wajib melarang jika anaknya berbuat hal yang maksiat seperti pacaran, sebab salah satu kewajiban orang tua adalah memelihara keluarga nya dari api neraka. “Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”.

9. QS Al Baqarah Ayat 169

Ada sebuah hadist dari Rasulullah, “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan wanita kecuali yang ketiga adalah syetan”. (HR Tirmidzi). Pacaran menjadikan jalan mudah bagi syetan untuk memberi bisikan yang menjurus pada perbuatan maksiat dan keji. Tidak sedikit orang berpacaran yang akhirnya rugi karena berbuat zina. “Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat maksiat dan keji”.

10. QS Al Ahzab Ayat 33

Perempuan yang berpacaran tentu sering berhias diri agar terlihat menarik di mata lelaki yang berpacaran dengan nya, hal itu tidak dibenarkan dalam islam, sebab wanita hanya boleh berhias diri dan tampil menarik di hadapan suami nya. “Dan janganlah kalian bertabaruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku seperti kebiasaan wanita jahiliyah). Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu dan membersihkan kamu sebersih bersihnya”

11. QS An’am Ayat 119

Jangan terpengaruh dengan orang lain yang membanggakan diri karena berpacaran, setiap mukmin hendaknya istiqomah dan tetap berada pada jalan Allah, tidak mengikuti sesuatu yang sesat yang melampaui batas seperti pacaran. “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar benar hendak menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan”

12. QS Qasas Ayat 50

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. Orang yang menjalankan perbuatan seperti pacaran termasuk merugi sebab termasuk perbuatan sesat yang tidak ada dalam syariat islam, perbuatan tersebut hanya mengikuti kehidupan seperti jaman jahiliyah dahulu sebelum mendapat petunjuk dari Allah dan para Rasul Nya.

13. QS Al Maidah Ayat 77

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang terdahulu sebelum kedatangan Muhammad dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. Pada jaman dahulu wanita tidak mendapat kehormatan, wanita hanya digunakan sebagai penghias dan pelayan bagi pria, banyak wanita yang merugi dan menderita.

Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul Nya untuk memberi petunjuk kepada setiap umat tentang syariat islam agar mendapat jalan yang lurus. Seseorang yang tidak mengikuti petunjuk dari Allah dan Rasul Nya tentu akan merugi sebab segala syariat dan hukum islam pasti memberikan kebaikan dan banyak manfaatnya.

14. QS Al Furqon Ayat 43

Allah tidak menjamin ketenangan hidup orang orang yang tidak mengikuti syariat Nya. Pacaran adalah salah satu perbuatan yang tidak sesuai syariat islam, yang hanya bertujuan untuk mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan Nya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”

15. QS An Naziat Ayat 40 – 41

“Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keingingan hawa nafsu nya maka sesungguhnya surga lah tempat tinggal nya”. Allah memberi jaminan surga untuk orang mukmin baik laki laki ataupun perempuan yang mengikuti syariat Nya dengan niat ibadah dan tidak mengikuti hawa nafsu nya karena Allah. Orang tersebut akan mendapat jalan lurus dan jauh dari godaan syetan sehingga jauh pula dari berbagai bentuk perbuatan maksiat.

Pacaran bukan jalan dalam islam untuk meresmikan sebuah hubungan, pacaran justru terdapat ketidak pastian di dalam nya, hubungan yang serius adalah hubungan yang dibuktikan denga pernikahan, perempuan dan laki laki yang serius juga mereka yang menjauhi pacaran untuk menjaga diri dan kehormatannya, serta mengikti syariat Allah. Orang yang baik dan suci tentu kelak akan mendapat jodoh yang baik untuknya pula.

[AdSense-C]

Demikian artikel 15 ayat Al Qur’an tentang pacaran. Jelas dari ayat ayat di atas bahwa pacaran adalah perbuatan yang tidak ada dalam hukum islam, pacaran termasuk perbuatan tercela dan menjurus ke arah maksiat serta zina. Jelas bahwa berpandangan, berduaan, bersentuhan, dll yang menjadi hal biasa dalam pacaran hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah memiliki hubungan yang halal berdasarkan syariat islam yaitu dengan jalan pernikahan.

Sebagai umat islam hendaknya tidak mengikuti kebiasaan tersebut, wajib bagi setiap mukmin untuk mempertahankan jati diri dan menjaga diri serta kehormatan dengan melakukan pergaulan yang dibolehkan oleh syariat islam. Setiap hukum islam yang diciptakan pastilah lebih banyak manfaat dan kebaikan di dalam nya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi perbaikan diri terima kasih.

15 Ayat Tentang Pergaulan Dalam Islam

Pergaulan adalah jalinan atau hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga satu sama lain saling mempengaruhi. Merupakan salah satu interaksi individu dalam lingkungan sosialnya. Pergaulan dapat berwujud sebagai hikmah silaturahmi dalam islam, persahabatan, juga perbuatan saling membantu atau tolong menolong. Pergaulan diperbolehkan dalam islam, Allah tidak melarang hamba hamba Nya untuk saling berinteraksi. Dalam islam pergaulan sudah diatur dengan etika dan berbagai syariat nya.

Pergaulan dalam islam harus sesuatu yang berniat positif, disertai dengan tetap menjaga diri dan kehormatan, serta memberikan manfaat dari pergaulan yang dilakukan tersebut, bukan bertujuan untuk sesuatu yang maksiat seperti memusuhi, pertengkaran, dll yang bertujuan menyakiti orang lain. Untuk lebih memahami pergaulan dalam sumber syariat islam, mari kita simak 15 ayat Al Qur’an tentang pergaulan dalam islam.

1. Allah Menciptakan Manusia Beraneka Ragam

Allah dengan kuasa Nya menciptakan manusia beraneka ragam, tidak ada dua orang yang mirip dalam segi apapun walaupun merupakan kakak adik atau saudara kembar. Allah menciptakan setiap hamba dengan berbagai keunikannya dengan tujuan untuk saling mengenal, saling toleransi dan menghargai, serta saling berinteraksi secara islami.

  • QS Al Hujarat Ayat 13

“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal”.

2. Pergaulan Secara Syariat Islam

Dalam islam, diperbolehkan interaksi dengan cara islami sesuai syariat yang telah diatur dalam Al Qur’an dan Hadist, interaksi hendaknya sesuatu yang membawa kepada kebaikan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada kemungkaran.

  • QS Ali Imran Ayat 104

“Hendaklah ada diantara kami segolongan yang meneru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan munkar. Itulah orang yang paling bahagia”

 4Pergaulan dengan Orang Orang yang Sholih

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dirikita adalah teman kita, bagaimana kebiasaan atau tingkah laku seseorang dapat dilihat dari teman teman pergaulannya, sebab itulah dalam islam dianjurkan untuk bergaul dengan orang orang yang sholeh sehingga kita nantinya dapat mencontoh teladan kebaikannya, dapat mengambil ilmu darinya, serta dapat mencegah kita dari pergaulan yang tidak sehat (tidak sesuai syariat islam) sehingga pergaulan tersebut berdampak positif dan menajdi sarana kita untuk memperbaiki diri. Berikut firman firman Allah tentang hal tersebut :

  • QS Ali Imran Ayat 101

“Bagaimana mungkin kalian menjadi kafir sedangkan ayat ayat Allah dibacakan pada kalian dan Rasul Nya pun berada di tengah tengah kalian?”. Tindakan yang paling mudah dicontoh adalah kebiasaan dari tindakan dan tutur kata, jika kita bergaul dengan orang orang yang bertindak dan bertutur kata baik secara langsung kita akan mencontoh dan hal tersebut ikut menjadi kebiasaan baik diri kita pula.

[AdSense-B]

  • QS At Taubah Ayat 119

“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”.

  • QS Asy Syu’ara Ayat 99 – 101

“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang orang yang berdosa. Maka kami tidak memberi syafaat seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab”. Jika ada seseorang yang sering mengajak kemaksiatan, ada baiknya menjauh dari orang tersebut sebab manusia bisa saja dalam kondisi iman yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau godaan syetan.

[AdSense-A]

  • QS Ali Imran Ayat 118

“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang orang di luar kalangan mu karena mereka tidak henti hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu”.

5. Pergaulan untuk Silaturahmi dan Menjaga Kedamaian

Pergaulan dalam islam ditujukan untuk hal yang positif, untuk menjalin persaudaraan dengan bersilaturahmi dan menjaga kedamaian dengan sesama. Silaturahmi yang dilakukan dilakukan dengan niat ibadah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. hukum tolong menolong dalam islam memang sangat dianjurkan.

  • QS An Nisa Ayat 1

Allah memerintahkan hamba Nya untuk bersilaturahmi dengan jalan pergaulan yang sesuai syariat islam, hal itu merupakan salah satu perbuatan yang disukai Allah, dengan silaturahmi, akan memperbanyak saudara dan melapangkan rejeki. “Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

  • QS An Nahl Ayat 90

Selain pergaulan dengan niat silaturahmi, tolong menolong dalam kebaikan juga dianjurkan dalam islam, hal itu dapat memberikan kebahagiaan dan bermanfat untuk orang lain. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.

6. Pergaulan dengan Niat Menyebarkan Ilmu

Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari no 3461). Hadist tersebut merupakan salah satu dari perintan Rasulullah untuk menyampaikan sebuah ilmu (ayat Al Qur’an dan Hadist) walaupun hanya satu ayat atau satu kata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pergaulan yang sehat dengan niat ibadahh karena Allah. Sesedikit ilmu yang disampaikan tetap akan menjadi amal jariyah bagi orang yang melakukannya.

  • QS An Nahl Ayat 44

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya”. Dalam firman tersebut contohnya ialah pergaulan dalam sebuah majelis atau pengajian yang membahas tentang syariat agama. Hal yang demikian selain menambah saudara dan ilmu, juga mendapat pahala dari Allah

  • QS Al Furqon Ayat 57

“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan kepatuhan orang orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya”. Dalam menyampaikan ilmu tak harus menerima upah atau imbalan, memberikan ilmu yang bermanfaat dijamin pahala kebaikannya oleh Allah.

7. Pergaulan Bukan dengan Niat Zina

Contohnya yang demikian ialah pergaulan yang tidak ada batasan antar lawan jenis, misalnya pacaran, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, atau bepergian bersama dengan yang bukan mahram nya tanpa alasan sesuai syariat islam. Hal itu tentu tidak diperbolehkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan yang menjurus kepada zina, sedangkan pergaulan dalam islam boleh dilakukan dengan syarat bertujuan untuk kebaikan dan tetap enjaga diri serta kehormatan.

  • QS An Nisa Ayat 25

Wanita yang baik menurut islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.

  • QS Al Mu’minun Ayat 7

Pergaulan yang tidak sehat seperti hal nya pacaran tentu tidak diijinkan dalam islam, sebab termasuk perbuatan zina yang melampaui batas dan tidak di ridhoi Allah. “Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”.

8. Menjaga Diri dalam Pergaulan

Di jaman yang sangat terbuka seperti saat ini dimana berbagai contoh baik dan buruk mudah sekali didapat di media baik televisi maupun internet, sebagai umat mukmin wajib menghindari segala sesuatu yang tidak sesuai syariat islam, iman adalah yang menjadi pondasi nya, dengan memiliki iman yang kuat, seseorang akan mampu membedakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Hendaknya dalam pergaulan tetap disertai dengan rasa istiqomah untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.

  • QS An Nuur Ayat 31 – 32

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat islam.

9. Pergaulan dengan Tetap Teguh pada Syariat Islam

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam, berbagai agama, suku, dan status sosial. Sebagai umat mukmin kita wajib berpegang teguh pada syariat islam dalam pergaulan kita, boleh saja memiliki tetap bebrbagai agama dan suku, tetap syariat islam tetap yang utama, dalam contoh kehidupan sehari hari ialah misalnya kita berteman dengan orang yang beragama lain yang mereka memiliki kebiasaan merayakan hari tertentu seperti hari Natal, hari Valentine, dll yang tidak ada dengan islam maka kita tidak seharusnya untuk ikut merayakan sebab tidak ada dalam syariat agama islam.

  • QS Asy Syura Ayat 15

“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. Tetap berteman dengan semua orang di lingkungan kita tanpa terpengaruh hal hal yang di luar syariat islam. Amal kita lah yang akan menjadi bekal di akherat nanti dan biar setiap hamba Allah bertaanggung jawab atas amalnya masing masing.

[AdSense-C]

  • QS Al Kafirun 4 – 6

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”. Tiap agama tentu memiliki kepercayaan masing masing terhadap sesuatu yang mereka sembah. Tak perlu saling menjauhi, menghina, atau memusuhi, tetap lakukan pergaulan dengan lingkungan sekitar dan kuatkan diri dengan rasa iman.

Demikian artikel mengenai 15 ayat tentang pergaulan islam, semoga dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari. Terima kasih.

Konsep Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam

Sebelum kita membahas tentang kesetaraan gender, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara jenis kelamin dan gender. Jenis kelamin adalah pembagian dua jenis kelamin secara biologis sejak lahir, yakni pria dan wanita. Sedangkan gender adalah sifat yang melekat pada pria dan wanita yang memberikan perbedaan sifat pada jenis kelamin.

Saat ini sedang gencar diteriakkannya masalah kesetaraan gender antara pria dan wanita di setiap negara.  Berbagai tuntutan seperti persamaan kedudukan pria dan wanita di lembaga pemerintahan hingga kesetaraan kewajiban dalam berkarir.  Seluruh tuntutan tersebut dilantangkan dengan membawa nama hak asasi manusia.

Baca juga:

Pemikiran tentang emansipasi wanita pun digaungkan ke seluruh penjuru. Meneriakkan batas-batas hak dan kewajiban wanita yang menurut mereka tidak seharusnya ada. Mulai dari kebebasan berpakaian yang tidak seharusnya diatur menggunakan pakaian tertutup hingga sahnya sholat yang dipimpin oleh seorang wanita, walaupun makmumnya pria

Jauh sebelum dunia modern menuntut tentang kesetaraan gender, Islam telah mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan kedudukan antara ptia dan wanita.

Dalam sejarah agama Islam, dahulu sebelum Islam tiba, wanita adalah mahluk yang dianggap lemah dan tidak pantas melakukan apa pun layaknya wanita jaman sekarang. Bahkan jika ada bayi yang lahir dengan jenis kelamin wanita, bayi itu langsung dibunuh atau dikubur hidup-hidup.

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Artinya:  “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. (QS. An-Nahl : 58)

يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

Artinya: Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl : 59)

Namun setelah kedatangan Islam, hak-hak dan kewajiban wanita dalam kehidupan bermasyarakat diatur dengan baik. Bahkan Islam memuliakan wanita dengan berbagai keistimewaanya. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Artinya :  “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S. An Nisa : 19)

Begitu pula dengan Rasulullah SAW yag bersabda : Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

Dari ayat dan hadist di atas, dapat kita ketahui bahwa Islam sangat memuliakan wanita. Namun konsep kesetaraan gender yang dilantangkan para feminis berbeda dengan konsep kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Kesetaraan gender yang digubah dalam kalangan feminis melewati batas-batas kodrat wanita yang sesungguhnya. Mereka menyamaratakan seluruh aspek dalam kehidupan pria dan wanita sehingga mendobrak dan menghancurkan keteraturan hidup.

Baca juga:

[AdSense-B]

Sedangkan dalam Islam, wanita dan pria adalah dua jenis mahluk yang berbeda. Pria memiliki fisik yang jauh lebih kuat daripada wanita. Dan wanita memiliki perasaan dan sensitivitas yang lebih daripada pria. Keduanya berbeda namun saling melengkapi. Inilah salah satu fungsi agama dalam keteraturan hidup yang memang dirancang Allah SWT. Tidak ada akhlak dalam Islam yang mengajarkan tentang menyamakan pria dan wanita, keduanya punya porsi tersendiri sesuai kemampuan masing-masing.

Konsep kesetaraan gender dalam Islam adalah kesetaraan dalam keimanan dan ketakwaan. Islam memandang sama pria dan wanita dalam tingkat keimanan masing-masing. Sebagaimana firman Alah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwadi antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujurât:13)

Jumlah amal seseorang baik itu pria maupun wanita diukur dengan kadar yang sama tanpa melihat jenis kelaminnya. Inilah konsep kesetaraan gender dalam Islam yang sesungguhnya tanpa melewati batas kodrat manusia itu sendiri.

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Maka Wanita yang saleh adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (memberi taufik kepadanya)” (Q.S. an-Nisâ :34)

Baca juga:

[AdSense-A]

Bukti lain bahwa Islam sangat menghargai wanita adalah :

  1. Wanita wajib menutup aurat ketika keluar rumah

Islam sangat menghargai wanita. Wanita ibarat perhiasan berjalan yang akan menarik perhatian siapa pun. Untuk itulah Islam mewajibkan wanita untuk memakai jilbab demi menjaga harga dirinya agar tidak diganggu dan mudah dikenali sebagai Muslim. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. al Ahzab:59)

  1. Wanita wajib berada di rumah dan hanya boleh keluar jika ada izin suami

Dengan beradanya wanita di dalam rumah, maka ia akan terjauh dari perbuatan dosa dan fitnah.

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Artinya: Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S. al Ahzâb : 33)

Baca juga:

Kesetaraan gender dalam Islam bukanlah menyamakan atau membuat wanita menjadi pria atau sebaliknya. Justru hal itu akan membuat Allah SWT menjadi marah karena telah menyalahi kodrat yang telah ditentukan.

Umar bin Khattab berkata: “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Azza wa Jalla memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Azza wa Jalla akan menjadikan kita hina dan rendah”.

Demikianlah pembahasan tentang kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Islam merupakan agama yang sangat adil dan mulia terhadap umatNya. Semoga kita semua selalu berpedoman pada Al-Quran dan hadist yang menjadi sumber syariat Islam agar terhindar dari berbagai ancaman yang mampu merusak aqidah kita. Aamiin.

10 Dalil Berbakti Kepada Orang Tua

Dalam kitab shahihain oleh Abu Hurairah, ada laki-laki bertanya kepada Nabi : “Rasulullah, siapa diantara manusia yang harus aku pergauli dengan sebaik-baiknya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Ia bertanya lagi : “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab kemudian : “Ibumu” Laki-laki mengulangi pertanyannya : “Lalu siapa lagi?” Nabi kembali menjawab : “Ibumu” Ia pun mengulangi pertanyaannya kembali : “Lalu siapa?” Rasulullah menjawan : “Bapakmu”. Dari kisah tersebut, sudah sangat jelas bukan, bahwa perintah untuk berbakti kepada orang tua terutama ibu telah diperintahkan sejak dulu oleh Rasulullah. Sebab banyak sekali perjuangan mereka yang tidak bisa kita balas walaupun dengan bumi dan isinya.

Dari sejak dalam kandungan, ibu sudah berjuang keras menjaga kita semasa di dalam kandungan. Menjadikan kita manusia sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam  dengan fungsi agama . Ibu akan rela melakukan apa saja demi membuat anaknyamendapatkan perlindungan dan kasih sayang yang terbaik. Sedangkan sang bapak, berusaha keras untuk mencari nafkah semata-mata untuk memberi makan dan mencukupi segala kebutuhan si anak. Sehingga berbakti kepada orang tua adalah balasan yang harus kita lakukan demi membahagiakan orang tua.

Berbakti kepada orang tua bukanlah hal berat seperti yang dilakukan oleh orang tua kita. Kita hanya perlu untuk selalu bertutur kata dengan lemah lembut serta hormat kepada mereka. Berbakti juga tidak hanya dengan perkataan, namun juga dengan perbuatan yakni dengan membantu dan mempermudah urusan orang tua serta tak pernah membantah apabila disuruh oleh mereka.

Sedangkan berbakti dengan harta adalah memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh orang tua kita. seperti kita ketahui, saat mencapai usia lanjut, orang tua akan mengalami kelemahan badan dan pikiran sehingga terkadang mereka sangan menyusahkan.

Dalam keadaan tersebut, Allah dengan tegas melarang untuk membentak orang tua meskipun dengan perkataan yang ringan. Kita harus tetap bertutur kata dan melayaninya dengan baik. Begitu pula ketika mereka meninggal, kebaikan kita terhadap orang tua, kita tunjukkan dengan selalu mendoakannya.

Dalil-Dalil Berbakti Kepada Orang Tua

  1. Surah Al-Isra’ : 23-24

“Dan Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selali berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut. Maka jangan mengatakan ‘ah’ dan membentaknya” (Al-Isra’ : 23)

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang baik dan rendahkan dirimu dengann penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil” (Al-Isra’ : 24)

  1. An-Nisa : 36.

“Dan sembah Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berbuat baik kepada orang tua”

  1. Luqman : 14-15

“Dan Kami memerintah kepada manusia untuk berbakti kepada prang tua, ibu yang telah mengandung dalam keadaa lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada Ku dan kepada orang tua. Hanya kepada-Ke lah kamu kembali.” (Luqman : 14)

“Dan apabila keduanya memaksa mempersekutukan sesuatu dengaan Aku yang  tidak ada pengetahuaanya, maka jangan kamu mengikutinya. Pergaulilah keduanya dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabrakn apa yang kamu kerjakan.” (Luqman : 15) [AdSense-B]

  1. Al-Anakabut : 8

“Dan Kami memerintah manusia untuk melakukan kebaikan pada orang tua. Jika orang tua mempersekutukan Ku tanpa ilmu yang jelas, jangan ikuti mereka.”

  1. Al-Ahqaaf :15-17

“Kami memerintah manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak, ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah. Mengandung hingga menyapihny selaa tiga puluh bulan hingga ia menjadi dewasa, saat ia berumur empat puluh thaun, ia berdoa “Ya Rabb-ku tunjukilah aku dalam mensyukuri nikmay yang Engkau beirkan kepadaku dan orang tuaku supaya aku dapat mengerjakna amal shalih, berilah kebaikan kepadaku dan anak cucuku. Sesunggunya aku bertubat dan termasuk dalam orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaaf :15)

“Mereka Kami terima karena amal baik yang dikerjakan dan kesalahan mereka diampuni sebagaimana janji yang dijanjikan kepada mereka.” (Al-Ahqaaf : 16)

“Dan orang yang berkata Cis (ah) bgai keduanya, apahan keduanya memperingaykan kepadaku bahwa aku dibangkitkan, padahal telah berlalu umat sebelumku? Lalu kedua ornag tua meminta pertologan pads Allah dan berkata “Celaka kamu, berimanlah! Janji Allah benar” lalu dia berkata, :Ini tak lain hanya dongengan orang terdahulu.” (Al-Ahqaaf : 17)

  1. Al-Baqarah : 215

“Mereka bertanya kepada Muhammada tentang yang diinfakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan sebaiknya diberika kepada ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Apa saja kebajikan yang diperbua, Allah Maha Mengetahui. [AdSense-A]

  1. HR Abu Dawud

“Wahai Rasulullah, apa masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah meninggal?”beliau menjawab, “ Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya.”

  1. Kitab Shahihain dari Asma’ binti Abu Bakar ra

Dalam kitab ini dijelaskan bahwa ketika itu Abu Bakar ra bertanya kepada Rasulullah mengenai ibunya yang musyrik, namun ingin mneyambung silaturahmi dengannya.

“Wahai Rasulullah, ibuku datang dan ingin menyambung hubungan dengan putriku, apakah aku boleh menyambung hubungan kembali dengan ibuku?” Rasulullah menjawab “Ya, sambunglah”

  1. Shahihahin dari Abdullah bin Mas’ud

“Aku bertanya kepada Nabi : “Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat paada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada ornag tua.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berjihad di jalan Allah.”

  1. Hadits Snad Jayyid

Seseorang berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad namun aku tak mampu melakukannya.” Beliau menjawab: “Apakah orang tuamu masih ada?” Ia menjawab, “Ya, ibuku.” Beliau bersabda: “Temui Allah dalam keadana berbakti kepada orang tua, apabila engkau melakukannya, sama artinya engkau telah melakukan haji, umrah dan jihad.”

Cara Berbakti Kepada Orang tua

Berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk berbuat baik kepada orang tua :

  1. Meminta sesuatu sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan mereka
  2. Tidak menunjukkan wajah kesal jika keinginannnya tidak dipenuh oleh kedua orang tua
  3. Membantu keduanya untuk mengerjakan sesuatu tanpa mereka perintah
  4. Tidak bertengkar dengan sesama sudara dengan suara keras, saling membentak sampai berkelahi sebab hal ini akan menyakiti orang tua
  5. Menolak mengerjakan sesuatu yang diperintah oleh orang tua dengan suara penolakan yang keras dan wajah ketus masam
  6. Tidak menggunakan barang orang tua tanpa seizinnya
  7. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari orang tua
  8. Tidak bersuara keras, apalagi mengucapkan “ah” saja sudah dilarangoleh Allah
  9. Tidak bersikap sombong kepada orsng tua
  10. Tidak membiarkan orang tua dalam kesulitan dan kemiskinan
  11. Tidak menelantarkan orang tua sendirian di rumah
  12. Selalu sediakan waktu untuk rajin bersilaturahmi dan menengok orang tua
  13. Selalu mendo’akan kebaikan kedua orang tua dengan memohon rahmat dan ampunan kepada Allah SWT
  14. Selalu menyambung silaturahmi kerabat atau sahabat kedua ornag tua setelah wafatnya mereka
  15. Tidak membentak orang tua dengan suara keras

Demikian dalil berbakti kepada orang tua. Tingkatkan keimanan kita pada  Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman, semoga bermanfaat.

17 Ayat Al Qur’an Tentang Motivasi Paling Lengkap

Motivasi berasal dari bahasa inggris “motion” artinya gerakan atau sesuatu yang bergerak. Motivasi secara umum adalah rangsangan atau dorongan atau pembangkit yang membuat manusia melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari orang tua, teman, pengalaman hdup di masa lalu, atau seseorang yang diidolakan, yang paling kuat berasal dari dalam diri kita sendiri, motivasi berperan dalam tingkah laku atau tindakan sehari hari.

Motivasi dalam islam ialah dorongan psikologis yang membuat seseorang mencari dan memikirkan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta, dorongan untuk menyembah, meminta pertolongan, dan meminta segala sesuatu. Sebagai umat islam, yang paling tepat untuk dijadikan motivator ialah Nabi Muhammad SAW dimana beliau adalah sosok paling sempurna untuk dijadikan panutan sehingga tidak salah jika beliau diberi julukan “uswatun khasanah” yang artinya suri tauladan yang baik.

Rasulullah adalah contoh sosok motivator yang dapat menjalankan perannya sebagai Rasul, kepala keluarga, pedagang, dan guru bagi segenap umat muslim tanpa menomor dua kan salah satu nya, maka patut jika kita menjadikan beliau sebagai motivator dalam beribadah.

Contoh motivasi dalam islam diantaranya ialah :

  1. Keinginan untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Nya.
  2. Semangat dalam mendalami ilmu agama.
  3. Bekerja keras untuk emndapat rejeki halal yang di ridhoi Nya
  4. Keinginan untuk terhindar dari sifat sifat buruk.
  5. Motivasi memelihara diri dari kemusyrikan, kemunafikan, dan kekufuran, dll

Motivasi selayaknya menjurus pada hal hal yang baik, tidak sesuai jika mencari motivasi untuk hal yang tidak di ridhoi Allah, karena motivasi berarti “bergerak”, gerakan tersebut harus berupa perbaikan diri dan mencapai kualitas yang lebih baik sebagai hamba Allah.

Allah senantiasa dekat dengan para hamba Nya, Allah memberi petunjuk bagi hamba Nya yang beriman pada Nya, Allah juga memerintahkan hamba Nya untuk senantiasa yakin dalam menjalani hidup dan yakin akan kehdupan di akherat nanti, berikut 17 Ayat Al Qur’an tentang motivasi :

1. QS At Taubah : 40

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. Ketika menghadapi suatu ujian, tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya dan mengambil pelajaran darinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari Nya.

2. QS Al Baqarah : 155 – 156

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada Nya lah kita kembali”.  Sabar bukan hal yang mustahil untuk dimiliki semua mukmin, ketika ditimpa suatu ujian kadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan takdir. Ingatlah bahwa segala ujian pasti ada hikmah di dalamnya.

[AdSense-B]

3. QS Yusuf : 87

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”.  Harapan selalu ada bagi orang yang percaya, hadapi setiap tantangan dalam hidup dengan niat mencari ridho Nya, lakukan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa. bahaya putus asa dalam islam sudah jelas di dalam Al Quran, berarti ia bukan termasuk golongan orang beriman.

[AdSense-A]

4. QS Al Insyirah : 8

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. Orang mukmin senantiasa berharap hanya kepada Allah, bukan kepada orang lain atau berbangga diri berharap sepenuhnya dari diri sendiri. Dalam setiap kepentingan hendaknya melibatkan Allah dengan memohon kemudahan dan keberkahan dari Nya.

5. QS Al Mukmin : 60

Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. Setiap kali memiliki hajat atau menginginkan sesuatu hendaknya mengusahakan dengan sungguh sungguh dan meminta pada Allah untuk mengabulkan hajat anda. Allah senang pada hamba Nya yang senantiasa berdoa, karena doa menghubungkan langsung antara seorang hamba dengan Allah.

6. QS Al Imran : 139

Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia mendapat anugrah dari Allah berupa kelebihan dan kelemahan masing masing. Berfikir negatif terhadap diri sendiri menandakan kurang nya rasa syukur. Maksimalkan kelebihan yang anda punya untuk kebaikan dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

7. QS Al Baqarah : 186

Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.  Ikuti perintah Allah dan syariat islam dalam kehidupan sehari hari agar anda berada pada jalan yang lurus, senantiasa yakin kepada Allah bahwa setiap insan yang diciptakan memiliki peran dan bermanfaat untuk orang lain.

8. QS Al Baqarah : 286

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. Jelas sekali dalam firmah tersebut Allah senantiasa mengasihi hamba Nya, tidak akan diberikan ujian jika hamba Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.

9. QS. Al Imraan : 200

Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. Allah memerintahkan kepada orang orang beriman untuk senantiasa berusaha dalam kesabaran dan keyakinan. keutamaan sabar dalam islam memang sangat dianjurkan.

10. QS. Al Insyirah : 5

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jika seorang hamba menghadapi sebuah ujian dan menghadapinya dengan ikhtiar dan doa serta dalam kesabaran, maka Allah akan menunjukkan baginya petunjuk berupa jalan keluar atau kemudahan atas kesulitan yang dialaminya, seusai dari selesainya ujian tersebut akan lebih menguatkan tingkat keimanannya.

11. QS. Ath Thalaq : 3

Sesungguhnya Allah bebas melaksanakan kehendak Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu menurut takarannya”. Kembali lagi bahwa manusia adalah milik Allah, maka Allah yang memiliku kuasa untuk mengatur hamba Nya, sebagai orang mukmin wajib untuk percaya bahwa segala sesuatu yang kita miliki sudah sesuai takaran sesuai dengan apa apa yang kita butuhkan.

12. QS Al Baqarah : 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. Ketika memiliki hajat akan sesuatu dan belum tercapai hajat tersebut kadang manusia merasa tidak mendapat keadilan dari Allah lalu membandingkan hidup nya dengan orang lain yang menurutnya lebih beruntung dari dirinya. Seperti firman Allah di atas bahwa setiap yang kita kehendaki belum tentu menjadi hal yang baik untuk kita, Allah pasti telah memberi yang terbaik, memberi segala sesuatu sesuai porsi dan indah pada waktunya

13. QS At Taubah : 129

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada Nya aku bertawakal”. Hanya kepada Allah kita berserah diri, bukan pada beratnya ujian hidup, pada rasa cemas atau rasa takut, apalagi pada orang lain. Allah lah yang memberikan kekuatan dan yang paling pantas untuk disembah. Tak perlu takut dalam menghadapi tantangan hidup jika senantiasa berpegang teguh pada Allah dan syariat Nya.

14. QS Al Fajr : 27 – 30

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Allah dengan hati yang puas, maka masuklah ke dalam rombongan hamba hamba Ku dan kemudian masuklah ke surga Ku”. Betapa Allah maha pengasih, setiap hamba yang taat diberikan imbalan berupa surga. Hal ini harus menjadi motivasi bagi semua umat muslim untuk berlomba lomba dalam kebaikan agar dapat menggapai ridho Nya.

15. QS A Taubah : 105

Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul Nya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaan mu itu dan kamu akan dikembalikan kepada Allah lalu diberitakan kepada Nya apa yang telah kamu kerjakan”. Firman Allah tersebut merupakan perintah untuk bekerja dengan jalan yang halal. Manusia wajib berjuang untuk hidup dan masa depannya sendiri.

16. QS Al Jumu’ah : 10

Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak banyaknya supaya kamu beruntung”. Firman Allah tersebut hampir sama makna nya yaitu perintah untuk mencari rejeki dimanapun kita sanggup menggapainya dengan tetap bertawakal pada Allah agar menjadi hamba Nya yang beruntung.

[AdSense-C]

17. QS Al Mulk : 15

Allah yang menjadikan bumi itu mudah untuk kalian, maka berjalanlah di seluruh penjurunya dan makanlah sebagian rizki nya dan kepada Nya lah tempat kembali”. Allah memberikan kenikmatan berupa kemampuan untuk mencari rejeki, berupa fisik dan pikiran yang sehat, hal ini harus bisa menjadikan kita termotivasi untuk melakukan segala sesuatu sebaik mungkin. doa pembuka rezeki dari segala penjuru bisa anda coba untuk amalkan.

Demikian pembahasan tentang ayat Al Qur’an yang mengandung motivasi, amalkan setiap ayat tersebut dalam kehidupan sehar hari agar kita senantiasa memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia dengan kualitas keimanan yang lebih baik. Sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel saya ini. Sekian semoga bermanfaat.