10 Tips Bersyukur Dalam Islam

Allah telah memberikan kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, dan sebagai hambanya, sudahkah kita bersyukur atas segala pemberian-Nya? Bersyukur adalah berterimakasih atau mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Sebagai seorang muslim, kita wajib untuk mengucapkan syukur. Apabila kita bersyukur Allah akan menambahkan nikmat kepada mereka yang bersyukur, sebagaimana manfaat bersyukur kepada Allah. Dan dalam sumber syariat Islam pun terdapat dallil-dalil yang memerintahkan agar manusia senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jjika kamu hanya menyembah kepada –Nya.” (QS. Al-Baqarah ayat 172)

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan hambanya untuk menikmati rezeki yang baik yang telah Dia berikan, dan memberikan perintah agar manusia senantiasa bersyukur apabila mereka memang hanya menyembah Allah.

Dan Allah juga berfirman dalam (QS. Al-‘Ankabut ayat 17) : “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu mmberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”

Dalam beberapa ayat tersebut Allah memerintahkan agar manusia yang menyembahnya senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya, dan berikut adalah tips bersyukur.

Tips Bersyukur Menurut Islam

Bersyukur merupakan sifat yang baik atau akhlak yang terpuji, dan Allah mencintai orang-orang yang bersyukur. Bersyukur tidak hanya cukup diucap dalam lisan saja, namun juga dalam hati dan perbuatan. Agar tidak menjadi orang yang kufur dalam Islam dalam hal nikmat, berikut ada beberapa cara bersyukur menurut Islam atau tips bersyukur menurut Islam :

  1. Menyadari nikmat yang telah diberikan Allah

Orang yang bersyukur senantiasa menyadari, bahwa apa yang dia dapat dan dia miliki merupakan pemberian dari Allah SWT., dan orang tersebut akan senantiasa mengucap syukur dan berkata bahwa nikmat yang ia dapatkan berasal dari-Nya.

Dalam sebuah hadits, dari Ibnu Abbas radhiyallahu’ anhu, ia berkata :

Ketika itu turun hujan dimasa Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam, lalu Rasulullah berkata : ”Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata ‘Inilah rahmat Allah’, sedangkan orang yang kufur nikmat berkata ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu.” (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut dijelaskan, bahwa orang yang bersyukur senantiasa menyadari bahwa segala apa yang diberikan oleh Allah adalah sebuah nikmat, sedangkan orang yang kufur nikmat tidak mmenyadari akan hal tersebut.

  1. Senantiasa berterimakasih kepada sesama

Selain berterimakasih kepada Allah, kita juga harus berterimakasih kepada manusia atau orang yang menjadi perantara pemberi nikmat Allah. Selalu mengucapkan rasa terima kasih kepada orang yang telah menjadi perantara dalam pemberian nikmat Allah merupakan suatu akhlah yang mulia menurut Islam.

[AdSense-C] Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang senantiasa tidak mengucapkan terimakasih kepada sesama, hal tersebut sama saja seperti kufur nikmat Allah atau tidak bersyukur kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam : “orang yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

  1. Selalu merasa cukup

Orang yang senantiasa merasa selalu cukup atau qanaah atas apa yang dimilikinya, sebenarrnya mereka itu adalah termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat Allah, sedangkan oranng yang selalu merasa kurang dengan apa yang dimilikinya, maka orang tersebut termasuk kedalam golongan orang yang kufur nikmat Allah.

Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Selalu mengucap syukur

Orang yang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya akan senantiasa mengucap syukur. Mengucap syukur yang dimaksud adalah mengucap kalimat pujian-pujian dan hamdallah kepada Allah.

  1. Senantiasa berdzikir

Cara mensyukuri nikmat Allah juga dapat dilakukan dengan berdzikir, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.

[AdSense-B] Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam, bersabda :

“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru (Ya Allah , atas nikmat yang engkau berikan kepada ku hari ini atau yang engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu).

Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barang siapa mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur.” (HR. Abu Daud)

  1. Perbanyak sedekah

Bersedekah merupakan salah satu cara bersyukur yang dapat kita lakukan, karena dengan bersedekah itu berarti kita telah mengingat nikmat yang telah Allah berikan. Bersedekah tidak akan mengurangi sedikitpun nikmat yang Allah berikan, justru keutamaan bersedekah adalah Allah akan melipatgandakan nikmat merekaa yang senantiasa bersedekah dijalan-Nya.

  1. Rajin beribadah

Rasa bersyukur dapat kita lakukan dalam bentuk ibadah, misalnya : senantiasa melakukan shalat wajib, bersedekah atau menjalankan ibadah serta amalan-amalan sunnah lainnya dalam Islam.

  1. Merenungkan nikmat Allah

Untuk menjadi hamba yang selalu bersyukur, kita haruslah senantiasa menyadari, mengingat dan merenungkan nikmat yang telah Allah berikan, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan. Dengan merenungkan nikmat-Nya kita akan senantiasa terjaga dari sifat kufur nikmat.

  1. Menjauhi larangan Allah

Dalam Islam, terdapat larang-larangan yang tidak boleh dilanggar oleh hamba Allah. Dan dengan menjauhi segala larangan-Nya, kita telah menunjukan wujud rasa syukur kita terhadap nikmat pemberian-Nya.

  1. Melakukan sujud syukur

Dari Abu bakrah Nafi’ Ibnu Harits radhiyallahu’ anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggembirakan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.” (HR. Abu Daud)

Dari hadits tersebut dapat kita tiru teladan Rasulullah yang senantiasa melakukan sujud sebagai wujud rasa syukurnya kepada Allah SWT.

Bersyukur merupakan suatu akhlak terpuji dalam Islam, dan sebagai hamba-Nya yang taat kita wajib untuk senantiasa bersukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan, baik itu dalam skala besar ataupun skala kecil, kita harus tetap bersyukur. Dan Allah mencintai orang-orang senantiasa bersyukur kepada-Nya.

Sekian, semoga bermanfaat (:

15 Cara Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah begitu banyak memberikan nikmat untuk para hamba-Nya. Akan tetapi, apakah kamu sudah merenungkan semua nikmat pemberian dari Allah tersebut?. Jika kita coba merenungi, maka bisa ditemukan begitu banyak nikmat yang Allah berikan untuk kita semua seperti contohnya nikmat kesehatan sehingga kita bisa menggerakan tubuh untuk beraktivitas sampai pada nikmat Iman dan Islam.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. An Nahl: 18].

Selain itu ada pula dalil di dalam Al – Qur’an tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah.” [QS Al Baqarah: 172]

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mensyukuri nikmat yang sudah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan untuk kita dan pada ulasan kali ini, akan kami berikan ulasan selengkapnya mengenai cara mensyukuri nikmat Allah untuk kamu.

Artikel terkait:

  1. Mensyukuri Dengan Menggunakan Hati

Mensyukuri dengan hati dilakukan dengan mengakui dan meyakini jika semua nikmat yang kita rasakan hanya semata-mata berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita sebagai manusia hanya menjadi perantara sehingga segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak-Nya. Dengan bersyukur dalam hati, kita akan merasakan ketulusan dari nikmat yang telah Allah SWT berikan baik nikmat iman, ihsan, dan islam selama hidup.

  1. Mensyukuri Dengan Lisan

Seorang hamba yang mensyukuri, maka lisannya akan senantiasa dipergunakan untuk dzikir serta mengucapkan Alhamdulillah yang dilakukan sebagai bentuk pujian atas nikmat yang sudah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain itu, berbicara tentang nikmat yang diberikan Allah pada orang lain juga menjadi bentuk dari rasa syukur serta pengakuan pada Allah. Ini semua dilakukan tidak untuk membanggakan diri sendiri dan menyebabkan rasa iri untuk orang lain. Kemudian, mensyukuri dengan lisan bukanlah suatu perbuatan Riya, karena tidak ada dalil yang menyatakan bahwa mengucap syukur secara lisan adalah Riya.

baca juga:

  1. Mensyukuri Dengan Anggota Tubuh

Mensyukuri dengan anggota tubuh adalah melakukan banyak ketaatan pada Allah dan tidak memakai anggota tubuh untuk tujuan kemaksiatan. Mata hanya di pakai untuk melihat hal baik, telinga hanya di pakai untuk mendengar yang bermanfaat dan anggota tubuh lain hanya digunakan untuk beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus menjalankan perkara yang sudah diwajibkan Allah dan menjadi sunnah Rasulullah.

Semua anggota tubuh yang sudah diberikan Allah hanya dipakai untuk menunjukkan ketaatan dan mempergunakan semua nikmat tersebut untuk beramal shalih beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  1. Mensyukuri Dengan Lidah

Mensyukuri nikmat Allah dengan lidah bisa dilakukan dengan cara memperbanyak ucapan Alhamdulillah dan wasysyukru lillah. Cara mensyukuri nikmat yang sudah Allah dengan lidah berikutnya adalah dengan tafakkur pada Allah SWT, pandangan mata batin jika Allah merupakan Sang Maha Pemberi nikmat itu serta bersifat qana’ah yakni untuk urusan duniawi melihat ke bawah dan urusan agama melihat ke atas.

Berpikirlah secara positif pada semua nikmat yang telah Allah berikan, sebab pada dasarnya, nikmat merupakan bentuk ujian dari pandai tidaknya kita untuk bersyukur. Sebab banyak orang hanya ingat Allah di kala susah yang merupakan ujian, namun sering lupa akan Allah saat mendapat ujian dengan nikmat kesenangan.

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Mensyukuri Dengan Amal Perbuatan

Mensyukuri dengan amal perbuatan bisa dilakukan dengan ketaatan kita hamba-Nya saat melaksanakan semua yang sudah diperintahkan serta menjauhi semua larangan-Nya. Perintah yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan menunaikan semua perintah Allah yang bersifat wajib, sunnah dan juga mubah.

  1. Mensyukuri Dengan Memuji Allah

Cara mensyukuri nikmat Allah berikutnya adalah dengan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas semua karunia yang sudah diberikan pada kita. Ini bisa dilakukan dengan memanjatkan puji syukur serta menceritakannya secara lahir, sebab dengan mengingat dan menceritakan nikmat yang sudah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka akan mendorong kita untuk lebih bersyukur.

baca juga:

  1. Mensyukuri Dengan Menjaga Kesehatan

Mensyukuri dengan menjaga kesehatan badan bisa dilakukan dengan menghindari rokok serta minuman keras. Kedua hal tersebut adalah mudharat dan akan memberikan banyak masalah kesehatan untuk tubuh kita. Selain itu, janganlah berjudi sebab ini adalah haram hukumnya yang akan menyebabkan seseorang bisa menjadi stress bahkan mengalami stroke.

Artikel terkait:

  1. Mensyukuri Dengan Pola Hidup Sehat

Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara menjaga makan, istirahat sekaligus berolahraga yang merupakan bagian dari pola hidup sehat. Dengan menjalankan pola hidup sehat ini juga merupakan salah satu cara untuk mensyukuri nikmat sehat di dalam Islam yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Mensyukuri Dengan Menjaga Kebersihan

Islam juga menaruh perhatian lebih dalam urusan menjaga kesehatan serta mensyukuri nikmat sehat yakni dengan cara selalu menjaga kebersihan. Ini senada dengan anjuran menjaga kebersihan yakni “Annadha fatu minal iman” yang berarti kebersihan adalah sebagian dari iman.

Menjaga kebersihan bisa dilakukan dengan berusaha meraih kesehatan serta bagian dari begitu banyak ulasan kesehatan. Dengan memiliki fisik sehat, maka otomatis kita akan lebih khusyuk saat beribadah, fokus saat bekerja dan belajar, lebih memperdalam amanah sekaligus lebih total dalam mengerjakan segala urusan.

Baca juga:

[AdSense-A]

  1. Mensyukuri Dengan Taat Beribadah

Salah satu bentuk nyata mensyukuri nikmat Allah adalah dengan meningkatkan ibadah dan bukan sebaliknya yakni berbuat lebih banyak kemaksiatan, sebab pada dasarnya, merealisasikan segala macam amal shalih merupakan bentuk dari mensyukuri nikmat Allah.

  1. Mensyukuri Dengan Senyuman

Senyum menjadi salah satu bentuk ucapan syukur atas semua nikmat yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain itu, senyuman juga akan memberikan energi positif untuk banyak orang lain sehingga bisa ikut merasakan nikmat Allah yang sudah diberikan pada kita.

baca juga:

  1. Mensyukuri Dengan Acara Syukuran

Mengadakan sebuah acara syukuran menjadi bentuk dari wujud ucapan syukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala saat ada hajat yang kita inginkan tercapai. Hal ini dilakukan untuk ucapan rasa berterima kasih kita pada Allah karena sudah membuat terlaksana sesuatu yang kita inginkan.

  1. Mensyukuri Dengan Harta

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bersyukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menggunakan harta seperti belajar, mengamalkan serta berdakwah ajaran Islam, berjihad untuk membela Islam dan kaum muslim yang dibutuhkan, membangun masjid dan mushola, membangun sarana pendidikan, membantu kaum fakir miskin dan orang terlantar. Ini semua dapat dilakukan untuk memanjatkan rasa syukur pada Allah atas segala nikmat yang sudah Ia berikan untuk kita.

baca juga:

  1. Mensyukuri Dengan Zakat dan Menunaikan Haji

Cara mensyukuri nikmat Allah berikutnya adalah dengan mengeluarkan zakat serta menunaikan ibadah haji jika mampu dan sudah memenuhi segala syarat wajibnya. Alangkah baiknya jika kita menggunakan harta benda yang kita miliki untuk lebih meningkatkan zakat dan menunaikan ibadah haji sebagai salah satu bentuk syukur atas rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  1. Mensyukuri Dengan Kegiatan Sosial

Cara mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala berikutnya adalah dengan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan sosial dari mulai hal yang sederhana seperti membersihkan lingkungan sekitar yang juga menjadi bentuk sujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan untuk kita.

Artikel terkait:

Cara Menumbuhkan Rasa Syukur

Untuk lebih menumbuhkan perasaan syukur yang lebih mendalam pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada banyak cara yang bisa dilakukan, yakni:

  • Merenung dan bukan membayangkan
  • Melihat yang memberi nikmat, bukan ukuran besar kecilnya nikmat yang diberikan. “Jika engkau mendapatkan nikmat dari Allah, jangan lihat besar kecilnya nikmat, tapi
    lihatlah yang memberi nikmat (Rabbul ’alamin)”.
  • Melihat yang berada di bawah kita.
  • Mengingat keutamaan syukur sebab orang beriman akan yakin jika bersyukur pada Allah maka akan mendapat kenikmatan.
  • Menyadari jika yang mampu memberikan hidayah bersyukur hanya Allah semata.

baca juga:

Demikian pembahasan lengkap dari kami kali ini tentang beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah yang sudah diberikan untuk kita semua. Semoga bisa bermanfaat dan memperdalam wawasan kamu tentang Islam.

10 Cara Bersyukur Menurut Islam yang Benar

Bersyukur menurut islam yakni wujud terimakasih seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diperolehnya. Bersyukur dapat diterapkan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Allah Ta’ala berjanji bahwa akan melipatgandakan karunianya kepada orang-orang yang senantiasa bersyukur. Yaitu orang menerima takdirnya dengan ikhlas, lapang dada, menghadapi cobaan dengan bersabar dan tidak mengeluh maka Allah akan  menaikkan derajat mereka. Sedangkan orang-orang yang kufur nikmat dan selalu merasa kurang maka hidup mereka tidak diberkahi oleh Allah SWT. (baca: Manfaat ucapan Alhamdulillah)

Keutamaan bersyukur dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

Ayat diatas menjelaskan bahwa umat islam diwajibkan untuk bersyukur. Bagaimanapun kondisi kehidupannya, rasa syukur tetap harus dilantunkan untuk Sang Pencipta. Sebab Allah lah yang telah memberikan kehidupan kepada manusia. Dan kehidupan sendiri adalah suatu karunia yang luar biasa. Nah, berikut ini beberapa cara bersyukur menurut islam.

  1. Selalu mengingat Allah dalam hati nurani

Cara pertama sekaligus yang paling mudah bagi seorang hamba untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala yaitu dengan senantiasa memuji Allah di dalam hatinya. Selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun ia berada. Sejatinya, kita harus menyadari bahwa diri kita ini Allah yang menciptakan. Alam semesta nan indah, udara yang kita hirup, makan-makanan baik dari tumbuhan atau hewan, serta orang-orang disekitar kita yang sayang dengan kita, semua adalah nikmat dari Allah SWT. Oleh sebab itu, jagalah hati kita setiap detik untuk mengingat kebesaran-Nya.

Baca juga:

  1. Menjauhi penyakit hati

Penyakit-penyakit yang bersemayam dalam hati bisa membuat kita menjadi seseorang yang kufur nikmat. Sangat berbahaya, bahkan dapat memicu rusaknya iman. Maka itu, kita harus bisa memurnikan hati ini dari hal-hal buruk, seperti perasaan hasad, takabbur, riya’ atau ujub. Lalu bagaimana cara mensucikan hati dari penyakit? Kita bisa memulai dengan rutin membaca Al-Quran, mengikuti kajian-kajian islam dan menjauhi sesuatu yang tidak benar. Misalnya saja tontonan porno, berkumpul dengan pecandu atau pezina, nongkrong di klub, segala hal tersebut harus kita hindari agar diri kita tidak ikut terjerumus. Apabila hati kita bersih maka akan mudah untuk mendekatkan diri pada Ilahi sekaligus memperbanyak rasa syukur. (baca: Penyakit Hati Menurut Islam)

  1. Mengucapkan kalimat-kalimat pujian untuk Allah SWT

Rasa syukur hendaknya juga diucapkan lewat lisan. Dengan melafalkan kata-kata nan indah, pujian-pujian kepada Allah maka hal tersebut membuat kita semakin dicintai oleh Sang Rabb Pemiliki Alam Semesta. Kita bisa memperbanyak mengucapkan dzikir, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, la illaaha illallah, Allahhu Akbar, Subhanallahi wa bihamdihi.

Rasulullah SAW bersabda:

  • “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai (oleh) Allah Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil’Adzim”. (HR Bukhari  dan Muslim).
  • “Barang siapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut”.(HR Muslim dan Tirmidzi)
  • “Barang siapa mengucap subhanallah maka baginya sepuluh kebaikan. Barang siapa membaca la ilahaillallah maka baginya duapuluh kebaikan. Dan barng siapa membaca alhamdulillah baginya tiga puluh kebaikan.”

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Meningkatkan ketaqwaan

Bersyukur tidak hanya dilakukan lewat hati dan lisan saja, namun hendaknya juga diwujudkan lewat perbuatan. Salah satunya dengan cara menjadi pribadi yang bertaqwa. Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Misalnya dengan taat menjaga sholat lima waktu, melaksanakan zakar fitrah, membaca Al-quran, menjalani puasa ramadhan dan mejauhi hal-hal yang berbau maksiat dan tercela (seperti berzina, mengonsumsi khamar, berjudi, mencuri dan perilaku buruk lainnya yang harus dijauhi).

Baca juga:

  1. Beramal kepada orang-orang yang membutuhkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur),” (QS. Adh-Dhuha: 11)

Apabila kita diberikan kelimpahan rezeki oleh Allah SWT, maka salah satu cara untuk mengekspresikan rasa syukur yakni dengan berbagi kepada sesama manusia. Jangan bersikap kikir. Ingatlah bahwa disebagian harta kita ada hak orang lain. Oleh sebab itu, kita tidak boleh melupakan beramal ataupun bersedekah. Besar kecil nominalnya tidak menjadi masalah. Asalkan kita ikhlas maka Allah pasti mencatat amal kita dan memberikan pahala. Perbuatan beramal ini juga menunjukkan bahwa kita ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Di saat kita diberikan nikmat berlebih, maka jangan ragu membagi-bagi nikmat itu kepada orang lain.

Baca juga:

  1. Mengadakan acara syukuran

Ketika kita memiliki hajat tertentu, dan hajat tersebut berhasil terwujud maka tidak ada salahnya menggelar acara syukuran atau biasa disebut “selametan” oleh orang-orang Jawa. Acara ini merupakan bentu rasa syukur kepada Allah SWT atas terkabulnya doa. Biasanya Masyarakat Jawa dan Sunda mengadakan syukuran dengan mengundang tetangga atau saudara, lalu menyuguhkan hidangan nasi dan lauk yang enak. Atau beberapa juga ada yang membagi-bagikan sembako kepada fakir miskin. Umumnya acara syukuran dilakukan untuk memperingati hari tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, khitanan, pindah rumah, kelulusan dan sejenisnya.

[AdSense-A]

  1. Jangan selalu melihat ‘keatas’, tapi tengoklah orang-orang ‘dibawah’

Cara bersyukur menurut islam selanjutnya yakni dengan bersikap ikhlas. Maksudnya jangan selalu iri dengan nikmat orang lain. Jangan hanya melihat kehidupan orang-orang yang lebih kaya, lebih sukses atau lebih rupawan dari kita. Tapi juga lihatlah kehidupan orang dibawah kita. Orang-orang yang serba kekurangan, orang yang mungkin fisiknya kurang sempurna, atau mereka yang hidup sendirian. Apakah kita tidak malu mengeluh terus, sementara ada orang yang kehidupannya jauh lebih susah namun mereka tetap bersabar? Dengan melihat orang-orang dibawah kita, setidaknya kita bisa sadar bahwa nikmat yang kita dapatkan dari Allah sudah sangat cukup. Jadi bersyukurlah, insyaAllah maka nikmat kita akan ditambahkan oleh Sang Ilahi.

Baca juga:

  1. Senantiasa tersenyum

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

Wujud syukur berikutnya yakni dengan memperbanyak senyum. Bukan berarti senyum-senyum sendiri. Maksudnya senyum kepada orang lain, senyum disaat hati ingin marah, senyum ketika dilanda cobaan, dan yang terpenting selalu menunjukkan raut wajah ceria. Ketahuilah bahwa senyum itu tak sekedar membuat orang lain menjadi senang. Tapi dihadapan Allah SWT, senyum itu bernilah ibadah yang merupakan shodaqoh paling ringan. Maka dari itu, jangan bersikap terlalu jutek atau acuh tak acuh. Cobalah untuk ramah. Jika memang kita sedang dalam suasana hati bersedih, sebaiknya sembunyikan kesedihan tersebut dan janganlah membagikan raut muka masam kepada orang lain.

  1. Membagi ilmu yang kita miliki

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Apabila kita termasuk orang yang memiliki ilmu tinggi dan berwawasan luas, baik itu ilmu agama ataupun pendidikan umum, hendaknya kita membagi ilmu kita kepada orang lain. Salah satu caranya dengan menjadi pendidik. Kita bisa memilih profesi sebagai seorang guru, dosen, tenaga pengajar di LBB, atau sekedar membuka les privat di rumah. Jika kita tidak mampu melakukan hal tersebut, mendidik anak-anak kita sendiri itu pun sudah bernilai pahala. Cara lain kita bisa men-share tulisan-tulisan yang bermanfaat di sosial media. Misalnya saja tulisan tentang ayat Al-quran, hadist atau ilmu-ilmu lain yang bisa membuat orang yang membacanya menjadi bertambah pengetahuannya.

Baca juga:

  1. Merawat nikmat Allah SWT

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam” (al-Anbiya: 107)

Cara bersyukur menurut islam yang tidak kalah penting yaitu dengan merawat nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Misalnya menjaga kelestarian alam, tidak menebang pohon sembarangan atau membakar hutan. Kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita dengan cara rutin menyapu, membuang sampah di tempatnya, menyiram tanaman dan sebagainya.

Selain alam, kita juga diharuskan menjaga dan merawat diri sendiri. Seperti melalukan lulur badan, spa, facial, creambath atau hal-hal lain yang berkaitan dengan merawat kecantikan diri diperbolehkan dalam islam. Dengan pengecualian tidak merubah bentuk fisik, misalnya operasi plastik maka perbuatan ini jelas haram hukumnya. Dijelaskan dalam hadist:

“Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim)

Baca juga:

Demikianlah cara bersyukur menurut islam. Rasa syukur hendaknya terus kita lakukan di hati, lisan maupun perbuatan. Di saat senang atau bersedih, kita tetap harus mengucapkan Alhamdulillah. Dan menjaga nikmat-nikmat yang kita miliki juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.