Keutamaan Malam Jum’at Dalam Islam Sesuai Sunnah

Allah SWT telah menciptakan manusia di dunia ini untuk beribada kepadanya, menjauhi larangan dan menjalani perintahnya. Allah membuat Fungsi Agama sebagai suatu aturan untuk segala sesuatu tentang manusia agar seiring dengan  Tujuan Penciptaan Manusia Hakikat Manusia Menurut Islam , Hakikat Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia, Konsep Manusia dalam Islam. Allah menicptakan segala aturan, larangan dan perintah agar hamba nya bisa dan mampu untuk Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam.

Dalam seminggu kita menjalani hidup selama tujuh hari dan dalam islam semua hari itu sama. Jika kamu pernah mendegar ada hari sial, maka hal tersebut dalam islam sangat salah. Allah tidak pernah menciptakan hari sial, hari beruntung atau hal-hal yang berhubungan dengan nasib seseorang. Islam memang memiliki hari istimewah atau hari yang lebih baik dari pada hari lainnya yaitu hari Jum’at.

Jum’at dalam islam disebut hari yang istimewah dan bisa dikatakan setiap minggu kita merayakan hari raya yakni di hari Jum’at. Dalam islam hari ini sangat istimewah dimana seluruh umat islam baik yang bekerja, mencari ilmu, bersafar atau yang lainnya akan berkumpul pada waktu dhuhur untuk melakukan Shalat Jum’at bersama di masjid bersama saudara sesame muslim.

Allah menciptakan berbagai macam keutamaan seperti misalnya Keutamaan Bulan Muharram, Keutamaan Menyambung Tali Silaturahmi, Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua, Keutamaan Shalat Witir, Keutamaan Membaca Basmallah, dan keutamaan malam Jum’at dan harinya dibanding hari-hari lainnya yang akan kita pelajari berikut ini.

Keutamaan Muslim Di Malam Jum’at

  1. Hari Jum’at Ialah Hari Terbaik Dalam Satu Minggu

Bebarapa hadist menyebutkan jika hari yang paling baik dibandingkan hari lainnya ialah hari Jum’at, dimana semua muslim berkumpul dan bersujud kepada Allah SWT. Berikut hadist yang membicarakan tentang hari Jum’at :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : » خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ « رواه مسلم

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:” Hari terbaik di mana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat”.

  1. Pada Hari Jum’at Terdapat Waktu Mustajab Untuk Berdo’a Kepada Allah SWT

Jika kamu merasa keinginan atau do’a mu tidak juga terkabul, maka kali ini kamu akan mengetahui bagaimana Cara Agar Keinginan Cepat Terkabul Dalam Islam. Tahukah kamu jika waktu yang paling mustajab untuk berdo’a kepada Allah adalah ketika sedang turun hujan, ada angin kencang, antara adzan hingga iqomah dan do’a di hari Jum;at terutama antara waktu Ashar hingga petang. Beberapa ulama berpendapat jika waktu tersebut adalah ketika usai adzan Ashar dikumandangkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا

يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

   Abu Hurairah berkata Rasulullah saw pernah bersabda:” Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu” (H.R  Muttafaqun Alaih)

Imam Muhammad Al-Baqir berkata: “Allah swt memerintahkan kepada para Malaikat nya agar setiap malam Jum’at ia menyeru dari arah bawah Arasy mulai awal malam hingga akhir malam tiba: Tidak akan ada hamba mukmin yang berdoa padaku untuk keperluan dunia dan akhirat hingga sebelum terbitnya fajar kecuali aku mengabulkan/mengijabahnya,

  1. Membaca Do’a Malam Jum’at

Membaca beberapa do’a pada malam Jum’at akan membuat hari-hari kita selanjutnya lebih berkah dan dirahmati Allah SWT. Dengan selalu membaca sholawat atau do’a akan membuat Allah mencintai dan senang pada kita sebagai hambanya. Dan berikut ini adalah do’a yang bisa kamu baca pada malam Jum’at

اَللَّهُمَّ  اِنْ وَضَعْتَنِي فَمَنْ ذَا الَّذِي يَرْفَعُنِي وَاِنْ رَفَعْتَنِي فَمَنْ ذَا الَّذِي يَضَعُنِي وَاِنْ اَهْلَكْتَنِي فَمَنْ ذَا الَّذِي يَعْرِضُ لَكَ فِي عَبْدِكَ اَوْ يَسْأَلُكَ عَنْ اَمْرِهِ وَقَدْ عَلِمْتُ اَنَّهُ لَيْسَ فِى حُكْمِكَ ظُلْمٌ وَلاَ فِى نَقَمَتِكَ عَجَلَةٌ وَاِنَّمَا يَعْجَلُ مَنْ يَخَافُ الْفَوْتَ وَاِنَّمَا يَحْتَاجُ اِلَى الظُّلْمِ الضَّعِيفُ وَقَدْ تَعَالَيْتَ يَا اِلَهِى عَنْ ذَلِكَ عُلُوّاً كَبِيْراً.

[AdSense-A]Ya Allah, jika Engkau hinakan daku, siapa lagi yang akan memuliakan aku. Jika engkau muliakan aku, siapa lagi yang mampu menghinakan aku. Jika Engkau binasakan aku, siapa lagi yang akan beribadah kepada-mu atau yang akan memohon pada-mu tentang persoalannya. Sungguh, aku tahu tidak ada kezaliman dalam hukum-mu, tidak ada yang tergesa-gesa dalam siksaan-mu. Karena tergesa-gersa itu hanya terjadi pada orang takut ketinggalan, dan butuh pada kezaliman yang lemah. Sementara Engkau ya Ilahi benar-benar Maha Mulia dari semua itu.

Selain itu kamu juga bisa menambahkan do’a berikut ini untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah pada kehidupan kita.

اَللَّهُمَّ اِنّى اَعُوذُ بِكَ فَاَعِذْنِى، وَاَسْتَجِيْرُ بِكَ فَاَجِرْنِى، وَاَسْتَرْزِقُكَ فَارْزُقْنِى، وَاَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ فَاكْفِنِى، وَاَستَنْصِرُكَ عَلَى عَدُوِّى فَانْصُرْنِى، وَاَسْتَعِيْنُ بِكَ فَاَعِنِّى، وَاَسْتَغْفِرُكَ يَا اِلَهِى فَاغْفِرْ لِى آمِيْنَ آمِيْنَ آمِيْنَ

Ya Allah, aku berlindung kepada-mu, maka lindungi aku. Aku memohon keselamatan kepada-Mu, maka selamatkan daku. Aku memohon rizki kepada-mu, maka berilah aku rizki. aku bertawakkal kepada-mu, maka cukupi daku. Aku memohon pertolongan kepada-mu terhadap musuhku, maka bantulah daku. Aku memohon bantuan kepada-mu, maka bantulah aku. Ya Ilahi, aku memohon ampunan kepada-mu, maka ampuni daku, amin amin amin. 

  1. Membaca Surat Kahfi

Pada umumnya orang berpendapat jika malam jum’at seharusnya kita membaca surat yasin. Tahukah kamu jika presepsi kebanyakan muslim ini tidak sepenuhnya benar ?? Pada malam Jum’at kita sebenarnya disunnagkan untuk membaca surat Kahfi, karena berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan untuknya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim)

Bukan berarti tidak boleh membaca surat Yasin atau surat lainnya. Allah memerintahkan umat muslim untuk rajin membuka Al-Qur’an setiap hari seusai sholat. Membaca surat lainnya di malam Jum’at itu boleh saja, tapi alangkah lebih baik nya jika kita menjanalnkan sesuatu yang sudah di sunnah kan.

  1. Membaca Shalawat Nabi Di Malam Jum’at

Di zaman dahulu ada seorang sahabat yang ingin bertemu dengan Rasulullah. Sahabat itu melihat Rasulullah berjalan dari kejauhan, lalu ia mengejarnya sambil memanggil “ Ya Muhammad “ “ Yas Rasulullah.. “ tapi Rasulullah tetap berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Sahabat laki-laki ini bingung lalu berusaha mengejar hingga akhirnya sampai di depan Rasulullah. Ia bertanya “ wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak menjawab salam ku saat aku memanggil mu ? “ dan Rasulullah menjawab “ aku tidak menjawab karena engkau tidak pernah bershalawat atas nama ku wahai sahabat “.

[AdSense-B]

Pada malam dan hari Jum’at disunnahkan untuk membaca sgalawat nabi sebanyak mungkin, karena berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum’at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku.”

Benarkah Hubungan Suami Istri Di Malam Jum’at Itu Sunnah ?

Banyak orang terpengaruh dengan adanya sebuah kalimat yang di anggap sebuah hadist mengatakan ” berhubungan suami sitri di malam jum’at sama dengan membunuh 100 yahudi. Hal tersebut dinilai dhoif atau tidak jelas asal muasal sanad dan hadistnya. Dengan begitu dapat dikatakan jika hadist tersebut tidak perlu kita hiraukan.

Sunnah Rasul Malam Jumat Dalam Islam

Setiap umat muslim tentu memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa-apa yang diperintahkan dan mengambil contoh dari Rasulullah SAW. Untuk itu, kisah teladan nabi muhammad adalah satu bagian dari fungsi agama bagi umat islam yang diberikan Allah SWT. Dalam ayat Al-Quran, Allah berfirman,  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS : Al Ahzab : 21)

Bahkan nama nama nabi dan rasul terdahulu pun diperintahkan untuk diikuti teladan baiknya sebagaimana Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).” (QS : An Nahl : 120)

“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji. “(QS : Al Mumtahanan : 6)

Untuk itu, teladan yang baik sejatinya bersumber dari Rasul-Rasul Allah yang diperintahkan untuk memberikan risalah pembangunan islam di muka bumi. Untuk itu meneladaninya adalah sesuatu yang menjadi kewajiban, bagi kita sebagai umat-nya. Rasul

Pengertian Sunnah Rasul

Sunnah Rasul adalah ucapan-ucapan dan perbuatan atau keputusan-keputusan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW (Nabi Muhammad). Rasulullah dalam menjalankan kehidupannya, terutama dalam pelaksanaan membangun masyarakat dan mengembangakan sosial ataupun menjalankan kehidupan pribadinya adalah berdasarkan landasan Al-Quran sebagaimana yang Allah tunjukkan.

Dalam menjalankan kehidupannya, terutama dalam hal atau kerangka keummatan, Rasulullah senantiasa dijaga oleh Allah. Ketika Rasulullah melaksanakan kekeliruan atau ada yang keliru (karena kekhilafan), ia senantiasa diberikan peringatan langsung oleh Allah sebagaimana kekhususannya sebagai Nabi.

Banyak juga Sunnah Rasul merupakan tafsiran Rasulullah SAW mengenai ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT untuk ummat manusia. Sebagaimana bentuk operasionalisasi ayat-ayat Al-Quran banyak sekali dijumpai bahwa pelaksanaannya bersumber dari Sunnah Rasul, yaitu apa yang disampaikan, dilaksanakan, atau diputuskan oleh Rasullah SAW.

Sunnah Rasul, menjadi hal penting sebagai sumber atau referensi utama hukum islam. Untuk itu, para ulama ijtihad pun memutuskannya berdasarkan sumber Al-Quran dan Sunnah Rasul yang tidak pernah terlewat. Untuk itu, kajian Sunnah Rasul menjadi aspek penting pula dalam memahami ajaran islam yaitu Sunnah Rasulullah SAW.

Penerapan Sunnah Rasul di Masa Modern

Tidak dapat dipungkiri bahwa zaman Rasul dan zaman kekinan sangat jauh berbeda sekali. Mulai dari masalah-masalah, tantangan, dan dinamika zaman yang dihadapi. Dari Masa ke masa tentu antara satu Nabi dengan Nabi yang lain pun juga mendapatkan perbedaan kondisi yang bisa jadi bertentangan dari masa ke masa. Bisa lebih ringan atau bahkan bisa lebih berat lagi.

Tidak berarti masa yang berganti ini menjadi alasan bahwa Sunnah Rasul sudah tidak berfungsi dan tidak perlu dilakukan lagi oleh ummat islam di masa kini. Ada nilai-nilai universal yang tidak bisa diganti dan juga dihilangkan walaupun zaman sudah berganti beberapa abad.

Misalnya saja, Rasulullah di zaman dahulu senantiasa menggunakan onta untuk kendaraan pribadi atau pelaksanaan amal-amalannya (untuk dakwah, untuk berperang, atau membantu sesama). Di masa kini tentu umat islam akan kalah oleh musuh-musuhnya jika masih menggunakan kendaraan onta. Namun, walaupun berganti kendaraan dan alat-alat yang digunakan, prinsip dan orientasi untuk dakwah, membantu sesama yang telah diperintahkan oleh Rasullah tidak akan pernah bisa digantikan.

Antara Teknis dan Substansi Sunnah Rasul

Secara teknis atau penerapan ada yang bisa berubah seiring zaman namun tetap harus sesuai dengan prinsip dasar yang Rasullah SAW terapkan. Namun, ada pula teknis yang tidak bisa dirubah-rubah seenaknya oleh manusia seperti teknis dalam berdoa, shalat wajib, shalat sunnah, berpuasa, dsb.

Secara umum, hal-hal teknis dalam pelaksanaan ibadah muammalah dalam sunnah rasul secara teknis bisa saja mengalami perubahan namun tidak meninggalkan substansi yang telah diajarkan Rasul, namun secara ibadah Ritual atau ibadah Habluminaullah tidak bisa berubah walaupun zaman sudah berubah. Hal ini merupakan hal yang harus dilakukan sebagaimana Rasul lakukan.

Untuk itu, salah jika ada orang yang mengatakan bahwa di zaman ini Sunnah Rasul sudah tidak bisa dilakukan lagi. Yang ada hanyalah Sunnah Rasul adalah abadi sepanjat manusia dan dapat diterapkan, asalkan memahami seluk beluk, sejarah, aspek historis, tujuan, dan juga memahami betul substansi dari apa yang diajarkan Rasullah.

Hakikat dari apa yang dicontohkan rasul senantiasa mengacu pada :

Hal-hal tersebut yang membuat seorang menjadi hamba beriman pada Allah. Ada banyak sekali manfaat beriman kepada Allah SWT dan manfaat tawaqal kepada Allah bagi manusia yang menjalankan misinya sesuai Konsep manusia dalam islam.

Perintah dan Hikmah Menjalankan Sunnah Rasul

[AdSense-A]Oleh sebab Sunnah Rasul adalah perintah yang harus dilaksanakan, untuk itu ummat muslim yang merupakan bagian dari ummat Rasul wajib untuk bisa meneladani dan menjadikan Rasullah sebagai teladan-teladannya.

Banyak tokoh dan figur yang munkin bisa menjadi teladan. Namun, Rasullah adalah sebaik-baik teladan dalam islam dan orang yang memperjuangkan islam dari masa lalu. Untuk itu berikut hikmah jika kita mengukuti Sunnah Rasul dalam kehidupan kita.

  1. Merasa dekat dengan Rasulullah

Dengan melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, tentunya kita akan menjadi merasa dekat dengan Rasulullah. Sesungguhnya bukan hanya perkataan cinta tau ungkapan kagum saja yang membuat kita dekat dengan Rasulullah. Melaksanakan sunnah Rasul tentu menjadi bagian untuk bisa merasakan kedekatan dan rasa cinta pada Rasullah SAW. Keutamaan cinta kepada Rasulullah salah satunya adalah kelak di hari akhir akan mendapatkan safaat dan tergolongan sebagai umatnya Rasullullah. Tentu bagi mereka yang juga melaksanakan  Rukun Iman dan Rukun Islam.

Melaksanakan Sunnah Rasul jika diiringi dengan pemahaman yang benar dan mampu memaknai tujuan dari pelaksanaan ibadahnya akan membuat kita menjadi hamba Allah yang benar-benar bersyukur bahwa ada Rasulullah yang memberikan risalah islam pada umat-nya.

Untuk itu, pelaksanaan Rasulullah harus diiringi oleh pemahaman sejarah islam, dinamika masalah saat itu, pemahaman hadist, dan tentu metode yang benar ketika memahaminya. Melaksanakan Sunnah Rasul jika diiringi oleh pemahaman yang benar tersebut tentu akan menambah semangat dan merasakan kedekatan dengan Rasulullah dan ajarannya.

  1. Menjadi Bagian dari Umat Rasulullah

Rasullah pernah bersabda bahwa, bukan bagian dari umat-nya barang siapa yang tidak mengikuti dan melasanakan Sunnahnya. Untuk itu, mengikuti dan melaksanakan Sunnah dari Rasulullah akan membuat kita merasa menjadi bagian dari umat Rasul.

Bagaimana mungkin sesorang diakui menjadi bagian dari sebuah kelompok atau komunitas jika dia sendiri tidak pernah melakukan kegiatan dan apa-apa yang diinginkan oleh pemimpinnya. Untuk itu, jika ingin menjadi bagian umat rasul pelaksnaan sunnahnya tentu harus dilakukan. Bahkan mempelajarinya setiap saat, dengan baik dan benar.

  1. Mendapatkan Hikmah dan Kebaikan dari Pelaksanaan Sunnah tersebut

Segala apa yang dilakukan Rasullah sebagai sunnahnya, terutama sunnah yang dianjurkan terdapat hikmah dan prospektus kebaikan yang mungkin manusia jarang mengetahuinya. Jika ketika mempelajari dan menerapkan Sunnah Rasul manusia benar-benar memahami dan melaksanakannya dengan benar, maka akan benar-benar besyukur.

Salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada umat islam adalah diberikannya teladan Rasul. Dengan adanya teladan Rasul, akhirnya kita memiliki figur atau role model yag bisa dicontoh dalam pelaksanaan nilai-nilai islam dan perjuangan dalam membangun kehidupan di muka bumi. Tentu nikmat tersebut harus disyukuri dalam bentuk ucapan dan perbuatan di kehidupan.

Tidak Semua Hadist Benar dan Bernilai Sunnah Rasul

Informasi tentang sunnah rasul tentu bisa kita dapatkan dari berbagai sumber. Dalam Al-Quran terdapat sejarah dan informasi tentang sunnah rasul, dari sejarah yang dituliskan para ilmuwan, ataupun dari hadist-hadist rasul yang diriwayatkan oleh orang-orang setelah Rasul meninggal.

Pada kenyataannya, tidak semua hadist yang ada bernilai valid atau sah keberadaannya. Kenyataannya ada yang sangat bertentangan dengan sunnah rasul lakukan, bertentangan dengan fungsi agama ajaran islam, tidak pernah rasul ajarkan atau bicarakan dan bahkan dibuat-buat atau dikarang oleh pihak-pihak tertentu yang memang memiliki kepentingan atau yang ingin menghancurkan islam. Sebagaimana pihak sejarah yahudi dalam islam yang ingin menghancurkan islam.

Untuk itu, berikut orang-orang atau golongan yang biasa memalsukan hadist untuk kepentingannya atau memang ingin menghancurkan islam.

  1. Kaum Zindiq

Kaum zindiq adalah mereka yang sengaja berpura-pura masuk islam namun sebetulnya adalah kaum kafir atau kaum munafik. Mereka memiliki kebencian terhadap ajaran islam atau Rasullah, dan ingin menghancurkan islam dari dalam.

  1. Pengikut Hawa Nafsu

Kaum ini adalah kaum yang memang tidak sungguh-sungguh menjalankan ajaran islam, sedangkan mereka hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan atau nafsu mereka masing-masing. Ajaran islam yang tidak sesuai atau relevan dengan hawa nafsunya tentu akan dibuat menjadi sesuai dengan keinginannya.

  1. Pembuat Hadist Palsu dengan Nasehat Baik

Kaum ini merasa memiliki nasehat yang baik dan memiliki tujuan yang baik menurut prasangkaan mereka. Namun, pada kenyataannya nasehat ini bukanlah bersumber dari Rasullah atau berdasarkan dari Risalah islam. Mereka membuatnya sendiri, walaupun bisa jadi berisi nasehat baik. Namun hal tersebut belum tentu bernilai sunnah rasul.

  1. Al Qashshaas (Tukang cerita)

Kaum ini membuat hadist palsu dengan memasukkanya pada cerita-cerita yang mereka buat sendiri.

  1. Kaum Penjilat

Kaum ini membuat hadist-hadist demi untuk mendapatkan simpati penguasa dan juga kedudukan di masyarakat. Tentu kaum seperti ini bukanlah kaum yang harus diikut dan hadist yang dihasilkannya bukanlah sunnah rasul yang asli.

[AdSense-B]

Maksud Sunnah Rasul Malam Jumat dan Kevalidannya

Ada beberapa pendapat beredar mengenai sunnah Rasul di malam jumat. Maksud dari sunnah rasul disini merujuk pada hubungan suami istri yang dilaksanakan di malam jumat atau hari kamis malam. Mereka yang menguncapkan hal tersebut biasanya adalah mereka yang ingin mengucapkan mengenai hubungan suami istri namun dalam istilah yang lebih halus atau tidak dianggap vulgar jika diucapkan.

Namun, pada kenyataannya sunnah rasul malam jumat ini setidaknya bukan hanya kebutuhan suami istri itu saja. Selain itu, menjadi persepsi yang tergeser mengenai makna sunnah di hari kamis tersebut.Dalil atau hadist yang membuat adanya istilah sunnah rasul malam jumat ini adalah dari hadist berikut :

  • “Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendara’an, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.”(H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
  • Adapun hadist palsu yang populer juga mengenai sunnah rasul malam jumat berikut. “Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi”. Dalam hadits yang lain ada di sebutkan sama dengan membunuh 1000, ada juga yang menyebut 7000 Yahudi. “

Pendapat Mengenai Sunnah Rasul Malam Jumat

Seorang ulama hadist dari Indonesia, yaitu alm. Prof DR KH Ali Mustafa Yaqub, MA menerangkan bahwa hadist tersebut belum ada dalam kitab-kitab hadist manapun, bahkan yang sifatnya dhaif sekalipun, apalagi yang sifatnya shahih. Menurut beliau, hadist tersebut tidak memiliki sanad atau memiliki sambungan terhadap sahabat, apalagi kepada keluarga atau Rasullullah langsung.

Sunnah rasul diatas jika dilihat dari keberadaan sumber dan hadistnya tentu bukanlah Sunnah Rasul yang shahih atau valid. Dalam kenyataannya, tidak ada hal mengenai hubungan suami istri yang diwajibkan atau disunnahkan waktunya karena hal tersebut tentu sangat personal atau private. Rasulullah pun juga tidak mungkin menjelaskan mengenai waktu-waktu beliau melakukan hal tersebut dengan istri-istrinya apalagi keluarga rasul tentu harus dijaga kehormatan dan privasinya.

Tidak ada satupun hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan, berhubungan suami istri pada malam-malam tertentu, termasuk malam Jum’at atau bahkan di waktu tertentu. Ajaran islam hanya menjelaskan dan menerangkan prinsip dasarnya, sedangkan pelaksanaannya tentu sangat bergantung pada situasi dan kondisi masing-masing yang tidak  boleh mendzalimi atau merugikan.