18 Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak Patut Ditiru

Anak adalah karunia dari Allah Ta’ala. Sebagai orang tua sudah seharusnya kita menjaga anak dengan sebaik mungkin. Memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Serta memberikan pendidikan untuk bekal masa depannya agar si anak bisa menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlakul karimah.

Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau memberikan contoh yang baik dalam mendidik anak. Beliau dikenal penyayang dan penyabar. Tidak suka membentak anak. Namun juga tegas dalam urusan agama.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”  (HR.Tirmidzi).

Nah, berikut beberapa cara Rasulullah mendidik anak perempuan dan laki-laki yang wajib kita contoh.

  1. Tidak mengekang anak bermain

Dalam mendidik anak, Rasulullah tidak selalu mengekang. Beliau suka melihat anak bermain. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:  “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk dibawah sebuah pohon hingga aku kembali.” (HR. Ahmad).

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari).

2. Mengajarkan ilmu tauhid

Ilmu tauhid adalah ilmu tentang ketuhanan. Ilmu ini sangat penting untuk diajarkan kepada anak semenjak dini. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, beliu mengajarkan anak-anaknya untuk mengucapkan Lailaha illaallah yang mana berarti tidak ada Tuhan selain Allah. Dan Allah itu Maha Esa.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

  1. Mengajarkan ilmu agama

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan ilmu agama kepada anak semenjak dini. Sebab jika anak tidak dididik agama sejak kecil maka bisa saja ia terpengaruh pergaulan dan menjadi salah langka.Ilmu agama yang diajarkan oleh Rasul kepada anaknya tentu sangat luas. Dan itu diajarkan secara bertahap tidak serta-merta.

  1. Mengejarkan tata cara sholat

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

  1. Mengajarkan ibadah puasa

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

[AdSense-B]

  1. Mengajarkan bacaan doa-doa harian

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga kerap melatih kepada anak-anaknya untuk rutin membaca doa harian. Misalnya doa bercermin, doa keluar-masuk toilet, doa sebelum dan sesudah makan, doa keluar rumah dan sebagainya. Ini penting agar diri kita senantiasa dijaga oleh Allah Ta’ala dan terlindungi dari bahaya.

  1. Mengajarkan anak untuk berbakti kepada orang tua

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang keutamaan berbakti kepada orang tua. Sebab Anak durhaka dalam islam adalah perbuatan dosa besar.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

  1. Berlaku adil kepada anak perempuan dan laki-laki

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membeda-bedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Bukan berarti anak laki-laki derajatnya lebih tinggi dari perempaun ataupun sebaliknya. Dalam suatu hadist dijelaskan:

Dari Nu’man bin Basyir, beliau pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari).

  1. Mendidik anak dengan akhlak mulia

Kebaikan seseorang dinilai dari 2 hal yakni agama dan akhlaknya. Sedangkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang akhlaknya paling baik di muka bumi ini. Beliau diutus untuk memperbaiki perilaku manusia. Dan maka itu, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anaknya, tentang akhlak Dalam Islam,cara meningkatkan akhlak, hubungan akhlak dengan iman dalam islam , serta hubungan akhlak dengan iman islam dan ihsan. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

  1. Mengajarkan cara berpakaian yang sesuai syariat agama

Bagi anak perempuan, Rasul juga memberikan pendidikan tentang bagaimana menjadi muslimah yang baik dengan cara berpakaian secara islami. Yakni mengenakan pakaian longgar dan berjilbab syar’i.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh merek. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab:59).

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, aka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya).” (HR. Abu Daud)

[AdSense-A]

  1. Mengajarkan batasan pergaulan antara perempuan dan laki-laki

Cara Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mendidik anak juga meliputi pergaulan. Beliau mengajarkan tentang batasan-batasan berteman antara laki-laki dan perempuan, tentang pentingnya menjaga pandangan, tentang besarnya dosa zina dan sebagainya.

  1. Mengajarkan pekerjaan rumah tangga untuk anak perempuan

Untuk mendidik anak perempuan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan perihal pekerjaan rumah. Seperti memasak, mencuci pakaian dan bersih-bersih rumah. Ini juga penting dalam islam. Sebab bagaimanapun juga kodrat wanita dalam islam adalah menjadi istri bukan mencari nafkah untuk keluarga.

  1. Mengajari adzan untuk anak laki-laki

Abu Mahdzurah bercerita: Aku bersama 10 orang  remaja berangkat bersama Rasulullah dan rombongan. Pada saat itu, Rasulullah adalah orang paling kami benci. Mereka kemudian menyerukan azan dan kami yang 10 orang remaja ikut pula menyerukan azan dengan maksud mengolok-ngolok mereka. Rasulullah bersabda, ‘Bawa kemari 10 orang remaja itu!’ Beliau memerintahkan,‘Azanlah kalian!’ Kami pun menyerukan azan.

Kemudian selesai azan, Rasulullah bersabda‘Alangkah baiknya suara anak remaja yang baru kudengar suaranya ini. Sekarang pergilah kamu dan jadilah juru azan buat penduduk Mekkah.’ Beliau bersabda demikian seraya mengusap ubun-ubun Abu Mahdzurah, kemudian beliau mengajarinya azan dan bersabda kepadanya: Tentu engkau sudah hafal bukan?’ Abu Mahdzurah tidak mencukur rambutnya karena Rasulullah waktu itu mengusapnya. (HR. Ahmad, Musnadul Makkiyah).

  1. Menganyomi dengan baik

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengayomi anak-anaknya. Khususnya anak perempuan. Sebab perempuan cenderung lemah dan membutuhkan perlindungan. Mengayomi disini berarti memberikan perhatian, menjaga dan merawat dengan baik hingga anak tumbuh dewasa.

Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa. Maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” Kemudian Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau.” (HR Muslim).

  1. Bersikap lemah lembut terhadap anak

Walaupun Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin umat muslim. Namun beliau tidak pernah sombong ataupun bersikap semena-mena terhadap keluarganya. Beliau justru menunjukkan akhlak yang baik dan lemah lembut. Kepada anak-anaknya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sering memanggil mereka dengan sebutan yang indah, menggendong dan mengusap kepala mereka.

Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.

  1. Mencintai dan bergantung pada Allah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia bersatu-padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.”

  1. Tidak memisahkan anak dan ibunya

Abu Ayyub lalu mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

  1. Memberikan hadiah

Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda: “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini. Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

Demikianlah beberapa cara Nabi Muhammad mendidik anak-anaknya. Semoga kita bisa mencontoh beliau, sebab beliau adalah sebaiknya-baiknya suri tauladan di muka bumi. Amin ya Rabbal Alamin.

15 Cara Mendidik Anak Perempuan Menurut Islam

Cara mendidik anak perempuan menurut islam tentunya sangat berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Anak perempuan cenderung harus lebih mendapatkan perhatian khusus agar nantinya bisa beraklak baik dan tentunya bisa menutup auratnya dengan sempurna. Selain itu anak perempuan juga rentan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pergaulan bebas yang nantinya akan merusak masa depannya.

Baca juga :

Cara Mendidik Anak Perempuan yang Baik

Anak merupakan titipan Allah yang harus kita jaga, baik buruknya seorang anak merupakan tanggung jawab orang tua. Jika kita berhasil mendidik anak dengan baik sehingga mereka menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah maka kita sebagai orang tua yang beruntung, karena seorang anak yang sholeh akan menghantarkan kedua orang tuanya ke surga Allah.

Dan sebaliknya jika kita tidak berhasil mendidik anak sehingga mereka sering berbuat hal-hal yang dibenci oleh Allah, maka kita sebagai orang tua akan mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Allah. Pembelajaran seperti ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 16, penjelasannya sebagai berikut :

Luqman berkata: “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. (QS. Luqman : 16)

Hal berikut ini bisa anda gunakan sebagai bahan referensi dalam upaya mendidik anak anda sejak dini, yuk kita simak bersama-sama :

1. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Tidak Menyekutukan Allah

Perbuatan menyekutukan Allah adalah  perbuatan yang paling dibenci oleh-Nya. Untuk itu sebagai orang tua kita wajib memberikan nasehat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Ajarkan kepada anak tentang keimanan. Keimanan merupakan dasar yang wajib dimiliki oleh muslim. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13, penjelasannya sebagai berikut :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

2. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berbakti Kepada Orang Tua (Ayah Dan Ibu)

Menciptakan suasana saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan keluarga adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh orang tua. Biasakan kepada anak kita sejak kecil untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada orang tua dengan cara memberi contoh secara langsung.

Seperti halnya kita mengasihi orang tua kita, secara tidak langsung anak kita akan melihat kejadian seperti itu dan pada akhirnya menerapkannya kepada kita sebagai orang tuanya. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 14, penjelasannya sebagai berikut :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapkanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14).

[AdSense-B]

3. Mengajarkan Untuk Selalu Berbuat Baik Terhadap Orang Tua

Seorang anak wajib untuk selalu memperlakukan kedua orang tua dengan baik. Oleh karena itu kita sebagai orang tua juga harus memberikan pengetahuan tentang hal ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Luqman ayat 15, penjelasannya sebagai berikut :

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman : 15)

Namun sebagai seorang anak jika kedua orang tua kita mengajarkan hal yang buruk, maka sebagai seorang anak kita tidak harus mengikutinya. Tapi dengan catatan kita harus tetap menghormatinya karena merekalah yang melahirkan, mengurus, dan juga membesarkan kita sejak kecil.

4. Mengajarkan Kepada Anak Kita Tentang Kewajiban Sebagai Umat Muslim

Pendidikan agama sebaiknya kita sudah kenalkan dan ajarkan kepada anak sejak ia masih kecil, agar nantinya ketika sudah beranjak dewasa ia sudah terbiasa dengan apa yang sudah kita ajarkan setiap hari sejak ia masih kecil. Ajak anak kita untuk ikut sholat berjamaah setiap hari dan menjalankan ibadah-ibadah wajib lainnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 17, penjelasannya sebagai berikut :

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman : 17).

5. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Tidak Sombong

Sombong merupakan hal yang dibenci oleh Allah. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, kaya ataupun miskin tdk menjadi tolok ukur, yang menjadi tolok ukur adalah amal ibadahnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 18, penjelasannya sebagai berikut :

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18)

Baca juga :

6. Memperlakukan Anak Dengan Penuh Kasih Sayang Dan Kelembutan

Mendidik anak bukanlah menjadi perkara mudah. Meskipun demikian bukan berarti kita harus mendidiknya dengan cara kasar ataupun menggunakan kekerasan. Hal itu justru akan membuat anak menjadi trauma dan cenderung akan melakukan balas dendam. Sebaiknya kita sebagai orang tua justru menunjukkan kasih saying dan kelembutan kita sehingga anak akan terdorong untuk menirukan kebaikan yang kita lakukan kepada mereka.

7. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menutup Aurat

Sebagai seorang anak perempuan, kita sebagai orang tua harus mengajarkan bagaimana menutup aurat dengan benar sejak mereka masih kecil. Jelaskan saja kepada mereka hal itu dilakukan untuk menjaga diri mereka sendiri dari hal-hal buruk yang mungkin dapat terjadi, pasti mereka akan mengerti. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, penjelasannya sebagai berikut :

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)

[AdSense-A]

8. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menghormati Orang Yang Lebih Tua Dan Menghargai Yang Lebih Muda

Dalam kehidupan kita saling menghormati dan menghargai sangat diperlukan karena hal ini berkaitan dengan sikap dan perbuatan yang wajib dilakukan seorang anak agar mereka tau bahwa menebar kasih saying itu perbuatan yang menyenangkan.

9. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Bersosialisasi Dan Peduli Terhadap Lingkungan

Bersosialisasi merupakan hal yang perlu kita perkenalkan dan ajarkan kepada anak-anak kita. Dengan melakukan sosialisasi yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mengajarkan kepedulian terhadap sesame, khususnya terhadap lingkungan terdekat seperti halnya tetangga.

10. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berpendidikan Tinggi

Menuntut ilmu dan berpendidikan tinggi adalah hal yang baik untuk dilakukan. Selain itu dengan berilmu anak kita akan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungannya. Kita sebagai orang tua wajib mengajarkannya sejak kecil dan mengusahakan untuk anak kita supaya mempunyai semangat tinggi dalam hal menuntut ilmu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11, penjelasannya sebagai berikut :

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah : 11)

11. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Saling Berbagi

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang pada dasarnya harus bisa saling berbagi dengan orang lain. Ajarkan hal ini kepada anak kita sejak kecil betapa pentingnya berbagai dengan yang membutuhkan. Dengan berbagi maka rejeki kita akan semakin bertambah karena bisa membuat senang orang lain.

Kemudian menjelaskan mengenai sebagian rejeki kita ada hak orang lain di dalamnya. Berikan contoh secara langsung agar mereka dapat dengan mudah memahami dan mempraktekkannya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 215, penjelasannya sebagai berikut :

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah : 215)

12. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Berkata Jujur

Sebagai orang tua kita juga harus memperhatikan ucapan yang kita lontarkan. Kejujuran menjadi kunci utama sebuah kepercayaan. Maka hal ini sangat perlu diajarkan kepada anak kita sejak dini. Walaupun sepahit apapun itu kenyataannya, tetap saja harus jujur.

13. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Selalu Disiplin

Disiplin merupakan sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kedisiplinan anak jadi tau schedule hariannya. Kapan waktunya belajar, bermain, dan juga tidur. Hal ini sangat baik untuk melatihnya menjadi pribadi yang taat.

14. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Mandiri

Sifat kemandirian juga sangat perlu ditanamkan kepada anak sejak kecil. Dengan begitu anak sudah terbiasa mengatasi masalah dan juga mengerjakan apa-apa sendiri. Sehingga saat dewasa nanti dan harus jauh dari orang tua karena menuntut ilmu ataupun berkeluarga, mereka tidak lagi mengalami kesulitan dengan pekerjaan rumah sehari-hari.

15. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Bertanggung Jawab

Dalam kehidupan kita tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan dan diselesaikan. Dengan adanya tanggung jawab maka anak akan tau mana yang harus didahulukan dan mana yang tidak. Misalnya saat ada pr, maka ia akan berusaha mengerjakan dan menyelesaikannya walaupun itu sulit bagi dia karena hal itu merupakan tanggung jawab untuknya.

Baca juga :

Dapat diambil kesimpulan bahwa cara mendidik anak perempuan yang sudah saya jelaskan di atas bisa anda jadikan sebagai referensi dalam rangka mendidik anak di rumah. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara mendidik anak perempuan menurut islam. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

10 Cara Rasullullah Mendidik Anak Perempuan

Pada dasarnya, memiliki anak perempuan atau laki-laki itu sama saja. Semuanya adalah karunia dari Allah SWT. Dan masing-masing juga mempunyai kelebihan tersendiri. Untuk Kamu yang melahirkan anak perempuan jangan bersedih. Jangan menganggap bahwa perempuan itu lemah. Sebaliknya, anak perempuan justru menjadi anugerah terindah dan bisa menjadi penolong bagi orang tuanya. Sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadist shahih:

“Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ada banyak keutamaan yang dimiliki oleh perempuan. Seorang perempuan yang masih kecil bisa menjadi penyelamat orang tuanya di akhirat kelak. Ketika perempuan sudah menikah dan menjadi ibu, maka surga dibawah telapak kakinya. Oleh itu, kita tidak boleh meremehkan perempuan. Namun demikian, rasul juga mengatakan bahwa penduduk neraka terbanyak adalah perempuan. Sebab memang sifat perempuan yang mudah terjerumus ke dalam hal-hal buruk. Nah, untuk menghasilkan generasi perempuan yang sholehah, hendaklah orang tua mendidik anak-anak perempuannya dengan benar sesuai syariat agama. Berikut ini cara rasulullah mendidik anak perempuan yang bisa kita teladani dan kita contoh. (baca: Cara mendidik anak dalam islam)

Baca juga:

  1. Mengajarkan ilmu Tauhid (konsep ketuhanan)

Dasar dari agama islam adalah ilmu tauhid, yakni konsep tentang ketuhanan. Maka itu, hal pertama yang wajib orang tua ajarkan kepada anak perempuannya yakni tentang Allah. Bahwa Allah itu Tuhan yang menciptakan manusia, dan Allah itu Maha Esa. Ajarkan anak untuk mengucapkan Lailaha illaallah. Caranya dengan mengulang-ngulang terus bacaan syahadat tersebut, setiap hari hingga anak mulai familiar mendengarkannya. Lama-kelamaan anak pasti akan ikut mengucapkannya. Setelah itu, Anda bisa menambahkan kosakata baru yakni Muhammad Darrasullullah, Muhammad adalah rasul utusan Allah SWT.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

Baca juga:

  1. Mengajarkan doa-doa harian

Setelah menanamkan ilmu ketauhidan, anak juga perlu diajarkan tentang doa-doa harian. Misalnya doa sebelum dan sesudah makan. Doa tidur, doa bercermin, doa keluar rumah, masuk kamar mandi dan sebagainya. Ajarkan pula kalimat Bismillah kepada anak saat ia hendak melakukan sesuatu. Kemudian ketika urusan itu selesai, berikan contoh untuk mengucapkan Alhamdulillah. Tak lupa juga, ajari anak mengucapkan insyaAllah ketika hendak menjalin janji. Dengan demikian, anak akan terbiasa dan mempraktekkannya hingga dewasa.

[AdSense-B]

  1. Mengajarkan ilmu agama (Solat, Puasa, Mengaji)

Jangan menunggu dewasa untuk belajar agama. Sebaiknya kita mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak semenjak dini. Bahkan saat usianya masih balita, orang tua harus mulai menanamkan nilai-nilai agama. Misalnya saja dengan mengajari anak membaca Al-Quran. Anda bisa menyekolahkan anak di TPQ atau madrasah mengaji ketika usianya menginjak 2-3 tahun.

Sedangkan untuk solat dan puasa, walaupun kewajibannya dilakukan saat anak baligh, namun alangkah baiknya kita ajarkan sejak kecil. Kita bisa memulai mengajarinya tentang kiblat, tata cara berwudhu dan gerakan solat saat usianya menginjak 4-7 tahun. Sedangkan untuk belajar berpuasa bisa dimulai ketika usia 7 tahun. Tidak perlu puasa maghrib dulu, cukup semampuny. Misal dimulai dari puasa dhuhur, kemudian lanjut ke ashar hingga seterusnya.

Perintah  untuk mengajari solat dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad) 

Sedangkan perintah mendidik anak-anak untuk berpuasa dicontohkan oleh Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga:

  1. Mengajarkan berperilaku sopan dan berbakti pada orang tua

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” (Q.S Luqman : 14)

Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada anak-anaknya tentang tata cara berperilaku yang baik kepada kedua orang tua. Sebab hal itulah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Bagaimana anak bersikap kepada bapak ibunya haruslah sopan, bertutur kata lembut, menunjukkan wajah ceria dan patuh kepada perintahnya. (baca: Keutamaan berbakti kepada orang tuaAnak durhaka dalam islam)

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 725)

Baca juga:

[AdSense-A]

  1. Mengajarkan akhlak mulia

Rasulullah shallallâhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Rasulullah SAW merupakan manusia yang memiliki akhlak paling terpuji. Dan tetunya menjadi tuntunan atau contoh bagi umat islam. Rasul juga kerapkali mengajarkan kepada anak-anaknya tentang cara berperilaku yang baik kepada sesama manusia. Biasanya hal ini diajarkan oleh rasul lewat kisah-kisah nabi dan penyampaian ayat-ayat Al-Quran.

Baca juga:

  1. Mengajarkan cara pergaulan dan adab-adab yang baik

Seorang anak perempuan juga harus diberikan bekal pendidikan tentang tata cara bergaul semenjak kecil. Baiknya orang tua menjelaskan tentang batasan-batasan bergaul dengan lelaki. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh rasul, beliau mengajari anak perempuannya untuk tidur terpisah dengan anak laki-laki semenjak usia si anak mencapai 10 tahun. Beliau juga memberikan penjelasan tentang pentingnya perempuan untuk menjaga pandangannya, dan berpenampilan agar tidak menyerupai laki-laki.

Di samping itu, tak lupa berikan contoh kepada anak untuk beradab yang baik dan sesuai syariat agama. Mulai dari adab berpakaian, adab makan, adab berbicara dengan orang lain, adab berpakaian, adab tidur dan sebagainya. Dengan demikian ajaran-ajaran tersebut akan tertanam di pikiran anak hingga ia dewasa kelak.

Baca juga:

  1. Mengajarkan Tata cara berpakaian yang islami (menutup aurat)

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, aka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya).” (HR. Abu Daud)

Hadist diatas secara gamblang menjelaskan bahwa rasul mengajarkan kepada umatnya yang perempuan, termasuk anak-anaknya untuk berpakaian secara islami. Yakni menutup aurat. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Quran:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh merek. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Ahzab:59)

Baca juga:

[AdSense-C]

  1. Mengajarkan pekerjaan rumah tangga

Sejatinya kodrat setiap perempuan saat dewasa adalah menjadi seorang istri. Dan istri yang baik adalah mereka yang mampu menjalankan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, merawat anak, membersihkan rumah dan sejenisnya. Maka itu, semenjak kecil anak harus dibiasakan dengan pekerjaan rumah. Sedikit demi sedikit, seperti mulai mengajarinya menyapu lantai. Dengan demikian, saat ia telah dipinang oleh laki-laki, ia siap menjalani kewajibannya.

Baca juga:

  1. Memberikan pendidikan umum dan pemahaman tentang fiqih wanita

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa. Maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” Kemudian Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau.” (HR Muslim 2631)

Hadist diatas menjelasakan bahwa orang tua wajib mengayomi anak perempuannya. Menganyomi dapat diartikan memberikan pendidikan yang layak, baik itu pendidikan agama ataupun umum (seperti ilmu bahasa, matematika, sains, atau sosial). Walaupun pada akhirnya seorang perempuan ‘bekerja’ di dapur atau menjadi ibu rumah tangga, tapi perempuan juga berhak memperoleh pendidikan bagus. Sebab perempuan adalah tiang-nya negara. Apabila perempuan tersebut bagus pendidikannya  dalam ilmu agama dan ilmu umum) maka ia juga bisa membentuk generasi rabbani yang cerdas. (baca: Kedudukan Wanita Dalam IslamCara menjadi wanita baik)

Anda juga tidak perlu ragu untuk memberikan pendidikan tentang permasalahan kewanitaan kepada buah hati sejak ia berusia 8 tahunan. Hal ini sangat penting. Tujuannya agar anak tidak memperoleh informasi yang salah dari pihak lain. Orang tua boleh mengajarkan tentang masalah haid, pernikahan atau lainnya. Bersikaplah terbuka kepada anak namun tetap juga tidak melebihi batas usianya.

Baca juga:

  1. Bersikap lemah lembut kepada anak perempuan

Rasulullah juga memberikan contoh kepada kita untuk bersikap lemah lembut kepada anak-anak perempuan. Tidak apa-apa membiarkan anak bermain boneka atau mainan lainnya di dalam rumah, selama itu tidak menyalahi syariat agama. Beliau juga sering menggendong anak perempuannya, mengusap kepalanya, memanggilnya dengan lembut, dan medoakan mereka. Janganlah berbuat kasar kepada anak perempuan, terlebih lagi memukulnya. Perbuatan tersebut hanya akan membuat anak semakin membangkak. Jika memang anak melakukan kesalahan sebaiknya berikan nasehat secara baik-baik.

Baca juga:

Demikianlah beberapa cara rasulullah mendidik anak perempuan. Semoga kita bisa mengaplikasikan cara-cara diatas dan berhasil mendidik mereka menjadi generasi yang mengamalkan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, serta dapat menjalani dengan benar Hubungan Akhlak dengan Iman.

Keutamaan Mendidik Anak Perempuan Secara Islami

Di dalam islam, anak bisa bersifat kenikmatan dan rezeki, namun juga bisa menjadi ujian. Sebagaimana sebuah harta dalam islam bisa juga menjadi ujian keimanan atas apa yang dimiliki. Apakah kecintaan kita karena Allah SWT atau hanya karena dunia saja.

Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam Al-Quran,  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Munafiqun : 9).

Banyak sekali kirah san sejarh para nabi yang banyak diuji oleh kenikmatan berupa keturunan atau anak. Hal ini juga disampaikan Allah bahwa jangan sampai anak-anak atau istri menjadi penghalang kita untuk tetap bisa beribadah kepada Allah, tunduk patuh pada aturan Allah. Anak-anak tentunya tanggung jawab yang berat dan kita harus bisa menjadikannya sebagai anak yang mampu meneruskan visi islam di dalamnya.

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS  Athtagabun : 14- 15)

Tantangan Mendidik Anak Perempuan Beserta Keutamaannya

Untuk mendidik anak perempuan tentunya memiliki tantangan tersendiri khususnya di zaman sekarang ini. Adanya media sosial dan perubahan pergaulan tentu sangat mengkhawatirkan kita hingga akhirnya was-was akan anak kita sendiri. Hal ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan secara kreatif dan kepala dingin orang tua.

Mengekang anak perempuan atau menjadikannya tersiksa karena harus mengikuti semua keinginan kita tentunya bukan hal yang bijak. Tentu kita tidak ingin pola asuh kita terhadap anak kelak menjadi pola asuhnya juga terhadap anaknya kelak. Tantangan ini tentu harus dipecahkan orang tua dengan berbagai strategi tanpa harus membuat anak terpasung atau menjadi tidak leluasa berkreasi dengan dirinya hanya karena orang tua yang salah dalam mendidik.

Walaupun tantangan yang cukup berat, akan tetapi orang tua bisa mendapatkan hikmah dan keutamaannya ketika mendidik anak perempuan.

[AdSense-B]

  1. Balasan Allah Berupa Pahala yang Besar

Untuk bisa mendidik anak menjadi anak yang shaleh tentu saja bukan perkara mudah. Untuk itu Allah katakan bahwa ini adalah sebagai ujian bagi orang tua. Tentu saja ketika kita berhasil balasan Allah sangat besar dan pahalanya sangat tinggi selagi orang tua dalam mendidik anak berniat karena Ridho Allah SWT.

Mendidik anak adalah perjuangan tersendiri, dengan dana yang tidak kecil, usaha yang besar, dan segala macam ikhtiar dilakukan untuk kebaikan anak. Untuk itu, kesabaran dan keikhlasan mendidik anak perempuan akan Allah balas bukan hanya di dunia tapi juga kelak di akhirat.

  1. Doa Dari Anak Shaleh

Salah satu doa yang mustajab dan dapat menyelematkan kita di akhirat adalah doa dari anak shaleh. Untuk itu, anak yang shaleh adalah investasi berharga bagi orang tua, karena kebahagiaannya dapat dirasakan di dunia dan juga di akhirat. Doa anak yang shaleh tentu saja adalah hadiah terindah bagi kita yang senantiasa mengajarkan Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman.

Fungsi Orang Tua dalam Mendidik Anak Perempuan

Orang tua yang mendidik anak perempuan, tentunya memiliki keutamaan yang lain. Anak perempuan adalah aset bagi ummat islam dan tentunya sebagamana yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa bila perempuan-nya baik, maka akan baik pula bangsanya.

Hal ini dikarenakan perempuan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam ummat. Untuk itu orang tua harus mampu menjadikannya sebagai Wanita Cantik Dalam IslamWanita dalam Pandangan Islam, Wanita Muslimah Menurut IslamWanita Shalehah Menurut Islam, dan Wanita yang Baik Dinikahi Menurut Islam.

Untuk itu ada beberapa kekhususan di dalam mendidik anak perempuan yang harus dilakukan oleh orang tua.

  1. Mendidik Calon Istri bagi Suami

Orang tua yang mendidik anak perempuan sejatinya adalah mendidik seorang anak untuk kedepannya bisa menjadi istri yang baik bagi suaminya. Seorang perempuan kelak memiliki tanggung jawab dan juga peran sebagai istri dalam keluarga. Inilah keutamaan orang tua yang mendidik anak perempuan, karena mendidik seseorang agar siap menjadi seorang istri dalam keluarga.

Untuk itu, sejak anak mmeiliki kesadaran dan ilmu pengetahuan yang cukup orang tua harus mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi istri yang shalehah dan memiliki kesadaran untuk membangun keluarga yang baik.

Sebagai apapun karirnya, seorang wanita yang berkeluarga dan memiliki suami, memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan kebahagiaan pada suami, keluarga dalam bingkai keluarga yang sakinah.

  1. Mendidik Calon Ibu dalam Keluarga

Mendidik anak perempuan sejatinya juga mendidik bagaimana anak perempuan bisa menjadi ibu dalam keluarga nantinya. Bagaimana pola asuh atau cara mendidik seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia juga dulunya diperlakukan oleh orang tuanya.

Untuk itu, sebagai orang tua, wajib untuk memberikan contoh yang baik dan juga teladan agar anak-anak perempuan bisa mencontoh mendidik anak yang baik dan kelak dapat diterapkan jika ia sudah menjadi ibu nantinya.

Pendidikan orang tua akan sangat berpengaruh terhadap anak, khususnya dalam hal ini adalah anak perempuan. Saat menjadi ibu nanti, anak perempuan tersebutlah yang memiliki kewajiban tinggi untuk mendidik anak, membesarkan anak, memberikan nilai-nilai yang sesuai denngan agama. Tentunya sangat dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya sejak ia masih kecil dan asuhan orang tua.

Jangan sampai anak perempuan gagal dalam perannya nanti hanya karena ia sebelumnya gagal diasuh oleh orang tuanya. Anak perempuan menentukan bagaimana kelak ia dalam membangun Keluarga Bahagia Menurut IslamKeluarga Dalam IslamKeluarga Sakinah Dalam IslamKeluarga Harmonis Menurut Islam, dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam.

  1. Mendidik Calon Pembangun Ummat

Seorang perempuan bukan hanya bertanggung jawab atas suami dan keluarganya. Perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada ummat dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Seorang perempuan bisa menjadi tenaga pendidik, tenaga medis, dan lain sebagainya.

Sebagai orang tua tentu juga memiliki peran untuk bisa mendidik anak-anaknya yang perempuan agar juga memiliki kesadaran dan keahlian agar bisa menjadi pembangun ummat dimanapun kemampuan yang dimilikinya. Termasuk mendidik anak, mengurus keluarga adalah bagian dari pembangunan ummat yang harus diorientasikan sebagai pengabdian kepada Allah.

Nilai-nilai agama, ketuhanan, kesadaran memberikan manfaat kepada orang lain harus sudah diberikan sejak anak-anak masih kecil. Nilai-nilai sulit untuk diterapkan jika tidak ditanam sejak dini dan sulit untuk melekat di alam bawah sadar jika hal ini baru diberikan ketika dewasa.

  1. Mendidik Anak Perempuan Tanggung Jawab Menjaga Dirinya Sendiri

Anak perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri. Khususnya seperti menutup aurat, menjaga kemaluan, menghindari pergaulan bebas dan perzinahan. Sebagai orang tua tentunya harus mampu menjaga agar anak-anaknya tidak menjadi anak-anak yang bebas dan tanpa ikatan nilai-nilai islam.

[AdSense-C]

Untuk itu, orang tua berkewajiban agar selalu memberikan contoh, pendidikan, agar anak perempuan memiliki kesadaran untuk  menjaga dirinya sendiri dan tidak terjebak oleh perilaku yang bisa menjerumuskannya baik di dunia ataupun di akhirat.

Anak Perempuan dalam Islam

Di dalam islam, tidak ada pembeda antara perempuan dan laki-laki. Perbedaan antara perempuan dan laki-laki hanya terdapat pada fungsi dan perannya saja. Sedangkan, pada derajat dan kemuliaan tidaklah ditentukan berdasarkan jenis kelamin melainkan dari ketaqwaan dan amaliah yang mereka lakukan. Untuk itu, baik laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Untuk itu, begitupun dengan pandangan anak perempuan dalam islam. Sejatinya tidak ada perbedaan yang substansi dengan anak laki-laki karena pada hakikatnya laki-laki dan perempuan adalah sama-sama manusia.

Kedudukan Anak Perempuan dalam Islam

Seorang anak perempuan dalam keluarga tentu saja menjadi tanggung jawab juga bagi orang tua atau keluarganya untuk dapat mendidik dna membesarkan secara tepat. Anak-anak perempuan adalah aset yang sangat penting dalam satu masyarakat karena dari peran perempuan lah lahir manusia baru, berkembang dan tumbuh dari air susunya, serta berkembang kepribadiannya karena hasil pendidikan orang tua dan lingkungannya.

Kadang kala ada masyarakat yang berpikir terlampau ekstrim terhadap anak perempuan. Ada masyarakat yang memandang rendah anak perempuan hingga dibunuhlah anak perempuan jika lahir di dunia. Ada pula yang memandang bahwa anak perempuan adalah segala-galanya sehingga pendidikan keluarga dengan kemanjaan, diperlakukan secara spesial sampai akhirnya mendiskriminasikan laki-laki pun juga bisa terjadi.

Di dalam pandangan islam, anak perempuan dan anak laki-laki memang akan mendapatkan pendidikan dan proses penanaman nilai dari orang tua yang akan sedikit berbeda. Hanya saja, hal tersebut bukan karena adanya diskriminasi atau pembedaan namun hanya karena memang fungsi dan peran anak perempuan dan laki-laki kedepannya juga akan berbeda.

Anak perempuan tentu perlu pendidikan yang mengarah kepada fungsi-fungsi peran sebagai ibu, istri, karena peran tersebut akan dilakukan olehnya di kemudian hari. Pendidikan untuk mengelola rumah tangga, merawat diri, mengenalkan untuk bersikap lemah lembut atau kasih sayang, ketegasan untuk mendidik, dan juga ilmu-ilmu yang berkaitan dengan peran tersebut kedepannya.

Anak-anak perempuan yang salah asuh atau salah didik bisa saja mengalami permasalahan yang bertentangan dengan kodratnya sebagai wanita. Munculnya lesbian, homoseksual, atau bisexual biasanya terjadi karena anak perempuan tidak diajarkan mengenal dan memahami jati dirinya sebagai perempuan, atau tidak di didik sebagaimana dia seorang perempuan. Atau bisa saja terjadi akibat traumatis terhadap laki-laki ia tidak mencintai atau mengasihi laki-laki.

Untuk itu, anak perempuan sejak kecil dan dalam pendidikanatau asuhan orang tua perlu dikenalkan bahwa ia adalah seorang perempuan, dikenalkan jenis kelamin, identitasnya, memunculkan figur perempuan (misalnya ibu). Figur ini agar ia mengetahui dan bisa mencontoh bahwa peran perempuan adalah selayaknya seorang ibu bukan seperti ayah atau laki-laki lainnya.

Potensi Anak Perempuan dalam Aspek Fisik

Untuk dapat menjalankan fungsi perempuan bagi anak-anak perempuan, maka perlu dijelaskan pula mengenai potensi-potensi apa saja yang ada dalam anak perempuan hingga ia dikatakan jati diri sebagai anak perempuan. Hal ini perlu ditanamkan dan disampaikan pada mereka sejak dini, sehingga muncul kesadaran akan jati diri dan identitasnya bahwa ia adalah perempuan bukan laki-laki ataupun diantara keduanya. Salah satunya adalah menjelaskan mengenai potensi fisik apa saja yang ada dalam dirinya secara fisik. Hal ini karena fisik adalah aspek yang mudah untuk dikenali, dilihat, dan dirasakan fungsinya.

  1. Memiliki Potensi untuk Mengandung dan Melahirkan

Anak perempuan sejak dini bisa dijelaskan bahwa ia memiliki potensi untuk mengandung dan melahirkan. Penjelasan ini tidak selalu harus dijelaskan dengan gamblang atau dengan pengetahuan selayaknya studi mengenai sains atau anatomi manusia. Cukup menjelaskan bahwa seorang ibu dapat mengandung dan melahirkan dan menjelaskan bahwa setiap perempuan dapat melakukan hal tersebut, tentu itu akan mudah ditangkap dan dipahami oleh anak perempuan.

Penjelasan mengenai potensi ini juga cukup penting sekaligus agar anak perempuan (secara perlahan tentunya) mengetahui bahwa dirinya memiliki organ vital yang dapat menghasilkan keturunan. Untuk itu perlu dijaga dan bagian dari aurat yang tidak boleh dilecehkan atau diganggu dan disepelekan.

[AdSense-B]

  1. Memiliki Potensi untuk Menyusui

Anak perempuan pun dapat dijelaskan mengenai potensi untuk menyusui. Sebagaimana dengan potensi untuk mengandung dan melahirkan maka orang tua atau keluarga dapat menjelaskan bahwa seorang ibu dapat menjadi mulia karena menyusui anaknya dan anak anaknya besar atau tumbuh besar karena air susu ibu yang diberikan. Hal ini dapat membantu menjelaskan bahwa memang seorang perempuan mendapatkan kodrat seperti itu dan anak perempuan pun juga akan mengalami hal yang sama.

  1. Memiliki Potensi Emosi yang Lebih Sensitif

Potensi emosi yang lebih sensitif ini bukan hanya karena wanita tidak kuat secara rasional atau logika. Hormon-hormon perempuan mempengaruhi perempuan untuk banyak lebih melibatkan rasa atau emosi. Apalagi ketika seseorang tengah mengandung atau menyusui. Hal ini tentu bukan kelemahan melainkan kelebihan yang sesuai dengan fungsi dan peran perempuan.

Tanpa adanya hormon-hormon yang berefek pada perasaan perempuan yang lebih sensitif, maka perempuan tidak akan dapat memiliki kelembutan, kasih sayang, dan rasa cinta yang kuat terhadap anak-anaknya. Padahal, hal tersebut sangat dibutuhkan oleh perempuan untuk mengembangkan pendidikan anak dan merawat buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

[AdSense-C]

Hal-Hal Penting yang Perlu Disadari oleh Anak Perempuan

Anak perempuan perlu disadarkan dan diberikan pendidikan sejak dini untuk benar-benar mengetahui jati dirinya. Selain mengenalkan fungsi fisik dan peran anak perempuan di kemudian hari, orang tua juga penting untuk mendorong anak-anak perempuannya dapat mengaktuskan potensi yang dimilikinya tanpa harus berpikir bahwa mereka lebih rendah dari laki-laki. Keyakinan dan pandangan tersebut perlu juga ditegaskan bahwa pemikiran yang ekstrim terhadap laki-laki ataupun perempuan jelaslah keliru.

Sejak dini pun, anak perempuan islam dapat dikenalkan bagaimana mengenai fungsi agama. Rukun iman dan rukun islam bagi wanita islam adalah menjadi pegangan dan dasar kehidupan yang tidak boleh diganggu gugat. Untuk itu, anak-anak perempuan juga perlu diberikan nilai-nilai keagamaan yang sangat kuat dan ditanamkan nilai-nilai ketuhanan agar mereka tidak berubah kodratnya atau bertentangan dengan fitrah yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Tanpa ada kesadaran beragama dan ketuhanan yang kuat maka setiap orang berpotensi untuk beurbah secara fitrah dan melanggarnya, padahal hal tersebut jelaslah dibenci Tuhan.

Seorang wanita yang baik mneurut islam juga dapat menjalankan misi kekhalifahan tersebut lewat pembangunan keluarga sakinah dalam Islam, keluarga harmonis menurut Islam, keluarga sakinah, mawaddah, warahmah menurut Islam, . Hal ini dikarenakan keluarga dalam Islam  adalah awal dari perubahan di masyarakat. Oleh karena itu wanita karir dalam pandangan Islam atau hukum wanita bekerja dalam Islam adalah sesuatu yang diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan peran wanita dalam Islam yang utama yaitu membangun keluarganya. Oleh karena itu hal ini sudah bisa disampaikan dan diajarkan kepada anak perempuan sejak dini.