Keajaiban Asmaul Husna

Asmaul husna adalah nama-nama Allah atau sifat-sifat Allah. Meyakini dan menjalankan asmaul husna ini juga merupakan hal yang mendasar dari rukun iman dan rukun islam. Sifat-sifat atau nama-nama ini tentunya tidak dapat disamakan dengan nama atau sifat manusia. Allah tentu sangat berbeda dengan makhluknya (Qiyamuhu Binafsihi). Allah adalah Maha segala-galanya, sedangkan manusia penuh keterbatasan dan kelemahan diri. Tidak ada yang abadi dalam diri manusia sedangkan ada banyak sekali keabadian yang Allah miliki.

Manfaat Asmaul Husna tentu dalam keseharian akan ada sangat banyak, terutama bagi mereka yang benar-benar ingin memahaminya. Sifat Allah dan Asmaul Husna adalah salah satu dari berbagai macam mengenai islam yang perlu dipahami, karena berkaitan dengan Sang Pencipta itu sendiri.

Asmaul Husna dalam Al-Quran

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (Al-Ikhlas 112:1-4)

Di dalam ayat diatas ditujukkan bahwa Allah bersifat satu atau tunggal. Dalam hal ini berarti tidak ada selain Allah yang dapat menyayingi atau menandiingi kekuasaanya yang ada di seluruh alam semesta. Allah yang bersifat satu dan tunggal tidak mungkin beranak atau dipernakkan sebagaimana hukum alamiah bagi manusia yang dapat berkembang biak dan juga menghasilkan generasi baru.

Allah cukup satu dan tidak ada penanding. Jika Allah ada banyak tentu ia bukanlah Tuhan yang berkuasa, melainkan hanyalah manusia yang menganggapnya menjadi khusus atau spesial untuk disembah.

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS Al-Israa’ 17:110)

Di dalam Al-Quran, salah satunya dalam ayat diatas disebutkan bahwa ada sifat-sifat dan nama-nama Allah. Pada ayat diatas disebukan sifat Allah yaitu Ar-Rahman. Sifat yang lainnya dalam Al-Quran ada banyak dan tersebar dalam berbagai surat yang ada dalam Al-Quran. Selain itu Allah dalam ayat diatas menyuruh manusia untuk selalu mengingat dan membacanya bahkan dalam Shalat kita.

Asmaul Husna dalam Tanda-Tanda Kekuasaan-Nya

Asmaul Husna atau nama-nama Allah tidak hanya ada dalam informasi Al-Quran, namun lebih banyak informasi tersebut berada di alam semesta yang tidak ada ujungnya. Untuk itu, asmaul husna Allah begitu luas dan hanya mampu ditangkap oleh orang-orang yang menggunakan Akalnya dengan benar . Berikut adalah ayat-ayat yang berkenaan mengenai Asma Allah.

  1. Tanda-Tanda Kebesaran Allah pada Manusia

Tanda-tanda kebesaran Alah ad ajuga terdapat pada manusia dan segala tubuh atau sistem hidupnya. Berikut adalah ayat mengenai keberagaman suku bangsa manusia yang merupakan bagian dari Kebesaran Allah.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. “ (QS Ar Rum : 22)

  1. Tanda-Tanda Kebesaran Allah pada Alam Semesta

Ayat-ayat lain mengenai asma Allah terutama kebesaran dan kekausaannya di alam semesta juga terdapat banyak dijelaskan dalam Al-Quran. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS Ar Rum : 23)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (QS Ar Rum : 24)

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS Luqman : 31)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. QS Fushilat : 37)

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS Al Jatsiyah : 13)

Keajaiban Membaca dan Mengingat Asmaul Husna

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS Al Ahzab : 41-42)

Keajaiban dalam hal membaca dan mengingat Asmaul Husna tentu saja bukan keajaiban yang bersifat mistis dan sesuatu yang berbeda dari hukum natural, kecuali memang Allah yang menghendaki dan memberikan langsung. Jauh dari itu, membaca dan mengingat Asmaul Husna memiliki efek yang sangat mendalam terhadap kepribadian seorang muslim. Keajaiban ini tentu saja bukan dari hasil yang tiba-tiba namun dari hasil perenungan dan pemahaman seorang muslim terhadap nama-nama Allah baik yang ada dalam Al-Quran ataupun dari alam semesta ini.

  1. Ketakjuban akan Sifat dan Kebesaran Allah

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS Az Zumar : 23)

Orang-orang yang senantiasa mengingat dan membaca asmaul husna secara mendalam tentu akan merasakan ketakjuban akan sifat dan kebesaran Allah. Sifat-sifat Allah bukan saja harus dibaca dan dihapalkan namun lebih dari itu harus menjadi sebuah renungan yang dapat ditemukan dalam realitas alam semesta. Alam semesta ini adalah bentuk dari kekuasaan Allah yang sampai hari ini manusiapun belum dapat menemukan ujungnya.

Bagi orang-orang yang menggunakan akalnya maka keajaiban Asma Allah akan terlihat di alam sangat jelas ( Keutamaan Berdzikir). Contohnya saja sifat Allah Yang Maha Pencipta. Kita bisa melihatnya di dalam Penciptaan Fungsi tubuh manusia. Begitu Allah ciptakan sistem tubuh yang otomatis dan sangat teratur bahkan kompleks. Salah satu saja rusak maka akan mempengaruhi yang lain. Sedangkan manusia tidak ada satupun yang dapat mengalahkan ciptaan Allah sebagaimana yang telah Allah ciptakan untuk manusia.

  1. Memunculkan Ketundukan dan Ketataan

Dengan memahami dan membaca Asmaul Husna, keajaiban yang kita dapatkan membuat kitapun tunduuk dan taat hanya kepada Allah. Taat dan tunduk kepada Allah menjadi salah satu aspek yang membuat manusia mau menjalankan segala fungsi dan tugasnya di muka bumi sebagaiamana Tujuan Penciptaan Manusia , Tujuan Hidup Menurut Islam, Hakikat Penciptaan Manusia, Konsep Manusia dalam Islam, Hakikat Manusia Menurut Islam, Proses Penciptaan Manusia yang sejatinya menjalankan fungsi mengeloah bumi ini dengan sebaik-baiknya.

Tanpa memahami dan membaca Asmaul Husna, maka keajaiban-keajaiban yang ada tidak akan pernah dirasakan oleh manusia sebagaimana orang-orang yang konsisten membaca Asmaul Husna. Dengan adanya perasaan yang mendalam serta penghayatan yang matang akan Asmaul Husna tentu akan membuat manusia yang tidak berdaya tidak bisa lari kemanapun selain dari ketundukkan dan ketaatan terhadap Allah SWT.

  1. Mampu Menghayati dan Membawa Perubahan bagi Hidup

Mampu menghayati dan membawa perubahan bagi hidup tentu akan didapatkan oleh orang-orang yang senang membaca Asmaul Husna. Hidayah Allah Kepada Manusia tentu akan didapat oleh manusia yang juga berusaha benar-benar mendekati kepada Allah.  Dapat diketahui bahwa ada banyak orang yang masuk islam kemudian beriman kepada Allah setelah memahami Asmaul Husna dengan menghayati yang ada dalam Al-Quran ataupun di Alam Semesta. Keajaiban dan hidayah dapat hadir bagi mereka dan membawa perubahan hidup yang signifikan. Tentu itu semua adalah keajaiban bagi mereka yang mau memahami Asmaul Husna secara mendalam dan istiqomah.

Manfaat Beriman Kepada Allah SWT, dan Cara Agar Tetap Istiqomah di Jalan Allah salah satunya adalah membuat manusia dapat lebih tenang dan juga meyakini asma Allah yang lainnya. Selain itu juga menghindarkan manusia dari Syirik Dalam Islam .

20 Manfaat Asmaul Husna Nama – Nama Allah

Asmaul Husna merupakan sifat-sifat dan 99 nama Allah SWT. Dengan mengetahui sekaligus melafalkan Asmaul Husna kita sebagai makhluk Allah tidak hanya sekedar tahu, tetapi juga mampu merasakan fadilah dan keutamaan yang dapat kita rasakan dengan meresapi setiap makna dalam Asmaul Husna. Melafalkan asmaul husna juga menjadi bentuk rukun iman untuk beribadah hanya kepada Allah, hingga hari akhir dan mengakui hanya Nabi Muhammad utusan Allah sebagai Nabi terakhir.

Dalam sebuah hadist dikatakan;

تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya ia akan masuk ke dalam surga.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam Al-Quran pun di jelaskan;

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan.” (QS. Ql-A’raf: 180)

Hingga saat ini memang banyak umat Islam yang melafalkan Asmaul Husna dengan sempurna. Namun, hal yang paling utama sebenarnya adalah meresapi setiap nama dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Akan lebih baik jika umat Islam melafalkan Asmaul Husna bukan karena meminta sesuatu, tetapi akan lebih baik jika manusia ikhlas melakukan itu semua. Semua didasarkan atas rasa cinta kepada Allah SWT. (baca juga: manfaat beriman kepada Allah SWT)

Sebagai umat Islam, kita tidak perlu melafalkan Asmaul Husna dengan patokan jumlah tertentu, tetapi lafalkan Asmaul Husna secara terus-menerus saat kita sempat, cari tahu setiap maknanya dan resapilah, amalkan, dan tidak lupa untuk selalu membersihkan hati dan pikiran kita agar terhindar dari hal-hal tercela. (baca juga: cara agar hati tenang dalam islam)

Membersihkan hati dan pikiran berarti secara tulus ikhlas melafalkan Asmaul Husna. Lakukanlah karena niat kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita. Usahakan agar kita selalu melafalkan Asmaul Husna bukan karena mengaharap keajaiban dari pelafalan tersebut, tetapi usahakan agar kita senantiasa mengharap ridho dari Allah SWT. Jika memang terjadi keajaiban dari pelafalan Asmaul Husna, maka tidak lain itu semua datang dari Allah Swt.

Lalu apa saja Asmaul Husna yang disebutkan melalui Al Qur’an. Berikut ini makna Asmaul Husna beserta keutamaan yang bisa kita dapatkan dengan membacanya, tentu saja selain menambah kedekatan dengan sang Pencipta;

1. Ar Rahman; berarti Maha Pengasih. Dengan melafalkan Yaa Rahman dan mengetahui apa maknanya, niscaya  sebagai manusia kita akan diberikan hati yang lapang, menjadi orang yang pengasih kepada umat lainnya. Bahkan beberapa orang menyatakan bahwa melafalkan Yaa Rahman sesering mungkin dapat menambah ingatan dan meluaskan wawasan.

2. Ar Rahim; berarti Maha Penyayang. Meresapi dan melafalkan Yaa Rahim dapat membuat manusia memiliki sifat penyayang dan dari sifat itu niscaya manusia akan menjadi seseorang yang disayangi oleh umat lainnya.

3. Al Maliik; berarti Maha Raja. Melafalkan Yaa Maliik dapat meningkatkan keimanan kita bahwa tidak ada raja yang lebih agung dibandingkan Allah Swt. Dengan seizin Allah, manusia juga akan diberikan kekuasaan, kebesaran, dan juga kekuatan.

4. Al Qudduus; yang berarti Maha Suci. Hikmah yang didapat dengan membaca Yaa Qudduus ialah memperoleh hati yang lebih tenang karena makna suci bagi manusia itu sendiri adalah memperoleh kejernihan hati sehingga terbebas dari rasa gelisah dan gundah.

5. As Salaam; yang berarti Maha Pemberi Kedamaian. Seperti maknanya, dengan menghayati As Salaam dan membaca Yaa Salaam dengan kehendak Allah manusia akan diberikan kedamaian. Niscaya Allah juga akan memberikan keselamatan dan juga keamanan dalam menjalani hidup.

6. Al Mu’min; yang berarti Maha Pemberi Keamanan. Dengan melafalkan dan menghayati Yaa Mu’min, maka dengan seizin Allah manusia akan dibebaskan dari berbagai gangguan yang mungkin dapat menghadangnya dalam beraktifitas.

7. Al Muhaimin; yang berarti Maha Memelihara. Dengan melafalkan Yaa Muhaimin, maka dengan seizin Allah manusia akan memiliki batin yang bercahaya. Selain itu, manusia akan memiliki hati yang jernih dalam mengahdapi segala permasalahan.

8. Al ‘Aziiz; yang berarti Maha Perkasa. Dengan seizin Allah, manusia yang menghayati sekaligus melafalkan Yaa ‘Aziiz akan diberikan kewibawaan dalam bertindak.[AdSense-B]

9. Al Jabbaar; yang Berarti Maha Pemaksa Pada Kebaikan. Al Jabbaar akan mengerem tindakan manusia yang kurang baik. Manusia akan terhindar dari berbagai perbuatan keji dan mungkar. Dengan izin Allah, manusia juga akan terlindung dari kekerasan dan kekejian.

10. Al Mutakabbir; yang berarti Maha Pemilik Segala Keagungan. Membaca Al Mutakabbir akan membimbing manusia untuk senantiasa bersyukur, menyadari bahwa tidak ada yang memiliki segala hal di dunia ini kecuali Allah Swt.

11. Al Khaaliiq; yang berarti Maha Pencipta. Allah adalah Dzat yang menciptakan alam semesta. Dengan menghayati Allah sebagai Al Khaliiq manusia akan menyadari bahwa Allah yang menciptakan segala bentuk bumi, isisnya, dan juga alam semesta.

12. Al Baari’; yang berarti Maha Mengadakan. Dengan membaca Yaa Baari’, Allah akan melindungi kita akan semakin dekat dengan Allah Swt.

13. Al Mushawwir; yang berarti Maha Pembentuk. Seseorang yang belum memiliki anak, kemudian ia percaya bahwa Allah yang akan memberinya anak maka orang itu akan segera memiliki anak dengan maka dia bisa berpuasa selama 7 hari dan setiap berbuka puasa membaca yaa Khaaliq yaa Baarii’ yaa Mushawwir sebanyak 21 kali diatas segelas air dan berbuka puasa dengan meminum air ini, Insya Allah dia akan memiliki anak.

14. Al Ghaffaar; yang berarti Maha Pengampun. Jika hati seseorang sedang penuh dengan amarah kemudian orang itu ingat dan membaca yaa Ghaffaar, maka amarah itu akan reda.

15. Al Qahhaar; yang berarti Maha Mengalahkan. Denag sering melafalkan yaa Qahhaar manusia akan menghilangkan rasa cinta berlebihan kepada dunia dan pengagungan selain kepada Allah SWT di dalam hati.

16. Al Wahhaab; yang berarti Maha Pemberi. Dengan melafalkan Yaa Wahhaab niscaya Allah akan membebaskan manusia dari kemiskinan.

17. Ar Razzaaq; yang berarti Maha Pemberi Rezeki. Dengan sering melafalkan Yaa Razzaaq dan percaya bahwa Allah-lah Maha Pemberi Rezeki maka dengan izin Allah, manusia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak terduga.

18. Al Fattaah; yang berarti Maha Pembuka, Yang Menghilangkan Kesulitan dan Pemberi Keputusan. Melafalkan dan menghayati Yaa Fattaah akan membuat manusia memiliki jiwa yang terang dan senantiasa dimudahkan dalam segala urusan.[AdSense-C]

19. Al ‘Aliim; yang berarti Maha Mengetahui. Dengan sering melafalkan Yaa ‘Aliim setiap hari maka niscaya pemikiran dan pemahamannya akan bertambah.

20. Al Qaabidh; yang berarti Maha Menyempitkan. Allah akan menyempitkan keinginan manusia untuk berbuat zalim dan niscaya kezaliman itu akan hancur seiring dengan seringnya melafalkan Yaa Qaabidh.

Itulah beberapa manfaat dan faedah yang bisa diperoleh manusia dengan sering melafalkan Asmaul Husna. Masih ada 79 nama Allah lainnya. Meskipun tidak disebutkan, bukan berarti 79 nama Allah yang lainnya tidak penting. 99 nama Allah akan sangat memberikan manfaat bagi manusia jika selalu melafalkan dan menghayati setiap maknanya.

Inti dari berbagai manfaat yang bisa kita peroleh dengan melafalkan Asmaul Husna adalah mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan tentunya mampu menghindarkan kita dari berbagai perbuatan dzalim. Kalaupun ada keajaiban di balik itu semua, maka Allah-lah yang memberikan keajaiban itu.

artikel terkait:

20 Sifat – Sifat Allah Dan 99 Asmaul Husna

Allah adalah pencipta serta penguasa bagi alam semesta, dan semua nilai kebenaran yang mutlak hanya ada dan hanya bergantung kepada-Nya. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa Allah itu Maha tinggi, Maha Kuasa, Maha Dekat, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang, dan sifat-sifat lainnya yang menjadikan Allah SWT sempurna.

Sifat-sifat Allah tersebut terangkum dalam Asmaul Husna, yang secara harfiah diartikan sebagai nama-nama yang baik dan agung bagi Allah SWT berdasarkan sifat-sifat yang Ia miliki. Sebagai Umat islam, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui arti dan makna dari nama-nama yang baik dan  indah yang dimiliki allah SWT, karena di dalam Asmaul Husna selain terkandung nama-nama, gelar, maupun sebutan bagi Allah SWT juga terkandung sifat-sifat indah dan Baik Allah SWT.

Firman Allah SWT :

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 Artinya

Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai Asmaul Husna. Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al- Hasyr ayat 24)

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى

Artinya

Dialah Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang baik)” (QS. Thaha ayat 8)

قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَنَ أَيّاً مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً

Artinya

Katakanlah (olehmu Muhammad): Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik)…” (QS. AL- Isra’ ayat 110)

وَللَّهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَاۖ وَذَ رُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَـٰئِهٖۚ سَيُجْزَوْنَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya

Hanya milik Allah al-Asma-ul Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama baik itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf ayat 180)

Jumlah Asmaul Husna serta Perinciannya

Asmaul Husna dapat diartikan sebagai Nama-nama terbaik, terindah, serta nama-nama yang memiliki makna terluas dan terdalam. Adapun jumlah Asmaul Husna menurut beberapa Imam adalah berbeda-beda, ada imam yang menyebut bahwa jumlah asmaul Husna itu adalah 84, 95, 99, 100, dan bahkan ada imam yang menyebutkan bahwa jumlah asmaul Husna adalah 167 (pendapat dari Ibnu Al- Wasir).

Akan tetappi sebagian besar ulama sepakat bahwa jumlah asmaul husna adalah 99, sebagaimana Sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam berikut :

عن  ابي هر يرة ان رسول الله صل الله عليه و سلم قال ان لله تسعة وتسعين اسما اوما ئة الا واحدا من احصاهاد خل الجنة

Artinya

Dari abi hurairah Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu; barang siapa yang menghitungnya (menghafalnya) ia masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun ke 99 Asmaul Husna adalah :

  1. Ar Rahman – (الرحمن)  Yang Maha Pengasih
  2. Ar Rahiim – (الرحيم)  Yang Maha Penyayang
  3. Al Malik – (الملك)  Yang Maha Merajai/Memerintah
  4. Al Quddus – (القدوس)  Yang Maha Suci
  5. As Salaam – (السلام)  Yang Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mu`min – (المؤمن) Yang Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin – (المهيمن) Yang Maha Pemelihara
  8. Al `Aziiz – (العزيز)  Yang Maha Perkasa
  9. Al Jabbar – (الجبار)  Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
  10. Al Mutakabbir – (المتكبر) Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
  11. Al Khaliq – (الخالق)  Yang Maha Pencipta
  12. Al Baari` – (البارئ)  Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
  13. Al Mushawwir – (المصور) Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
  14. Al Ghaffaar – (الغفار)  Yang Maha Pengampun
  15. Al Qahhaar  – (القهار)   Yang Maha Memaksa
  16. Al Wahhaab – (الوهاب) Yang Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Razzaaq  –  (الرزاق)  Yang Maha Pemberi Rezeki
  18. Al Fattaah – (الفتاح) Yang Maha Pembuka Rahmat
  19. Al `Aliim – (العليم) Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
  20. Al Qaabidh – (القابض) Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
  21. Al Baasith – (الباسط)  Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
  22. Al Khaafidh – (الخافض)  Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
  23. Ar Raafi` – (الرافع)  Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
  24. Al Mu`izz –  (المعز)  Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
  25. Al Mudzil – (المذل) Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
  26. Al Samii` – (السميع)  Yang Maha Mendengar
  27. Al Bashiir – (البصير) Yang Maha Melihat
  28. Al Hakam –  (الحكم) Yang Maha Menetapkan
  29. Al `Adl – (العدل) Yang Maha Adil
  30. Al Lathiif – (اللطيف) Yang Maha Lembut
  31. Al Khabiir – (الخبير)  Yang Maha Mengenal
  32. Al Haliim – (الحليم)  Yang Maha Penyantun
  33. Al `Azhiim – (العظيم) Yang Maha Agung
  34. Al Ghafuur – (الغفور)  Yang Maha Pengampun
  35. As Syakuur – (الشكور)  Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
  36. Al `Aliy – (العلى) Yang Maha Tinggi
  37. Al Kabiir – (الكبير) Yang Maha Besar
  38. Al Hafizh  –  (الحفيظ) Yang Maha Memelihara
  39. Al Muqiit  –  (المقيت) Yang Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasiib  – (الحسيب) Yang Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jaliil – (الجليل)  Yang Maha Mulia
  42. Al Kariim – (الكريم) Yang Maha Mulia
  43. Ar Raqiib – (الرقيب) Yang Maha Mengawasi
  44. Al Mujiib – (المجيب) Yang Maha Mengabulkan
  45. Al Waasi` – (الواسع)  Yang Maha Luas
  46. Al Hakiim – (الحكيم)  Yang Maha Maka Bijaksana
  47. Al Waduud – (الودود)  Yang Maha Mengasihi
  48. Al Majiid – (المجيد)  Yang Maha Mulia
  49. Al Baa`its – (الباعث)  Yang Maha Membangkitkan
  50. As Syahiid – (الشهيد)  Yang Maha Menyaksikan
  51. Al Haqq – (الحق)    Yang Maha Benar
  52. Al Wakiil  – (الوكيل)  Yang Maha Memelihara
  53. Al Qawiyyu – (القوى)   Yang Maha Kuat
  54. Al Matiin – (المتين)   Yang Maha Kokoh
  55. Al Waliyy  – (الولى)   Yang Maha Melindungi
  56. Al Hamiid – (الحميد)  Yang Maha Terpuji
  57. Al Muhshii – (المحصى) Yang Maha Mengkalkulasi
  58. Al Mubdi` –  (المبدئ)  Yang Maha Memulai
  59. Al Mu`iid  – (المعيد)   Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyii  – (المحيى) Yang Maha Menghidupkan
  61. Al Mumiitu – (المميت) Yang Maha Mematikan
  62. Al Hayyu – (الحي) Yang Maha Hidup
  63. Al Qayyuum – (القيوم)   Yang Maha Mandiri
  64. Al Waajid – (الواجد)  Yang Maha Penemu
  65. Al Maajid – (الماجد)  Yang Maha Mulia
  66. Al Wahiid – (الواحد)  Yang Maha Tunggal
  67. Al Ahad – (الاحد)  Yang Maha Esa
  68. As Shamad – (الصمد)  Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
  69. Al Qaadir – (القادر)  Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
  70. Al Muqtadir – (المقتدر)  Yang Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim –  (المقدم)   Yang Maha Mendahulukan
  72. Al Mu`akkhir  – (المؤخر) Yang Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal – (الأول)  Yang Maha Awal
  74. Al Aakhir – (الأخر)   Yang Maha Akhir
  75. Az Zhaahir – (الظاهر)  Yang Maha Nyata
  76. Al Baathin  – (الباطن)  Yang Maha Ghaib
  77. Al Waali – (الوالي)  Yang Maha Memerintah
  78. Al Muta`aalii  –  (المتعالي)  Yang Maha Tinggi
  79. Al Barri (البر) – Yang Maha Penderma
  80. At Tawwaab  – (التواب)  Yang Maha Penerima Tobat
  81. Al Muntaqim – (المنتقم)  Yang Maha Pemberi Balasan
  82. Al Afuww – (العفو) Yang Maha Pemaaf
  83. Ar Ra`uuf – (الرؤوف) Yang Maha Pengasuh
  84. Malikul Mulk – (مالك الملك)  Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
  85. Dzul Jalaali Wal Ikraam – (ذو الجلال و الإكرام) Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith – (المقسط) Yang Maha Pemberi Keadilan
  87. Al Jamii` – (الجامع)  Yang Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghaniyy – (الغنى)   Yang Maha Kaya
  89. Al Mughnii – (المغنى)  Yang Maha Pemberi Kekayaan
  90. Al Maani – (المانع)   Yang Maha Mencegah
  91. Ad Dhaar – (الضار)  Yang Maha Penimpa Kemudharatan
  92. An Nafii` –  (النافع)  Yang Maha Memberi Manfaat
  93. An Nuur  –  (النور)  Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
  94. Al Haadii – (الهادئ)  Yang Maha Pemberi Petunjuk
  95. Al Baadii – (البديع)   Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
  96. Al Baaqii – (الباقي)   Yang Maha Kekal
  97. Al Waarits – (الوارث) Yang Maha Pewaris
  98. Ar Rasyiid – (الرشيد)  Yang Maha Pandai
  99. As Shabuur –  (الصبور)  Yang Maha Sabar

[AdSense-A]Disamping memiliki Nama-nama yang indah, baik, serta memiliki arti dan makna yang dalam,  Allah SWT juga memiliki sifat-sifat yang wajib diketahui, dipelajari serta dipercayai oleh umat manusia, khususnya bagi umat muslim, dimana sifat-sifat yang dimiliki Allah tentu saja berbeda dengan sifat-sifat yang dimiliki manusia sebagai Makhluk ciptaan-Nya.

Dengan kita mengenal, mengerti, memahami, serta mempercayai adanya sifat-sifat Allah SWT tersebut akan dapat menambah keimanan kita kepada-Nya.  Adapun sifat-sifat tersebut adalah :

Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah

Allah SWT memiliki 20 sifat-sifat wajib, yaitu :

  1. Sifat Wajib Wujud (ﻭُﺟُﻮْﺩ), sifat mustahil Adam (ﻋﺪﻡ)

Allah SWT memiliki sifat wujud yang berari ada. Maksudnya adalah bahwa Allah SWT ada dengan zat-Nya sendiri, dan Allah ada bukan karena ada yang mengadakan atau yang menciptakan. Kita bisa melihat bukti-bukti nyata bahwa Allah itu ada dengan memperhatikan langit dan bumi yang kita pijak, dimana alam semesta beserta isinya itu ada karena ada yang menciptakan, dan itu adalah Allah SWT.

Selain itu, kita juga bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah dengan melihat diri kita sendiri, dimana jiwa, raga serta segala perlengkapan yang kita butuhkan untuk hidup pasti ada yang menciptakannya, Dialah Allah SWT. Karena Allah memiliki sifat wajib ada, maka sifat mustahil bagi-Nya adalah Adam (tidak ada)

Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Allah itu ada adalah :

[accordion]
[toggle title=”Al-Qur’an Surat Al- A’raaf ayat 54″]

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. “

[/toggle]
[toggle title=”Al-Qur’an Surat Al- Mu’minun ayat 78-80″]

هُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (٧٨)وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (٧٩)وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٨٠

Artinya

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpunkan. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat As- Sajdah ayat 4″]

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at 1190. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Ar- Rad ayat 16″]

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ قُلِ اللَّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لا يَمْلِكُونَ لأنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلا ضَرًّا قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Artinya

Katakanlah: “Siapakah Rabb langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfa’atan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri”? Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Rabb Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Qidam (اَلْقِـدَمُ), sifat mustahil Hudus (ﺣُﺪُﻭْﺙ)

Sifat wajib bagi Allah yang kedua adalah Qidam yang artinya zat yang terdahulu, sedangkan untuk sifat mustahilnya adalah hudus yang artinya baru. Sebagai pencipta, Allah tentu saja ada terlebih dahulu daripada apa yang Ia ciptakan, seperti alam semesta beserta isinya. Dan tidak ada permulaan bagi Allah, karena Dia adalah Sang Maha pencipta.

Dalil Naqlinya adalah Al-Qur’an Surat Al- Hadiid ayat 3

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin 1453; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

  1. Sifat Wajib Baqa (ﺑَﻘَﺎﺀِ), sifat mustahil Fana (ﻓَﻨَﺎﺀِ)

Allah memiliki sifat baqa’ yang berarti kekal, sedangkan sifat mustahil bagi-Nya adalah fana yang artinya binasa atau akan berakhir. Maksudnya adalah bahwa kekekalan yang dimiliki oleh Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi tidak akan pernah berakhir atau berkesudahan.

Lain halnya dengan makhluk yang Ia ciptakan seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda ruang angkasa yang suatu saat akan mengalami kebinasaan atau kehancuran. Oleh karena itulah sangatlah tidak patut bagi kita untuk berbangga diri atas segala kelebihan atau kehebatan yang kita miliki, sementara itu hanyalah bersifat sementara.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqlli”]

 

  • Al-Qur’an Surat Ar- Rahman ayat 26-27

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (٢٦)وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (٢٧

Artinya

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

[/toggle]
[/accordion]

Dalil Naqli  :

  1. Sifat Wajib Mukhalafatuhu lilhawadits (ﻣُﺨَﺎﻟَﻔَﺘُﻪُ ﻟِﻠْﺤَﻮَﺍﺩِﺙِ), sifat Mustahil Mumatsalatuhu lilhawadits (ﻣُﻤَﺎﺛَﻠَﺘُﻪُ ﻟِﻠْﺤَﻮَﺍﺩِﺙِ)

Mukhalafatuhu lilhawadits  merupakan sifat wajib bagi Allah ini memiliki arti bahwa Allah berbeda dengan ciptaan-Nya, sedangkan sifat mustahilnya adalah Mumatsalatuhu lilhawadits yang berarti serupa dengan ciptaan-Nya.

Sifat wajib Allah ini sudah jelas menunjukkan bahwa Allah sebagai Yang Maha Pencipta memiliki perbedaan dengan apa-apa yang Dia ciptakan, dimana kedudukan yang dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah sangatlah tidak sepadan dengan kebesaran, keagungan, serta ketinggian dari sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT, sehingga tidak ada satu makhlukpun yang mampu menyerupai-Nya.

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 11″]

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Al- Ikhlas ayat 4″]

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinyadan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Qiyamuhu Binafsihi (ﻗِﻴَﺎﻣُﻪُ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ) sifat mustahil Ihtiyaju lighairihi

Sifat wajib bagi Allah SWT yang selanjutnya adalah Qiyamuhu Binafsihi yang artinya adalah berdiri sendiri. Artinya Allah itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang mengadakan atau menciptakan. Selain itu, dalam menciptakan makhluk-makhluk-Nya, Allah tidak membutuhkan bantuan dari makhluk apapun.

Berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang satu sama lainnya saling membutuhkan. Misalnya saja manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka tentu membutuhkan bantuan dari manusia lainnya.

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Al- Ankabut ayat 6″]

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Ali Imron ayat 2″]

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Artinya

Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Wahdaniyat (ﻭَﺣْﺪَﺍﻧِﻴَﺔِ) sifat mustahil Ta’addud (ﺗَﻌَﺪُّﺩ)

Wahdaniyat merupakan sifat wajib bagi Allah yang artinya Esa atau tunggal. Maksudnya adalah bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik itu dalam hal sifat, dzat, maupun perbuatannya. Dan jika Allah itu ada yang menyamai atau lebih dari satu, maka alam semesta ini akan hancur, karena tentu saja akan terjadi berbagai perbedaan diantara keduan-Nya.

Ke-esaan Allah telah dinyatakan dalam kalimat syahadat (أشهد أن لا اله الا الله) yang artinya “Tiada Tuhan selain Allah). Kebalikan dari sifat Allah ini adalah Ta’addud yang artinya lebih dari satu (berbilang)

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al-Qur’an Surat Al- Ikhlas ayat 1-4″]

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

Artinya

Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Al- Anbiya’ ayat 22″]

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Artinya

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Qudrat (ﻗُﺪْﺭَﺓِ) sifat mustahil Ajzun (ﻋَﺟْﺰ)

Qudrat merupakan sifat wajib bagi Allah yang memiliki arti berkuasa, maksudnya adalah bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan yang mutlak atas segala sesuatu tanpa ada batasan, jadi apabila Allah SWT telah berkehendak, maka tidak ada satupun yang dapat menghalangi-Nya.

Hal ini berbeda dengan manusia yang memiliki kelemahan dan kekuasaan yang terbatas. Adapun kebalikan dari sifat wajib Allah Qudrat adalah Ajzun yang artinya lemah.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat Al- Baqarah ayat 20

یکاد البرق یخطف ابصارهم کلما اضاء لهم مشوا فیه واذا اظلم علیهم قاموا و لو شاء الله لذهب بسمعهم و ابصارهم ان الله علی کل شیء قدیر

Artinya

Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Iradat (ﺇِﺭَﺍﺩَﺓِ) sifat mustahil Karahah (ﻛَﺮَﺍﻫَﻪْ)

Allah SWT memiliki sifat Iradat yang artinya berkehendak, sedangkan kebalikannya yang merupakan sifat mustahil bagi allah adalah Karahah yang berarti terpaksa (tidak berkemauan). Maksudnya adalah bahwa penciptaan Alam semesta ini merupakan kehendak dari Allah tanpa adanya paksaan maupun campur tangan dari pihak lain. Selain itu, setiap kehendak dari Allah SWT pasti akan terjadi, dan setiap hal yang tidak menjadi kehendak Allah pasti tidak akan pernah terjadi.

Allah SWT mustahil bersifat Karahah (terpaksa), karena Allah adalah Maha Sempurna, dan jika Allah memiliki sifat karahah maka kemungkinan besar alam semesta ini tidak akan pernah ada, karena karahah adalah sifat kekurangan.

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al- Qur’an surat Yasiin ayat 82″]

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Artinya Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka terjadilah ia.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Hud ayat 107″]

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚإِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

Artinya

Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Ilmun (ﻋِﻠْﻢ) sifat mustahil Jahlun (ﺟَﻬْﻞ)

Ilmun merupakan sifat wajib bagi allah yang artinya adalah mengetahui, dan Allah mustahil memiliki sifat Jahlun yang artinya bodoh. Kamna dari sifat Allah Ilmun adalah bahwasannya pengetahuan yang dimiliki oleh-Nya adalah tidak terbatas dan tidak pula dibatasi.

Selain itu, Allah Maha mengetahui apa-apa yang ada di alam semesta ini, baik yang terlihat oleh mata maupun yang ghaib. Inilah tanda bahwa Allah SWT memiliki kesempurnaan dalam hal kepandaian dan pengetahuan.

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Al- Hujurat ayat 16″]

قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيم

Artinya

Katakanlah (kepada mereka): “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui seagala sesuatu.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat al- Baqarah ayat 231″]

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا  وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ  وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا  وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ  وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Hayat (ﺣَﻴَﺎﺓ) sifat mustahil Maut (ﻤﻮﺕ)

Selain sifat-sifat di atas, Allah juga memiliki sifat wajib Hayat yang artinya hidup, dan Allah mustahil memiliki sifat maut yang berarti mati atau binasa. Allah adalah Maha sempurna, dimana Ia mampu hidup dengan dzat-Nya sendiri, dan tidak ada satupun yang menghidupkan-Nya.

Hal ini berbanding terbalik dengan makhluk ciptaan-Nya, di mana mereka ada yang menghidupkan, dan suatu saat mereka akan dimatikan, yaitu Allah SWT. Makhluk ciptaan Allah memerlukan makan, minum, tidur, dan berbagai macam hal lainnya. Akan tetapi Allah tidak membutuhkan semua itu.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat Al- Baqarah ayat 255

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّوم لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ  وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ ‌

Artinya

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib sama’ (ﺳَﻤَﻊْ) sifat mustahil Shummum (ﺍﻟصُمُّمْ)

Allah memiliki sifat wajib Sama’ yang artinya mendengar, dan Ia mustahil memiliki sifat Shummum yang berarti tuli atau tidak mendengar. Allah mampu mendengarkan setiap suara yang ada di alam semesta ini dan tidak ada satu suarapun yang mampu terlepas dari pendengaran Allah, meskipun suara itu hanya berupa bisikan.

Dalil Naqli :

[accordion]
[toggle title=”Al- qur’an Surat Al- Maidah ayat 76″]

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلا نَفْعًا وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya

Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa’at?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

[/toggle]
[toggle title=”Al- Qur’an Surat Asy- syuro ayat 11″]

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Basar (ﺑَﺼَﺮ) sifat mustahil Umyun

Sifat wajib bagi allah yang selanjutnya adalah Basar yang berarti melihat, dimana allah SWT mampu melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, baik kecil maupun besar, baik tampak maupun tidak tampak. Dan penglihatan Allah tidaklah terbatas maupun dapat dibatasi oleh sesuatu pun. Dan sebagai sifat mustahil bagi Allah adalah umyun yang artinya buta.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat Al- Baqarah ayat 265

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Kalam (ﻛﻼ ﻡ) sifat mustahil Bukmun

Sifat wajib bagi Allah yang lainnya adalah Kalam yang berarti berbicara atau berfirman. Allah memiliki sifat kalam yang begitu sempurna, sehingga Allah mampu berbicara tanpa harus menggunakan bantuan dalam bentuk apapun. Sifat kalam Allah SWT terbukti dengan firman-firman-Nya dalam kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya kepada para utusan-Nya.

Adapun sifat mustahil bagi Allah sebagai kebalikan dari sifat wajib kalam adalah bukmun yang berarti bisu. Jika saja allah bisu, tidak akan mungkin para utusan beliau mampu mengerti, memahami, serta mengamalkan apa yang Ia perintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat An- Nisa’ ayat 164

وَرُسُلا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

 Artinya

Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah telah berfirman secara langsung.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Qadiron (ﻗَﺎﺩِﺭًﺍ) sifat mustahil Ajizan (ﻋَﺎﺟِﺰً)

Allah SWT itu tidaklah lemah, dimana Ia adalah penguasa atas seluruh makhluk dan ciptaan-Nya secara mutlak. Inilah yang dimaksud dengn sifat wajib bagi Allah Qadiron yang artinya berkuasa. Dan Allah tidaklah memiliki sifat mustahil Ajizun yang artinya bahwa Allah itu lemah.
[AdSense-C]

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an surat Al- Baqarah ayat 20

یکاد البرق یخطف ابصارهم کلما اضاء لهم مشوا فیه واذا اظلم علیهم قاموا و لو شاء الله لذهب بسمعهم و ابصارهم ان الله علی کل شیء قدیر

Artinya

Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Muriidan (ﻣُﺮِﻳْﺪًﺍ) sifat mustahil mukrahan (مُكْرَهًا)

Allah SWT merupakan Dzat yang Maha berkehendak atas segala sesuatu, dan apabila Allah telah berkehendak, maka yang dikehendaki-Nya tersebut pastilah akan terlaksana. Inilah yang dimaksudkan dengan sifat wajib bagi Allah Muriidan yang memiliki arti berkehendak. Adapun sifat mustahil-Nya adalah mukrahan yang berarti terpaksa atau tidak dapat menentukan.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur;an Surat Hud ayat 107 :

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

Artinya

Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Aliman (ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ) sifat mustahil Jahilan (ﺟَﺎﻫِﻼ)

Allah merupakan Dzat yang maha mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, termasuk isi hati maupun pikiran dari ciptaan-Nya. Inilah mengapa Allah disebut memiliki sifat wajib Aliman yang artinya mengetahui, dan Dia mustahil bersifat Jahilan yang artinya bodoh.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- qur’an Surat An- Nisa ayat 176

يستفتونك قل الله يفتيكم في الكلالة إن امرؤ هلك ليس له ولد وله أخت فلها نصف ما ترك وهو يرثها إن لم يكن لها ولد فإن كانتا اثنتين فلهما الثلثان مما ترك وإن كانوا إخوة رجالا ونساء فللذكر مثل حظ الأنثيين يبين الله لكم أن تضلوا والله بكل شيء عليم

Artinya

Mereka meminta fatwa kepadamu tentang kalalah 387. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan),jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Hayyan (ﺣَﻴًّﺎ) Sifat mustahil mayitan (ﻣﻴتا )

Allah SWT itu adalah Dzat yang hidup, Ia tidak pernah mati, tidak pernah tidur, lengah maupun segala hal yang menjadi kebiasaan ciptaan-Nya. Inilah yang dimaksudkan dengan sifat wajib bagi Allah Hayyan yang artinya adalah hidup. Dan Dia mustahil memiliki sifat mayitan yang artinya dalam keadaan mati.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat Al- Furqon ayat 58

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Artinya

Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat wajib Sami’an (ﺳَﻤِﻴْﻌًﺎ) sifat mustahil Ashamma (ﺃَﺻَﻢ)

Pada hakikatnya, sifat wajib bagi Allah sami’an yang artinya mendengar memaknai bahwa Allah SWT merupakan Dzay yang memiliki pendengaran yang sempurna, tidak ada batasan dan tiada hal yang dapat membatasinya. Oleh karena itulah mengapa Allah SWT mustahil memiliki sifat Ashamma yang artinya tuli.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- qur;an surat Al- Baqarah ayat 256 :

لآَإِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Bashiiran (ﺑَﺼِﻴْﺭًﺍ) sifat mustahil a’maa (ﺃَﻋْﻤَﻰ)

Allah SWT merupakan Dzat yang mampu melihat segala hal yang ada di alam semesta ini tanpa adanya batasan. Ini merupakan sifat wajib bagi Allah yaitu Bashiiran yang berarti melihat. Sehingga sangatlah mustahil jika Allah memiliki sifat a’maa yang artinya buta.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat Al- Hujurat ayat 18

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

[/toggle]
[/accordion]

  1. Sifat Wajib Mutakalliman (ﻣُﺘَﻜَﻠِّﻤًﺎ) sifat Mustahil abkam (ﺃَﺑْﻜَﻢْ)

Arti sifat wajib bagi Allah mutakalliman adalah berbicara, dimana Allah SWT mampu berbicara atau berfirman di dalam kitab-kitab yang Dia turunkan bagi para utusan-Nya. Dan sangatlah mustahil bagi Allah untuk bersifat abkam yang artinya bisu.

[accordion]
[toggle title=”Dalil Naqli”]

  • Al- Qur’an Surat An- Nisa’ ayat 164

وَرُسُلا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

 Artinya

Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah telah berfirman secara langsung.”

[/toggle]
[/accordion]

[accordion]
[toggle title=”Artikel Terkait”]

[one_half]

[/one_half]

[one_half_last]

[/one_half_last]

[/toggle]
[toggle title=”Artikel Lainnya”]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth]

[/one_fourth]

[one_fourth_last]

[/one_fourth_last]

[/toggle]
[/accordion]